IT'S NOT CORRUPTION!! Diabetes That Is Silently Destroying the Indonesian Economy
0onXHuT7diU • 2025-08-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Jadi, hari ini kita lagi
dalam perjalanan
menuju Asosiasi Para Petani Kelapa di
seluruh Indonesia. Karena lagi pada seru
nih gosip berkaitan dengan ya mau
dilarang ekspor katanya ya. Kita sih
jujur ya teman-teman mungkin sudah
ngerasa ya harga apa sih susu dari
kelapa santen, bahkan kelapa di pasar
juga udah banyak ibu-ibu yang komplain
harganya naik terus. Tapi di sisi lain
juga harus paham petani itu banyak yang
enggak kedapatan
bisa dibilang profit lah. Karena harga
kelapa yang udah-udah itu murah terus.
Bahkan di beberapa daerah gua ketemu
harga bisa sampai Rp1.000 Rp1.000 per
butir. Itu sedih banget loh. Rp1.000 per
butir. Bayangin ya. Padahal begitu
dibawa ke luar negeri harganya bahkan
bisa sampai Rp50.000 R per butir.
Jadi sekarang harga kelapa itu naik
tinggi dan karena naik tinggi, kenapa
bisa naik tinggi? Karena diekspor ya
utamanya ke Cina. Karena di China itu
lagi ngetren bikin namanya susu
berbasiskan kelapa. Kalau kamu tahu
lakin coffee itu kayak Starbucks-nya
lah. Kalau di Indonesia yang lagi
ngetren di di Cina itu namanya Lakin
Coffee. Orang Cina lagi pada ngetren
minum kopi pakai susu dari kelapa. Jadi
Coco Milk. Nah, coconut milk ini
ternyata karena orderannya begitu
banyak, begitu masif, banyak petani
petani di Indonesia, pengepul kelapa di
Indonesia berlomba-lomba ekspor ke
China. Tetapi akibatnya pedagang
tradisional di Indonesia enggak kebagian
barang.
Karena barang langka. Hukum supply and
demand suplainya berkurang. Demand-nya
masih tinggi di Indonesia. Akibatnya
harga kelapa di Indonesia naik tinggi.
Bahkan yang di beberapa daerah itu gua
ketemu bisa sampai 25.000 loh per butir
kelapa. Lu bayangin per butir kelapa
Rp25.000. Wah, pasti sudah tahu dong
yang komplain siapa? Ibu-ibu rumah
tangga yang hobinya masak.
Restoran warung Padang. Gua yakin banyak
yang stres karena jualannya masakan
pakai santen.
Cuman kalau dipikir lagi gini, kan
banyak ibu-ibu yang protes karena
harganya mahal.
Jadi maunya gimana? Maunya harganya
murah. Nah, kalau maunya harganya murah
berarti kita memilih untuk
memiskinkan petani dong. Petani kelapa
sudah bertahun-tahun
miskin, enggak menikmati cuan besarlah.
Nah, inilah momentumnya mereka. Enggak
ada setiap saat, enggak setiap hari
juga. Ya, kebetulan trendingnya aja di
China lagi pakai coconut milk, lagi
ngetren minum pakai santan, lagi ngetren
minum pakai air kelapa.
Dan kalau gua pribadi ditanya, gua sih
lebih memilih petaninya kaya raya,
petaninya cuan. Kenapa?
Ya, pilihan selama ini mereka menikmati
atau tidak. Ternyata tidak. Dan beda ya
dengan petani kelapa sawit ya. Kelapa
sawit itu rata-rata satu orang punya
minimal 2 hektar.
Tapi kalau ngomongin kelapa sawit ya
mayoritas ya bukan muka-muka yang
orang-orang yang susah. Orang yang udah
bertani kelapa sawit ya rata-rata ya
kalangan menengah bukan kalangan bawah.
Beda dengan kalau kita bicara kelapa.
Buktinya apa? Simpel. Lu kalau hari ini
ngomong perusahaan kelapa sawit di
Indonesia yang Tbk banyak guys. Lu tahu
ada punya Salim lu tahu punya Sinarmas
lu tahu punya Triputra apalagi ya?
Ya, macam-macamlah. Di Indonesia ada
begitu banyak perusahaan sawit, terutama
Austindo misalkan NJT. Kita sudah pernah
ke kebunnya. Jadi kalau ngomongin kelapa
sawit banyak perusahaan skala besar ada
enterprise besar ada Omzet triliunan
banyak. Jadi kalau kita ngomongin kelapa
doang yang dikomplain sama ibu-ibu, ada
enggak kelapa yang enterprise level
yang perusahaan super besar? Jujur
hampir enggak kedengaran. Mungkin
beberapa lu tahulah ada yang di
Kepulauan Riau yang suka lu minum.
Minumannya ada tuh di toko-toko retail
hari ini yang belakangnya Koco.
Ya, itulah mungkin yang paling besar di
Indonesia di skala enterprise. Tetapi
mayoritas petani kelapa di Indonesia itu
levelnya bukan menengah atas. Mayoritas
orang yang bertani kelapa di Indonesia
bukan perusahaan besar. Mayoritas yang
bertani kelapa di Indonesia itu adalah
kalangan bawah. Nah, kalangan bawah ini
enggak pernah menikmati harga kelapa
tinggi. Sama seperti petani beras enggak
pernah menikmati harga tinggi. Sekarang
gara-gara bulok banyak nyerap beras dari
petani, langsung harga gaba naik. Bahkan
di berapa tiket sampai R7.000. Lu
bayangin Rp7.000
per kilo gabah. Kalau ke dulu-dulu
berapa harganya, Pak? Cuman Rp2.000,
Rp3.000 per kilo gabah. Hari ini gabah
itu sampai R7.000 R000 per kilonya ya.
Paling buruk pun ada juga yang 6.000-an.
Tapi ya at least itu udah dua kali lipat
lebih tinggi dibandingkan masa lalu.
Nah, sekarang petani padi, petani beras
itu banyak yang happy. Kalau bicara
petani kelapa sekarang gilirannya mereka
mau happy, boleh enggak? Menurut gua ya
bolehlah. Udah bertahun-tahun mereka
jual kelapa itu per butir 500 perak,
1.000 perak.
Kan enggak fair sekarang ketika mereka
naik barang yang ngetren, mereka mau
menikmati profit dari hasil kelapanya.
Ingat ya, ini mayoritas bukan perusahaan
besar loh yang bertani kelapa. Mayoritas
adalah petani kecil. Kok enggak boleh?
Kok salah? Kok sampai dilarang ekspor?
Gua enggak setuju. Gua mendukung, gua
sangat mendukung, ulangi lagi ya. Gua
sangat mendukung petani kecil di
Indonesia ya bisa profit.
Kenapa harus dialang-alangin? Kenapa
harus dilarang ekspor? So what? Jangan
dong. Mereka udah bertahun-tahun pasang
badan supaya lu bisa makan rendang
murah, supaya lu bisa makan ayam gule
murah, supaya lu bisa makan ketupat
murah. Terus sekarang
mereka mau menikmati profitnya udah
bertahun-tahun mereka hidup susah, masa
dilarang-larang. Gua sih enggak setuju.
Jadi ya sekali lagi ya, gua sangat
mendukung hilirisasi. Gua sangat
mendukung kalau petani itu maju
dan ya kalau seandainya memang ada yang
enggak terima itu harusnya jangan
dibuang ke pasar ekspor dong. Ya udah
bikin dong industri turunannya di
Indonesia. Bikin dong hilirisasinya di
Indonesia. Simpel dong.
Semudah itu. Nah, satu lagi yang gua mau
mention hari ini khusus nih spesial ya.
Karena tadi habis ketemu ngobrol sama
teman kita, ternyata orang yang kena
diabetes di Indonesia itu jumlahnya
makin meningkat. Parah, Guys.
Akibatnya ini bisa menekan duit kita
juga. Karena lu kan bayar pajak. Duit
pajak lu ternyata dipakai buat bayar
BPJS. Orang sakit-sakitan BPJS. Nah,
mayoritas dibayarin buat penyakit yang
berhubungan dengan gula yaitu apa? Data
diabetes,
stroke, kolesterol,
bahkan gagal ginjal. Nah, ternyata ya
angka diabetes di Indonesia itu semakin
mengkhawatirkan. Dan gua sih sepakat loh
kemarin tuh bahkan sampai ada ormas ya
yang demo menolak Indonesia itu
membatasi gulanya di snack-snack di
minuman. Kalau gua setuju at least
dikasih warning label lah. Sama seperti
rokok. Lu kan kalau merokok ada warning
label kan. Hei hati-hati ya bisa kanker
lu. He hati-hati ya bisa stroke ya.
Rokok aja yang sedemikian adiktifnya
aja. Pemerintah itu ngasih cukai.
Pemerintah membatasi iklannya.
pemerintah membatasi peredarannya. Nah,
sekarang ada pembunuh yang lebih
mengerikan dibandingkan rokok namanya
gula. Pertanyaannya, kenapa gula enggak
kita batasin juga? Ya kan itu juga
sama-sama adiktif, sama-sama merusak
kesehatan, dan ujung-ujungnya sama-sama
juga menyedot duit pajak lu buat bayar
BPJS.
Tapi kenapa enggak dibatasin? Ya, Guys,
gua sih sedih ya. Apalagi kemarin tuh
ada ormas yang sampai demo menentang itu
ya. Gua tahulah namanya juga pengusaha
kan penginnya untung. Kalau gula
dikurangin orang jadi enggak beli produk
mereka lagi. Tapi kan negara kita mau
jadi negara maju ya. Singapura itu sudah
menerapkan warna-warni gula. So kalau
seandainya gula lu banyak berarti
nutrisi lu rendah. Lu berbahaya buat
kesehatan. ada rankingnya A B C D dan
semua wajib pakai label itu. Mau lu
jualan es krim, jualan jualan biskuit,
jualan snack, wajib dilabelin tuh
produk-produk makanan ringan lu atau
minuman lu. Nah, Singapura aja berani
loh demi melindungi kesehatan rakyatnya
ya, mereka membatasi dan
menginformasikan tentang bahayanya gula.
So, gua pikir ya kan Indonesia hari-hari
ini lagi auranya ini menghemat anggaran.
Kapa enggak kita lakukan juga supaya
beban subsidi negara nih buat BPJS yang
kemarin sempat dikomplain juga sama Sri
Mulyani sempat bilang APBD daerah juga
ikut patungan dong bayar ini buat BPJS.
Kenapa? Ya karena udah betul-betul
merongrong nih BPJS kita biaya kesehatan
itu udah semakin mahal di republik kita
ya. Tadi kita habis buka data juga ya.
Rumah Sakit Indonesia top three lah.
Rumah sakit Indonesia ternyata mayoritas
itu bleeding, Guys. Gara-gara pasien
BPJS ini. Gua juga kaget pas lihat
datanya. Hah? Gua kira ini rumah sakit
menengah atas, Guys. Ternyata gua enggak
sebut merek, ya. Karena itu perusahaan
Tbk, ya. Tapi ternyata lebih dari 50%
revenue dia itu didapetin dari BPJS. Dan
ini kan enggak enggak baik. Kenapa? Good
news nih, Guys. Buat kamu para investor
saham yang mau bergabung di Benix
Investor Group, sekarang kita ada diskon
khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama
yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025.
Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya
bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang
tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu
apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang
juga loh. Karena cuma di Benix Investor
Group, kamu bisa datang investigasi
langsung bareng Benix. namanya Big
Investigation seperti investigasi BENXIX
di perusahaan kelapa sawit yang ada di
Bangka Belitung, perusahaan yang ada di
Sumatera, perusahaan yang ada di
Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat
akses langsung ketemu dengan direktur
perusahaannya, ngobrol bareng sama
manajemen perusahaannya, bahkan lihat
langsung operasional perusahaannya
seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu
kan real, jangan sampai lu investasi
bodong. Itu namanya beli kucing dalam
karung. Makanya penting buat kalian bisa
ikut di Big Investigation. Bukan cuman
itu, Guys. Kita juga ada namanya Big
Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng
santai lah. Kita selalu bikin nih, ngopi
santai bareng Benix. Ada di Singapura,
ada di Jakarta, ada di Semarang, di
Jogja, di Bali, di mana-mana lah.
Teman-teman bisa ikut buat ngobrol
langsung tentang investasi kamu. Nah,
buat Teman-teman yang enggak bisa hadir
secara fisik, kita juga ada pertemuan
online. Jadi, sebulan ada tiga kali
every weekend live langsung sama Benix
bisa tanya jawab langsung soal
perjalanan investasi kamu. Kita juga ada
sharing, kamu bisa dapat rekamannya,
video-video edikasi khusus untuk Benix
Investor Group. Nah, yang seru kita ada
gala dinner. Next. Gala dinner itu di
tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu
harus segera daftar karena kita akan
mengundang direktur dari perusahaan yang
omset-nya ribuan triliun, Guys, buat
berbagi ngobrol bareng gimana sih
strategi investasinya di tengah perang
tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten
apa aja yang siap atau bahkan enggak
siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa
ada opportunity yang kita bisa dapat.
Makanya penting banget buat kamu bisa
join ke gala diner Benix setahun sekali
kita adakan next gala dinner di tanggal
29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat
ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang
pertama yang daftar sebelum 17 Agustus
2025. Segera kunjungi www.benix.id atau
hubungi nomor yang ada di bawah ini
08113220886.
Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu
menjadi bagian dari komunitas saham
paling seru di Indonesia bersama Benix
Investor Group.
Kenapa? ya karena artinya banyak
penyakit-penyakit orang-orang penyakitan
ya yang semestinya dia enggak menderita
itu tapi kok jadi menderita itu. Yang
agak aneh di sini juga BPJS kan ngeklaim
rugi terus eh rumah sakit yang
bersangkutan juga ngeklaim dia juga rugi
karena klaim BPJS itu enggak semudah
yang dibayangkan dan banyak juga orang
kan BPJS itu tipu-tipu juga akibatnya
perusahaan atau rumah sakit yang harus
nombok. Tapi anyway guys, gua
bertanya-tanya kenapa kita enggak bahas
soal root cause-nya orang sakit itu di
Indonesia. Kan datanya banyak. Gua udah
pernah sajikan juga ada stroke, ada
darah tinggi, ada kolesterol, ada asam
urat dan semuanya hulunya itu ada
hubungan dengan rokok plus gula.
Pertanyaannya
kenapa enggak pemerintah mulai berpikir
untuk membatasi atau at least memberikan
warning label seperti Singapura?
supaya
ya kita kan mau orang tambah sehat,
rakyat Indonesia tambah sehat, tambah
jarang sakit. Kalau dia tambah jarang
sakit artinya dia tambah produktif.
Kalau dia tambah produktif
artinya kan negara juga yang happy,
negara juga yang cuan karena rakyatnya
makin produktif lagi. Dan di sisi lain,
negara juga tambah cuan karena klaim
BPJS-nya semakin rendah.
So, Teman-teman ya itulah gua mau
sharing sedikit ya hasil perjalanan hari
ini dan kita mau meeting ke mana dan
kejutan ya. Gua betul-betul merasakan
kejutan yang luar biasa pas tahu
wah data BPJS kita ternyata terbebani
sekali ya dengan
ya dua penyakit itu yang bersumber dari
gula dan bersumber dari
rokok. Tapi rokok aja kita udah upayakan
untuk dikurangi, udah dibatasi.
Pertanyaannya kenapa enggak kita bisa
lakukan yang sama? By the way, guys,
sebelum gua tutup hari ini, nanti kita
mau update perjalanan kita hari ini
gimana, gua mau tanya sama kalian ya,
ibu-ibu rumah tangga, teman-teman yang
di sini hobi makan yang santan-santenan
atau berhubungan dengan minyak kelapa
atau berhubungan dengan air kelapa muda
atau berhubungan dengan coconut milk
susu kelapa.
Lu setuju enggak kalau petani kelapa di
Indonesia yang mayoritas itu petani
kecil itu dibiarkan menikmati
harga tinggi kelapa itu? Lu setuju
enggak kalau ekspornya tuh dibuka atau
lu lebih setuju dengan orang-orang yang
demo kemarin? Udah tutup aja ekspor.
Larang mereka ekspor supaya barangnya
banyak di dalam negeri. Harganya bisa
ditekan turun supaya tambah miskin
petani kelapa di Indonesia. Lu setuju
enggak?
So, lu lebih pilih yang mana ya? Negara
memihak ke ibu-ibu rumah tangga atau
dalam kata lain oligarki lokal atau
lebih baik negara berpihak ke petani
kecil? Kalau gua, gua lebih pilih petani
kecil kita lindungin sih. Ada
keberpihakan di sana sama petani kecil
kita. Karena beda dengan kelapa sawit.
Banyak konglomrat main kelapa sawit.
Banyak perusahaan besar di bidang kelapa
sawit. Tapi kalau ngomongin kelapa ini,
kelapa nyiur, kelapa muda, kelapa kopyor
termasuk ya kelapa skin milk atau
coconut milk itu mayoritas ya petani
kecil. Menurut gua kita harus berpihak.
Tapi menurut kamu gimana? Sama yang
kedua lu setuju enggak kalau gula itu
dibatasi dan diberikan warning label
kesehatan seperti di Singapura? Karena
kita udah darurat diabetes, Guys. Sekali
lagi, ya. Lu harus jaga kesehatan. Kalau
lu masih gendut, lu harus segera diet.
Benix. 4 bulan yang lalu masih gendut,
tapi sekarang aja gua udah langsing.
Kalau gua aja bisa, kenapa lu enggak
bisa? Ingat, Guys, penyebab kematian di
Indonesia dan penyebab Indonesia tambah
miskin, ternyata salah satunya diabetes
buat mensubsidi BPJS lu. So, kalau lu
merasa masih cinta sama Indonesia, lu
harus kurangi konsumsi gula. Tapi
pertanyaannya, lu setuju enggak kalau
itu diwajibkan di Indonesia? warning
label dan mulai dikasih pembatasan,
lebih-lebih
dikasih cukai kayak rokok. Eh, jadi
emangnya rokok doang yang boleh dikasih
cukai? Gula gimana kalau kita kasih
cukai juga? Lu setuju enggak? Gua yakin
pasti banyak pengusaha di sini yang
menjerit.
Tapi ya kita tanya aja sama teman-teman
sekalian, teman-teman yang viewers
Benix, lu setuju enggak dilakukan
pembatasan
terhadap gula? Kalau perlu kita kasih
cukai terhadap gula. dan kasih warning
label. Ditunggu ya, Guys, komentarnya di
bawah ini. Salam sehat, salam Juan. Bye
bye.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:26 UTC
Categories
Manage