PURBAYA'S BOLD STEP! Stopping Sri Mulyani's Legacy of E-Commerce Taxes?
NVKaO9694vo • 2025-10-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Good nih buat teman-teman yang hobinya jualan online dan belanja online. Karena sekarang pajak e-commerce sama Menteri Keuangan Purbaya yang baru di Indonesia, dia bikin kebijakan revolusioner, yaitu apa? Dia membatalkan pajak e-commerce yang sudah diresmikan sama Sri Mulayani. Terkait perpajakan, Pak. Mungkin Pak kemarin kan sudah sempat ada regulasi terkait pendidikan untuk mengajak Pak tapi sama Kemenk belum dieksekusi gitu Pak. Itu rencananya Kenk mau eksekusi kapan, Pak? Nah, ini udah kami sedang ngetes sistemnya ya. Sudah bisa diambil uangnya sudah bisa diambil beberapa sudah diambil ya. Jadi sistemnya sudah siap. Tapi saya lihat begini, ini kan baru ribut-ribut kemarin nih. Kita tunggu dulu deh. Paling enggak sampai kebijakan tadi uang R00 triliun, kebijakan untuk mendorong mendorong perekonomian. Mulai kelihatan dampaknya baru kita akan pikirkan nanti. Tapi yang jelas sistemnya sudah siap sekarang. Wis gila guys. Gila guys. Ini betul-betul kabar yang luar biasa. Karena kan kalau zaman dulu ya, menteri-menteri di Indonesianya otaknya pikirannya aja naikin pajak, naikin pajak, naikin pajak, naikin pajak sampai lu mampus kering kerontang. Solusinya apa kalau negara defisitnya banyak? Naikin pajak. Solusinya apa kalau negara butuh duit? Naikin pajak. Negara butuh bayar hutang tapi enggak punya duit. Solusinya apa? Naikin pajak. Pokoknya itu aja pemikiran pejabat-pejabat di republik ini. Semuanya enggak ada otak, malas mikir. Nah, Purbaya ini punya kebijaksanaan yang agak beda, Guys. Kenapa? Karena Purbaya ternyata punya kebijaksanaan. Pajak jangan dinaikin, kalau bisa malah dikurangin. Dan ini jadi kenyataan khususnya di marketplace. So, buat teman-teman yang penasaran gimana sih maksudnya pajak marketplace atau e-commerce versi Purbaya ini dan apa sih yang dia batalkan ya dari kebijaksanaan istri Mulia ini, jangan diskip video ini. Let's check this out. Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya harusnya ya di 14 Juli 2025 kita itu udah kena pajak baru nih. Kalau lu hobinya belanja di Shopee atau di Tokopedia itu ada pajak online. Jadi kalau lu pedagang online, lu wajib bayar pajak 0,5%. dari OMZ loh. Ingat loh dari OMZ bukan dari profit. Ini sebetulnya hal yang agak mendebarkan nih bagi banyak pelaku bisnis online karena of the day yang bayar pajak itu bukan mereka. Yang bayar pajak adalah customer. Jadi mereka ada dua pilihan. Naikin harganya supaya nanti bayar pajak 0,5% yang bayar customer atau tidak naikin pajaknya, tidak naikin harganya sehingga mereka yang nanggung biaya beban pajak 0,5% itu. Nah, ini harusnya berlaku di bulan Juli 2025. Tapi kan hari ini lu enggak kedengaran ya ke mana pajak itu. Oh ternyata Purbaya melakukan penundaan karena dia melihat daya beli masyarakat lagi terkan dan dia juga mau lihat nih dia kan lagi kasih stimulus ekonomi ya 200 triliun ditaruh di perbankan kita. Nah stimulus ekonomi ini diharapkan ya bisa bawa perekonomian kita jadi lebih baik lagi. Cuma kan jadi aneh. Dia berharap stimulus ekonomi ini memutar di bawah menurut hitungan BNIK R00 triliun bisa jadi R.133 triliun. Nah, ini enggak bakal bisa jadi kejadian kalau seandainya masyarakat enggak punya daya beli buat daya putar ekonomi itu kalau pajak malah dinaikkan. So, Purbaya punya kebijakan baru yaitu apa? Pajak bagi pedagang online dengan OMZ di atas R500 juta itu dibatalkan. Nah, buat teman-teman yang belum tahu ya, kita itu punya peraturan baru ini peraturan menteri keuangan. Ternyata menteri keuangan itu berdampak besar loh bagi hajat hidup orang banyak. Terutama lu yang hobinya belanja online. Jadi menteri keuangan yang lama punya ide malak lu nih. Kalau lu punya Om di atas R500 juta, lu harus bayar 0,5% ke negara pajak. Kalau Om Z lu di bawah R00 juta, pajak lu 0%. Nah, melalui peraturan Menteri Keuangan yang baru nomor 37 tahun 2025, si Purbaya nih punya ide bagus bahwa kayaknya enggak bijaksana deh kalau kita justru ketika ekonomi lagi sulit malah sibuk naikin pajak buat pengusaha-pengusaha. So, yang dia bikin apa? penundaan itu. Kenapa ini jadi menarik? Begini, Teman-teman, ini bukan karena kita investor di e-commerce. Enggak, enggak. Tapi ini yang gua mau bilang bahwa akhirnya ya kita punya menteri itu yang paham mekanisme pasar, market bekerja. Bukan cuma soal naik-naikin pajak, tapi bagaimana menumbuhkan ekonomi justru bukan dengan jalur ningkatin persentase pajak. Karena ada pilihan lain apa? Pajak biarin aja sama. Kalau seandainya ekonominya bertumbuh, pasti penerima negara juga tinggi. Contoh, kalau negara kasih pajak 10%, negara dapat duit 10 triliun. Nah, negara berpikir kalau gua mau 11 triliun naikin aja 1% jadi 11%. Tapi kan ada cara lain. Kenapa enggak dinaikin pertumbuhan ekonomi kita, kesejahteraan rakyat ditingkatkan? Ujung-ujungnya walaupun 10% juga tapi kalau perekonomian kita tumbuh dua kali lipat, akibatnya apa? Duit 10 triliun kan naik juga jadi 20 triliun. Jadi at the end of the day, negara juga untung. Jadi ada jalur meningkatkan pendapatan pajak dengan meningkatkan ya perekonomian rakyat, bukan dengan naikin persentase pajaknya. Nah, ini logika berpikir yang bagus. Menurut gua ini agak beda nih sama menteri-menteri sebelumnya. Cuma sayangnya ya banyak orang yang komplain kalau seandainya negara tidak naikin pajak berarti negara makin defisit. Menurut gua enggak. Karena bisa jadi kita Good news guys, kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R9 jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www. skolasambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Karena bisa jadi kita defisit justru mengecil nih di 2026 ketika perekonomian kita naik dan gua rasa itu yang akan terjadi ya. Nah, kenapa ini menarik teman-teman tahu kegelisahan sekarang ya para pelaku usaha khususnya di dunia online itu makin banyak biaya-biaya potongan dari pemilik platform. Contoh lu di Shopee lu bayar pajak Shopee itu bisa sampai lebih dari 10% loh. Lu bayangin mereka itu punya fee buat bayar platform. namanya platform apa banyak bentuknya lah. Biaya administrasi lah, biaya penjualan lah, biaya official store lah, biaya cashback lah, biaya star lah, biaya starpl lah atau apapun itulah. Mau Tokopedia kek, mau Shopee kek, sekarang biayanya pada naik-naik tuh biaya platform V2 ya kita bulletin aja rata-rata di 10%. Lu bayangin ya, jadi lu kalau beli barang di platform online harga R2 juta itu enggak R2 juta loh yang masuk ke seller. Yang masuk ke seller itu di bawah R2 juta. Kalau seandainya 10% berarti kan R00.000 R masuk ke pemilik platform yang masuk ke seller itu cuman 1,8. Wis ngeri banget loh. Terus karena ini dihitung dari Om Z berarti kan Om Z yang dia harus hitung itu 0,5% dari Om Z yang dia terima. Omz yang dia terima berapa di situ? Ya katakan dia bisa kong kalong di 1,8. Padahal sebenarnya kalau lu hitung omset yang benar kan barang lu laku di harga R2 juta. Ya, lu tetap bayar 0,5% dari R juta tuh. Padahal kalau dipikir margin lu, mungkin margin lu itu cuman Rp.000 R000 perak 1% atau margin lu cuma 2% berarti margin lu Rp40.000. Jadi lu bayangin lu jual barang harga R2 juta, margin lu net profit lu Rp40.000 tapi lu udah bayar ke pemilik platform Rp200.000 terus harus bayar lagi pajak pemerintah 0,5% nilainya Rp10.000. Nah, margin lu itu sebetulnya cuman 2%. Misalkan lu bayar Rp40.000, jauh lebih banyak pengeluaran-pengeluaran lu buat hal-hal yang enggak berhubungan dengan barang lu sendiri. Padahal yang punya punya lu ya, tapi lu bayar ke IO itu ternyata jauh lebih mahal. Jadi kalau seandainya ini dikasih pajak dari OMZ 0,5%, gua yakin dalam situasi sekarang ya banyak orang yang tertekan. Dan gua sangat yakin ya lu ngaku deh buat teman-teman yang sini jagang online ketika pemilik platform itu ngecas 10% aja pasti gua yakin lu udah merasakan kok tinggi banget ya biaya pajak toko online itu ya. Dan kalau lu merasa sakit hati dan ujung-ujungnya kan customer juga sih yang merasakan transaksi jadi lebih mahal. Orang jadi malas juga belanja ujung-ujung apa perputaran ekonomi enggak terjadi sesuai yang diharapkan. Jadi menurut gua memang udah benar dilakukan penundaan nih terhadap pajak 0,5%. Nah, makanya lu jangan heran kalau seandainya asosiasi e-commerce di Indonesia ya dia setuju kalau seandainya ditunda nih pajak pedagang online. Gua juga termasuk yang setuju dan gua yakin ya mayoritas rakyat Indonesia juga setuju itu dilakukan penundaan soal pajak 0,5% ini. Dan buat teman-teman yang belum tahu ya, ini bukan cuma soal e-commerce yang lu lihatlah di orange lah atau di toko hijau lah. Ada satu lagi e-commerce yang berhubungan dengan jual beli makanan online. Kalau lu dibelanja online, beli baju online, lu merasa sakit hati harus bayar 10%. Lu tahu enggak kalau lu beli makanan online itu bayar platform fee-nya itu bisa sampai 30% loh. Lu jadi bayangin ya 1/3 yang lu bayarkan di platform itu ternyata pergi bukan ke pemilik restoran atau pemilik kafe atau pemilik warung, enggak. Tapi pergi ke pemilik platform. So I think this is a very good news nih. Menteri Purbaya bikin kebijaksanaan. Tapi gua yakin pasti banyak orang yang nyerang dia nih. Karena negara kalau gitu defisitnya bakal makin gede. Kalau menurut gua enggak. karena dia bisa tingkatkan pendapatan negara dari peningkatan pertumbuhan ekonomi. Malah gua sangat men-support kalau seandainya si Purbaya ini berani buat nurunin pajak lah, buat hal-hal yang berhubungan dengan perekonomian kita. Khususnya perekonomian produktif misalkan orientasinya ekspor. Kenapa enggak dibebasin dia dari PPN atau dari PPH supaya dia makin semangat belanja barang yang berhubungan dengan produktivitas dia. Jadi belanja bahan baku buat dia rubah jadi bahan jadi terus bahan jadinya nanti dia ekspor negara dapat divisa kan untung. Kenapa enggak dipikirkan gimana caranya pengusaha-pengusaha yang orientasi ekspor itu bisa kredit bunga ke perbankan dengan biaya yang sangat murah 3% misalkan? Karena enggak bakal kompetitif lu kredit ke BRI bunga 13%. Gimana bisa kompetitif? Pelaku usaha kita bisa ekspor ke luar negeri kalau bunga banknya aja udah mahal banget. Lu bayangkan dengan di Vietnam. Di Vietnam lu kalau bisnis lu ekspor lu kredit ke bank bunganya maksimal 4% loh. Gila enggak? Eh, sekarang udah bayar mahal, dia harus bayar PPN lagi. Karena ketika perusahaan-perusahaan ini ekspor, kan mereka juga beli barang baku, beli barang dan jasa, ada komponen pajak di situ. Kenapa enggak dibantu supaya usaha-usaha berorientasi ekspor ini supaya bayar pajaknya lebih rendah, kredit perbankannya lebih murah? Lu setuju enggak, Guys? So, anyway, pertanyaannya kembali lagi kepada kalian sih, buat teman-teman. Lu setuju enggak sih dengan rencananya Menteri Purbaya buat membatalkan atau menunda ya pajak e-commerce ini 0,5% dari OMZ? Kalau gua sih setuju banget karena menurut gua ini sejalan nih dengan agen pemerintah buat menggairahkan ya sektor perekonomian khususnya ya pengusaha kita di UMKM. Kalau menurut lu gimana, Guys? Jangan lupa ya segera subscribe di channel Benix dan tuliskan pandangan kamu di kolom komentar di bawah ini. Oke guys, semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories