File TXT tidak ditemukan.
Prabowo makes TRUMP FRANK!? The American people are SCREAMING, Indonesia WINS BIG!!
ljheIPNW9Sw • 2025-07-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Indonesia dikadali, Indonesia dibohongi,
Indonesia dibodohi, Indonesia kalah
perang dagang dengan Amerika Serikat.
Wah, ini ngeri banget, Guys. Apa tahu
ini cuma narasi? Ya, bentukan asing,
bentukan agen-agen George Soro supaya
mengadu domba bangsa kita. Kalau lu
punya otak, lu akan bertanya-tanya.
Kalau Indonesia dirugikan, kalau Amerika
Serikat yang diuntungkan, realitanya
harusnya bangsa mereka senang. Iya dong.
Tapi faktanya teman-teman tahu kalau
orang punya otak pasti tahu Amerika
Serikat itu yang dirugikan dan Indonesia
yang diuntungkan oleh perang dagang ini.
Dengan tarif 19% itu pun kita yang
diuntungkan. Kok bisa? Kalau lu
penasaran kita langsung lihat aja apa
sih pernyataan sikap rakyat Amerika
Serikat yang punya otak tentunya terkait
perang dagang ini. Sebetulnya yang
menang Indonesia apa Amerika? Dibanding
lu bego dan lu asik aja kebawa
narasi-narasi bentukan pengadu domba
bangsa. Coba kita lihat realitanya
seperti apa. Makanya lu jangan skip
video ini, langsung kita lihat orang
bule itu punya pandangan apa sih. Let's
check this out.
Jadi di sini ada orang bule ya. Orang
bule ini orang Amerika Serikat ya. Dia
bikin review tentang dealnya tarif
perang dagang Indonesia Amerika Serikat.
Nah ini menarik nih. Karena kita dapat
kiriman video ini. Gua kaget juga ketika
lihat ini. Oh gua kira Amerika Serikat
itu blow on semua ya rakyatnya ya.
Ternyata ada juga yang punya otak, Guys.
Dan mereka tahu sebetulnya Donald Trump
itu kena tipu sama Indonesia. Menarik
nih. Yuk, kita lihat. So, it's a really
crap deal. So, Donald Trump said today
that he signed a new agreement with
Indonesia and I'm going to expose a few
points of it. I'm not going to do all of
it because I don't have the time, but
let me just go into something. So, first
of all, let's talk about this. Donald
Trump said that he has agreed with
Indonesia to import US energy uh into
Indonesia of $15 billion. It's going to
be fantastic. This is amazing. Until you
find out in 2024 it was actually 15.5
billion. So, Donald Trump has just lost
the United States of America 00 million.
Menarik tuh, guys. Menarik. Jadi menurut
dia Donald Trump itu kena tipu sama
Prabowo. Presiden kita lebih unggul,
lebih pintar di situ kan Donald Trump
gua berulang kali bilang di banyak
podcast bahwa sebetulnya Donald Trump
itu ketika mention atau ngobrol sama
rakyatnya di pers itu dia sedang ngobrol
dengan konstituennya. Mayoritas
konstituennya adalah orang bodoh, idiot,
petani di sana. Enggak ngerti apa-apa
soal ini. Tapi mereka butuh
narasi-narasi yang membangkitkan gairah
nasionalisme patriotisme di Amerika
Serikat. Bahwa Amerika Serikat negara
adidaya. Negara Amerika Serikat berhasil
menginjak-injak negara lain, negara
Indonesia. Negara Amerika Serikat
berhasil menang perang dagang lawan
Indonesia. Faktanya tidak. Dia bilang
gini, Donald Trump kan bilang, "Eh, kita
berhasil loh menginjak-injak Indonesia.
Indonesia wajib impor energi dari
Amerika Serikat nilainya 15 miliar
dolar." Nah, menurut hasil riset dia di
sini Donald Trump itu bilang Amerika
Serikat diuntungkan. Tidak betul. Karena
sebetulnya negara kita memang hobi
bareng impor. Dan tahun lalu aja menurut
orang ini Indonesia itu impor energi
dari Amerika Serikat senilai 15,5 miliar
dolar. Yang artinya ada enggak ada
perang dagang dengan Donald Trump?
Berulang kali gua udah bilang Indonesia
memang impor dari sana. Malah sekarang
Amerika Serikat jadi rugi. Karena tahun
lalu sebetulnya Indonesia impornya 15,5
miliar dolar. Tahun ini impornya cuma 15
miliar dolar. Di sini Amerika Serikat
rugi 500 juta. Do
lucu juga nih. Tapi nanti kita bahaslah
ini benar atau enggak. Tapi memang
realitanya memang ada enggak ada perang
dagang ini. Indonesia hobinya impor
minyak. Impor minyak dari Timur Tengah,
impor minyak dari Amerika, impor minyak
dari Amerika Serikat. Gas, LPG itu juga
kita impor. So, this is true, woi.
Padahal ketika di Indonesia orang udah
kepanasan. Wah, Indonesia jadi budak
Amerika Serikat. Enggak. Ini orang
Amerika Serikat sendiri loh yang udah
bikin pernyataan.
Amerika Serikat kena tipu. Next. Good
job, Sparky. Uh, second one, the 77s,
the Boe uh triple7s that Donald Trump
was talking about in regards to 50 of
them. They're going to pick up 50 of
them was agreed previously under Joe
Biden and things stalled um because uh
there were some bilateral agreements and
trade agreements that needed to be
sorted out. So, the the 50 Boeing 777s
was a Biding deal that had lapsed. This
isn't a Donald Trump deal. It's Biden.
So while he is blaming Biden for
everything, at the same time, he
claiming Biden successes as his own.
Oke, ini gua kasih tahu dan ini gua udah
pernah cerita nih di podcastnya Ari
Untung bahwa sebetulnya deal Boeing 777
banyak orang bilang, "Wah, Indonesia
dirugikan." Gini gini gini, ada enggak
ada Donald Trump orang Indonesia bisa
bikin pesawat? Enggak. Enggak. Ada
enggak ada Donald Trump dunia ini beli
pesawat itu most likely cuman kedua
perusahaan. Either Airbus punya Eropa
atau Boeing punya Amerika. Udah itu
doang ada enggak ada Donald Trump. Nah,
sebetulnya Indonesia memang pengin beli.
Udah dari 5 tahun lalu kita pun sudah
mau beli di eranya Joe Biden. Tetapi
waktu itu ada COVID sehingga rencana ini
buyar. So, kalau dibilang ini adalah
keberhasilan Donald Trump berhasil
meningkatkan order pesanan ke pabrik
Boeing, enggak. Deal ini udah terjadi
sebelum Donald Trump naik jadi presiden.
So, rakyat Amerika lagi-lagi kena tipu
nih sama Donald Trump. Seolah-olah
Donald Trump bawa mereka menang perang
dagang sama kita. Sebenarnya enggak. Dan
satu yang gua mau kasih tahu nih buat
teman-teman ya, lu jangan bodoh. Lu
harus pikir gini, yang impor itu semua
sebetulnya siapa sih? Perusahaan atau
negara? Sebetulnya yang impor adalah
perusahaan. Nah, lu kalau punya mindset
Indonesia ini banyak enggak perusahaan
kendaraan? Ada rental mobil, ada taksi,
ada truk, e kapal segala macam, ya.
Jadi, Ediano Deday yang akan impor itu
bisa jadi swasta loh, seperti Lion Air
atau bisa jadi perusahaan juga Garuda
Indonesia. Itu semuanya perusahaan,
bukan negara yang akan belanja itu. Tapi
ada enggak ada Donald Trump? Kalau lu
pengusaha bus, kalau lu pengusaha truk,
kalau lu pengusaha kapal,
logikanya lu setiap tahun itu ada
peremajaan. Lu harus ganti unit baru.
Karena unit lama lu udah tua, lu harus
crab, lu harus ganti karena faktor
safety itu penting. Jadi, ada enggak ada
Donald Trump? Memang perusahaan
penerbangan Indonesia perlu beli pesawat
terus setiap tahunnya. Either dari
Airbus atau dari Boeing. Ada enggak ada
Donald Trump? Tapi lu ketipu narasi
seolah-olah di Indonesia dipaksa belanja
Boeing. Enggak. Memang dari dulu kita
belanja pesawat cuman dua itu, Guys.
Terus orang pada bilang gini, "Eh, tapi
kan itu pesawat bermasalah." Tidak.
Itulah makanya penting lu rental otak,
Guys. Sebelum komen lu kebawa narasi
pembenci pemerintah, agen-agen asing
ini. Apa yang mau diadu domba sama
mereka? Oke, Boeing itu perusahaan
jelek. Yang jelek memang perusahaannya
jelek ya. Itu gua akuin sahamnya juga
nyungsep toh. Tapi produknya ah produk
kan ada banyak. Ternyata yang jelek itu
bukan Boeing 777.
Yang jelek itu adalah Boeing seri 737.
Beda. Kelihatannya sama ya Boeing 7 ya
tapi beda. Boeing 77 itu bahkan punya
salah satu standar safety keamanan
paling tinggi dan paling bagus di
industri penerbangan. Kalau Boeing 737,
nah ini ngeri. Seperti yang kemarin
kasusnya L hampir 180 orang mati.
Ethiopia ratusan orang mati. Total itu
hampir 350 orang lah. Bermasalah memang
pesawat 737 eh max ya yang punya si
Boeing. Tapi kalau pesawat triple 7
kalau lu bilang itu pesawat bermasalah
enggak. Karena by data itu ternyata
salah satu pesawat yang paling aman di
dunia. Jadi ya gua bongkar aja nih
hoaks-nya yang disebar luaskan oleh
kubu-kubu media peliharaan asing ini,
Guys. Lu harus hati-hati. Makanya dalam
melihat gimana ceritanya Indonesia
dirugikan. Orang bule aja udah bilang
kita itu yang diuntungkan. Donald Trump
itu sibuk ngomong sama konstituennya,
orang-orang bodoh yang nyoblos dia itu
harus dikasih makanan. Seolah-olah dia
presiden yang paling powerful di kolong
langit ini. Faktanya, ternyata kalau lu
punya otak, ya lu akan bikin analisis
seperti dia. Eh, ada enggak ada perang
dagang? Memang Indonesia itu harus
upgrade pesawat, harus belanja pesawat.
Ada enggak ada Donald Trump? Indonesia
memang impor minyak dari Amerika
Serikat. Dan ada lagi enggak nih? Coba
kita next. Masih ada lanjutannya
ternyata. Also, let's talk about the
tariff. So, there's going to be a 19%
tariff on Indonesia. And so, this is
what Donald Trump actually said. They
are paying 19% and we are not paying
anything. That's not true. It's a 90%
19% tariff on everything from Indonesia
that's important to the United States.
Imported to the United States which
means that that everything that is
imported to the United States, the
American consumer from the the products
from Indonesia pays an extra 19%. He
says we pay nothing. Actually, it's the
Indonesians that pay nothing.
Nah, ini gua udah pernah bilang. Jadi,
gua pernah ngobrol sama salah satu
direktur perusahaan Tbk di Indonesia
perbankan. eh direktur tapi goblok gitu
ya. Dia bilang Indonesia dirugikan
karena akibatnya Indonesia harus bayar
tarif 19%. Enggak bego. Lu kalau impor
barang, katakan hari ini lu impor barang
dari Tanzania gitu loh. Nabea masuk 10%
lu impor R1 juta. Berarti di pelabuhan
lu bayar cukai, ba impor, ba masuk
whatever lu akan bayar ekstra Rp100.000.
Jadi bayar Rp1.100.000.
Nah, yang bayar Rp100.000 itu siapa?
Yang ekspor atau yang impor? Coba lu
pikir, ternyata yang bayar itu yang
impor. Nah, dalam kasus perang dagang
dengan Indonesia 19% ini kalau harga
barang R juta berarti ketika kita kirim
dari sini nilainya R juta nyampai di
pelabuhan di Amerika Serikat yang bayar
19% which is R0.000 ekstra itu adalah
importir di sana dan yang akan terbebani
dengan 19% itu artinya rakyat Amerika
Serikatlah yang harus bayar lebih mahal
Rp1.100 Rp10.000. Sebelumnya cuman bayar
Rp1 juta kalau enggak ada 19%. Nah, ini
narasi yang suka dipakai untuk
membohongi kalian sama media-media
peliharaan asing. Bahwa seolah-olah
Indonesia yang beli belanja barang jadi
lebih mahal. Tidak bego. Yang bayar
lebih mahal ya orang Amerika karena dia
yang impor barang kita. Kita jual tetap
harga Rp1 juta. Sekarang jadi 19% jadi
Rp1.190.000.
Yang bayar Rp10.000 siapa? Orang
Amerika. Makanya lu jangan kaget di
Indonesia orang pada panik. Seolah-olah
Indonesia kalah nih perang dagang.
Enggak. Di Amerika Serikat mereka kan
punya otak ya. Mereka lihat juga eh yang
dirugikan Amerika Serikat. Kenapa?
Karena akibatnya mereka harus bayar
barang yang sama dengan harga lebih
mahal. Hmm. Pak kalau gitu kenapa enggak
sekalian aja jadi 30% atau 50%? Enggak
bisa juga begitu. Karena kalau terlalu
tinggi barangnya jadi tidak kompetitif.
Tetapi sangat bersyukur Indonesia karena
di wilayah Asia Tenggara kita kan fokus
di mana aparel, cloting, alas kaki. Kita
termasuk negara yang produksinya paling
tinggi dan tarifnya paling rendah.
Karena kompetitor kita di bisnis sejenis
itu Vietnam 20%, Malaysia 25%. So, kita
diuntungkan atau dirugikan? Good news
nih, Guys. Buat kamu para investor saham
yang mau bergabung di Benix Investor
Group, sekarang kita ada diskon khusus
17% hanya untuk 17 orang pertama yang
mendaftar sebelum 17 Agustus 2025. Jadi,
kamu dapat diskon besar. Tadinya bayar
Rp50 juta untuk setahun, sekarang
tinggal R1 jutaan saja. So, tunggu
apaagi? Segera daftarkan dirimu sekarang
juga loh. Karena cuma di Benix Investor
Group kamu bisa datang investigasi
langsung bareng Benix. Namanya Big
Investigation. seperti investigasi
BENXIX di perusahaan kelapa sawit yang
ada di Bangka Belitung, perusahaan yang
ada di Sumatera, perusahaan yang ada di
Kalimantan, di Sulawesi, lu bisa dapat
akses langsung ketemu dengan direktur
perusahaannya, ngobrol bareng sama
manajemen perusahaannya, bahkan lihat
langsung operasional perusahaannya
seperti apa sih. Ingat ya, investasi itu
kan real, jangan sampai lu investasi
bodong. Itu namanya beli kucing dalam
karung. Makanya penting buat kalian bisa
ikut di Big Investigation. Bukan cuman
itu, Guys. Kita juga ada namanya Big
Gathering. Jadi, ini ngopi-ngopi bareng
santai lah. Kita selalu bikin nih ngopi
santai bareng Benix. Ada di Singapura,
ada di Jakarta, ada di Semarang, di
Jogja, di Bali, di mana-mana lah.
Teman-teman bisa ikut buat ngobrol
langsung tentang investasi kamu. Nah,
buat Teman-teman yang enggak bisa hadir
secara fisik, kita juga ada pertemuan
online. Jadi, sebulan ada tiga kali
every weekend live langsung sama Benix
bisa tanya jawab langsung soal
perjalanan investasi kamu. Kita juga ada
sharing, kamu bisa dapat rekamannya,
video-video edikasi khusus untuk Benix
Investor Group. Nah, yang seru kita ada
gala dinner. Next. Gala dinner itu di
tanggal 29 Agustus bulan depan. kamu
harus segera daftar karena kita akan
mengundang direktur dari perusahaan yang
omset-nya ribuan triliun, Guys, buat
berbagi ngobrol bareng gimana sih
strategi investasinya di tengah perang
tarif Donald Trump. Wow, emiten-emiten
apa aja yang siap atau bahkan enggak
siap? Tentunya sih dari setiap peristiwa
ada opportunity yang kita bisa dapat.
Makanya penting banget buat kamu bisa
join ke gala diner Benix setahun sekali
kita adakan next gala dinner di tanggal
29 Agustus 2025. Oke, guys. Segera
daftarkan dirimu sekarang juga. Ingat
ya, diskon 17% cuma untuk 17 orang
pertama yang daftar sebelum 17 Agustus
2025. Segera kunjungi www.benix.id atau
hubungi nomor yang ada di bawah ini
08113220886.
Yuk, segera gabung dan daftarkan dirimu
menjadi bagian dari komunitas saham
paling seru di Indonesia bersama Benix
Investor Group. So, kita diuntungkan
atau dirugikan? Kita tetap diuntungkan.
Mereka enggak ada pilihan lain. Apa
jadinya mereka tiba-tiba harus pesan
sepatu ke Singapura? Kan enggak mungkin
gaji orang Singapura sudah naik tinggi.
Atau mereka pesannya ke Cina, enggak
mungkin. Cina tarifnya di atas 50%.
Jadi produk kita tetap kompetitif
sepanjang masih di rate itu dibawa oleh
kompetitor-kompetitor kita yang lain.
Ada Bangladesh, ada Pakistan, ada India.
Jadi ini sebetulnya kalau orang yang
punya otak dia akan lihat bahwa tarif
19% itu tidak merugikan Indonesia tapi
merugikan rakyat Amerika sendiri. Next.
Access market over0 million people. In
addition, Indonesia will pay the United
States a 19% terfunds they export to us,
which means we will be paying that extra
19%. While US exports to Indonesia are
to be tariff and non-terff barrier free.
Not a great deal.
If there's any transshipment from a
higher tariff country, then that tariff
will be added underto the tariff that
Indonesia is paying. IE we are paying.
Thank you for to the people of Indonesia
for your friendship and commitment to
balancing our trade deficit. We will
keep delivering for the American people
and the people of Indonesia. Thanks,
Ronald.
Oh, ini sama aja ya. Ini intinya si bule
ini cuman bedanya yang tadi laki-laki
ini bule perempuan, dia bilang apa? Sama
juga orang Amerika Serikat lu jangan
tolol-tolol banget lah lu dibegoin sama
Donald Trump seolah-olah Amerika Serikat
diuntungkan. Tidak. Dia sendiri sudah
bilang banyak di sini orang-orang di
Indonesia yang kira kita dirugikan.
Padahal di Amerika Serikat sendiri
rakyatnya mengakui Donald Trump kalah
perang dagang sama Prabowo. Di Amerika
Serikat sendiri bule-bule itu ya
merekalah yang merasa sedih. Kenapa ya
mereka sudah bilang di sini menurut
mereka, menurut bule-bule ini tarif 19%
buat barang-barang dari Indonesia yang
masuk Amerika Serikat at the end of the
day tidak merugikan orang Indonesia,
tetapi merugikan masyarakat Amerika
Serikat itu sendiri. Jadi ini yang gua
bilang tadi ya, lu kalau punya otak
pasti nyambung bahwa yang rugi orang
Amerika Serikat, orang Indonesia untung.
Nah, di sini J juga bilang kesepakatan
ini bukan kesepakatan yang baik
sebetulnya buat Amerika Serikat. Kenapa?
Karena orang Indonesia pun kalau
tarifnya jadi 0% ya bukan sertar-merta
lu beli kulkas made in Amerika, lu beli
motor made in America. Enggak, Bro.
Walaupun ba impor 0% lu beli Harley
Davidson tetap mahal. Lu beli mobil Ford
dia ya tetap mahal. Memang daya beli
kita udah kalah. Memang harga mobil dari
segi currency juga udah kalah. Currency
mereka terlalu mahal, terlalu powerful.
So, apakah ini mengganggu Indonesia?
Tidak. Mal ini bisa meningkatkan
produktivitas kita buat impor alat-alat
yang produktif, alat-alat kesehatan,
alat-alat pertanian, meningkatkan
produktivitas industri kita. Kita bisa
beli mesin dengan harga lebih murah.
Edianu Dede akan meningkatkan kapasitas
dan ekonomi nasional kita juga. Mal ini
bisa menguntungkan kalian loh, para
produsen. Hmm, menarik nih. Kacamatanya
ternyata beda ya. Ternyata orang Amerika
Serikat itu merasa dirugikan. Ada lagi
enggak? Coba kita lihat. Next. Trump
just announced a new trade deal between
the US and the Indonesia and is probably
the best deal is so far. Firstly there
on USA export to Indonesia. Secondly 19%
of territors on Indonesia exposed to the
USA.
Indonesian opens up all the markets to
the USA for the first time ever and is a
huge package with 218 million people.
Firstly, Indonesian will buy 15 million
worst of US 4.5 billion in agriculture
plus and 50 place. Honestly this is best
to do possible even better than BMA
which is a 20%
but unlike
of 50%
export from China is 90%
enough to Chinese transplment through
Indonesia.
Ini video dari orang Vietnam, Guys.
Jadi, lagi-lagi bukan gua yang ngomong,
tapi rakyat mereka sendiri
terkencing-kencing, ketakutan. Karena
menurut mereka kesepakatan tarif sebesar
19% ya buat Indonesia itu ini
kesepakatan yang sangat bagus. Ini
adalah best deal bahkan lebih baik
daripada tarifnya Vietnam yang 20%. Jadi
mereka sendiri panik. Mereka sendiri
mengakui Indonesia itu dapat deal yang
jauh lebih bagus dibandingkan rakyat
Vietnam. Dan rakyat Vietnam juga semakin
menangis. Kenapa?
Karena buat orang Vietnam, kalau mereka
terima barang-barang dari Cina namanya
transhipment, orang Vietnam itu bakal
kena tarif ekstra 40% dari Donald Trump.
Nah, kenapa menurut orang Vietnam ya
Indonesia itu dapat best deal, good deal
dibanding Vietnam. Karena buat Indonesia
ternyata kalau Indonesia transpen
barang-barang Cina, jadi barang dari
Cina masuk ke pelabuhan Indonesia
repackaging atau ada value edit di situ
masuk ke Amerika Serikat itu enggak
dimention tarifnya berapa sama Donald
Trump. Tapi kalau dealnya Vietnam dengan
Donald Trump, kalau kedeteksi ada barang
made in China yang dikirim dari
pelabuhan Vietnam akan kena ekstra lagi
tarif 40%. So menurut orang Vietnam
sendiri sebetulnya Indonesia itu jauh
lebih bagus dibandingkan deal-nya
Vietnam. Wis menarik nih. Jadi makin
banyak ya orang bule, orang luar negeri
yang memang mengakui tarif kita itu jauh
lebih unggul dibanding kompetitor.
Makanya lu harus bertanya-tanya ya,
kenapa media-media nasional masih banyak
tuh yang berbicara tarif dagang ini
seolah-olah Indonesia dirugikan atau
apapun. Itu narasi-narasinya gua pikir
kok pembodohan publik jadinya nih. Ini
enggak benar sih menurut gua. Harus
dilawan sih karena ya objektif lah.
Kalau kita dalam posisi yang diuntungkan
ya kita harus dukung. Kalau kita dalam
posisi dirugikan ya kita harus tolak
dalam kasus ini. Perang dagang ini gua
sih yakin kita diuntungkan dan lu sudah
bisa lihat itu kelate. Market is real.
Market langsung merespon. So,
teman-teman lihat IASG di Indonesia
tambah naik atau tambah turun. Gua yakin
akan tambah naik karena Indonesia
diuntungkan di perang dagang ini. So,
satu ketakutan terakhir yang dimention
nih sama orang ini. Dia juga
bertanya-tanya nih, apakah dengan tarif
19% cukup untuk menentikan Cina
melakukan transhipment di Indonesia
seperti yang dilakukan di Vietnam? Kalau
menurut gua enggak. Makanya gua sangat
yakin ini akan makin banyak
pabrik-pabrik dari Cina yang pindah ke
Indonesia. Bahkan pabrik dari Vietnam
sekalipun bisa jadi ikut pindah ke
Indonesia. Kalau enggak, pabrik-pabrik
Cina di situ bakal kena tarif 20% tarif
Vietnam plus tarif 40% ke arah
transhipment. Mereka bisa kena tarif 60%
dibandingkan resiko itu bisa menyerang
mereka, ya better pindah aja sekalian
dari Vietnam ke Indonesia. Jadi lu harus
cermat ya kalau lihat ya Indonesia
diuntungkan atau dirugikan. Karena
faktanya Indonesia ya diuntungkan, Guys.
Ya, dan seluruh dunia mengakuinya bahkan
orang dari luar negeri sekalipun.
Makanya lu kenapa bisa-bisanya ya masih
kemakan omongan buzer-bzer, hater-hatter
itu. Bingung gua. Next. Masih ada enggak
susulan pengumuman Amerika Syarikat
tentang tarif 25% ke atas Malaysia?
Ramai yang tanya, tarikh ni dah mula ke?
Okey, tarikh 25% ini hanya bermula pada
1 Ogos 2025. Pada masa ini kita masih
dikenakan tarikh pada kadar 10%. Jadi,
kita masih ada masa untuk meneruskan
rundingan dan mencapai persetujuan. Oke,
gua cutut. Gua cut aja, Guys. Sorry
banget nih, Guys. Ini gua cut aja karena
gua gak ngerti dia ngomong apa sih.
Kayaknya dia gak bisa bahasa Indonesia.
Sedih banget gua lihat dia. Tapi gua cut
short aja lah. Dia mau bilang bahwa ya
menurutnya Malaysia dalam bahaya karena
Malaysia kena tarif 25%. Nah, Indonesia
itu tarifnya jauh lebih rendah dari
Malaysia. Kalau ini berlangsung terus
dan Malaysia gagal berunding dengan
Amerika Serikat, maka Malaysia ya bisa
dirugikan. Yang Kamu God sekali lagi
bilang, bisa jadi manufacturing
pabrik-pabrik makin banyak yang tutup.
dan pindah ke Indonesia. Nah, yang
menarik ya sebetulnya banyak pengamat,
ahli ekonomi, profesor-profesor di
Malaysia itu yang setuju juga bahwa
Indonesia itu sangat diuntungkan, bahwa
Malaysia itu posisinya sangat dirugikan.
Dan mereka penasaran kayak si Tengku ini
dia juga bilang bahwa ya kalau Malaysia
mau menang ya dia harus berikan apa yang
Amerika inginkan. Kalau Amerika Serikat
pengin A maka Malaysia harus kasih A.
Kalau Amerika pengin B maka Malaysia
harus kasih B. Nah, di sini kita bisa
lihat memang Malaysia ini kemampuan
negosiasinya sangat lemah lah. Makanya
kalah sama Indonesia. Ya, kita harus
akui nih Malaysia kalah bernegosiasi.
Makanya kalau seandainya ini terus
berlarut-larut, lu jangan kaget. Kemarin
gua bikin video tentang demonstrasi
massal di Malaysia. Banyak orang enggak
terima. Menurut mereka itu demonstrasi
palsul lah. Demonstrasi pakai AI lah, AI
gigi lo. Enggak. Itu beneran orang di
sana demonstrasi ya karena kondisi
ekonominya enggak tambah baik tapi
tambah buruk. Bukti yang paling nyata
apa? Simpel gua ini investor. Lu lihat
bursa effect Malaysia hari ini year to
date itu udah minus 6% lebih. Bandingkan
dengan bursa effect Indonesia year to
date detik ini malah positif udah naik
6% lebih. Ini kan bak bumi dan yangang
langit nih. Indonesia naik 6%, Malaysia
nyungsep 6%. Lu mau ngomong apaagi? Ini
bukti konkret bahwa emang ekonomi
Malaysia makin nyungsep dan dirugikan
dengan perang tarif ini. Dan kalau
mereka makin memperlambat, makin bodoh,
dan tolol, tidak bisa negosiasi dengan
Donald Trump, terserah lu mau ngomen apa
di kolom YouTube-nya Benix. Fakta
berbicara. Bursa tidak bohong, market
tidak bohong, Malaysia tambah nyungsep.
Kurang
kalau mereka tidak pintar bernegosiasi.
Makanya gua tidak heran ketika gua
melihat Perdana Menteri Malaysia Anwar
Ibrahim hari ini terbang ke Indonesia
mau bertemu dengan Prabowo mau ngapain
main catur. Gua rasa tidak. Gua rasa dia
minta bocoran. Dia mau berguru sama
Prabowo. Gimana sih caranya ngomong sama
Donald Trump? Gimana cara negosiasi
dengan Donald Trump? Karena realitanya
Malaysia, bahkan guru besar ekonomi,
profesor-profesor di Malaysia memang
sudah bilang pemerintahan Malaysia bakal
jatuh kalau mereka tidak bisa belajar
dan mendapatkan tarif yang lebih rendah
dari Indonesia. A ngeri banget nih,
Guys. Satu yang menarik ya dari orang
Malaysia ya, para ahli-ahli ekonom
Malaysia, gua sempat ngobrol di telepon
juga. Ini beda dengan netizen Indonesia.
Netizen Indonesia banyak goblok yang
enggak pakai otak, main ngasal nyerang
aja. Seolah-olah Indonesia dikadalin
sama Donald Trump. Tapi kalau kita lihat
ya pandangan netizen Malaysia, gua juga
enggak masukin di sini karena terlalu
banyak ya. Mereka banyak bilang
tercapainya kesepakatan tarif 19%
Amerika Serikat dengan Indonesia. Kan
Indonesia dibilang itu menggadaikan
negara sama netizen Indonesia. Tapi
menurut netizen Malaysia enggak. Orang
Indonesia itu salah memahami statement
full aksesnya Donald Trump. Sebetulnya
yang Donald Trump inginkan, Pamansam
inginkan itu bebas eksplorasi sumber
daya alam. Full akses yang dimaksud
Donald Trump itu adalah full akses yang
paling hebat sepanjang sejarah Amerika
Serikat. Karena sekarang sektor
pertanian dari Amerika Serikat bebas
masuk ke pasar Indonesia tanpa bea
masuk. Ya, sekali lagi gua bilang, ada
enggak ada perang dengan Donald Trump?
Indonesia memang impor kacang kedelai.
Indonesia memang impor gandum dari
Amerika Serikat dalam jumlah yang sangat
besar. Ada enggak ada Donald Trump? Dan
sekarang kalau bea masuknya jadi 0%, by
the way dari dulu juga memang udah 0% ya
bisa jadi lebih murah lagi loh harga
makanan di Indonesia. Jadi sebetulnya
kita diuntungkan. Tapi dasar ya banyak
netizen di Indonesia itu buta. Mereka
sudah tercuci otak dengan media-media
propaganda asing ini. Sehingga mereka
sibuk menghina hasil lobi perang tarif
kita. Padahal ya realitanya negara lain
cemburu dengan Indonesia. Filipina
cemburu, Vietnam cemburu, Malaysia
cemburu, bahkan profesor, guru besar
ekonomi di universitas terbaik di
Malaysia sampai bikin pernyataan di TV
nasional. Dan lu enggak bakal pernah
tahu informasi ini kalau lu enggak
nonton channel Benix bahwa ya Indonesia
menang besar di sini. Indonesia menang
besar, Amerika Serikat kegoocek sama
Prabowo. Donald Trumpcek
sama Prabowo. Amerika Serikat kalah sama
Indonesia. Amerika Serikat blink first.
Realitanya Donald Trump kegoocek sama
Prabowo. Nah, menurut kamu gimana, Guys?
Lu penasaran enggak sih video rahasia
tentang bagaimana reaksi guru-guru besar
ekonomi di Malaysia terkait perang tarif
ini? Apa betul mereka jealous? Apa betul
mereka cemburu? Apa betul mereka pengin
banget belajar gimana sih cara negosiasi
Indonesia sehingga bisa menang,
mengadali, mengangkangi Donald Trump?
Kalau lu penasaran, segera like video
ini. Begitu mencapai 24.000 likes, dalam
24 jam kita bakal rilis video khusus
pernyataan guru besar ekonomi Malaysia
bertekuk lutut mengakui kemenangan
negosiasi dagang Prabowo.
Kalau lu setuju kita bikin videonya
segera. Pencet tombol likes di bawah
ini. Oke, guys. By the way, menurut lu
sendiri gimana ya? Sebetulnya Indonesia
diuntungkan apa dirugikan sih dengan
perang tarif ini? Kalau narasi-narasi di
media nasional pada bilang Indonesia
dirugikan, kok faktanya banyak orang
bule, orang Amerika sendiri bahkan yang
bilang Amerika Serikat yang dirugikan.
Yang benar mana? Menurut lu gimana? Yang
benar mana? Sebetulnya siapa yang
dirugikan diuntungkan? Yuk, segera tulis
pandangan kalian di bawah ini. Semoga
video ini bermanfaat. Salam sehat. Salam
cuan. Bye bye.
[Musik]
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:06:41 UTC
Categories
Manage