Transcript
JjXU8kPqBrc • PURBAYA vs PERTAMINA! Alasan MENGERIKAN Dibalik "Hobi" Bakar Kilang Sendiri?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0450_JjXU8kPqBrc.txt
Kind: captions Language: id Guys, seru banget nih, Guys. Ada peristiwa penting nih terkait pertarungan antara Pertamina dengan Menteri Keuangan favorit kita yang namanya Purbaya. Nih kemarin baru aja bikin heboh ketika meeting dengan anggota DPR ya, dia mention beberapa hal yang membuat dia kecewa dengan Pertamina. Dan lu penasaran enggak apa sih pandangan dia dan kenapa ya sepertinya sedang ada pertarungan nih antara Danantara dan anak-anak perusahaan di bawah Danantara versus Menteri Keuangan Purubaya. Kalau lu penasaran jangan diskip video ini. Let's check di [Musik] sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan. Kita pernah bangun kilang baru enggak? Enggak pernah. Sejak sampai sekarang enggak pernah bangun kilang baru. Jadi nanti Bapak-bapak kalau Ibu-ibu ketemu danantara lagi minta Pertamina bangun kilang baru. Saya pernah ee waktu saya di maritim saya pernah tekan mereka tahun 2018 untuk bangun kilang. Mereka janji mereka akan bangun tujuh kilang baru dalam waktu 5 tahun. Sampai sekarang kan enggak ada satu pun. Jadi, Bapak tolong kontrol mereka juga. Dari saya kontrol, dari Bapak-bapak juga kontrol karena kita rugi besar. Karena kita impor dari mana? Dari Singapura. Minyak, produk-produk minyaknya, pabrik pupuk juga. Jadi pada dasarnya kami kalau gitu sekarang saya bukan juru bayar saja. Saya akan masuk, saya akan lihat mereka jalankan apa enggak proyek-proyek apa proyek-proyek yang diusulkan. Kalau enggak kita potong uangnya juga, Pak. Saya kan pengawas, saya ganti aja di routnya. Artinya timbal balik. Jadi ini saya pikir masukan yang bagus sekali dari DPR. Gimana caranya kita memproduksi tadi Pak Pak Kir Limam juga memperbaiki alat-alat produksi termasuk menyediakan alat produksi yang baru yang selama ini kita gagal membangun. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, Indonesia ini memang gagal paham sekali nih. Jadi gagal kelola jadi negara yang betul-betul konyol yang namanya Indonesia ini. Lu bayangin penduduknya ratusan juta hampir 300 juta penduduk Indonesia. Tapi bisa-bisanya negara sebesar kita impor minyak dari negara sekecil Singapura yang penduduknya berapa? Enggak nyampai 30 juta orang, Guys, rakyat Singapura. Tapi negara kita penduduknya hampir 300 juta. Kita impor minyak dari negara sekecil Singapura yang penduduknya enggak nyampai 30 juta manusia, Guys. Ini sedih banget sih. Ini memang konyol banget. Dan memang hampir 30 tahun ya kita ini dibodoh-bodohin. Hampir 30 tahun Indonesia enggak pernah bangun kilang minyak yang baru. Dan ini akibatnya apa? Kita jadi budak, Guys. Ya, memang bodoh. Karena lu bayangin aja, ya. Indonesia impor apa sih? Ada Pertamx Turbo lah, ada Pertamak dan segala macam. Kita impor itu dari Singapura. Terus bukan cuman itu juga, kita juga impor minyak dalam bentuk krut dari Timur Tengah. Jadi minyak-minyak itu kita impor dalam bentuk bahan baku dari Timur Tengah. Kalau yang sudah jadi kita impor juga dari Singapura. Kan bodoh banget. Sementara Indonesia sendiri punya minyak. Apa yang dilakukan dengan minyak Indonesia? Diekspor ke luar negeri buat disuling lagi, dikilang lagi di Singapura. Habis itu minyak kita diapain? kita impor lagi ke Indonesia kan bodoh memang bodoh banget negara ini. Aneh isinya orang-orang tolol, orang-orang seraka. Dan lu pasti tahu dong kenapa di-etting sedemikian rupa supaya Indonesia selalu mengimpor dari Singapura. Enggak masuk akal. Tapi ya itu realitanya negara rampok ini. Kita pelihara terus rampok-rampok, bajingan-bajingan itu untuk apa? Menyengsarakan kita. Yang harus beli siapa sih minyak-minyak itu? Kita terus udah beli minyak, minyaknya kualitas jelek lagi. Memang brengsek nih BUMNB BUMN kita nih. Nah, di sini Purbaya juga buka-bukaan. Sebetulnya dari 2018 ya dia sudah bilang Pertamina itu harusnya bikin kilang baru. Kilang baru dan mereka janji bakal bangun tujuh kilang baru dalam waktu 5 tahun. Faktanya apa? Enggak ada sampai hari ini. Dan gua pun udah tahu enggak mungkin dibangun kilang baru. Yang ada malah dibom-bom aja jangan-jangan nih semua kilang-kilang yang ada supaya makin sedikit makin ada alasan buat impor, buat impor dan buat impor. Karena kilang kita makin lama makin sedikit. Banyak yang dibakar. Dan itu fakta. Karena sehari setelah Purbaya ngomong ini apa yang terjadi? hilang Pertamina di Dumai meledak, Guys. Apa gunanya ya? Kita punya apa? HSE, safety, keamanan segala macam. Katanya harus paling canggih lah. Udah urus perizinan inilah, layak operasi lah, udah ada visibility study lah. Jadi semua udah pasti aman jalan. Ujung-ujungnya apa? Meledak sana sini. Kayak bodoh banget kita ini asli. Ini sebenarnya bisnis petasan, bisnis dinamit apa bisnis minyak sih? Enggak masuk akal ya. Padahal lu bayangin ya, lu mau bikin restoran aja di Indonesia itu izinnya nauzubillah ya. Mmulai dari izin halal lah, izin operasional lah, izin gangguanlah, izin ho lah, izin lingkungan lah, izin RT, RW, NIB. Woi gila cuma buka restoran. Tapi lu bayangin kalau mau buka kilang di Indonesia harusnya logikanya ya lebih ketat lagi loh persyaratannya, requirementnya dan harusnya lebih aman. Iya dong, kan bahaya. Ini masalah barang-barang yang berbahaya soalnya barang kimiawi yang berbahaya tapi ledakan di mana-mana. Dan ini bodoh. Kenapa? Karena kita jadi terpaksa impor terus dari Singapura. Ketika lu impor dari Singapura lu bayangin deh lu bayar pakai apa? Lira. dirham. Tidak. Lu harus jual rupiah lu. Lu menggadaikan rupiah lu, tukar ke dolar dan dolarnya dipakai buat beli barang impor. Namanya bom. Namanya BBM itu. Jadi minyaknya kita beli pakai dolar. Akibatnya apa? Rupiah terus-menerus melemah karena digadaikan. Ini benar-benar parasit. Ini bisnis seperti ini. Ini betul-betul gila gua enggak habis pikir ya. Tega banget ya. Dan harus bayar ini siapa sih? Anak cucu lu, Guys. Kan ini kita subsidi loh. Duitnya dari mana? El pembayar pajak. Kita dibodoh-bodohin nih sama mafia-mafia minyak ini. Gila, bertahun-tahun siapapun presidennya kalah sama Pertamina. Gila, enggak ada harga dirinya presiden di Indonesia ini. Gila. Tapi menarik nih, Purbaya udah bilang apa ya? Dia bilang dia juga berani nih buat potong duitnya Pertamina. Gua enggak tahu gimana caranya. Mungkin dari jalur subsidi dia kurangin ya. Dan dia sih bilang dia bisa ganti di Red Turnya sebagai pengawas. Wah, ini udah sinyal nih. Padahal Pertamina bosnya danantara sekarang. Wah, ada apa nih, Guys? Tapi lu setuju enggak kalau Pertamina diawasi sama Purbaya? Ya udah kayak yang udah-udah aja biarin aja mafia di sana enggak ada yang ngawasin lebih berkuasa dibanding presiden Indonesia. Next. Bukan kita enggak bisa bikin atau kita enggak bisa bikin proyeknya, cuman Pertaminannya malas-malasan aja. Malas-malasan aja, malas-malasan aja. Saya pernah kasih ke mereka, biar aja karena mereka yang jelek-jelekin saya kemarin kan, jelek-jelekin saya kemarin kan, jelek-jelekin saya kemarin kan. Saya pernah kasih tawaran ke mereka, kalau Anda enggak bisa bikin, ya udah ini ada investor dari Cina mau bangun kilang, Anda perlu beli 30 tahun. Setelah 30 tahun, Anda dapat kilangnya gratis. Pertama, Pertamina bilang, "Kami keberatan dengan usul tersebut karena kami sudah over capacity." Waktu itu saya kaget, "Over capacity apa?" "Kami sudah rencana bangun tujuh kilang baru. Satu pun enggak jadi." Kan mereka bilang, "Iya, tapi ke depan akan jadi. Sampai sekarang enggak jadi. Yang ada malah beberapa dibakar kan, beberapa dibakar kan, beberapa dibakar kan. Jadi tolong dari parlemen juga mengontor mengontrol Pertamina untuk hal tersebut. Jadi kita kerja sama tujuan kita sama sebetulnya mengurangi subsidi dan membuat ee apa subsidi yang ada pun lebih murah dan tepat sasaran. Jadi di sini Purbaya buka-bukaan bahwa sebetulnya bukan Indonesia ini bangsa yang tolol, bangsa yang bodoh, bangsa yang IQ-nya cuman 78 enggak bisa bikin kilang sendiri. Gila, itu ilmu yang enggak perlu pakai otak, Guys. Kita ini udah begitu banyak punya engineer. Apa gunanya punya ITB? Kalau isinya apa? Orang-orang yang ahli impor, isinya apa? Mafia-mafia minyak. Kita sebenarnya bisa, tapi menurut Purbaya Pertaminanya aja yang males-malesan. Menurut gua bukan males-malesan, ya memang bangsat. Kenapa? Karena Purbaya juga bilang sebetulnya udah pernah ada loh investor dari Cina yang datang nih mau buka kilang di Indonesia. Bangun pakai duit mereka sendiri. Bangun kilang nih investor Cina. Indonesia enggak usah bayar, bahkan dikasih gratis setelah 30 tahun nih. Di situ kita harusnya berpikir dong, "Wih untung banget ya kita bisa dapat kilang gratis, dibangunin gratis. Perusahaan Petro China. Kalau sane Petr China yang bangun BUMN terkenal dari China, teknologinya udah pasti mumpuni, gratis barang ini bakal jadi buat kita. Tapi Pertamina masih enggak mau. Gila enggak sih? Gila. Permainan apa coba lu bayangkan di dalam sana. Tapi gua enggak usah ngomong sekelas Pertamina lah. Gua ngomong sekelas desa lah. Dulu di sekolah gua ya, kita pernah punya tanah kosong SMA nih. Mau bikin lapangan basket. Ini mafia Pertamina tapi gaya mini nih. Sekolah enggak punya dana. Jadi apa yang dilakukan kita orang-orang osis? Kita kumpulin duit dari sponsor perusahaan. Akhirnya adalah salah satu perusahaan permen terkenal yang saat itu lagi booming karena bisa warna-warni, ces rasanya pokoknya di area itu terkenal lah. Mereka bilang, "Oke, gua mau gue yang bikinin lapangan basketnya, bikinin ringnya, chatnya sampai dindingnya dibikin sampai tribun penonton." Tapi syaratnya cuma satu ya. Di tengah-tengah lapangan ada logo perusahaan mereka ya, logo permen itu. Terus kita bawa proposalnya ke sekolah, "Pak, kita udah dapat nih proposalnya, udah ada yang mau biayain." Apa kata kepala sekolah kita? "Enggak boleh. Enak aja kasih duitnya sama saya, nanti saya yang bangunin kata dia. Woh gila mental mafia sampai di level sekolah aja begitu ujung-ujungnya apa enggak jadi juga ya. Perusahaan juga enggak mau lah nanti suruh bayar ke kepala sekolah R00 juta. Memang yang dibangun sama kepala sekolah cuman Rp50 juta. Ujung-ujungnya tadinya harusnya lantainya bagus dia pakai lantai batako. Tadinya harusnya ringnya dari besi berkualitas 304 tapi tiba-tiba dia ganti besi dari bambu. Ya lu tahu sendirilah. Tapi itulah mentalitas koruptor di Indonesia. Dan ini gua udah lihat dari zaman gua SMA ya, di level kepala sekolah aja udah sedemikian brengsek nih. Makanya gua gak heran kalau kemudian ada BUMN dari Nigeria nih, badan usaha milik Nigeria ya kayak begini nih modelnya nih. Disuruh untung enggak mau, disuruh bisnis yang benar enggak mau. Mindsetnya apa? Biar negara rugi terus, biar gua bisa rampok terus. Gimana caranya membodohi bangsa Indonesia? Ini dibuka benar. Ini dibuka-buka belak-belakan nih. Gila enggak sih ada pengusaha mau modalin investasi di situ setelah 30 tahun kilangnya jadi milik el. Enggak mau. Gila. Konyol enggak sih? Coba lu pikir. Tapi sampai saat ini ada enggak kilang kita? Enggak ada kilang baru yang kita punya. Yang mana ada malah kilang yang lama dibakar-bakarin, diledak-ledakin. Kan gila. Dan ini gua bilang dari lama permainan mafia minyak di Indonesia ini betul-betul sadis, Guys. Nah, di sini juga ada fakta baru yang dibawa Purbaya bahwa sebetulnya ya kenapa Pertamina menolak ya mereka selalu ada alasan kita mau buka kilang baru tujuh kilang baru yang faktanya sampai sekarang enggak ada itu barang gila ini siluman semua ini. Yang ada malah tadi ya kilangnya malah dibakar. Bukan gue yang ngomong. Menteri yang ngomong. Yang ada malah beberapa dibakar kan. Beberapa dibakar kan. Beberapa dibakar kan. Padahal harusnya ya kalau kita betul-betul bernegara yang benar ya, bukan cita-citanya merampok negeri ini ya. Harusnya kita harus tahu subsidi itu musuh yang harus kita lawan bersama. Bukannya ditambah-tambahin, di markap-markap. Ya, malah harusnya kita harus tahu dan belajar dan mau mengurangi itu supaya ya duitnya bisa dipakai buat hal yang lain yang lebih tepat sasaran. Cuman ya begitulah Republik Konyol Indonesia ini lu tahu kita udah dari sejak 98 tuh enggak pernah ada mau bangun kilang baru. Sengaja di-etting supaya kita ini miskin terus, impor terus. inflasi terus bergantung terus sama negara Singapura ya karena mafia minyak Indonesia rumahnya juga di Singapura. Jadi teman-teman tahu ya secara historical Pertamina itu belum pernah benar-benar bikin kilang minyak baru dari nol sejak era 1970-an bahkan. Nah, kilang-kilang utama yang dipakai Pertamina sampai detik ini masih warisan lama, warisan nenek moyang. Kilang balik papan itu tahun 1950-an, kilang Cilacap 1970-an, kilang Dumai 1970-an, kilang Pelaju. Ah, ini peninggalan Belanda nih. Ini sebelum Hiroshima Nagasaki juga udah ada nih. Kilang balongan. Nah, ini tahun 1994. Nah, ini yang benar-benar fresh ya. Kilang yang dibangun sama pemertamina baru ya fresh ya. Tahun '94 lu bayangin udah lebih dari 30 tahun lalu guys. Terus ada kilang Kasim di Papua Barat itu tahun '97 cuman skalanya kecil cuman 10.000 barel per hari. Nah, sejak 97 ya gak ada lagi yang dia punya. Yang ada malah cuman upgrade-upgrade lah yang kayak di balik papan dia punya RDMP tuh refinery Development Master Plant. Jadi kilang-kilangnya ada di-upgrade kapasitasnya. Lalu di Cilacap Laju Dumai, Balongan ya masih dalam progres juga lah. Dulu sempat ada ide mau bikin refinery di Tuban. Cuman project ini harusnya jalan tahun 2010 bersama Rosneev dari Rusia. Cuma ya sampai dari kini terhambat. Nah, dari sini kita bisa belajar ya bahwa mafia Rusia aja kalah sama mafia Indonesia. Gila gak Rosnef L kalah loh. Putin kalah sama mafia Indonesia dan Kaltim dulu sempat ada di Bontang juga bikin cuman ya investornya ketakutan mundur. Jadi dari sini lu udah bisa lihat ya bahwa bangsa Indonesia ini betul-betul brengsek ya para pemimpinnya ya. Benar-benar enggak ada yang punya hati loh. Kita enggak punya harapan. Memang jangan-jangan udah benar ya kabur aja dulu, kabur aja dulu. Kalau lihat tingkah para pejabat kita ya begini sibuk bodoh-bodohin rakyat sendiri. Konyol negara sebesar Indonesia harus impor dari kilang minyak di Singapura. Karena kita enggak mau bangun kilang baru. Yang ada apa? Malah meledak-meledak, kebakar-kebakar. Apa gunanya punya ITB? Coba besok-besok diganti aja ITB tuh ganti jadi Institut Tipu-tipu Bandung lah. Yang bener engineer kita ini. Lu lihat ya di tahun 2009, depo Pertamina Pelumpang kebakar di Jawa Timur itu, Ban. Terus enggak lama ada lagi kebakaran. Depok Pertamina ampenan tahun 2010 Mataram kebakar. Terus ada depo Pertamina di Teluk Kabung di Padang nih, Sumatera Barat tahun 2014 kebakar. Lalu adalah Gi kilang minyak Pertamina di Cilacap tahun 2021 kebakar. Tentu saja tetangganya enggak mau kalah. Kilang minyak di Balongan Indramayu di tahun yang sama kebakar lagi 2021. Terus tentu menciptakan persaingan ya tentu namanya Pertamina kan kompetitif ya. Kebakar lagi nih di Pelumpang, Tuban, Jawa Timur tahun 200. Nah, karena gengsinya tinggi ya, masa yang kebakar di Jawa doang nih. Kalimantan pun enggak mau kalah. Kalimantan hilang Pertamina di Balik Papan tahun 2022 kebakar juga. Dan akibatnya apa? Orang pelumpang di Tuban tadi kan udah menang ya di tahun 2000 kebakar ya. Enggak mau kalah tahun 2023 kebakar lagi pelumpang. Hebat ini. Luar biasa. Dan tentu ini menciptakan kecemburuan dong. Masa yang asik bakar-bakaran cuman orang Tuban sama Kalimantan doang. Orang Sumatera mana gengilu? Akibatnya apa? Dumai kilang Pertamina kebakar. Nah, kalau bisa sekalian Dumai lagilah biar tambah ngetren kan masa kalah sama yang lain. So tahun 2025 mencatat prestasi luar biasa kilang Dumai. kemarin setelah pidatonya Purbaya kebakar lagi. Luar biasa. Jadi dari sini kita bisa lihat ya Pertamina ini sebenarnya perusahaan apa ya? Perusahaan pertambangan minyak oil and gas atau perusahaan kembang api ya sebenarnya luar biasa nih. Ini betul-betul prestasi di dunia ini ya. Lu bisa bayangin ya kalau ada Shell ya kebakar spill over minyaknya menciptakan polusi di mana-mana. Waduh udah banyak orang masuk penjara guys. Gila kebocoran minyak di Texas aja berapa orang masuk penjara denda triliunan di Indonesia. Jangan harap kalau bisa tiap hari ada kembang api meletus. Indonesia betul-betul negara yang biadab, Guys. By the way, Guys, sebetulnya ya strategi meledakkan kilang sendiri di negara sendiri kalau bisa sampai ada yang mati korbannya itu bukan cuma strategi negara jahiliah Indonesia doang. Enggak. Negara-negara koruptor lain di Afrika juga sama melakukan strategi yang sama. Utamanya negara-negara yang memberikan subsidi bensin di negaranya. Lu tahu ada sebuah negara di Afrika namanya negara Nigeria nih. Hobinya apa? ngasih subsidi BBM. BBM sampai berapa? Ratusan triliun, Guys, setiap tahun. Tentu artinya apa? Di sana subur mafia minyak. Dan tentu negara Nigeria masih ada satu dua orang yang punya harapan baik. Kita ngapain sih subsidi BBM sendiri? Kenapa sih kita impor terus BBM dari luar negeri? Kita bikin kilang dong di negara Nigeria. Akibatnya apa? Setelah membuat pernyataan seperti itu, meledak, Guys, kilang-kilang minyak di Nigeria supaya Nigeria enggak bisa menyuling sendiri minyaknya. Nigeria harus impor minyak dari luar negeri karena kilang-kilang di dalam negeri sudah diledakkan. Dan teman-teman tahu ternyata hobi meledakkan ini di Pertamina jangan-jangan belajar dari Nigeria. Sama banyak mafia minyaknya. Jadi teman-teman bayangin aja ya dari tahun 2009 sampai tahun 2024 itu sudah ada 169 kasus ledakan kebakaran tanker kilang minyak di negara-negara cap kaki lima model kayak Nigeria ini ya. Tentu saja tentu dia enggak mau kalah dong dengan Dumai ya, dengan Bontang, dengan Tuban yang prestasinya luar biasa ya. Jadi mereka kalau bisa bunuhin orang juga jadi sekitar 1600 orang udah tewas loh di Nigeria karena hobinya sama kayak di Indonesia, meledak kebakaran. Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segera bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Jadi memang negara-negara yang hobinya mensubsidi itu udah umum, Guys, kebakaran ya. Kayak di Dinger yang paling gede, misalkan Oktober 2023 itu kebakaran di WAR Refinery and Petrochemical Company. Enggak lama dari situ tahun 2024 bulan Juni punya Dangote nih juragan minyak terbesar ya Petronium Refinery meledak juga kebakaran juga. Jadi itu sudah hal yang umum dan ini sudah berulang kali ya dikatakan dan disuarakan ya sama begitu banyak sih negara-negara di dunia ini. Kalau lu mensubsidi bensin di negara lu, lu harus siap-siap jadi permainan mafia minyak ya. Contohlah negara konyol Nigeria ini. Lu tahu ya tahun 2017 total impor minyak dia 500 triliun. tahun 2017, tahun 2023 impornya 930 triliun. Pertanyaannya pada periode yang sama kenapa tiba-tiba impornya bisa naik tinggi? Apakah penduduk Nigeria bertambah jumlahnya dua kali lipat dalam periode yang sama karena nilainya sudah hampir naik jadi 1.000 triliun? Tentu tidak. Tapi inilah permainan di negara-negara yang mensubsidi BBM. Apa mereka bilang, "Oh, kebutuhan minyak kita itu 70 kL yang harus disubsidi." Padahal realitanya mungkin cuma 30 k. Jadi mereka markap. Dan di Indonesia juga gak punya data itu. Pertamina ini suka-suka seenak jidat aja. Makanya sampai Purbaya juga marah berulang kali dia ngomong sama si Bahlil, "Eh, Bahlil lu mana datanya? Orang-orang yang berhak daftar subsuidi di Indonesia itu mana? Main klaim aja Indonesia perlu impor sekian juta liter setiap tahun, tapi faktanya apa?" Betul segitu. Nah, ini adalah sebuah keanehan, Guys. Kenapa? Karena negara Nigeria itu salah satu negara dengan produksi minyak terbesar di dunia. Loh, jadi lu tahulah negara abal-abal Indonesia ini lu tahu produksi minyak kita berapa? 600.000 barel. setiap harinya. Nah, negara abal-abalika yang namanya Nigeria ini itu memproduksi 1,5 juta barel setiap harinya. Tapi lu bayangkan ya, penduduk Nigeria itu ya itu jauh lebih kecil loh dibanding Indonesia. Penduduk Indonesia itu 280 juta manusia loh. Produksi barelnya ya sekitar R500.000 sampai 600.000 barel setiap hari. Nah, penduduk Nigeria itu cuman 230 juta orang, Guys. Tapi produksi minyaknya tiga kali lipat Indonesia sampai 1,5 juta barel setiap harinya. Dengan logika itu, harusnya negara ini bisa independen energinya, bisa suasembada energi. Loh, orang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Indonesia tapi produksi barelnya tiga kali lipat lebih banyak dari Indonesia. Logis ya? Tahukah kamu ketika negara mensubsidi BBM-nya, artinya negara mendukung lahirnya mafia-mafia baru, mafia-mafia minyak. Dan mafia minyak jauh lebih sadis dibandingkan kartel. Sampai-sampai ya pengusaha minyak terkaya di Afrika namanya Danggote itu mengatakan, ya tadi yang gua bilang kalau mafia minyak, kartel minyak itu jauh lebih berbahaya dibandingkan kartel. Di video ini lu bisa lihat hasil interview-nya. You know because in business you know I've said this in my interview before where I said that uh I never knew that the oil industry mafia are stronger than the drug cartel. It's a big cutle you know I will say this anyway the issue that you are right they can say okay fine you know to make sure that this refinery doesn't work we'll keep selling cheaper but right now they won't be able to sell cheaper because they will not be able to take local currency. We will take local currency. We have the refining capacity not only to satisfy Nigeria we have refining capacity that is almost twice the consumption of Nigeria. But but you're also confident that you can strike a deal with authorities. No, we we will definitely strike a deal. The president has announc soon the we is gonna start 1 of Oktober. Jadi ini pengusaha dia bilang dia kaget ketika masuk ke bisnis minyak ternyata mafia minyak itu ya lebih parah, lebih kuat, lebih berbahaya dibandingkan mafia narkoba. Karena kartel narkoba ya karena gini aja guys, simpel aja sih. Karena lu bisnis lu kartel narkoba yang pakai produk lu berapa orang sih? Kayak misalkan di negara Indonesia banyak enggak bisnis narkoba? banyak. Tapi orang begitu pakai mati hilang customer mereka. Oke. Atau paling cuman 1 sampai 10% lah dari negara kayak Indonesia ini yang pakai gua yakin di bawah 10%. Jadi enggak banyak. Tapi kalau yang pakai bensin, yang pakai bensin di Indonesia ya hampir semua penduduk Indonesia itu pakai bensin. Mau buat masak kek, mau buat bakar hutan kek, mau buat nyalain motor mobilnya atau nyalain traktornya, alat pertambangannya, semua pakai bensin, Guys. Artinya kita udah dibikin sedemikian rupa kita itu adiksi. Kita kecanduan sama yang namanya bensin, sama yang namanya bahan bakar minyak ini. Kita kecanduan loh. Dan kita tiap hari mengkonsumsinya. Lu bayangin ya, heroin heroin tuh enggak mungkin orang tiap hari makai LSD. Orang tiap hari makai, enggak kecepatan matinya dia enggak bakal tiap hari pakai itu. Mereka pun mereka tempo. Tapi kalau minyak tiap hari lu pakai, tiap hari lu bakar dan ini berbahaya. Ini racun yang lebih berbahaya dibandingkan. Karena apa? Ya sudah sangat kecanduan negara kita, bangsa kita, ratusan juta penduduk kita kecanduan barang yang lebih parah dibanding namanya minyak. Dan ini begitu parah, Guys. Kenapa subsidi BBM ini begitu parah? ya. Karena ketika lu subsidi BBM itu bakal melahirkan mafia-mafia yang simpel aja ya, kayak di Nigeria. Ini contohnya gua enggak bilang di Indonesia. Di Indonesia enggak mungkinlah. Di Indonesia negara suci, Guys. Semua penduduknya masuk surga. Tapi di BUMN ya, badan usaha milik Nigeria, korupsinya itu udah betul-betul selangit sampai 40% hampir loh 50% setengah anggaran pemerintah APBN-nya habis buat subsidi BBM. Akibatnya negara enggak berkutik. Kalah dia sama mafia. Padahal negaranya punya produksi minyak sangat banyak loh. Dan ini kenapa teman-teman bahaya ya? Bisnis meledakkan kilang minyak di Nigeria simpel aja. Kalau seandainya kilang makin banyak yang dibom akibatnya negara enggak bisa ngilang sendiri padahal punya minyak sendiri. Kayak Indonesia. Indonesia punya minyak sendiri tapi kita ekspor. Nigeria juga sama. Punya minyak sendiri tapi dia ekspor. Kenapa? Karena kilang di dalam negeri asik dibom, asik dibakar. Akibatnya negara terpaksa impor dari luar negeri, di situ ada mafia yang bermain. Tinggal titip contoh ya kayak di Indonesia lah. Lu enggak pernah tahu yang pertama nih kebutuhan kita, subsidi kita itu berapa? Apakah 70 juta barel, apakah 100 juta barel, apakah 300 juta barel? Tidak ada di republik ini yang punya angka. Pasti enggak ada. Akibatnya apa? Orang ambil angka aja dari langit seolah-olah, "Eh, kita harus subsidi 500 triliun ya tahun ini. Eh, kita harus subsidi 2.000 triliun ya hari ini. Basis datanya enggak ada." Nah, ini dimanfaatkan sama mafia ketika mereka impor minyak pakai kapal dari Singapura masuk ke Indonesia, masuk ke kilang 1 juta barel. Pertanyaannya apa betul ada 1 juta barel? Di Nigeria sih enggak ya. Kalau di Indonesia betul. Namanya juga negara suci Indonesia, tapi di Nigeria enggak. Dia impor minyak 1 juta barel, yang masuk ke kilang berapa? Enggak ada 1%. Ketika mau diaudit apa yang dilakukan? Dibom kilangnya isinya apa? Air laut. Terus ke mana minyaknya udah dijual? Namanya subsidi. Lu bayangin ya di pom bensin harga solar Rp6.000, tapi industri beli solar Rp15.000. Lu mafia minyak lebih untung apa? Ambil untung yang kedua. Jual solar-solar subsidi ke perusahaan-perusahaan dengan harga non subsidi dengan harga industri. Jadi yang pertama dia mafia dari impornya. Dia bilang kebutuhan R juta barel padahal cuman R0 juta barel. Dia di situ aja sudah markap. Yang kedua, ketika barangnya masuk enggak ada itu barang udah dia jual sendiri. Dia kencing di laut. Dia jual minyak itu ke kapal-kapal lain, jual ke pabrik-pabrik lain, jual ke perusahaan tambang, jual ke swasta-swasta. Tentu di Nigeria ya, di Indonesia enggak. Akibatnya apa? Mafia minyak itu kaya raya. Badan usaha milik Nigeria, wah korupsinya ampun-ampunan karena subsidi. Dan lebih parah lagi apa? Minyak-minyak subsidi itu kemudian dijual ke negara-negara lain di pinggiran Nigeria, Guys. Ya, sama aja kayak di Indonesia harganya 6.000 di subsidi, tapi swasta berani beli Rp15.000, sudah pasti dijual ke swasta. Kalau ada negara-negara lain di pinggir Indonesia pun yang jual dengan harga lebih mahal, pasti dijual juga ke tempat lain. Jadi, negara diperas habis-habisan dan itu adalah duit kalian. Loh, lu kan pembayar pajak. Pendapatan negara paling besar dari pajak lu. Lu kalau pergi ke April Maret beranja kan lu bayar PPN kan lu? Itu penghasilan negara. Lu bayar pajak kendaraan itu penghasilan negara. Lu bayar pajak dari gaji lu itu penghasilan negara. Duitnya sama negara dipakai buat apa? subsidi bensin masuk ke kantong mafia-mafia minyak yang ada di luar negeri, masuk ke kantong mafia-mafia kapal tanker, masuk ke kantong orang-orang yang hobinya menyalahgunakan bensin subsidi itu buat dijual ke industri. Nah, itulah realita yang menyakitkan di negara jahiliah Nigeria, Guys. Dan ini lu bisa lihat ya di layar kaca ya sampai ya Wakil Presiden Nigeria, wah ini wakil presidennya beneran kerja nih. Dia bilang, "Ya, bisnis tipu-tipu di bensin subsidi itu sudah sampai mencekek perekonomian Nigeria. Bahkan udah ada laporan importir BBM subsidi ini mereka itu membawa lebih banyak bensin dibandingkan yang dibutuhkan oleh negara Nigeria. Kenapa mereka lakukan itu? Karena biar negara yang bayar. Jadi kalau disuruh bikin laporan badan usaha milik Nigeria, Pertaminanya Nigeria ini itu eh berapa impor tahun ini harus ditambah, Pak? Populasi kendaraan bertambah, populasi penduduk bertambah. Ada aja datanya supaya impor BBM bertambah terus supaya apa? Masuk duitnya ke kantong mereka. Duit el pembayar pajak lu dikadalin nih sama badan usaha milik Nigeria nih. Kurang ajar nih Nigeria nih memang. Dan yang paling gila ya di Nigeria ya dia produksi minyak sama kayak Indonesia terus minyaknya diapain? Dia punya alasan badan usaha milik Nigeria. Kita kan enggak bisa kilang sendiri di sini. Kita enggak punya tempat penyulingan minyak sini. Jadi produksi minyak kita kita jual aja ke luar negeri, wah sama tololnya sama orang Indonesia. Jual ke Singapura terus habis itu apa? Diimpor dengan harga yang lebih mahal karena sudah berubah bentuk. Tadinya crude oil minyak bumi masuk ke sini sudah berubah bentuk jadi aftur, jadi pertamx turbo, jadi pertamak dan lain sebagainya. Bodoh. Nigeria ini bodoh banget ya. Untunglah Indonesia gak ikut-ikutan sama negara tolol Nigeria ini. Tapi ya untungnya ya ketololan Nigeria ini akhirnya berakhir ya, Guys. Jadi Nigeria ini akhirnya sadar bahwa mereka selama ini dikibulin sama BUMN-nya. Jadi siapapun presiden di Nigeria selalu dikibulin sama BUMN. Ingat ya, badan usaha milik Nigeria. Bukan Indonesia. Indonesia isinya manusia suci, tidak bersalah, penghuni surga semua. Tapi di Nigeria akhirnya ada presiden yang lahir namanya Bola Tinubu. Dia punya nyali. Dia bilang yang namanya subsidi ini enggak benar. Ujung-ujungnya pasti disalahgunakan. Ujung-ujungnya juga pasti salah sasaran karena yang untung cuman mafia-mavia doang. So apa dia ambil nyali? Dia menyetop subsidi, Guys. Dan apa akibatnya ketika dia stop subsidi? Mafia minyak berontak. Dia bikin demonstrasi di mana-mana. Dia bikin kebakaran di mana, dia bikin kerusuhan di mana-mana. di Nigeria. Acak-acakan inflasi naik ke tingkat tertinggi di Nigeria. Tapi untungnya di sana juga ada banyak patriot lah. Jadi pahlawan-pahlawan, pengusaha-pengusaha lokal yang bilang memang parah kalau kita impor terus mata uang kita bakal hancur. Ya, nama mata uang mereka Naira. Naira bakal makin hancur nih kalau harus terus digadaikan untuk beli dolar. Dolarnya dipakai buat beli bensin. Bensinya sampai Nigeria dibakar kan bodoh. Keluar duit triliunan terus dibakar duit itu dalam bentuk minyak itu. Jadi dibilang apa? Kita harus berani punya nyali bangun kilang minyak. Akhirnya ada penguasa namanya Dan Gote. Dia bilang, "Harus berani bikin kilang minyak di sini, tapi enggak mau orang bikin kilang minyak di Nigeria." Kenapa? Hitung-hitungannya enggak masuk. Misalkan ada pengusaha, "Gua disuruh buka kilang minyak juga di Indonesia, gua enggak mau." Begitu keluar produk gua, produk gua jadi lebih mahal dibandingkan produknya Pertamina. Pertamina disubsidi negara. Akibatnya swasta enggak mau buka penghilangan di sini. Iya dong, itu yang dibilang juga dan Gote. Dan akibatnya apa? Negara dipaksa impor terus, impor terus. dan government pemerintah akan membayar lebih mahal dibandingkan yang seharusnya. Lu bisa lihat di video ini. The government wants to get rid of subsidies. Will your refinery help with that? Well, the government you know subsidy is a very sensitive issue if uh you know I believe the problem is not only the subsidy it is problem that you know once you are subsidizing something then people will be blotting the numbers and gamma will end up paying what they are not supposed to be paying. But this our refinery will bring quite a lot of issues up there. you know it will show the real consumption of Nigeria uh because you know can tell you some people say 60 million liters of gasoline per day some say no it's less but right now if you look at it by us producing okay everything can be counted so everything can be accountant and most of the trucks or ships that will come and load from us we are going to actually you know put a tracker on them to be sure they're going to take the oil within Nigeria and dan ini betul yang dia bilang begituun di Indonesia. Kenapa enggak boleh ada kilang minyak di Indonesia? Lu tahu korupsi yang paling gampang ya lu kalau korupsi bangunan kayak di Hambalang tuh atau projject-projek mega project tol jembatan, kereta di Indonesia itu gampang diciduknya karena kelihatan barangnya. Eh lu bilang katanya mau bikin jembatan harga R00 miliar. Setelah dilihat dilihat kok kayaknya cuma 70 m. Wah lu korupsi nih 130 miliar. Gampang ya. Gampang banget korupsi ditangkap. Gampang banget dideteksi korupsi dalam bentuk infrastruktur. Tapi lu bayangin kalau korupsi dalam bentuk minyak. Tinggal ngaku-ngaku kita sudah impor R1 juta liter ketika dilihat, "Mana barangnya? Udah habis, Pak. Udah dikirim, Pak, ke Kalimantan? Udah dikirim, Pak, ke Papua? Cek ke Papua mana barangnya?" "Oh, Pak, udah dipakai kan? Udah dipakai jalan tuh. Ada motor, ada mobil." Apa betul yang masuk ke sana betul-betul R juta liter ke Sulawesi? Enggak ada yang tahu. Gampang enggak dideteksi, susah. Makanya paling nikmat korupsi itu korupsi minyak. Karena barangnya tinggal dibakar habis dipakai sama orang habis kebakar. Tapi kalau korupsi jembatan, korupsi sekolah, korupsi jalan tol gampang dideteksi, Guys. Korupsi BBM susah karena barang buktinya terbakar, dipakai habis, nikmat. Itu juga yang dibilang Madan Gote. Tapi beda kalau seandainya kilangnya ada di sini, realitanya bisa kita cek betul enggak yang masuk ke kilang itu adalah crude oil 1 juta liter. Betul enggak yang keluar juga 1 juta liter. Tinggal dihitung ada berapa truk yang ambil kapasitas satu truk berapa, satu tanker berapa. Dan nyampai di depo di sana di pulau-pulau luar. Betul enggak? Di sana juga nyampai segitu. Dan kalau pengusaha truknya rugi, dia tinggal bilang, "Kayaknya enggak pas deh gua suruh dikirim 200 L nyampai sana. Kayaknya enggak nyampai 200 lit." Gampang semuanya terukur. Tapi lu bayangin kalau bensinnya aja kita impor dari luar negeri, apa betul yang masuk ke sini betul segitu? Dan belum lagi hilirnya, distribusinya. Apa betul yang makai barang subsidi itu sebanyak itu di Indonesia? Enggak ada yang tahu, Guys. Konyol memang bertahun-tahun kita dibodohin nih sama badan usaha milik Nigeria nih. BUMNB BUMWN Nigeria ini memang keparat laknat, Guys. Untung enggak kejadian di Indonesia. Cuman ya udahlah itu udah jadi realita dan ya sekarang Nigeria udah punya nyali untuk menghilang sendiri minyaknya. tidak mereka ekspor dan mereka bikin sendiri. Terlepas dari begitu banyak gangguan yang dilakukan oleh mafia minyak dan pada faktanya memang inflasi di Nigeria sejak program penghentian subsidi itu inflasi itu tembus 30% guys dalam 1 tahun dan harga bensin naik 3 sampai 4 kali lipat ya akibatnya ya presiden yang saat ini menjabat yang punya program revolusioner berani melawan mafia minyak di Nigeria ya dia terancam digulingkan dan dicopot karena negara rakyat merasa presiden ini enggak becus itu juga karena ada program propaganda dari mafia-mafia minyak di sana kayak di Indonesia juga ada l mafia minyak kita yang tinggal di Singapura itu jujur ya memang ada sisi positif, ada sisi negatif dari subsidi. Gua sih orang yang anti dengan subsidi, tapi kalau betul-betul kita hilangin total, berbahaya juga. Gua yakin Prabowo jatuh, Guys. Langsung jatuh. Cuman lu harus pikir ya kalau seandainya subsidi dihilangin, apa sih untungnya buat kita? Pertama, beban fiskal negara Indonesia itu bisa berkurang. Jadi sebelumnya ya Indonesia harus subsidi BBM itu ratusan triliun, bahkan sampai ribuan triliun. Kalau ditotal sudah berapa tahun kita subsidi. Nah, kalau ini dihapus, pemerintah Indonesia bisa mengalihkan dananya buat pembangunan infrastruktur, buat gaji guru, buat pendidikan, buat kesehatan yang lebih bagus lagi. Lalu yang kedua, Indonesia itu juga bisa membangkitkan investasi energi di dalam tanah air tanpa subsidi. Harga BBM lebih market base. Akibatnya apa? Investor swasta lebih tertarik investasi minyak kilang domestik di Indonesia. Yang ketiga ini bisa mengurangi penyelundupan. Kalau harga BBMD subsidi akan banyak penyelundupan nih ke perusahaan-perusahaan swasta, ke negara-negara tetangga, ke perusahaan-perusahaan pertambangan industri yang selama ini mencuri sebetulnya subsidi yang mereka tidak berhak untuk nikmati. Nah, kalau subsidi hilang, penyelundup-penyundup ini bakal berkurang karena mereka akibatnya harus beli barang dengan harga market. Nah, yang terakhir, stabilitas anggaran negara Indonesia. Defisit APBN Indonesia bisa ditekan dan Indonesia bisa mendapat credit rating yang lebih bagus dan mendapatkan akses pendanaan internasional. Karena lu bayangin kalau lu jadi pendana internasional, lu banker ya internasional, lu mau pinjamin ke Indonesia, duitnya dipakai buat apa? Buat hal yang produktif atau konsumtif? Halo IMF, gua mau pinjam duit dari lu. Duitnya akan gua pakai bukan buat bikin pabrik ya. Jadi buat apa? Buat beli bensin. Lah, lu pikirlah lu sebagai seorang banker, lu mau enggak pinjamin duit ke orang yang pakai untuk hal konsumtif? atau lebih pilih duitnya dipakai buat hal yang produktif. Nah, itu sama aja mindsetnya. Ini pun sama dalam bernegara. Banker internasional, GP, Morgan, Goldman Sex, World Bank, ya. Akan lebih senang duitnya kalau dipinjamin ke Indonesia buat hal yang produktif lah. Udah pasti begitu. Jadi intinya memang dalam jangka pendek rakyat pasti menderita karena harga BBM subsidi dicabut langsung naik tinggi. Akibatnya inflasi juga naik tinggi. Dan akibatnya kalau inflasi naik tinggi daya beli jatuh. Kalau daya beli jatuh protes di mana-mana, Guys. Tapi jangka panjangnya keuangan negara bisa jadi lebih sehat, lebih efisien, dan makin banyak investor asing yang mau investasi energi dan kilang-kilang di Indonesia. Dan akibatnya ya pasar BBM kita ujung-ujungnya bakal jadi lebih efisien lagi karena semua jadi market base. So, yang paling benar apa ya buat di Indonesia? Ya udah paling benar sih memang kita harus bangun kilang minyak, tapi kan pasti mafia minyak marah dong. Mereka enggak bisa lagi tipu-tipu kita. enggak bisa lagi berkolusi dengan badan usaha milik Nigeria yang banyak di Indonesia ini. So, apa yang harus kita lakukan ya supaya negara kita tidak menjadi budaknya Singapura, tidak jadi budaknya Timur Tengah, bisa independen nih, bisa sos bada energi dan tidak jadi budak subsidi. Aneh banget duit negara habis hampir ribuan triliun cuma buat dibakar kan konyol. Gua sih lebih rela duit itu berubah loh jadi sekolah yang bagus, perpustakaan, jalan raya. Iya enggak sih? Kenapa duit kita habis cuma buat dibakar? Memperkaya raja Arab, memperkaya mafia Singapura. Kayak enggak logis, Guys. Sedih loh. Tapi kalau itu dicabut, gua juga enggak setuju karena pasti Prabowo jatuh. Pertamina senang, pemerintah goyang, negara tidak stabil. Eh, gua enggak mau juga. Ujung-ujung yang menang ya mafia minyak lagi nih. Tapi kita juga harus sadar subsidi ini menghabisi darah kita, menghisap darah kita nih. Jadi apa? Gua punya enam solusi nih buat pemerintah nih. Yang pertama memang subsidi harus dikurangin tapi bertahap. Ya, mungkin setiap 6 bulan akan direvisi subsidi yang kita harus kasih. Lalu yang kedua harus wajib apa? Ada pendataan. Siapa sih yang berhak dapat subsidi ini sebenarnya? Karena gua lihat banyak orang pakai Mitsubishi Fortuner, pakai Toyota Pajero, pakai bensin subsidi. Jadi dia pakai solar-solar subsidi itu, Guys. Kan kayak gimana nih? Banyak yang salah sasaran loh. Terus apa yang harus kita lakukan? Ya, pendataan. Kenapa enggak bisa? Ya disengaja biar enggak bisa, biar salah sasaran terus subsidi kita, biar menggelembung terus subsidi kita. Padahal salah sasaran. So, kalau gitu apa? Harus ada pembatasan. Menurut gua kita mengurangi subsidi cara paling gampang apa? Pertama rubah namanya jangan pertalight tapi ganti jadi si miskin. Pertama ganti jadi si kaya. Ingat e orang Indonesia ini gengsinya ini enggak ketolongan, Guys. Kalau disuruh lihat antrian dia parkir di SPBU di selang tulisan si miskin. Gua yakin orang gengsi, orang Indonesia yang sebenarnya punya duit buat beli pertamak gengsi, tapi ganti Pertalet ganti jadi si miskin, Pertamak ganti si kaya namanya. Lu mainkan psikologis rakyat Indonesia yang gengsinya selangit, yang bahkan rela menggadaikan dirinya ikut pinjol demi ganti handphone baru. Tapi itu realitanya. Gua yakin ganti nama Pertalet menjadi si miskin pasti berkurang konsumsi pertalet. Lalu apaagi? Pembatasan. Pembatasannya apa? Kita batasin yang boleh beli barang-barang subsidi itu cuma nelayan, cuma petani. Karena dia butuh buat traktor, dieselnya, solarnya. Nelayan juga butuh buat mancing di laut. Lalu apaagi? Ojol boleh pakai barang subsidi. Pengguna sepeda motor boleh pakai subsidi. Dan terakhir apa? Kendaraan umum, ada bus, ada microlet boleh. Tapi selain daripada itu dilarang. Gua yakin subsidi kita pasti jauh lebih tepat sasaran. Nah, ini kita harus berani nih melakukan pembatasan di sini. By the way, kenapa orientasi gua paling utama kendaraan roda dua ya ojol itu boleh? Karena banyak loh orang-orang itu main jual beli barang subsidi ya khususnya ya pengusaha-pengusaha kecil yang brengsek. Dia itu beli Toyota Kijang diganti tangkinya. Tadinya mungkin cuman kapasitas 50 L, tapi dia cabut kursi belakang diperbesar tangkinya jadi 500 L. Terus dia isi di situ. Gua yakin banyak tuh panter lah, kijang lah yang dimodifikasi supaya beli barang-barang subsidi. Habis itu apa? dia jual eceran dengan harga yang lebih mahal atau dijual ke pabrik dengan harga industri lebih mahal dia untung. Tapi lu bayangin kalau pencuri-pencuri itu harus ngeteng pakai motor Honda Beat. Capek Gas mau ngejar 200 liter tuh harus bolak-balik berapa kali? Berapa ratus kali ke pembensin kan jadi ngerjain mereka dan pasti jadi kelihatan kok tiba-tiba antrian motor bertambah 10 kali lipat ya. Berarti di situ ada mavianya kan. Anyway, menurut gua ini strategi yang memang harus kita lakukan. Kalau memang kita tidak punya skill untuk melakukan pendataan, siapa yang miskin, siapa yang butuh subsidi, udah lakukan yang gua bilang. Ubah Pert menjadi si miskin. Yakin gua orang Indonesia gengsinya selangit malu mereka ngantri di pom bensin si miskin. Dan tadi yang boleh belanja cuman kendaraan roda dua, ojol, kendaraan umum, plat kuning, nelayan buat perahunya, dan petani untuk traktornya. Lu setuju enggak kalau kita ini lakukan pasti Indonesia jadi lebih baik? Kita jadi punya ruang gerak supaya subsidi itu enggak ngucur terus ke tempat yang salah. Ya, dan yang terakhir ya, yang paling penting itu juga harus ada, Guys, pembangunan transportasi umum yang lebih murah dan mudah dan terjangkau buat semua orang. Karena ya di Indonesia transportasi umum ini sangat-sangat enggak layak dan enggak nyaman. Kecuali lu tinggal di Jakarta. Tapi lu keluar dikit dari Jakarta misalkan lu pergi ke Sukabumi kagak nyaman, Guys. Atau lu pergi keluar dikitlah ke Jogja enggak nyaman. transportasi umum di Indonesia di luar Jakarta ini enggak ada yang nyaman. Kita enggak usah ngomong Lampung atau Palembang dengan LRT-nya yang pakai cuman hantu blau juga. Enggak, enggak, enggak. Kita ngomong transportasi umum memang harus tersedia dengan mudah, murah, dan terjangkau. Karena gua yakin itu juga pasti mengurangi loh subsidi kita. Jadi dibanding kita mensubsidi bensin salah sasaran, lebih baik kita subsidi angkutan umum. Kita berdayakanlah pengusaha-pengusaha yang mau menyediakan angkot-angkot berkualitas, AC, nyaman, bersih. Subsidi mereka jauh lebih masuk akal dibanding kita subsidi mafia-mafia Singapura itu yang ujung-ujungnya cuma memperkaya badan usaha milik Nigeria dan pejabat-pejabatnya yang enggak ada otak itu. Iya enggak sih? Dan yang paling penting ya supaya rakyat juga enggak gumuh, rakyat juga enggak bergejola, komunikasi publiknya harus diperbaiki nih. Jadi harus lebih transparan. Sebetulnya setelah kita lakukan subsidi ini, rakyat harus dikasih tahu, eh negara bisa menghemat R00 triliun nih. Nah, R triliunnya ke mana? Apakah membangun jalan di desa? Apakah membangun rumah sakit? Apakah membangun sekolah? Apakah buat beli buku pelajaran yang berkualitas? Apakah buat meningkatkan gaji tenaga-tenaga guru pengajar kita? Bikin lebih transparan lah komunikasi publiknya. Kalau perlu lu bayar influencer bukan buat tipu-tipu, enggak. buat mensosialisasikan program-program subsidi kita yang berkurang itu ternyata dirubah ke hal-hal yang lebih bermanfaat dan berdampak ya bagi orang banyak. Sekali lagi gua enggak setuju loh kita impor habis duit ratusan triliun nih setiap tahun beli barang dari Singapura sama Timur Tengah sampai Indonesia diapain? Dibakar. [Musik] Kilang Pertamina Dumai terbakar pada Rabu malam dan sempat menebukkan ledakan besar hingga mengakibatkan warga di sekitar kawasan kilang tadi. Enggak rela gua. Makanya gua sangat mendukung ya kalau Indonesia pemerintah Menteri Keuhan Purbaya tolong lu extend to program subsidi mobil listrik. Isi petisinya Benix di sini supaya subsidi mobil listrik itu diperpanjang di Indonesia. Supaya makin banyak orang yang pakai mobil listrik. Kalau makin banyak orang yang pakai mobil listrik, ingat pasti negara hemat bensin. Karena mobil listrik jalan pakai tenaga listrik, bukan pakai bensin. Listriknya dari mana? Batubara. Batu bara mana? Made in Indonesia. Jadi kita tidak menggandaikan rupiah, kita tidak menghancurkan rupiah memperkaya dolar. Enggak. Kita memperkaya bangsa sendiri. Orang-orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan tambang di luar Pulau Jawa. Makanya, Teman-teman buru-burulah tanda tangan nih petisi kita supaya negara mau memperpanjang subsidi mobil listrik. At least sampai ada 1 juta dulu lah populasi mobil listrik di Indonesia baru kita hilangin subsidi ini. Negara wajib menurut gua. Ini urgen nih kalau negara mau menghemat subsidi. Kita sudah bikin perhitungannya kok. Negara untung. Begitu ada 1 juta mobil listrik di Indonesia negara bisa hemat duit triliunan loh. So, teman-teman tunggu apaagi? Yuk, buruan ganti mobil lu, ganti motor lu. Tadinya pakai bensin memperkaya mafia Singapura, memperkaya raja-raaja Arab yang hobinya membunuh rakyat Palestina. Ngapain? Mendingan duitnya lu pakai untuk memperkaya bangsa sendiri. Karena kalau lu pakai mobil listrik, karena kalau lu pakai kendaraan listrik, lu memperkaya pengusaha dalam negeri, memperkaya karyawan-karyawan yang kerja di tambang-tambang batubara dalam negeri. Penggali tambang yang ada di dalam negeri. So, tunggu apaagi, Guys? Karena kalau kita udah dapat 10.000 tanda tangan petisi ini, gua bakal kasih petisi ini langsung ke mukanya Purbaya. Eh, Bro, lu bantuin dong. Supaya makin banyak orang yang pakai kendaraan listrik di Indonesia. Supaya makin sedikit subsidi BBM Indonesia, supaya makin banyak ya pengusaha Indonesia yang kaya raya. Supaya kita bisa sembada energi di Indonesia ini. Jangan mau jadi budaknya Singapura. So, kesimpulannya, Guys, lu setuju enggak sih kalau Indonesia itu lakukan yang sama dengan Nigeria? kurangin subsidi BBM, berantas mafia BBM dan yang paling penting punya nyali dong, bikin kilang di negara sendiri. Badan usaha milik Nigeria aja berhasil direformasi nih sampai mereka akhirnya bisa bangun kilang sendiri. Kok Indonesia enggak bisa? Bayangin ya Nigeria bertahun-tahun dikadalin punya minyak 1,5 juta barel per hari malah diekspor ke luar negeri. Habis itu dia impor. Bodoh banget. Kilang di dalam negeri dibakar terus setiap hari di Nigeria. Udahlah masa-masa jahiliah itu lu akhirilah. Gila lu negara ini mau sampai kapan kayak begini bodohnya? Atau lu lebih setuju? Uang kita biarin aja l buat disubsidi biar tambah kaya mafia-mafia minyak itu. Setuju lu begitu? Duit pajak lu dipakai buat dibakar setiap hari. Lu lebih setuju begitu? Dan menurut lu Prabowo gimana ya? Punya nyali enggak ya buat ngurangin subsidi dan secara strategik? Tentunya jangan sampai dia diketa juga karena bahaya negara kita. Banyak nih yang mau hancurin negara kita nih dari asing maupun dalam negeri. Dan menurut gua kondisinya menurut gua berbahaya sih karena Purbaya juga udah bilang ya dia itu kena kibul sama bawahannya kena kibul kemarin sama Bang Himbara bahkan sampai dikeluarin berita hoaks bunga 4% deposito dolar Bang Himbara itu katanya disuruh Purbaya padahal enggak gila enggak lu pertarungan antar mafia di negeri ini gila banget dan satu lagi guys lu setuju enggak sih dengan metode Benix ya buat ngurangin subsidi BBM secara bertahap dan lu ada ide lain lagi enggak sih supaya Indonesia enggak jadi budak subsidi terus-terusan segera sharing ya pendapat kalian di bawah ini seperti apa ya cara mengurangi subsidi tanpa terjadi kerusuhan. Karena memang udah parah nih subsidi BBM di negara ini. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu komentar kalian sekarang juga. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]