Transcript
h7yNCmthI4Q • IS PRABOWO TRAPPED?! A SERIES OF BLUNDERS BY THE RED AND WHITE CABINET | LARGE PROMOTIONS UNCONTR...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0433_h7yNCmthI4Q.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Indonesia lagi dalam keadaan terdesak.
Defisit ini gawat bikin Perpu. Tapi
landasan yang inkonstitusional ini
hati-hati ini jebakan maut yang diset
sama karyawan Prabowo.
Sungguh miris, Guys. Jadi rakyat
Indonesia ya. Begitu parah pejabat di
negeri kita. Mereka asik pesta pora,
joget-joget. dansa-dansa, makan-akan
mewah, makan kepiting nilainya jutaan
rupiah, makan ikan bakar, makan seafood.
Sementara rakyatnya begitu banyak yang
menderita bahkan sampai harus
mengais-ngais sampah buat makan di
negeri ini. Tapi itulah realitanya di
Indonesia begitu banyak pejabat kita
yang tidak peka, begitu banyak pejabat
kita yang enggak ada otak, begitu banyak
pejabat kita yang tidak memiliki empati.
Sehingga jangan heran kalau lama-lama
rakyat pun muak. Dan demonstrasi massal
ada di mana-mana. Dan lagi-lagi kalau
terjadi demonstrasi besar, orang pada
bilang pasti Benis mau ngomongin George
Soros. Seolah-olah kalau pejabat korupsi
salah, George Soros. Seolah-olah kalau
ada koruptor dikasih penghargaan Satyawa
Cha itu salah, Jor Soros. Seolah-olah
harga beras naik salah, George Soros.
Apa betul begitu? Ini kayak bodoh banget
ya sebetulnya bahwa yang namanya George
Soros itu investor. Dia investasi dengan
modal sekecil-kecilnya dia harus
mendapatkan return yang
sebesar-besarnya. Dan ini udah sesuai
dengan prinsip yang diajarkan oleh salah
satu jenderal militer paling hebat di
dunia sepanjang sejarah dari China
namanya Sunzu. Dan Sunzu bilang apa? Dia
bukan orang yang hobi saling berperang
membunuh. Enggak. Dia punya prinsip
kalau bisa menang perang dengan modal
sekecil-kecilnya, dengan korban jiwa
sekecil-kecilnya. Sehingga lu jangan
heran kalau salah satu strategi Sunzu
mengajarkan adalah ya kalau posisi lawan
lagi kuat ngapain lu menyerang? Enggak
ada salahnya lu menunggu. Apalagi kalau
musuh sedang melakukan
kesalahan-kesalahan, blunder-blunder
yang fatal. Gak ada salahnya lu mundur
selangkah, dua langkah. Demonstran udah
sempat coba bikin demonstrasi Indonesia
gelap yang teman-teman tahu dalangnya
adalah salah satu oligarki Singapura dan
itu udah banyak pemberitahnya di media
massa. Lu bisa cari sendiri nilainya
berapa. Ya wajar aja nilainya lebih dari
11 triliun. Fakta bahwa apa? Banyak
aksi-aksi yang dimodalin oleh
kekuatan-kekuatan bukan hanya pengusaha,
bukan hanya negara asing, tapi juga
oligarki luar dan dalam negeri. Aksi
Indonesia gelap kemudian padam, Guys.
Oke, mungkin kurang bensin, kurang
semangat atau sudah gembos di tengah
jalan karena ketahuan siapa oligarki di
belakangnya. Tapi pertanyaannya, apakah
memang Indonesia terang? Enggak juga.
Tapi apakah Indonesia gelap? Enggak
juga, Guys. Ya, fuktunya memang ya
pertumbuhan ekonomi kita tumbuh terus
walaupun PHK ya ada di mana-mana. Itu
fakta. Tapi sebetulnya apa yang mau gua
bagikan hari ini adalah tentang rasio
cara berpikir lu ketika melihat
terjadinya situasi-situasi yang besar.
Ya, salah satunya demo yang belakangan
ini terus-menerus terjadi. Landasannya
apa? Apakah itu betul ada duit George
Horos atau itu hoaks? Tipu-tipu aja. Dan
yang paling penting, siapakah dalang
sebenarnya dari aksi demonstrasi itu?
Karena kalau kita lihat ya, tidak ada
satuun pribadi, tokoh atau badan yang
berani mengambil tanggung jawab sebagai
pemimpin aksi demonstrasi. Ini enggak
ada juga. Jadi semuanya betul-betul
inkognito, tidak terlihat. Jadi bisa
diambil keuntungan oleh siapapun yang
mau ambil peran di sini. So, teman-teman
kalau penasaran kita bongkar tuntas
tentang demonstrasi di Indonesia, jangan
lu skip video ini. Let's check this out.
Dalam strategi perang klasik, Guys, ya,
Jenderal Perang Sunzu itu pernah
mengatakan ya bahwa kemenangan
tertinggi, the greatest victory,
kemenangan yang paling hebat bukan
ketika lu menang menggunakan kekuatan lu
sendiri. Tidak. Kemenangan yang paling
hebat adalah kemenangan yang terjadi
karena Anda berhasil memaksa lawan Anda
mengalahkan dirinya sendiri. Artinya
apa? Di sini lu bisa menang perang tanpa
keluar modal banyak. Lu bisa menang
perang tanpa keluar banyak korban jiwa
yang mati. Karena musuh sibuk
menghancurkan dirinya sendiri.
Ketika dia sudah porak-poranda, saling
bunuh, saling serang, saling salah
menyalahkan satu sama lain, itu adalah
posisi terlemah musuh. Barulah lu masuk,
barulah lu invest di sana. Kasih kompor
dikit-dikit, kasih minyak dikit-dikit.
Karena prinsip investor juga sama dengan
modal sekecil-kecilnya
mendapatkan cuan sebesar-besarnya. Jadi
adalah sangat penting ya buat
teman-teman, apalagi di sini para orator
atau provokator atau demonstrator atau
orang-orang yang mau ambil kepentingan
untuk tahu kapan ambil posisi menyerang,
kapan ambil posisi bertahan, kapan bakar
duit, kapan harus diam dan ternyata yang
paling penting adalah kapan harus diam.
Apalagi ketika musuh sibuk melakukan
hal-hal bodoh, menjerumuskan dirinya
sendiri. Contoh yang pertama, ketika
musuh dalam posisi yang jumawah, dia
lebih arogan. Akibatnya apa? Dia
meremehkan musuhnya. Dia merasa bisa
bertingkah seenak jidatnya, mengucap
seenak jidatnya. Mereka lengah, jumawa.
Sehingga mereka kemudian apa? Menjadi
mudah tidak sabaran. Mereka mudah
terbawa emosi karena mereka merasa sudah
menang. Enggak ada yang perhatiin.
Rakyat enggak peduli kalau mobil mewah
anggaran dinaikin terus, pajak dinaikin
terus, fasilitas pejabat dinaikin terus.
Padahal rakyat makin susah. Mereka juga
enggak sabar buat berkuasa, buat rakus,
buat mengambil hak-hak yang bukan hak
mereka. Mereka sudah merasa jumawa
menang. Sehingga akibatnya mereka
melakukan kesalahan fatal yang ketiga.
Apa? Mereka mengabaikan hal-hal
detail-detail kecil. Padahal kalau lu
sudah lama follow Benix, lu pasti sudah
tahu bahwa kehancuran ya Indonesia 2025
demonstrasi besar market crash. Ya, gua
udah kasih tahu udah dari tahun lalu.
Tapi ya tentu orang-orang itu tutup mata
dan terus-menerus melakukan
kesalahan-kesalahan fatal. Contohnya
apa? Kemarin gua udah bilang ya, salah
satu pejabat negara kita PPATK
membekukan banyak rekening-rekening
dorman. Akibatnya banyak orang-orang
yang kesal. Jutaan rekening dibekukan.
Apa yang dilakukan pemerintah? Apakah
membela rakyat yang rekeningnya
dibukukan? Tidak. Malah didukung.
Kenapa? Katanya rekening dormnya dipakai
buat judi online. Loh, kok bodoh? Kenapa
enggak lu matiin aja server judi
online-nya? Kenapa enggak lu tangkap
oknum judi online-nya? Sampai detik ini
pun lu lihat duit kita keluar ratusan
triliun ke Kamboja, ke bandar-bandar
judi online. Seolah-olah kok negara
enggak berkutik. Bahkan di kolom
komentar di sini pun lu lihat begitu
banyak orang promosi judi online. Terus
apa gunanya PPATK ngeblokir rekening
Dorman? Apa gunanya PPATK nge-freeze
rekening itu? Enggak ada. Seolah-olah
negara tidak hadir. Bahkan jangan-jangan
dibiarkan. Ini kan udah blunder yang
fatal. Padahal di rakyat hari ini banyak
yang menjerit. Udah dia jadi korban PHK
mau akses rekeningnya buat belanja pun
enggak bisa. Karena katanya melindungi
rakyat dari judi online. Tapi faktanya
ya sampai hari ini ya judi online ada di
mana-mana. Ini kan fatal kebodohan dan
ini dibiarkan rakyat ini berteriak
tragis. Lalu apa gua sudah berulang kali
bilang soal sembada pangan bagus pasti
jadi kenyataan panen raya. Tapi ingat
ketika sua sembada pangan apa yang
terjadi? Harga beras pasti tambah naik
naik naik naik dan naik. Hari ini
teman-teman lihat harga beras 5 kg masih
ada yang harganya Rp70.000-an. Ribuan
enggak? Ketika gua pergi pun mau belanja
harganya udah di atas Rp100.000. Beras 5
kilo. Artinya posisi kita ketika stok
beras kita tertinggi sepanjang masa
harga berasnya apa yang terjadi? Mahal.
Luar biasa kan bodoh. Karena udah dari
jauh-jauh hari gua bilang, "Hei, soal
semada pangan it's one thing." Tapi
distribusi beras ini ke toko-toko
retail, ke warung-warung di pinggir
jalan dan gang, it's another thing. Ini
bukan ilmu yang lu kuasai, BUL. Makanya
gua udah bilang berulang kali, pasti gua
yakin banyak beras yang busuk rusak di
gudang bulok. Karena dia enggak ngerti
distribusi beras. Enggak bakal, enggak
punya otak. Kalian bulok bertahun-tahun
adalah impor, impor, impor, impor,
impor. Sekarang tiba-tiba panen raya,
dia dipaksa untuk belanja beras dalam
jumlah masif. Bingung, bingung cara
distribusinya. Kan konyol. Padahal duit
negara udah habis tuh ke sana tuh buat
programasada beras. beli alsintan lah,
beli saprodi lah, pupuk herbisida,
pestisida dan lain sebagainya. Ternyata
begitu panen raya numpuk enggak ngerti
cara distribusi, ya rusak sudah. Yang
paling konyal adalah gua udah berulang
kali bilang BUL enggak ngerti. Dia
enggak ada kenalan di Superhindo, dia
enggak ada kenalan di nomar, dia enggak
ada kenalan di toko-toko Madura. Dia
enggak ngerti ujung-ujungnya apa. Pasir
rusak di sana. Dan sekarang orang pun
malas bisnis beras karena dikit-dikit lu
salah bisa ditangkap lu sama APH. Dan
pengusaha beras juga gak mau beli beras
dari petani. Karena petani maunya jual
dengan harga tinggi. Karena selalu
dicompare. Bulok aja berani beli gua di
harga R7.000. Pengusaha beras mau
enggak? Enggak. Karena dia udah punya
nilai keekonomian. Margin beras itu
tipis, Bro. Hebat kalau ada yang bisa
marginnya sampai 10%. Tapi setahu gua
rata-rata ya kecil single digit margin
bisnis beras ini. So kalau kemudian
pengusaha beras disuruh kompetisi dengan
bullock ya pasti kalah. Duit negara
lawan duit swasta kalah. So kemudian
pengusaha enggak dapat jatah beras.
Padahal pengusaha swasta yang selama ini
bermitra dengan toko-toko kecil,
toko-toko ril, toko-toko tradisional,
modern market, tiba-tiba mereka
kehilangan beras untuk dibeli. Karena
rakyat maunya jual ke Bulok. Dan Bulok
tiba-tiba dapat gelondongan beras, dia
enggak tahu, Guys, gimana ya cara
distribusinya? Gua enggak pernah seumur
hidup menerima beras banyak. Dan ini
udah gua kasih tahu sejauh-jauh hari,
tapi f ya, harga beras naik, sembakau
naik. Ya, jangan kaget kalau rakyat
marah. Guys, negara culun banget ini
pengelolaannya. Tapi satu hal yang miris
ya dari republik ini ya, ketika negara
rakyat lagi pada susah dan orang melihat
pejabat itu gaya hidup kaya, gaya hidup
hedonis di mana-mana, apa yang dia
lakukan flexing. Padahal rakyat banyak
yang menderita. Bukannya koruptor
dibantai, malah koruptor disanjung.
Lebih ngeri apa? Di bulan yang sama nih,
bulan Agustus ketika kita berduka karena
ada saudara kita yang meninggal, Afan
Kurniawan. Ya, Prabowo memberikan medali
kehormatan mahaputra Adi Pradana kepada
koruptor. Ngeri. Apalagi dia sudah
terbukti divonis 5 tahun penjara karena
terlibat dalam kasus korupsi nilainya R
miliar. Loh, gila malah dapat medali
kehormatan. Akibatnya kan lu jadi pikir
kita ini hidup di negara apa sih? Sedih
banget sih nasib kita. Lu enggak bisa
punya harapan baikkah menjadi warga
negara Indonesia sampai koruptor aja
bisa dapat medali penghargaan? Gimana
logikanya? Apakah ini konsekuensi ya
dengan sistem politik kita ya yang
memang mau enggak mau multi parlemen
begitu banyak biaya politik begitu
tinggi akibatnya hutang politik juga
jadi banyak banget karena harus
menyenangkan begitu banyak pihak. So
jangan heran juga ketika kondisi lagi
sulit ternyata jumlah menteri dan wakil
menteri kita ada 103 orang terbesar
sepanjang sejarah. Sungguh tragis nasib
ini, Guys. Apalagi kalau kita lihat ya
kualitas pejabat kita kok miris. Contoh
Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon
bilang apa? Pemerkosan dalam kerusuhan
Mei '98. Rumor tak ada bukti. Eh menurut
gua bisa-bisanya pejabat tinggi udah hal
yang sudah resmi oleh Komnas HAM
dinyatakan ada kejahatan di kerusuhan
98, pemerkosaan, pembunuhan. Kok masih
dibilang itu hoaks? Rumor ini kok banyak
pejabat kita asal bacot
gila. Benar-benar gila enggak ada otak.
Ada lagi menteri koordinator hukum dan
HAM. Tragedi 98 bukan pelanggaran HAM.
Masa begitu. Sedih banget enggak sih?
Makanya lu enggak heran ya, makin banyak
rakyat Indonesia yang merasa hilang
harapan, pupus harapannya, sedih, dan
enggak punya lagi pandangan, visi, misi
yang baik tentang masa depan negara ini.
Sehingga mereka kemudian kabur aja dulu.
Karena boro-boro mempunyai mimpi baik,
mau punya pekerjaan aja sulit, enggak
dapat-dapat. Akibatnya mereka kabur aja
dulu. Kita kerja di negara lain, enggak
apa-apa deh jadi budak di Malaysia. Yang
mending ada pekerjaan. Eh, respon wakil
menteri tenaga kerja kita apa? Pergi aja
lu. Kalau perlu jangan balik lagi. Kan
gila. Gila banget nasib kita ini. Itulah
kualitas pejabat kita. Dan semua pejabat
itu berlomba-lomba
melakukan aksi nyata sebagai wujud
ketidakpedulian mereka, kejumawaan
mereka. Hal yang diinginkan oleh Sunzu.
Musuh membuat kebodohan, musuh membuat
kesalahan, musuh lengah. Dan itulah
pejabat kita Jumawa. Sampai Wakil
Menteri Agama bilang apa? Kemarin banyak
ormas, preman-preman minta THR ke
pabrik-pabrik, ke pengusaha-pengusaha
dibilang normal. Minta THR itu budaya
lebaran. Hei, Bro. Itu pemerasan. Bedain
pemerasan dengan minta THR. Gila, THR
itu buat karyawan, mengabdi, bekerja,
profesional, sudah memberikan keringat,
tenaga, daya upaya buat perusahaan.
Wajar dikasih THR. Preman kok
bisa-bisanya minta THR. Dan ini mau
dinormalisasi.
Apa maksudnya negara kita ini? Aneh.
Banyak pejabat kita benar-benar kayak
enggak ada otak. Betul-betul merasa
sudah jumawa. Makanan nikmat ini, Guys,
buat orang yang punya kepentingan
membuat kerusuhan. Dan bukan sampai di
situ. Udah tahu negara lagi sulit, udah
tahu defisit anggaran, apa yang
dilakukan Menteri Keuangan? Anggaran
mobil dinas buat pejabat naik jadi R931
juta. Karena kalau naik mobil harganya
cuma R00 juta, pantatnya bisulan, Guys.
Pejabat ini akibatnya harus naik kok
jadi R00 juta. Sedih banget sih. Kenapa
begitu sih? Enggak mikir apa? Masih
banyak orang Indonesia jangankan punya
mobil, Guys. Punya rumah aja banyak
jutaan orang Indonesia, puluhan juta
orang Indonesia enggak punya rumah.
Masih bisa-bisanya pejabat ini merasa
berhak dapat mobil mewah. Harganya
hampir R miliar kan kayak ini orang
kayak enggak hidup di dunia nyata ya,
enggak nampak bumi ya. Sedih enggak sih?
Itu kualitas pejabat kita bahkan kemarin
ya. Good news, guys. Kabar spesial buat
kalian karena sekolah Sambenix season 8
akan segera dibuka dan temanya luar
biasa menarik nih. Khusus buat
teman-teman investor pemula di IASG yang
bingung cara beli saham, investasi dan
bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segera bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di
www.sskolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini.
Bahkan kemarin ya, Kepala Kantor
Kepresidenan Hasan Nasbi ya, dia kasih
komentar terkait ada sebuah surat kabar
ya, enggak usah disebut juga namanya ya,
enggak penting-penting amat. Tapi dia
dapat kiriman kepala babi, surat media
ini. Dia kasih komentar, "Diasak aja."
Ya, mungkin karena ya namanya kepala
babi memang kalau dikasih bumbu tertentu
ya memang rasanya lebih nikmat ya. Dan
itu memang jadi makanan favorit kok di
banyak negara di dunia sih. Namanya
kepala babi. Cuman yang jadi pertanyaan
adalah lu kan bukan Benix. Kalau Benix
bisa ngomong seperti itu. Tapi kan lu
pejabat negara bisa-bisanya memberikan
komentar terkait pers yang tidak umum.
Enggak bisa lu bukan Benix. Kalau Benix
bisa kita independen. Tapi kalau level
pejabat negara meremehkan hal seperti
itu yang mungkin bisa dijual ancaman
terlepas dari itu settingan atau tidak
ya enggak pas karena posisinya pejabat
publik. Komentarnya didengarkan di ruang
publik. Makanya jangan kaget ya kalau
pejabat kita memberikan komentar tolol
itu udah kayak hal yang lumrah.
Menyedihkan memang. Makanya jangan heran
rakyat itu jadi marah ketika ada anggota
DPR. memberikan rakyat Indonesia itu
orang tolol sedunia. Orang-orang pada
marah kenapa ya? Ini kan anggota DPR kok
bisa-bisanya anggota DPR wakil rakyat
malah nol-nololin rakyatnya sendiri yang
nyoblos. Dia ngacau akibatnya orang
marah. Wajar apalagi begitu ada keheboan
soal gaji anggota DPR ya ratusan juta
itu ternyata masih kurang. Mereka masih
lagi minta duit perumahan Rp50 juta per
orang masing-masing. Dan salah satu
artis ibu kota bilang ya itu wajar-wajar
aja. Karena menurut dia curhat nih. Dia
curhat Bintaro ke Senayan itu macet.
Jadi dia mau cari kos-kosan harga Rp50
juta dekat rumahnya dia. Ya lu mikir
juga kali ya kayaknya kosan harga Rp50
juta lu dapat apa ya? Gua enggak
kebayang ya sebagus apa ya kosan seharga
Rp50 juta. Walau memang ada sedikit hal
yang menurut gua cukup masuk akal adalah
banyak anggota DPR juga. Ini bukannya
gua membela, memang angkota DPR banyak
yang tolol, enggak punya otak juga ya.
Kayak model-modelan yang asal komen itu.
Mungkin lu juga harus berpikir kalau ada
wakil dari Aceh atau dari Papua atau
Sulawesi disuruh rapat meeting DPR di
Jakarta. Padahal kan dia tinggalnya di
sana di ujung gunung di Sulawesi, Papua.
Suruh bolak-balik naik pesawat. Ya
boncos juga sih. Sekali terbang bisa
habis R juta. Sebulan meeting aja ada 5
kali meeting sudah Rp35 juta. Memang kan
boros. Ya, wajar juga mereka dapat
fasilitas rumah di Jakarta supaya mereka
bisa berdinas dengan baik. Cuman yang
harus dipikir apa iya sampai R juta
sebulan kok kayaknya enggak napak bumi
ya? Karena masih banyak mayoritas rakyat
Indonesia penghasilannya di bawah 3 juta
per bulan. Jadi ini sungguh tragis. Dan
yang lebih sedih lagi ketika terjadi
demonstrasi kemarin, Guys, apa yang
dilakukan wakil rakyat Indonesia,
anggota dewan yang terhormat? Ya, tentu
sembunyi itu hal yang mereka lakukan.
Ketakutan terkencing-kencing di pojokan
rumahnya ya itu juga. Tapi yang lebih
fatal ada yang sampai pergi ke luar
negeri, ke Australia jalan-jalan bahkan
sampai ikut maraton happy-happy. Haha
hihi. Miris. Padahal banyak orang yang
susah makan di Indonesia. Dan ini semua
terjadi dari pusat sampai ke daerah.
ketolan ini kegagalan pejabat publik
dalam memberikan informasi komunikasi
publik yang manusiawi, yang sehat.
Kenapa? Ternyata ya ini memang sudah
penyakit akut di Indonesia karena memang
sistemnya memungkinkan orang tolol
enggak pakai otak itu bisa naik jadi
pemimpin. Itu fakta. Salah satunya
ketika bupati Pati nih ditantang bakal
didemo sama rakyatnya, dia bilang apa?
Jangankan 5.000 orang, 50.000 orang aja
gua enggak takut. Gila, rakyat
ditantangin dan dijawab oleh masyarakat.
Mereka demonstrasi, Guys. Dan ini yang
sudah diprediksi dan sudah diajarkan
sama Sunzu. Lu biarkan aja ketika musuh
melakukan kesalahan kecil kecil kecil
kecil kecil kecil lama-lama jadi bukit.
Meledak.
Rakyat panas, rakyat marah, demonstrasi
di mana-mana, rumah pejabat diarah,
dibakar. Bahkan banyak fasilitas umum
yang dirusak dan kemarin gua juga
menemui ya beberapa
demonstran-demonstran yang ada di
sekitar Senayan yang memang mereka
mengalami banyak kekerasan juga di situ.
Bukannya gua mendukung
aktivitas-aktivitas penjarahan seperti
itu. Enggak. Cuman yang lu harus pahami
adalah kenapa ini semua bisa terjadi.
Makanya lu jangan skip video ini karena
gua akan kasih tahu awalnya ini bisa
seperti ini. Kenapa dan ini kenapa
penting buat teman-teman perhatikan
bagian ini. Memang betul pemerintah
membuat begitu banyak kesalahan.
Pejabat-pejabat kita mulai dari pusat
sampai daerah banyak banget membuat
pernyataan enggak pakai otak. Membuat
tindakan-tindakan yang enggak masuk
akal. Flexing, flexing, barang mewah,
makan mewah, hotel mewah, terbang mewah,
tanpa sadar semua itu dilakukan pakai
duit rakyat. Pajak yang dibayarkan
rakyat. Yang rakyat makin hari bukan
makin happy kayak rakyat, tapi makin
lama makin susah. Tapi melihat kelakuan
elit yang tidak menginjak bumi itu ya
orang kemudian marah. Tapi yang lu harus
pahami, Guys, semua ini bermula dari
mana? Karena demonstrasi Indonesia gelap
udah redup, oligarki Singapura sudah
berhasil dibongkar. Kok tiba-tiba bisa
naik isu lagi? Karena ternyata terus
terjadi akumulasi itu. Akumulasi
kesalahan, kesalahan, kesalahan,
kesalahan sehingga meledak. Kesalahan
apa yang dilakukan dan apa yang menjadi
trigger utama ini? Lu harus sadar bahwa
ternyata ini semua bermula dari si pati
itu sendiri. Seorang pejabat levelnya
level daerah memberikan komunikasi
publik yang fatal, enggak pakai otak,
menantang rakyatnya. Justru dia lakukan
itu ketika rakyat lagi susah dan dia
naikin pajak bumi dan bangunan lebih
dari 200% di daerahnya. Dan rakyat
bilang, "Kami tidak sanggup, tapi malah
ditantang sama dia. Lu demo, gua enggak
takut demo aja. Jangankan 5.000 orang,
50.000 orang pun berani. So, yang jadi
pertanyaan adalah sebelum kita mengurai
peristiwa yang terjadi belakangan ini di
Jakarta, kita harus bisa ngurai dulu apa
yang terjadi di Pati. Kenapa? Karena ada
begitu banyak loh daerah yang naik
PBB-nya sampai 1000% 700% tapi enggak
demo. Tapi dipati demo. Kenapa bisa? Lu
penasaran enggak? Apa iya karena ada
George Soros? Hm. Makanya jangan skip
video ini, Guys. Karena semua bermula
dari Pati. Kenapa rakyat Pati demo? Oke,
jadi teman-teman di sini ya lu
perhatikan ya pola demo Indonesia gelap
udah gagal dananya udah hangus karena
ketangkap di tengah jalan oligarki
Singapura lagi terkencing-kencing
duitnya bahkan bentar lagi di sita 11
triliun sudah ada di Kejaksaan. Terus
sekarang ada demonstrasi lagi. Apakah
ini faktor George Soros? Enggak juga.
Tapi yang sudah pasti George Soros pasti
investasi ketika negara melakukan
kesalahan-kesalahan dan kesalahan.
Karena ternyata pejabat di Indonesia
banyak yang enggak ada otak. Sama
seperti yang di Pati. Teman-teman tahu
kenapa alasan bupati-pati itu naikin
pajaknya sampai 250%. Emang ada ya
pejabat setol itu hal yang dibenci sama
rakyatnya namanya pajak. Dia naikin
tanpa pikir panjang. Dia naikin dengan
konsekuensi dia akan dilawan, dihina,
dicaci maki menambah haters-nya dan
dibenci sama konstituennya. Logikanya
kan enggak. Tapi dia lakukan itu dan
banyak daerah lakukan itu. Kenapa? Dan
ini udah dibantah sama pemerintah dan
gua akan bantah data pemerintah. So, lu
sabar lu harus lihat polanya kenapa PTI
itu demo karena naik 250%. Nah,
teman-teman tahu kenapa naik 250%?
Karena ternyata APBD Pati sama seperti
APBD Indonesia. Bukan cuan, tapi
defisit. So, kenapa bisa defisit? APBD
Pati itu 2,8 triliun.
Dan sama seperti daerah-daerah lain di
Indonesia yang bodoh dan tolol,
penerimaan daerah mereka cuma 2,8
triliun,
tetapi pengeluarannya 2,9 triliun. Minus
dia hampir R miliar kan enggak ada otak.
Karena dia minus, dia terpaksa harus
cari sumber penghasilan lain.
Teman-teman tahu banyak daerah di
Indonesia itu tidak layak menjadi daerah
karena selalu minus-minus, rugi, rugi,
dan rugi. Karena kalau lu lihat korupsi
yang terjadi di tingkat pusat,
percayalah korupsi di tingkat daerah itu
lebih parah lagi. Tapi enggak
kedengaran. Karena KPK tidak punya kaki
tangan sampai ke desa, kelurahan,
kabupaten, enggak. Dan di Pati pun sama
bodohnya dari 2,8 triliun dan ini sama
seperti daerah-daerah lain yang di
Indonesia. Mayoritas 2,8 triliun itu
ternyata 80%
dari transfer pusat ke daerah yang
namanya dana TKD.
Ini 80% sumber penghasilan di daerah.
Jadi 80% itu dari transfer pusat ke
daerah yang namanya TKD. Ini isinya apa?
Ada dana alokasi umum, dana alokasi
khusus, dana odsus, bahkan dana
keistimewaan kayak Yogyakarta terima 1
triliun setahun dari langit 1 triliun.
Gila. Tapi ya itulah Indonesia mayoritas
dana buat pembangunan di daerah belanja
mereka ternyata dari sumbernya dari
transfer pemerintah pusat ke daerah.
Dalam kasus Pati dana transfer dari
pusat ke daerah itu 2,3 triliun.
Gila, Guys. 2,3 triliun.
Jadi kabupaten hari ini yang namanya
Pati ada karena belas kasihan ini
pemerintah pusat 2,3 triliun. Sisanya
dari mana? Dia punya duit dari PAD.
Pendapatan asli daerah isinya apa? Ya
mayoritas ngandelin PBB, pajak bumi dan
bangunan, atau PKB, pajak kendaraan
bermotor.
Udah sisanya ada lagi enggak? ada
pendapatan lain-lain kecil-kecillah
retribusi segala macam. Tapi ini enggak
penting.
Pertanyaannya, TKD enggak bisa lagi
diandalkan oleh banyak kabupaten, kota,
provinsi di Indonesia karena kondisi
negara itu defisit. So, mereka enggak
bisa mengandalkan 2,3 triliun itu lagi
akan berkurang. Padahal negara Pati yang
brilian ini penghasilannya 2,8 triliun,
pengeluarannya
2,9 triliun.
minus. So, apa yang mereka lakukan?
Ngarapin dari pusat enggak bisa. Lu tahu
pemerintah defisit anggaran. Apa yang
dia bisa lakukan? Karena juga pemerintah
daerah ini enggak ada otak ya. Yang dia
bisa lakukan adalah oke, gua enggak bisa
bikin Disneyland kayak Benix di Bangka
Belitung. Gua enggak berani bikin kasino
kayak Benix mau buka kasino. Apa yang
dia lakukan? Dia tidak punya pemikiran
kreatif selain ya udahlah yang ada aja
kita naikin. PKB bisa enggak dia naikin
pajak kendaraan bermotor? Masalahnya
penjualan mobil sama motor bukan
meningkat tapi berkurang, Guys.
Indonesia lagi krisis duit. So, yang dia
bisa lakukan
adalah naikin PBB.
Kenapa dia naikin PBB? Karena dana dari
transfer pusat ke daerah yang selama ini
menjadi tulang punggung daerah-daerah di
Indonesia yang tidak kompeten bukan naik
tapi tambah turun. Kalau ini kantor
cabang ya, perusahaan swasta ya. Tahun
ini rugi berapa, Pak? 70 M. Tahun depan
rugi berapa? 100 M. Tahun depan legi
berapa? 300 m logikanya sudah harus
ditutup tuh. Tapi ternyata dalam
pemerintahan kabupaten, kota, daerah
kita yang enggak enggak ada otak itu
mayoritas dibiarin aja berulang-ulang.
Pengeluaran-pengeluaran yang tidak
jelas, korupsi-korupsi tidak bongkar
pasang trioto
gua. Ke mana pun daerahnya, ke
Kalimantan, ke Sumatera, ke Sulawesi,
bongkar pasang trotoar yang sama di
jalan yang sama bisa berulang-ulang
kalau perlu setahun tujuh kali. Setahun
tujuh kali bongkar pasang. Itu kan gila
enggak ada kreatifnya nih pemerintah
daerah. So, transfer pusat ke daerah
berkurang, Guys. Mereka terpaksa naikin
PBB. Dan ketika PBB naik, apa yang
terjadi? Rakyat berontak dan marah. Dan
ini ternyata bergulir seperti bola salju
dari daerah kemudian ke pusat. Nah, yang
lucunya ya pemerintah pusat itu bilang
ini enggak ada hubungannya dengan
penghematan anggaran. Padahal kalau lu
lihat di layar kaca bahwa betul terjadi
penghematan anggaran. Disunat anggaran
transfer dari pusat ke daerah.
Jumlahnya juga enggak main-main sampai
50 triliun. Tapi satu hal yang gua mau
bilang memang Hasan Habis ngacau di situ
dia bilang apa? Enggak ada tuh enggak
ada hubungan transfer pusat ke daerah.
Enggak. Memang disunat fakta. Kenapa
lagi bilang enggak? Itu data bisa
dilihat publik. Aneh asli aneh banget.
Tapi ya udah yang harus dilakukan adalah
dikomunikasikan sama publik. Kenapa? TKD
ini transfer pusat ke daerah berkurang
sehingga banyak daerah terpaksa harus
naikin PBB. Ada yang sampai 1000% Jember
naik, Cirebon naik. Kenapa? Lu harus
cari tahu kenapa mereka terpaksa naikin
PBB-nya, pajak bumi dan bangunannya. Oh,
karena transfer pusat ke daerah
berkurang. Kenapa transfer dari pusat ke
daerah berkurang? Jangan-jangan ada
masalah dengan keuangan di level pusat.
Tapi sebelum kita bahas ke situ, Guys,
gua mau kasih tahu bahwa masalah ini ya
bukan kasti. Enggak. Gua udah pernah
bilang sama lu, ada daerah di Indonesia,
lu bayangin APBD-nya R triliun 850
miliar habis sudah buat gaji PNS-nya,
operasional PNS-nya, meeting di sana
sini, hotel enggak jelas, gaji PNS, beli
pulsa, bayar listrik, udah habis aja
buat operasional PNS. Padahal PNS-nya
cuma ada 6.000 orang. Dana Riliun 85%
alias R850 miliar habis untuk
operasional PNS. Sadis. PNS-nya cuma
6.000 orang. Yang buat rakyatnya sisanya
15% 150 M. Rakyatnya ada 300.000 orang.
Jadi lu bayangin ya 300.000 orang di
daerah itu cuma menikmati kue 150 M
dibagi-bagi ke 300.000 orang. PNS
menikmati 85%. Dan hari ini apa enggak
jadi apa-apa daerahnya stupid. Tapi itu
mayoritas di Indonesia. Karena porsi
APBD di tingkat nasional, data
membuktikan TKD-nya itu transfer pusat
ke daerah 80%. Sisanya 20% ya dari
pendapatan hasil daerah. Enggak seberapa
nyawanya di situ. Begituun spending-nya.
Spendingnya ya mayoritas buat
operasional. Sama juga 80% buat
operasional PNS sisanya buat rakyat.
Enggak fair itu. Enggak fair. Memang
memang di sini cita-cita yang paling
benar kalau lu jadi orang Indonesia jadi
PNS. Karena dia menikmati dana transfer
pusat ke daerah itu, dia menikmati APBD
paling banyak itu. Padahal jumlahnya
tidak sebanyak itu. Sedih enggak? Sedih.
Tapi kita harus kembali lagi ke sini,
Guys.
Kenapa Pati demo? Karena PBB-nya naik
250%. Kenapa PBB-nya naik 250%? Karena
dana transfer pusat ke daerah berkurang
2,3 triliun. Kenapa dana pusat ke daerah
berkurang 2,3 triliun? Karena ada yang
namanya efisiensi.
Kenapa pemerintah melakukan efisiensi?
Ini yang harus lu tanya, lu harus
kritis. Ya, gua enggak mengomentari soal
demo-demo hari-hari ini. Enggak, enggak.
Lu harus melihat di belakang layar itu
seperti apa, Guys. Kenapa pemerintah
harus efisiensi? Karena ternyata
penerimaan pajak, ingat ya, negara kita
ini bisa berjalan, jembatan bisa
dibangun, bandara mau kosong kayak
kuburan bisa ada karena lu bayar pajak.
Penerimaan pajak kita itu berkurang
drastis, Guys. Di bulan Mei 2024 kita
itu sudah dapat R60 triliun. Tapi Mei
2025 kita cuman punya 683 triliun.
Artinya apa? Penerimaan pajak itu
berkurang. Tapi kan penerimaan negara
bukan cuman pajak. Betul. Ada lagi
namanya PNBP, ada lagi namanya cukai dan
lain sebagainya. Kalau lu total ya pajak
dan PNBP, gua tambahin lagi di sini
totalnya nih sama PNBP
2024 tahun 2024 bulan Mei itu itu ada
111 triliun.
Jadi lu bayangin penerimaan pajak dan
PNBP penerimaan negara bukan pajak ini
royalti dari tambang dari CPO, sawit dan
sebagainya itu sudah sampai 1000 triliun
Mei 2024. Apa yang terjadi di Mei 2025
guys? Ternyata penerimaan kita hanya 871
triliun.
Makanya lu jangan heran ini ada selisih
nih. Yang satu R.000 triliun, yang satu
800 triliun. Negara penerimaannya
berkurang drastis. Jadi di sini terjawab
buat teman-teman, hello. Kenapa bupati
demo? Karena dia naikin pajak bumi dan
bangunan 250%. Banyak orang merasa
terbebani. Oke. Kenapa dia naikin 250%?
Karena penghasilan daerah yang selama
ini mengandalkan sumbangsi kasihan dari
pemerintah pusat berkurang karena
efisiensi yang dilakukan Sri Mulyani.
So, mereka dapat penghasilan dari mana
lagi? Naikin PBB. Tapi kenapa PBB ini
harus dinaikin? Ya, kenapa PBB harus
dinaikin? Ya, karena tadi transfer pusat
daerah berkurang. Kenapa transfer dari
pusat berkurang? Karena harus ada
efisiensi. Kenapa harus ada efisiensi?
Karena penerimaan negara
boncos.
Negara tahun lalu di bulan Mei aja bisa
dapat 1000 triliun. Hari ini negara cuma
bisa dapat 871 triliun. Sedih. Tapi lu
harus tahu.
Oh, karena negara tambah sedikit
penghasilannya. Kenapa? Ya, penerimaan
pajaknya berkurang. Memang rakyat tambah
kering. Enggak ada lagi yang bisa
disedot, ditarik. Kedua, PNBP-nya
penerimaan negara bukan pajaknya juga
berkurang sehingga totalnya pun jadi
berkurang. PNBP by the way itu isinya
tadi gua udah bilang royalty dari
tambang, dari batu bara dari nikel, dari
CPO sawit yang makin ke sini sering
banget didemo
sama budak-budak George Soros. Terlepas
dibilang itu nyata atau enggak. Faktanya
yang demo siapa? LSMLSM asing. Dana-dana
asing membiayai orang buat demo-demo di
batuara, demo-demo tambang, demo-demo di
hutan. Yang ujung-ujungnya apa? penerima
negara dari sektor itu berkurang dan
kita akan makin boncos. Bahaya enggak?
Bahaya. Tapi satu yang paling pasti
membahayakan karena sudah terbukti
berhasil ya mereka menekan kita,
menghancurkan PNBP kita sedemikian rupa
sehingga negara kita minus banyak
sehingga negara harus mengurangi
transfer ke daerah-daerah yang bodoh dan
tolol itu yang tidak bisa mengelola
daerahnya itu yang bisa cuma korup korup
korup korup korup di daerah. Padahal
kondisi fiskal kita juga tidak bagus.
Tetapi teman-teman di sini lu gua mau
kasih tahu hal yang paling penting.
Kenapa efisiensi itu wajib dilakukan?
Karena ketika penerimaan negara
berkurang, ada satu hal yang pasti harus
dibayar terus. Apa? Bunga hutang
Indonesia. Bunga hutang Indonesia ada di
titik tertinggi sepanjang sejarah. Tahun
2025 kita harus bayar bunga 550 triliun.
Gua ulangin, kita harus bayar bunga 550.
triliun.
Dari mana duitnya?
Dari mana duitnya? Dari mana duitnya?
Udah penerima negara berkurang, pajak
berkurang, PNBP berkurang, tambang
banyak diserang, sawit kita dibilang
tidak bagus, sawit kita dibilang merusak
lingkungan. Eh, pada saat yang sama lu
harus bayar hutang lagi R50 triliun.
Kondisi negara lagi enggak bagus. bunga
hutangnya 550 triliun. Gimana pemerintah
tidak terpaksa harus efisiensi, harus
mengurangi dana transfer ke daerah.
Akibatnya orang-orang di daerah naikin
pajak bersama-sama dan rakyat tidak
dikasih informasi yang jelas sehingga
dia menyerang pemerintahan. Memang
korosisi pemerintahan juga enggak baik.
Lagi lengah, jumawah, sombong, bikin
pernyataan-pernyataan yang bodoh.
Padahal pejabatnya juga bodoh.
Korupsi di mana-mana. Dan sampai hari
ini kita enggak ada lihat koruptor diiku
mati
berat. Yang ada apa? Ojol dilindar
sampai mati. Itu kan enggak benar. Tapi
satu yang pasti, Guys. Lu harus tahu
kenapa kita harus efisiensi anggaran
sehingga kemudian dana transfer
dipotong. Karena kita bayar hutang R50
triliun bunganya doang.
Ini cuman bunga.
Bunga. Dan lu tahu berapa pokok utang
yang harus dibayar? R9.000. R000
triliun.
1 Januari 2025 pokok hutang Indonesia
itu sudah lebih dari 9.000 triliun. Nah,
pertanyaannya dan ini yang gua bilang
ya, lu harus hati-hati penguasa kita
hari ini. Lu harus hati-hati karena lu
lagi masuk jebakan Batman. Pertanyaannya
lu sadar enggak jebakan ini? Kenapa?
Terlepas dari demo-demo yang terjadi itu
natural atau tidak natural dibayar atau
tidak bayar, ada asing atau enggak?
Menurut lu logis enggak? Setahu gua
Prabowo baru naik nih. Setahu gua ya dia
bukan berkuasa udah berpuluh-puluh
tahun. Enggak. Dia baru naik nih. Logis
enggak? Mungkin enggak sih Prabowo
ngutang 9.000 triliun? Logis enggak?
Logis enggak sih? Dia baru berkuasa baru
naik bayar bunga R50 triliun. Padahal
baru naik loh. Coba lu pikir enggak
mungkin orang baru berkuasa kok
tiba-tiba bisa bawa negara kita hutang
9.000 triliun. Itu enggak mungkin. Di
era SBY hutang Indonesia cuma R.000
triliun kok di era Prabowo dia baru naik
utang negara 9.000 triliun dan dia harus
bayar bunga 550 triliun tahun ini.
Karena setahu gua nih, coba kasih tahu
kalau gua salah ya. Setahu gua
separah-paranya menterinya Prabowo nih
yang banyak yang enggak pakai otak dan
enggak ada otak. Setahu gua bukan
Prabowo yang punya ide bangun ibu kota
di planet Neptunus yang enggak ada
manusianya, yang susah diakses, yang
apa-apa mahal, manusia tidak layak dan
tidak bisa hidup di planet Neptunus
karena tidak ada oksigen. Atau gua rasa
sepertinya bukan pemerintah sekarang
atau partai yang sekarang berkuasa yang
punya ide brilian. Bangun bandara
kosong, bangun kereta cepat dari
Indonesia ke bulan. Setahu gua bukan
pemerintahan yang sekarang. Gua bukan
bazar pemerintah. Enggak. Pemerintah
enggak sanggup bayar gua. Enggak. Tapi
kalau lu pikir pakai akal dan hati
nurani, utang kita 9.000 triliun, beban
bunga 550 triliun, pendapatan kita
berkurang drastis karena harus bayar
hutang. Menurut lu siapa yang membawa
negara kita ke posisi yang sangat rendah
hari ini? Siapa? Ya, coba lu pikir. Dan
ini gua mau kasih refleksi buat
teman-teman yang demonstrasi gua. setuju
sama lu bahwa negara kita ini harus
banyak dikritik. Itu gua setuju. Gua
setuju banyak pejabat kita ngaco. Gua
setuju anggota DPR kita banyak yang
enggak pakai otak juga banyak. Kalau dia
punya otak, dia enggak mau jadi anggota
DPR lah. Gajinya cuma segitu. Cuman yang
gua enggak habis pikir adalah begitu
banyak orang-orang yang salah kaprah.
Ingat ya, kita enggak mengomentari soal
demonstrasi itu seperti apa, tapi gua
mau membawa lu dengan akal sehat. Kenapa
ada demonstrasi di Pati? Karena ada
pajak bumi dan bangunan naik 250%.
Kenapa harus naik 250%? Karena dana
transfer pusat ke daerah dikurangin sama
Sri Mulyani, disunat dan itu adalah
tulang punggung pembangunan daerah.
Ingat, APBD nyawanya 80% ada di transfer
pusat ke daerah. Tapi ini sudah
berkurang dana transfer pusat ke daerah.
Kenapa? Karena ada efisiensi. Kenapa ada
efisiensi pengurangan dana buat transfer
pusat ke daerah? Karena penerimaan pajak
negara berkurang. Kenapa penerimaan
negara berkurang?
Hello combro buat bayar bunga aja kita
udah megap-megap R50 triliun loh pokok
hutangnya 9.000 triliun loh. Coba lu
pikir siapa yang ngutang itu dan apakah
Prabowo itu cuma jadi tukang cuci piring
dan dia dijebak. Ingat loh dijebak
kata-kata gua itu spesifik. Dijebak.
Kenapa dijebak? Prabow hati-hati yang
membikin lu nyungsep hari ini adalah
orang-orang yang lu kira kawan lu, yang
lu kira adalah peduli sama bangsa negara
ini. Hello. Enggak. Faktanya apa? Ada
organisasi ormas pengusaha di palak
sudah jelas projject strategis negara
Candra Asri 5 triliun dia palak. Kok
dibiarkan sih? Ormas-ormas ini dibiarkan
meres pengusaha, meres investor.
Takutlah orang investasi di Indonesia.
Belum itu selesai, pabrik BYD di Subang
didatangin preman dibiarin aja. 11
triliun nilai investasinya. Ngeri
enggak? Lebih gila lagi di Jawa Tengah
nih ada daerah ada investor mau bikin
peternakan babi 30 triliun ditolak juga.
Hello. Gila pusing gua negara kita
katanya kurang duit tapi preman di
mana-mana. yang pakai seragam, yang
enggak pakai seragam, yang pakai baju
semua kalau bisa dipalak, ditekan,
diinjak pengusaha itu dihabisin.
Padahal katanya kita butuh investasi
asing. Bahkan fresh from the oven ya.
Ini di kontan lu bisa lihat ada
investasi dari investor dari Korea 30
triliun mau invest ke Sydney. Takut juga
terhambat gara-gara diganggu ormas. Heh,
ini negara preman apa negara hukum?
Hati-hati nih. Dan makin ke sini lu akan
makin lihat ya apa yang dibilang Sunzu
itu benar. Kesalahan demi kesalahan demi
kesalahan demi kesalahan terus
dilakukan.
Bukannya diop, bukannya dikasih contoh
yang baik, bukannya dipenjara
koruptor-koruptor itu, tukang-tukang
palak itu diberantas, tapi kok
dibiarkan. Ini sayang banget sih, sayang
banget. Gua jujur sangat menyayangkan
ini, Guys. Tapi satu hal yang pasti ini
semua tentu harus ada yang ambil cuan.
Menurut lu siapa yang diuntungkan?
Ketika situasi sudah seperti ini? ya
akan banyak orang yang mau ambil untung.
Jujur aja ingat, setiap kekacauan selalu
ada opportunity.
Setiap
selalu ada peluang. Ya, kita kemarin
sudah jelas Indonesia gelap, penyandang
dananya adalah oligarki Singapura. Dan
di demonstrasi kali ini ya enggak peduli
ya, sebetulnya ada banyak juga di sini.
Kita lihat ada oligarki. Singapura juga
bermain, Malaysia juga bermain, negara
asing juga bermain, oligarki dalam
negeri juga bermain. Karena kalau lu
pakai akal sehat, paling enak namanya
kita investor ya kalau investasi saham,
saham yang paling gampang digoreng itu
saham yang fundamentalnya bagus atau
yang fundamentalnya jelek? Ya yang
fundamentalnya jelek, perusahaan yang
fundamentalnya jelek, GCG-nya buruk, itu
paling gampang diutak-atik, paling
gampang diadu domba, paling gampang
digoreng. Begituun negara negara yang
paling gampang digoreng ya negara yang
GCG-nya tidak baik, GCG-nya enggak
bagus. Dan sekarang lu tahu kenapa
sekarang ada banyak oligarki yang mau
ikut ambil bagian dalam kehancuran ini?
Ya, karena mereka juga sakit hati selama
ini bisa jadi mafia minyak di Singapura.
Eh, diberantas
marah marah bisnisnya triliunan, kaya
sekali. Sekarang diutak-atik gimana
enggak marah. Di saat yang sama, negara
juga salah melakukan berbagai
perhitungan. Keluarin Patriot bond 2%
bunga. Pengusaha oligarki dianggap
sebagai badan amal. Harus nabung 2% per
bulan. Buat apa? Ya karena ini membela
negara. Hello. Oligarki suruh kasih duit
R triliun. Kasih enggak dia kasih di
belakang layar apa? Sakit hati.
Tiba-tiba ada yang datang, "Bro, modalin
gua dong buat demonstrasi 500 M. Mau
enggak lu?" 500 M cuman 1% dari R
triliun. duit kecil itu kasih ambil
untung. Jadi begitu banyak yang
dirugikan sehingga mereka akan coba
ambil peluang dari sini karena sakit
hati. Oligarki dalam negeri, oligarki
Singapura, bahkan sampai level negara
ya, Malaysia dan Norwegia ya, khususnya
Norwegia. Teman-teman sekali lagi gua
mau bilang lu harus renungkan ya.
Apalagi yang bilang kemarin mau bubarkan
DPR, bubarkan DPR. Coba lu tanya lagi
setelah bubar DPR apa yang terjadi? Lu
bikin dihukum mereka, lu pengin diganti,
oligarki tinggal pasang buka baru.
Ingat, biaya politik di Indonesia mahal.
Ujung-ujungnya orang yang calon DPR,
calon parlemen cari sponsor, cari
pemodal, calon bupati cari modal ke
mana? Ke oligarki. Duit kecil itu. Oke,
lu mau butuh modal kambanynya berapa? 40
emang gua kasih. Tapi gua dapat apa? Oh,
lu dapat konsesi tambang di daerah gua.
Oh, lu dapat undang-undang ini nanti.
Oh, lu dapat Perda ini nanti. Gampang.
Ujung-ujungnya apa? oligarki lagi.
Karena mau lu tahun '98, mau lu tahun
2025, yang lu lakukan, lu tuh cuma
surice level. Lu cuma ganti kulitnya,
tapi dalamnya lu enggak ikut perbaikin.
Akibatnya apa? Cuma ganti casing dan ini
akan terulang lagi. Akan terulang lagi
dan makin parah karena pemainnya
macam-macam. Teman-teman jangan lupa
ketika negara keos yang ambil untung itu
banyak loh. Even negara lainnya. Ini di
level pengusaha aja orang bersaing. Di
level negara orang juga bersaing. Lu
lupa ya ketika Indonesia tahun 2002 ada
bom di Bali, ada bom di Jew Mariot
sampai berkali-kali. Lu pernah pikir
enggak yang lakukan itu siapa? Ternyata
setelah dicek KTP-nya orang yang diri
antek-nya adalah ketuanya adalah orang
Malaysia. Nurdin Mtop. Dr. Azari. Lu
kira itu orang Indonesia? No. Orang
Malaysia. Dan teman-teman tahu apa yang
terjadi setelah bom Bali meledak? Panen
raya. Banyak investor dari Indonesia
pindah ke Malaysia. Banyak wisatawan
yang tadinya mau liburan ke Indonesia
pindah berwisata ke Malaysia karena dia
lagi kampanye Malaysia Trilly Asia. Dan
data menunjukkan banyak perusahaan asing
sampai orang Jepang ketakutan. Lu tahu
ya Sony itu tadinya mau investasi
triliunan di tahun 2002. Bom meledak.
Apa yang terjadi? Dia buka pabrik. Dan
lu tahu di mana buka pabrik? Di
Malaysia.
Dan ini adalah fakta. So, kalau ditanya
teman-teman menyikapi demonstrasi yang
terjadi belakangan ini hari-hari ini, lu
harus mau lihat dan mau kritis
sebenarnya siapa yang di belakangnya.
Apakah geng Norwegia karena dia yang
diuntungkan, apakah geng Malaysia,
apakah geng Singapura. Satu yang pasti
ingat, tidak ada makan siang gratis. Gua
respect sama teman-teman yang
demonstrasi, tapi lu harus tahu begitu
anggota DPR lu bilang ganti atau pecat
atau hukum mati, lu cuma ganti orang
baru yang ujung-ujungnya sama juga
dimiliki oleh oligarki yang sama juga.
Ujung-ujungnya mungkin dia jadi budaknya
Singapura, ada budaknya Malaysia atau
budaknya George Soros. Lu cuma ganti
casing. Oh, kalau gitu bubarin aja
semuanya. Iya, bubarin aja semuanya dan
lu harus siap. Kalau dibubarin semuanya,
DPR dibubarkan terus next siapa lu mau
minta? DPR jatuh. Lu harus pikir ya Kon
itu duitnya paling berapa sih? Enggak
ada 1 triliun nava urbah, enggak ada 2
triliun, rumah aja masih ngontrak.
Mereka semua itu cuma karyawan, Guys.
Anggota DPR itu cuma karyawan yang
menjalankan kepentingan orang yang di
atasnya. Dan orang yang di atasnya
siapa? Yah, terima duit juga dari
oligarki. Fakta. So, lu kira si Saroni e
duitnya miliaran udah gede enggak, Bro?
Masih kecil. Ada yang lebih gede lagi
namanya oligarki.
Siapapun orang yang lu pilih tinggal dia
peliharaan siapa. Oligarki A, B, C, atau
D. Tapi ya udah lu pengin bubarin DPR.
Gua sih ya lu sudah tahulah Indonesia
ini lebih cocok multi atau satu partai.
Kalau kita lihat ya negara-negara di
dunia level dunia yang berani melawan
Amerika Serikat dan sekarang posisinya
juga negara terhebat dan terbesar di
dunia. Salah satunya adalah China. Dia
bukan negara dengan sistem multiwa
ke level yang lebih kecil, Asia
Tenggara. negara yang dengan pertumbuhan
ekonomi terbesar saat ini. Bukan negara
dengan sistem multiartai, tapi negara
dengan sistem satu partai yang namanya
Vietnam.
So, kalau teman-teman mau bubarin
Indonesia, lu sudah siap dengan sistem
itu, satu partai atau sistem tanpa
parlemen, kita kembali ke kerajaan. Oke,
sudah yakin lu dengan itu. Dan next yang
dilakukan adalah apa? Ya, mungkin
setelah lu terpuaskan nafsu dahaga lu
menyala-nyalahin anggota DPR yang
sebetulnya cuman karyawan. Mereka cuma
tools, alat, Bro. Mereka enggak punya
independensi. Lu mau singkirkan mereka
dan diwujudkan mimpi lu. DPR ditutup.
Terus next apa? Prabowo. Lu mau suruh
turun? Prabowo jatuh digulingkan, lu
udah siap geng Norwegia yang naik. Coba
lu pikir dan buat pemimpin republik ini
hati-hati dengan jebakan yang dibuat
oleh karyawan lu sendiri. Karena yang
namanya program efisiensi ini yang
dibuat oleh Sri Mulyani dengan dasar
hukum Peraturan Menteri Keuangan Nomor
56 tahun 2025. Ingat ya itu lu harus
tahu loh. Jangan-jangan itu
konstitusional. So, buat partai-partai
kiri, partai-partai yang mau goreng isu
ini dan bagus nih Prabowo juga naruhnya
di sebelah kiri dia ya, lu sudah ngerti
lu masih ada peluru karena Prabowo
lagi-lagi kena tipu. Bagaimana mungkin
Undang-Undang APBN 2025 itu mereka sudah
ng-set bahwa dana transfer ke daerah itu
sebetulnya sudah ditentukan sama
Undang-Undang APBN 2025 itu nilainya
R919 triliun.
Tapi bagaimana undang-undang yang dibuat
oleh wakil rakyat kita yang memiliki
suara hak kita dengan undang-undang yang
sah 919 triliun dibatalkan
dengan alasan efisiensi menggunakan
dasar hukum. Ini undang-undang loh.
Dibatalkan
menggunakan peraturan menteri keuangan
sehingga disunat dari R919 triliun turun
menjadi 869
triliun.
Ini levelnya peraturan Menteri Keuangan.
Ini levelnya undang-undang. Bagaimana
ceritanya? Katanya negara Indonesia
berdasarkan hukum menurut Undang-Undang
Dasar 1945.
Katanya kita negara hukum. Sudah jelas
paling tinggi itu adalah Undang-Undang
Dasar 1945.
Di bawahnya apa? Ya, di situ ada tab MPR
yang walaupun sekarang sudah jarang
dipakai. Di bawahnya lagi apa? Ada
undang-undang yang setara dengan Perpu.
Di bawah undang-undang dengan Perpu ada
PP. Di bawahnya ada lagi ada peraturan
presiden. Di bawahnya ada lagi Perda,
peraturan daerah, peraturan kabupaten,
kota. Tapi yang gua mau bilang adalah
Undang-Undang Dasar 1945 turunannya itu
adalah undang-undang dibuat bersama-sama
antara eksekutif presiden kita yang kita
pilih dengan wakil rakyat yang kita
pilih. Mereka bikin undang-undang, bikin
APBN kita di tengah jalan disunat oleh
peraturan menteri keuangan. Apa bisa?
Apa logis ini negara hukum apa negara
apa sih? Kok bisa-bisanya undang-undang
yang dibikin wakil rakyat kita tiba-tiba
disunat nih transfer ke daerahnya. Dana
transfer itu dari R900 triliun menjadi
R800 triliun. Cuma dengan bermodalkan
peraturan Menteri Keuangan. Apa ini
legal? Hei, jangan-jangan ini bom waktu
juga. Sebagaimana hutang R50 triliun
jebakan maut dengan pokok hutang 9.000
triliun dan sekarang dengan PMK yang
tidak legal. Enggak bisa. Masa peraturan
selevel menteri bisa membatalkan
undang-undang yang dibuat oleh wakil
rakyat kita? Enggak bisa. Undang-undang
harusnya dibatalkan dengan undang-undang
juga setingkat atau undang-undang
dibatalkan dengan Perpu. Peraturan
pemerintah pengganti undang-undang.
Indonesia lagi dalam keadaan terdesak.
defisit ini gawat bikin Perpu. Tapi
landasan yang inkonstitusional ini
hati-hati ini jebakan maut yang diset
sama karyawan Prabowo. Bodoh. Tapi gua
bisa akui gua bisa maafkan Prabowo bukan
sarjana hukum. Tapi at least dia punya
karyawan yang lain bisa ingetin dong.
Hei lagi dijebak lu. Kok bisa-bisanya
undang-undang dibatalin sama peraturan
menteri? Hebat amat. Ada gitu menteri
lebih hebat dari institusi negara yang
namanya Dewan Perwakilan Rakyat. Hm,
menarik nih. Karena seharusnya Prabowo
bisa mencontoh dari kehebatan Presiden
Jokowi. Jokowi ketika menghadapi situasi
yang sama, APBN minus, kondisi negara
darurat, penerimaan negara berkurang di
tahun 2020 yang dia lakukan karena ada
pandemi Covid-19,
undang-undang APBN kita harus dirubah.
Tapi dia pintar, dia tahu, dia
menghargai konstitusi. So, undang-undang
mengenai APBN 2020 dia rubah dengan
Perpu nomor 1 tahun 2020. Setingkat nih,
konstitusional,
elegan. Tapi kalau kita lihat yang hari
ini kok aneh. Undang-undang yang dibuat
oleh parlemen yang kita pilih
bisa-bisanya dirubah sama menteri yang
gua enggak pilih. Aneh. Undang-undang
APBN itu mengikat kita semua. Berapa
pajak yang mau ditarik oleh negara?
Berapa dana yang mau disalurkan buat
memberi makan rakyat kita? Itu dibuat
oleh orang-orang yang kita pilih. Ini
mengenai keuangan kita semua. Ibu rumah
tangga, teman-teman tukang ojek. Itu
harus dibuat sama wakil rakyat yang kita
pilih. Enggak peduli seberapa hancurnya
mereka ya. Tapi ya secara sah
konstitusional itu harus dibuat
bersama-sama. Tapi ternyata itu
dibatalkan sama karyawannya Prabowo
menggunakan instrumen peraturan menteri
yang levelnya jauh di bawah
undang-undang. Kok bisa? Akibatnya apa?
Dana transfer dari pusat ke daerah
berkurang tersunat. Karena dana ada
transfer dari pusat ke daerah tersunat,
banyak daerah yang terpaksa menaikkan
PAD-nya lalu PBB memeras rakyatnya
sendiri ratusan ribuan persen. Dan
ujung-ujungnya dia didemo bukan karena
kehendak dia. Kalau gua jadi bupati gua
enggak sebodoh itu juga. Mau naikin cari
musuh ya sama rakyat sendiri naikin
pajak beratus-ratus% enggak bakal mau.
Tapi dia terpaksa lakukan itu karena
dana transfernya disunat. Hati-hati ini
bom waktu. Hati-hati karena kita
sekarang mau lihat negara kita tambah
hebat, tambah bagus. Buktikan dong mulai
dari hal yang paling gampang. Uku mati
koruptor. Buktikan dong berani enggak?
Ada enggak pecat orang yang terlibat
dalam pembunuhan demonstran Avian
Kurniawan itu? Iya dong. Berani dong
sampai struktur tertingginya lu pecat.
Berani enggak? Kalau enggak ya
ujung-ujungnya ya negara Indonesia ya
begini-begini aja. Tapi satu yang pas si
Indonesia sebenarnya enggak peduli sih.
Rakyat Indonesia gua yakin enggak
peduli. Kita sistem single partai,
multiartai yang mereka pengin apa?
Pemerintahan yang profesional, yang
bersih, yang tidak korupsi, yang tidak
ada KKN dan itu apa bisa diwujudkan? Dan
gua yakin ya kalau Prabowo berani
wujudkan itu, buktikan aja dia berani
berantas koruptor, dia berani melawan
ketidakadilan, ya gua yakin kita semua
akan dukung dia. Even Indonesia menuju
negara dengan satu partai seperti si
Jimping, PKC di China, gua dukung terus
terang, gua sudah berulang kali nyatakan
di channel ini, negara Indonesia tidak
cocok dengan sistem multi
dengan demonstran kalau lu mau bubarkan
DPR, lu mawujudkan cita-cita gua. Tapi
satu yang pasti, lu sudah siap belum
dipimpin oleh satu orang. Dan kalau satu
orang ini juga enggak cocok untuk jadi
pemimpin diktator yang kita inginkan, lu
sudah siap kalau geng Norwegia juga yang
menang. Dan menurut lu sebetulnya siapa
sih yang membawa negara kita dalam
posisi sulit hari ini sehingga
pemerintahan tidak bisa bergerak dengan
utang R50 triliun jumbo bunganya doang?
Pokok utangnya 9.000 triliun. Siapa ya?
Coba lu pikir atau lu penasaran ya?
Langsung kita bongkar aja. Siapa sih
pemain-pemain itu? Geng Singapura, geng
Malaysia, geng Norwegia, dan para
oligarki lokal yang ikut bermain dalam
kerusuhan ini. Lu penasaran enggak kalau
kita bikin videonya di part 2? Kalau lu
setuju, segera like video ini. Begitu
mencapai 24.000 like, kita bongkar
tuntas
para pemain di belakang demonstrasi ini.
Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat. Salam cuan. Bye bye.
[Musik]