NEGARA RUGI 19,4 TRILIUN!! Kenapa Antivirus Buatan Indonesia Bisa Runtuh?
MnaBFhv-DR4 • 2025-08-21
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Negara kita rugi triliunan, Guys. Karena ada aplikasi karya anak bangsa yang bukannya dilindungin tapi malah hancur lebur. Nah, Teman-teman pasti tahu dong kalau kamu generasi kelahiran tahun-an pasti tahu yang namanya smadaf. Antivirus lokal karya asli anak bangsa yang ringan, cepat, mudah, dan murah sebetulnya buat dipakai. Kalian kalau semuanya hobi dan pernah ya colok-colok flash disk pasti suka tahu tuh ada namanya zaman di mana kita itu kena virus terus sampai kemudian datang eranya virus berontok. Mungkin kamu ingat ya, virus berontok logonya elang dan itu menyerang semua komputer yang ada di planet bumi. Nah, satu-satunya antivirus yang bisa menaklukkan itu pada saat itu di zamannya adalah Smadaf. Dan gua termasuk salah satu orang yang hobi dan suka dan mantan pengguna Smadaf di eranya. Tapi sekarang kok makin enggak kedengaran? Dan kenapa bisa ya negara kita rugi triliunan? So, kalau lu penasaran kisah tragis Madaf dan hubungannya ya dengan bisnis teknologi di Indonesia, kok bisa ada kerugian triliunan di sini? Jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi, buat teman-teman yang penasaran ya, Sadaf itu adalah antivirus, karya asli anak bangsa, orang kelahiran Kalimantan dan dia bikin ini sebetulnya bagian dari projject kampusnya. Nah, jadi Smadev adalah software ya antivirus yang ditemukan oleh pemuda asli dari Palangkaraya Kalimantan Tengah. Ini didirikan di tahun 2006 oleh Zainuddin Nafarin. Dia adalah foundernya Smadaf Software. Ini perusahaan spesialis software developer yang memang mengembangkan produk-produk untuk Microsoft Windows yang khusus fokusnya di bidang keamanan cyber security. Jadi dia menciptakan second layer security buat antivirus untuk USB flash disk komputer dan bahkan mampu ya me-recover file-file tersembunyi di USB flash disk. Nah, dia juga mampu mendeteksi malware, warm, blacklisting, bahkan beberapa metode-metode yang menyerang sistem keamanan komputer kalian, ya. Nah, mayoritas pengguna SMADAf itu memang adalah orang Indonesia karena memang dia berfokus untuk menyelesaikan permasalahan virus-virus yang dikembangkan oleh hacker lokal. Tapi sebetulnya ya smadaf ini juga dipakai loh di beberapa negara lain di luar Indonesia seperti negara-negara Afrika dan negara-negara yang ada di Asia Tenggara. Nah, di zamannya guys ini gua pakai smadaf itu memang fokusnya buat membersihkan virus-virus lokal. Karena beberapa antivirus yang dari luar negeri kayak Macafe di zaman kita itu terkenal, Kasperski dari Rusia juga terkenal. Memang canggih banget sih, tapi mereka enggak bisa mendeteksi beberapa virus yang spesifik diciptakan oleh hacker-hacker lokal di Indonesia. Contohnya virus berontok. Itu brutal. Begitu banyak komputer, gua masih ingat ya, ratusan komputer di laboratorium kampus kita itu mati rusak coronavirus brontok. Nah, smadaf ini bisa menyelesaikan itu. Nah, kenapa smadaf itu canggih banget ya di masanya ya? Karena dia fokus di mendeteksi virus lokal. yang memang seringki tidak terdeteksi oleh antivirus internasional. Nah, yang kedua dia itu juga ahli dalam men-scanning flash drive atau USB kamu ya. Jadi, Madaf itu punya kemampuan khusus untuk mendeteksi dan menghapus virus yang menyebar melalui flash disk atau USB. Nah, fitur ini sangat berguna, Guys. Karena di zaman itu banyak dari kita, ya, mahasiswa atau para pekerja yang melakukan transfer data ya menggunakan USB. Kalau di zaman sekarang ya udah sering transfer data pakai WhatsApp, pakai email atau sering pakai GDrive. Terus yang ketiga, Semadaf itu juga selain menghapus virus juga bisa memperbaiki registry. Ini sistem yang rusak ya di Microsoft kalau terluka akibat serangan virus. Dia juga mempunyai kemampuan proteksi real time. Jadi dia bisa memonitor aktivitas komputer dan mencegah virus masuk secara langsung. Yang terakhir, smadaf itu sangat ringan dan sangat efisien karena smadaf itu file-nya itu ukurannya sangat ringan, Guys. Jadi, gua ingat gua bisa bawa ini ke mana aja. Beda dengan Kasper ski yang gua memang harus pakai CD room kalau instal zaman dulu dan dia tidak memakan banyak RAM di komputer kita. Jadi, bisa digunakan bersamaan dengan antivirus lain tanpa menurunkan kinerja PC kita. Nah, buat teman-teman memang kalau di zaman kita ya, kita pakai antivirus itu bisa sampai tiga biji bahkan. Jadi antivirus lokal, smadaf, antivirus luar negeri, kemungkinan Kasperski atau Norton atau MF, terus lu pakai antivirus lagi tambahan lagi supaya lebih aman lagi. Jadi di zamannya kalian mungkin anak-anak Genzi enggak mengalami ini ya karena sekarang udah makin canggih sistem email kalian. Yahoo, Google udah makin canggih. Tapi di era kita karena zaman dulu masih suka cabut colok, cabut colok USB. Namanya juga manusia kalau sering cabut colok bisa kena AIDS, virus yang berbahaya. Begitupun USB kalau sering cabut colok ke komputer-komputer lain, apa yang terjadi? Virus menyebar ke mana-mana. Jadi pada masanya yang namanya antivirus seperti ini ya penolong kita. Makanya jangan heran kalau Sadaf ya cuman dalam beberapa tahun aja bisa semakin terkenal, semakin populer dan semakin banyak penggunanya. Ya karena memang dia menyelesaikan permasalahan yang ada di dunia IT saat itu. Penyebaran virus melalui USB. Tapi yang jadi pertanyaan guys, kalau sehebat itu semadaf ya, kenapa saat ini semadaf itu makin nyungsep, makin bangkrut, enggak pernah kedengaran lagi? Sebetulnya ada lima alasan, Guys, kenapa Sadaf ini semakin menurun popularitasnya. Alasan yang pertama yaitu kurangnya inovasi. Jadi, Teman-teman, dari dulu hingga saat ini SADDADAf itu fokusnya cuma mendeteksi virus lokal. Enggak ada nih kemauan mereka buat berinovasi. Dari dulu nih, logonya, tampilannya Semadaf enggak pernah berubah, enggak ada rebranding sama sekali. Jadi, dia enggak kelihatan fresh, modern, up to date sesuai perkembangan zaman. Lu bayangin komputer kita sekarang udah pakai RTX generasi 4, generasi 5. Komputer keluaran 2025. Jadi serasa jadul nih kalau kita pakai smadf. Jadi ini tragedi, Guys. Ini memang orang Indonesia sayang ya ketika dia bisa bikin produk bagus tapi packaging-nya kurang, brandingnya kurang. Strategi ini enggak ada nih di banyak developer lokal. Padahal kalau dari segi skill ya sangat mumpuni sih. Banyak developer kita yang pintar-pintar dan jago-jago seperti developers Madaf ini. Ini jadi masalah karena kemudian virus lokal perkembangannya sangat lambat. Sudah tidak ada lagi ancaman dari hacker-hacker lokal yang mungkin sudah pensiun atau mati ya kejepit pohon. Semoga ya itu jadi kenyataan. Nah, terus yang jadi masalah apa? Masalahnya karena smadaf itu terlalu fokus di mengembangkan antivirus buat melawan virus-virus lokal. Pada perkembangan zamannya sekarang virus lokal ternyata semakin sedikit. dan juga tidak berkembang alias virus lokal perkembangannya sangat lambat. Ya, ini kabar baik ya, kemungkinan banyak hacker-hacker atau pencipta virus lokal ini yang mati ke sambar petir atau ke jatuh ketimpa pohon. Ya, itu kabar baik buat kita semua, Guys. Tetapi buat Smadaf sendiri ini menjadi ancaman karena sekarang virus yang paling banyak berkembang adalah virus internasional. Dan smadaf karena memang fokusnya hanya di virus lokal, dia tidak bisa beradaptasi dan tidak bisa melacak virus impor ini karena dia tidak memiliki database khusus untuk mendeteksi virus internasional. Ya, gua maklum aja sih karena sih pengembangan ini sifatnya lokal banget. Mindsetnya juga lokal banget. Kalau sepak bola kelasnya kelas startam ya, antar kampung. Jadi bukan antar kabupaten bahkan ini antar kampung. Jadi mindsetnya belum mindset global. Ini yang sayang sih. Padahal kalau dia punya mindset global, dia pasti sudah kembangin ini untuk cari info, cari data, Rand, riset. Virus di Rusia seperti apa, virus di Jepang seperti apa, virus di Singapura seperti apa. Ya, sayangnya ya enggak dikembangkan aja sih. Gua sih pengin banget sih invest di perusahaan Indonesia yang memang punya kapasitas dan punya visi misi menjadi penguasa global. Bukan menjadi jagoan kelas kampung, tapi menguasai planet bumi, menjajah Singapura, menjajah Malaysia. Ya dong, kenapa mindsetnya cuma jadi jagoan kelas kampung? kan sayang. Tapi ya sudah guys, itu kan jadi pelajaran bahwa memang inovasi itu harus terus dilakukan. Continuous learning, continuous development. Penting. Organisasi apapun tidak akan bisa berkembang, tidak akan bisa jadi besar, tidak akan bisa jadi hebat kalau mereka stop berinovasi. Ingat ya, inovasi harga mati. Do it or you will die. Nah, yang kedua kalau teman-teman ingat ya, pada zamannya 20 tahun lalu ya, kita itu mayoritas menggunakan warnet untuk melakukan akses terhadap internet berbiaya murah. Karena tidak seperti sekarang lu bisa akses data dari handphone atau dari laptop pakai Wii murah, gratis, tersedia di mana-mana. Lu ke coffee shop mana pun di Indonesia gua yakin ada Wii sekarang. Murah banget sekarang. Tapi zaman dulu itu adalah luxury. Itu adalah hal yang mewah. Sehingga kalau lu mau dapat koneksi internet ya lu ke warnet biayanya murah 6.000 sejam. Tapi coba lu bayangin sekarang, ada enggak orang mau bayar 1 jam 6.000? Gua yakin enggak? Mendingan internetan di rumah tidur-tiduran pakai handphone, selesai beli data. Tetapi di zaman itu banyak orang mengakses internet menggunakan warnet. Nah, karena zaman ini warnet mulai ditinggalkan, banyak orang sudah memiliki laptop sendiri, tablet sendiri, handphone sendiri. Akibatnya pertukaran file secara masif lewat flash disk USB itu tidak terjadi lagi. Akibatnya penyebaran virus lokal yang dulu semakin mereal lela sudah banyak berkurang. Jadi maksudnya gini, Guys. Di zaman dulu ya, karena pakai warnet, namanya juga komputernya sharing, ya. Jadi satu PC bisa dipakai 20 orang, 50 orang kan ganti ganti mereka cuma bayar per jam, bayar per setengah jam. Ada yang cabut colok buat instal file MP3, MP3 atau kerjain tugas kampus atau buat download film atau buat kirim email. Semua orang pada cabut colok USB masing-masing di satu PC yang sama yang digunakan lebih dari 50 orang setiap harinya. Akibatnya apa? Kalau ada satu USB aja bawa penyakit, bawa virus, langsung terdampak ke 50 orang yang colok di tempat itu yang sama. Simpel. Sama seperti kalau lu pergi ke Saritem sebelum dibongkar, ya. Kalau ada satu orang sudah kena HIV terus datang pelanggannya 50 orang sehari, udah pasti 50-nya yang nyolok itu juga kena HIV. Makanya ini lu hati-hati sama virus lokal. Nah, ini juga kejadian di Semadaf. Karena kemudian banyak orang yang tidak cabut colok lagi di dunia IT. Mereka sekarang kirim transfer pakai device masing-masing di rumah. penyebaran virus. Jadi tidak segampang itu lagi. Apalagi sekarang kalau kita lihat beberapa file hiburan ya. Kalau zaman dulu harus download manual, cabut colok, sharing file video, music atau file, artikel, PDF. Lu sekarang udah bisa dari rumah sendiri streaming YouTube, streaming Spotify, MP3, dengar lagu enggak usah lagi caput colok, download file. Resiko lu kena virus. Jadi wajar aja kalau warnet makin sedikit penggunanya, maka keperluan untuk memakai smadaf juga berkurang karena potensi penyebaran virus lokal sudah tidak ada lagi. Nah, yang ketiga dan ini yang paling penting ini kenapa gua suka dengan si Jim Ping, guys. Dia punya The Great Wall of China. Dia mau membangun perusahaan IT lokal sehingga dia menghalangi Google masuk, dia menghalangi Facebook masuk dan lain sebagainya. Sehingga orang terpaksa di sana pakai aplikasi sosial media lokal. Mereka gak bisa pakai WhatsApp. Mereka pakai QQ punya Tensen. Mereka pakai WeChat. Mereka gak bisa pakai YouTube. Mereka pakai Baidu. Mereka gak bisa pakai eBay. Mereka pakai Alibaba atau Taubao. Jadi mereka betul-betul mengencourage perusahaan lokalnya buat maju. Tetapi yang di Indonesia apa yang terjadi? Good news, guys. Kabar spesial buat kalian karena sekolah Sambenix season 8 akan segera dibuka dan temanya luar biasa menarik nih. Khusus buat teman-teman investor pemula di IASG yang bingung cara beli saham, investasi dan bisnis apa yang menarik. Kita akan membahas tentang mineral berharga dengan lebih detail lagi. So, buat kamu yang masih bingung gimana sih cara beli saham di ASG, gimana sih caranya profit di ISG, kamu bisa pakai kalkulator investasi yang ada di www.skolasahambenix.com. Pakai di situ, tentukan target investasi kamu dan kamu bisa lihat bagaimana caranya kamu bisa mendulang cuan di ISG. So, buat kamu yang belum bergabung di season sebelumnya, ini kesempatan langka buat segala bergabung. Dari yang harganya R jutaan, sekarang tinggal R jutaan saja. Ingat ya, khusus 25 orang pertama yang mendaftar sebelum tanggal 31 Agustus 2025. Segera daftarkan dirimu sekarang juga di www.sekkolashambenix.com atau hubungi nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Tetapi yang di Indonesia apa yang terjadi? Kita sekarang semua jadi budaknya meta. Kita budaknya Facebook, Instagram, WhatsApp, YouTube, dan lain sebagainya. Tidak ada kesempatan bagi developer lokal untuk bisa tumbuh. Kenapa? Karena enggak ada keberpihakan dari pemerintah. Nah, itu juga menyerang smadaf. Teman-teman tahu salah satu orang terkaya di dunia namanya Bill Gates. Dia punya software namanya Microsoft Windows. Ada di semua rumah yang ada di Indonesia, kecuali gua. Nah, Microsoft Windows itu datang dengan software bawaan yang namanya Windows Defender. Ini antivirus, Made in Microsoft. Nah, ini kalau udah install Windows otomatis dapat software ini dan gratis pula. Buat apalagi lu pakai smadaf. Sebetulnya ini melanggar undang-undang persaingan usaha, Guys. Ini namanya tai in. Ini jadi bahan skripsi gua dan ini gua gua guat di pengadilan di Eropa. Kenapa ini enggak berbahaya? Karena kalau perusahaan besar selalu melakukan ti ine in dengan produknya dia bisa mendominasi semua yang ada di platform itu. Contoh sekarang lu pakai Android mendominasi semua bola mata kalian, mendominasi semua handheld kalian, smartphone kalian. Google memiliki kekuatan untuk memaksa lu pakai software email pakainya Gmail bukan Yahooil. Itu aja udah curang. Yang kedua, lu terpaksa otomatis pakainya YouTube. Lu terpaksa otomatis browser lu pakai Chrome. Padahal semuanya masih banyak pilihan loh. Namanya Firefox, namanya Opera, namanya Chrome, namanya Safari. Ada begitu banyak pilihan sebetulnya, tetapi lu dipaksa hanya memakai thaie in produknya dia. Ini sebetulnya adalah hal yang ilegal. Kenapa? Di Eropa ini sudah dikenakan sanksi. Lu menyalahgunakan posisi monopoli lu sebagai penguasa. Termasuk ini Windows Defender yang seharusnya dilarang. Tapi sayangnya di Indonesia sangat sedikit orang yang paham tentang Undang-Undang Anti Persaingan Usaha. Akibatnya apa? Karena banyak produk-produk thaie in seperti ini, tidak akan berkembang YouTube versi lokal, tidak akan berkembang Google search engine versi lokal tidak akan berkembang YouTube versi lokal termasuk tidak akan berkembang antivirus lokal karena langsung dilindas sama Bill Gates dan kawan-kawan. Ya, lu jujur aja lah. Kenapa lu pakai Android? Karena sekarang lu sudah terjebak di ekosistemnya kan lu sudah terjebak di ekosistem Gmail, Play Store, Chrome, YouTube dan lain sebagainya. Termasuk Google Calendar aja udah menjebak kita semua. Tetapi ya itulah realitanya dan ini sebetulnya harus ada keberpihakan ya dari pemerintah supaya kita tidak dijajah secara digital. Ingat loh, 10 perusahaan terbesar di dunia sekarang lagi bukan perusahaan yang jualan jagung, gula, beras, komoditas. Enggak. perusahaan terbesar di dunia berhubungan dengan IT, ekspor jasa bukan produk. Dan ini enggak di-mention sama Donald Trump. Kenapa di perang dagang itu cuma mention komoditas-komoditas? Padahal kalau dia masukkan di situ komponen ekspor jasa, oh Amerika itu trade surplus, ekspor iTunes, ekspor Google, ekspor Facebook. Kalau seluruh dunia itu kan curang sebetulnya. Tapi sayangnya ya banyak negara yang sudah terlanjur kadung dikuasai Google, terlanjur kadung dikuasai Microsoft ya terima nasib aja. Tapi ya ini salah satu yang mengakibatkan banyak developer lokal kita mati ya. Kalau bersaing sama Bill Gates orang Palangkaraya ya susah kalau enggak ada keberpihakan dari pemerintah. Jadi program ini dulu namanya Microsoft Security Essential. Kemudian upgrade nih jadi Windows Defender. Ini betul-betul canggih sih sebetulnya sejujurnya juga karena ya wajar aja mereka punya akses ke sistem back end-nya Microsoft. So mereka bisa tahu lebih awal kalau ada program-program Microsoft yang lagi diserang, Windows lagi diserang. Wajar dia tahu. Jadi, bahkan saking canggihnya ya Microsoft Defender ini mereka bahkan memiliki kemampuan untuk menghentikan serangan ransomware. Salah satu yang paling canggih di dunia ya dalam 2 tahun terakhir di tahun 2023 itu ada ransware namanya Akira guys. Ini sudah terbukti berbahaya karena udah bisa mempenetrasi banyak kampus besar di dunia bahkan perusahaan tambang energi di dunia itu bahkan sudah menciptakan banyak kerugian hingga Rp500 miliar. Lu bayangkan betapa canggihnya ya Windows Defender ini. Tapi ya tadi kembali lagi ya keberpihakan itu mesti ada. Makanya teman-teman jangan heran ketika di kemudian hari ya Rusia, negara Rusia tahu nih ini bahaya kalau seluruh dunia di kolong langit ini dikuasai oleh Amerika Serikat. Maka kemudian Rusia melakukan serangan terhadap Microsoft. Jadi karena Microsoft Defender itu terlalu canggih dan Microsoft Defender itu juga diduga terlibat dalam anti persaingan usaha yang tidak sehat, ini membuat banyak perusahaan antivirus di luar negeri ketar-ketir salah satunya di Rusia. Dan syukur bagi Rusia bahwa pemerintah mereka memiliki cukup otak untuk membaca strategi Amerika dalam menguasai perang dagang di dunia software. Karena kemudian otoritas anti monopoli Rusia itu menyelidiki Microsoft dengan dugaan telah menyalahgunakan dominasi mereka di pasar antivirus perangkat lunak. Jadi Badan Antiimonopoli Federal Rusia yaitu FAS itu sudah resmi ya mereka menyelidiki perusahaan Microsoft ini, Microsoft Defender ini karena mereka dapat laporan dari perusahaan antivirus Kasperski yang bermarkas di Moskow. Jadi di sini teman-teman bisa tahu ya yang namanya keberpihakan itu penting. Bahkan kemudian Rusia sendiri membela perusahaan lokal mereka supaya bisa bersaing dengan Microsoft. Microsoft kemudian kena sanksi. Kenapa? karena mereka melakukan tie in terhadap produk antivirus mereka. Contohnya apa? Ketika teman-teman instalasi Windows terbaru pasti langsung otomatis terinstal suka enggak suka yang namanya program Microsoft Windows Defender secara otomatis. Dan ini sebetulnya melanggar undang-undang anti persaingan usaha yang tidak sehat. Nanti kita bahas, Guys, apakah itu betul yang dilakukan oleh pemerintah Rusia melakukan investigasi terhadap Microsoft Windows Defender? Nanti kita akan bahas lebih detail, Guys. Karena ini channel investasi kita ngomong soal duit dan saham. Tapi alasan keempat dan ini penting dan ini adalah penyebab kehancuran smadaf itu sendiri yaitu apa? Beredarnya isu bahwa smadaf itu sendiri adalah virus. Nah, ini seru guys. Jadi smadaf ini program antivirus tapi kalau lu pakai dia bahkan terkadang ya mendeteksi dirinya sendiri sebagai virus. Akibatnya orang jadi takut pakai itu. Gua termasuk salah satu yang melihat bahwa smadaf itu kok bisa mendeteksi dirinya sebagai virus bahkan men-delete dirinya sendiri. Ini konyol memang. Yang lebih konyol lagi ya memang ada kemungkinan dilakukan serangan ya dari perusahaan-perusahaan asing terhadap perusahaan software lokal. Karena kalau lu pakai software milik Windows Defender, dia juga akan mendeteksi Semadap itu sebagai antivirus. Waduh, bisnis propaganda ini cuannya gede, Guys. Jangan anggap remeh. Makanya jangan heran kalau banyak perusahaan-perusahaan lokal punya software install di Windows L dan ini bersaing dengan produk mereka sendiri. Contohnya kayak Sadaf, ya. mereka akan dideteksi sebagai virus corona bisnis antivirus adalah bisnis triliunan, Guys. Dan ini, Guys, kenapa penting bagi pemerintah itu men-support developer lokal? Karena sebetulnya kayak program seperti SmadaDAF antivirus ini yang sekarang sudah ketinggalan zaman itu sebetulnya punya potensi menghasilkan duit ribuan triliun, Guys. Lu bisa lihat di layar kaca. Yang pertama perusahaan antivirus dari NASDAQ nih, namanya Gen Digital itu punya valuasi 306 triliun. Harga sahamnya 30 per lembar saham. Gila. Yang kedua kita ada trend mikro. Ini gua pernah pakai juga software-nya. Valuasinya 146 triliun. Ini perusahaan dari Jepang. Bahkan yang lebih gila lagi lu tahu karena perlindungan pemerintah Rusia terhadap perusahaan software lokalnya mereka kasih dukungan penuh. Kasperski yang zaman dulu usernya lebih dikit lebih sedikit loh kalah daripada smadaf. Lu tahu hari ini Kasperski itu penghasilannya 19,4 triliun per tahun. Gila enggak? Jadi mereka di tahun 2024 aja bisa menghasilkan duit alias devisa bagi negara Rusia senilai 1,2 billion dolar, Guys. Jadi ini bukan bisnis kaleng-kaleng, bisnis cyber security. Ini bisnis yang sangat gede. Makanya ketika gua lihat semahdaf itu zaman dulu, wah ini bisa jadi gede nih. Sayang mati di tengah jalan. Padahal zamannya di era itu dia lebih canggih, lebih banyak penggunanya dibanding Kasperski. Tetapi sekarang Kasperski karena didukung oleh negara justru berhasil mendulang cuan 19 triliun setiap tahunnya dan dia bisa mempekerjakan 4.300 karyawan. Jadi, lu bayangkan ya, sebuah perusahaan antivirus bisa punya ribuan karyawan. Sebetulnya ini bisa jadi solusi loh penciptaan tenaga kerja juga di Indonesia. Kalau pemerintah bingung PHK di mana-mana, lapangan kerja dibutuhkan. Kalau kita banyak dukung perusahaan lokal ya seperti ini, wah bisa jadi jutaan lapangan kerja tersedia. Karena satu perusahaan antivirus aja yang lu kira ini bisnis ecek-ecek, bisnis sampah, no. Ternyata bisa menyerap 4.000 tenaga kerja dan mendatangkan penghasilan 19 triliun alias 1,2 biliun dolar per tahun. Gila enggak? Nah, tapi satu yang ajaib ya di negara Kazakhstan ini memang konyol dan tolol jadi satu ya adanya ya di negara ini. Ketika kita butuh lapangan kerja, ketika kita butuh devisa. Apa yang dilakukan oleh pemerintah negara Kazakhstan, Guys? Biadab memang mereka membangun pusat data nasional nih. Dan untuk melindungi datanya apa yang dilakukan? Mereka pakai software-nya Bill Gates. Justru mereka pakai Windows Defender. Luar biasa guys. Luar biasa. Lu bisa bayangin software gratisan bawaan Microsoft Windows itu dipakai buat melindungi pusat data nasional kita. Luar biasa. Kita ini bodohnya bukan main. Sehingga enggak heran ketika kemarin terjadi serangan ransomware melumpuhkan pusat data nasional, Badan Siber dan Sandi Negara BSSN itu bilang kenapa mereka bisa diserang? karena mereka lupa mengaktifkan Windows Defender. Jadi, itulah luar biasanya negara Kazakhstan, Guys. Buat melindungi data lu, mereka pakai software Windows Defender. Gila, gila, gila. Makanya dari kemarin gua bilang, gua sih bersyukur ya Donald Trump bikin perang dagang dan mereka sampai membawa soal education list bahwa apa? Indonesia itu harus upgrade kualitas perlindungan datanya. Kalau enggak ya udah taruh di negara lain. Masalah enggak? Enggak. Jepang lakukan itu, Jerman lakukan itu. Kalau ada negara lain punya kualitas perlindungan data yang lebih bagus, kenapa enggak taruh di sana? Gua sih dukung ya. Sampai detik ini pun faktanya lu pakai Google Map udah bertahun-tahun itu data rumah lu, alamat rumah lu, alamat kantor lu, alamat istri lu, alamat selingkuhan lu pun Google tahu. Masalah enggak? Enggak. Enggak bocor. Buktinya lu enggak pernah dikirimin paket palsu, lu enggak pernah dikirimin bom, lu enggak pernah dikirimin kartu kredit. Enggak. Karena mereka wajib melindungi data lu. Kalau sampai bocor data rumah lu, mereka kena gugat triliunan. So, I'm very happy with that. Beda dengan kalau di Kazakhstan. Data perbankan lu bocor, data telepon lu bocor, alamat rumah lu, NPWP lu, NIK lu, sampai rumah orang tua lu aja mereka bisa tahu. Gila emang Kazakhstan. Tapi kemudian gua hari gua nge nih. Namanya juga negara Kazakhstan, Bro. Perlindungan data nasional aja pakai software Windows Defender. Goblok. Dan alasan kenapa kemarin bisa jebol ya karena lupa mengaktifkan Windows Defender. Untunglah ini hanya terjadi di Kazakhstan lah. Kalau di Indonesia enggak. Indonesia itu negara yang paling pintar, canggih, makanya enggak punya quasi list. Makanya Amerika juga minder ketemu Indonesia. Kualitas perlindungan data di Indonesia ini tidak ada yang mengimbangi, Guys. Beda dengan Jerman segala macam. Mereka bikin educational list daftar negara-negara yang kualitas perlindungan datanya setara atau di atas Eropa. Hebat. Mereka mengakui ada beberapa negara yang kualitas perlindungan datanya di atas standar Eropa. Jadi kalau lu mau simpan data di negara itu boleh enggak? Boleh. Perusahaan Jerman taruh data lu di Jepang boleh kalau masuk dalam daftar itu. Tapi Indonesia sampai detik ini tidak punya daftar educasi list itu. Karena enggak ada negara di kolong langit ini yang kualitas perlindungan datanya setara dengan Indonesia. kan gila ya. Ini buktilah kehebatan Indonesia. Nah, yang terakhir guys dan ini yang paling penting. Yang kelima. Menurut kalian apa sih alasannya kenapa SADDAF program software antivirus asli karya anak bangsa itu gagal maju, gagal sukses, gagal maju seperti Kasperski dari Rusia yang punya onszet triliunan loh setiap tahunnya. Kok bisa? Dan menurut kalian benar enggak sih yang gua bilang seharusnya ya program-program developer-developer lokal ini didukung dilindungi oleh negara supaya mereka tidak bersaing langsung dengan monopoli kelas dunia seperti Microsoft. Lu setuju enggak sih kalau kita pro berpihak kepada pengembang lokal? Dan menurut kalian ya masih ada harapan enggak sih buat Sadaf ini bisa berkembang mengalahkan Microsoft Defender itu? atau memang udah it's too late lah, udah terlanjur kita dikuasai oleh software-software buatan asing. Ya sudah biarkan mati saja. Atau jangan-jangan ada solusi lain ya supaya makin banyak developer lokal yang bisa tumbuh besar seperti Smadaf ini. Yuk guys ditunggu ya komentar kalian seperti apa. Segera berikan tanggapan kalian di bawah ini dan jangan lupa subscribe. Segera subscribe channel Benix sekarang juga supaya lu enggak kelewatan video-video terbaru channel Benix. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories