Kalau Gue Jadi Kepala Daerah, Gak Akan Sekerdil Mereka! (Belajar dari PATI)
0XTlwH7QCa4 • 2025-10-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Guys, lu penasaran enggak sih kenapa
kemarin itu Indonesia bisa rusuh loh?
Agustus kebakaran di mana-mana,
kerusuhan di mana-mana. Ya, salah
satunya gara-gara Pati. Pati apa yang
dia lakukan? Mereka menaikkan pajak PBB
sehingga kemudian banyak rakyat yang
memberontak karena kecewa. Kok ekonomi
lagi sulit malah nikakin pajaknya. Dan
akibatnya apa ya? Kerusannya melebar ke
mana-mana. Tapi kalau lu pikir lagi ya,
kenapa Pati sampai harus naikin pajak
daerah dia? Ya, karena TKD transfer dari
pusat ke daerah itu dipotong sama Sri
Mulat nilainya ya 50 triliun lebih,
Guys. Dan lu tahu ya pemerintah daerah
di Indonesia mayoritas enggak ada otak.
Nah, ketika kemudian dana transfer ke
daerah berkurang, mereka bingung, "Gua
mau kawin lagi modal dari mana? Gua mau
korupsi duit dari mana? Sementara udah
mau menang. Sementara udah menang jadi
kepala daerah kan habis duit ratusan
miliar." So, solusinya apa? Pemerintah
daerah di Indonesia yang pemalas itu
cuma mengandalkan tiga pendapatan, Guys.
Yang pertama transfer dari pusat ke
daerah. Nilai ratusan triliun. Yang
kedua apa? Pajak bumi dan bangunan. Dan
yang ketiga pajak kendaraan bermotor.
Udah itu aja. Begitu transfer dari pusat
ke daerah dimatikan, apa yang terjadi?
Mereka megap-megap, bingung. Cari solusi
lain enggak nyampai otaknya. So, solusi
paling gampang apa? Naikin pajak di
daerah. Makanya lu jangan kaget, makin
banyak daerah-daerah yang pasti naikin
pajak-pajak bumi dan bangunan. Kalau itu
enggak bisa dinaikin, apa? Naikin pajak
kendaraan bermotor. Dan teman-teman
bakal jadi saksi sejarah, tahun 2026 itu
bakal jadi momen di mana makin banyak
daerah-daerah saling berebut. pajak
bumi, bangunan dan pajak kendaraan
bermotor sampai lu bakal dipaksa buat
mutasi kendaraan lu ke daerah mereka.
So, anyway, banyak orang yang bilang,
"Ah, lu benik bacot aja. Emangnya kalau
lu jadi kepala daerah bisa apa?" Nah,
ini orang-orang kayak lu nih, Ninten
nih. Kemarin itu kebetulan gua diminta
nih, dipaksa bahkan ya sama
elemen-elemen mahasiswa di Bangka
Belitung yang pengin gua maju jadi
kepala daerah di sana. Dan lu penasaran
enggak sih solusi gua apa? Kalau gua
jadi kepala daerah, Benix itu bakal
bikin apa? Dan bahkan gua punya solusi
yang bisa ningkatin ya pendapatan asli
daerah itu sampai puluhan bahkan ratusan
triliun tanpa harus ngandalin majak
lagi, pajak sini, pajak sana. Enggak.
Udah enggak zaman begitu lu harus
berpikir kreatif. Karena daerah di
Indonesia ini diciptakan unik dan
berbeda-beda. Ada daerah yang bisa
mengandalkan pertambangan, ada daerah
yang bisa mengandalkan pariwisata, ada
daerah yang bisa mengandalkan perikanan
dan lain sebagainya. Jadi memang harus
kreatif dalam membangun daerah. Cuma
masalahnya tadi yang gua bilang banyak
kepala daerah di Indonesia ini enggak
ada otak. pikirannya cuma kawin lagi,
kawin lagi, kawin lagi. Kalau gak kau
kawin lagi korupsi lagi, korupsi lagi,
korupsi lagi. Kalau gitu saat itu
apaagi? Yang ketiga paling banter
bongkar pasang trotornya, bongkar pasang
tror, bongkar pasang tror ya kan daerah
lu pasti begitu kan? Bonggar pasang tror
kalau bisa tiap jam bonggar pasang
truar. Well, anyway kalau lu penasaran
gimana sih Benix kalau jadi kepala
daerah, jangan dikip video ini. Let's
check this out.
Pilkada ulang, Kota Pangkalpinang segera
akan digelar 27 Agustus 2025. Banyak
nama-nama bermunculan. Tidak hanya putra
daerah, bahkan yang di luar kota
Pangkalpinang bahkan Bangka Belitung
mengambil bagian. Lalu siapa yang pantas
duduk di sini dan bagaimana kemudian
nanti pertempurannya? Akan serukah atau
kembali mengulang kolom kosong berjaya?
Di sini sudah hadir bersama saya seorang
anak muda. Saya bilang ganteng pasti
karena sudah balehonya sudah banyak
bertaburan di Kota Pangkalpinang. Beliau
adalah Bang Benny Huta Barat.
Thank you, Bang Edi.
Sehat, Bang?
Sehat. W
dulu kita
tos dulu dong.
Oke, mantap. Sudah diundang nih kita
nih.
Baik, Bang Beni. Bang Beni harus
tanggung jawab hari ini di podcast Bang
Kapos
untuk menjelaskan banyak hal terkait
Pilkada ulang Kota Pangkalpinang.
Baleho Bang Beni gede-gede.
Ada yang di ujung saya baca ada yang
sudah menyebutkan walikota.
Oh, ya.
Disneyland.
Oh, Disneyland.
Mas dulu. Baik. Tapi sebelum itu saya
mau background dulu deh.
Oke. Oke.
Bang Beni. Apa yang kemudian mendorong
atau yang menjadi latar belakang Bang
Beni mau atau ikut bikin heboh di Kota
Pangkalpin?
Oke, thank you. Nih jadi satu hal yang
pertama biar gua luruskan dulu. Gua
enggak mau jadi walikota di Pangkal
Pinang.
Oke. Oke.
Iya. Jadi biar jelas gua enggak mau dan
enggak kepengin pun terjun ke politik.
Enggak kepikiran sama sekali.
Enggak sama sekali enggak. Sama sekali
enggak. Sampai kemudian ada kawan-kawan
karena kita suka bolak-balik ke Bangka
Belitung. Teman kita ada yang buka kebun
juga di sini juga, tambang juga,
macam-macam. Nah, mereka ada lihat ee
gua di podcast, kita suka bikin podcast
atau siaran
di situ orang pada komen, "Om Benix, di
Pangkal Pinang itu ada pemilihan ulang,
datang dong, ikut dong." gitu. Ini
kayaknya bulan November apa Desember
tahun lalu.
Heeh.
Gitu kan. Jadi begitu dibilang begitu,
"Enggak ah, gua enggak mau, gua enggak
minat."
Bolak-baliklah kita sampai ke sini.
Sempat diundang ngajar juga di
universitas di sini
ketemu sama teman-teman mahasiswa terus
bilang tanya lagi, "Maju lagi dong. Maju
dong, Pak." Jadi walikota. Emang kenapa?
Apa yang bisa kita lakukan? Emang kenapa
gua harus maju? Gua enggak mau gitu.
Jujur gua enggak mau. Apalagi setelah
gua buka, namanya juga kita pengusaha
ya, kita investor ya. Gua lihat emang
berapa sih gaji walikota? Gaji walikota
itu 2,7 juta per bulan. Oke. Sama
tunjangan-tunjangan ya bisalah dapat R30
juta sebulan. di setahun kan R60 juta.
Kita ada sempat, gua sempat nanya sama
teman-teman yang di politik 360 juta
setahun loh. Eh, kalau gua mau nyalon
jadi walikota, berapa sih duit yang gua
harus siapin? Ya minimal 40 M lah.
Wih, 40 M gede banget. Penghasilan R60
juta setahun. Gua kerja 100 tahun pun
enggak balik modal itu. Kalau gua enggak
mati-mati ya 100 tahun itu enggak balik
modal. Enggak mau gua enggak mau gua
enggak mau. Gua enggak mau sama sekali
gua enggak mau.
Benar-benar enggak mau nih.
Enggak mau. Hitungannya enggak masuk
lah. Kita kan investor, hitungannya
enggak masuk. Jadi enggak masuk akal
buat kita maju jadi walikota dengan
begitu banyak pengeluaran. Enggak
seimbang lah. Jadi makanya waktu itu
Ahok juga pernah bilang memang kepala
daerah sengaja dibikin gajinya kecil.
Mungkin supaya korupsi. Enggak masuk
akal. Ya jujur gua enggak masuk akal.
Jadi orang bikin itu gua gua bilang gua
enggak mau orang lagi komen lagi sampai
ada ibu-ibu juga bilang omen maju dong
gini-gini. Enggak enggak. Kita sempat
giveaway lapis lagi tuh yang ada dekat
di Wihelm Park.
Betul
ya? Segala macam enggak tapi gua enggak
mau.
Ee sampai kemudian ada yang bilang,
"Amen kalau gitu gua pasangin spanduknya
lah ya gini gini gini keluar bi
sendiri." Iya
Om Ben maju dong gini gini gini. Kenapa?
Ya pokoknya kita mau Om Ben majulah.
Kebetulan waktu itu gua pernah bilang
Indonesia ini perlu ada pusat hiburan
yang internasional
yang bisa menarik traffic. Karena kalau
enggak devisa kita lari. Devisa kita
lari ke Hongkong, ke Jepang. ke
Singapura ada Universal Studio. Kenapa
orang pengin banget liburan ke
Disneyland? Gua suka bilang ini udah
dari 10 tahun lalu. Kenapa kita enggak
punya hiburan yang seperti itu gitu loh.
Kenapa malah Universal Studio bikinnya
di Singapura? Kenapa enggak di
Indonesia? Akibatnya apa? Y rakyat
Singapura berapa sih jumlahnya?
Rakyat Indonesia 200 juta lebih.
Udah pasti yang datang ke Universal
Studio itu orang Indonesia kan gila.
Enggak masuk akal menurut gua. Ngapain
kita kasih duit ke sana? Belum lagi
lebih sadisland yang di Tokyo.
Disneyland di Tokyo penghasilan bisa di
atas 30 miliar per hari. Berarti kan
sebulan 900 M. Dalam 1 tahun penghasilan
dia lebih dari 10T. I mean berapa sih
penduduk orang Jepang? Udah pastilah
mayoritas itu orang dari Indonesia lagi.
Lagi-lagi orang Indonesia lagi nyetor.
Teman kita hobinya setoran aja ke Jepang
gitu kan. Lu ngapain ke Jepang? Mau ke
Disneyland. Ya udah lu mau ngapain? ke
Singapura ke Universal Studio. I mean,
kenapa itu enggak bikin di sini? Jadi
ini udah dari kontemplasi sudah dari 7
tahun lalu lah kita 10 tahun 7 tahun gua
berpikir. Mantan BW saya juga sempat mau
bikin
He
ee Disneyland di Lidow sampai sekarang
pun enggak bisa. Kenapa kemudian enggak
bisa? Karena ternyata kompleksitasnya
begitu rumit. Birokrasi panjang banget
di Indonesia.
Peraturan di level ee pemerintah, pusat,
presiden, provinsi, kabupaten, sampai
desa. Ada perdes itu semua enggak ada
yang sinkron. Makanya kemarin enggak
usah heran kalau di Jawa Barat kan ada
tempat wisata yang sempat heboh di
puncak digusur sama Gubernur Jawa Barat.
He oleh KDM ya.
Oleh KDM. Padahal perizinannya ada versi
pengusaha dia ada loh perizinan ini.
Kementerian Lingkungan Hiduplah,
Kementerian Inilah banyak banget. Tapi
ada satu izin yang miss. Disikat digusur
habis duit investasi orang. Bukan
artinya gua, gua sih setuju gua nge-fans
sama KDM Kang Dedi Mulyadi. Gua sangat
nge-fans kepala daerah yang yahud, yang
keren. Cuman itu realitanya di Indonesia
menunjukkan bahwa memang enggak sinkron
peraturan daerah sama peraturan pusat
itu
enggak masuk akal.
Tapi dengan semua itu, Bang Ben, kapan
kemudian Bang Ben memutuskan oke deh gua
coba misalnya.
Iya. Jadi di kita gampang, gampang aja,
gampang sekali sih. Akhirnya di level
karena kita investor, ya. Jangan-jangan
kalau gua pengin banget pergi ke
Disneyland yang ada di Indonesia, gua
enggak mau nyetor duit ke Singapura atau
ke Tokyo,
ee kita harus bikin modelnya itu BUMD.
Katakan enggak bisa BUMN, ya udah kita
level di level BUMD. Pemerintah daerah
yang punya. So what?
Di Amerika BUMD aja punya pesawat.
Heeh.
Karena menguntungkan bisnisnya.
Di Indonesia kenapa kita enggak bisa
bikin begitu? Karena kalau yang kita
pelajaran dari BUMN lah misalkan kita
tahu Bank Mandiri, Bank BRI
levelnya nasional lah, badan usaha milik
negara.
Sedemikian kompleksnya mereka harus
laporan tuh punya banyak, Bos. Ada OJK,
ada Bursa Efek Indonesia, ada Bank
Indonesia, ada Kementerian Keuangan,
masih ada lagi Kementerian BUMN. Jadi
ini bersih ngomong di level
nasional, terus yang di level kabupaten,
level provinsi kan kompleks tuh. Tapi
okelah mereka bisa masuk itu dengan
segala kompleksitasnya, tapi menggunakan
institusi yang namanya milik negara.
Oke, kalau gitu supaya kita tidak
terjadi hal-hal yang seperti Jawa Barat
dan segala macam, berarti kita butuh
kendaraan BUMD itu buat masuk. Saya
bahkan sampai ngomong ke beberapa
gubernur yang ada di Jawa, gubernur e
bupati yang ada di Sulawesi. Eh, gua
punya program, gua punya investor.
Bahkan gua kenal yang punya Universal
Studio. Kita bikin yuk Disneyland di
daerah kita yuk. Ini investasinya enggak
mahal, tanahnya juga enggak banyak,
enggak nyampai 30 hektar kita bisa
bangun itu. Ayo kita bikin yuk
ngobrol-ngobrol sama orang dinas,
ngomong sama kepala daerah.
Ujung-ujungnya, wah pusing enggak bisa
ini. Kita enggak bisa jalanin nih.
Enggak bisa direalisasikan.
Enggak bisa direalisasikan. Enggak masuk
akal. Di situlah saya pikir wah memang
memang butuh memang butuh pendekatan
yang berbeda nih. Bukan cuma butuh nyali
ya. Memang investasi di Indonesia itu
butuh nyali. Butuh banget punya nyali.
Siapa yang bilang presiden? Presiden kan
cuma 5 tahun. Terus kalau ganti presiden
investasi kabur berubah lagi berubah
lagi kan jadi ngeri lah.
Makanya di situ saya bilang oke kalau
begitu enggak bisa swasta,
kalau begitu harus institusi negara.
Let's say enggak di level BUMN. Oke,
diilinnya di level BUMD. Itulah yang
saya pikir. Oh, ya udah boleh juga. Jadi
saya pernah mention di YouTube kita eh
imagine ya kalau ada BUMD di Indonesia
yang bisnisnya sebesar Universal Studio,
Disneyland. Bukannya enggak mungkin
orang kliennya kita semua.
Tayor Swift di Singapura konser
berhari-hari. Emang yang datang orang
Singapura? Enggak, orang kita juga.
Betul.
Tapi enggak ada kualitas studio atau
kualitas ee ruangan konser yang cukup
besar, yang cukup berkualitas sesuai
dengan standar mereka dan mungkin juga
kompleksitas perizinan itu. Akibatnya
begitu banyak devisa kita lari ke luar
negeri, enggak nyaman dibikin investor
asing buat berbisnis di sini. So,
kemudian gua pikir seandainya ya ada
BUMD kita yang punya mindset, yuk kita
bikin Disneyland di sini kita permudah
yuk perizinannya. Karena punya kita
sendiri pangkalinang.
Iya. Oh, enggak masih pangkal pinang sih
waktu itu di Pulau Jawa.
Masih pulau Jawa ya.
Pulau Jawa ee di Jawa, di Bali sama
Sulawesi kita ngobrol sama di sana.
Memang enggak bisa swasta memang harus
sebaiknya dimiliki oleh negara supaya
dipermudah.
Oke. Kita memangkas birokrasi itu ya.
Memangkas birokrasi langsung hilang
jalan tolnya gitu loh.
Betul. Selesai. Udah ya lebih bagus lagi
BUMN. BUMN yang punya biar makin
tapi tanya tadi ya Bang Mandiri aja
sudah level BUMN aja kompleksitasnya
sedemikian besar.
Masih banyak sekali kan. seru
hitungannya sangat gampang orang ke
sekali ke Disneyland ke Tokyo ya minimal
habis satu orang R juta lah. Kalau ada
1000 orang berarti sudah 5 M
per hari loh.
Berarti kalau 10.000 orang udah 50 M per
hari. Kali 1 bulan itu udah lebih dari
1500 M 1,5T.
Itu potensi ya
potensi yang ada.
Ini baru ngomongin ee Disneyland ya
belum yang lain 1,5T. Berarti kalau lu
kali 12 bulan penghasilan kita itu bisa
lebih dari R triliun 1 tahun.
APBD Pangkal Pinang cuman 1 triliun.
Lewat tuh. Udah
lewat dengan satu Disneyland.
Iya lewat.
Selesai. Bangka pantai kita bagus
banget. Itu gua syok.
Heeh.
Kayak kemarin kita balik dari Parai ya.
Ee pantai bagus banget. Itu lebih bagus
daripada Bali. Lebih bagus Paray.
Parai.
Oke.
Parayai tahu ya? Itu
mungkin baru lihat Paray.
Ada yang lebih bagus lagi.
Wuh. Geser dong ke utara.
Apa tuh?
Lebih lagi.
Banyak yang bagus ya.
Banyak.
Gua aduh. Tapi gua baru lihat parah aja.
Bali ini lebih bagus banding Bali dan
lebih bagus dibanding Singapura.
Singapura pantainya jelek banget. Lu
lihat kapal situ, mandar-mandir, jorok,
ee Tokyo juga. I mean, ini opportunity.
Nah, selama ini kan akhirnya gua baca.
Berarti sebenarnya potensi sumber daya
alam itu kita lebih baik ya,
tinggal kayaknya kemasan kita yang masih
belum ini
kemasannya harus harus
promosinya yang enggak ini kali ya.
Betul. Dan strateginya sih kow-nya orang
kan sekarang mungkin fokusnya bikin kafe
lah gitu buat pariwisata. Tapi kan
enggak banyak yang
mindsetnya gini orang kemudian banyak
yang ngata-ngatain gua ngapain bikin
lian penduduk Bangka kan cuman 300.000
orang di pangkal Pinang ini. Siapa yang
mau jalan enggak bakal datang, Bro?
Bukan dian ini kita bangun yang datang
itu orang Surabaya, orang Bandung, orang
Malaysia, orang Singapura.
Itu loh pemikiran harus kita bawa gitu
loh. Dan mereka bisa bawa duit triliunan
selesai. APBD itu aduh enggak apa ya, I
mean orang enggak usah pakai
pusing-pusing korupsi lah atau apa
segala macam. No
enggak memang real bisnis-nya ada,
potensi alamnya ada kenapa enggak
digarap.
Heeh.
Itu besar banget.
Tapi sampai sampai detik ini, sampai
hari ini serius atau tidak sebenarnya,
Bang Men?
Ee kalau di hari ini gua
mempertimbangkan lah.
Masih mempertimbangkan?
Masih mempertimbangkanlah.
Masih belum mempertimbangkan.
Masih memptimbangkan
meskipun hari ini sudah paparan. Eh ya
masih mempertimbangkan lah.
Eh bukan cuman itu ya banyak partai
bahkan yang minta ee maju dong dari
partai kita gini gini gini. Gua bilang
enggak gua masih pertimbangkan lah. Gua
enggak bukan politisi. Gua enggak suka
berpolitik. Kalaupun kita masuk ke
Bangka tujuan gua adalah bisnis. Gua mau
buka kebun coklat. Karena ada beberapa
kenalan kita yang memang punya beberapa
lahan. Kita mau ekspansi dari
Kalimantan.
Kita mau buka tambahan kebun dari
Kalimantan, dari Jogja, termasuk di
Bangka Belitung karena tanahnya cocok
pakai teknologi kita. Oke.
Kita bisa nanam di tanah berpasir, di
tanah yang gambut, pH-nya 4 dan hasilnya
bagus kita sampai ekspor ke Malaysia.
So, itu yang gua pengin lakukan di sini.
Bisnis purely gua invest di sini. Itu
itu sememudah itu aja. Cuman kalau
seandainya ee dipersulit,
jujur aja kayak kita buka kebun di
Kalimantan.
Aduh gitu,
sulit banget.
Sulit se
ada aja yang datang.
Tapi beda kalau labelingnya sudah
walikota yang minta.
Betul.
Itu kan harapannya.
Betul. Karena kan kita buka lapangan
kerja.
Kita mau ciptakan itu tapi dipersulit
kanan kiri kanan kiri. Teman kita yang
parkir parkir di kapal. Kita total
pengusaha di Indonesia maritim ada
7.000-an kapal parkir di Singapura.
Sekali parkir habis R juta sekali parkir
di Singapura. Gua tanya kenapa enggak
parkir di Priok? Antriannya banyak,
servisnya juga jelek. Kalau antrian di
Singapura sekalian nyandar mereka pasti
beli air bersih, beli makanan turun
nginap di hotel. Rental mobil pun kalau
kejadian di sini jadi ramai nih kota.
Itu kan di luar Bang Ben. Sama
Pangalpinang bisa dibuat gitu.
Iya bisa karena kita punya pantai
terlindungi ada natural barrier.
Pulau-pulau di pinggiran Bangka. Ombak
kita kalem, tenang cuma perlu
pendangkalan.
7.000 kapal. Sekali kapal itu aja Rp
juta loh. Sekali parkir di Singapura.
Kapal Indonesia loh. Parkirnya di
Singapura. Enggak parkir di Priok karena
udah enggak muat.
Fasilitas juga jelek. Bayar Rp50 juta
kali 1000 kapal sehari aja sudah 50 M.
Bayangin kalau kapal itu enggak usahlah
semuanya parkir di yang parkir di
Singapura tahu enggak? 150.000 kapal.
Wow.
Parkir di Singapura gila
kali 50 ya?
Iya kali Rp50 juta itu kan. Ya ampun
industri las-lasan. Ngecat kapal ABK
catering itu semua hidup.
Hidup
hidup
semua kapal. Kita hobinya impor ya
sekali lagi guys di Indonesia nih ya
impor beraslah impor pupuklah dari India
dari Rusia kan pasti lewat Bangka
Belitung
heeh
mau kenapa enggak stay dulu sebentar
gitu kan
kenapa enggak staynya di Bangka kenapa
parkirnya di Singapura gitu loh dan itu
bukan bisnis yang susah kita cuma perlu
bikin dermag pelabuhan pendalaman karena
minimal 50 m kedalaman laut
itu enggak perlu pakai otak yang brilian
ini cuma dibanding APBD habis buat
bongkar pasang trotoar aduh
Bikin dermaga itu enggak nyampai 200 M.
BP-nya jelas
dan customernya ada gitu loh. Dan memang
pengin parkir di Indonesia. Gua selama
ini parkir di Singapura bayarnya mahal.
Ben kenapa enggak bikin yang di sini
dong?
Tapi Bang Beni melihatnya memang potensi
itu ada ya di kota Pangkalpinang ini
ya? L ya di Pangkal Pinang karena
lautnya kita bagus kita enggak ada ombak
besar. Buktinya enggak ada server kan di
sini.
Betul.
Kalau enggak orang bolehah serving nih.
Heeh.
Enggak ada. Jadi di sini betul-betul
cocok kita punya natural bari yang
sangat-sangat bagus untuk parkiran kapal
dan kotanya bisa dapat kelebihan itu ya
tadi ya media bakal nikmatin ya catering
ya hotel restoran, kafe, koki. Jadi
lapangan kerja ini tercipta besar sekali
150.000 kapal parkir di Singapura loh
1000. Kita cuma butuh 1.000 aja dapat 50
M
sehari.
Pemirsa Bang Kapos ini menarik. Kenapa
saya bilang menarik? Satu-satunya
nama bakal calon yang beredar.
He
yang terang-terangan ngomong enggak
niat.
Hm.
Bahkan mendeklare diri penghasilannya
walikota 1 tahun bisa saya lebih tidak
lebih besar dari penghasilan saya 1
bulan. Iya.
Gila loh.
Iya.
Pertanyaan yang paling pertanyaan paling
bodohnya terus ngapain?
Ya satu yang paling sedih sih pas
kemudian teman-teman mahasiswa itu
presentasi. Jadi gini loh, Pak Ben.
Ee
apa yang kemudian mereka
kenapa kenapa Bapak kenapa Bapak harus
maju? Dia buka data BPS ini pintar
banget. Memang gua sedih banget lihat
main perasaan berarti dia perasaan
main perasaan ber kamu tahu enggak di
Pangkal Pinang pengangguran ini data
2024 dia buka itu hampir 50.000 orang
yang nganggur.
50.000 orang nganggur.
Betul.
Oke. Ee DPT daftar pemilih tetap itu
sekitar 150.000 orang.
Artinya sepertiga orang di Pangkal
Pinang yang usia dewasa which is layak
nyoblos ya. He.
Satu pertiga dari populasi ini nganggur
kan sedih banget.
Terus gua pikir ya memang sedih sih satu
pertiga. Jadi kalau kita pergi ke jalan
salamin tiga orang
nganggur nganggur itu
iya nganggur. Nganggur nganggur. Kok
bisa? Itu menurut gua sadis sih. Menurut
gua jujur ya. Jujur I think itu sadis.
Even kita di Kalimantan Tengah, side
kita di dekat tangkiling juga enggak
separah itu.
Satu pertiga dari manusia yang ada itu
nganggur.
Menurut gua itu kejahatan HAM berat loh.
Jujur loh. Kenapa enggak negara yang
turun tangan buat sediakan itu sih?
Dalam artian ini ya mungkin bukan
pemerintah pusat, maybe pemerintah
daerah
karena ada begitu banyak cara yang bisa
dia lakukan. Anggaran 1 triliun kecil ya
memang itu kecil banget. Dulu saya kerja
di perusahaan 1 triliun itu profit kita.
Jadi di sini 1 triliun ini kecil banget.
Tapi bukan artinya enggak bisa bergerak,
sangat bisa. Cuman ya lakukan yang benar
lah gitu loh. Jangan bikin gedung-gedung
kosong. Bongkar pasang trotoar. Aduh
buat apa gitu.
Betul.
Hai gua Benix, the CEO of Benix Investor
Group. Dengan lu bergabung bersama Benix
Investor Group, lu bakal dapat ilmu
investasi saham selama 1 tahun penuh.
Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat
strategi rahasia cuannya Benix. ratusan
bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di
Benix Investor Group, lu bakal dapat
begitu banyak pelajaran investasi selama
1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari
sharing saham yang bagus bareng BENX
setiap bulannya. Kita juga bakal update
portofolio Benix dan kita juga akan
membedah laporan keuangan setiap
bulannya. Yang paling seru kita juga
bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang
ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
Sam lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini? Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah
saham gorengan bahaya, Guys.
Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka
buang-buang duit, beli saham gorengan?
Hasil rekomendasi grup sambodong di
sebelah yang hobinya jualan candlestick.
Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan
investasi, itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
bongkar pasang trotoar. Aduh, buat apa
gitu. Lakukan sesuatu yang produktif.
Itu rutinitas project.
Iya. buat apa gitu loh. Janganlah
udahlah mindsetnya itu harus kita kadang
mau le frog ya.
Kita harus loncat karena kalau enggak ya
ngulangin hal yang sama ya gitu lagi ya
sama gitu lagi. Saya kasih contoh kan di
depan. Percaya enggak lu 10 tahun lalu
ke Bangka sama hari ini itu enggak ada
yang berbeda. Itu aneh. Itu menurut gua
aneh karena kalau lu ke Jakarta 10 tahun
yang lalu dengan sekarang bedanya jauh.
Ada kereta yang jalan di atas kepala
namanya LRT. Menembus awan. Ada kereta
yang jalan di bawah kaki kita di dalam
tanah namanya MRT.
dalam 10 tahun begitu banyak perubahan
gitu loh. Terus pangkal pinang hari ini
dengan pangkal pinang 10 tahun yang lalu
kok sama aja? Berarti pangkal pinang 10
tahun lagi juga sama aja kan. Sedih
menurut gua sedih sih ya gua memang itu
memang brengsek juga sih mahasiswa itu
memang
jadi mulai mulai tergugah nih
ya. Gua mulai merasa ya enggak fair.
Enggak fair. Karena kalau mereka terus
dipimpin sama orang yang enggak capable
ya enggak fair. Kita sebetulnya enggak
mesti gua juga sih.
Udah naik belum level niat untuk ikut
dalam bursanya? Kalau kemarin 0%
sekarang kisi kali ya.
Naik gara-gara ketemu korban banjir. E
kan ada
kok makin naik berarti
korban banjir. Gua pikir aduh kok bisa
sih banjir? Rupanya udah lama ya
bertahun-tahun ya banjir ya.
W klasik banget tuh. Banjir enggak
udah-udah
banjir gila Belanda kotanya itu di bawah
laut. Amsterdam itu di bawah laut ee
lebih dari hampir 50 m di bawah laut
enggak banjir.
Aduh, astaga kita kenapa masih ada yang
sama kena rayuan mahasiswa lihat
situasional banjir.
Iya.
Itu kemudian menambah niat untuk maju,
menambah rasa kasihan, empati ya lebih
ke situ empati.
Dan gua lihat e kita suka bikin video di
YouTube kita juga Indonesia bakal makin
tough nih 2025. Kalau seandainya tetap
lakukan hal yang sama, pengangguran itu
bakal nambah. Kita prediksi itu mungkin
tambah jadi 70.000 orang yang nganggur
di Pangkal Pinang. Itu sayang sekali.
Itu itu potensi sebetulnya yang bisa
kita pakai buat bangun pendapatan daerah
kita. Bangun daerah kita.
Enggak ribet. I mean enggak ribet cuma
bikin dermaga gali. Selesai kapal
parkir.
Simpel. Disneyland. Investor dari
seluruh dunia pengin banget bikin di
Indonesia. Tapi kenapa bikin di
Singapura? Penduduknya cuman sekecil
itu.
Koennya kan di Indonesia. Padahal mereka
pengin banget invest di sini, tapi
mereka enggak ada kepercayaan siapa yang
layak buat gua taruh duit ini. Itu itu
kan yang jadi kendala. Trust teman kita
yang punya universal studio itu bilang,
"Ben, lu bikin kek apa kek gitu. Biar
gua bisa invest di Indonesia. Penduduk
kalian kan banyak gitu loh. Di sini gua
susah banget cari tenaga kerja. Kata
dia,
"Duitnya udah kebanyakan ya.
Duitnya udah kebanyakan. Harus invest di
sini." Dia bilang, "Dibanding ngabung di
bank bunga cuman 3% mending kita buka
apa kek di di Indonesia." Tapi dia buka
kebun, invest kebun di Palangkaraya
ngasih makan orang utan lah, air orang
banyak warga di sana. Tapi lagi-lagi ee
keinginan itu
akan sangat mudah memang terwujud ketika
memang positioningnya
Bang Ben menjabat menjadi pejabat atau
memang itu bisa jadi sebagai investor?
No. Sebagai swasta enggak bisa.
Enggak bisa.
Sebagai swasta enggak bisa.
Sudah pernah nyoba berarti?
Oh ya sudah pernahlah kita buka usaha di
mana-mana ya. Jadi
kita sudah coba memang enggak bisa.
Idealnya itu yang lakukan yang turun
adalah pemerintah daerah. bahasa yang
kemudian sering disebutkan oleh
pemerintah bahwa oke kita mudahkan semua
perizinan itu realitanya enggak seperti
itu ya rupanya
ee kan ada peraturan menteri kan tentu
ada ke bawahnya lah ada peraturan
menteri, peraturan gubernur nanti perlu
lagi bikin Perda lagi yang sesuai dengan
garisnya dari atas jadi ya bisa tapi itu
will it will take longer lah bikin perda
juga harus koordinasi sama DPRD
betul karena agak panjang
undang-undang koordinasin lagi sama DPR
ini belum ngomongin peraturan teknis di
level menteri nih ya itulah realitanya
nya gitu ya. Itu realitanya. Jadi, mm
banyak yang contoh kasus yang bisa kita
pakai mobil listrik yang teman-teman
tahu mungkin pernah dengar BYD tapi
punya saingan loh namanya GAC, ada yang
namanya juga Woling
itu tahu enggak itu bukan PT swasta, itu
bukan BUMN, itu BUMD.
Can you imagine di Cina BUMD itu udah
bikin mobil distrik dan sampai ekspor.
Wow.
Kita ke mana?
Gua stres lihat itu. Sebel banget. Asli
sebel banget.
Di sini BUMD-nya ngapain ya?
Kayaknya masih ngurus lada
tah. Lada lada tahun
ya. Lada sahang.
Heeh. Sahang
yang menjadi kita
mengemasnya mungkin enggak jalan-jalan.
Tapi
kalau di luar sudah bicara soal mobil
listrik, ada yang punya pesawat dan
sebagainya.
Aduh. Aduh sedih banget. Itu kan potensi
loh yang kita bisa lakukan. Berapa
banyak ya teman-teman di sini juga bakal
ikut rasakan itu. Gampangnya gini, kalau
seandainya penghasilan daerah kita
Pangkal Pinang naik nih, let's say
dengan Disneyland ya atau dengan
pelabuhan internasional naik jadi dapat
10 triliun setahun. Arti kayaknya
ibaratnya peredaran ekonomi kita naik
dari 1T ke 10T toh.
Masa iya sih teman-teman di sini di
rumah yang punya usaha gorengan, usaha
rental mobil, usaha katering, masak,
masa enggak ikut naik sih?
Minimal lu bisa naik 5 kali. itu
terdampak semua pasti
pasti sudah pasti
sudah pasti
karena daerahnya naik 10 kali lipat
biasanya cuma ngelola duit 1T naik ke
10T
sudah pasti semua yang ada di sini naik
contoh paling gampang mm Bandung lah
misalnya di Bali ya Kabupaten Bandung di
Bali sudah pasti pengahli penghasilan
chef di sana atau spir mobil di sana
lebih gede dibanding yang di Bangal
Pinang memang realitanya gitu rata-rata
orang di sana terima duit di atas R juta
R juta sampai 10 juta sebulan
baik Bang berarti
dengan semua ide-ide brilian, Bang Ben,
untuk Kota Pangkalpinang, tapi niatan
yang masih belum muncul, belum kuat.
Lalu apa yang kemudian akan Mas Ben
lakukan?
Ee karena yang paling penting itu let
say eh memang mau enggak mau maju kan
harus lewat partai, ya.
Betul.
Ee mau enggak mau ya harus ketemu partai
yang punya satu visi misi sih, satu visi
misi bahwa Indonesia harus maju, enggak
bisa gini-gini doang. Karena visi misi
gua itu gua pengin ngalahin Singapura.
Kita sangat bisa apa yang dilakukan
Singapura. Bang Kabelitung punya pulau.
Sama-sama pulau dikelilingi laut,
sama-sama punya pantai. Sama-sama jalur
perdagangan dunia. Makanya banyak di
sini gua yakin keturunan dari Cina
daratan. Sama-sama kita ini pusat
perdagangan dunia. Kita sama kayak
Singapura dan semua kapal yang impor
kita impor ataupun ekspor pasti lewat
Bangka Belitung. Udah pasti
Tanjung Priuk Pelabuhan terbesar di
Indonesia. Masa sih dia kapalnya lewat
Papua? Kan enggak masuk akal. kapalnya
lewat Bangka Belitung
itu udah paling paling benar
ya. Tapi sekali lagi namanya tadi kan
karena kompleksitas birokrasi itu harus
didukung dengan kendaraan politik yang
benar, yang pas, yang perlu apa? Ya
partai politik yang punya satu visi misi
sih. Memang visi misinya adalah bangun
kita bangun daerah ini jadi lebih
canggih daripada Singapura. Bukan cuma
ngeruk kekayaan daerahnya. Ngeruk terus,
ngeruk terus.
Itu juga tadi yang dipaparkan di pert
sama saya bilangnya yang sama
specifically sama enggak ada saya bayar
ngobrol soal tambang timah lah atau
ginilah segala macam itu kan yang
menurut gua kesalahan selama ini kan
kita menggantungkan nyawa kita,
penghasilan kita di satu sektor yang
namanya tima.
He.
Begitu timanya redup semuanya ee
kebablasan kan. Harusnya ekonomi itu
harusnya diversified kayak investasi
harusnya diversifikasi. Jangan satu
nyawa kita di keranjang yang sama. Kan
kita memang harus realistis ya. Kalau
maju tiketnya memang di partai politik
kan. Betul. Betul.
Kalau sejauh ini kalau cuman
sementara partai-partai lain bagaimana
untuk mencukupi itu?
Ya bagus nih pertanyaan nih Bang Edi
nih.
Kembali ke parttainya aja.
Partai ya sevisi misi sama kita apa
enggak ya? Kalau sevisi misi sama kita
bisa konak BIK hubungi nomor di bawah
ini.
Itu aja
gitu selesai. Bukan gua yang harus ikut
visi misi lu. No. Enggak. Lu harus ikut
visi misi gua. Kita harus bangun bangka
ini. Ujung-ujungnya pasti partai juga
yang diuntungkan. Kalian bakal dapat
konstituen yang banyak, yang bagus.
Kira-kira
dengan apa yang disampaikan ini, Bang
Ben yakin tidak dapat tiket?
Bukan urusan gua.
Enggak peduli juga.
Bukan gua yang rugi. Kalau gua enggak
maju jadi walikota.
Yang rugi ya rakyat pangkal Belitung,
rakyat pangkal Pinang, bukan gua.
Itu bukan urusan gua. Gua enggak peduli.
Tapi lu mau apa enggak gua jadi
walikota? Itu aja.
Bukan urusan gua.
Realistis banget ya.
Iya realistis. Ya, kalau lu enggak
pengen lu pengin sama kayak 10 tahun
lalu, 20 tahun lalu enggak maju-maju
urusan lu, bukan urusan gua. No. Enak
aja lu sekarang gantian gua pertanyaan
gua. Lu pengin gua jadi walikota, lu
berani bayar gua berapa? Itu aja.
Iya. Lu berani bayar gua berapa? Lu
enggak mau dibayar 2,7 juta sebulan. No
thank you, Bro. Oh, thank you. Kemarin
ada parta yang ngajak ketemuan di Pondok
Indah di Jakarta.
Oke,
gua mau manjuin lu, Bain. Gini gini
gini. Iya. Lu berani bayar gua berapa?
Om langsung tembak gitu.
Iya. Lu berani bayar gua berapa?
Serius aja. Gua udah pasti kerja. Track
record gua jelas. Gua udah kerja di
banyak perusahaan dalam negeri dan luar
negeri. Very clear. Dan gua bisa lakukan
apa yang gua katakan. Kita punya
jaringan investor di luar dan negeri.
Dan mereka pun investor yang gua sangat
kenal dan mau gitu. Terus kalau lu mau
gua masuk pakai kendaran partai, lu
berani bayar gua berapa? Simpel aja. Gua
profesional. Jangan lu gaji gua 2,7
juta. No thank you, Bro. Mau thank you
lu pilih yang lain aja.
Enggak.
Saya asli saya udah lebih dari 5 6 7
hampir 10 orang deh. He
yang ee akan ikut dikontestasi dengan
Penang.
Baru Bang Benny loh yang blak-blakan.
Apa
mau apa aja gua bayar berapa?
Iya ya. Lu berani bayar gua berapa, Bro?
Dia kan 2,7 juta
tapi realistis Bang Ben.
Realistis lah.
Iya. Pemimpin kalau masih berpikiran
soal gua harus cari cuan di sini di
jabatan gua, udah pasti salah tuh.
Iya. Udah pasti salah.
Iya,
udah pasti salah. Gua pasti bakal ya
pasti gua bakal kerja gila-gilaan lah.
Di sini ada mantan karyawan gua waktu di
perusahaan sebelumnya dia tahu gua kerja
sampai jam .00 pagi, jam 3.00 pagi
normal aja.
He
kita profesional gitu. Tapi lu jangan
berharap gua maju pakai modal gua
sendiri, which is gua juga bisa. Gua ada
duitnya buat modalin itu.
Terus lu kira
bisa balik modal gitu? Enggak. Udah ada
hitungannya tadi. Sampai 100 tahun kerja
pun enggak bakal balik modal. Enggak
masuk akal ini.
Enggak masuk akal.
Enggak masuk akal
gitu loh.
Jadi tokoh politikah pengusaha kemudian
atau partai politik sudah ada berapa
banyak yang kemudian berdiskusi
komunikasi dengan Bang Ben?
Ada pengusaha besar tambang di
Kalimantan gitu dia bilang, "Udahlah
Ben, lu maju aja deh, gue yang modalin.
Lu butuh berapa sih?" Ya, 25 M nih gua
bantuin.
Oh, di kota Malinang.
Iya, di kota orang sini kah atau
no? No. No orang Kalimantan.
Orang Kalimantan.
Iya. Gua tanya
wah sekali ya.
Haji. Pak Haji gua bilang
Haji mana ini?
Adalah
haji. Haji kan?
Bukan bukan bukan
dia Kalimantan Selatan.
Oke.
Jadi ee Pak Haji lu ngapain kasih gua
duit buat maju di pangkal P? Enggak men.
Gua pengin ngelihat aja. Lu emang kalau
jadi walikota kayak mana sih? Penasaran
gua. Apa bisa gitu? Seru kayaknya. Seru
nih, Ben. Kalau lu maju nih jadi pejabat
daerah. kayaknya seru nih gitu loh.
Karena dia sudah lihat kita bangun kebun
di Kalimantan juga enggak main-main.
Bagus menang penghargaan internasional
baguslah kebun bukan kebun sawit ya,
kebun pisang nanas semangka di lahan
yang rusak di graded land e bekas bekas
tambang lah bekas tambang kita oleh
panennya pun bagus dia happy lah lihat
itu. Dia bilang, "Wah, lu kalau jadi
walikota seru juga kali ya, Ben." Oh,
ya. Terus gimana Ben? Transfer ke mana?
Tunggu dulu. Tunggu dulu. Gua bajam
belum tentu maju. Enak aja lu. Ya, lu
yang enak gitu. Tunggu-tunggu. Biar biar
clear juga. Biar kelar juga. Kalau boleh
tahu nih, Bang Beni nih background
pendidikannya apa?
Ee saya sarjana hukum dari Universitas
Indonesia.
Oke.
Terus dari sana saya ambil S2 master.
Master saya hukum bisnis dan perdagangan
internasional dari Leiden di Belanda.
Heeh.
Ee ya kurang lebih bergerak dengan
bidang hukum lah. Sampai kemudian ee
saya kerja di perusahaan
internet terbesar di China waktu itu
namanya Tensen.
Oh iya. Tensen.
Di situ merubah paradigma saya.
Oh. Oh, bisnis teknologi seperti ini.
Oh, masa depan ini di era Indonesia
belum bayar pakai Kris. Itu tahun 2012
gua terima ee angpau. Gua ngif kan bos
kita dari Cina ngasih angpau itu digital
pakai aplikasi namanya WeChat.
Hah, gua dapat angpau nih dari bos gua.
Bagus nih, happy nih. Gimana cara
pakainya? Ya B, lu scan kalau pergi ke
toko. Ah, apa yang dis tahun 2012?
Sama aja bohong. Terima angpa enggak
bisa dipakai juga. Brengsek ini bos
kita. Tapi di situ gua mau ngebuka
pikiran ya. Ya ampun, Cina orang pergi
belanja ke pasar pakai curies, pakai
digital wallet.
Heeh.
Digital payment ini hebat banget tahun
2012 gitu loh. Nah, itu masa depan di
situlah saya switching jadi pengusaha di
bidang teknologi. Dari situ udahlah
track record saya ya bergerak di bidang
teknologi sih. Jadi sempat kerja di
Gojek, vice president di Gojek, sempat
di Oyo, sempat di Astra, macam-macam
lah. Sampai sekarang pengusaha sendiri.
Oke. Dari tadi juga banyak cerita soal
kebun-kebun. Memang sekarang juga memang
intens intensif di perkebunan ya.
Iya, sangat inten di perkebunan. Kita
itu panen bisa e ratusan ton.
Ini kebun
nanas, pisang.
Oke.
Terus kita ada semangka, nanti nambah
lagi coklat.
Nah, itulah salah satu intensi saya juga
di Bangka Belitung itu saya mau nanam
coklat. Mau kasih tahulah Indonesia ini
bukan cuma tentang sawit. Sawit sawit
loh. Tapi cokelat juga. Contoh gini,
sawit 1 TBS hari ini mungkin harganya
Rp6.000 sekilo.
Oke.
6.000. Enggak nyampai
sekilo. Enggak nyampai ya?
Enggak nyampai. 3000an. Oh, kecil bener.
Iya 3.000.
Wih Kalimantan 5.800 tuh TBS.
Sini. TBS-nya benar.
Masa 3.000 murah benar.
Alan Bosar itu ya benar 3.000 tuh sudah
termasuk mewah. 3.300 mewah bahkan
cenderung di bawah itu.
Oh ngeri ya.
Bisa 2.000 sekian 2.500 2000 sekian itu.
Itu udah wah udah bikin petani di sini
luar biasa.
Itu aja udah.
Saya enggak kebayang kalau tadi berapa
5.000 6.000
5.800 lah.
Udah pakai alpard semua di sini.
Tapi tunggu dulu, Kalimantan beli pupuk
kan lebih mahal ya kan. Transportasi
lebih mahal,
jadi ke cost juga lebih mahal, UMR juga
lebih mahal di sana.
Ya itu jadi kita fokus di situ penanaman
untuk membuktikan ya enggak mesti sawit
sih banyak alternatif karena tadi ya TBS
kita di sana 6.000 lah per kilo. Tapi
coklat coklat itu per kilo Rp150.000
kan.
Coklat per kilo.
Coklat per kilo Rp150.000
harganya.
Kan ngeri berapa kali lipat lebih banyak
loh dibanding orang nanam kawi. Tapi
enggak banyak yang orang punya ilmu
untuk nanam coklat itu enggak semua
orang punya ilmu.
Betul. Di sini sangat langka sih
coklat ya.
Sangat langkah
di Lampung banyak.
Nah itu kalau kita proses lagi coklat
itu ada tiga jenis. Yang pertama cocoa
mes.
Yang kedua cocoa powder. Ni mirip milo
lah. Jadi serbuk gitu kan. Yang ketiga
nah ini butter.
Butter ini hari ini harganya R1,2 juta.
Sekilo.
Wow.
itu hilirisasi dari satu sektor yang
namanya coklat. Makanya kita nanam
coklat juga sekarang sudah nambah coklat
dan sudah ada buernya juga di Tokyo di
Jepang. Ekspor dari Jawa Tengah ke
Jepang gitu. Itulah ceritanya kenapa
kita sampai kemudian ke Pulau Bangka.
Heeh.
Ya. Yang tadinya mau invest buka kebun
coklat terus kemudian ketemu warga,
ketemu teman-teman mahasiswa terus
sampai kemudian bikin-bikin spandung
malah kegeser ke situ,
malah jadi ke sana. Itu pun sampai hari
ini juga belum tahu.
Iya.
Kepastian untuk melangkah seriusnya
belum tahu juga.
Ya, realistis aja lah. Realistis aja
lah.
Gaji 2,7 juta sebulan. Coba lu pikir.
Realistis aja lah. Gitu sih. Cuman ya
jujur ya gua ada empati lah ya ngelihat
teman-teman mahasiswa ini. Gua udah bisa
lihat sih. Mungkin mereka juga tahu.
Sebagian dari mereka mungkin begitu
lulus nganggur. Fakta aja. Satu per3
itu realistis ya. Di situ gua tersentuh
sih, waduh kalau ini gini-gini aja
puluhan ribu orang bakal nganggur tuh
ngeri sih. Itu ngeri.
2,7
bayar biaya nginpnya Bang Beni 2 malam
aja kurang.
Iya. Iya kan?
Kurang kan?
Benar juga.
Benar juga. Berbayar hotel aja enggak
cukup ya.
Ben benar. Dalam kacamatanya seorang
Bang Beni.
Heeh.
Pangkal Pinang pengin seperti apa ke
depannya?
Pangkal Pinang ini kalau ya. Kalau ya.
Jadi harus pro bisnis, harus pro
investasi.
Jangan kita tutup mata atau bahkan
menghalang-halangi mereka yang mau buka
pabrik di sini, mau buka usaha di sini.
Permudah kalau perlu kasih karpet merah.
Kenapa? Karena begitu mereka bisnis di
sini, buka investasi di sini, yang
terjadi lapangan kerja terbuka. Ya,
gambarannya gini. Kalau UMR di sini
sekitar Rp3 juta lah. Kalau tercipta
1000 lowongan kerja baru berarti kan
dapat 3 M. Itu kan berputar di sini. 3 M
baru kalau 1.000, kalau 10.000 berarti
kan 30 M. Ekonomi berputar banget nih di
sini. Jadi kita betul-betul harus pro
bisnis dan pro investasi. Jangan anti.
Nih gua sorry banget nih. Gua ketemu
dengan mantan
pejabat lah di DPRD ya. Pas gua ke sini
muter-muter ya biasalah gitu kan. Ini
ini loenix ini lu bisnis ini bisnis itu
ngelihat kafe lah ngelihat prospek
inilah pantai lah diajak turing. Eh di
situ gua kemudian melihat memang kita
sangat anti dengan investment. Gua
bilang, "Pak, Bapak kan udah lama nih
dari jadi pejabat di daerah sampai tiga
periode. Bahkan
saya bingung loh, kita punya pantai
sebagus ini.
Tapi di pesawat saya berkali-kali nih
pergi mendarat di Pangkal Pinang. di
pesawat. Saya tidak pernah sekalipun
ngelihat orang bule duduk di pesawat.
Kok bisa pantai sebagus ini, rakyat
seperti ini, kotanya juga?
Ini pantai yang bagus di
ee yang gua sudah lihat sih yang atau
pasir padi. Pasir
Parai udah di kabupaten ya.
Kabupaten ya. Di Pasir Padi yang kita
lihat luas, lapar.
Baru Bang Beni loh nyebut pantai Pasir
Padi itu bagus
menurut gua. Bagus
karena buat kalian itu normal.
Iya dong, buat kalian itu normal. Coba
lu pergi ke Kalimantan.
Wah, lebih itu.
Hitam
itu aja udah udah mendekati hitam.
Iya.
Masa dibilang bagus
menurut gua bagus. Kurang gaul lu pergi
ke Bali di daerah ee Bali sebelah barat
sekarang lagi ngetar namanya Canggu.
Pantai kita itu yang dikata orang Bangka
jelek. Buat orang Bali itu udah bagus
banget karena Canggu. Idih, pantainya
jelek banget. Sampah di mana-mana. Jujur
lu duduk di Canggu ya, tutup mata gu
dapat di sini ada sampah inilah botol
plastik lah. Karta pasir padi.
Separah-parahnya menurut kalian pasir
padi gua yakin lu enggak lihat gunungan
sampah di situ. Gua yakin.
Betul.
Gua yakin. Tapi lu pencet buka YouTube
bali spasi sampah selesai. Jadi itu loh
itu bagus banget loh. Jadi kita harus
probis, pro investasi. Itu yang gua
tanyakan sama si pejabat itu, "Pak,
kenapa enggak ada orang bule di pesawat?
Saya sudah berkali-kali mendarat di
pangkal Pinang. Di pesawat tidak ada
orang bule yang saya ketemuin. Saya ke
Lampung, saya sering ketemu orang bule.
Ke Danau Toba saya sering ketemu orang
bule. Ke Bandung, ke Bali apalagi gitu.
Tapi ke Pangkal Pinang berkali-kali
enggak ada orang bule. Kenapa?
Mungkin dia tahu kalau Bang Ben mau ke
pesawat dia enggak mau naik.
Oh gitu. Dia dicocokin timingnya biar
enggak ketemu nih.
Ya udahlah kita jumpa lagi di Dela orang
tengah dengan saya Bang Edi. Sampai
jumpa.
Thank you Bang Edi.
So gimana guys menurut lu? Lu setuju
enggak Benix maju jadi kepala daerah? Ya
udah lewat sih kan momennya juga udah
lama dan gua juga sebetulnya enggak
pengin. Kenapa gua enggak pengin? Ya
karena secara hitung enggak logis buat
gua sebagai kepala daerah profesional
tentu gua enggak mengandalkan duit
korupsi dong atau duit komisi atau duit
kickback. Enggak dong. Ya duit yang gua
digaji sama daerah dan setelah
hitung-hitungan ya enggak masuk. Karena
kalau gua maju nih, misalkan gua menang
jadi walikota, gaji gua cuma R3 juta
sebulan, setahun R60 juta. Gua kerja 100
tahun, gaji gua cuman R6 miliar, Guys.
Sementara buat menang modalnya minimal
40 M. Kan enggak masuk akal. Ngapain gua
buang-buang 40 M cuma terima gaji R6
miliar, udah pasti boncos. Itu pun kalau
kerja 100 tahun, iya kali gua masih
hidup 100 tahun lagi. Itu pun enggak
banyak modal, Guys. Anyway, lu setuju
enggak dengan program Benix kalau jadi
kepala daerah? Dan ini tantangan nih
buat teman-teman karena gua udah punya
investor ya yang siap bangun kasino.
Nah, gara keluar tanpa modal semuanya
gua yang modalin guys. Kita punya tim
investor sendiri dari dalam dan luar
negeri. Dan gua yakin ini bisa bantu
pemerintah buat bayar utang negara.
Segera tuliskan penandangan kalian,
pendapat kamu di kolom komentar di bawah
ini. Lu setuju dengan programnya Benix
apa enggak ya kalau Benix jadi kepala
daerah? Segara tulis ya saran kalian dan
pandangan kalian seperti apa. Dan lu
kalau punya ide-ide lain ya khususnya
buat daerah kalian masing-masing yang di
Purwodadi, yang di Wonosobo, yang di
Pati, lu punya ide apa supaya pemerintah
daerah bisa ningkatin pendapatan asli
daerah mereka, APBD-nya bisa gede?
Segera tulis di kolom komentar ini ya.
Pasti dibaca sama pejabat pemerintahan
kita. So, tunggu apaagi? Segera
subscribe channel Benix dan share video
ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:07:01 UTC
Categories
Manage