Rp 114 TRILLION FOR THE NEW FINANCE MINISTER PURBAYA | SRI MULYANI WILL UNDERSTAND!?
A2wh0w4wu_Q • 2025-09-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Good News Indonesia. Ada kabar baik luar
biasa yang gua yakin sangat disukai oleh
para oligarki yang hobinya berbisnis
asap rokok. bahwa akhirnya ya e Menteri
kesayangan
sekaligus SPG Bank Dunia sales-sales
kredit-kredit perbankan yang sama-sama
noranya dengan kalau lu pergi ke suatu
mall di Indonesia lu ditawarin terus Pak
buka kartu kredit Pak buka kartu cuman
ini skala salesman kelas dunia lengser
juga guys jadi ini udah berita yang
mungkin udah lama-lama dinantikan ya
oleh 280 juta rakyat Indonesia jadi
salah satu hal yang mengejutkan dan
sebetulnya kalau gua sendiri gua enggak
kaget karena udah Dari lama gua bilang
kita itu butuh inovasi. Kita itu butuh
darah baru, darah segar. Kenapa kita
selalu maunya dipimpin oleh akibatnya
apa? Dikit-dikit negara enggak ada duit
ngutang. Negara pengin bangun jembatan
ngutang. Negara pengin bikin ibu kota di
planet Mars enggak ada oksigennya, Pak.
Orang kan enggak bisa itu. Bodo amat.
Yang penting modalnya ngutang. Negara
mau bikin bandara bikinnya di mana, Pak?
Di ujung gunung. Loh, siapa yang naik
nanti panggwau ada urusannya. Yang
penting modalnya ngutang. Dikit-dikit
ngutang dikit-dikit ngutang. Jadi
betul-betul manusia paling kreatif di
dunia ini gitu kan. Seolah-olah solusi
yang ada dari setiap permasalahan di
Indonesia itu adalah hanya utang-hutang
dan ngutang. Ee selain ngutang apaalagi
yang bisa dia lakukan ya? Ee tarik
pajak. Negara mau bikin jalan enggak ada
duit pajak. Orang pengin cepat mati
ngerokok sana sini makin sulit. Kenapa?
Karena pajak cukainya naik. Jadi orang
mau mati aja dipersulit, Guys. Nah, satu
hal yang menarik lagi ya ketika hari ini
kita lihat kita sudah ganti menteri, gua
mau kasih hadiah nih. Hadiah yang luar
biasa buat menteri yang baru. Hadiah gua
luar biasa. karena nilainya 120 triliun.
But anyway, udahlah guys, lupakanlah
muka lama ya. Sekarang kita masuk ke era
baru. Semoga bisa memberikan warna baru.
Dari yang gua lihat, menteri yang baru
ini juga udah pernah gua bikin videonya
review ya. Kayaknya memberikan warna
yang beda nih. Menteri yang baru nih
lebih nyablak, Guys. Gua suka lah. E
lebih nyablak. Masalah dia error atau
enggak error ya itu kita lihat aja nanti
belakangan. Tapi satu hal yang gua mau
kasih tahu dengan menteri yang baru ini,
dia punya gelar dari Burdu University
Amerika Serikat. Dan seperti yang lu
tahu ya, di Indonesia lu kalau mau jadi
menteri olahraga background lu apa?
Pertambangan ahli gempa bumi. Gitu kan
lu kalau mau jadi menteri perekonomian
gelar lu apa logikanya? Ya kalau di luar
negeri kayaknya logikanya menteri
ekonomi, background-nya ekonomi. Tapi
kita memang negara ajaib. Kazakstan
menteri ekonomi kita ternyata dari
sarjana teknik elektro. Bagus biar dia
bisa setrum koruptor-koruptor yang ada
di kementeriannya. Jadi, gua rasa produk
utama yang dia akan ciptakan adalah
kursi listrik, Guys. Kita berdoa ya
sama-sama. Semoga akhirnya ada insinyur
dari ITB bisa menemukan kursi listrik
untuk memberantas ya koruptor-koruptor
yang ada di Bea Cukai, pajak,
Kementerian Keuangan yang menurut gua
udah harus dibersihkan. Apa yang menarik
dari sini menurut gua karena dia punya
background market, dia pernah kerja di
Danaxa. Jadi, teman-teman yang belum
tahu background-nya ya gua bacain aja di
sini. Dia pernah kerja di Danaxa dari
tahun 2000 sampai kemudian dia didireksi
di tahun 2015. Habis itu dia jadi staf
khusus bidang ekonomi Kemenko Pol Hukam
tahun 2015 sampai 2016. Terus menjadi
deputi bidang koordinasi kedaulatan
maritim dan energi di Kemenko
Kemaritiman. Dan ini panjang banget
guys. 2018 sampai 2020. Ini orang udah
pingsan duluan baru selesai maraton baca
ini kan. Lalu menjadi ketua dewan
komisioner LPS 2020 sampai 2025. Menarik
karena di sini enggak ada situasi yang
cukup sulit. Enggak ada bank yang juga
bisa menciptakan kehancuran sistemik.
Jadi enak nih LPS kerjaannya cuma
nagi-nagi duit setoran dari bank-bank
aja nih. Nih kerjaan paling enak ya di
LPS. Baru kemudian 2025 dia jadi Menteri
Keuangan. Nah, satu hal yang menarik ee
gua mau kasih giveaway guys ini khusus
buat menteri baru menyambut menteri baru
dan dia katanya punya program dia enggak
setuju dengan pajakpajak pajakpajak.
Jadi ada sebuah komentar dia lihat
ditanya sama wartawan strateginya
gimana? Ya, dia salah satunya dia tidak
setuju menaikkan pajak-pajak serampangan
lah seperti para pendahulunya yang
hobinya jualan utang. Mungkin ada
kickback kali dari situ ya. Gua enggak
tahu ya. Soalnya teman gua jadi sales
bank kalau jualan kartu kredit dapat
komisi tuh. Nah, kalau jualan kredit
dari Bank Dunia sama IMF menurut lu
dapat komisi enggak ya? Well, anyway gua
punya hadiah khusus nih buat Menteri
Purbaya Yudi Sadewa, menteri keuangan
kita yang baru. Jarang-jarang loh
bandings itu baik loh sama pejabat di
negeri ini yang ada gua kritik aja terus
habis-habisan. Tapi khusus menteri
keuangan yang baru nih, karena gua suka
nih orangnya nyablak nih. Gua mau kasih
lu hadiah spesial duit 114 triliun dan
kalau lu penasaran giveaway benix
senilai 114 triliun hadiah khusus buat
menteri Sadewo. Jangan dikip video ini.
Let's check this.
So, teman-teman, gua punya hadiah
spesial khusus menteri yang baru. Gua
kasih giveaway duit R114 triliun nih.
Dan ini betul-betul sangat simpel.
Negara lagi butuh duit. Gua kasih lu
buah pikiran Benix untuk membantu
meringankan keuangan negara. Lu tahu ya?
Benix itu orang yang sangat baik, rendah
hati, dan senang berbagi. Nah, ini
bentuk sedekah gua buat negara ya,
Teman-teman. Tahu Indonesia itu terdesak
nih APBN kita karena habis duit kita
buat subsidi BBM. Nilainya ratusan
triliun setiap tahunnya. Gini, gua kasih
tahu perhitungannya. Lu tahu enggak satu
mobil di Indonesia itu setiap tahunnya
itu menghabiskan jatah ya, subsidi itu
hampir 3,4 juta per tahunnya.
Hitungannya dari mana? Satu mobil itu
bisa jalan 20.000 km dalam 1 tahun. Nah,
untuk 20.000 km itu dia akan isi bensin
2.000 L. Karena 1 lit bensin di mobil
CTIC rata-rata aja 10 L lah. 1 lit bisa
menghabiskan 10 km. So, kalau ada 20.000
km dia membutuhkan 2.000 L bensin. Nah,
1 lit bensin pertal light itu disubsidi
seharga Rp1.700 oleh pemerintah. So,
kalau satu mobil jalan-jalan 20.000 km,
berarti dia butuh 2.000 L dalam 1 tahun.
2.000 L * R700 itu Rp3,4 juta. Bukan
bensinnya, tapi subsidinya Rp3,4 juta
dari satu mobil. Now imagine kalau ada
R1 juta mobil berarti negara butuh 3,4
triliun setiap tahunnya buat mensubsidi
mobil ini. Nah, jadi masalah, Guys. Lu
tahu peredaran mobil di Indonesia hari
ini ada berapa? Ada 20 juta mobil yang
beredar. Artinya duit 3,4 triliun itu
enggak cukup. Negara butuh duit 68
triliun untuk membiayai peredaran 20
juta mobil setiap tahunnya. Ini
subsidinya doang, belum duit buat beli
bensinnya loh. Karena yang udah-udah lu
beli bensin kan seharusnya bayarnya di
atas Rp10.000 per liter. Pertamax bisa
R.000, 14.000, Rp15.000.
Ini subsidinya doang negara yang habis
cuma buat bayar ini. Dan lu bayangin ya,
kalau negara habis duit 68 triliun
setiap tahun buat biayain pertal ini.
Kalau ada 10 tahun berarti negara harus
siap bakar duit 680 triliun. Ngeri
enggak? Duit negara enggak bisa gerak
nih karena habis buat bayar bahan impor
minyak dari Singapura, dari Arab Saudi
nyampai Indonesia. Buat apa barangnya?
Dibakar. Menciptakan polusi. Menciptakan
bayi-bayi yang penyakitan, batuk-batuk.
Oh. Oh. Oh. Tiap hari gua lihat ada anak
kecil. Oh.
Enggak habis-habis pilek. Kenapa? Karena
ISPA. Karena polusi udara minyak yang lu
pakai itu udah negara kita habis
duitnya. Belinya pakai dolar hancur deh
visa kita. Eh, nyampai Indonesia
barangnya dibakar kan konyol.
Selanjutnya nih, ini nilai BBM-nya lah.
Katakan ya harga modal buat beli bensin
lu itu Rp10.000 per liter. So, kalau
satu mobil itu membutuhkan 2.000 L
setiap tahun, berarti 2.000 L di*
Rp10.000 R.000 angkanya adalah Rp2 juta.
Jadi satu mobil butuh Rp20 juta setiap
tahun. Belanja dari Singapura, belanja
dari Arab dalam satu mobil setiap
tahunnya lah. Kalau ada 1 juta mobil
berarti ada 20 triliun duit kita yang
lari ke luar negeri buat beli minyak
sampai di Indonesia dibakar. Kalau ada
20 juta mobil maka ada 400 triliun duit
kita yang habis dibakar. Ini kan sebuah
kebodohan yang luar biasa. 400 triliun
setiap tahun kita bakar kan konyol
banget. Gua gak pernah lihat ada negara
setol itu udah tahu penduduknya banyak.
Punya energi besar namanya batu bara
tapi batuanya malah kita jual murah
ekspor. Gantinya kita impor minyak bumi,
harganya mahal nyampai sini dibakar kan
konyol. So, gua punya solusi yang luar
biasa ini buat menteri sadewa calon dewa
di Kementerian Keuangan. Gua punya
hadiah yang luar biasa buat lu bahwa lu
bisa dapat duit R114 triliun tanpa
malak. Gimana caranya? Yang pertama gini
dan satunya sudah pasti ya. Good news,
guys. Kabar spesial buat kalian karena
sekolah Sambenix season 8 akan segera
dibuka dan temanya luar biasa menarik
nih. Khusus buat teman-teman investor
pemula di IASG yang bingung cara beli
saham, investasi dan bisnis apa yang
menarik. Kita akan membahas tentang
mineral berharga dengan lebih detail
lagi. So, buat kamu yang masih bingung
gimana sih cara beli saham di ASG,
gimana sih caranya profit di ISG, kamu
bisa pakai kalkulator investasi yang ada
di www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segera bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di
www.sskolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini.
Yang pertama gini dan satu yang sudah
pasti ya, kita butuh yang namanya
subsidi mobil listrik. Subsidi mobil
listrik yang dikeluarkan Sri Mulan itu
bakal berakhir nih di bulan Desember
2025. Nah, ini gua minta kita
perpanjang. Kenapa? Karena sampai hari
ini ternyata peredaran mobil listrik di
Indonesia itu masih sedikit. Tidak
sampai 50.000 mobil yang laku di
Indonesia. Dan ini fatal membuat
transisi energi hijau di Indonesia
tertunda. Itu pertama. Yang kedua, apa?
Makin banyak anak-anak kita yang oh
sakit ISPA, stunting. Gawat nih masa
depan anak bangsa kita. Beban BPJS kita
triliunan buat membiayai
penyakit-penyakit yang berhubungan
dengan polusi udara. Dan yang paling
ngeri apa? industri turunannya. Orang
itu pengin investasi di SPKLU, pembensin
khusus mobil listrik. Orang pengin
investasi di bengkel mobil listrik.
Orang pengin investasi di baterai mobil
listrik, restorasi, recycle baterai
mobil listrik. Itu semua bisnis turunan
yang nilainya besar loh. Ini bisa sampai
ratusan bahkan ribuan triliun. Tetapi
ini enggak bakal jadi kenyataan kalau
seandainya pelaku usaha tidak melihat
ada keseriusan di pemerintah untuk
menciptakan ekosistem mobil listrik.
Gimana ekosistemnya bisa ada?
populasinya aja masih kecil. So, harus
dibikin lebih menarik lagi supaya orang
berlomba-lomba memakai kendaraan
listrik. Nah, contoh yang gua ambil di
sini adalah satu mobil listrik. Mobil
listrik itu seharus ya kita kalau punya
1 juta aja mobil listrik negara bisa
hemat ratusan triliun loh. Nah,
pertanyaannya gini. Gimana caranya kita
bisa punya 1 juta mobil listrik? Dan
kenapa penting harus punya 1 juta mobil
listrik? Karena kalau Indonesia punya 1
juta mobil listrik, artinya Indonesia
enggak perlu lagi impor 2 miliar liter
bensin subsidi yang merusak paru-paru
itu. Ingat, 1 juta mobil bensin yang
terjual setiap tahunnya berarti ada 2
miliar liter bensin yang dibakar setiap
tahunnya. Kalau seandainya berubah
menjadi 1 juta mobil listrik, lu tahu
listriknya diambil dari mana? Bukan dari
bensin. Listriknya diambil dari batu
bara. Dan Indonesia punya sangat banyak
batu bara. Nah, pertanyaannya adalah
kalau begitu bagus dong ya pakai mobil
listrik. Oh, iya bagus banget. Tapi
kenapa enggak banyak orang pakai mobil
listrik di Indonesia walaupun udah
dikasih insentif pajak? Ya, karena
enggak menarik. Teman-teman tahu lu
kalau beli mobil listrik di Finlandia,
di Norwegia, di negara-negara Eropa, lu
itu dapat insentif cashback dari negara.
Bahkan ada yang sampai Rp50 juta per
mobilnya. Jadi orang tambah semangat
pakai mobil listrik dibandingkan pakai
mobil bensin. Orang Eropa aja udah punya
pikiran waras. Ngapain ya kita
memperkaya raja Arab? Eropa gak punya
minyak bumi, Bro. Dia punya pikiran yang
waras. Ngapain gua sibuk memperkaya raja
Arab? No. Buat apa? Mendingan listrik
mereka bisa bikin pakai nuklir. Udah
canggih. Ambil dari angin, ambil dari
air, udah pintar. So, Indonesia kenapa
enggak bisa begitu? Karena ya kita juga
enggak punya duit buat ngasih cashback.
Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan
supaya makin banyak orang pakai mobil
listrik, yaitu apa? Yang pertama,
insentif mobil listrik itu wajib
diperpanjang. Negara rugi enggak?
Enggak. Bahkan menurut gua insentif
mobil listrik harus diperbanyak,
diperpanjang dan diperbanyak. Tapi kan
negara gak punya duit buat ngasih
cashback. Enggak apa-apa. Subsidinya
dalam bentuk apa? Gratis masuk jalan
tol.
So, kalau teman-teman penasaran, jangan
dikip video ini. Kita lihat ya,
bagaimana gratis masuk jalan tol khusus
mobil listrik bisa memperkaya Republik
Indonesia. So, begini, Guys. Kenapa
menurut gua negara juga enggak bagus
ngasih cashback buat belanja mobil
listrik? Karena ini bisa dipakai sama
pabrikan-pabrikan yang bundle juga.
Nanti dia malah naikin harganya di mark
up, habis itu disubsidi lagi.
Ujung-ujungnya sama aja tetap mahal.
Tetap aja orang enggak mau merubah mobil
dinosaurus dia jadi mobil listrik. So,
gimana caranya biar dia semangat? Kasih
gratis insentif masuk jalan tol. Gimana
caranya, Pak? Teman-teman tahu satu
mobil itu rata-rata menghabiskan
Rp50.000 setiap harinya buat
mondar-mandir pakai jalan tol. Kalau
seandainya kita sehari 20 kali pakai
mobil dalam 1 bulan, berarti ada Rp1
juta yang kita habiskan buat beli jalan
tol. Artinya dalam 1 tahun kita habis
Rp12 juta untuk satu mobilnya. Lalu
lalang di jalan tol. Nah, kalau
pemerintah disuruh mensubsidi semuanya
dibayarin sama pemerintah, pemerintah
rugi enggak? Ya, pemerintah harus keluar
Rp12 juta setiap tahun untuk satu mobil.
Kalau ada R1 juta mobil listrik yang
gratis masuk jalan tol, berarti
pemerintah keluar R triliun. Rugi dong
pemerintah keluar R triliun. Masa sih?
Ini gua kasih tahu hitungannya. So,
teman-teman tahu enggak sih, kenapa
negara itu enggak rugi? Walaupun kata
Benix negara itu akan subsidi R triliun
setiap tahunnya untuk bayar karcis masuk
tol. Simpel. Hitungannya begini. Kalau
Indonesia berhasil mengkonversi ya
penjualan 1 juta unit mobil bensin
berbahan bakar dinosaurus ini 1 juta
mobil dikali 2.000 L, berarti Indonesia
bakal menghemat 2 miliar bensin yang dia
harus impor setiap tahunnya. Nah, 2
miliar bensin ini kalau dikali 10.000
per liter harga bensinnya, berarti
Indonesia bakal hemat 20 triliun setiap
tahunnya. Jadi imagine Indonesia hemat
20 triliun dalam bentuk devisa kita yang
kita pakai buat impor minyak dari luar
negeri itu kalau ada 1 juta mobil. Tapi
kan mobil enggak mungkin dipakai cuman 1
tahun. Ketika orang beli pakai mobil,
gua yakin minggu depan masih pakai mobil
yang sama. Bulan depan, tahun depan pun
masih pakai yang sama. Rata-rata orang
itu ganti mobil itu setelah 10 tahun.
So, kalau seandainya dalam 10 tahun
berhasil kita punya 1 juta mobil listrik
di Indonesia, negara itu sudah bisa
menghemat devisa sampai 200 triliun loh.
Devisa dari impor BBM-nya doang, belum
dari subsidi. Ingat, masih ada banyak
mobil di Indonesia yang pakai Pertalight
subsidi. Kalau ada 1 juta mobil yang
terbiasa membuang-buang duit negara,
duit pajak lu. By the way dipakai buat
bayarin subsidi pertal light, 1 juta
mobil yang biasa membakar pertilight
gara-gara mobil listrik dipakai.
Akibatnya negara bisa menghemat Rp1.700
dikali 2 miliar liter bensin. Itu setara
dengan 3,4 triliun per tahun. Nah, tadi
kan kita bilang kalau dalam 10 tahun
berarti negara hemat 34 triliun subsidi
yang bisa dipakai buat hal lain. So,
kalau kita total negara itu bisa
mendapatkan ekstra duit 234 triliun loh
dengan menggratiskan mobil listrik masuk
jalan tol. Bukan tambah rugi, tambah
untung karena mengurangi belanja impor
bensin dari luar negeri belanjanya pakai
dolar, rupiah makin lemah. Yang kedua,
mengurangi beban subsidi pertalight ini
yang udah-udah selalu salah sasaran.
So, Teman-teman, menurut lu menarik
enggak pemerintah itu bisa menghemat 234
triliun dengan menggunakan program BENX
ini dan ini kita bisa roll out cukup
untuk 1 juta mobil listrik pertama yang
ada di Indonesia. Begitu R juta apa?
Nanti cabut aja subsidinya udah enggak
ada masalah. Toh negara udah untung dari
devisa. Terus buat jalan tolnya gimana?
Jalan tolnya teman-teman tahu negara
harus siap memberikan 12 triliun toh.
Ujung-ujungnya masuk ke negara juga.
Kenapa? Karena lu tahu pengelola jalan
tol terbesar di Indonesia Jasa Marga.
Yang punya Jasa Marga siapa? Negara.
Ujung-ujungnya duit ini keluar kantong
kiri masuk kantong kanan. Negara juga
yang dapat sebetulnya. Jadi negara bisa
dapat ekstra duit 12 triliun dari
dirinya sendiri sebenarnya 12 triliun
ini. Dan kalau lu kali 10 tahun ya
negara harus siap bayar R10 triliun.
Masih untung enggak? Masih untung. Kara
ingat tadi mereka dapat menyimpan duit
sampai 234 triliun dalam 10 tahun. Kalau
lu kurangin dengan 120 triliun maka
hasilnya negara cuan 114 triliun. Tapi
ini semua tidak akan terjadi kalau
negara tidak apa yang pertama
memperpanjang insentif mobil listrik.
Harus banyak dulu populasi mobil listrik
supaya negara cuan. Minimal ada 1 juta
mobil listrik dalam 1 tahun ke depan.
Supaya makin cepat orang pakai mobil
listrik, makin banyak orang pakai mobil
listrik, makin cepat penghematan negara.
So, Teman-teman nih, gua minta nih sama
di Kementerian Keuangan udah harus
memperpanjang nih insentif bikin mobil
listrik dan harus dibuat lebih menarik
lagi. Apa? Gratis masuk jalan tol.
Negara rugi tidak. Negara untung besar.
Negara kita jadi tidak bergantung lagi
sama Singapura, sama Timur Tengah, sama
mafia-mafia oligarki minyak yang selama
ini memporak-porandakan Indonesia.
Inilah momennya buat kita lepas menjadi
budak Singapura, Guys. Dan pada saat
yang sama kita bisa dapat duit R114
triliun. 114 triliun bisa buat program
makan bergizi gratis, bisa bangun
sekolah, bisa buat bangun jembatan
dibanding duitnya kita bakar. Yang
udah-udah duit ini kita bakar, beli
bensin dari luar negeri kita bakar.
Enggak masuk akal. Pak Menteri Sadewa,
please tolong bantu kita. Udah makin
banyak orang-orang yang sakit ISPA nih
karena polusi udara mencekam di
Indonesia. So, buat teman-teman ini
menurut gua Indonesia udah butuh situasi
dan tindakan yang inovatif karena
situasi dunia bukannya tambah baik, tapi
tambah buruk juga. Kita butuh solusi
bukan cuma soal kritik kritik kritik,
bukan cuma soal narik pajak-narik pajak,
bukan cuman soal ngutang ngutang
ngutang. Enggak. Betul tindakan yang
inovatif. Kita bisa mengurangi kebocoran
yang ada di mana-mana. Salah satu
contohnya apa? Kebocoran kita memperkaya
mafia-mafia BBM yang ada di Singapura
dengan program mobil listrik. 1 juta
mobil listrik ini kita harus jalankan.
So, insentif mobil listrik ini gua minta
sangat dengan Menteri Keuangan. Ini
salah satu metode yang gampang buat kita
bisa segera mengurangi tekanan subsidi
BBM yang selalu salah sasaran. Please
tolong dong masa mau lihat BPJS kita
makin nyungsep gara-gara polusi. Dan ini
juga bisa menjadi momen yang menarik
buat teman-teman pelaku industri.
Baterai, mobil listrik, kabel, semuanya
bisa ikut tumbuh di sini. Tetapi
ekosistemnya tidak akan bisa jadi maju
kalau seandainya populasi mobilnya juga
masih sedikit. Banyak teman-teman kita
yang sudah punya inisiatif mau bikin
SPKLU, pom bensin khusus mobil listrik.
Tapi kalau mobilnya cuman R.000, Rp2.000
unit, buat apa? Banyak yang pengin bikin
pusat recycling baterai mobil listrik
itu cuannya bisa triliunan setiap tahun.
Tapi populasi mobilnya juga sedikit.
Buat apa? Jadi ada begitu banyak bisnis
hulu hilir terkait mobil listrik yang
bisa menguntungkan negara kita. Belum
kita bisa lihat duit ratusan triliun
yang dibandingkan itu pergi ke raja Arab
buat kawin lagi, k kawin lagi atau beli
rudal ngebomina. Buat apa duitnya?
Mendingan duit yang sama kita bisa pakai
untuk memperkaya bangsa kita sendiri.
Karena kalau lu pakai mobil listrik,
duit lu pergi ke buruh pertambangan.
sopir truk, operator alat berat ke
perusahaan-perusahaan tambang milik
rakyat Indonesia, PTBA,
ada Adaro, ada United Tractor dan banyak
lagi. Dibanding duit itu lari ke
mafia-mafia Singapura beli BBM,
dikorupsi lagi nanti. Ngapain? Mendingan
duitnya ke sini. memperkaya pengusaha
dalam negeri, memperkaya karyawan,
menciptakan lapangan kerja di Indonesia,
hilirisasi energi. Masa kita malah buang
batu bara kita, sumber energi kita
dengan harga sangat murah keluar,
mendingan kita pakai sendiri. Setuju
enggak lu? So, teman-teman kalau di sini
yang setuju dengan program Benix
memperpanjang insentif mobil listrik,
itu yang pertama wajib sampai 1 juta
mobil listrik dan yang kedua gratis
masuk jalan tol khusus untuk mobil
listrik. Yuk, segera isi petisi Benix di
sini di change.org. Karena begitu sampai
20.000 tanda tangan, kita bakal masukin
ini secara resmi kita meminta Sadewa,
Menteri Keuangan kita yang baru untuk
melegalkan program mobil listrik gratis
masuk jalan tol supaya negara tambah
cuan. So, gimana, Guys? Lu setuju enggak
sama Benix bahwa negara harus membuat
program insentif mobil listrik yang
lebih menarik lagi. Bukan cuman pajaknya
nih yang di murahin, tetapi kalau bisa
dapat fasilitas lain lah seperti gratis
masuk jalan tol khusus mobil listrik. Lu
setuju enggak sama Benix? Atau buat
teman-teman yang punya saran, yang lebih
bagus lagi gimana caranya pemerintah
bisa dapat duit ratusan triliun tanpa
perlu narik pajak atau tanpa perlu
ngutang lagi. Tuliskan juga dong saran
kalian di bawah ini. Karena banyak
pejabat di atas sana yang followernya
Benix. Semoga saran kalian bakal
diterima dan kita akan suarakan buat
kalian yang punya pesan-pesan dan kritik
yang bagus supaya negara kita jadi lebih
baik lagi. Oke, semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:57 UTC
Categories
Manage