Kind: captions Language: id Halo, Guys. Jadi, dari kemarin itu lagi ada prahara ya. Ini fresh from the oven yang mengatakan bahwa bank swasta terbesar di Indonesia yang valuasinya di atas 1 kuadriliun itu ya enggak salah lagi Bank BCA itu katanya mau disita sama negara. Jadi, ini betul berita hoak atau rumor doang atau memang kenyataan. Tapi satu yang pasti ya, ini rumor ini berkembang pesat gara-gara ada ahli ekonomi dari satu Universitas Gajah yang ada di Indonesia ya, bukan sepak bola gajah ya, tapi Universitas Gajah ngaku-ngaku ahli ekonomi dan dia bilang pemerintah itu harus ambil ahli Bank BCA. Kenapa? Karena kalau itu diambil ahli sama pemerintah, negara bisa dapat R00 triliun. Gila banget. R00 triliun. Dasar hukumnya apa? Menurut dia ini ada hubungannya dengan prahara BLBI ya. Jadi bantuan likuiditas Bank Indonesia. Jadi buat yang belum tahu ya di tahun '98 itu Indonesia krisis moneter. Nilai tukal rupiah itu anjlok, dolar melambung tinggi dan banyak demonstrasi massal terjadi di mana-mana. Kebakaran, kerusuhan yang ternyata sebagian besar itu juga didanai oleh George Soros. Jadi dia juga salah satu oranglah yang mengambil keuntungan dari sana. Dan salah satu hal yang terjadi ketika itu apa? bursa effect kita collapse. Banyak perusahaan yang bangkrut dan salah satunya bisnis perbankan. Kenapa? Karena kemudian ada namanya bank. Nah, salah satu yang kena ya Bank BCA. Jadi ada Bank RAS dan mereka kalah likuiditas. Namanya juga bis perbankan kan simpan pinjam ya orang nabung di dia, deposito di dia. Habis itu dia pinjamin ke orang. Eh tiba-tiba mendadak orang-orang kabur tarikin duitnya. Mereka enggak mau lagi deposito, enggak mau lagi nabung di bank-bank ya. salah satunya Bank BCA yang akibatnya dia enggak ada lagi likuiditas buat muter dana, bayar bunga, dan lain sebagainya. Jadi, operasional perbankannya terganggu. Pada saat itu, akhirnya mereka sempat diambil alih lah sama negara. Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut, pada suatu masa buat teman-teman yang belum tahu, pemilik Bank BC itu adalah orang terkaya di Indonesia pada suatu masa sampai kemudian terjadi krisis moneter sehingga kemudian kepemilikan Bank BCA itu geser menjadi grupnya Jarum ya yang rokok itu. Jadi sekarang kalau lu lihat Bank BCA yang punya bukan lagi Salim Grup tapi udah Jarum Grup. Nah, perjalanannya juga panjang ke sana, Guys. Jadinya memang negara punya saham di Bank BCA. Cuma ya di tahun 2002, Presiden Megawati itu sepakat tuh menjual 51% sampat membiayai APBN kita yang waktu itu memang butuh banget duit. Nah, satu yang menarik nih, Guys. Sebetulnya penjualan sambang BCA itu duitnya ya udah masuk ke kas negara. Jadi, pada saat itu ada yang namanya KKSK. KKSK ini komite kebijakan sektor keuangan yang intinyalah yang melegitimasi transaksi yang terjadi itu jual beli saham itu. Jadi sebetulnya hasil divestasi saham Bank BCA itu ya udah resmi lah masuk kas negara ada pencatatannya ada tanda terimanya juga. Maka gua jadi heran kalau ada orang yang berkata sebaliknya dasar hukumnya apa. Yang kedua ya pemikiran legalisme lah. Kan kita orang hukum ya. Jadi legalisme. Legalismenya gimana sih sebetulnya? sehingga lu bisa bilang negara bisa merampas balik itu saham yang sudah dijual dan udah ada tanda terimanya, bukti transaksinya dan semuanya juga masuk ke keuangan negara. Sebetulnya ada begitu banyak institusi yang terlibat, Guys, ketika transaksi ini dilakukan. Contoh kalau lu tahu ya, zaman dulu itu ada namanya BPPN, Badan Penyean Perbankan Nasional. Jadi, salah satu dasar hukum juga yang menguatkan transaksi itu ketika pemerintah membentuk BPPN, Guys, lewat Kepres nomor 27 tahun 98. Di sini memang dia dapat mandat nih BPPN untuk merestrukturisasi bank-bank yang bermasalah. Nah, ini kemudian dikuatkan lagi di tahun 99 karena lahir lagi peraturan pemerintah nomor 17 tahun '99 di mana ya pemerintah itu memberi BPPN kekwenangan menjual atau menyelesaikan aset perbankan yang disita. Dan transaksi jual beli saham itu sudah sah, Guys. Karena dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 nih. Ini Undang-Undang tentang perseroan terbatas di mana ya namanya hak pemegang saham yang sah harus dilindungi karena kalau enggak enggak ada kepastian ya bagi investor. Nah, itu guys yang jadi landasan kenapa sebetulnya transaksinya itu udah valid. Makanya gua kaget ketika ada orang bilang kok tiba-tiba negara bisa merampas saham yang sebetulnya ada dijual dan pemegang sahamnya itu ada publik juga loh. Terus gimana dasar hukum atau logika berpikir sehingga dia bilang negara bisa untung sampai berapa 700 triliun. Karena kalau pakai logika ya orang-orang itu kan bilang harusnya Bank BCA itu harganya lebih dari R triliun katanya. Apa iya? Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi, dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ISG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segera bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar sebelum tanggal 31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sekkolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. R00 triliun. Karena kalau pakai logika ya, orang-orang itu kan bilang harusnya Bank BCA itu harganya lebih dari R triliun katanya. Apa? Iya. Karena kalau gua lihat ya, pemegang saham Bank BCA di tahun 2002 itu enggak banyak, Guys. Karena semua orang takut mau pegang saham perbankan. Ya, ingat ya, nuansanya saat itu krisis, moneter, kerusuhan. Ya, orang-orang takutlah. Dan kalau kamu lihat di sini laporannya juga jelas kalau pemegang sahamnya sedikit, saham yang beredar juga cuman 6 miliar seingat gua. Dan kalau lu ingat lagi ya, waktu itu mereka IP itu cuman sekitar Rp14.400 lah. Jadi kalau 1000 perak aja kali 6 miliar lembar. Artinya valuasi perusahaan ini cuma 6 triliun, Guys. Katakan harganya R00 lah. Berarti perusahaan ini cuman bernilai R triliun. Terus di mana pola pikir seorang ahli dari Universitas Gajah yang mengatakan bahwa pada saat itu Bank BCA itu memiliki valuasi R triliun sehingga negara dirugikan kalau jual sahamnya seharga R triliun. Apa betul? Lu sebenarnya udah cek belum sih harga saham Bank BCA 20 tahun yang lalu itu? 25 tahun yang lalu itu berapa perak sih? Lu ngerti enggak sih gimana cara ngitung valuasi perusahaan lu pakai logika yang konyol? Coba deh pikir lagi wahai para ahli-ahli ekonomi profesor, enggak tahu gua dari Universitas Gajah Duduk. Coba lu cek lagi gimana cara basis perhitungan lu? Gua bingung dan gua sedih. Jujur gua sangat menyayangkan kenapa seorang ahli bisa-bisanya enggak mengerti bagaimana cara mengevaluasi sebuah perusahaan. Ya, karena gua ajarin aja ya lu cara memvaluasi perusahaan ya hitung aja ada berapa saham yang beredar kali aja harga sahamnya. Itulah valuasi perusahaan lu. Itu namanya market cap. Buat lu yang bego, yang enggak ngerti dan gua udah pakai segala formula yang ada di kolong langit ini, gua enggak bisa mencapai konklusi bahwa perusahaan ini bernilai 100 triliun. Bingung gua. Kalkulator gua yang salah atau lu aja yang kepintaran. Anyway, lu setuju enggak, Guys, kalau kita bikin video lebih detail tentang prahara saham Bank BCA yang menurut ahli dari Universitas Gajah Duduk katanya negara dirugikan dan katanya negara harus ambil balik gitu. Lu setuju enggak kalau kita bikin video yang lebih detail buat menjawab pertanyaan? Oke, Guys. Kasih pandangan kamu juga dong, menurut lu ini bahaya atau enggak, ya? Karena kalau ini jadi terus berlarut-larut, kenapa harus segera kita bahas? Yang ditakutkan adalah ini bisa kasih presiden buruk nih bagi investor asing, bagi investor dalam negeri tentang bagaimana sih cara pengelolaan corporate di Indonesia ini kok bisa-bisanya ya negara melakukan nasionalisasi terhadap sebuah transaksi yang kemungkinan besar memang legal udah sah terus kok bisa diretroaktifkan mundur lagi dasarnya apa? Gua sih takutnya gini, kalau seandainya ini enggak enggak proper ya dan makin banyak orang yang asal ngomong, lu jangan kaget kalau yg itu bukan tambah naik malah tambah nyungsep, Guys. Well, anyway, lu setuju enggak kalau kita bikin part 2 dan membahas lebih detail tentang prahara saham Bank BCA ini? Dan menurut kalian gimana? Lu setuju enggak kalau negara ambil alih saham Bank BCA gratis? Segera like video ini dan jangan lupa komen di bawah ya, pandangan kalian seperti apa. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]