NEGARA RUGI 19,4 TRILIUN!! Kenapa Antivirus Buatan Indonesia Bisa Runtuh?
MnaBFhv-DR4 • 2025-08-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Negara kita rugi triliunan, Guys. Karena
ada aplikasi karya anak bangsa yang
bukannya dilindungin tapi malah hancur
lebur. Nah, Teman-teman pasti tahu dong
kalau kamu generasi kelahiran tahun-an
pasti tahu yang namanya smadaf.
Antivirus lokal karya asli anak bangsa
yang ringan, cepat, mudah, dan murah
sebetulnya buat dipakai. Kalian kalau
semuanya hobi dan pernah ya colok-colok
flash disk pasti suka tahu tuh ada
namanya zaman di mana kita itu kena
virus terus sampai kemudian datang
eranya virus berontok. Mungkin kamu
ingat ya, virus berontok logonya elang
dan itu menyerang semua komputer yang
ada di planet bumi. Nah, satu-satunya
antivirus yang bisa menaklukkan itu pada
saat itu di zamannya adalah Smadaf. Dan
gua termasuk salah satu orang yang hobi
dan suka dan mantan pengguna Smadaf di
eranya. Tapi sekarang kok makin enggak
kedengaran? Dan kenapa bisa ya negara
kita rugi triliunan? So, kalau lu
penasaran kisah tragis Madaf dan
hubungannya ya dengan bisnis teknologi
di Indonesia, kok bisa ada kerugian
triliunan di sini? Jangan dikip video
ini. Let's check this out.
Jadi, buat teman-teman yang penasaran
ya, Sadaf itu adalah antivirus, karya
asli anak bangsa, orang kelahiran
Kalimantan dan dia bikin ini sebetulnya
bagian dari projject kampusnya. Nah,
jadi Smadev adalah software ya antivirus
yang ditemukan oleh pemuda asli dari
Palangkaraya Kalimantan Tengah. Ini
didirikan di tahun 2006 oleh Zainuddin
Nafarin. Dia adalah foundernya Smadaf
Software. Ini perusahaan spesialis
software developer yang memang
mengembangkan produk-produk untuk
Microsoft Windows yang khusus fokusnya
di bidang keamanan cyber security. Jadi
dia menciptakan second layer security
buat antivirus untuk USB flash disk
komputer dan bahkan mampu ya me-recover
file-file tersembunyi di USB flash disk.
Nah, dia juga mampu mendeteksi malware,
warm, blacklisting, bahkan beberapa
metode-metode yang menyerang sistem
keamanan komputer kalian, ya. Nah,
mayoritas pengguna SMADAf itu memang
adalah orang Indonesia karena memang dia
berfokus untuk menyelesaikan
permasalahan virus-virus yang
dikembangkan oleh hacker lokal. Tapi
sebetulnya ya smadaf ini juga dipakai
loh di beberapa negara lain di luar
Indonesia seperti negara-negara Afrika
dan negara-negara yang ada di Asia
Tenggara. Nah, di zamannya guys ini gua
pakai smadaf itu memang fokusnya buat
membersihkan virus-virus lokal. Karena
beberapa antivirus yang dari luar negeri
kayak Macafe di zaman kita itu terkenal,
Kasperski dari Rusia juga terkenal.
Memang canggih banget sih, tapi mereka
enggak bisa mendeteksi beberapa virus
yang spesifik diciptakan oleh
hacker-hacker lokal di Indonesia.
Contohnya virus berontok. Itu brutal.
Begitu banyak komputer, gua masih ingat
ya, ratusan komputer di laboratorium
kampus kita itu mati rusak coronavirus
brontok. Nah, smadaf ini bisa
menyelesaikan itu. Nah, kenapa smadaf
itu canggih banget ya di masanya ya?
Karena dia fokus di mendeteksi virus
lokal. yang memang seringki tidak
terdeteksi oleh antivirus internasional.
Nah, yang kedua dia itu juga ahli dalam
men-scanning flash drive atau USB kamu
ya. Jadi, Madaf itu punya kemampuan
khusus untuk mendeteksi dan menghapus
virus yang menyebar melalui flash disk
atau USB. Nah, fitur ini sangat berguna,
Guys. Karena di zaman itu banyak dari
kita, ya, mahasiswa atau para pekerja
yang melakukan transfer data ya
menggunakan USB. Kalau di zaman sekarang
ya udah sering transfer data pakai
WhatsApp, pakai email atau sering pakai
GDrive. Terus yang ketiga, Semadaf itu
juga selain menghapus virus juga bisa
memperbaiki registry. Ini sistem yang
rusak ya di Microsoft kalau terluka
akibat serangan virus. Dia juga
mempunyai kemampuan proteksi real time.
Jadi dia bisa memonitor aktivitas
komputer dan mencegah virus masuk secara
langsung. Yang terakhir, smadaf itu
sangat ringan dan sangat efisien karena
smadaf itu file-nya itu ukurannya sangat
ringan, Guys. Jadi, gua ingat gua bisa
bawa ini ke mana aja. Beda dengan Kasper
ski yang gua memang harus pakai CD room
kalau instal zaman dulu dan dia tidak
memakan banyak RAM di komputer kita.
Jadi, bisa digunakan bersamaan dengan
antivirus lain tanpa menurunkan kinerja
PC kita. Nah, buat teman-teman memang
kalau di zaman kita ya, kita pakai
antivirus itu bisa sampai tiga biji
bahkan. Jadi antivirus lokal, smadaf,
antivirus luar negeri, kemungkinan
Kasperski atau Norton atau MF, terus lu
pakai antivirus lagi tambahan lagi
supaya lebih aman lagi. Jadi di zamannya
kalian mungkin anak-anak Genzi enggak
mengalami ini ya karena sekarang udah
makin canggih sistem email kalian.
Yahoo, Google udah makin canggih. Tapi
di era kita karena zaman dulu masih suka
cabut colok, cabut colok USB. Namanya
juga manusia kalau sering cabut colok
bisa kena AIDS, virus yang berbahaya.
Begitupun USB kalau sering cabut colok
ke komputer-komputer lain, apa yang
terjadi? Virus menyebar ke mana-mana.
Jadi pada masanya yang namanya antivirus
seperti ini ya penolong kita. Makanya
jangan heran kalau Sadaf ya cuman dalam
beberapa tahun aja bisa semakin
terkenal, semakin populer dan semakin
banyak penggunanya. Ya karena memang dia
menyelesaikan permasalahan yang ada di
dunia IT saat itu. Penyebaran virus
melalui USB. Tapi yang jadi pertanyaan
guys, kalau sehebat itu semadaf ya,
kenapa saat ini semadaf itu makin
nyungsep, makin bangkrut, enggak pernah
kedengaran lagi? Sebetulnya ada lima
alasan, Guys, kenapa Sadaf ini semakin
menurun popularitasnya. Alasan yang
pertama yaitu kurangnya inovasi. Jadi,
Teman-teman, dari dulu hingga saat ini
SADDADAf itu fokusnya cuma mendeteksi
virus lokal. Enggak ada nih kemauan
mereka buat berinovasi. Dari dulu nih,
logonya, tampilannya Semadaf enggak
pernah berubah, enggak ada rebranding
sama sekali. Jadi, dia enggak kelihatan
fresh, modern, up to date sesuai
perkembangan zaman. Lu bayangin komputer
kita sekarang udah pakai RTX generasi 4,
generasi 5. Komputer keluaran 2025. Jadi
serasa jadul nih kalau kita pakai smadf.
Jadi ini tragedi, Guys. Ini memang orang
Indonesia sayang ya ketika dia bisa
bikin produk bagus tapi packaging-nya
kurang, brandingnya kurang. Strategi ini
enggak ada nih di banyak developer
lokal. Padahal kalau dari segi skill ya
sangat mumpuni sih. Banyak developer
kita yang pintar-pintar dan jago-jago
seperti developers Madaf ini. Ini jadi
masalah karena kemudian virus lokal
perkembangannya sangat lambat. Sudah
tidak ada lagi ancaman dari
hacker-hacker lokal yang mungkin sudah
pensiun atau mati ya kejepit pohon.
Semoga ya itu jadi kenyataan. Nah, terus
yang jadi masalah apa? Masalahnya karena
smadaf itu terlalu fokus di
mengembangkan antivirus buat melawan
virus-virus lokal. Pada perkembangan
zamannya sekarang virus lokal ternyata
semakin sedikit. dan juga tidak
berkembang alias virus lokal
perkembangannya sangat lambat. Ya, ini
kabar baik ya, kemungkinan banyak
hacker-hacker atau pencipta virus lokal
ini yang mati ke sambar petir atau ke
jatuh ketimpa pohon. Ya, itu kabar baik
buat kita semua, Guys. Tetapi buat
Smadaf sendiri ini menjadi ancaman
karena sekarang virus yang paling banyak
berkembang adalah virus internasional.
Dan smadaf karena memang fokusnya hanya
di virus lokal, dia tidak bisa
beradaptasi dan tidak bisa melacak virus
impor ini karena dia tidak memiliki
database khusus untuk mendeteksi virus
internasional. Ya, gua maklum aja sih
karena sih pengembangan ini sifatnya
lokal banget. Mindsetnya juga lokal
banget. Kalau sepak bola kelasnya kelas
startam ya, antar kampung. Jadi bukan
antar kabupaten bahkan ini antar
kampung. Jadi mindsetnya belum mindset
global. Ini yang sayang sih. Padahal
kalau dia punya mindset global, dia
pasti sudah kembangin ini untuk cari
info, cari data, Rand, riset. Virus di
Rusia seperti apa, virus di Jepang
seperti apa, virus di Singapura seperti
apa. Ya, sayangnya ya enggak
dikembangkan aja sih. Gua sih pengin
banget sih invest di perusahaan
Indonesia yang memang punya kapasitas
dan punya visi misi menjadi penguasa
global. Bukan menjadi jagoan kelas
kampung, tapi menguasai planet bumi,
menjajah Singapura, menjajah Malaysia.
Ya dong, kenapa mindsetnya cuma jadi
jagoan kelas kampung? kan sayang. Tapi
ya sudah guys, itu kan jadi pelajaran
bahwa memang inovasi itu harus terus
dilakukan. Continuous learning,
continuous development. Penting.
Organisasi apapun tidak akan bisa
berkembang, tidak akan bisa jadi besar,
tidak akan bisa jadi hebat kalau mereka
stop berinovasi. Ingat ya, inovasi harga
mati. Do it or you will die. Nah, yang
kedua kalau teman-teman ingat ya, pada
zamannya 20 tahun lalu ya, kita itu
mayoritas menggunakan warnet untuk
melakukan akses terhadap internet
berbiaya murah. Karena tidak seperti
sekarang lu bisa akses data dari
handphone atau dari laptop pakai Wii
murah, gratis, tersedia di mana-mana. Lu
ke coffee shop mana pun di Indonesia gua
yakin ada Wii sekarang. Murah banget
sekarang. Tapi zaman dulu itu adalah
luxury. Itu adalah hal yang mewah.
Sehingga kalau lu mau dapat koneksi
internet ya lu ke warnet biayanya murah
6.000 sejam. Tapi coba lu bayangin
sekarang, ada enggak orang mau bayar 1
jam 6.000? Gua yakin enggak? Mendingan
internetan di rumah tidur-tiduran pakai
handphone, selesai beli data. Tetapi di
zaman itu banyak orang mengakses
internet menggunakan warnet. Nah, karena
zaman ini warnet mulai ditinggalkan,
banyak orang sudah memiliki laptop
sendiri, tablet sendiri, handphone
sendiri. Akibatnya pertukaran file
secara masif lewat flash disk USB itu
tidak terjadi lagi. Akibatnya penyebaran
virus lokal yang dulu semakin mereal
lela sudah banyak berkurang. Jadi
maksudnya gini, Guys. Di zaman dulu ya,
karena pakai warnet, namanya juga
komputernya sharing, ya. Jadi satu PC
bisa dipakai 20 orang, 50 orang kan
ganti ganti mereka cuma bayar per jam,
bayar per setengah jam. Ada yang cabut
colok buat instal file MP3, MP3 atau
kerjain tugas kampus atau buat download
film atau buat kirim email. Semua orang
pada cabut colok USB masing-masing di
satu PC yang sama yang digunakan lebih
dari 50 orang setiap harinya. Akibatnya
apa? Kalau ada satu USB aja bawa
penyakit, bawa virus, langsung terdampak
ke 50 orang yang colok di tempat itu
yang sama. Simpel. Sama seperti kalau lu
pergi ke Saritem sebelum dibongkar, ya.
Kalau ada satu orang sudah kena HIV
terus datang pelanggannya 50 orang
sehari, udah pasti 50-nya yang nyolok
itu juga kena HIV. Makanya ini lu
hati-hati sama virus lokal. Nah, ini
juga kejadian di Semadaf. Karena
kemudian banyak orang yang tidak cabut
colok lagi di dunia IT. Mereka sekarang
kirim transfer pakai device
masing-masing di rumah. penyebaran
virus. Jadi tidak segampang itu lagi.
Apalagi sekarang kalau kita lihat
beberapa file hiburan ya. Kalau zaman
dulu harus download manual, cabut colok,
sharing file video, music atau file,
artikel, PDF. Lu sekarang udah bisa dari
rumah sendiri streaming YouTube,
streaming Spotify, MP3, dengar lagu
enggak usah lagi caput colok, download
file. Resiko lu kena virus. Jadi wajar
aja kalau warnet makin sedikit
penggunanya, maka keperluan untuk
memakai smadaf juga berkurang karena
potensi penyebaran virus lokal sudah
tidak ada lagi. Nah, yang ketiga dan ini
yang paling penting ini kenapa gua suka
dengan si Jim Ping, guys. Dia punya The
Great Wall of China. Dia mau membangun
perusahaan IT lokal sehingga dia
menghalangi Google masuk, dia
menghalangi Facebook masuk dan lain
sebagainya. Sehingga orang terpaksa di
sana pakai aplikasi sosial media lokal.
Mereka gak bisa pakai WhatsApp. Mereka
pakai QQ punya Tensen. Mereka pakai
WeChat. Mereka gak bisa pakai YouTube.
Mereka pakai Baidu. Mereka gak bisa
pakai eBay. Mereka pakai Alibaba atau
Taubao. Jadi mereka betul-betul
mengencourage perusahaan lokalnya buat
maju. Tetapi yang di Indonesia apa yang
terjadi? Good news, guys. Kabar spesial
buat kalian karena sekolah Sambenix
season 8 akan segera dibuka dan temanya
luar biasa menarik nih. Khusus buat
teman-teman investor pemula di IASG yang
bingung cara beli saham, investasi dan
bisnis apa yang menarik. Kita akan
membahas tentang mineral berharga dengan
lebih detail lagi. So, buat kamu yang
masih bingung gimana sih cara beli saham
di ASG, gimana sih caranya profit di
ISG, kamu bisa pakai kalkulator
investasi yang ada di
www.skolasahambenix.com.
Pakai di situ, tentukan target investasi
kamu dan kamu bisa lihat bagaimana
caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG.
So, buat kamu yang belum bergabung di
season sebelumnya, ini kesempatan langka
buat segala bergabung. Dari yang
harganya R jutaan, sekarang tinggal R
jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang
pertama yang mendaftar sebelum tanggal
31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu
sekarang juga di
www.sekkolashambenix.com
atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di
bawah ini. Tetapi yang di Indonesia apa
yang terjadi? Kita sekarang semua jadi
budaknya meta. Kita budaknya Facebook,
Instagram, WhatsApp, YouTube, dan lain
sebagainya. Tidak ada kesempatan bagi
developer lokal untuk bisa tumbuh.
Kenapa? Karena enggak ada keberpihakan
dari pemerintah. Nah, itu juga menyerang
smadaf. Teman-teman tahu salah satu
orang terkaya di dunia namanya Bill
Gates. Dia punya software namanya
Microsoft Windows. Ada di semua rumah
yang ada di Indonesia, kecuali gua. Nah,
Microsoft Windows itu datang dengan
software bawaan yang namanya Windows
Defender. Ini antivirus, Made in
Microsoft. Nah, ini kalau udah install
Windows otomatis dapat software ini dan
gratis pula. Buat apalagi lu pakai
smadaf. Sebetulnya ini melanggar
undang-undang persaingan usaha, Guys.
Ini namanya tai in. Ini jadi bahan
skripsi gua dan ini gua gua guat di
pengadilan di Eropa. Kenapa ini enggak
berbahaya? Karena kalau perusahaan besar
selalu melakukan ti ine in dengan
produknya dia bisa mendominasi semua
yang ada di platform itu. Contoh
sekarang lu pakai Android mendominasi
semua bola mata kalian, mendominasi
semua handheld kalian, smartphone
kalian. Google memiliki kekuatan untuk
memaksa lu pakai software email pakainya
Gmail bukan Yahooil. Itu aja udah
curang. Yang kedua, lu terpaksa otomatis
pakainya YouTube. Lu terpaksa otomatis
browser lu pakai Chrome. Padahal
semuanya masih banyak pilihan loh.
Namanya Firefox, namanya Opera, namanya
Chrome, namanya Safari. Ada begitu
banyak pilihan sebetulnya, tetapi lu
dipaksa hanya memakai thaie in produknya
dia. Ini sebetulnya adalah hal yang
ilegal. Kenapa? Di Eropa ini sudah
dikenakan sanksi. Lu menyalahgunakan
posisi monopoli lu sebagai penguasa.
Termasuk ini Windows Defender yang
seharusnya dilarang. Tapi sayangnya di
Indonesia sangat sedikit orang yang
paham tentang Undang-Undang Anti
Persaingan Usaha. Akibatnya apa? Karena
banyak produk-produk thaie in seperti
ini, tidak akan berkembang YouTube versi
lokal, tidak akan berkembang Google
search engine versi lokal tidak akan
berkembang YouTube versi lokal termasuk
tidak akan berkembang antivirus lokal
karena langsung dilindas sama Bill Gates
dan kawan-kawan. Ya, lu jujur aja lah.
Kenapa lu pakai Android? Karena sekarang
lu sudah terjebak di ekosistemnya kan lu
sudah terjebak di ekosistem Gmail, Play
Store, Chrome, YouTube dan lain
sebagainya. Termasuk Google Calendar aja
udah menjebak kita semua. Tetapi ya
itulah realitanya dan ini sebetulnya
harus ada keberpihakan ya dari
pemerintah supaya kita tidak dijajah
secara digital. Ingat loh, 10 perusahaan
terbesar di dunia sekarang lagi bukan
perusahaan yang jualan jagung, gula,
beras, komoditas. Enggak. perusahaan
terbesar di dunia berhubungan dengan IT,
ekspor jasa bukan produk. Dan ini enggak
di-mention sama Donald Trump. Kenapa di
perang dagang itu cuma mention
komoditas-komoditas? Padahal kalau dia
masukkan di situ komponen ekspor jasa,
oh Amerika itu trade surplus, ekspor
iTunes, ekspor Google, ekspor Facebook.
Kalau seluruh dunia itu kan curang
sebetulnya. Tapi sayangnya ya banyak
negara yang sudah terlanjur kadung
dikuasai Google, terlanjur kadung
dikuasai Microsoft ya terima nasib aja.
Tapi ya ini salah satu yang
mengakibatkan banyak developer lokal
kita mati ya. Kalau bersaing sama Bill
Gates orang Palangkaraya ya susah kalau
enggak ada keberpihakan dari pemerintah.
Jadi program ini dulu namanya Microsoft
Security Essential. Kemudian upgrade nih
jadi Windows Defender. Ini betul-betul
canggih sih sebetulnya sejujurnya juga
karena ya wajar aja mereka punya akses
ke sistem back end-nya Microsoft. So
mereka bisa tahu lebih awal kalau ada
program-program Microsoft yang lagi
diserang, Windows lagi diserang. Wajar
dia tahu. Jadi, bahkan saking canggihnya
ya Microsoft Defender ini mereka bahkan
memiliki kemampuan untuk menghentikan
serangan ransomware. Salah satu yang
paling canggih di dunia ya dalam 2 tahun
terakhir di tahun 2023 itu ada ransware
namanya Akira guys. Ini sudah terbukti
berbahaya karena udah bisa mempenetrasi
banyak kampus besar di dunia bahkan
perusahaan tambang energi di dunia itu
bahkan sudah menciptakan banyak kerugian
hingga Rp500 miliar. Lu bayangkan betapa
canggihnya ya Windows Defender ini. Tapi
ya tadi kembali lagi ya keberpihakan itu
mesti ada. Makanya teman-teman jangan
heran ketika di kemudian hari ya Rusia,
negara Rusia tahu nih ini bahaya kalau
seluruh dunia di kolong langit ini
dikuasai oleh Amerika Serikat. Maka
kemudian Rusia melakukan serangan
terhadap Microsoft. Jadi karena
Microsoft Defender itu terlalu canggih
dan Microsoft Defender itu juga diduga
terlibat dalam anti persaingan usaha
yang tidak sehat, ini membuat banyak
perusahaan antivirus di luar negeri
ketar-ketir salah satunya di Rusia. Dan
syukur bagi Rusia bahwa pemerintah
mereka memiliki cukup otak untuk membaca
strategi Amerika dalam menguasai perang
dagang di dunia software. Karena
kemudian otoritas anti monopoli Rusia
itu menyelidiki Microsoft dengan dugaan
telah menyalahgunakan dominasi mereka di
pasar antivirus perangkat lunak. Jadi
Badan Antiimonopoli Federal Rusia yaitu
FAS itu sudah resmi ya mereka
menyelidiki perusahaan Microsoft ini,
Microsoft Defender ini karena mereka
dapat laporan dari perusahaan antivirus
Kasperski yang bermarkas di Moskow. Jadi
di sini teman-teman bisa tahu ya yang
namanya keberpihakan itu penting. Bahkan
kemudian Rusia sendiri membela
perusahaan lokal mereka supaya bisa
bersaing dengan Microsoft. Microsoft
kemudian kena sanksi. Kenapa? karena
mereka melakukan tie in terhadap produk
antivirus mereka. Contohnya apa? Ketika
teman-teman instalasi Windows terbaru
pasti langsung otomatis terinstal suka
enggak suka yang namanya program
Microsoft Windows Defender secara
otomatis. Dan ini sebetulnya melanggar
undang-undang anti persaingan usaha yang
tidak sehat. Nanti kita bahas, Guys,
apakah itu betul yang dilakukan oleh
pemerintah Rusia melakukan investigasi
terhadap Microsoft Windows Defender?
Nanti kita akan bahas lebih detail,
Guys. Karena ini channel investasi kita
ngomong soal duit dan saham. Tapi alasan
keempat dan ini penting dan ini adalah
penyebab kehancuran smadaf itu sendiri
yaitu apa? Beredarnya isu bahwa smadaf
itu sendiri adalah virus. Nah, ini seru
guys. Jadi smadaf ini program antivirus
tapi kalau lu pakai dia bahkan terkadang
ya mendeteksi dirinya sendiri sebagai
virus. Akibatnya orang jadi takut pakai
itu. Gua termasuk salah satu yang
melihat bahwa smadaf itu kok bisa
mendeteksi dirinya sebagai virus bahkan
men-delete dirinya sendiri. Ini konyol
memang. Yang lebih konyol lagi ya memang
ada kemungkinan dilakukan serangan ya
dari perusahaan-perusahaan asing
terhadap perusahaan software lokal.
Karena kalau lu pakai software milik
Windows Defender, dia juga akan
mendeteksi Semadap itu sebagai
antivirus. Waduh, bisnis propaganda ini
cuannya gede, Guys. Jangan anggap remeh.
Makanya jangan heran kalau banyak
perusahaan-perusahaan lokal punya
software install di Windows L dan ini
bersaing dengan produk mereka sendiri.
Contohnya kayak Sadaf, ya. mereka akan
dideteksi sebagai virus corona bisnis
antivirus adalah bisnis triliunan, Guys.
Dan ini, Guys, kenapa penting bagi
pemerintah itu men-support developer
lokal? Karena sebetulnya kayak program
seperti SmadaDAF antivirus ini yang
sekarang sudah ketinggalan zaman itu
sebetulnya punya potensi menghasilkan
duit ribuan triliun, Guys. Lu bisa lihat
di layar kaca. Yang pertama perusahaan
antivirus dari NASDAQ nih, namanya Gen
Digital itu punya valuasi 306 triliun.
Harga sahamnya 30 per lembar saham.
Gila. Yang kedua kita ada trend mikro.
Ini gua pernah pakai juga software-nya.
Valuasinya 146 triliun. Ini perusahaan
dari Jepang. Bahkan yang lebih gila lagi
lu tahu karena perlindungan pemerintah
Rusia terhadap perusahaan software
lokalnya mereka kasih dukungan penuh.
Kasperski yang zaman dulu usernya lebih
dikit lebih sedikit loh kalah daripada
smadaf. Lu tahu hari ini Kasperski itu
penghasilannya 19,4 triliun per tahun.
Gila enggak? Jadi mereka di tahun 2024
aja bisa menghasilkan duit alias devisa
bagi negara Rusia senilai 1,2 billion
dolar, Guys. Jadi ini bukan bisnis
kaleng-kaleng, bisnis cyber security.
Ini bisnis yang sangat gede. Makanya
ketika gua lihat semahdaf itu zaman
dulu, wah ini bisa jadi gede nih. Sayang
mati di tengah jalan. Padahal zamannya
di era itu dia lebih canggih, lebih
banyak penggunanya dibanding Kasperski.
Tetapi sekarang Kasperski karena
didukung oleh negara justru berhasil
mendulang cuan 19 triliun setiap
tahunnya dan dia bisa mempekerjakan
4.300 karyawan. Jadi, lu bayangkan ya,
sebuah perusahaan antivirus bisa punya
ribuan karyawan. Sebetulnya ini bisa
jadi solusi loh penciptaan tenaga kerja
juga di Indonesia. Kalau pemerintah
bingung PHK di mana-mana, lapangan kerja
dibutuhkan. Kalau kita banyak dukung
perusahaan lokal ya seperti ini, wah
bisa jadi jutaan lapangan kerja
tersedia. Karena satu perusahaan
antivirus aja yang lu kira ini bisnis
ecek-ecek, bisnis sampah, no. Ternyata
bisa menyerap 4.000 tenaga kerja dan
mendatangkan penghasilan 19 triliun
alias 1,2 biliun dolar per tahun. Gila
enggak? Nah, tapi satu yang ajaib ya di
negara Kazakhstan ini memang konyol dan
tolol jadi satu ya adanya ya di negara
ini. Ketika kita butuh lapangan kerja,
ketika kita butuh devisa. Apa yang
dilakukan oleh pemerintah negara
Kazakhstan, Guys? Biadab memang mereka
membangun pusat data nasional nih. Dan
untuk melindungi datanya apa yang
dilakukan? Mereka pakai software-nya
Bill Gates. Justru mereka pakai Windows
Defender.
Luar biasa guys. Luar biasa. Lu bisa
bayangin software gratisan bawaan
Microsoft Windows itu dipakai buat
melindungi pusat data nasional kita.
Luar biasa. Kita ini bodohnya bukan
main. Sehingga enggak heran ketika
kemarin terjadi serangan ransomware
melumpuhkan pusat data nasional, Badan
Siber dan Sandi Negara BSSN itu bilang
kenapa mereka bisa diserang? karena
mereka lupa mengaktifkan Windows
Defender. Jadi, itulah luar biasanya
negara Kazakhstan, Guys. Buat melindungi
data lu, mereka pakai software Windows
Defender. Gila, gila, gila. Makanya dari
kemarin gua bilang, gua sih bersyukur ya
Donald Trump bikin perang dagang dan
mereka sampai membawa soal education
list bahwa apa? Indonesia itu harus
upgrade kualitas perlindungan datanya.
Kalau enggak ya udah taruh di negara
lain. Masalah enggak? Enggak. Jepang
lakukan itu, Jerman lakukan itu. Kalau
ada negara lain punya kualitas
perlindungan data yang lebih bagus,
kenapa enggak taruh di sana? Gua sih
dukung ya. Sampai detik ini pun faktanya
lu pakai Google Map udah bertahun-tahun
itu data rumah lu, alamat rumah lu,
alamat kantor lu, alamat istri lu,
alamat selingkuhan lu pun Google tahu.
Masalah enggak? Enggak. Enggak bocor.
Buktinya lu enggak pernah dikirimin
paket palsu, lu enggak pernah dikirimin
bom, lu enggak pernah dikirimin kartu
kredit. Enggak. Karena mereka wajib
melindungi data lu. Kalau sampai bocor
data rumah lu, mereka kena gugat
triliunan. So, I'm very happy with that.
Beda dengan kalau di Kazakhstan. Data
perbankan lu bocor, data telepon lu
bocor, alamat rumah lu, NPWP lu, NIK lu,
sampai rumah orang tua lu aja mereka
bisa tahu. Gila emang Kazakhstan. Tapi
kemudian gua hari gua nge nih. Namanya
juga negara Kazakhstan, Bro.
Perlindungan data nasional aja pakai
software Windows Defender. Goblok. Dan
alasan kenapa kemarin bisa jebol ya
karena lupa mengaktifkan Windows
Defender.
Untunglah ini hanya terjadi di
Kazakhstan lah. Kalau di Indonesia
enggak. Indonesia itu negara yang paling
pintar, canggih, makanya enggak punya
quasi list. Makanya Amerika juga minder
ketemu Indonesia. Kualitas perlindungan
data di Indonesia ini tidak ada yang
mengimbangi, Guys. Beda dengan Jerman
segala macam. Mereka bikin educational
list daftar negara-negara yang kualitas
perlindungan datanya setara atau di atas
Eropa. Hebat. Mereka mengakui ada
beberapa negara yang kualitas
perlindungan datanya di atas standar
Eropa. Jadi kalau lu mau simpan data di
negara itu boleh enggak? Boleh.
Perusahaan Jerman taruh data lu di
Jepang boleh kalau masuk dalam daftar
itu. Tapi Indonesia sampai detik ini
tidak punya daftar educasi list itu.
Karena enggak ada negara di kolong
langit ini yang kualitas perlindungan
datanya setara dengan Indonesia. kan
gila ya. Ini buktilah kehebatan
Indonesia. Nah, yang terakhir guys dan
ini yang paling penting. Yang kelima.
Menurut kalian apa sih alasannya kenapa
SADDAF program software antivirus asli
karya anak bangsa itu gagal maju, gagal
sukses, gagal maju seperti Kasperski
dari Rusia yang punya onszet triliunan
loh setiap tahunnya. Kok bisa? Dan
menurut kalian benar enggak sih yang gua
bilang seharusnya ya program-program
developer-developer lokal ini didukung
dilindungi oleh negara supaya mereka
tidak bersaing langsung dengan monopoli
kelas dunia seperti Microsoft. Lu setuju
enggak sih kalau kita pro berpihak
kepada pengembang lokal? Dan menurut
kalian ya masih ada harapan enggak sih
buat Sadaf ini bisa berkembang
mengalahkan Microsoft Defender itu? atau
memang udah it's too late lah, udah
terlanjur kita dikuasai oleh
software-software buatan asing. Ya sudah
biarkan mati saja. Atau jangan-jangan
ada solusi lain ya supaya makin banyak
developer lokal yang bisa tumbuh besar
seperti Smadaf ini. Yuk guys ditunggu ya
komentar kalian seperti apa. Segera
berikan tanggapan kalian di bawah ini
dan jangan lupa subscribe. Segera
subscribe channel Benix sekarang juga
supaya lu enggak kelewatan video-video
terbaru channel Benix. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:53 UTC
Categories
Manage