Rp 114 TRILLION FOR THE NEW FINANCE MINISTER PURBAYA | SRI MULYANI WILL UNDERSTAND!?
A2wh0w4wu_Q • 2025-09-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Good News Indonesia. Ada kabar baik luar biasa yang gua yakin sangat disukai oleh para oligarki yang hobinya berbisnis asap rokok. bahwa akhirnya ya e Menteri kesayangan sekaligus SPG Bank Dunia sales-sales kredit-kredit perbankan yang sama-sama noranya dengan kalau lu pergi ke suatu mall di Indonesia lu ditawarin terus Pak buka kartu kredit Pak buka kartu cuman ini skala salesman kelas dunia lengser juga guys jadi ini udah berita yang mungkin udah lama-lama dinantikan ya oleh 280 juta rakyat Indonesia jadi salah satu hal yang mengejutkan dan sebetulnya kalau gua sendiri gua enggak kaget karena udah Dari lama gua bilang kita itu butuh inovasi. Kita itu butuh darah baru, darah segar. Kenapa kita selalu maunya dipimpin oleh akibatnya apa? Dikit-dikit negara enggak ada duit ngutang. Negara pengin bangun jembatan ngutang. Negara pengin bikin ibu kota di planet Mars enggak ada oksigennya, Pak. Orang kan enggak bisa itu. Bodo amat. Yang penting modalnya ngutang. Negara mau bikin bandara bikinnya di mana, Pak? Di ujung gunung. Loh, siapa yang naik nanti panggwau ada urusannya. Yang penting modalnya ngutang. Dikit-dikit ngutang dikit-dikit ngutang. Jadi betul-betul manusia paling kreatif di dunia ini gitu kan. Seolah-olah solusi yang ada dari setiap permasalahan di Indonesia itu adalah hanya utang-hutang dan ngutang. Ee selain ngutang apaalagi yang bisa dia lakukan ya? Ee tarik pajak. Negara mau bikin jalan enggak ada duit pajak. Orang pengin cepat mati ngerokok sana sini makin sulit. Kenapa? Karena pajak cukainya naik. Jadi orang mau mati aja dipersulit, Guys. Nah, satu hal yang menarik lagi ya ketika hari ini kita lihat kita sudah ganti menteri, gua mau kasih hadiah nih. Hadiah yang luar biasa buat menteri yang baru. Hadiah gua luar biasa. karena nilainya 120 triliun. But anyway, udahlah guys, lupakanlah muka lama ya. Sekarang kita masuk ke era baru. Semoga bisa memberikan warna baru. Dari yang gua lihat, menteri yang baru ini juga udah pernah gua bikin videonya review ya. Kayaknya memberikan warna yang beda nih. Menteri yang baru nih lebih nyablak, Guys. Gua suka lah. E lebih nyablak. Masalah dia error atau enggak error ya itu kita lihat aja nanti belakangan. Tapi satu hal yang gua mau kasih tahu dengan menteri yang baru ini, dia punya gelar dari Burdu University Amerika Serikat. Dan seperti yang lu tahu ya, di Indonesia lu kalau mau jadi menteri olahraga background lu apa? Pertambangan ahli gempa bumi. Gitu kan lu kalau mau jadi menteri perekonomian gelar lu apa logikanya? Ya kalau di luar negeri kayaknya logikanya menteri ekonomi, background-nya ekonomi. Tapi kita memang negara ajaib. Kazakstan menteri ekonomi kita ternyata dari sarjana teknik elektro. Bagus biar dia bisa setrum koruptor-koruptor yang ada di kementeriannya. Jadi, gua rasa produk utama yang dia akan ciptakan adalah kursi listrik, Guys. Kita berdoa ya sama-sama. Semoga akhirnya ada insinyur dari ITB bisa menemukan kursi listrik untuk memberantas ya koruptor-koruptor yang ada di Bea Cukai, pajak, Kementerian Keuangan yang menurut gua udah harus dibersihkan. Apa yang menarik dari sini menurut gua karena dia punya background market, dia pernah kerja di Danaxa. Jadi, teman-teman yang belum tahu background-nya ya gua bacain aja di sini. Dia pernah kerja di Danaxa dari tahun 2000 sampai kemudian dia didireksi di tahun 2015. Habis itu dia jadi staf khusus bidang ekonomi Kemenko Pol Hukam tahun 2015 sampai 2016. Terus menjadi deputi bidang koordinasi kedaulatan maritim dan energi di Kemenko Kemaritiman. Dan ini panjang banget guys. 2018 sampai 2020. Ini orang udah pingsan duluan baru selesai maraton baca ini kan. Lalu menjadi ketua dewan komisioner LPS 2020 sampai 2025. Menarik karena di sini enggak ada situasi yang cukup sulit. Enggak ada bank yang juga bisa menciptakan kehancuran sistemik. Jadi enak nih LPS kerjaannya cuma nagi-nagi duit setoran dari bank-bank aja nih. Nih kerjaan paling enak ya di LPS. Baru kemudian 2025 dia jadi Menteri Keuangan. Nah, satu hal yang menarik ee gua mau kasih giveaway guys ini khusus buat menteri baru menyambut menteri baru dan dia katanya punya program dia enggak setuju dengan pajakpajak pajakpajak. Jadi ada sebuah komentar dia lihat ditanya sama wartawan strateginya gimana? Ya, dia salah satunya dia tidak setuju menaikkan pajak-pajak serampangan lah seperti para pendahulunya yang hobinya jualan utang. Mungkin ada kickback kali dari situ ya. Gua enggak tahu ya. Soalnya teman gua jadi sales bank kalau jualan kartu kredit dapat komisi tuh. Nah, kalau jualan kredit dari Bank Dunia sama IMF menurut lu dapat komisi enggak ya? Well, anyway gua punya hadiah khusus nih buat Menteri Purbaya Yudi Sadewa, menteri keuangan kita yang baru. Jarang-jarang loh bandings itu baik loh sama pejabat di negeri ini yang ada gua kritik aja terus habis-habisan. Tapi khusus menteri keuangan yang baru nih, karena gua suka nih orangnya nyablak nih. Gua mau kasih lu hadiah spesial duit 114 triliun dan kalau lu penasaran giveaway benix senilai 114 triliun hadiah khusus buat menteri Sadewo. Jangan dikip video ini. Let's check this. So, teman-teman, gua punya hadiah spesial khusus menteri yang baru. Gua kasih giveaway duit R114 triliun nih. Dan ini betul-betul sangat simpel. Negara lagi butuh duit. Gua kasih lu buah pikiran Benix untuk membantu meringankan keuangan negara. Lu tahu ya? Benix itu orang yang sangat baik, rendah hati, dan senang berbagi. Nah, ini bentuk sedekah gua buat negara ya, Teman-teman. Tahu Indonesia itu terdesak nih APBN kita karena habis duit kita buat subsidi BBM. Nilainya ratusan triliun setiap tahunnya. Gini, gua kasih tahu perhitungannya. Lu tahu enggak satu mobil di Indonesia itu setiap tahunnya itu menghabiskan jatah ya, subsidi itu hampir 3,4 juta per tahunnya. Hitungannya dari mana? Satu mobil itu bisa jalan 20.000 km dalam 1 tahun. Nah, untuk 20.000 km itu dia akan isi bensin 2.000 L. Karena 1 lit bensin di mobil CTIC rata-rata aja 10 L lah. 1 lit bisa menghabiskan 10 km. So, kalau ada 20.000 km dia membutuhkan 2.000 L bensin. Nah, 1 lit bensin pertal light itu disubsidi seharga Rp1.700 oleh pemerintah. So, kalau satu mobil jalan-jalan 20.000 km, berarti dia butuh 2.000 L dalam 1 tahun. 2.000 L * R700 itu Rp3,4 juta. Bukan bensinnya, tapi subsidinya Rp3,4 juta dari satu mobil. Now imagine kalau ada R1 juta mobil berarti negara butuh 3,4 triliun setiap tahunnya buat mensubsidi mobil ini. Nah, jadi masalah, Guys. Lu tahu peredaran mobil di Indonesia hari ini ada berapa? Ada 20 juta mobil yang beredar. Artinya duit 3,4 triliun itu enggak cukup. Negara butuh duit 68 triliun untuk membiayai peredaran 20 juta mobil setiap tahunnya. Ini subsidinya doang, belum duit buat beli bensinnya loh. Karena yang udah-udah lu beli bensin kan seharusnya bayarnya di atas Rp10.000 per liter. Pertamax bisa R.000, 14.000, Rp15.000. Ini subsidinya doang negara yang habis cuma buat bayar ini. Dan lu bayangin ya, kalau negara habis duit 68 triliun setiap tahun buat biayain pertal ini. Kalau ada 10 tahun berarti negara harus siap bakar duit 680 triliun. Ngeri enggak? Duit negara enggak bisa gerak nih karena habis buat bayar bahan impor minyak dari Singapura, dari Arab Saudi nyampai Indonesia. Buat apa barangnya? Dibakar. Menciptakan polusi. Menciptakan bayi-bayi yang penyakitan, batuk-batuk. Oh. Oh. Oh. Tiap hari gua lihat ada anak kecil. Oh. Enggak habis-habis pilek. Kenapa? Karena ISPA. Karena polusi udara minyak yang lu pakai itu udah negara kita habis duitnya. Belinya pakai dolar hancur deh visa kita. Eh, nyampai Indonesia barangnya dibakar kan konyol. Selanjutnya nih, ini nilai BBM-nya lah. Katakan ya harga modal buat beli bensin lu itu Rp10.000 per liter. So, kalau satu mobil itu membutuhkan 2.000 L setiap tahun, berarti 2.000 L di* Rp10.000 R.000 angkanya adalah Rp2 juta. Jadi satu mobil butuh Rp20 juta setiap tahun. Belanja dari Singapura, belanja dari Arab dalam satu mobil setiap tahunnya lah. Kalau ada 1 juta mobil berarti ada 20 triliun duit kita yang lari ke luar negeri buat beli minyak sampai di Indonesia dibakar. Kalau ada 20 juta mobil maka ada 400 triliun duit kita yang habis dibakar. Ini kan sebuah kebodohan yang luar biasa. 400 triliun setiap tahun kita bakar kan konyol banget. Gua gak pernah lihat ada negara setol itu udah tahu penduduknya banyak. Punya energi besar namanya batu bara tapi batuanya malah kita jual murah ekspor. Gantinya kita impor minyak bumi, harganya mahal nyampai sini dibakar kan konyol. So, gua punya solusi yang luar biasa ini buat menteri sadewa calon dewa di Kementerian Keuangan. Gua punya hadiah yang luar biasa buat lu bahwa lu bisa dapat duit R114 triliun tanpa malak. Gimana caranya? Yang pertama gini dan satunya sudah pasti ya. Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segera bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sskolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Yang pertama gini dan satu yang sudah pasti ya, kita butuh yang namanya subsidi mobil listrik. Subsidi mobil listrik yang dikeluarkan Sri Mulan itu bakal berakhir nih di bulan Desember 2025. Nah, ini gua minta kita perpanjang. Kenapa? Karena sampai hari ini ternyata peredaran mobil listrik di Indonesia itu masih sedikit. Tidak sampai 50.000 mobil yang laku di Indonesia. Dan ini fatal membuat transisi energi hijau di Indonesia tertunda. Itu pertama. Yang kedua, apa? Makin banyak anak-anak kita yang oh sakit ISPA, stunting. Gawat nih masa depan anak bangsa kita. Beban BPJS kita triliunan buat membiayai penyakit-penyakit yang berhubungan dengan polusi udara. Dan yang paling ngeri apa? industri turunannya. Orang itu pengin investasi di SPKLU, pembensin khusus mobil listrik. Orang pengin investasi di bengkel mobil listrik. Orang pengin investasi di baterai mobil listrik, restorasi, recycle baterai mobil listrik. Itu semua bisnis turunan yang nilainya besar loh. Ini bisa sampai ratusan bahkan ribuan triliun. Tetapi ini enggak bakal jadi kenyataan kalau seandainya pelaku usaha tidak melihat ada keseriusan di pemerintah untuk menciptakan ekosistem mobil listrik. Gimana ekosistemnya bisa ada? populasinya aja masih kecil. So, harus dibikin lebih menarik lagi supaya orang berlomba-lomba memakai kendaraan listrik. Nah, contoh yang gua ambil di sini adalah satu mobil listrik. Mobil listrik itu seharus ya kita kalau punya 1 juta aja mobil listrik negara bisa hemat ratusan triliun loh. Nah, pertanyaannya gini. Gimana caranya kita bisa punya 1 juta mobil listrik? Dan kenapa penting harus punya 1 juta mobil listrik? Karena kalau Indonesia punya 1 juta mobil listrik, artinya Indonesia enggak perlu lagi impor 2 miliar liter bensin subsidi yang merusak paru-paru itu. Ingat, 1 juta mobil bensin yang terjual setiap tahunnya berarti ada 2 miliar liter bensin yang dibakar setiap tahunnya. Kalau seandainya berubah menjadi 1 juta mobil listrik, lu tahu listriknya diambil dari mana? Bukan dari bensin. Listriknya diambil dari batu bara. Dan Indonesia punya sangat banyak batu bara. Nah, pertanyaannya adalah kalau begitu bagus dong ya pakai mobil listrik. Oh, iya bagus banget. Tapi kenapa enggak banyak orang pakai mobil listrik di Indonesia walaupun udah dikasih insentif pajak? Ya, karena enggak menarik. Teman-teman tahu lu kalau beli mobil listrik di Finlandia, di Norwegia, di negara-negara Eropa, lu itu dapat insentif cashback dari negara. Bahkan ada yang sampai Rp50 juta per mobilnya. Jadi orang tambah semangat pakai mobil listrik dibandingkan pakai mobil bensin. Orang Eropa aja udah punya pikiran waras. Ngapain ya kita memperkaya raja Arab? Eropa gak punya minyak bumi, Bro. Dia punya pikiran yang waras. Ngapain gua sibuk memperkaya raja Arab? No. Buat apa? Mendingan listrik mereka bisa bikin pakai nuklir. Udah canggih. Ambil dari angin, ambil dari air, udah pintar. So, Indonesia kenapa enggak bisa begitu? Karena ya kita juga enggak punya duit buat ngasih cashback. Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan supaya makin banyak orang pakai mobil listrik, yaitu apa? Yang pertama, insentif mobil listrik itu wajib diperpanjang. Negara rugi enggak? Enggak. Bahkan menurut gua insentif mobil listrik harus diperbanyak, diperpanjang dan diperbanyak. Tapi kan negara gak punya duit buat ngasih cashback. Enggak apa-apa. Subsidinya dalam bentuk apa? Gratis masuk jalan tol. So, kalau teman-teman penasaran, jangan dikip video ini. Kita lihat ya, bagaimana gratis masuk jalan tol khusus mobil listrik bisa memperkaya Republik Indonesia. So, begini, Guys. Kenapa menurut gua negara juga enggak bagus ngasih cashback buat belanja mobil listrik? Karena ini bisa dipakai sama pabrikan-pabrikan yang bundle juga. Nanti dia malah naikin harganya di mark up, habis itu disubsidi lagi. Ujung-ujungnya sama aja tetap mahal. Tetap aja orang enggak mau merubah mobil dinosaurus dia jadi mobil listrik. So, gimana caranya biar dia semangat? Kasih gratis insentif masuk jalan tol. Gimana caranya, Pak? Teman-teman tahu satu mobil itu rata-rata menghabiskan Rp50.000 setiap harinya buat mondar-mandir pakai jalan tol. Kalau seandainya kita sehari 20 kali pakai mobil dalam 1 bulan, berarti ada Rp1 juta yang kita habiskan buat beli jalan tol. Artinya dalam 1 tahun kita habis Rp12 juta untuk satu mobilnya. Lalu lalang di jalan tol. Nah, kalau pemerintah disuruh mensubsidi semuanya dibayarin sama pemerintah, pemerintah rugi enggak? Ya, pemerintah harus keluar Rp12 juta setiap tahun untuk satu mobil. Kalau ada R1 juta mobil listrik yang gratis masuk jalan tol, berarti pemerintah keluar R triliun. Rugi dong pemerintah keluar R triliun. Masa sih? Ini gua kasih tahu hitungannya. So, teman-teman tahu enggak sih, kenapa negara itu enggak rugi? Walaupun kata Benix negara itu akan subsidi R triliun setiap tahunnya untuk bayar karcis masuk tol. Simpel. Hitungannya begini. Kalau Indonesia berhasil mengkonversi ya penjualan 1 juta unit mobil bensin berbahan bakar dinosaurus ini 1 juta mobil dikali 2.000 L, berarti Indonesia bakal menghemat 2 miliar bensin yang dia harus impor setiap tahunnya. Nah, 2 miliar bensin ini kalau dikali 10.000 per liter harga bensinnya, berarti Indonesia bakal hemat 20 triliun setiap tahunnya. Jadi imagine Indonesia hemat 20 triliun dalam bentuk devisa kita yang kita pakai buat impor minyak dari luar negeri itu kalau ada 1 juta mobil. Tapi kan mobil enggak mungkin dipakai cuman 1 tahun. Ketika orang beli pakai mobil, gua yakin minggu depan masih pakai mobil yang sama. Bulan depan, tahun depan pun masih pakai yang sama. Rata-rata orang itu ganti mobil itu setelah 10 tahun. So, kalau seandainya dalam 10 tahun berhasil kita punya 1 juta mobil listrik di Indonesia, negara itu sudah bisa menghemat devisa sampai 200 triliun loh. Devisa dari impor BBM-nya doang, belum dari subsidi. Ingat, masih ada banyak mobil di Indonesia yang pakai Pertalight subsidi. Kalau ada 1 juta mobil yang terbiasa membuang-buang duit negara, duit pajak lu. By the way dipakai buat bayarin subsidi pertal light, 1 juta mobil yang biasa membakar pertilight gara-gara mobil listrik dipakai. Akibatnya negara bisa menghemat Rp1.700 dikali 2 miliar liter bensin. Itu setara dengan 3,4 triliun per tahun. Nah, tadi kan kita bilang kalau dalam 10 tahun berarti negara hemat 34 triliun subsidi yang bisa dipakai buat hal lain. So, kalau kita total negara itu bisa mendapatkan ekstra duit 234 triliun loh dengan menggratiskan mobil listrik masuk jalan tol. Bukan tambah rugi, tambah untung karena mengurangi belanja impor bensin dari luar negeri belanjanya pakai dolar, rupiah makin lemah. Yang kedua, mengurangi beban subsidi pertalight ini yang udah-udah selalu salah sasaran. So, Teman-teman, menurut lu menarik enggak pemerintah itu bisa menghemat 234 triliun dengan menggunakan program BENX ini dan ini kita bisa roll out cukup untuk 1 juta mobil listrik pertama yang ada di Indonesia. Begitu R juta apa? Nanti cabut aja subsidinya udah enggak ada masalah. Toh negara udah untung dari devisa. Terus buat jalan tolnya gimana? Jalan tolnya teman-teman tahu negara harus siap memberikan 12 triliun toh. Ujung-ujungnya masuk ke negara juga. Kenapa? Karena lu tahu pengelola jalan tol terbesar di Indonesia Jasa Marga. Yang punya Jasa Marga siapa? Negara. Ujung-ujungnya duit ini keluar kantong kiri masuk kantong kanan. Negara juga yang dapat sebetulnya. Jadi negara bisa dapat ekstra duit 12 triliun dari dirinya sendiri sebenarnya 12 triliun ini. Dan kalau lu kali 10 tahun ya negara harus siap bayar R10 triliun. Masih untung enggak? Masih untung. Kara ingat tadi mereka dapat menyimpan duit sampai 234 triliun dalam 10 tahun. Kalau lu kurangin dengan 120 triliun maka hasilnya negara cuan 114 triliun. Tapi ini semua tidak akan terjadi kalau negara tidak apa yang pertama memperpanjang insentif mobil listrik. Harus banyak dulu populasi mobil listrik supaya negara cuan. Minimal ada 1 juta mobil listrik dalam 1 tahun ke depan. Supaya makin cepat orang pakai mobil listrik, makin banyak orang pakai mobil listrik, makin cepat penghematan negara. So, Teman-teman nih, gua minta nih sama di Kementerian Keuangan udah harus memperpanjang nih insentif bikin mobil listrik dan harus dibuat lebih menarik lagi. Apa? Gratis masuk jalan tol. Negara rugi tidak. Negara untung besar. Negara kita jadi tidak bergantung lagi sama Singapura, sama Timur Tengah, sama mafia-mafia oligarki minyak yang selama ini memporak-porandakan Indonesia. Inilah momennya buat kita lepas menjadi budak Singapura, Guys. Dan pada saat yang sama kita bisa dapat duit R114 triliun. 114 triliun bisa buat program makan bergizi gratis, bisa bangun sekolah, bisa buat bangun jembatan dibanding duitnya kita bakar. Yang udah-udah duit ini kita bakar, beli bensin dari luar negeri kita bakar. Enggak masuk akal. Pak Menteri Sadewa, please tolong bantu kita. Udah makin banyak orang-orang yang sakit ISPA nih karena polusi udara mencekam di Indonesia. So, buat teman-teman ini menurut gua Indonesia udah butuh situasi dan tindakan yang inovatif karena situasi dunia bukannya tambah baik, tapi tambah buruk juga. Kita butuh solusi bukan cuma soal kritik kritik kritik, bukan cuma soal narik pajak-narik pajak, bukan cuman soal ngutang ngutang ngutang. Enggak. Betul tindakan yang inovatif. Kita bisa mengurangi kebocoran yang ada di mana-mana. Salah satu contohnya apa? Kebocoran kita memperkaya mafia-mafia BBM yang ada di Singapura dengan program mobil listrik. 1 juta mobil listrik ini kita harus jalankan. So, insentif mobil listrik ini gua minta sangat dengan Menteri Keuangan. Ini salah satu metode yang gampang buat kita bisa segera mengurangi tekanan subsidi BBM yang selalu salah sasaran. Please tolong dong masa mau lihat BPJS kita makin nyungsep gara-gara polusi. Dan ini juga bisa menjadi momen yang menarik buat teman-teman pelaku industri. Baterai, mobil listrik, kabel, semuanya bisa ikut tumbuh di sini. Tetapi ekosistemnya tidak akan bisa jadi maju kalau seandainya populasi mobilnya juga masih sedikit. Banyak teman-teman kita yang sudah punya inisiatif mau bikin SPKLU, pom bensin khusus mobil listrik. Tapi kalau mobilnya cuman R.000, Rp2.000 unit, buat apa? Banyak yang pengin bikin pusat recycling baterai mobil listrik itu cuannya bisa triliunan setiap tahun. Tapi populasi mobilnya juga sedikit. Buat apa? Jadi ada begitu banyak bisnis hulu hilir terkait mobil listrik yang bisa menguntungkan negara kita. Belum kita bisa lihat duit ratusan triliun yang dibandingkan itu pergi ke raja Arab buat kawin lagi, k kawin lagi atau beli rudal ngebomina. Buat apa duitnya? Mendingan duit yang sama kita bisa pakai untuk memperkaya bangsa kita sendiri. Karena kalau lu pakai mobil listrik, duit lu pergi ke buruh pertambangan. sopir truk, operator alat berat ke perusahaan-perusahaan tambang milik rakyat Indonesia, PTBA, ada Adaro, ada United Tractor dan banyak lagi. Dibanding duit itu lari ke mafia-mafia Singapura beli BBM, dikorupsi lagi nanti. Ngapain? Mendingan duitnya ke sini. memperkaya pengusaha dalam negeri, memperkaya karyawan, menciptakan lapangan kerja di Indonesia, hilirisasi energi. Masa kita malah buang batu bara kita, sumber energi kita dengan harga sangat murah keluar, mendingan kita pakai sendiri. Setuju enggak lu? So, teman-teman kalau di sini yang setuju dengan program Benix memperpanjang insentif mobil listrik, itu yang pertama wajib sampai 1 juta mobil listrik dan yang kedua gratis masuk jalan tol khusus untuk mobil listrik. Yuk, segera isi petisi Benix di sini di change.org. Karena begitu sampai 20.000 tanda tangan, kita bakal masukin ini secara resmi kita meminta Sadewa, Menteri Keuangan kita yang baru untuk melegalkan program mobil listrik gratis masuk jalan tol supaya negara tambah cuan. So, gimana, Guys? Lu setuju enggak sama Benix bahwa negara harus membuat program insentif mobil listrik yang lebih menarik lagi. Bukan cuman pajaknya nih yang di murahin, tetapi kalau bisa dapat fasilitas lain lah seperti gratis masuk jalan tol khusus mobil listrik. Lu setuju enggak sama Benix? Atau buat teman-teman yang punya saran, yang lebih bagus lagi gimana caranya pemerintah bisa dapat duit ratusan triliun tanpa perlu narik pajak atau tanpa perlu ngutang lagi. Tuliskan juga dong saran kalian di bawah ini. Karena banyak pejabat di atas sana yang followernya Benix. Semoga saran kalian bakal diterima dan kita akan suarakan buat kalian yang punya pesan-pesan dan kritik yang bagus supaya negara kita jadi lebih baik lagi. Oke, semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories