Tahun 2030 Akan Mengubah Segalanya! Ini 5 Hal Yang WAJIB LO LAKUKAN Sekarang!
Tqm39HP_hfs • 2025-10-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau kamu pikir perekonomian dunia bakal segera kembali normal, Guys, kamu bakalan kecewa. Kok bisa? Ya, karena menuju tahun 2030 dunia bakal berubah lebih cepat, Guys. Dan jauh lebih cepat dibanding yang kamu kira. Mulai dari harga-harga kebutuhan pokok yang udah pasti makin lama makin mahal, naik tinggi, pekerjaan, lapangan kerja makin enggak pasti, teknologi mulai menggantikan manusia. Ya udah ada AI, robot dan itu bakal makin masif penggunaannya. Dan yang terakhir, krisis global itu bisa datang kapan saja, Guys. Dunia betul-betul berada dalam tipping point nih. Dan krisis ini bisa datang dari mana aja loh. Mulai dari perang dan lu sudah lihat perang ada di mana-mana. Di Timur Tengah, di Eropa, di Asia. Lalu ada perubahan iklim. Es dikutub utara makin mencair, global warming di mana-mana, gagal panen di mana-mana. Dan bisa juga dari utang negara yang semakin menumpuk. Ini kita bukan bicara soal Indonesia loh. Kita bicara soal di seluruh dunia. Di Eropa, di Jepang, di Amerika Serikat sekalipun utangnya itu makin lama makin gila, Guys. Dan kita lihat ya, bursa effectf di Amerika betul-betul udah bubble dan ini bisa menciptakan the next global crisis. So, pertanyaannya cuma satu nih, Guys. Lu udah siap belum untuk menghadapi dunia yang semakin tidak pasti ini? So, kalau lu belum siap, lu jangan khawatir. Karena hari ini gua kasih lu lima cara ya yang sangat-sangat realistis yang bisa bantu lu bertahan dan bahkan bisa bertumbuh jauh lebih baik lagi menyambut tahun 2030. Yang pertama ya, lu itu harus benar-benar paham, mau mengerti, mau peduli, mau betul-betul memahami, mempelajari arah dunia ini mau ke mana. Kalau lu udah tahu arah dunia ini ke mana, lu juga makin gampang mau mengetahui arah ekonomi itu seperti apa, ke arah mana. Makanya penting banget lu buat tahu ini. Kalau enggak lu jadi buta ekonomi. Memang lu tuh enggak bisa menentukan berapa sih suku bunga Bank Indonesia, berapa sih orang-orang yang korupsi di Indonesia. Lu enggak bisa, lu enggak bisa tahu itu. Dan lu juga enggak bisa mengatur supaya, "Eh, lu tolong dong berhenti korupsi." Enggak bisa. Eh, lu tolong berhenti dong jadi orang gila. Lu kok menteri bego banget. Gak bisa juga itu di beyond your control lah. Tapi satu hal yang pasti, Guys. Kenapa ini penting buat lu ketahui? Ya, karena lu memang tidak bisa mengatur nih lautan dunia politik, geopolitik, ekonomi bisnis ini yang betul-betul luar biasa perubahannya. Lu enggak bisa ngatur ombaknya seperti apa, arahnya ke mana. Enggak bisa. Tapi ada satu hal yang bisa lu lakukan. Lu belajar cara mengarungi lautan itu, cara melewati ombak itu, cara berenang di atas arus itu. Itu bisa lu lakukan. Karena kenapa? Lu sebagai investor, lu sebagai pengusaha atau lu sebagai profesional harus belajar beradaptasi. Seperti apa badainya, seperti apa ombaknya, seperti apa arusnya, lu harus bisa belajar berenang di situ. Ingat ya, mindset ini penting supaya lu bisa jadi pemenang, bukan cuma bertahan. Contohnya apa? Kalau kita terapkan di dunia nyata. Pertama, lu udah lihat nih, lu udah lihat ngerti lihat arah dunia ini trennya ke energi hijau. Berarti lu bisa persiapkan keahlian lu, keilmuan lu, investasi lu ke dunia yang berhubungan dengan energi hijau. Contohnya pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga air, bisnis baterai, bisnis kendaraan listrik, bisnis daur ulang. Ya, kita udah cuan di situ udah banyak banget. Lu udah tahulah investasi gua ke arah mana. Yang kedua, contoh nyata lagi, lu tahu ya ekonomi digital lagi tumbuh. Jadi, lu bisa ambil peluang di sana. Contoh, lu bisa buka bisnis online, lu bisa jual jasa digital, oh itu macam-macam lah. Jasa menggambar, bikin animasi, bikin kartu nama, bikin company profile, bikin website dan lain sebagainya. Lalu lu juga bisa jadi misalkan contonent kator itu salah satu ekonomi digital. Terus yang ketiga ya lu juga paham karena lu lihat arah dunia ke mana, lu bisa lihat juga arah ekonomi ke arah apa. Lu sudah lihat dunia ini makin menuju deglobalisasi, makin berpikir ke dalam, bukan berpikir keluar. Nah, ini lu jugaak bisa ambil peluang di sini. Artinya apa? Ya, contoh kayak Indonesia ada Local Pride pengin belanja barang-barang produksi made in Indonesia. Lu bisa manfaatkan itu dengan apa? Lu bisa berfokus memproduksi barang-barang produk lokal. Yang ketiga, ya contohnya gitu. Kalau lu sudah paham arah dunia dan lu enggak buta ekonomi, lu juga bisa ambil keuntungan dengan cara apa? Memahami bahwa arah dunia ini menuju deglobalisasi. Artinya mereka udah anti nih lebih fokus ke dalam negeri. Jadi sini lu bisa fokus memproduksi barang-barang kebutuhan domestik, barang-barang produksi lokal atau ya lu memproduksi barang-barang substitusi, barang impor. Oh, Indonesia tadinya hobinya impor tepung terigu. Gimana kita bikin substitusinya dong? bikin barang-barang produksi lokal gluten free, tepung-tepung yang gluten free, roti yang gluten free supaya kita enggak impor lagi tepung turigo. Soalnya kalau lu pikir-pikir, ada banyak kok produksi tepung lokal yang bisa dipakai sebagai pengganti tepung gandum, tepung terigu yang mengandung gluten dan bahaya buat lu dan bayi lu. Itu ide bagus ya? Iya, banyak. Indonesia punya beras bikin tepung beras. Indonesia punya banyak singkong bikin tepung singkong. Indonesia punya banyak jagung, bikin tepung jagung. Indonesia punya banyak pisang, bikin tepung pisang. Lu bisa lakukan itu dan itu produk yang jauh lebih sehat dibanding mengandalkan barang-barang tepung gandum, tepung terigu yang kandungan pestisidanya begitu banyak dan berbahaya buat lu. Nah, ini ide yang menarik buat lu. Terus gimana dong cara merealisasikannya supaya lu bisa memanfaatkan momen itu, supaya lu bisa belajar berenang di arus itu? Yang pertama, lu itu harus memperhatikan apa yang lu lihat dan lu dengar. Jadi, fokuslah menonton atau membaca. Cari sumber berita dari kanal-kanal yang berdasarkan data dan ekonomi yang faktual. Bukan channel gosip, channel lucu-lucuan channel goyang-goyang tok. No, enggak, enggak, enggak. Lu fokuslah cari informasi yang jelas dari YouTuber yang jelas yang selalu pakai data lah bicaranya. Bukan gosip, bukan rumor. Ada begitu banyak kok sumber berita, platform, website, maupun channel YouTube ya yang memproduksi berita yang berkualitas. Ya, contohnya channel Benix ini kita selalu bicara pakai data, bukan asumsi, bukan katanya si anu, enggak pakai data aja based on data. Jadi, lu bisa mengambil keputusan investasi, keputusan ekonomi yang jelas. Yang kedua, lu harus mau peduli, harus mau mempelajari konsep dasar ekonomi. Apa itu? Hukum supply and demand, nilai tukar rupiah, dolar atau kalau lu suka ekspor impor dari Cina, Yan, dan yang terakhir, suku bunga Bank Indonesia. Lu percaya enggak percaya? Nasib lu ditentukan oleh Bank Indonesia. Kenapa? Ya nantilah kita bahas. Karena itu berhubungan dengan inflasi. Percuma gaji lu naik, percuma penghasilan lu bertambah kalau nilai inflasi jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji lu atau penghasilan lu. Oh, berarti ada hubungannya. Ada sangat jelas. Dan ini juga percuma juga. Misalkan lu deposito bunganya 10%, lu merasa senang nah bunga tinggi enggak. Lu juga harus sedih sebagai pelaku usaha. Artinya kalau lu kredit ke bank udah pasti bunganya lebih tinggi dibanding bunga deposito lu. Mungkin bisa sampai 15 20%. Bisa lu buka usaha dengan bunga 15 20%. Gua rasa enggak. Ujung-ujungnya apa? Perekonomian makin berat. Jadi, lu harus mau care, peduli soal suku bunga di Indonesia seperti apa, ya. Yang ketiga, lu harus mau membuat jurnal kecil. Contohnya nih kayak di gua, gua melihat situasi tentang El Nino. Ini 2 tahun yang lalu gua udah pernah bikin videonya. Oh, El Nino di Afrika akan banyak merusak tanaman Kakau yang ada di Ghana, yang ada di Ivoric Coast. Ini Pantai Gading. Pasti ini berimplikasi ke harga kakau di dunia. Makanya lu jangan kaget ketika kemudian tahun lalu banyak petani coklat di Indonesia mendadak kayak raya. Zaman dulu harga coklat cuma R30.000 sekilo. Sekarang bahkan ada yang Rp150.000 sekilo. Jadi dari situ lu bisa lihat, oh ternyata apa yang terjadi di Afrika bisa berdampak ke Indonesia. Jadi mulai belajar bikin jurnal kecil. Jurnal kecil itu isinya apa? Oh, apa sih perubahan dunia minggu ini? Lu harus sudah mulai mau belajar membuat jurnal kecil. Gua lakukan itu. Gua catat, gua taruh di kantong. Apa sih perubahan yang terjadi di dunia minggu ini dan dampaknya buat gua apa? Makanya lu jangan heran kayak gua misalkan bisa cuan ribuan pers karena ada Ever Grande nyangkut di terusan Suest ternyata berdampak ke sini kita tambah cuan. Hmm, itulah situasinya. Ternyata apa yang terjadi di belahan dunia lain itu bisa berdampak ke Indonesia atau Starbucks. Starbucks makin nyungsep di dunia. Makin banyak toko-toko yang bangkrut punya Starbucks. PHK massal di Starbucks. Tapi di China kompetitornya malah naik tinggi. Kenapa lakin coffee naik tinggi? Karena dia punya menu baru minum kopi pakai coconut milk atau susu kelapa. Santan itu. Santannya dari mana? Dari Indonesia. Makanya kalau lu lihat harga kelapa di Indonesia sempat naik 3 kali 4 kali lipat lebih mahal. Ternyata Starbucks collaps lakin coffee naik ada hubungannya dampaknya dengan petani kelapa yang ada di Indonesia. Wih, so lu enggak bisa tutup mata, Guys, dengan perubahan geopolitik yang ada di dunia ini karena udah pasti berpengaruh sama perekonomian lu. Dan kenapa penting? Nah, ini tujuannya, Guys. Lu harus garis bawahin bagian ini. Kenapa penting buat lu mau buka mata, mau belajar memahami arah ekonomi dunia? Ini penting supaya lu gak gampang panik. Ketika ekonomi dunia goyah, ketika ekonomi negara goyah, lu gak gampang panik karena lu udah bisa ukur itu dari satu atau 2 tahun sebelumnya. Sama kayak hari-hari ini kita untung besar nih dari saham-saham yang berhubungan dengan energi hijau, mobil listrik, dan lain sebagainya. Ya, tentu karena kita sudah investasi jauh sebelum hari ini jadi kenyataan. Atau sampai soal kerusuhan yang terjadi di bulan Agustus. Kalau lu lihat nonton video Benix, kita sudah meramalkan itu jauh-jauh hari sebelum peristiwa itu terjadi. Jadi, gua enggak panik. Enggak. Orang lain pada panik gua enggak. Udah siap malah buat tambah cuan. Kan gitu simpel. Kenapa bisa? Ya karena kita sudah mempersiapkan itu. Dan kalau lu udah bisa antisipasi itu, lu enggak gampang panik. Ketika situasi itu terjadi, lu udah tahu gimana cara menghadapinya dan bagaimana cara mengatasinya karena lu udah tahu knohow-nya, Guys. So, ini penting. Hal pertama ini memahami arah ekonomi dunia seperti apa. Yang kedua, Guys, untuk menghadapi 2030, lu udah harus mulai belajar diversifikasi sumber penghasilan lu. Jangan cuma bergantung pada satu sumber aja. Even lu mau pengusaha atau investor atau karyawan atau profesional. Karena gini, lu kalau punya satu sumber penghasilan tuh kayak jalan tol cuman satu arah. Nah, itu bahaya tuh. Begitu ditutup apa yang terjadi? Macet lu stuck. Makanya lu harus punya alternatif sumber penghasilan. Mulai dari aset yang berbeda atau sumber penghasilan yang memang betul-betul baru. Contohnya gini, lu kerja kantoran tapi lu juga punya bisnis online. Mulai dari jual jasa marketing atau jasa barang-barang digital atau lu jual makanan atau jasa yang lain lah. Jadi, lu punya beberapa sumber penghasilan tentu yang legal ya. Yang kedua, lu juga bisa belajar jadi freelancer nih. Coba-coba jadi freelancer. Lu bisa punya sumber penghasilan dari berbagai klien yang berbeda-beda. Ya, contoh misalkan lu buka jasa desain, jasa penulisan, jasa editing. Yang ketiga, misalkan lu bukan orang yang ahli digital lah. Yang ketiga, misalkan lu enggak ahli lah buat yang lainnya, lu kalian lu petani. Petani juga bisa kok mendiversifikasi sumber penghasilannya. Kalau dulu dia cuman menjual hasil pertaniannya, mungkin singkongnya, jagungnya atau berasnya, sekarang lu juga sudah mulai belajar diversifikasi. Jual apa? Lu bisa jual bibit, lu bisa jual apa, lu punya limbah-limbah organik rubah jadi POC, pupuk organik cair, lu bisa jual itu. Atau sekarang juga lagi ngetren konten edukasi tentang pertanian di TikTok. Jadi, sumber penghasilan lu ada berbagai macam, Guys. Ketika lu gagal panen, lu enggak usah takut. Sekarang lu bisa jual konten lu, lu bisa jual pupuk organik cair lu, lu bisa jual bibit yang lu ciptakan sendiri. Jadi, ada begitu banyak sumber penghasilan yang lu bisa dapatkan. apapun profesi lu, mau kerja di kantoran, mau kerja di sawah, mau kerja di kebun, semua bisa melakukan diversifikasi sumber penghasilan kalau lu mau. Tapi gimana cara merealisasikannya? Ini yang penting karena banyak orang itu punya kelebihan, punya keahlian, tapi jarang yang sadar. So, cara merealisasikannya gampang. Pertama, lu harus kenal siapa diri lu. Lu harus bisa mengidentifikasi skill yang lu bisa jual. Maksudnya lu punya skill marketing, lu punya skill desain, lu punya skill menulis. itu lu udah identifikasi skill yang lu punya, lu bisa jual itu. Karena lu sudah mengenal diri lu, lu tahu kelebihan kekurangan lu. Dari situ lu lihat gimana caranya membangun stream income yang baru. Contoh, jasa editing fotografi lu atau lu ahli bikin kerajinan atau lu bikin barang-barang seni atau lu ahli bikin konten. Jadi, itu adalah new stream of income yang lu bisa mulai eksekusi karena itu bermula dari kelebihan lu. Lu mengenal diri lu. Nah, yang ketiga, setelah lu mendiversifikasi sumber penghasilan lu, lu mulai bisa mulai belajar mversifikasi investasi lu karena ini bakal jadi sumber penghasilan lu yang baru. Contoh, misalkan lu mulai belajar investasi emas, investasi reksadana, investasi saham, investasi properti, dan lain sebagainya. Lu bisa dapat new stream of income di situ. Lu enggak perlu ikut nguli, nguli, nguli, nguli. Eh, tahu-tahu lu kan bertumbuh, lu dapat duit dari situ. Eh, tahu-tahu investasi saham lu bertumbuh, lu dapat deviden dari situ. Lu enggak usah capek-capek menjalankan gimana caranya menjalankan pelabuhan misalkan, eh lu dapat duit dari situ. Jadi, ini pelajaran buat lu bahwa ternyata eh sebentar, Guys. Sebentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys. Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung secara live baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas. Sampai ketemu di Benix Investor Group. Jadi ini pelajaran buat lu bahwa ternyata menambah sumber penghasilan bisa jadi dengan cara aktif. Misalkan ya lu tambah pekerjaan baru atau tambah bisnis baru, tapi juga bisa dengan secara lu punya kos-kosan baru, lu menyewakan kendaraan lu, lu berinvestasi di reksadana, saham atau surat utang, mereka memberikan sumber pendapatan penghasilan baru buat lu. So, dengan metode ini, Guys, diversifikasi sumber penghasilan, diversifikasi aset yang ujung-ujungnya produktif, ya, harus produktif aset yang lu invest. ini bisa menambah sumber penghasilan lu. Tadinya cuman satu, sekarang lu punya dua dan tiga. Oh, gua dapat keuntungan. Misalkan dari bunga bank, gua dapat keuntungan dari sukuk, dapat keuntungan dari hasil reksadana, dari hasil saham, dari hasil emas, dari hasil tabungan dan lain sebagainya, dari hasil kos-kosan bahkan. Jadi, lu bisa mendiversifikasi sumber penghasilanmu. So, kalau ada satu sumber penghasilanmu yang turun, mungkin dagang online-emu, mungkin gajianmu, mungkin bonusanmu, mungkin hasil investasi di sahammu, masih ada dua sampai tiga lagi nih sumber penghasilan lain yang bisa menyokong, menambah perekonomian kamu. So, penting buat kalian mulai belajar mendiversifikasi sumber penghasilan, termasuk mendiversifikasi aset yang produktif sehingga bisa menambah new stream of income buat kamu sendiri. Wajib ini, Guys. Wajib lu segera lakukan ini. Yang ketiga dan ini penting, lu harus mau mulai belajar menaikkan skill lu. Investasi layar ke atas. Jangan dikit-dikit punya uang. Yang lu lakukan apa? nambah gaya hidup lu. Ingat, nambah skill lu, lu harus fokus nambah skill lu, bukan nambah gaya hidup lu. Kalau makin nambah gaya hidup lu, itu makin nambah tekanan hidup lu. Jangan lakukan itu. Paling penting nih, ya, lu jangan pernah upgrade lifestyle lu kalau lu belum naikin level skill lu, pengetahuan lu, network lu. Jangan pernah lakukan itu. Banyak orang bikin kesalahan gini ya, dia belum naikin skill-nya nih, tahu-tahu ada duit, beli motor baru, beli handphone baru, beli mobil baru. Ujung-ujungnya apa? Kecelakaan. Karena belum ada skill. Ada teman gua begitu dapat duit beli BMW 1000 cc. Apa yang terjadi? Nabrak. Hilang itu barang tambah cacat. Iya ngeri guys. Lu naikin skill lu dulu baru kemudian oh gua dari 300 cc ke 600 cc. 600 cc ke 1000 cc. Itu realitanya. Naikin skill lu dulu baru lifestyle lu. Jangan kebalik naikin lifestyle lu. Skill lu belum ada. Penting loh ilmu ini buat lu pelajari. Contoh yang relevan di dunia profesional ya. Lu belajar AI tools ini wajib. Kalau zaman dulu bisa komputer itu bisa Microsoft Word Excel udah selesai. Sekarang enggak bisa. Lu harus mau belajar skill baru yaitu AI. Ada mid journey, ada chat GPT, ada Notion AI. Nah, ini semua skill yang sangat relevan dan ini bisa menambah produktivitas kerja lu. Penting, Guys. Yang kedua, sebagai karyawan, lu harus mau belajar naikin skill leadership lu, skill komunikasi lu, skill manajemen lu. Kalau perlu ikut kursus, kursus online kek atau kursus offline kek, ikutin itu. Jadi, pas lu dapat promosi, lu siap. Ingat ya, opportunity itu datang bukan cuma buat orang yang bisa, tapi orang yang siap. Banyak orang ketika dapat promosi enggak siap, enggak ada skill-nya, akhirnya apa? Hancur banyak. Jadi opportunity itu datang kepada orang yang siap. Makanya lu siapkan diri lu supaya lu layak untuk naik kelas, layak untuk dapat promosi, layak buat naik jabatan, siapkan diri lu. Oh, oke. Dulu zaman gua ya, sebelum gua kerja di perusahaan internet terbesar di China, gua udah kursus Mandarin. Sehingga ketika gua diinterview, gua siap. Gua langsung bilang, "Tuci wapong." Gua udah siap. Kenapa? Bahkan sebelum kesempatan itu datang, gua siap karena gua udah melihat orang Cina ini bakal jadi pemimpin dunia. Sebelum dia naik menghancurkan, mengalahkan Amerika Serikat, gua udah harus siap. Walaupun gua enggak kerja di perusahaan Cina, tapi gua persiapkan diri gua sebelum kesempatan itu datang. Ketika opportunity-nya datang, gua yang pertama ada di situ. Ingat ya, lu harus punya nyali dan mau investasi. skill lu. Tambahin terus skill lu, bukan gaya hidup lu. Atau kalau lu pengusaha kecil hari-hari ini, lu harus mau belajar digital marketing, belajar ilmu internet online, TikTok, affiliate, dan segala macam. Wajib lu kuasain itu. Karena sekarang persaingan bukan cuma di dunia offline, tapi di dunia online, di dunia maya. Jadi, buat teman-teman pengusaha enggak boleh tutup mata. Harus mau ikut perkembangan zaman dan belajar perkembangan zaman. Gua kaget ya, gua ketemu pengusaha tekstil udah jadul orang yang 73 tahun. Tapi dia ngerti loh dunia affiliate. Dia ngerti loh berapa biaya komisi di Shopee di TikTok. Wih, hebat banget nih orang. Dan usahanya sampai sekarang masih survive bahkan tumbuh. Kenapa? Karena dia mau belajar soal itu. Banyak orang tutup mata soal itu. Enggak, enggak penting. Zaman gua dulu gua bisa kok jadi orang kaya cuman ngerti gimana cara memintal benang jadi kain. Mah, zaman dulu. Hari-hari ini enggak cukup. Lu harus punya skill berkaitan dengan dunia online, dunia internet, Guys. Terus gimana cara merealisasikannya? Pertama gampang. Lu bisa ikut kursus. kursus itu ada online atau offline? Online tuh ada banyak. Lu bisa ikut kursera, baca Skill Share, baca YouTube atau platform-platform lain lah. Banyak tuh di Indonesia juga yang lu bisa pakai dan lu wajib harus pakai itu karena itu cara paling gampang buat upskilling lu. Kalau di Singapura ya ini bahkan pemerintah yang subsidi loh. Buat orang-orang yang usianya di atas 50 tahun ini dikasih kursus gratis sama negara supaya lu bisa update skill. Upskilling namanya di Singapura. supaya lu ngerti gimana sih cara pakai cloud, gimana sih cara pakai AI, gimana sih digital marketing, gimana sih SEO. Tapi ya udahlah di Indonesia lu cari sendiri ilmunya, bayar juga bisa. Ini worth it buat investasi leher ke atas, bukan naikin gaya hidup lu, naikin lifestyle lu, skill lu dulu yang lu naikin. Dan yang kedua, lu harus berani bikin target buat pribadi lu. Mau lu pengusaha, karyawan, profesional, lu punya satu set target. Hei, gua harus dapat satu skill baru setiap 6 bulan sekali atau gua harus set gua dapat skill baru setiap 1 tahun sekali. Contoh kayak misalkan gua, gua punya target, gua minimal baca 60 buku dalam 1 bulan. Itu target gua. Nah, lu pun enggak usah seekstrem itu. Tapi Atil punya satu skill baru yang lu bisa punya, lu bisa kuasai setiap tahunnya ada. Misalkan skill bikin bakpau, skill masak nasi goreng, skill menjahit, skill bikin keramik, skill AI, skill digital marketing. Itu ada begitu banyak pengetahuan. Belum kita belajar bahasa, bahasa pemrograman, bahasa mesin, bahasa C, bahasa B, bahasa Inggris, bahasa Mandarin. Hm. Ada begitu banyak loh ilmu yang menanti ya buat lu download, buat lu kuasai ya. Yang ketiga, lu udah harus mulai belajar menggunakan waktu santai lu seperti waktu misalkan. Kalau udah ada waktu luang, gunakan itu buat upskilling. Gunakan itu untuk belajar hal baru. Gunakan itu buat latihan. Bukan cuma scroll-scroll medsos. Kalau zaman dulu gua ya karena gua namanya juga gua dulu karyawan ya. Gua belajar kursus Mandarin, gua belajar kursus bahasa pemrograman. Itu cuman bisa gua lakukan di waktu weekend. Jadi Senin sampai Jumat gua kerja sampai jam 11.00 malam 12.00 semalam di kantor gua swasta weekend apa yang gua lakukan? Gua upskilling, gua belajar desain, gua belajar bahasa pemrograman, gua belajar bahasa Mandarin dan lain sebagainya. Itu yang gua harus lakukan karena gua mau upgrade ilmu gua dan ini gua lakukan dari ketika umur gua masih 20-an tahun, Guys. Yang keempat dan ini penting, lu cari mentor atau lu cari komunitas supaya ketika lu mau belajar lu itu enggak sendirian. Ya, contoh di sekolah Sambenix, kita belajar gimana cara mengidentifikasi saham-saham yang menarik atau zaman gua dulu gua maup skilling, belajar bahasa Inggris, gua ikut komunitas namanya toast master. Mau gua di Indonesia, mau gua di Belanda, waktu itu gua ikut juga komunitas TOSM yang ada di situ. Jadi, gua ada komunitas tuh buat sama-sama upskilling. Gimana caranya kita bisa meningkatkan skill bahasa Inggris kita. Realitanya gua ikutin itu. Iya, Guys. Dan kenapa penting lu lakukan ini? Ada tujuannya. Ingat ya, tujuan kita 2030. Ketika dunia itu berubah, lu itu tetap relevan dengan zaman karena lu mengikuti perkembangan teknologi. Jadi, penting buat lu untuk tidak jalan di tempat. Karena kalau lu jalan di tempat atau ketika lu berhenti, kiri kanan lu udah lebih maju mengikuti perkembangan zaman. Lu zaman dulu ingat enggak? Kita itu pernah dibilang pintar banget sama generasi yang lebih tua dari kita karena kita bisa pakai laptop, karena kita bisa pakai Windows. Mereka bilang itu hal yang amazing. Sama juga 10 tahun lagi dari sekarang kalau lu enggak belajar menggunakan AI, lu bakal dibilang dinosaurus lu. Zaman batu lu, purbakala kampungan loh. Sama seperti kita hari-hari ini. Kita melihat orang tua kita enggak bisa pakai email kok kampungan. Tapi lu sebentar lagi juga bakal dibilang kampungan. ketika lu enggak bisa pakai skill AI, jangan sampai lu dibilang enggak relevan dengan zaman, Guys. Yang keempat, lu harus segera membangun ketahanan mental dan ketahanan finansial. Kenapa? Karena ketika krisis terjadi, kalau lu tidak punya ketahanan finansial, lu tidak punya ketahanan mental, dompet lu enggak bisa bertahan dan psikologis lu enggak bisa bertahan, krisis sekecil ataupun sebesar apapun bakal bikin lu tumbang. Dan ini penting ya, ketahanan mental karena ini psikologis. Banyak orang yang ketika dia colollaps bangkrut itu jadi gila. Kenapa? Karena dia mempertahankan segala sesuatu dalam bentuk duit doang. Dia tidak belajar membangun pertahanan mental, pertahanan psikologis untuk siap menghadapi bahaya, siap menghadapi situasi yang sulit. Makanya ini penting dua hal ini, ketahanan finansial dan ketahanan mental. Contoh yang paling gampang, kalau lu karyawan atau pengusaha mulai belajar membangun dana darurat 6 bulan sampai 12 bulan ke depan. Kalau usaha gua bangkrut, kalau gua dipecat at least selama 6 sampai 12 bulan ke depan, gua ggak usah worry, gua gak usah ngemiss di jalan, gua enggak usah panik kalau di PHK. Jadi itu lu penting untuk belajar membangun mentalitas yang kuat dengan membangun dana darurat. Dana darurat yang ideal berapa ya? 6 sampai 12 bulan ke depan. Kalau lu enggak digaji, kalau tiba-tiba usaha lu bangkrut, kalau tiba-tiba pabrik lu kena meteor, lu tetap bisa mempertahankan gaya hidup lu. Oh, anak gua sekolah internasional. Oh, gua beli bensin R juta per minggu. Oh, gua punya pengeluaran 20 juta per bulan, lu tetap bisa pertahankan itu selama 6 sampai 12 bulan ke depan. Itu namanya dana darurat. Ketika sumber penghasilan lu hilang, lu masih bisa bertahan. Penting buat lu mempersiapkan ini. Kalau enggak apa, lu bakal mudah panik. Waduh, gaji gua bakal habis bulan depan karena gua di PHK. Gua harus makan apa? Anak gua minum susu dari mana duitnya? Gua bayar cicilan rumah pakai apa? Uh, bahaya, Guys. Makanya jangan. Lu harus catat perlu ngeluarin setiap bulan berapa. Siapkan dana darurat. Jangan pernah lu sentuh dana darurat itu. At least keep it that way. Dan dia harus cukup untuk cover kebutuhan lu 6 sampai 12 bulan ke depan. Harapannya lu bakal dapat pekerjaan baru dalam 6 sampai 12 bulan ke depan. Itu pentingnya dana darurat supaya lu tidak panik. Kalau lu panik yang lalu lu lakukan apa? Contoh di dunia saham lu akan jual saham-saham lu yang sebetulnya belum waktunya untuk dipanen, belum waktunya untuk dijual. Tapi lu terdesak, lu terpaksa jual tanah lu, jual rumah lu, jual harga diri lu. Jangan lakukan itu, Guys. Segera siapkan dana darurat. Terus gimana kalau lu belum punya dana darurat? Lu harus mulai belajar hidup sederhana, belajar saving, belajar menyimpan. Meskipun gaji lu enggak naik, ya lu harus mau sacrifice. Belajar menyimpan, menyisihkan gaji lu untuk investasi. Itu yang masuk ke dana darurat lu. Jangan kasih makan gaya hidup lu terus. Kalau ah ganti handphone tiap hari, tiap tahun enggak penting ganti laptop, enggak penting. Bahkan gua enggak ada laptop nih hari ini. Kenapa? Laptop gua rusak. Pilihannya apa? Gua buang, beli baru atau servis? Apa yang gua lakukan? Servis. Selesai. So, what? Kenapa emang ya masih bisa dipakai? Terus gimana caranya juga supaya lu tetap sehat secara mental? Lu harus punya fisik yang siap. Jadi mulai investasi. Lakukan apa? Olahraga. Olahraga gratis. Lu tinggal lari-lari di komplek lu. Gratis kok bisa lu lakukan itu enggak perlu jadi member gym. Lu punya tidur yang cukup. Lu belajar bermeditasi, lu berdoa. Jadi lu secara spiritual, secara fisik, secara mental lu itu siap. Jadi lu enggak stres kalau tiba-tiba lu baca berita. Lu enggak stres kalau tiap hari kerja keras juga enggak. Lu harus belajar membangun fisik lu, mental lu. Karena di belakang tubuh yang sehat itu ada jiwa yang kuat, Guys. Jadi, dua-dua hal ini penting buat lu jaga. Terus gimana, Pak, cara merealisasikannya supaya kita bisa membangun pertahanan keempat, pertahanan finansial, dan mental ini yang pertama gampang. Lu harus catat pengeluaran bulanan lu. Bikin financial tracker, banyak aplikasinya atau bikin Excel atau lu tulis tangan kayak gua. Gua tahu pengeluaran gua setiap bulan berapa. buat bayar internet, buat bayar karyawan, buat bayar mobil, buat bayar kebun dan lain-lain wajib lu bikin tracker itu. Yang kedua, ya lu wajib berani potong penghasilan lu setiap bulan minimal 15% buat dana darurat itu, buat investasi itu yang lu enggak akan pernah sentuh. Lu beli emas jangan pernah sentuh, lu deposito jangan pernah lu tarik. Ini buat dana darurat nih. Soalnya nih yang ada lu harusnya top up terus, top up terus, top up terus. Jadi harus berani sisihkan penghasilan lu setiap bulan untuk hasil investasi yang lu tidak akan sentuh itu. Uang dingin tuh. Yang ketiga, belajar menghindari gaya hidup yang konsumtif, yang impulsif. Oh, hari ini diskon 88, diskon 80%, oh besok diskon 1010, besok diskon 12. Enggak, udah, udah, udah enggak penting. Ujung-ujungnya lu beli barang yang lu enggak bakal pernah pakai juga. Jadi hindari belanja-belanja yang konsumtif, yang impulsif itu. Jangan. Belilah barang yang lu butuhkan, bukan yang lu inginkan. Ingat, hanya beli barang yang lu butuhkan. penting ini, Guys. Kalau enggak, lu enggak bisa belajar mengelola kesehatan finansial lu. Dan ini artinya lu harus bisa melakukan yang keempat. Apa? Melatih kesabaran. Apa yang keempat? Yaitu melatih kesabaran mulai dari hal-hal yang kecil, latih kesabaran lu supaya lu enggak impulsif, supaya lu enggak konsumtif. Contoh, lu belajar bangun pagi konsisten, belajar merapikan tempat tidur lu setiap pagi, belajar menyisihkan penghasilan, belajar berhemat, belajar untuk masak sendiri dan lain sebagainya. yang sebetulnya lu bisa lakukan itu. Bahkan ada teman gua ya punya penghasilan itu di atasi R juta per bulan. Lu tahu dia itu enggak mau makan di luar. Dia itu selalu masak sendiri. Masak buat istrinya, masak buat anaknya. Dia punya dua. Kenapa? Karena lebih sehat dan lebih hemat. Lu bayangin nih orang punya penghasilan hampir Rp100 juta loh setiap bulan, tapi dia enggak mau makan di luar. Dia maunya dia yang masak sendiri. Hebat enggak? Nah, kalau udah lakukan ini, lu punya pertahanan mental dan finansial yang tepat, yang kuat, percayalah mau seperti apapun perekonomian dunia, lu enggak bakal goyah, lu enggak bakal panik, lu enggak bakal anxiety. No, no, no, no, no. Lu bakal selalu tetap tenang, lu tetap fokus, dan lu tidak akan goyah dalam situasi apapun, Guys. Lakukanlah hal ini, Guys. Karena lu punya ruang buat bernafas, buat berpikir secara clear. Hei, 3 bulan lagi seperti apa? He, 9 bulan lagi seperti apa? He, 2 tahun lagi seperti apa? Lu punya ruang buat berpikir dan bernafas. Di sini lu bisa mengambil keputusan yang logik, bukan keputusan yang panik karena lu tidak siap. Nah, ini yang kelima. Ini paling penting. Lu harus mulai mau belajar membangun jaringan dan belajar berkolaborasi. Karena lu ingat ya, di dunia sekarang yang serba cepat, yang bertahan itu bukan yang kuat. Yang bertahan itu yang punya koneksi dan bisa berkolaborasi. Contoh paling gampang gini. Lu harus bayangkan ya, dunia 1 juta tahun yang lalu ya, lu kalau mau bertahan hidup ya itu lu harus paling kuat karena lu berantem sama T-Rex sama Raptor buat bertahan hidup. Kalau lu mau makan, lu berburu karena lu enggak macul-macul, enggak ada pupuk saat itu. Lu harus bisa yang larinya paling cepat kalau enggak lu dimakan sama predator. Jadi yang bertahan hanya orang yang paling cepat dan paling kuat. Itu 1 juta tahun yang lalu. Sekarang zaman udah berubah, Guys. Lu enggak perlu punya kaki yang cepat buat lari lolos dari terkaman harimau atau raptor. Enggak. yang sekarang diperlukan adalah skill nih buat berjejaring, buat berkoneksi, buat berkolaborasi. Ingat, bukan yang paling cepat dan yang paling kuat yang bakal bertahan, tapi yang paling berkoneksi. Contoh, misalkan freelancer ya, bergabung sama komunitas, lu dapat kenalan atau di dunia pertanian orang yang bergabung di gapoktan atau di koperasi mereka punya akses ke pupuk subsidi atau bantuan traktor dari pemerintah karena gabung komunitas. Penting tuh. Yang kedua, misalkan lu UMKM, bergabunglah sama komunitas-komunitas influencer. Jadi, lu bisa dapat kesempatan terekspos produk lu. Atau ketiga, ini gua lakukan nih dulu pas gua masih jadi karyawan ya, aktif di Linkin, aktif berjejaring sehingga lu dapat peluang kerja komunitas, sehingga lu dapat peluang kerja yang lebih baik lagi. Ah, ini dilakukan dan gua lakukan ini. Terus gimana sih cara yang paling benar buat merealisasikan semua ini supaya lu bisa punya koneksi, supaya lu bisa berkolaborasi? Yang pertama, mulai belajar membangun komunitas lu. Komunitas yang bukan yang enggak masih gede, komunitas yang kecil aja. Mau online atau offline. Lu hobi apa? Lu hobi pedalle, lu hobi berenang, lu hobi panjat tiang listrik atau apa, bikin komunitas lu sendiri. Wajib lu punya komunitas. Kalau lu enggak punya komunitas, lu bukan manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial. Lebih baik lu mulai hari ini packing, pindah, tinggal di goa lu. Seumur hidup bertapa di situ. Tapi kan enggak. Lu kan manusia, lu wajib mau berkomunitas karena lu makhluk sosial. Kalau lu enggak bisa lakukan itu gimana? Gampang. Lu lebih sering datang ke event, seminar, atau acara-acara diskusi publik. Contohnya kayak Benix, kita bakal bikin acara offline talk show nih di Bintaro. [Musik] Jadi, lu bukan cuma nongkrong-nongkrong doang. Lu bisa di situ saling berkolaborasi ngobrol sama teman-teman yang bakal datang ke acara itu di Bintaro, Guys. Nah, yang ketiga, lu jangan pelit bantu orang lain lah. Jangan. Karena reputasi lu tuh dibangun dari kepercayaan ya, bukan dari jumlah followers lu atau subscriber lu. Enggak, enggak. Reputasi itu ada dari trust. Banyak orang suka menyalahgunakan followernya. Jadi dia lakukan itu buat pom-pom saham misalkan atau beli krypto tipu-tipu segala macam. Enggak, enggak, enggak, jangan. Reputasi itu dibangun selama bertahun-tahun. Jadi, lu jangan salah gunakan itu dan lu ketika sudah punya itu, lu ada punya tanggung jawab sebenarnya buat bantu orang lain. Contoh misalkan yang kita lakukan karena gua di dunia investasi ya, banyak teman-teman tuh yang kirim inbox ke gua ada peluang bisnis ini. Kita lakukan investasi. Kita banyak lakukan investasi. Ada di Kalimantan, ada di Sumatera, ada di Makassar, ada bahkan sampai sejauh Papua ya kita lakukan itu buat teman-teman yang pengin naik kelas, naik level lagi ya. Itu yang dilakukan oleh Benix. Nah, itu juga lu bisa lakukan itu tanpa lu menjadi orang kaya pun lu juga bisa bantu orang lain. Kalau ada UMKM yang perlu bantuan, kita belanja dari situ. Rutin kita lakukan belanja. Bahkan orang hutan aja kita rutin kasih makan, Guys. Lu mungkin enggak tahu. Tapi kita pemberi makan orang hutan terbesar di Kalimantan Tengah. Free kita kasih bertonton jumlahnya setiap bulan. Dampaknya apa? Apa gua gua harapkan timbal balik dari situ? Enggak. Tapi memang ada keuntungan yang lain gua dapatkan. Ada ya? Ada secara enggak langsung ya orang-orang bule. Jadi lebih kenal sama Benix bahkan dibanding orang lokal sendiri. Orang lokal enggak ada yang tahu Benix itu sering kasih makan orang hutan. Tapi reputasi kita di luar negeri, di Jerman, di Singapura ya luar biasa populer. Tapi itu yang penting. Kenapa? Karena ya lu berbuat baik itu enggak salah dan enggak pernah salah kalau lu mau berbuat baik. Dan yang terakhir ya lu harus mau menggunakan media sosial. Bukan cuman buat is tapi juga buat value sharing kayak kita ya ketika gua pertama kali buka YouTube ini tujuannya ya cuma buat sharing edukasi ya pengalaman perjalanan investasi benix itu aja mur nih bahkan ketika pertama kali kita bikin YouTube lu kalau masih ingat ya konten kita itu bisa berjam-jam guys 3 jam 4 jam cuma pakai webcam ngomong sharing aja perjalanan investasi gua seperti apa, gua beli saham ini karena apa, manajemen perusahaan ini seperti apa. Ya itu tempat lu sharing value itu. Dan ternyata ya insight yang gua berikan itu jadi value buat teman-teman yang lain, investor yang lain. Banyak yang terbantu dengan insight yang gua berikan, edukasi yang gua berikan. Dan ujung-ujungnya ya ini men-support banyak ya investor-investor lokal di tanah air. Dan ujung-ujungnya network kita juga jadi makin banyak. Orang juga ngasih tahu, "Om Ben, jangan beli perusahaan ini, ternyata orangnya begini, Om Ben, perusahaan ini berbahaya lu kari." Saling sharing. Jadi di situ ya saling give and take informasi, insight, network. Dan ini penting, Guys. Mau profesi lu, karyawan, profesional, pengusaha, penting untuk mau berbagi, berjejaring, berkoneksi, dan berkolaborasi. Itu penting di era ini. Ingat ya, bukan yang paling cepat, bukan yang paling hebat yang menang. Enggak. Itu El Dinosaurus sudah lewat. Sekarang adalah yang paling mau berjejaring, berkoneksi, dan berkolaborasi. Itu yang bakal survive. So, penting mulai dari sekarang lu mulai berjejaring, bangun network dengan orang-orang yang nyata, bukan tukang tipu. Ya, jangan. Karena ketika situasi sulit datang, lu bisa saling bantu. Ingat, dunia makin gak pasti. Makanya mulai dari sekarang lu bikin network yang kuat. Ini bakal jadi support sistem lu. Seringkiali ini bukan keluarga yang dekat atau teman dekat, enggak. Malah dari yang gua lihat-lihat justru malah orang yang enggak ada hubungan darah sebetulnya yang bisa jauh lebih berperan dalam membantu perkembangan diri lu. And that's ok. Yang penting apa tadi ya? Kalau lu udah sendiri udah solid, lu punya pilar yang kuat, pondasi yang kuat, ya ketika situasi enggak menentu, lu juga harapannya juga bisa membantu orang lain juga. Gua ada sedikit saran ya buat bagian ini. Lu jangan sering dan jangan terlalu sering ya memberikan bantuan itu kepada orang yang berkecukupan atau yang kaya atau yang sangat kaya. Banyak orang penginnya berjejaring atau makan dengan orang yang lebih hebat, lebih kaya dari dia. Ya, itu bagus juga buat nambahin value lu. Tapi ada kalanya ya, bagus lu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memberikan itu lagi. Karena kalau lu traktik orang misalkan bayar R2 juta makan di restoran, kalau di orangnya kaya dia punya kemampuan buat membalas jasa lu. Akan jauh lebih baik ya kalau lu memberikan itu kepada orang yang tidak punya kemampuan untuk memberikan kebalikannya. Dan ya ini dan ini penting guys punya skill untuk berjejaring. Karena apapun usaha lu, apapun kegiatan lu, apapun profesimu, mau pengacara, dokter, suster, penjahit, bahkan tukang tato artis sekalipun, penting banget lu punya network. Penting banget lu bikin jaringan lu sendiri. Karena faktanya ya, gua enggak pernah lihat sih ada orang yang bisa berhasil sukses besar karena dia maju sendiri. Enggak. Selalu pasti ada support system di sekelilingnya dia pasti. Kenapa ini penting, Guys? Karena ada pepatah bilang begini, kalau lu pengen jalan cepat, lu jalan sendirian. Gua udah buktikan kok cepat kok kalau lu sendiri itu bisa cepat gesit. Tapi kalau pengin jalan jauh lu harus jalan bersama-sama. Nah, filosofi ini menekankan bahwa kemandirian itu bagus karena dia bisa memungkinkan lu mendapatkan kecepatan. Tetapi kolaborasi itu mendorong keberlanjutan sustainability dan dia bakal membantu lu untuk memperoleh pencapaian tujuan yang lebih besar lagi. Jadi kalau lu punya visi misi besar ya mau enggak mau lu harus sama-sama. Lu harus koraboratif. Tapi kalau lu cuma pengin cepat ya sendiri. Nah, lu yang tentukan sendiri sih lu mau yang seperti apa. Kalau menurut gua yang paling penting itu sustainability sih, keberlanjutan. Dan kalau lu pengen mewild something that last, berarti lu harus ada koneksi. Mulai belajar bangun skill sosial, mulai belajar bangun network, mulai belajar berjejaring. So, satu yang pas si guys, dunia menuju tahun 2030 pasti tambah sulit, tambah challenging. Dia tidak akan tambah mudah. Dan memang dunia harusnya seperti itu. Harus semakin menantang. Tapi ini bukan berarti lu harus takut, Guys. Yang lu perlukan, lu cuma harus siap. So, be ready for that. 2030 is coming. Don't be afraid. Just get ready, Guys. Dan yang paling penting, Guys, dari lima jurus yang gua ajarin tadi, yang gua kasih tahu sama lu tadi, mana yang menurut lu paling penting dari kelima hal yang tadi dan mana yang udah lu mulai lakukan mulai saat ini. Dan kita jujur-jujuran aja nih, dari lima hal tadi, mana hal yang paling pengen lu kuasai sebelum tahun 2030 datang? Segera tulis ya saran dan komentar kalian, masukan kalian, tanggapan kalian di kolom komentar di bawah ini. Dan yang paling penting segelas share video ini ke orang-orang terdekat kamu. Jangan lupa subscribe sekarang juga. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories