File TXT tidak ditemukan.
Transcript
yxRjNHNJoWY • BOBIBOS, THE WORLD'S ENERGY HERO!! TURNS PLANTS INTO GASOLINE! Really?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0489_yxRjNHNJoWY.txt
Kind: captions
Language: id
Good news, Guys. Bahan bakar ajaib
akhirnya tiba di Indonesia turun dari
langit, lebih tepatnya di kota Jonggol.
Nah, bahan bakar ini kabarnya luar biasa
hebat karena dia udah irit, ramah
lingkungan, dan yang lebih hebat lagi
katanya lebih canggih dibandingkan
Pertamax Turbo. Gila apalagi ya? Ini
adalah produk asli karya anak bangsa ya.
Enggak salah lagi, Guys. Kita hari ini
bakal membahas Bobby Boss bahan bakar
yang lagi viral itu. So, buat lu yang
penasaran gimana sih tanggapan gua?
tanggapannya benix terkait Bobi Bos.
Jangan diskip video ini. Let's check
this out.
[musik]
Dari jadi kemarin viral nih, Guys,
muncul BBM baru, bahan bakar minyak baru
namanya Bobby Boss. Ron-nya 98 diklaim
dari nabati alias dari tanaman-tanaman
dari tumbuhan. Dan dia kabarnya hampir
nol loh emisinya alias rendah emisi.
Nah, begitu hebatnya dan begitu hebohnya
Bobby Boss ini sampai ya gubernur
favorit kita semua, gubernur KDM itu
sampai datang ke lokasi dan dia sudah
membuktikan sendiri kehebatannya Bobby
Boss. Tapi sebelum kita bahas lebih
lanjut ya soal si Bobby Boss sama KDM,
kita cek dulu sih sebetulnya Bobby Boss
ini apa, siapa yang bikin. Jadi kabarnya
ya katanya yang bikin itu namanya Ikas.
dia pernah kuliah sarjana hukum nih,
Fakultas Hukum Universitas 11 Maret Solo
angkatan 2001. Nah, dia udah mulai bikin
riset tentang energi terbarukan ya itu
di tahun 2007 nih kabarnya dan dia butuh
waktu sekitar 8 tahun. Akhirnya yang
membuat penemuan yang luar biasa kompor
tenaga pulsa, Guys. Wah, hebat banget.
Kalau zaman dulu orang di Indonesia
masak kompor tuh pakai tenaga kayu
bakar, minyak tanah, terus pindah ke gas
LPG untuk memperkaya Charlie Chaplin and
the Geng gitu kan. Tapi ternyata LPG-nya
kan impor. Nah, pemuda ini betul-betul
punya rasa nasionalis yang luar biasa.
Dia tidak mau melihat Indonesia impor
terus-terusan gas LPG. Sehingga akhirnya
dia menciptakan penemuan yang
revolusioner, kompor tenaga pulsa. Jadi
kompor ini hebat banget. Dia enggak
perlu kayu bakar, dia enggak butuh
minyak tahan, dia enggak butuh gas LPG,
tapi dia cuma butuh colokan PLN. Nah,
jadi kalau lu mau masak, lu beli pulsa
dulu token listrik PLN. Hebat banget.
Kapan lagi lu bisa lihat sebuah penemuan
yang ajaib luar biasa masak pakai tenaga
pulsa, Guys. Cuma di Indonesia.
Betul-betul luar biasa penemuan ini. Ya,
gua betul-betul ketika ngelihat ini dia
harusnya mendapatkan hadiah Nobel loh.
Bisa-bisanya menciptakan kompor tenaga
pulsa. Tapi ya udahlah itulah hebatnya
orang Indonesia. Banyak karya-karya
rakyat Indonesia itu yang sebetulnya
luar biasa hebat tapi enggak ketahuan
aja. Besok gua juga lagi nungguin mobil
tenaga pulsa, Guys. Gua baru dapat kabar
katanya akan ada penemu dari Indonesia
juga akan menciptakan mobil tenaga
pulsa. Ini sangat revolusioner loh. 5
tahun lagi kabarnya mobil tenaga pulsa
bakal turun di Cianjur. Dunia bakal
heboh tuh, Guys. Terus apa? Apakah cuma
berhenti sampai di kompor tenaga pulsa,
Guys? Enggak. Ternyata dia betul-betul
berpikir gimana caranya Indonesia ini
bebas dari ketergantungan energi impor.
Indonesia ini kan goal-nya sosmada
energi. Kita punya kedaulatan energi dan
untung sekali ada pemuda seperti Bobby
Boss ini karena dia akhirnya menciptakan
energi baru yang namanya bahan bakar
Bobby Boss. Nah, bahan bakar Bobby Boss
ini hebat banget, Guys. Yang pertama ya,
dia berasal dari tumbuhan. Jadi, dia
bukan berasal dari fosil dinosaurus di
Timur Tengah ngebor ke dalam. Enggak.
Ini tumbuhan namanya tumbuh di atas
tanah. Nah, menurut dia konsep ini
sejalan dengan agenda kita yang mau
ketahanan energi. Nah, ketahanan energi
kan kita juga butuh ketahanan pangan.
Nah, kenapa enggak dicombine jadi satu
aja? Ketahanan Npang, ketahanan energi
dan pangan. Nah, hebat nih Bobby Boss
ini nih. Makanya gua salut lah ada
penemu-penemu seperti ini. Terus yang
kedua apa? Karena bahan bakarnya berasal
dari lingkungan ya, Bobby Boss ini
diklaim ramah lingkungan bahkan ron-nya
mendekati ron 98. Lu bayangin aja ya,
canggih banget bahan bakar ini sampai
dia kabarnya udah riset lebih dari satu
dekade, Guys. Ini artinya lu kalau punya
anak SD kelas 6 lu bikin riset sampai
dia kuliah juga enggak kelar-kelar
risetnya. 10 tahun dia riset. Ini
benar-benar dedikasi yang luar biasa
loh. Gua enggak pernah lihat orang
betul-betul mendedikasikan jiwa raganya.
Jadi kalau punya anak SD, SMP, SMA
kuliah, dia enggak pernah lihat tuh
batang hidungnya. Tahu-tahu udah kuliah
aja anaknya. 10 tahun hasil risetnya.
Akhirnya dia berhasil menciptakan bahan
bakar yang sepertiga lebih murah
dibandingkan Pertamax Turbo. Jadi udah
bahan bakarnya lebih canggih, lebih
hemat, lebih ramah lingkungan, dan lebih
murah dibandingkan Pertamax Turbo. Nah,
saking hebohnya juga ya Bobby Boss ini
sampai datang loh banyak anggota DPR,
pejabat-pejabat untuk melihat
kecanggihan dan kehebatannya Bobby Boss
ini. Nah, FY aja nih, Guys. Lu tahu
enggak harga pertamaks itu R.100.
Nah, kalau dia bisa menciptakan bahan
bakar yang sama kualitasnya dengan
pertama turbo, tapi sepertiga lebih
murah, berarti kan setara sepertiga dari
13.100 itu sekitar 4.300-an ya. Jadi, -
Rp.300 itu setara dengan Rp8.700.
Kapan lagi lu bisa beli barang seharga
Rp8.700 lebih murah dibandingkan
Pertalight yang harganya Rp10.000. Jadi,
lu dengan duit Rp8.700 00 perak bisa
dapat barang bensin kualitas Pertamax
Turbo. Wis canggih banget ini, Guys. Ini
harus dapat hadiah Nobel nih untuk
perdamaian dunia nih. Si Bobby Boss ini.
Kenapa dapat Nobel perdamaian dunia,
Pak? Bukan Nobel untuk penemuan fisika
atau chemistry. Ya, karena energi itu
suka jadi alasan negara-negara saling
berperang, Guys. Makanya Boby Boss ini
gua yakin bisa dapat penghargaan Nobel
nih. Karena dia menciptakan perdamaian
dunia. Orang enggak perlu lagi saling
perang untuk memperebutkan minyak bumi.
Dan lebih canggih lagi, Bobby Boss ini
diklaim sudah mendapatkan paten. Jadi,
lu baca nih beritanya. Bobby Boss sudah
lahir sudah 1 tahun ini Bobby Boss
dipatenkan inovasinya, mereknya, dan
sudah mendapatkan sertifikasi dari
Lemigas. Nah, ini enggak main-main,
Guys. Karena Lemigas ini lembaga resmi
negara. Ini balai besarlah untuk menguji
minyak dan gas bumi yang ada di
Indonesia. Nah, Bobby Boss ini ngeklaim
kalau lu baca di artikel ini, dia
ngeklaim dia udah dapat paten,
inovasinya, mereknya, bahkan sudah
dapatkan sertifikasi dari Lemy Gas.
Berarti hebat banget dia nih. Gua yakin
Shell hari ini ketakutan, Guys. Shell
ketakutan, Chevron ketakutan British
Petroleum, BP gua yakin
terkencing-kencing hari ini mendengarkan
berita karya anak bangsa berhasil
menciptakan bensin yang jauh lebih bagus
dibandingkan bensin buatan mereka. ini
benar-benar harus dilindungin, Guys.
Apalagi ya katanya ini bisa sangat hemat
banget loh, dia gak boros. Lu bayangin
klaimnya 1 liter bahan bakar diesel ya
solar itu kan kalau lu pakai Fortuner
itu bisa 1 banding 10. Itu aja dianggap
hemat. Nah, kalau pakai bubos lu lihat
ini 1 lit itu bisa 14 km artinya 40%
lebih jauh. Waduh, ini BYD juga bisa
bangkrut, Guys. Kalau semua mobil tambah
hemat, gua yakin mobil listrik udah
enggak laku lagi. Padahal kan orang
pakai mobil listrik biar tambah hemat
beli bensinnya. Gua juga merasakan itu
jauh lebih hemat hemat 80% bensin gua
tiap bulan sejak ganti ke mobil listrik.
Nah, sekarang mobil listrik pasti
ketakutan dengan adanya Bobi Boss ini,
Guys. Karena ya lu bayangin ini
betul-betul inovasi yang luar biasa.
Udah lebih hemat, lebih murah, bisa
lebih jauh jaraknya. Ron-nya juga
tinggi. Dan kabarnya udah sampai dapat
sertifikasi lu dari Lemigas. Tapi apa
iya betul, apa betul dia udah dapat
sertifikasi? Apa betul dia udah dapat
patennya? Setahu gua gak gampang lu.
Kalau mau pakai paten itu prosesnya
bertahun-tahun loh diuji sebelum
akhirnya produk finalnya bisa lu rilis
ke publik. Tapi kita cek aja lah karena
kan kita ini orang yang harus realistis
ya berpikir. Kita senang kalau ada karya
anak bangsa itu berhasil membangkrutkan
Shell Chevron British Petroleum and the
Gang lah kita happy karya anak bangsa
gitu loh. Tapi jujur aja gua udah
bertahun-tahun nih baca jurnal
internasional enggak pernah ada gua
lihat Bobby Boss hasil risetnya di
sebelah mana ya. Karena kalau lu mau
dapetin paten pasti ada jurnal
sacientificnya. Hari ini enggak ada.
Terus yang kedua katanya dapat dari
Nabati. BBM Nabati. Ya, gua pertanyaan
gua simpel. Lu olahnya di mana? Bahan
bakunya dari apa? sampai hari ini pun
enggak dibuka. Apakah dari tebu, dari
jagung, dari singkong, dari sekam,
jangan-jangan dari batu Batak atau
jangan-jangan dari pom bensin Pertamina
terdekat pun kita enggak tahu. Terus
pabrik pengolahannya di mana? Karena
jujur aja ya lu kalau misalkan mau rubah
minyak nabati, kita ambil contoh sawit,
lu cuman ada dua jalur. Lu mau jadi
biosolar atau jadi bioetanol? Biosolar
dipakai mesin diesel, bioetanol untuk
jadi mesin bensin. Kita ambil contoh,
misalkan dia bilang, "Ya, ini pabriknya
ada di Kalimantan, bawanya ke Jonggol."
Ya, okelah pakai logika seperti itu.
Pertanyaan gua adalah lu mau bikin solar
dari jalur minyak sawit atau dari jalur
minyak goreng keabahan bakun bati itu
banyak banget proses yang lu harus
lewatin. Mereka harus dimurnikan. Mereka
harus difilter, mereka harus melewati
proses esterifikasi, mereka harus dicuci
sabunnya karena ada bahan sabun di situ.
Saponification namanya. Kalau lu enggak
bersin itu mesin lu bisa rusak
berlendir. Pertanyaan gua dengan rantai
produksi yang cukup panjang itu mana
fasilitas produksinya? Gua enggak tahu
di mana. Enggak tahu. Gua enggak pernah
lihat. Jujur aja di mana barangnya. Bisa
aja jadi Bobby Boss ini barang dari
planet Mars. Jangan-jangan ini teknologi
alien, Guys. Karena gua enggak pernah
lihat pabriknya ada di mana. Tapi ya
sudahlah kita harus positive thinking,
Guys. Kita enggak pernah lihat
jurnalnya, kita enggak tahu bahan
bakunya apa, kita enggak tahu juga
pabrik yang ada di mana buat mengolah
itu pembersihannya dan lain sebagainya.
Pilihan terakhir adalah ini turun dari
planet Mars. Karena kalau dia bilang,
"Oh, kalau gitu bukan dari Kalimantan,
Pak Beni. Jangan-jangan memang asli dari
sana." Kalau dari Kalimantan kan
kemungkinan besar alarnya ke biosolar.
Berarti dia janjangan memang asli dari
sana. Oke, berarti lu ambil jalur
bioetanol. Kalau lu ambil jalur
bioetanol, bioetanol lu bisa ambil dari
bahan baku yang bersifat manis. Jadi
bisa jagung, bisa tebu, bisa singkong.
Patinya diconvert jadi glukosa jadi
manis kan. Itu bisa lu fermentasi. Jadi,
lu butuh mesin untuk fermentasi.
Fermentasi lu butuh yis. Lu butuh
bakteri untuk lakukan fermentasi.
Pertanyaannya e bentar guys, bentar guys
sebelum kita lanjut videonya. Halo,
goodis guys. Teman-teman investor Benix
Investor Summit 2025 akan segera
diselenggarakan di bulan Desember 2025
di Swiss Bell Solo. Jadi buat
teman-teman yang pengin segera diskusi,
ketemu, dan interaksi langsung ya,
karena kita bakal membahas tiga sektor
penting. Yang pertama terkait energi,
yang kedua terkait bisnis logistik, dan
yang ketiga ada sektor spesial nih
dengan pembicara yang spesial juga
karena ya cuannya gede banget nih, Guys.
Nah, buat lu yang penasaran dan pengin
segera ikutan di event acara offline
spesial Benix cuman ada 1 tahun sekali
yang namanya Benix Investor Summit 2025.
Yuk, segera daftar sekarang juga nih
sebelum terlambat. Dan ingat, kursinya
juga terbatas karena cuman ada 50 kursi,
Guys. Total kursi yang kita sediakan.
Ikut di sini sangat happy lah, ya. Jadi,
banyak sekali membuka wawasan baru,
terutama banyak bocoran-bocoran mengenai
ee kebijakan maupun emiten yang akan
terbang selanjutnya. Jadi puas sekali
sih dengan ini. Kalau tahu Pak Ben di
YouTube sendiri kan lebih apa ya ee
pinggir jurang ini lebih pinggir lagiah
ini.
Mengikuti BIC investor Samet ini setelah
dua kali saya mendapatkan manfaat bahwa
kalau kita bisa memahami fundamental
atas perusahaan dan forecast untuk
perusahaan ke depannya kita pasti dapat
akan mendapatkan hasil yang jauh lebih
baik. Dan itu yang saya rasakan selama
setahun ini. Dan saya harapin kalau e
untuk Benik Investor Summit 2025
diadakan, saya pasti akan ikut lagi.
Salam cuan.
So, siapa cepat dia dapat. Sampai ketemu
di Solo ya, guys. Bulan Desember 2025.
Benix Investor Summit 2025 segera datang
lagi. Segera daftarkan dirimu sekarang
juga sebelum terlambat. Ingat, ini acara
eksklusif yang kita selenggarakan
private dan sangat intim. Kita bisa
berinteraksi full nih selama 24 jam
karena acaranya diselenggarakan selama 2
hari dari hari Sabtu sampai hari Minggu
dari jam 09.00 pagi sampai malam. So,
tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di nomor WhatsApp yang ada
di bawah ini. Sampai ketemu di Solo,
Guys. Bye bye. Pertanyaannya, di mana lu
punya fasilitas produksi untuk melakukan
fermentasi skala besar seperti itu?
Pertanyaannya, di mana lu dapatkan
yis-nya bakteri yang bisa memfermentasi
sampai menghasilkan bahan bakar RON 98
itu? Gua juga bertanya-tanya,
jangan-jangan yang dibikin bukan
bioetanol, jangan-jangan butanol. Tapi
ya udah begitu banyak pertanyaan dan
misteri di sini. Tapi satu hal yang udah
pasti lah, gua pun enggak yakin harganya
bisa cuman 8.000 1000 perak, Guys. Lebih
murah dibandingkan pertamak turbo.
Karena tadi ya secara spek itu udah
pasti melewati begitu banyak proses.
Tadi yang gua bilang transication,
pembersihan, filtrasi, distilasi,
polimerisasi, dan lain-lain. Banyak
bangetlah kalau lu mau bikin dari minyak
nabati. Dan udah pasti itu lebih mahal
dibandingkan lu ngebor ke bawah ambil
minyak bumi dari fosil dinosaurus.
Enggak perlu pakai proses yang sebegitu
ribet. Jadi gua yakin ya, karena gua
sendiri pelaku usaha yang merubah minyak
goreng bekas, minyak jelanta, minyak
goreng beneran juga menjadi solar.
Karena waktu itu kita ada krisis tuh
solar di Kalimantan. Akibatnya kita
terpaksa bikin solar sendiri dari minyak
sawit. Ya kita sudah hitung-hitung
sehebat-hebatnya kita, biaya produksinya
aja, bukan jualan ya, biaya produksinya
aja bisa Rp15.000 per liter. Nah, kalau
cuk-ucuk ada orang bisa bikin dengan
harga Rp8.000 R000 per liter. Gua
mempertanyakan either kewarasannya atau
yang kedua gua mempertanyakan sumbernya
dari mana, bahan bakunya di mana, pabrik
lu seperti apa, apa lu dapat kredit
dengan bunga minus 3% sehingga bisa
bikin fasilitas pabrik yang begitu
efisien dan murah? Hmm, gua rasa enggak.
Dan kalau dibilang bisa lebih hemat juga
dan jaraknya lebih jauh jarak tempuhnya,
gua rasa juga enggak. Karena kepadatan
energi dari bahan bakar berbasis nabati
itu beda dengan yang fosil. Fosil itu
padat, energy dense. Tapi kalau bahan
baku nabati dia kalorinya itu enggak
sepadat, enggak sesolid bahan baku dari
fosil. Jadi ketika lu dalam jumlah yang
sama, 1 liter yang sama, lu bakar itu
api, udah pasti energi yang dihasilkan
lebih besar yang dari fosil. Well,
anyway kita bikin kok
hitung-hitungannya. Udah jelas lah ya.
Gua enggak mau bikin pakai
hitung-hitungan kalau lu bikin biosolar
karena udah pasti enggak masuk akal.
Enggak masuk akal. Gua udah hitung
paling hemat itu lu bisa bikin 15.000
R000 per liter. Biaya produksi doang
loh, bukan jualan loh. Jualan bisa jadi
Rp20.000 lebih. Namanya juga energi
hijau lebih mahal dibandingkan energi
fosil. Nah, kita hitung aja seandainya
lu berkata ini basisnya etanol, Pak.
Karena banyak di Jawa Barat tebu,
singkong, jagung. Enggak, Bro. Enggak,
enggak. Pertama-tama yang singkong
paling banyak di Indonesia bukan di
Jonggol ya, tapi adanya di Lampung.
Kalau dibilang basisnya tebu-tebu paling
banyak juga bukan di Jonggol, tapi di
Jawa Timur. Tapi ya sudahlah, kita
anggap semua orang Indonesia ini bodoh,
kan? Jadi kita anggap oke di Jawa Barat
mungkin ada Tasikmalaya, ada Cianjur.
Jangan-jangan bahan baku lu dari beras
ya. Beras difermentasi jadi bioetanol.
Oke kita hitung. Pertama kita hitung
bahan baku berasnya. Sekarang beras
harganya sekitar Rp60.000 guys per 5
lit. Nah karena gua baik hati ya buat
Bobi Bos ini gua bikin berasnya itu
harganya cuman Rp10.000 per kilonya. Nah
1 kilo beras itu kalau lu bikin jadi
etanol itu cuman bisa dapat 60% doang.
Jadi ada penyusutan, ada yang hilang.
Karena yang lu rubah kan jadi sakarida
itu kan gulanya itu. So, 1 kg beras itu
bisa jadi 0,6 L bioetanol. Nah, kalau 1
kg beras harganya Rp10.000 dan itu cuman
jadinya 0,6 L bioetanol. Kalau lu butuh
1 lit bioetanol, berarti lu harus
belanja beras itu setara Rp16.000
beras. Artinya enggak cukup cuman 1 kilo
beras, lu harus belanja 1,6 kilo beras.
Oke, itu doang belum? Belum ada lagi.
Itu masih biaya berasnya ya. Belanja
berasnya lu aja udah habis Rp16.000 R000
untuk jadi 1 liter bioetanol. Habis itu
lu habis biaya lagi nih buat biaya
pemrosesan distilasi itu sekitar Rp5.000
per liter. Habis itu lu keluar lagi
biaya nih buat logistik, buat
amortisasi. Itu aja udah sekitar Rp1.000
per liter. Kalau lu jumlahin Rp1.000
biaya logistik, Rp5.000 biaya distilasi
itu udah Rp6.000. Tambah lagi Rp16.000
buat belanja berasnya total lu udah
habis Rp22.000, Guys, per liter. Jadi
masuk akal enggak? Menurut gua enggak.
Oke, berarti bukan beras, Pak. Oke,
sawit bukan beras bukan. Sekarang apa?
tebu gula. Oke, kita tes. Walaupun lu
bukan di Jawa Timur, gua percaya aja deh
di Jonggol surganya tebu. [tertawa]
Enggak, Guys. Banyak gunung lu tahu ya
di Lampung itu ada Gunung Madu, ada
Sungai Budi, ada Sugar Group. Itu aja
udah gede banget gitu loh. Itu
merepresentasikan hampir mayoritas
produksi tebu di Indonesia. Tapi lu
pilih bikin pabrik di Jonggol, ya udah
gua percaya lah. Dan kita hitung
sekarang kalau lu bikinnya dari tebu ya.
Pertama berarti lu harus belanja gulanya
atau tebunya. Harganya sekitar R5.000
R000 per kilo. Terus lu harus rendem nih
gulanya. Ini rendamannya itu sekitar
50%, Guys. Jadi dari gula itu yang lu
bisa convert jadi bioetanol tuh 50%.
Jadi 1 kg gula itu akan menjadi 0,5 L
bioetanol. Yang ketiga, biaya pemrosesan
itu ada distilasi belanja enzim-enzim
kimiawi, tenaga, listrik, air. Itu per
liternya udah Rp3.000 per liter. Terus
ada lagi dong, biaya kapex, logistik,
pajak, dan lain-lain kita hitung 500
perak per liter. Jadi dari sini kita
tinggal hitung aja biaya gulanya. Nah,
jadi 1 kilo gula kan cuman bisa jadi 0,5
L bioetanol. So, kalau lu butuhnya 1 lit
bioetanol, lu butuh 2 kg gula. So, 1 kg
gula harganya Rp5.000, lu butuh dua, lu
udah habis Rp10.000 untuk beli 2 kilo
gula yang akan menjadi 1 lit biotanol.
Lu udah habis Rp10.000, habis itu
lakukan biaya pemrosesan Rp3.000 per
liter. Itu tadi gua bilang lu beli
enzimnya lah, listriknya, airnya,
distilasinya kita hitung di Rp3.000 per
liter. Jadi Rp10.000. Belanja gula
Rp3.000, biaya pemprosesan udah Rp3.000.
R000. Terus habis itu lu keluar lagi
biaya buat logistik amortisasi kita
hitung Rp500 lah per liter. Kalau di
tootal itu Rp13.500
per liter bioetanol. Nah, kalau dibilang
dia bisa jual itu di harga Rp8.000
mungkin enggak jauh banget ya dari
Rp8.000 ke Rp13.500.
Apalagi tadi yang gua bilang ya, pusat
gula itu bukan di Jonggol, Guys. Ya, lu
paling hebat lu ambil ya paling dekat
dari Jonggol itu dari Lampung. Jadi
seharusnya biaya logistiknya itu bakal
lebih mahal lagi. Tapi ya sudahlah ini
kan karya anak bangsa, kita harus
dukunglah 100%. Nah, kita lihat aja ya
pengumuman resmi pemerintah gimana ya.
Nah, jadi Kementerian SDM sudah bikin
pernyataan nih di bisnis.com. Dia bilang
apa? Direktur Jenderal Migas Kementerian
SDM Laude Sulaiman itu bilang pengujian
yang dilakukan kalau dia mau jualan
bensin ini karena ini bensin jenis baru,
dia itu harus uji oksidasi, uji mesin,
dan uji lain-lain yang memakan waktu 8
bulan. Dan dia bilang Bobby Boss ini
baru mengajukan uji di laboratorium yang
artinya kalau dia minta diuji hasilnya
adalah laporan hasil uji bukan
sertifikasi. Jadi diluruskan nih sama
SDM bahwa Bobby Boss ini belum
disertifikasi. Nah, lu baca sendiri di
situ kan lu enggak buta huruf ya. Jadi
artinya kalau ada yang klaim ini barang
resmi sudah disertifikasi tidak salah
belum. Dan menurut gua ya aneh juga.
Kenapa? Karena sampai detetik ini pun
gua enggak pernah lihat tuh jurnalnya.
katanya sudah 10 tahun riset mungkin di
planet Neptunus.
Jadi gua enggak bisa ketemu hasilnya
seperti apa hasil risetnya. Tapi ya udah
dia klaim dia katanya udah punya paten,
udah punya hak cipta, udah punya hak
merek. Betul atau tidak? Sekarang era
keterbukaan informasi. Ayo kita cek. So,
gua pergi ke Dirjen Kumham. Gua melihat
di data kekayaan intelektual kita, apa
betul ada Bobby Bos. Oh, ternyata
datanya valid. Oh, ternyata betul, Guys.
Karena ternyata di bulan Januari 2025,
lebih tepatnya di tanggal 17 Januari
memang sudah diajukan buat didaftarkan
merek Bobby Boss berdasarkan nomor
registrasi yang IDM 001372822
dan dia memang sudah teregistrasi di
tahun 2025 ini memang resmi Bobi Boss
itu sudah terdaftar sebagai merek. Tapi
apakah ini artinya sebuah produk yang
bonafit yang terpercaya? Enggak. Daftar
merek itu one thing, Guys. Lu punya
produk teknologi tinggi, lu udah
terdaftar paten, it's another thing.
Semua orang bisa daftar merek. Bobby
Boss, Bobby Box, Bob Man, Bobby Bot,
Bobby Gin, Bobby Thor, terserahlah lu
bisa daftar kok merek. Bukan artinya ini
produk yang qualified, ini produk yang
bagus, ini produk yang asli, ini produk
BBM. Enggak. Semua orang bisa daftar
merek. So, yang paling penting apa?
Patennya. So, ketika kita cek di
pangkalan data kekayaan intelektual
Indonesia dan gua pencet nih Bobby Boss,
ternyata tidak ada paten yang terdaftar
atas nama Bobi Boss. Ini data resmi nih.
Tadi gua udah bilang ada Kementerian SDM
sudah ngasih data ternyata enggak. Ini
belum tersertifikasi. Mereka baru uji
lab. Jadi, belum ada sertifikatnya. Oh,
jadi pertanyaan. Terus yang kedua,
mereka bilang mereka udah dapat paten.
Gua belum pernah lihat jurnalnya. Hasil
risetnya 10 tahun di planet Neptunus.
Jadi, kita enggak bisa cek. Setelah kita
lihat Dirjen kekayaan intelektual,
apakah ada paten Bobby Bos? Ternyata
tidak. Nah, ini gua jadi sedih di sini,
Guys. Padahal awal-awal gua udah
semangat banget loh. Gua mau daftarin
mereka loh pemenang hadiah Nobel
perdamaian dunia ya. Terus mereka
harusnya dapat juga penghargaan sebagai
pengganti Albert Einstein. Tapi ternyata
ketika gua riset, gua bukannya tambah PD
[musik]
ini produk bersejarah, tetapi gua malah
PD. Kita bakal mengulang sejarah nikuba,
Guys. Jadi, teman-teman yang belum tahu
di tahun 2023 pernah ada kehebohan ada
orang ngeklaim bisa merubah air jadi
bensin. Sama kayak Jepang, ngaku-ngaku
aja bisa bikin mobil hidrogen. Sampai
detik ini pun kita enggak ada lihat
mobil hidrogen. Katanya bersih, bersih,
bersih. Heh, sampah. Enggak ada tuh
orang pakai mobil hidrogen. Enggak ada.
Karena apa? Ya, enggak scalable. Karena
apa? Lebih jorok mobil hidrogen itu jauh
lebih kotor dibandingkan mobil bensin
sekalipun. Karena proses produksinya
menyita energi yang sedemikian besar,
jadi gak worthed buat dikembangkan.
Kalau enggak hari-hari ini lu udah lihat
itu mobil berceceran di pinggir jalan,
tapi kan enggak. Karena enggak efisien.
Tipu-tipu aja. Jepang aja bisa tipu-tipu
pakai hidrogen. Tipu-tipu. Makanya
jangan salah kalau orang Indonesia juga
berlomba bikin tipu-tipu yang sama
dengan projject menciptakan air menjadi
bensin. Dan makanya gua mau bilang bikin
video ini supaya Presiden Prabowo juga
enggak ketipu. Ya, ini betul-betul
sadis. Lu tahu ya project merubah air
menjadi Batman? Bukan merubah air jadi
apa sih energi itu yang katanya sini
korbannya banyak. Lu bayangin
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta aja
sampai ketipu miliaran guys buat beli
mesin yang katanya sanggup merubah air
menjadi BBM bensin. Hoaks. Tipu-tipu.
Jangan lu termakan berita palsu seperti
itu. Memang banyak pejabat DPR kita yang
tolol. Banyak kena tipu. Iya. Jangankan
pejabat DPR atau jangan-jangan KDM juga
bisa jadi kena tipu nih. Kenapa? Karena
sejarah mengajarkan jauh sebelum ada
projek-projek antariksain dari planet
Mars dan Neptunus ini, Indonesia sudah
pernah kena tipu. Bahkan presiden kita
aduh malunya luar biasa. Tahun 2008
Presiden SB juga ketipu dengan projek
yang namanya Blue Energy yang katanya
juga sama ajaibnya juga merubah air jadi
bensin. Memang Indonesia ini enggak
kehabisan orang gila, Guys, sama orang
goblok. Itu bertaburan lah di Indonesia
ini dengan klaim-klaim yang begitu
fantastis. Karena lu bayangkan aja ya,
wajar aja kalau lu bisa ketipu. Karena
Universitas Gadjah Mada aja yang sangat
terkenal brilian itu menciptakan lulusan
presiden itu hampir ketipu karena mereka
mau beli mesin yang diklaim sama
penciptanya namanya Joko By the way yang
kabarnya bisa menghasilkan listrik jadi
mesin pembangkit listrik tenaga jin.
Untung aja mereka enggak kemakan itu.
Tapi Presiden SBY udah kena tipu sih
bulu energi. [tertawa] Nah, gua sih mau
kasih tahu aja video ini ya. Jangan
sampai ya besok kita buka baca koran eh
ada Prabowo kena tipu juga. Hati-hati.
Makanya sejarah itu terlalu berulang,
Guys. Yang aneh-aneh kayak begini.
Jepang aja sampai nipu-nipu sampai detik
ini nipu lu semua. Jangan pakai mobil
listrik katanya kotor. Jangan pakai
mobil listrik katanya boros. Eh lebih
bagus pakai mobil hidrogen. Teknologi
terbaru dari Jepang enggak ada. Sama aja
kayak nikuba. Jadi satu aliran ini.
Jepang suka tipu-tipu hidrogen dia. Ada
lagi tipu-tipu tenaga jin, ada lagi
tipu-tipu tenaga air. A udah sama aja.
Yang paling benar apa, Guys? Kalau lu
pengen energi yang hijau, yang ramah
lingkungan, yang hemat, jauh lebih
hemat. Kalau ini kan cuma hemat
sepertiga nih. Project Bobi Boss ini,
ini bisa hemat sampai 70%, Guys. Ya
udah, lu enggak usah tand-tunda lagi.
Segera lu beli mobil listrik. Kenapa?
Karena lu pakai mobil listrik, lu bebas
ganjil genap. Wis, mantap. Lu gak usah
lagi beli bensin seumur hidup lu. Lu gak
usah lagi beli bensin. Kapan lagi lu
bisa bebas merdeka dari penjajahan
Singapura dan raja-raja Arab? Ini
momennya lu ganti mobil lu ke mobil
listrik. Jadi nasionalis sedikit kek.
Jangan dikit-dikit lu menggadaikan
negara lu sendiri. Karena kalau lu naik
mobil bensin, negara kita itu
menggadaikan rupiah buat beli dolar.
Dolarnya dipakai buat beli minyak di
luar negeri. Semakin sering lu bakar
bensin, semakin lemah rupiah gara-gara
lu. So, lu jadi nasionalis dikit kayak
pakai mobil listrik, udah jauh lebih
hemat, jauh lebih bersih, dapat subsidi
lagi dari pemerintah. Makanya
teman-teman segera dukung petisi Benix
ya untuk menggratiskan jalan tol khusus
mobil listrik. Jadi buat teman-teman
yang setuju mobil listrik gratis masuk
jalan tol, mobil listrik bebas, ganjil
genap, dan yang paling penting supaya
diperpanjang insentif mobil listrik ini
supaya makin banyak orang yang pakai
mobil listrik di Indonesia. So,
teman-teman tunggu apaagi? Segera like
and subscribe di channel BNX ini. Dan
jangan lupa isi ya petisinya Benix
supaya mobil listrik gratis masuk jalan
tol tahun 2026. Supaya kita bebas dari
jajahan Singapura. Supaya kita bebas
dari jajahan subsidi. Duitnya bisa
dipakai buat hal lain yang lebih
bermanfaat. internet gratis, MBG, bikin
sekolah baru buat anak-anak kita, beli
kapal induk, luncurin satelit komunikasi
yang paling canggih, bisa kalau kita
kurangin subsidi minyak. So, mulai
sekarang segera ganti mobil kalian ke
mobil listrik, Guys. So, gimana, Guys,
menurut kalian, Guys, ini yang paling
penting nih. Menurut lu Bobby Boss ini
barang bagus atau barang tipu-tipu,
Guys? Ini sebenarnya real atau tidak
real? Karena gua sih tetap aja, ya, gua
berharap Bobby Boss ini sukses dan
berhasil. Kita semua sama-sama pengin
Indonesia berdaulat energi. Kita semua
sama-sama pengin mengurangi
ketergantungan kita sama Singapura. Kita
sama-sama pengin sikat tuh mafia-mafia
yang ada di Timur Tengah. Mafia-mafia
bensin kita. Mafia-mafia yang dari dulu
sampai sekarang sibuk aja bikin
kerusuhan di kita. Biar kita tambah
bodoh, tambah tolak. Sering bikin
demo-demo palsu. Bahkan ya mereka rela
mengadu domba rakyat Indonesia dengan
narasi mereka. sebegitu powerfulnya
mafia-mafia bensin kita ini loh yang
memang mau enggak mau mereka tercipta
karena adanya subsidi. Makanya subsidi
bensin harus segera dihapuskan supaya
mafia ini banyak yang habis dan hilang
dari muka bumi. Dan ini enggak bisa
terjadi ya kalau Indonesia masih hobinya
impor bahan bakar ya. Gua sendiri sih
penginnya Bobby Boss ini berhasil dan
benar. Nah, kalau lu sendiri gimana
menurut lu Bobby Boss ini real atau
tidak real, Guys? Bener apa enggak sih?
Kalau gua sih pesimis, Guys. [musik]
Kalau lu gimana? Dan paling penting
segera subscribe channel Benix dan share
video ini. Semoga video ini bermanfaat.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[musik]