Transcript
4W32kpgzv64 • Indonesia's Debt Burden Reaches 9,000 Trillion!! Ahok: Could Indonesia Fall?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0426_4W32kpgzv64.txt
Kind: captions
Language: id
Saya Benix dengan ini menyatakan
dukacita yang sebesar-besarnya, yang
sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara
sebangsa setanah air kita, Afan
Kurniawan, 21 tahun dari Jakarta.
Sarinawati, 25 tahun dari Makassar.
Syaiful Akbar 43 tahun dari Makassar.
Muhammad Akbar Basri 28 tahun dari
Makassar. Rusdam Diansyah 21 tahun dari
Makassar. Sumari 60 tahun dari Solo.
Reza Sandi Pratama dari Yogyakarta.
Total sudah ada tujuh jiwa yang
melayang, mati tragis dalam proses
demonstrasi ini. Dan mereka
menyuarakannya suara hati rakyat.
Jeritannya melihat para pejabat kita
yang semena-mena yang menindas dan suka
melecehkan rakyatnya sendiri. Semoga ini
adalah peristiwa tragis yang terakhir,
tidak terulang lagi. Dan mari kita
sama-sama berdoa ya supaya Indonesia
sistem demokrasinya bisa menjadi lebih
baik lagi.
So, kalau dibilang hari-hari ini
pemerintah kok terasa makin ngacau kok
kayaknya duitnya enggak ada kering ya?
Ya, buat bayar bunga utang. Terus siapa
yang ngutang? Pikir pikir lu siapa yang
ngutang.
Guys, kita barusan dapat kiriman video
Ahok nih yang memberikan komentar
panjang terkait dunia investasi
Indonesia dari Yogyakarta. Nah, ini
heboh banget videonya karena ketika gua
dapat kiriman video itu, Om Ben, lu
gimana menurut lu soal ceritanya si Ahok
ini? Kok kayaknya heboh banget? Banyak
investor yang panik setelah nonton
videonya Ahok. Emang videonya kayak apa
sih dan kenapa bisa jadi perhara? So,
kalau lu penasaran, yuk kita tonton
sama-sama. Gua juga belum ngelihat.
Jangan dikip video ini. Let's check this
out.
Tata kelola negara memang enggak optimal
menurut saya. Kita sebagai rakyat itu
dipaksa menerima be minimum. Jadi kita
dari kecil dilatih ya begitu. Pejabat ya
pantas kaya pejabat ya pantas kita
layanin. Itu ada mungkin tanpa sadari.
Jadi kita juga sama pejabat juga takut
mesti hormat. Dia punya kuasa.
Nah, ini selalu ada dalam kita buat
iklim investasi sudah enggak ada kita
dagang kok. Singapura pertama kali saya
ingat banget tahun-an
masih orang tua masih hidup sekarang dia
tinggal di Australia. Dia bilang gini,
"Saya bukan tidak nasionalis ya hok ya.
Saya itu dari kecil sampai sekarang mau
17 Agustusan tetap gua hormati walaupun
gua warga negara Australia." Kenapa tuu
kayak gitu? Karena Bapak gua bilang dari
kecil, "Udahlah investasi Indonesia
susah, enggak ada obatnya lah. Kalau
kalau dikelola dengan cara sembarangan,
udah enggak ada obatnya lah negara ini.
Lebih baik kamu saya sekolahkan ke luar
negeri, Singapura, Australia, di
Singapura murah. Kalau enggak salah dulu
R00 juta apa Rp1 miliar kita dulu kan
gede dolar kita kecil itu langsung
dikasih itu, Pak. Bukannya permanent
resident, Pak. Bukan Golden Visa Lianu.
Bingung nih ini pulau kecil ni gimana
dilepas dari Malaysia ini gimana cara
bangunnya? Ditawarin siapapun mau
investisi ini gua kasih warga negara
malahan bukan golden visa. Masalnya kita
dikasih warga negara kita enggak mau
kali ya. Itu yang kita
oke jadi si Ahok bilang katanya tata
kelola negara kita ini belum optimal ya.
Menurutnya rakyat Indonesia dipaksa
menerima be minimum. Bear minimum.
Artinya kita dipaksa menerima ya yang
paling standar, yang paling bawah. Jadi
menurut mayoritas rakyat di dunia ya,
bukan cuma di Indonesia eh sepanjang
kita bisa makan, minum, hirup oksigen,
tidak digebukin polisi, tidak digebukin
tentara, tidak ditambakin kayak lu kalau
tinggal di Kazakhstan atau di
Afghanistan, ee oke-oke aja. Jadi itulah
standar kualitas hidup orang Indonesia.
Lu tidak dipukuli jalan, lu tidak
dirampok, lu masih bisa makan, lu masih
bisa minum, lu masih bisa hirup oksigen.
Hah? Itu be minimum. Jadi itu yang
menurut si Ahok yang kita terima sebagai
warga negara Indonesia. Padahal kalau di
luar negeri, contohnya misalkan lu di
Inggris, be minimum itu adalah kalau lu
sakit, kanker, enggak bisa gerak,
disabilitas, lu dikirim mobil Mercy sama
negara buat antar jemput lu perawatan ke
rumah sakit. Atau kalau lu punya anak
pergi sekolah lu enggak mampu keluarga
lu. Anak anak lu berhak tuh dapat antar
jemput gratis dari sekolah supaya anak
lu berhak dapat pendidikan yang
berkualitas. Karena itu ada di
konstitusi mereka kayak kita. Pendidikan
dasar wajib minimum 9 tahun misalkan.
Kalau itu tidak ditegakkan negara
berdosa, negara salah. Makanya di sana
kalau lu enggak sanggup kirim beli
ongkos buat anak lu, negara wajib
sediain kendaraannya pakai Mercy lagi.
Nah, itu di luar negeri itu. Nah, bayar
minimum dia. Bayar minimum di Belanda.
Lu wajib bisa makan keju, bisa dapat
protein yang sehat, lu bisa makan ikan,
lu dapat pendidikan yang berkualitas
sampai SMA. Bahkan kuliah ya kuliah itu
di sana murah banget dibandingkan ee
orang asing yang kuliah di sana dan lu
dapat begitu banyak latihan buat
lapangan kerja. Makanya ketika lu lulus,
lu enggak perlu kuliah, Guys. Di Belanda
itu enggak kayak di Indonesia. Kayak
wajib banget kuliah kalau mau dapat
pekerjaan yang bagus. Tapi di Belanda
enggak. Mayoritas orang-orang yang kerja
di Belanda bahkan kerja seperti jadi
tukang bangunan, machonry, desainer
interior, atau bikin pakaian, itu
mayoritasnya cuma SMA, STM. Jadi lulusan
STM itu di sana jauh lebih berguna. Dan
gua pikir itu juga pola pikir yang benar
karena kuliah enggak buat semua orang,
tapi harus spesifik nih skill-nya. Lu
punya skill mechanical mesine, lu punya
skill operator kebun, lu punya skill
operator alat berat. Di Indonesia enggak
diajarin ujung-ujungnya apa, ngasal aja
semua. Masa di Indonesia tukang kayu,
tukang pondasi, tukang listrik, tukang
atap bisa jadi satu bikin sebuah
bangunan enggak tahu pakai standar apa.
Apun enggak ada sertifikasinya juga.
Tapi di Belanda enggak bisa. Lu kalau
mau bikin batu bata, dinding di rumah,
lu harus punya sertifikasinya, Guys. Lu
mau pasang kelistrikan, pelambing, pipa,
air, lu harus punya sertifikasinya,
Guys. Dan itu lulusannya bukan lulusan
kuliah. Mereka cuma lulusan SMA dan
gajinya bisa sampai ratusan juta, bahkan
R miliar setiap tahunnya. Dan makanya lu
juga jangan heran be minimum ya. Ya,
kalau di luar negeri lu berhak dapat
transportasi umum yang murah, gratis,
cepat, naik kereta cepat. Tapi kalau di
Indonesia be minimum itu betul-betul
brutal lah. Karena gua lihat sendiri
dengan mata kepala gua ya. Satu keluarga
motong ayam, satu paha dibagi buat empat
orang setiap hari. Itu standarnya di
Indonesia. Dan itu menurut Ahok itu be
minimum. Kita rakyat Republik Indonesia
dipaksa untuk menerima be minimum.
Pejabat gonta-ganti mobil mewah. Gila,
setiap tahun gonta-ganti mobil mewah.
Enggak peduli rakyatnya masih banyak
yang tinggal di bawah kolong jembatan.
Ya, gua setuju. Sadis. Makanya ketika
dia bilang dari kecil kita sudah
dilatih, pejabat pantas kaya dan mesti
dihormati, menurut gua ngaco. Memang
betul yang dibilang si Ahok itu ngaco.
Di luar negeri gua udah bilang
berkali-kali ya. Gua sering ketemu di
Belanda sama menteri di jalan naik
sepeda. Mereka ke kantor naik kereta
api. Gua pun sering ketemu sama
menteri-menteri Belanda kalau masih
kabinet di Amsterdam, di Denhag. Gua
ketemu di rel kereta api lagi naik
kereta dan ngobrol sama mereka biasa ya
karena mereka rakyat juga kayak kita.
cuman ya mereka lagi dapat mandat aja
buat menjadi administrator gitu aja. So
bukan artinya kayak di Indonesia.
Indonesia itu mentalitasnya masih feodal
ya. Jadi kayak kayak patron sama klien.
Jadi maksudnya apa? Kayak kita ini budak
mereka itu raja yang harus dilayani.
Makanya lu jangan heran kemarin kan ada
menteri ya menteri yang ketangkap kamera
menyiksa PNS yang kerja sama dia. PNS
loh PNS itu kan harusnya kerja buat
negara ya. Tapi ini kerja udah jadi
kayak pembantu rumah tangga dia. Tandon
air rusak, PNS-nya harus ke rumah
benerin. AC rusak dia harus ke rumah.
ini apa maksudnya? Jadi budak gila. PNS
itu kan yang bayar rakyat supaya PNS-nya
namanya juga pegawai negeri ya. Dia
melayani negeri bukan melayani si
pejabat bangsa itu. Cuman ya itulah
realita di Indonesia. Dan gua setuju di
sini sama Ahok. Setuju gua. Terus Ahok
bilang apa lagi? Dia bilang di Indonesia
investasinya susah dan enggak ada
obatnya. Apalagi kalau dikelola dengan
cara sembarangan. Lebih baik di
Australia atau di Singapura. Karena
kalau di Singapura sama Australia lebih
baik mereka bahkan bisa sampai ngasih lu
permanen residen daripada Indonesia yang
saat ini bakal memberikan golden visa
bagi asing. Oke, ini bagus banget nih
karena sekarang lagi banyak
program-program Golden Visa. Gua juga
begitu banyak dapat penawaran dari
Dubai, Qatar, Spanyol, Malta. Kalau lu
pengin dapat paspor Uni Eropa, powerful,
oh gampang tuh. Lu bisa ambil dari
Malta. Anyway, kenapa jadi lebih menarik
investasi di luar negeri dibanding di
dalam negeri? Ya tadi di dalam negeri
ini punglinya enggak karuan banyaknya.
Itu kan pajak yang tak terlihat. Jadi
sebetulnya pajak yang lu bayarkan di
Indonesia, let's say lu bayar pajak
perusahaan lu berapa? 22%. Realitanya lu
bayar lebih tinggi dari itu. Karena lu
bayar pajak pungli-pungli enggak
terlihat. Bayar pajak ormas lah, bayar
pajak aparat lah yang berseragam maupun
yang tidak berseragam lah. Bayar uang
sunatan lah, bayar uang THR tidak resmi.
Padahal kerja sama kita juga enggak.
Tapi bisa-bisanya minta THR. Tapi itulah
realita yang terjadi di Indonesia. Ya,
kalau enggak ya siap-siap lu pabrik lu
ditutup, pabrik lu didemo, pabrik lu
dibakar, gudang lu dimaling. Nah, itu
realita di Indonesia ya. Dia bilang
kalau di negara lain malah lebih aman,
lebih bagus ya. Kalau hari ini sih gua
rasa bukan Singapura sama Australia
sudah lewatlah masanya mereka lah. Ya,
sekarang sih eranya kalau lu mau
investasi justru lebih nyaman dan aman
dan tentram kalau lu invest di
negara-negara seperti komunis Vietnam
tuh jujur aja atau Thailand. Kita ketemu
banyak teman-teman ya yang lebih happy
lah investasi di sana. Terus Ahok
membandingkan dengan kebijakan Li
Kananyu ya. Li Kananyu pernah membangun
ekonomi Singapura, butuh duit. Dia
menawarkan siapapun dan negara mana pun
boleh berinvestasi di Singapura. Ya, ini
betul dan ini tadi yang gua bilang di
luar negeri sekarang juga lagi ngetren
ee di beberapa negara Eropa yang miskin
ya, khususnya jadi kayak Italia,
Portugal, Spanyol mereka itu kasih
penawaran investasi. Kalau lu invest di
atas 2 jutao, lu bisa jadi
kewarganegaraan mereka. Lu bisa dapat ya
permanen residen di sana. PR di
Indonesia enggak ada lah yang namanya
PR. PR mungkin lebih kayak kitab lah.
Tapi itu pun enggak enggak enggak pas
juga translasi. Enggak pas. Anyway,
permanenan resident artinya dapat
fasilitas seperti rakyat negara itu
sendiri. Nah, itu sangat menarik ya.
Sangat menarik. Contohnya gini ya. Kalau
lu investasi properti di Portugal 2 juta
euro atau di Malta 2 juta euro, lu dapat
akses paspor yang jauh lebih powerful
dibanding paspor Indonesia. Lu bebas
pergi ke negara Shengen semuanya. Lu
bebas datang ke mana aja. Lu bebas
pergi, mau pergi ke Amerika kek, ke
Jepang kek, ke Australia kek, enggak
usah lagi lu ngurus-ngurus visa. Enggak
penting. Visa itu diperuntukkan buat
negara-negara yang tidak dipercaya,
negara-negara.
Makanya lu jangan bingung kalau
Indonesia masuk ke negara-negara G20
seperti misalkan lu nih, lu mau pergi ke
Kanada lah, ke Amerika lah, ke Jerman
lah, lu pasti diminta visa lu mana? Izin
lu mana? Nah, karena lu harus dicek nih,
jangan-jangan background lu atau
background lu dari negara-negara yang
hobinya mengacau di negara orang lain.
Nah, suka enggak suka ya itu realita di
negara kita bahwa enggak kompetitif.
Makanya kalau ditawarin gua yakin ya
orang pun ditawarin Golden Visa ke
Indonesia ya kayaknya belum tentu juga
dia bakal pakai. Setahu gua yang pertama
itu Pavel Dufrov loh yang ditawarin tuh
pendirinya ditawarin Golden Visa buat ke
Indonesia karena dia hobi tinggal di
Bali. Tapi apakah dia pakai apa enggak?
setahu gua enggak sih? Karena kalau dia
udah datang dia suka SMS gua tapi
enggak. Jadi dia jarang pakai itu. Malah
dia lebih senang tinggal di Dubai.
Kenapa? Karena ya di Dubai jauh lebih
enak, jauh lebih free, jauh lebih
merdeka dan lu mendapatkan perlindungan,
keamanan, kesejahteraan yang luar biasa
dari negaranya sendiri. Contoh, lu di
Dubai nih, lu jalan kaki jam 2. Pagi,
aman aja. Aman, Bro. Tapi coba lu di
Jakarta ya, lu mau jalan ke mana?
Misalkan Pasar Rebo. Jalan jam 2.00
pagi, mungkin hilang dompet lu atau
jempol kaki lu gitu. Ya, itulah
realitanya. enggak percaya, pergi lu ke
Tanjung Priuk jam .00 pagi, lihat aja
apa yang terjadi sama lu. Jadi, itulah
realitanya yang ada di Indonesia. Sekali
lagi, Guys. So, jujur enggak lebih
menarik enggak investasi di luar negeri?
Ya, detik ini saat ini ya itu
kenyataannya. Tapi gua enggak setuju
kalau dibilang di Australia atau
Singapura lebih menarik dari Indonesia.
Enggak. Enggak sih. Apalagi kalau lihat
ya jumlah penduduk mereka makin lama
makin nyungsep, makin tiarap. Ee menurut
gua enggak menarik. Singapura biaya
hidup makin lama makin tinggi. Bahkan
banyak warga negara Singapura yang
pengin pindah itu juga banyak. Kalau
detik ini kita ngomong Asia Tenggara
lah. Kayaknya yang paling seksi hari ini
ya Vietnam sama Thailand sih. Next.
Dia lapangan tanya enggak rata. Yang
nyelundup lebih untung daripada kita
yang bangun industri. Belum lagi nanti
saya akan cerita gimana solusinya.
Pemerintah kita tidak pernah memetakkan
sampai berapa layer supplier untuk
dukung kita. Karena enggak mungkin saya
bangun satu publik, semua komponen diang
mendukung saya itu pakai uang saya.
Enggak bisa. Itu yang Cina lakukan,
Jepang lakukan, semua negara lakukan.
Mana porsi? Kan saya kan tugasnya kalau
pemerintah kan mengadministrasi keadilan
sosial kan. Ini bagaimana ngatur duit
nih? Keseimbangan ini yang kita atur.
Kita enggak benci orang kaya. Bilang
orang kaya enggak apa-apa biar lebih
kaya. Tapi lu mesti bayar pajak yang
benar. Orang miskin kita juga enggak
benci orang miskin atau memanjakan orang
miskin. Menegakkan aturan. kita bicara
aturan meratakan lapangan tanding kita
supaya pemainnya oke.
Jadi agak kurang kedengaran gua intinya
dia ngomong tentang lapangan tanding ya
mungkin dunia bisnis yang dimaksud si
Ahok itu enggak rata kalau di Indonesia
ya artinya enggak level playing field
dan ini ya realitanya di Indonesia
betul-betul jomplang lah antara pemain
daerah, penguasa daerah, pengusaha di
kota, pengusaha antar provinsi,
pengusaha internasional ya persaingannya
enggak enggak enggak fair lah. Apalagi
kalau dibandingkan dengan
pengusaha-pengusaha oknum nih yang
melakukan penyelundupan dari Cina,
mereka malah diuntungkan dibandingkan
pengusaha lokal yang bangun industri
langsung di Indonesia. Ya enggak usah
heran lah, di Indonesia pun banyak orang
yang lu bilang sembilan naga juga
kelihatannya dipuja-puja hari ini
sebagai pahlawan ekonomi nasional. Zaman
dulu kerjaannya apa ya? Importir barang
ilegal lah. Dan apakah itu stop? Enggak
terjadi sampai sekarang. Oh, sekarang
malah makin banyak pemain yang importir
barang-barang ilegal. Akibatnya ya
enggak menarik. Contoh kita punya banyak
teman ya kenalan yang punya
pabrik-pabrik industri tekstil di
Bandung, di Semarang, di Jawa Tengah, di
Sukoharjo yang makin ke sini makin lama
makin berat karena gampang banget impor
barang jadi langsung ke Indonesia dari
Cina ke sini mau resmi maupun enggak
resmi dan itu kayaknya los-los aja,
lewat-lewat aja. Ngeri enggak? Ngeri.
Kalau gitu ngapain lagi kita buka pabrik
di sini? Mendingan semua kita jadi
pedagang. Ngeri enggak? Banyak orang
bilang pedagang itu pengusaha. Enggak.
Apalagi lu pedagang barang impor.
Enggak. Lu menghancurkan perekonomian
dalam negeri. Iya. Lu melemahkan rupiah.
Iya. Jadi kalau dibilang stratanya sama
enggak kalau pengusaha beneran yang
menciptakan value ya dari barang raw
material menjadi barang jadi, rantai
pasoknya dia bangun, mungkin ada
beberapa pengusaha di masing-masing
bidangnya. Ya, itu jauh lebih valuable
dibanding lu impor barang jadi dari luar
terus dagang di sini. Lu bukan pengusaha
menurut gua. Menurut gua lu cuma makelar
sih. Terus terang aja enggak ada value,
enggak ada value edit yang lu tambahkan
di situ. Akan masih lebih berguna ya.
Misalkan lu adalah importir besar tepung
terigu masuk ke sini jadi berbagai macam
varietas, martabak telur lah, martabak
keju lah, keripik lah, bakmi lah. Ya,
ada begitu banyak penghidupan di sana
dibanding kemudian lu impor barang udah
jadi aja di sini. Enggak ada value edit,
enggak ada lapangan kerja yang tercipta
di Indonesia. Dan gua setuju dan memang
faktanya jauh lebih murah kalau lu jadi
importir dan jual barangnya di sini
dibanding bikin barang yang sama di
Indonesia. Karena udah pasti COGs-nya,
biaya produksinya di level yang
Indonesia kalah jauh. Dan ini gua setuju
nih sama Awak. Dia bilang kita harus
bikin pemetaan nih gimana sih alur
distribusi supply chain di pelaku usaha
di Indonesia supaya bisa bikin
batasan-batasan termasuk
dukungan-dukungan juga buat para pelaku
usaha di Indonesia. Anyway, gua udah
pernah cerita sama lu kenalan gua ya,
yang pengusaha shockbreaker lah. Dia
kaget ketika dia datang ke pabrik di
Cina. Dia ini adalah salah satu
distributor, penjual ya, shockbreaker
khusus motor terbesar di Indonesia.
Barang-barangnya banyak tuh. Ada yang
dari Eropa, ada yang dari Jepang, ada
yang dari Cina. E suatu ketika dia dapat
undangan buat jadi reseller produk Cina.
Diundanglah dia ke pabrik shockbreaker
yang ada di Cina itu. Dan dia kaget,
ternyata dalam satu area industri ketika
dia datang ke shockbreaker Cina itu di
sebelah shockbreaker Cina ini ada pabrik
pair. Sebelah pabrik perir ini ada
pabrik baja, Guys. Pabrik stainless
steel. Ada pabrik mur, ada pabrik
karbon, ada pabrik packaging. Bahkan
sampai packaging ada. Jadi ketika dia
kirim shock breakernya ke Indonesia, dia
butuh rantai pasok itu semuanya
packaging-nya lah, murnya, bautnya,
pernya, pegasnya, segala macam.
hidrauliknya semua jadi satu. Ternyata
hanya berasal dari supplier di
lingkungan industri yang sama. Lu bisa
ngesot, Guys. Gua kaget, B. Gua cuma
jalan dikit aja. Gila ini udah langsung
pabrik stainless steel. Gua jalan
sedikit lagi, ini pabrik packaging. Gua
jalan sedikit lagi aja, ini udah pabrik
pair. Ini pabrik mur, pabrik pegas.
Shock breakernya tinggal dirakit di
situ. Biayanya sangat-sangat kecil
karena dari hulu sampai hilir yang ada
di berada di area yang sama. Tapi lu
bayangin kalau di Indonesia mau bikin
begitu, bedeh, ribet banget. Pabrik lu
ada di Semarang, nanti pabrik bautnya
ada di Surabaya, pabrik packaging-nya
ada di Jakarta, pabrik murnya, stainless
steel-nya ada di Tangerang. Terus lu
kalau butuh stainless steel, lu butuh
apa? Lu butuh besi sama nikel. Ternyata
nikelnya lu bawa lagi nih dari Maluku,
smelternya ada di Sulawesi. Bawa lagi ke
sini. Wah, gila kacau. Nah, ini hebatnya
si Cina ya. dia bisa bikin ee sistem ya
ekosistem bisnis industri terpadu dan
memang dipikirkan secara matang oleh
pemerintah. Jadi betul-betul planning
kayak keluarga berencana ya inilah
industri berencana. Di Indonesia ada
enggak industri berencana? Enggak. Masih
scattered. Enggak percaya? Lu datang aja
ke pabrik. Good news guys. Kabar spesial
buat kalian karena sekolah Sambenix
season 8 akan segera dibuka dan temanya
luar biasa menarik nih. Khusus buat
teman-teman investor pemula di IASG yang
bingung cara beli saham investasi dan
bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segala bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar. Segera daftarkan
dirimu sekarang juga di www.
sekolashambenix.com atau hubungi nomor
WhatsApp yang ada di bawah ini. Enggak
percaya? Lu datang aja ke pabrik mobil
di Indonesia, pasti lu lihat joknya dari
mana, kaca filmnya dari mana, kaca
mobilnya dari mana, setirnya dari mana,
engine-nya dari mana, transmisinya dari
mana? Wah, udah dari out-autan lah, dari
seluruh Indonesia datang ke situ. Biaya
tinggi. Ya udah pasti jelas. Kita belum
ngomongin perintilan kecil kayak ban.
Bannya dari mana? Karetnya dari mana?
Velegnya dari mana? Oh, bukan cuma besi,
ada aluminium aloy. Oh, bukan an
aluminium. Ada lagi karbonnya. Oh, ada
lagi nikelnya. Waduh, ujung-ujungnya
ribet. Tapi di Cina itu jadi satu, Guys.
Jadi lu mau punya pabrik veleg aja udah
jadi satu. Sama dari hulu hilir veleg
itu sendiri sampai ke packaging velegnya
dia punya di area yang sama. Kalah jauh
kita memang. Next.
Ini yang terjadi di gawat demokrasi kita
nih. Penguasa jadi penguasa H. Penguasa
plus pengusaha dia dicelaka. Hampir
semua investor asing yang masuk. Kalau
Anda pelajari ate benefnya, Ubo-nya di
pasti ada oknum pejabat atau
keluarganya. Dia punya saham. Tadi saya
baru makan siang sama bosan besar ini.
Makan siang tadi belum ke sini ya. Dia
ceritalah tanya kondisi Indonesia
seperti apa. Ngomong-ngomong aku enggak
usah sebut nalu bilang gini, "Kalau nama
saya, saya mah sudah umur hok buat apagi
kau cari duit gua kaya enggak tahunya
ada bagian juga bos di situ. Begitu
ngomong SDA ada bagian hirisasi ada
bagian. Cek aja di luar negeri di mana
tuh perusahaan punya siapa. Ada tuh
ujung-ujung siapa di belakang." Nah, ini
semua lapangan tanding jadi tidak
merata. Anda kenal pejabat dikasih
saham, kenal orang dalam, Anda dapat
perlakuan. Kalau enggak, jangankan
golden visa, silver visa pun susah kali.
Visa biasa juga dikerjain, visa buat
pegawai kerjain kok. Tuh ketangkap toh
yang beli mobil banyak itu loh.
Ya, jadi dia bilang sekarang penguasa
sudah punya double peran nih menjadi
pengusaha juga. Anyway, ini bukan cuma
terjadi di detik ini doang di Kazakstan,
tapi udah jadiadi bertahun-tahun lalu ya
seperti itu. Karena hubungan di
Indonesia apa? Patron klien, feodalisme.
Dan ini udah dikritik kelas nih sama
Mokhtar lu dia pernah bikin buku
judulnya manusia Indonesia. Lu harus cek
tuh dia udah bisa memetakan Indonesia
ini bakal jadi apa dalam 100 tahun ke
depan manusianya seperti apa.
Betul-betul bagus bukunya. Karena
konkret faktanya sampai detik ini
seperti itu. Dari zamannya Indonesia
belum merdeka sampai zamannya hari ini.
Ya begitulah kalau lu jadi penguasa, hmm
dan lu begitu lu berkuasa lu jadi
pengusaha juga. Ini benar yang dibilang
si Ahok. Dan ini fakta. Karena kalau lu
lihat semua bisnis-bisnis besar ya di
Kazakhstan ya, bukan di Indonesia loh,
di Kazakhstan, pasti ujung-ujungnya ada
keluarga penguasa di sana. mulai dari
skala kecil di kabupaten, di provinsi,
di kota yang ada di Kazakhstan ya. Ya,
sampai ke yang lebih tinggi lagi ya.
Begitulah yang terjadi di Republik
Kazakhstan ini. Dan akibatnya apa?
Persaingannya jadi enggak merata.
Iyalah, yang satu sama-sama ikut tender
nih, tapi satu enggak punya darah biru,
enggak punya genetika penguasa. Yang
satu barangnya jelek, Bro. Barangnya
jelek, kualitasnya jelek, udah pasti
rusak, harga lebih mahal tapi menang.
Kenapa bisa? Rata-rata karena dia punya
orang dalam ordal. Ya, itu faktanya.
akibatnya jadi enggak fair karena enggak
ada meritokrasi. Bukan yang paling bagus
yang menang, yang paling pintar yang
menang, yang paling berkualitas yang
menang, yang harganya paling terjangkau
yang menang. Enggak. Ujung-ujungnya apa
ya? Ujung-ujungnya kembali lu ada orang
dalam apa enggak? Dan ini yang
dikeluhkan sama si Ahok. Akibatnya kita
jadi enggak kompetitif. Betul enggak ini
seperti itu? Ya betul. Makanya kalau lu
lihat ya, pertumbuhan ekonomi di
Vietnam, kembali lagi Vietnam ya, bentar
lagi hampir 8% dan gua yakin bentar lagi
akan lebih dari 8% karena dia berhasil
menikmati begitu banyak keuntungan dari
investor-investor yang butuh negara
untuk memindahkan pabriknya. Karena Cina
lagi diserang nih. Kenapa dia bisa
berikan itu? Karena ya jujur walaupun
dia komunis, walaupun korupsinya juga
sama banyak ya kayak di Indonesia, cuman
Vietnam lebih pro terhadap investor
asing. Mereka tahu pejabat-pejabat di
sana juga tolol ya, enggak ada otak.
Enggak bakal ngerti lagi gimana cara
bikin mobil listrik. So, apa yang dia
lakukan? Kasih aja mereka masuk. Nanti
bakal ada transfer teknologi di situ.
Cina sudah lakukan itu dengan Tesla. Lu
tahu sepanjang sejarah Cina itu enggak
pernah mau ngasih orang bule masuk buka
pabrik. Enggak. selalu negara minta
saham di dalamnya. Sampai suatu ketika
dia bilang, "Wah, ini bisa memperlambat
inovasi dan kita harus ada investor yang
paling canggih masa depan adalah mobil
listrik, baterai listrik. Kita undang
yuk Tesla semoga mereka bisa kasih
transfer teknologi. Semoga bisa memacu
persaingan di tingkat lokal sama
perusahaan-perusahaan mobil yang sej
selama ini masih tradisional,
konvensional pemikirannya. Dan begitu
Tesla masuk wus langsung kencang
langsung lahir BYD, Woling, Gily, Ion
dan lain sebagainya, Guys. Dan itulah
realitanya ketika terjadi level playing
field, terjadi kompetisi yang sehat
tentunya dan negara di sini enggak main
curang gitu ya, orang jadi lebih senang
berinovasi. Tetapi di negara di mana
orang-orang yang pintar, meritokrasi
tidak ada, tidak ada penghargaan bagi
rakyat yang berkualitas, tidak ada
kesempatan buat mereka. Ya
ujung-ujungnya ya negara bukan tambah
maju, tapi tambah nyungsep sih, tambah
tiarap sih. Karena buat apa lu menjadi
orang yang hebat di negara yang seperti
itu? Buat apa lu jadi orang yang pintar
di negara seperti itu? Buat apa lu
menjadi pengusaha yang inovatif di
negara yang seperti itu? Karena
ujung-ujungnya bukan lu yang menang.
Makanya lu jangan heran ya, banyak
ilmuwan orang-orang pintar di Indonesia
ya pindahnya keluar. Termasuk pengusaha
lah, pengusaha-pengusaha yang handal.
Bukan yang mengandalkan penghasilan dari
FPBN ya. Pengusaha yang inovatif
menggunakan idenya, brilian kreasinya,
menciptakan sesuatu dari zero to
something ya, most likely lahirnya ya
dari di luar negeri ya. Sebagai bukti
aja ya, salah satu perusahaan chip ya e
microchip teknologi di Amerika yang
terkenal ternyata punya orang Indonesia
loh. Dia tidak akan bisa lakukan yang
sama kalau dia masih buka pabriknya di
sini. Tapi ketika dia pindah ke Amerika,
dia bisa bikin. Nama perusahaannya
Marvel. Lu gak bakal nyangka ya,
perusahaan semikonductor itu ternyata
punya orang Indonesia. Ya, dia membuat
keputusan yang luar biasa dengan membuka
pabriknya di Amerika Serikat. Sekarang
ya jadi sukses besar.
Anggaran itu semua harus berbasis kan
namanya juga berdasarkan apa? Kinerja
kan itu harus money follow function.
Hari ini bagaimana investor bisa percaya
kita ketika dilihat menyusun anggaran
kita suka-suka tahun depan mau narik
700an triliun untuk bayar hutang. Kalau
dalam bisnis lu sudah bangkrut itu. Itu
kalau kampung saya namanya itu gali
lubang tutup lubang namanya kan. Betul
kan? J kalau kita kelola negara seperti
ini ini buruk sekali manajemennya.
Nyusun anggarannya ngcu banget. Lalu
dipotongin anggaran semua. Eh eh ini
yang kedua optimalisasi biaya. Jadi
waktu duit enggak ada bukan potong biaya
saja, tapi kita mesti lihat mana itu
namanya optimalisasi biaya. Biaya mana
setiap sel itu harus menghasilkan uang.
Kalau waktu saya menyusun APBD,
bagaimana setiap rupiah disusun,
dikeluarkan bisa membuat penuh otak,
perut, dan keluarga.
Oke, Guys. Kenapa lu benar-benar harus
bijak nih ya? Ketika ada orang bilang,
"Oh, berarti negara ini bakal hancur.
Negara ini korupsinya besar." Memang
betul korupsinya besar. Tapi kalau ada
orang yang bilang hari-hari ini kita
makin parah, makin hancur, harus ambil
hutang lagi di mana-mana buat jalanin
negara ini. Harusnya kan malah berhemat.
Ya, gua setuju. Dan memang negara juga
sudah berhemat sih, tapi enggak sebanyak
yang kita harapkan. Tapi lu harus tahu
ya omongan kayak si Ahok ini lu harus
kritisi juga hari ini. Bagaimana
investor bisa percaya kita ketika
dilihat menyusun anggaran kita
suka-suka. Hari ini bagaimana investor
bisa percaya kita?
Kenapa? Lu lihat kayak demo diipati
kemarin. Kenapa orang demo diipati?
Karena katanya PBB-nya naik. Kok bisa?
Karena transfer ke daerah itu
dikurangin. Kenapa transfer ke daerah
dikurangin sampai R triliun? Karena duit
negara itu bukan tambah banyak tapi
makin dikit. Teman-teman tahu per Juni
2025 penghasilan negara dari pajak itu
cuman R830 triliun. Ini berkurang
dibandingkan Juni tahun sebelumnya.
negara berhasil collek R890 triliun,
hampir 900 triliun. Terus penerima
negara berkurang, apa yang terjadi? Ya
mau enggak mau transfer ke daerah ya
dikurangin dan daerah suka enggak suka
ya mereka harus memaksa diri sendiri
untuk mencari pendapatan. Terus dari
mana pendapatannya? Ya namanya juga
daerah enggak banyak yang punya otak dan
kreatif. Mereka bisa ambil dari PBB,
pajak bumi dan bangunan, sumber PAD
mereka, atau satu lagi pajak kendaraan
bermotor. So, yang paling gampang mereka
lakukan apa? Naikkan aja yang namanya
PBB. Ada yang 200%, 1000%, 2000% pati
lakukan itu dan kemudian rakyat
berontak. Tapi satu yang lu harus
pahami, Guys. Kenapa negara harus
berhemat? Kenapa negara harus efisiensi?
Apa betul kata Ahok, baru hari-hari ini
aja negara terasa makin krisis
keuangannya? Enggak.
Hari ini bagaimana investor bisa percaya
kita?
Lu hati-hati nih operasi penggembosan
nih terhadap pemerintah kita nih. Kenapa
negara berhemat? Karena penerima negara
kecil cuman 830 triliun. Lu tahu hutang
yang kita harus bayar di tahun 2025?
Bunganya doang 552 triliun bunganya
doang. Sekali lagi gua bilang itu
berapa? Itu 66%
dari pendapatan negara dari pajak. Lu
bayangin negara ngumpulin pajak sampai
bulan Juni 2025 cuma dapat R830 triliun.
Udah hilang nih R52 triliun sampai akhir
tahun bunga yang harus dia bayar. Bukan
pokok hutangnya. So, kalau dibilang
hari-hari ini pemerintah kok terasa
makin ngacau kok kayaknya duitnya enggak
ada kering ya? Ya, buat bayar bunga
utang. Terus siapa yang ngutang? Pikir
pikir lu siapa yang ngutang? Siapa yang
ngutang? 550 triliun. Prabowo kan baru
naik jadi presiden. Coba lu pikir siapa
yang ngutang? Lu tahu ini baru ngomongin
bunga utang ya? Bunga utang itu udah
menyedot pendapatan pajak kita buat
bayar bunga utang doang. Lu tahu di 1
Januari 2025, 1 Januari 2025 pokok
hutang kita sudah hampir 9.000 triliun,
Guys. 1 Januari 2025. Lu kira jujur aja
lah. Lu kira Prabowo yang berkuasa
selama bertahun-tahun sehingga bisa
ngutang 9.000 triliun. Hello, brother.
Don't be stupid lah. Ini si Ahok ini
ngacau juga nih ngomong lu. Ahok lu
ngacau loh. Lu ngomong hari-hari ini
negara tambah nyungsep tambah tiarap.
hari ini bagaimana investor bisa percaya
kita.
Kenapa anggaran ee penghematan anggaran?
Ya memang harus dihemat karena ada yang
ngutang enggak pakai otak. Siapa? Bukan
gua bazer Prabowo atau apa. Enggak.
Enggak sanggup pemerintah bayar gaji
gua. Enggak sanggup Prabowo gaji gua.
Enggak. Enggak. Pakai otak. Negara harus
berhemat. Terpaksa harus berhemat karena
dia dipaksa untuk bayar hutang. Bukan
dia yang bikin, tapi dia harus bayar
bunganya aja R00 triliun. Siapa pikir
dong? Siapa yang berkuasa selama itu
bisa download duit, cetak duit enggak
pakai otak? Coba lu pikir siapa? Hello,
guys. Hello. Sor nih, gua enggak ada
lihat si Prabowo bikin ibu kota di
Papua. Sor nih gua enggak ada lihat ya
si Prabowo bikin kereta kebulan. Sori
aja nih. Kita ngomong jujur-jujuran aja
nih. Makanya lu harus bijak nih
menyikapi omongan politisi bahkan
selevel Ahok sekalipun. Gua termasuk
yang pro Ahok. Gua jujur ketika pemilu
ada Ahok, gua coblos Ahok jujur. Tapi
pernyataan dia di sini, lu harus
kritisi. Dia bilang, "Hari hari ini,
hari ini, hari ini." Seolah-olah ini
semua kesalahan si Prabowo. Seolah-olah
ini semua kesalahan pemerintah hari ini.
Hello, Guys. Fakta dan data membuktikan
bahwa pemerintahan yang baru terpaksa
membawa dosa masa lalu harus bayar bunga
utang 500 triliun, menghabiskan 66%
penghasilan pajak kita di semester 1
Juni 2025. Gila. Gila, Guys. Lu
bayangin, Guys. Gila. Penghasilan negara
66% sudah hilang. Cuma buat bayar bunga
utang. Bukan buat bayar pokoknya loh,
bunganya. Lu hati-hati dijebak lu makin
ke sini gua lihat makin banyak operasi
ya, penggembosan
terhadap ya pemerintahan yang sah yang
lu pilih dan lu harus hati-hati. Banyak
sekarang lu bakal makin lihat demo-demo
bertaburan di mana-mana. Yakin gua? Ya
memang bukan artinya pemerintahan kita
yang hari ini benar semua kayak malaikat
bersih. Enggak juga banyak ngaconya
juga. Lihat aja wakil menterinya habis
dikarungin. Ya, bagus enggak? Bagus.
Bagus. Jujur. Enak aja malak-malak
pengusaha. Hh. Investor ya jadi takut di
Indonesia. Lu tahu ini channel investasi
by the way bukan channel politik. Tapi
kalau lu bawa data yang salah, tapi
kalau lu memanipulasi publik apalagi ya
bikin-bikin demo-demo palsu sehingga
nakut-nakut investor, hati-hati guys,
sekarang udah era keterbukaan lah.
Faktanya hari ini ya pemerintah
tertekan, pemerintah susah, pemerintah
krisis anggaran, dan pemerintah wajib
efisiensi anggaran. Bahkan berada dalam
kondisi yang lebih boncos, lebih rendah.
Negara kita berada di titik yang paling
rendah. Tapi kan lu harus pakai akal
sehat. Si Ahok ngomong begitu gara-gara
siapa? Hello. Menurut lu Grindra udah
berkuasa di republik ini selama 20 tahun
sehingga bisa ngutang 9.000 triliun. Gua
bukan ngobelain gerinda. Gua bukan orang
partai. No. Kita independen. Siapapun
partainya kalau lu bikin salah lu gua
serang lu. Siapapun pejabatnya lu bikin
salah kita serang loh. So teman-teman di
sini gua mau bilang ya gua setuju sama
Ahok sampai bagian pertengahan tadi tapi
khusus yang bagian terakhir itu ya gua
harus kritisi. Sepertinya lu ngaco,
enggak sinkron. Karena bukan
pemerintahan hari ini loh yang bikin
hutang 9.000 triliun. Dan teman-teman
ingat ya, ini bom waktu yang
dipersiapkan dan Prabowo harus siap-siap
nih karena demonstrasi makin banyak.
Kolaborasilah dengan George Soros yang
hari ini juga lagi demo nih di Amerika
nih. Donald Trump sampai pusing. Dia
sampai bikin komentar seperti ini di
Twitter-nya dia. Dan kalau bergabung nih
kubu George Soros dengan kubu-kubu
demo-demo dan lu udah pasti tahulah
siapa antnya itu. Dan mereka
memanfaatkan momentum ini. Ini adalah
bom waktu yang sudah disiapkan, Guys.
Ya, Prabowo. Lu kalau enggak siap lu
siap-siap aja digembosin lu. Dan
jangan-jangan yang gembosin lu adalah
orang dalam lu sendiri. Hati-hati orang
dalam lu sendiri yang gembosin lu.
Makanya teman-teman ya resavel kabinet
itu wajib dan harus segera dilaksanakan.
Bersihkan nih agen-agen ya yang memang
bercita memporak-porandakan Indonesia.
Ini bahaya sih. Ini bahaya. Dan satu ya
buat closing statement ya di sini Aok di
bagian akhir dia bilang kalau memang
enggak lagi punya duit yang harus
dilakukan bukan hanya memotong biaya
melainkan harus melakukan optimalisasi
biaya. Di bagian ini gua setuju. Jadi
bagian ini kembali lagi gua setuju sama
Ahok bahwa apa? kita harus memang
efisiensi anggaran ini wajib karena dosa
masa lalunya berat banget nih. Pada saat
yang sama memang perlu optimalisasi
biaya bahwa efisiensi anggaran itu wajib
tapi yang kita sudah efisienkan ini
harus dijalankan seoptimal mungkin,
tepat guna. Jangan lagi lu bikin
program-program pembangunan,
proyek-proyek ngacau, enggak ada
gunanya, enggak ada benefitnya buat
negara kita, buat rakyat kita. Contoh,
bikin bandara di tengah hutan jauh dari
mana-mana. Ke Jakarta, ke Bandung jauh,
ke Semarang jauh. Siapa yang mau pakai
bandara kosong, melompong, kayak hantu?
Heh, optimalisasi dong, kata si Ahok.
Yah, itulah pintar nih si Ahok.
Optimalisasi. Lu kira bandara kosong itu
yang bangun siapa, Hok? Optimalisasi.
Kayak si Aok bilang, bikin kereta cepat
Jakarta, Bandung. Iya, rugi sekian
triliun. Optimalisasi. Ya, begitu.
Apakah contoh yang betul dengan
optimalisasi? Ya udahlah gitu, dosa masa
lalu udah terjadi. Tapi kalau lu bikin
kerusuhan adu domba dan menyajikan
data-data yang tidak faktual,
seolah-olah itu semua adalah dosa
pemerintahan hari ini. Hei, hati-hati
dong. Karena data bisa dicek loh zaman
sekarang. Enggak mungkinlah logikanya
negara kita detik ini bisa utang 9.000
triliun karena pemerintahan hari ini
yang berdosa dan bersalah. Padahal eh 1
tahun aja juga belum berkuasa. Ya udah.
Tapi sekali lagi gua setuju bahwa
optimalisasi biaya wajib dilakukan. Udah
gak bisa lagi kita spending ngasal gak
transparan, gak akuntable, itu udah gak
bisa ngacau-ngacau itu. Kenapa? Because
our time is running out, guys. Kita ini
menuju detik-detik kehancuran nih. Kalau
pengelola negara dibiarkan makin lama
makin kacau. Detik-detik kehancuran gua
udah bilang bayar bunga aja sampai R500
triliun, Guys. Ngeri masalahnya sekarang
bom waktu nih piring kotor yang harus
dibersihkan Prabowo itu ada banyak
banget. Kita itu, Guys, bukan mendukung
siapa. Mendukung si A, B, C atau D. No.
Kita itu harus mendukung pemerintahan
yang adil, pemerintahan yang fair,
pemerintahan yang berdaulat,
pemerintahan yang tahu ya mana
menyeimbangkan mana kepentingan bangsa,
kepentingan rakyat, kepentingan negara,
kepentingan pengusaha, kepentingan
investor. Memang enggak semuanya bisa
dibikin happy, mustahil. Tapi yang bisa
mimpin itu karena kita memilih seorang
pemimpin yang buat pimpin kita semua.
Bukan satu golongan tertentu atau satu
keluarga tertentu. Enggak. Sekali lagi
gua bilang ya, memang Indonesia ini
perlu cuma punya sistem satu partai
seperti Cina. Suka enggak suka lu gua
aliran yang seperti itu karena lu enggak
bakal makin ngaco. Kita punya begitu
banyak partai, harus ada begitu banyak
lobi-lobi sana sini. A enggak, enggak,
enggak bisa Indonesia enggak bisa
begitu. Enggak. Kalau kita mau maju,
contohnya udah ada nih Vietnam sukses,
China sukses. Ya harapannya sih memang
kita ketika sistem satu partai kita
enggak dapat partai kayak Kim Jong Un
ya. Jadi kita jadi the next piong yang
gitu ya. Jangan juga, enggaklah. Tapi
tetap kita berharap ya kita dapat
pemimpin yang adil, yang bijaksana, yang
bisa pimpin kita semua. Dan sayangnya
kalau kita lihat dengan sistem yang
hari-hari ini ada, yang ada apa? Ya,
sepertinya bakal susah kita jadi negara
maju karena akan mudah kita diadu domba
karena ada begitu banyak warna di
lapangan. merah, jingga, kuning, hijau,
biru, ungu yang bisa dengan sangat mudah
disusupi oleh kepentingan mau asing, mau
oligarki lokal, maupun politisi-politisi
karbitan cap kaki lima, Guys. So,
menurut kamu gimana, Guys? Lu setuju
enggak dengan pernyataan Ahok atau
memang ada bagian dari pernyataan dia
yang harus kita kritisi? Apa betul
hari-hari ini negara makin kering
duitnya, makin tipis duitnya, terpaksa
harus hemat sampai hematnya itu ke
daerah-daerah? Apa betul itu kesalahan
pemerintah masa kini atau jangan-jangan
ada beban dari masa lalu juga loh yang
memang hutangnya terlalu banyak. Negara
benar-benar harus hati-hati nih.
Sekarang kita berada di situasi yang
krusial yang kalau kita enggak bisa
handle dengan baik, jangankan Prabowo
bisa bertahan selama 5 tahun ya, negara
Indonesia jangan-jangan bisa jadi enggak
ada lagi nih dalam 5 tahun. So,
betul-betul harus bijak, Guys. Oke,
Guys. Semoga video ini bermanfaat.
Ditunggu ya, pandangan kamu gimana nih
terkait pernyataan Ahok ini. Lu setuju
atau tidak setuju? Tulis di kolom
komentar di bawah ini. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]