Kalau Gue Jadi Kepala Daerah, Gak Akan Sekerdil Mereka! (Belajar dari PATI)
0XTlwH7QCa4 • 2025-10-06
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, lu penasaran enggak sih kenapa kemarin itu Indonesia bisa rusuh loh? Agustus kebakaran di mana-mana, kerusuhan di mana-mana. Ya, salah satunya gara-gara Pati. Pati apa yang dia lakukan? Mereka menaikkan pajak PBB sehingga kemudian banyak rakyat yang memberontak karena kecewa. Kok ekonomi lagi sulit malah nikakin pajaknya. Dan akibatnya apa ya? Kerusannya melebar ke mana-mana. Tapi kalau lu pikir lagi ya, kenapa Pati sampai harus naikin pajak daerah dia? Ya, karena TKD transfer dari pusat ke daerah itu dipotong sama Sri Mulat nilainya ya 50 triliun lebih, Guys. Dan lu tahu ya pemerintah daerah di Indonesia mayoritas enggak ada otak. Nah, ketika kemudian dana transfer ke daerah berkurang, mereka bingung, "Gua mau kawin lagi modal dari mana? Gua mau korupsi duit dari mana? Sementara udah mau menang. Sementara udah menang jadi kepala daerah kan habis duit ratusan miliar." So, solusinya apa? Pemerintah daerah di Indonesia yang pemalas itu cuma mengandalkan tiga pendapatan, Guys. Yang pertama transfer dari pusat ke daerah. Nilai ratusan triliun. Yang kedua apa? Pajak bumi dan bangunan. Dan yang ketiga pajak kendaraan bermotor. Udah itu aja. Begitu transfer dari pusat ke daerah dimatikan, apa yang terjadi? Mereka megap-megap, bingung. Cari solusi lain enggak nyampai otaknya. So, solusi paling gampang apa? Naikin pajak di daerah. Makanya lu jangan kaget, makin banyak daerah-daerah yang pasti naikin pajak-pajak bumi dan bangunan. Kalau itu enggak bisa dinaikin, apa? Naikin pajak kendaraan bermotor. Dan teman-teman bakal jadi saksi sejarah, tahun 2026 itu bakal jadi momen di mana makin banyak daerah-daerah saling berebut. pajak bumi, bangunan dan pajak kendaraan bermotor sampai lu bakal dipaksa buat mutasi kendaraan lu ke daerah mereka. So, anyway, banyak orang yang bilang, "Ah, lu benik bacot aja. Emangnya kalau lu jadi kepala daerah bisa apa?" Nah, ini orang-orang kayak lu nih, Ninten nih. Kemarin itu kebetulan gua diminta nih, dipaksa bahkan ya sama elemen-elemen mahasiswa di Bangka Belitung yang pengin gua maju jadi kepala daerah di sana. Dan lu penasaran enggak sih solusi gua apa? Kalau gua jadi kepala daerah, Benix itu bakal bikin apa? Dan bahkan gua punya solusi yang bisa ningkatin ya pendapatan asli daerah itu sampai puluhan bahkan ratusan triliun tanpa harus ngandalin majak lagi, pajak sini, pajak sana. Enggak. Udah enggak zaman begitu lu harus berpikir kreatif. Karena daerah di Indonesia ini diciptakan unik dan berbeda-beda. Ada daerah yang bisa mengandalkan pertambangan, ada daerah yang bisa mengandalkan pariwisata, ada daerah yang bisa mengandalkan perikanan dan lain sebagainya. Jadi memang harus kreatif dalam membangun daerah. Cuma masalahnya tadi yang gua bilang banyak kepala daerah di Indonesia ini enggak ada otak. pikirannya cuma kawin lagi, kawin lagi, kawin lagi. Kalau gak kau kawin lagi korupsi lagi, korupsi lagi, korupsi lagi. Kalau gitu saat itu apaagi? Yang ketiga paling banter bongkar pasang trotornya, bongkar pasang tror, bongkar pasang tror ya kan daerah lu pasti begitu kan? Bonggar pasang tror kalau bisa tiap jam bonggar pasang truar. Well, anyway kalau lu penasaran gimana sih Benix kalau jadi kepala daerah, jangan dikip video ini. Let's check this out. Pilkada ulang, Kota Pangkalpinang segera akan digelar 27 Agustus 2025. Banyak nama-nama bermunculan. Tidak hanya putra daerah, bahkan yang di luar kota Pangkalpinang bahkan Bangka Belitung mengambil bagian. Lalu siapa yang pantas duduk di sini dan bagaimana kemudian nanti pertempurannya? Akan serukah atau kembali mengulang kolom kosong berjaya? Di sini sudah hadir bersama saya seorang anak muda. Saya bilang ganteng pasti karena sudah balehonya sudah banyak bertaburan di Kota Pangkalpinang. Beliau adalah Bang Benny Huta Barat. Thank you, Bang Edi. Sehat, Bang? Sehat. W dulu kita tos dulu dong. Oke, mantap. Sudah diundang nih kita nih. Baik, Bang Beni. Bang Beni harus tanggung jawab hari ini di podcast Bang Kapos untuk menjelaskan banyak hal terkait Pilkada ulang Kota Pangkalpinang. Baleho Bang Beni gede-gede. Ada yang di ujung saya baca ada yang sudah menyebutkan walikota. Oh, ya. Disneyland. Oh, Disneyland. Mas dulu. Baik. Tapi sebelum itu saya mau background dulu deh. Oke. Oke. Bang Beni. Apa yang kemudian mendorong atau yang menjadi latar belakang Bang Beni mau atau ikut bikin heboh di Kota Pangkalpin? Oke, thank you. Nih jadi satu hal yang pertama biar gua luruskan dulu. Gua enggak mau jadi walikota di Pangkal Pinang. Oke. Oke. Iya. Jadi biar jelas gua enggak mau dan enggak kepengin pun terjun ke politik. Enggak kepikiran sama sekali. Enggak sama sekali enggak. Sama sekali enggak. Sampai kemudian ada kawan-kawan karena kita suka bolak-balik ke Bangka Belitung. Teman kita ada yang buka kebun juga di sini juga, tambang juga, macam-macam. Nah, mereka ada lihat ee gua di podcast, kita suka bikin podcast atau siaran di situ orang pada komen, "Om Benix, di Pangkal Pinang itu ada pemilihan ulang, datang dong, ikut dong." gitu. Ini kayaknya bulan November apa Desember tahun lalu. Heeh. Gitu kan. Jadi begitu dibilang begitu, "Enggak ah, gua enggak mau, gua enggak minat." Bolak-baliklah kita sampai ke sini. Sempat diundang ngajar juga di universitas di sini ketemu sama teman-teman mahasiswa terus bilang tanya lagi, "Maju lagi dong. Maju dong, Pak." Jadi walikota. Emang kenapa? Apa yang bisa kita lakukan? Emang kenapa gua harus maju? Gua enggak mau gitu. Jujur gua enggak mau. Apalagi setelah gua buka, namanya juga kita pengusaha ya, kita investor ya. Gua lihat emang berapa sih gaji walikota? Gaji walikota itu 2,7 juta per bulan. Oke. Sama tunjangan-tunjangan ya bisalah dapat R30 juta sebulan. di setahun kan R60 juta. Kita ada sempat, gua sempat nanya sama teman-teman yang di politik 360 juta setahun loh. Eh, kalau gua mau nyalon jadi walikota, berapa sih duit yang gua harus siapin? Ya minimal 40 M lah. Wih, 40 M gede banget. Penghasilan R60 juta setahun. Gua kerja 100 tahun pun enggak balik modal itu. Kalau gua enggak mati-mati ya 100 tahun itu enggak balik modal. Enggak mau gua enggak mau gua enggak mau. Gua enggak mau sama sekali gua enggak mau. Benar-benar enggak mau nih. Enggak mau. Hitungannya enggak masuk lah. Kita kan investor, hitungannya enggak masuk. Jadi enggak masuk akal buat kita maju jadi walikota dengan begitu banyak pengeluaran. Enggak seimbang lah. Jadi makanya waktu itu Ahok juga pernah bilang memang kepala daerah sengaja dibikin gajinya kecil. Mungkin supaya korupsi. Enggak masuk akal. Ya jujur gua enggak masuk akal. Jadi orang bikin itu gua gua bilang gua enggak mau orang lagi komen lagi sampai ada ibu-ibu juga bilang omen maju dong gini-gini. Enggak enggak. Kita sempat giveaway lapis lagi tuh yang ada dekat di Wihelm Park. Betul ya? Segala macam enggak tapi gua enggak mau. Ee sampai kemudian ada yang bilang, "Amen kalau gitu gua pasangin spanduknya lah ya gini gini gini keluar bi sendiri." Iya Om Ben maju dong gini gini gini. Kenapa? Ya pokoknya kita mau Om Ben majulah. Kebetulan waktu itu gua pernah bilang Indonesia ini perlu ada pusat hiburan yang internasional yang bisa menarik traffic. Karena kalau enggak devisa kita lari. Devisa kita lari ke Hongkong, ke Jepang. ke Singapura ada Universal Studio. Kenapa orang pengin banget liburan ke Disneyland? Gua suka bilang ini udah dari 10 tahun lalu. Kenapa kita enggak punya hiburan yang seperti itu gitu loh. Kenapa malah Universal Studio bikinnya di Singapura? Kenapa enggak di Indonesia? Akibatnya apa? Y rakyat Singapura berapa sih jumlahnya? Rakyat Indonesia 200 juta lebih. Udah pasti yang datang ke Universal Studio itu orang Indonesia kan gila. Enggak masuk akal menurut gua. Ngapain kita kasih duit ke sana? Belum lagi lebih sadisland yang di Tokyo. Disneyland di Tokyo penghasilan bisa di atas 30 miliar per hari. Berarti kan sebulan 900 M. Dalam 1 tahun penghasilan dia lebih dari 10T. I mean berapa sih penduduk orang Jepang? Udah pastilah mayoritas itu orang dari Indonesia lagi. Lagi-lagi orang Indonesia lagi nyetor. Teman kita hobinya setoran aja ke Jepang gitu kan. Lu ngapain ke Jepang? Mau ke Disneyland. Ya udah lu mau ngapain? ke Singapura ke Universal Studio. I mean, kenapa itu enggak bikin di sini? Jadi ini udah dari kontemplasi sudah dari 7 tahun lalu lah kita 10 tahun 7 tahun gua berpikir. Mantan BW saya juga sempat mau bikin He ee Disneyland di Lidow sampai sekarang pun enggak bisa. Kenapa kemudian enggak bisa? Karena ternyata kompleksitasnya begitu rumit. Birokrasi panjang banget di Indonesia. Peraturan di level ee pemerintah, pusat, presiden, provinsi, kabupaten, sampai desa. Ada perdes itu semua enggak ada yang sinkron. Makanya kemarin enggak usah heran kalau di Jawa Barat kan ada tempat wisata yang sempat heboh di puncak digusur sama Gubernur Jawa Barat. He oleh KDM ya. Oleh KDM. Padahal perizinannya ada versi pengusaha dia ada loh perizinan ini. Kementerian Lingkungan Hiduplah, Kementerian Inilah banyak banget. Tapi ada satu izin yang miss. Disikat digusur habis duit investasi orang. Bukan artinya gua, gua sih setuju gua nge-fans sama KDM Kang Dedi Mulyadi. Gua sangat nge-fans kepala daerah yang yahud, yang keren. Cuman itu realitanya di Indonesia menunjukkan bahwa memang enggak sinkron peraturan daerah sama peraturan pusat itu enggak masuk akal. Tapi dengan semua itu, Bang Ben, kapan kemudian Bang Ben memutuskan oke deh gua coba misalnya. Iya. Jadi di kita gampang, gampang aja, gampang sekali sih. Akhirnya di level karena kita investor, ya. Jangan-jangan kalau gua pengin banget pergi ke Disneyland yang ada di Indonesia, gua enggak mau nyetor duit ke Singapura atau ke Tokyo, ee kita harus bikin modelnya itu BUMD. Katakan enggak bisa BUMN, ya udah kita level di level BUMD. Pemerintah daerah yang punya. So what? Di Amerika BUMD aja punya pesawat. Heeh. Karena menguntungkan bisnisnya. Di Indonesia kenapa kita enggak bisa bikin begitu? Karena kalau yang kita pelajaran dari BUMN lah misalkan kita tahu Bank Mandiri, Bank BRI levelnya nasional lah, badan usaha milik negara. Sedemikian kompleksnya mereka harus laporan tuh punya banyak, Bos. Ada OJK, ada Bursa Efek Indonesia, ada Bank Indonesia, ada Kementerian Keuangan, masih ada lagi Kementerian BUMN. Jadi ini bersih ngomong di level nasional, terus yang di level kabupaten, level provinsi kan kompleks tuh. Tapi okelah mereka bisa masuk itu dengan segala kompleksitasnya, tapi menggunakan institusi yang namanya milik negara. Oke, kalau gitu supaya kita tidak terjadi hal-hal yang seperti Jawa Barat dan segala macam, berarti kita butuh kendaraan BUMD itu buat masuk. Saya bahkan sampai ngomong ke beberapa gubernur yang ada di Jawa, gubernur e bupati yang ada di Sulawesi. Eh, gua punya program, gua punya investor. Bahkan gua kenal yang punya Universal Studio. Kita bikin yuk Disneyland di daerah kita yuk. Ini investasinya enggak mahal, tanahnya juga enggak banyak, enggak nyampai 30 hektar kita bisa bangun itu. Ayo kita bikin yuk ngobrol-ngobrol sama orang dinas, ngomong sama kepala daerah. Ujung-ujungnya, wah pusing enggak bisa ini. Kita enggak bisa jalanin nih. Enggak bisa direalisasikan. Enggak bisa direalisasikan. Enggak masuk akal. Di situlah saya pikir wah memang memang butuh memang butuh pendekatan yang berbeda nih. Bukan cuma butuh nyali ya. Memang investasi di Indonesia itu butuh nyali. Butuh banget punya nyali. Siapa yang bilang presiden? Presiden kan cuma 5 tahun. Terus kalau ganti presiden investasi kabur berubah lagi berubah lagi kan jadi ngeri lah. Makanya di situ saya bilang oke kalau begitu enggak bisa swasta, kalau begitu harus institusi negara. Let's say enggak di level BUMN. Oke, diilinnya di level BUMD. Itulah yang saya pikir. Oh, ya udah boleh juga. Jadi saya pernah mention di YouTube kita eh imagine ya kalau ada BUMD di Indonesia yang bisnisnya sebesar Universal Studio, Disneyland. Bukannya enggak mungkin orang kliennya kita semua. Tayor Swift di Singapura konser berhari-hari. Emang yang datang orang Singapura? Enggak, orang kita juga. Betul. Tapi enggak ada kualitas studio atau kualitas ee ruangan konser yang cukup besar, yang cukup berkualitas sesuai dengan standar mereka dan mungkin juga kompleksitas perizinan itu. Akibatnya begitu banyak devisa kita lari ke luar negeri, enggak nyaman dibikin investor asing buat berbisnis di sini. So, kemudian gua pikir seandainya ya ada BUMD kita yang punya mindset, yuk kita bikin Disneyland di sini kita permudah yuk perizinannya. Karena punya kita sendiri pangkalinang. Iya. Oh, enggak masih pangkal pinang sih waktu itu di Pulau Jawa. Masih pulau Jawa ya. Pulau Jawa ee di Jawa, di Bali sama Sulawesi kita ngobrol sama di sana. Memang enggak bisa swasta memang harus sebaiknya dimiliki oleh negara supaya dipermudah. Oke. Kita memangkas birokrasi itu ya. Memangkas birokrasi langsung hilang jalan tolnya gitu loh. Betul. Selesai. Udah ya lebih bagus lagi BUMN. BUMN yang punya biar makin tapi tanya tadi ya Bang Mandiri aja sudah level BUMN aja kompleksitasnya sedemikian besar. Masih banyak sekali kan. seru hitungannya sangat gampang orang ke sekali ke Disneyland ke Tokyo ya minimal habis satu orang R juta lah. Kalau ada 1000 orang berarti sudah 5 M per hari loh. Berarti kalau 10.000 orang udah 50 M per hari. Kali 1 bulan itu udah lebih dari 1500 M 1,5T. Itu potensi ya potensi yang ada. Ini baru ngomongin ee Disneyland ya belum yang lain 1,5T. Berarti kalau lu kali 12 bulan penghasilan kita itu bisa lebih dari R triliun 1 tahun. APBD Pangkal Pinang cuman 1 triliun. Lewat tuh. Udah lewat dengan satu Disneyland. Iya lewat. Selesai. Bangka pantai kita bagus banget. Itu gua syok. Heeh. Kayak kemarin kita balik dari Parai ya. Ee pantai bagus banget. Itu lebih bagus daripada Bali. Lebih bagus Paray. Parai. Oke. Parayai tahu ya? Itu mungkin baru lihat Paray. Ada yang lebih bagus lagi. Wuh. Geser dong ke utara. Apa tuh? Lebih lagi. Banyak yang bagus ya. Banyak. Gua aduh. Tapi gua baru lihat parah aja. Bali ini lebih bagus banding Bali dan lebih bagus dibanding Singapura. Singapura pantainya jelek banget. Lu lihat kapal situ, mandar-mandir, jorok, ee Tokyo juga. I mean, ini opportunity. Nah, selama ini kan akhirnya gua baca. Berarti sebenarnya potensi sumber daya alam itu kita lebih baik ya, tinggal kayaknya kemasan kita yang masih belum ini kemasannya harus harus promosinya yang enggak ini kali ya. Betul. Dan strateginya sih kow-nya orang kan sekarang mungkin fokusnya bikin kafe lah gitu buat pariwisata. Tapi kan enggak banyak yang mindsetnya gini orang kemudian banyak yang ngata-ngatain gua ngapain bikin lian penduduk Bangka kan cuman 300.000 orang di pangkal Pinang ini. Siapa yang mau jalan enggak bakal datang, Bro? Bukan dian ini kita bangun yang datang itu orang Surabaya, orang Bandung, orang Malaysia, orang Singapura. Itu loh pemikiran harus kita bawa gitu loh. Dan mereka bisa bawa duit triliunan selesai. APBD itu aduh enggak apa ya, I mean orang enggak usah pakai pusing-pusing korupsi lah atau apa segala macam. No enggak memang real bisnis-nya ada, potensi alamnya ada kenapa enggak digarap. Heeh. Itu besar banget. Tapi sampai sampai detik ini, sampai hari ini serius atau tidak sebenarnya, Bang Men? Ee kalau di hari ini gua mempertimbangkan lah. Masih mempertimbangkan? Masih mempertimbangkanlah. Masih belum mempertimbangkan. Masih memptimbangkan meskipun hari ini sudah paparan. Eh ya masih mempertimbangkan lah. Eh bukan cuman itu ya banyak partai bahkan yang minta ee maju dong dari partai kita gini gini gini. Gua bilang enggak gua masih pertimbangkan lah. Gua enggak bukan politisi. Gua enggak suka berpolitik. Kalaupun kita masuk ke Bangka tujuan gua adalah bisnis. Gua mau buka kebun coklat. Karena ada beberapa kenalan kita yang memang punya beberapa lahan. Kita mau ekspansi dari Kalimantan. Kita mau buka tambahan kebun dari Kalimantan, dari Jogja, termasuk di Bangka Belitung karena tanahnya cocok pakai teknologi kita. Oke. Kita bisa nanam di tanah berpasir, di tanah yang gambut, pH-nya 4 dan hasilnya bagus kita sampai ekspor ke Malaysia. So, itu yang gua pengin lakukan di sini. Bisnis purely gua invest di sini. Itu itu sememudah itu aja. Cuman kalau seandainya ee dipersulit, jujur aja kayak kita buka kebun di Kalimantan. Aduh gitu, sulit banget. Sulit se ada aja yang datang. Tapi beda kalau labelingnya sudah walikota yang minta. Betul. Itu kan harapannya. Betul. Karena kan kita buka lapangan kerja. Kita mau ciptakan itu tapi dipersulit kanan kiri kanan kiri. Teman kita yang parkir parkir di kapal. Kita total pengusaha di Indonesia maritim ada 7.000-an kapal parkir di Singapura. Sekali parkir habis R juta sekali parkir di Singapura. Gua tanya kenapa enggak parkir di Priok? Antriannya banyak, servisnya juga jelek. Kalau antrian di Singapura sekalian nyandar mereka pasti beli air bersih, beli makanan turun nginap di hotel. Rental mobil pun kalau kejadian di sini jadi ramai nih kota. Itu kan di luar Bang Ben. Sama Pangalpinang bisa dibuat gitu. Iya bisa karena kita punya pantai terlindungi ada natural barrier. Pulau-pulau di pinggiran Bangka. Ombak kita kalem, tenang cuma perlu pendangkalan. 7.000 kapal. Sekali kapal itu aja Rp juta loh. Sekali parkir di Singapura. Kapal Indonesia loh. Parkirnya di Singapura. Enggak parkir di Priok karena udah enggak muat. Fasilitas juga jelek. Bayar Rp50 juta kali 1000 kapal sehari aja sudah 50 M. Bayangin kalau kapal itu enggak usahlah semuanya parkir di yang parkir di Singapura tahu enggak? 150.000 kapal. Wow. Parkir di Singapura gila kali 50 ya? Iya kali Rp50 juta itu kan. Ya ampun industri las-lasan. Ngecat kapal ABK catering itu semua hidup. Hidup hidup semua kapal. Kita hobinya impor ya sekali lagi guys di Indonesia nih ya impor beraslah impor pupuklah dari India dari Rusia kan pasti lewat Bangka Belitung heeh mau kenapa enggak stay dulu sebentar gitu kan kenapa enggak staynya di Bangka kenapa parkirnya di Singapura gitu loh dan itu bukan bisnis yang susah kita cuma perlu bikin dermag pelabuhan pendalaman karena minimal 50 m kedalaman laut itu enggak perlu pakai otak yang brilian ini cuma dibanding APBD habis buat bongkar pasang trotoar aduh Bikin dermaga itu enggak nyampai 200 M. BP-nya jelas dan customernya ada gitu loh. Dan memang pengin parkir di Indonesia. Gua selama ini parkir di Singapura bayarnya mahal. Ben kenapa enggak bikin yang di sini dong? Tapi Bang Beni melihatnya memang potensi itu ada ya di kota Pangkalpinang ini ya? L ya di Pangkal Pinang karena lautnya kita bagus kita enggak ada ombak besar. Buktinya enggak ada server kan di sini. Betul. Kalau enggak orang bolehah serving nih. Heeh. Enggak ada. Jadi di sini betul-betul cocok kita punya natural bari yang sangat-sangat bagus untuk parkiran kapal dan kotanya bisa dapat kelebihan itu ya tadi ya media bakal nikmatin ya catering ya hotel restoran, kafe, koki. Jadi lapangan kerja ini tercipta besar sekali 150.000 kapal parkir di Singapura loh 1000. Kita cuma butuh 1.000 aja dapat 50 M sehari. Pemirsa Bang Kapos ini menarik. Kenapa saya bilang menarik? Satu-satunya nama bakal calon yang beredar. He yang terang-terangan ngomong enggak niat. Hm. Bahkan mendeklare diri penghasilannya walikota 1 tahun bisa saya lebih tidak lebih besar dari penghasilan saya 1 bulan. Iya. Gila loh. Iya. Pertanyaan yang paling pertanyaan paling bodohnya terus ngapain? Ya satu yang paling sedih sih pas kemudian teman-teman mahasiswa itu presentasi. Jadi gini loh, Pak Ben. Ee apa yang kemudian mereka kenapa kenapa Bapak kenapa Bapak harus maju? Dia buka data BPS ini pintar banget. Memang gua sedih banget lihat main perasaan berarti dia perasaan main perasaan ber kamu tahu enggak di Pangkal Pinang pengangguran ini data 2024 dia buka itu hampir 50.000 orang yang nganggur. 50.000 orang nganggur. Betul. Oke. Ee DPT daftar pemilih tetap itu sekitar 150.000 orang. Artinya sepertiga orang di Pangkal Pinang yang usia dewasa which is layak nyoblos ya. He. Satu pertiga dari populasi ini nganggur kan sedih banget. Terus gua pikir ya memang sedih sih satu pertiga. Jadi kalau kita pergi ke jalan salamin tiga orang nganggur nganggur itu iya nganggur. Nganggur nganggur. Kok bisa? Itu menurut gua sadis sih. Menurut gua jujur ya. Jujur I think itu sadis. Even kita di Kalimantan Tengah, side kita di dekat tangkiling juga enggak separah itu. Satu pertiga dari manusia yang ada itu nganggur. Menurut gua itu kejahatan HAM berat loh. Jujur loh. Kenapa enggak negara yang turun tangan buat sediakan itu sih? Dalam artian ini ya mungkin bukan pemerintah pusat, maybe pemerintah daerah karena ada begitu banyak cara yang bisa dia lakukan. Anggaran 1 triliun kecil ya memang itu kecil banget. Dulu saya kerja di perusahaan 1 triliun itu profit kita. Jadi di sini 1 triliun ini kecil banget. Tapi bukan artinya enggak bisa bergerak, sangat bisa. Cuman ya lakukan yang benar lah gitu loh. Jangan bikin gedung-gedung kosong. Bongkar pasang trotoar. Aduh buat apa gitu. Betul. Hai gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu bergabung bersama Benix Investor Group, lu bakal dapat ilmu investasi saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat strategi rahasia cuannya Benix. ratusan bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di Benix Investor Group, lu bakal dapat begitu banyak pelajaran investasi selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing saham yang bagus bareng BENX setiap bulannya. Kita juga bakal update portofolio Benix dan kita juga akan membedah laporan keuangan setiap bulannya. Yang paling seru kita juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek langsung ini saham perusahaan bagus, perusahaan bodong atau perusahaan sampah. Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli saham-saham perusahaan sampah. Nah, kalau lu gimana lu udah yakin portofolio Sam lu udah bersih dari saham-saham perusahaan sampah ini? Kalau belum, mendingan lu segera sapu bersih deh kayak siem ini. Tahun lalu gua dan teman-teman di komunitas Sambenix saja udah cuan ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N? Iya, Pak. Ini juga pakai. Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah saham gorengan bahaya, Guys. Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka buang-buang duit, beli saham gorengan? Hasil rekomendasi grup sambodong di sebelah yang hobinya jualan candlestick. Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri. Dan kalau lu masih belum join sekarang juga, Guys, lu itu udah rugi banget. Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50% lebih loh dari saham parkiran mobil yang namanya IPCC. Jadi buat apagi L ragu bergabung di komunitas saham Benix Investor Group. Soalnya guys, tahun ini aja kita udah punya list saham-saham yang berpotensi memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi guys? Kalau lu mau cuan, segera daftarkan dirimu di komunitas saham Benix Investor Group sekarang juga. [Musik] bongkar pasang trotoar. Aduh, buat apa gitu. Lakukan sesuatu yang produktif. Itu rutinitas project. Iya. buat apa gitu loh. Janganlah udahlah mindsetnya itu harus kita kadang mau le frog ya. Kita harus loncat karena kalau enggak ya ngulangin hal yang sama ya gitu lagi ya sama gitu lagi. Saya kasih contoh kan di depan. Percaya enggak lu 10 tahun lalu ke Bangka sama hari ini itu enggak ada yang berbeda. Itu aneh. Itu menurut gua aneh karena kalau lu ke Jakarta 10 tahun yang lalu dengan sekarang bedanya jauh. Ada kereta yang jalan di atas kepala namanya LRT. Menembus awan. Ada kereta yang jalan di bawah kaki kita di dalam tanah namanya MRT. dalam 10 tahun begitu banyak perubahan gitu loh. Terus pangkal pinang hari ini dengan pangkal pinang 10 tahun yang lalu kok sama aja? Berarti pangkal pinang 10 tahun lagi juga sama aja kan. Sedih menurut gua sedih sih ya gua memang itu memang brengsek juga sih mahasiswa itu memang jadi mulai mulai tergugah nih ya. Gua mulai merasa ya enggak fair. Enggak fair. Karena kalau mereka terus dipimpin sama orang yang enggak capable ya enggak fair. Kita sebetulnya enggak mesti gua juga sih. Udah naik belum level niat untuk ikut dalam bursanya? Kalau kemarin 0% sekarang kisi kali ya. Naik gara-gara ketemu korban banjir. E kan ada kok makin naik berarti korban banjir. Gua pikir aduh kok bisa sih banjir? Rupanya udah lama ya bertahun-tahun ya banjir ya. W klasik banget tuh. Banjir enggak udah-udah banjir gila Belanda kotanya itu di bawah laut. Amsterdam itu di bawah laut ee lebih dari hampir 50 m di bawah laut enggak banjir. Aduh, astaga kita kenapa masih ada yang sama kena rayuan mahasiswa lihat situasional banjir. Iya. Itu kemudian menambah niat untuk maju, menambah rasa kasihan, empati ya lebih ke situ empati. Dan gua lihat e kita suka bikin video di YouTube kita juga Indonesia bakal makin tough nih 2025. Kalau seandainya tetap lakukan hal yang sama, pengangguran itu bakal nambah. Kita prediksi itu mungkin tambah jadi 70.000 orang yang nganggur di Pangkal Pinang. Itu sayang sekali. Itu itu potensi sebetulnya yang bisa kita pakai buat bangun pendapatan daerah kita. Bangun daerah kita. Enggak ribet. I mean enggak ribet cuma bikin dermaga gali. Selesai kapal parkir. Simpel. Disneyland. Investor dari seluruh dunia pengin banget bikin di Indonesia. Tapi kenapa bikin di Singapura? Penduduknya cuman sekecil itu. Koennya kan di Indonesia. Padahal mereka pengin banget invest di sini, tapi mereka enggak ada kepercayaan siapa yang layak buat gua taruh duit ini. Itu itu kan yang jadi kendala. Trust teman kita yang punya universal studio itu bilang, "Ben, lu bikin kek apa kek gitu. Biar gua bisa invest di Indonesia. Penduduk kalian kan banyak gitu loh. Di sini gua susah banget cari tenaga kerja. Kata dia, "Duitnya udah kebanyakan ya. Duitnya udah kebanyakan. Harus invest di sini." Dia bilang, "Dibanding ngabung di bank bunga cuman 3% mending kita buka apa kek di di Indonesia." Tapi dia buka kebun, invest kebun di Palangkaraya ngasih makan orang utan lah, air orang banyak warga di sana. Tapi lagi-lagi ee keinginan itu akan sangat mudah memang terwujud ketika memang positioningnya Bang Ben menjabat menjadi pejabat atau memang itu bisa jadi sebagai investor? No. Sebagai swasta enggak bisa. Enggak bisa. Sebagai swasta enggak bisa. Sudah pernah nyoba berarti? Oh ya sudah pernahlah kita buka usaha di mana-mana ya. Jadi kita sudah coba memang enggak bisa. Idealnya itu yang lakukan yang turun adalah pemerintah daerah. bahasa yang kemudian sering disebutkan oleh pemerintah bahwa oke kita mudahkan semua perizinan itu realitanya enggak seperti itu ya rupanya ee kan ada peraturan menteri kan tentu ada ke bawahnya lah ada peraturan menteri, peraturan gubernur nanti perlu lagi bikin Perda lagi yang sesuai dengan garisnya dari atas jadi ya bisa tapi itu will it will take longer lah bikin perda juga harus koordinasi sama DPRD betul karena agak panjang undang-undang koordinasin lagi sama DPR ini belum ngomongin peraturan teknis di level menteri nih ya itulah realitanya nya gitu ya. Itu realitanya. Jadi, mm banyak yang contoh kasus yang bisa kita pakai mobil listrik yang teman-teman tahu mungkin pernah dengar BYD tapi punya saingan loh namanya GAC, ada yang namanya juga Woling itu tahu enggak itu bukan PT swasta, itu bukan BUMN, itu BUMD. Can you imagine di Cina BUMD itu udah bikin mobil distrik dan sampai ekspor. Wow. Kita ke mana? Gua stres lihat itu. Sebel banget. Asli sebel banget. Di sini BUMD-nya ngapain ya? Kayaknya masih ngurus lada tah. Lada lada tahun ya. Lada sahang. Heeh. Sahang yang menjadi kita mengemasnya mungkin enggak jalan-jalan. Tapi kalau di luar sudah bicara soal mobil listrik, ada yang punya pesawat dan sebagainya. Aduh. Aduh sedih banget. Itu kan potensi loh yang kita bisa lakukan. Berapa banyak ya teman-teman di sini juga bakal ikut rasakan itu. Gampangnya gini, kalau seandainya penghasilan daerah kita Pangkal Pinang naik nih, let's say dengan Disneyland ya atau dengan pelabuhan internasional naik jadi dapat 10 triliun setahun. Arti kayaknya ibaratnya peredaran ekonomi kita naik dari 1T ke 10T toh. Masa iya sih teman-teman di sini di rumah yang punya usaha gorengan, usaha rental mobil, usaha katering, masak, masa enggak ikut naik sih? Minimal lu bisa naik 5 kali. itu terdampak semua pasti pasti sudah pasti sudah pasti karena daerahnya naik 10 kali lipat biasanya cuma ngelola duit 1T naik ke 10T sudah pasti semua yang ada di sini naik contoh paling gampang mm Bandung lah misalnya di Bali ya Kabupaten Bandung di Bali sudah pasti pengahli penghasilan chef di sana atau spir mobil di sana lebih gede dibanding yang di Bangal Pinang memang realitanya gitu rata-rata orang di sana terima duit di atas R juta R juta sampai 10 juta sebulan baik Bang berarti dengan semua ide-ide brilian, Bang Ben, untuk Kota Pangkalpinang, tapi niatan yang masih belum muncul, belum kuat. Lalu apa yang kemudian akan Mas Ben lakukan? Ee karena yang paling penting itu let say eh memang mau enggak mau maju kan harus lewat partai, ya. Betul. Ee mau enggak mau ya harus ketemu partai yang punya satu visi misi sih, satu visi misi bahwa Indonesia harus maju, enggak bisa gini-gini doang. Karena visi misi gua itu gua pengin ngalahin Singapura. Kita sangat bisa apa yang dilakukan Singapura. Bang Kabelitung punya pulau. Sama-sama pulau dikelilingi laut, sama-sama punya pantai. Sama-sama jalur perdagangan dunia. Makanya banyak di sini gua yakin keturunan dari Cina daratan. Sama-sama kita ini pusat perdagangan dunia. Kita sama kayak Singapura dan semua kapal yang impor kita impor ataupun ekspor pasti lewat Bangka Belitung. Udah pasti Tanjung Priuk Pelabuhan terbesar di Indonesia. Masa sih dia kapalnya lewat Papua? Kan enggak masuk akal. kapalnya lewat Bangka Belitung itu udah paling paling benar ya. Tapi sekali lagi namanya tadi kan karena kompleksitas birokrasi itu harus didukung dengan kendaraan politik yang benar, yang pas, yang perlu apa? Ya partai politik yang punya satu visi misi sih. Memang visi misinya adalah bangun kita bangun daerah ini jadi lebih canggih daripada Singapura. Bukan cuma ngeruk kekayaan daerahnya. Ngeruk terus, ngeruk terus. Itu juga tadi yang dipaparkan di pert sama saya bilangnya yang sama specifically sama enggak ada saya bayar ngobrol soal tambang timah lah atau ginilah segala macam itu kan yang menurut gua kesalahan selama ini kan kita menggantungkan nyawa kita, penghasilan kita di satu sektor yang namanya tima. He. Begitu timanya redup semuanya ee kebablasan kan. Harusnya ekonomi itu harusnya diversified kayak investasi harusnya diversifikasi. Jangan satu nyawa kita di keranjang yang sama. Kan kita memang harus realistis ya. Kalau maju tiketnya memang di partai politik kan. Betul. Betul. Kalau sejauh ini kalau cuman sementara partai-partai lain bagaimana untuk mencukupi itu? Ya bagus nih pertanyaan nih Bang Edi nih. Kembali ke parttainya aja. Partai ya sevisi misi sama kita apa enggak ya? Kalau sevisi misi sama kita bisa konak BIK hubungi nomor di bawah ini. Itu aja gitu selesai. Bukan gua yang harus ikut visi misi lu. No. Enggak. Lu harus ikut visi misi gua. Kita harus bangun bangka ini. Ujung-ujungnya pasti partai juga yang diuntungkan. Kalian bakal dapat konstituen yang banyak, yang bagus. Kira-kira dengan apa yang disampaikan ini, Bang Ben yakin tidak dapat tiket? Bukan urusan gua. Enggak peduli juga. Bukan gua yang rugi. Kalau gua enggak maju jadi walikota. Yang rugi ya rakyat pangkal Belitung, rakyat pangkal Pinang, bukan gua. Itu bukan urusan gua. Gua enggak peduli. Tapi lu mau apa enggak gua jadi walikota? Itu aja. Bukan urusan gua. Realistis banget ya. Iya realistis. Ya, kalau lu enggak pengen lu pengin sama kayak 10 tahun lalu, 20 tahun lalu enggak maju-maju urusan lu, bukan urusan gua. No. Enak aja lu sekarang gantian gua pertanyaan gua. Lu pengin gua jadi walikota, lu berani bayar gua berapa? Itu aja. Iya. Lu berani bayar gua berapa? Lu enggak mau dibayar 2,7 juta sebulan. No thank you, Bro. Oh, thank you. Kemarin ada parta yang ngajak ketemuan di Pondok Indah di Jakarta. Oke, gua mau manjuin lu, Bain. Gini gini gini. Iya. Lu berani bayar gua berapa? Om langsung tembak gitu. Iya. Lu berani bayar gua berapa? Serius aja. Gua udah pasti kerja. Track record gua jelas. Gua udah kerja di banyak perusahaan dalam negeri dan luar negeri. Very clear. Dan gua bisa lakukan apa yang gua katakan. Kita punya jaringan investor di luar dan negeri. Dan mereka pun investor yang gua sangat kenal dan mau gitu. Terus kalau lu mau gua masuk pakai kendaran partai, lu berani bayar gua berapa? Simpel aja. Gua profesional. Jangan lu gaji gua 2,7 juta. No thank you, Bro. Mau thank you lu pilih yang lain aja. Enggak. Saya asli saya udah lebih dari 5 6 7 hampir 10 orang deh. He yang ee akan ikut dikontestasi dengan Penang. Baru Bang Benny loh yang blak-blakan. Apa mau apa aja gua bayar berapa? Iya ya. Lu berani bayar gua berapa, Bro? Dia kan 2,7 juta tapi realistis Bang Ben. Realistis lah. Iya. Pemimpin kalau masih berpikiran soal gua harus cari cuan di sini di jabatan gua, udah pasti salah tuh. Iya. Udah pasti salah. Iya, udah pasti salah. Gua pasti bakal ya pasti gua bakal kerja gila-gilaan lah. Di sini ada mantan karyawan gua waktu di perusahaan sebelumnya dia tahu gua kerja sampai jam .00 pagi, jam 3.00 pagi normal aja. He kita profesional gitu. Tapi lu jangan berharap gua maju pakai modal gua sendiri, which is gua juga bisa. Gua ada duitnya buat modalin itu. Terus lu kira bisa balik modal gitu? Enggak. Udah ada hitungannya tadi. Sampai 100 tahun kerja pun enggak bakal balik modal. Enggak masuk akal ini. Enggak masuk akal. Enggak masuk akal gitu loh. Jadi tokoh politikah pengusaha kemudian atau partai politik sudah ada berapa banyak yang kemudian berdiskusi komunikasi dengan Bang Ben? Ada pengusaha besar tambang di Kalimantan gitu dia bilang, "Udahlah Ben, lu maju aja deh, gue yang modalin. Lu butuh berapa sih?" Ya, 25 M nih gua bantuin. Oh, di kota Malinang. Iya, di kota orang sini kah atau no? No. No orang Kalimantan. Orang Kalimantan. Iya. Gua tanya wah sekali ya. Haji. Pak Haji gua bilang Haji mana ini? Adalah haji. Haji kan? Bukan bukan bukan dia Kalimantan Selatan. Oke. Jadi ee Pak Haji lu ngapain kasih gua duit buat maju di pangkal P? Enggak men. Gua pengin ngelihat aja. Lu emang kalau jadi walikota kayak mana sih? Penasaran gua. Apa bisa gitu? Seru kayaknya. Seru nih, Ben. Kalau lu maju nih jadi pejabat daerah. kayaknya seru nih gitu loh. Karena dia sudah lihat kita bangun kebun di Kalimantan juga enggak main-main. Bagus menang penghargaan internasional baguslah kebun bukan kebun sawit ya, kebun pisang nanas semangka di lahan yang rusak di graded land e bekas bekas tambang lah bekas tambang kita oleh panennya pun bagus dia happy lah lihat itu. Dia bilang, "Wah, lu kalau jadi walikota seru juga kali ya, Ben." Oh, ya. Terus gimana Ben? Transfer ke mana? Tunggu dulu. Tunggu dulu. Gua bajam belum tentu maju. Enak aja lu. Ya, lu yang enak gitu. Tunggu-tunggu. Biar biar clear juga. Biar kelar juga. Kalau boleh tahu nih, Bang Beni nih background pendidikannya apa? Ee saya sarjana hukum dari Universitas Indonesia. Oke. Terus dari sana saya ambil S2 master. Master saya hukum bisnis dan perdagangan internasional dari Leiden di Belanda. Heeh. Ee ya kurang lebih bergerak dengan bidang hukum lah. Sampai kemudian ee saya kerja di perusahaan internet terbesar di China waktu itu namanya Tensen. Oh iya. Tensen. Di situ merubah paradigma saya. Oh. Oh, bisnis teknologi seperti ini. Oh, masa depan ini di era Indonesia belum bayar pakai Kris. Itu tahun 2012 gua terima ee angpau. Gua ngif kan bos kita dari Cina ngasih angpau itu digital pakai aplikasi namanya WeChat. Hah, gua dapat angpau nih dari bos gua. Bagus nih, happy nih. Gimana cara pakainya? Ya B, lu scan kalau pergi ke toko. Ah, apa yang dis tahun 2012? Sama aja bohong. Terima angpa enggak bisa dipakai juga. Brengsek ini bos kita. Tapi di situ gua mau ngebuka pikiran ya. Ya ampun, Cina orang pergi belanja ke pasar pakai curies, pakai digital wallet. Heeh. Digital payment ini hebat banget tahun 2012 gitu loh. Nah, itu masa depan di situlah saya switching jadi pengusaha di bidang teknologi. Dari situ udahlah track record saya ya bergerak di bidang teknologi sih. Jadi sempat kerja di Gojek, vice president di Gojek, sempat di Oyo, sempat di Astra, macam-macam lah. Sampai sekarang pengusaha sendiri. Oke. Dari tadi juga banyak cerita soal kebun-kebun. Memang sekarang juga memang intens intensif di perkebunan ya. Iya, sangat inten di perkebunan. Kita itu panen bisa e ratusan ton. Ini kebun nanas, pisang. Oke. Terus kita ada semangka, nanti nambah lagi coklat. Nah, itulah salah satu intensi saya juga di Bangka Belitung itu saya mau nanam coklat. Mau kasih tahulah Indonesia ini bukan cuma tentang sawit. Sawit sawit loh. Tapi cokelat juga. Contoh gini, sawit 1 TBS hari ini mungkin harganya Rp6.000 sekilo. Oke. 6.000. Enggak nyampai sekilo. Enggak nyampai ya? Enggak nyampai. 3000an. Oh, kecil bener. Iya 3.000. Wih Kalimantan 5.800 tuh TBS. Sini. TBS-nya benar. Masa 3.000 murah benar. Alan Bosar itu ya benar 3.000 tuh sudah termasuk mewah. 3.300 mewah bahkan cenderung di bawah itu. Oh ngeri ya. Bisa 2.000 sekian 2.500 2000 sekian itu. Itu udah wah udah bikin petani di sini luar biasa. Itu aja udah. Saya enggak kebayang kalau tadi berapa 5.000 6.000 5.800 lah. Udah pakai alpard semua di sini. Tapi tunggu dulu, Kalimantan beli pupuk kan lebih mahal ya kan. Transportasi lebih mahal, jadi ke cost juga lebih mahal, UMR juga lebih mahal di sana. Ya itu jadi kita fokus di situ penanaman untuk membuktikan ya enggak mesti sawit sih banyak alternatif karena tadi ya TBS kita di sana 6.000 lah per kilo. Tapi coklat coklat itu per kilo Rp150.000 kan. Coklat per kilo. Coklat per kilo Rp150.000 harganya. Kan ngeri berapa kali lipat lebih banyak loh dibanding orang nanam kawi. Tapi enggak banyak yang orang punya ilmu untuk nanam coklat itu enggak semua orang punya ilmu. Betul. Di sini sangat langka sih coklat ya. Sangat langkah di Lampung banyak. Nah itu kalau kita proses lagi coklat itu ada tiga jenis. Yang pertama cocoa mes. Yang kedua cocoa powder. Ni mirip milo lah. Jadi serbuk gitu kan. Yang ketiga nah ini butter. Butter ini hari ini harganya R1,2 juta. Sekilo. Wow. itu hilirisasi dari satu sektor yang namanya coklat. Makanya kita nanam coklat juga sekarang sudah nambah coklat dan sudah ada buernya juga di Tokyo di Jepang. Ekspor dari Jawa Tengah ke Jepang gitu. Itulah ceritanya kenapa kita sampai kemudian ke Pulau Bangka. Heeh. Ya. Yang tadinya mau invest buka kebun coklat terus kemudian ketemu warga, ketemu teman-teman mahasiswa terus sampai kemudian bikin-bikin spandung malah kegeser ke situ, malah jadi ke sana. Itu pun sampai hari ini juga belum tahu. Iya. Kepastian untuk melangkah seriusnya belum tahu juga. Ya, realistis aja lah. Realistis aja lah. Gaji 2,7 juta sebulan. Coba lu pikir. Realistis aja lah. Gitu sih. Cuman ya jujur ya gua ada empati lah ya ngelihat teman-teman mahasiswa ini. Gua udah bisa lihat sih. Mungkin mereka juga tahu. Sebagian dari mereka mungkin begitu lulus nganggur. Fakta aja. Satu per3 itu realistis ya. Di situ gua tersentuh sih, waduh kalau ini gini-gini aja puluhan ribu orang bakal nganggur tuh ngeri sih. Itu ngeri. 2,7 bayar biaya nginpnya Bang Beni 2 malam aja kurang. Iya. Iya kan? Kurang kan? Benar juga. Benar juga. Berbayar hotel aja enggak cukup ya. Ben benar. Dalam kacamatanya seorang Bang Beni. Heeh. Pangkal Pinang pengin seperti apa ke depannya? Pangkal Pinang ini kalau ya. Kalau ya. Jadi harus pro bisnis, harus pro investasi. Jangan kita tutup mata atau bahkan menghalang-halangi mereka yang mau buka pabrik di sini, mau buka usaha di sini. Permudah kalau perlu kasih karpet merah. Kenapa? Karena begitu mereka bisnis di sini, buka investasi di sini, yang terjadi lapangan kerja terbuka. Ya, gambarannya gini. Kalau UMR di sini sekitar Rp3 juta lah. Kalau tercipta 1000 lowongan kerja baru berarti kan dapat 3 M. Itu kan berputar di sini. 3 M baru kalau 1.000, kalau 10.000 berarti kan 30 M. Ekonomi berputar banget nih di sini. Jadi kita betul-betul harus pro bisnis dan pro investasi. Jangan anti. Nih gua sorry banget nih. Gua ketemu dengan mantan pejabat lah di DPRD ya. Pas gua ke sini muter-muter ya biasalah gitu kan. Ini ini loenix ini lu bisnis ini bisnis itu ngelihat kafe lah ngelihat prospek inilah pantai lah diajak turing. Eh di situ gua kemudian melihat memang kita sangat anti dengan investment. Gua bilang, "Pak, Bapak kan udah lama nih dari jadi pejabat di daerah sampai tiga periode. Bahkan saya bingung loh, kita punya pantai sebagus ini. Tapi di pesawat saya berkali-kali nih pergi mendarat di Pangkal Pinang. di pesawat. Saya tidak pernah sekalipun ngelihat orang bule duduk di pesawat. Kok bisa pantai sebagus ini, rakyat seperti ini, kotanya juga? Ini pantai yang bagus di ee yang gua sudah lihat sih yang atau pasir padi. Pasir Parai udah di kabupaten ya. Kabupaten ya. Di Pasir Padi yang kita lihat luas, lapar. Baru Bang Beni loh nyebut pantai Pasir Padi itu bagus menurut gua. Bagus karena buat kalian itu normal. Iya dong, buat kalian itu normal. Coba lu pergi ke Kalimantan. Wah, lebih itu. Hitam itu aja udah udah mendekati hitam. Iya. Masa dibilang bagus menurut gua bagus. Kurang gaul lu pergi ke Bali di daerah ee Bali sebelah barat sekarang lagi ngetar namanya Canggu. Pantai kita itu yang dikata orang Bangka jelek. Buat orang Bali itu udah bagus banget karena Canggu. Idih, pantainya jelek banget. Sampah di mana-mana. Jujur lu duduk di Canggu ya, tutup mata gu dapat di sini ada sampah inilah botol plastik lah. Karta pasir padi. Separah-parahnya menurut kalian pasir padi gua yakin lu enggak lihat gunungan sampah di situ. Gua yakin. Betul. Gua yakin. Tapi lu pencet buka YouTube bali spasi sampah selesai. Jadi itu loh itu bagus banget loh. Jadi kita harus probis, pro investasi. Itu yang gua tanyakan sama si pejabat itu, "Pak, kenapa enggak ada orang bule di pesawat? Saya sudah berkali-kali mendarat di pangkal Pinang. Di pesawat tidak ada orang bule yang saya ketemuin. Saya ke Lampung, saya sering ketemu orang bule. Ke Danau Toba saya sering ketemu orang bule. Ke Bandung, ke Bali apalagi gitu. Tapi ke Pangkal Pinang berkali-kali enggak ada orang bule. Kenapa? Mungkin dia tahu kalau Bang Ben mau ke pesawat dia enggak mau naik. Oh gitu. Dia dicocokin timingnya biar enggak ketemu nih. Ya udahlah kita jumpa lagi di Dela orang tengah dengan saya Bang Edi. Sampai jumpa. Thank you Bang Edi. So gimana guys menurut lu? Lu setuju enggak Benix maju jadi kepala daerah? Ya udah lewat sih kan momennya juga udah lama dan gua juga sebetulnya enggak pengin. Kenapa gua enggak pengin? Ya karena secara hitung enggak logis buat gua sebagai kepala daerah profesional tentu gua enggak mengandalkan duit korupsi dong atau duit komisi atau duit kickback. Enggak dong. Ya duit yang gua digaji sama daerah dan setelah hitung-hitungan ya enggak masuk. Karena kalau gua maju nih, misalkan gua menang jadi walikota, gaji gua cuma R3 juta sebulan, setahun R60 juta. Gua kerja 100 tahun, gaji gua cuman R6 miliar, Guys. Sementara buat menang modalnya minimal 40 M. Kan enggak masuk akal. Ngapain gua buang-buang 40 M cuma terima gaji R6 miliar, udah pasti boncos. Itu pun kalau kerja 100 tahun, iya kali gua masih hidup 100 tahun lagi. Itu pun enggak banyak modal, Guys. Anyway, lu setuju enggak dengan program Benix kalau jadi kepala daerah? Dan ini tantangan nih buat teman-teman karena gua udah punya investor ya yang siap bangun kasino. Nah, gara keluar tanpa modal semuanya gua yang modalin guys. Kita punya tim investor sendiri dari dalam dan luar negeri. Dan gua yakin ini bisa bantu pemerintah buat bayar utang negara. Segera tuliskan penandangan kalian, pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini. Lu setuju dengan programnya Benix apa enggak ya kalau Benix jadi kepala daerah? Segara tulis ya saran kalian dan pandangan kalian seperti apa. Dan lu kalau punya ide-ide lain ya khususnya buat daerah kalian masing-masing yang di Purwodadi, yang di Wonosobo, yang di Pati, lu punya ide apa supaya pemerintah daerah bisa ningkatin pendapatan asli daerah mereka, APBD-nya bisa gede? Segera tulis di kolom komentar ini ya. Pasti dibaca sama pejabat pemerintahan kita. So, tunggu apaagi? Segera subscribe channel Benix dan share video ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories