Transcript
-hYcvDUFSlc • OGAH JADI BONEKA AS Seperti MALAYSIA!! Tarif 19% RI BATAL? Rugi 50 TRILIUN?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0527_-hYcvDUFSlc.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget ini, Guys. Legenda
hidup Malaysia, ya. Mantan perdana
menteri Malaysia yang namanya Muhatir
Muhammad itu ternyata setuju dengan
Benix. Ternyata dia kesal banget, Guys,
sama Anwar Ibrahim. Bahkan dia bilang
Anwar Ibrahim ini dituduh sebagai
pengkhianat yang sudah menjual marwahnya
Malaysia. Gila, marah besar nih Mahattir
Muhammad. Kaget gua. Ternyata follower
gua banyak juga ya orang Malaysia ya.
Salah satunya sih Mahathir Muhammad ini.
Tapi apa yang bikin dia sebegitu
ngamuknya, Guys, sama Anwar Ibrahim?
Karena lu udah tahu pasti ini ada
hubungannya dengan perang tarif Amerika
Serikat dengan China yang kemudian
berimbas ke negara-negara Asia Tenggara.
Dan konyolnya banyak media di Indonesia
menuduh Indonesia itu kalah, kalah
dagang, kalah lobi. Dan lebih konyol
lagi, banyak media-media nasional nih di
tanah air yang bilang Malaysia itu dapat
good deal dibandingkan Indonesia kan
tol. Kalau memang good deal enggak bakal
ngamuk-ngamuk si Matir Muhammad ini.
Anyway, itu kan kejadiannya di Malaysia,
Pak. Pertarungan antara Anwar Ibrahim
dengan Matir Muhammad. Kenapa kita bahas
di channel Benix pertarungan mereka?
Ternyata pertarungan itu akan berdampak
bagi Indonesia. Kok bisa, Guys? Kenapa
yang berantem sesama Perdana Menteri
Malaysia? Kok Indonesia bisa kena imbas
ya? Makanya lu kalau penasaran lu jangan
skip video ini. Let's cek di sini.
Jadi guys, kita baru aja dapat potongan
video dari Malaysia dari follower kita
di sana tentang pernyataannya Mahattir
Muhammad, mantan perdana menteri
Malaysia yang viral di sana. Karena
ternyata dia menuduh Anwar Ibrahim itu
pengkhianat bangsa, Guys. Gila, gua kira
cuma Profesor Kumis Hitler aja yang
pengkhianat bangsa, ya. Ternyata di
Malaysia itu banyak juga para
pengkhianat itu. So, lu penasaran enggak
sih video apa sih yang baru-baru ini
viral di Malaysia? Ini nih videonya
daripada syarikat-syarikat lain kerana
60 biji pesawat Boeing akan dibeli oleh
kita mengikut perjanjian. Bermakna kita
tak bebas. Kita juga mesti beli gas
daripada Amerika. Kita juga mesti
melabur sampai 70 bilion kepada Amerika.
Jadi mana mana kedudukan kebebasan kita?
Habis uang rakyat Malaysia untuk
memperkaya rakyat Amerika Serikat.
Goblok. Memang lu sih Anwar ini memang
tol ini isinya pejabat-pejabat di
Malaysia. Gua kira cuma pejabat
Indonesia yang goblok dan suka korupsi
ya. Ternyata ada yang lebih top lagi
yang suka menggadaikan marwah harkat dan
rakyat sendiri dijual, Guys. Ngeri
banget. Lu tahu enggak kenapa dia marah
banget? Ini nilainya bukan cuma 1 juta,
dolar, 2 juta dolar, no 70 billion
dolar, Guys. Itu nilai yang sangat
besar. Lu tahu enggak sih 70 miliar
dolar itu nilainya lebih dari 1.000
triliun, Guys. Nolnya enggak kebayang
banyak banget. Nah, itulah nilai
pengkhianatan yang dilakukan
pejabat-pejabat Malaysia sekarang ini.
Makanya lu jangan heran Mahatir ini udah
bau sebenarnya udah mau mati nih orang
tapi enggak bisa mati karena negara
dikelola dengan serampangan. Di sini gua
menangis ngelihat ini. Kasihan gua sama
si Mahatir. Mahatir ini sosok guru
bangsa ya. Dia selevel sama Mahatma
Gandhi lah. Kalau di India jadi tokoh
besarlah di sana. Pemimpin yang utama
ya. Kalau di Singapura Liikanu dia. Kita
anggap Lianu si Malaysia. Dia yang
mendirikan bangsa Malaysia bisa semodern
sekarang ini. Eh dia sekarang enggak
bisa menikmati hari tuanya. Dia gak bisa
mati. enggak bisa main sama cucunya
karena negara dibawa hancur-hancuran nih
sama pejabat Malaysia yang baru ini
betul-betul sadis. Maka saking parahnya
Malaysia hari-hari ini dan dituduh
Mahatir Muhammad bilang ini udah
digadaikan negara kita nih Malaysia nih
mantan perdana menteri Malaysia Mahatir
Muhammad sampai pengen Anwar Ibrahim
ditangkap guys. Gila dan lebih sadis
lagi ya kalau lu lihat potongan koria
Malaysia ini di situ dibilang ya
sekarang makin jelas bahwa sebetulnya
pemerintahan ini melakukan kesepakatan
yang terselubung yang tersembunyi yang
sebetulnya isinya menyerahkan kedaulatan
Malaysia kepada Amerika Serikat. Ini
tuduhan yang gak main-main, Guys. Yang
tuduh ini by the way bukan orang
sembarangan ya. Bukan guru olahraga,
bukan tukang sayur, bukan juga dokter
gigi di mall. Enggak. Ini yang bikin
tuduhan ini mantan orang nomor satu di
Malaysia. Lu lihat kata-kata dia. It is
now clear that the statement by the
government on the agreement with the
United States hit many serious
undertakings by Malaysia to submit to
the US. Jadi intinya ada begitu banyak
di situ submission, ada begitu banyak di
situ jilat pantat, penyembahan bahwa
Malaysia itu diinjak-injak sama Amerika
Serikat. Sebenarnya bukan Malaysia yang
diinjak-injak, Guys. Malaysia yang
menyerahkan dirinya buat dijadikan keset
sama Amerika Serikat. Menangis ini si
Matir Muhammad nih. Sedih gua lihatnya.
Gua lihat video itu aja gua ini aki-aki
ini udah mau pergi ke liang kubur masih
aja memikirkan negaranya. Loh, gila
enggak sih? betul-betul serius ini
masalah ini. Dan lebih parah lagi kalau
lu lihat kata-katanya Matir Muhammad,
dia bilang apa? This agreement commits
Malaysia to concession. Artinya ini
Malaysia sudah ngasih konsesi, sudah
memberikan harkatnya, sudah memberikan
kedaulatannya yang artinya secara
efektif meletakkan Malaysia di bawah
kendali Amerika Serikat. Dia bilang,
"Effectively put Malaysia under the
control of the United States." Ngeri.
Negara Amerika Serikat udah secara resmi
memiliki boneka di Asia Tenggara. Ini
benar-benar harus kita jeli buat
menyikapi aksi ini loh. Bahkan sampai
dettetik ini kalau lu nuduh Singapura
mesra banget gitu sama Barat. Faktanya
apakah dia jadi anjing peliharaannya
Amerika? Tidak. Dia tetap bermain untuk
bebas dan aktif. Mepet sama Cina iya.
Main sama Jepang iya. Main sama Amerika
iya. Dia betul-betul cerdik nih. Tapi
kalau Malaysia enggak. Betul-betul udah
jadi budak peliharaannya Amerika Serikat
resmi. Dan ini bukan Benix yang ngomong.
Ini yang ngomong mantan perdana menteri
Malaysia Mahattir Muhammad. Dan lebih
sadis lagi ketika dia mengakhiri
pernyataannya dia bilang apa? Inilah
perilakunya si Anwar ini gara-gara si
Anwar nih. Ini adalah pengkhianatan.
Iris treason. Dia bilang Anwar harus
disidang karena sudah melakukan aksi
pengkhianatan. Gila ngeri nih ya. Di
sini kita bisa lihat Asia Tenggara
betul-betul diobrak-abrik dibikin perang
di Thailand sama Kamboja. Sekarang
Malaysia hancur lebur. Dan wajar aja
sebetulnya kalau mahatir Muhammad ini
marah, Guys. Sebetulnya memang Anwar itu
sudah menggadaikan negaranya. Dan udah
gua berangkali bilang lu kalau lihat isi
perjanjian antara Malaysia dengan
Amerika Serikat sangat timpang. Bukan
seperti dua negara yang berdaulat duduk
sepakat sama tinggi. No. Timpang.
Teman-teman tahu lu lihat di sini
Malaysia itu apa? Mereka harus
mempermudah perdagangan, arus, barang
dan jasa Amerika Serikat masuk ke
Malaysia. Mereka harus mempermudah
bisnis-bisnis pengusaha Amerika. Mereka
bahkan yang Malaysia enggak boleh ngasih
pajak buat perusahaan-perusahaan Amerika
Serikat yang berbisnis ke sana. Bahkan
sampai termasuk produk-produk digital
Amerika, Facebook, Instagram, Netflix,
dan lain sebagainya. Kalau mau dagang di
Malaysia enggak boleh kena pajak. Gila
enggak? betul-betul sadis ini Malaysia
di perakosa nih. Yang lebih ngeri lagi
ya, Malaysia itu juga diwajibkan membuka
pasarnya dan mereka wajib menghapus
hambatan-hambatan dagang yang akan
mempersulit pengusaha Amerika Serikat.
Dan Malaysia juga wajib membuka arus
data keluar dan mereka harus memberikan
data itu kepada Amerika Serikat.
Malaysia juga wajib memfasilitasi
investasinya Amerika dan membuka
data-data BUMN-nya Malaysia sendiri.
Jadi, enggak ada lagi yang rahasia di
sana. even perusahaan yang milik negara
Malaysia sendiri, mereka harus mau
diobok-obok sama Amerika Serikat. Dan
Malaysia juga diwajibkan untuk mengikuti
perintah Amerika Serikat. Kalau ada
sanksi atau ada kontrol ekspor atau ada
sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan
keamanan Amerika Serikat, Malaysia itu
harus inline. Kalau Amerika Serikat
tidak suka dengan Cina, Malaysia tidak
boleh berdagang dengan Cina. Kalau
Amerika Serikat tidak suka dengan Iran,
Malaysia tidak boleh berdagang dengan
Iran. Kalau Amerika Serikat tidak suka
dengan Rusia, Malaysia juga wajib
bermusuhan dengan Rusia. Jadi dari sini
sudah bisa lihat bahwa tidak adil, tidak
ada kesetaraan antara perjanjian dagang
itu. Dan simpel aja, kita sudah ngukur
soal perjanjian dan namanya hak dan
kewajiban. Dan lu tahu apa yang
diwajibkan dilakukan oleh Malaysia itu
ada 49 kata shall. Malaysia shall do
this, Malaysia shall do that, Malaysia
shall buy this. Malaysia harus beli
pesawat. tadi kata si Anwar Ibrahim,
"Malaysia harus invest 70 billion
dollar. stupid Malaysian." Tapi lu
tahu kewajiban Amerika Serikat itu cuman
ada 10 dalam perjanjian itu. Jadi udah
timpang ini, Guys. Udah lima kali lipat
lebih banyak kewajiban yang harus
dipenuhi oleh Malaysia. Makanya jangan
heran kalau Benix itu bilang kita
dikhianati sama Malaysia. Asia Tenggara
dikhianati sama Malaysia dan Cina harus
plototin ini baik-baik. Ini udah salah
satu bentuk intervensi lahirnya negara
baru di Asia Tenggara yang merupakan
boneka dari ujung kepala sampai ujung
kakinya. Boneka resmi Amerika Serikat.
Bahaya ini. Betul-betul bahaya. Karena
Asia Tenggara harusnya netral. Yang
lebih ngari lagi ini ternyata bisa
berdampak juga sama Indonesia, Guys.
Pengkhianatan Malaysia ini berdampak ke
Indonesia. Kalau lu penasaran kok bisa,
makanya lu jangan skip video ini karena
kita bakal bahas ini di akhir video ini.
Tapi satu hal yang paling pasti, dalam
beberapa hari belakangan ini sedang
terjadi dinamika. Pejabat-pejabat di
Amerika Serikat melihat bahwa, "Heh,
kita bisa kok ngangkangin negara Asia
Tenggara yang namanya Malaysia. Mereka
mau kok jadi budak kita. Berarti
Indonesia harusnya jadi budak kita
juga." Ternyata guys, duta besar Amerika
Serikat ternyata followernya Benix juga.
Dan dia melihat bahwa ternyata
perjanjian antara Indonesia dengan
Amerika Serikat itu sangat-sangat
menguntungkan Indonesia. Sehingga
kemudian hari Amerika Serikat merasa
kecelek, "Gua kena tipu nih." Ternyata
Indonesia sangat diuntungkan. Ya,
terbukti dari kemarin lu lihat banyak
pabrik-pabrik yang pindah. Pindah dari
Bangladesh, pindah dari India, pindah
dari Vietnam, pindah dari Thailand,
bahkan pindah dari Cina ke Indonesia
karena melihat Indonesia sangat
diuntungkan dengan tarif ini. Beda
dengan Malaysia yang sangat
diinjak-injak. Nah, sekarang baru nge
Amerika Serikat. Eh, benar ini si Benix.
Amerika Serikat dikadalin, Guys. Dan
mereka sakit hati sehingga mereka
mengancam untuk membatalkan kesepakatan
itu. Jadi, sekarang kesepakatan kita
Indonesia yang sangat menguntungkan
Indonesia terancam batal. Kok bisa?
Hubungannya apa sama si Malaysia ini, si
pengkhianat bangsa ini. Ternyata, Guys,
perilaku Malaysia yang menggadaikan
negaranya itu membuat hati pamansam
terinspirasi. Mereka termotivasi untuk
melakukan penekanan yang sama dengan
Indonesia. Jadi, pejabat gedung putih
yang namanya Jamison Grear itu sudah
ngasih tahu bahwa Indonesia itu harus
ikut perjanjian model baru dengan gaya
Malaysia dan harus mau menyetujui
membuat komitmen yang mengikat bahwa
apa? Kita harus negosiasi ulang dengan
Amerika Serikat dan kita harus bikin
kesepakatan baru yang intinya Donald
Trump marah besar. Donald Trump pengin
renegosiasi. Donald Trump pengin
mendorong Indonesia untuk ikut menambah
klausul-klausul baru, pasal-pasal baru
yang intinya dapat membatasi hubungan
Indonesia dengan Cina. Padahal Cina
salah satu investor asing terbesar di
tanah air. Dan udah gua bilang berulang
kali ya, sebetulnya perang dagang ini
intinya adalah perang antara Amerika
Serikat dengan Cina. Yang dia pengin
lakukan di IndoCina, di Asia Tenggara
adalah mengepung China itu sendiri. Nah,
sekarang mereka sudah lihat Malaysia
bertekuk lutut nih ke Amerika Serikat.
Mereka ternyata juga pengin Indonesia
lakukan yang sama. Kalau lu pengin
menikmati tarif lu itu, sekarang sudah
banyak investor-investor yang pindah ke
Indonesia, lu sudah siap dong
menyerahkan kedaulatan bangsa lu ke
Amerika Serikat sebagaimana yang
dilakukan oleh negara pengkhianat
Malaysia itu. Itu yang sekarang pengin
diminta oleh Amerika Serikat. Maksudnya
apa yang di situ? Dia pengin ada
penambahan klausul baru yang intinya
memberikan wewewenang bagi Amerika
Serikat untuk memberikan arahan
Indonesia ini besok bakal jadi apa?
Indonesia mau belok ke barat atau mau
belok ke timur? Indonesia mau bisnisnya
di kiri atau mau bisnisnya di kanan?
Amerika Serikat pengin mengambil
kedaulatan kita supaya Indonesia Guys,
guys, tunggu dulu nih, Guys. Tunggu
dulu, Guys. Ada berita yang
sangat-sangat gawat. Lu tahu dunia
sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari
perang di Yemen, di Selat Hormus,
kabarnya mau ditutup. Iran lagi perang
dengan Israel dan masih belum kelar loh
perang yang antara Rusia dengan Ukraina.
Wah, dunia tambah kacau nih. Dan bukan
cuma itu doang loh, negara-negara juga
sekarang berada dalam krisis inflasi
tinggi di mana-mana. Kebijakan fiskal di
Amerika Serikat makin enggak jelas.
Negara Indonesia utangnya makin banyak,
bukan makin berkurang. Dan harga minyak,
haduh bakal makin tinggi lagi, Guys. Ini
bisa melemahkan posisi rupiah. Jadi,
begitu banyak potensi krisis nih di
dunia kita. Nah, sebagai investor yang
cerdas, Guys, lu harus mengambil
keputusan investasi yang tepat. Dan
kalau lu bingung dengan apa yang terjadi
di dunia ini, enggak usah khawatir.
Karena kita ada komunitas khusus buat
investor saham yang namanya Benix
Investor Group. Karena di tengah perkara
yang terjadi, kita bukannya tambah rugi
tapi malah cuan besar guys. Lu tahu
kemarin kita baru bikin video komunitas
sama Benix pergi [musik] ke perusahaan
sawit yang ada di Belitung. Hari ini
sahamnya udah naik 140%. Di awal tahun
ini komunitas saham Benix, Benix
Investor Group udah datang lagi ke
pelabuhan. Di sana kita ketemu
perusahaan emiten parkiran berhubungan
dengan mobil listrik. Hari ini mungkin
sahamnya udah di atas 50%. Dan kita juga
melihat ada begitu banyak loh perusahaan
di Indonesia yang bisa kasih kita cuan
lebih tinggi lagi. So, teman-teman
tunggu apaagi nih? Di tengah era yang
penuh ketidakpastian dibanding duit lu
habis kena inflasi, lebih baik lu jadi
investor saham. Dan kalau lu bingung
dengan dunia saham, jangan ke mana-mana,
langsung aja daftar di komunitas saham
Benix Investor Group. Karena kalau lu
punya komunitas saham, lu punya teman
diskusi. Kita di sini banyak sharing
tentang perusahaan-perusahaan yang
bagus, pilihan investasi yang ada di
Indonesia. Apalagi teman-teman di sini
juga bisa dapat fasilitas loh akses ke
direktur-direktur perusahaan emiten yang
ada di IASG. Kita juga datang loh ke
lokasinya. Jadi teman-teman gak beli
kucing dalam karung karena teman-teman
bisa datang site visit langsung lihat
lokasi usahanya. So, tunggu apaagi,
Guys? Segera daftarkan dirimu sekarang
juga di Benix Investor Group di
www.benix.id atau di nomor WhatsApp yang
ada di bawah ini. Dan lu harus segera
daftar harga naik dari Rp40 juta ke Rp50
juta per tahun. Rp50 juta rupia per
tahun itu cuman setara R jutaan lah per
bulannya. So, tunggu apaagi, Guys.
Sampai ketemu di komunitas saham BENX.
Amerika Serikat pengin mengambil
kedaulatan kita supaya Indonesia tidak
lagi jadi negara yang berpolitik bebas
aktif, negara yang netral. Wah, ini
bahaya, Guys. Ngeri nih. Karena kemarin
gua suka dengan deal kita dengan Amerika
Serikat. Kita masih independen. Kita
masih berdiri di atas kaki kita sendiri.
Tidak seperti Malaysia yang dirental.
Bahkan mungkin bisa dibilang diberikan
secara gratis. cuma-cuma ke negara
Amerika Serikat. Nah, sekarang Amerika
Serikat melihat oh buktinya ada tuh
negara yang mau jadi budak kita
Malaysia. Indonesia juga harus deh
diperbaikin klausulnya. Bikin Indonesia
supaya mau mengikuti arahan Amerika
Serikat khususnya yang berhubungan
dengan keamanan global security. Jadi
ini seru nih. Dinamika terbaru perang
dagang ini sekarang udah resmi naik
kelas nih menjadi geopolitik yang
ujungnya bisa jadi perang dunia juga
karena sudah tahu angkatan laut Amerika
Serikat sekarang sedang mengepung negara
berdaulat Venezuela dan ini melanggar
hukum internasional sebetulnya. Anyway,
kita hitung dulu konsekuensinya ya.
Menurut lu sebetulnya Indonesia harusnya
tetap berdiri atas kaki kita strik
dengan apa yang kita sudah putuskan atau
harus agak bengkok dikit nih menyembah
sedikit nih sama Amerika? Tapi ada
resikonya enggak? Untung rigunya apa?
Gua udah hitungin nih buat lu. Lu tahu
enggak ya? FY aja nih penyumbang
terbesar ya, penerima negara bukan pajak
kita. Anyway, APBN kita disumbang oleh
pajak paling banyak. Jadi kita enggak
hitung pajaklah, lu yang bayar itu. Tapi
APBN kita ternyata selain pajak,
penyumbang terbesarnya adalah PNBP,
penerima negara bukan pajak. Dan PNBP
terbesar bersumber dari sektor migas dan
no migas. Artinya kalau kita mau ngitung
seberapa besar dampaknya ya sengketa
dagang dengan Amerika Serikat, kalau
kita dimusuhin sama mereka, kalau kita
diboikot sama mereka, kalau kita
diembargo sama mereka, ya kita harus
bisa ukur sebetulnya negara kita ini
bergantung enggak sih dengan hasil
sumber daya alam. Ya simpel aja.
Ternyata data membuktikan jawabannya
iya. Ternyata sektor perekonomian
Indonesia itu masih sangat didukung oleh
sektor yang berhubungan dengan sumber
daya alam khususnya migas dan no migas.
Contoh kita mau bicara soal lu udah
tahulah sumber daya alam kita paling
banyak sawit sama batuara. Lihat di
layar kaca. Memang faktanya Amerika
Serikat itu adalah termasuk top five
buyer minyak kelapa sawit kita dan dia
adalah top five tujuan ekspor kelapa
sawit kita. Artinya ya memang betul kita
butuh Amerika Serikat karena mereka ada
di ranking keempat. Dari lima negara
yang sering menjadi tujuan ekspor sawit
kita di peringkat satu itu ada India
dengan 4,2 juta ton. Peringkat du ada
Tiongkok dengan 3,5 juta ton. Peringkat
3 ada Pakistan dengan 3 juta ton. Nah,
peringkat 4 muncul nih Amerika Serikat
di 1,6 juta ton. Lalu peringkat 5
barulah muncul Bangladesh, negara
favoritnya orang Malaysia itu ada di
peringkat 5 dengan 1 juta ton. Jadi dari
sini kita bisa bilang, "Ya, kalau dari
sisi kelapa sawit lu harus siap-siap
agak batuk-batuk nih sektor kelapa
sawit." Kalau seandainya kita diboikot
sama Amerika Serikat, kalau seandainya
kita tetap mau independen, kita enggak
mau jadi budaknya Amerika Serikat, harus
siap-siap nih, kelapa sawit lu bakal
batuk-batuk. Tapi ada solusi lain enggak
sebetulnya yang bisa kita lakukan? Ada.
Kita bisa cari buyer lain sih sebetulnya
selain Amerika Serikat. Karena kalau lu
pakai pola pikir sebaliknya, inverse nih
sekarang sebagai bangsa Amerika Serikat
sebetulnya yang lebih butuh Indonesia
atau Amerika Serikat yang lebih butuh
Indonesia? Ya, faktanya ternyata
supplier terbesar minyak goreng di
Amerika Serikat itu adalah Indonesia. Lu
tahu minyak sawit Indonesia itu
menyuplai 80% kebutuhan minyak gorengnya
mereka. Jadi setiap tahun kita itu
ekspor setara 26,5 triliun, Guys. Kita
peringkat satu tuh 1.5 billion dollar.
Di bawah kita ada Malaysia. Malaysia
cuman berapa? Cuma 200 juta dolar. Kecil
ini Malaysia ini enggak penting buat
Amerika. Jadi Amerika itu sebetulnya
sangat bergantung sama kelapa sawitnya
kita. Nah, peringkat tiga itu ada negara
Meksiko. Tapi nilainya udah enggak makin
signifikan lah. Ada Meksico, Colombia,
Filipina, Ecuador ya. Cuma nilainya
kecil-kecil. Ternyata Indonesia adalah
negara paling banyak yang mengirimkan
minyak goreng ke Amerika Serikat.
Peringkat satu loh kita di 1,5 billion
dolar. Peringkat duanya Malaysia cuma
200 juta dolar. Jadi bedanya jauh banget
seperti bumi dan langit kita kali lipat
lebih banyak dibandingkan nomor dua
negara yang mengekspor minyak ke Amerika
Serikat. Jadi dari situ kita bisa
bilang, "Ya betul kita butuh Amerika
Serikat, tapi sebetulnya dari sudut
pandang Amerika Serikat, Amerika Serikat
yang lebih butuh kita karena ternyata
impor minyak mereka itu ada di kita.
Kita yang megang. kita peringkat satu.
Amerika Serikat ternyata hobinya minum
minyak kelapa sawit Indonesia. Padahal
tiap hari dia kirim orang ke sini buat
demo-demo anti sawit, anti sawit, anti
sawit. Eh, faktanya ternyata Amerika
Serikat hobinya beli kelapa sawit
Indonesia 25 triliun. Ini bukan angka
yang kecil, Guys. Oke. Jadi, dari kelapa
sawit memang betul ada hubungan kita
dengan Amerika Serikat. Yang kedua, kita
harus cek PNBP kita dari batu bara.
Menarik nih batu bara nih emas hitam,
Teman-teman. Tahu enggak di batu bara
top five ekspor kita ada enggak sih
Amerika Serikat? Yang pertama itu ada di
108 juta ton. Tujuan kita ternyata
adalah India. Ternyata nyawa batu bara
Indonesia bukan di Amerika tapi di
India. Peringkat dua di mana? Peringkat
dua ada di Tiongkok, Cina. Cina itu ada
93 juta ton. Gede banget. Peringkat
itu ada Filipina. Filipina di 38 juta
ton. Peringkat 4 ada Jepang. Jepang ada
di 28 juta ton. ya peringkat 5. Nah, ini
111 nih yang peduh ada Korea Selatan
sama Malaysia ya sekitar 26 27 juta ton.
Anyway gua mau bilang lah lu baca pun
dari 1 sampai 10 itu juga enggak ada
yang namanya Amerika Serikat. Ya wajar
juga kejauhan. Jadi kalau lihat
negara-negara yang kita ekspor India,
Tiongkok, Jepan, Korea, Malaysia,
Filipina, Thailand, Hongkong, itu
semuanya masih di Asia gitu loh. Jadi
memang batu bara kita mayoritas
berangkat ke negara-negara tetangga kita
juga. So, kita tidak ada beban nih.
Kalau seandainya kita berantem sama
Amerika Serikat, dia boikot kita, dia
enggak mau beli barang kita, ya udah
soat. Batu bara kita pun enggak ada yang
kita kirim ke El. Batu bara kita, kita
kirimnya ke negara-negara sahabat kita
di Asia. Nah, tapi kalau gitu, Pak, kita
harus ketakutan dong. Gara-gara apa
harus ketakutan? Ya, gara-gara memang
batu bara kita enggak ada kebutuhan sama
mereka, sama Amerika Serikat. Tapi soal
sawit gimana? Sawit kita nanti enggak
dibeli lagi sama Amerika banyak yang
termeek-meek nih petani kelapa sawit
kita. Enggak juga. Lu jangan takut. kita
sudah mempersiapkan buer cadangan yang
namanya siapa? Eropa dengan iu cepannya.
Hari ini kita ee tembus break
breakthrough semua titik-titik persoalan
sudah kita selesaikan. Jadi kita sudah
punya sekarang perjanjian comprehensive
economic partnership agreement antara
Indonesia dan Uni Eropa. Yang ini
sebetulnya nanti adalah menjadi free
trade agreement. Tahukah kamu 10 tahun
yang lalu Amerika Serikat itu sebetulnya
enggak ada di dalam daftar top five buat
ekspor sawit kita. Even top 10 juga
enggak ada loh. Lu tahu enggak? Jadi
sebetulnya siapa? Kalau kita kembali ke
tahun 2015 ternyata mayoritas buyer kita
selain India sama Cina itu ada Belanda.
Belanda itu di tahun 2015 itu impornya
sampai 1,4 juta ton. Selain Belanda apa?
Ada Spanyol. Spanyol itu impor kelapa
sawit kita sampai 1 juta ton. Terus ada
Italia. Italia juga sampai 1 juta ton.
Jadi, ada begitu banyak negara-negara
Uni Eropa yang mengimpor kelapa sawit
kita di tahun 2015 ini sebelum
terjadinya kampanye-kampanyenya George
Soros and the Gang itu buat menyerang
kelapa sawit Indonesia. Jadi memang
secara historis kita memang tidak
bergantung kelapa sawit kita ke Amerika
Serikat. Cuma karena memang Eropa ini
kecuci otak aja, mereka jadi terpaksa
mempropagandakan anti sawit. Eh,
ternyata itu strategi Amerika Serikat
supaya dapat minyak kelapa sawit dengan
harga murah. supaya bisa dapat minyak
goreng yang harganya jauh lebih murah
dan efisien dan lebih ramah lingkungan
dibandingkan minyak canola, minyak
jagung, minyak soibin, minyak biji bunga
matahari yang sangat merusak lingkungan,
yang sangat berbahaya bagi hutan karena
mereka deforestasinya skala besar. Itu
ternyata pancingannya Amerika Serikat.
So, sekarang kita udah dapat good deal,
you cepa 0%. Artinya kalau Amerika
Serikat mau memblokade kelapa sawit
kita, oh ya silakan. Uni Eropa secara
historis itu siap buat belanja sampai 3
juta ton kelapa sawit. Masih banyak yang
ngantri mau bisnis sama kita. Spanyol,
Portugal, Italia, Jerman, bahkan
Belanda. Mereka impor minimal 1 juta ton
masing-masing negara. Gila. Jadi buat
teman-teman kita artinya harus takut
gitu dengan Amerika Serikat. Kita harus
menyerah seperti Malaysia, negara yang
mengkhianati Asia Tenggara ini. Karena
kalau lu lihat faktanya ya oke kalau
begitu kita punya nyawa cadangan nih di
dunia kelapa sawit dan kita batu bara
pun enggak bergantung sama Amerika
Serikat. Karena memang kalau kita mau
jujur-jujuran, Guys, ekspor kita di luar
kelapa sawit batubaro ternyata masih
ada. Kalau teman-teman lihat ya, nyawa
kita di Amerika Serikat itu sekitar 19%
di sektor mesin dan perlengkapan
elektronik. Ini nilainya 1,2 miliar
dolar, Guys. Alias setara 20 triliun.
Nah, peringkat dua kita masih ada
kebutuhan dengan Amerika Serikat. itu di
bisnis yang berhubungan dengan alas kaki
itu nilainya 10,9 triliun. Peringkat
tiga itu ada pakaian dan aksesoris
rajutan. Ini nilainya sekitar 10,5
triliun. Nah, peringkat 4 itu ada
pakaian ya, sama aksesoris pakaian yang
bukan rajutan itu nilainya 9,5 triliun.
Nah, sebetulnya sih enggak terlalu
signifikan itu sekitar 7 sampai 9%. Yang
paling banyak sebenarnya ekspor mesin
sama perlengkapan elektronik yang
nilainya di atas 20 triliun. itu hampir
1/5 dari total ekspor elektronik
Indonesia ke seluruh dunia. Jadi 1/5nya
ada di Amerika Serikat. Itu adalah
sektor yang menurut gua sektor padat
karya dan memang kita butuh juga sih
Amerika Serikat sebagai buyer-nya. Nah,
pertanyaannya jadi apa yang harus
dilakukan oleh Republik Indonesia, Guys?
Apakah harus stay stick to the plan?
Kita tetap menjadi negara yang bebas
aktif, tapi dengan konsekuensi kita
bakal dimusuhin sama Amerika Serikat.
ekspor mesin kita, ekspor elektronik
kita, ekspor rajutan kita, ekspor
tekstil dan garmen kita pasti diganggu.
Ekspor sepatu kita pasti diganggu sama
mereka. Kalau seandainai kita pilih
jalur itu bisa jadi investor yang udah
terlanjur pindah ke Indonesia kecewa.
Tahu enggak kamu? sudah ada lebih dari
27 pabrik tekstil Vietnam dan Cina yang
pindah ke Indonesia dan akan makin
banyak perusahaan-perusahaan dari Cina,
Vietnam, Thailand, Bangladesh, India
yang bakal pindah ke Indonesia juga dan
mereka ready untuk invest ratusan
triliun di republik ini. Pertanyaannya
mereka kan investasi ke sini karena
mereka lihat kita dapat good deal nih
dengan Amerika Serikat. Kalau seandainya
Indonesia tiba-tiba dimusuhin sama
Amerika Serikat, mereka bisa jadi kabur
dong. Batal invest ke sini. Karena ya
pabrik tekstil aja l yang dari Vietnam
tuh mau pindah ke Jawa Tengah. Lu tahu
ya mereka itu bisa menyerap lebih dari
100.000 tenaga kerja. Jadi lu enggak
bisa anggap remeh ini. Enggak bisa juga
asal jawab. Oke kalau gitu kita tetap
berdikari aja lawan mereka. Sikat
Amerika. Oke berarti akan ada 100.000
lebih tenaga kerja nganggur. Ini cuma
dari sektor yang berhubungan dengan
tekstil garmen loh guys. Ini enggak
main-main. Dan memang kelihatan dampak
positif dari menangnya Indonesia dalam
perang tarif bersama Amerika Serikat
ini. Kenapa? Karena ya kita menang di
ronde pertama dan itu terbukti makin
banyak perusahaan pindah ke Indonesia
dan terbukti juga permintaan lahan
pabrik, lahan industri, sewa pabrik,
gudang juga mengalami peningkatan.
Makanya lu jangan heran saham kayak
SSIA, sahamnya Surya Semesta Internusa
itu dalam 3 tahun terakhir sudah naik
lebih dari 300% lebih. Gila. Ini
terbukti bahwa memang ya kita makin
seksi bagi investor asing, bagi
pengusaha-pengusaha yang ada di Cina,
Vietnam, India, Bangladesh. Jadi ya
mereka sudah punya harapan baik nih.
Mereka mau buka pabrik nih, bawa duit
triliunan nih menciptakan lapangan
kerja. Eh, tiba-tiba kalau Indonesia
tetap ngot dan Indonesia dimusuhin sama
Amerika Serikat, tentu mereka akan
kecewa, Guys. Atau di sisi lain,
jangan-jangan mendingan kita jadi budak
aja seperti Malaysia nih. Dengan
konsekuensi lu udah harus siap akan
tercipta jutaan pengangguran di
Indonesia dan akan kabur investor asing
dari Indonesia. Ini situasi yang
dilematis, Guys. But anyway, kalau
seandainya kita tetap ngotot nih mau
berdiri di atas kaki kita sendiri,
sebetulnya ada dampak positif juga yang
belum kita bahas tadi, yaitu apa? Ini
bisa jadi kesempatan Indonesia untuk
memperkuat sasembada pangan kita. Kalau
kemarin-kemarin kan masih ngomongin
beras ya. Tapi ternyata ini juga momen
kalau kita diboikot sama Amerika
Serikat. Kita enggak bisa lagi impor
gandum mereka. Kita enggak bisa impor
lagi kedelai dari mereka. Dan ini bisa
jadi momen buat kita berdiri sendiri.
Saatnya kita belajar gimana caranya
Indonesia bisa mengembangkan kedelai
lokal, bisa mengembangkan gandum lokal,
dan juga momen kita untuk memberikan
nutrisi protein tinggi dari susu
menggunakan susu sapi lokal. Nah, selama
ini itu semua kita impor. Teman-teman,
lu penasaran enggak sih kenapa sih
Indonesia sampai detik ini masih
dijajah? Ya, lu makan bakmie, tepungnya
dari luar negeri. Lu makan martabak,
tepungnya dari luar negeri. Kita
betul-betul disikat habis-habisan sama
barang-barang impor ini. Ya wajar aja,
itu semua sebetulnya terjadi sejak tahun
1998. Ketika Indonesia mengalami krisis
moneter, kita dipaksa buat
menandatangani perjanjian setan dengan
IMF yang isinya apa? Kita wajib membuka
keran impor sebesar-besarnya. Itu adalah
titik balik dunia pertanian Indonesia
semakin hancur. Karena teman-teman tahu
enggak sebelum tahun '98 Indonesia itu
sebetulnya sudah punya 1,8 juta hektar
loh kebun kedelai yang bisa memproduksi
sekitar 2 juta ton kedelai setiap
tahunnya. Kita itu betul-betul banyak
loh sumber daya kedelai kita. Tapi
ternyata setelah tahun '98 produksi kita
anjlok. Kenapa? karena kita dipaksa
impor. Dan ini juga terjadi buat
komoditas yang lain. Contohnya susu.
Kamu tahu enggak sih hari ini lebih dari
80% susu yang lu minum itu adalah susu
impor. Udah enggak ada lagi susu lokal
enggak ada. Mati petani kita semua.
Padahal kalau sebelum tahun '98 susu
kita itu masih banyak loh produksi
sendiri. Tapi ternyata setelah tahun '98
80% susu yang beredar di Indonesia itu
dari impor. Tragis. Apa yang terjadi di
tahun '98? Kita serahkan kedaulatan kita
kepada IMF. Kita setuju dengan IMF untuk
membunuh petani kita, membunuh peternak
kita. Makanya lu jangan heran sampai
hari ini sisa dosa-dosa masa lalu itu
masih ada. Mati kita dicekek sama
perusahaan-perusahaan asing. Nah, maka
dari itu teman-teman menurut lu gimana?
Lu setuju enggak sih kalau tarif dagang
ini kita batalin aja deh? Tetap aja kita
PD, enggak usah temenan sama Amerika
Serikat. atau sebaiknya kita join nih
sama Malaysia nih berlomba-lomba
menjilat pantat Donald Trump biar
semakin kinclong supaya tarif dagang
kita tetap 19% supaya orang tetap mau
bisnis di Indonesia. Menurut lu apa nih
yang harusnya dilakukan republik nih?
Dan yang paling penting guys
pertanyaannya adalah kalau Indonesia
tetap pada pendirian kita untuk tidak
mau menjilat pantat Donald Trump seperti
Malaysia, menurut lu apa yang bakal
dilakukan oleh Amerika dan sekutunya?
Dan lu harus ingat loh yang ngebom Bali
kemarin adalah orang Malaysia.
Teman-teman sudah siap akan terjadi itu
lagi. Karena Malaysia sudah secara resmi
menyatakan mereka adalah anjing
peliharanya Amerika Serikat. Kalau
seandainya Indonesia berani
berseberangan dengan Amerika Serikat,
teman-teman udah siap belum lihat banyak
teroris dari Malaysia yang pindah ke
Indonesia? Lu sudah siap dengan itu
belum? So anyway, gimana menurut kamu,
Guys? sebaiknya kita ikut aja kayak
Malaysia atau kita tetap berdiri sendiri
dengan konsekuensi kita harus semakin
tegas nih di perbatasan, harus makin
tegas nih dengan LSMLSM anjing
peliharaan asing nih dan terutama
media-media milik George Soros. Menurut
lu gimana, Guys? Tolong dong segera
sharing nih karena tim negosiator kita
lagi berangkat buat renegosiasi dengan
Donald Trump. Ditunggu masukan kalian
seperti apa. Segera tulis di kolom
komentar yang ada di bawah ini. Semoga
video kita bermanfaat. Salam sehat,
salam cuan. Bye bye.
[musik]