THE FALL OF THE 9 DRAGON THRONE!? And the Emergence of 9 HAJIs to Rule Indonesia? PRABOWO IS UNDE...
0SKItW-TglY • 2025-09-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, seru banget nih, Guys. Ternyata era ekonomi sembilan naga itu sudah berakhir. Wah, seru banget nih. Artinya se naga bakal berubah jadi sembilan cacing kah? Oh, ternyata tidak. Karena mereka berakhir tapi akan segera digantikan dengan era baru 9 haji. Penasaran enggak lu sih siapa sih 9 haji yang menurut media Indonesia bakal menguasai ekonomi regional Indonesia? So, kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi, buat teman-teman Indonesia ya, khususnya yang baru lahir, banyak orang yang bingung ketika gua bahas Sembilan Naga udah dari 5 tahun yang lalu, tapi sekarang makin ngetren nih, karena makin dikenal nih istilah Sembilan Naga khususnya di era Prabowo ini. Bahkan Prabowo itu sering melibatkan ya meeting-meeting bersama Sembilan Naga dalam kegiatan-kegiatan kenegaraan beliau. Contoh kemarin di Telisik ada Haji bersama Sembilan Naga itu mereka ikut makan-makan bareng Bill Gates di istana. Lalu di suara.com bahas danantara barang konglomerat bukan cuma se naga di sini ada Reidalio, investor Amerika Serikat yang diundang ke istana bersama 9 naga juga mereka meeting. Lalu menurut siaran pers resmi di presidenrepublikindonesia.com di sini ada Presiden P Prabowo menerima pengusaha besar membahas investasi nasional. Lalu ada lagi nih para pengusaha Sembilan Naga ikut temani Prabowo ke China. Wah menarik, Guys. So, siapa sih sebetulnya Sil Naga? 9 ini sebenarnya kumpulan pengusaha, Guys. Ini adalah kumpulan pengusaha yang berjaya di aranya Orde Baru. Mereka peliharanya Soeharto lah. Jadi rezim Orde Baru punya pengusaha yang dilindungi, dibina bahkan sama pemerintah. Tapi karena bisnisnya itu banyakan berhubungan dengan hal-hal yang dunia gelap, Guys. Jadi prostitusilah, perjudian, narkoba, penyelundupan. Aduh, banyak deh semua bisnis-bisnis hitam itu. Makanya zaman dulu orang bilangnya gang of nine atau sembilan mafia lah, sembilan preman. Nah, barulah di era setelah reformasi terjadi cuci nama nih. Namanya jadi lebih harum semerbak dianggap sebagai pencipta lapangan kerja pahlawan ekonomi kita berubah namanya menjadi sembilan naga yang konotasinya lebih positif yang lebih netral dan sekarang dirubah konsep berpikirnya. Mereka menjadi pengusaha-pengusaha yang mendominasi perekonomian Indonesia dan dianggap sebagai hasil ya simbiosis mutualisme saling menguntungkan antara negara ya di sini maksudnya Orde Baru sih dengan pengusaha ya. Jadi ternyata seiring waktu ya kalau lu cukup kaya lu bisa merubah tuh nama lu tadinya yang jelek menjadi nama yang baik. So gimana sih pengaruh sembilan naga ya dalam perekonomian Republik Indonesia? Kita mencatat ada setidaknya lima nih kontribusi positif sembilan naga. Yang pertama menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Sudah jelas dong karena mereka punya banyak perusahaan akibatnya mereka menyerap begitu banyak lapangan kerja. Yang kedua, mereka mendorong investasi dalam negeri. Yang ketiga, mendorong pembangunan infrastruktur. Yang keempat mendorong inovasi teknologi baru. Kalau ini gua enggak tahu ya, beneran enggak sih contoh inovasinya. Apakah Indonesia bisa ciptakan rudal kah atau satelit atau tapi bodo amatlah. Pokoknya dia memberikan pengaruh positif. Yang kelima, meningkatkan daya saing produk Indonesia. Ya, gua juga enggak tahu nih daya saing produk Indonesia apa ya. Setahu gua cuma batu bara sama minyak sawit. Tapi gua orangnya baik, Guys. Jadi dan gua juga masih pengin hidup. Jadi semil naga kontribusinya positif, Guys, buat Indonesia. Nah, kita ada hitung-hitungannya. Contoh di sini ada PTSIP. Ini perusahaan sawit, salah satu yang terbesar di Indonesia. Menurut laporan keuangan 31 Desember 2024, perusahaan ini memiliki 32.000 karyawan tetap. Lalu ada lagi Bank Biru. Lu tahu nih Bank Biru di tahun 2024 aja karyawan tetapnya ada 27.800 orang. Wis menarik nih. Jadi kita rata-ratakan 1 PT itu 30.000 R orang lah. So, kalau 19 naga punya 10 PT berarti mereka mempekerjakan 300.000 orang. Kalau 300.000 orang k 9 naga artinya ada 2,7 juta tenaga kerja. So, menarik nih penciptaan lapangan kerjanya ya. Ya, tapi ada juga sih seil naga yang bisnisnya enggak gede-gede banget. Bisnisnya cuma bisnis film ya. Jadi, ya karyawannya juga enggak nyampai 10.000 orang. Tapi kalau kita rata-ratakan ya rata-rata di 30.000 R000 tenaga kerja ya artinya ada 2,7 juta loh tenaga kerja yang diciptakan di sini dan kita tahu ya ada juga lapangan kerja yang diciptakan itu bahkan lebih dari R30.000 karena banyak naga ini yang punya bisnisnya bahkan sampai punya ratusan perusahaan di kolong langit Indonesia ini dan lapangan kerja yang diciptakan bahkan dari 19 aja bisa sampai lebih dari 3 juta orang kok. So ini menarik nih. Jadi bukan cuma lapangan kerja guys. Tadi gua bilang ada mendorong investasi dalam negeri. Contohnya di sini ada pengusaha nasional ya. dia investasi 48 triliun buat bisnis pembangkit listrik. Terus lagi nih, suara.com ada dia buyback saham perusahaannya sendiri. Intinya dia investasi juga sih. Lalu ada Rosan bilang di tirto.id ya. Si Rosan bilang sampai minati Patriot bond. Jadi banyak pengusaha-pengusaha nasional kita yang jatuh cinta untuk mendapatkan bunga 2% beli bond seharga R triliun. Nah, menarik nih. Jadi, ini membuktikan bahwa banyak pengusaha nasional kita yang mendorong investasi di dalam negeri. Lalu yang ketiga, soal pembangunan infrastruktur berkas 9 naga. Lu tahu enggak ada SE Naga serbu IKN investasinya R triliun. Gila, Guys. 20 triliun invest di IKN luar biasa ya. Lalu ada lagi yang mau bangun program R juta Rumah Probowo. Lalu ada lagi mau bikin kota lumpia investasi triliunan rupiah. Lalu ada lagi mau bangun pabrik R triliun. Gila, Guys. Jadi memang kontribusi mereka ini sangat signifikan loh di perekonomian Indonesia membangun infrastruktur di mana-mana. Bahkan bukan cuma infrastruktur, mereka juga masuk ke teknologi baru. Ada inovasi. Contoh nih di emiten news, ada emiten yang menggenjot pembangunan pabrik kimia berskala dunia. Jadi, Indonesia akhirnya punya pabrik petrochemical, petrokimia eh nilainya triliunan berskala dunia. Nah, ini juga yang dipalek nih sama ormas-ormas enggak jelas kemarin. Lalu grup ya, investasi data center, investasi internet di Indonesia. So, menarik nih, banyak pengusaha kita yang mendukung pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan ya investasi-investasi baru di dunia inovasi ya, yang ada teknologi baru di sana. Lalu daya saing produk Indonesia. Jadi daya saing produk Indonesia itu semakin meningkat nih ke dunia. Contoh Mi instan terbaik di dunia itu ternyata merek Indonesia. Dia sudah hadir dari lebih dari 100 negara. ada di Nigeria, Kenya, Maroko, Serbia, Arab Saudi, Mesir, dan Turki. Jadi ini contoh daya saing produk Indonesia di tingkat dunia ya. Kalau ini gua juga no komen ya, kayaknya cuma produk Indonesia yang terkenal. Ini sama salah satu merek Permen tuh yang sempat dipakai astronaut NASA ke luar angkasa. Ya, selebihnya gua enggak tahu ya, lu ada ide enggak sih apa sih contoh ya produk Indonesia yang berhasil menembus dunia internasional sehingga meningkatkan daya saing kita ya. Selain ujung-ujungnya minsan lagi, Minsan lagi ya. Yang menarik ya, ini kita kenal sebagai produk Indonesia. Padahal di belakang layar yang kaya raya adalah pengusaha gandum dari luar negeri. Karena Indonesia tidak punya gandum buat bahan baku tepung bakie yang dijual menjadi mie instan. Ini lucu ya. Anyway, kita kan hari ini mau bahas bukan soal 9 naga, guys. Kita ini mau bahas soal 9 haji. Lu tahu enggak sekarang lagi ada sembilan haji yang lagi naik daun nih di Indonesia dan bisnisnya triliunan juga enggak kalah dengan sembilan Naga. Yang pertama ada Haji R. Dia punya kebun sawit 115.000 1000 hektar, Guys, di Kalimantan Tengah. Lalu ada Haji Is. Dia punya kemampuan memproduksi minyak goreng 160 ton per harinya. Dia bukan cuma punya sawit sih, dia juga punya bisnis batuara. Lalu ada Haji Jayi. Dia punya kapasitas produksi 2 juta ton batu bara per bulan. Lu kali aja ya, kalau harga batu bara itu 10000 hari ini 2 juta ton berarti dia dapat duit 200 juta Do setiap bulannya. Gila nih Haji Jay. Hajijah ini terkenal banget di Kalimantan Selatan. Lalu ada Haji Cit. Haji Cheit ini bisa memproduksi 2 juta ton batu bara. Dia dari Kalimantan Selatan. Lalu Hajah Hajib Bird. Hajib Bird ini dari Maluku Utara. Dia punya tambang emas ya. Kapasitasnya 50 ton per jam. Gila nih. Lalu ada Hajiman. Hajiman ini punya tambang luas lah ribuan hektar dan menguasai bisnis kapal di Indonesia Timur khususnya dia dari Kalimantan Selatan, Guys. Lalu ada Hajif dari Sumatera Utara. Dia punya 30.000 hektar kebun sawit dari Sumatera, hingga Riau. Lalu ada Haji Sasa. Bisnisnya pertambangan dari Sulawesi Selatan. Ini perusahaannya bos orang awak nih. Dia punya kemampuan produksi 4,3 juta ton semen tiap tahun serta mampu memproduksi 10.000 ton nikel setiap tahunnya. Ini salah satu haji yang powerful dari Sulawesi Selatan. Nah, kalau ngomong Sulawesi Selatan tentu kita enggak lupa dengan Hajika, salah satu pengusaha otomotif terkenal dari tanah air, dari Indonesia Timur, dari Sulawesi Selatan yang sekarang sudah mampu juga memproduksi Veronikel. Kapasitasnya 33.000 ton per tahun dan mampu memproduksi 3 ton aspal emulsi. Jadi lu lihat ya teman-teman 9 haji ini ngeri banget nih dari Kalteng, Kalsel, Sulawesi Tenggara, dari Kalimantan Tengah, dari Kalimantan Selatan, dari Sumatera Utara, dari Maluku Utara, dari Sulawesi Selatan. Wah, semua dari luar Pulau Jawa nih. Menarik nih. Dan mereka ya enggak kaleng-kaleng ya, karena bisnisnya bahkan bisa menghasilkan duit ratusan juta dolar setiap bulannya. Cuman apa bedanya, Guys, 9 naga dengan 9 Haji nih. Nah, lu lihat ya 9 naga itu fokusnya di sektor konsumsi massal. Jadi, FMCG, bisnis retail, bisnis property, agribisnis, perbankan. Beda dengan 9 haji. 9 haji fokusnya di sektor yang berhubungan dengan energi khususnya migas, batubara, infrastruktur, sama konstruksi. Lalu kalau sembilan naga itu kental ya dengan etnis Tionghoala, pemegang kendali ekonomi di bidang konsumsi. Wajar aja karena bosnya 9 Naga adalah pengusaha rettail terbesar di Indonesia. Nah, beda dengan 9 haji nih. 9 haji ini identik dengan pengusaha pribumi. Lalu se naga itu biasanya berada di pusat keuangan. Ada di mall, kota besar, bank, properti, di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Tapi kalau sembilan haji fokusnya di daerah kaya sumber daya alam, kaya energi seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan kota lainnya. Makanya lu jangan heran kalau mereka fokusnya justru di luar Pulau Jawa. Nah, kalau Silan Naga fokusnya ada di dompet-dompet rakyat. Gimana caranya memindahkan duit dari dompet rakyat ke dompet mereka? karena fokus mereka ke ekonomi konsumsi rakyat. Tapi kalau 9 haji fokusnya dompet pemerintah karena fokusnya adalah ke sumber daya alam dan proyek-proyek pemerintah. Tapi yang jadi pertanyaan ya ya kita lihatlah baguslah oligarki ini mau oligarkinya naga kek, cacing kek, hantu belau atau bahkan si Pak Haji ini. Tapi yang jadi pertanyaan ya good news guys, kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Tapi yang jadi pertanyaan ya, apakah oligarki ini wajib kita rangkul ya kalau mau mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% si Prabowo? Kalau Indonesia mau jadi Indonesia emas, wajib enggak sih kerja sama dengan se naga atau 9 haji? Dan pertanyaannya, memangnya ada sih pemimpin di dunia ini yang berhasil melangkul oligarki buat memajukan negaranya? Ada enggak? Sebetulnya ada, Guys. Namanya cebol kalau di Korea Selatan. Nah, ini gua sudah bahas nih tentang Jenderal Park Chunghe. Ketika dia berkuasa menjadi diktator di Korea Selatan, dia itu menangkap 51 cebol. Cebol itu pengusaha ya yang di Korea Selatan ditangkap dengan tuduhan melakukan suap pada pemerintah, merugikan negara. Akibatnya dia menyita harta kekayaan mereka. Tetapi di satu sisi Park Chunghe itu juga merangkul oligarki buat menumbuhkan ekonomi bangsa. Karena dia tahu cuman pengusahalah yang bisa gesit bergerak memutar roda ekonomi bangsanya. Jadi Park Chunghe itu juga menyadari bahwa pemerintah perlu bantuan dari pengusaha untuk melaksanakan rencana pembangunan ekonomi Korea Selatan. So, beberapa pemimpin cebol ini, pengusaha ini dilepaskan sama Park Chunghe sama Jenderal Park Chunghe. Mereka harus menandatangani perjanjian yang menyatakan saya akan menyumbangkan semua harta saya ketika pemerintah membutuhkan dana untuk pembangunan bangsa. Ya, pada akhir kenyataannya ya sebagian besar cebol Korea ini diberikan pembebasan bersyarat. Mereka merdeka, menghirup udara segar, tetapi kebebasan mereka tergantung pada kinerja bisnis dan kerja sama mereka dengan pemerintah. Nah, ini maksudnya gini. Pengusaha-pengusaha itu ketika si parcungai naik, diktator, dia tangkapin semua dan dia tanyain, "Lu bisa bisnis enggak? Bisnis lu apa? Lu yakin enggak bisa serat tenaga kerja? Lu yakin enggak bisa tambahin lagi bisnis lu? gua kasih bunga rendah deh. Tapi kalau enggak berhasil dimasukin lagi ke penjara sama parkungi. Jadi memang banyak yang masuk lagi ke penjara tapi ada juga yang lolos dan berhasil menjadi cebol memajukan ekonomi Korea Selatan. Contohnya apa? Ada LG, ada Hyundai, ada SK, ada Samsung eh ada Lote dan lain sebagainya. Dan inilah imbalan dari pemerintah Parkung buat para pengusaha-pengusaha cebol-cebol itu atau sembilan naganya versi Korea Selatan lah. Nah, terbukti enggak? Ternyata terbukti berdasarkan data ketika Park Chunghe menangkap ya para cebol-cebol ini, ekonomi Corsel memang naik gila-gilaan. Khususnya tahun 1963 sampai tahun 1979 ekonomi mereka mencapai titik tertinggi bahkan tumbuh konsisten selalu di atas 8%. Titik terendah di tahun 1963 itu perekonomian mereka tumbuh sekitar 8 sampai 9%. Tetapi kemudian setelah cebol ini dibebaskan, hanya dalam waktu 10 tahun ekonomi Korea naik menjadi 14,9%. Itu adalah titik tertinggi pertumbuhan ekonomi Korea sepanjang sejarah yang tidak terulang lagi sampai detik ini. Tetapi ada konsekuensi juga, Guys. Ketika cebol-cebol ini kemudian menjadi semakin berkuasa, semakin berpengaruh, semakin karya raya, mereka kemudian berpikir untuk menguasai negara. Nah, ini salah satu penyakit pengusaha nih. Mereka mau untung lebih, mereka mau tambah seraka. Karena kemudian di kemudian hari 1979 pertanyaannya kenapa tidak pernah lagi ada pertumbuhan ekonomi selepas 1979? Simpel. Karena Par Chunghe dibunuh. Oligarki ini berkumpul kemudian untuk membunuh presiden mereka sendiri untuk mengganti mereka dengan presiden yang mereka bisa kendalikan yang memberikan keuntungan lebih besar bagi oligarki. Jadi, jenderal nih presiden itu mati dibunuh. Dibunuh sama siapa? Kawan lamanya. Dan kawan lamanya itu juga dikasih jawaban menjadi apa? Ketua KCIA. KCI itu Korean Central Intelligence Agency atau BIN-nya lah, CIA-nya Korea Selatan. Yang sudah tahu ya namanya lu orang BIN, orang intelijen. CIA. Lu dekat dengan bisnis-bisnis kotor. Lu dekat dengan oligarki-oligarki dan itu dimanfaatkan sehingga kemudian ketua BIN-nya Korea Selatan itu dimanipulasi sama cebol-cebol ini untuk membunuh presiden mereka sendiri, Parung Hee. Tragis nasibnya. Padahal dia orang yang berhasil membawa ke Korea Selatan menuju puncak kejayaannya. Dan apakah strategi Cebol mengganti presiden dengan karyawan mereka sendiri berhasil? Berhasil. Karena sejak saat itu bahkan Washington Pos pernah bikin tulisan Presiden Korea Selatan itu bahkan pernah memberikan grasi, Guys, kayak di Indonesia kepada ahli waris Samsung. Padahal waris Samsung ini sudah terbukti bersalah melakukan kegiatan penyuapan korupsi, terlibat merugikan nih, tetapi lolos. Dan di Korea Selatan itu sudah ada sejarah panjang para cebol-cebol pengusaha-pengusaha ini yang sudah berulang kali melakukan tindakan kriminal tetapi kemudian mendapatkan pengampunan. Dima Presiden Korea Selatan sendiri. Dengan alasan apa? Karena katanya negara Korea Selatan membutuhkan pengusaha-pengusaha cebol-cebol ini. Jadi banyak nih aktivis anti korupsi yang ada di Korea Selatan itu stres berat, Guys. Karena kok bisa-bisanya ya di Korea Selatan itu diizinkan orang melakukan tindakan KKN dan dilepaskan bahkan dimaafkan karena lu cebol atau lu anak orang kaya, anak pengusaha di sana. Nah, ini salah satu kabar buruk dari sistem cebol. Karena ketika cebol-ebol itu dibiarkan tambah kaya raya, tambah berpengaruh, ternyata mereka kemudian bermain politik bahkan sampai rela bunuh presidennya sendiri supaya presiden selanjutnya adalah orang yang memudahkan bisnis mereka. Kalau enggak lu diganti di tengah jalan. Tahu enggak loh kalian? Dan ini terbukti, Guys. Lu tahu ggak sih sampai detik ini sejak Parung He nyungsep ya, alias dibunuh ya sama ketua binnya sendiri itu sampai detik ini enggak pernah ada loh presiden di Korea Selatan yang menjabat dua periode berturut-turut karena bahaya nanti mereka bikin oligarki sendiri malah menjadi musuhnya cebol-cobol ini. Jadi enggak pernah dikasih kesempatan supaya ada presiden yang menjabat dua periode. Parkung itu bisa menjabat sampai dua periode, Guys. Satu-satunya loh. Sejak saat dia enggak ada lagi. Bahkan banyak presiden itu yang hilang di tengah jalan. Contoh pengganti parkungnya ada Choy Quh berkuasa di tahun 1979 bulan Oktober sampai tahun 1979 juga bulan Desember. Jadi cuman berkuasa 41 hari. Gila cebol ini gila banget. Walaupun kemudian dia dipasang jadi presiden lagi di tanggal 6 Desember 1979, tapi dia kemudian nyungsep di tahun 1980. Jadi dia pun cuman dikasih kursi selama 255 hari. Setelah itu dia digantikan sama Park Chunghun yang berkuasa dari tahun 1980 bulan Agustus sampai bulan September 1980. Gila, Guys. Dia berkuasa enggak sampai 1 bulan langsung diganti. Gila ini negara ini gila cebol ini brengsek banget. Dia kemudian diganti sama Chundohwan yang berkuasa dari 1 September 1980 sampai Februari 1988. Jadi hampir 6 tahun lah dia berkuasa. Tapi setelah itu apakah dia bisa berkuasa lagi? Tidak. dia tidak dikasih izin berkuasa karena dia cuman boleh satu periode. Dia segera diganti sama Ro Taiwo yang berkuasa dari tahun 1988 sampai 1993. Nah, ini berkuasa selama 5 tahun. Habis itu boleh enggak dia berkuasa lagi? Tidak. Harus diganti orang baru. Kim Yongsam beda sama Indonesia. SBY dua periode, Jokowi dua periode, Prabowo dua periode. Nah, Kim Yongsam 25 Februari 93 berkuasa sampai 24 Februari 98 berkuasa 5 tahun. Habis itu ganti muka baru. Jadi gampang dikontrol. Enggak punya visi misi jangka panjang. Nih, Kim Daijung ini semua udah karyawannya Cebol doang lah. 25 Februari 98 sampai 24 Februari 2003. Berkuasa cuma selama 5 tahun, satu periode. Next, ada Romeu Hyun dari tahun 2003 sampai tahun 2004. Cuman berkuasa 1 tahun 16 hari. Oke, Guys. Udahlah, Guys. Kepanjanganlah kalau ngomong dari tahun lalu sampai tahun detik ini. Tapi intinya sepanjang sejarah tidak ada lagi presiden di Korea Selatan yang bisa menjabat sampai dua periode karena di tengah jalan langsung diganti sama Cebol. Atau bahkan kalau bisa lu enggak sampai 5 tahun berkuasa cuman 4 atau 3 tahun. Ujung-ujungnya apa? Ya lu bakal tunduk sama siapapun pengusaha di daerah itu. Simpel lah. Nah, lu pengin enggak Indonesia begitu, Guys? Supaya 9 haji atau sembilan Naga atau whatever itu berkuasa lebih tinggi bahkan dibanding presiden yang kita pilih sendiri. Menurut lu itu sesuatu yang konyol enggak sih? Aneh enggak sih? Lu rela enggak sih negara kita dikuasai oleh para pengusaha ini yang sudah tentu orientasinya tentu pro bisnis, belum tentu pro rakyat atau kita sebaiknya mengikuti gaya Cina, Guys. Lu tahu ya di Cina itu enggak boleh ada yang lebih tinggi dibandingkan PKC, partai Cina. Mereka semua yang paling berkuasa nih, Partai Cina. PKC ini paling berkuasa atau sekarang PT, partai komunis Tiongkok. Bahkan begitu powerful-nya ya, tidak boleh ada yang lebih tinggi dibandingkan negara. Beda dengan Korea Selatan. Pengusaha bisa mengangkangi negara. Mereka bebas keluar masuk penjara. Enggak ada masalah. Di Cina enggak bisa. Begitu lu berkhianat sama negara, lu masuk penjara. Bahkan pengusaha properti terkaya di China ya, Ren Zikyang itu masuk penjara tuh 18 tahun tuh gara-gara menghina ya pemimpin tertinggi China atau Ever Grande. Ini pengusaha properti juga terbesar yang salah satu yang paling besar di dunia. Kris mau bangkrut ditolongin sama pemerintah. Tidak. Si Jimping enggak mau bantuin. Bahkan Jackma ya orang terkaya di dunia bisnisnya dari Alibaba, China ada and financial ya masuk penjara juga menghilang juga. Begitu dia menyerang kebijakan Partai Komunis Cina, begitu dia merasa dia bisa mengangkangi pemerintahan Cina, Cina enggak tinggal diam. Lu boleh jadi kaya, lu boleh kapitalis, tapi lu jangan pernah bermimpi lu bisa lebih tinggi daripada rakyat. Di sini rakyat diwakilkan oleh PKC. Jadi, negara itu punya simbol dan tidak boleh ada sesuatu yang lebih tinggi dibandingkan negara kita. Menarik enggak? Makanya enggak heran ya kalau si Jimping itu berani hukum mati koruptor di Cina. hukum mati oligarki 9 naga, 12 naga, 13 tuyul pun dihukum mati ya si jimping enggak ada takut-takut. Kenapa? Karena buat dia yang penting rakyat gua tambah sejahtera. Kalau lu orang kaya raya tapi kehidupan lu, kekayaan lu didapat dari manipulasi orang, menyedot hak hidup rakyat jelata, mendingan lu berpisah deh dengan leher lu. Penggal sama si jimping. Enggak ada urusan. Enggak ada kesempatan bagi orang kaya raya untuk bikin oligarki jaringan di China. Dan ini terbukti berhasil enggak? Ya terbukti. Contohnya sampai detik ini lu enggak ada lihat tuh anaknya mau cetung naik jadi presiden. Enggak ada ceritanya nepotisme seperti itu. Atau anaknya shoping naik jadi pejabat tinggi jadi the next presiden. Enggak ada ceritanya. Even si Jing Ping anaknya pun beda dengan di Indonesia. Nepotisme di mana-mana. Makanya menurut lu pemerintahan Prabowo itu sebaiknya gimana sih hubungan dia dengan cebol-cebol Indonesia lokal ini? Apakah dia bakal berakhir seperti pemerintahan Park Chunghe di Korea ujung-ujungnya di oleh oligarki lokal atau dia bakal berakhir manis nih seperti China? Makanya kalau lu lihat ya delan tuntunan Benix yang nomor tuuh itu gua setuju Indonesia itu harus membubarkan sistem multiartai. Kenapa bahaya? Karena kalau Indonesia masih pakai sistem multi kita tuh rest to the bottom. Lu bayangin oligarki ada pesanan pengin bikin undang-undang baru. Rokok adalah obat panjang umur. Makin banyak merokok makin banyak kesehatan lu. Makin banyak merokok makin panjang umur lu. Bisa enggak bisa bikin undang-undang itu? Lu enggak lihat zaman dulu iklan lucky strike seperti apa? Batuk-batuk, pusing, demam, flu. Obatnya adalah rokok. lagi strike kan gila. Tapi itu fakta dianggap sebagai obat. Ya itulah the power of undang-undang. Lu bayangin kalau oligarki bisa sogok. Berapa sih komisi yang gua harus sogok? Oh satu orang R00 juta. Ada berapa orang? Ah cuman 20 orang. R juta kali 20 orang cuma 6 miliar. Selesai itu barang. Partai putih enggak mau, Pak. Oke kita ke partai kuning. Partai kuning berapa? Minta 200 M. Partai hijau berapa? 150 M. Kita datang ke partai hijau 150 m. Partai ungu ee masa sih gua kehilangan duit 150 M rela. Ya udah sama gua aja deh 120 M. Ini namanya rest to the bottom. Jadi makin banyak supplynya harga makin jatuh. Hukum supply and demand makin banyak supplynya. Oligarki punya pilihan siapa yang harus dia sogok. Kuning enggak mau disogok, masih ada merah-merah enggak mau disogok. Masih ada hijau-hijau enggak mau disogok. Masih ada biru. Dan dia tinggal adu aja mana harga yang paling murah. Simpel. Itulah kelemahan sistem multi. Makanya di Indonesia menurut gua yang lebih cocok adalah sistem satu partai kayak di China. Dan lu jangan anggap ya di Cina itu tidak ada pemilu atau tidak demokratis. No. Banyak kok negara yang pakai sistem multibukti jadi sukses besar. Ya tentu ada yang konyol juga kayak si Pionyang ya konyol. Tapi kalau lihat di Cina ya, pemilih itu bahkan berangkat dari tingkat desa atau kecamatan. Jadi rakyat itu bisa memilih di tingkat lokal, desa atau kecamatannya. Nanti mereka mengadakan kongres rakyat lokal sendiri yang akan memilih wakil mereka di tingkat provinsi atau di sini DPRD, DPRD provinsi. Nanti kongres di tingkat provinsi bakal memilih wakil mereka di tingkat nasional alias kongres rakyat nasional. Inilah seperti DPR, wakil kita di tingkat nasional. Jadi kan lu ada milih wakil lu di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, baru kemudian tingkat nasional. Itu yang terjadi di China. Nah, kongres rakyat nasional inilah yang ujungnya bakal memilih siapa yang jadi presiden, siapa yang jadi perdana menteri, siapa yang jadi pemimpin. Ya, mereka duduk bareng dengan partai komunis China, partai komunis Tiongkok buat menentukan itu. Nah, dari sini kan lu sudah bisa lihat berarti jenjang karir ya di politik Cina itu bahkan dari level kampung. Makanya lu jangan heran presiden Cina sekarang aja nih kayak si Jim Ping ini, Bro. Awalnya bukan dari kota. Dia ini membina karir dia dari desa, dari rural area. Bukan anak presiden dia, bukan anak menteri. Enggak. Jadi ini yang terjadi thanks shopping. Thanks shopping menurut lu anak menteri gitu enggak? Semua berjuang dari bawah. Sama seperti mau juga semua berjuang dari bawah karena memang strukturnya dari tingkat desa. Dari desa ya ke kecamatan, kelurahan, ke kabupaten, ke provinsi. Dari provinsi baru ke tingkat nasional. So, kalau dibilang di Cina itu negara komunis tidak ada demokrasi, tidak. malah di sana demokrasinya itu betul-betul berasa sampai ke tingkat pedesaan dan mereka memang pilih wakilnya mereka tentu tidak pilih di tingkat nasional tapi mulai dari tingkat lokalnya sendiri. Nah, ini menurut gua salah satu hal yang menarik bahwa orang selama ini bilang komunis enggak ada pemilu. Enggak. Mereka memang ada pemilu. Tapi yang menentukan adalah ya tentunya kongres rakyat ini dan karena partainya cuman satu, artinya kongres rakyat itu ideologinya cuman satu ya. Ideologi partai komunis Cina. Jadi enggak ada penyimpangan tuh. Akibatnya di sini lu bisa lihat ya yang menentukan siapa menjadi presiden itu National People Congress atau Kongres Rakyat Cina. Mereka juga kongres partai, juga kongres DPR juga ya di sini maksudnya yang menentukan siapa menjadi pejabat di tingkat kementerian, pejabat di tingkat militer atau jenderal TNI di sana yang menjadi hakim Mahkamah Agung, siapa yang menjadi jaksa Agung. Jadi itu semua selesai di tingkat kongres yang tentunya mereka juga ngobrol namanya juga anggota kongres itu kan anggota majelisnya itu partainya sama semua ya mereka ngomong juga dengan partai. Dan di sini artinya ya partai itu punya kekuatan yang powerful bahwa tidak boleh ada yang lebih tinggi daripada rakyat. Rakyat di sini diwakili oleh representasi mereka dalam bentuk partai. Not even si Jimping, lu bayangin ya. Not even si Jimping itu lebih tinggi loh dibandingkan partai. Bahkan mau cetung atau tank shopping itu tidak ada yang lebih tinggi dari partai. Makanya mereka juga enggak bisa nentukan, eh nanti anak gua yang jadi presiden. Ya enggak bisa, Guys. Yang nentuin partai. Partai isinya banyak orang. Jadi kekuasaan itu betul-betul terdistribusi. Bahkan dia enggak bisa sendirian memutuskan siapa yang jadi jenderal TNI. Enggak. Harus ada persetujuan partai yang di situ ya isinya kumpulan banyak orang. Dan menurut gua ini satu hal yang menarik nih yang dilakukan oleh China. Dan jangan pikir ya sistem dengan satu partai itu artinya lu komunis atau diktator. Ya mungkin ada arah ke sana seperti deng shiaing ya. Tapi kalau lihat Singapura tuh sistemnya siapa ya? Kesannya sih kayak banyak partai kayak di Indonesia era golcar dan lain sebagainya. Faktanya yang menang adalah PP terus satu partai seumur hidup yang menang single partai. Apakah dibilang dia diktator? Iya dia dibilang diktator. Bahkan Charlie Manger sendiri bilang menurut dia negara yang paling efisien dan efektif adalah negara Singapura. Karena negara Singapura, diktatorisme dijalankan secara profesional di sana. Jadi, Teman-teman jangan anggap oh apakah artinya Singapura negara komunis? Ya tidak. Tapi faktanya yang menang ya satu partai. Dia lagi, dia lagi, itu lagi, itu lagi. Dan teman-teman tahu enggak ini sebetulnya bahaya ini udah ada dari sejak eh ratusan tahun lalu. Lu tahu 600 tahun yang lalu ya, ada namanya Coun Drakula ya, itu Vladimir the Third atau terkenal sebagai Flat the Impeller. di tahun 1400-an dia itu juga pernah minta tolong sama bohir-bohir loh. Dia itu orang-orang kaya, bangsawan di Rumania zaman itu namanya Walachia itu mengangkat dia menjadi penguasa di Rumania. Eh zaman dulu bilangnya Walachia, dia dibawa jadi penguasa di sana. Tapi kemudian ketika dia berperang dengan Turki Utsmani, apa yang terjadi? Bangsawan itu juga bohir-bohir itu yang mengkhianati dia, yang membuka pintu gerbang-pintu gerbang sehingga tentara musuh bisa masuk menggulingkan dia. Yang juga menyediakan data-data pertahanan-pertahanan, benteng-bentengnya Walacia itu ada di mana sehingga kemudian ya Vladimir Drakula bisa digulingkan oleh bohirnya sendiri. Lu bayangin bohir yang ngangkat dia jadi presiden. Bohir yang sama juga yang menggulingkan dia. Bohir yang sama yang mengundang musuh untuk masuk menggulingkan dia. Karena ternyata bohir-bohir ini, pengusaha-pengusaha ini, orang-orang kaya ini di sana istilahnya boyhar ya. Boyar. Itulah asal-usul kata bohir, Guys. Mereka yang mengundang Vladimir untuk naik menjadi penguasa karena mereka berharap seperti cebol. Cebol itu berharap nanti gua bisa kontrol el. Lu kan gua yang bebasin el. Gua yang naikin lu jadi penguasa takhta. Tolong dong bikin aturan yang memudahkan bisnis gua sebagai kaum caibol, sebagai bohir di situ. Ternyata di luar dugaan ketika Vladimir Deter atau Drakula naik menjadi penguasa di sana, yang dia lakukan apa? Dia membuat kebijakan yang pro rakyat, Guys. Dan dia bahkan menekan, ya. Dia merampas tanah-tanah dari kaum feodal. Dia mengambil tanah-tanah dari bangsawan, dia mengambil tanah-tanah dari kaum-kaum borjuis dan dibagikan ke rakyat supaya rakyat itu bisa punya penghidupan, bisa punya panen raya. Akibatnya apa? Bohir-bohir itu marah. Bohir-bohir tuh, "Lh gua kan yang naikin el, gua kan yang sponsorin lu, kok lu kianatin gua." Apa yang terjadi? Cebol-cebol itu juga udah ada kejam. Kesetiaan mereka. Ingat ya, namanya bohir, namanya oligarki, mau lokal kek, mau internasional kek, tidak punya kesetiaan terhadap negara. Mereka cuman setia pada satu hal, duit. Dan ketika duit mereka berkurang, apa yang terjadi? Bohir-bohir yang ada di Romania saat itu berbondong-bondong ke Turki membawa peta. Tolong serbu negara kami, gulingkan pemimpin kami yang sekarang. karena mereka merugikan kami. Kekayaan kami berkurang. Mereka bahkan investasi ke tentara asing untuk masuk menjajah negara mereka sendiri. Apakah lu mau terjadi hal yang sama? Apakah ini juga bisa terjadi di Indonesia ketika cebol-cebol atau orang kaya oligarki lokal itu kita naikkan? Menurut lu, apa betul mereka setia pada Republik Indonesia? Atau ujung-ujungnya sama seperti yang terjadi di Wallasia? Ujung-ujungnya mereka cuma peduli sama duit. Ketika mereka dipaksa untuk beli Danantara bond. Ketika mereka dipaksa beli Patriot bond 2% menurut lu hatinya tidak penuh dengan kedengkian kah? Karena di tempat lain nabung bisa bunganya sampai 5%. Coba lu pikir hari ini mungkin hai hahi dengan presiden kita, tapi lu pikir apakah ada kemungkinan mereka berkhianat menjatuhkan presidennya sendiri seperti yang sudah terjadi pada sejarah di Romania 500 tahun yang lalu? Menurut lu gimana? Menurut lu? Lu setuju enggak sih dengan sistem kita yang sekarang ini? membiarkan 9 naga, 12 naga, 30 naga itu berkuasa atas Indonesia atau sebaiknya memang harusnya negara di atas mereka seperti China yang artinya kita harus berani memberantas sistem multipartai yang terbukti gagal dan korup. Sebaiknya kita maju dengan sistem satu partai aja yang sudah terjelas membawa Vietnam GDP-nya sekarang tumbuh hampir 8%. Cina sekarang berpotensi menggulingkan Amerika Serikat dan Singapura GDP perkapinnya paling kaya seAsia Tenggara. Sistemnya apakah bernak partai? No. Gimana, Guys? Tolong share dong pandangan kalian seperti apa. Apakah lu setuju kalau sistem ini harus dipertahankan? Yang ada-ada ini semakin banyak korupsi di mana-mana dengan sistem banyak partai, berarti banyak pintu buat disogok. Dan sedihnya tidaklah ada partai yang punya idealisme di Indonesia. Tidak ada ideologi yang jelas yang membedakan satu partai dengan partai yang lain. Enggak ada bentuknya sama sekali. Ujung-ujungnya ya cuma soal duit, soal kekuasaan. Ya, kalau udah begitu soalnya, ya udah bikin aja sistem satu partai. Jadi, kita bisa mengurangi potensi buat negara kita diperjual belikan. Lu setuju enggak dengan ide Benix? Delan tuntutan Benix yang nomor 7 berantas sistem multiya partai saja. Lu setuju enggak, Guys? Atau lu ada solusi lain? Mungkin seperti Korea Selatan pro kapitalis, pro Col. Biarkan Col berkuasa atas negara ini. Kita semua adalah budak caybol. Seperti yang terjadi di Korea Selatan. Apapun pekerjaan lu, mau lu presiden maupun buru pabrik, pasti lu bekerja buat cebol. Lu lebih setuju begitu. Dan itu sama seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Siapapun presidennya dari partai manapun mau Demokrat atau republik ujung-ujungnya lu cuma karyawannya JP Morgan. Lu cuma karyawannya Black Rock, lu cuma karyawannya Rockefeller, lu cuma karyawannya Rothshield dan pengusaha-pengusaha besar lainnya di Amerika Serikat. Lu setuju enggak kita seperti itu? Oke, guys. Tuliskan pandangan kalian di kolom komentar di bawah ini. Lu lebih setuju dengan Indonesia mempertahankan sistem yang ada atau Indonesia harus berani nih maju dengan sistem satu partai? Segera share video ini ke teman-teman kalian dan bahayanya ya kalau kita masih mempertahankan sistem cebol seperti ini. Dan yang paling penting ya share pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini. Dan jangan lupa like and subscribe di channel Benix. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories