Dana 200T Purbaya Mulai Diserap! Siapa Bank yang Paling Diuntungkan?!
585-A9uh6Qc • 2025-10-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Good news si nih, Guys. Duit 200 triliun
yang dibagikan Purbaya ke Bank-bank
Himbara itu ternyata bawa kabar baik.
Kenapa? Karena ternyata bank-bank yang
disalurkan itu kan diharapkan ya mereka
bisa distribusikan duit itu ke bawah
sehingga market hidup, dunia market
real, industri real itu semua bisa hidup
dengan duit R00 triliun yang diujurkan
Purbahaya. Awalnya banyak orang yang
pesimis lah. Banyak profesor-profesor,
guru besar S3, S2 sampai S cendol juga
pada pesimis. Enggak mungkinlah market
tambah hidup. Enggak mungkinlah sektoril
itu bergerak. Enggak mungkinlah Bang
Himbara itu bisa nyalurin kredit itu.
Tapi ternyata faktanya ya, kabarnya nih
beberapa bank bahkan yang Himbara yang
dikasih duit itu mereka minta top up,
mereka minta tambah dana lagi, Guys.
Tapi satu hal yang penting ya, banyak
orang kemudian menganggap ini sebagai
euforia yang berlebihan. Bahkan banyak
grup-grup saham yang bilang bahwa ya
emiten-emiten ini akan banyak emiten
yang diuntungkan. Bahkan ada saham
perbankan yang kabarnya bisa naik 200%.
Gila juga tuh grup saham itu. Mereka
bilang saham bank-bank ini ada yang bisa
naik 200% loh gara-gara kucuran duit R00
triliun purba. So kalau lu penasaran ini
kan channel investasi. Yuk kita kupas
tuntas 200 triliun purbaya ini bisa jadi
cacing apa jadi naga. Makanya lu jangan
skip video ini. Let's check this.
Oke, jadi kita balik lagi nih, Guys. Ini
sebenarnya udah gua analisis dari 1
bulan lebih yang lalu, tapi gua enggak
bikin videonya ya. Karena menurut gua
enggak penting-penting banget. Cuman
gara-gara ada keluar grup saham siluman
itu ya, ada saham bank himbara yang bisa
naik 200% gua jadi tergelitik, Guys.
Mungkin ngakak juga ya. Kenapa? Apa
mungkin bisa dapat 200%?
Kenapa? Karena kan lu sebagai investor
harus kritis berpikirnya. Gini loh,
deposit yang dikasih Purbaya itu
deposito on call. Jadi deposito ada dua.
Deposito berjangka itu dikunci. Misalkan
2 tahun, 3 tahun lu enggak boleh ambil
itu duit kalau lu deposito di situ. Atau
yang kedua, deposito on call. Jadi
deposit yang bisa ditarik suatu waktu.
Nah, Purubaya ini taruh duitnya itu di
deposit on call DOC, di bank-bank
Himbara. Jadi nilai duitnya berapa? R
triliun. Bukan di satu bank, tapi dibagi
ke li bank. Bank pertama mandiri dapat
R5 triliun. Bank BRI dapat R5 triliun.
Bank BNI dapat R5 triliun. Sisanya yang
kerocok-kerocok itu Bank BTN itu cuma
terima 25 triliun. Lalu ada juga Bank
Syariah Indonesia BSI itu dapatnya cuma
10 triliun, Guys. Nah, anyway di sini
sudah jelas ya, bahwa 200 triliun itu
bukan dikasih ke satu bank, tapi ke li
bank dan jumlahnya berbeda-beda. Khusus
bank-bank besar ya, mereka terima R5
triliun. Nah, hari ini gua mau bahas
tentang satu saham ini. Tapi sebelum gua
bahas sahamnya, ini disclaimer dulu. Ini
bukan anjuran, bukan saran, bukan
rekomendasi buat jual beli saham
tertentu. Enggak. Ini gua ngasih review
gua terkait 200 triliun purubaya ini.
Jadi apa? Jadi lemper apa jadi tempe
bacem? jadi cacing apa jadi nagan. Jadi
gua buka salah satu bank karena di sini
foto ceweknya paling cakep namanya
Sabrina. Kata si Sabrina, di bank ini lu
enggak perlu antri-antri lama, enggak
pakai nunggu lama bisa langsung
reservasi di Sabrina. Baik juga nih si
Sabrina nih. Anyway, kita bahas Bank
BRI. Ingat ya, ini bukan video
rekomendasi atau jual sahamnya si
Sabrina ini alias Bank BRI. Oke, kita
lihat ya di layar kaca. Kamu lihat
namanya juga channel investasi saham ya.
Kita kupas tuntas. Duit yang Purbaya
kasih itu duitnya 55 triliun. Duit 55
triliun itu akan disimpan dalam bentuk
deposito on call ke Bank BRI. Nah,
signifikan atau enggak sih sebetulnya 55
triliun? Ya, lu harus lihat dulu berapa
sih jumlah duit yang dikelola oleh Bank
BRI. Nah, kalau lu nyimpan di bank, mau
lu simpanan biasa kek atau lu deposito 5
M kek, 10 M kek, segala macam, itu
namanya dana pihak ketiga. Ingat ya,
bisnis perbankan itu simpan pinjam. Lu
nabung di bank bunganya 5%, habis itu
bank pinjamin ke orang lain bunganya
12%. ada selisih bunga tuh ada margin
itulah pendapatan penghasilan si bank.
Nah, begitupun kita mau lihat nih
preubaya taruh duit ke Bank BRI 55
triliun, artinya itu bakal dicatat
sebagai dana pihak ketiga. Nah, per
bulan Juli kemarin dana pihak ketiga di
Bank BRI itu ada 1456 triliun, Guys.
Nah, ini jumlah yang signifikan atau
tidak? Gampang. Tinggal lu lihat aja
berapa sih 55 triliun terhadap R456
triliun? Ternyata nilainya setara dengan
3,78%.
Jadi kalau lu lihat di sini artinya ya
dana pihak ketiga R5 triliun itu
berkontribusi cuma setara 3,78%.
Kelihatannya kecil tapi signifikan
karena kan gua udah bikin hitungannya
200 triliun kalau diputar distribusi
secara sempurna dia bisa bergerak jadi
11.133 triliun. Dan gua yakin ini bisa
tercipta paling lambat 2 tahun enggak
terjadi putaran 11.133 triliun itu. Jadi
di sini sudah jelas ya kontribusi dana
purbaya di BRI 55 triliun itu hanya
berkontribusi 3,78%.
Oke, it's ok lah. Tapi ingat ya, bisnis
perbankan simpan pinjam. Tadi gua udah
bilang lu nabung di bank bunganya 5%
deposito. Habis itu dia pinjamin ke
orang bunganya 12% ada selisih 7% itulah
dimakan bank. Keuntungan dia dari bunga.
Tapi dalam bunga itu juga ada beban
beban bunga. Karena buat dapat cuan dari
lu tentu dia keluar biaya-biaya promosi
dong. tentu dia keluar biaya karyawan,
biaya-biaya yang buat menarik perhatian
lu sehingga lu bisa taruh duitnya di
situ sehingga lu juga mau nabung di
situ, sehingga lu juga mau pinjam duit
dari situ. Nah, ini lu bisa dilihat di
laporannya Bank BRI di per bulan Juli
mereka penghasilan dari bunga itu R95
triliun. Tetapi ada juga beban bunga.
Beban bunganya R triliun yang artinya
net interest income itu sebetulnya 65
triliun. Wow, menarik. Tapi yang paling
menarik adalah buat kita hitung beban
bunga terhadap dana pihak ketiga.
Ternyata beban bunga tadi kan lu lihat
di layar itu 30,2 triliun. Dana pihak
ketiga yang dia kelola adalah 14.456
triliun. Nah, dari sini kita bisa lihat
beban bunga terhadap dana pihak ketiga
itu adalah 2,07%.
Ini adalah cost of fund, biaya itu
ingat, mengelola dana orang pun butuh
biaya buat bayar security, jagain duit
dulu kan. itu semua biaya, Guys. Nah,
dia punya biaya 2,07%. Nah, kalau kita
lakukan yang sama, cost of fund itu kan
berlaku di bulan Juli ya, 7 bulan
pertama di 2025 ya. Kalau kita
setahunkan ternyata cost of fund 2,07%
itu dalam 1 tahun itu setara 3,55%.
Jadi, cost of fun-nya BRI kita asumsikan
di 3,55%.
Nah, perhitungan 3,55% ini kita masukkan
lagi ke dana pihak ketiga setelah
diinjeksi sama Purbaya. Jadi ingat
dilihat di layar kaca sebelumnya dana
pihak ketiga R456 triliun diinject sama
Purbaya 55 triliun dengan cost of fund
3,55%.
Artinya biaya terhadap R5 triliun DPK
yang baru itu juga ada biaya 3,55%.
Artinya Bank BRI harus siap keluar biaya
1,95
triliun. 1,95 triliun adalah cost of
fund terhadap DPK baru dan pihak ketiga
yang disetor yang ditabungkan oleh si
Purbahaya. 1,95 triliun itu adalah
komponen buy, Guys. Yang artinya kalau
Bank BRI mampu menyalurkan 55 triliun
Purbaya secara sempurna ke market,
dipinjamin dalam bentuk macam-macamlah
bentuknya, ya tentu enggak semuanya ya.
Kita di sini ada yang kita cadangkan,
kita cadangkan 10% lah. Itu orang bilang
GWM, giro wajib minium. Intinya kalau
banknya collaps, at least ada duit
deposito yang ditaruh real. Bukan
duitnya dari langit nih cetak duit
siluman. Enggak. Memang ada duit yang
ditahan sama bank. In case something
goes wrong. So, yang disalurkan dari 55
triliun gua yakin realitanya sekitar 90%
yang disalurkan alias setara 49,5
triliun. Nah, 49,5 triliun itu kita
sudah hitung bunga Bank BRI itu setara
13% setahun. Jadi, ini perkiraan more or
less sekitar 13% per tahun. Artinya
kalau Bank BRI berhasil menyalurkan 49,5
triliun itu dia bakal dapat penghasilan
bunga setara 6,43 triliun. Wow, menarik
loh. Tapi ingat kan pasti juga ada yang
gagal bayar. Mungkin juga ada kredit
bodong ya. Mungkin juga ada biaya-biaya
surmanah yang kita enggak tahu. Anyway,
kita tulis aja NPL-nya 3% lah.
Seolah-olah enggak balik 3%. Itu loss
senilai 1,485
triliun. Artinya penghasilan kotornya si
BRI dari duit Purbaya ini dengan bunga
13% dia pinjamin, dia dapat penghasilan
kotor setara 6,43 triliun dikurang 1,4
triliun yang artinya mereka akan
mendapat penghasilan setara 4,9 triliun.
Oke, cukup jelas ya 4,9 triliun setelah
dikurangin MPL 3%. Tapi ingat bukan
cuman berhenti di situ loh. Itu kan lu
baru menghitung kalau dia NPL. Lu belum
hitung tadi ada cost of fund. Cost of
fund-nya berapa tadi di awal kita sudah
hitung 1,95 triliun. Jadi 4,945 triliun
- 1,950
triliun maka menghasilkan duit setara
2,9
triliun. Ini adalah penghasilan dia
setelah dikurangin cost of fund. Jadi
penghasilan dia dari 55 triliun dia
pinjamin dengan bunga 13% terus NPL
minus 3% hilang. Habis itu dikurangin
cost of fund hasilnya adalah 2,9
triliun. Nah, tapi lu ingat oh artinya
Bang BRI dapat 2,99 triliun. Cuan dong
dia. Hai, gua Benix, the CEO of Benix
Investor Group. Dengan lu bergabung
bersama Benix Investor Group, lu bakal
dapat ilmu investasi saham selama 1
tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu
bakalan dapat strategi rahasia cuannya
Benix ratusan bahkan ribuan persen cuma
dari saham.
Di Benix Investor Group, lu bakal dapat
begitu banyak pelajaran investasi selama
1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari
sharing saham yang bagus bareng Benix
setiap bulannya. Kita juga bakal update
portofolio Benix dan kita juga akan
membedah laporan keuangan setiap
bulannya. Yang paling seru, kita juga
bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang
ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
saham lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini. Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya enggak?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah
saman, bahaya, Guys. Kolesterolnya
tinggi. Lu masih suka buang-buang duit,
beli saham gorengan hasil rekomendasi
grup saham bodong di sebelah yang
hobinya jualan candlestick. Goblok,
berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi,
itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Enggak ingat, Guys. Ini belum kita
hitung pajak. Dari 2,9 triliun itu bakal
kena pajak perusahaan. Nilainya berapa?
19%. Yang artinya 2,99 triliun - 19% itu
setara 2,42
triliun. Artinya di sini Bank BRI bakal
dapat tambahan cuan nih setara 2,42
triliun. Oke, berarti good news dong
bertambah cuannya. Iya, good news. Betul
BRI good news. Tapi apa artinya BRI bisa
naik 200% seperti kata grup-grup saham
hantu belau itu? Tidak. Kenapa? Ya lu
harus realistis. Kalau lu mau harga
sahamnya naik 200% logikanya berarti
profit perusahaan juga harus
berkali-kali lipat tumbuh dong. Logis
dong. Atau jumlah nasabah dia harus
berkali-kali lipat tumbuh dong. logis
dong ya. Kita lihat aja sekarang dia
dapat tambahan cuan 2,42 triliun.
Tinggal lu bandingkan dengan cuan dia
yang sebelumnya sehingga lu bisa tahu lu
sebagai investor tidak tertipu. Kenapa?
Karena kalau lu buka profit BRI di tahun
2024 itu cuma 60,6
triliun. Ngerti enggak lu maksud gua?
So, kalau lu masukin angka 2,42 triliun
tambahan profit terhadap profit BRI 2024
yang 60,64 triliun, rasio tambahan cuan
dari Purbaya yang 2,42 triliun itu
ternyata cuma setara dengan 3,9%.
Pertanyaannya kalau profit bank
kesayangan lu yang namanya ini by the
way gua enggak nabung dan mungkin gua
sampai kapan pun tidak akan pernah dari
dunia kiamat. Anyway, nambahnya profit
dia itu 3,9%.
Menurut lu logis enggak kata-kata
grup-grup saham jebakan Batman itu bahwa
sahamnya bakal naik 200%. Padahal
kontribusi pendapatannya cuman tunggu
nih cuannya BRI 3,9%. Lu jawab sendiri.
Jadi, lu hati-hati ya sekali lagi di
dunia investasi lu banyak banget orang
mau goreng-goreng sama. Makanya gua
setuju nih sama si Purbaya. Dia punya
agenda buat dia sikat tuh
siluman-siluman di pasar modal. Setuju
gua sama Purbaya. Dan sekali lagi ini
bantahan gua terhadap orang-orang di
luar sana yang hobi pom-pom saham-saham
yang sebetulnya enggak ada fundamental.
Kenapa? Ya ini enggak logis sebuah saham
perusahaan. Oh gara-gara perubahan
nyuntik R00 triliun, saham X, saham Bank
Y, saham Bank I bakal naik 200%. Enggak
logis. Karena di sini udah lihat cuma
naik berapa? 3,9%. Goblok. Makan pakai
otak. Kalau lu mau investasi. Sekali
lagi ini bukan rekomendasi jual atau
beli Zam tertentu. Enggak. Gua mau
sharing gimana cara sebetulnya lu
berpikir secara logis dalam menganalisis
sebuah emiten. Tapi guys, ingat tapi
guys, ada tapinya nih. 200 triliun purba
itu kan didistribusikan secara
berbeda-beda. Ada bank yang dapat lebih,
ada yang dapat lebih sedikit.
Perlakuannya juga berbeda. Kenapa?
Karena gini, tingkat nonperforming loan
kredit machet di setiap bank itu
berbeda. Yang kedua, tingkat DPK di
setiap bank itu berbeda. Yang ketiga,
cost of fund di setiap bank juga
berbeda. Yang artinya dari 200 triliun
yang disuntik sama Purbaya, lu tahu
enggak ada bank yang dirugikan? Iya loh.
Karena lu lihat sendiri kayak BRI, cost
of fund-nya itu di bawah 4%. Tapi
Purbaya kan udah minta bunganya berapa.
Gua taruh di lu bunganya 4% ya. Artinya
dia bisa jadi nombok nih. Oke. Ada juga
bank yang so-so aja. Contoh kayak BRI ya
diuntungkan tapi cuma tipis banget. Tapi
lu tahu enggak sih ada loh emiten yang
diuntungkan banget dengan injeksi 200
triliun purba. Hei menarik nih. Ternyata
ada emiten yang sangat-sangat
diuntungkan dan cuannya berkali-kali
lipat kalau dibandingkan BRI gara-gara
Purbaya injeksi 200 triliun. Nah, lu
penasaran enggak kalau kita bahas lebih
detail soal 200 triliun purbaya kalau
dibagi ke emiten yang lain siapa sih
sebetulnya yang benar-benar diuntungkan?
Kalau penasaran, yuk segera join di
membership YouTube-nya Benix dengan klik
link di bawah ini atau scan QR code di
situ karena kita bakal bahas lebih
detail buat teman-teman yang memang
punya minat dan ketertarikan buat
belajar investasi di dunia saham
Indonesia itu seperti apa. Jadi, kita
bakal bahas tuh dana 200 triliun
purbaya. Jadi kayak apa sih sebetulnya
di emiten-emiten IASG? Atau kalau lu
setuju kita bahas di YouTube yang buat
publik ini aja, boleh juga lu segera
like saja video ini. Begitu mencapai
24.000 likes dalam 24 jam kita langsung
posting detik itu juga emiten yang
diuntungkan dari 200 triliun purbaya.
Oke, guys. Tunggu apaagi? Segera like
video ini dan jangan lupa subscribe
channel Benix atau buruan daftar di
membership YouTube Benix. Sampai ketemu
ya di membership YouTube Benix. Semoga
video ini bermanfaat. Salam sehat, salam
cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:26 UTC
Categories
Manage