KETUA HIPMI BUKA SUARA! Benarkah Anggotanya Cuma “Pengangguran”?
YNPwOHDWSYA • 2025-08-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bukan yang tiba-tiba datang gebrak meja minta 5 triliun. Mereka juga di luar ekspektasi kaget juga kan. Kenapa jadi begini nih gitu? Jadi nih anak-anak muda ini kalau sekarang orang bilang kerjanya apa namanya serabutan ya memang benar konsepnya dari dulu gitu. Coba si Bang Afwar apakah kamu keturunan pejabat atau jenderal? Bukan. Jujur ini bukan jujur ya bukan keturunan pejabat atau jenderal. Keturan pengusaha. Oh itu betul. Do enggak? Enggak ya. Katanya UMKM naik kelas. Tapi yang yang menengahnya terdegradasi, habis itu kita meningkatkan lagi rasionya dari 3% jadi 10%. Kalau enggak ada formularitas dan format yang jelas, mimpi aja itu. Itu ngeri banget nih. Saya agak kurang ee apa namanya? Enak dengarnya itu karena itu aja gitu kan. Himmi ini kan dibangun dengan perjuangan dan berdarah-darah gitu. Masa gara-gara satu orang yang tidak senang dengan satu orang lagi yang kita semua enggak kenal itu siapa, tapi bisa membuat statement seperti itu dan mengganggu perasaan kawan-kawan juga yang ada di daerah. Halo, selamat pagi, Guys. Nih, seru banget nih. Hari ini kita ketemu ini jagoannya langsung, bosnya langsung organisasi pengusaha yang paling terkenal di Indonesia, khusus pengusaha muda, ketua umum BPP HIPMI se-Indonesia. Bang Akbar Bukhori, selamat siang, Mas Ben. Selamat siang. Gimana, Bang Akbar? Sehat? Sehat, alhamdulillah. Kehormatan ketemu sama Mas Ben langsung. Oh, kita yang senang malah. Kenapa bisa nanti kita jelasin tadi? Harus kita jelasin ini. Ini seru nih. Seru nih. Seru nih. Nah, kemarin tuh kita mau ngomongin sempat heboh sebetulnya karena ada video kita yang kita bikin ya ee tentang pengusaha di Indonesia. organisasi sebenarnya yang paling ebo sih karena ada hubungan dengan emiten namanya Candra Asri. He. Dia bikin pabrik kimia. He. Di Tangerang ya kalau enggak salah ya. He. Di Tangerang atau wilayah Serang. Cilegon. Di Cilegon. He. Berarti Banten ya? Betul. Yang katanya mereka minta proyek triliunan. He. Tanpa tender. Terus itu seliwuran tuh. Heboh tuh di komunitas pengusaha. Wah, ini organisasi apa nih yang bisa minta gini? Itu betulan apa enggak sih? itu ada hubungan sama HIPMI enggak sih? H. Jadi ya kita dengarnya juga dari media bahwa eh ada salah satu oknum dari organisasi Kadin He. Yang ee bertemu dengan manajemen perusahaan tersebut dan langsung meminta proyek tanpa tender dengan apa namanya ee mengalaskan soal keterlibatan pengusaha lokal di pada investasi di daerah tersebut gitu. Iya. Nah, sebenarnya semangatnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Investasi juga itu semangatnya sama, Mas Ben. Bagaimana teman-teman pengusaha lokal ini terlibat dalam investasi-investasi besar. Tapi salah ee diartikan oleh teman-teman daerah meminta proyek dengan tanpa tender itu bukan hanya salah dalam mengimplementasikan ataupun menterjemahkan maksud dari pemerintah, tapi salah juga dalam penerapan usaha. H tidak ada proyek penunjukan langsung tender senilai triliunan gitu kan. Pasti kan harus melewati tender dan harus melewati beberapa proses yang harus dilewati. Betul. Karena pasti kan ada kualifikasinya lah ya. Kalau kita kan sama-sama pengusaha kalau mau bikin tender pasti cari yang paling efisien gitu kan ya. Kinerjanya bagus punya truk record enggak bisa ujuk-ujuk tunjuk langsung. Kecuali emang udah pengalaman kali ya. Betul. Tapi kita sebetulnya paham sih konteksnya itu kan memang supaya ketika ada investasi masuk yang dipekerjakan itu orang lokal. Iya dong. Kita kan enggak mau WNA semua malah yang kerja situ kan kita enggak mau. Terus ya tentu juga di situ memberdayakan ya pekerja lokal ya pengusaha lokal. Jadi semuanya kan hidup ekosistemnya. Sebetulnya itu harapannya. Betul. Itu harapannya itu harapan dari pemerintah. Cuman mungkin salah diterjemahkan aja oleh teman-teman daerah gitu. Oh. Nah, yang kita lihat itu juga kan jadi banyak caut maut tuh main klaim organisasi ini karena waktu itu masih belum jelas juga sebenarnya ya. He. Tapi sebetulnya bukan HIPMI yang di situ bukan. Jadi saya dapat informasi dari teman-teman HIPMI yang ada di sana pada saat itu oknum kadin tersebut karena sudah diklarifikasi juga oleh Mas Anin itu bukan sikap organisasi tapi itu ee apa murni pendapat pribadi dia dan mengajak ee organisasi himpunan dan asosiasi yang ada di tempat dia. Karena Kadin ini kan wadah tempat berhimpunnya asosiasi pengusaha. Wadah bersama ya. Wadah bersama. Jadi ada Iwapi, ada HIPMI, ada ada beberapa lah di situ diajak untuk bertemu dengan perusahaan tersebut gitu. Jadi HIPMI secara apa namanya terafiliasi ke Kadin ya mereka ikut-ikut aja datang ke situ tapi tidak tahu agendanya apa kira-kira undangan malahnya tapi ikut keseret ikut keseret dan terbukti pada saat masuk ke dalam proses hukum yang HIPMINnya kan enggak terlibat. yang terlibat yang tersangkakan tuh hanya ketua Kadin, Wakil Ketua Umum Kadin yang memang merencanakan ee kegiatan ini sebelum mereka datang ke tempat tersebut dan bertemu dengan perusahaan tersebut. Ah, ini membuktikan berarti organisasi-organisasi lain itu enggak terlibat. Saya juga sangat memahami itu. Mereka diundang pasti mereka excited datang. Kenapa? Ini kan ada investasi besar yang akan membuka lapangan pekerjaan luas dan juga akan membuka opportunity UMKM kita bisa tumbuh. Keterlibatan pengusaha-pengusaha daerah juga bisa maksimal dengan adanya investasi yang sangat besar. Ya, mereka datang itu sebenarnya mau dapat informasi apa sih kira-kira project timeline-nya seperti apa dan apa yang bisa mereka lakukan kontribusi agar bisa bersinergi, berkolaborasi bersama-sama. Bukan yang tiba-tiba datang gebrak meja. Betul. Betul. Minta 5 triliun. Mereka juga di luar ekspektasi kaget juga kan. Kenapa jadi begini nih gitu? Oh iya iya ya ya. Ya jujurlah kita kan pengusahalah kalau seandainya diundang ada acara begitu investasi triliun pasti kan pengin datang juga dong. Pengin tahu banget sih. Itu itu memang apa namanya salah satu manfaat kita berorganisasi berhitmi gitu mendapatkan sumber-sumber informasi akhirnya membuka opportunity kan gitu. Ah itu dia Mas. Menarik nih. Jadi kan banyak nih teman-teman mungkin yang di sini ada pengusaha ya atau pedagang atau investor itu kan selama ini mungkin belum terekspos ya dengan HIM ini apa, pekerjaannya apa, ruang lingkup kerjanya itu seperti apa. Gue juga termasuk yang bertanya-tanya. Iya. Sebetulnya HIPMI organisasi apa sih? Hm. Jadi HIPMI ini adalah ee organisasi tempat berhimpunnya para pemuda kita. yang orientasinya adalah pengusaha gitu. Jadi ini yang didoktrin oleh founding fathers kita ee Pak Abdul Latif sebagai ketua umum HIPMI pertama dan ee penggagas HIPMI pertama dulu beliau sampaikan lapor ke Pak Presiden Soeharto, "Pak, kita mau bikin organisasi yang ini akan bersaing dengan orang-orang yang non pribumi pada saat itu, gitu. Jadi nih anak-anak muda ini kalau sekarang orang bilang kerjanya apa namanya serabutan ya memang benar konsepnya dari dulu gitu. HIPMI ini tempat yang anak-anak muda yang enggak punya arah. Karena dulu gini kata ceritanya Bang Latif dulu itu yang bisa jadi pengusaha yang pertama adalah anaknya pengusaha melanjutkan ee dari orang tuanya. Yang kedua anaknya pejabat atau jenderal-jenderal yang punya kapital cukup gede sama yang do. DO apa yang dari dropout dari universitas. Jadi enggak punya pilihan lagi selain jadi pengusaha enggak punya pilihan lagi. Kalau dia enggak drop out dia mungkin bisa jadi PNS, dia bisa jadi pegawai BUMN. Apakah itu kira-kira seperti itu. Nah, saya lanjut lagi ya. Saya lanjut lagi. Pada saat saya jadi ketua umum di HIPMI ee Sumatera Utara, kita manggilnya ketua umum juga. Jadi kalau yang lain di cabang juga cabang nama ketua umum gitu. Nah, jadi biar gampang saya saya jadi ketua HIPMI di Sumatera. Utara. Saya itu masuk HIMI tahun 2008, Bang Ben. Masuk itu di kelas BPC sama kayak yang di Cilegon itu BPC di cabang. Masuk di cabang itu juga karena keterpaksaan. Kenapa? Karena latar belakang keluarga saya ini memang betul-betul bisnis murni. Eh, tunggu dulu, tunggu dulu. Menarik nih. Karena tadi zaman kalau historicalnya kan either kita keturunan pejabat, keturunan pengusaha. Heeh. Atau kita do. Heeh. Coba kita tanya langsung bosnya HIBM nih. BPP HBMI nih. Coba si Bang Afgwar. Apakah kamu keturunan pejabat atau jenderal? Bukan. Jujur ini bukan. Jujur ya. Bukan keturunan pejabat atau jenderal. Keturunan pengusaha. Oh itu betul. Do enggak. Enggak ya. Jadi satu unsur tuh terus seru. Seru seru. Oke. Oke. Terus terus gitu. Jadi ee dan saya ini dari mulai kakek bisnisnya enggak pernah diversifikasi. karena memang sudah nyaman bisnis keluarga, bisnis transportasi, enggak pernah diversifikasi bisnis. Jadi, kakek turun ke bapak, akhirnya mau turun ke kita nih. Nah, pada saat itu saya ee sambil kuliah sambil ketemu dengan teman-teman kampus kan, teman-teman kampus bilang ada HIMI perguruan tinggi yang hari itu baru jadi itu tahun 2008. Saya bilang, "Kalau saya masuk HIMI perguruan tinggi ada manfaatnya enggak ya?" Saya pikir gitu. Itu semester berapa itu? semester 4 saya inget. Wus hebat banget. H semester 4. Karena saya mikir, saya ngomong ke keluarga saya, saya kayaknya enggak mau lanjutin usaha bakar usaha keluarga. Kenapa? Karena saya lihat ee usaha-usaha korporasi besar itu pasti habis di generasi ketiga gitu. Tapi enggak semua ya, saya bukan mengklaim semua ya, tapi saya takut saya men jadi kambing hitam gitu kan. Jadi apa namanya bertanggung jawab terhadap itu. Tapi ini kan mau momok yang akhirnya jadi menakutkan kita. Tapi saya bilang beginil lah. Oke ee saya bantu tapi saya akan incharge di usaha saya sendiri. Konteksnya waktu itu masih ketua umum cabang Medan? Belum. Ketua masih anggota anggota biasa. Oke. Oke. Dan dapat itu. Nah dan dapat privilege itu gitu. sebagai anggota biasa aja saya bisa dapat privilege itu. Yang simpelnya lagi pada saat saya masuk saya kan enggak mau bebanin keluarga dulu karena saya punya idealisme saya bisa bangun perusahaan saya sendiri. H dan perusahaan saya ini belum bankable Bang Ben. Har baru lahir. Iya kan baru lahir. Terus habis itu saya tanya HIPMI bisa bantu saya enggak untuk modalin perusahaan saya. Nanti kita profit sharing deh. Saya bilang sama ketuanya. W ini hebat juga. Baru masuk sudah punya nyali nih. Iya ngomong sama ketuanya ya kita nothing tous aja kan kalau enggak kita cabut susah banget kan gitu. Ya udah habis itu oke bikin bisnis plannya. Kalau memang oke kita profit share. Saya bikin bisnis plannya begini. Dia setuju dia modalin dia investasi akhirnya usaha properti. Saya ingat kalian properti saya jalan kita profit sharing. Akhirnya sekarang perusahaannya sudah IPO. Udah IPO. Apa namanya? rahasia nanti di belakang layar. Penasaran nih gua jadinya nih. Siap siap siap siap. Pada saat saya jadi ketua di ee Sumatera Utara tahun berapa itu? Tahun 2017 waktu itu partai apa? Partai Golkar. Oke. Oke. Sekarang masih? Sekarang partai golkarnya masih cuman anggota DPRD-nya sudah enggak nyalon lagi. Karena pada saat saya terpilih ketua umum BPP HIPMI 2019, jabatan anggota DP eh 2022 jabatan anggota DPRD saya kan masih ada tapi saya berhenti. Harus berhenti. Karena pada saat saya mendaftar ke calon ketua umum HIPMI pusat ee ada salah satu syarat bersedia berdomisili di Jakarta. Sementara saya kan anggota DPRD-nya di Sumut. Tapi kenapa lebih milih jadi ketua? Eh, hit me. Padahal banyak orang rebutan pengin jadi anggota DPRD gitu atau DPR. Apa enggak rugi? Dulu kan perjuangannya gua yakin pasti habis duit, habis energi buat kampanye, terus tiba-tiba kita tinggalin gitu aja. Heeh. Enggak enggak rugi gitu. Saya dapat semua ini dari HIPMING. Jadi pada saat saya diamanahkan jadi ketua umum BP HIMI, ini pengabdian terakhir saya di HIMI. Setelah ini saya enggak tahu jadi apa lagi. Di HIM sudah selesai paripurna. Jadi enggak boleh dua kali gitu ya? Enggak boleh dua kali. Kenapa? Memang peraturannya dalam anggaran dasar anggaran tangan hanya sekali. Berarti demokratis banget ya? Demokratis dan memang regenerasi. Jadi enggak boleh ada dua kali karena HIM ini tempat kita belajar, tempat kita berproses. Nanti kalau momen politik di partai. Heeh. Setelah dari itu. Setelah dari itu. Per hari ini pun kalau kita resmi anggota HIPMING boleh enggak sih jadi anggota partai? Boleh. Oh boleh sebenarnya boleh ya. Itu enggak ada masalah. Sangat boleh. Sangat boleh. Tapi kan kita sebagai ketua umum HIPMI juga harus mengakomodasi seluruh kepentingan teman-teman yang partainya berbeda-beda warnawarni itu ya. So, akhirnya 2019 kita kepilih toh ya DPRD. Eh, 2019 kepilih DPRD. 2022 kepilih ketua BPP HIPMIM DPRD mundur. Masih ada 3 tahun lagi kan gitu mundur. Masih ada 3 tahun lagi. Masuk ke murni ke HIPMI sekarang. HIPMI ngurusin HIPMI. Tinggal di Jakarta. Tinggal di Jakarta ngurusin 38 provinsi. yang masalahnya beda-beda. Jadi kalau kemarin ada masalah di Cilegon, Cilegon itu kabupaten kota yang ada juga di HIMI 500 sekian banyak kabupaten kota. Kabupaten Kota jadi kan enggak semuanya itu sebenarnya bisa dikontrol dengan baik, tapi mengelola tata kelola organisasi ini kita juga enggak boleh apa namanya buang bola bahwa ini bukan salah kita ya. ini menjadi pembelajaran untuk ke depan kita bisa melakukan tata kelola organisasi dengan baik. Jadi gini saya sambung lagi. I i pada saat saya jadi ketua HIMI Sumut, saya lapor sama Bang Bahlil. Ketua umumnya Bang Bahlil waktu itu. Iya. Waktu itu ketua umumnya Banglil. Saya bilang, "Bang, ee Munas Abang ini Munas berdarah-darah. Kan Bang Bahlil waktu itu lawan Pak Bayu ee CEO-nya Bluebird itu kan. Wah, gilalah pokoknya Munas yang paling enggak benar lah saya rasa gitu. Munas yang brutalah brutalah. Ini Bijojoko Sutono ya? Bayo Joko Sutono gitu. Uang habis, jaringan sana sini dipakai, orang tersandra semua segala. Nah, habis itu ee ini kan kita organisasi pengusaha. He. Kalau organisasi pergerakan kayak begini ya mungkin sah-sah aja. Kalau organisasi pengusaha ini uangnya ini 5 kali 10 kali lipat habisnya. Kalau organisasi pergerakan mungkin kan memang dia main politik, main intervensi apa segala macam. Tapi kan ya mungkin bisa dikontrol. Gini aja, Bang. Gitu, kita bikin aja apa namanya passing grade. Jadi enggak semua provinsi itu punya hak suara yang sama. Bukan calon Mas. Hak suara yang sama. Jadi dulu gimana? Jadi Bank Bahlil itu dulu ngetreatmen semua provinsi kan dulu 34 kan semuanya masing-masing dapat lima. Lima suara. Lima suara. Jadi ngetreatmennya semua sama. Padahal ada satu provinsi kita katakanlah yang kecil misalkan Jogja cuman lima kabupaten dan kota, haknya sama dengan Jawa Timur yang punya 38 kabupaten kabupaten dan kota gitu kan sebenarnya ya kalau secara secara hitung-hitungan enggak fair. Nah, terus Pak ini sudah saya apa pikirkan sebelum kau berpikir Dinda kata dia. Karena saya juga mantan ketua HIMI Papua. Iya. Iya. Terus apa, Bang kira-kira konsepnya? Saya enggak ngerti. Saya ini enggak terlalu organisatoris. Saya ini memang bisnis. Bang B bilang, "Kalau bank bisnis kan setengah pergerakan ya, ada HMI-nya kan. Jadi dia bilang, "Ya udah kita bikin passing grade aja." Tujuannya apa? Kata Bang Bal, tujuannya agar HIPMI ini inklusif. Hm. Karena selama ini kan paradigma yang terbangun kan terlalu eksklusif. Orangnya itu-itu aja. Kalau enggak ee ee apa terahnya bank ini, terahnya bank ini, terhya bank ini. Ini yang kemauan saya juga karena saya ketua HIPMI pertama dari Papua, dari daerah saya pengin buat HIPMI ini inklusif. Semua orang boleh masuk atas asal memenuhi syarat. Syarat kita kan cuman satu. Yang penting punya badan usaha ee usaha yang berbadan hukum. Mau itu UD, mau itu apa sekarang kan begitu kan sekarang itu yang penting masuk. Nah, memang dalam proses screening kita punya ee challenge lagi nih karena terlalu rileks. Karena terlalu rileks, karena mau buat inklusif gitu. Nah, passing grade itu yang lima tadi saya sampaikan, lima suara tadi minimal anggota kita terapkan di provinsi. Kalau anggota lu enggak sekian, lu enggak dapat lima suara. Lu dapatnya cuma empat. Oke. Kalau anggota lu sedikit lagi, lu dapat tiga. Jadi, kan daerah-daerah semua bergeraklah. Bergeraklah cari anggota gitu kan. Cari orang yang punya usaha apa usaha yang penting ada berbadan hukum untuk Masimi cari kader sebanyak-banyaknya supaya outputnya yang ke tadi itu. Itu bagus juga sih. Nah, gitu. Jadi, jadi jalan organisasi paten. Kalau soal itu. Nah, di sisi lain tadi seperti tadi kita ee untuk memonitoring seluruh anggota kita yang duduk sekarang ratusan ribu, Bang Ben. Enggak semudah itu. Sekarang ya lebih dari Rp100.000. Wih, banyak banget ya. Heeh. Jadi enggak semudah itu, gitu. Tapi kita lakukan pembenahan-pembenahan terus. Apalagi sekarang kan udah proses digitalisasi. Hipmi udah bisa diracking pakai aplikasi aja. Aplikasi kita yang namanya Hipmo. Ini namanya siapa, usahanya apa, tinggal di mana, Om Z-nya ada juga. Jangan eh Om Z ada. Tapi platform itu ee jadi bisnis matching juga. Jadi mempertemukan antara teman player atau apa bisa situ ya. Oh enaklah kayak yellow pages-nya khusus kita lah. Kira-kira gitu. Tapi internal kita aja gitu kita yang bikin kita baru baru baru zaman saya ini. Oh untung aja punya bos baru yang masih muda. Inilah digitalisasi yang sebenarnya ya. Iya. Oh bolehlah. Jadi ada ekosistem sendiri untuk itu gitu. Jadi ee teman-teman HIPMI yang apa namanya ingin mendaftar masuk juga kan ketahuan langsung benefitnya apa. Dia langsung akses. Oh bisnisnya bidang ini. Oh ketemu sama bisnis matching di situ gitu banget. Jadi sekarang anggota kita 100.000 1000 lebih 1000 lebih ee ada kanwil apa bilangnya di sini gimana? DPC. DPD namanya BPD ya, Badan Pengurus Daerah. Kalau provinsi yang kabupaten kota badan pengurus cabang BPC. Semua kabupaten kita ada. Semua kabupaten kita ada. Sudah lengkap. Wih. Bisa kita bilang enggak ini organisasi pengusaha terbesar saat ini di Indonesia? Karena organisasi ini organis pengusaha muda ini tertua di Indonesia, ya kita bisa klaim organisasi terbesar karena punya kader yang lebih dari Rp100.000 dan juga infrastruktur yang ada di semua provinsi dan kabupaten kota. Oh, jadi makes sense kalau gua sebagai regulator pemerintah mau bikin undang-undang pun pasti tanya ke HIPMI pasti sih. Karena kan mereka pelaku usaha ril yang lebih tahu kondisi lapangan. Kalau kita ada di semua provinsi harusnya ya lebih faktual informasi yang dikumpulkan kan ya. Heeh. Oke oke oke. He buset. Dan kita juga udah jadi ini ya udah jadi tim penilai investasi di daerah ya. Jadi, Kementerian Investasi itu tunjuk HIPMI untuk melapor kinerja e PTSP yang ada di sana. Oh, gitu. Ah, ini Masakak. Ini karena dulu Pak Bahlil kan mantan ketua BKP. Berarti di era itulah. Di era itulah kira-kira. Oh, ini mah koneksi. Tapi ya baguslah. Jadi orang bisa lihat ketika orang mau bikin invest itu ee satu koridor, satu pintu dan di terjamin ya pelayanan. Iya. Jadi iklim investasi susah enggak? Dipersulit enggak sama daerah? Kan mungkin kan Pakil waktu itu sebagai menteri investasi kan dapat laporan yang bagus-bagus saja. Kondisi real yang dia ada di daerah kan teman-teman HIM kan lebih tahu gitu kan. Oh ngurus gini ini sulit, ngurus ini sulit. Ah, gua kesel banget tuh. Sering banget kita kalau mau usaha itu perizinan namanya di sini ya ribet banget dan beda-beda lagi tiap wilayah. Itu sebenarnya teman-teman kalau ada kesulitan itu ada gunanya juga ya bisa mengadu ke HIPMI itu mungkin bisa bisa kita ada ini khusus buat itu. Oh, I see. I see. Dengan kompleksitas sedemikian besar kita kan sama-sama pengusaha itu kan pasti ada cost operasional mahal enggak dan dari mana itu semua? Sumbernya kita masih mandiri, kita enggak dibayin oleh APBN. Jadi sumbangan pengusaha, sumbangan sumbangan anggota. Berapa orang satu anggota nyumbang? Bukan sumbangan ya, iuran anggota namanya. Iuran anggota namanya. Iuran anggota. Berapa banyak sih kalau kita mau join jadi member? R juta setahun. Oh, kali R.000 ya. 100 M lah ya. Itu sih kalau kita itu ya. Tapi itu kita distribute ya. Maksud saya dari R juta itu hanya BPC yang cabang yang dia kan yang merekrut nih Mas yang dari kabupaten kota. Nah, itu 50%. Oh, provinsi 30% BPP hanya 20% gitu. Karena kan namanya juga pengusaha ya. Gua rasa sih Omzet sejuta sebulan pun masih mampu sebenarnya. Ini sejuta setahun. Ini sejuta setahun ya sudah punya kta lebih mahal kartu advokat gua setahun berapa kali saya kemarin ada teman-teman Apo datang bilang apa tung enggak kemurahan R juta. Sejuta setahun. Emang kenapa Apo berapa? R juta. Oh ya per bulan. udah tapi gua k ini mudah banget kita bayar 10 kali lebih mahal dari itu per tahun dan belum tentu dipakai karena gua juga belum tentu gua juga udah enggak pakai cuman cuman buat ya biar aktif aja kan tapi sudah lama enggak pakai kita sejuta setahun luar biasa deh sejuta setahun bisa jadi menteri lagi nih berarti ini calon menteri selanjutnya nih oke oke ok nah dengan waduh dengan jangkauan sebesar itu memang make sense gua kadang-kadang jadi pertanyaan jujur ya pas pertama Pertama kali kita lihat pidato dari eranya Presiden Jokowi terutama sampai ke Presiden Prabowo. Kita mau agenda ekonomi 8% menurut gua itu gede banget karena yang udah-udah kita range-nya 4 5% 5% gitu kan. Dan mereka sekarang ngomong 8% dan gua sempat bertanya ada di suatu konferensi kalau enggak salah ya presiden kita yang sekarang juga itu melibatkan hip untuk achieve 8% itu. Iya. Sekarang gua jadi paham kenapa harus ke sana. Karena memang jangkauan kita itu ya seluruh Indonesia. Jangan-jangan ada cabang luar negeri juga enggak sih? Internasional enggak ada ya? Enggak ada. Kita kita punya ketua bidang hubungan internasional yang membangun ee apa namanya? Komunikasi ke pihak AC ke luar ke luar negeri. Nah, kita manfaatkan itu aja belum ada cabang. Ah, I see. Karena kayak di himpunan pengusaha di Eropa itu kan dia mereka ada economic chamber Eurocharm. Heeh. Yarm itu kan bikin ke negara-negara lain ya. Sebenarnya gua beberapa kali meeting sama orang-orang Kadin ibaratnya Kadin lah mungkin ya. Kamar Kadin punya dia jongkok apa gitu ya punya. Iya dan ternyata cukup efektif buka jaringan ke luar. Heeh. Wah menarik juga nih kalau HIPMI bisa punya cabang luar negeri kayak PPI. Karena dulu kita di PPI cukup aktif. Nah sekarang kita itu ee apa namanya? Masih ber apa komunikasi sama PPI. Jadi kita manfaatkan aja lah teman-teman yang lagi di sana gitu. Oke. Oke. Untuk dapat sumber informasi di luar sama kedutaan dan atas perdagangan lah gitu kan. Oke. Oke. Sip. Sip. Realistis enggak sih kita bisa achieve 8% itu? Kalau dari sudut pandang HIPMI pengusaha mungkin. Tapi ini enggak bisa kerja sendiri. Ini harus kerja semua pihak, pemerintah, ee pihak swasta, dan seluruh stakeholder yang ada. Kalau ee bisa kita rasionalisasi dan kita berpikir ee dan mempersepsikan ini growth 8% ini secara bersama-sama, artinya enggak ada ego sektoral ya. He. Ini bisa terjadi dengan program-program ee prioritas yang tertuang dalam Asta Cita. Ditambah lagi program prioritas Presiden yang akhir-akhir ini ee membuat impact ekonomi yang sangat luar biasa. Artinya ini bukan hanya dinikmati oleh ee sebagian orang, tapi bisa pemeratan ekonomi sampai ke daerah-daerah. Aku rasa bisa gitu. Ee apa peranan HIPMI yang bisa kita masukkan di situ dalam kontribusi 8% itu sehingga sebetulnya cocok dan wajib jadi mitra strategik negara. I oke. Jadi kita menterjemahkannya pada saat ee rapat badan pengurus lengkap yang terakhir. He. Kan ada empat waktu itu masih empat program prioritas presiden dalam halnya ketahanan pangan. Heeh. Ketahanan energi, hilirisasi, dan juga ee makan bergizi gratis. MBG. MBG kita sudah bikin Satgas untuk bisa memenuhi 30.000 dapur di seluruh Indonesia. Selain TNI, Polri, Muhammadiyah katanya ada, NU segala macam. HIMI dan Kadin juga ada untuk bisa mempercepat percepatan. Karena kan kalau 30.000 Ibu ini punya pemerintah semua ini akan berat APBN 1 dan kalaupun bisa ya pasti nantilah kejadiannya berapa puluh tahun lagi kira-kira gitu kan. Jadi makanya program kemitraan ini dibangun juga atas inisiasi kita. Jadi kita bilang ini swasta harus dilibatkan kalau BGN ini mau apa namanya membangun ee SPPG itu secara masif gitu. Akhirnya e ya kita masuk dalam di situ. Kita investasi di SPPG, kita target teman-teman daerah untuk bangun SPG beberapa dapur agar ee program ini bisa berjalan. Kalau program ini bisa berjalan, ekosistemnya terbentuk, daerah pasti punya apa namanya kemampuan secara ekonomi dan juga bisa mendapatkan ee eh meningkatkan pendapatan juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Karena 1 SPPG itu mempekerj. Oh lumayan ya. Itu per kelurahan. Dapur perdur per dapur per dapur itu berarti yang apa namanya yang bisa mengakses 3.500 500 siswa berarti perkelurahan juga bisa lebih dari 100 SPPG mungkin bisa 2 gitu kan sebetulnya sisi positifnya jadi ketika negara turunin duit duitnya itu memang literally turun ke bawah kan beda kalau seandainya bikin mega project-mega project yang mungkin hanya meng yang diuntungkan cuman pengusaha kelas mungkin internasional atau multinasional tapi itu kan tetap jalan tapi ingat itu kan sifatnya investasi investasi itu kejadiannya kan enggak sekarang betul betul ya kan kejadiannya akan 5 mungkin atau 10 tahun lagi kita baru akan dapat piknya. Betul. Ini ada stimulus yang ee mungkin menurut orang kebijakan populis itu enggak bisa mendapatkan impactful yang di depan depan. Tapi kenyataannya kalau ini bisa berjalan dengan baik ini sebenarnya sangat luar biasa salah satu indikator untuk bisa dapat ee pertumbuhan ekonomi yang 8%. Karena kan ee kan indikator ekonomi pertumbuhan kan empat, Mas. Hm. Yang pertama konsumsi, yang kedua investasi, yang ketiga government spending, 4 ekspor impor. Ini kan konsumsi Mas, tinggi Mas. Dan Indonesia negara konsumsi konsumsi hampir 60% kan konsumsi gitu. Nah, aku rasa ini kan ee apa namanya? Indikator pertumbuhan yang dioptimalisasi, disuntik pakai APBN, dilibatkan swasta, dan sasarannya jelas untuk kesehatan, untuk sumber daya manusia kita ke depan gitu. Ini yang enggak suka program ini aku rasa ya politis aja lah. Gua rasa politis. Politis aja lah. Dan kalau kita lihat yang dimakan mereka kan memang ya di situ kalau makan ayam ya petani Indonesia, peternak Indonesia, beras kita. Jadi sebetulnya multiplayer effect kita sebenarnya salah satu yang mendukung itu. Hm. Karena ya gua banyak ketemu cerita-cerita sedih lah ketika ke daerah banyak orang makan cuman sehari sekali. Jadi bahkan enggak tahu sarapan itu apa karena barang mewah buat mereka. H. He. Jadi ee kita lihat memang MBG ini sudah lama ya dari tahun lalu ya. Kita lihat memang perlu kalau seandainya kita mau masuk jadi negara maju pasti kan orangnya dulu ya jangan stunting. Iya kan SDM-nya. Kalau enggak kita sudah kalah sama negara lain ya ya. multiplayer effect ini baru terasa di tentunya jangka panjang 5 tahun 10 tahun lagi ya mungkin malah presiden selanjutnya yang lebih menikmati ini membangunnya ini yang membangun ini berdarah-darah nih nih ini habis-habisan nih ini ada hubungan nih kan kita channel ekonomi nih channel investasi menurut Pak Ketua Umum kemarin kan ada tarif si Donald Trump kita kena di 19% akhirnya kita lihat banyak media-media itu yang bilang wah kita dirugikan Benar enggak seperti itu? Sebetulnya apa sih? Ya, di setiap keputusan pasti ada ee apa namanya? Ee untung rugi. Hm. Ya, mungkin kita dirugikan pengusaha-pengusaha kita, eksportir-eksportir kita yang memang produknya ee selama ini marketnya di Amerika sudah pasti. Karena ee di anggota kita juga banyak banget. Oh, ada yang punya yang punya Iya. yang yang pengin saya bersuara ke pemerintah untuk menegosiasi ulang gitu kan. Udah 19 aja masih kurang lagi. Saya bilang ini kufur nikmat namanya. Ud masih komplain. Tapi gini Mas di sela-sela itu ternyata kita juga dapat berkah. Apa tuh? Berkahnya begini. Pada saat Trump keluarkan tarif Trump e 32% pengusaha semua melakukan yang pertama namanya efisiensi. Ternyata kos kita juga selama ini kita enggak mikirin gara-gara ternyata ada selisih sedikit kita jalan gitu. Kita terlena ya. Kita terlena. pengusaha semuanya menstruktur semua ee cost dari cost logistik, dari cost produksi dan lain-lain. Mereka semuanya tight gitu kan untuk apa namanya menyesuaikan tarif Tram ini. Pertama ternyata turun 19 berarti ada ada spread dong gitu. Yang kedua pemerintah melakukan deregulasi. Oh, ternyata pemerintah terlalu banyak nih regulasinya yang karena dengan adanya tarif ini akhirnya ee ini ternyata berat. Pemerintah harus diregulasi, keluarkanlah insentif-insentif untuk pengusaha agar bisa tetap produksi gitu. Yang ketiga, ternyata kita sekarang punya diversifikasi market. Ada market yang luar biasa besar yang namanya bricks. Heeh. yang itu sebenarnya permintaannya hampir-hampir sama Amerika dan alhamdulillahnya 10 tahun proses negosiasi kita punya IUEPA yang tarifnya 0%. Jadi kawan-kawan ini sudah merestrak ee karena mau menghadapi tarifnya Trump eh dapat berkah di sini barang costnya udah murah karena TS-nya cuman 0% gitu. Jadi, ya itulah yang terjadi kira-kira. Kita orang yang sangat pro dengan tarif 19% ini. Gua kaget juga kalau di HIMnya ada yang protes. Iya, makanya gua kaget juga. Iya, tapi ini ok lah. Maksud saya ini adalah kerja kerasnya Pak Presiden dengan seluruh timnya yang bisa bernegosiasi. Waktu itu kan Pak Presiden panggil kita semua, panggil HIPMI, panggil Kadin, panggil Apindo. Ini kenapa terjadi seperti ini? Menurut Busri Mulyani, laporan ke Pak Presiden, ada Busri Muliani ini enggak ada hukum ekonominya. Jadi memang Trump main gila-gilaan aja, main asal aja. Tapi kan Trump ini pebisnis, dia bikin ini untuk kita negosiasi. Kira-kira gitu. Supaya datang ngobrol, ayo dong, ini masih ada defisit nih dari apa? Ekspor ekspor kita nih. Kurang berapa juta dolar. Okelah kalau kau ambillah barang saya berapa juta dolar nanti kita gitu. Jadi presiden bilang pada saat itu presiden omongkan di forum itu, "Ya udah kita beli aja barangnya mau apa oil and gas apa akhirnya pesawat gitu kan segala macam beli aja kan Pak Pau kan maksudnya enggak ada enggak ada defisit kan pokpokan memang kita impor dari sana memang kita impor pesawat dari Afghanistan kan enggak mungkin kalau Paku ya sudah jadi ee tarif kita kan bisa kita negosiasi kira-kira gitu nah ini kerja panjang ya 19% oke oke banget yang lain masih 40 masih berapa jauh lebih tinggi di Cina bahkan di atas 40% dari kita. He. Ini bedanya ngobrol sama pengusaha sama non pengusaha. Kalau non pengusaha langsung bilang Donald Trump itu konyol, enggak ngerti. Jadi ber enggak. Kalau pengusaha pasti bilang dia itu lakukan hal yang strategik. Dia pasti pikirkan itu yang dia mau lakukan. Betul. Menarik nih. Menarik nih. Boleh tahu enggak pengusaha kita yang komplain dengan tarif 19% bergerak di industri apa? Tekstil. Di industri tekstil. Tekstil. Gua kasih contekan deh. Kompetitor kita di bidang tekstil itu Vietnam tarifnya 20%. Berarti kita unggul sama mereka. Betul. Lalu kita ada Pakistan, ada Bangladesh. Itulah saingan kita. Tekstil, aparel, sama alas kaki yang semuanya tarifnya di atas 19%. Jadi kalau dibilang kita dirugikan enggak mere apa artinya Amerika pindahin pesanannya ke Pakistan, Bangladesh. Enggak. Tarifnya lebih mahal. Sebetulnya kita diuntungkan. Kalau menurut gua yang diserang sama Donald Trump itu sebetulnya Cina. Karena semua negara di sekitar Cina, Malaysia 19%, Vietnam 20%, Indonesia 19%, Filipina 20% ya, Filipina juga 19%. Yang dia harapkan adalah terjadi deindustrialisasi di Cina. Jadi akan makin banyak pabrik-pabrik dari Cina kabur. Itulah makanya gua yakin kita bakal lihat di semester 2 ini makin banyak pabrik-pabrik itu lari ke kita. Hm. Yakin banget. Kenapa enggak mungkin lari ke Vietnam? Karena Vietnam di trade agreement mereka, mereka setuju kalau terbukti ada barang Cina di situ, mereka dapat ekstra 40% buat transipment itu. He. So, kalau dibilang kita dirugikan gua enggak setuju. Sebetulnya kita sangat diuntungkan sangat sangat sangat kompetitor kita itu ya gara-gara tadi yang barangnya sejenis sama kita, bunga ee tarifnya di atas kita jauh lebih tinggi. He. Ah, bagus nih. Seru nih. Seru nih ya. Jadi cerah nih kita nih ya lihat ke depan ya. cerah. Ekonomi Indonesia insyaallah cerah dan kita yakin 8% di tahun 2029 di kepemimpinan Pak Presiden Babau insyaallah akan tercapai. H dengan tadi kita baru baru cerita beberapa indikator ya. Kalau semuanya maksimal, apalagi soal apa hilirisasi, wah ini kan impactnya sangat luar biasa sama pertemuan. Apalagi dan tentara nih yang sudah dikapitalisasi seluruh aset negara nih yang bisa mau dikemanain aja uangnya yang penting profit gitu ya. Ini kan salah satu indikator terbesar dan akan berpotensi untuk bisa memberikan kontribusi yang sangat maksimal untuk bisa ee kita mendapatkan ee pendapatan yang ee luar biasa. R000 triliun lah gitu nilai. Pulan ribu triliun membuka lapangan pekerjaan luas. Apalagi Pak Rosan Rusani mantan ketua HIMI juga ya? Mantan ketua Kadin tapi mantan ketua anggota HIMI e wakil bendahara umum HIPMI dim dulu di HIM. Wow kayaknya malah tambah banyak ee benefitnya nih kalau join nih tambah seru nih. Ada arah ke sana enggak? Jadi enggak tahu ya kan kayak orang kan kalau ikut organisasi itu juga ada harapan-harapan okelah kita dapat bisa ketemu regulator gitu loh atau ada tempat aduan. misalkan akses ke funding misalkan lebih gampang dapat akses perbankan he atau ada preference jadi kita lebih dekat ke investor itu terjadi enggak sih di HIM buat terjadi itu terjadi dan memang ee itu benefitnya kita bergabung di HIM. Jadi kita ini kan sebagai badan pengurus pusat ini kan bisa harus bisa mengakomodasi seluruh kepentingan kawan-kawan daerah. He memang capek, Mas. Artinya tiap hari kita punya permasalahan kawan-kawan daerah yang berbeda-beda dengan jenis usaha yang beda-beda semua gitu kan. Di Maluku Utara urusannya ini, di Sumatera Utara ini, gitu, di Kalimantan urusannya ini. Nah, tapi itu semua itu makanya kita punya di HIPM ini kan punya bidang-bidang. Jadi, kan saya punya ketua-ketua bidang yang misalkan urusan lu di bidang apa, lapor dulu ke sana. Kalau memang butuh ke pengambilan keputusan yang elit lebih tinggi, saya negosiasi gitu kan. Kalau level menteri segala saya negosiasi. Tapi yang memang benar-benar ini real gitu. Nah, soal ee akses permodalan, akses ee kapital ini kan sebenarnya penting. Ini kan sangat penting. Dan market kita di HIPMI ini kan UMKM. Nah, UMKM itu hampir 75% anggota HIMI ini UMKM. Nah, UMKM-nya UMKM yang menengah, bukan yang kecil, bukan yang mikro. Nah, sementara hari ini semua insentif, semua program ee stimulus dari pemerintah untuk UMKM ini sasarannya semuanya ke mikro dan kecil. Iya, betul. Betul. Kur itu siapa yang nikmati? Enggak ada Anahimmi itu? Mana ada Anah HIMI yang dapat R juta. Buat apaan? R00 juta ya kalau kurut terlalu kecil sih sebetulnya. Iya enggak ada gitu. Terus insentif-insentif ee 0,5% pajak yang nikmati siapa? Kecil mikro. Itu cuma 4,8 M limitnya ya. Iya. Menengah nih hampir enggak tersentuh. Gimana caranya biar tersentuh? Nah begini. Nah ini menarik nih. Kita suka nih insentif nih. Jadi kita cerita dulu negara maju. Katanya kita mau jadi negara maju 2045 Indonesia Mas. Hm. Nah, di situ ada syarat wajib pertumbuhan harus di atas tujuh. Oke. I kan pendapatan per kapita 1.500. Sekarang kita masih 5.000 kan, masih di bawah 5.000. Nah, habis itu ee yang enggak yang enggak tertulis dan enggak tersirat pertumbuhan pengusaha kita harus lebih dari 10% kayak Singapura. Sori. Pertumbuhan pengusaha atau jumlah pengusaha? jumlah pengusaha kita, jumlah rasio pengusaha dari ee popul jumlah penduduk kalau kita juta berarti minimal 28 juta minimal 10% dari jumlah penduduk 10% hari ini kita di mana di 3% buset jadi sepertiga dari yang seharusnya iya nah kehadiran pemerintah di mana insentif lah harusnya karena menengah kita ini yang jadi soal bukan di kecil dan mikro itu udah mereka itu sudah ok lah. Iya. Jalan sendirilah. Enggak perlu pakai jal. Enggak, tunggu yang besar. Yang udah oke ya. Besar nih. Enggak usah pemerintah, enggak usah ngapa-ngapain lagiah. Udah taipan-tanan, udah korporasi kira-kira gitu. Yang kecilan mikro udah cukuplah usaha pemerintah buat mereka tumbuh. Sudah banyak. Karena kan konsepnya dari mikro jadi kecil, kecil jadi menengah, menengah jadi besar. Kejadiannya hari ini menengah kita terdegradasi jadi kecil. Betul. Gagal jadi besar. Ini sedih. Ini sedih banget. Betul. Kenapa ya? Nah, karena itu enggak ada sentuhan. Enggak ada sentuhan. enggak ada insentif. Nah, terus habis itu kalau kita lihat negara maju yang income per kapitanya sudah lebih dari 15.000 dolar, contoh Amerika itu kelas menengahnya 55%. Contoh Cina kelas menengahnya sudah 60%. Jadi enggak ada ketimpangan gitu ya. Kalau kita kan timpang kecil-kecil banget, gede gede banget, gede banget. menengah kita yang 17% ini menurut data BPS bukan saya ya ini sudah terdegradasi akan turun terus udah 9,5 juta sekarang menengah kita. Tapi gua mau sharing ini karena gua tadi mau titip sebetulnya titip mumpung ketemu ketua HIBMI biar ngobrol sama Kementerian Keuangan siap diskon pajak gitu loh buat kalangan pengusaha ya khususnya menengah dan besar supaya gap-nya itu enggak terlalu jauh kan dari 0,5% yang mikro terus tiba-tiba naik jadi 22% gitu kan akibatnya kita lihat banyak di lapangan ini teman-teman ya gua enggak mau buka cabang gitu loh gua enggak mau jadi pengusaha naik kelas kenapa loncatan pajak itu terlalu drastis gitu kan. Akibatnya orang secara mindset dipaksa jadi pemain kecil terus pemain kecil ujung-ujungnya kan negara dirugikan juga. Iya. Padahal gimana kalau berjenjang misalkan di bawah 5 ini misalkan ya ide di bawah R00 juta misalkan 0,5% 1% 2% 3% enggak langsung ujuk-ujuk 20 gilaitas itu setuju itu ketua setuju setuju setuju itu gua gua syok gitu loh dan memang banyak orang yang jadi malas ujung-ujungnya nanti dia bikin PT PT PT PT multiple PT gitu kan supaya tetap di berada di bawah trans yang 4,8 M itu kita enggak bisa lihat pengusaha kita naik kelas jadi makin makin sayang lah. Padahal opportunity-nya ketika dia nanti sudah besar lu bisa pajakin dia 22% ya kan jadi bagus. Tapi nanti tunggu dia jadi triliuner. Betul ya sekarang ya enggak dong. Tiba-tiba naik 22% UMKM harus battle dengan pengusaha korporasi. Woi, gimana ceritanya Bos? Enggak akan bisa komit berat. Kalau gini sedikit masukan nih. Kalau negara masih fokus kasih subsidi atau insentif ke pengusaha mikro. Pengusaha mikro itu kan karyawannya di bawah UMR R juta R juta tunggu suruh jaga tukang gorengan lah atau apa ini pengerja mereka kan enggak ada bayar PPH PPH 21 negara enggak dapat pemasukan loh negara itu harusnya lebih senang makin banyak yang masuk ke kelas menengah Omz-nya tiba-tiba langsung bermain di atas R miliarul gua yakin karyawan mereka gajinya di atas UMR yakin gua ya kalau pengusaha menengah ini kan sesuai dengan kajian kita saham negara nih lebih dari 30% kan PPN PP badan dan PPHI itu lebih sudah dikaji malah loh. Jadi cuan sebenarnya negara cuan sebenarnya negara kalau ini diperhatikan dengan baik dan memang bisa dikapitalisasi gitu. Oh gua tambah semangat nih. Oke oke oke oke oke oke oke oke. Kansnya berapa persen nih bisa kita dapat apalah ya stimulus dari negara gitu atau dari danantara. ya ini kita ee selalu report kepada pemerintah pusat dalam hal ini kementerian terkait ee kita lagi akan bikin kegiatan HIPMI bisnis forum ee dengan dan antara tanggal 3 September yang akan datang insyaallah Pak Presiden hadir nanti akan kita suarakan terus sampai ini jadi kebijakan regulasi perlu keberpihakan kepung bukan cuma mikro ya tapi ya ke menengah ini perlu karena menurut gua darurat penting negara enggak ada yang maju kalau pengusahanya lemah pasti pengusaha lokalnya nya harus maju lah, enggak ada pilihan lain lah. Kita meningkatkan 3 ke 10% gimana caranya kalau yang ada aja terdegradasi? Katanya UMKM naik kelas, tapi yang menengahnya terdegradasi, habis itu kita meningkatkan lagi rasionya dari 3% jadi 10%. Kalau enggak ada formularitas dan format yang jelas, mimpi aja itu. Gitu. Ngeri banget nih. Entar omongan lu disalah artikan loh. Mengkritik pemerintah. Loh, enggak, enggak, enggakak. Kita kan tawarkan konsep gitu dan kita diminta ya kan enggak ujuk-ujuk kita diminta untuk buat konsep ya kita tawarkan konsepnya dan bukannya enggak mungkin dan perlu tentunya pemerintah juga harus ada investasi lah di situ karena naiknya kan grow tiga kali lipat tuh dari 3 ke 10% tiga kali lipat lebih loh itu. Betul gila economic effect-nya gede. Pengurangan pengangguran juga signifikan tuh begitu terjadi ya. yang terjadi kan 2030 piknya sampai 2045 kan bonus demografi. He. Artinya usia produktif kita banyak. Terus kalau investasinya enggak bertambah, kalau pengusahanya enggak bertambah, lapangan pekerjaannya ke mana? H nanti kita kirim ini lagi dong, pegawai lagi ke Arab, ya kan? Jadi buruk kasar jant. Sedihlah. Sedihlah. Harusnya ada opportunity duit kita kirim ke SA. Sedihlah, sedihlah. Janganlah, sayanglah. Malah nanti negara lain menikmati otak-otak cerdas kita. Iya kayak kita yang sudah kita kasih makan bergizi, Bro. Woh, kasih makan bergizi. Sekolahnya murah, murah. Sekolah raya ada. Tiba-tiba habis itu kita kirim lagi ke sana. Nanti bikin roket dari negara lain, bikin vaksin dari negara lain. Kita rugi loh. Kita yang kasih makan ya, kita kasih buku, kasih pendidikan. Eh, gua gua syok jujur ini gua gua syok ketua HIPMI ternyata pandangan makronya luar biasa. Enggel kan belajar dari Bapak juga sering nonton podcast ya. Kalau kita enggak ngerti juga gua jujur gua enggak di luar ekspektasi, Guys. Jujur, jujur bukannya kenapa-kenapa tapi gua salut. Respect ee usianya juga masih muda, belum ada 40 tahun. Ee terakhir, terakhir ini penting karena kita lihat kemarin itu di media massa ya, di radius. Jadi ada media, ada orang yang apa ya istilahnya mungkin barisan sakit hati kalau yang gua bilang melihat kok kayak nyinyir banget gitu. Yang sama ingin enggak sih yang dia bilang pengangguran. Ee pengangguran. He itu apa konteksnya ini buat menutupi kita nih di sini? Kenapa nih kita butuh nih? Iya. I itu apa ya? Apa? Kenapa tiba-tiba banyak yang ee curhat begitu? Iya. Nah, jadi ee kita sudah cek datanya valid bahwa itu terjadi karena ada oknum Heeh. yang ee beliau masuk HIMI di Jawa Timur di Malang. Memang benar join. Bukan ngaku-ngaku dia. Enggak masuk. Dia masuk join di HIMI. Ee terus habis itu ketemu dengan komunitas teman-teman HIMI yang ada di sana. Akhirnya ternyata dia ketipu lah. Kira-kira gitu. Dia aja investasi bareng-bareng. He. Ternyata di luar ekspektasi dia, dia ternyata ketipu mentah-mentah kira-kira gitulah. Uangnya hilanglah mungkin gitulah kira-kira dengan oknum juga yang di HIPMI gitu yang nota bandnya. Memang kan kita tadi kan aku sudah ngomong di awal dengan mengelola orang R000 ini kan kita juga enggak bisa satu persatu kita marking gitu kan ini siapa ini siapa gitu. Nah, ee orang ini langsung mungkin dia keluar dari HIPMI, dia buat statement di ee media yang radius itu bilang HIM pengangguran karena dia sebel dengan satu orang. H tapi dia mengklaim ee organisasinya secara keseluruhan gitu. yang sudah dibangun dari tahun 2 53 tahun yang lalu yang orangnya sekarang yang sudah jadi menteri mungkin puluhan orang gitu tapi dia judge gitu satu orang yang mungkin enggak jelas dan oknum mengejar eh the whole organisasi HIPMI gitu. Saya agak kurang ee apa namanya enak dengarnya itu karena itu aja gitu kan. HIPMI ini kan dibangun dengan perjuangan dan berdarah-darah gitu. Masa gara-gara satu orang yang tidak senang dengan satu orang lagi yang kita semua enggak kenal itu siapa, tapi bisa membuat statement seperti itu dan mengganggu perasaan kawan-kawan juga yang ada di daerah. Semoga clear loh, Teman-teman ya. Jadi ya itu konteksnya ya hubungan individu di dalam sana. Thank you nih. Thank you nih Bang Akbar nih sudah meluangkan waktu kita. Terima kasih nih sudah bisa datang ke podcast Benix kasih sharing lah pengalaman kita. Thank you banget dan tadi ya buat teman-teman artinya kalau mau join ke IMI boleh dong ya. Boleh asal di bawah 41. Asal di bawah 41 dan punya iya ada itu aja enggak itu aja syaratnya dua. Dan terakhir sebelum gua closing titipan tolong kalau boleh ngobrol sama Bu Sri Mulia diskon pajak dong. Siap. Siap. Buat pengusaha nih akan kita suarakan. Siap. Siap. Thank you banget guys. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories