Gulingkan Rezim BODOH! GEN Z Nepal NGAMUK Lawan KORUPSI Atau DISUSUPI ASING?
nv5CR1ipAEQ • 2025-09-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Nepal kacau balau, Guys. Jadi kemarin betul-betul kacau lah demonstrasi di Nepal itu porak-poranda perdana menterinya sampai kabur loh ke luar negeri. Nah, istri perdana menterinya ketinggalan mati kebakar, Guys. Karena istana, pejabat-pejabat, kantor-kantor pemerintahan, gedung parlemen itu banyak yang dibakar sama rakyat, Guys. Yang demonstrasi itu. Bahkan sampai Menteri Keuangan aja video berar dia sampai lari terbirit-birit dipukulin sama massa menteri keuangannya. Sri Mulyan itu harus bersyukur ya, rumahnya cuma dibakar ya, rumahnya dijarah. Kalau ini sampai dipukulin, Guys, habis-habisan. Bahkan mau dibunuh di sungai di situ. Lu bakal lihat dia dikejar-kejar ya sampai jatuh dia kabur dari kejaran rakyat. Demo di Napal juga udah membakan belasan korban jiwa. Dan ada banyak juga sih napi itu banyak yang kabur sampai puluhan ribu napi yang kabur. Dan kabar baiknya ya kalau di Indonesia kan demonstrasinya masuk angin ya, jadi gagal ya. Kalau yang di Nepal itu demonstrasinya sukses besar. karena terbukti pejabatnya turun semua bahkan sampai perdana menterinya diganti. So, teman-teman lu penasaran enggak sih kenapa di Indonesia demonstrasinya itu bisa gagal tetapi kalau di Nepal bisa sukses besar? Padahal kabarnya orang Nepal itu terinspirasi dari Indonesia loh. So, kalau lu penasaran mengenai sukses story ya demonstrasi di Nepal dan di skip video ini, let's check this out. Jadi, buat teman-teman yang belum tahu ya, sejak tahun 2008 ya sampai detik ini, pemerintahan Nepal ini memang sering banget yang namanya demonstrasi massal, kerusuhan itu udah kayak sarapan nasi uduk lah. Kalau di Indonesia tiap hari orang sarapan nasi uduk itu udah kayak hal yang biasa. Nah, dari sejak tahun 2008 sampai tahun 2025 itu kan cuman 17 tahun ya. Tapi ternyata dalam 17 tahun ini mereka itu sudah berganti 14 kali pemerintahannya. Kan gila ya. Lu bayangin ya artinya hampir tiap tahun ya 1 tahun sekali kadang-kadang 2 tahun mereka itu ganti pemerintahan, ganti menteri, ganti presiden, ganti perdana menteri. Jadi lu bisa bayangkan dan negara ini selabil apa dan sekacau apa. Indonesia ini harus bersyukur sih sebetulnya separah-parahnya kita pun ganti pemerintahan itu ya 5 tahun sekali ya. Syukurnya sih bahkan bisa 10 tahun sekali. Bayangkan kalau kita kayak si Nepal ini setiap tahun demo, setiap tahun ganti menteri, setiap tahun ganti presiden, negara kita enggak bakal punya peluang untuk jadi negara maju. Nah, teman-teman tahu ya tadi gua bilang sejak tahun 2008 mereka tuh selalu gonta-ganti, selalu rusuh, selalu demo. Nah, di tahun 2008 itu itulah era di mana monarki berakhir tuh. Mereka pertama kali dipimpin oleh Mauis Pro China. Itu namanya Puspa Kamal Dahal atau Pracanda. Dia bikin aliansi tuh dengan CPN UML. Tapi di tahun 2009 apa yang terjadi? Ya dia berganti lagi nih si pracanda itu diganti sama Madaf Kumar Nepal yang mengambil alih sebagai perdana menteri karena dia juga didukung oleh koalisi CPN UML plus didukung juga sama kongres Nepal. Cuman dia juga enggak bertahan lama karena dalam waktu 2 tahun di tahun 2011 dia pun langsung digulingkan lagi oleh pemerintah baru di bawah kendali jalan Nat Kanal. Nah, jalan kanal ini juga enggak bertahan lama karena ternyata dalam 2 tahun ternyata naik lagi nih pemimpin dari Partai Mau yang namanya Baburam Bataray menggantikan si Jalanat Kanal. Jadi cuman dalam 2 tahun masuk lagi pemimpin baru dari partai baru juga. Nah, apes juga nih buat Partai Maois. Karena kemudian 1 tahun setelah tahun 2013 yaitu di tahun 2014 masuk lagi pemimpin baru dari Susil Koirala. Dia ini dari kongres Nepal. Dia jadi Perdana Menteri karena berhasil bikin koalisi dengan CPN UML. Tapi setelah tahun 2014 ya Susil Koirala enggak bertahan lama lagi karena ternyata hanya butuh waktu 1 tahun di tahun 2015 Sharma Oli naik menjadi perdana menteri dia karena dia berhasil merangkul partai Maois, Partai Rastria Prajanantra Nepal termasuk Forum Madesi Janadikar Loktantrik. Jadi dia bisa bikin koalisi besar nih Sarma Oli nih. Cuman ternyata aliansinya runtuh di tahun 2016 dan pracanda yang tadi kita pernah dengar di tahun 2008 sempat naik jadi perdana menteri ini naik kembali nih tahun 2016 dia kembali berkuasa di tahun 2016 karena didukung oleh kongres Nepal. Jadi comeback nih ini CLBK pracanda nih setelah 8 tahun menunggu dari tahun 2008 dia bisa naik lagi di tahun 2016. Cuman yang namanya Nepal memang negara 1000 keajaiban karena hanya butuh 1 tahun pracanda kembali jatuh. Di tahun 2017 naik lagi pemimpin baru dari aliansi sahip kirinya Sharma Oli CPNUl beserta faksi Maois. Di sini makin konyol nih formatnya negara Nepal karena sekarang mereka karena ada dua kubu yang menang, dua-duanya pengin jadi perdana menteri. Jadi posisi perdana menteri ini dibagi kayak sandwich. Jadi si Sarma Oli bisa jadi perdana menteri yang pertama. Lalu Kubu Maois naikin lagi pracanda sebagai perdana menteri yang kedua. Kesepakat nanti katanya bagi dua ya. Tapi ternyata di tahun 2020 Sharma Oli menolak mundur. Padahal harusnya dia bagi dua tadi. Dia cuman berkuasa selama 2 tahun terus kasih giliran dong ke tempat lainnya. Ternyata dia menolak. Akibatnya Sharma Oli diserang oleh anggota parlemen, tapi dia tetap kekeh menolak mundur. Bahkan dia membubarkan DPR dan meminta pemilihan umum baru. Nah, ini di sini lu bisa lihat ya, Sarmauli ini hebat juga nih mau bubarin DPR nih. Udah kayak Gus Dur aja nih. Tapi ternyata sayangnya dia kalah, Guys. Karena di bulan Juli 2021 Mahkamah Agung menghidupkan kembali parlemen dan mengangkat Sher Bahadur Deba sebagai Perdana Menteri Nepal yang baru. tapi juga enggak bertahan lama karena dari 2021 cuma butuh 1 tahun. Di tahun 2022 Sher Bahadur Deba digantikan oleh Pracanda. Nah, Bracanda pun naik jadi perdana menteri yang sayangnya hanya bertahan selama 2 tahun karena begitu tahun 2024 ia diganti lagi dengan musuh lamanya yaitu Sharma Oli. Tapi kemudian di eranya Sharma Oli inilah terjadi demonstrasi yang paling besar sepanjang sejara Nepal karena demonstrasinya berlangsung dengan brutal. hanya butuh waktu 1 tahun di September 2025 naik Perdana Menteri baru Susila Karki yang diangkat menjadi perdana menteri Nepal melalui Discord oleh anak-anak muda di Nepal. Jadi dari sini lu bisa tahu, Guys, bahwa dalam 17 tahun terakhir Nepal itu sudah gonta-ganti pemerintahan sampai 14 kali. Kok bisa ya ada negara selucu itu? Dan ini semua terjadi sejak tahun 2008. Ahah. Itu pertanyaan selanjutnya. Memang apa yang terjadi ya? Kenapa enggak dari kemarin-kemarin kekacauan ini terjadi? Kenapa harus sekarang? Anyway, kita bahas dong. Kenapa sih Nepal itu bisa serusuh itu? Demonstrasinya bisa sebrutal itu. Jadi, demonstrasi di Nepal ini berlangsung gara-gara kalangan Gen itu iri, Guys. Marah, dan mereka bisa dibilang kecewa ya dengan negaranya, dengan pemerintahannya, utamanya dengan anak-anak pejabat. Jadi pejabat di Nepal itu sama Indonesia 111 tololnya, korupsinya, gilanya, begonya itu sama. Dan udah tahu negara lagi susah, pengangguran di mana-mana. Lu tahu apa yang dilakukan oleh para pejabat di Nepal? Wah, sibuk bergaya hidup mewah, hedonisme enggak ketulungan. Pamer-pamer mobil mewah, makanan mewah. Dan yang paling sedih ya bukan hanya pejabatnya yang enggak ada otak itu seperti di Indonesia juga, cuman sampai anak-anak pejabatnya itu flexing ke mana-mana. Dan kalau lu lihat videonya tragis sih. Dan makanya lu jangan heran ya kalau lu melihat kok miris ya perc banget sama Indonesia. Udah anggota dewannya enggak ada otak. Ah tahu rakyat susah malah pamer-pamer kekayaan. Flexing. Tas mewah. Tas pakai harga miliaran. Sekali makan-makan kepiting harga Rp50 juta kalau di Indonesia. Terus bahkan mereka pakai perhiasan mewah, mobil mewah, semuanya betul-betul enggak nyambung, betul-betul enggak ada hati dengan ya realita hidup di bawah. Nah, pemicu demo Gen di Nepal itu juga ya nyawanya karena ya mereka itu lagi sibuk cari kerja, mereka lagi ketakutan dengan masa depan yang enggak jelas, tetapi mereka marah dengan kemewahan yang dipamerkan oleh anak-anak pejabat itu yang menjadi penguasa bukan karena mereka pintar dan punya otak, tetapi karena nepotisme. Makanya dibilang mereka itu sebagai nepoids, anak-anak hasil produk nepotisme. Dan anak-anak Gen ini protes karena mereka benci dengan nepotisme. Mereka benci dengan korupsi dan inilah yang membawa demonstrasi itu menjadi revolusi yang bisa dibilang paling besar dan paling brutal ya dalam 20 tahun terakhir di Nepal. Dan ya syukurnya Genji itu berhasil nih protes mereka, kebencian mereka terhadap korupsi, ketamakan pejabat, berbuah manis karena akhirnya mereka berhasil menyingkirkan perdana menteri oli, Guys. Dan satu yang membedakan, Guys, demo di Nepal sama di Indonesia. Kalau demo di Indonesia itu banyak diboncengin sama ya pejabat juga sebetulnya dan diboncengin sama LSM dalam negeri sama LSM asing terus diboncengi oleh kepentingan-kepentingan ya jagoan-jagoan kecillah di Indonesia. Beda dengan di Nepal. Di Nepal itu demonya itu betul-betul pakai semangat Geni. Gen itu yang menentukan suara loh. Genzy itu pencoblos terbanyak loh. Tapi Gen juga yang dibuat paling menderita oleh pemerintahan bukan Indonesia. Indonesia mah baik. oleh pemerintah yang ada di Nepal, Guys. So, mereka itu makin panas lagi karena mereka sudah menemukan sosok Genzi, pemuda masih SMA. Lu bayangin ya, anak SMA yang berorasi mengenai betapa bejatnya kehidupan pemerintah di Nepal. Mereka betul-betul sedih kalau lu lihat pidatonya anak Genzi ini. Dia bilang, "Apa?" Nepal ini ibu kota kami. Nepal ini adalah bumi pertiwi kami, ibu kami. Nepal ini sudah melahirkan kami. Sudah membesarkan kami. Lalu apa yang sudah kami memberikan? Kami rakyat Nepal itu sudah memberikan kejujuran kami, kerja keras kami, kontribusi kami. Tetapi apa yang kami terima? Kita diikat oleh rantai perbudakan, rantai pengangguran. Kita dipaksa hidup miskin. Sementara mereka para penguasa, pejabat hidup dengan kemunafikan, dengan harta kekayaan yang mereka rampas dari kita dengan hasil korupsi. Kita dijebak oleh kesombongan, oleh keserakahan. Para partai-partai politik yang brengsek, korupsi sudah menjerat kita, mematikan semangat hidup kita, mematikan masa depan kita. Dan dia bilang, "You, rise, anak muda, bangkitlah. Kalianlah pembawa obor perubahan. Nah, ini sama seperti Indonesia sebetulnya. Di Indonesia ya genensinya sebetulnya enggak dilibatkan karena semuanya cuman Good news, Guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R9 jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www. atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Di Indonesia ya genin-nya sebetulnya enggak dilibatkan karena semuanya cuman settingan-settingan aja. Demonya demo settingan. Makanya ketika gua lihat tuntutan-tuntutannya juga tuntutan-tuntutan tolol. Pecat Saroni turunkan anggota DPR gitu sebut-sebut nama gitu kan. Apa yang dituntut itu kok cuma halal receh. Jadi mereka beda dengan yang di Nepal. Nepal itu menuntut perubahan sistem. Kalau di Indonesia perubahan oknum. Maksudnya apa? Tuntut ganti oknumnya. Orang-orang itu yang dimention sama mereka lah. Coba lu baca tuntutannya si cewek itu. Nanti bacain tuh isinya nama-nama orang doang di situ. Keinginannya apa? Ganti pemain doang. Sama aja kayak demo 98. Yang diinginkan bukan perubahan sistem tetapi apa? Ganti pemain dong. Lu kan udah duduk enak di situ. Sekarang masuk pemain baru dong biar bisa korupsi lagi dong. Kan gitu. Itulah tuntutan mereka. Ya beda dengan tuntutan gua. Kalau lu lihat tuntutan gua, jelas koruptor hukum mati. Potong generasi. Orang yang usianya di atas 50 tahun ke atas suruh pensiun dini. Selesai. Paksa dia pensiun. kasih dia pesangon, ganti generasi baru yang exposurnya ke korupsi itu ya enggak terlalu besarlah sebandingan generasi-generasi tua itu. Karena kalau kita masih pelihara ya generasi-generasi tua yang cinta korupsi itu ya enggak bakal berubah. Generasi muda enggak bakal mau bikin perubahan di kementeriannya, di pemdanya, di pemprovnya, di tempat instansi di mana dia ditempatkan berat. Karena pejabat-pejabatnya itu orang lama yang gayanya gaya lama, feodal semua, koruptor semua. So, penting yang namanya potong generasi. Terus apa yang gua bilang juga, lu harus ada antepotisme. Anti nepotismenya apa? 2 derajat ke atas, 2 derajat ke bawah. Enggak boleh ada anggota keluarga lu di situ. Jadi kalau lu udah kerja nih, lu contoh lu kerja di kepolisian, anak lu enggak boleh kerja di kepolisian, cucu lu enggak boleh kerja di kepolisian karena masih 2 derajat ke bawah. Begituun 2 derajat ke samping, lu punya saudara kandung pun enggak boleh. Lu punya sepupu pun enggak boleh. Ponakan lu juga enggak boleh. karena hitungannya masih 2 derajat ke samping. Dengan begini, apa lu bisa menghindari sebuah instansi negara berubah menjadi perusahaan pribadi? Karena kalau lu tetap pelihara orang itu dan dia membangun jaringan nepotisme di situ, anaknya masuk, cucunya masuk, tetangganya masuk, orang tuanya, omnya, pamannya, ponakannya semua masuk. Lama-lama itu bukan jadi institusi publik, Guys, yang melayani rakyat. Lama-lama dia berubah jadi perusahaan milik pribadi yang kerjanya apa? Menghit pembayar pajak. Makanya penting perubahan sistem itu ya pola pikirnya ya harus seperti itu. Makanya gua ketika ngelihat tuntutan kalau apa yang kemarin demo yang di Indonesia sama di Nepal ya beda jauh. Yang di Indonesia mintanya cuman ganti pemain. Pecat si Ecopatrio, pecat si Saroni apa bodoh banget enggak jelas gitu loh. Enggak penting mereka itu anggota DPR tuh cuma karyawan, cuma budak. Mereka mau menang di situ, mereka pakai duit sponsor. Lu ngurusin remeh-temeh sekali gitu loh. Dipotong lehernya pun mereka tinggal masukin orang baru, karyawan baru, selesai. Tapi gua salut jujur sama sayap kiri yang satu ini. Ini bagusnya salah satu peliharaan George Soros yang bagus menurut gua. Jadi ada sih sebetulnya beberapa faktor yang kita sudah identifikasi ya, kenapa demo di Nepal itu bisa semarah itu mereka. Yang pertama itu tingkat pengangguran di Nepal itu sudah sangat tinggi, Guys. Mereka sudah mencapai angka 32%. itu sudah mencapai 32% dari total populasinya mereka. Jadi, populasi mereka itu kecil loh, cuman 29 juta orang. Tapi kalau 32% kan berarti sepertiganya. Jadi area hampir 9 juta orang yang nganggur. Satu per3a. Lu bayangin 1/3 orang nganggur di Nepal. Di Indonesia kenapa masih belum separah itu demonstrasinya? Karena di Indonesia pengangguran menurut biro pusat skenario eh di Indonesia itu penganggurannya cuma 7 juta orang, Guys. Karena penduduk kita 280 juta, ya angka pengangguran kita di bawah 5%. Enggak terlalu menyakitkan lah dari sisi itu. Mungkin juga ya karena ada ojol, Guys. Jadi di Indonesia lu enggak disebut pengangguran kalau lu jadi ojol. Jadi lu bisa tetap narik ojek atau yang lainnya lah atau dari delivery buat gold Food atau Shopee Food. Jadi lu bisa ada alternatif dibanding nganggur lu jadi driver ojol. Ini salah satu hal yang parah nih soal Nepal itu karena satu per3a orang nganggur. Ini contoh buat di Indonesia. Kalau nanti ya angka pengangguran di Indonesia makin lama makin tinggi, makin tinggi, makin tinggi, siap-siap ya lu yang jadi pejabat hari ini, lu bakal berubah jadi sate ayam. Loh, dipotong cincang cincang cincang lu dibakar. Sama seperti yang kejadian di Nepal. Istri perdana menteri Nepal orang nomor satu di Nepal dibakar hidup-hidup. Itu fakta lu. Makanya jangan enak-enak lu duduk di kursi pejabat penguasa. Bentar lagi nih, Genil. Mereka bisa bunuh lu, berubahin lu jadi sop sayur di wartek dibagikan tuh. Apa enggak mungkin? Mungkin. Itu pun sudah sempat terjadi di Cina. Kelaparan massal pejabat dibunuhin, dimasak ramai-ramai karena orang susah cari makan. By the way, gimana ya rasanya daging pejabat ya? Yang kedua nih, kenapa demonstrasi di Nepal itu juga bisa sukses besar ya? Karena memang jeritan hati mereka itu betul-betul sudah e sedemikian miris, Guys. Tingkat kemiskinan ekstrem di Nepal itu mencapai 20%. Artinya 1/5 manusia di Nepal itu miskin ekstrem. Lu bayangin miskin ekstrem. Nah, berbeda dengan di Indonesia. Indonesia itu yang miskin itu cuman 8% 8,47%. Tentu ini data versi Badan Pusat Skenario gitu ya. Kalau versi Bank Dunia beda lagi. Kalau versi Bank Dunia 68% penduduk di Republik Indonesia miskin. Nah, inilah kesalahannya Nepal. Nepal tidak membangun badan pusat skenario. Akibatnya yang dipakai data-data real gitu loh. Orang jadi emosi dong baca data real itu. Gila, seperlima rakyat di negara gua miskin, ekstrem lagi. Sedih dong, miris dong, marah dong. Ya, itulah yang harus dipelajari ya. Nepal kurang pintar nih mainnya Nepal nih. Next. Yang ketiga, ketimpangan ya kehidupan di Nepal itu betul-betul menyedihkan. Lu tahu ya gaji orang tertinggi di Nepal itu Rp1.300.000 per bulan gajinya. Sementara UMR di Nepal itu cuma 2,3 juta, Guys, setiap bulan, artinya gaji antara rakyat jelata dengan orang nomor 1 itu timpang banget, Guys. Timpangnya berapa? Sampai 4,8 kali lipat. Hampir 5 kali lipat. Jadi, betul-betul timpang antara rakyat jelata sama penghasilan perdana menteri bedanya hampir lima kali lipat. E orang emosi lihat itu. Ini kok parah banget ya? Sadis banget ya? Eh, by the way, kalau di Indonesia gimana ya? Lu tahu gaji Indonesia itu punya presiden itu 62 juta, Guys. Nah, UMR rata-rata ya nasional itu di Rp3 jutaan. Artinya kalau di Nepal itu 5 kali lipat selisihnya antara yang paling bawah dengan yang paling tinggi. Di Indonesia itu 20 kali lipat. Jadi di Indonesia itu ya jauh lebih besar ketimpangannya sebetulnya. Makanya lu jangan heran ya bersama Menteri Sri Mulat ketika orang di Indonesia itu banyak yang susah. Sri Mulat apa solusinya? Tingkatkan tambah mobil dinas pejabat. Jadi, mobil dinas pejabat dibikin lebih mewah supaya mereka bisa tidur lebih nyaman, duduk lebih enak, pantatnya tidak bisulan. Ketika negara lagi susah, rakyat lagi menjerit, solusi Menteri Sri Mulat adalah naikkan tunjangan mobil mewah para pejabat. Kan brilian gitu ya. Untung lu enggak dicincang hidup-hidup lu kayak pejabat di Nepal. Yang keempat itu tingkat korupsi, Guys. Ee ini kabar baik sebetulnya buat Indonesia. Lu tahu ya peringkat korupsi di Nepal itu mereka itu ranking 107 dunia. Ingat ya, kalau makin gede rankingnya bukan artinya makin bagus, salah, makin hancur gitu loh. Nah, Indonesia itu ada di ranking 99, Nepal itu ada di ranking 107. Nah, negara seperti Bangladesh itu lebih parah lagi 151. Nah, jadi kalau lu merasa sudah hidup di neraka dunia yang namanya negara Indonesia ini korupsinya banyak banget dari kelurahan, kecamatan sampai yang paling tinggi koruptor semua ya. Di Nepal itu ternyata 1112 juga dengan Indonesia. Indonesia ranking 99 dari belakang. Nepal itu ranking 107, Guys, dari belakang. Gila ya. Ranking satunya siapa ya? Negara-negara Scandinavia lah. Ada Norwegia, ada Singapura di situ, ya. Kita cuman bisa iri lah sama mereka. Kok bisa ya negara mereka korupsinya rendah banget, kecil. Tapi ya di Indonesia semua orang berlumba-lumba jadi koruptor. Begituun di Nepal. Makanya tragis ketika kita lihat gaya hidup pejabat di Nepal dengan gaya hidup rakyat biasa di Nepal itu jomplang luar biasa dan enggak ada hatinya ya. Anak-anak para pejabat di Nepal itu suka pamer, Guys, di Instagram, di TikTok. Mereka bangga dan enggak ada malu. Seolah-olah mereka bisa gonta-ganti baju mewah, sepatu mewah, pakai hasil kerja usaha sendiri. Padahal minta sama Mami Papi. Mami Papi dapat dari mana? Korupsi duit rakyat. Gila, memang negara gila kayak begitu. Wajar aja kalau pejabatnya itu itu dirubah jadi pupuk semua ya. Jadi dengan segala ketimpangan ekonomi antara rakyat dan pejabat di Nepal ya gua sih enggak heran kalau dia porak-poranda apalagi kalau lihat kebijakan pemerintahnya kemudian meresahkan kaum Geni. Udah tahu Gen itu adalah pemilih terbanyak bukannya dibikin bahagia malah diblokir sosial medianya. Padahal banyak loh rakyat yang menggantungkan nafas ekonominya bisnisnya dari sosial media. Contohnya mereka jualan pakai Facebook atau mereka jualan pakai Instagram. Dan begitu itu semua diband, apa yang terjadi? Mati perekonomian UMKM di Nepal. So, kalau lu lihat ya, associative press menurut gua ini yang paling bagus sih dalam merangkum semua keresaan masyarakat. Intinya ya tuntutan Benix itu apa? Mereka benci dengan korupsi dan nepotisme. Dan ini menghancurkan negara Nepal sampai kapan pun pasti hancur kalau selalu dipelihara. Dan ini pun di Indonesia juga dipelihara, Guys. Korupsi dan nepotisme. Makanya kita itu harusnya berani loh menolak korupsi dan nepotisme di Indonesia. Tapi ada satu hal yang menarik, Guys. Lu tahu enggak sih pola demo-demo yang belakangan hari ini makin terjadi ya di belahan dunia manaun itu polanya sama. Kayak misalkan di Nepal ya, ketimpangan sosial, anak pejabat flexing, rakyat biasa susah, korupsi merajalela, ekonomi staknan. Itulah Nepal. Indonesia juga ketimpangan sosial. Gaji pejabat 33 kali lipat lebih besar dari gaji rakyat biasa. Pejabatnya sering ngomong ngaco bikin blunder kayakkayak punya otak itu mulut dan ekonomi juga stagnan ya. Siap-siap aja dia mau besar lagi. Lalu ada Bangladesh sama hobinya korupsi pejabatnya ekonominya ya stagnan. Prancis baru-baru ini mengalami ketidakstabilan politik. Gonta-ganti pemerintahan juga jadi barang rutin di Prancis. Karena apa? Karena ada kesenjangan ekonomi yang luar biasa. Dan pemerintah sering banget bikin blunder. Akibatnya rakyat merasa pemerintah gagal mewakili aspirasi rakyat biasa. Filipina kemarin baru aja demo besar juga karena apa? Korupsi di sana meraja lela. Dinasti politik di sana itu meraja lela. Rakyat susah luar biasa. Tapi ya kalau lu orang rezimnya si Marcos lah atau rezimnya Duterte lah atau rezimnya banyak bangetlah di sana rezim. Lu bakal hidup enak. Tapi kalau tidak, lu siaplah menjadi rakyat jelata. Nah, yang agak konyol nih kalau si Filipina ya, Filipina itu kalau korupsi betul-betul enggak ada malu. Nepal juga kalah. Bahkan mereka rela diinterview di TV kayak si Melda Marcos. Pamerta seharga 2 miliar, 5 miliar, ratusan juta sepatu mewah. Itu udah kayak enggak ada malu dia ngundang YouTuber, influencer, TV nasional buat syuting di rumahnya. Pamer kemewahannya dia. Enggak ada otak, enggak ada malu. Itu sifat pejabat di Filipina. Makanya begitu mereka diganyang sama demo besar wajar aja. Tapi zaman dulu Filipina itu memang kayak orang bodoh. Jadi rakyat itu kalau ngelihat pejabat kaya raya malah ditepukin tangan. Salut, respectek. Itu bukti keberhasilan usaha dan kerja keras seseorang. Itulah keringatnya. Eh, padahal hasil korupsi. Tapi di sana begitu permisif orang. Mirip sama di Indonesia. Banyak orang di Indonesia itu bangga. Oh, gua bangga punya kenalan jadi menteri atau bangga kenalan jadi DPR atau komisaris BUMN atau jadi direksi di sana. Padahal koruptor enggak pernah tanya kenapa rumahnya gede banget, istrinya ada delan mobilnya ada 30. Mereka enggak pernah tanya. Tutup mata. Yang penting bangga deh saudara gua jadi pejabat. Sama aja sebetulnya. Gila negara yang gila. Lu juga sama kan? Lu bangga kan kalau lu punya kenalan jadi jenderal kaya raya. Duitnya banyak, mobilnya banyak. Lu enggak pernah tanya kan kenapa sih dia kaya raya? Tapi kan lu bangga kalau diundang ke rumahnya. Lu bangga kalau diajak jalan-jalan sama dia ke luar negeri. Lu enggak pernah bertanya-tanya dari mana sih duit dia? Iya kan? Jadi sama aja lu kayak Philipin. Lalu ada Timor Leste. Kemarin juga demo besar tuh karena ada ketimpangan sosial. Nah, ini paling fresh from the oven, guys. Nih Timor Leste ini beberapa jam yang lalu nih demo besar gara-gara sama juga anggota DPR-nya goblok, enggak ada otak. Udah tahu negara lagi susah, mereka menggunakan solusi mulat. Apa solusinya kalau negara lagi susah? Beli mobil dinas baru yang lebih mewah, yang lebih canggih, yang lebih mahal. supaya pejabat kalau duduk pantatnya nyaman. Itu yang dilakukan oleh pejabat Timor Leste. Enggak ada otaknya sama ternyata sama menteri di Indonesia. Enggak ada otak. Goblok banget. Akibatnya apa? Rakyat berontak, rakyat marah, dia dudukin itu kantor pemerintahan yang ada di Timor Leste. Bentar lagi mungkin kita bakal dengar barbecue ya, anggota DPR jadi barbecue di Timor Leste. Betul kan? Orang itu makin benci. Ini peringatan juga nih yang buat pemerintah Indonesia. Rakyat itu makin benci loh. Makin ke sini loh. Namanya ini udah era sosial media ya. Zaman dulu cuman ada TVRI. Jadi lu mau bikin propaganda palsu gampang. Ngibulin rakyat gampang cuci otak rakyat gampang. Zaman sekarang susah. Udah ada sosial media dan orang bisa ngecek apa yang lu bilang, apa yang lu pamerkan, apa yang lu pakai, tas lu merek apa, bahkan cat rambut lu merek apa, orang sekarang udah bisa lihat. So, lu harus hati-hati. Jangan dipuji-puji. Ketika Sri Mulyani naikin anggaran mobil dinas buat pejabat, wah hebat orang Indonesia. Hebat ya, kaya-kaya ya pejabatnya bisa naik Lexus ya? Enggak mau. Itu artinya lu enggak ada otak. Mayoritas rakyat di Indonesia bahkan enggak punya mobil bahkan enggak sanggup buat beli motor. Kok bisa seenaknya pejabat ini gua ganti mobil kayak enggak nyambung dengan kehidupan rakyat jelata. Makanya gua senang begitu ngelihat si Purbaya naik nih jadi menteri. Ya, sorry banget nih. Gua senang karena gua tahu ya dia orangnya sederhana dan lu bisa lihat juga dari orangnya dia pakai baju batik ya itu aja warnanya sama-sama aja kayak Steve Jobs. Karena enggak ada waktu buat lakukan heal itu. Kalau ada waktu lebih buat milih-milih merek baju, warna baju, mendingan waktunya diganti buat kerja. Hari ini gua kerja apa? Selesaikan masalah apa. Kan gitu sih ya. Tipe orang yang simpel menurut gua dan sederhana. Dan ternyata terbukti juga ya dia juga bukan aliran orang yang suka flexing-flexing di sosial media kayak pejabat-pejabat DPR di Indonesia enggak pakai otak pamer mobil-mobil mewah. Enggak. Purubaya pamernya mah makan bubur pinggir jalan. Itulah isi Instagram-nya dia. Dan dia enggak malu gitu loh. Memang apa adanya ya. Dia dari kita, oleh kita, untuk kita. Dia adah representasi rakyat Indonesia. Makanya gua senang ketika bikin videonya 4 bulan lalu ya, gua udah bilang ini orang cocok nih gantiin Sri Mulyani. Eh, ternyata kedengaran doa kita, Guys. Dia jadi penggantinya Sri Mulyani. Ya, waktu kita naikin videonya Purbaya tuh 4 bulan yang lalu, banyak orang yang komplain, kok Benix dulu naikin profile orang Kas Purbaya, dia kan orangnya gayanya senga, enggak bisa diatur, suka nyablak. Enggak, terserah gua. Menurut gua dia oke dan kita lihat aja sejauh ini oke dan semoga seterusnya bakal makin oke. So, gua enggak menyesal udah naikin profil-enya Purbaya enggak. Menurut gua dia oke dan gua suka so far yang dia bikin itu bagus. Nah, kita kembali lagi lah ke Nepal, Guys. Jadi, ada sedikit persamaan nih dari demo-demo yang terjadi di Nepal dengan demo di Indonesia. Utamanya apa? Ada bendera One Piece. Sekali lagi ini promosi gratis buat Jepang nih. Karena ternyata One Piece itu benderanya dipakai juga di Nepal. Ini adalah bukti perlawanan terhadap sifat otoriter pemerintah. One Piece itu logonya bajak laut ya. Namanya juga bajak laut berarti kan anti establishment. Nah, ini jadi pertanyaan ya, kenapa sih pakai logonya logo One Piece dan ini selalu digadang-gadang sama sayap kiri dan terus kenapa ya kayak asosiasi Pres itu tulis sejak tahun 2008 demo-demo terus. Apa yang terjadi memangnya? Lu tahu sejak tahun 2008 Nepal sudah ganti 14 kali pemerintahannya dalam 17 tahun terakhir dari tahun 2008 apa yang terjadi? Ternyata guys, lu tahu enggak di tahun 2007 berdiri Yayasan Open Society Foundation resmi berdiri di Nepal di tahun 2007 dan lu udah tahu dong Open Society Foundation ini adalah yayasannya milik George Soros. S udah tahu arahnya ke mana video ini ya? Dan ini udah beberapa kali gua udah peringatkan sebenarnya dari 2 tahun lalu gua udah bikin video soal George Soros itu bakal panen raya di tahun 2025 eh beberapa negara akan dia guncang salah satunya India, Filipina dan Indonesia. Eh ternyata dia udah buka cabang juga di Nepal. Nepal ini betul-betul cuan besar George Soros karena dia udah berulang kali membuat kerusuhan di Nepal. Jadi keuntungan dia di sini udah balik modal lebih dari 2000% nih. Nah, teman-teman tahu ya di Nepal sendiri Soros itu udah dituduh nih sama Sputnik ya, kantor berita Amerik Rusia termasuk sama CN NBC juga. Intinya dibilang dia bisa jadi dalang nih peristiwa-peristiwa demonstrasi yang terjadi di Nepal termasuk juga di Indonesia. So, kalian penasaran enggak, Guys? Kalau dulu kan gua pernah bikin ya video ya super spesifik ya tentang George Soros yang akan segera menyerang Indonesia di tahun 2025 dan jadi kenyataan how toya seperti apa, tahapannya seperti apa. Nah, itu kan juga dilakukan juga di India ya melalui media yang dia pakai di sana, melalui sayap kiri yang dia beli di sana, pejabat-pejabat partai politik anggota DPR yang dipelihara oleh George Soros. Lu penasaran enggak sih kalau yang di Nepal metodenya apa? Dan yang membedakan dengan metode George Soros di Nepal dengan George Soros di Indonesia apa? Kenapa di Indonesia dia gagal atau jangan-jangan lagi pemanasan? Dan kenapa di Nepal bisa sukses besar? Lu setuju enggak kalau kita bikin video lanjutan menggali lebih rinci step by step George Soros mengganti pemerintahan sah yang ada di Nepal? Kalau sudah setuju, segera like video ini. Begitu mencapai 24.000 likes, kita bikin video super spesifik mengenai step by step bagaimana caranya merevolusi rezim gaya George Soros di Nepal. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories