Kind: captions Language: id Bad news, guys. Teman-teman tahu perusahaan yang sering dipakai sama kalian buat liburan, ya. Hai, hai. Jakarta Bandung pakai kereta cepat, ternyata membebani keuangan negara kita loh. Teman-teman tahu ya, bukannya profit, ternyata projek kereta cepat itu membawa Indonesia makin nyungsep dan rugi. Ruginya juga enggak main-main karena diperkirakan lebih dari 2 triliun setiap tahunnya. Bahkan di tahun lalu aja kerugiannya lebih dari 4 triliun. So, kalian penasaran Guys, kenapa begitu besar prahara terkait Gus dan dampaknya ya bagi bisnis khususnya PT Kereta api Indonesia? Lu jangan skip video ini karena direktur utama KAI sendiri, kereta api Indonesia, direktur utamanya udah bilang ini bakal jadi bom waktu bagi Republik Indonesia. So, jangan kamu skip video ini. Let's check this out. Jadi, Teman-teman ya, sebelum kita bahas lebih detail tentang prahara KCI atau kereta cepat Indonesia China yang namanya wus di Indonesia itu sebetulnya diresmikan udah 2 tahun lalu. Gua juga kaget ya pas tahu, eh gua kira baru loh kereta cepat kita ini, ternyata kereta peluru kita ini diluncurkan di bulan Oktober tahun 2023. So, kereta wus ini itu singkatan, Guys, dari waktu hemat, operasi optimal, sistem hebat. Ya, pada kenyataannya headm enggak sih boros malah malah negara jadi rugi, ya. Dan wus itu sebetulnya dibaca wos katanya inspirasi dari suara yang melesat ketika kereta berkecepatan tinggi ini lewat, guys. Well, anyway, ya itu nama yang bagus, nama yang luar biasa sesuai dengan keretanya sendiri. Keretanya memang cepat, tapi kalau dibilang hemat optimal apa iya, kita bahas lebih detail. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya, kalau lu naik kereta cepat dari Jakarta ke Bandung itu sebetulnya yang punya adalah konsorsium KCIC. Isinya ada seil perusahaan tapi secara simpel dibagi jadi dua bagian. Bagian pertama itu dimiliki oleh BUMN Indonesia. Jadi ada empat BUMN yang berkolaborasi membentuk satu PT yang namanya PSBI, Pilar Sarana BUMN Indonesia. Dan Pilar Sarana BUMN Indonesia ini isinya ada empat perusahaan. Yang pertama Wijaya Karya, Jasa Marga, PTPN, dan PT Kereta Api Indonesia. Nah, di sisi lain masih ada lagi perusahaan Cina. Jadi, di pihak Cina itu ada lima perusahaan yang bergabung dalam konsorsium KCIC-nya. yaitu pertama China Railway International Company Limited, yang kedua China Railway Group Limited, yang ketiga Sino Hydro Corporation Limited, dan yang keempat CRRC Corporation Limited. Yang terakhir kita ada China Railway Signal and Communication Corporation. Jadi buat teman-teman yang selama ini lu naikin yang namanya kereta cepat Indonesia China atau Wu itu adalah integritas holding-nya yang di dalamnya tadi ya ada dua bagian bagian Indonesia sama bagian Cina. Nah, kita mau ngobrol soal wus-nya. Ini sebenarnya kalau dibilang rugi Indonesia, rugi dari mana? Di KCIC. Lu enggak bisa bilang ruginya Indonesia ini dari sisi KCIC-nya atau rugi dari sisi Cinanya sendiri. Join venture Cina bukan urusan kita. Tapi yang kita harus bongkar adalah PSBI-nya. Karena empat entitas Bwomen kita bergabung jadi satu menjadi PT PSBI yang memegang 60% saham KCIC. Dalam komposisi itu ternyata paling besar sahamnya 58,53% itu dipegang oleh KI. Lalu ada 33% dipegang oleh Wijaya Karya. Lalu ada Jasa Marga memegang 7,0%. Dan terakhir PTPN 8 yang memegang 1,03%. Nah, Teman-teman tahu sebelum kita bahas lebih lanjut ya, jadi lu sudah tahu oh ternyata KCIC itu 40% sahamnya yang pegang perusahaan Cina, 60% sahamnya gabungan perusahaan-perusahaan lokal. Dari gabungan perusahaan lokal BUMN itu ternyata komposisi terbesar ada di BUMN kereta api Indonesia. Nah, Teman-teman tahu sebelum kita bahas lebih detail untuk bikin project KCIC ini itu terjadi begitu banyak perubahan. Contoh pertama ketika mereka bangun KCIC US mereka kira bakal duit habis cuman 90-an triliun. Ternyata di tengah jalan nambah lagi 720 juta dolar alias mereka harus top up lagi nilainya lebih dari 11 triliun. So, kalau di tootal duit yang habis untuk bikin kereta cepat Indonesia Cina itu butuh duit lebih dari Rp10 triliun, Guys. Tapi lu tenang dulu. berarti dirugikan ya Indonesia. Tunggu dulu, tunggu dulu. 110 triliun itu kan aset bangsa yang dimiliki oleh PT KCIC ya. Jadi wus-nya itu sendiri. Tetapi ketika lu bilang negara itu rugi, dari mana hitungannya negara itu rugi? Karena gini, ketika kita mau bangun KCIC itu pintar juga sih orang Indonesia mereka itu bayar enggak pakai duit tapi pakai utang. So, komposisi terbesar lebih dari 70% pendanaan untuk membiayai KCIC itu ternyata menggunakan utang. Nah, per hari ini utang kita untuk KCIC itu hampir R80 triliun, Guys. So, namanya utang kan pakai bunga. Lu tahu bunganya buat utang kita itu berapa? 3,4% dan jangka waktu hutangnya itu 35 tahun. So, teman-teman kita hitung sama-sama. Lu lihat di layar kaca total hutang kita itu 79 triliun. Bunganya 3,4% dibayarkan dalam waktu 35 tahun. So, kalau lu hitung 7,9 triliun lu kali 3,4% artinya bunga per tahun yang harus kita bayar adalah 2,6 triliun. Dan kalau 2,6 triliun ini kita baru hitungin bunga ya, 2,6 triliun lu bagi 12 itu bunga yang harus kita bayar sebulan itu 223 miliar, Guys. So, negara kita harus bayar dalam bentuk 223 miliar setiap bulan. Tidak peduli wus itu profit atau rugi. Mau hari ini cuan atau bocuan atau nyungsep, enggak ada peduli setan, maupun kena meteor juga putus setengah jalan kereta, lu bayar tuh yang namanya utang 3,4% per tahun alias 223 miliar per bulan. Nah, ini bisa jadi makin mahal lagi karena utang kita sama mereka ya bayarnya pakai dolar, Guys. So, 223 miliar per bulan, apakah itu angka yang besar atau angka yang kecil? So, gampang aja. Tinggal kita lihat di laporan keuangannya perusahaan kereta api Indonesia. Jadi di PTKI mereka punya investasi di tahun 2024 dicatat investasi di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia total asetnya adalah 26 triliun. Total liabilities-nya adalah 16,9 triliun. Sementara total pendapatannya dicatatkan 0. So, kalau kita hitung total aset dikurangi total liabilities dan pendapatan yang masih nol, artinya sebetulnya perusahaan ini mengalami kondisi minus alias rugi 4,1 triliun di tahun 2024. Jadi, kita bicara berdasarkan data ya enggak ngadi-ngadi ya seperti profesor dari Universitas Gajah Mabok. data mengatakan bahwa ya KAI merugi karena melakukan investasi di perusahaan yang namanya PTPSBI yang kemudian hari berinvestasi di konsorsiumnya KCIC. Itu ruginya enggak nanggung-nanggung, Guys. 4 triliun lebih. Tapi kan ingat itu kan konsorsium, Pak Benny. Belum tentu dong orangnya rugi semua. Ya bisa juga karena kan ruginya tetap dibagi-bagi. Kalau kita hitung dengan komposisi sahamnya, ingat ya, KI enggak pegang 100% dari PTPSB, dia cuma pegang 58%. So, kalau lu hitung 58% saham yang dipegang, maka kontribusi kerugian PSBI ke dalam keuangannya kereta api Indonesia itu setara 2,2 triliun. Gampangnya gini, Guys. Ingat tadi kan total kerugian PTPSBI konsorsium BUMN ini kan 4 triliun lebih. Kalau si K ini pegangnya lebih dari 50% berarti kan hampir setengah itu sebetulnya kerugiannya kereta api Indonesia. Artinya kerugian kereta api Indonesia lebih dari 2 triliun loh. Dari 4 triliun total kerugian bersama. Komposisi KI nih kalau saham nih nyungsep nih ruginya 2 triliun, Guys. Apakah ini cuma KI yang jadi korban? Enggak. Lu lihat di layar kaca sekarang ada PT Wijaya Karya Tbk, Guys. Dia juga investor di Pilar Sinergi BUMN Indonesia PSBI. Itu pintarnya si Wijaya Karya dia cuma pegang 33%. Sehingga dari total kerugian yang 4 triliun lebih tadi yang dicatat di dalam buku mereka itu cuma 1,5 triliun. Tapi tetap aja rugi adalah rugi. Jadi ya dia rugi ikut nyungsep bersama PTKi dan kalian kan tahu ini adalah channel investasi guys ya. Kita langsung lihat aja lah perusahaan-perusahaan kita enggak usah bahas lebih detail lag ini bisnis rugi lah. Lu udah lihat di sana ada empat ya empat pilar ini. Empat pilar ini ternyata pilar nyungsep ya. Jadi pilar pertama K minus 2 triliun lebih. Pilar kedua ada Wijaya Karya minusnya 1,5 triliun lebih. Ya sisanya kerugian ditanggung PTPN sama Jasa Marga. Intinya apa? Minus semua. So, lu jangan heran kalau kita channel investasi tentu kita buka dong. So, ya kita buka aja langsung Jasa Marga ya, perusahaan jaran tol. Kenapa jadi pengusaha kereta api cepat? Gua juga bingung. Tapi ya udahlah, republik ini memang luar biasa hebat. Pengusaha jalan tol bisa jadi pengusaha kereta api cepat. Alhasil apa? Ya mungkin dia berinvestasi di hal yang dia tidak mengerti dan lu bisa lihat terflect dalam harga sahamnya. 1 tahun yang lalu ini harga sahamnya masih 5.000 gede, Guys. 5.500-an. Eh, hari ini harga sahamnya sudah nyung 11, tinggal sisa Rp3.300. Artinya ada nilai yang hilang harga sahamnya drop lebih dari Rp2.000, Guys. Alias drop lebih dari 37%. So, kalau dibilang project KCC, banyak orang mengira ini kan perusahaan tertutup. Enggak ada masalah buat kita investor Indonesia, kenapa harus cerewet soal itu. Hei, bego, lu harus pikir yang invest, yang pegang investasi di KCIC bukan cuma perusahaan tertutup, tapi perusahaan Tbk yang bisa jadi lu pegang sahamnya. Ei, by the way gua bukan rekomendasi jual atau beli ya. Kita hanya sharing apa adanya aja dan dampaknya ke terhadap portofolio. Kalian harus hati-hati. Oke, tapi ada yang lebih parah. Karena kan lu tahu sahamnya Jasa Marga enggak nyampai 7%. Ada yang lebih parah dan lebih gila, yaitu siapa yang pegangnya bisa sampai sepertiga, yaitu Wijaya Karya. dia pegang lebih dari 30%, Guys. So, kalau yang namanya Jasa Marga aja megangnya cuman 7%, nyungsep 30% lebih, gimana sih nasibnya Wijaya Karya yang megang lebih dari 30% saham di PT PSIB yang anggota konsorsium kereta cepat Indonesia China? Ternyata data menunjukkan per hari ini Wijaya Karya sahamnya resmi suspen, Guys. Luar biasa nih. Memang luar biasa cerdas, Guys, ya. Namanya dunia investasi ya, lu betul-betul harus ngerti apa yang lu investasikan. Kalau perusahaan lain jasa marga sahamnya cuma nyungsep 30%. Wika ini lebih sedih nih nasib pemegang saham Wijaya Karya entah kenapa dia punya nasib yang sangat buruk. Ternyata harga sahamnya anjlock lebih dari 30% plus bonus sahamnya suspens. Tentu ini kalau lu investor sudah tahu ya. Saham suspens itu bukan kabar baik guys. Tapi ini kabar duka bagi para pemegang saham Wijaya Karya. Gua harap kalian semua sabar-sabar, panjang umur, rajin berdoa semoga mati masuk surga. Kenapa gua berdoa semoga kalian masuk surga? Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar sebelum tanggal 31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sekkolasambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Kenapa gua berdoa semoga kalian masuk surga? Karena kalian adalah orang-orang yang berhati mulia, penyayang, welas asih, dan sabar. Karena di tengah kerugiannya Wijaya Karya, di tengah nyungsepnya sahamnya Wijaya Karya dan Sesmen juga masih bisa mereka bagi-bagi tantim, bagi-bagi bonus bagi direksi komisaris. Gila memang gila gila gila gila. Luar biasa luar biasa. BUMN Indonesia. Mm mantap. Akhlak nomor satu. Tapi guys, kita harus fair lah. Kita bahas kenapa KCIC ini terus merugi dan lu jangan skip video ini. Kenapa? Karena di akhir gua bakal kasih solusi terhadap KCIC. Makanya lu segera subscribe channel ini dan jangan lupa like ya. So, gampangnya gini. Kenapa kita bisa asumsikan sebagai seorang investor tentunya lu harus tahu ketika lu mau investasi di sebuah bisnis, sebuah saham ataupun sebuah kereta cepat, lu harus melakukan analisis kuantitatif tentang bisnisnya sih seperti apa. Ya, simpel aja. Simpel aja. Berdasarkan data tiket yang terjual di kereta api Indonesia cepat ini wusu ini menjual 6,04 juta tiket. Gua salah satunya yang memperkaya KCIC. Baik, gua bagu negara ini. Project ini rugi. Supaya enggak tambah rugi, gua naik KCIC kalau ke Bandung. Jadi 6,04 juta tiket yang terjual di tahun 2024. Nah, harga rata-rata tiket, ingat ya, awal-awal mereka masih promo itu dijual di harga Rp250.000 average. So, kalau lu kalikan Rp250.000 R000 dikali 6,04 juta tiket yang laku, maka estimasi pendapatan mereka full year 2024 adalah 1,5 triliun. Gua ulangin, 6,04 juta tiket yang terjual dikali harga rata-rata Rp250.000, total pendapatan mereka bukan profit loh. Pendapatan mereka itu Rp1,5 triliun per tahun. Ingat ya, ini adalah OMZ 1,5 triliun per tahun. Kondisi hari ini apa? mereka rugi. Tapi kita asumsikanlah mereka punya logika dan akal sehat dan profitabilitas seperti perusahaan kereta cepat yang lain. Yang di China ada China Railway, di Jepang ada Shinkansen dengan GR railway-nya. Mereka tahu enggak net profit margin mereka average ada di 20%, Guys. So, kita dari 1,5 triliun itu asumsinya KCC ini profit dengan net profit margin 20% artinya mereka itu dapat net profit 300 miliar per tahun. Ingat, 300 miliar per tahun net profitnya. Nah, gampang kalau mau lihat sebenarnya kapan balik modal ya. Kci ini simpel lu tinggal hitung tadi modalnya berapa karena biayanya melar. Tadinya R90 triliun, sekarang sudah 110 triliun total biaya yang dihabiskan buat bangun KCIC. So, kalau lu bagi 110 triliun dengan profit 300 miliar per tahun, maka lihat di layar kaca 110 triliun / 300 miliar itu setara dengan 367 tahun. Jadi buat teman-teman di sini ya yang merasa, "Aduh gua terbebani nih dengan KCIC, aduh negara rugi nih gua, anak cucu gua rugi nih. Kita disuruh bayar utang nih sampai anak cucu gua harus bayar hutang." Lu salah. Karena yang harus bayar utang ini adalah cucu dari cucu, cucunya cucu, cucu kamu. Karena ini 367 tahun ini butuh lebih dari 10 generasi baru lunas ini hutang ini. Profitnya cuma 300 miliar per tahun. Itu pun kalau profit. Karena data terakhir menunjukkan boro-boro profit mereka malah minus rugi triliunan setiap tahun. Jadi kalau lu membayangkan, "Wah, 367 triliun parah banget ya, Pak Beni, lu jahat banget, kejam banget jadi orang." Enggak. Itu karena gua baik. Gua bilang mereka profit 300 miliar setahun, which is enggak jadi kenyataan. Hari ini mereka rugi triliunan setiap tahun. Jadi, lu jangan anggap 367 tahun. Ini realistis juga enggak. yang ada malah mungkin never ever going to be profitable. By the way, guys, lu mungkin merasa gua terlalu jahat gitu ya atau kejam dalam menghitung. Tapi ini kan angka, angka enggak bohong. Kalau seandainya perusahaan profit, ya. Kalau profit 20% 300 M setahun, maka kita balik modal 367 tahun, Guys. Ini kalau profit dan hitungan gua ini sangat baik, jauh lebih baik dibandingkan orang lain yang berhitung. By the way, gua juga sempat berantem soal ini dengan almarhum Faisal Basri. Karena lu tahu ya, mungkin almarhum Faisal Basri ekonoma, lu bilang suka kritik, tapi dia terlalu baik. Kenapa? Karena tahun lalu gua sempat ngobrol sama dia, gua bilang gua enggak setuju dengan hitung-hitungan dia soal wus. Karena menurut Faisal Basri, dia bilang gini, "Dalam 1 hari wus itu ada 36 kali perjalanan. Nah, sekali jalan wus itu bisa bawa 601 penumpang." Oke, dalam 1 tahun kan ada 365 hari. So, kalau kita kali kan 31 perjalanan, sekali perjalanan 31 * 601 penumpang. Lalu kita kali lagi ada 365 hari dalam 1 tahun. Artinya dalam 1 tahun total penumpang maksimal yang bisa dibawa adalah 7,8 juta penumpang alias hampir 7,9 juta penumpang. Nah, karena harga rata-rata yang dipakai Faisal Basri ada Rp300.000, maka Rp7,8 juta penumpang dikali Rp300.000 hasilnya adalah R2,3 triliun. Nah, beliau bilang kalau total biaya yang kita habiskan adalah R114 triliun, maka R114 triliun dibagi 2,3 triliun, maka dibutuhkan 48 tahun supaya lunas. Tapi ingat, ini kan cuma hitung dari Om Z. Lu kan enggak bisa hitung balik modal itu dari Om Z. Lu selalu hitung balik modal itu dari profit. Kapan profit lu itu bisa nutup biaya yang lu keluarkan di awal? So, kalau Faisal Basri itu bilang 48 tahun balik modal yang namanya kereta api cepat, salah gua bilang. Enggak. Yang benar berapa? 367 tahun, Guys. Dengan estimasi net profit margin 20% alias setara 300 miliar per tahun profitnya. Kalau profit. Faktanya hari ini rugi, rugi dan rugi. Luar biasa, Guys. Anyway, Guys, sebetulnya ada begitu banyak pilihan sih buat mau profitable. Ada begitu banyak cara yang kita bisa pakai. Karena ya contohnya kayak MRT itu sebetulnya enggak mengandalkan penghasilan cuma dari jual beli tiket doang loh. Mereka juga pakai iklan. Gue salah satu orang yang suka beriklan di MRT atau di jalur-jalur kereta atau transportasi umum. Kita pakai tuh zaman dulu sering banget dan kita habis duit sampai ratusan miliar di sana. It's another source of income. Gua bingung kenapa enggak dilakukan hal ini dalam skala yang lebih besar. Memang gua udah lihat ya di beberapa titik ya kereta cepat ini sayangnya stasiunnya cuman sedikit. Jadi banyak spot-spot iklan itu yang enggak bisa dimaksimalkan ya karena perjalanannya sedikit. Kalau menjual properti bisa enggak? Bisa. Pertama ya mereka bisa punya commercial space. Karena gua lihat jujur udah ada beberapa commercial space yang dipakai tapi sayangnya masih buat hal-hal yang remeh-temeh seperti apa? Buka kafe, restoran di stasiun-stasiun wus itu menurut gua enggak penting. Jauh lebih penting bangun todena gua ada begitu banyak teman loh yang kerjanya di Jakarta tapi tinggal di Bandung. Mereka bolak-balik bawa mobil atau naik kereta api. Sekarang mereka pakai wus. Kenapa bus enggak bikin aja tod apartemen-apartemen mall di gedung stasiun-stasiun keretanya mereka? Kenapa? Karena ya teman-teman tahulah lokasi stasiun Hus itu enggak ada yang strategis. Di Bandung mereka tuh mendarat di mana? Yang pertama di KBP, Kota Baru Parayangan. Jauh dari mana-mana, bukan di Bandung gitulah. Yang kedua di Tegal Luar itu juga jauh juga dari mana-mana. Ini way enggak menarik lah. Tapi buat orang yang sering komuting, orang yang suka bolak-balik Jakarta, Bandung karena hubungan bisnis atau kerja ya akan jauh lebih beneficial buat mereka tinggal di stasiunnya. So, kenapa enggak bangun perumahan, kenapa enggak bangun apartemen di atas stasiun itu seperti yang dilakukan oleh China. Terus apa pilihan lain lagi? Ini yang gua mau kasih tahu. Dalam dunia bisnis kereta api cepat itu enggak ada rasio 1 banding 1. Maksudnya gini, kayak lu buka Indomaret, buka sandum Indomaret, pasti lu untung enggak? Belum tentu. Indomaret aja harus punya ribuan baru ketahuan mana yang rugi, mana yang untung. Enggak mungkin dari ribuan Indomaret semuanya untung. Udah enggak mungkinlah. So, apa yang dilakukan? Ternyata dalam bisnis keret api cepat itu ada rasio namanya 1 banding 3. Dan ini yang dilakukan oleh China. Bahkan negara sebesar dan sekaya Cina juga mereka enggak bikin cuman satu kereta cepat. Per hari ini mereka punya 16 kereta cepat. Dan teman-teman tahu bisnis kereta api cepat di China itu bertahun-tahun rugi. Rugi rugi, rugi dan rugi rugi triliunan. sampai kemudian kemarin nih tahun 2023 mereka akhirnya bisa profit profitnya 3,3 miliar yuan Gali alias setara 7,4 triliun. Kenapa mereka bisa capai itu? Karena ya jujur aja akhirnya 2 tahun yang lalu Cina memiliki lebih dari 45.000 km kereta api cepat. Dan teman-teman tahu enggak dari 45.000 1000 km jalur kereta api cepat itu yang profit cuma 2.300 km alias hanya 6% dari total jalur kereta api cepat mereka yang profitable. So per hari ini Cina itu punya 16 jalur kereta api cepat. Tetapi per hari ini hanya enam jalur yang profitable yaitu jalur apa? Jalur Beijing Shanghai, jalur Beijing Tianjin, jalur Shanghai Hangjou, jalur Ningbo Hangzo, dan jalur Guangcho Sencen. Nah, dari sini teman-teman bisa lihat ya, salah satu kesamaan dari kota-kota yang terkoneksi ini, ingat ada 16 jalur tapi yang profit cuma enam. Dan dari enam kota ini, kota-kota yang gua sebutin, Ningbo, Tianjin, Shanghai, Senchen, Guangcho, itu semuanya apa? Kota industri, kota padat penduduk, kota bisnis, dan kota pesisir pantai. Kenapa? Ingat ya, Cina orientasi ekonominya adalah ekspor, bukan Indonesia, konsumsi. So, mereka akan membangun daerah ekonomi khusus, daerah industri di pesisir pantai. Dan butuh konektivitas karena apa? Pengiriman barang, bahan baku, tenaga kerja. Banyak orang tinggal dari luar kota-kota pantai itu. So, teman-teman jangan heran even negara sekelas Cina yang biaya pembangunan kereta api cepatnya aja sudah sangat-sangat murah, ternyata butuh bangun 16 jalur kereta api cepat baru mereka ketemu, oh ini profit. Oh, ini tidak profit. Oh, ini profit. Nah, kelemahan di Indonesia apa? Dengan teori 1 banding 3 baru bisa profitable. Ya, kalau lu masih cuma punya dua jalur aja, lu masih rugi. At least punya tiga jalur, maka di situ lu bisa lihat ada satu jalur yang profitable. So, buat Indonesia gimana sih ke depannya? Lu setuju atau enggak kalau Indonesia makin memperbanyak jalur kereta api cepatnya? Kalau iya, sebaiknya jalur mana yang kita bangun? Ya, karena kalau gua lihat ya, di Indonesia kan yang padat penduduk ya cuma daerah-daerah pusat, ibu kota yang ada di Pulau Jawa. Contoh Surabaya, Semarang, Jogja, Jakarta. Tapi sebetulnya masih oke enggak ya buat kita bikin itu? Lu setuju enggak sih Indonesia masih bangun lagi nih jalur kereta api cepatnya atau ya udah stop aja deh sampai di sini karena kerugiannya terbukti terlalu besar dan butuh ratusan tahun baru balik modal. So, teman-teman menurut kalian gimana? Segera tuliskan pandangan kalian di kolom komentar yang ada di bawah ini. Sebagian Indonesia, stop membangun kereta api cepat atau bangun lebih banyak lagi supaya GDP kita naik terus. Karena jujur aja nih, kalau kita stop membangun GDP kita harus siap berkontraksi. Kalau kita bangun, bangun, bangun, bangun terus, ekonomi kita pasti akan tumbuh-tumbuh dan tumbuh terus. Karena kalau dibiarkan wus ini jalan terus, padahal kondisinya masih rugi rugi, rugi triliunan terus, ujung-ujung kan negara perlu utang triliunan terus setiap tahunnya. Menurut kalian negara ngutangnya ke mana ya? Apakah sebaiknya negara ngutang lagi ke Cina atau ya ada yang bilang sih KCIC diipok-kan aja. Jadi rakyat Indonesia bersatu padu membayar saham IPO itu buat jadi modal kerja. Wus. Lu mau enggak sih beli sahamnya KCIC kalau dia IPO? By the way, guys, kita baru saja merilis channel komunitas saham terbesar Indonesia. Segera join yuk ke komunitas Saham Benix yang ada di link di bawah ini atau scan QR-nya di sini dan bergabung ke grup WhatsApp khusus Benix kalau kalian pengin dapat info-info terbaru terkait market update dunia saham investasi ekonomi dan geopolitik Indonesia dan dunia. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa like and subscribe sekarang juga. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [Musik]