Transcript
D_EXW11PoLw • PURBAYA JADI TUMBAL? Rupiah TERJUN BEBAS| Dollar Tembus 17.000!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0447_D_EXW11PoLw.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Lu tahu
enggak? Rupiah semakin melemah dan
sebentar lagi bakal nyampai Rp17.000 per
1 dolarnya. Dan ini sepertinya akan
terwujud nih ramalan Benix bahwa rupiah
bakal terus melemah bahkan akan melebihi
Rp17.000 per dolar Amerika Serikatnya.
Nah, teman-teman penasaran enggak sih
kenapa ini bisa terjadi? Ya, dan apalagi
kabarnya sekarang lagi market itu lagi
heboh, bisnis perbankan itu lagi pada
panik karena mereka tiba-tiba
mengeluarkan pengumuman serentak bunga
deposito. Jadi kalau lu nimpan duit
dalam bentuk dolar itu naik tinggi
sekarang jadi 4%. Kok bisa ya? Dan ini
katanya ada hubungannya dengan framing,
Guys. So, banyak yang bilang gosip-gosip
berada di market itu karena perintahnya
Purbaya, menteri keuangan kita yang
menyuruh bank-bank Himbara serentak
bikin bunga deposito dolar setinggi 4%.
Tapi apa betul seperti itu, Guys,
realitanya? Dan apakah rupiah dalam
kondisi bahaya nih? Kalau lu penasaran,
jangan skip video ini. Let's check this.
Rupiah 4% gitu ya. Iya.
Itu yang tanya-tanya orang orang nuduh
saya tuh itu kebijakan Menteri Keuangan
ya kan mendikte perbankan untuk ee
naikin bunga deposito dolar ke 4% agak
dekat Pak miknya agak
ke 4%. Oh kurang suara kurang keras ya.
Iya.
Jadi enggak ada kebijakan seperti itu.
Saya enggak pernah nyuruh danantara atau
keongan untuk atau bank untuk naikin
bunga deposit seperti itu. Memang pernah
diskusi kan waktu itu saya bilang di
istana bahwa akan ada insentif ke
pemegang valas supaya mindahin valas
dari Singapura ke Indonesia kira-kira
gitu. Cuman itu masih belum selesai,
masih ada risiko yang mesti dihitung.
Dan sepertinya pada waktu Presiden
memerintahkan timnya untuk menghitung
resiko yang mereka sebelumnya tidak
hitung. Jadi itu belum selesai. Jadi
Danantara juga saya ee mestinya si
Danantara akan memerintahkan
perbankannya untuk melakukan praktik
bisnis sesuai dengan kondisi pasar
market base. Jadi enggak akan intervensi
secara langsung juga kan. Saya termasuk
orang yang promarket. saya dorong ee
bunga rendah bukan dengan maksa turunkan
bunga, tapi dengan memberi uang supaya
memang suplainya bertambah sehingga
market mekanisme berjalan. Jadi kita
selalu mengarahkan kebijakan kita untuk
menggerakkan market supaya lebih efisien
bukan mendikt mungkin itu.
Oke, jadi clear nih ya, Guys ya. Bahwa
Himbara tuh kemarin serentak
direktur-direkturnya pada gagah perkasa
bilang kita mau mendukung perekonomian.
Ini kabar baik buat para orang yang
hobinya nabung di bank. bunga dolar 4%.
Ternyata itu bukan gara-gara si Purbaya,
Guys. Jadi di sini Purbaya bantah kalau
itu adalah hasil perintahnya dia. Karena
menurut gua juga agak aneh sih, si
Purbaya kok bisa-bisanya
perintah-perintah bos-bos perbankan itu
ya kan jabatan dia menteri keuangan
doang. Dia itu bukan owner. Owner
Bank-Bank Mandiri, BRI, BNI itu kan
bukan dia. Beda. Pemegang saham
terbanyak bukan si Purbaya. Purbaya mana
bisa ngatur-ngatur. Ini gua agak
bingung. Tapi satu hal yang gua mau
kasih tahu, ini juga sesuatu hal yang
membahayakan. Kenapa membahayakan? Gua
ada 10 alasan nih ya, kenapa menurut gua
ini berbahaya nih suku bunga 4% ini. Dan
gua bisa pahami juga kenapa ini
dilakukan, rasionalisasinya seperti apa.
Satu hal yang paling jelas adalah kalau
lu lihat ya awal-awal si Purbaya ini
diangkat jadi menteri ya bulan lalu ya,
dia juga udah bilang kok berulang kali
bahwa kita itu banyak loh duit
orang-orang kaya di Indonesia yang
parkir di luar negeri dan mereka duitnya
itu pengin masuk di Indonesia. dengan
mekanisme apa kita lakukan? Apakah
dengan pistol ditodongkan ke kepala
mereka? Kan enggak mungkin kita bisa
bawa pulang itu dengan mekanisme pasar.
Salah satu hal yang paling logis dan
juga bodoh dan tolol adalah naikin suku
bunga ke 4%. Kenapa sangat logis tapi
bodoh dan tolol? Pertama logis. Karena
kalau suku bunga di Indonesia lebih
tinggi dibandingkan suku bunga nabung
bank-bank di Singapura, udah pasti
orang-orang kaya Indonesia,
koruptor-koruptor Indonesia yang taruh
duit di Singapura itu duitnya pindah ke
Indonesia karena bunganya lebih tinggi
pasti. Bahkan orang asing pun rebutan
orang Australia, orang Amerika buat
nabung di Indonesia kalau suku bunga
kita sedemikian tinggi. So that's a good
news. Iya, itu news, itu logical, tetapi
bahaya. Kenapa bahaya? Ini ada 10
alasan. Alasan pertama ya ini bisa
mendorong ya banyak pelaku usaha,
pebisnis bahkan karyawan di Indonesia
yang selama ini punya tabungannya dalam
bentuk rupiah. Mereka bakal switching
tabungannya dari rupiah ke dolar. Kenapa
dia lakukan itu? Teman-teman tahu hari
ini ya, rata-rata bunga deposito rupiah
di Indonesia itu sekitar 3%-an. itu
rata-rata bunga deposito rupiah tentunya
di bank-bank yang terpercaya ya, bank
buku 4. Tapi kemudian kalau seandainya
nabung di rupiah 3% tapi nabung dalam
bentuk dolar bunganya 4% apa yang
terjadi? Pasti lu akan pindah. Dari
tadinya ambil deposito rupiah tapi cuman
3% tapi dolar 4%, banknya juga sama,
mendingan lu nabung dalam bentuk dolar
dong. So, akibatnya akan makin banyak
orang yang tabungan rupiahnya berganti
menjadi tabungan dolar. Apalagi
teman-teman kalau ingat ya, rata-rata lu
kalau punya tabungan dolar itu bunganya
di bawah 2%. Jadi lu bayangin yang
namanya tabungan dolar secara historical
selalu bunga-tabungan dolar di bawah
bunga tabungan rupiah. So, banyak
bank-bank besar kok gua tahu swasta itu
nabung dolar itu bunganya enggak nyampai
1% bahkan. Eh, tiba-tiba kecuk-kecluk
sekarang himbara lu kalau nabung dolar
bunganya 4%. Gila apa yang akan terjadi?
Tiap orang akan berbondong-bondong
nabung ke imbara dalam bentuk dolar
dengan cara apa? Menggadaikan rupiahnya.
Akibatnya menciptakan masalah yang
kedua. Apa? Kalau makin banyak
orang-orang yang menggadaikan rupiahnya
karena dijual rupiahnya, akibatnya
likuiditas rupiah di pasar menurun.
Peredaran rupiah di pasar menurun. Kalau
peredaran rupiah di pasar semakin
menurun, ini bakal memberikan tekanan
nih, depresiasi kepada rupiah. Nyambung
enggak loh? Kalau makin banyak
rupiah-rupiah yang dijual ditukar ke
dolar, akibatnya apa? Dolar makin kuat,
rupiah makin lemah. Artinya rupiah
nilainya bakal telur, terdepresiasi.
Makanya gua yakin kalau ini program
dijalankan dalam jangka panjang, pasti
rupiah akan terus melemah. Nah, kalau
seandainya rupiah terus melemah,
masalahnya apa, Pak? Masalahnya ingat
ya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang
hobinya impor. Bukan cewek aja yang dia
impor dari Uzbekistan ya atau dari Cina
mainland. Enggak, enggak. Tapi lu
bayangin ya, lu naik oplet, naik angkot,
bensinnya dia impor loh. BBM kita kita
impor dari Singapura. Kita hobi banget
impor BBM. Jadi dari Singapura bahan
mentah kita impor dari Timur Tengah. So,
lu naik angkot aja bahan bakunya kita
impor. Angkot lu juga angkot impor
sebetulnya. Terus lu hobi makan apa?
Martabak. Lu makan martabak itu
gandumnya impor. Lu makan roti itu
gandumnya impor. Lu makan donat itu
gandumnya impor. Lu pergi ke pinggir
jalan lu senang makan tempe goreng.
Tempenya bahan bakunya kacang kedelai.
Kacang kedelainya lu juga impor dari
Amerika. Semua lu impor. Bahkan lu mau
ngopi kopi-kopi kekenian yang ada di
pinggir jalan atau di mall-mall. gulanya
aja itu kita impor. So, lu bisa lihat
semua yang lu konsumsi itu barang impor.
Dan kalau rupiah melemah, dolar menguat,
udah tentu dong lu beli barang-barang
impor, bayarnya pakai dolar. Artinya
bahan-bahan makanan itu tepung terigu,
kacang kedelai, bensin, ya bakal makin
mahal. So, teman-teman udah tahu dong
arahnya ke mana. Kalau semua bahan-bahan
itu makin mahal, artinya ini akan
menciptakan masalah kelima. Inflasi
naik, harga-harga barang-barang makin
mahal. Masalah yang kelima
ujung-ujungnya akan membuat masalah
keenam. Inflasi naik, harga barang naik.
Akibatnya apa? Daya beli masyarakat
melemah. Jadi dompet lu bakal makin
tipis. Karena masalah bangsa ini adalah
kita hobi impor. Nah, masalah keenam
ini, ini kan masa lalu, ya, masalah kita
semua sebagai manusia. Tapi perbankan
juga punya masalah. Masalah ketujuh, lu
tahu perbankan di Indonesia selama ini
punya keahlian itu bisnisnya simpan
pinjam. Eh, lu simpan di tempat gua
dong. depositonya bunganya 7%. Oke. Oke.
Habis itu apa? Bisinya kan simpan pinjam
dia 7% simpanannya. Habis itu dia
pinjamin ke orang lain bunganya 14%.
Oke, di situ dia sangat ahli. Perbankan
Indonesia sangat ahli dalam
mendistribusikan rupiah, bisnis simpan
pinjam dan bentuk rupiah. Dan itu
terbukti dari layar kaca. Lu lihat total
himpunan ya, DPK ya, dana pihak ketiga
di bank-bank Indonesia total itu R.200
triliun, Guys. Dari R.200
triliun. Total kredit yang disalurkan
Bank BUMN itu jumlahnya sampai 3.700
triliun, Guys. Lu bayangin 3.700 triliun
dari total dana pihak ketiga, ya
simpanan itu R.200 triliun yang dia
distribusikan kembali dia pinjamkan lagi
R3.700 triliun. Nah, lu tahu enggak yang
dalam bentuk dolar berapa? Ternyata
dalam bentuk dolar itu cuman 500
triliun. Sangat kecil. Kecil banget.
Jadi, Bank Indonesia ini sama kayak
Bullock. Bullock itu enggak ada keahlian
buat distribusi beras. Ahlinya apa?
impor beras, impor beras, impor beras
sampai bego. Begitu dia disuruh beli
dari petani, dia beli, beli, beli. Harga
kemahalan, harga naik, suruh distribusi
enggak bisa. Akibatnya banyak
beras-beras yang busuk di gudang-gudang
bulok. Dan ini gua udah kasih warning
ini dari tahun lalu bahkan. Nah,
kejadian yang sama juga bakal kejadian
nih di bank-bank Himbara. Mereka dipaksa
buat ngumpulin dolar, kasih bunga tinggi
4% tapi dia distribusinya bisa enggak?
Ingat bisnisnya simpan pinjam loh. Orang
nabung di 4%. Giliran suruh distribusi
dia harus minjamin ke orang. Orang
minjaminnya dalam bentuk dolar juga bisa
enggak? Ternyata mereka enggak punya
skill. Karena dari total kredit yang
mereka salurkan 3.700 triliun yang dalam
bentuk dolar atau valas itu cuman 500
triliun, Guys. Jadi ini menciptakan
masalah baru nih buat perbankan nih.
Tapi memang konyolnya direktur-direktur
itu malah bikin pernyataan, oh ini
bagus, oh ini keren, ini hebat. Enggak.
Lu enggak ngerti, lu enggak bisa, bahkan
lu enggak ngerti bisnis simpan pinjam
dalam bentuk dolar. Itu sudah terbukti
dan datanya valid. Akibatnya ini bakal
bikin masalah yang kedelapan. Masalah
yang kelapan apa? Biaya pembiayaan dolar
itu bakal makin naik. Ingat ya, bisnis
perbankan itu simpan pinjam. Orang
nabung di dia, dia kasih bunga 4%.
Ketika dia minjamin ke orang lain,
bunganya harusnya di bawah 4% atau di
atas 4%? Ya harusnya di atas 4% dong
biar dia profit. Jadi orang nabung di
dia 4% dia pinjamin lagi ke tempat lain
8%. Nah, buat pelaku-pelaku usaha ya
teman-teman apalagi yang hobinya ekspor
impor ini jadi masalah. Kenapa?
Good news, guys. Kabar spesial buat
kalian karena sekolah Sambenix season 8
akan segera dibuka dan temanya luar
biasa menarik nih. Khusus buat
teman-teman investor pemula di IASG yang
bingung cara beli saham, investasi dan
bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segera bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di
www.sekkolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini.
Ini jadi masalah. Kenapa? Karena dari
yang udah-udah ketika mereka minjam ke
bank, bunganya pasti di bawah 8%. Nah,
sekarang mereka mau minjam ke bank. Gua
yakin biaya pinjaman dolar dia pasti
jadi naik tinggi. Karena zaman dulu
mereka bisa minjam ke bank dalam bentuk
dolar, bunganya murah. Kenapa? Karena
depositonya paling cuma 2%. So, kalau lu
minjam ke bank dalam bentuk dolar juga
ya mungkin cuma 4 sampai 5%. Nah, tapi
sekarang bunga simpanan dolarnya aja
sudah naik jadi 4%. Akibatnya apa? Bunga
pinjaman
naik lebih tinggi lagi. Nah, ini bakal
jadi masalah nih, tekanan nih bagi para
pelaku usaha yang selama ini membutuhkan
dolar. buat menjalankan bisnisnya. Nah,
pada akhirnya ini juga bisa memberikan
sinyal yang buruk buat pasar. Karena
pasar pasti punya otak. Pasar isinya
market. Market bukan orang tolol. Market
bahkan bisa antisipasi lebih awal dan
mereka bisa lihat ini adalah kode keras
dari pemerintah. Kalau seandainya betul
4% dijalankan, ini adalah kode keras
dari pemerintah bahwa rupiah akan makin
ditekan. Ujung-ujungnya apa? Orang makin
gerogi, orang makin ketakutan pegang
rupiah. Dan ujung-ujungnya ya Indonesia
bakal jadi bangsa yang terpenjara
sendiri juga. Karena sebetulnya kita ini
harusnya happy loh kalau rupiah itu
melemah. Kita harusnya sangat senang
kalau dolar itu terus menguat kalau kita
bangsa yang hobi ekspor. Akibatnya kita
penghasilannya dalam dolar. Dolar makin
tinggi harganya kita semakin happy.
Seperti mayoritas pengusaha yang ada di
China. Mereka happy kalau yuan itu
melemah. Dolar itu menguat karena
penghasilan mereka tambah naik tinggi.
Makanya banyak miliarder lahir di China
ketika ekspor impor mereka ke Amerika
itu naik tinggi. Beda dengan di
Indonesia. Di Indonesia marah senangnya
dolarnya melemah. Karena hobi kita
adalah impor. Padahal ini adalah
parasit. Ini penyakit yang akan terus
dipelihara selama negara kita tidak bisa
independen. Kesimpulannya adalah
ternyata hal ini ada memberikan dampak
yang negatif juga kalau kita enggak bisa
kontrol dengan baik. Tapi jangan
khawatir, gua punya solusinya nanti di
akhir video ini. So, lu jangan skip
video ini. Anyway, gua mau bilang ini
kenapa gua capek-capek jelasin lu dari 1
sampai 10 ini. Karena gua melihat banyak
media-media di luar sana mem-framing
bahwa seolah-olah ini adalah hal yang
sangat konyol, sangat tolol. Tapi
penjelasan mereka tidak masuk akal.
Contoh nih, Celios nih tolol banget. Dia
bilang apa? Celios bilang, "Deposito
dolar Amerika Serikat di Bank Dalam
Negeri akan menjadi kurang menarik." Ini
goblok. Gimana ceritanya deposito dolar
Amerika Serikat di Bank Dalam Negeri
bakal jadi menarik? Gimana lu nabung
rupiah bunga 3%, dolar bunganya 4%, udah
pasti lebih menarik nabung dolar lah.
Gila, ini bodoh banget nih. Kalau pakai
logika Celios ini, negara kita bisa
ngirim manusia ke planet Mars 3 hari
lagi gitu. Pakai logika yang tidak masuk
akal. Ini enggak masuk akal. Memang
enggak masuk akal. Logikanya deposito
dolar Amerika Serikat jadi makin
menarik. Ya, orang bunganya tambah
tinggi. Enggak jelas nih. Inilah
lembaga-lembaga capcai model begini nih
yang bikin hancur Indonesia nih. Tapi
guys, namanya sebuah kebijakan ya pasti
ada sisi positif, ada sisi negatif. Tadi
gua ngomong yang negatif-negatifnya.
Sisi positifnya sebetulnya ada enggak
sih? Ada juga kok. Yang pertama, pasokan
dolar ya di domestik di Indonesia bakal
makin bertambah suplainya. Dan kan kita
tahu ya, banyak pengusaha di Indonesia
yang hobinya ekspor minyak sawit lah
atau batu bara lah. Semua itu ketika dia
ekspor duitnya itu valuta asing dia
pegang. Penghasilan dia kan dalam dolar.
Dia enggak mau taruh di Indonesia. Dia
pasti taruhnya di Singapura atau di luar
negeri lah. Kenapa? karena ya suku
bunganya lebih tinggi. Nah, sekarang
karena dibikin bunganya tinggi di dalam
negeri, bunga valas di dalam negeri
lebih tinggi, mereka pasti akan lebih
senang menyimpan hasil penjualan hasil
bumi itu sawit dan batu bara dan lain
sebagainya di dalam negeri. Jadi, ini
bakal meningkatkan stok dolar di dalam
negeri. So, itu ini faktor yang positif
nih. Nah, yang kedua ini yang
diuntungkan juga para eksportir. Betul.
Mereka sekarang dapat penghasilan dalam
bentuk dolar dan mereka simpan di Bank
Dalam Negeri dapat bunganya lebih
tinggi. Mereka pasti happy di situ. Tapi
ada sisi lain lagi, ketika suku bunga
ini naik jadi 4%, pengusaha-pengusaha di
Indonesia yang apalagi memiliki aset
dalam bentuk dolar itu pasti sangat
diuntungkan. Contoh, gua punya gunung
isinya batu bara. Kapasitasnya ada
cadangan gua sekitar R00 juta ton. Itu
kan divaluasi bukan dalam bentuk rupiah,
tapi valuasinya dalam bentuk dolar.
Karena dua di kita jualnya ke luar
negeri. Kita juga punya gedung-gedung di
luar negeri, fasilitas di luar negeri,
kilang minyak, kapal, pesawat terbang,
itu semua aset valuasi yang ketika
dolarnya makin lama makin tinggi,
valuasi kenaikan aset kita itu naik
dibandingkan yang sebelumnya. Padahalnya
barang sama nih, barangnya sama,
sama-sama kilang minyak nih atau
sama-sama gunung batu bara nih.
Barangnya sama, enggak ada apa-apa tapi
nilainya naik. Kenapa nilainya naik?
nilainya naik dalam rupiah. Kenapa
nilainya bisa naik? Karena divaluasi
berdasarkan dolar. Nyambung enggak loh?
Tadinya gunung batu bara itu cuma
nilainya Rp1 triliun, tapi kan karena
kita jualnya dalam bentuk dolar. Dolar
terus menguat, rupiah terus melemah.
Dolar dengan naik 10% aja berarti nilai
aset kita sebetulnya udah naik 10%.
Tadinya R triliun menjadi 1,1 triliun
hanya karena terjadi apresiasi terhadap
nilai dolar. Jadi teman-teman bakal
melihat ada beberapa perusahaan IASG di
luar negeri, di dalam negeri yang akan
menikmati ini karena revaluasi asetnya
dari kenikan nilai aset bersihnya itu
sebetulnya tambah tinggi tanpa
ngapa-ngapain, tapi perusahaannya
menjadi lebih valuable ketika suku bunga
ini naik jadi 4%. Jadi ini salah satu
hal yang menguntungkan bagi
perusahaan-perusahaan yang memiliki aset
di luar negeri atau yang kedua memiliki
aset yang divaluasi dalam bentuk dolar.
Ya, salah satu yang gampang ya, misalkan
lu lihat kapal-kapal besarlah,
kapal-kapal tanker, kapal-kapal
kontainer, itu tidak diperjual belikan
dalam bentuk rupiah, enggak, tapi
diperjual belikan dalam bentuk dolar.
Begituun bahan tambang, emas, nikel, dan
lain sebagainya itu divaluasi bukan
dalam bentuk rupiah, tapi dalam bentuk
dolar. Karena apa? kliennya, pembelinya
mayoritas orang luar negeri. Jadi mereka
adalah perusahaan-perusahaan yang
diuntungkan nih ketika terjadi kenaikan
bunga simpanan sampai 4% buat dolar ini.
Menarik ya. Terus by the way gua kan
punya solusi nih buat pemerintah karena
gua tahu juga ini Purbaya lagi buying
time dan mereka lagi tunggu nih waktunya
gimana caranya bawa duit dolar dari luar
negeri ke dalam negeri tanpa menciptakan
kekacauan atau disruption ya di bisnis
yang ada di Indonesia. Nah, salah
satunya ini nih gua yakin pemerintah
sekarang lagi gemeteran nih, bingung nih
gimana caranya bawa nih udah terlanjur
nih bank-bank itu bikin bunga sampai 4%
tuh tabungan dolar. Sebetulnya gampang
solusinya Indonesia itu harus jadi basis
ekspor yang artinya gini, 4% itu boleh
enggak dibikin? Boleh, tapi kita bikin
syarat aja yang boleh nabung 4% itu
hanya perusahaan yang orientasinya
ekspor itu loh. Karena memang mereka
secara natural mereka mendapatkan
penghasilan dalam bentuk dolar. Nah,
dolarnya enggak mungkin dong disimpan di
tempat tidur atau di basement. Enggak
dong. dolarnya disimpan di bank. Biarlah
mereka nabung dalam bentuk dolar karena
mereka pahlawan devisa. Biarlah mereka
menikmati bunga 4%. Nah, yang kedua
kompensasinya apa? Pengusaha-pengusaha
berbasis ekspor ini diberikan fasilitas
kredit bunganya rendah, bunganya cuman
3% atau 4%. Sehingga mereka makin
semangat lagi buat ekspor, buat tambah
kapasitas produksi, buat mencari market
baru. Kenapa ini penting? Karena mereka
membawa dolar. Semakin banyak dolar yang
kita pegang di dalam negeri tanpa
menggadaikan rupiah karena mereka
bisnisnya memang penghasilan dalam untuk
dolar. Ujung-ujungnya ya Indonesia
diuntungkan karena kita bisa dapat dolar
tanpa menjual rupiah. Tapi gimana
caranya, Pak? Mereka bisa kredit di bank
bunganya cuma 3% atau 4% berarti
bank-banknya enggak profit dong. Oke.
Ada cara lain enggak biar kita bisa
download duit dolar dari Singapura itu
tanpa mengguncang sistem perbankan
lokal? Ada. kita bikin aja obligasi
diaspora atau obligasi dolar khusus
eksportir. Jadi TKI TKI Indonesia,
diaspora Indonesia yang ada di luar
negeri atau duit-duit kita yang parkir
di luar negeri, mereka bisa beli
obligasi. Kan kita juga suka bikin
samurai bon. Yang beli siapa? Jepang.
bayarnya pakai yen, bunganya pakai yen.
Kita pernah obligasi kangguru yang beli
orang Australia dolar Kang Guru.
Bunganya pakai dolar Kang Guru. Kita
bikin lagi aja obligasi diaspora khusus
buat orang Indonesia, WNI Indonesia yang
tinggal di luar negeri pengin bawa
dolarnya masuk, kasih bunga yang tinggi
di diaspora itu bunga 4% tabungan dalam
bentuk dolar. Tapi dibikin spesifik
obligasi diaspora ini yang beli cuma
boleh orang asing, orang Indonesia yang
ada di luar negeri atau pengusaha
Indonesia yang ada di luar negeri. Cuma
mereka yang boleh. Dan duit obligasi
diaspora ini dipakai bukan buat
ditabung, dipakai untuk membiayai
proyek-proyek yang berorientasi ekspor.
Contoh pabrik-pabrik ekspor motor,
ekspor mobil, ekspor kerajinan tangan,
ekspor hasil bumi. Merekalah yang boleh
menikmati bunga rendah dari obligasi
diaspora ini. Terus siapa yang
distribusi pinjaman ini? Let's say kita
sudah berhasil ngumpulin duit dari
Singapura sampai 500 triliun. Terus
siapa yang distribusi ini? Apakah Bank
Indonesia langsung? Ya bisa. dia bisa
belanja obligasi. Tapi gua lebih pilih
lembaga eksekutif yang lakukan ini.
Sebenarnya Indonesia sudah punya namanya
LPI, Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia. Bunganya gede 6%. Kenapa
menurut gua jelek? Lu tahu di Vietnam,
bank di Vietnam kalau lu kredit ekspor,
lu adalah pengusaha berorientasi ekspor
di Vietnam, bunganya maksimal 4%.
Akibatnya apa? Bank Viendong, Bank
Viendi, salah satu bank-bank terbesar di
Vietnam itu kalau lu bisnisnya ekspor
bahkan bunga lu bisa sampai 3% doang,
Guys. Lu bayangin akibatnya kan orang
semangat bikin bisnis yang orientasinya
ekspor. Ini lebih parah lagi. Cina, lu
tahu di Cina kalau lu bisnisnya
orientasinya ekspor, negara itu ngasih
pinjaman ke lu bunganya. Bahkan bisa
cuma kalau bisnis lu berorientasi
ekspor. Bukan cuma itu doang, lu dapat
lagi subsidi. Subsidi bahan baku. Bahan
baku lu bisa dapat tax refund. Belum
cukup lagi. Ketika lu orientasinya
ekspor, lu perlu kontainer, lu butuh
logistik, lu dikasih cashback sama
pemerintah. Per kontainer tuh
cashback-nya bisa R30 juta lebih.
Akibatnya apa? Banyak orang bercita-cita
menjadi eksportir. Nah, kalau itu kita
bisa tularkan di Indonesia, semakin
banyak orang Indonesia yang mau jadi
eksportir, akibatnya apa? makin banyak
dolar yang masuk ke dalam negeri.
Akibatnya rupiah itu makin berjaya. Tapi
boro-boro ya kita bisa punya industri
ekspor yang maju karena lu tahu lembaga
pembian ekspor Indonesia itu aja isinya
koruptor. Kemarin barusan ketangkap
nilai korupsinya berapa? 11 triliun kan
gila. Kenapa? Karena mereka membiayai
projek-projek bodong. Goblok. Ini
Indonesia ini asli. Bukannya bantuin
orang biar gampang ekspor ke luar
negeri, malah dipersulit, malah
dikorupsi. Dan ini realitanya di
Indonesia. Kalau pakai solusi gua ini
obligasi diaspora atau obligasi dolar
khusus buat WNI atau TKI atau pengusaha
di luar negeri, kita enggak usah
kesulitan, enggak usah takut kalau
banyak rakyat-rakyat kantoran di
Indonesia jual tabungan rupiah mereka
pindah ke dolar. Enggak bakal mungkin,
enggak bakal bisa. Karena obligasi ini
spesifik untuk diaspora kita yang di
luar negeri. Menarik kan? dan dipakai
hanya untuk membiayai projek-projject
industri-industri yang berorientasi
ekspor. Nah, di sisi lain kita juga
memang harus mempermudah sih regulasinya
tadi ya. Jadi, bunga kredit orientasi
ekspor harus rendah. Bikin obligasi juga
buat membiayai proyek-proyek itu supaya
bunganya juga bisa rendah. Tapi ada satu
hal yang paling penting nih kalau kita
mau mendukung eksportir kita biar bisa
berjaya nih rupiah ya kita harus
melakukan kemudahan perizinan. Jadi
deregulasi perizinan-perizinan,
fasilitas pajak, fasilitas ekspor khusus
untuk FDI. Jadi foreign direct
investment yang mau invest di Indonesia
kalau perlu kasih text break lah. Kayak
kemarin itu gua setuju banget Apple
kasih aja text break 20 tahun. So what?
Eh, di Indonesia malah ditakut-takutin.
Kan enggak masuk akal. Orang-orang pada
bilang Benis enggak nasionalis. Gigi lu.
Lu pikir Apple di Vietnam bisa nyerap
berapa? R00.000 tenaga kerja. Lu lihat
nih di layar kaca ya. Apple kalau
seandainya kemarin kita kasih mereka
invest di Indonesia tax free, kalau satu
orang gajinya Rp3 juta kali 10.000 orang
itu artinya kita dapat duit 30 miliar
per bulan. Setahun itu setara R70
miliar. Kalau 50 tahun itu setara 18
triliun. Nah, itu baru kalau 10.000
orang yang dikerjakan sama si Apple ya.
Tentu pakai vendor-vendor dia lah. Ada
Foxcon segala macam. Nah, lu bayangkan
ya kalau kita dapat investasi sama
seperti yang dia invest ke Vietnam
R.000. 1000 tenaga kerja baru lahir
200.000 di* R juta gaji rata-rata per
bulan. Berarti per bulan ada peredaran
uang 618 miliar, Guys, per bulan. Per
tahun itu ada 7,4 triliun. Kalau 50
tahun dia invest di sini, dia memberikan
duit R70 triliun ke rakyat Indonesia. Lu
bisa bayangin ya, wartek hidup, bisnis
kos-kosan laku, harga tanah naik. Was
everybody is happy. Faktanya karena
memang di Indonesia regulasi susah,
preman banyak, ormas banyak yang seragam
maupun enggak pakai seragam hobinya per
sana pera sini. Apple itu investasi
cuman 2,6 triliun nih dalam 3 tahun dan
tenaga kerja yang diserap cuman 2.000
orang. Ini memalukan banget dan sedih
banget sih. Padahal kalau lu pikir ya
enggak apa-apa kita kasih mereka tax
free karena ujung-ujungnya kan gaji
karyawan mereka pasti belanja di April
Maret dong. Beli gula, beli garam, beli
sepatu. beli baju di Ramayana. Apa yang
terjadi? Mereka kan bayar PPN, negara
dapat penghasilan. Iya. Negara dapat
penghasilan dari PPN karyawannya. Negara
dapat penghasilan dari pajak
karyawannya. Perusahaannya enggak bayar
pajak enggak apa-apa. Tapi terjadi
penciptaan lapan kerja dan terjadi apa?
Masuknya dolar investasi asing. Nilainya
jutaan dolar bahkan ratusan juta dolar
demi investasi satu pabrik di Indonesia.
Tapi sayangnya ini enggak bisa jadi
kenyataan karena Indonesia hobinya apa?
Mempersulit. Orang mau investasi di
Indonesia kalau bisa digebukin dulu.
Gimana ditakut-takutin? Dipalak dulu.
Gimana kita bisa berharap kita jadi
negara industri? Kalau
perusahaan-perusahaan canggih aja
bukannya kita kasih karpet merah,
permudah fasilitas. Kalau perlu kita
kasih tentara buat jagain usaha mereka
free biar mereka bisa ciptakan lapangan
kerja. E tapi ini kan kejadiannya enggak
begitu. Ujung-ujungnya buat apa?
Ujung-ujungnya kita cuma bisa menarik
dana asing dengan ningkatin bunga
deposito dolar yang akibatnya apa? Malah
justru menggerus rupiah kita. Nah, jadi
teman-teman jangan kaget kalau solusi
yang dipikirkan pemerintah cuman itu
bakal makin hancurlah rupiah. Tapi
solusi yang gua berikan gimana caranya?
Ya bisa juga sih teks amesti, bikin teks
amesti supaya banyak duit yang masuk ke
sini bisa. Tapi ada juga cara lain yang
lebih elegan tadi bikin obligasi
diaspora yang boleh beli adalah WNI di
luar negeri, TKI di luar negeri,
pengusaha-pengusaha Indonesia yang punya
duit di luar negeri mereka bisa pakai
itu. Obligasi diaspora dananya akan
dipakai untuk membiayai projek-projek
berbasis ekspor. Industri-industri
berbasis ekspor banyak di Indonesia.
Industri sepatu, industri kerajinan
tangan, industri petrochemical, industri
gas, industri batubara, industri CPO.
Banyak industri yang bisa menggunakan
fasilitas kredit murah itu. Tapi lu
bayangkan ya, lu jangan pernah bermimpi
Indonesia bisa pertumbuhan ekonomi 8%.
Kalau bunga buat ekspor, orang kan
minjam ke bank, bunga kredit ekspor aja
di Indonesia jauh lebih tinggi
dibandingkan di Vietnam. Ingat ya,
Vietnam itu maksimal 4% loh. Bunga
pinjaman ke bank. Lu kredit ke bank
kalau lu bisnisnya orientasi ekspor,
bunganya maksimum 4% dikasih maksimum.
Kalau lebih dari situ masuk penjara
direktur banknya masuk penjara. Kalau
bisnis lu orientasi ekspor wajib di
bawah 4% bunganya wajib. Di Indonesia lu
bayangin lu ngambil kredit di BRI
bunganya berapa? 13% kan gila. Gimana lu
bisa kompetitif? Di Vietnam cuma 4%
kalau bisnis ekspor di Indonesia bisa
13%. Oke lu mau dapat bunga lebih rendah
lu datang ke LPEI Lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia itu bunganya 6%. Iya
lebih rendah tapi dikorup dulu dananya.
Kan gila udah bunganya pun tetap lebih
gede dibanding Vietnam. Dananya juga
enggak efisien kebocoran di mana-mana.
Oke, Guys. Kalau menurut lu gimana,
Guys? Lu setuju enggak sih dengan
program pemerintah ini yang bikin bunga
deposito dolar 4%? Menurut lu kabar baik
atau kabar buruk? Kalau menurut gua
pribadi, ya itu bisa kita lihat ada sisi
positif, ada sisi negatifnya. Kalau
menurut sendiri apa sih solusi yang
paling bagus? Ya bantuin Purbaya dong.
Gimana sih solusi yang paling bagus buat
men-download, menarik dana-dana
Indonesia yang parkir di Singapura itu
nilainya ribuan triliun loh. Mereka
selama ini parkir di situ, enggak mau
masuk di Indonesia karena belum ada
instrumen yang menarik buat mereka masuk
ke Indonesia. Lu ada solusi enggak?
Gimana dana itu masuk ke sini? Apa
lagi-lagi harus pakai teks amnesti ya?
Tolong dong kasih ide lain yang lebih
inovatif. Jangan lupa ya segera kirim
komentar kalian dan tanggapan kalian di
kolom di bawah ini. Jawaban terbaik
bakal dikasih hadiah spesial nih dari
Benix nih khusus buat episode ini. Oke
guys. Semoga video ini bermanfaat.
Segera subscribe channel Benix dan share
video ini sebanyak-banyaknya. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]