Kind: captions Language: id Guys, sedih banget ini, Guys. Ini betul-betul momen-momen yang sangat menyedihkan sih buat gua. Betul-betul terharu ya. [musik] Ya, gimana, Guys? Ternyata akhirnya setiap segala sesuatu itu ada masanya lah, ada eranya. And I think this is the end of Warren Buffett era. Setelah tahun lalu [musik] kita sedih karena Charlie Manger akhirnya meninggal dunia, sepertinya kita juga harus kembali bersedih karena mentor investasi ya yang gua suka pelajari, yang gua berguru banyak, Mr. Warren Buffett akhirnya menyatakan pensiun. [musik] Jadi resmi dia undur diri ya. Dia katakan ini ya di surat resminya Warren Buffett yang mengatakan [musik] dia sudah tidak akan datang lagi ke acara tahunannya Berkshire Headway. Ya, buat teman-teman yang belum tahu ya di dunia [musik] ini perusahaan yang GCG-nya paling bagus namanya Berkshire Raway. Lu bisa datang ke RUPS-nya setahun [musik] sekali di Omaha dan lu bisa tanya apapun yang lu mau. Ini benar-benar direksi nomor wahid. Gua belum pernah [musik] ketemu direktur yang seperti ini. Belum pernah. seumur hidup gua. Betul. Sampai detik ini gua belum pernah ketemu direktur yang seperti ini. Begitu ramahnya, begitu [musik] baiknya, begitu memperhatikan kepentingan pemegang saham. Bahkan berkali-kali dia bilang dia [musik] kalau dia jalanin perusahaan tuh dia selalu berpikir pemegang saham gua ada yang udah usia 70 tahun, ada yang taruh dana pensiunnya, uang pensiunnya di [musik] Brer Headway. Kalau gua enggak mengelola perusahaan ini dengan baik, akan banyak orang yang kecewa. Akan banyak orang yang hancur keluarganya, akan banyak orang yang bisa gagal menyekolahkan anak dan cucunya mereka. Jadi itu selalu bikin si Waren Buffet juga susah tidur karena ya sebagai direktur yang baik ya tentu dia pengin memberikan [musik] value yang terbaik bagi para pemegang sahamnya. Dan jarang bahkan mungkin hampir enggak ada direktur seperti itu di [musik] kolong langit ini, Guys. Ya, gua udah berulang kali ikut meeting RUPS di Indonesia yang bahkan memikirkan [musik] sedetik pun pemegang saham kayaknya cuma satu dari [musik] 10 lah yang sebaik itu ya. Salah satunya Pak Sugeng lah, direktur utama IPCC ya. Lu bisa lihat di video ini. Jadi sebetulnya kan kalau katanya Waren VVE kan tugasnya direksi, tugasnya pengurus persuran itu kan memberikan value yang optimal kepada pemegang saham. Jadi itu juga kita pahami. Jadi mana strategi yang paling optimum kepada pemegang saham, kita akan lakukan ee kajiannya dan ee eksekusinya. Dia ngasih pelajaran quot dari Warren Buffet. Sumur itu gua juga enggak pernah lihat ada orang yang sebegitunya memikirkannya pemegang saham ya. Seperti Pak Sugeng ini dari IPCC BUMN lagi. Siapa nyangka direktur utama BUMN lagi bisa sebegitu pedulinya sama pemegang sahamnya. Eh takjub gua. takjub gua merinding lah gua ngelihatnya warun dan ya Warun Buffet ini akhirnya bersama dengan pengumuman itu akhirnya resmi menyatakan selesai hilang dari dunia investasi dan kita bakal ketemu dia lagi bukan di TV kita akan ketemu dia lagi lewat surat-suratnya jadi dia bilang gua tidak akan mau lagi datang lagi ke RUPS gua tidak akan lagi datang ke acara-acara interview TV segala macam tapi jangan khawatir gua masih akan datang melalui surat dia udah janji akan ngirim surat buat kita setahun sekali guys sedih sih ya tapi gua juga paham karena beliau juga usianya bentar lagi udah 90 tahunan, Guys. Bukan usia muda lagi. Dan kalau ikut RUPS Berkshire Hway itu berjam-jam, Guys. Lu bayangin RUPS-nya berjam-jam beda dengan Indonesia. Orang itu pengin rups Indonesia. Ada yang nanya, ada yang nanya enggak ada. Ya ketok palu selesai. [tertawa] Kalau bisa sama sekali enggak ada yang nanya, Guys. Ngeri lah. Tapi kalau BKS right away lu bayangin ini orang lu mau nanya, Mr. Warren Buffett, kamu tadi pagi makan apa? Boleh dijawab bahkan sama dia. Kenapa Mr. Warren Buffet pilihnya makan burger bukan makan rendang? Boleh enggak nanya itu? Boleh. Dan dia akan jawab. Dan enggak heran setiap RUPS-nya Warren Buffet Brier Hway ini para direktur utama Tbk yang hobi nontonin BENX. Gua tahu banyak menteri-menteri juga yang nonton BENX. Sampai ada loh orang nanya ke Warren Buffett dan bahkan sering bilang gini di Warren Buffett, "Mr. Warren Buffett, saya sudah pegang saham Anda selama 40 tahun." Lu bayangin 40 tahun dia pegang sahamnya Warren Buffet. Pegang sahamnya Berkshire Hway, Guys. Bayangin 40 tahun pegang satu saham. Dan saya bersyukur saya mau menyatakan terima kasih kepada Mr. Warren Buffet and Charlie Manger. Karena berkat Anda, saya bisa menyekolahkan anak saya, berkat Anda juga saya bisa menguliahkan cucu saya. So, can you imagine dampak sebuah direktur yang profesional GCG dan berpikir untuk memberikan value yang terbaik bukan cuma buat dirinya atau keluarganya, tapi buat pemegang sahamnya sampai sedemikian diapresiasi sama warga planet bumi sampai kalau dia bikin RUPS yang datang, Guys, bukan cuma orang Amerika, orang Kazakhstan, orang Filipina, orang Indonesia, orang Malaysia, orang Afrika, orang Eropa, Pak, orang Jepang semua datang dari seluruh dunia mau menyampaikan rasa terima kasihnya. Terima kasih Mr. Warren Buffet. Saya sudah 20 tahun pegang saham kalian. Saya sudah cuan ribuan persen. Saya tidak akan jual saham saya. Saya mau bilang saya dan keluarga saya, istri saya, anak saya, cucu saya berterima kasih dengan Anda. Can you imagine, Guys? sebegitu luar biasanya loh. Bisa ada ya manusia kayak begitu di dunia ini yang begitu berpikir keras gimana caranya mensejahterakan pemegang saham dia, gimana caranya memberikan value terbaik ke pemegang sahamnya, gimana caranya memperkaya pemegang sahamnya, gimana caranya supaya pemegang sahamnya tetap percaya sama dia. W ini sih luar biasa ya. Gua juga sih kalau gua sebagai investor, gua pasti pengin banget punya direktur yang seperti itu yang betul-betul ya memikirkan kita. Tapi ya kita udah memasuki era baru nih guys dan era Warren Buffet sudah berakhir secara fisik. Tapi ya kita berharap ya jiwanya, tekadnya, ajarannya itu bakal tetap hidup. Dan bukan cuma di Amerika ya, kita berharap makin banyak lagi direktur-direktur yang sehebat ini, seprofesional ini di Indonesia yang betul-betul mau menerapkan prinsip hidup, prinsip pikiran, prinsip menjalankan perusahaan, prinsip berinvestasi seperti Warren Buffett. So, hal ini gua mau memberikan hal yang menurut gua sangat penting, Guys. Yaitu apa? Salam perpisahan Warren Buffett. Karena sebelum dia berpisah dengan kita semua, apa yang dia lakukan? Dia memberikan lima wejangan penting, lima pesan penting Warren Buffet yang pasti akan mengubah hidup lu. Pesan yang pertama, pesan perpisahan pertama Warren Buffet. Lu bayangin ya, ini orang udah hidup usianya hampir 90-an tahun masih mau kasih wujangan terakhir dia buat kita semua. Ada lima. Yang pertama apa? Jangan terlalu menyalahkan diri lu sendiri atas kesalahan yang ada di masa lalu. Tapi lu harus ambil pelajaran dari sana dan lu lanjutkan hidup lu. Ini maksudnya apa, Guys? Banyak orang itu hidup di masa lalu. Gua banyak ketemu orang-orang yang sebetulnya punya potensi bagus, pintar, brilan. Tapi karena dia terlalu menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan dia di masa lampau, apa yang terjadi? Dia gagal move on dan hidupnya stuck bahkan enggak berkembang. Jadi, gua boleh ambil contoh nih. Ada salah satu karyawan gua yang lama ya, dia salah ambil keputusan di kantor lama gua dan dia buat sebuah proyek dan proyeknya rugi. Ruginya miliaran. Perusahaan kita rugi miliaran. Dan sejak saat itu apa? Dia terpukul, dia kapok, dia jadi minder. Dia merasa dirinya tidak kompeten, Guys. Dan akhirnya ketika ada peluang-peluang baru, projek-projek baru, dia enggak berani ambil projek itu. Dia menolak karena dia takut mengulang kesalahan yang sama. Akhirnya apa? Padahal orang ini pintar banget, Guys. Pintar banget. Pintar, jujur, integritas, kerjanya gesit. Cuma ternyata karena dia trauma, dia enggak bisa move on. Yang terjadi apa? Akhirnya dia stuck bertahun-tahun di posisi yang sama. gagal upgrade, gagal naik level, gagal promosi karena dia tidak bisa move on di dunia karirnya dia. Padahal kalau dia mau benar, ya kalau dia mau berpikir sehat, harusnya dia ambil pelajaran dari situ. Orang lain bikin kesalahan yang sama, lu bisa evaluasi dari kesalahan orang lain. Kalaupun lu melakukan kesalahan yang sama, lu juga harus mau pelajari kesalahan gue di mana supaya lu tidak ulangi itu. Di bagian mana sih gue salah, apa sih yang seharusnya gua lakukan? Atau kalaupun lu enggak bisa mengevaluasi diri lu sendiri, tanya sama orang. sebaiknya gua lakukan apa ya? Kalau lu jadi gua, apa yang lu akan lakukan? Ya, makanya lu harus selalu mengambil pelajaran. Lu harus selalu bisa evaluasi sehingga nanti lu bisa perbaikin. Oh, ternyata gua salah metode komunikasinya. Oh, gua salah manajemen waktu gua. Oh, gua salah karena gua tidak verifikasi data. Oh, gua salah karena gua tidak komunikasikan ini dengan divisi lain. So, semua itu ada ilmunya, Guys. Lu harus ambil ilmunya dan lu harus move on. Berani jalani hidup lu. Ambil proyek baru, ambil kerjaan baru, ambil kegiatan baru. Dan orang-orang yang berhasil move on ini, by the way, gua salah satu contohnya juga lu jangan kira ya, gua di kantor lama itu enggak pernah dilempar gelas, enggak pernah dimaki-maki. Oh, enggak. Gua juga karyawan sama kayak lu. Gua memulai ini semua dari jalur karyawan, Guys. Gua bukan anak kolomat. No, gua bahkan mulai dari suir truk. Dulu gua nyetir truk di Bekasi Barat. Jadi gua tahu permainan logistik itu seperti apa, kecurangan-kecurangannya seperti apa. No, let's talk about the truth here. Gua juga mantan sopir truk dan gua tahu tapi gua mau move on. Gua ambil selalu kesalahan-kesalahan gua, gua pelajari, gua evaluasi dan itu gua bawa. Bukan artinya gua lupa itu mah orang belagu lupa daratan. Enggak. Lu harus bawa itu sebagai bagian dari perjalanan hidup. Lu ambil pelajarannya, bawa itu, move on. Makanya ya sampai detik ini ya gua itu dekat, kenal dekat banget sama semua mantan bos gua. Gua udah kerja di lebih dari mungkin 14 perusahaan di planet bumi ini. Dan ya gua kenal baik sama mereka. Mayoritas dari mereka masih sering WhatsApp-an juga sama gua. Kenapa? pertama ya gua juga punya integritas juga lah. Gua kalau bisa enggak nyusahin orang lain malah bantu mereka supaya bisa lebih bagus lagi. Dan kedua kalaupun gua ada melakukan kesalahan ya gua berusaha untuk memperbaiki dan terus improve ke at the end of the day kalau gua bisa memperbaiki diri gua, bisa mengevaluasi diri gua, bisa upgrade diri gua at the end of the day organisasi yang akan diuntungkan, ya perusahaan tempat gua bekerja. Makanya ya bisa dibilang mayoritas bos gua happy lah sama gua. Bahkan mungkin sangat happy ya sampai detik ini aja masih telepon nawarin kerjaan buat balik ke kantor [tertawa] dia. Bahkan sampai ada yang maksa buat nitip duit ya mau invest sama gua ya. Tapi begitulah itu story-nya guys. Kalau lu berani ya merekoleksi diri lu, merefleksi diri lu dan ambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan lu, gua yakin ya dalam beberapa tahun lu pasti justru naik jabatan karena lu berani berkembang. Dan gua yakin ya kalau perusahaan tempat lu bekerja itu sehat, dia juga enggak akan ungkit-ungkit masa lalu lu. Kenapa? Karena kalau gua itu terjadi di perusahaan gua dan itu juga gua lakukan ketika gua dulu gua punya karyawan pas gua di Bali bikin perusahaan itu rugi 2 miliar dan dia mau resign terus gua bilang sama dia, "Kenapa lu resign ya Pak? Saya udah bikin rugi perusahaan miliaran." Terus gua bilang sama dia, "Kalau lu resan kita tambah rugi lagi dong." Kenapa rugi, Pak? Ya lu udah bikin perusahaan rugi miliaran. Lu tahu biaya kuliah S2 aja itu paling cuma puluhan atau ratusan juta. Lu sekarang udah bikin perusahaan miliaran, lu resign. Gila aja lu. Lu udah dapat pelajaran senilai miliaran. Terus lu mau gua menerima surat pengunduran diri lu. Dih, enggak mungkin. Yang lu harus lakukan justru lu ambil pelajarannya. Jangan lu ulangi lagi. Akhirnya apa ya? Karyawan itu enggak jadi gua pecat, enggak jadi mengundurkan diri juga. Malah dia ambil pelajaran dari situ. Benar juga ya. Gua udah dapat uang kuliah nih senilai 2 miliar. harusnya gua bisa ambil pelajaran dong dari situ. Dan ternyata ya orang yang tersebut yang mengajukan pengunduran diri karena dia punya rasa malu terhadap perusahaan. Dia mau mengundurkan diri sama gua. Kantor pusat udah nyuruh gua pecat dia. Gua belain enggak jangan. Ini orang pintar, ini orang mau berkembang, dia lakukan itu bukan karena dia tricky atau culas. No. Enggak. Gua yakin dia bisa ambil pelajaran itu. Dia bakal bermanfaat. Dia justru bakal memberikan kontribusi yang berlipat-lipat bagi perusahaan kalau kita pertahankan. Jadi gua bilang sama dia, "Lu anggap aja itu S3 lu, gua gak bakal pecat lu." Dan apa yang terjadi guys? Ternyata dia bawa perusahaan OMZ ratusan kali lipat dibandingkan kerugian itu. Lu bayangin kalau waktu itu gua kasih dia resign kan rugi banget perusahaan. Walaupun waktu itu ya bos gua di pusat Jakarta ya marahin gua. Tapi gua bilang gua tetap dengan pendirian gua. Gua yakin dengan penilaian gua. So, kenapa pesan Waren Buffet ini penting buat kamu semua di rumah ya, yang lagi perjalanan juga, yang lagi nyetir, yang lagi naik komputer line di Jakarta, yang lagi naik pesawat atau ngantri di terminal, mayoritas orang itu gagal bukan karena kesalahannya loh, tapi mayoritas orang yang gagal itu karena tidak mau bergerak setelah dia salah, tidak mau berjalan, tidak mau melangkah, tidak mau move on setelah dia bikin kesalahan. Jadi banyak orang gagal bukan karena kesalahan yang dia lakukan. Enggak. Banyak orang gagal karena tidak bisa move on. Bayangin ya. Bukan karena kesalahan yang dia bikin, tapi karena tidak bisa move on. Padahal ya mungkin orang lain udah lupa dengan kesalahan lu. Padahal mungkin perusahaan juga udah lupa dengan kesalahan lu. Tapi dia udah gagal move on. Dan Warren Buffet pesan terakhir dia yang pertama ini, dia mau kita sadar bahwa masa depan kita itu lebih panjang daripada masa lalu. Makanya lu jangan hidup di masa lalu. Apapun yang lu pernah lakukan di masa lalu lu, hello. Umur lu berasa udah tua, lu 40 tahun. Lu mungkin masih hidup, Guys, sampai 30 tahun lagi, sampai 40 tahun lagi. Who knows? Masa depan lu itu jauh lebih panjang dibandingkan masa lalu lu. Jadi, lu harus segera sadar apa yang sudah terjadi di masa lalu lu. Sudah berlalu. Ambil pelajaran dari situ. Bukan artinya lu pura-pura pikun, enggak. Lu ambil pelajaran dari situ. Refleksi diri lu dan pakai itu ya buat memotivasi lu menjadi lebih baik lagi di masa depan. Ingat, masa depan lu lebih panjang daripada masa lalu lu. Jadi, jangan sampai lu tinggal di masa lalu, Guys. Hebat nih pesan perpisahan yang pertama dari Warren Buffet. Terus yang kedua. Ini ini penting nih pesan perpisahan dia. Yang kedua, tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Enggak ada, Guys. Enggak ada yang namanya wah ini udah too late, it's too late. Udah terlalu telat, udah terlalu terlambat, udah terlalu lama, udah terlalu tua. Udah enggak mungkin buat memperbaiki diri. Enggak. Enggak. Jangan begitu, Guys. Banyak orang umur 30-an, umur 40-an berpikir, "Wah, ini udah telat buat belajar skill baru. Wah, gua udah telat buat kuliah. Wah, gua udah telat buat bisnis baru. Wah, gua udah telat buat investasi. Wow, gua udah telat buat join sama bisnis teman gua." Ujung-ujungnya apa? Orang-orang ini tidak meningkatkan dirinya, tidak upgrade dirinya. Padahal industri sudah berubah cepat, enggak ada kata telat. Hari ini lu merasa lu udah canggih gitu pakai Microsoft Excel. Enggak, enggak, enggak, Guys. Dan lu merasa ah telat. Enggak, enggak juga. Bakal terus kepakai itu ilmu lu, ilmu editing lu, ilmu desain grafis lu, ilmu komunikasi lu, ilmu manajemen lu, lu pasti kepakai. Lu upgrade itu. Enggak ada kata telat kalau lu mau memperbaiki diri lu. Apalagi ke depan akan makin banyak teknologi baru. Lu hari ini belajar AI Gemini, udah ada lagi Deepsik, belum sebentar lagi deep muncul lagi saingannya chat GPT. Jadi, selalu industri ini berubah cepat, dunia ini berubah cepat. Yang parah adalah kalau lu berhenti belajar, lu berhenti memperbaiki diri, artinya lu tertinggal dan akibatnya lu tidak relevan. Sama kayak ini hari-hari ini. Sekarang ini kalau lu lihat orang tua lu enggak ngerti pakai Gmail, sedih. Berarti udah enggak relevan dengan perkembangan zaman. Lu teman-teman di rumah yang masih umur 30 tahun, 40 tahun, jangan sampai lu tidak relevan. Lu harus ikut perkembangan zaman. Ya, kalau perkembangan zaman orang menggunakan AI, mulai belajar dari sana pakai AI. Jangan hidup pakai Excel terus belajar coba. Oh, ada Google Sheet. Oh, ada Google Doc. Oh, ada Kanva. Bukan lagi Adobe Photoshop. Oh, ada chat GPT. Pakai itu semua. Pelajari itu. Enggak ada kata terlambat, Guys. Tidak pernah ada kata terlambat buat memperbaiki diri. Ya, gua ada contoh ya. Ada orang kenalan gua ya, umurnya udah 45 tahun. Dia belajar skill baru. Dia belajar skill digital sekitar 2 tahun yang lalu lah. Jadi umur 43 tahun dia belajar skill digital. sempat ketemu gua ng meeting di kantor dan akhirnya dia memutuskan buat ambil kursus online karena enggak ada waktu juga dia ambil kerja di perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Dia bilang, "Ben, gua udah bosan nih kerja di perusahaan tambang. Gua harus keluar masuk site. Sekali pergi ke Kalimantan tinggal bisa sampai 2 3 bulan di sana tinggal sama hantu dan buaya. Enggak enak. Gua pengin upgrade ilmu, gua pengin pelajari hal baru, apa udah telat?" Menurut gua tidak. sehingga dia mempelajari ilmu baru online. Ternyata dalam satu du tahun ya dia berhasil pindah karir. Karena ketika gua ketemu lagi dia udah bekerja di salah satu perusahaan teknologi yang terkenal di Singapura. Lu bayangin ini orang ketika gua ketemu jangankan coding program no ini namanya orang tambang, Guys. Dia ngertinya pakai Microsoft Excel sama Microsoft Word. Udah itu doang. Tapi ternyata ketika gua ketemu lagi, dia udah kerja di Google di Singapura. Hebat enggak? Ya hebat. dia udah berhasil pelajari hal baru. Dia move on, dia pindah karir dan akibatnya apa? Gajinya naik dua kali lipat, Guys. Hebat loh. Umurnya 45 tahun tapi masih berani untuk mempelajari hal baru. Gila. Nah, ini enggak bakal terjadi, Guys, kalau dia masih hidup dengan penuh rasa takut dan dia selalu merasa terlambat untuk memperbaiki diri dia. Dia bisa dapatkan hal yang lebih baik ini karena dia berani memulai meskipun telat. Tapi ingat kata Warren Buffet, pesan dia yang kedua sebelum berpisah dengan kita semua, tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. So, kalau hari ini lu masih ada peluang buat kursus, buat ambil S1, S2, S3, lu ada peluang, lu ada kesempatan, coba beasiswa, lakukan itu karena biayanya gratis. Apalagi sekarang banyak beasiswa, ada LPDP lah, ada beasiswa inilah, beasiswa itulah. Enggak ada lagi lu alasan-alasan. Gua enggak ada kuliah, gua enggak ada gelar, gua enggak ada ini. Aduh, lu cuma cari alasan. Enggak. Kalau lu memang pengin memperbaiki hidup, lu maksimalkan kesempatan yang ada, Guys. Dan kenapa pesan ini penting? Terutama buat teman-teman yang usianya udah 30 40 tahun. Kenapa enggak ada kata terlambat? Karena lu kalau lihat Warren Buffet sebagai salah satu orang terkaya di dunia, lu tahu dia itu mulai sukses aja setelah umurnya di atas 50 tahun. Meskipun memang dia udah belajar investasi dari umur belasan tahun, trading sih umur belasan tahun, tapi kalau dibilang dia benar-benar jadi orang sukses, ternyata itu di hari tuanya. Jadi enggak ada kata terlambat, Guys. Enggak ada sama sekali enggak ada. Ada orang bilang sudah telat buat investasi. Enggak, enggak ada, Guys. Enggak ada. Even Warren Buffet aja baru sukses di umur 50 tahun loh. Dan satu yang pasti dunia ini bergerak cepat, Guys. Perkembangan zaman itu begitu masif. 20 tahun yang lalu, siapa yang sangka kita bisa video call sama orang tua kita? Hari ini hal yang biasa. Mungkin lu enggak tahu ya, Gen yang baru lahir. Tapi zaman dulu jangankan video call sama orang tua kita, 20 tahun yang lalu lu kirim SMS aja udah hebat, Guys. Jangankan video call. Jadi, kalau hari-hari ini lu lihat dunia itu bergerak terlalu cepat dan lu merasa tertinggal, jangan ketinggalan. Lu harus mau belajar, lu harus mau move on. Lu harus mau berpikir untuk terus memperbaiki diri lu. Tidak peduli berapapun usia lu, tidak peduli apa yang terjadi di masa lampau, perbaiki diri lu. Tidak ada kata terlambat. Karena di dunia yang cepat ini hanya yang mau berubahlah yang akan bertahan. Sebentar guys, bentar guys sebelum kita lanjut videonya. Halo goodis guys. Teman-teman investor Benix Investor Summit 2025 akan segera diselenggarakan di bulan Desember 2025 di Swiss Bell Solo. Jadi buat teman-teman yang pengin segera diskusi, ketemu, dan interaksi langsung ya, karena kita bakal membahas tiga sektor penting. Yang pertama terkait energi, yang kedua terkait bisnis logistik, dan yang ketiga ada sektor spesial nih dengan pembicara yang spesial juga karena ya cuannya gede banget nih, Guys. Nah, buat lu yang penasaran dan pengin segera ikutan di event acara offline spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali yang namanya Benix Investor Summit 2025. Yuk, segera daftar sekarang juga nih sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya juga terbatas karena cuman ada 50 kursi, Guys. Total kursi yang kita sediakan. Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi banyak sekali membuka wawasan baru, terutama banyak bocoran-bocoran mengenai ee kebijakan maupun emiten yang akan terbang selanjutnya. Jadi puas sekali sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di YouTube sendiri kan lebih apa ya ee pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah ini. Mengikuti BIC [musik] investor Samet ini setelah dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa kalau kita bisa memahami fundamental atas perusahaan dan forecast untuk perusahaan ke depannya kita pasti dapat akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Dan itu yang saya rasakan selama setahun ini. Dan saya harapin kalau e untuk Benik Investor Summit 2025 diadakan, saya pasti akan ikut lagi. Salam cuan. So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu di Solo ya, Guys. Bulan Desember 2025. Benix Investor Summit 2025 segera datang lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara eksklusif yang kita selenggarakan private dan sangat intim. Kita bisa berinteraksi full nih selama 24 jam karena acaranya diselenggarakan selama 2 hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu dari jam 09.00 pagi sampai malam. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Sampai ketemu di Solo, Guys. Bye bye. Nah, yang ketiga, Warum Buffet itu bilang bahwa lu harus menemukan role model pahlawan yang tepat. Lu harus tiru. Mereka wajib punya role model. Kenapa ya? Warren Buffet punya role model namanya Benjamin Graham. Jadi, dia mengajarkan kita hal yang sama juga. Lu juga harus punya role model. Gua selalu bilang begitu. 12 tahun yang lalu gua pernah ketemu sama orang yang pengin menjadi pelaut paling sukses di dunia ini. Terus gua bilang yang sama juga sih. Lu harus cari role model sih. Salah kalau ngobrol sama gua. Gua enggak tahu dunia laut, gua enggak tahu dunia ABK. Gua enggak tahu chief engineer itu kerjanya apa, kapten itu kerjanya apa. Gua enggak tahu gimana cara navigasi bintang-bintang yang ada di langit kalau seandainya instrumen kapal lu rusak. Gua enggak tahu gimana caranya lu melewati gunung-gunung es ketika lu berlayar di perairannya Rusia. Enggak tahu gua. Itu ilmu yang gua gak bisa ketahu. Lu harus cari mentor yang tepat. Ya, orang ini ketika memulai karirnya lulusannya cuma STM pelayaran lah. Gaji awal dia cuman sekitar R jutaan waktu itu. Tapi dia mau dan dia cari mentor yang tepat dan dia upgrade terus dirinya ya. Akhirnya dia jadi kapten yang paling terkenal. Kalau gua sebut namanya pun lu pasti tahulah terkenal di mana-mana. Sering masuk koran juga. Gajinya ya ratusan juta setiap bulan. Dan itu dia udah berhasil peroleh ketika bahkan umurnya belum nyampai 35 tahun deh. Hebat ini orang mau move on. Lu bayangin orang STM pelayaran sekarang title-nya udah S2 atau udah S3 bahkan. Nah, lu jangan makanya dan ini penting guys jangan sampai ya khususnya buat teman-teman yang masih muda, jangan sampai lu salah pilih role model. Lu pilih role model orang-orang yang viral padahal enggak punya nilai hidup yang tepat. orang-orang yang gayanya konsumtif, boros, gaya hidup flexing, atau bahkan ngajarin lu cara-cara kaya, cepat jadi kaya tapi enggak realistis. Lu hati-hati loh dengan rela, yang lu percayai di dunia online atau di dunia pergaulan lu. Ujung-ujungnya apa? Nanti lu frustrasi, kehilangan arah. Bahkan kemarin gua habis teleponan sama orang kena tipu kripto, dia percayakan duitnya pakai salah satu exchange. Ternyata duitnya dibawa kabur orang tersebut, Pak. Saya enggak nyangka duit saya dibawa kabur. Padahal orang itu sangat sering muncul di Instagram. Kelihatannya sangat baik, kelihatannya sangat dermawan. Ternyata banyak duit orang hilang dibawa kabur dan dia tidak tanggung jawab. Ngeri enggak? Hati-hati loh lu. Hati-hati loh. Padahal seharusnya lu pilih role model yang benar lah ya. model-model kayak Warren Buffett, Charlie Manger, ya mungkin Jackma atau tokoh-tokoh lokal lain lah yang lu tahulah yang etis karena penting punya etika, penting punya integritas, Guys. Dan lu harus pelajari bukan gaya hidupnya hobi narko, hobi miras pakai mobil mewah. No no no. Lu pelajari pola pikirnya, cara kerja dia, bagaimana dia konsisten bekerja, komitmen dengan pekerjaannya, investasi untuk jangka panjang, bukan investasi jangka pendek, hitungan detik. Bahkan itu trading seperti orang-orang yang hobinya trading goblok kagak ada otak. Percaya candlestick, percaya lilin. Kerjanya jaga lilin. Emang lu babi ngepet, bodoh. Padahal bukan itu. Lu harus juga tahu yang lu lakukan dan lu juga harus tahu yang namanya investor. Karena dia selalu berpikir jangka panjang, hidupnya enggak mungkin hidup mewah, tapi hidup sederhana. Selesai. Dan yang lu harus tiru yaitu kebiasaan-kebiasaan yang baik yang terbukti menghasilkan value nilai yang positif dalam jangka panjang. karena umur lu masih panjang. Pikirkan soal integritas lu mulai dari hari ini. Jangan lu aneh-aneh. Jangan lu konyol apalagi jahat. Jangan. Dan teman-teman tahulah justru paling gampang namanya ATM ya. Amati, tiru, modifikasi. Makanya dibanding lu belajar semuanya dari nol, jauh lebih baik buat lu pilih mentor, pilih orang yang lu respect, orang yang lu pengin belajar dari dia. Kalau perlu enggak pakai di gaji. Dulu gua lakukan itu. Dulu gua pengin banget belajar tentang bagaimana cara melayani, bagaimana caranya membela kepentingan anak-anak yang dizalimi. Makanya gua sampai ikut Kak Seto di Komnas Anak. Gua pengin belajar sama Aris Bonar Merdeka si Raid karena dia punya hati untuk melindungi anak-anak di Indonesia. Gua pengin belajar sama dia. Gua sampai melamar kerja di situ. Enggak digaji waktu itu. Tapi ya itu gua lakukan karena menurut gua dia role model di bidang itu ya. Sayangnya dia udah almarhum ya. Begitu brutalnya hidup dia. Ditembak, diteror, ditusuk sampai mobilnya ditusuk-tusuk pisau. Itu udah hal yang biasa. Kalau main ke coalu gua lihat, "Bang, mobil lu kempes tuh bannya yang sebelah kanan belakang ada pisau dua di situ." Itu hal yang biasa karena dia diteror sepanjang hidupnya. Luar biasa, Guys. Tapi ya udah itulah orang di dunia NGO, terutama yang membela kaum-kaum kecil, ya. Dan apapun yang lu lakukan, mungkin lu seorang koki, jurumasak, teknisi, engineer, akuntan, investor, atau pengusaha di bidang mabel, furniture atau alat kecantikan, sama aja semuanya. sebaiknya lu meniru orang yang sudah ya benar-benar terbukti tepatlah di industri itu, di sektor itu. Karena kalau lu bisa meniru mereka, lu bisa pelajari mereka, yaitu metode tercepat. Itu cara yang paling bijak dan paling mudah payari membuat kesalahan-kesalahan yang besar di kemudian hari. Enak nih, Guys. Ini barnya lu sekolah tapi enggak keluar biaya karena uang sekolahnya yang bayarin orang lain. Oh, ternyata kalau lu ekspor coklat ke Jepang enggak bisa sembarangan. bareng lu kalau enggak lolos karantina, kalau enggak punya sertifikat AB C D bisa dibuang ke laut. Fakta gitu loh. Untungnya lu belajarnya dari orang lain yang sudah mengalami itu dibandingkan el. Makanya sangat penting mau belajar dari orang lain. Sangat penting mempelajari kesalahan orang lain. Sangat penting lu punya mentor, Guys. Nah, yang keempat, dari sekarang lu udah harus menentukan nih lu pengin jadi seperti apa, lu pengin dikenang sebagai apa, siapa. Lu harus menentukan seperti apa kamu ingin dikenang. Kenapa? Karena banyak ya orang yang gua temuin, anak muda maupun orang tua, banyak orang itu bekerja tanpa arah karena dia tidak tahu tujuan hidupnya dia dilahirkan di dunia ini mau jadi apa, untuk melakukan apa, bikin karya apa. Enggak ada yang tahu. Dia tidak tahu mau jadi apa. Akibatnya hidupnya cuma mengikuti arus sedih. Lu hidup cuma sekali di bumi ini, tapi lu jadi kayak seonggok bakwan yang mengalir di selokan mengikuti arus God. Karena lu tidak tahu apa yang lu harus lakukan. Lu tidak tahu apa tujuan hidup lu. Lu tidak tahu lu pengin dikenang sebagai apa. Akhirnya hidup lu yang singkat itu tidak membuat dampak yang berarti. Artinya ada enggak ada lu dunia ini sama aja dalam skopi yang lebih kecil. Kecamatan lu sama-sama aja, kelurahan lu sama-sama aja, negara ini sama-sama aja, rumah tangga lu sama-sama aja, hidup lu sama-sama aja. Artinya lu hidup selama ini cuma buat buang-buang oksigen yang ada di planet bumi. Lu harus pikirkan itu. Jangan-jangan lebih baik oksigennya lu kasih orang lain. Ya, airnya lu kasih orang lain dibanding lu yang konsumsi. Enggak ada gunanya, Guys. Jadi cuma debu, enggak ada kontribusinya bagi lingkungan lu, masyarakat lu, negara lu, keluarga lu, alam. Lu hati-hati. Kenapa? Karena seharusnya lu itu sudah mulai berpikir lu mau dikenang sebagai siapa? sebagai orang yang jujur, sebagai orang yang bermanfaat, sebagai orang yang berhasil membesarkan keluarganya dengan baik. Dan ini penting kalau lu punya mindset seperti itu, jangka panjang seperti itu. Kenapa ini penting? Karena di sini artinya lu mau mulai belajar mengatur kehidupan lu berdasarkan nilai-nilai yang lu tuju tersebut. Apakah lu mau dikenal sebagai orang yang berguna, orang yang pintar, orang yang jujur, orang yang dermawan, orang yang bekerja dengan integritas, itu penting dan itu akan membantu lu mengarahkan lu menjadi lebih baik lagi. Gimana cara lu berelasi? Gimana cara lu membuat karya yang lebih berdampak? Karena segala apapun yang lu lakukan menjadi ada goalnya, yaitu apa? Lu pengin dikenang sebagai apa? Ayah yang baik, pengusaha yang bijak, atau pemimpin yang berani? Lu harus tentukan lu mau dikenang sebagai apa dan lu ujung-ujungnya mentalitas lu, alam bau sadar lu akan mengarahkan lu ke arah itu supaya lu menjadi tujuan yang lu inginkan lu dikenang sebagai apa. Nah, kenapa pesan ini penting, Guys? Ketika lu udah tahu bagaimana lu pengin dikenang, lu otomatis jadi tahu apa yang lu harus lakukan dan apa yang lu harus tidak lakukan alias hal-hal yang wajib lu hindarin. Hidup lu jadi punya arah dan bukan sekedar berjalan tanpa tujuan, Guys. Jadi, mulai dari sekarang lu pikirkanlah lu pengin meninggalkan legasy seperti apa. Lu pengin dikenang sebagai apa? Oleh anak lu, oleh istri lu, mungkin oleh rekan kerja lu, mungkin untuk lingkungan lu, keluarga lu. Coba mulai pikirin dari sekarang. legasy apa, kenangan apa yang pengin lu tinggalkan, jejak apa yang pengin lu tinggalkan. Nah, yang kelima guys, nasehat terakhir nih dari Warren Buffett sebelum berpisah dengan kita semua. Dia bilang di ujung-ujung hidupnya ternyata kehebatan itu bukan soal uang atau kekuasaan. Menurut Buffet yang bikin hidup benar-benar bernilai adalah kebaikan, Guys. Ternyata ini kata-kata terakhir dia loh buat kita. Ternyata yang penting itu bukan uang atau kekuasaan, tetapi menurut Warren Buffet yang bikin hidup ini benar-benar bernilai adalah kebaikan. Ya, ini gua punya banyak contoh sih. Ada orang kaya raya, banyak aset. Asetnya di mana-mana. Kalau lu ke Sudirman, minimal ada tujuh gedung dia di pinggir jalan itu. Tapi orangnya sombong, enggak peduli sama orang lain. Berlagu. Bahkan bisa dibilang akhir hidupnya apa? Sepi, Guys. Tidak dihormati. Bahkan enggak ada yang benar-benar peduli. Dia sakit dirawat di Malaysia, meninggal di sana. Terus banyak orang yang ngelayat. Ya lu udah tahulah yang melayat adalah para penjilat semua. Anak-anak dia yang saling berebut harta, manajer-manajer perusahaan yang dia punya. Tapi apakah ada yang benar-benar peduli sama dia? Enggak, Guys. Lu mau tahu buktinya? Karena ternyata triliuner ini, by the way, dia dikubur di San Diego Hills. Hari ini kalau lu datang ke kuburannya, enggak ada juga yang nengok, Guys. Enggak ada juga yang peduli, karyawannya, anaknya, keluarganya. Udah enggak ada asyik sendiri. Jadi kalau lu lihat ke Santiago Hills, ada kuburan gede banget, mewah banget. Tapi betul-betul tidak terawat, tidak ada bunga yang pernah ke sana. Ya, lu udah tahulah itu kuburannya siapa. Ujung-ujungnya apa? Hidupnya sepi. Dan itu memang akhir hidupnya itu sangat-sangat sepi, Guys. Bahkan ya gua terakhir ketemu ketika dia masih hidup, ya orangnya malah cenderung halu, percaya halusinasi lah. Gua baru masuk langsung dikasih kalung bunga lah, harus cipratin air inilah atau jadi percaya tahu jadi aneh lah orang-orangnya. Aneh lah, aneh banget lah. Keluarganya sendiri enggak mau kenal sama dia. Karena makin tua makin absurd, makin enggak jelas. Namanya juga ini orang udah terlalu kaya, triliuner tapi sombong, belagu, enggak peduli sama orang. Ujung-ujungnya di hari tuanya ya sepi sendiri sih. Dan ya anak-anak kandungnya juga ya enggak ada yang benar-benar peduli sama dia. Karena di akhir hidupnya dia cuman tinggal sama pembantunya doang dan anjing dia satu. Lu mungkin tahulah siapa yang gua maksud. Kalau lu orang perbankan, pasti tahulah siapa yang gua maksud. Tapi di sisi lain, gua juga pernah ketemu orang yang benar lah, orang yang sederhana. Tapi dia suka membantu. Dia sering menolong temannya nih ketika lagi susah. Dia hobinya berbagi ilmu dan suka mengangkat orang lain. Mengangkat orang lain ya ngangkat derajatnya, ngangkat secara pujian, angkat secara koneksi, pokoknya memberikan dampak positif lah buat orang lain. Dan hidupnya ya dihormatin, dicintai, dan dikenang ya dalam kebaikan. Nah, orang ini enggak kaya-kaya amat. Cuma ternyata hidupnya berdampak bagi orang lain. Sangat berdampak bagi orang lain. Dan menurut orang buffet, ya inilah sebetulnya yang harusnya kita jadi tujuan hidup kita. Bukan jadi penipu, pengusaha, tapi nipu orang, menghalalkan segala cara. Enggak begitu deh. Menurut Waron Buffet, Edian Ud kehebatan itu bukan soal uang ataupun kekuasaan, tetapi soal kebaikan lu, Guys. Bukan arti lu manjain orang juga itu juga enggak benar tuh. Itu ngajarin yang enggak benar. Banyak keluarga hancur juga karena bapaknya terlalu royal, mertuanya terlalu baik. Enggak boleh. Enggak boleh. Banyak keluarga hancur kayak begitu. Gua sering lihat ada keluarga yang hancur karena dia punya kakek nih. Bayangin kakeknya hobi banget ngirim uang ke orang tuanya. Akibatnya anaknya jadi manja, anaknya enggak bisa kerja, sekarang jadi parasit di mana-mana. Wah parah. Jangan. Uang itu bisa jadi kebaikan kalau lu tahu cara spendnya, tapi bisa juga jadi hal yang buruk. Jadi kutukan kalau lu tidak tahu cara mengeluarkannya. Hati-hati juga dengan duit lu. Dan pesan ini kenapa penting banget, Guys? Waron Buffet itu mau bilang bahwa lu itu harus mengukur hidup lu bukan dari jumlah uang yang lu milikin, tapi dari berapa banyak orang yang berhasil lu bikin hidupnya menjadi lebih baik. Itu makanya ya ketika kita berhasil mencapai 1 juta subscriber di YouTube, apa yang kita luncurkan di kantor, kita luncurkan program beasiswa. Bagi karyawan-karyawan kita yang belum S1 atau yang belum S2, silakan lu bisa ambil beasiswa, enggak usah pusing soal bayaran ke kantor yang bayarin. Ya, itu yang gua lakukan dan itu yang gua harapkan bahwa ya at the end of the day kalau lu jadi lebih baik juga pasti perusahaan juga tambah lebih baik lah. Kalau lu bisa naikin value, naikin knowledge lu, skill lu gua yakin ED and udah perusahaan juga diuntungkan. So, ya kenapa enggak gua pengin banget bisa naikin skill lu, naikin value lu. Dan ingat sekali ya, lu jangan pernah mengukur hidup lu dari berapa banyak uang yang lu hasilkan. No. Tapi dari berapa banyak orang yang lu berhasil buat hidupnya menjadi lebih baik. Ingat itu, Guys. So, pada akhirnya nasehat terakhir Warren Buffet, dia mau mengatakan bahwa reputasi dan kebaikan adalah investasi yang paling tahan lama. Ingat ya, investasi yang paling tahan lama bukan emas, bukan perak. Bisa hilang tuh diambil maling di lemari bezilu. Tapi investasi yang paling tahan lama adalah reputasi dan kebaikan. Dan lima pesan Warren Buffet ini bukan sekedar teori ya, Guys. Banyak yang udah gua buktikan. Ini adalah kompas hidup yang kalau kamu bisa ikutin, gua yakin hidupmu pasti lebih tenang, pasti lebih fokus, dan pasti lebih bermakna. Ingat, hidup ini singkat, Guys. Make sure lu hidup lu itu bermakna. Please, Guys. Please. Lu harus punya purpose driven life. Hidup di bumi ini pasti ada tujuannya. Kenapa lu diciptakan pasti ada tujuannya. Buat itu jadi bermakna, Guys. Jangan lu juga terlalu sibuk ngejar angka-angka sampai lu lupa mengejar buat jadi manusia yang lebih baik lagi. Dan Buffet juga pengin ngingetin kita juga nih sebenarnya ya. Kita tidak bisa memilih berapa lama hidup kita. Charlie Manger umurnya hampir 100 tahun, Guys. Tapi dia pun gak tahu dia bakal hidup selama itu. Memang kita tidak bisa memilih hidup kita bakal hidup sepanjang apa, tapi lu bisa memilih dan memutuskan bagaimana cara menjalani hidup lu. So, make sure lu lakukan yang terbaik, memberikan makna yang terbaik buat hidup lu sendiri. So, terima kasih guys sudah nonton video kita dan sekali lagi terima kasih juga sama Warren Buffet yang sebelum pensiun masih sempat-sempatnya ngasih kita lima nasihat yang sangat bermakna. Kalau menurut teman-teman sekalian di sini, menurut kalian ya, dari lima nasehat terakhir Warren Buffet yang diberikan secara terbuka gratis apa adanya sama kita semua. Menurut lu mana sih yang paling penting dan mana sih yang paling sulit buat dijalanin buat lu sendiri? So, guys, jangan lupa like, share, and subscribe channel Benix. Semoga video kita bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [musik]