It took 32 years to get back to the DPR? A salary of 104 million is too small, bro!! WHY DEMO?
zHji7AbrPas • 2025-08-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
dan mungkin memang belum cocok. Sehingga
yang terjadi kemudian apa? Mereka akan
cari jalan cepat, jalan pintas untuk
balik modal lebih cepat dengan menjual
jabatannya dan kekuasaannya. Kan kita
enggak mau seperti itu. Makanya kalau
ditanya gua setuju enggak dengan gaji
anggota DPR kita diperbesar? Gua setuju.
[Musik]
Jakarta panas, Guys. Gila, demonstrasi
massal kemarin betul-betul viral ya.
semua unsur masyarakat mulai dari yang
bayaran maupun yang gratisan. Kasihan
banget lu udah demo gratis lagi.
Semuanya berkumpul nih, anak STM, SMA
katanya. Anak kuliah juga ada atau
enggak? Anyway, aksi unjuk rasanya ricu,
guys. Gua juga baru tahu karena gua kira
yang demonstrasi cuman orang-orang di
doang. Tapi ternyata ya anggota DPR kita
sekarang lagi diemo habis-habisan.
Mungkin ada hubungannya dengan tunjangan
mereka yang dikabarkan naik gila-gilaan.
Hmm, kok bisa nih, Guys? Apalagi yang
paling hebo ya pas gua lihat videonya
ternyata ini jauh lebih viral, jauh
lebih bahaya dibandingkan demonstrasi
Pati. Kalau di Pati kan orang cuma
lempar air mineral, botol minum lah. Itu
justru enaklah pemulung kan dapat cuan
di sana ada yang lempar sendal lagi. Wah
lebih enak lagi tuh lu dapat cuan lagi.
Nah kalau di sini agak bahaya karena
mereka sampai bakar-bakar motor, Guys.
Dan yang lebih heboh lagi kalau di Pati
itu orang demo gara-gara bupatinya di
sana asal bacot. Nah, kalau di sini
kabarnya orang demo gara-gara aksi
joget-joget. Gila nih, gua kira cuma
Inol aja yang bisa menggetarkan dunia
ini ya. Ternyata anggota DPR kalau joget
bahaya, guys. Kebakaran di mana-mana.
So, kalau lu penasaran apa sih nih
hubungannya dan ini mengancam enggak ya
nasib IHSG kita? Jangan dikip video ini.
Let's check this out.
So, teman-teman, kenapa sih orang demo
di situ? Kabarnya sih ya mereka jealous,
Guys. Ini orang-orang ini bingung gua
enggak punya rasa legowo apa ya rakyat
Indonesia ini mereka sepertinya ada iri
hati melihat para pejabatnya, anggota
DPR kita, by the way, perwakilan kita
kok bisa-bisanya meningkatkan
penghasilan mereka sendiri. Ini enak
juga nih jadi anggota DPR. Kalau mau
naik gaji tinggal bikin sendiri, Guys.
TTIN sendiri, sah-saahin sendiri ya
orang dia yang bisa bikin hukum di
negara ini kan, ya. So, teman-teman bisa
lihat di layar kaca ya. Sebetulnya lu
tuh harus miris dan kasihan dan iba sama
anggota dewan kita. gajinya itu cuma
R4,2 juta, Guys. Ini jauh di bawah UMR.
So, ketika gua melihat ini, gua merasa
menangis, Guys. Tadi malam itu gua
kepikiran gua enggak bisa tidur. Baru
jam 5.00 pagi gua bisa tidur. Kenapa
nasib negara ini seperti ini, anggota
dewan kita yang terhormat gajinya di
bawah UMR. Bang Rojak kalah tukang somai
langganan gua. Penghasilan dia bisa
sampai R juta sehari. Anggota DPR ada
cuman Rp4.200 sebulan. Di situ gua mulai
merasa iba, Guys. Tapi rasa iba gua
sirna, Guys. Begitu gua tahu anggota DPR
kita ternyata banyak terima tunjangan di
layar kaca. Kamu lihat ternyata
tunjangannya banyak banget. Istri terima
tunjangan Rp420.000,
tunjangan anak Rp18.000,
uang sidang Rp2 juta per sidang,
tunjangan jabatan Rp9,7 juta, tunjangan
beras Rp30.000. Ini kayaknya gara-gara
si Amran nih. Harga beras naik terus,
naik terus, naik terus dapat tunjangan
beras nih. Terus tunjangan PPH Pasal 21
2,6 juta. Enak banget. Enggak bayar
pajak di anggota DPR, dibayarin sama
negara. Tapi kalau dilihat-lihat sih
sebetulnya masih sedikit juga sih, Guys.
Sebetulnya gua enggak ada masalah.
Sampai kemudian gua lihat tunjangan lain
lain. Tunjangan kehormatan. Oh, makanya
dibilang anggota dewan yang terhormat
karena mereka punya tunjangan
kehormatan. Rp5.580.000.
Tunjangan komunikasi Rp15.554.000.
Weh, tunggu dulu. Rp15.500.000
buat uang telepon doang. Gua enggak tahu
dia teleponnya ke luar negeri kali ya.
Jangan-jangan konstituensinya ada di
Kazakhstan nih. Jadi dia harus
komunikasi sama raket-raket Kazakhstan.
Tentu saja biaya sambungan langsung
jarak jauh buat internasional harganya
lebih mahal. Gua rasa ini harusnya R200
juta lah di sini. Ini kok cuma Rp15 juta
ya? Soalnya kan mahal, Bro. Tunjangan
peningkatan fungsi Rp3.750.000.
Gua enggak tahu fungsi apa yang
ditingkatkan ini. Gua kira cuma listrik
PLN yang bisa ditingkatkan ya. Tapi
ternyata fungsi anggota DPR bisa
ditingkatkan juga nih. Mungkin pakai
dongkrak di sini. Bantuan listrik dan
telepon. Loh, tadi kan udah ada tuh
bantuan telekomunikasi. Sekarang ada
lagi bantuan listrik dan telepon 7,7
juta. Wah, ini yang enak PLN nih. Enak
banget PLN. Dapat klien pasti klien
tetap yang namanya anggota DPR. Lalu
asisten anggota Rp2.250.000 ini apa
asisten anggota? Jangan-jangan juru
tulis atau tukang angkat tas atau
sekretaris, tapi kok gajinya di bawah
UMR? Ini betul-betul cilaka ini, Guys.
Ini pelecehan ini. Kok bisa-bisanya
asisten anggota mereka R2.250.000. Ini
kayak PRT nih, pembantu rumah tangga nih
di bawah UMR. Kenapa ya? Ada asisten
anggota terus kok kalau ada kok 2,2
juta? Enggak enggak enggak nyambung gua.
Tapi yang terakhir itu adalah tunjangan
rumah. Ternyata anggota DPR kita
kesulitan perumahan, Guys. Mereka
ternyata 111 sama fakir miskin dan anak
terlantar yang wajib dipelihara oleh
pemerintah. Jadi kalau ada yang
tinggal-tinggal di bawah jembatan kan
kasihan harus dipelihara lah sama
negara. Nah, anggota DPR ternyata wajib
juga dipelihara karena mereka perlu
rumah. Selama ini ternyata mereka
tinggal di kolong jembatan, Guys. Gua
makin sedih melihat ini. So, ketika
mereka kemudian dapat total penghasilan
104 juta ya di situ jujur aja ya gua
agak beda lama sama orang kebanyakan.
Kalau orang-orang itu kan pada demo
karena jealous lah, karena iri lah.
Kalau gua rasa sih ya normal-normal aja
lah. 104 juta kan mereka anggota dewan
yang terhormat dan melakukan kegiatannya
banyak. Ada meeting partai, meeting
konstituen, meeting ani-ani, meeting
golf, meeting yang lain-lain gitu. Duit
104 juta ya jujur aja enggak cukup lah,
Guys. Ai gila ini pelecehan ini. Gua sih
enggak setuju ya R4 juta. Kenapa gua
bilang ini pelecehan, Guys? Lu tahu
negara Malaysia, tetangga kita berapa
penghasilan anggota dewan di sana?
Anggota parlemen di Malaysia. Anggota
parlemen di Malaysia itu per orang
terima gaji RM16.000
setiap bulannya atau setara Rp61 juta
per bulan. Nah, mereka juga dapat
tunjangan nih kayak anggota dewan
terhormat Republik Indonesia. Per sidang
mereka itu dapat RM400
alias R1,5 juta per hari. Nah, ini sama
seperti di Indonesia. Terima tunjangan
tiap kali sidang mereka dapat duit.
Kalau di Indonesia mereka dapat Rp2 juta
per sidang. Kalau di Malaysia mereka
dapat RM400
per sidang alias R1,5 juta per hari.
Nah, di sini kita bisa lihat sedih
banget jadi anggota parlemen di Malaysia
cuma dapat R,5 juta per sidang. Ih, gua
sih malas. Ngapain sidang kalau gitu
cuman 1,5? Mendingan pindah lu ke
Indonesia dapatnya 2 juta per sidang.
Karena ini negara kaya raya pejabatnya
ya, rakyatnya miskin. Terus mereka juga
dapat tunjangan baju pakaian resmi
sebesar RM1.000 Malaysia alias R3,8
juta. Wi, di Malaysia ternyata dikasih
baju ya. Mereka enggak sanggup kalau di
Indonesia enggak sanggup beli rumah, di
sana enggak sanggup beli baju, Guys.
Sehingga negara beliin baju buat anggota
DPR di sana dikasih budget Rp3,8 juta
alias RM1.000 setiap 3 tahun sekali.
Oke. So, kalau kita totalin berapa sih
penghasilan anggota Malaysia ini
diringgitkan? Ya, jadi kalau mereka
terima gaji 16.000 alias 61 juta setiap
bulan. Dan kita asumsikan lah mereka ini
kerajinan lah kerja hari Senin, Selasa,
Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu ngantor terus
sampai hari Sabtu aja mereka ngantor.
Anggap saja orang Malaysia ini rajin
semua. Mereka berarti dapat R,54 juta
di* 6. So, mereka dapat ekstra duit
sekitar 9 sampai R juta per minggunya.
So, artinya anggota parlemen Malaysia
dalam 1 bulan bawa pulang RM25.700 R
alias R99 juta. Gua buletin lah Rp900
juta karena gua baik. So, dari sini lu
bisa lihat bahwa Indonesia ini negara
yang sangat kaya raya. Karena apa?
Pemerintah Malaysia anggota dewannya
gajinya cuman Rp100 juta, Guys. Tapi
pemerintah Indonesia gajinya Rp104 juta
per bulan. Woi, lu harus bangga. Makanya
jadi rakyat Indonesia akhirnya ada
prestasi loh. Indonesia berhasil
mengalahkan anggota DPR Malaysia. Hebat
banget. Tapi tunggu dulu, kalau orang
Malaysia menggaji anggota DPR-nya Rp100
juta per bulan, rakyatnya sejahtera atau
tidak? Ya, kita hitung dong
rata-ratanya. Rata-rata rakyat Malaysia
per bulan tuh terima gaji sekitar R juta
lah. Rp12 juta per bulan atau sekitar
RM3.000 R000 lah. So, Teman-teman kalau
hitung ya, ditotalkan gaji anggota
dewannya R juta. UMR rakyat Malaysia ada
di R juta. So, kalau 100 juta dibagi 12
juta, artinya gaji anggota DPR di sana 8
kali lipat lebih banyak dibandingkan
gaji rakyat jelata atau rakyat UMR pada
umumnya. Tentu bandingannya dengan itu
dong. Jangan lu bandingkan dengan
profesor S3 hobinya nipu orang. Jangan.
Bandinginnya sama gaji rata-rata manusia
di Malaysia. UMR standar di R juta. Oh,
berarti parlemen Malaysia menikmati
kekayaan 8 kali lipat lebih banyak
daripada manusia normal pada umumnya.
Ini hal yang normal atau tidak normal?
Tunggu dulu, Guys. Jangan langsung
nge-judge lu. Seolah-olah Malaysia ini
bodoh. Jangan-jangan memang, ya. Tapi
tunggu dulu, kita lihat dulu. Kenapa
tunggu dulu? Kita harus lihat tetangga
kita juga yang jauh lebih kaya raya
namanya Singapura. Ternyata di Singapura
anggota dewannya punya penghasilan Rp182
juta per bulan. Gila, Guys. Ini gede
banget. Ini sesuai dengan visi misi
Liuanu, dia enggak mau pejabat-pejabat
pemerintah itu gampang disogok. Kalau
gajinya kecil, R juta di bawa UMR kayak
anggota DPR di Indonesia disogok pakai
lemper nasi bacem aja udah senang gitu
loh. Gajinya cuma R juta. Ah, buat bayar
MRT aja enggak cukup, Bro. Terus lu
suruh lagi mereka bikin undang-undang,
suruh mereka adil, suruh mereka
profesional. Gimana profesional? gaji
anggota DPR kita cuma R juta. So, ketika
gua lihat gaji anggota DPR di Singapura
Rp12 juta, di situ gua mulai merasa air
mata gua menetes, Guys. Anggota DPR kita
tersiksa banget. Gua jujur enggak maulah
jadi anggota DPR di Indonesia. Mendingan
jadi anggota DPR di Singapura. Eh, tapi
tunggu dulu. Kan biaya hidup juga tinggi
ya di Singapura ya. Salah satu kota
termahal di dunia ya Singapura sama New
York. Berapa sebetulnya penghasilan
rata-rata UMR rakyat di sana sehingga
anggota DPR dikaji sebesar ini?
Realistis enggak? Ternyata, guys, data
menunjukkan gaji rata-rata manusia di
Singapura itu ada di Rp65 juta per
bulan. So, kalau lu bagi ya penghasilan
mereka R12 juta dibagi 65 juta per bulan
hasilnya adalah 2,8 kali lipat. Artinya
kalau dibilang, "Oh, Singapura enggak
fair, Singapura curang, Singapura bayar
terlalu mahal." Ternyata tidak. Karena
ternyata gaji anggota DPR mereka R2 juta
per bulan itu cuma tiga kali lipat
manusia normal yang pada umumnya di
Singapura bisa dapat gaji Rp65 juta
sebulan. Artinya, good news, guys, kabar
spesial buat kalian karena sekolah
Sambenix season 8 akan segera dibuka dan
temanya luar biasa menarik nih. Khusus
buat teman-teman investor pemula di IASG
yang bingung cara beli saham, investasi
dan bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segala bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar sebelum tanggal
31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di www.sskolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini. Artinya lebih mahal Malaysia
karena Malaysia sampai 8 kali lipat.
Singapura enggak nyampai tiga kali
lipat. Ini artinya tidak terlalu jauh
kejomplangan antara manusia rakyat biasa
dengan para pejabat di negara Singapura.
Berbeda dengan Malaysia. Sedih gua
ngelihatnya. Bisa-bisanya rakyat mereka
gaji cuman R juta. Eh, pejabatnya
nikmati RM20.000 lebih setiap bulan.
Tega mereka tuh. Sadis. Parah. Parah,
parah, parah. Gua respect sama
Singapura. Dan yang lebih gua respect
lagi mereka itu enggak dapat insentif
pajak. Jadi pajak bayar sendiri, Guys.
By the way, ya, kalau Malaysia itu
sesadis itu, ya, mereka menggaji anggota
dewan mereka, parlemen mereka kali lipat
lebih banyak dibandingkan rakyat pada
umumnya. Lu penasaran enggak sih kalau
di Indonesia berapa kali lipat ya? Di
negara kaya raya Indonesia yang hobinya
adalah korupsi, korupsi dan korupsi.
Kalau bisa korupsi, bahkan dikasih
remisi supaya semua orang bercita-cita
menjadi koruptor. Bahwa itu adalah
tujuan hidup cita-cita anak bangsa kita
adalah menjadi koruptor. Karena itu
jalan pintas menuju kaya selain trading.
Kalau trading lu kena tipu, bangkrut,
kena nar dikubur enggak ada juga yang
mau datangin karena habis duit lu minus.
Tapi kalau jadi koruptor lu udah masuk
penjara juga lu masih cuan, Bro. Di
Indonesia. Nah, di Indonesia lu
penasaran enggak sih kalau Malaysia itu
8 kali lipat UMR bulanan? Singapura
pejabatnya tiga kali lipat UMR bulanan.
Di Indonesia ingat ya, bawa pulang
anggota DPR sebulan itu 104 juta. Nah,
di Indonesia berdasarkan data, bukan
kata gua ya, berdasarkan Kementerian
Tenaga Kerja yang wakilnya kemarin habis
dikarungin sama KPK itu, ternyata
Indonesia sukses membuat rata-rata UMR
di Republik Indonesia tahun 2024 adalah
Rp3,1 juta. So, kalau lu bagi Rp104 juta
penghasilan anggota DPR dengan Rp3,1
juta penghasilan rakyat pada umumnya di
Indonesia, artinya anggota DPR di
Indonesia digaji 33 kali lipat lebih
mahal dibandingkan manusia normal,
rakyat pada umumnya yang ada di
Indonesia. Jadi kalau lu tadi nyinyir si
Malaysia ini bayar 8 kali lipat
kebanyakan, hello, Indonesia bayar 33
kali lipat lebih mahal dibandingkan
rakyat pada umumnya. Makanya lu jangan
heran kalau banyak orang lihat kok
anggota DPR ini kalau bikin kebijakan
tidak membumi. Kok anggota DPR ini kalau
ngomong asal bacot, asal jeplak,
seolah-olah lu enggak pernah lihat
kehidupan rakyat di Indonesia itu
seperti apa. Ternyata ya realitanya
memang mereka tuh seperti dewa. Manusia
di sini R3 jutaan sebulan. Mereka hidup
104 jutaan sebulan. Kecil sih menurut
gua juga kecil. Gaji gua dulu jauh di
atas itu loh. Makanya gua juga menangis
melihat ini. Tapi kan kita harus lihat
dari sudut pandang rakyat jelata, Guys.
Bahwa Indonesia Rp104 juta, rata-rata
UMR rakyatnya cuma Rp3 juta per bulan.
Rasio 33 kali lipat itu sangat-sangat
ekstrem. Luar biasa culasnya, luar biasa
sadisnya. So, kalau begitu sedih banget
ya Indonesia. Kenapa gaji anggota
parlemennya cuman 33 kali lipat dari UMR
manusia kebanyakan? Sebetulnya yang
ideal rasionya seperti apa? Kita sudah
riset ada ratusan negara yang ada di
dunia ini. Kalau menurut gua sistem yang
paling ideal adalah sistem yang dipakai
oleh Swiss. Teman-teman tahu di Swiss
itu anggota DPR itu bukan pekerjaan
tetapi sebuah tugas negara. So, mereka
itu enggak berharap dapat gaji dari
sana, dapat cuan dari sana. Enggak. Di
Swiss, Teman-teman tahu konsepnya
seorang anggota dewan di Swiss itu
adalah milisi parlementer. Artinya
parlemen milisi. Lu tahulah ada militer
yang dibayar negara profesional, tapi
ada juga milisi. Itu rakyat yang
dipersenjatai. Nah, milisi parlementer
itu pendekatan yang dipakai oleh Swiss
bahwa politisi yang ada di Swiss tidak
bekerja full time sebagai politisi.
Mereka ada pekerjaan lain. Jadi dokter,
jadi petani, jadi tukang ojek, jadi
guru, jadi suster. Kenapa mereka seperti
itu? supaya mereka lebih membumi. Dan
kalau lu pengin ada pengabdian, silakan
jadi anggota dewan. Makanya enggak
ngetren di sana jadi anggota dewan. Lu
tahu enggak sih anggota dewan di sana
gajinya berapa? Ternyata gaji anggota
dewan di Swiss cuma Rp468 juta per tahun
alias sebulannya cuma Rp39 juta. Enggak
menarik. Sama sekali enggak menarik.
Teman-teman tahu berapa sih gaji UMR di
Swiss itu? 6.500 Swiss Frank alias
setara R115 juta per bulan. Tadi lu
lihat gaji anggota DPR-nya cuman Rp39
juta per bulan, tapi gaji UMR-nya
ternyata lebih dari R juta per bulan.
Makanya di sana enggak ada orang pengin
jadi politisi. Bahkan saking jijinya
orang jadi politisi, mereka tuh sampai
harus dibujuk sama pemerintah. Ayolah lu
nyalonlah, ayolah join partai. Tapi
mereka buang-buang waktu buat apa? Ya
kalau di Indonesia ya orang jadi ketua
RT aja rebutan. Gila memang gitu. Tapi
ya di sana orang mau jadi anggota DPR
aja enggak mau, enggak cuan. Dan memang
udah pendekatannya beda. Pelayanan
masyarakat ya. Lu kalau mau jadi anggota
DPR harus rela kecil bahkan di bawah
UMR. Tapi satu yang menarik, kalau
gajinya kecil di Swiss cuman R jutaan
sebulan, mereka juga dapat tunjangan
sidang. Jadi tunjangan sidang mereka itu
dapat 440 swiss frank per hari sidang.
Jadi kalau makin sering hadir sidang
bisa dapat makin besar penghasilannya
mereka meskipun ya mereka jarang juga
pakai ini. Anyway, berapa sih yang
diterima oleh Swiss? Jadi anggota DPR di
Swiss itu terima 132.500 Swiss Frank
alias setara 2,3 miliar setiap tahunnya.
Kalau lu bagi 12 artinya per bulan
mereka itu terima udah sama tunjangan
sama gaji mereka yang kecil itu anggota
parlemen di Swiss itu terima Rp22 juta
setiap bulannya. So, kalau lu hitung
rasio antara penghasilan anggota DPR di
Swiss yang 222 juta per bulan, lu bagi
dengan 115 juta per bulan, maka lu
keluar angka dua kali lipat. So, ya
anggota DPR di Swiss cuma terima dua
kali lipat dari gaji rata-rata orang
setiap bulannya. Ya, menurut gua masih
manusiawi lah. Masih oke bahwa seorang
pejabat itu perbedaan gajinya dengan
budaknya, maksud gua dengan rakyat di
negara itu ya jangan jomplang-jomplang
banget kayak raja dengan budak ya. Kalau
di Swiss menurut gua masih masuk akal
lah. Oke, pekerjaan lu mungkin resiko
tinggi, mungkin menyita waktu, tenaga,
pikiran, pengorbanan, pengabdian. Cuman
ya enggak gitu-gitu amat kali bisa
sampai 10 kali lipat UMR atau 30 kali
lipat UMR ternyata di Swiss cuma dua
kali lipat UMR-nya. UMR-nya Rp100 juta,
pejabatnya cuman terima R200 juta.
Simpel, fair menurut gua. Makanya gua
enggak heran ketika tim kita ngirim
video dari Swiss isinya begini.
Gaji kotor anggota parlemen di Jerman
yakni 10.000o per bulannya. Kelihatan
banyak tapi gaji ini belum dipotong.
Pajak yang gedong banget dan gaji ini
masih setara dengan eksekutif atau
profesional di Jerman. Noria termasuk
negara maju, stabil, dan sangat makmur.
Gaji anggota dewan per bulannya sekitar
92.000 no alias R5 jutaan. Gaji
rata-rata rakyatnya mencapai 60.000 nok
per bulan atau kalau dirupiahin mencapai
Rp95 juta. Catat lagi ini negara yang
sangat maju dan sangat amat makmur. Tahu
dong kalau di Swis permuh dengan
hawa-hawa kemewahan. yang tinggal juga
orang-orang keyongreo. Jadi anggota
parlemen di sini cuman kerja sampingan,
bukan dibayar per bulan, tapi persidang
yakni 440 swis fram atau sekitar 8,9
juta kaya raya. Jadi kesimpulannya biar
negaranya maju berarti
so dari situ kita bisa lihat, Guys,
bahwa ternyata ya di negara-negara barat
itu anggota dewannya ya masuk akal
menggaji diri mereka sendiri. Bukan
artinya mereka bisa bikin peraturan
sendiri terus mereka semena-mena. Ya. Ya
enggak juga begitu. Karena ternyata
rasionya memang masuk akal. ada bahkan
rasionya cuma 1,5 kali lipat. Contohnya
kayak Norway itu di bawah dua kali
lipat. Tapi kenapa di Indonesia bisa
mahal banget ya? Penghasilan anggota DPR
kita bisa sampai 33 kali lipat
dibandingkan rakyat biasa. Apa
penyebabnya? Jangan-jangan memang karena
biaya untuk menjadi anggota DPR di
Indonesia itu sangat-sangat mahal.
Karena berdasarkan artikel dari CNBC
tahun 2023 di layar kaca kamu bisa lihat
jadi anggota DPR modalnya bisa sampai 15
miliar. Sekarang kalau lu hitung R15
miliar dibagi Rp104 juta setiap bulan
dalam 1 tahun itu cuman R,2 M loh.
Artinya 15 miliar dibagi 1,2 miliar itu
butuh waktu 12 tahun untuk balik modal.
So, C gua ulangin artinya kalau lu
modalnya 15 M untuk jadi anggota dewan,
lu butuh 12 tahun untuk balik modal.
Lah, kan lu berkuasa cuma 5 tahun, Bro.
Terus sisanya dari mana? Nombok dong.
Dan ini hitungannya enggak masuk akal.
Kenapa? Karena kalau pakai hitungan ini,
teman gua semuanya udah jadi anggota
DPR.
Karena faktanya ya, teman baik gua ada
yang kemarin mau maju jadi anggota DPR,
modal 12 M hangus enggak jadi apa-apa
kalah. Gua juga udah ketemu yang
modelnya 17 M hangus enggak jadi apa-apa
kalah. Sebetulnya berapa sih modal jadi
anggota DPR? Even si NBC salah risetnya.
Kalau lu mau jadi anggota DPR di
Indonesia, paling sedikit modal yang lu
harus keluarkan adalah 40 miliar. Bahkan
Cak Iimin udah bilang ini berulang kali
di sokoran Kompas nih. Lu bisa lihat nih
40 miliar. Kalau 40 miliar lu bagi Rp10
juta per bulan lu kali 12 kan cuma 1,2
M. So 40 miliar bagi 1,2 miliar itu
hasilnya adalah 32 tahun. Ini sama
seperti masa jabatan Soeharto. 32 tahun
presidennya enggak ganti-ganti baru
balik modal, Guys. Sedih banget. Enggak
ada jaminannya lu itu masih hidup 32
tahun lagi. Bisa jadi lu udah mati
gara-gara global warming atau es di
kutub utara mencair dong. Gimana caranya
biar mereka bisa balik modal lebih
cepat? Ya harus dinaikin lagi dong
gajinya. mereka. Karena kalau enggak gua
sih sedih. Bisnis apa yang balik modal
dalam waktu 32 tahun gua juga enggak mau
invest. Kemarin ada yang ngajak band
joinan yuk, gua mau jadi anggota DPR,
invest di gua. Ee kalau lu menang juga
balik modalnya 32 tahun buat apa? Enggak
logis. Jadi dari sini kita bisa tahu
memang biaya politik di Indonesia itu
sangat-sangat tinggi dan mungkin memang
belum cocok. Sehingga yang terjadi
kemudian apa? Mereka akan cari jalan
cepat, jalan pintas untuk balik modal
lebih cepat dengan menjual jabatannya
dan kekuasaannya. Kan kita enggak mau
seperti itu. Makanya kalau ditanya gua
setuju enggak dengan gaji anggota DPR
kita diperbesar? Gua setuju.
Kenapa? Karena kalau gajinya terlalu
murah mereka bisa gampang disogok, makan
suap, cari bisnis sampingan. Faktanya
seperti itu. Iya, soalnya biayanya
walaupun udah naik jadi Rp100 juta,
enggak masuk akal, Guys. Biaya kampanye
mereka aja lu bayangin ya, kalau mau
menang di Indonesia lu harus sogok kan.
Lu kasih namanya serangan fajar. Satu
amplop R500.000. Rp.000 kali 1000.000
amplop aja Rp500 juta. Enggak ada orang
yang menang dengan 1000 amplop. Enggak
ada. Lu minimum albis R.000 amplop kali
R500.000 aja udah 10 M. Ini belum biaya
lain-lain. Bikin dangdutan kasih
sembako, gula, garam, beras. Mendadak
mereka lebih keren dari BULK nih anggota
DPR kalau lagi nyalek. Tapi itu
realitanya mahal sekali biaya kampanye
politik di Indonesia. Akibatnya apa?
Rakyat memang disogok, tapi setelah 5
tahun lu harus siap dikuras. Ngeri
enggak sih kalau kita punya mindset
seperti itu? Kan enggak mau ya. Makanya
gua setuju memang anggota DPR kita
gajinya harus ditingkatkan. Tapi tetap
menggunakan batas logikanya. Logikanya
apa? Gua sih rela gaji anggota DPR naik
jadi R miliar per bulan. Catat ya. Gua
rela dengan catatan rasionya 10 kali
UMR. Artinya UMR naik jadi R juta. Fair
enggak? Gua yakin lu juga setuju. Enggak
apa-apa gaji DPR R miliar. Asal itu 10
kali lipat dari UMR rakyatnya. Jadi apa
yang dilakukan oleh anggota DPR di
Indonesia? Mereka harus berpikir keras
gimana caranya meningkatkan pendapatan
penghasilan rakyat karena gaji mereka
dihitung berdasarkan rasio. Itu contoh,
kita sudah setuju rasionya 10 kali
lipat. Oke. Anggota DPR mau punya gaji
Rp100 juta. Boleh enggak? Boleh. Artinya
harus naikin dulu rata-rata rakyat
Indonesia bawa pulang R10 juta per
bulan, kan gitu. Kalau mereka mau naik
jadi Rp300 juta boleh enggak? Boleh.
Artinya lu naikin dulu rasio pendapatan
Indonesia rata-rata bawa pulang Rp30
juta per bulan dengan rasio 10 kali itu
jadi masuk akal. Sehingga ketika
kemudian lu lihat gaji anggota DPR di
Swiss R200 juta atau anggota DPR di
Malaysia R00 juta. Lu enggak usah
jealous karena apa? Itu masih dalam
rasio yang wajar. Malaysia pun cuma 8
kali lipat rasio dari UMR-nya. Dari
penghasilan rata-rata mereka. Masih
masuk akal menurut gua di bawah 10 masih
masuk akal lah. Karena rata-rata negara
di dunia ini yang yang masuk akal ya. Ya
rasionya ada di bawah 10. Tapi kalau
udah lebih dari 10 ini jangan-jangan
menuju negara Pyongang nih, negara
favoritnya Kim Jong Un gitu kan. Kenapa?
Karena lu kayak ngasal banget. Hidup lu
enggak menginjakkan kaki di tanah di
bumi. Lu hidup lu seperti dewa penguasa
langit dengan budak-budak yang berjalan
di atas permukaan bumi. Terlalu jauh
jaraknya. Menurut gua aneh. So,
teman-teman patuh dicatat ya. Gua setuju
dan gua berharap gaji anggota DPR kita
naik sampai R miliar per bulan. Gua
setuju, catat itu. Karena gua tidak mau
anggota DPR kita gampang disogok. Gua
enggak mau anggota DPR kita punya bisnis
sampingan. Gua enggak mau anggota DPR
kita menjual undang-undang pasal
perpasal karena mereka gampang dilobi
oleh oligarki. Gua enggak mau. So, gua
setuju mereka terima gaji R miliar.
Kenapa ini jadi masalah juga kalau
gajinya kekecilan? Artinya lu sengaja
merentalkan, memprostitusikan
pejabat kita sendiri. supaya mereka
gampang dikasih duit sogong. Ini
kejadian banyak negara-negara Afrika
seperti itu. Hakim digajinya kecil,
polisi digajinya kecil, jaksa gajinya
kecil, tentara gajinya kecil. Kenapa?
Supaya koruptor-koruptor bisa terus
berkuasa, oligarki-oligarki bisa terus
berkuasa. Mereka bisa beli hukum dengan
mudah, dengan murah. Karena apa? Dipaksa
miskin. aparat di negara itu, penegak
hukum di negara itu, PNS di negara itu,
dipaksa miskin. Corruption is not bad.
Corruption is only bad if I'm not
involved.
Yes.
But if I'm part of that corruption, I'll
defend it.
Gua juga enggak mau kita berakhir
seperti negara itu. Enggak mau. Kita mau
kita punya pemimpin yang elegan, yang
hebat, yang pintar, yang cerdas, yang
bisa fokus jiwa raganya. Bukan cari
proyek, tapi membangun bangsa. Makanya
yang pertama kali dilakukan Li Kananyu
ketika dia berkuasa apa? Dia naikin gaji
para pejabat pemerintahan. Dia enggak
mau hakim-hakim gampang disogok. Naik
gajinya 200 kali lipat. Enggak ada
masalah. Negara kita jadi lebih berkuasa
dan negara harus berkuasa. Lebih
berkuasa dibanding pengusaha dan
konglomerat di negara. Itu harus begitu.
Kalau enggak gampang disogok. Makanya
terus terang gua setuju anggota DPR kita
gajinya tinggi. Setuju banget. Tapi
alangkah baiknya kalau menggunakan rasio
yang wajar. Yang wajar menurut gua
berapa? maksimal 10 kali lipat dari
penghasilan rata-rata rakyat Indonesia.
Nah, menurut kamu gimana? Kamu setuju
enggak dengan demonstrasi yang menolak
gaji anggota DPR itu naik atau memang
sistem kita yang salah ya, yang harus
dibenahi? Kenapa kita bisa jadi punya
sistem yang terlalu aneh seperti ini?
Nah, kalau menurut kamu gimana? Atau
biarin aja gaji anggota DPR cuma R juta.
Menurut lu gaji anggota DPR kita yang
masuk akal seperti apa? Supaya mereka
enggak gampang di lobi, enggak cari
obyekan, bisa fokus bekerja. Menurut lu
gaji berapa sih sih yang layak sehingga
enggak usah pakai
demonstrasi-demonstrasi seperti itu
sehingga rakyat bisa terima. Oh, beban
kerja mereka memang berat. Tugas mereka
memang banyak. Mereka mewakili kita.
Mereka punya fungsi ada budgeting
anggaran harus ngawasin APBN yang di Sri
Mulyani bikin. Pelototin. Mereka ada
fungsi legislasi bikin peraturan hukum,
undang-undang, pertimbangan segala aspek
rasio di Indonesia. Sukunya banyak,
budayanya banyak, bahasanya banyak.
Gimana enggak ada konflik sosial ketika
sebuah undang-undang lahir. Mereka kan
harus jewantakan itu dalam sebuah
dokumen undang-undang itu. Bukan
pekerjaan 1 2 jam. Ini pekerjaan bisa
sat du tahun bikin satu undang-undang.
Menurut lu harusnya mereka digaji
berapa? Anyway, gua tunggu ya pandangan
kalian seperti apa. Jangan lupa segera
subscribe channel Benix dan pencet
tombol like. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:39 UTC
Categories
Manage