Tahun 2030 Akan Mengubah Segalanya! Ini 5 Hal Yang WAJIB LO LAKUKAN Sekarang!
Tqm39HP_hfs • 2025-10-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau kamu pikir perekonomian dunia
bakal segera kembali normal, Guys, kamu
bakalan kecewa. Kok bisa? Ya, karena
menuju tahun 2030 dunia bakal berubah
lebih cepat, Guys. Dan jauh lebih cepat
dibanding yang kamu kira. Mulai dari
harga-harga kebutuhan pokok yang udah
pasti makin lama makin mahal, naik
tinggi, pekerjaan, lapangan kerja makin
enggak pasti, teknologi mulai
menggantikan manusia. Ya udah ada AI,
robot dan itu bakal makin masif
penggunaannya. Dan yang terakhir, krisis
global itu bisa datang kapan saja, Guys.
Dunia betul-betul berada dalam tipping
point nih. Dan krisis ini bisa datang
dari mana aja loh. Mulai dari perang dan
lu sudah lihat perang ada di mana-mana.
Di Timur Tengah, di Eropa, di Asia. Lalu
ada perubahan iklim. Es dikutub utara
makin mencair, global warming di
mana-mana, gagal panen di mana-mana. Dan
bisa juga dari utang negara yang semakin
menumpuk. Ini kita bukan bicara soal
Indonesia loh. Kita bicara soal di
seluruh dunia. Di Eropa, di Jepang, di
Amerika Serikat sekalipun utangnya itu
makin lama makin gila, Guys. Dan kita
lihat ya, bursa effectf di Amerika
betul-betul udah bubble dan ini bisa
menciptakan the next global crisis. So,
pertanyaannya cuma satu nih, Guys. Lu
udah siap belum untuk menghadapi dunia
yang semakin tidak pasti ini? So, kalau
lu belum siap, lu jangan khawatir.
Karena hari ini gua kasih lu lima cara
ya yang sangat-sangat realistis yang
bisa bantu lu bertahan dan bahkan bisa
bertumbuh jauh lebih baik lagi menyambut
tahun 2030. Yang pertama ya, lu itu
harus benar-benar paham, mau mengerti,
mau peduli, mau betul-betul memahami,
mempelajari arah dunia ini mau ke mana.
Kalau lu udah tahu arah dunia ini ke
mana, lu juga makin gampang mau
mengetahui arah ekonomi itu seperti apa,
ke arah mana. Makanya penting banget lu
buat tahu ini. Kalau enggak lu jadi buta
ekonomi. Memang lu tuh enggak bisa
menentukan berapa sih suku bunga Bank
Indonesia, berapa sih orang-orang yang
korupsi di Indonesia. Lu enggak bisa, lu
enggak bisa tahu itu. Dan lu juga enggak
bisa mengatur supaya, "Eh, lu tolong
dong berhenti korupsi." Enggak bisa. Eh,
lu tolong berhenti dong jadi orang gila.
Lu kok menteri bego banget. Gak bisa
juga itu di beyond your control lah.
Tapi satu hal yang pasti, Guys. Kenapa
ini penting buat lu ketahui? Ya, karena
lu memang tidak bisa mengatur nih lautan
dunia politik, geopolitik, ekonomi
bisnis ini yang betul-betul luar biasa
perubahannya. Lu enggak bisa ngatur
ombaknya seperti apa, arahnya ke mana.
Enggak bisa. Tapi ada satu hal yang bisa
lu lakukan. Lu belajar cara mengarungi
lautan itu, cara melewati ombak itu,
cara berenang di atas arus itu. Itu bisa
lu lakukan. Karena kenapa? Lu sebagai
investor, lu sebagai pengusaha atau lu
sebagai profesional harus belajar
beradaptasi. Seperti apa badainya,
seperti apa ombaknya, seperti apa
arusnya, lu harus bisa belajar berenang
di situ. Ingat ya, mindset ini penting
supaya lu bisa jadi pemenang, bukan cuma
bertahan. Contohnya apa? Kalau kita
terapkan di dunia nyata. Pertama, lu
udah lihat nih, lu udah lihat ngerti
lihat arah dunia ini trennya ke energi
hijau. Berarti lu bisa persiapkan
keahlian lu, keilmuan lu, investasi lu
ke dunia yang berhubungan dengan energi
hijau. Contohnya pembangkit listrik
tenaga matahari, pembangkit listrik
tenaga air, bisnis baterai, bisnis
kendaraan listrik, bisnis daur ulang.
Ya, kita udah cuan di situ udah banyak
banget. Lu udah tahulah investasi gua ke
arah mana. Yang kedua, contoh nyata
lagi, lu tahu ya ekonomi digital lagi
tumbuh. Jadi, lu bisa ambil peluang di
sana. Contoh, lu bisa buka bisnis
online, lu bisa jual jasa digital, oh
itu macam-macam lah. Jasa menggambar,
bikin animasi, bikin kartu nama, bikin
company profile, bikin website dan lain
sebagainya. Lalu lu juga bisa jadi
misalkan contonent kator itu salah satu
ekonomi digital. Terus yang ketiga ya lu
juga paham karena lu lihat arah dunia ke
mana, lu bisa lihat juga arah ekonomi ke
arah apa. Lu sudah lihat dunia ini makin
menuju deglobalisasi,
makin berpikir ke dalam, bukan berpikir
keluar. Nah, ini lu jugaak bisa ambil
peluang di sini. Artinya apa? Ya, contoh
kayak Indonesia ada Local Pride pengin
belanja barang-barang produksi made in
Indonesia. Lu bisa manfaatkan itu dengan
apa? Lu bisa berfokus memproduksi
barang-barang produk lokal. Yang ketiga,
ya contohnya gitu. Kalau lu sudah paham
arah dunia dan lu enggak buta ekonomi,
lu juga bisa ambil keuntungan dengan
cara apa? Memahami bahwa arah dunia ini
menuju deglobalisasi. Artinya mereka
udah anti nih lebih fokus ke dalam
negeri. Jadi sini lu bisa fokus
memproduksi barang-barang kebutuhan
domestik, barang-barang produksi lokal
atau ya lu memproduksi barang-barang
substitusi, barang impor. Oh, Indonesia
tadinya hobinya impor tepung terigu.
Gimana kita bikin substitusinya dong?
bikin barang-barang produksi lokal
gluten free, tepung-tepung yang gluten
free, roti yang gluten free supaya kita
enggak impor lagi tepung turigo. Soalnya
kalau lu pikir-pikir, ada banyak kok
produksi tepung lokal yang bisa dipakai
sebagai pengganti tepung gandum, tepung
terigu yang mengandung gluten dan bahaya
buat lu dan bayi lu. Itu ide bagus ya?
Iya, banyak. Indonesia punya beras bikin
tepung beras. Indonesia punya banyak
singkong bikin tepung singkong.
Indonesia punya banyak jagung, bikin
tepung jagung. Indonesia punya banyak
pisang, bikin tepung pisang. Lu bisa
lakukan itu dan itu produk yang jauh
lebih sehat dibanding mengandalkan
barang-barang tepung gandum, tepung
terigu yang kandungan pestisidanya
begitu banyak dan berbahaya buat lu.
Nah, ini ide yang menarik buat lu. Terus
gimana dong cara merealisasikannya
supaya lu bisa memanfaatkan momen itu,
supaya lu bisa belajar berenang di arus
itu? Yang pertama, lu itu harus
memperhatikan apa yang lu lihat dan lu
dengar. Jadi, fokuslah menonton atau
membaca. Cari sumber berita dari
kanal-kanal yang berdasarkan data dan
ekonomi yang faktual. Bukan channel
gosip, channel lucu-lucuan channel
goyang-goyang tok. No, enggak, enggak,
enggak. Lu fokuslah cari informasi yang
jelas dari YouTuber yang jelas yang
selalu pakai data lah bicaranya. Bukan
gosip, bukan rumor. Ada begitu banyak
kok sumber berita, platform, website,
maupun channel YouTube ya yang
memproduksi berita yang berkualitas. Ya,
contohnya channel Benix ini kita selalu
bicara pakai data, bukan asumsi, bukan
katanya si anu, enggak pakai data aja
based on data. Jadi, lu bisa mengambil
keputusan investasi, keputusan ekonomi
yang jelas. Yang kedua, lu harus mau
peduli, harus mau mempelajari konsep
dasar ekonomi. Apa itu? Hukum supply and
demand, nilai tukar rupiah, dolar atau
kalau lu suka ekspor impor dari Cina,
Yan, dan yang terakhir, suku bunga Bank
Indonesia. Lu percaya enggak percaya?
Nasib lu ditentukan oleh Bank Indonesia.
Kenapa? Ya nantilah kita bahas. Karena
itu berhubungan dengan inflasi. Percuma
gaji lu naik, percuma penghasilan lu
bertambah kalau nilai inflasi jauh lebih
tinggi dibandingkan kenaikan gaji lu
atau penghasilan lu. Oh, berarti ada
hubungannya. Ada sangat jelas. Dan ini
juga percuma juga. Misalkan lu deposito
bunganya 10%, lu merasa senang nah bunga
tinggi enggak. Lu juga harus sedih
sebagai pelaku usaha. Artinya kalau lu
kredit ke bank udah pasti bunganya lebih
tinggi dibanding bunga deposito lu.
Mungkin bisa sampai 15 20%. Bisa lu buka
usaha dengan bunga 15 20%. Gua rasa
enggak. Ujung-ujungnya apa? Perekonomian
makin berat. Jadi, lu harus mau care,
peduli soal suku bunga di Indonesia
seperti apa, ya. Yang ketiga, lu harus
mau membuat jurnal kecil. Contohnya nih
kayak di gua, gua melihat situasi
tentang El Nino. Ini 2 tahun yang lalu
gua udah pernah bikin videonya. Oh, El
Nino di Afrika akan banyak merusak
tanaman Kakau yang ada di Ghana, yang
ada di Ivoric Coast. Ini Pantai Gading.
Pasti ini berimplikasi ke harga kakau di
dunia. Makanya lu jangan kaget ketika
kemudian tahun lalu banyak petani coklat
di Indonesia mendadak kayak raya. Zaman
dulu harga coklat cuma R30.000 sekilo.
Sekarang bahkan ada yang Rp150.000
sekilo. Jadi dari situ lu bisa lihat, oh
ternyata apa yang terjadi di Afrika bisa
berdampak ke Indonesia. Jadi mulai
belajar bikin jurnal kecil. Jurnal kecil
itu isinya apa? Oh, apa sih perubahan
dunia minggu ini? Lu harus sudah mulai
mau belajar membuat jurnal kecil. Gua
lakukan itu. Gua catat, gua taruh di
kantong. Apa sih perubahan yang terjadi
di dunia minggu ini dan dampaknya buat
gua apa? Makanya lu jangan heran kayak
gua misalkan bisa cuan ribuan pers
karena ada Ever Grande nyangkut di
terusan Suest ternyata berdampak ke sini
kita tambah cuan. Hmm, itulah
situasinya. Ternyata apa yang terjadi di
belahan dunia lain itu bisa berdampak ke
Indonesia atau Starbucks. Starbucks
makin nyungsep di dunia. Makin banyak
toko-toko yang bangkrut punya Starbucks.
PHK massal di Starbucks. Tapi di China
kompetitornya malah naik tinggi. Kenapa
lakin coffee naik tinggi? Karena dia
punya menu baru minum kopi pakai coconut
milk atau susu kelapa. Santan itu.
Santannya dari mana? Dari Indonesia.
Makanya kalau lu lihat harga kelapa di
Indonesia sempat naik 3 kali 4 kali
lipat lebih mahal. Ternyata Starbucks
collaps lakin coffee naik ada
hubungannya dampaknya dengan petani
kelapa yang ada di Indonesia. Wih, so lu
enggak bisa tutup mata, Guys, dengan
perubahan geopolitik yang ada di dunia
ini karena udah pasti berpengaruh sama
perekonomian lu. Dan kenapa penting?
Nah, ini tujuannya, Guys. Lu harus garis
bawahin bagian ini. Kenapa penting buat
lu mau buka mata, mau belajar memahami
arah ekonomi dunia? Ini penting supaya
lu gak gampang panik. Ketika ekonomi
dunia goyah, ketika ekonomi negara
goyah, lu gak gampang panik karena lu
udah bisa ukur itu dari satu atau 2
tahun sebelumnya. Sama kayak hari-hari
ini kita untung besar nih dari
saham-saham yang berhubungan dengan
energi hijau, mobil listrik, dan lain
sebagainya. Ya, tentu karena kita sudah
investasi jauh sebelum hari ini jadi
kenyataan. Atau sampai soal kerusuhan
yang terjadi di bulan Agustus. Kalau lu
lihat nonton video Benix, kita sudah
meramalkan itu jauh-jauh hari sebelum
peristiwa itu terjadi. Jadi, gua enggak
panik. Enggak. Orang lain pada panik gua
enggak. Udah siap malah buat tambah
cuan. Kan gitu simpel. Kenapa bisa? Ya
karena kita sudah mempersiapkan itu. Dan
kalau lu udah bisa antisipasi itu, lu
enggak gampang panik. Ketika situasi itu
terjadi, lu udah tahu gimana cara
menghadapinya dan bagaimana cara
mengatasinya karena lu udah tahu
knohow-nya, Guys. So, ini penting. Hal
pertama ini memahami arah ekonomi dunia
seperti apa. Yang kedua, Guys, untuk
menghadapi 2030, lu udah harus mulai
belajar diversifikasi sumber penghasilan
lu. Jangan cuma bergantung pada satu
sumber aja. Even lu mau pengusaha atau
investor atau karyawan atau profesional.
Karena gini, lu kalau punya satu sumber
penghasilan tuh kayak jalan tol cuman
satu arah. Nah, itu bahaya tuh. Begitu
ditutup apa yang terjadi? Macet lu
stuck. Makanya lu harus punya alternatif
sumber penghasilan. Mulai dari aset yang
berbeda atau sumber penghasilan yang
memang betul-betul baru. Contohnya gini,
lu kerja kantoran tapi lu juga punya
bisnis online. Mulai dari jual jasa
marketing atau jasa barang-barang
digital atau lu jual makanan atau jasa
yang lain lah. Jadi, lu punya beberapa
sumber penghasilan tentu yang legal ya.
Yang kedua, lu juga bisa belajar jadi
freelancer nih. Coba-coba jadi
freelancer. Lu bisa punya sumber
penghasilan dari berbagai klien yang
berbeda-beda. Ya, contoh misalkan lu
buka jasa desain, jasa penulisan, jasa
editing. Yang ketiga, misalkan lu bukan
orang yang ahli digital lah. Yang
ketiga, misalkan lu enggak ahli lah buat
yang lainnya, lu kalian lu petani.
Petani juga bisa kok mendiversifikasi
sumber penghasilannya. Kalau dulu dia
cuman menjual hasil pertaniannya,
mungkin singkongnya, jagungnya atau
berasnya, sekarang lu juga sudah mulai
belajar diversifikasi. Jual apa? Lu bisa
jual bibit, lu bisa jual apa, lu punya
limbah-limbah organik rubah jadi POC,
pupuk organik cair, lu bisa jual itu.
Atau sekarang juga lagi ngetren konten
edukasi tentang pertanian di TikTok.
Jadi, sumber penghasilan lu ada berbagai
macam, Guys. Ketika lu gagal panen, lu
enggak usah takut. Sekarang lu bisa jual
konten lu, lu bisa jual pupuk organik
cair lu, lu bisa jual bibit yang lu
ciptakan sendiri. Jadi, ada begitu
banyak sumber penghasilan yang lu bisa
dapatkan. apapun profesi lu, mau kerja
di kantoran, mau kerja di sawah, mau
kerja di kebun, semua bisa melakukan
diversifikasi sumber penghasilan kalau
lu mau. Tapi gimana cara
merealisasikannya? Ini yang penting
karena banyak orang itu punya kelebihan,
punya keahlian, tapi jarang yang sadar.
So, cara merealisasikannya gampang.
Pertama, lu harus kenal siapa diri lu.
Lu harus bisa mengidentifikasi skill
yang lu bisa jual. Maksudnya lu punya
skill marketing, lu punya skill desain,
lu punya skill menulis. itu lu udah
identifikasi skill yang lu punya, lu
bisa jual itu. Karena lu sudah mengenal
diri lu, lu tahu kelebihan kekurangan
lu. Dari situ lu lihat gimana caranya
membangun stream income yang baru.
Contoh, jasa editing fotografi lu atau
lu ahli bikin kerajinan atau lu bikin
barang-barang seni atau lu ahli bikin
konten. Jadi, itu adalah new stream of
income yang lu bisa mulai eksekusi
karena itu bermula dari kelebihan lu. Lu
mengenal diri lu. Nah, yang ketiga,
setelah lu mendiversifikasi sumber
penghasilan lu, lu mulai bisa mulai
belajar mversifikasi investasi lu karena
ini bakal jadi sumber penghasilan lu
yang baru. Contoh, misalkan lu mulai
belajar investasi emas, investasi
reksadana, investasi saham, investasi
properti, dan lain sebagainya. Lu bisa
dapat new stream of income di situ. Lu
enggak perlu ikut nguli, nguli, nguli,
nguli. Eh, tahu-tahu lu kan bertumbuh,
lu dapat duit dari situ. Eh, tahu-tahu
investasi saham lu bertumbuh, lu dapat
deviden dari situ. Lu enggak usah
capek-capek menjalankan gimana caranya
menjalankan pelabuhan misalkan, eh lu
dapat duit dari situ. Jadi, ini
pelajaran buat lu bahwa ternyata eh
sebentar, Guys. Sebentar, Guys. Sebelum
kita lanjut videonya, portofolio kamu
lagi kebakaran, merah merona, semuanya
turun anjlok. Bahkan saham-saham
perbankan besar di Indonesia semuanya
masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah,
ini semua udah pernah kita bahas di
Benix Investor Group, komunitas saham
terbesar yang ada di Indonesia. So,
tunggu apalagi, Guys. Segera bergabung
di Benix Investor Group karena cuman di
sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung
secara live baik online maupun offline.
Termasuk kita sering melakukan kunjungan
site visit loh ke perusahaan-perusahaan,
ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada
di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini? Yuk,
langsung aja daftar di Benix Investor
Group melalui website yang ada di bawah
ini www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group.
Jadi ini pelajaran buat lu bahwa
ternyata menambah sumber penghasilan
bisa jadi dengan cara aktif. Misalkan ya
lu tambah pekerjaan baru atau tambah
bisnis baru, tapi juga bisa dengan
secara lu punya kos-kosan baru, lu
menyewakan kendaraan lu, lu berinvestasi
di reksadana, saham atau surat utang,
mereka memberikan sumber pendapatan
penghasilan baru buat lu. So, dengan
metode ini, Guys, diversifikasi sumber
penghasilan, diversifikasi aset yang
ujung-ujungnya produktif, ya, harus
produktif aset yang lu invest. ini bisa
menambah sumber penghasilan lu. Tadinya
cuman satu, sekarang lu punya dua dan
tiga. Oh, gua dapat keuntungan. Misalkan
dari bunga bank, gua dapat keuntungan
dari sukuk, dapat keuntungan dari hasil
reksadana, dari hasil saham, dari hasil
emas, dari hasil tabungan dan lain
sebagainya, dari hasil kos-kosan bahkan.
Jadi, lu bisa mendiversifikasi sumber
penghasilanmu. So, kalau ada satu sumber
penghasilanmu yang turun, mungkin dagang
online-emu, mungkin gajianmu, mungkin
bonusanmu, mungkin hasil investasi di
sahammu, masih ada dua sampai tiga lagi
nih sumber penghasilan lain yang bisa
menyokong, menambah perekonomian kamu.
So, penting buat kalian mulai belajar
mendiversifikasi sumber penghasilan,
termasuk mendiversifikasi aset yang
produktif sehingga bisa menambah new
stream of income buat kamu sendiri.
Wajib ini, Guys. Wajib lu segera lakukan
ini. Yang ketiga dan ini penting, lu
harus mau mulai belajar menaikkan skill
lu. Investasi layar ke atas. Jangan
dikit-dikit punya uang. Yang lu lakukan
apa? nambah gaya hidup lu. Ingat, nambah
skill lu, lu harus fokus nambah skill
lu, bukan nambah gaya hidup lu. Kalau
makin nambah gaya hidup lu, itu makin
nambah tekanan hidup lu. Jangan lakukan
itu. Paling penting nih, ya, lu jangan
pernah upgrade lifestyle lu kalau lu
belum naikin level skill lu, pengetahuan
lu, network lu. Jangan pernah lakukan
itu. Banyak orang bikin kesalahan gini
ya, dia belum naikin skill-nya nih,
tahu-tahu ada duit, beli motor baru,
beli handphone baru, beli mobil baru.
Ujung-ujungnya apa? Kecelakaan. Karena
belum ada skill. Ada teman gua begitu
dapat duit beli BMW 1000 cc. Apa yang
terjadi? Nabrak. Hilang itu barang
tambah cacat. Iya ngeri guys. Lu naikin
skill lu dulu baru kemudian oh gua dari
300 cc ke 600 cc. 600 cc ke 1000 cc. Itu
realitanya. Naikin skill lu dulu baru
lifestyle lu. Jangan kebalik naikin
lifestyle lu. Skill lu belum ada.
Penting loh ilmu ini buat lu pelajari.
Contoh yang relevan di dunia profesional
ya. Lu belajar AI tools ini wajib. Kalau
zaman dulu bisa komputer itu bisa
Microsoft Word Excel udah selesai.
Sekarang enggak bisa. Lu harus mau
belajar skill baru yaitu AI. Ada mid
journey, ada chat GPT, ada Notion AI.
Nah, ini semua skill yang sangat relevan
dan ini bisa menambah produktivitas
kerja lu. Penting, Guys. Yang kedua,
sebagai karyawan, lu harus mau belajar
naikin skill leadership lu, skill
komunikasi lu, skill manajemen lu. Kalau
perlu ikut kursus, kursus online kek
atau kursus offline kek, ikutin itu.
Jadi, pas lu dapat promosi, lu siap.
Ingat ya, opportunity itu datang bukan
cuma buat orang yang bisa, tapi orang
yang siap. Banyak orang ketika dapat
promosi enggak siap, enggak ada
skill-nya, akhirnya apa? Hancur banyak.
Jadi opportunity itu datang kepada orang
yang siap. Makanya lu siapkan diri lu
supaya lu layak untuk naik kelas, layak
untuk dapat promosi, layak buat naik
jabatan, siapkan diri lu. Oh, oke. Dulu
zaman gua ya, sebelum gua kerja di
perusahaan internet terbesar di China,
gua udah kursus Mandarin. Sehingga
ketika gua diinterview, gua siap. Gua
langsung bilang, "Tuci wapong." Gua udah
siap. Kenapa? Bahkan sebelum kesempatan
itu datang, gua siap karena gua udah
melihat orang Cina ini bakal jadi
pemimpin dunia. Sebelum dia naik
menghancurkan, mengalahkan Amerika
Serikat, gua udah harus siap. Walaupun
gua enggak kerja di perusahaan Cina,
tapi gua persiapkan diri gua sebelum
kesempatan itu datang. Ketika
opportunity-nya datang, gua yang pertama
ada di situ. Ingat ya, lu harus punya
nyali dan mau investasi. skill lu.
Tambahin terus skill lu, bukan gaya
hidup lu. Atau kalau lu pengusaha kecil
hari-hari ini, lu harus mau belajar
digital marketing, belajar ilmu internet
online, TikTok, affiliate, dan segala
macam. Wajib lu kuasain itu. Karena
sekarang persaingan bukan cuma di dunia
offline, tapi di dunia online, di dunia
maya. Jadi, buat teman-teman pengusaha
enggak boleh tutup mata. Harus mau ikut
perkembangan zaman dan belajar
perkembangan zaman. Gua kaget ya, gua
ketemu pengusaha tekstil udah jadul
orang yang 73 tahun. Tapi dia ngerti loh
dunia affiliate. Dia ngerti loh berapa
biaya komisi di Shopee di TikTok. Wih,
hebat banget nih orang. Dan usahanya
sampai sekarang masih survive bahkan
tumbuh. Kenapa? Karena dia mau belajar
soal itu. Banyak orang tutup mata soal
itu. Enggak, enggak penting. Zaman gua
dulu gua bisa kok jadi orang kaya cuman
ngerti gimana cara memintal benang jadi
kain. Mah, zaman dulu. Hari-hari ini
enggak cukup. Lu harus punya skill
berkaitan dengan dunia online, dunia
internet, Guys. Terus gimana cara
merealisasikannya? Pertama gampang. Lu
bisa ikut kursus. kursus itu ada online
atau offline? Online tuh ada banyak. Lu
bisa ikut kursera, baca Skill Share,
baca YouTube atau platform-platform lain
lah. Banyak tuh di Indonesia juga yang
lu bisa pakai dan lu wajib harus pakai
itu karena itu cara paling gampang buat
upskilling lu. Kalau di Singapura ya ini
bahkan pemerintah yang subsidi loh. Buat
orang-orang yang usianya di atas 50
tahun ini dikasih kursus gratis sama
negara supaya lu bisa update skill.
Upskilling namanya di Singapura. supaya
lu ngerti gimana sih cara pakai cloud,
gimana sih cara pakai AI, gimana sih
digital marketing, gimana sih SEO. Tapi
ya udahlah di Indonesia lu cari sendiri
ilmunya, bayar juga bisa. Ini worth it
buat investasi leher ke atas, bukan
naikin gaya hidup lu, naikin lifestyle
lu, skill lu dulu yang lu naikin. Dan
yang kedua, lu harus berani bikin target
buat pribadi lu. Mau lu pengusaha,
karyawan, profesional, lu punya satu set
target. Hei, gua harus dapat satu skill
baru setiap 6 bulan sekali atau gua
harus set gua dapat skill baru setiap 1
tahun sekali. Contoh kayak misalkan gua,
gua punya target, gua minimal baca 60
buku dalam 1 bulan. Itu target gua. Nah,
lu pun enggak usah seekstrem itu. Tapi
Atil punya satu skill baru yang lu bisa
punya, lu bisa kuasai setiap tahunnya
ada. Misalkan skill bikin bakpau, skill
masak nasi goreng, skill menjahit, skill
bikin keramik, skill AI, skill digital
marketing. Itu ada begitu banyak
pengetahuan. Belum kita belajar bahasa,
bahasa pemrograman, bahasa mesin, bahasa
C, bahasa B, bahasa Inggris, bahasa
Mandarin. Hm. Ada begitu banyak loh ilmu
yang menanti ya buat lu download, buat
lu kuasai ya. Yang ketiga, lu udah harus
mulai belajar menggunakan waktu santai
lu seperti waktu misalkan. Kalau udah
ada waktu luang, gunakan itu buat
upskilling. Gunakan itu untuk belajar
hal baru. Gunakan itu buat latihan.
Bukan cuma scroll-scroll medsos. Kalau
zaman dulu gua ya karena gua namanya
juga gua dulu karyawan ya. Gua belajar
kursus Mandarin, gua belajar kursus
bahasa pemrograman. Itu cuman bisa gua
lakukan di waktu weekend. Jadi Senin
sampai Jumat gua kerja sampai jam 11.00
malam 12.00 semalam di kantor gua swasta
weekend apa yang gua lakukan? Gua
upskilling, gua belajar desain, gua
belajar bahasa pemrograman, gua belajar
bahasa Mandarin dan lain sebagainya. Itu
yang gua harus lakukan karena gua mau
upgrade ilmu gua dan ini gua lakukan
dari ketika umur gua masih 20-an tahun,
Guys. Yang keempat dan ini penting, lu
cari mentor atau lu cari komunitas
supaya ketika lu mau belajar lu itu
enggak sendirian. Ya, contoh di sekolah
Sambenix, kita belajar gimana cara
mengidentifikasi saham-saham yang
menarik atau zaman gua dulu gua maup
skilling, belajar bahasa Inggris, gua
ikut komunitas namanya toast master. Mau
gua di Indonesia, mau gua di Belanda,
waktu itu gua ikut juga komunitas TOSM
yang ada di situ. Jadi, gua ada
komunitas tuh buat sama-sama upskilling.
Gimana caranya kita bisa meningkatkan
skill bahasa Inggris kita. Realitanya
gua ikutin itu. Iya, Guys. Dan kenapa
penting lu lakukan ini? Ada tujuannya.
Ingat ya, tujuan kita 2030. Ketika dunia
itu berubah, lu itu tetap relevan dengan
zaman karena lu mengikuti perkembangan
teknologi. Jadi, penting buat lu untuk
tidak jalan di tempat. Karena kalau lu
jalan di tempat atau ketika lu berhenti,
kiri kanan lu udah lebih maju mengikuti
perkembangan zaman. Lu zaman dulu ingat
enggak? Kita itu pernah dibilang pintar
banget sama generasi yang lebih tua dari
kita karena kita bisa pakai laptop,
karena kita bisa pakai Windows. Mereka
bilang itu hal yang amazing. Sama juga
10 tahun lagi dari sekarang kalau lu
enggak belajar menggunakan AI, lu bakal
dibilang dinosaurus lu. Zaman batu lu,
purbakala kampungan loh. Sama seperti
kita hari-hari ini. Kita melihat orang
tua kita enggak bisa pakai email kok
kampungan. Tapi lu sebentar lagi juga
bakal dibilang kampungan. ketika lu
enggak bisa pakai skill AI, jangan
sampai lu dibilang enggak relevan dengan
zaman, Guys. Yang keempat, lu harus
segera membangun ketahanan mental dan
ketahanan finansial. Kenapa? Karena
ketika krisis terjadi, kalau lu tidak
punya ketahanan finansial, lu tidak
punya ketahanan mental, dompet lu enggak
bisa bertahan dan psikologis lu enggak
bisa bertahan, krisis sekecil ataupun
sebesar apapun bakal bikin lu tumbang.
Dan ini penting ya, ketahanan mental
karena ini psikologis. Banyak orang yang
ketika dia colollaps bangkrut itu jadi
gila. Kenapa? Karena dia mempertahankan
segala sesuatu dalam bentuk duit doang.
Dia tidak belajar membangun pertahanan
mental, pertahanan psikologis untuk siap
menghadapi bahaya, siap menghadapi
situasi yang sulit. Makanya ini penting
dua hal ini, ketahanan finansial dan
ketahanan mental. Contoh yang paling
gampang, kalau lu karyawan atau
pengusaha mulai belajar membangun dana
darurat 6 bulan sampai 12 bulan ke
depan. Kalau usaha gua bangkrut, kalau
gua dipecat at least selama 6 sampai 12
bulan ke depan, gua ggak usah worry, gua
gak usah ngemiss di jalan, gua enggak
usah panik kalau di PHK. Jadi itu lu
penting untuk belajar membangun
mentalitas yang kuat dengan membangun
dana darurat. Dana darurat yang ideal
berapa ya? 6 sampai 12 bulan ke depan.
Kalau lu enggak digaji, kalau tiba-tiba
usaha lu bangkrut, kalau tiba-tiba
pabrik lu kena meteor, lu tetap bisa
mempertahankan gaya hidup lu. Oh, anak
gua sekolah internasional. Oh, gua beli
bensin R juta per minggu. Oh, gua punya
pengeluaran 20 juta per bulan, lu tetap
bisa pertahankan itu selama 6 sampai 12
bulan ke depan. Itu namanya dana
darurat. Ketika sumber penghasilan lu
hilang, lu masih bisa bertahan. Penting
buat lu mempersiapkan ini. Kalau enggak
apa, lu bakal mudah panik. Waduh, gaji
gua bakal habis bulan depan karena gua
di PHK. Gua harus makan apa? Anak gua
minum susu dari mana duitnya? Gua bayar
cicilan rumah pakai apa? Uh, bahaya,
Guys. Makanya jangan. Lu harus catat
perlu ngeluarin setiap bulan berapa.
Siapkan dana darurat. Jangan pernah lu
sentuh dana darurat itu. At least keep
it that way. Dan dia harus cukup untuk
cover kebutuhan lu 6 sampai 12 bulan ke
depan. Harapannya lu bakal dapat
pekerjaan baru dalam 6 sampai 12 bulan
ke depan. Itu pentingnya dana darurat
supaya lu tidak panik. Kalau lu panik
yang lalu lu lakukan apa? Contoh di
dunia saham lu akan jual saham-saham lu
yang sebetulnya belum waktunya untuk
dipanen, belum waktunya untuk dijual.
Tapi lu terdesak, lu terpaksa jual tanah
lu, jual rumah lu, jual harga diri lu.
Jangan lakukan itu, Guys. Segera siapkan
dana darurat. Terus gimana kalau lu
belum punya dana darurat? Lu harus mulai
belajar hidup sederhana, belajar saving,
belajar menyimpan. Meskipun gaji lu
enggak naik, ya lu harus mau sacrifice.
Belajar menyimpan, menyisihkan gaji lu
untuk investasi. Itu yang masuk ke dana
darurat lu. Jangan kasih makan gaya
hidup lu terus. Kalau ah ganti handphone
tiap hari, tiap tahun enggak penting
ganti laptop, enggak penting. Bahkan gua
enggak ada laptop nih hari ini. Kenapa?
Laptop gua rusak. Pilihannya apa? Gua
buang, beli baru atau servis? Apa yang
gua lakukan? Servis. Selesai. So, what?
Kenapa emang ya masih bisa dipakai?
Terus gimana caranya juga supaya lu
tetap sehat secara mental? Lu harus
punya fisik yang siap. Jadi mulai
investasi. Lakukan apa? Olahraga.
Olahraga gratis. Lu tinggal lari-lari di
komplek lu. Gratis kok bisa lu lakukan
itu enggak perlu jadi member gym. Lu
punya tidur yang cukup. Lu belajar
bermeditasi, lu berdoa. Jadi lu secara
spiritual, secara fisik, secara mental
lu itu siap. Jadi lu enggak stres kalau
tiba-tiba lu baca berita. Lu enggak
stres kalau tiap hari kerja keras juga
enggak. Lu harus belajar membangun fisik
lu, mental lu. Karena di belakang tubuh
yang sehat itu ada jiwa yang kuat, Guys.
Jadi, dua-dua hal ini penting buat lu
jaga. Terus gimana, Pak, cara
merealisasikannya supaya kita bisa
membangun pertahanan keempat, pertahanan
finansial, dan mental ini yang pertama
gampang. Lu harus catat pengeluaran
bulanan lu. Bikin financial tracker,
banyak aplikasinya atau bikin Excel atau
lu tulis tangan kayak gua. Gua tahu
pengeluaran gua setiap bulan berapa.
buat bayar internet, buat bayar
karyawan, buat bayar mobil, buat bayar
kebun dan lain-lain wajib lu bikin
tracker itu. Yang kedua, ya lu wajib
berani potong penghasilan lu setiap
bulan minimal 15% buat dana darurat itu,
buat investasi itu yang lu enggak akan
pernah sentuh. Lu beli emas jangan
pernah sentuh, lu deposito jangan pernah
lu tarik. Ini buat dana darurat nih.
Soalnya nih yang ada lu harusnya top up
terus, top up terus, top up terus. Jadi
harus berani sisihkan penghasilan lu
setiap bulan untuk hasil investasi yang
lu tidak akan sentuh itu. Uang dingin
tuh. Yang ketiga, belajar menghindari
gaya hidup yang konsumtif, yang
impulsif. Oh, hari ini diskon 88, diskon
80%, oh besok diskon 1010, besok diskon
12. Enggak, udah, udah, udah enggak
penting. Ujung-ujungnya lu beli barang
yang lu enggak bakal pernah pakai juga.
Jadi hindari belanja-belanja yang
konsumtif, yang impulsif itu. Jangan.
Belilah barang yang lu butuhkan, bukan
yang lu inginkan. Ingat, hanya beli
barang yang lu butuhkan. penting ini,
Guys. Kalau enggak, lu enggak bisa
belajar mengelola kesehatan finansial
lu. Dan ini artinya lu harus bisa
melakukan yang keempat. Apa? Melatih
kesabaran. Apa yang keempat? Yaitu
melatih kesabaran mulai dari hal-hal
yang kecil, latih kesabaran lu supaya lu
enggak impulsif, supaya lu enggak
konsumtif. Contoh, lu belajar bangun
pagi konsisten, belajar merapikan tempat
tidur lu setiap pagi, belajar
menyisihkan penghasilan, belajar
berhemat, belajar untuk masak sendiri
dan lain sebagainya. yang sebetulnya lu
bisa lakukan itu. Bahkan ada teman gua
ya punya penghasilan itu di atasi R juta
per bulan. Lu tahu dia itu enggak mau
makan di luar. Dia itu selalu masak
sendiri. Masak buat istrinya, masak buat
anaknya. Dia punya dua. Kenapa? Karena
lebih sehat dan lebih hemat. Lu bayangin
nih orang punya penghasilan hampir Rp100
juta loh setiap bulan, tapi dia enggak
mau makan di luar. Dia maunya dia yang
masak sendiri. Hebat enggak? Nah, kalau
udah lakukan ini, lu punya pertahanan
mental dan finansial yang tepat, yang
kuat, percayalah mau seperti apapun
perekonomian dunia, lu enggak bakal
goyah, lu enggak bakal panik, lu enggak
bakal anxiety. No, no, no, no, no. Lu
bakal selalu tetap tenang, lu tetap
fokus, dan lu tidak akan goyah dalam
situasi apapun, Guys. Lakukanlah hal
ini, Guys. Karena lu punya ruang buat
bernafas, buat berpikir secara clear.
Hei, 3 bulan lagi seperti apa? He, 9
bulan lagi seperti apa? He, 2 tahun lagi
seperti apa? Lu punya ruang buat
berpikir dan bernafas. Di sini lu bisa
mengambil keputusan yang logik, bukan
keputusan yang panik karena lu tidak
siap. Nah, ini yang kelima. Ini paling
penting. Lu harus mulai mau belajar
membangun jaringan dan belajar
berkolaborasi. Karena lu ingat ya, di
dunia sekarang yang serba cepat, yang
bertahan itu bukan yang kuat. Yang
bertahan itu yang punya koneksi dan bisa
berkolaborasi. Contoh paling gampang
gini. Lu harus bayangkan ya, dunia 1
juta tahun yang lalu ya, lu kalau mau
bertahan hidup ya itu lu harus paling
kuat karena lu berantem sama T-Rex sama
Raptor buat bertahan hidup. Kalau lu mau
makan, lu berburu karena lu enggak
macul-macul, enggak ada pupuk saat itu.
Lu harus bisa yang larinya paling cepat
kalau enggak lu dimakan sama predator.
Jadi yang bertahan hanya orang yang
paling cepat dan paling kuat. Itu 1 juta
tahun yang lalu. Sekarang zaman udah
berubah, Guys. Lu enggak perlu punya
kaki yang cepat buat lari lolos dari
terkaman harimau atau raptor. Enggak.
yang sekarang diperlukan adalah skill
nih buat berjejaring, buat berkoneksi,
buat berkolaborasi. Ingat, bukan yang
paling cepat dan yang paling kuat yang
bakal bertahan, tapi yang paling
berkoneksi. Contoh, misalkan freelancer
ya, bergabung sama komunitas, lu dapat
kenalan atau di dunia pertanian orang
yang bergabung di gapoktan atau di
koperasi mereka punya akses ke pupuk
subsidi atau bantuan traktor dari
pemerintah karena gabung komunitas.
Penting tuh. Yang kedua, misalkan lu
UMKM, bergabunglah sama
komunitas-komunitas influencer. Jadi, lu
bisa dapat kesempatan terekspos produk
lu. Atau ketiga, ini gua lakukan nih
dulu pas gua masih jadi karyawan ya,
aktif di Linkin, aktif berjejaring
sehingga lu dapat peluang kerja
komunitas, sehingga lu dapat peluang
kerja yang lebih baik lagi. Ah, ini
dilakukan dan gua lakukan ini. Terus
gimana sih cara yang paling benar buat
merealisasikan semua ini supaya lu bisa
punya koneksi, supaya lu bisa
berkolaborasi? Yang pertama, mulai
belajar membangun komunitas lu.
Komunitas yang bukan yang enggak masih
gede, komunitas yang kecil aja. Mau
online atau offline. Lu hobi apa? Lu
hobi pedalle, lu hobi berenang, lu hobi
panjat tiang listrik atau apa, bikin
komunitas lu sendiri. Wajib lu punya
komunitas. Kalau lu enggak punya
komunitas, lu bukan manusia. Karena
manusia adalah makhluk sosial. Lebih
baik lu mulai hari ini packing, pindah,
tinggal di goa lu. Seumur hidup bertapa
di situ. Tapi kan enggak. Lu kan
manusia, lu wajib mau berkomunitas
karena lu makhluk sosial. Kalau lu
enggak bisa lakukan itu gimana? Gampang.
Lu lebih sering datang ke event,
seminar, atau acara-acara diskusi
publik. Contohnya kayak Benix, kita
bakal bikin acara offline talk show nih
di Bintaro.
[Musik]
Jadi, lu bukan cuma nongkrong-nongkrong
doang. Lu bisa di situ saling
berkolaborasi ngobrol sama teman-teman
yang bakal datang ke acara itu di
Bintaro, Guys. Nah, yang ketiga, lu
jangan pelit bantu orang lain lah.
Jangan. Karena reputasi lu tuh dibangun
dari kepercayaan ya, bukan dari jumlah
followers lu atau subscriber lu. Enggak,
enggak. Reputasi itu ada dari trust.
Banyak orang suka menyalahgunakan
followernya. Jadi dia lakukan itu buat
pom-pom saham misalkan atau beli krypto
tipu-tipu segala macam. Enggak, enggak,
enggak, jangan. Reputasi itu dibangun
selama bertahun-tahun. Jadi, lu jangan
salah gunakan itu dan lu ketika sudah
punya itu, lu ada punya tanggung jawab
sebenarnya buat bantu orang lain. Contoh
misalkan yang kita lakukan karena gua di
dunia investasi ya, banyak teman-teman
tuh yang kirim inbox ke gua ada peluang
bisnis ini. Kita lakukan investasi. Kita
banyak lakukan investasi. Ada di
Kalimantan, ada di Sumatera, ada di
Makassar, ada bahkan sampai sejauh Papua
ya kita lakukan itu buat teman-teman
yang pengin naik kelas, naik level lagi
ya. Itu yang dilakukan oleh Benix. Nah,
itu juga lu bisa lakukan itu tanpa lu
menjadi orang kaya pun lu juga bisa
bantu orang lain. Kalau ada UMKM yang
perlu bantuan, kita belanja dari situ.
Rutin kita lakukan belanja. Bahkan orang
hutan aja kita rutin kasih makan, Guys.
Lu mungkin enggak tahu. Tapi kita
pemberi makan orang hutan terbesar di
Kalimantan Tengah. Free kita kasih
bertonton jumlahnya setiap bulan.
Dampaknya apa? Apa gua gua harapkan
timbal balik dari situ? Enggak. Tapi
memang ada keuntungan yang lain gua
dapatkan. Ada ya? Ada secara enggak
langsung ya orang-orang bule. Jadi lebih
kenal sama Benix bahkan dibanding orang
lokal sendiri. Orang lokal enggak ada
yang tahu Benix itu sering kasih makan
orang hutan. Tapi reputasi kita di luar
negeri, di Jerman, di Singapura ya luar
biasa populer. Tapi itu yang penting.
Kenapa? Karena ya lu berbuat baik itu
enggak salah dan enggak pernah salah
kalau lu mau berbuat baik. Dan yang
terakhir ya lu harus mau menggunakan
media sosial. Bukan cuman buat is tapi
juga buat value sharing kayak kita ya
ketika gua pertama kali buka YouTube ini
tujuannya ya cuma buat sharing edukasi
ya pengalaman perjalanan investasi benix
itu aja mur nih bahkan ketika pertama
kali kita bikin YouTube lu kalau masih
ingat ya konten kita itu bisa berjam-jam
guys 3 jam 4 jam cuma pakai webcam
ngomong sharing aja perjalanan investasi
gua seperti apa, gua beli saham ini
karena apa, manajemen perusahaan ini
seperti apa. Ya itu tempat lu sharing
value itu. Dan ternyata ya insight yang
gua berikan itu jadi value buat
teman-teman yang lain, investor yang
lain. Banyak yang terbantu dengan
insight yang gua berikan, edukasi yang
gua berikan. Dan ujung-ujungnya ya ini
men-support banyak ya investor-investor
lokal di tanah air. Dan ujung-ujungnya
network kita juga jadi makin banyak.
Orang juga ngasih tahu, "Om Ben, jangan
beli perusahaan ini, ternyata orangnya
begini, Om Ben, perusahaan ini berbahaya
lu kari." Saling sharing. Jadi di situ
ya saling give and take informasi,
insight, network. Dan ini penting, Guys.
Mau profesi lu, karyawan, profesional,
pengusaha, penting untuk mau berbagi,
berjejaring, berkoneksi, dan
berkolaborasi. Itu penting di era ini.
Ingat ya, bukan yang paling cepat, bukan
yang paling hebat yang menang. Enggak.
Itu El Dinosaurus sudah lewat. Sekarang
adalah yang paling mau berjejaring,
berkoneksi, dan berkolaborasi. Itu yang
bakal survive. So, penting mulai dari
sekarang lu mulai berjejaring, bangun
network dengan orang-orang yang nyata,
bukan tukang tipu. Ya, jangan. Karena
ketika situasi sulit datang, lu bisa
saling bantu. Ingat, dunia makin gak
pasti. Makanya mulai dari sekarang lu
bikin network yang kuat. Ini bakal jadi
support sistem lu. Seringkiali ini bukan
keluarga yang dekat atau teman dekat,
enggak. Malah dari yang gua lihat-lihat
justru malah orang yang enggak ada
hubungan darah sebetulnya yang bisa jauh
lebih berperan dalam membantu
perkembangan diri lu. And that's ok.
Yang penting apa tadi ya? Kalau lu udah
sendiri udah solid, lu punya pilar yang
kuat, pondasi yang kuat, ya ketika
situasi enggak menentu, lu juga
harapannya juga bisa membantu orang lain
juga. Gua ada sedikit saran ya buat
bagian ini. Lu jangan sering dan jangan
terlalu sering ya memberikan bantuan itu
kepada orang yang berkecukupan atau yang
kaya atau yang sangat kaya. Banyak orang
penginnya berjejaring atau makan dengan
orang yang lebih hebat, lebih kaya dari
dia. Ya, itu bagus juga buat nambahin
value lu. Tapi ada kalanya ya, bagus lu
memberikan sesuatu kepada orang yang
tidak memiliki kemampuan untuk
memberikan itu lagi. Karena kalau lu
traktik orang misalkan bayar R2 juta
makan di restoran, kalau di orangnya
kaya dia punya kemampuan buat membalas
jasa lu. Akan jauh lebih baik ya kalau
lu memberikan itu kepada orang yang
tidak punya kemampuan untuk memberikan
kebalikannya. Dan ya ini dan ini penting
guys punya skill untuk berjejaring.
Karena apapun usaha lu, apapun kegiatan
lu, apapun profesimu, mau pengacara,
dokter, suster, penjahit, bahkan tukang
tato artis sekalipun, penting banget lu
punya network. Penting banget lu bikin
jaringan lu sendiri. Karena faktanya ya,
gua enggak pernah lihat sih ada orang
yang bisa berhasil sukses besar karena
dia maju sendiri. Enggak. Selalu pasti
ada support system di sekelilingnya dia
pasti. Kenapa ini penting, Guys? Karena
ada pepatah bilang begini, kalau lu
pengen jalan cepat, lu jalan sendirian.
Gua udah buktikan kok cepat kok kalau lu
sendiri itu bisa cepat gesit. Tapi kalau
pengin jalan jauh lu harus jalan
bersama-sama. Nah, filosofi ini
menekankan bahwa kemandirian itu bagus
karena dia bisa memungkinkan lu
mendapatkan kecepatan. Tetapi kolaborasi
itu mendorong keberlanjutan
sustainability dan dia bakal membantu lu
untuk memperoleh pencapaian tujuan yang
lebih besar lagi. Jadi kalau lu punya
visi misi besar ya mau enggak mau lu
harus sama-sama. Lu harus koraboratif.
Tapi kalau lu cuma pengin cepat ya
sendiri. Nah, lu yang tentukan sendiri
sih lu mau yang seperti apa. Kalau
menurut gua yang paling penting itu
sustainability sih, keberlanjutan. Dan
kalau lu pengen mewild something that
last, berarti lu harus ada koneksi.
Mulai belajar bangun skill sosial, mulai
belajar bangun network, mulai belajar
berjejaring. So, satu yang pas si guys,
dunia menuju tahun 2030 pasti tambah
sulit, tambah challenging. Dia tidak
akan tambah mudah. Dan memang dunia
harusnya seperti itu. Harus semakin
menantang. Tapi ini bukan berarti lu
harus takut, Guys. Yang lu perlukan, lu
cuma harus siap. So, be ready for that.
2030 is coming. Don't be afraid. Just
get ready, Guys. Dan yang paling
penting, Guys, dari lima jurus yang gua
ajarin tadi, yang gua kasih tahu sama lu
tadi, mana yang menurut lu paling
penting dari kelima hal yang tadi dan
mana yang udah lu mulai lakukan mulai
saat ini. Dan kita jujur-jujuran aja
nih, dari lima hal tadi, mana hal yang
paling pengen lu kuasai sebelum tahun
2030 datang? Segera tulis ya saran dan
komentar kalian, masukan kalian,
tanggapan kalian di kolom komentar di
bawah ini. Dan yang paling penting
segelas share video ini ke orang-orang
terdekat kamu. Jangan lupa subscribe
sekarang juga. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:52 UTC
Categories
Manage