Transcript
4W32kpgzv64 • Indonesia's Debt Burden Reaches 9,000 Trillion!! Ahok: Could Indonesia Fall?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0426_4W32kpgzv64.txt
Kind: captions Language: id Saya Benix dengan ini menyatakan dukacita yang sebesar-besarnya, yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara sebangsa setanah air kita, Afan Kurniawan, 21 tahun dari Jakarta. Sarinawati, 25 tahun dari Makassar. Syaiful Akbar 43 tahun dari Makassar. Muhammad Akbar Basri 28 tahun dari Makassar. Rusdam Diansyah 21 tahun dari Makassar. Sumari 60 tahun dari Solo. Reza Sandi Pratama dari Yogyakarta. Total sudah ada tujuh jiwa yang melayang, mati tragis dalam proses demonstrasi ini. Dan mereka menyuarakannya suara hati rakyat. Jeritannya melihat para pejabat kita yang semena-mena yang menindas dan suka melecehkan rakyatnya sendiri. Semoga ini adalah peristiwa tragis yang terakhir, tidak terulang lagi. Dan mari kita sama-sama berdoa ya supaya Indonesia sistem demokrasinya bisa menjadi lebih baik lagi. So, kalau dibilang hari-hari ini pemerintah kok terasa makin ngacau kok kayaknya duitnya enggak ada kering ya? Ya, buat bayar bunga utang. Terus siapa yang ngutang? Pikir pikir lu siapa yang ngutang. Guys, kita barusan dapat kiriman video Ahok nih yang memberikan komentar panjang terkait dunia investasi Indonesia dari Yogyakarta. Nah, ini heboh banget videonya karena ketika gua dapat kiriman video itu, Om Ben, lu gimana menurut lu soal ceritanya si Ahok ini? Kok kayaknya heboh banget? Banyak investor yang panik setelah nonton videonya Ahok. Emang videonya kayak apa sih dan kenapa bisa jadi perhara? So, kalau lu penasaran, yuk kita tonton sama-sama. Gua juga belum ngelihat. Jangan dikip video ini. Let's check this out. Tata kelola negara memang enggak optimal menurut saya. Kita sebagai rakyat itu dipaksa menerima be minimum. Jadi kita dari kecil dilatih ya begitu. Pejabat ya pantas kaya pejabat ya pantas kita layanin. Itu ada mungkin tanpa sadari. Jadi kita juga sama pejabat juga takut mesti hormat. Dia punya kuasa. Nah, ini selalu ada dalam kita buat iklim investasi sudah enggak ada kita dagang kok. Singapura pertama kali saya ingat banget tahun-an masih orang tua masih hidup sekarang dia tinggal di Australia. Dia bilang gini, "Saya bukan tidak nasionalis ya hok ya. Saya itu dari kecil sampai sekarang mau 17 Agustusan tetap gua hormati walaupun gua warga negara Australia." Kenapa tuu kayak gitu? Karena Bapak gua bilang dari kecil, "Udahlah investasi Indonesia susah, enggak ada obatnya lah. Kalau kalau dikelola dengan cara sembarangan, udah enggak ada obatnya lah negara ini. Lebih baik kamu saya sekolahkan ke luar negeri, Singapura, Australia, di Singapura murah. Kalau enggak salah dulu R00 juta apa Rp1 miliar kita dulu kan gede dolar kita kecil itu langsung dikasih itu, Pak. Bukannya permanent resident, Pak. Bukan Golden Visa Lianu. Bingung nih ini pulau kecil ni gimana dilepas dari Malaysia ini gimana cara bangunnya? Ditawarin siapapun mau investisi ini gua kasih warga negara malahan bukan golden visa. Masalnya kita dikasih warga negara kita enggak mau kali ya. Itu yang kita oke jadi si Ahok bilang katanya tata kelola negara kita ini belum optimal ya. Menurutnya rakyat Indonesia dipaksa menerima be minimum. Bear minimum. Artinya kita dipaksa menerima ya yang paling standar, yang paling bawah. Jadi menurut mayoritas rakyat di dunia ya, bukan cuma di Indonesia eh sepanjang kita bisa makan, minum, hirup oksigen, tidak digebukin polisi, tidak digebukin tentara, tidak ditambakin kayak lu kalau tinggal di Kazakhstan atau di Afghanistan, ee oke-oke aja. Jadi itulah standar kualitas hidup orang Indonesia. Lu tidak dipukuli jalan, lu tidak dirampok, lu masih bisa makan, lu masih bisa minum, lu masih bisa hirup oksigen. Hah? Itu be minimum. Jadi itu yang menurut si Ahok yang kita terima sebagai warga negara Indonesia. Padahal kalau di luar negeri, contohnya misalkan lu di Inggris, be minimum itu adalah kalau lu sakit, kanker, enggak bisa gerak, disabilitas, lu dikirim mobil Mercy sama negara buat antar jemput lu perawatan ke rumah sakit. Atau kalau lu punya anak pergi sekolah lu enggak mampu keluarga lu. Anak anak lu berhak tuh dapat antar jemput gratis dari sekolah supaya anak lu berhak dapat pendidikan yang berkualitas. Karena itu ada di konstitusi mereka kayak kita. Pendidikan dasar wajib minimum 9 tahun misalkan. Kalau itu tidak ditegakkan negara berdosa, negara salah. Makanya di sana kalau lu enggak sanggup kirim beli ongkos buat anak lu, negara wajib sediain kendaraannya pakai Mercy lagi. Nah, itu di luar negeri itu. Nah, bayar minimum dia. Bayar minimum di Belanda. Lu wajib bisa makan keju, bisa dapat protein yang sehat, lu bisa makan ikan, lu dapat pendidikan yang berkualitas sampai SMA. Bahkan kuliah ya kuliah itu di sana murah banget dibandingkan ee orang asing yang kuliah di sana dan lu dapat begitu banyak latihan buat lapangan kerja. Makanya ketika lu lulus, lu enggak perlu kuliah, Guys. Di Belanda itu enggak kayak di Indonesia. Kayak wajib banget kuliah kalau mau dapat pekerjaan yang bagus. Tapi di Belanda enggak. Mayoritas orang-orang yang kerja di Belanda bahkan kerja seperti jadi tukang bangunan, machonry, desainer interior, atau bikin pakaian, itu mayoritasnya cuma SMA, STM. Jadi lulusan STM itu di sana jauh lebih berguna. Dan gua pikir itu juga pola pikir yang benar karena kuliah enggak buat semua orang, tapi harus spesifik nih skill-nya. Lu punya skill mechanical mesine, lu punya skill operator kebun, lu punya skill operator alat berat. Di Indonesia enggak diajarin ujung-ujungnya apa, ngasal aja semua. Masa di Indonesia tukang kayu, tukang pondasi, tukang listrik, tukang atap bisa jadi satu bikin sebuah bangunan enggak tahu pakai standar apa. Apun enggak ada sertifikasinya juga. Tapi di Belanda enggak bisa. Lu kalau mau bikin batu bata, dinding di rumah, lu harus punya sertifikasinya, Guys. Lu mau pasang kelistrikan, pelambing, pipa, air, lu harus punya sertifikasinya, Guys. Dan itu lulusannya bukan lulusan kuliah. Mereka cuma lulusan SMA dan gajinya bisa sampai ratusan juta, bahkan R miliar setiap tahunnya. Dan makanya lu juga jangan heran be minimum ya. Ya, kalau di luar negeri lu berhak dapat transportasi umum yang murah, gratis, cepat, naik kereta cepat. Tapi kalau di Indonesia be minimum itu betul-betul brutal lah. Karena gua lihat sendiri dengan mata kepala gua ya. Satu keluarga motong ayam, satu paha dibagi buat empat orang setiap hari. Itu standarnya di Indonesia. Dan itu menurut Ahok itu be minimum. Kita rakyat Republik Indonesia dipaksa untuk menerima be minimum. Pejabat gonta-ganti mobil mewah. Gila, setiap tahun gonta-ganti mobil mewah. Enggak peduli rakyatnya masih banyak yang tinggal di bawah kolong jembatan. Ya, gua setuju. Sadis. Makanya ketika dia bilang dari kecil kita sudah dilatih, pejabat pantas kaya dan mesti dihormati, menurut gua ngaco. Memang betul yang dibilang si Ahok itu ngaco. Di luar negeri gua udah bilang berkali-kali ya. Gua sering ketemu di Belanda sama menteri di jalan naik sepeda. Mereka ke kantor naik kereta api. Gua pun sering ketemu sama menteri-menteri Belanda kalau masih kabinet di Amsterdam, di Denhag. Gua ketemu di rel kereta api lagi naik kereta dan ngobrol sama mereka biasa ya karena mereka rakyat juga kayak kita. cuman ya mereka lagi dapat mandat aja buat menjadi administrator gitu aja. So bukan artinya kayak di Indonesia. Indonesia itu mentalitasnya masih feodal ya. Jadi kayak kayak patron sama klien. Jadi maksudnya apa? Kayak kita ini budak mereka itu raja yang harus dilayani. Makanya lu jangan heran kemarin kan ada menteri ya menteri yang ketangkap kamera menyiksa PNS yang kerja sama dia. PNS loh PNS itu kan harusnya kerja buat negara ya. Tapi ini kerja udah jadi kayak pembantu rumah tangga dia. Tandon air rusak, PNS-nya harus ke rumah benerin. AC rusak dia harus ke rumah. ini apa maksudnya? Jadi budak gila. PNS itu kan yang bayar rakyat supaya PNS-nya namanya juga pegawai negeri ya. Dia melayani negeri bukan melayani si pejabat bangsa itu. Cuman ya itulah realita di Indonesia. Dan gua setuju di sini sama Ahok. Setuju gua. Terus Ahok bilang apa lagi? Dia bilang di Indonesia investasinya susah dan enggak ada obatnya. Apalagi kalau dikelola dengan cara sembarangan. Lebih baik di Australia atau di Singapura. Karena kalau di Singapura sama Australia lebih baik mereka bahkan bisa sampai ngasih lu permanen residen daripada Indonesia yang saat ini bakal memberikan golden visa bagi asing. Oke, ini bagus banget nih karena sekarang lagi banyak program-program Golden Visa. Gua juga begitu banyak dapat penawaran dari Dubai, Qatar, Spanyol, Malta. Kalau lu pengin dapat paspor Uni Eropa, powerful, oh gampang tuh. Lu bisa ambil dari Malta. Anyway, kenapa jadi lebih menarik investasi di luar negeri dibanding di dalam negeri? Ya tadi di dalam negeri ini punglinya enggak karuan banyaknya. Itu kan pajak yang tak terlihat. Jadi sebetulnya pajak yang lu bayarkan di Indonesia, let's say lu bayar pajak perusahaan lu berapa? 22%. Realitanya lu bayar lebih tinggi dari itu. Karena lu bayar pajak pungli-pungli enggak terlihat. Bayar pajak ormas lah, bayar pajak aparat lah yang berseragam maupun yang tidak berseragam lah. Bayar uang sunatan lah, bayar uang THR tidak resmi. Padahal kerja sama kita juga enggak. Tapi bisa-bisanya minta THR. Tapi itulah realita yang terjadi di Indonesia. Ya, kalau enggak ya siap-siap lu pabrik lu ditutup, pabrik lu didemo, pabrik lu dibakar, gudang lu dimaling. Nah, itu realita di Indonesia ya. Dia bilang kalau di negara lain malah lebih aman, lebih bagus ya. Kalau hari ini sih gua rasa bukan Singapura sama Australia sudah lewatlah masanya mereka lah. Ya, sekarang sih eranya kalau lu mau investasi justru lebih nyaman dan aman dan tentram kalau lu invest di negara-negara seperti komunis Vietnam tuh jujur aja atau Thailand. Kita ketemu banyak teman-teman ya yang lebih happy lah investasi di sana. Terus Ahok membandingkan dengan kebijakan Li Kananyu ya. Li Kananyu pernah membangun ekonomi Singapura, butuh duit. Dia menawarkan siapapun dan negara mana pun boleh berinvestasi di Singapura. Ya, ini betul dan ini tadi yang gua bilang di luar negeri sekarang juga lagi ngetren ee di beberapa negara Eropa yang miskin ya, khususnya jadi kayak Italia, Portugal, Spanyol mereka itu kasih penawaran investasi. Kalau lu invest di atas 2 jutao, lu bisa jadi kewarganegaraan mereka. Lu bisa dapat ya permanen residen di sana. PR di Indonesia enggak ada lah yang namanya PR. PR mungkin lebih kayak kitab lah. Tapi itu pun enggak enggak enggak pas juga translasi. Enggak pas. Anyway, permanenan resident artinya dapat fasilitas seperti rakyat negara itu sendiri. Nah, itu sangat menarik ya. Sangat menarik. Contohnya gini ya. Kalau lu investasi properti di Portugal 2 juta euro atau di Malta 2 juta euro, lu dapat akses paspor yang jauh lebih powerful dibanding paspor Indonesia. Lu bebas pergi ke negara Shengen semuanya. Lu bebas datang ke mana aja. Lu bebas pergi, mau pergi ke Amerika kek, ke Jepang kek, ke Australia kek, enggak usah lagi lu ngurus-ngurus visa. Enggak penting. Visa itu diperuntukkan buat negara-negara yang tidak dipercaya, negara-negara. Makanya lu jangan bingung kalau Indonesia masuk ke negara-negara G20 seperti misalkan lu nih, lu mau pergi ke Kanada lah, ke Amerika lah, ke Jerman lah, lu pasti diminta visa lu mana? Izin lu mana? Nah, karena lu harus dicek nih, jangan-jangan background lu atau background lu dari negara-negara yang hobinya mengacau di negara orang lain. Nah, suka enggak suka ya itu realita di negara kita bahwa enggak kompetitif. Makanya kalau ditawarin gua yakin ya orang pun ditawarin Golden Visa ke Indonesia ya kayaknya belum tentu juga dia bakal pakai. Setahu gua yang pertama itu Pavel Dufrov loh yang ditawarin tuh pendirinya ditawarin Golden Visa buat ke Indonesia karena dia hobi tinggal di Bali. Tapi apakah dia pakai apa enggak? setahu gua enggak sih? Karena kalau dia udah datang dia suka SMS gua tapi enggak. Jadi dia jarang pakai itu. Malah dia lebih senang tinggal di Dubai. Kenapa? Karena ya di Dubai jauh lebih enak, jauh lebih free, jauh lebih merdeka dan lu mendapatkan perlindungan, keamanan, kesejahteraan yang luar biasa dari negaranya sendiri. Contoh, lu di Dubai nih, lu jalan kaki jam 2. Pagi, aman aja. Aman, Bro. Tapi coba lu di Jakarta ya, lu mau jalan ke mana? Misalkan Pasar Rebo. Jalan jam 2.00 pagi, mungkin hilang dompet lu atau jempol kaki lu gitu. Ya, itulah realitanya. enggak percaya, pergi lu ke Tanjung Priuk jam .00 pagi, lihat aja apa yang terjadi sama lu. Jadi, itulah realitanya yang ada di Indonesia. Sekali lagi, Guys. So, jujur enggak lebih menarik enggak investasi di luar negeri? Ya, detik ini saat ini ya itu kenyataannya. Tapi gua enggak setuju kalau dibilang di Australia atau Singapura lebih menarik dari Indonesia. Enggak. Enggak sih. Apalagi kalau lihat ya jumlah penduduk mereka makin lama makin nyungsep, makin tiarap. Ee menurut gua enggak menarik. Singapura biaya hidup makin lama makin tinggi. Bahkan banyak warga negara Singapura yang pengin pindah itu juga banyak. Kalau detik ini kita ngomong Asia Tenggara lah. Kayaknya yang paling seksi hari ini ya Vietnam sama Thailand sih. Next. Dia lapangan tanya enggak rata. Yang nyelundup lebih untung daripada kita yang bangun industri. Belum lagi nanti saya akan cerita gimana solusinya. Pemerintah kita tidak pernah memetakkan sampai berapa layer supplier untuk dukung kita. Karena enggak mungkin saya bangun satu publik, semua komponen diang mendukung saya itu pakai uang saya. Enggak bisa. Itu yang Cina lakukan, Jepang lakukan, semua negara lakukan. Mana porsi? Kan saya kan tugasnya kalau pemerintah kan mengadministrasi keadilan sosial kan. Ini bagaimana ngatur duit nih? Keseimbangan ini yang kita atur. Kita enggak benci orang kaya. Bilang orang kaya enggak apa-apa biar lebih kaya. Tapi lu mesti bayar pajak yang benar. Orang miskin kita juga enggak benci orang miskin atau memanjakan orang miskin. Menegakkan aturan. kita bicara aturan meratakan lapangan tanding kita supaya pemainnya oke. Jadi agak kurang kedengaran gua intinya dia ngomong tentang lapangan tanding ya mungkin dunia bisnis yang dimaksud si Ahok itu enggak rata kalau di Indonesia ya artinya enggak level playing field dan ini ya realitanya di Indonesia betul-betul jomplang lah antara pemain daerah, penguasa daerah, pengusaha di kota, pengusaha antar provinsi, pengusaha internasional ya persaingannya enggak enggak enggak fair lah. Apalagi kalau dibandingkan dengan pengusaha-pengusaha oknum nih yang melakukan penyelundupan dari Cina, mereka malah diuntungkan dibandingkan pengusaha lokal yang bangun industri langsung di Indonesia. Ya enggak usah heran lah, di Indonesia pun banyak orang yang lu bilang sembilan naga juga kelihatannya dipuja-puja hari ini sebagai pahlawan ekonomi nasional. Zaman dulu kerjaannya apa ya? Importir barang ilegal lah. Dan apakah itu stop? Enggak terjadi sampai sekarang. Oh, sekarang malah makin banyak pemain yang importir barang-barang ilegal. Akibatnya ya enggak menarik. Contoh kita punya banyak teman ya kenalan yang punya pabrik-pabrik industri tekstil di Bandung, di Semarang, di Jawa Tengah, di Sukoharjo yang makin ke sini makin lama makin berat karena gampang banget impor barang jadi langsung ke Indonesia dari Cina ke sini mau resmi maupun enggak resmi dan itu kayaknya los-los aja, lewat-lewat aja. Ngeri enggak? Ngeri. Kalau gitu ngapain lagi kita buka pabrik di sini? Mendingan semua kita jadi pedagang. Ngeri enggak? Banyak orang bilang pedagang itu pengusaha. Enggak. Apalagi lu pedagang barang impor. Enggak. Lu menghancurkan perekonomian dalam negeri. Iya. Lu melemahkan rupiah. Iya. Jadi kalau dibilang stratanya sama enggak kalau pengusaha beneran yang menciptakan value ya dari barang raw material menjadi barang jadi, rantai pasoknya dia bangun, mungkin ada beberapa pengusaha di masing-masing bidangnya. Ya, itu jauh lebih valuable dibanding lu impor barang jadi dari luar terus dagang di sini. Lu bukan pengusaha menurut gua. Menurut gua lu cuma makelar sih. Terus terang aja enggak ada value, enggak ada value edit yang lu tambahkan di situ. Akan masih lebih berguna ya. Misalkan lu adalah importir besar tepung terigu masuk ke sini jadi berbagai macam varietas, martabak telur lah, martabak keju lah, keripik lah, bakmi lah. Ya, ada begitu banyak penghidupan di sana dibanding kemudian lu impor barang udah jadi aja di sini. Enggak ada value edit, enggak ada lapangan kerja yang tercipta di Indonesia. Dan gua setuju dan memang faktanya jauh lebih murah kalau lu jadi importir dan jual barangnya di sini dibanding bikin barang yang sama di Indonesia. Karena udah pasti COGs-nya, biaya produksinya di level yang Indonesia kalah jauh. Dan ini gua setuju nih sama Awak. Dia bilang kita harus bikin pemetaan nih gimana sih alur distribusi supply chain di pelaku usaha di Indonesia supaya bisa bikin batasan-batasan termasuk dukungan-dukungan juga buat para pelaku usaha di Indonesia. Anyway, gua udah pernah cerita sama lu kenalan gua ya, yang pengusaha shockbreaker lah. Dia kaget ketika dia datang ke pabrik di Cina. Dia ini adalah salah satu distributor, penjual ya, shockbreaker khusus motor terbesar di Indonesia. Barang-barangnya banyak tuh. Ada yang dari Eropa, ada yang dari Jepang, ada yang dari Cina. E suatu ketika dia dapat undangan buat jadi reseller produk Cina. Diundanglah dia ke pabrik shockbreaker yang ada di Cina itu. Dan dia kaget, ternyata dalam satu area industri ketika dia datang ke shockbreaker Cina itu di sebelah shockbreaker Cina ini ada pabrik pair. Sebelah pabrik perir ini ada pabrik baja, Guys. Pabrik stainless steel. Ada pabrik mur, ada pabrik karbon, ada pabrik packaging. Bahkan sampai packaging ada. Jadi ketika dia kirim shock breakernya ke Indonesia, dia butuh rantai pasok itu semuanya packaging-nya lah, murnya, bautnya, pernya, pegasnya, segala macam. hidrauliknya semua jadi satu. Ternyata hanya berasal dari supplier di lingkungan industri yang sama. Lu bisa ngesot, Guys. Gua kaget, B. Gua cuma jalan dikit aja. Gila ini udah langsung pabrik stainless steel. Gua jalan sedikit lagi, ini pabrik packaging. Gua jalan sedikit lagi aja, ini udah pabrik pair. Ini pabrik mur, pabrik pegas. Shock breakernya tinggal dirakit di situ. Biayanya sangat-sangat kecil karena dari hulu sampai hilir yang ada di berada di area yang sama. Tapi lu bayangin kalau di Indonesia mau bikin begitu, bedeh, ribet banget. Pabrik lu ada di Semarang, nanti pabrik bautnya ada di Surabaya, pabrik packaging-nya ada di Jakarta, pabrik murnya, stainless steel-nya ada di Tangerang. Terus lu kalau butuh stainless steel, lu butuh apa? Lu butuh besi sama nikel. Ternyata nikelnya lu bawa lagi nih dari Maluku, smelternya ada di Sulawesi. Bawa lagi ke sini. Wah, gila kacau. Nah, ini hebatnya si Cina ya. dia bisa bikin ee sistem ya ekosistem bisnis industri terpadu dan memang dipikirkan secara matang oleh pemerintah. Jadi betul-betul planning kayak keluarga berencana ya inilah industri berencana. Di Indonesia ada enggak industri berencana? Enggak. Masih scattered. Enggak percaya? Lu datang aja ke pabrik. Good news guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www. sekolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Enggak percaya? Lu datang aja ke pabrik mobil di Indonesia, pasti lu lihat joknya dari mana, kaca filmnya dari mana, kaca mobilnya dari mana, setirnya dari mana, engine-nya dari mana, transmisinya dari mana? Wah, udah dari out-autan lah, dari seluruh Indonesia datang ke situ. Biaya tinggi. Ya udah pasti jelas. Kita belum ngomongin perintilan kecil kayak ban. Bannya dari mana? Karetnya dari mana? Velegnya dari mana? Oh, bukan cuma besi, ada aluminium aloy. Oh, bukan an aluminium. Ada lagi karbonnya. Oh, ada lagi nikelnya. Waduh, ujung-ujungnya ribet. Tapi di Cina itu jadi satu, Guys. Jadi lu mau punya pabrik veleg aja udah jadi satu. Sama dari hulu hilir veleg itu sendiri sampai ke packaging velegnya dia punya di area yang sama. Kalah jauh kita memang. Next. Ini yang terjadi di gawat demokrasi kita nih. Penguasa jadi penguasa H. Penguasa plus pengusaha dia dicelaka. Hampir semua investor asing yang masuk. Kalau Anda pelajari ate benefnya, Ubo-nya di pasti ada oknum pejabat atau keluarganya. Dia punya saham. Tadi saya baru makan siang sama bosan besar ini. Makan siang tadi belum ke sini ya. Dia ceritalah tanya kondisi Indonesia seperti apa. Ngomong-ngomong aku enggak usah sebut nalu bilang gini, "Kalau nama saya, saya mah sudah umur hok buat apagi kau cari duit gua kaya enggak tahunya ada bagian juga bos di situ. Begitu ngomong SDA ada bagian hirisasi ada bagian. Cek aja di luar negeri di mana tuh perusahaan punya siapa. Ada tuh ujung-ujung siapa di belakang." Nah, ini semua lapangan tanding jadi tidak merata. Anda kenal pejabat dikasih saham, kenal orang dalam, Anda dapat perlakuan. Kalau enggak, jangankan golden visa, silver visa pun susah kali. Visa biasa juga dikerjain, visa buat pegawai kerjain kok. Tuh ketangkap toh yang beli mobil banyak itu loh. Ya, jadi dia bilang sekarang penguasa sudah punya double peran nih menjadi pengusaha juga. Anyway, ini bukan cuma terjadi di detik ini doang di Kazakstan, tapi udah jadiadi bertahun-tahun lalu ya seperti itu. Karena hubungan di Indonesia apa? Patron klien, feodalisme. Dan ini udah dikritik kelas nih sama Mokhtar lu dia pernah bikin buku judulnya manusia Indonesia. Lu harus cek tuh dia udah bisa memetakan Indonesia ini bakal jadi apa dalam 100 tahun ke depan manusianya seperti apa. Betul-betul bagus bukunya. Karena konkret faktanya sampai detik ini seperti itu. Dari zamannya Indonesia belum merdeka sampai zamannya hari ini. Ya begitulah kalau lu jadi penguasa, hmm dan lu begitu lu berkuasa lu jadi pengusaha juga. Ini benar yang dibilang si Ahok. Dan ini fakta. Karena kalau lu lihat semua bisnis-bisnis besar ya di Kazakhstan ya, bukan di Indonesia loh, di Kazakhstan, pasti ujung-ujungnya ada keluarga penguasa di sana. mulai dari skala kecil di kabupaten, di provinsi, di kota yang ada di Kazakhstan ya. Ya, sampai ke yang lebih tinggi lagi ya. Begitulah yang terjadi di Republik Kazakhstan ini. Dan akibatnya apa? Persaingannya jadi enggak merata. Iyalah, yang satu sama-sama ikut tender nih, tapi satu enggak punya darah biru, enggak punya genetika penguasa. Yang satu barangnya jelek, Bro. Barangnya jelek, kualitasnya jelek, udah pasti rusak, harga lebih mahal tapi menang. Kenapa bisa? Rata-rata karena dia punya orang dalam ordal. Ya, itu faktanya. akibatnya jadi enggak fair karena enggak ada meritokrasi. Bukan yang paling bagus yang menang, yang paling pintar yang menang, yang paling berkualitas yang menang, yang harganya paling terjangkau yang menang. Enggak. Ujung-ujungnya apa ya? Ujung-ujungnya kembali lu ada orang dalam apa enggak? Dan ini yang dikeluhkan sama si Ahok. Akibatnya kita jadi enggak kompetitif. Betul enggak ini seperti itu? Ya betul. Makanya kalau lu lihat ya, pertumbuhan ekonomi di Vietnam, kembali lagi Vietnam ya, bentar lagi hampir 8% dan gua yakin bentar lagi akan lebih dari 8% karena dia berhasil menikmati begitu banyak keuntungan dari investor-investor yang butuh negara untuk memindahkan pabriknya. Karena Cina lagi diserang nih. Kenapa dia bisa berikan itu? Karena ya jujur walaupun dia komunis, walaupun korupsinya juga sama banyak ya kayak di Indonesia, cuman Vietnam lebih pro terhadap investor asing. Mereka tahu pejabat-pejabat di sana juga tolol ya, enggak ada otak. Enggak bakal ngerti lagi gimana cara bikin mobil listrik. So, apa yang dia lakukan? Kasih aja mereka masuk. Nanti bakal ada transfer teknologi di situ. Cina sudah lakukan itu dengan Tesla. Lu tahu sepanjang sejarah Cina itu enggak pernah mau ngasih orang bule masuk buka pabrik. Enggak. selalu negara minta saham di dalamnya. Sampai suatu ketika dia bilang, "Wah, ini bisa memperlambat inovasi dan kita harus ada investor yang paling canggih masa depan adalah mobil listrik, baterai listrik. Kita undang yuk Tesla semoga mereka bisa kasih transfer teknologi. Semoga bisa memacu persaingan di tingkat lokal sama perusahaan-perusahaan mobil yang sej selama ini masih tradisional, konvensional pemikirannya. Dan begitu Tesla masuk wus langsung kencang langsung lahir BYD, Woling, Gily, Ion dan lain sebagainya, Guys. Dan itulah realitanya ketika terjadi level playing field, terjadi kompetisi yang sehat tentunya dan negara di sini enggak main curang gitu ya, orang jadi lebih senang berinovasi. Tetapi di negara di mana orang-orang yang pintar, meritokrasi tidak ada, tidak ada penghargaan bagi rakyat yang berkualitas, tidak ada kesempatan buat mereka. Ya ujung-ujungnya ya negara bukan tambah maju, tapi tambah nyungsep sih, tambah tiarap sih. Karena buat apa lu menjadi orang yang hebat di negara yang seperti itu? Buat apa lu jadi orang yang pintar di negara seperti itu? Buat apa lu menjadi pengusaha yang inovatif di negara yang seperti itu? Karena ujung-ujungnya bukan lu yang menang. Makanya lu jangan heran ya, banyak ilmuwan orang-orang pintar di Indonesia ya pindahnya keluar. Termasuk pengusaha lah, pengusaha-pengusaha yang handal. Bukan yang mengandalkan penghasilan dari FPBN ya. Pengusaha yang inovatif menggunakan idenya, brilian kreasinya, menciptakan sesuatu dari zero to something ya, most likely lahirnya ya dari di luar negeri ya. Sebagai bukti aja ya, salah satu perusahaan chip ya e microchip teknologi di Amerika yang terkenal ternyata punya orang Indonesia loh. Dia tidak akan bisa lakukan yang sama kalau dia masih buka pabriknya di sini. Tapi ketika dia pindah ke Amerika, dia bisa bikin. Nama perusahaannya Marvel. Lu gak bakal nyangka ya, perusahaan semikonductor itu ternyata punya orang Indonesia. Ya, dia membuat keputusan yang luar biasa dengan membuka pabriknya di Amerika Serikat. Sekarang ya jadi sukses besar. Anggaran itu semua harus berbasis kan namanya juga berdasarkan apa? Kinerja kan itu harus money follow function. Hari ini bagaimana investor bisa percaya kita ketika dilihat menyusun anggaran kita suka-suka tahun depan mau narik 700an triliun untuk bayar hutang. Kalau dalam bisnis lu sudah bangkrut itu. Itu kalau kampung saya namanya itu gali lubang tutup lubang namanya kan. Betul kan? J kalau kita kelola negara seperti ini ini buruk sekali manajemennya. Nyusun anggarannya ngcu banget. Lalu dipotongin anggaran semua. Eh eh ini yang kedua optimalisasi biaya. Jadi waktu duit enggak ada bukan potong biaya saja, tapi kita mesti lihat mana itu namanya optimalisasi biaya. Biaya mana setiap sel itu harus menghasilkan uang. Kalau waktu saya menyusun APBD, bagaimana setiap rupiah disusun, dikeluarkan bisa membuat penuh otak, perut, dan keluarga. Oke, Guys. Kenapa lu benar-benar harus bijak nih ya? Ketika ada orang bilang, "Oh, berarti negara ini bakal hancur. Negara ini korupsinya besar." Memang betul korupsinya besar. Tapi kalau ada orang yang bilang hari-hari ini kita makin parah, makin hancur, harus ambil hutang lagi di mana-mana buat jalanin negara ini. Harusnya kan malah berhemat. Ya, gua setuju. Dan memang negara juga sudah berhemat sih, tapi enggak sebanyak yang kita harapkan. Tapi lu harus tahu ya omongan kayak si Ahok ini lu harus kritisi juga hari ini. Bagaimana investor bisa percaya kita ketika dilihat menyusun anggaran kita suka-suka. Hari ini bagaimana investor bisa percaya kita? Kenapa? Lu lihat kayak demo diipati kemarin. Kenapa orang demo diipati? Karena katanya PBB-nya naik. Kok bisa? Karena transfer ke daerah itu dikurangin. Kenapa transfer ke daerah dikurangin sampai R triliun? Karena duit negara itu bukan tambah banyak tapi makin dikit. Teman-teman tahu per Juni 2025 penghasilan negara dari pajak itu cuman R830 triliun. Ini berkurang dibandingkan Juni tahun sebelumnya. negara berhasil collek R890 triliun, hampir 900 triliun. Terus penerima negara berkurang, apa yang terjadi? Ya mau enggak mau transfer ke daerah ya dikurangin dan daerah suka enggak suka ya mereka harus memaksa diri sendiri untuk mencari pendapatan. Terus dari mana pendapatannya? Ya namanya juga daerah enggak banyak yang punya otak dan kreatif. Mereka bisa ambil dari PBB, pajak bumi dan bangunan, sumber PAD mereka, atau satu lagi pajak kendaraan bermotor. So, yang paling gampang mereka lakukan apa? Naikkan aja yang namanya PBB. Ada yang 200%, 1000%, 2000% pati lakukan itu dan kemudian rakyat berontak. Tapi satu yang lu harus pahami, Guys. Kenapa negara harus berhemat? Kenapa negara harus efisiensi? Apa betul kata Ahok, baru hari-hari ini aja negara terasa makin krisis keuangannya? Enggak. Hari ini bagaimana investor bisa percaya kita? Lu hati-hati nih operasi penggembosan nih terhadap pemerintah kita nih. Kenapa negara berhemat? Karena penerima negara kecil cuman 830 triliun. Lu tahu hutang yang kita harus bayar di tahun 2025? Bunganya doang 552 triliun bunganya doang. Sekali lagi gua bilang itu berapa? Itu 66% dari pendapatan negara dari pajak. Lu bayangin negara ngumpulin pajak sampai bulan Juni 2025 cuma dapat R830 triliun. Udah hilang nih R52 triliun sampai akhir tahun bunga yang harus dia bayar. Bukan pokok hutangnya. So, kalau dibilang hari-hari ini pemerintah kok terasa makin ngacau kok kayaknya duitnya enggak ada kering ya? Ya, buat bayar bunga utang. Terus siapa yang ngutang? Pikir pikir lu siapa yang ngutang? Siapa yang ngutang? 550 triliun. Prabowo kan baru naik jadi presiden. Coba lu pikir siapa yang ngutang? Lu tahu ini baru ngomongin bunga utang ya? Bunga utang itu udah menyedot pendapatan pajak kita buat bayar bunga utang doang. Lu tahu di 1 Januari 2025, 1 Januari 2025 pokok hutang kita sudah hampir 9.000 triliun, Guys. 1 Januari 2025. Lu kira jujur aja lah. Lu kira Prabowo yang berkuasa selama bertahun-tahun sehingga bisa ngutang 9.000 triliun. Hello, brother. Don't be stupid lah. Ini si Ahok ini ngacau juga nih ngomong lu. Ahok lu ngacau loh. Lu ngomong hari-hari ini negara tambah nyungsep tambah tiarap. hari ini bagaimana investor bisa percaya kita. Kenapa anggaran ee penghematan anggaran? Ya memang harus dihemat karena ada yang ngutang enggak pakai otak. Siapa? Bukan gua bazer Prabowo atau apa. Enggak. Enggak sanggup pemerintah bayar gaji gua. Enggak sanggup Prabowo gaji gua. Enggak. Enggak. Pakai otak. Negara harus berhemat. Terpaksa harus berhemat karena dia dipaksa untuk bayar hutang. Bukan dia yang bikin, tapi dia harus bayar bunganya aja R00 triliun. Siapa pikir dong? Siapa yang berkuasa selama itu bisa download duit, cetak duit enggak pakai otak? Coba lu pikir siapa? Hello, guys. Hello. Sor nih, gua enggak ada lihat si Prabowo bikin ibu kota di Papua. Sor nih gua enggak ada lihat ya si Prabowo bikin kereta kebulan. Sori aja nih. Kita ngomong jujur-jujuran aja nih. Makanya lu harus bijak nih menyikapi omongan politisi bahkan selevel Ahok sekalipun. Gua termasuk yang pro Ahok. Gua jujur ketika pemilu ada Ahok, gua coblos Ahok jujur. Tapi pernyataan dia di sini, lu harus kritisi. Dia bilang, "Hari hari ini, hari ini, hari ini." Seolah-olah ini semua kesalahan si Prabowo. Seolah-olah ini semua kesalahan pemerintah hari ini. Hello, Guys. Fakta dan data membuktikan bahwa pemerintahan yang baru terpaksa membawa dosa masa lalu harus bayar bunga utang 500 triliun, menghabiskan 66% penghasilan pajak kita di semester 1 Juni 2025. Gila. Gila, Guys. Lu bayangin, Guys. Gila. Penghasilan negara 66% sudah hilang. Cuma buat bayar bunga utang. Bukan buat bayar pokoknya loh, bunganya. Lu hati-hati dijebak lu makin ke sini gua lihat makin banyak operasi ya, penggembosan terhadap ya pemerintahan yang sah yang lu pilih dan lu harus hati-hati. Banyak sekarang lu bakal makin lihat demo-demo bertaburan di mana-mana. Yakin gua? Ya memang bukan artinya pemerintahan kita yang hari ini benar semua kayak malaikat bersih. Enggak juga banyak ngaconya juga. Lihat aja wakil menterinya habis dikarungin. Ya, bagus enggak? Bagus. Bagus. Jujur. Enak aja malak-malak pengusaha. Hh. Investor ya jadi takut di Indonesia. Lu tahu ini channel investasi by the way bukan channel politik. Tapi kalau lu bawa data yang salah, tapi kalau lu memanipulasi publik apalagi ya bikin-bikin demo-demo palsu sehingga nakut-nakut investor, hati-hati guys, sekarang udah era keterbukaan lah. Faktanya hari ini ya pemerintah tertekan, pemerintah susah, pemerintah krisis anggaran, dan pemerintah wajib efisiensi anggaran. Bahkan berada dalam kondisi yang lebih boncos, lebih rendah. Negara kita berada di titik yang paling rendah. Tapi kan lu harus pakai akal sehat. Si Ahok ngomong begitu gara-gara siapa? Hello. Menurut lu Grindra udah berkuasa di republik ini selama 20 tahun sehingga bisa ngutang 9.000 triliun. Gua bukan ngobelain gerinda. Gua bukan orang partai. No. Kita independen. Siapapun partainya kalau lu bikin salah lu gua serang lu. Siapapun pejabatnya lu bikin salah kita serang loh. So teman-teman di sini gua mau bilang ya gua setuju sama Ahok sampai bagian pertengahan tadi tapi khusus yang bagian terakhir itu ya gua harus kritisi. Sepertinya lu ngaco, enggak sinkron. Karena bukan pemerintahan hari ini loh yang bikin hutang 9.000 triliun. Dan teman-teman ingat ya, ini bom waktu yang dipersiapkan dan Prabowo harus siap-siap nih karena demonstrasi makin banyak. Kolaborasilah dengan George Soros yang hari ini juga lagi demo nih di Amerika nih. Donald Trump sampai pusing. Dia sampai bikin komentar seperti ini di Twitter-nya dia. Dan kalau bergabung nih kubu George Soros dengan kubu-kubu demo-demo dan lu udah pasti tahulah siapa antnya itu. Dan mereka memanfaatkan momentum ini. Ini adalah bom waktu yang sudah disiapkan, Guys. Ya, Prabowo. Lu kalau enggak siap lu siap-siap aja digembosin lu. Dan jangan-jangan yang gembosin lu adalah orang dalam lu sendiri. Hati-hati orang dalam lu sendiri yang gembosin lu. Makanya teman-teman ya resavel kabinet itu wajib dan harus segera dilaksanakan. Bersihkan nih agen-agen ya yang memang bercita memporak-porandakan Indonesia. Ini bahaya sih. Ini bahaya. Dan satu ya buat closing statement ya di sini Aok di bagian akhir dia bilang kalau memang enggak lagi punya duit yang harus dilakukan bukan hanya memotong biaya melainkan harus melakukan optimalisasi biaya. Di bagian ini gua setuju. Jadi bagian ini kembali lagi gua setuju sama Ahok bahwa apa? kita harus memang efisiensi anggaran ini wajib karena dosa masa lalunya berat banget nih. Pada saat yang sama memang perlu optimalisasi biaya bahwa efisiensi anggaran itu wajib tapi yang kita sudah efisienkan ini harus dijalankan seoptimal mungkin, tepat guna. Jangan lagi lu bikin program-program pembangunan, proyek-proyek ngacau, enggak ada gunanya, enggak ada benefitnya buat negara kita, buat rakyat kita. Contoh, bikin bandara di tengah hutan jauh dari mana-mana. Ke Jakarta, ke Bandung jauh, ke Semarang jauh. Siapa yang mau pakai bandara kosong, melompong, kayak hantu? Heh, optimalisasi dong, kata si Ahok. Yah, itulah pintar nih si Ahok. Optimalisasi. Lu kira bandara kosong itu yang bangun siapa, Hok? Optimalisasi. Kayak si Aok bilang, bikin kereta cepat Jakarta, Bandung. Iya, rugi sekian triliun. Optimalisasi. Ya, begitu. Apakah contoh yang betul dengan optimalisasi? Ya udahlah gitu, dosa masa lalu udah terjadi. Tapi kalau lu bikin kerusuhan adu domba dan menyajikan data-data yang tidak faktual, seolah-olah itu semua adalah dosa pemerintahan hari ini. Hei, hati-hati dong. Karena data bisa dicek loh zaman sekarang. Enggak mungkinlah logikanya negara kita detik ini bisa utang 9.000 triliun karena pemerintahan hari ini yang berdosa dan bersalah. Padahal eh 1 tahun aja juga belum berkuasa. Ya udah. Tapi sekali lagi gua setuju bahwa optimalisasi biaya wajib dilakukan. Udah gak bisa lagi kita spending ngasal gak transparan, gak akuntable, itu udah gak bisa ngacau-ngacau itu. Kenapa? Because our time is running out, guys. Kita ini menuju detik-detik kehancuran nih. Kalau pengelola negara dibiarkan makin lama makin kacau. Detik-detik kehancuran gua udah bilang bayar bunga aja sampai R500 triliun, Guys. Ngeri masalahnya sekarang bom waktu nih piring kotor yang harus dibersihkan Prabowo itu ada banyak banget. Kita itu, Guys, bukan mendukung siapa. Mendukung si A, B, C atau D. No. Kita itu harus mendukung pemerintahan yang adil, pemerintahan yang fair, pemerintahan yang berdaulat, pemerintahan yang tahu ya mana menyeimbangkan mana kepentingan bangsa, kepentingan rakyat, kepentingan negara, kepentingan pengusaha, kepentingan investor. Memang enggak semuanya bisa dibikin happy, mustahil. Tapi yang bisa mimpin itu karena kita memilih seorang pemimpin yang buat pimpin kita semua. Bukan satu golongan tertentu atau satu keluarga tertentu. Enggak. Sekali lagi gua bilang ya, memang Indonesia ini perlu cuma punya sistem satu partai seperti Cina. Suka enggak suka lu gua aliran yang seperti itu karena lu enggak bakal makin ngaco. Kita punya begitu banyak partai, harus ada begitu banyak lobi-lobi sana sini. A enggak, enggak, enggak bisa Indonesia enggak bisa begitu. Enggak. Kalau kita mau maju, contohnya udah ada nih Vietnam sukses, China sukses. Ya harapannya sih memang kita ketika sistem satu partai kita enggak dapat partai kayak Kim Jong Un ya. Jadi kita jadi the next piong yang gitu ya. Jangan juga, enggaklah. Tapi tetap kita berharap ya kita dapat pemimpin yang adil, yang bijaksana, yang bisa pimpin kita semua. Dan sayangnya kalau kita lihat dengan sistem yang hari-hari ini ada, yang ada apa? Ya, sepertinya bakal susah kita jadi negara maju karena akan mudah kita diadu domba karena ada begitu banyak warna di lapangan. merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu yang bisa dengan sangat mudah disusupi oleh kepentingan mau asing, mau oligarki lokal, maupun politisi-politisi karbitan cap kaki lima, Guys. So, menurut kamu gimana, Guys? Lu setuju enggak dengan pernyataan Ahok atau memang ada bagian dari pernyataan dia yang harus kita kritisi? Apa betul hari-hari ini negara makin kering duitnya, makin tipis duitnya, terpaksa harus hemat sampai hematnya itu ke daerah-daerah? Apa betul itu kesalahan pemerintah masa kini atau jangan-jangan ada beban dari masa lalu juga loh yang memang hutangnya terlalu banyak. Negara benar-benar harus hati-hati nih. Sekarang kita berada di situasi yang krusial yang kalau kita enggak bisa handle dengan baik, jangankan Prabowo bisa bertahan selama 5 tahun ya, negara Indonesia jangan-jangan bisa jadi enggak ada lagi nih dalam 5 tahun. So, betul-betul harus bijak, Guys. Oke, Guys. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu ya, pandangan kamu gimana nih terkait pernyataan Ahok ini. Lu setuju atau tidak setuju? Tulis di kolom komentar di bawah ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]