Transcript
2EV7GjShzf0 • A NEW ERA BEGINS!! The World Is Ready to Abandon the US Dollar! Is America on the Brink of Collapse?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0462_2EV7GjShzf0.txt
Kind: captions
Language: id
Good news nih, Guys. Dolar Amerika
Serikat makin ditinggalkan. Jadi,
dolarisasi atau gerakan menggantikan
atau meninggalkan US dollar sebagai mata
uang cadangan dunia itu makin populer
saja, Teman-teman. Tahu enggak? Makin
hari makin banyak negara-negara yang
mulai meninggalkan mata uang dolar.
Bahkan ketika dolar makin ditinggalkan,
ini menguntungkan negara-negara yang
banyak menggunakan local currency
settlement. karena penggunaan mata uang
lokal itu semakin meningkat pesat.
Contoh paling gampang ketika gua bisnis
ekspor impor. Gua mau impor barang dari
Jepang. Jepang mata uangnya yen. Oh,
nilai barangnya berapa? Rp3 juta. Yen.
Gua akan hitung. Oh, itu setara dengan
berapa ribu dolar. Ya, setelahnya gua
akan siapkan rupiah. Rupiah gua
gadaikan, gua jual untuk membeli dolar.
Gua bertransaksi beli barang dari Jepang
dalam bentuk dolar. Jadi, lu bisa
bayangkan betapa tidak efisiennya karena
kemudian dolar itu diconvert lagi jadi
yen. Itu yang terjadi. Nah, sekarang ada
local currency settlement. Jadi,
Teman-teman, hari-hari ini kalau ekspor
impor lu udah bisa langsung direct
transaksi dengan yen. Enggak perlu lagi
convert perantara pakai dolar karena
biayanya tinggi, Guys. Lu bayangin ada
biaya transaksi, ada biaya selisih kurs
dan selisih kursnya juga dua kali rupiah
dolar dolar yen. Enggak efisien. Nah,
Teman-teman lihat di layar kaca. Nah,
nilai transaksi local currency
transaction atau nilai perdagangan yang
pakai mata uang lokal ini sudah tembus
11 miliar dolar, Guys, per Juli 2025
alias setara 190 triliun. Ini
peningkatan yang sangat pesat hampir
tiga kali lipat karena zaman dulu di
semester 1 2024 nilainya cuman 76
triliun. Dan good news-nya lagi ya, ini
bukan cuma nilai transaksinya loh yang
bertambah, tetapi nasabahnya. Jadi,
jumlah nasabah yang pakai local currency
settlement ini, local currency
transaction itu juga udah tumbuh hampir
50% alias lebih dari 45% dibandingkan
tahun sebelumnya. Nah, ini kabar baiklah
buat para pelaku usaha di Indonesia dan
negara-negara sekutu kita kalau makin
banyak transaksi pakai local currency
itu. Jadi, kita enggak usah lagi
menggadaikan rupiah buat belanja dolar.
Padahal hubungan dagangnya dengan Cina,
dengan Jepang, dengan Korea. Hebat ya.
Tapi pertanyaan pentingnya adalah benar
enggak ya dolar itu mulai semakin
ditinggalkan? Dan apa sih alasannya
kenapa dolar semakin dijauhi oleh
seluruh dunia? Makanya, lu jangan skip
video ini karena kita bakal bahas lebih
detailnya di menit selanjutnya. Tapi
sebelum kita masuk ke sana, kita bahas
dulu dong sejarah singkatnya dolar.
Jadi buat teman-teman ya, dominasi dolar
Amerika Serikat ini baru terjadi
gara-gara Amerika Serikat menang perang
Dunia 2. Nah, di tahun 1944 persiapan
menuju kemenangan Amerika Serikat.
Amerika Serikat itu mengadakan
perjanjian Bratton Woods. Di situ dia
menempatkan dolar sebagai jangkar sistem
keuangan global. Jadi saat itu nilai
dolar Amerika Serikat dipatok terhadap
emas. Jadi setiap dolar Amerika Serikat
yang dicetak lu bisa tukar itu dengan
jumlah emas tertentu. Dan setiap mata
uang negara lain juga dipatok terhadap
dolar. Akibatnya dolar menjadi poros
utama dalam perdagangan dan moneter
internasional. Cuma sayang seribu sayang
stok emas di Amerika Serikat juga terus
berkurang padahal utangnya nambah terus.
Akibatnya di tahun 1971 Presiden Nixon
dipaksa mencabut pegging alias
konvertibilitas dolar terhadap emas.
Akibatnya dolar yang tadinya dipeging
nilainya terhadap emas sejak tahun 1971
berubah dipeging terhadap kekuatan
senjata Amerika Serikat. Akibatnya,
negara-negara yang mempercayakan
keselamatannya terhadap Amerika Serikat
dipaksa berdagang menggunakan dolar.
Salah satu contohnya Timur Tengah.
Raja-raja yang berkuasa di Timur Tengah
adalah raja-raja boneka yang dipasang
oleh CIA. Dengan janji mereka akan
diizinkan untuk tetap berkuasa di sana
asal mereka menjual minyak-minyak mereka
menggunakan US Dollar. Akibatnya US
Dollar digunakan oleh seluruh dunia yang
membutuhkan bensin, yang membutuhkan
minyak dari Timur Tengah. Terpaksa
mereka harus stok dolar. Dan akibatnya
sampai detik ini dunia menjadikan dolar
sebagai mata uang utama bank sentral di
seluruh dunia. Nah, hingga kini dolar
masih digunakan di lebih dari 80%
transaksi perdagangan global dan
digunakan lebih dari 88% transaksi
valas. Akibatnya dolar masih tidak
tergantikan di dalam sistem keuangan
global. Nah, jadi dari sini lu bisa
lihat ya pintarnya Amerika Serikat
ketika dia sudah lihat eh gua enggak ada
bisa lagi lih peging dolar terhadap
emas. Karena saat itu Amerika Serikat
cetak dolar, cetak dolar, cetak dolar
terus. Padahal cadangan emasnya enggak
cukup banyak. Ini juga yang memaksa
mereka mengakuisisi Freeport. Nah, ini
juga yang membuat mereka agresif banget
lah hampir gunung-gunung emas yang ada
di seluruh dunia. Tapi ternyata ya
enggak cukup cepat mereka bisa lakukan
itu. Terpaksa mereka harus cetak dolar
tanpa backing emas. Dan dolarisasi ini
real, Guys. Lu bisa lihat di kaca ya.
Pangsa dolar Amerika Serikat ini
terus-menerus turun. Sudah dalam 30
tahun terakhir, sejak tahun 1995,
pangsa dolar Amerika Serikat itu turun
di titik terendah. Sekarang hanya 56,32%
dari cadangan forex dunia. Nah, titik
tertingginya tentu saja ya ketika
terjadi krisis di Indonesia ya mereka
pestapora tahun '98 ya pangsa pasar
dolar itu sampai 70%. Tapi makin ke sini
negara-negara berkembang makin banyak
yang pintar guys. Akibatnya mereka tidak
lagi menstok dolar dalam jumlah besar.
So apa alasannya guys? Kenapa ya posisi
dolar ya sebagai mata uang cadangan
dunia terus berkurang? Ya kita enggak
ngobrol soal Indonesia doang nih di
sini. Ini konteksnya itu dolar terhadap
euro, dolar terhadap yen, dolar terhadap
British Monster sterling. Ya, dolar itu
makin ke sini makin melemah terus, Guys.
Akibatnya apa? Ya nilai tukar yang
semakin melemah, orang kan makin malas
dong pegang duit yang melemah terus.
Lebih baik dia pegang duit yang menguat
terus. Jadi, jangan salahkan juga kalau
makin banyak bank-bank di dunia malas
pegang dolar. Nah, di sisi lain ya lu
harus lihat dari perspektif
negara-negara di dunia ini lah. Mereka
kan ngasih laporan terus ke IMF, ke
World Bank. Nah, dalam laporan mereka,
mereka itu kan bikin laporan tentu ada
patokan mata uang. Patokan mata uang
yang dipakai dalam laporan-laporan
seluruh negara di dunia ini ke bank
dunia, ke IMF, mayoritas pakai
denominasi US dollar. E, sebentar, Guys.
Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut
videonya, portofolio kamu lagi
kebakaran, merah merona, semuanya turun
anjlok. Bahkan saham-saham perbankan
besar di Indonesia semuanya masuk ke
jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua
udah pernah kita bahas di Benix Investor
Group, komunitas saham terbesar yang ada
di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys.
Segera bergabung di Benix Investor Group
karena cuman di sini, ya. Kita bisa
berdiskusi langsung secara live baik
online maupun offline. Termasuk kita
sering melakukan kunjungan site visit
loh ke perusahaan-perusahaan, ke
pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di
Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini? Yuk,
langsung aja daftar di Benix Investor
Group melalui website yang ada di bawah
ini www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group. Mayoritas pakai denominasi US
Dollar. Nah, kalau nilai dolarnya terus
melemah, US dollarnya melemah, akibatnya
ya mata uang lain yang mereka punya
stoknya ya, contohnya Pondsterling, Yen,
Jepang atau euro, nilainya persentasenya
terlihat semakin meningkat. Ya logis
juga sih karena dolarnya melemah
akibatnya secara persentase mata uang
non dolar ya terlihat makin menguat
karena ya mereka melapor dalam US
Dollar. Dan ini bisa dibuktikan ketika
kamu lihat di layar kaca ya, pelemahan
dolar Amerika Serikat terhadap mata uang
utama dunia itu memang berakibat fatal,
Guys. Karena sepanjang kuartal 2 2025
dolar Amerika Serikat itu sudah turun 9%
nih terhadap euro, sudah turun 11%
terhadap Swiss Frank, sudah turun 6%
terhadap British Ponsterlink dan sudah
turun 4% terhadap I Jepang. Di sini bisa
dilihat bahwa ya nilai dolar
terus-menerus terkuras habis. Dan enggak
heran apalagi Amerika Serikat hobinya
cetak uang. Kalau cetak uang, cetak
uang, cetak uang, cetak uang terus
ujung-ujungnya apa? Mata uangnya makin
lemah. Kok bisa sih cetak uang cetak
uang terus? Ya, ini ada hubungannya
dengan janji politik Donald Trump.
Donald Trump itu punya janji politik
buat bagi-bagi duit alias quantitatif
easing. Namanya juga pengusaha.
Pengusaha pengin apa? Suku bunga tinggi
atau rendah? Tentu rendah. supaya
ngutang makin mudah, bisnis makin
gampang. Nah, Donald Trump juga punya
program bikin big beautiful bill. Ini
adalah undang-undang yang bakal menambah
utang Amerika Serikat senilai 53.000
triliun dalam 10 tahun ke depan. Makanya
ini saat yang tepat nih buat
berinvestasi, Guys. Kenapa? Karena
Amerika Serikat lagi cetak duit
gila-gilaan. 53.000 triliun. Ini artinya
lu bisa beli 53 Bank BCA ini, woi.
Karena Bank BCA nilainya sekitar 1
kuadriliun. Amerika mau cetak duit 53
kuadriliun, Guys. Tapi serunya ya dia
cetak duit dia bikin big beautiful atau
big beautiful bill ini di era ketika
terjadinya perang dagang alias perang
tarif. Ini bakal meningkatkan
ketidakpastian global yang
ujung-ujungnya bakal menekan kepercayaan
dunia terhadap Greenbag. Artinya defisit
fiskal di Amerika Serikat bakal makin
parah alias dengan kata lain namanya
juga ini centel investasi. Lu sedang
mengarungi detik-detik kehancuran
Amerika Serikat atau market crash
terbesar sepanjang sejarah. 53.000
triliun, Guys. Bagi-bagi duit nih. Seru
nih. Market pasti overheat. Tapi dalam
berapa tahun? Tentu tidak tahun ini
market crash-nya. Kan udah kemarin
gara-gara demonstrasi masuk angin itu.
Tapi yang next selanjutnya market crash
akan makin seru, Guys. Karena programnya
Donald Trump ini. Nah, di sisi lain ya
secara geopolitik dolar ini juga makin
seru nih posisinya nih. Kenapa? Karena
pelemahan dolar ini juga terjadi akibat
bricks dan negara lain di dunia tidak
lagi mau pakai dolar sebagai mata uang
utama untuk transaksi dagang. Contoh
Asia ini sudah pelan-pelan loh
meninggalkan dolar Amerika Serikat. Lalu
ada lagi transaksi bricks. Sudah hampir
50% transaksi di bricks itu pakai yuan
China. Bahkan negara-negara bricks yang
lebih kecil seperti Armenia, Azerbaizan,
Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan,
Moldova, Tajikistan, Turkmenistan,
Uzbekistan, dan istan-istan yang lain
lah. Intinya semua udah sepakat untuk
meninggalkan dolar Amerika Serikat.
Negara-negara Afrika juga enggak mau
kalah seperti Kenya, Ethiopia, Nigeria.
Mereka secara aktif bersepakat untuk
meninggalkan US Dollar. Bahkan lebih
ekstrem lagi, negara Tanzania secara
resmi melarang dolar Amerika Serikat
beredar di negaranya. Gila ya, ekstrem
ya sedemikian ekstremnya nih negara
Tanzania punya nyali loh buat melarang
dolar. Artinya dia bilang, "Lu, dolar
itu ilegal di negaranya. Tidak sah."
Wih, ini berarti dia siap-siap bertarung
nih melawan CIA dan Secret Service nih.
Karena tugasnya CIA dan Secret Service
adalah melindungi kedaulatan, melindungi
dominasi dan hegemoni dolar Amerika
Serikat. Nah, kalau Indonesia gimana?
Ya, Indonesia juga sepertinya perlahan
pengin banget meninggalkan US Dollar.
Apalagi kemarin lu lihat di layar kaca
ya, Prabowo sama Putin udah sepakat nih
mendorong kerja sama Curis sampai ekspor
CPO. Hopefully dalam rubel. Hopefully ya
dalam rupiah atau minimal rubel lah.
Jangan pakai dolar Amerika Serikat lagi.
Dan di CNN Indonesia lu lihat nih
Indonesia resmi meninggalkan dolar. Bank
sentral Indonesia dan bank sentral China
udah sepakat transaksi pakai yuan dan
rupiah. Lalu ada juga ya Bank Indonesia
sudah resmi mencatat transaksi local
currency rupiah Jepang udah sampai R82
triliun per Juli 2025. Jadi dari sini
udah lihat, Guys, ya. Semua negara
Indonesia juga enggak mau kalah nih sama
Tanzania ya, sama negara Azerbaijan,
Turkmenistan, Kazakhstan, Kirgistan dan
istan-histan yang lain. Indonesia enggak
mau kalah karena Indonesia juga udah
pengin merdeka dari hegemoni dolar
Amerika Serikat. Meskipun ya kita sudah
berusaha nih untuk mengurangi
ketergantungan terhadap racun yang
namanya dolar Amerika Serikat, tapi ya
sepertinya perjalanan masih panjang,
Guys. Karena di layar kaca kamu bisa
lihat dolar masih menjadi cadangan
devisa terbesar di dunia. Bahkan dolar
masih menguasai ya 56% market share
cadangan devisa global. Peringkat dua
ada Euro di 21%, Jepang di 5,5%
dan China sendiri posisinya cuma 2,12%
alias ya China ternyata dengan segala
gayanya mau bricks lah, Brooks lah, Brx
lah ternyata posisinya itu cuman 2% loh
dari kue dunia ya. Dia jangankan
bermimpi ngalahin Amerika Serikat, dia
harus belajar nih ngalahin Kanada sama
Pon sterling dulu nih. Karena posisinya
2% dan 4%. Masih jauhlah kalau bermimpi
mengalahkan dolar Amerika Serikat yang
kuenya 56%. Sebenarnya gua bisa kasih
tahu sih cara cepat kalau Yan ini
kepengin cepat berkuasa ya. Dia bantuin
Rusia biar menang perang lah di sana ya.
Kalau Rusia menang perang lawan Ukraina
dan dia menuklir satu Eropa, Euro
langsung hilang tuh 21% tuh hilang tuh
langsung geser pindah ke Rubel sama
Cina. Jadi market share dia langsung
menang ya karena ada negara lain yang
hilang dari peta dunia maksudnya negara
euro ini. Cuman kayaknya Cina enggak
ambil jalur itu deh menghilangkan euro
dari peta dunia ya. Anyway menurut lu
guys, the dolarisasi ini kian nyata.
Walaupun jalannya lambat ya kayak
cacing, tapi ya makin lama makin banyak
negara-negara yang meninggalkan dolar
Amerika Serikat. Dan yang paling
penting, because this is a million
dollar question. Kalau dolar makin
ditinggalkan, siapa yang diuntungkan?
Negara apa sih yang diuntungkan? Dan
kalau dalam konteks Indonesia,
perusahaan apa sih yang diuntungkan? Lu
pasti tahu dong jawabannya. Kalau dolar
makin melemah, banyak loh emiten
perusahaan di Indonesia yang sangat
diuntungkan ketika dolar makin melemah.
Menurut lu siapa aja? Ya, segera sharing
dong pandangan kalian di bawah ini. Lu
setuju apa enggak ya kalau posisi dolar
itu makin melemah, kalauisasi makin
nyata? Dan yang paling penting menurut
kalian siapa sih emiten yang paling
diuntungkan? Perusahaan apa yang paling
diuntungkan ketika dolar terus
ditinggalkan? Segera sharing pandangan
kalian di kolom komentar di bawah ini
dan segera subscribe channel Benix
sekarang juga. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.