Transcript
mofWXCVDgmk • RINJANI IS TESTED! The Country Is Embarrassed!!, Is the Economy So Poor?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0396_mofWXCVDgmk.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ada berita duka nih. Ini berita
yang sangat menyedihkan karena ternyata
ada pendaki ya yang meninggal mati tewas
di Gunung Rinjani. Dan ini menjadi viral
karena ternyata korbannya bukan rakyat
Indonesia, tetapi yang meninggal adalah
rakyat Brazil. Ini sangat menyedihkan
karena dia dilaporkan terjatuh sedalam
600 m loh. Jadi ketinggiannya 600 m, dia
jatuh ke bawah, mati di bawah. Gila, ini
sedih banget sih. Dan memang ngeri. Dia
sempat terdampar ya di bawah itu gak ada
yang nolongin. Katanya sampai berjam-jam
bahkan tanpa pertolongan dari ketinggian
600 m. Lu bayangin tinggi Monas itu
cuman 130 m. Artinya ini lima kali lebih
tinggi dari Monas. Wah, sakit banget
sih, Guys, kalau lu jatuh. By the way,
kenapa sih berita ini jadi viral di
mana-mana? Bahkan sampai viral di
Brazil, di dunia internasional. Bahkan
Indonesia sampai diserang nih oleh
rakyat Brazil. Pemerintah Brazil sendiri
udah positif nih. Dia mau menggugat
Indonesia ke pengadilan internasional
karena mereka ingin melindungi hak warga
negaranya. Ya, gua yakin sih akting
doang pemerintah Brazil karena dia
pengin nyari hatinya Prabowo supaya
Prabowo semangat jadi anggota Bricks.
Ingat, Presiden Brazil ini politiknya
hebat nih. Tapi yang paling penting
netizennya ikut kena goreng. Jadi
netizen Brazil ikut kena goreng sampai
mereka berbondong-bondong menyerang
Google Review Gunung Rinjani kesayangan
rakyat Indonesia. Dan komennya
sadis-sadis banget nih, Guys. Ada yang
bilang, "Jangan pergi ke taman ini.
Kalau lu kecelakaan, lu tidak akan
ditolong. Mereka tidak akan siap. Bahkan
lu bisa mati." Bahkan ada lagi yang
komen, "Kok bisa-bisanya taman ini masih
dibuka padahal ada korban jiwa." Ada
lagi yang ngasih review. Semua bintang
satu ngasih review. Negara Indonesia ini
tidak mempedulikan nyawa Juliana. Tangan
kalian berdarah. Kalian membiarkan
seorang wanita mati perlahan-lahan
secara menderita selama lebih dari 72
jam. Oh, ternyata rupanya dia masih
hidup ya. Datang jatuh mungkin luka-luka
600 m di bawah enggak langsung mati.
Mungkin sekarat kali ya. Enggak bisa
gerak patah tulang atau gimana. Tapi
pertolongannya sayangnya lambat baru
datang setelah lewat 72 jam ya. Jadi
hampir 3 hari dia di situ merana, Guys.
Ini tragis sih si ada begitu banyak
lagiah komen negatif dari netizen
Brazil. Ada juga yang dari seluruh dunia
sih bikin komen itu ya. Anyway,
Indonesia betul-betul kena serangan PR.
Ini Indonesia diserang habis-habisan dan
sebagai respon ya pemerintah dari
ancaman itu tentunya kita bangga ya.
Pemerintah Indonesia sangat pintar,
super brilian, punya menteri pariwisata
juga bukan cuman cantik tetapi sangat
pintar. Ketika ditanya gimana solusinya
supaya hal ini tidak terjadi lagi?
Ternyata solusinya adalah gelang RFID.
Oke, ya sudahlah. But anyway, guys, kan
lu tahu ya channel BX ini channel
investasi. Kita membahas soal ekonomi.
Kenapa tiba-tiba membahas soal Gunung
Rinjani? Simpel aja. Karena ini
berdampak bagi perekonomian Indonesia.
Makanya jangan heran kalau sampai
pemerintah kita memang wajib turun
melakukan evaluasi. Karena buat
teman-teman yang belum tahu, lu jangan
anggap remeh ya. Soalnya bisnis gunung
itu bisnis cap kaki li. Enggak. Gunung
Rinjani di tahun 2024 aja udah
menghasilkan duit bagi negara sampai 22
miliar, Guys. Wow, menarik nih. Kita
kulik lebih lanjut. So, kalau lu
penasaran jangan diskip video ini. Let's
check this out.
[Musik]
Jadi, Teman-teman, Gunung Rinjani ini
bukan hanya menjulang megah tinggi
sebagai ikcon pariwisata dan konservasi
di Indonesia khususnya untuk wilayah
Nusa Tenggara Barat. Ternyata Gunung
Rinjani adalah salah satu penghasil
penerima negara bukan pajak atau PNBP
yang terbesar loh dari sektor taman
nasional di Indonesia. Jadi, sepanjang
tahun 2024, kawasan Taman Nasional
Gunung Rinjani sudah mencatatkan
penghasilan sebesar 22 miliar untuk
negara kita. Ini dari aktivitas
pendakian dan aktivitas non pendakian.
Nah, dari sini kita bisa lihat bahwa
angka ini mengindikasikan ada lonjakan
minat masyarakat terhadap wisata alam
yang berbasiskan petualangan dan
spiritualitas ekologis. Tapi, Guys, 22
miliar itu cuma nilai yang kita dapat
ya. Kalau lu mau naik gunung memang
harus bayar tiket masuk lah. Tapi
sebetulnya ada nilai ekonomis lain loh
yang bergerak di luar itu. Jadi kita
hitung ya, selain PNBP penerima negara
bukan pajak, aktivitas pendakian di
Gunung Rinjani juga menghasilkan
multiplayer effect buat ekonomi yang
luar biasa. Diperkirakan nilai
multiplayer effect-nya itu senilai 109
miliar di tahun 2024. Lu tahu
multiplayer effect-nya apa? Ada
penginapan, ada transportasi, ada sewa
porter, ada beli makanan, air bersih,
dan lain sebagainya. Semua itu
meningkatkan perekonomian masyarakat di
sana. Karena orang kan kalau ke sana
nginp, enggak langsung naik manjat.
Enggak nginp dulu di bawah, aklimatisasi
dulu dan lain sebagainya. Itu
menghidupkan ekonomi rakyat lokal 109
miliar. Wow. Gila. Gimana nih, Guys?
Menurut lu 109 miliar loh ternyata bukan
bisnis kaleng-kaleng ya. Ini bisnis
ratusan miliar. Buat negara dapatnya 22
miliar. Buat rakyat yang ada di sana
miliar. Menurut lu ini udah bagus belum?
Kalau lu baca lagi lebih detail,
penghasilan negara kita itu ada dua.
Satu, penghasilan pajak dan cukai. Yang
kedua adalah penghasilan bukan pajak
atau kita bilang PNBP. Nah, PNBP di
tahun 2024 kemarin sekitar 579
triliun. So, kalau lu bilang, "Wow,
Rinjani keren banget menghasilkan 22
miliar." Tunggu dulu. Ini ingat channel
ekonomi kita di sini sajikan data yang
betul. So, kalau lu bandingkan ya 22
miliar PNBP yang dihasilkan oleh
Rinjani, lu bandingkan ke total PNBP
negara kita yang 579 triliun, maka rasio
pendapatan Gunung Rinjani dibandingkan
dengan pendapatan negara bukan pajak
sebetulnya itu cuman 0,003%.
Ternyata bisnis ekologis, bisnis cinta
lingkungan ternyata ya gede mungkin lu
lihat. Tapi kalau lu lihat secara
makroekonomi not so much, Guys. Sayang
sih sebenarnya guys. Kenapa? Kalau
teman-teman yang cinta gunung pasti
tahu, UNESCO, lembaga dunia itu udah
bikin 10 gunung paling keren, 10 gunung
paling elit namanya UNESCO Global
Geopark. Nah, dalam 10 lis itu ternyata
ada Gunung Rinjani, Guys. Duduk sejajar
bersama gunung-gunung terkenal lainnya.
Seperti Gunung Fuji di Jepang, ada
Gunung Kilimanjaro, ada gunung Rocky
Mountain, ada Gunung Thain sebagainya
lah. Pokoknya 10 gunung terkenal di
dunia kita Gunung Rinjani masuk di dalam
daftar itu. Tapi tragis kok bisa? Oke,
gampang aja. Karena kita channel
ekonomi, kita harus lihat sebetulnya
Gunung Rinjani sebegitu terkenalnya
banyak orang dari seluruh dunia
bercita-cita mendaki Gunung Rinjani.
Tetapi sebetulnya sudah maksimal belum
pengelolaan ekonominya bagi negara kita?
So, lu jangan skip video ini karena kita
akan masuk ke aspek ekonomi dan ini yang
paling penting. Teman-teman tahu tadi
kita di awal sudah bilang ada gunung
terkenal 10 gunung elit paling terkenal
di dunia ini. Salah satunya Gunung
Rinjani dan ada Gunung Fuji. Teman-teman
tahu lu kalau mau naik Gunung Fuji lu
harus bayar 4.000 yen. 4.000 yen itu
setara ya Rp450.000
lah. Kalau dalam 1 tahun data terakhir
kita punya ada Rp320.000
pendaki Gunung Fuji di tahun 2024. Kalau
lu kali 320.000
pendaki dengan 4.000 yen hasilnya 1,28
miliar. Yen, artinya setara 143 miliar,
Guys. Dari sini kita sudah bisa lihat eh
ternyata masih ada potensi loh yang bisa
dimaksimalkan dari bisnis gunung ini.
Kok bisa ya kita kalah sama Gunung Fuji?
Tapi ya sudahlah, itulah nasibnya kalian
ya. Yang paling penting multiplayer
effect. Ingat enggak tadi kita bicara
kalau lu naik Gunung Rinjani, Rinjani
menghasilkan 22 miliar buat negara, tapi
multiplayer effect yang ada 100 miliar
peredaran duit di masyarakat yang hidup
dari Gunung Rinjani. Nah, Gunung Fuji
gimana? Maksudnya apa, Pak? Emang Gunung
Fuji ada multiplayer effect? Ya, tentu
saja ada. Karena ketika kamu naik Gunung
Fuji, selain bayar tiket masuk, lu juga
harus bayar transportasi. Lu bakal
spending 8.000 yen buat transport doang.
Lu akan bayar akomodasi. Minimal 1
sampai 2 malam lah, lu spending 11.000
000 yen. Lu juga beli makanan dan
minuman, lu akan spending 3.000 yen.
Lalu lu harus sewa peralatan. Enggak
mungkin dong lu bawa handuk, lu bawa
tenda, lu bawa tongkat, lu bawa pacu, lu
bawa alat kompor, masak segala macam
dari Indonesia. Enggak mungkin dong.
Pasti ada beberapa peralatan yang lu
sewa di Jepang sana. Minimal kalau lu
mau kemah lebih nyaman dan lebih ringan.
So, buat sewa peralatan aja lu udah
bayar 3.000 yen. Dan yang paling mahal
adalah bayar biaya guide. Jasa guide itu
buat pemandu lu di sana, lu harus keluar
sampai 35.000 yen. Jadi total perik
Gunung Fuji minimal spending 57.000
yen. Nah, kalau lu kali ya 57.000 yen
dikali 320.000 pendaki dalam 1 tahun,
maka peredaran ekonominya sekitar 18
miliar yen. Ini setara Rp2 triliun.
Dari sini lu bisa lihat, wow luar biasa
ya. Sebuah Gunung Fuji bisa memberikan
penghasilan 2 triliun bagi rakyatnya.
Tapi Gunung Rinjani sama-sama gunung
elit loh. Penghasilannya bagi rakyat itu
cuman 100 miliar. Jadi dari sini kita
sudah tahu, Guys, bahwa nilai ekonomi
yang disumbangkan oleh gunung favorit
kita namanya Gunung Rinjani ya beda jauh
dibandingkan Gunung Fuji. Tadi kita
sudah lihat ya, Gunung Rinjani cuman 109
miliar, tapi Gunung Fuji itu bisa kasih
sampai 2 triliun. Waduh, ini sedih
banget nih. Artinya masih banyak PR nih
bagi Menteri Pariwisata Indonesia. Well,
kalau kita lihat, jadi artinya ekonomi
yang berhubungan dengan lingkungan hidup
pariwisata itu Indonesia bukan ahlinya.
Karena ya kita masih jauh nih sama
negara asing. Tapi ya kita harus bahas
secara netral ya. Sisi lainnya juga ada
sisi positif. Karena Rinjani sendiri itu
berkontribusi terhadap serapan tenaga
kerja. Kalian tahu Gunung Rinjani itu
berhasil menyerap 50.000 tenaga kerja.
Ini banyak banget. Kalau lu bandingkan
dengan bank terbesar di Indonesia yang
namanya Bank BCA. Bank BCA karyawannya
aja cuma 27.000 orang, Guys. Artinya
rinjan ini menyerap hampir dua kali
lipat jumlah karyawan Bank BCA. Satu
gunung, lu bain satu gunung bisa
menyerap tenaga kerja hampir dua kali
lipat lebih banyak dibandingkan bank
terbesar di Indonesia, Bank BCA. Bagus
dong. Ya, mungkin iya, mungkin tidak.
Tapi asal lu tahu ya, kemarin ada yang
viral salah satu porter ya atau tour
guide dari Gunung Rinjani ini namanya
Agam Rinjani itu dia memang pernah
mengaku punya penghasilan aja sampai
Rp367
juta, Guys. Dalam 10 hari berarti
penghasilan dia per hari bisa Rp36 juta.
Ini hebat banget. dia langsung habisin
duit itu buat sewa kamar hotel di Bali.
Bayar Rp24 juta semalam, terus sewa
mobil mewah, mobil Lamborghini, Ferrari,
dan lain sebagainya. Jadi memang ada
gunanya juga ya Gunung Rinjani ini
karena terbukti ya bisa memperkaya ya
sebagian orang yang hidup di Pulau
Lombok itu tempatnya Gunung Rinjani.
Tapi kalau lu kaji lebih detail lagi,
50.000 lapangan kerja itu jangan-jangan
cuman Fat Morgana. Mungkin memang 50.000
tenaga kerja yang diserap, tapi
berkualitas atau tidak. Hai, gua Benix,
the CEO of Benix Investor Group. Dengan
lu bergabung bersama Benix Investor
Group, lu bakal dapat ilmu investasi
saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan
cuman itu, lu bakalan dapat strategi
rahasia cuannya Benix ratusan bahkan
ribuan persen cuma dari saham. Di Benix
Investor Group, lu bakal dapat begitu
banyak pelajaran investasi selama 1
tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing
saham yang bagus bareng Benix setiap
bulannya. Kita juga bakal update
portofolio Benix dan kita juga akan
membedah laporan keuangan setiap
bulannya. Yang paling seru, kita juga
bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang
ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana? Lu udah yakin
portofolio Sam lu udah bersih dari
saham-saham perusahaan sampah ini? Kalau
belum, mendingan lu segera sapu bersih
deh kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah
saham gorengan bahaya, Guys.
Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka
buang-buang duit, beli saham gorengan?
Hasil rekomendasi grup sambodong di
sebelah yang hobinya jualan candlestick.
Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan
investasi, itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Tapi kalau lu kaji lebih detail lagi,
Rp50.000 lapangan kerja itu
jangan-jangan cuman Fat Morgana. Mungkin
memang 50.000 tenaga kerja yang diserap,
tapi berkualitas atau tidak, gua sih
yakin tidak. Walaupun jumlah serapan
tenaga kerjanya sangat banyak, hampir
dua kali lipat lebih banyak dibanding
Bank BCA, tapi lu harus lihat juga
tenaga kerja seperti apa yang diserap di
sana. Apakah semuanya seperti Agam
Rinjani penghasilan ratusan juta? Gua
rasa tidak. Dan ini terbukti. Ingat ya,
Gunung Rinjani itu berada di Pulau
Lombok dan dia berbatasan dengan tiga
kabupaten. Kabupaten Lombok Tengah,
timur, dan utara. Jadi ada tiga
kabupaten dan kalau lu lihat, oh
seharusnya semua orang everybody's happy
dong. Penghasilan ratusan juta nih.
Ternyata tidak. Faktanya UMK jadi upah
minimum di Kabupaten Lombok Utara, Timur
Tengah itu cuman 2,6 juta, Guys,
sebulannya. Artinya kan udah tahu dong
berarti mayoritas rakyat di Lombok
penghasilannya di bawah UMR kan sudah
tahu. Berarti kita bisa lihat rata-rata
orang di Lombok tempat adanya Gunung
Rinjani gua yakin penghasilan dia 1,8
1,7 1 jutaan lah artinya di bawah UMR
itu. So, kalau kita bilang Gunung
Rinjani bagus menyerap 50.000 R000
tenaga kerja. Iya, dari segi kuantitas,
tapi dari segi kualitas belum tentu.
Karena walaupun Bank BCA cuma punya
27.000 karyawan, gua yakin sih
karyawannya semua di atas UMR. Enggak
ada tuh yang gajinya R1,6 juta, 1,8 juta
seperti rakyat di Kabupaten Lombok Timur
atau Lombok Tengah. Iya dong. Oh, jadi
di sini lu bisa paham ya bahwa kita
memang enggak bisa mengandalkan
pariwisata alam, menggerakkan cinta
lingkungan, manjat gunung, daki gunung,
dan sebagainya. secara real. Fakta
membuktikan, data membuktikan, ternyata
dampak ekonominya tidak seindah yang
dibayangkan. So, lu bayangkan kalau
seandainya Indonesia Timur ya diserang
terus-menerus nih dari kemarin nih soal
pertambangan. Jadi, asing lagi punya
agenda supaya semua tambang yang ada di
republik ini ditutup demi melindungi
lingkungan. Negara-negara asing ini
pengin banget Indonesia tambah nyungsep,
tambah miskin, tambah bodoh. Kenapa gua
bilang begitu? Lu tahu dampak ekonomi
yang kita bilang sebagai raja empat?
Katanya cinta lingkungan, lindungi laut.
Oke. Memang orang nambang di sana
merusak lingkungan. Lu pernah lihat?
Memang kita bahas secara fakta aja. Tadi
kita sudah lihat nilai ekonomi itu cuman
R miliar loh. Persumbangan sih dia ke
dalam PNBP penerima negara cuman 20
miliar. Tambang yang ditutup di Raja 4
di Papua kemarin itu sempat di
kadang-kadang menjadi simbol ekonomi
hijau di Indonesia. Kenapa bisa begitu?
Tu tadi gua udah bilang orang di Lombok
penghasilannya paling di bawah R juta.
Dari mana ya tadi gerakan cinta
lingkungan itu. Oke. Nah, kita
bandingkan nih dengan orang yang kerja
di Raja 4 ya, di perusahaan nikel yang
kemarin ditutup. Ini gua bacain aja di
depan loh. Di situ bagian accounting
gaji Rp8 juta. Ada admin paling kecil
nih gajinya R4 juta. Resepsionis R,5
juta. Quality management staff ada Rp15
juta. General manager Rp73 juta. Ada
bagian engineer Rp5.900.
Jadi dari sini lu sudah bisa prediksi
bahwa sebuah perusahaan tambang begitu
masuk investor, membangun industri
tambang di suatu daerah, dia tentu ya
enggak bakal ngasih gaji level Rp1.800,
Rp1.600 seperti industri nonformal yang
ada di Gunung Rinjani. Serapan tenaga
kerjanya iya banyak secara kuantitas,
tapi secara kualitas ternyata tidak. Dan
ini kita bisa buktikan tadi dari
penghasilan ya karyawan PT nikel yang
ditutup itu di Indonesia Timur ternyata
memberikan sumbangsi yang luar biasa.
Kalian tahu perusahaan nikel yang
kemarin didemo di Raja 4 itu mereka
sudah menyetor ke kas negara 1,6 triliun
dari tahun 2018 sampai tahun 2024. Bukan
cuman itu, mereka juga sudah
menyumbangkan penerima negara bukan
pajak PNBP senilai 982
miliar. Udah hampir 1 triliun nih
PNBP-nya. Jadi ini gede banget, Guys.
982 miliar loh sumbangan dari PT Nikel
yang ditutup itu, yang didemo
habis-habisan itu kepada negara kita 982
miliar hampir R triliun. Kalau
dijumlahkan dengan penerimaan pajaknya
1,6 triliun. Artinya duit yang mereka
bawa untuk negara ini membangun jalan
tol yang kalian pakai, membangun LRT,
MRT, kereta api yang lu pakai, itu kan
pakai duit pajak. ternyata lebih banyak
kontribusinya dari pertambangan
dibandingkan pariwisata alam ini. Dan
itu adalah fakta. Total sudah 2,6
triliun yang masuk untuk negara kita.
Wow. Eh, tiba-tiba PT yang sudah
beroperasi dari tahun 2018 ini sudah
lama sebetulnya beroperasi. Eh,
tiba-tiba mendadak harus ditutup karena
diserang, karena asing tidak suka,
karena banyak orang Indonesia berhasil
dicuci otak. Katanya itu merusak
lingkungan. Katanya itu membunuh
ikan-ikan. katanya itu merugikan rakyat
di sana. Apa iya? Karena gua lihat yang
banyak komentar netizen-netizen tuh
ternyata orang-orang karyawan di SCBD,
orang Sudirman, orang Kuningan, Tebet
lah. Ini orang-orang yang kemungkinan
pergi ke Papua setahun sekali juga belum
tentu. Pergi ke Raja 4 setahun sekali
juga belum tentu. Tapi seolah-olah
mereka sudah tinggal di sana. Mereka
buta mata bahwa orang di sana itu butuh
pekerjaan, bukan butuh bacotan netizen
itu. Cinta lingkungan, cinta ikan, peluk
pohon. Karena faktanya apa betul mereka
bisa hidup dari pariwisata? Ya tidak,
enggak bisa. Terus dilarang mereka harus
dilarang untuk mengelola kekayaannya
sendiri. Jadi kalau ada emas di tanah lu
dilarang nambang. Ada batu bara, ada
nikel, ada bait, ada kobat, lu dilarang
nambang. Pelototin aja. Jaga itu.
Tanamin pohon, pelototin itu pohon
sampai 50 tahun ke depan. Maksud lu apa?
Ini kita channel investasi dan gua
netral bahwa tetap kita mendukung
namanya ekonomi hijau kita mendukung
pertambangan yang berkelanjutan. Iya,
betul. Tapi jangan sampai kita juga
tertipu dengan agenda-agenda kerusuhan
yang dibikin oleh LSM-LSM asing mengadu
domba rakyat kita sendiri yang
ujung-ujungnya apa? Bakal tercipta PHK
massal, pengangguran massal. Karena
jujur aja ya kita memang bergantung dari
sektor pertambangan dan sektor
pertambangan memberikan kehidupan bagi
rakyat kita dibanding lu cuma duduk
manis pelototin itu doang. Tapi memang
aneh netizen kita rakyat Indonesia mudah
banget diadu domba oleh narasi asing.
Jadi gua jujur aja nih bilang ya
orang-orang yang banyak komplain soal
Raja 4at segala gua yakin enggak pernah
ke sana dan gua yakin ya mereka itu cuma
enggak sadar mereka dikontrol oleh
narasi-narasi asing. Simpel aja. Asing
itu pengin kalau liburan ke Raja 4
bule-bole ini ngelihat manusia telanjang
pakai Kotek. Itu adalah kebudayaan yang
harus dilestarikan. Hei goblok itu
simbol kemiskinan.
Lu sadar enggak? Lu jangan bilang orang
Papua telanjang-telanjang itu harus
dilestarikan.
Keji lu itu jahat. Masa lu bangga di
Jakarta lu lihat coba lu pergi ke mall
ada orang pakai nyeker enggak sanggup
pakai sepatu. Hei di Papua banyak orang
enggak punya sepatu. Jangankan punya
sepatu, bisa makan tiga kali sehari juga
syukur. Terus lu pengen hilang mata
pencaharian dia, ke mana hati nurani lu?
Ya udah, Pak, enggak usah bisnis itu.
Buka aja di sana pabrik nuklir. Siapa
buka aja, Bank BCA. Gimana
pendidikannya? Mayoritas ya. Bukan kayak
lu anak Jakarta bisa S1, S2, S3 sesuka
hati lu. Enggak. Ini kita ngomong
Indonesia Timur daerah terpencil, daerah
susah orang miskin. yang udah-udah
mereka jangankan makan, beli baju aja
susah, beli sepatu aja susah, tapi
mereka dicegah untuk menjadi modern,
dicegah untuk menjadi maju supaya
orang-orang bule bisa datang ke sana
selfie-selfie sama orang telanjang,
rakyat Papua yang lu banggakan itu. Lu
bangga dengan ketelanjangan Papua,
kemiskinan Papua diperjual belikan demi
kepentingan orang-orang Jakarta kayak lu
kalau liburan ke sana otentik,
tradisional, pakai koteka, enggak ada
baju, enggak ada celana, enggak ada
sepatu. Weh, sedih mau begitu terus
sampai kapan? Makanya teman-teman jangan
heran gua itu kalau ngelihat foto-foto
orang bule ke Papua selalu pilih foto
sama anak-anak miskin. Telanjang enggak
ada baju, enggak ada sepatu, dijual. Apa
lu enggak punya hati nurani? Oi,
orang-orang Jakarta yang sibuk
mengkritik tentang pertambangan di
Indonesia dan pengin banget semua
tambang di Indonesia ini harus tutup.
Coba sekarang kalau itu tambang itu
ditutup, orang Papua harus makan ke
mana? Kembali ke pohon, berburu, manjat
pohon, berenang, menyelam di laut. Coba
lu lakukan itu kayak tambang yang
kemarin didemo terus harus ditutup. Lu
kira hari ini mereka bisa tinggal punya
televisi, punya sinyal di handphone,
bisa makan enak tiga kali sehari. Karena
apa? Ya, karena ada perusahaan yang mau
investasi, menaruh duit triliunan, ambil
resiko buat bangun sesuatu di Indonesia
Timur. yang lu aja enggak mau lakukan
itu. Boro-boro lu mau investasi di
Indonesia Timur, lu ke sana pun setahun
sekali belum tentu. Terus sok
ngatur-ngatur tentang eh sebaiknya lu
hidup sayangi pohon aja, peluk aja itu
pohon sampai mati. Jangan dicabut ya,
jangan ditebang ya. Eh itu ada emas
jangan ditambang ya. Itu ada batu bara
jangan ditambang. Woi, gila lu. Makanya
jangan heran karena kita diadu domba itu
kemudian faktanya apakah rakyat di sana
senang dengan pembelaan orang-orang
aktivis lingkungan asing, agen-agen
asing itu yang berhasil mencuci otak
orang-orang Jakarta sok cinta lingkungan
itu. Apa yang terjadi? Ternyata kemarin
itu banyak tuh rombongan turis yang mau
masuk ke Raja Ampat. Apa yang terjadi?
Rakyat di sana bergejolak. Mereka
bilang, "Hei, asing, pergi kau dari
sini. Hei, bule-bole enak aja lu di sini
pengen liburan. Lihat terumbu karang
bagus, lihat pohon bagus, pemandangan
indah, kita tidak makan apa-apa.
Penghasilan mereka cuman sejuta perak, 2
juta perak. Mereka tidak kaya karena ada
pariwisata, orang bisa ke sana. Tapi
mereka disuruh jaga lingkungan hidup
itu. Tapi mereka tidak dapat apa-apa.
Mereka lebih cinta ada investor mau buka
industri di sana, buka pertambangan di
sana sehingga mereka bisa dapat hak
seperti elebet, lu orang Jakarta, orang
SCBD, sok cinta lingkungan. Mereka
enggak bisa pakai handphone. Mereka
enggak ada buat beli handphone. Listrik
aja enggak ada, sinyal aja enggak ada.
Listrik bisa masuk ke pulau itu karena
ada pengusaha tambang. Karena itu mereka
bisa menikmati dunia modern. Mereka
enggak usah lagi telanjang ke mana-mana.
Mereka udah bisa beli sepatu. So, ketika
gua dengar, "Oi, banyak banget aktivis
tiba-tiba membela itu dan harus ditutup
semua perusahaan tambang di Indonesia
ini." WS siap-siap aja bakal makin
banyak rakyat yang menderita dan
memberontak kalau kita tidak bisa
meng-counter narasi-narasi asing itu.
Dan teman-teman siap ya George Horse aja
sudah nyiapin duit hampir 10 triliun
nih. Supaya makin banyak lagi
tambang-tambang Indonesia yang diserang.
Ingat loh, sawit kita sudah dihancurkan
sama Eropa, dilarang masuk Eropa.
Berhasil mereka menjalankan misi itu
memiskinkan Indonesia. Padahal begitu
banyak petani sawit, mayoritas yang
punya kebun sawit di Indonesia, bukan
perusahaan besar. Petani sawit,
orang-orang biasa, kecil, rakyat. Mereka
punya 1 du hektar. Itu jumlah terbesar.
Dan mereka sudah berhasil tuh membantai
sawit kita. Next, mereka mau membunuh
pertambangan Indonesia. Kamu sudah siap
apa belum? Dananya triliunan nih yang
dipakai nih oleh asing buat
goreng-goreng isu ini supaya makin
banyak tambang kita yang collaps, yang
bangkrut. Lu mau? Makin banyak orang
Indonesia yang kerjanya itu pergi ke
hutan cari makanan, berenang, cari ikan,
menjaga lingkungan. Atau lu mau mereka
sejahtera, lu mau mereka juga berhak
dong dapat listrik, berhak dong punya
sinyal di handphone-nya. Atau lu lebih
pilih, ya memang tugas mereka itu kan
mereka orang-orang bodoh ya.
Dibodoh-bodohin aja sama orang Jakarta.
Biarin mereka tetap miskin. Suruh mereka
jaga pohon, suruh mereka jaga laut,
suruh mereka jaga pantai. Biar lu orang
Jakarta kalau liburan ke sana bisa lihat
pemandangan indah. Biarin aja mereka
tetap miskin. Lu setuju kayak begitu
atau justru yang lebih bagus yang
namanya sumber daya alam ya harus kita
kelola. Lu kira Eropa, Jerman, Inggris
manusia suci, no revolusi industri
mereka mengotori lingkungan kayak apa.
Sekarang mereka mau kita menjaga
pohon-pohon, menjaga hutan kita supaya
mereka bisa menikmati oksigen bersih,
sehat gratis. Enggak bayar mereka pakai
oksigen dari Kalimantan. Enggak bayar
mereka pakai oksigen dari Papua. Tapi
disuruh seluruh orang Indonesia dilarang
menebang pohon, dilarang buka kebon
sawit, dilarang usaha tambang supaya
mereka bisa menikmati udara gratis itu.
Padahal mereka sudah lebih dahulu
merusak bumi ini. Eh, sekarang kita
sudah punya teknologi untuk tambang yang
lebih hijau, tambang yang ramah
lingkungan. Kenapa kita enggak push
agenda itu? Ya, kenapa sumber daya alam
kita yang melimpa ruah itu dilarang oleh
LSM-LSM asing ini untuk dikelola? Tadi
gua udah kasih tahu lu perbandingannya.
Sumbangan Rinjani itu cuma 20 miliar,
Guys. Sumbangan perusahaan nikel yang lu
tutup itu dengan semangat 45 lu itu udah
menyumbang hampir 3 triliun. Wis 20
miliar 3 triliun. Hm. Jauh banget, Guys.
Jadi, lu mau lagi balik ya ke
ketertinggalan ya rakyat kita demi
menjalankan agenda-agenda pencinta
lingkungan supaya lu kalau ke sana
liburan bisa have fun, bisa enjoy, bisa
lihat pemandangan bagus, bisa lihat alam
liar yang indah dan natural. Padahal
rakyat yang tinggal di sana menderita,
enggak menerima manfaat sedikit pun.
Boro-boro dapat gaji UMR, bisa terima R
juta sebulan aja udah bagus. So, gimana,
Guys, tanggapan kalian? Ini kan channel
investor. Gua yakin mayoritas di sini
investor yang punya akal sehat. Loh, lu
setuju enggak sih dengan agenda asing
ini? Mereka berkumpul sekarang menyerang
Indonesia bersama-sama dengan satu visi
misi menutup tambang-tambang yang ada di
Indonesia. Lu setuju enggak sih sama
mereka? Atau sebaiknya kita kelola itu
kalau ada tambang, ada sumber daya alam
ya kita kelola demi kekayaan dan
kesejahteraan kita. Karena penyumbang
PNBP penerima negara bukan pajak ya dari
pertambangan guys. Mau dari mana lagi
pariwisata? Enggak bisa. Lu kira menteri
pariwisata kita pintar ngerti. Hah?
Gimana? Udah bertahun-tahun
begitu-begitu aja enggak bisa. So,
gimana menurut kalian? Setuju enggak
kalian? Kita tutup aja semua tambang
yang ada di Indonesia supaya asing ini
bisa menikmati oksigen dengan gratis dan
bisa liburan, foto-foto, menikmati
ketelanjangan kemiskinan rakyat Papua
atau sebaiknya kita kelola sumber daya
alam kita, kita olah supaya kita
mendapatkan manfaat ekonomis dan tetap
berkelanjutan. By the way, lu penasaran
enggak sih gimana sih cara mainnya asing
ya sehingga mereka bisa mencuci otak
rakyat Indonesia? Jadi mereka bisa
serempak, bersatu padu, setuju
memiskinkan rakyat Papua, setuju menutup
tambang-tambang yang ada di Indonesia,
dan tanpa disadari mereka sedang
menjalankan kepentingan asing. Penasaran
enggak loh gimana sih cara asing mencuci
otak dan mengadu domba rakyat Indonesia?
Setuju enggak loh kalau kita bikin video
part 2 khusus membahas intervensi asing
di bisnis pertambangan Indonesia. Kalau
setuju, segera like, share, and comment
di bawah ini. Jangan lupa subscribe.
Semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]