Transcript
QADJfhFePgw • THE NKRI IS PAWNED!? America IS FREE OF TARIFFS AT 0%!! THE SOVEREIGNTY OF THE INDONESIA IS BEING...
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0395_QADJfhFePgw.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Semua
media di Indonesia pada viral ngebahas
soal ini. Harga diri bangsa kita
diinjak-injak, negara kita digadaikan.
Kok bisa-bisanya negara kita ngasih
tarif 0% buat barang-barang yang masuk
dari Amerika Serikat? Kok tega banget?
Ini betul-betul menjual harga diri
bangsa kita nih. Gila. Apalagi banyak
nih komen-komentar netizen yang bilang
UMKM Indonesia kalau gini dibunuh. Gila
ngeri banget nih, Guys. Kalau lu
penasaran tragedi apa yang sedang
terjadi ini, jangan dikip video ini.
Let's check this out.
[Musik]
Jadi, kita langsung aja nih, Guys. Ini
gua sebetulnya lagi perawatan buat
numbuin rambut, ya. Tiba-tiba ada orang
komentar, "Gimana nih soal pajak 0%, Om
Benix?" Terus mereka banyak kirim
komentar seperti ini. Ada Gunawan, dia
bilang, "YouTuber jangan kasih berita
bohong. Menurut saya musibah yang besar
menimpa Indonesia. tarif 19% ditukar
dengan harga diri yang hina. Kita
dipaksa beli produk mereka padahal
produk mereka masuk NKRI cuma kena pajak
0% tapi produk kita 19%. Kita wajib
bahkan memberi mereka tembaga mentah ke
Amerika Serikat. Batalkan kesepakatan
dengan Amerika Serikat. Wis gila gila
gila gila gila. Ada lagi nih M Syawal
3604.
Goblok banget. Good news. Kata dia,
"Enggak mungkin ini keuntungan buat
Indonesia. Lagi-lagi tarif US ke Indo
0%. Kayak kerja enggak bergaji." Tuh, di
mana untungnya kalau Indonesia
diwajibkan beli BBM LPG dari Amerika
Serikat. Produk pertanian sama Boeing
harganya aja udah berlipat-lipat lebih
mahal dibanding BBM dari Timur Tengah
atau dari negara Asia sendiri. Udah
berhutang sama Cina kemarin, sekarang
ditambah utang sama Amerika Serikat. Lu
mau bandingin jiran tetangga Jepang,
Malaysia, Korea, happy 19 berbanding 25.
Kepanjangan ya, Guys. Ini juga orang
enggak ngerti titik koma. Gua skip lalu
lu ya. Tapi ya pesannya tersampaikan
guys. Pesannya jangan khawatir. Udah gua
sampaikan di sini buat dia. Ini
merugikan Indonesia. Produk pertanian
kita disikat bersih. BBM LPG dirugikan.
Kenapa kita harus beli dari Amerika?
Oke, tersampaikan pesan. Tapi titik koma
lu enggak ada. Ribet gua bacanya. Skip.
Kita lanjut ke si Ilham nih. Artinya 0%
akses penuh barang Amerika Serikat
seperti produk pertanian, otomotif,
farmasi. teknologi bisa membanjiri pasar
lokal dan akan lebih murah karena tak
ada tarif pajaknya. Wih, ngeri
dampaknya. Industri lokal sulit
bersaing. Bahkan bisa terancam gulung
tikar jika tidak kuat. UMKM paling juga
akan kehilangan pasar domestik karena
tidak mampu melawan banjir produk asing
yang murah. Efek sampingnya bisa PHK
massal karena ada pesaing baru. Ya. Ya.
Oke, oke, oke. Ada sedikit sih yang
positif, Guys. Namanya Nazwa Sakifah.
Ini sama kayak gua nih idenya. Ah, gua
mau jadi importir barang dari Amerika
aja ah. Biar enggak kena pajak. Peluang
bisnis yang menggiurkan untuk peredaran
barang branded Amerika. Iya. Gara-gara
video kita yang kemarin itu banyak orang
mendadak pengin jadi dealer Harley
Davidson ya. Mereka mau impor itu dengan
harapan bebas pajak 0%. Nanti gua akan
bahas lebih detail karena tidak
segampang itu, Ferguso. So, kita bahas
tuntas dulu satu persatu mengenai berita
yang viral di mana-mana tentang
Indonesia digadaikan ke luar negeri.
Indonesia jadi budak Amerika Serikat.
Apa betul? Makanya lu jangan skip video
ini supaya lu tidak mendadak goblok ya
kayak orang-orang itu. Kita bahas lebih
jelas aja lah. Jujur aja guys. Indonesia
dipaksa untuk impor barang dari Amerika
Serikat pajaknya 0% terus nilainya
ratusan triliun. Oke, kita mau bahas
satu-satu. Apalagi banyak berita-berita
anjing-anjing peliharaan George Soros
nih, khususnya influencer juga
peliharaan George Soros sama-sama bikin
berita buruk. Indonesia gelap, Indonesia
kelabu, Indonesia banjir. Banjir belum
ya soalnya belum hujan. Cuman di sini
yang gua mau bilang, mereka serempak
bikin narasi yang seolah-olah Indonesia
mau kiamat. Padahal harusnya cuma Benix
yang bisa bikin thumbnail Indonesia
kiamat. Tapi ini banyak media
ikut-ikutan nih. Enggak benar nih. Yang
gua mau bilang di sini adalah kita harus
lihat sudut pandang yang faktual, yang
netral. Ingat, kita ini channel
investasi. Seorang investor dituntut
memiliki rasionalitas dalam mengambil
keputusan dalam menilai suatu masalah.
Khususnya sekarang terkait dengan Donald
Trump dengan perang dagang ini.
Satu-satu kita kupas tuntas. Banyak
orang yang bilang Indonesia tergadaikan
karena Indonesia mendadak wajib impor
energi dari Amerika Serikat. Energi apa
yang kita impor? Wah, minyak bumi kita
wajib impor dari Amerika Serikat. LPG.
Kita wajib impor LPG dari Amerika
Serikat. Ini bukti kita diinjak-injak.
Oke, tunggu dulu. Sebelum lu naik darah,
nanti lu mati bayar biaya rumah sakit
kan mahal hari ini. Ya, kita bahas
tuntas dulu detik ini ya. Ini data resmi
guys ya. Indonesia hari ini ada enggak
ada Donald Trump. Faktanya kita memang
impor minyak dari luar negeri. Data
menunjukkan di layar kaca. Lu bisa lihat
Indonesia impor minyak dari Arab Saudi,
Angola, Nigeria, bahkan Amerika Serikat
sendiri sampai Australia. Jadi memang
negara lu ini hobinya impor minyak. Ya
wajar aja karena kita juga bukan negara
OPEC. Kita sekarang net importir minyak.
Jadi ada enggak ada deal dengan Amerika
Serikat, dengan Donald Trump. Memang
negara kita hobinya impor minyak dari
bertahun-tahun lalu. Sekarang yang kita
lakukan adalah oke dibanding kita impor
nih minyak yang masih mentah atau yang
sudah jadi dari Singapura, intinya kita
tetap impor. Oke. Supaya barang-barang
kita bisa masuk ke Amerika Serikat.
Supaya kita bisa melindungi buru-buruh
tenaga kerja, pabrik-pabrik yang
orientasinya ekspor hasil pabriknya ke
Amerika Serikat. Kita harus jaga mereka.
Oke, kita shifting aja impor kita dari
Angola, impor kita dari Arab Saudi,
impor kita dari Nigeria, impor minyak
kita dari Singapura, kita geser ke
Amerika Serikat. Apakah hal yang salah?
Jujur menurut gua ya enggak. Intinya ya
cuma diganti supplier-nya. Terus apakah
kita artinya beli minyak bumi dengan
harga lebih mahal? Ya tidak. Lu jangan
sinting. Yang namanya minyak bumi itu
ada harga patokan dunia. Yang setel
bukan siapapun. yang setelah market
buyer. Loh, Pak. Bisa jadi dong harga
minyak dari Amerika, dari Texas dia
naikin dua kali lipat. Bisa kalau dia
tolol ikutin saran lu. Kalau harga
minyak dia dia naikin dua kali lipat,
apa yang terjadi? Ya harga minyak dia
tidak kompetitif, buyernya ya kabur ya.
Manusia ganti dia impor minyak aja dari
Kazakhstan atau dari India atau dari
Rusia. Selesai. Artinya harga acuan mie
impor minyak kita ya udah pakai harga
acuan dunia. Lu mau ada di negara
Brazil, lu mau di negara Turkmenistan,
lu mau di negara New Zealand sekalipun,
lu kalau beli minyak dari luar negeri ya
pakai harga minyak acuan ya dunia yang
setyle dan itu pasti kompetitif. Jadi lu
jangan takut Indonesia kena kadal. No.
Indonesia pertama memang impor minyak
dari zaman berpuluh-puluh tahun lalu dan
yang kedua Indonesia juga beli dengan
harga market price. Make it real aja
logis lah ya harganya ya harga pasar.
Nah yang kedua gua mau ngobrol soal
impor LPG. Ini gas yang lu pakai di
rumah lu hobinya meledak zaman dulu ya.
Hari ini sekarang semoga udah enggak
melakukan hobi itu. Nah, gas melon, gas
pink yang ada di rumah lu, abu-abu yang
belum ada itu semua barangnya dari mana?
Buat lu tahu ada enggak ada perang
dagang nih dengan Amerika Serikat nih.
Faktanya Indonesia memang tidak bisa
memproduksi LPG. Faktanya detik ini
mulai dari bertahun-tahun yang lalu di
tahun 2022 aja nih gua ambil data nih
resmi nih 3 tahun sebelum terjadi perang
dagang ya. Tahun 2022 kita memang impor
LPG. Indonesia enggak punya. Kita impor
LPG dari Amerika Serikat 2,79 juta ton.
Gila enggak? Itu setara 1,9 miliar
dolar. Yang kedua, dari Uni Emirat Arab,
Arab lagi, Arab lagi. 1,86 juta ton nih
kita memperkaya raja Arab karena kita
impor LPG dari raja Arab. Yang ketiga,
dari Qatar kita impor 744.000
ton. Dari Arab Saudi 571.000
ton, dari Algeria 460.000 ton. Memang
ini adalah faktanya negara kita tidak
mampu memproduksi LPG sebanyak kebutuhan
ini. So, kita harus apa? Harus impor.
Nah, sekarang tiba-tiba mendadak
Indonesia kok Indonesia impor LPG dari
Amerika Serikat. Ini sebuah
pengkhianatan, Bro. Ada enggak ada
perang dagang? Memang kita itu impor LPG
dari Amerika Serikat dan nilainya juga
enggak main-main. 1,9 miliar dolar
Amerika Serikat. Jadi ini jauh lebih
banyak dibandingkan ya ketakutan lu itu.
Jadi itu adalah ketakutan yang tidak
berdasar ketika orang-orang bilang
Indonesia jadi wajib beli minyak dari
Amerika Serikat, Indonesia wajib beli
LPG dari Amerika Serikat. Menurut gua
sih ini salah satu hal yang cerdas
karena sebetulnya mungkin juga Donald
Trump tahu ya dia kena kadal. Karena
sebenarnya ada enggak ada perang dagang
ini kita memang impor LPG dari Amerika
Serikat, Guys. Kita memang impor minyak
bumi dari Amerika Serikat. So what?
Intinya kita hanya perbesar volumenya
juga. Bukan artinya kita perbanyak
dengan harga yang lebih mahal juga.
Enggak. Semua kan ada market price. Ini
kan semua udah terbuka lah. Semua
transparan. So enggak ada ketakutan itu.
Terus tadi ada user nih e netizen biasa
ya mulutnya kejam kan. Gua kira cuma
Nikita sama Dirandi doang yang mulutnya
kejam. Pak ada gawat nih Pak. Berarti
kalau kita impornya 0% buat
barang-barang made in Amerika bisa
hancur pabrik-pabrik di Indonesia.
Gimana tadi nasib pabrik otomotif? Tadi
ada yang nanya soal otomotif. Berarti
bisa banyak yang bangkrut ya? Enggak. Lu
jangan tolol juga. Walaupun dia kena
tarifnya 0% bukan artinya barang-barang
made in USA bisa masuk di Indonesia dan
otomatis laris. Enggak mungkin. Karena
cost biaya produksinya aja lu kan
investor, lu kan punya otak. itu aja
udah jauh lebih tinggi. UMR di Amerika
udah jauh lebih tinggi. Contoh paling
gampang lu mau beli mobil pickup di
Amerika Serikat ya lu paling beli yang
paling murah ada Ford Ranger. Ford
Ranger di Amerika Serikat aja buat
warganya sendiri kalau mau belanja itu
minimal habil Rp600 juta
sekitar 30.000 itu udah tipe yang paling
murah, Guys. Rp600 juta lu harus bayar
tuh Ford Ranger yang paling murah di
Amerika Serikat. Kalau masuk ke
Indonesia katakan enggak usah bayar
biaya logistik, kapal, kontainer.
Enggak. Enggak. Diteleport itu mobil
jadi enggak ada biaya transport. Dijual
di sini pajaknya 0% R00 juta. Lu menurut
lu ada yang beli? Otomatis semua orang
di Indonesia berbondong-bondong gitu
beli Ford Ranger, mobil pickup.
Enggaklah, bego. Masih ada Mitsubishi
L300. Harganya di Indonesia mobil pickup
L300 itu cuman Rp200 juta. Sekarang gua
tanya sama kalian, coba pikir pakai akal
waras. Apakah dengan tarif 0% mendadak
tiba-tiba semua rakyat Indonesia
belanjanya mobil Chev Rollet, mobil Ford
Mustang atau Ford Ranger? Ya enggak.
Contoh paling gampang tadi mobil pickup.
Gua yakin mereka pakai Suzuki Carry. Gua
yakin mereka pakai Mitsubishi L300 lah.
Mobil pickupnya. Harga cuma R200an juta.
Masuk akal enggak? Jadi even harganya
pun
Hai, gua Benix, the CEO of Benix
Investor Group. Dengan lu bergabung
bersama Benix Investor Group, lu bakal
dapat ilmu investasi saham selama 1
tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu
bakalan dapat strategi rahasia cuannya
Benix ratusan bahkan ribuan persen cuma
dari saham. Di Benix Investor Group, lu
bakal dapat begitu banyak pelajaran
investasi selama 1 tahun ke depan, Guys.
Mulai dari sharing saham yang bagus
bareng Benix setiap bulannya. Kita juga
bakal update portofolio Benix dan kita
juga akan membedah laporan keuangan
setiap bulannya. Yang paling seru, kita
juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten
yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
Sam lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini? Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cuan
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya enggak?
Iya, Pak. Ini juga pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah
saham gorengan bahaya, Guys.
Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka
buang-buang duit, beli saham gorengan?
Hasil rekomendasi grup sambodong di
sebelah yang hobinya jualan candlestick.
Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan
investasi, itu juri.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apagi L ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group.
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Jadi even harganya pun kena pajak 0% nih
biar masuk ya. Kita belum ngomong PPN,
PPNBM itu aja enggak kompetitif. Wajar
enggak kompetitif. Harga buruhnya di
Amerika Serikat jauh lebih mahal
dibanding harga buruh di Indonesia. Jadi
kalau ada yang bilang pabrik-pabrik di
Indonesia dirugikan dengan adanya tarif
0% buat barang-barang made in Amerika
Serikat, itu tandanya lu gila atau
goblok. Gili salah satu. Oh enggak, Pak.
Enggak mungkinlah, Pak. Itu kan karena
harga mobil. Gimana kalau produk lain?
Ya udahlah gampang. Kita ambil contoh
yang murah lah. Produk elektronik. Di TV
tuh ada orang tuh suka ngomong,
"Cintailah produk-produk Indonesia."
Kata dia kan ya,
"Cintailah produk-produk
Indonesia." Dia jualan rice cooker.
Ternyata dia jualan rice cooker mereknya
Mas Pion. Produk asli Indonesia. Kalau
lu pergi ke Tokopedia, rice cookernya
Maspion, rice cookernya Magicom, Cosmos
dan lain sebagainya, harganya Rp264.000,
Guys. Made in Indonesia asli dari
Karawang. Hah? Terus, "Pak gawat nih
bisa bangkrut gigi lu. Lu lihat Rice
Cooker made in Amerika Serikat kalau lu
punya otak buka aja Amazon. Ada namanya
aroma rice cooker made in USA. Asli nih
kan lu sukanya jilat pantat Donald
Trump. Belilah nih Rice Cooker made in
USA. Pajak masuk 0%. Berapa masuk ke
Indonesia? 0% loh. Biaya ongkos kirim
gratis karena dia diteleport nih rice
cooker nih dari New York ke Jakarta
berapa harganya? Rp571.000.
Sekarang gua tanya el dengan akal sehat.
Dua-duanya adalah produk sejenis merubah
beras menjadi nasi. Produk sejenis ini
yang satu di Indonesia harganya
Rp260.000.
Produk Amerika harganya Rp571.000.
Jujur aja gua tanya sama lu, lu mau beli
yang mana? Yang R200.000-an atau yang
R500.000-an? Produknya sama-sama rice
cooker, beras jadi nasi. Bukan artinya
lu beli rice cooker made in USA, beras
lu berubah jadi emas. Enggak, Guys.
Tetap aja beras lu berubah jadi nasi
putih. Lu akan tiba-tiba switching itu
ke merek Amerika Serikat? Gua yakin
enggak karena mau tarifnya 0% bahkan
tarifnya minus 1- 2% aja tetap lebih
mahal rice cookermate ini USA ya jelas
burunya UMR-nya aja udah mahal guys.
Harga listriknya juga udah mahal. Enggak
bakal lu bilang oh bakal menderita nih
pengusaha Indonesia pabrik-pabrik
manufacturing di Indonesia. Enggak.
Enggak. Itu tidak logis. Oke. Jadi itu
soal pabrik ya. Jadi soal pabrik Race
Cooker sampai gua bahas di sini. Gua
enggak dibayar lagi sama si Cosmos gitu.
Tapi ya sudahlah kita sekarang ngobrol
soal pertanian, Guys. Wah, ini
pengkhianatan nih terhadap pertanian
Indonesia nih. Hancur kita karena tarif
0% ini akan dijajah oleh produk
pertanian Amerika Serikat. Karena Donald
Trump dengan bangga hati bilang seperti
itu. Dan lu percaya. Padahal Donald
Trump itu juga bluffing. Dia kan lagi
ngomong sama konstituennya. Dan lu
tahulah gaya-gayanya Donald Trump
hobinya hiperbola. Ya lu harus saring
lagia lah apa yang diomongin sama Donald
Trump lah. Dia ngomong bahwa kita bakal
jadi budak pertanian Amerika Serikat.
Jadi kita jujur aja l bahas secara
fakta. Produk pertanian Indonesia yang
bisa diserang oleh Donald Trump yang
banyak ditanam di kita adalah kelapa
sawit. Ada gitu lu lihat orang di Mexico
atau orang di New York nanam kelapa
sawit? Gua rasa enggak, Guys. Karena itu
tandaman tropis. Jadi lu enggak usah
takut. Yang kedua, banyak sekarang
panik. Oh, petani-petani petani beras,
petani padi itu bakal ketakutan. Eh,
Bro, pakai akal sehat dulu lah.
Indonesia memang banyak petani beras.
Apakah mereka harus ketakutan dengan
serangan produknya Donald Trump? No,
tidak. Amerika itu tidak terkenal dengan
ekspor produk pertanian padi atau
berasnya. Enggak, Guys. Jadi, lu enggak
usah ketakutan dengan narasi-narasi
anjing-anjing peliharaan George Soros
itu. Enggak. Enggak ada. Enggak benar.
Terus Indonesia harus ketakutan dengan
impor gandum dari Amerika Serikat.
Enggak. Kenapa? Karena ada enggak ada
Amerika Serikat. Ya, kita juga memang
impor gandum. kita impor gandum dari ada
nih Australia, Ukraina, Kanada, Amerika
Serikat, Argentina, India dan lain
sebagainya lah. Gandum itu dipakai apa?
Buat jadi bahan dasar tepung terigu,
buat jadi bahan dasar lu bikin roti,
mie, pasta, biskuit, kue, bahkan sampai
ke martabak. Artinya, Teman-teman nih,
suka enggak suka, percaya enggak
percaya, lu tuh hobinya makan barang
impor. Pergi keluar habis ngantor, jajan
di jalan di gang, makan apa? Tempe
goreng. Tempe goreng bahan bakunya apa?
Kacang kedelai kita impor juga. Atau lu
makan tahu. Tahu lu dari mana? Ya dari
tempe juga kan. Dari kacang kedelai juga
impor juga. Oke. Saya enggak anti barang
impor. Kalau gitu saya makannya martabak
aja. Martabak bahannya tepung terigu,
Bro. Tepung terigu dari gandum. Asal lu
tahu aja kalau lu enggak lolos pelajaran
biologi zaman dulu ya. Itu semua asalnya
dari gandum. Termasuk roti, pizza, mie
kwet, tiao, donat, bahkan fried chicken
yang lu makan kan pakai tepung juga. itu
semua bahannya impor. Ada enggak ada
barang Amerika Serikat memang kita
impor. Dan nilai impor tepung terigu
kita yang berhubungan pung terigu biji
gandum tahun 2023 itu nilainya lebih
dari 3 miliar dolar, Guys. Lu bayangin
itulah nilai impor biji gandum kita.
Apakah itu bakal menyerang petani
Indonesia? Gua yakin tidak. Karena
sampai detek ini gua belum pernah tuh
pergi ke Makassar atau pergi ke
Pontianak lihat orang di sawah
macul-macul keluar gandum. Enggak ada,
Guys. Enggak ada. Jadi, lu jangan
termakan tuh narasi tipu-tipu yang
bilang Indonesia bakal dihancurkan nih.
Petani Indonesia akan jatuh miskin
gara-gara impor produk pertanian dari
Amerika Serikat. Enggak. Enggak ada lu
yang nanam gandum. Enggak ada. Terus
selain itu apaagi ya? Tadi gua udah
bahas sempat kacang kedelai. Lu kan hobi
makan tempe goreng bareng impor ya.
Faktanya ya kacang kedelai itu adalah
bahan baku pembuatan tahu tempe. Kedelai
itu bisa jadi apa lagi? Bisa jadi susu
kedelai, tepung kedelai, minyak kedelai,
tahu, tempe, kecap manis, taucho, edam,
nato, miso, yogurt, saus, kedelai.
sekalipun bahan bakunya ya dari kacang
kedelai dan ada enggak ada Amerika
Serikat dari bertahun-tahun lalu, Guys,
kita itu udah impor lebih dari 2 juta
ton. Gua ulangin, 2 juta ton kacang
kedelai dari Amerika Serikat. Ini ada
datanya nih. Tahun 2017 nih, lu mungkin
belum lahir ya. Tahun 2017 kita sudah
impor 2,6 juta ton kacang kedelai dari
Amerika Serikat. So, ini adalah fakta.
Jadi, lu gak usah takut
terkencing-kencing Indonesia dijajah
produk pertanian dari Amerika Serikat.
Enggak betul. Faktanya memang dari
bertahun-tahun lalu orang Indonesia itu
sudah jadi budak makanan impor. Bakmya
lu impor, kecapnya lu impor, kurang
asin, tauchonya lu impor juga. Ya, itu
adalah fakta. Jadi, ada yang berubah
enggak dengan deal dengan Donald Trump
ini? Enggak. Sebetulnya enggak. Makanya
betul menurut gua menarik nih deal ini
Donald Trump tahu enggak ya di belakang
layar sebetulnya ada enggak ada ini kita
memang impor Bro memang kita hobinya
impor dari Amerika Serikat ya tadi
tepung terigu kek mau tepung kedelai kek
atau biji gandum sekalipun ya kita
memang impor dari Amerika Serikat jadi
enggak ada yang berubah dan lu enggak
usah takut tuh dengan narasi-narasi
Indonesia gelap Indonesia bangkrut
Indonesia kiamat itu semua hoaks tuh
yang bikin itu. Enggak, enggak, enggak.
Pertanian Indonesia baik-baik saja. Lu
baru harus ketakutan kalau tiba-tiba
Amerika Serikat ekspor singkong. Gua
rasa enggak Amerika ekspor ubi jalar ke
Indonesia. Gua yakin enggak, Bro. Buat
apa, Bro? Enggak akan terjadi itu. Yang
gua yakin mereka akan ekspor ya hasil
pertanian dia yang cocok dengan iklim di
Amerika Serikat, yaitu apa? Gandum dan
kedelai yang sampai detik ini Indonesia
pun tidak sanggup untuk tanam itu, untuk
mengolah itu. Faktanya apa? tanya
pengrajin tempe dan tahu. Di sekeliling
kalian ada banyak pengrajin tempe dan
tahu yang gua datangin. Mereka itu malas
beli kedelai lokal karena kualitasnya
sangat-sangat jelek. Dan petani pun
malas nanam kacang kedelai di Indonesia
karena enggak cocok iklimnya. Jadi
produktivitasnya juga sangat rendah.
Enggak seperti di Amerika Serikat. Di
Indonesia dapat 6 ton per hektar aja
udah hebat. Di Amerika bisa lebih dari
10 ton per hektar. Jadi orang malas
menanam kacang kedelai di Indonesia.
Apalagi gandum. Mudahlah, goodbye lah.
Jadi dari situ sudah tahu ya, bahwa oh
hoaks ya, Pak, kalau petani Indonesia
dirugikan. Oh, hoaks ya kalau
pabrik-pabrik Indonesia dirugikan. Jelas
hoaks. Oh, hoaks ya, Pak. Kalau
Indonesia itu jadi budak energi dari
Amerika Serikat. Oh, udah hoaks. Terus
apalagi nih hoaks yang kita harus
bantai? UMKM dirugikan enggak? Lu justru
diuntungkan. Lihatlah UMKM di Indonesia.
Lu buka GoFood, UMKM isinya barang impor
semua. Ada dagang pizza lah, bakmi lah,
m kwetiawu lah, martabak lah, keripik
tempe lah, itu semua kan bahan impor.
Kalau seandainya betul apa yang
dikatakan Donald Trump jadi 0%. Anyway,
banyak juga bahan pangan yang memang
sudah masuk ke Indonesia itu enggak kena
pajak kok. Tapi katakanlah jadi minus 1%
atau minus 2% apakah dirugikan?
Sejujurnya malah UMKM diuntungkan.
Artinya bakal makin banyak suplai kacang
kedelai, bakal makin banyak suplai
gandum atau tepung terigu, harga bahan
bakunya makin murah. kan hukum supply
and demand makin banyak supplynya harga
turun. Artinya di sini kalau lu dagang
martabak, kalau lu dagang bakmi lu harus
senang. Artinya harga biaya yang harus
lu keluarkan jadi lebih turun.
Ujung-ujungnya customer juga bisa ikut
happy karena artinya ini bisa mengurangi
inflasi. Kenaikan harga bahan pangan
bisa ditekan karena produk impornya jadi
lebih banyak. UMKM tambah happy dong.
Iya dong. Kalau biayanya berkurang
kenapa enggak? Ya kan? Jadi, lu jangan
termakan dengan berita hoaks. Satu yang
kita perlu apresiasi sebetulnya gua
ngerti ini adalah strategi kita buat
menekan PHK yang terjadi di Indonesia
makin lama makin banyak. Teman-teman
enggak nyangka ya dan lu mungkin enggak
tahu. Gua punya banyak teman bergerak di
bidang kayu di Jawa Timur, furniture,
mabel, bahkan termasuk teman-teman dari
industri alas kaki ada di Jawa Barat,
Jawa Tengah. Ini mereka banyak loh punya
tenaga kerja itu jutaan. Bahkan menurut
data BPS di tahun 2025 bulan Februari ee
pabrik alas kaki kita itu menyerap
750.000 Rib manusia loh tenaga kerja
yang kalau seandainya ini terjadi PHK
massal lu bayangin hampir 1 juta orang
bisa kehilangan lapangan kerja dan ini
hal yang sangat fantastis dan patut kita
lindungin gimana mereka bisa kompetitif
kalau seandainya ya barang mereka ketika
kita ekspor ke Amerika Serikat kena
pajak tinggi. Nah, lu tahu Guys ini lu
bisa lihat di layar kaca ya ternyata
industri alas kaki di Indonesia selain
menyediakan 750.000 lapangan kerja.
Ternyata tujuan ekspor alas kaki yang
ekspor ke Amerika Serikat paling besar
itu Cina. Paling banyak mereka ekspor
nilainya 10 billiun dolar loh. 10 billi
dolar. Hari ini China kena tarif 55%
artinya enggak kompetitif. Peringkat dua
ada Vietnam lawan kita. Mereka ekspor
senilai biliun dolar ke Amerika Serikat.
Hari ini tarifnya 20%. Nah, Indonesia
peringkat tiga eksportir alas kaki
terbesar, sepatu, sendal, dan lain
sebagainya ke Amerika Serikat. Nilai
kita 2,6 biliun dolar. Pajak kita cuman
19%. Lu bisa lihat di layar kaca. Jadi
dari sini lu bisa lihat Indonesia
diuntungkan atau dirugikan ketika
Indonesia kena tarif 19%. Ya, lu jangan
bandingin dengan Singapura lah, kawan.
Itu negara jasa. Di sini kita ngomong
sesama negara yang bisa manufacturing
sepatu sendal. Ternyata tarif kita lebih
murah. Di sini kita punya peluang untuk
meningkatkan ekspor produk alas kaki,
sepatu sendal kita ke Amerika Serikat
yang ujung-ujungnya bisa menambah
serapan lapangan kerja. Jadi ini bagus
atau tidak buat bisnis alas kaki di
Indonesia? Oh, ternyata ya sangat baik.
Dan hal yang sama juga terjadi di bisnis
aparel ya. Aparel itu ya lu pakai topi
lah, lu celana lah atau baju. Indonesia
salah satu pabrik aparel di dunia pakai
di kita lah. Sepatu aja ada kan, ada
Nike dan lain sebagainya. Selama ini
eksporti terbesar itu ya Cina, tapi Cina
lagi diserang tarifnya 55%. Peringkat
dua itu Vietnam tapi tarifnya 20%.
Peringkat 3 ada Bangladesh. Bangladesh
itu tarifnya 35% guys. Nah, Indonesia
cuman peringkat 4 kita cuman ekspor
setara 2 biliun dolar. Tapi sekarang
tarif kita udah yang paling kompetitif.
Kita cuman 19%. Jauh lebih murah
dibanding India, Bangladesh, Meksiko,
Pakistan, Kamboja, Sri Lanka, China. So,
teman-teman jangan heran kalau karena
keputusan strategi kita yang dibully
sama media-media anjing peliharaan
George Soros itu bahwa Indonesia
dikhianati, Indonesia dijual ke asing.
He, tunggu dulu. Pakai logika berpikir
ini lu jadi tahu Indonesia diuntungkan
atau dirugikan. Faktanya kalau ini jadi
kenyataan, Indonesia akan makin banyak
bisa menerima investor asing. Indonesia
akan makin banyak pabrik-pabrik yang
dibangun yang artinya akan makin banyak
lagi lapangan kerja yang tercipta.
Makanya teman-teman lu jangan kaget
kalau kemarin baru aja dapat kabar di
Berebes fres from the oven udah masuk
investasi dari China. Mereka takut kena
pajak 55% sama Amerika pindahin
pabriknya ke Brebes. Moga-moga gak ada
ormas lagi tukang palak di sini. Anyway,
ini udah resmi. Mereka mau buka pabrik
tekstil akan menyerap 8.000 tenaga
kerja, Guys, dengan nilai investasi 650
miliar. So, Teman-teman siap-siap saja
ini bisa jadi kenyataan akan terjadi
ledakan industri yang besar. Seandainya
kita bisa pertahankan ini. Jadi, kalau
ada yang bilang narasi ini Indonesia
dirugikan, gua enggak sepakat. Gua
melihat malah banyak keuntungan buat
kita. Tadi kan lu sudah bisa lihat
datanya udah kita kena tarif paling
rendah dibanding kompetitor kita ada
India, Bangladesh, Jepang dan lain
sebagainya lah. Plus investor asing,
pengusaha dari China itu memang
berbondong-bondong mau kabur kalau
mereka terus-menerus ditekan oleh Donald
Trump. Terus lu mau komen apa lagi gitu
loh. Oh, Pak. Terus gimana soal full
akses? Donald Trump kan habis
bacot-bacot soal full akses, full akses.
Jadi, gua habis ketemu nih, Guys, dengan
direksi salah satu perusahaan Tbk
terbesar di Indonesia. Dia bilang, "Ben,
kita dikhianatin ini. Negara Indonesia
dirugikan." Kenapa, Pak, dirugikan? Ya
wajar aja, masa tambang kita digadaikan.
Timah kita bakal diambil sama Amerika
Serikat gratisan. Eh, lu bego, lu
direktur tapi tolol. Coba lu pikir
dengan akal sehat, Bro. Menurut lu
gimana sih caranya Amerika Serikat
nyolong sumber daya alam kita, tambang
kita? Dia ngirim helikopter bawa tali,
kasih magnet, terus dia tarik gitu emnya
ke luar negeri gitu atau tembaganya? Kan
enggak. Coba lu pikir dengan akal sehat.
Gimana caranya? Maksud dia full akses
apa? Ya, mereka tentunya kalau mau
nambang di sini dia harus invest, dia
harus buka pabrik, dia harus buka
smelter, dia harus buka perusahaan
tambang, dia harus hre karyawan, dia
harus beli traktor, dia harus beli
ekskavator, dia harus beli batu bara,
dia harus jalankan jaringan listrik dan
lain sebagainya. Karena lu mau nambang,
enggak bisa tambang itu, tiba-tiba
kebelah keluar emasnya, keluar
tembaganya, terus naik ke langit masuk
helikopter, terbang ke Amerika. Lu kira
ini cerita maling Kundang, Bro.
Tiba-tiba gunung kebelah keluar emas kan
enggak lu pakai otak lah. Artinya dia
harus turun ke sini bawa duit investasi
di sini buka pabrik di sini serap tenaga
kerja di Indonesia terus hasil
tambangnya nanti dibawa ke luar negeri.
Eh gob. Ada enggak ada si Donald Trump?
Lu kira batu bara Indonesia dijualnya ke
Purwodadi. Batubara Indonesia ada enggak
ada perang dagang dengan Donald Trump
dijual ke mana? ke India, ke Cina, ke
Jepang, Korea. Begitu pun tembaga, emas,
bauks kita pun dijual keluar. Ada enggak
ada ini. Terus lu bilang, "Oh, berarti
kita dirampok dengan Amerika Serampok
sebelah mana? Dia harus datang ke sini
buka pabrik, invest, bawa duit
triliunan, hire lapangan kerja ribuan
orang. Terus bawa duitnya dari mana?" Ya
nanti dirampok dong hasil tambang kita,
Bro. Lu sekali lagi ada enggak ada itu
pun namanya juga hasil tambang ya lu
ekspor logis. Terus nanti ekspornya R0.
Hah? Maksud lu, lu goblok apa tolol? Ya
yang namanya lu ekspor emas, lu ekspor
batubara, lu ekspor baoks, itu udah ada
harganya diatur di tingkat dunia. Apa
bisa lu tiba-tiba pindahin itu barang
dari sini ke Amerika Serikat? Enggak. Lu
harus bikin jeti, lu harus bikin
pelabuhan, lu harus bikin supply channel
sendiri dan udah pasti lu harus bayar
pajak, lu harus bayar royalty ke
pemerintah. Pemerintah dapat lagi
pemasukan dengan makin banyaknya orang
yang buka bisnis tambang di sini, bisnis
hilirisasi di sini, smelter di sini. So,
itu good news apa bad news? Coba lu
pikir, oh itu ya artinya. Iya, itu
artinya full akses. Mereka boleh kalau
mau jadi pengusaha tambang di Indonesia
silakan. Masalah enggak ada masalah. Lu
mau orang Korea kek, Turkmenistan kek,
Turki, Zimbabwe ya sekalipun mau bisnis
di Indonesia silakan. Indonesia terbuka
terhadap investasi. Oke, itu full akses.
Yang kedua, lu mau full akses ekspor
barang 0% apapun ya silakan. Enggak akan
jadi gangguan buat UMKM kita. Iya kali
lu mau beli baju made in USA. Color made
in USA harga R2 juta lu mau beli atau
lebih pilih kolor yang harga lebih
murah? Eh jangan kolor lah. Enggak usah
hari gini enggak usah pakai kolor, Guys.
Langsung aja lebih enak natural lah.
Tapi lu pikir sekali lagi full akses ya
silakan aja. Memang kalau barang lu
kompetitif silakan kirim sini. Tapi gua
garansi full akses terhadap
barang-barang Amerika diekspor ke
Indonesia gua yakin enggak ada yang
beli. Karena kemahalan udah selesai di
end of story, Guys. So, teman-teman
jangan lagi ya lu termakan narasi-narasi
asing yang gua lihat makin sekarang
makin ekstrem. Karena kita ini channel
yang fair, ya. Kalau benar kita bilang
benar, kalau salah ya katakan salah. Di
posisi kali ini menurut gua sih
Indonesia diuntungkan. Ya jelaslah kalau
lu bandingkan dengan Vietnam atau Jepang
atau Cina sekalipun yang tarifnya 55% ya
per detik ini jelas kita berada di
posisi yang diuntungkan. Oke kalau gitu
sudah selesai dong ini. Enggak masih ada
lagi orang yang bilang, "Pak, itu gimana
soal 50 Boeing? Kita harus beli 777
Boeing white body. Apa ada gunanya di
Indonesia?" Ah, ini menarik. Karena lu
tahu ya Garuda dari tahun ke tahun
hobinya adalah rugi-rugi and rugi gitu
ya. Padahal di saat yang sama ada
Singapore Airlines, negara sekecil itu.
Tetapi hasilnya untung, untung, dan
untung. Kok bisa? Apa jangan-jangan ini
ada hubungannya ya? Singapore Airlines
negara sekecil itu terpaksa harus
terbang di lima benua di ratusan negara
yang ada di planet bumi ini. Indonesia
cuma negara mana ya? Mayoritas ya di
Indonesia lagi, Indonesia lagi. Terus
gimana dia bisa terbang ke luar negeri?
Enggak bisa kalau pesawatnya cuman
kecil. Hah? Artinya bisa jadi ya
Indonesia mulai bermain di lima benua
seperti Singapore Airlines. Who knows?
Atau lu penasaran? sebaiknya kita bikin
video khusus tentang Garuda Indonesia.
Anyway, guys, gua mau kasih tahu ada
satu lagi yang belum kita bahas tentang
IU CEPA bahwa Indonesia kemungkinan
besar kena tarif 0% kalau barangnya
ekspor ke Eropa. Dan ini bisa jadi
pilihan yang bagus buat buying time
Indonesia selama Donald Trump berkuasa
itu udah mulai bisa bangun jaringan baru
buat buka ekspor ke Eropa lebih besar
lagi. Sama seperti Cina yang sebelumnya
itu nyawanya ada di Amerika Serikat tapi
perlahan-lahan bisa melakukan
diversifikasi ekspor sehingga nyawa
mereka tidak lagi bergantung di Amerika
Serikat. Mereka sekarang sudah punya
akses ke Timur Tengah, ke Afrika,
termasuk ke Amerika Latin dan Eropa.
Nah, kita juga bisa ke sana dapat
peluang yang bagus. Kalau cepa ini jadi
kenyataan. Menurut lu kita harus bahas
video mana nih? Video tentang Garuda
Indonesia atau video hmm emiten apa yang
diuntungkan dengan IU Cepa ini? Tentu lu
udah tahulah. By the way, guys, yang
paling penting lu kan tahu ya ini
channel investasi ya. Lu tahulah dengan
tarif ini berarti ada yang diuntungkan,
ada yang dirugikan. Menurut kalian
perusahaan apa aja ya yang diuntungkan
di Indonesia? Karena tadi udah gua
bilang banyak UMKM yang akan diuntungkan
dan banyak pabrik-pabrik yang akan
diuntungkan. So, buat teman-teman sekali
lagi semoga video ini bermanfaat. Jangan
sampai termakan hoaks di luar sana.
Segera share video ini ke teman-teman
kamu, saudara kamu sebanyak-banyaknya.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]