KETUA HIPMI BUKA SUARA! Benarkah Anggotanya Cuma “Pengangguran”?
YNPwOHDWSYA • 2025-08-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bukan yang tiba-tiba datang gebrak meja
minta 5 triliun. Mereka juga di luar
ekspektasi kaget juga kan. Kenapa jadi
begini nih gitu?
Jadi nih anak-anak muda ini kalau
sekarang orang bilang kerjanya apa
namanya serabutan ya memang benar
konsepnya dari dulu gitu.
Coba si Bang Afwar apakah kamu keturunan
pejabat atau jenderal?
Bukan.
Jujur ini
bukan
jujur ya bukan keturunan pejabat atau
jenderal. Keturan pengusaha.
Oh itu betul. Do
enggak?
Enggak ya.
Katanya UMKM naik kelas.
Tapi yang yang menengahnya terdegradasi,
habis itu kita meningkatkan lagi
rasionya dari 3% jadi 10%. Kalau enggak
ada formularitas dan format yang jelas,
mimpi aja itu. Itu
ngeri banget nih.
Saya agak kurang ee apa namanya? Enak
dengarnya itu karena itu aja gitu kan.
Himmi ini kan dibangun dengan perjuangan
dan berdarah-darah gitu. Masa gara-gara
satu orang yang tidak senang dengan satu
orang lagi yang kita semua enggak kenal
itu siapa, tapi bisa membuat statement
seperti itu dan mengganggu perasaan
kawan-kawan juga yang ada di daerah.
Halo, selamat pagi, Guys. Nih, seru
banget nih. Hari ini kita ketemu ini
jagoannya langsung, bosnya langsung
organisasi pengusaha yang paling
terkenal di Indonesia, khusus pengusaha
muda, ketua umum BPP HIPMI se-Indonesia.
Bang Akbar Bukhori,
selamat siang, Mas Ben.
Selamat siang. Gimana, Bang Akbar?
Sehat?
Sehat, alhamdulillah. Kehormatan ketemu
sama Mas Ben langsung.
Oh, kita yang senang malah.
Kenapa bisa nanti kita jelasin
tadi? Harus kita jelasin ini. Ini seru
nih. Seru nih. Seru nih.
Nah, kemarin tuh kita mau ngomongin
sempat heboh sebetulnya karena ada video
kita yang kita bikin ya ee tentang
pengusaha di Indonesia. organisasi
sebenarnya yang paling ebo sih karena
ada hubungan dengan emiten namanya
Candra Asri. He.
Dia bikin pabrik kimia.
He.
Di Tangerang ya kalau enggak salah ya.
He.
Di Tangerang atau wilayah Serang.
Cilegon.
Di Cilegon. He.
Berarti Banten ya?
Betul.
Yang katanya mereka minta proyek
triliunan.
He.
Tanpa tender. Terus itu seliwuran tuh.
Heboh tuh di komunitas pengusaha. Wah,
ini organisasi apa nih yang bisa minta
gini? Itu betulan apa enggak sih? itu
ada hubungan sama HIPMI enggak sih?
H. Jadi ya kita dengarnya juga dari
media bahwa eh ada salah satu oknum dari
organisasi Kadin
He.
Yang ee bertemu dengan manajemen
perusahaan tersebut dan langsung meminta
proyek tanpa tender dengan apa namanya
ee mengalaskan soal keterlibatan
pengusaha lokal di pada investasi di
daerah tersebut gitu.
Iya. Nah, sebenarnya semangatnya
pemerintah dalam hal ini Kementerian
Investasi juga itu semangatnya sama, Mas
Ben. Bagaimana teman-teman pengusaha
lokal ini terlibat dalam
investasi-investasi besar. Tapi salah ee
diartikan oleh teman-teman daerah
meminta proyek dengan tanpa tender itu
bukan hanya salah dalam
mengimplementasikan ataupun
menterjemahkan maksud dari pemerintah,
tapi salah juga dalam penerapan usaha. H
tidak ada proyek penunjukan langsung
tender senilai triliunan gitu kan. Pasti
kan harus melewati tender dan harus
melewati beberapa proses yang harus
dilewati.
Betul. Karena pasti kan ada
kualifikasinya lah ya. Kalau kita kan
sama-sama pengusaha kalau mau bikin
tender pasti cari yang paling efisien
gitu kan ya. Kinerjanya bagus punya truk
record enggak bisa ujuk-ujuk tunjuk
langsung. Kecuali emang udah pengalaman
kali ya.
Betul.
Tapi kita sebetulnya paham sih
konteksnya itu kan memang supaya ketika
ada investasi masuk yang dipekerjakan
itu orang lokal. Iya dong. Kita kan
enggak mau WNA semua malah yang kerja
situ kan kita enggak mau.
Terus ya tentu juga di situ
memberdayakan ya pekerja lokal ya
pengusaha lokal. Jadi semuanya kan hidup
ekosistemnya. Sebetulnya itu harapannya.
Betul. Itu harapannya itu harapan dari
pemerintah. Cuman mungkin salah
diterjemahkan aja oleh teman-teman
daerah gitu.
Oh. Nah, yang kita lihat itu juga kan
jadi banyak caut maut tuh main klaim
organisasi ini karena waktu itu masih
belum jelas juga sebenarnya ya. He.
Tapi sebetulnya bukan HIPMI yang di situ
bukan. Jadi saya dapat informasi dari
teman-teman HIPMI yang ada di sana pada
saat itu oknum kadin tersebut karena
sudah diklarifikasi juga oleh Mas Anin
itu bukan sikap organisasi tapi itu ee
apa murni pendapat pribadi dia dan
mengajak ee organisasi himpunan dan
asosiasi yang ada di tempat dia. Karena
Kadin ini kan wadah tempat berhimpunnya
asosiasi pengusaha.
Wadah bersama ya.
Wadah bersama. Jadi ada Iwapi, ada
HIPMI, ada ada beberapa lah di situ
diajak untuk bertemu dengan perusahaan
tersebut gitu. Jadi HIPMI secara apa
namanya terafiliasi ke Kadin ya mereka
ikut-ikut aja datang ke situ tapi tidak
tahu agendanya apa kira-kira undangan
malahnya tapi ikut keseret ikut keseret
dan terbukti pada saat masuk ke dalam
proses hukum yang HIPMINnya kan enggak
terlibat. yang terlibat yang
tersangkakan tuh hanya ketua Kadin,
Wakil Ketua Umum Kadin yang memang
merencanakan ee kegiatan ini sebelum
mereka datang ke tempat tersebut dan
bertemu dengan perusahaan tersebut.
Ah, ini membuktikan berarti
organisasi-organisasi lain itu enggak
terlibat.
Saya juga sangat memahami itu. Mereka
diundang pasti mereka excited datang.
Kenapa? Ini kan ada investasi besar
yang akan membuka lapangan pekerjaan
luas
dan juga akan membuka opportunity UMKM
kita bisa tumbuh. Keterlibatan
pengusaha-pengusaha daerah juga bisa
maksimal dengan adanya investasi yang
sangat besar. Ya, mereka datang itu
sebenarnya mau dapat informasi apa sih
kira-kira project timeline-nya seperti
apa dan apa yang bisa mereka lakukan
kontribusi agar bisa bersinergi,
berkolaborasi bersama-sama. Bukan yang
tiba-tiba datang gebrak meja. Betul.
Betul.
Minta 5 triliun. Mereka juga di luar
ekspektasi kaget juga kan. Kenapa jadi
begini nih gitu?
Oh iya iya ya ya. Ya jujurlah kita kan
pengusahalah kalau seandainya diundang
ada acara begitu investasi triliun pasti
kan pengin datang juga dong. Pengin tahu
banget sih.
Itu itu memang apa namanya salah satu
manfaat kita berorganisasi berhitmi gitu
mendapatkan sumber-sumber informasi
akhirnya membuka opportunity kan gitu.
Ah itu dia Mas. Menarik nih. Jadi kan
banyak nih teman-teman mungkin yang di
sini ada pengusaha ya atau pedagang atau
investor itu kan selama ini mungkin
belum terekspos ya dengan HIM ini apa,
pekerjaannya apa, ruang lingkup kerjanya
itu seperti apa. Gue juga termasuk yang
bertanya-tanya.
Iya.
Sebetulnya HIPMI organisasi apa sih?
Hm. Jadi HIPMI ini adalah ee organisasi
tempat berhimpunnya para pemuda kita.
yang orientasinya adalah pengusaha gitu.
Jadi ini yang didoktrin oleh founding
fathers kita ee Pak Abdul Latif sebagai
ketua umum HIPMI pertama dan ee
penggagas HIPMI pertama dulu beliau
sampaikan
lapor ke Pak Presiden Soeharto, "Pak,
kita mau bikin organisasi yang ini akan
bersaing dengan orang-orang yang non
pribumi pada saat itu, gitu. Jadi nih
anak-anak muda ini kalau sekarang orang
bilang kerjanya apa namanya serabutan ya
memang benar konsepnya dari dulu gitu.
HIPMI ini tempat yang anak-anak muda
yang enggak punya arah. Karena dulu gini
kata ceritanya Bang Latif
dulu itu yang bisa jadi pengusaha yang
pertama adalah anaknya pengusaha
melanjutkan ee dari orang tuanya. Yang
kedua anaknya pejabat atau
jenderal-jenderal yang punya kapital
cukup gede sama yang do. DO apa
yang dari dropout dari universitas. Jadi
enggak punya pilihan lagi selain jadi
pengusaha enggak punya pilihan lagi.
Kalau dia enggak drop out dia mungkin
bisa jadi PNS,
dia bisa jadi pegawai BUMN. Apakah itu
kira-kira seperti itu.
Nah, saya lanjut lagi ya.
Saya lanjut lagi. Pada saat
saya jadi ketua umum di HIPMI ee
Sumatera Utara, kita manggilnya ketua
umum juga. Jadi kalau yang lain
di cabang juga cabang nama ketua umum
gitu.
Nah, jadi biar gampang saya saya jadi
ketua HIPMI di Sumatera. Utara. Saya itu
masuk HIMI tahun 2008, Bang Ben. Masuk
itu di kelas BPC sama kayak yang di
Cilegon itu BPC di cabang.
Masuk di cabang itu juga karena
keterpaksaan.
Kenapa?
Karena latar belakang keluarga saya ini
memang betul-betul bisnis murni.
Eh, tunggu dulu, tunggu dulu. Menarik
nih. Karena tadi zaman kalau
historicalnya kan either kita keturunan
pejabat,
keturunan pengusaha.
Heeh. Atau kita do.
Heeh.
Coba kita tanya langsung bosnya HIBM
nih. BPP HBMI nih. Coba si Bang Afgwar.
Apakah kamu keturunan pejabat atau
jenderal?
Bukan.
Jujur ini
bukan.
Jujur ya. Bukan keturunan pejabat atau
jenderal. Keturunan pengusaha.
Oh itu betul. Do
enggak.
Enggak ya.
Jadi satu unsur tuh terus
seru. Seru seru. Oke. Oke. Terus terus
gitu. Jadi ee dan saya ini dari mulai
kakek bisnisnya enggak pernah
diversifikasi.
karena memang sudah nyaman bisnis
keluarga, bisnis transportasi, enggak
pernah diversifikasi bisnis. Jadi, kakek
turun ke bapak, akhirnya mau turun ke
kita nih. Nah, pada saat itu saya ee
sambil kuliah sambil ketemu dengan
teman-teman kampus kan, teman-teman
kampus bilang ada HIMI perguruan tinggi
yang hari itu baru jadi itu tahun 2008.
Saya bilang, "Kalau saya masuk HIMI
perguruan tinggi ada manfaatnya enggak
ya?" Saya pikir gitu.
Itu semester berapa
itu?
semester 4 saya inget.
Wus hebat banget.
H semester 4. Karena saya mikir, saya
ngomong ke keluarga saya, saya kayaknya
enggak mau lanjutin
usaha bakar
usaha keluarga.
Kenapa? Karena saya lihat
ee usaha-usaha korporasi besar itu pasti
habis di generasi ketiga
gitu. Tapi enggak semua ya, saya bukan
mengklaim semua ya, tapi saya takut saya
men jadi kambing hitam gitu kan. Jadi
apa namanya bertanggung jawab terhadap
itu. Tapi ini kan mau momok yang
akhirnya jadi menakutkan kita. Tapi saya
bilang beginil lah. Oke ee saya bantu
tapi saya akan incharge di usaha saya
sendiri.
Konteksnya waktu itu masih ketua umum
cabang Medan?
Belum. Ketua masih anggota
anggota biasa.
Oke. Oke. Dan dapat itu.
Nah dan dapat privilege itu gitu.
sebagai anggota biasa aja saya bisa
dapat privilege itu. Yang simpelnya lagi
pada saat saya masuk saya kan enggak mau
bebanin keluarga dulu karena saya punya
idealisme saya bisa bangun perusahaan
saya sendiri. H
dan perusahaan saya ini belum bankable
Bang Ben.
Har baru lahir.
Iya kan baru lahir.
Terus habis itu saya tanya HIPMI bisa
bantu saya enggak untuk modalin
perusahaan saya. Nanti kita profit
sharing deh. Saya bilang sama ketuanya.
W ini hebat juga. Baru masuk sudah punya
nyali nih.
Iya ngomong sama ketuanya ya kita
nothing tous aja kan kalau enggak kita
cabut susah banget kan gitu.
Ya udah habis itu oke bikin bisnis
plannya. Kalau memang oke kita profit
share.
Saya bikin bisnis plannya begini. Dia
setuju dia modalin dia investasi
akhirnya usaha properti. Saya ingat
kalian properti saya jalan kita profit
sharing. Akhirnya sekarang perusahaannya
sudah IPO.
Udah IPO.
Apa namanya?
rahasia nanti di belakang layar.
Penasaran nih gua jadinya nih. Siap siap
siap siap.
Pada saat saya jadi ketua di ee Sumatera
Utara
tahun berapa itu?
Tahun 2017
waktu itu partai apa?
Partai Golkar.
Oke. Oke. Sekarang masih? Sekarang
partai golkarnya masih cuman anggota
DPRD-nya sudah enggak nyalon lagi.
Karena pada saat saya terpilih ketua
umum BPP HIPMI 2019, jabatan anggota DP
eh 2022 jabatan anggota DPRD saya kan
masih ada tapi saya berhenti. Harus
berhenti.
Karena pada saat saya mendaftar ke calon
ketua umum HIPMI pusat ee ada salah satu
syarat bersedia berdomisili di Jakarta.
Sementara saya kan anggota DPRD-nya di
Sumut.
Tapi kenapa lebih milih jadi ketua?
Eh, hit me. Padahal banyak orang rebutan
pengin jadi anggota DPRD gitu atau DPR.
Apa enggak rugi?
Dulu kan perjuangannya gua yakin pasti
habis duit, habis energi buat kampanye,
terus tiba-tiba kita tinggalin gitu aja.
Heeh.
Enggak enggak rugi gitu.
Saya dapat semua ini dari HIPMING.
Jadi pada saat saya diamanahkan jadi
ketua umum BP HIMI, ini pengabdian
terakhir saya di HIMI. Setelah ini saya
enggak tahu jadi apa lagi. Di HIM sudah
selesai paripurna. Jadi
enggak boleh dua kali gitu ya?
Enggak boleh dua kali.
Kenapa?
Memang peraturannya dalam anggaran dasar
anggaran tangan hanya sekali.
Berarti demokratis banget ya?
Demokratis dan memang regenerasi.
Jadi enggak boleh ada dua kali karena
HIM ini tempat kita belajar, tempat kita
berproses. Nanti kalau momen politik di
partai.
Heeh. Setelah dari itu.
Setelah dari itu.
Per hari ini pun kalau kita resmi
anggota HIPMING boleh enggak sih jadi
anggota partai?
Boleh.
Oh boleh sebenarnya boleh ya. Itu enggak
ada masalah.
Sangat boleh. Sangat boleh. Tapi kan
kita sebagai ketua umum HIPMI juga harus
mengakomodasi seluruh kepentingan
teman-teman yang partainya berbeda-beda
warnawarni itu ya.
So, akhirnya 2019 kita kepilih toh ya
DPRD.
Eh, 2019 kepilih DPRD. 2022 kepilih
ketua BPP HIPMIM DPRD mundur. Masih ada
3 tahun lagi kan gitu mundur.
Masih ada 3 tahun lagi.
Masuk ke murni ke HIPMI sekarang.
HIPMI ngurusin HIPMI.
Tinggal di Jakarta.
Tinggal di Jakarta ngurusin 38 provinsi.
yang masalahnya beda-beda. Jadi kalau
kemarin ada masalah di Cilegon, Cilegon
itu kabupaten kota yang ada juga di HIMI
500 sekian banyak
kabupaten kota.
Kabupaten Kota jadi kan enggak semuanya
itu sebenarnya bisa dikontrol dengan
baik, tapi mengelola tata kelola
organisasi ini kita juga enggak boleh
apa namanya buang bola bahwa ini bukan
salah kita ya. ini menjadi pembelajaran
untuk ke depan kita bisa melakukan tata
kelola organisasi dengan baik. Jadi gini
saya sambung lagi. I
i
pada saat saya jadi ketua HIMI Sumut,
saya lapor sama Bang Bahlil. Ketua
umumnya Bang Bahlil
waktu itu. Iya.
Waktu itu ketua umumnya Banglil.
Saya bilang, "Bang, ee Munas Abang ini
Munas berdarah-darah. Kan Bang Bahlil
waktu itu lawan Pak Bayu
ee CEO-nya Bluebird itu kan. Wah,
gilalah pokoknya Munas yang paling
enggak benar lah saya rasa gitu. Munas
yang
brutalah
brutalah.
Ini Bijojoko Sutono ya?
Bayo Joko Sutono
gitu. Uang habis, jaringan sana sini
dipakai, orang tersandra semua segala.
Nah, habis itu ee ini kan kita
organisasi pengusaha. He.
Kalau organisasi pergerakan kayak begini
ya mungkin sah-sah aja. Kalau organisasi
pengusaha ini uangnya ini 5 kali 10 kali
lipat habisnya. Kalau organisasi
pergerakan mungkin kan memang dia main
politik, main intervensi apa segala
macam. Tapi kan ya mungkin bisa
dikontrol. Gini aja, Bang. Gitu, kita
bikin aja apa namanya passing grade.
Jadi enggak semua provinsi itu punya hak
suara yang sama. Bukan calon Mas.
Hak suara yang sama. Jadi dulu gimana?
Jadi Bank Bahlil itu dulu ngetreatmen
semua provinsi kan dulu 34 kan semuanya
masing-masing dapat lima.
Lima suara.
Lima suara. Jadi ngetreatmennya semua
sama. Padahal ada satu provinsi kita
katakanlah yang kecil misalkan Jogja
cuman lima kabupaten dan kota, haknya
sama dengan Jawa Timur yang punya 38
kabupaten
kabupaten dan kota gitu kan sebenarnya
ya kalau secara secara hitung-hitungan
enggak fair. Nah, terus Pak ini sudah
saya apa pikirkan sebelum kau berpikir
Dinda kata dia. Karena saya juga mantan
ketua HIMI Papua.
Iya. Iya.
Terus apa, Bang kira-kira konsepnya?
Saya enggak ngerti. Saya ini enggak
terlalu organisatoris. Saya ini memang
bisnis.
Bang B bilang, "Kalau bank bisnis kan
setengah pergerakan ya, ada HMI-nya kan.
Jadi dia bilang, "Ya udah kita bikin
passing grade aja." Tujuannya apa? Kata
Bang Bal, tujuannya agar HIPMI ini
inklusif.
Hm.
Karena selama ini kan paradigma yang
terbangun kan terlalu eksklusif.
Orangnya itu-itu aja. Kalau enggak ee ee
apa terahnya bank ini, terahnya bank
ini, terhya bank ini. Ini yang kemauan
saya juga karena saya ketua HIPMI
pertama dari Papua, dari daerah saya
pengin buat HIPMI ini inklusif. Semua
orang boleh masuk atas asal memenuhi
syarat. Syarat kita kan cuman satu. Yang
penting punya badan usaha ee usaha yang
berbadan hukum.
Mau itu UD, mau itu apa sekarang kan
begitu kan sekarang itu yang penting
masuk. Nah, memang dalam proses
screening kita punya ee challenge lagi
nih
karena terlalu rileks.
Karena terlalu rileks, karena mau buat
inklusif gitu. Nah, passing grade itu
yang lima tadi saya sampaikan, lima
suara tadi minimal anggota kita terapkan
di provinsi. Kalau anggota lu enggak
sekian, lu enggak dapat lima suara. Lu
dapatnya cuma empat.
Oke.
Kalau anggota lu sedikit lagi, lu dapat
tiga. Jadi, kan daerah-daerah semua
bergeraklah.
Bergeraklah cari anggota gitu kan. Cari
orang yang punya usaha apa usaha yang
penting ada berbadan hukum untuk Masimi
cari kader sebanyak-banyaknya supaya
outputnya yang ke tadi itu.
Itu bagus juga sih.
Nah, gitu. Jadi,
jadi jalan organisasi paten. Kalau soal
itu. Nah, di sisi lain tadi seperti tadi
kita ee untuk memonitoring seluruh
anggota kita yang duduk sekarang ratusan
ribu, Bang Ben. Enggak semudah itu.
Sekarang ya lebih dari Rp100.000.
Wih, banyak banget ya.
Heeh. Jadi enggak semudah itu, gitu.
Tapi kita lakukan pembenahan-pembenahan
terus. Apalagi sekarang kan udah proses
digitalisasi.
Hipmi udah bisa diracking pakai aplikasi
aja. Aplikasi kita yang namanya Hipmo.
Ini namanya siapa, usahanya apa,
tinggal di mana, Om Z-nya ada juga.
Jangan
eh Om Z ada.
Tapi platform itu ee jadi bisnis
matching juga. Jadi mempertemukan antara
teman player atau apa bisa situ ya. Oh
enaklah kayak yellow pages-nya khusus
kita lah.
Kira-kira gitu. Tapi internal kita aja
gitu kita yang bikin kita baru baru
baru zaman saya ini.
Oh untung aja punya bos baru yang masih
muda. Inilah digitalisasi yang
sebenarnya ya.
Iya.
Oh bolehlah.
Jadi ada ekosistem sendiri untuk itu
gitu. Jadi ee teman-teman HIPMI yang apa
namanya ingin mendaftar masuk juga kan
ketahuan langsung benefitnya apa. Dia
langsung akses. Oh bisnisnya bidang ini.
Oh ketemu sama
bisnis matching di situ gitu banget.
Jadi sekarang anggota kita 100.000 1000
lebih
1000 lebih
ee ada kanwil apa bilangnya di sini
gimana? DPC. DPD
namanya BPD ya, Badan Pengurus Daerah.
Kalau provinsi yang kabupaten kota badan
pengurus cabang BPC.
Semua kabupaten kita ada.
Semua kabupaten kita ada. Sudah lengkap.
Wih. Bisa kita bilang enggak ini
organisasi pengusaha terbesar saat ini
di Indonesia?
Karena organisasi ini organis pengusaha
muda ini tertua di Indonesia, ya kita
bisa klaim organisasi terbesar karena
punya kader yang lebih dari Rp100.000
dan juga infrastruktur yang ada di semua
provinsi dan kabupaten kota.
Oh, jadi makes sense kalau gua sebagai
regulator pemerintah mau bikin
undang-undang pun pasti tanya ke HIPMI
pasti sih.
Karena kan mereka pelaku usaha ril yang
lebih tahu kondisi lapangan. Kalau
kita ada di semua provinsi harusnya ya
lebih faktual informasi yang dikumpulkan
kan ya.
Heeh.
Oke oke oke. He
buset.
Dan kita juga udah jadi ini ya udah jadi
tim penilai investasi di daerah ya.
Jadi, Kementerian Investasi itu tunjuk
HIPMI
untuk melapor kinerja e PTSP yang ada di
sana.
Oh, gitu. Ah, ini Masakak.
Ini karena dulu Pak Bahlil kan mantan
ketua BKP. Berarti di era itulah.
Di era itulah kira-kira.
Oh, ini mah koneksi. Tapi ya baguslah.
Jadi orang bisa lihat ketika orang mau
bikin invest itu ee satu koridor, satu
pintu dan di terjamin ya pelayanan.
Iya. Jadi iklim investasi susah enggak?
Dipersulit enggak sama daerah? Kan
mungkin kan Pakil waktu itu sebagai
menteri investasi kan dapat laporan yang
bagus-bagus saja. Kondisi real yang dia
ada di daerah kan teman-teman HIM kan
lebih tahu gitu kan. Oh ngurus gini ini
sulit, ngurus ini sulit. Ah, gua kesel
banget tuh. Sering banget kita kalau mau
usaha itu perizinan namanya di sini ya
ribet banget dan beda-beda lagi tiap
wilayah.
Itu sebenarnya teman-teman kalau ada
kesulitan itu ada gunanya juga ya bisa
mengadu ke HIPMI itu mungkin
bisa bisa kita ada ini khusus buat itu.
Oh, I see. I see. Dengan kompleksitas
sedemikian besar kita kan sama-sama
pengusaha
itu kan pasti ada cost
operasional mahal enggak dan dari mana
itu semua?
Sumbernya kita masih mandiri, kita
enggak dibayin oleh APBN.
Jadi sumbangan pengusaha,
sumbangan sumbangan anggota.
Berapa orang satu anggota nyumbang?
Bukan sumbangan ya, iuran anggota
namanya. Iuran anggota namanya. Iuran
anggota.
Berapa banyak sih kalau kita mau join
jadi member?
R juta setahun.
Oh, kali R.000 ya. 100 M lah
ya. Itu
sih kalau kita itu ya.
Tapi itu kita distribute ya. Maksud saya
dari R juta itu hanya BPC yang cabang
yang dia kan yang merekrut nih Mas yang
dari kabupaten kota. Nah, itu 50%.
Oh,
provinsi 30% BPP hanya 20% gitu.
Karena kan namanya juga pengusaha ya.
Gua rasa sih Omzet sejuta sebulan pun
masih mampu sebenarnya.
Ini sejuta setahun.
Ini sejuta setahun ya
sudah punya kta
lebih mahal kartu advokat gua
setahun berapa kali
saya kemarin ada teman-teman Apo datang
bilang apa
tung enggak kemurahan R juta. Sejuta
setahun. Emang kenapa Apo berapa? R
juta. Oh ya per bulan. udah
tapi gua k ini mudah banget kita bayar
10 kali lebih mahal dari itu per tahun
dan belum tentu dipakai karena gua juga
belum tentu gua juga udah enggak pakai
cuman cuman buat ya biar aktif aja kan
tapi sudah lama enggak pakai
kita sejuta setahun luar biasa deh
sejuta setahun
bisa jadi menteri lagi nih berarti ini
calon menteri selanjutnya nih
oke oke ok nah dengan
waduh dengan jangkauan sebesar itu
memang make sense gua kadang-kadang jadi
pertanyaan jujur ya pas pertama Pertama
kali kita lihat pidato dari eranya
Presiden Jokowi terutama sampai ke
Presiden Prabowo. Kita mau agenda
ekonomi 8% menurut gua itu gede banget
karena yang udah-udah kita range-nya 4
5% 5% gitu kan. Dan mereka sekarang
ngomong 8% dan gua sempat bertanya ada
di suatu konferensi kalau enggak salah
ya presiden kita yang sekarang juga itu
melibatkan hip untuk achieve 8% itu.
Iya.
Sekarang gua jadi paham kenapa harus ke
sana. Karena memang jangkauan kita itu
ya seluruh Indonesia. Jangan-jangan ada
cabang luar negeri juga enggak sih?
Internasional
enggak ada ya?
Enggak ada. Kita kita punya ketua bidang
hubungan internasional
yang membangun ee apa namanya?
Komunikasi ke pihak AC ke luar ke luar
negeri. Nah, kita manfaatkan itu aja
belum ada cabang.
Ah, I see. Karena kayak di himpunan
pengusaha di Eropa itu kan dia mereka
ada economic chamber Eurocharm.
Heeh. Yarm itu kan bikin ke
negara-negara lain ya. Sebenarnya gua
beberapa kali meeting sama orang-orang
Kadin ibaratnya Kadin lah mungkin ya.
Kamar
Kadin punya dia jongkok apa gitu ya
punya.
Iya dan ternyata cukup efektif buka
jaringan ke luar.
Heeh.
Wah menarik juga nih kalau HIPMI bisa
punya cabang luar negeri kayak PPI.
Karena dulu kita di PPI cukup aktif.
Nah sekarang kita itu ee apa namanya?
Masih ber apa komunikasi sama PPI. Jadi
kita manfaatkan aja lah
teman-teman yang lagi di sana gitu. Oke.
Oke.
Untuk dapat sumber informasi di luar
sama kedutaan dan atas perdagangan lah
gitu kan.
Oke. Oke. Sip. Sip. Realistis enggak sih
kita bisa achieve 8% itu? Kalau dari
sudut pandang HIPMI pengusaha
mungkin. Tapi ini enggak bisa kerja
sendiri. Ini harus kerja semua pihak,
pemerintah,
ee pihak swasta, dan seluruh stakeholder
yang ada. Kalau ee bisa kita
rasionalisasi dan kita berpikir ee dan
mempersepsikan ini growth 8% ini secara
bersama-sama, artinya enggak ada ego
sektoral ya. He.
Ini bisa terjadi dengan program-program
ee prioritas yang tertuang dalam Asta
Cita. Ditambah lagi program prioritas
Presiden yang akhir-akhir ini ee membuat
impact ekonomi yang sangat luar biasa.
Artinya ini bukan hanya dinikmati oleh
ee sebagian orang, tapi bisa pemeratan
ekonomi sampai ke daerah-daerah. Aku
rasa bisa gitu.
Ee apa peranan HIPMI yang bisa kita
masukkan di situ dalam kontribusi 8% itu
sehingga sebetulnya cocok dan wajib jadi
mitra strategik negara.
I oke. Jadi kita menterjemahkannya pada
saat ee rapat badan pengurus lengkap
yang terakhir.
He.
Kan ada empat waktu itu masih empat
program prioritas presiden dalam halnya
ketahanan pangan. Heeh.
Ketahanan energi, hilirisasi,
dan juga ee makan bergizi gratis. MBG.
MBG kita sudah bikin Satgas untuk bisa
memenuhi 30.000 dapur di seluruh
Indonesia. Selain TNI, Polri,
Muhammadiyah katanya ada, NU segala
macam. HIMI dan Kadin juga ada untuk
bisa mempercepat percepatan. Karena kan
kalau 30.000 Ibu ini punya pemerintah
semua ini akan berat APBN 1 dan kalaupun
bisa ya pasti nantilah kejadiannya
berapa puluh tahun lagi kira-kira gitu
kan.
Jadi makanya program kemitraan ini
dibangun juga atas inisiasi kita. Jadi
kita bilang ini swasta harus dilibatkan
kalau BGN ini mau apa namanya membangun
ee SPPG itu secara masif gitu. Akhirnya
e ya kita masuk dalam di situ. Kita
investasi di SPPG, kita target
teman-teman daerah untuk bangun SPG
beberapa dapur agar ee program ini bisa
berjalan. Kalau program ini bisa
berjalan, ekosistemnya terbentuk, daerah
pasti punya apa namanya kemampuan secara
ekonomi dan juga bisa mendapatkan ee eh
meningkatkan pendapatan juga bisa
membuka lapangan pekerjaan. Karena 1
SPPG itu mempekerj.
Oh lumayan ya. Itu per kelurahan. Dapur
perdur per dapur per dapur itu berarti
yang
apa namanya yang bisa mengakses 3.500
500 siswa berarti perkelurahan juga bisa
lebih dari 100 SPPG mungkin bisa 2 gitu
kan
sebetulnya sisi positifnya jadi ketika
negara turunin duit duitnya itu memang
literally turun ke bawah
kan beda kalau seandainya bikin mega
project-mega project yang mungkin hanya
meng yang diuntungkan cuman pengusaha
kelas mungkin internasional atau
multinasional
tapi itu kan tetap jalan tapi ingat itu
kan sifatnya investasi
investasi itu kejadiannya kan enggak
sekarang
betul betul
ya kan kejadiannya akan 5 mungkin atau
10 tahun lagi kita baru akan dapat
piknya.
Betul.
Ini ada stimulus yang ee mungkin menurut
orang kebijakan populis itu enggak bisa
mendapatkan impactful yang di depan
depan. Tapi kenyataannya kalau ini bisa
berjalan dengan baik ini sebenarnya
sangat luar biasa salah satu indikator
untuk bisa dapat ee pertumbuhan ekonomi
yang 8%. Karena kan ee kan indikator
ekonomi pertumbuhan kan empat, Mas. Hm.
Yang pertama konsumsi, yang kedua
investasi, yang ketiga government
spending, 4 ekspor impor. Ini kan
konsumsi Mas, tinggi Mas.
Dan Indonesia negara konsumsi konsumsi
hampir 60% kan konsumsi gitu. Nah, aku
rasa ini kan ee apa namanya? Indikator
pertumbuhan yang dioptimalisasi,
disuntik pakai APBN, dilibatkan swasta,
dan sasarannya jelas untuk kesehatan,
untuk sumber daya manusia kita ke depan
gitu. Ini yang enggak suka program ini
aku rasa ya politis aja lah.
Gua rasa politis.
Politis aja lah.
Dan kalau kita lihat yang dimakan mereka
kan memang ya di situ kalau makan ayam
ya petani Indonesia, peternak Indonesia,
beras kita.
Jadi sebetulnya multiplayer effect kita
sebenarnya salah satu yang mendukung
itu.
Hm.
Karena ya gua banyak ketemu
cerita-cerita sedih lah ketika ke daerah
banyak orang makan cuman sehari sekali.
Jadi bahkan enggak tahu sarapan itu apa
karena barang mewah buat mereka.
H. He.
Jadi ee kita lihat memang MBG ini sudah
lama ya dari tahun lalu ya. Kita lihat
memang perlu kalau seandainya kita mau
masuk jadi negara maju pasti kan
orangnya dulu ya jangan stunting. Iya
kan SDM-nya. Kalau enggak kita sudah
kalah sama negara lain
ya ya. multiplayer effect ini baru
terasa di tentunya jangka panjang 5
tahun 10 tahun lagi ya mungkin malah
presiden selanjutnya yang lebih
menikmati ini
membangunnya ini yang
membangun ini berdarah-darah nih nih ini
habis-habisan nih ini ada hubungan nih
kan kita channel ekonomi nih channel
investasi
menurut Pak Ketua Umum kemarin kan ada
tarif si Donald Trump kita kena di 19%
akhirnya
kita lihat banyak media-media itu yang
bilang wah kita dirugikan
Benar enggak seperti itu? Sebetulnya apa
sih?
Ya, di setiap keputusan pasti ada ee apa
namanya? Ee untung rugi.
Hm.
Ya, mungkin kita dirugikan
pengusaha-pengusaha kita,
eksportir-eksportir kita yang memang
produknya ee selama ini marketnya di
Amerika sudah pasti. Karena ee di
anggota kita juga banyak banget. Oh, ada
yang
punya yang punya Iya. yang yang pengin
saya bersuara ke pemerintah untuk
menegosiasi ulang gitu kan.
Udah 19 aja masih kurang lagi. Saya
bilang ini kufur nikmat namanya.
Ud masih komplain. Tapi gini Mas di
sela-sela itu ternyata kita juga dapat
berkah.
Apa tuh?
Berkahnya begini. Pada saat Trump
keluarkan tarif Trump e 32% pengusaha
semua melakukan yang pertama namanya
efisiensi. Ternyata kos kita juga selama
ini kita enggak mikirin gara-gara
ternyata ada selisih sedikit kita jalan
gitu.
Kita terlena ya.
Kita terlena.
pengusaha semuanya menstruktur semua ee
cost
dari cost logistik, dari cost produksi
dan lain-lain. Mereka semuanya tight
gitu kan untuk apa namanya menyesuaikan
tarif Tram ini. Pertama ternyata turun
19 berarti ada ada spread dong gitu.
Yang kedua pemerintah melakukan
deregulasi.
Oh, ternyata pemerintah terlalu banyak
nih regulasinya yang karena dengan
adanya tarif ini akhirnya ee ini
ternyata berat. Pemerintah harus
diregulasi, keluarkanlah
insentif-insentif untuk pengusaha agar
bisa tetap produksi
gitu. Yang ketiga, ternyata kita
sekarang punya diversifikasi market. Ada
market yang luar biasa besar yang
namanya bricks.
Heeh. yang itu sebenarnya permintaannya
hampir-hampir sama Amerika dan
alhamdulillahnya 10 tahun proses
negosiasi kita punya IUEPA yang tarifnya
0%.
Jadi kawan-kawan ini sudah merestrak ee
karena mau menghadapi tarifnya Trump eh
dapat berkah di sini barang costnya udah
murah karena TS-nya cuman 0% gitu. Jadi,
ya itulah yang terjadi kira-kira.
Kita orang yang sangat pro
dengan tarif 19% ini. Gua kaget juga
kalau di HIMnya ada yang protes.
Iya, makanya gua kaget juga.
Iya, tapi ini ok lah. Maksud saya ini
adalah kerja kerasnya Pak Presiden
dengan seluruh timnya yang bisa
bernegosiasi. Waktu itu kan Pak Presiden
panggil kita semua, panggil HIPMI,
panggil Kadin, panggil Apindo.
Ini kenapa terjadi seperti ini? Menurut
Busri Mulyani,
laporan ke Pak Presiden, ada Busri
Muliani ini enggak ada hukum ekonominya.
Jadi memang Trump main gila-gilaan aja,
main asal aja. Tapi kan Trump ini
pebisnis, dia bikin ini untuk kita
negosiasi. Kira-kira gitu.
Supaya datang ngobrol, ayo dong, ini
masih ada defisit nih dari apa? Ekspor
ekspor kita nih.
Kurang berapa juta dolar. Okelah kalau
kau ambillah barang saya berapa juta
dolar nanti kita gitu. Jadi presiden
bilang pada saat itu presiden omongkan
di forum itu, "Ya udah kita beli aja
barangnya mau apa oil and gas apa
akhirnya pesawat gitu kan segala macam
beli aja kan Pak Pau kan maksudnya
enggak ada enggak ada defisit kan
pokpokan memang kita impor dari sana
memang kita impor pesawat dari
Afghanistan kan enggak mungkin
kalau Paku ya sudah jadi ee tarif kita
kan bisa kita negosiasi kira-kira gitu
nah ini kerja panjang ya
19% oke oke banget yang lain masih 40
masih berapa
jauh lebih tinggi di Cina bahkan di atas
40% dari kita. He.
Ini bedanya ngobrol sama pengusaha sama
non pengusaha. Kalau non pengusaha
langsung bilang Donald Trump itu konyol,
enggak ngerti. Jadi ber enggak. Kalau
pengusaha pasti bilang dia itu lakukan
hal yang strategik. Dia pasti pikirkan
itu yang dia mau lakukan.
Betul.
Menarik nih. Menarik nih.
Boleh tahu enggak pengusaha kita yang
komplain dengan tarif 19% bergerak di
industri apa?
Tekstil.
Di industri tekstil.
Tekstil.
Gua kasih contekan deh.
Kompetitor kita di bidang tekstil itu
Vietnam
tarifnya 20%. Berarti kita unggul sama
mereka.
Betul.
Lalu kita ada Pakistan, ada Bangladesh.
Itulah saingan kita. Tekstil, aparel,
sama alas kaki
yang semuanya tarifnya di atas 19%. Jadi
kalau dibilang kita dirugikan enggak
mere apa artinya Amerika pindahin
pesanannya ke Pakistan, Bangladesh.
Enggak. Tarifnya lebih mahal. Sebetulnya
kita diuntungkan.
Kalau menurut gua yang diserang sama
Donald Trump itu sebetulnya Cina. Karena
semua negara di sekitar Cina, Malaysia
19%, Vietnam 20%, Indonesia 19%,
Filipina 20% ya,
Filipina juga 19%. Yang dia harapkan
adalah terjadi deindustrialisasi di
Cina. Jadi akan makin banyak
pabrik-pabrik dari Cina kabur.
Itulah
makanya gua yakin kita bakal lihat di
semester 2 ini makin banyak
pabrik-pabrik itu lari ke kita.
Hm.
Yakin banget.
Kenapa enggak mungkin lari ke Vietnam?
Karena Vietnam di trade agreement
mereka, mereka setuju kalau terbukti ada
barang Cina di situ, mereka dapat ekstra
40%
buat transipment itu.
He.
So, kalau dibilang kita dirugikan gua
enggak setuju. Sebetulnya kita sangat
diuntungkan
sangat sangat sangat
kompetitor kita itu ya gara-gara tadi
yang barangnya sejenis sama kita, bunga
ee tarifnya di atas kita
jauh lebih tinggi.
He.
Ah, bagus nih. Seru nih. Seru nih ya.
Jadi cerah nih kita nih ya lihat ke
depan ya.
cerah. Ekonomi Indonesia insyaallah
cerah dan kita yakin 8% di tahun 2029 di
kepemimpinan Pak Presiden Babau
insyaallah akan tercapai.
H dengan tadi kita baru baru cerita
beberapa indikator ya. Kalau semuanya
maksimal, apalagi soal apa hilirisasi,
wah ini kan impactnya sangat luar biasa
sama pertemuan. Apalagi dan tentara nih
yang sudah dikapitalisasi seluruh aset
negara nih yang bisa mau dikemanain aja
uangnya yang penting profit gitu ya.
Ini kan salah satu indikator terbesar
dan akan berpotensi untuk bisa
memberikan kontribusi yang sangat
maksimal untuk bisa ee kita mendapatkan
ee pendapatan yang ee luar biasa. R000
triliun lah gitu nilai.
Pulan ribu triliun membuka lapangan
pekerjaan luas.
Apalagi Pak Rosan Rusani mantan ketua
HIMI juga ya?
Mantan ketua Kadin tapi
mantan ketua
anggota HIMI e wakil bendahara umum
HIPMI dim
dulu di HIM.
Wow kayaknya malah tambah banyak ee
benefitnya nih kalau join nih tambah
seru nih.
Ada arah ke sana enggak? Jadi enggak
tahu ya kan kayak orang kan kalau ikut
organisasi itu juga ada harapan-harapan
okelah kita dapat bisa ketemu regulator
gitu loh atau ada tempat aduan.
misalkan
akses ke funding misalkan lebih gampang
dapat akses perbankan
he
atau ada preference jadi kita lebih
dekat ke investor itu terjadi enggak sih
di HIM buat
terjadi itu terjadi dan memang ee itu
benefitnya kita bergabung di HIM. Jadi
kita ini kan sebagai badan pengurus
pusat ini kan bisa harus bisa
mengakomodasi seluruh kepentingan
kawan-kawan daerah. He
memang capek, Mas. Artinya tiap hari
kita punya permasalahan kawan-kawan
daerah yang berbeda-beda dengan jenis
usaha yang beda-beda semua gitu kan.
Di Maluku Utara urusannya ini, di
Sumatera Utara ini, gitu, di Kalimantan
urusannya ini. Nah, tapi itu semua itu
makanya kita punya di HIPM ini kan punya
bidang-bidang. Jadi, kan saya punya
ketua-ketua bidang
yang misalkan urusan lu di bidang apa,
lapor dulu ke sana. Kalau memang butuh
ke pengambilan keputusan yang elit lebih
tinggi, saya negosiasi gitu kan. Kalau
level menteri segala saya negosiasi.
Tapi yang memang benar-benar ini real
gitu. Nah, soal ee akses permodalan,
akses ee kapital ini kan sebenarnya
penting.
Ini kan sangat penting. Dan market kita
di HIPMI ini kan UMKM. Nah,
UMKM itu hampir 75% anggota HIMI ini
UMKM. Nah, UMKM-nya UMKM yang menengah,
bukan yang kecil, bukan yang mikro. Nah,
sementara hari ini semua insentif, semua
program ee stimulus dari pemerintah
untuk UMKM ini sasarannya semuanya ke
mikro dan kecil.
Iya, betul. Betul.
Kur itu siapa yang nikmati? Enggak ada
Anahimmi itu? Mana ada Anah HIMI yang
dapat R juta. Buat apaan? R00 juta ya
kalau kurut terlalu kecil sih
sebetulnya.
Iya enggak ada
gitu. Terus insentif-insentif ee 0,5%
pajak yang nikmati siapa? Kecil mikro.
Itu cuma 4,8 M limitnya ya.
Iya.
Menengah nih hampir enggak tersentuh.
Gimana caranya biar tersentuh?
Nah begini.
Nah ini menarik nih. Kita suka nih
insentif nih.
Jadi kita cerita dulu negara maju.
Katanya kita mau jadi negara maju 2045
Indonesia Mas. Hm.
Nah, di situ ada syarat wajib
pertumbuhan harus di atas tujuh.
Oke.
I kan pendapatan per kapita 1.500.
Sekarang kita masih 5.000 kan, masih di
bawah 5.000.
Nah, habis itu ee yang enggak yang
enggak tertulis dan enggak tersirat
pertumbuhan pengusaha kita harus lebih
dari 10% kayak Singapura.
Sori. Pertumbuhan pengusaha atau jumlah
pengusaha? jumlah pengusaha kita, jumlah
rasio pengusaha dari ee popul
jumlah penduduk kalau kita juta berarti
minimal 28 juta
minimal
10% dari jumlah penduduk
10%
hari ini kita di mana
di 3%
buset jadi sepertiga dari yang
seharusnya
iya nah kehadiran pemerintah di mana
insentif lah harusnya karena menengah
kita ini yang jadi soal bukan di kecil
dan mikro itu udah mereka itu sudah ok
lah. Iya. Jalan sendirilah. Enggak perlu
pakai
jal. Enggak, tunggu yang besar. Yang
udah oke ya. Besar nih. Enggak usah
pemerintah, enggak usah ngapa-ngapain
lagiah. Udah taipan-tanan, udah
korporasi kira-kira gitu.
Yang kecilan mikro udah cukuplah usaha
pemerintah buat mereka tumbuh.
Sudah banyak.
Karena kan konsepnya dari mikro jadi
kecil, kecil jadi menengah, menengah
jadi besar. Kejadiannya hari ini
menengah kita terdegradasi jadi kecil.
Betul. Gagal jadi besar. Ini sedih. Ini
sedih banget.
Betul.
Kenapa ya?
Nah, karena itu enggak ada sentuhan.
Enggak ada sentuhan. enggak ada
insentif. Nah, terus habis itu kalau
kita lihat negara maju yang income per
kapitanya sudah lebih dari 15.000 dolar,
contoh Amerika
itu kelas menengahnya 55%.
Contoh Cina kelas menengahnya sudah 60%.
Jadi enggak ada ketimpangan gitu ya.
Kalau kita kan timpang kecil-kecil
banget, gede
gede banget,
gede banget. menengah kita yang 17% ini
menurut data BPS bukan saya ya ini sudah
terdegradasi akan turun terus udah 9,5
juta sekarang menengah kita. Tapi gua
mau sharing ini karena gua tadi mau
titip sebetulnya
titip mumpung ketemu ketua HIBMI biar
ngobrol sama Kementerian Keuangan
siap
diskon pajak gitu loh buat kalangan
pengusaha ya khususnya menengah dan
besar supaya gap-nya itu enggak terlalu
jauh kan dari 0,5% yang mikro terus
tiba-tiba naik jadi 22% gitu kan
akibatnya kita lihat banyak di lapangan
ini teman-teman ya gua enggak mau buka
cabang gitu loh gua enggak mau jadi
pengusaha naik kelas kenapa loncatan
pajak itu terlalu drastis gitu kan.
Akibatnya orang secara mindset dipaksa
jadi pemain kecil terus pemain kecil
ujung-ujungnya kan negara dirugikan
juga. Iya.
Padahal gimana kalau berjenjang misalkan
di bawah 5 ini misalkan ya ide di bawah
R00 juta misalkan 0,5% 1% 2% 3% enggak
langsung ujuk-ujuk 20
gilaitas
itu setuju itu ketua setuju setuju
setuju
itu gua gua syok gitu loh dan memang
banyak orang yang jadi malas
ujung-ujungnya nanti dia bikin PT PT PT
PT multiple PT gitu kan supaya tetap di
berada di bawah trans yang 4,8 M itu
kita enggak bisa lihat pengusaha kita
naik kelas jadi makin makin sayang lah.
Padahal opportunity-nya ketika dia nanti
sudah besar lu bisa pajakin dia 22% ya
kan jadi bagus. Tapi nanti tunggu dia
jadi triliuner. Betul
ya sekarang ya enggak dong. Tiba-tiba
naik 22% UMKM harus battle dengan
pengusaha
korporasi.
Woi,
gimana ceritanya Bos?
Enggak akan bisa komit
berat. Kalau gini sedikit masukan nih.
Kalau negara masih fokus kasih subsidi
atau insentif ke pengusaha mikro.
Pengusaha mikro itu kan karyawannya di
bawah UMR R juta R juta tunggu suruh
jaga tukang gorengan lah atau apa ini
pengerja mereka kan enggak ada bayar PPH
PPH 21 negara enggak dapat pemasukan loh
negara itu harusnya lebih senang makin
banyak yang masuk ke kelas menengah
Omz-nya tiba-tiba langsung bermain di
atas R miliarul
gua yakin karyawan mereka gajinya di
atas UMR yakin gua
ya kalau pengusaha menengah ini kan
sesuai dengan kajian kita saham negara
nih lebih dari 30% kan
PPN PP badan dan PPHI itu lebih
sudah dikaji malah loh. Jadi cuan
sebenarnya negara
cuan sebenarnya negara kalau ini
diperhatikan dengan baik dan memang bisa
dikapitalisasi gitu.
Oh gua tambah semangat nih.
Oke oke oke oke oke oke oke oke. Kansnya
berapa persen nih bisa kita dapat
apalah ya stimulus dari negara gitu atau
dari danantara. ya ini kita ee selalu
report kepada pemerintah pusat dalam hal
ini kementerian terkait ee kita lagi
akan bikin kegiatan HIPMI bisnis forum
ee dengan dan antara tanggal 3 September
yang akan datang insyaallah Pak Presiden
hadir nanti akan kita suarakan terus
sampai ini jadi kebijakan regulasi
perlu keberpihakan kepung bukan cuma
mikro ya tapi ya ke menengah ini perlu
karena menurut gua darurat
penting negara enggak ada yang maju
kalau pengusahanya lemah
pasti pengusaha lokalnya nya harus maju
lah, enggak ada pilihan lain lah.
Kita meningkatkan 3 ke 10% gimana
caranya kalau yang ada aja terdegradasi?
Katanya UMKM naik kelas, tapi yang
menengahnya terdegradasi, habis itu kita
meningkatkan lagi rasionya dari 3% jadi
10%. Kalau enggak ada formularitas dan
format yang jelas, mimpi aja itu. Gitu.
Ngeri banget nih.
Entar omongan lu disalah artikan loh.
Mengkritik pemerintah. Loh, enggak,
enggak,
enggakak. Kita kan tawarkan konsep gitu
dan kita diminta
ya kan enggak ujuk-ujuk kita diminta
untuk buat konsep ya kita tawarkan
konsepnya
dan bukannya enggak mungkin dan perlu
tentunya pemerintah juga harus ada
investasi lah di situ karena naiknya kan
grow tiga kali lipat tuh dari 3 ke 10%
tiga kali lipat lebih loh itu.
Betul
gila economic effect-nya gede.
Pengurangan pengangguran juga signifikan
tuh begitu terjadi ya. yang terjadi kan
2030 piknya sampai 2045
kan bonus demografi. He.
Artinya usia produktif kita banyak.
Terus kalau investasinya enggak
bertambah, kalau pengusahanya enggak
bertambah, lapangan pekerjaannya ke
mana?
H
nanti kita kirim ini lagi dong, pegawai
lagi ke Arab, ya kan? Jadi buruk kasar
jant. Sedihlah. Sedihlah. Harusnya ada
opportunity duit kita kirim ke SA.
Sedihlah, sedihlah. Janganlah,
sayanglah. Malah nanti negara lain
menikmati otak-otak cerdas kita.
Iya kayak kita yang sudah kita kasih
makan bergizi, Bro.
Woh, kasih makan bergizi. Sekolahnya
murah,
murah. Sekolah raya ada. Tiba-tiba habis
itu kita kirim lagi ke sana.
Nanti bikin roket dari negara lain,
bikin vaksin dari negara lain. Kita rugi
loh. Kita yang kasih makan ya, kita
kasih buku, kasih pendidikan.
Eh, gua gua syok jujur ini gua gua syok
ketua HIPMI ternyata pandangan makronya
luar biasa. Enggel kan belajar dari
Bapak juga sering nonton podcast ya.
Kalau kita enggak ngerti juga gua jujur
gua enggak di luar ekspektasi, Guys.
Jujur, jujur bukannya kenapa-kenapa tapi
gua salut. Respect ee usianya juga masih
muda, belum ada 40 tahun. Ee terakhir,
terakhir ini penting karena kita lihat
kemarin itu di media massa ya, di
radius. Jadi ada media, ada orang yang
apa ya istilahnya mungkin barisan sakit
hati kalau yang gua bilang melihat kok
kayak nyinyir banget gitu. Yang sama
ingin enggak sih yang dia bilang
pengangguran.
Ee pengangguran.
He
itu apa konteksnya ini buat menutupi
kita nih di sini? Kenapa nih kita butuh
nih?
Iya. I
itu apa ya? Apa? Kenapa tiba-tiba banyak
yang ee curhat begitu?
Iya. Nah, jadi ee
kita sudah cek
datanya valid
bahwa itu terjadi karena ada oknum
Heeh.
yang ee beliau masuk HIMI di Jawa Timur
di Malang.
Memang benar join. Bukan ngaku-ngaku
dia.
Enggak masuk. Dia masuk join di HIMI.
Ee terus habis itu ketemu dengan
komunitas teman-teman HIMI yang ada di
sana.
Akhirnya ternyata dia
ketipu lah. Kira-kira gitu. Dia aja
investasi bareng-bareng. He.
Ternyata di luar ekspektasi dia, dia
ternyata ketipu mentah-mentah kira-kira
gitulah. Uangnya hilanglah mungkin
gitulah kira-kira dengan oknum juga yang
di HIPMI gitu yang nota bandnya. Memang
kan kita tadi kan aku sudah ngomong di
awal dengan mengelola orang R000 ini kan
kita juga enggak bisa satu persatu kita
marking gitu kan ini siapa ini siapa
gitu. Nah, ee orang ini langsung mungkin
dia keluar dari HIPMI, dia buat
statement di ee media yang radius itu
bilang HIM pengangguran karena dia sebel
dengan satu orang.
H
tapi dia mengklaim ee organisasinya
secara keseluruhan gitu. yang sudah
dibangun dari tahun 2 53 tahun yang lalu
yang orangnya sekarang yang sudah jadi
menteri mungkin puluhan orang
gitu tapi dia judge gitu satu orang yang
mungkin enggak jelas dan oknum mengejar
eh the whole organisasi HIPMI gitu. Saya
agak kurang ee apa namanya enak
dengarnya itu karena itu aja gitu kan.
HIPMI ini kan dibangun dengan perjuangan
dan berdarah-darah gitu. Masa gara-gara
satu orang yang tidak senang dengan satu
orang lagi yang kita semua enggak kenal
itu siapa, tapi bisa membuat statement
seperti itu dan mengganggu perasaan
kawan-kawan juga yang ada di daerah.
Semoga clear loh, Teman-teman ya. Jadi
ya itu konteksnya ya hubungan individu
di dalam sana. Thank you nih. Thank you
nih Bang Akbar nih sudah meluangkan
waktu kita. Terima kasih nih sudah bisa
datang ke podcast Benix
kasih sharing lah pengalaman
kita. Thank you banget dan tadi ya buat
teman-teman artinya kalau mau join ke
IMI boleh dong ya. Boleh
asal di bawah 41.
Asal di bawah 41
dan punya
iya ada itu aja enggak itu aja syaratnya
dua.
Dan terakhir sebelum gua closing titipan
tolong kalau boleh ngobrol sama Bu Sri
Mulia diskon pajak dong.
Siap. Siap.
Buat pengusaha nih
akan kita suarakan. Siap.
Siap. Thank you banget guys. Semoga
video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam
cuan. Bye bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:54 UTC
Categories
Manage