Kind: captions Language: id Guys, gila banget nih, Guys. Kemarin kan kita habis bikin video tentang reaksi warga negara Amerika Serikat yang pada pusing, marah, stres. Karena menurut mereka Donald Trump kalah. Donald Trump kena tipu sama Presiden Prabowo. Nah, banyak orang di Indonesia itu enggak ngerti dan mereka banyak yang jinyir, "He, Indonesia kalah, Indonesia dirugikan di perang dagang itu." Karena enggak. Faktanya kita diuntungkan. Justru kita jauh lebih untung dibanding Amerika Serikat. Nah, banyak orang yang enggak percaya. Ini memang agak aneh netizen Indonesia ini. Kalau enggak nyinyir bukan netizen Indonesia artinya. Tapi ya udahlah, mereka banyak yang merasa ya itu kan orang biasa. Kalau ahli ekonomi pasti enggak ngomong begitu. Oke, mungkin lu bener. Makanya gua syok pas kita dapat kiriman dari Malaysia. Lu bayangin profesor, guru besar dan enggak kaleng-kaleng. Karena ini orang ya dia dulu ambil kuliah di Yel. Itu salah satu kampus terbesar di Amerika Serikat. PhD-nya juga dari Harvard ya, kampus paling terkenal di dunia. Dan yang lebih hebat lagi ya, ini orang juga sempat jadi penasehat loh, special advisor buat US Tracery ini Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Pada saat yang sama juga dia pernah menjabat sebagai penasehat untuk PBB ya. Jadi enggak kaleng-kalenglah TRK record reordnya orang Malaysia yang satu ini. By the way, lu penasaran enggak sih? Sebetulnya menurut sudut pandang guru besar, profesor, ahli ekonomi Malaysia, Indonesia itu dirugikan atau diuntungkan? Supaya netizen enggak tambah bego. Lu harus tambah pintar. kita sediakan video yang satu ini. So, jangan dikip video Benix. Let's check this out. So, Teman-teman, ini adalah Profesor WoWingte. Ini adalah orang yang sangat ahli di bidang ekonomi, di bidang geopolitik. Dia ngajar juga di banyak kampus. Di Malaysia dan di Amerika juga dia ngajar di University of California. Dan tadi guru bilang ya, dia dia lulusan Harvard, dia lulusan Yale dan dia juga pernah menduduki posisi-posisi strategis loh di institusi global dunia. Nah, anyway, gua penasaran ketika ada teman-teman yang kirim video reaksi dari guru besar profesor yang satu ini. Kayaknya ini beda dengan profesor cap kaki 5 yang suka lu lihat di YouTube. Ini profesor beneran, Guys. Yuk, kita lihat videonya gimana. I would say it is a case where both SES could announce victory and quite convincing. And if you wish to really say who blinks first, I would say Trump blink first. Oh, really? Rather than war. You must understand that when on April 9th when Trump suspended his comprehensive tariffs on the entire world for 90 days when the suspended for 90 days he said we'll have 90 deals in 90 days. And before uh the news yes two days ago about the Indonesia deal, he had only three deals in hand. One deal is the deal with Vietnam. agreement agre with China not as specific as the one that Indonesia so for someone who sells himself as the master of the steel when it comes to making deals he doesn't have many deals to show so he was very eager to bring to report more successes as number one jadi ini sudah resmi ya ini pernyataan bukan bukan versi Benix, bukan versi pemerintah juga, bukan versi buzer atau apa. Enggak. Ini langsung yang ngomong adalah guru besar ya. Ini ngomong profesor Wingtin nih, profesor dari Malaysia ya. Dia bilang tarif 19% ini itu bisa menjadi keuntungan bagi kedua belah pihak. Jadi ya Indonesia diuntungkan, Amerika juga. Jadi bukan cuman satu negara, tak hanya negara Indonesia, namun bagi negara Amerika Serikat juga. So, kalau ada yang bilang Indonesia dirugikan menurut Profesor Wo, tidak, tidak begitu. Malah kita diuntungkan. Nah, menurut Profesor Wo di sini penurunan tarif 19% bisa terjadi soalnya Trump itu kalah geretak, Guys. Dia he first dia menyerah. Maksudnya gini, Teman-teman tahu kan di tanggal 9 April itu Donald Trump bikin pengumuman. Hei, Guys, ini bulan April, ya. Dalam 90 hari kita bakal terima 90 deal. 90 hari kan berarti 3 bulan. Jadi, Mei, Juni, Juli. Deadline-nya adalah di akhir Juli. Kalau lu enggak sampai dapat good deal dengan Amerika Serikat, lu harus siap lu kena blanket tarif. Jadi, lu akan kena tarif yang jauh lebih tinggi dibanding yang sekarang. Nah, waktu dia bikin pengumuman tanggal 9 April itu sampai hari ini atau ketika video ini diluncurkan sama profesor ya cuman ada tiga negara yang dapat deal. Sementara sekarang udah mau tanggal 1 Agustus, tapi baru ada tiga negara yang tanda tangan, yaitu siapa? Inggris, Cina, dan Vietnam. Artinya di sini kita bisa lihat Donald Trump dalam posisi terdesak karena di 9 April dia sudah bikin statement dalam 90 hari ke depan gua bakal dapat 90 deal. Because gua adalah the master of negotiation. Dia adalah negotiator handal. Ternyata, Guys, ini udah detik-detik terakhir nih, udah mau akhir Juli. Apakah Donald Trump berhasil mencapai 90 deal? Faktanya tidak. Bahkan sampai detik ini video ini diluncurkan ya. Donald Trump itu baru punya deal dengan negara Vietnam, Inggris, Cina, Indonesia, Uni Eropa, Jepang, dan Filipina. Jadi cuma tujuh negara. Terus di mana 90 deal itu? Makanya si profesor ketawa-ketawa. Jadi Trump ini katanya ahli negosiasi ternyata tidak begitu ahli bernegosiasi. Lucu juga ya. Hebat nih. Jarang-jarang ada profesor berani menyerang presiden negara lain. Padahal dia dulu sempat jadi penasehat loh di Kementerian Keuangannya Amerika Serikat. Menarik, Guys. Makanya di sini dia bilang karena deal-nya itu dikit banget, Donald Trump kan enggak mau. Dia kan harus jualan sama konstituen dia bahwa dia adalah negosiator handal. Dia pemimpin yang luar biasa. Dia menang perang tarif. So akibatnya dia blink first, dia kalah geretak. Terpaksa dia tanda tangan deal yang lebih menguntungkan Indonesia dibandingkan menguntungkan Amerika Serikat. Luar biasa nih assesmennya Profesor. Jarang-jarang ya. Karena kalau gua lihat yang di Indonesia malah ahli ekonomi di Indonesia ngaku-ngaku orang paling pintar. PhD lah, IO goblok. Analisanya bodoh. Malah bilang Indonesia dirugikan. Itu enggak ada otak gitu orang kayak begitu. Eh malah orang Malaysia, guru besar Malaysia. Hebat sih gua selalu juga dia bisa baca itu bahwa posisi Trump itu terdesak. Makanya dia terpaksa tanda tangan deal dengan kita yang faktanya dia itu enggak untung-untung banget karena ada enggak ada perang Tarif. Ini memang gua sekali lagi gua bilang kita memang impor gandum, kita memang impor jagung, kita memang impor kacang kedelai, kita memang impor pesawat terbang. Jadi sebetulnya ini cuman kecelek aja. Jadi sebenarnya ya Donald Trump kecelek di sini. Fakta itu. Cuman ya itulah netizen Indonesia. Bingung gua enggak pintar-pintar. Next. Trump had also announced that he would put high tariffs on countries who are members of bricks. Yes. And that's why he put 50% on Brazil, right? Even though Brazil was running uh even though the United States was running a balance of payment surplus against Brazil. So he promised to impose uh tariffs on countries in bricks. Okay. If you look at Southeast Asia only Indonesia is a member of bricks. Malaysia is still observer status hasn't applied for full membership. Thailand also observer status has not has chosen not to apply for membership. So only Indonesia had stepped boldly forward. to take full membership. Okay. And was he punished? Clearly he has not been punished. And this is because Indonesia is very important. ASEAN is very important to the US calculation in confrontation with China. It definitely doesn't want ASEAN to be on the other side. Okay. Of the 70 million people living in ASEAN, 30 million of them live in Indonesia. That's right. And that is clearly the single most important country and the country with the highest economic potential in the future. Okay. So when I say Trump blink, it is not only because of the future economic importance of Indonesia, it's also the present geostrategic importance of Indonesia. Oke, menarik-manik nih, Guys. Tapi satu sedikit tambahan dari gua. Dia bilang tadi ada 70 juta rakyat tinggal di Asia Tenggara. 30 juta tinggal di Indonesia. Ini sedikit koreksi profesor lu jangan tersinggung ya. Ada 700 juta sebenarnya 700 juta penduduk yang tinggal di Asia Tenggara 300 juta ya hampir 300 juta Indonesia kan sekitar 280 jutaan itu dari Indonesia. Yang dia mau bicarakan konteksnya di sini adalah dari segi populasi Asia Tenggara ini powerful. 700 juta jiwa penduduk itu tinggal di Asia Tenggara. Dan menurut Profesor Wo itu penting loh bagi strategi Amerika Serikat. Kalau dia mau menjadi penguasa dunia, dia harus mendapatkan dukungan dari ASEAN. Makanya dia kasih riset yang sangat baik sih. Dia kasih data bahwa Trump itu ngenain tarif sangat tinggi buat Brazil. Kenapa Brazil itu kena tarif 50%, Indonesia cuma 19%? Kok Brazil kena tarif 50%? Karena dia dipanish, dia dihukum. Karena namanya Brazil itu huruf B ada di dalam alfabet bricks. Brazil, Rusia, India, China. Nah, karena huruf dia ada di situ tuh paling depan tuh Brazil dia dapat tarif yang sangat tinggi 50%. Yang jadi pertanyaan dan ini sangat menarik, Brazil anggota Bricks dapat hukuman tarif yang sangat tinggi. Indonesia adalah negara ASEAN di Asia Tenggara, satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota BRIX. Good news nih, Guys. Buat kamu para investor saham yang mau bergabung di Benix Investor Group, sekarang kita ada diskon khusus 17% hanya untuk 17 orang pertama yang mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi, kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar Rp50 juta untuk setahun, sekarang tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang juga loh. Karena cuma di Benix Investor Group kamu bisa datang investigasi langsung bareng Benix. Namanya Big Investigation. seperti investigasi BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang ada di Bangka Belitung, perusahaan yang ada di Sumatera, perusahaan yang ada di Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat akses langsung ketemu dengan direktur perusahaannya, ngobrol bareng sama manajemen perusahaannya, bahkan lihat langsung operasional perusahaannya seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu kan real, jangan sampai lu investasi bodong. Itu namanya beli kucing dalam karung. Makanya penting buat kalian bisa ikut di Big Investigation. Bukan cuman itu, Guys. Kita juga ada namanya Big Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi santai bareng Benix. Ada di Singapura, ada di Jakarta, ada di Semarang, di Jogja, di Bali, di mana-mana lah. Teman-teman bisa ikut buat ngobrol langsung tentang investasi kamu. Nah, buat Teman-teman yang enggak bisa hadir secara fisik, kita juga ada pertemuan online. Jadi, sebulan ada tiga kali every weekend live langsung sama Benix bisa tanya jawab langsung soal perjalanan investasi kamu. Kita juga ada sharing, kamu bisa dapat rekamannya, video-video edikasi khusus untuk Benix Investor Group. Nah, yang seru kita ada gala dinner. Next. Gala dinner itu di tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu harus segera daftar karena kita akan mengundang direktur dari perusahaan yang omset-nya ribuan triliun, Guys, buat berbagi ngobrol bareng gimana sih strategi investasinya di tengah perang tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten apa aja yang siap atau bahkan enggak siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa ada opportunity yang kita bisa dapat. Makanya penting banget buat kamu bisa join ke gala diner Benix setahun sekali kita adakan next gala dinner di tanggal 29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang pertama yang daftar sebelum 17 Agustus 2025. Segera kunjungi www.benix.id atau hubungi nomor yang ada di bawah ini 08113220886. Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu menjadi bagian dari komunitas saham paling seru di Indonesia bersama Benix Investor Group. Pertanyaannya, kenapa Indonesia tidak dihukum? Brazil dihukum sama Amerika Serikat. Eh, lu anak bandel lu ya? Lu ikut geng sebelah ya, lu ikut geng bricks ya, lu gua hukum 50%. Pertanyaannya Indonesia juga join sama Bricks. Tapi sampai detik ini Trump tidak berani menghukum Indonesia. Kenapa? Menarik ya. Bahkan lebih menarik lagi, Indonesia yang anggota BRIS hari ini tarifnya 19% jauh lebih rendah dibanding Malaysia yang bukan anggota BRIS tapi tarifnya 25%. Hmm. Jadi bertanya-tanya enggak loh kenapa Trump takut sama Indonesia tapi berani sama Brazil? Ini adalah pertanda kalau lu bisa mengerti situasi geopolitik dengan baik ya ini pertanda bahwa memang Donald Trump itu sebetulnya tidak ngincer Indonesia. Donald Trump bukan bercita-cita untuk mengangkangi, menguasai, menaklukkan Indonesia. Enggak. Di sisi lain, bisa jadi ini adalah kode dari Donald Trump memberikan deal yang menguntungkan Indonesia supaya Indonesia makin mesra sama Amerika Serikat. Coba lu pikir dengan baik, kalau niatnya Amerika Serikat pengin menginjak-nginjak bangsa kita, ya seharusnya kita kena tarif 50% dong. Dianggap musuh dong, sama seperti Brazil, anggota BRI juga. Faktanya kan enggak. Artinya di sini Donald Trump melihat Indonesia punya potensi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang luar biasa. Itu yang pertama. Dan yang kedua bisa menjadi negara dengan kekuatan geopolitik yang luar biasa di kawasan Asia Tenggara. Artinya apa? Ini adalah pengkaderan. Kalau suatu waktu terjadi perpecahan perang dunia 3 dan sudah pasti akan terjadi, Amerika melihat jauh lebih baik kalau negara terbesar di ASEAN pemimpin Asia Tenggara Indonesia berada di pihak Amerika Serikat. Karena kalau kita negara Asia Tenggara terbesar memutuskan bergabung dengan Cina, yang terjadi apa, Guys? Ya akan terpotong jalur logistik mereka dari sekutunya yang ada di Selandia Baru dan Australia. Jadi memang betul sangat penting bagi Amerika Serikat buat menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Dia enggak berani juga terlalu nekan kita. Karena semakin kita ditekan oleh Barat ya kita akan kedorong lama-lama mendekat ke timur. Tentu merugikan posisi Amerika Serikat. Dan gua setuju dengan Profesor Wo bahwa ya Trump sedang bangun kubu nih bersiap-siap untuk berperang lawan Cina. Dari sini kita bisa lihat ya even profesor guru besar dari Malaysia juga bisa lihat bahwa peran Indonesia itu sangat strategik. Indonesia tidak semudah itu bisa dibodoh-bodohi. Indonesia tidak semudah itu bisa diinjak-injak. Bahkan Donald Trump Amerika Serikat sendiri sangat berhati-hati dalam berhubungan dengan Indonesia. Karena dia salah strategi sedikit aja kita geser ke Cina, habis sudah kawasan Pasifik akan takluk di bawah Cina. Ya, karena suka enggak suka ya, Selat Malaka adalah selat paling padat di dunia. kapal, mau dari Eropa, mau dari Cina, mau dari Jepang, mau dari India, mau dari Indonesia, mau dari Australia, most likely harus masuk dari Selat Malaika. Karena kita memisahkan dua benua besar, benua Asia dengan benua Australia. Dan kita juga menghubungkan dua samudera besar, Samudra Pasifik dan Samudra India. Jadi memang arus perdagangan dunia, arus kapal induk, kapal selam, pesawat terbang, mau enggak mau pasti melintasi Asia Tenggara adalah sangat penting bagi Cina. dan Amerika Serikat buat membina hubungan baik dengan negara sepenting Indonesia. So, menarik ini, Guys. Hebat ini profesor ekonomi. Tapi dia sudah punya visi melihat ini bukan soal pertarungan tarif. Ini bukan cuma soal perang dagang dan ekonomi. No. Tapi dia melihat tentang strategi perang dunia 3. Nah, kalau menurut lu gimana, Guys? Indonesia sebaiknya bergabung ke Cina, merapat ke Cina atau bergabung ke Amerika Serikat? Tulis segera di kolom komentar di bawah, ya. Next. As a nonsensical objection. Okay. The fact that the reduction was so big, the reduction was so big largely because Vietnam basically committed to limit the reexport of goods from China to the United States. Right? Vietnam is a lot closer to China than Indonesia. So a lot of it was coming through Vietnam rather than through Indonesia. So that large number was to the large cut was because Vietnam has now committed to severely limit the Chinese the the transhipment. Yes. And furthermore, I think that the Americans have also pressed on limitations on Chinese investment in Vietnam and the Vietnamese certainly have agreed to that too. So the important thing is if you are going to be hit who gets hits more? Well, they are about hit about the same. One is 20% one is 19% 1% difference. But the fact that he makes it 1% lower than Vietnam is really a gesture of yes, I think we you got a better deal than Vietnam. That is a Trump signal as far as I can. Menarik nih, guys. Dia berbicara tentang bahasa kode. Ingat ya, yang baju merah jangan sampai lolos. Yang baju merah jangan sampai lolos. [Musik] Cerewet nih ngomongin Cina nih. Cina sama Vietnam ini mereka lebih brother nih. Sama-sama punya orientasi komunis, sama-sama punya sejarah masa lalu yang erat dan faktanya per hari ini juga sama-sama mitra dagang yang paling powerful. Sampai-sampai Cina aja kalau mau ekspor diam-diam selundupan ya dia ekspor dari pelabuhan-pelabuhan yang ada di Vietnam. Selama ini mereka happy-happy aja seolah-olah bisa mengelabui Amerika Serikat. Tapi Amerika Serikat juga udah punya data. Hei gila hampir 50% loh barang-barang yang keluar dari Vietnam itu sebenarnya barang Cina. Cuma numpang lewat reekspor kalau istilahnya Profesor Wo tapi kalau di dunia dagang ya kita bilangnya transhipment. Nah di sini dia juga mau bilang bahwa sebetulnya Indonesia itu dapat kemenangan dibandingkan Vietnam karena pengurangan tarif Indonesia dibandingkan dengan Vietnam ini sebetulnya pengurangan yang jauh lebih besar walaupun cuma beda 1%. Karena di Vietnam itu ada syarat lagi. Kalau lu terdeteksi barang yang adalah barang buatan Cina tapi diekspor dari pelabuhan Vietnam, lu bakal kena ekstra tarif 40%. So, 40% + 20% lu bakal kena tarif 60% kalau barangnya dari Vietnam. Nah, Indonesia gimana? Indonesia kena 19% tapi kita tidak dikenakan ekstra 40% kalau barangnya reekspor dari Cina. Well, at least sampai detik ini belum ada statement itu dari Amerika Serikat. Artinya ya secara natural ya kita itu punya tarif jauh lebih rendah dibanding Vietnam. Karena semua orang sudah tahu barang-barang yang keluar dari pelabuhan Vietnam ya hampir 50% barangnya made in Cina sebetulnya. Jadi cuman ganti packaging doang cuman mau numpang pelabuhan. Nah, satu hal yang menarik ini gua sering bilang, kenapa Indonesia dapat 1% lebih rendah daripada Vietnam? Itu adalah bahasa kode. Kode apa? kode simbol bahwa ya Amerika Serikat itu pengin lebih mesra dengan Indonesia dan dia juga pengin Indonesia tahu bahwa gua memperlakukan lu lebih spesial loh dibanding si Vietnam. Dan ini adalah kode keras khususnya buat pengusaha yang ada di Cina. Kalau lu masih pengen bisnis dengan Amerika Serikat, kalau lu masih pengen ekspor kabel tembaga lu, lu masih pengen ekspor pipa lu, hasil manufacturing lu, mesin-mesin lu ke Amerika Serikat, lu enggak bisa lagi kirim dari Cina karena tarifnya di atas 50%. Lu enggak bisa lagi kirim dari Vietnam karena tarifnya lebih mahal dari Indonesia. Better lu pindah dari pabrik lu dari Cina ke negara lain. Tentu enggak ke Malaysia dong karena 25%. Ke mana? Ke Indonesia. Makanya di sini Indonesia betul-betul diuntungkan. Karena kalau di Vietnam udah kedetect, eh ini barangnya sebenarnya made in Cina, lu bakal kena tarif sampai 60%. Nah, ini sebetulnya gua yakin ya kalau manusia normal itu pasti udah bisa lihat que ini lah bahwa kita dapat deal yang lebih bagus dan paling bagus sebenarnya di Asia Tenggara dibandingkan kompetitor kita yang lain khususnya di bidang yang berhubungan dengan manufacturing seperti Malaysia dan Vietnam. Herannya ya kenapa sampai detik ini di Indonesia masih aja di yang dibilang adalah kabar buruk kabar buruk Indonesia kalah perang. Enggak. Bukan Benix itu pro pemerintah atau pro Prabowo. Enggak. Enggak. Ini enggak ada hubungan. Ini kita ngomongin tentang logika berpikir aja. Sampai si profesor Malaysia aja bilang, "Ya kita memang diuntungkan." Itu fakta by data aja lah kita memang diuntungkan. Next. And I there are of course sectors that would be hurt by this trade deal. There are winners and there are losers and what has identified are all the losers. They haven't identified the winners on the Indonesia side. The losers are certainly most likely the food production in agriculture food production in Indonesia is mostly for the domestic markets and if you look at uh the industrial farming of chickens in America that makes American chickens cheaper than even in Malaysia and elsewhere. Wow. So they the chicken uh producers in Indonesia would certainly be hit by this cheaper frozen chicken from Indonesia from the United States. Then some crops like corn the US would be able to sell corn cheaper cheaper than growth in Indonesia. But you look at the other Venus. The other Venus are manufacturing products produced by Indonesia. Indonesia is a country that is still industrializing and it to to climb up the value added ladder, it has to keep on exporting higher and higher value added industrial goods. Right? Indonesia. Oke, menarik nih. Jadi di sini profesor sudah bilang ya, kita bahas dari depan bahwa resmi menurut Profesor guru besar ekonomi dari Malaysia, Indonesia menang. Indonesia menang. The winners on the side. The winners on the Indonesia side. The winners on the side. Jadi di sini ya sekali lagi membuktikan bahwa ya seluruh dunia lihat dengan mata kepala kalau lu manusia waras ya bahwa Indonesia itu menang di perang dagang ini dan kita diuntungkan. Terus Pak gimana soal tembaga? Gimana soal data? Nanti kita bikin video khusus soal itu. Jangan khawatir. Tapi di sini gua mau menjawab pertanyaan dari orang-orang yang lain bahwa menurut ahli ekonomi gimana sih sebetulnya di luar sana kita ini diuntungkan atau tidak? Ya resmi guru besar ekonomi penasehat Kementerian Keuangan di Amerika Serikat. Penasihat di PBB juga bilang seperti itu. Nah, satu yang jelas dia bilang ya di sini sekali lagi dia membuktikan poin gua itu betul. Berulang kali gua bilang industri manufacturing kita akan diuntungkan karena akan makin banyak investasi yang masuk dan akan makin kompetitif barang-barang kita yang kita ekspor ke luar negeri. Karena substitusinya mereka let's say kita pun kena tarif 19% buat alas kaki kita misalkan nih. Tapi kompetitor kita siapa? Kompetitor kita kayak Bangladesh, India atau Vietnam. Tarifnya di atas kita. Artinya barang kita lebih menang lebih menang. So, itu salah satu contoh aja. Tapi ada satu hal yang menarik dia bilang bahwa soal pangan. Menurut mereka Indonesia dirugikan dari sisi pangan. M gua sudah berang kali membantah soal ini. Kenapa? Karena ada enggak ada perang tarif dengan Donald Trump. Indonesia memang impor jagung. Indonesia memang impor kacang kedelai. Indonesia memang impor gandum dari luar negeri. Itu adalah fakta. Dan kalau seandainya tarifnya dibikin jadi 0%, apakah merugikan kita sebagai mayoritas penduduk Indonesia? Tidak. Malah harga pangan bisa makin murah, makin terjangkau. Iyalah, karena pajaknya jadi lebih murah dong. Walaupun sebetulnya dari dulu juga sebetulnya tarif untuk impor beberapa jenis bahan pangan itu memang 0% sih. Jadi memang Donald Trump itu ketipu, Guys. Nah, khusus buat jagung nih gua mau mention nih. Nah, khusus untuk impor jagung nih Profesor Wo gua mau perbaiki data dia juga. Dia juga salah nih. Karena ada enggak ada Donald Trump Indonesia. Faktanya tahun lalu kita itu memang impor 1,3 juta ton jagung. Profesor gua koreksi loh. Jadi memang kita importir jagung. Kita bukan eksportir jagung. No. Indonesia ini penduduknya terlalu banyak tapi hasil produktivitas petaninya terlalu rendah. Suka enggak suka orang Indonesia hobi beranak. Jadi memang butuh banyak pangan. Nah, buat jagung kenapa sih kita itu impor? Ya, Teman-teman tahu ya, kenapa ini justru malah adalah momentum yang bagus. Ini khusus ya buat jagung atau kacang kedelai itu sebetulnya di negara asalnya itu lebih banyak habis untuk makanan ternak pun kita bawa ke sini juga ada begitu banyak varietas jagung lah. Ada khusus manusia, ada khusus ternak, ada khusus sayur, ada khusus buat diambil etanolnya, diambil gulanya buat jadi bensin dan lain sebagainya. Tapi yang gua mau bilang adalah kenapa ini bagus? Karena ini bisa menekan inflasi. Inflasi itu apa? Kenaikan harga bahan. Misalkan lu sembako beli bawang makin mahal, lu beli beras makin mahal, lu beli cabe makin mahal, lu beli ayam makin mahal. Kan orang stres bisa-bisa demonstrasi di mana mana. Nah, salah satu strategi buat menekan angka inflasi yaitu mengurangi harga bahan pangan. So, gimana cara ngurangin bahan pangan? Apa untungnya? Gini, Guys. Ada enggak ada Donald Trump? Ya, kita itu impor jutaan ton jagung nilainya di atas 3 triliun setiap tahun. Nah, kenapa ini penting dan kenapa dia jadi bisa ngurangin inflasi, Pak? Simpel. Lu suka makan telur kan pagi-pagi atau suka makan ayam atau lu suka makan daging sapi? Mereka itu bahan bakunya apa sih makanan mereka? Ternyata bahan pangannya adalah jagung. Bisa juga sih pakai bungkil, kedelai, dan lain sebagainya. Tapi jagung banyak digunakan oleh industri pertanian dan peternakan di Indonesia. Jangankan itu ya, jangankan ayam atau sapi, ikan, tambak ikan aja itu banyak pangannya itu berasal dari jagung. Nah, kalau harga jagung makin murah, artinya harga daging sapi, harga daging ayam makin naik atau makin turun? Nah, coba lu jawab sendiri deh. Karena komponen paling besar, paling mahal dalam biaya produksi 1 kilo daging ayam itu adalah pangannya. Komponen paling mahal dalam 1 kilo daging sapi yang lu suka itu adalah bahan pangannya. Nah, kalau harga jagung which is yang bahan pangannya si sapi lah, bahan pangannya si ayam itu makin murah. Artinya harga jual daging sapi dan daging ayam seyogyanya harusnya makin murah yang artinya bisa mengurangi harga beli kalian konsumen nanti ketika belanja di pasar. Nah, ini menurut gua salah satu strategi jenius sih bahwa kita sambil menyelam minum air sambil memanfaatkan perang dagang ini memang ada enggak ada donat memang kita impor itu semua dari luar negeri. Ya udah sekarang kita bikin impornya dari Amerika. Di saat yang sama kita bisa manfaatin momen ini buat menekan harga bahan pokok di Indonesia. Ketika har inflasi turun, negara jadi punya ruang. Ruang buat apa? Ruang buat cetak duit dalam bentuk apa? Ya, suku bunga jadi bisa diturunin. Artinya, Teman-teman, jangan heran kalau dalam beberapa bulan terakhir gua tuh dapat laporan negara udah mulai bikin helikopter duit turun dari langit. Beberapa orang gua yakin lu tahu dapat duit sampai Rp600.000 ya masuk ke rekeningnya ekstra gaji dari negara. Kenapa negara bisa punya ruang buat itu? Enggak takut inflasi bagi-bagi duit. Ternyata situasi geopolitik lagi berubah nih, Guys. Dulu gua bilang Indonesia bakal menuju inflasi tertingginya. Ya, gua masih percaya itu. Tapi terpending nih sepertinya kalau negara berhasil menekan inflasi dari bahan pangan. Artinya, negara punya ruangan nih buat nurunin suku bunga. Negara punya ruangan nih buat projek-projek populisnya mereka ya. Salah satunya apa? Ya mungkin lu bakal bisa dapat diskon listrik atau lu mungkin dapat gaji gratis tuh duit turun dari langit Rp600.000 R000 per bulan ya atau subsidi yang lain lagi kita enggak tahu. Tapi semua ruangan itu bisa terjadi karena ada perang dagang. Ini menarik ya. Nanti kita bikin satu sesi khusus sih kalau lu setuju terkait dampak perang dagang ini dengan emiten saham yang lu pegang khususnya di bidang pertambangan. Teman-teman setuju enggak kalau kita bikin satu video khusus tentang perusahaan apa sih emiten apa sih yang paling diuntungkan dan paling dirugikan dengan adanya perang dagang ini? Well, anyway konklusinya kita tutup aja daripada kita berpanjang cerita lagi bahwa ya semoga Indonesia udah enggak lagi goblok dan tolol dan diadu domba bahwa narasi-narasi yang bilang Indonesia dirugikan itu salah. Faktanya luar negeri profesor, guru besar sekalipun dari negara Malaysia yang mungkin lu banyak yang jadi hater seorang Malaysia ya. Padahal mah lu harus netral. Kalau dia bilang benar ya benar, kalau salah ya salah. Ya, ternyata dalam kasus ini memang faktanya Indonesia diuntungkan dengan perang dagang Amerika Serikat ini. Hmm, menarik ya. So, menarik nih, Guys. Gimana kalau guru besar Malaysia aja sudah mengakui bahwa Indonesia diuntungkan dari perang dagang ini? The winners on the side. The winners on the Indonesia side. The winners on the side. Menurut lu, kenapa banyak media-media di Indonesia yang bilang Indonesia dirugikan? Ya, apa alasannya? Dan teman-teman setuju enggak kalau kita bikin video lanjutan khusus spesifik membahas tentang bisnis tembaga yang katanya si Donald Trump minta dan ternyata gua lihat narasinya semua palsu, bodoh, dan salah total. Yang kedua soal data pribadi. Apa betul Indonesia itu dipaksa buat menyerahkan data ke Amerika Serikat atau itu cuma narasi pembodohan saja dari media-media peliharaan asing? Dan yang paling penting adalah yang ketiga pertanyaan gua. Kalau betul-betul pecah perang dunia 3, menurut kalian segera tulis di kolom komentar ini. Menurut kalian, Indonesia sebaiknya bergabung dengan kubunya Cina atau kubunya Amerika Serikat. Oke, guys. Semoga video ini menjawab pertanyaan lu sebetulnya ya menurut ahli ekonomi di luar sana, Indonesia ini diuntungkan atau dirugikan ya dengan tarif 19% ini. Semoga sekarang jadi makin jelas. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]