Transcript
afPeM3uTVJ0 • TRUMP BOWES DOWN!? Indonesia Gets 19% Tariff, But There's a Price!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0394_afPeM3uTVJ0.txt
Kind: captions
Language: id
Good News Indonesia, negosiasi dagang
kita berhasil. Ini betul-betul prestasi
yang luar biasa karena kita mendapatkan
tarif yang luar biasa rendah di kawasan
ASEAN. Teman-teman tahu enggak? Baru aja
Presiden Donald Trump dari Amerika
Serikat bahkan membikin pengumuman ya di
media sosialnya bahwa dia baru aja
mencetak deal bersejarah dengan
pemerintahan Indonesia. Lu penasaran
deal apa sih yang terjadi antara
pemerintah Amerika Serikat dengan
Indonesia? Dan kenapa Benix bilang ini
good news? Kalau lu penasaran jangan
dikip video ini. Let's check this out.
Jadi teman-teman per hari ini udah resmi
ya tarif dagang antara Amerika Serikat
buat barang-barang asal Indonesia itu
turun. Tadinya 32% sekarang tinggal 19%.
Wow, hebat. Kenapa hebat? Ya, jujur aja
gua juga termasuk yang kaget karena
sebelumnya kita sempat bahas Vietnam itu
udah yang paling jago negosiasinya
dapatnya di angka 20%. Ternyata
Indonesia bisa 1% lebih murah loh
dibandingkan Vietnam. Vietnam 20%, kita
1%. Bahkan sampai si Donald Trump mau
capek-capek menggunakan jempolnya buat
ngetik. Kata-katanya seperti ini. Great
deal for everybody just made with
Indonesia. I deal directly with with
their highly respected president.
details to follow. Jadi dia bilang bahwa
eh good news everybody, kita baru aja
bikin kesepakatan dengan pemerintah
Indonesia. Saya negosiasi langsung
dengan presidennya Amerika Serikat dan
dia bakal kasih detail lebih lanjut. Ya,
anyway, terlepas dari itu di sini kita
bisa lihat bahwa ini berita yang
mengejutkan. Padahal sebelumnya rayuan
511 triliun kita gagal. Nilainya R00
triliun. Dan akibatnya Donald Trump
mengirimkan surat cinta untuk Presiden
Prabowo. Ini betul-betul surat yang
sangat menyentuh hati ya. Begitu gua
lihat ada kap suratnya, ada tulisan
White House, ada burung beo di situ, dan
di situ ditulis His Excellency Prabowo
Subianto, President of the Republic of
Indonesia. Dear Mr. President, it is a
great honor for me to send you this
letter. Gila ini orang sopan banget. Dia
bilang dia merasa terhormat. Dia bilang,
"Dear Mr. President, His Excellency."
Wah, dipuji-pujilah sama si Donald Trump
Prabowo ini. Tetapi ternyata endingnya
apa? Trendingnya adalah Indonesia
disikat habis dikenakan tarif 32%. Salah
satu faktor yang membuat Amerika Serikat
BT sama kita adalah yang dia negara
barat. Dia sangat benci dengan
negara-negara miskin kayak Indonesia.
Kalau mau naik kelas menjadi negara
modern, mereka akan lakukan segala cara
untuk menghentikan itu. Makanya jangan
heran ya, dari kemarin tuh demo banyak
banget. Utamanya terkait dengan bisnis
pertambangan dan hilirisasi tambang yang
ada di Indonesia. Posisi barat sekarang
dalam zona bahaya, Guys. Mereka harus
maju ke era teknologi tinggi. Mereka
butuh rare earth. Mereka butuh bahan
tambang kita. Tetapi apa yang dilakukan
oleh pemerintah kita? kita sudah enggak
mau lagi ekspor bahan baku, kita mau
mengekspor barang jadi atau barang
setengah jadi. Sehingga salah satu
kepahitan Amerika Serikat adalah dia
sangat anti dengan kebijakan hilirisasi
kita. Dia cuman mau negara Indonesia
cuman negara yang fokus pada mengeruk
kekayaan alam dalam bentuk raw material
supaya tetap miskin. Dan dia lakukan
segala cara. Negara-negara barat sampai
detik ini asing ini lakukan segala cara
supaya makin banyak tambang-tambang di
Indonesia ditutup. tambang-tambang di
Indonesia dihancurkan, diserang dengan
dali tidak ramah lingkungan lah, merusak
alamlah, dan lain sebagainya. Padahal
mah mereka pengin banget dapat bahan
baku mineral dari Indonesia. Anyway,
kebijakan hilirisasi ini sudah
betul-betul ekstrem. Kenapa? Karena
Indonesia sudah resmi melarang ekspor
komoditas mentah kita. Dan ini ya
dianggap, di sini juga Amerika Serikat.
Mereka menganggap kita enggak kooperatif
terhadap kepentingan perdagangan Amerika
Serikat. Apalagi teman-teman tahu ya di
negara maju mereka itu lagi sibuk bikin
baterai, bisnis mobil listrik, bisnis
solar panel dan lain sebagainya
berhubungan dengan ekonomi hijau. Tetapi
kalau bahan bakunya enggak ada, adanya
di Indonesia, gimana mereka mau jadi
kaya raya? Karena ini kan the next
rempah-rempah. Buat teman-teman yang
belum tahu, VOC itu bisnisnya
rempah-rempah. Ada NATMC, cengkeh, lada,
pala. Itu semua memperkaya Belanda
sehingga Belanda sempat menjadi negara
terkaya di dunia. Karena apa? Saat itu
lu kalau mau kaya, lu jadi pemain
rempah-rempah. Sekarang rempah-rempahnya
berhubungan dengan apa? Bukan lagi
bisnis rempah-rempah. Sekarang kalau mau
kaya raya, lu harus bisnis hijau. Dan
itu yang dikejar oleh negara-negara
barat ini. Jadi menurut Amerika Serikat
ya, kita salah satu negara yang tidak
ramah terhadap kepentingan mereka karena
kita tidak mau ekspor bahan mentah. Kita
harusnya tetap bodoh kayak negara-negara
Afrika yang habis hancur lebur alamnya,
sibuk ekspor bahan mentah. Padahal kita
sekarang sudah di level hilirisasi. kita
sudah bisa dapatkan value edit sehingga
kita bisa jual bahan tambang kita dengan
harga yang jauh lebih mahal, Guys. Nah,
buat orang Amerika Serikat itu cuman
solusi sementara. Ya, lu tahulah Amerika
Serikat itu pemilu 4 tahun sekali,
bentar lagi turun ini Donald Trump. Apa
jaminannya ya kalau Donald Trump turun,
Indonesia tetap beli minyak, tetap beli
LPG dari Amerika Serikat, bukan beli
dari Timur Tengah, bukan beli dari
Singapura. Tentu mereka juga lihat ini.
Oh, ini cuman menguntungkan Amerika
Serikat dalam jangka pendek. Dalam
jangka panjang belum tentu mereka lebih
lihat, eh tetap aja Indonesia ini akses
pasarnya susah. Ada begitu banyak
peraturan di Indonesia tadi ya, izin
impor lah, mau nambah lu perlu Iup AOE
lah, regulasinya begitu banyak, pasar
kita itu sangat-sangat tertutup.
Akibatnya ini bikin emosi lah orang
Amerika Serikat. Kita belum ngomong
regulasi di bawah loh. Ada PT, BPOM,
izin halal, izin Dinkes dan IO-nya
begitu banyaklah di Indonesia. Akibatnya
barang-barang mereka sulit banget masuk
ke Indonesia. Dan ini udah gua bilang
berulang kali. Saya banyak loh pejabat
kita di atas sana yang tidak mengerti
ini. Bahkan kita pernah bertemu dengan
salah satu pejabat di Bank Sentral
Indonesia yang bilang, "Omi, ini kemarin
kita habis bikin meeting." Saya kaget
juga ternyata orang-orang di pejabat
tinggi di negara kita masih enggak ada
yang sadar loh bahwa kita itu join
bricks bisa jadi salah satu alasan kita
diserang oleh Donald Trump. Padahal Om
Benix sudah paling awal ngomong itu.
Udah dari bertahun-tahun lalu pun kita
ngomong itu. Tapi mereka enggak ada yang
sadar. Mereka enggak nge bahwa keputusan
Indonesia terlibat dalam blok ekonomi
Bricks itu akan menjadi biang kerok
serangan-serangan dagang dari negara
barat. Dan hari ini pun jadi kenyataan
karena lu tahu enggak ketika Presiden
Donald Trump mengumumkan Indonesia kena
tarif 32% jauh lebih tinggi dibanding
Singapura atau Vietnam, pengumuman itu
dilakukan di tanggal 7 Juli tahun 2025.
Kenapa kayak tergesa-gesa harus 7 Juli?
Karena tanggal 6-nya Prabowo malah
menghadiri meeting bricks, konferensi
tingkat tinggi bricks yang ada di
Brazil. Ah, ini kan sebuah kode keras,
sebuah kode tantangan bahwa kita enggak
takut nih sama eh maybe that's a good
thing. Cuman ya akibatnya hari Seninnya
cuma beda 1 hari setelah Prabowo datang
ke acara itu, Donald Trump resmi
mengirimkan surat cinta senilai 32%.
Luar biasa ini. Jadi, buat teman-teman
ya, lu memang harus aware dengan yang
namanya kondisi geopolitik. Lu enggak
bisa tutup mata bahwa posisi yang
diambil oleh negara kita, teman yang lu
pilih dalam hidup lu, termasuk dalam
bernegara itu juga bisa mempengaruhi
musuh yang ada di dalam hidup lu. Nah,
logika ini harusnya ada nih di level
negara kita, di level pejabat kita,
bahwa lu jangan ngasal-ngasal aja ambil
kebijakan negara lain itu melototin loh.
Ya itu gua juga heran ketika gua baru
aneh juga ya, pejabat kita masih banyak
yang enggak tahu ya bahwa salah satu
alasan kita kena tarif tinggi adalah
kita masuk bricks. Dan itu udah gua
suarakan sejak bertahun-tahun lalu. Tapi
enggak ada yang percaya apa sih
hubungannya geopolitik sama investasi
sama perang dagang sama tarif sama
ekonomi? Enggak ada. Enggak. Lu bodoh
dan tolol kalau lu tutup mata dengan
kondisi geopolitik dunia. Kenapa dulu lu
merasa itu enggak penting? BRIS itu
bukan konteksnya ekonomi. Bricks itu
bukan konsepnya perang. BRIks itu bukan
NATO. Bricks itu seharusnya tidak
dimusuhi. Eh, bodoh. Tahu apa yang
terjadi setelah Donald Trump bikin surat
cinta tanggal 7 Juli 2025? Di tanggal 9
Juli 2025 cuman jeda 2 hari, Donald
Trump resmi menyatakan khusus buat
negara-negara anggota Bricks akan
ditambahkan ekstra lagi tarif 10%. Wis
ngeri, Bro. Artinya Indonesia bisa kena
42%.
Gila, gimana caranya kita bisa makin
kompetitif nih? Jadi memang perlu ya lu
mau seorang CEO, lu seorang menteri, lu
mau seorang pengusaha swasta, lu harus
sudah aware dengan kondisi geopolitik.
Karena kalau enggak lu gak bisa catch up
nih dengan kompetisi yang ada di level
global, Guys. Dan ini bahaya ya. Tapi ya
udahlah, Guys. Indonesia kan udah ambil
keputusan bahwa kita resmi adalah
anggota Bricks. Bahkan begitu gilanya,
cinta mati kita sama Bricks. Satu hari
setelah Prabowo resmi dilantik jadi
presiden tanggal 20 Oktober 2024,
tanggal 21-nya cuma beda 1 hari dia
langsung kirim Menteri Luar Negeri buat
daftar bricks, Bro. Jadi memang udahlah
itulah keputusannya. So, dari situ kita
sudah tahu, Guys, bahwa itulah tiga
alasan kenapa deal tersebut sangat tidak
menguntungkan buat pemerintah Amerika
Serikat, yaitu apa? Yang pertama,
kebijakan hilirisasi Indonesia itu sudah
menciptakan larangan ekspor yang
ujungnya berdampak terhadap kepentingan
perdagangan Amerika Serikat. Karena
Amerika Serikat masih membutuhkan
beberapa komoditas langkah, khususnya
dari sektor pertambangan dari Indonesia.
Nah, yang kedua rencana Indonesia untuk
mengimpor energi yang nilainya di atas
10 miliar dolar ya menurut mereka hanya
berdampak dalam jangka pendek bagi
neraca perdagangan Amerika Serikat.
Amerika butuh sesuatu yang lebih pasti
untuk jangka panjang. Dan yang ketiga,
salah satu yang bikin Amerika emosi
adalah keterlibatan Republik Indonesia
dalam blok ekonomi baru yang namanya
Bricks. So, lu penasaran enggak sih apa
yang sebetulnya dilakukan pemerintah
setelah mendapat tarif 32%? Jadi,
Teman-teman ini luar biasa cepat sih.
Jadi, tanggal 7 Donald Trump itu bikin
pengumuman bahwa Indonesia kena tarif
32%. Lalu, lantas yang dilakukan
pemerintah apa? Di tanggal 8 mereka
kirim tim untuk negosiasi ulang ke
Amerika Serikat. Di situ kita masih
mendapat kabar bahwa 32% masih ada ruang
buat negosiasi. Tetapi cuman sampai itu
doang. Jadi tanggal 7 kita diumumkan
32%, tanggal 8 kita kirim tim lagi buat
negosiasi. Dan good news, seminggu
setelah itu di tanggal 15 Juli Donald
Trump mengumumkan terjadi kesepakatan
dengan pemerintah Indonesia dengan angka
yang fantastis. Nah, ini sangat
menguntungkan Indonesia menurut gua ya,
karena ya tarif Republik Indonesia sudah
jauh lebih rendah, jauh lebih diskon
dibandingkan tarif yang dikenakan Donald
Trump buat sekutu lama mereka seperti
Jepang, Corsel, Thailand, Laos, bahkan
Myanmar. Nah, buat teman-teman yang
belum tahu ya, negara tetangga kita
kayak Jepang itu tarifnya 25%. Korea
Selatan tetangga kita juga mitra dagang
kita tarifnya 25% mahal. Malaysia hari
ini tarifnya berapa? 25%. Jadi ini resmi
kita menang nih dibandingkan
negara-negara itu. Nah, kalau
dibandingkan negara South East Asia
lainnya, negara Asia Tenggara ya kita
ada negara Kamboja 36%, Thailand 36%,
Laos 40%, Myanmar.
Ya, jadi dari sini kita bisa bilang
bahwa Indonesia cukup berhasil loh dalam
negosiasi tarifnya. Tapi pertanyaannya
apakah keringanan tarif, diskon tarif
yang diberikan oleh Donald Trump ini
sebanding dengan keuntungan atau
kerugian? Karena pasti ada yang kita
gadaikan. Tentunya ini tidak datang
dengan gratisan dong. Karena ternyata ya
enggak lama setelah Donald Trump bikin
pengumuman ya dia membuat pernyataan di
Trut Social. Jadi sosial media pribadi
miliknya Donald Trump. Dia membuat
pernyataan bahwa Indonesia sudah
berkomitmen untuk membeli energi dari
Amerika Serikat. Ini sudah lama kita
bahas. Untuk membeli produk pertanian
dari Amerika Serikat serta 50 pesawat
Boeing 777 dari Amerika Serikat. Ini
nilainya fantastis. Karena buat energi
aja kita sudah komitmen buat belanja
senilai 244 triliun. Kemungkinan besar
dalam bentuk belanja minyak dan gas.
Yang kedua, kita bakal beli produk
pertanian Amerika Serikat senilai R3
triliun. Wow, this is a very good deal
nih buat Amerika Serikat. Kalau gua jadi
petani Amerika Serikat, gua bakal happy
banget nih. Karena kita bisa ekspor
barang-barang dari Amerika Serikat ke
Indonesia dengan tarif 0%.
Gila. Ah, masa sih, Pak, 0%? Lu mungkin
enggak percaya, tapi lu bisa lihat
sendiri komentar resmi dari Donald Trump
ya. Dia bilang bahwa hai, gua Benix, the
CEO of Benix Investor Group. Dengan lu
bergabung bersama Benix Investor Group,
lu bakal dapat ilmu investasi saham
selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman
itu, lu bakalan dapat strategi rahasia
cuannya Benix ratusan bahkan ribuan
persen cuma dari saham.
Di Benix Investor Group, lu bakal dapat
begitu banyak pelajaran investasi selama
1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari
sharing saham yang bagus bareng Benix
setiap bulannya. Kita juga bakal update
portofolio Benix dan kita juga akan
membedah laporan keuangan setiap
bulannya. Yang paling seru, kita juga
bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang
ada di ISG supaya lu bisa ngecek
langsung ini saham perusahaan bagus,
perusahaan bodong atau perusahaan
sampah.
Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli
saham-saham perusahaan sampah. Nah,
kalau lu gimana lu udah yakin portofolio
saham lu udah bersih dari saham-saham
perusahaan sampah ini? Kalau belum,
mendingan lu segera sapu bersih deh
kayak siem ini.
Tahun lalu gua dan teman-teman di
komunitas Sambenix saja udah cual
ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham
ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma
jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu
juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N?
Iya, Pak. Ini juga minum pakai.
Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah sam
gorengan. Bahaya, Guys. Kolesterolnya
tinggi. Lu masih suka buang-buang duit,
beli saham gorengan? Hasil rekomendasi
grup saham bodong di sebelah yang
hobinya jualan candlestick. Goblok,
berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi,
itu judi.
Dan kalau lu masih belum join sekarang
juga, Guys, lu itu udah rugi banget.
Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50%
lebih loh dari saham parkiran mobil yang
namanya IPCC.
Jadi buat apaagi lo ragu bergabung di
komunitas saham Benix Investor Group?
Soalnya guys, tahun ini aja kita udah
punya list saham-saham yang berpotensi
memperkaya kita semua. So tunggu apaagi
guys? Kalau lu mau cuan, segera
daftarkan dirimu di komunitas saham
Benix Investor Group sekarang juga.
[Musik]
Ah, masa sih, Pak? 0% lu mungkin enggak
percaya, tapi lu bisa lihat sendiri
komentar resmi dari Donald Trump ya. Dia
bilang bahwa Amerika akan memiliki akses
penuh ke Indonesia. We have full access
to Indonesia. Ini kemenangan Donald
Trump, kemenangannya Amerika Serikat di
perang dagang ini. Lu bisa cek videonya.
So, we made a deal with Indonesia. I
spoke to their really great president,
very popular, very strong, smart and we
made the deal. We have full access to
Indonesia everything. As you know,
Indonesia is very strong on copper uh
but we have full access to everything we
will pay no tariffs. Uh so they are
giving us access into Indonesia which we
never had. That's probably the biggest
part of the deal. And the other part is
they are going to pay 19%
and we are going to pay nothing.
Ah masa sih, Pak? 0% lu mungkin enggak
percaya, tapi lu bisa lihat sendiri
komentar resmi dari Donald Trump ya. Dia
bilang bahwa nah di situ lu bisa lihat
bahwa ya pemerintah Indonesia sebagai
kompensasi diskon tarif ternyata tidak
dibayar dengan gratisan. Kita harus
memberikan full akses kepada Amerika.
Kita harus kasih 0% tarif kepada
barang-barang yang masuk dari Amerika ke
Indonesia. Dan ya teknisnya sih kita
masih belum tahu akan seperti apa. Tapi
lu penasaran enggak sih? Di sisi lain
ya, ada sebuah negara yang berhasil main
cantik sama Donald Trump. Tarifnya turun
drastis tanpa menggadaikan negaranya.
Jadi makin heboh nih di Indonesia para
ahli ekonom memuji-muji Vietnam
berhasil turunin tarif dari 46%
ke 20%. Hebat banget. Tanpa janji
apa-apa. Masa sih lu enggak penasaran
gimana sih cara curang Vietnam untuk
mengambil hati Donald Trump? Kalau lu
penasaran, jangan dikip video ini karena
kita bahas sekarang juga. Jadi apa
sebetul yang dilakukan oleh Vietnam,
Guys? Ini gua buka-bukaan aja. Apa
bedanya Vietnam dengan Indonesia? Kenapa
Indonesia gagal negosiasi dengan dana
R00 triliun, tetapi Vietnam berhasil?
Karena Vietnam memiliki skill yang
Indonesia tidak miliki, yaitu skill
untuk jilat pantat Donald Trump.
Sesimpel itu. Makanya, Teman-teman,
jangan heran kalau Vietnam kena tarif
20%. Oke, Guys. Makanya kita bakal
segera bahas nih strategi jilat pantat
Donald Trump ala Vietnam. So, lu jangan
skip video ini. Saksikan sampai akhir.
Karena sebelum kita masuk ke situ, lu
harus tahu dulu kenapa Vietnam itu
begitu agresif? Kenapa Vietnam sangat
ingin mendapatkan kasih sayang dari
Donald Trump? Dan kenapa Vietnam
betul-betul persuasif, pengin banget
berdagang dengan Amerika Serikat? Kita
buka dulu faktanya. Jadi gini, Guys. FY
aja, ya. Kenapa penting banget Amerika
Serikat buat Vietnam? Rakyat Vietnam itu
begitu membutuhkan Amerika Serikat
karena perdagangan Amerika Serikat
dengan Vietnam itu nilainya luar biasa
besar. Vietnam tahun lalu itu ekspor ke
Amerika barang-barang senilai 2.000
triliun loh. Gila. Sementara barang yang
dia impor dari Amerika itu cuma 600-an
triliun. Artinya itu mereka surplus tiga
kali lipat, Guys. Ini hebat banget.
Negara Indonesia aja enggak bisa begitu.
Jadi kita bisa bilang gini, kalau
Indonesia hari ini bisa berdiri karena
ada bisnis sawit dan tambang batubara.
Ya, Vietnam bisa hari ini berdiri karena
mereka bisa ekspor barang-barang ke
Amerika Serikat. Nilainya 2.000 triliun
setahun kemarin. Hari ini bakal naik
lagi. Kemungkinan bisa hampir 3.000
triliun nih. Jadi sepenting itu buat
Vietnam untuk mengembangkan skill jilat
pantat yang paling ajaib. Ini hebatnya
Vietnam. Makanya kalian jangan heran
kalau Vietnam itu masuk dalam tujuh
besar ya, mitra dagang terbesar Amerika
Serikat setingkat sama Jerman, Guys. Lu
bayangin. Jadi Amerika itu banyak banget
ya impor barang dari Meksiko, dari
China, dari Kanada. Jadi benar hubungan
dagang antara Vietnam dengan Amerika
Serikat itu begitu penting dan harus
dijaga, Guys. Terus pertanyaannya, Pak,
ajarin dong gimana rahasianya Vietnam
bisa dapat tarif 20%.
Oke, jadi kita langsung aja bahas, Guys.
Kenapa ya secara normatif nih Vietnam
itu dapat tarif yang lebih rendah? Ya,
menurut ahli ekonomi di Indonesia,
pejabat-pejabat Indonesia yang super
pintar, profesor-profesor yang titelnya
begitu panjang, kenapa Vietnam begitu
diunggulkan? Kenapa mereka menang dalam
negosiasi tarif ini dan Indonesia kalah?
Simply karena mereka berhasil melakukan
reformasi struktural dan kebijakan
domestik. Mereka berhasil memangkas
birokrasi mereka sesederhana mungkin dan
mereka mereformasi kebijakan perdagangan
mereka. Woi, menarik nih. Jadi mereka
pengin Vietnam lebih terbuka lagi, lebih
gesit lagi, lebih ejile lagi di
perdagangan internasional. Dan Vietnam
itu sudah berkomitmen ya untuk mengambil
tindakan tegas terhadap pelaku usaha
transhipment yang ada di Vietnam. Jadi,
transhipment itu barang transit
produksinya di China. pergi ke Vietnam.
Di Vietnam diganti repackaging
seolah-olah ini made in Vietnam terus
kemudian diberangkatkan ke Amerika
Serikat. Itu transpment. Itu curang
menurut Donald Trump. Nah, Vietnam udah
berkomitmen gua mulai hari ini bakal
stop dan dia bakal bikin itu ilegal
barang-barang transhipment. Jadi dia
akan stop barang-barang yang masuk dari
Cina ke Vietnam semua dibinasakan oleh
Vietnam. WS ini sebuah bukti loyalitas
yang luar biasa nih Vietnam terhadap
Donald Trump. Tapi apa iya cuma
gara-gara itu Donald Trump ngasih diskon
tarif besar-besaran ke Vietnam?
Indonesia kena 32%, Vietnam cuma kena
20%. Apa iya gara-gara itu doang?
Ternyata tidak, Guys. Kalau lu mau
investigasi lebih dalam, lu kan udah gua
buka di depan bahwa Donald Trump ini
bukan manusia suci. Donald Trump ini
bukan malaikat yang turun dari langit.
Donald Trump ini adalah seorang
kapitalis. Dan lu tahu dong apa yang
diinginkan seorang kapitalis duit. Kalau
lu ngasih 500 triliun, Indonesia
berjanji mau ngasih 500 triliun dalam
bentuk belanja minyak bumi dari Amerika
Serikat, dalam bentuk belanja LPG dari
Amerika Serikat. Yang diuntungkan kan
cuma negara Amerika Serikat. Pikir dong
lu tega banget. Terus Donald Trump
untungnya apa? Masa enggak punya otak?
Ini pejabat Indonesia isinya manusia
suci semua nih. Betul-betul respect gua
sama pejabat Indonesia. Beda dengan
pejabat Vietnam yang ngerti bahwa Donald
Trump itu bukan malaikat. Maksudnya apa,
Pak Beni? Vietnam ngerti. Donald Trump
itu minta kasih kode. Kode apa? Lu
pura-pura bego. Lu kayak tinggal di
negara surgawi. Ya, jujur-jujuran aja
lah. Vietnam udah ngerti korupsi itu
terjadi di mana-mana, bahkan sampai di
level atas. Sehingga apa yang dilakukan
Vietnam di depan mereka pasang casing.
Oke, kita perbaiki birokrasi, kita
perbaiki regulasi. Oke, ayo. Aw, udah
itu hal normatif. tadi gua bilang. Tapi
yang esensial apa? Ingat itu cuma
menguntungkan Amerika Serikat. Tapi kan
Donald Trump bentar lagi turun, Bro.
Pemilu di sana 4 tahun sekali. Dapat apa
dia? Vietnam bisa lihat peluang ini
sehingga Vietnam mengambil langkah yang
sangat strategik. Mereka mengembangkan
skill jilatan pantat yang luar biasa.
Makanya lu jangan meragukan ya keahlian
lidahnya Vietnam. Jadi salah satu bentuk
permainan cantik lidah-lidaah Vietnam
adalah mereka sudah bikin janji untuk
membangun Trump Tower di negara Vietnam.
Nilainya berapa? 24,3 triliun. Gila
banget. Pintar Vietnam nih permainan
lidahnya nih. Enggak ada yang lawan.
Indonesia memang negara suci, enggak
ngerti kode-kodenya Donald Trump. Tapi
Vietnam bisa baca ini. Sehingga Vietnam
berkomitmen bukan hanya membangunkan
Donald Trump Tower, menara luar biasa
senilai 24 triliun. Mereka pun sudah
berkomitmen untuk memberikan tanah
seluar 900 hektar buat Donald Trump di
Vietnam. Gila enggak, Guys? Tanah seluas
900 hektar udah disediakan nih buat
proyeknya Donald Trump di Vietnam. Dan
dari situ lu bisa tahu dong. Oh, pintar
ya Vietnam. Vietnam udah lihat bahwa
background-nya Donald Trump ini bukan
pengusaha minyak goreng. Bukan.
Backgroundnya Donald Trump itu pengusaha
properti.
Hey, Mr. Trump. Hey, how you doing? Uh,
Will Smith. Hey, Lizard, you are getting
a great house here and and this is quite
a deal you're getting for it, too. I
tell you what, want another 50 grand,
I'll cut the grass for you every
Saturday.
Jadi, project yang akan diberikan buat
Donald Trump itu adalah project untuk
membangun Trump Tower. Itu cuman salah
satu, Guys. Tetapi dengan luas tanah 900
hektar lebih, mereka sampai mau bangun
lapangan golf, standar internasional
yang begitu luas. Mereka mau bangun kota
baru yang namanya Kinbug City. Mereka
mau bangun pusat bisnis baru seperti
SCBD di Vietnam. Jadi ini adalah project
yang nilainya ratusan triliun dan
tentunya bermanfaat bagi rakyat Amerika
Serikat. Enggak, enggak, Bro. Ini
bermanfaat buat Trump dan keluarganya.
Masa lu sebego itu sih jadi manusia?
Jadi di sini lu bisa lihat betapa
ahlinya Vietnam menggunakan lidah
mereka. Kita harus respect sama mereka.
Dan apakah ini dirugikan Vietnam? Tentu
tidak. Hasilnya lu bisa lihat mereka
dapat diskon tarifnya cuma 20%. Dan
rakyat di sana apakah benci dengan hal
ini? Marah ketika pemerintahan melakukan
itu? Tidak. Rakyat di sana pestapora.
Mereka merasa happy karena dengan
project Donald Trump bangun mega
kompleks properti di sana dengan
lapangan golf tower, gedung perkantoran
dan lain sebagainya. Apa yang terjadi?
Harga tanah di Vietnam sudah naik lebih
dari dua kali lipat. Jadi semua orang,
everybody's happy dengan kebijakan jilat
pantat ini. Bahkan begitu besar project
ini ya sampai mereka bilang ini bukan
lagi project properti biasa. Ini mah
udah sama bikin kota baru. Akhirnya
pemerintah Vietnam kasih nama resmi
namanya Kinbug City. Bahkan saking
dalamnya nepotisme ini, mereka enggak
malu-malu lagi. Udah terang-terangan
developer project Kinbug City itu sampai
foto bareng ketika toping of project ini
bersama Eric Trump, anak kandungnya
Donald Trump. Jadi lu sudah ngerti ya
apa sih yang gua maksud dari kemarin
bilang pemerintah Indonesia lebih pintar
dikitlah, lebih cerdik dikitlah. Jangan
kayak orang suci lu. Semua orang udah
tahu gimana sih sebetulnya cara
negosiasi bersama presiden baru Amerika
Serikat ini? Ini kan bukan malaikat.
Masa lu enggak paham? Masa lebih pintar
Vietnam? Berarti kan selama ini oh cuma
Vietnam ya yang ahli korupsi ya. bahwa
berarti Indonesia negara suci nih.
Enggak ngerti ilmu korupsi di tingkat
tinggi seperti ini. Tapi bukan cuma
sampai di situ, Guys. Ini bukan cuma
perkara soal perusahaan properti atau
soal tarif atau perang dagang. Enggak,
enggak, enggak. Vietnam itu juga dapat
keuntungan berlipat-lipat dengan skill
lidah mereka yang luar biasa. Dengan
permainan lidah ini, mereka berhasil
mendapatkan good deal, yaitu apa?
Teknologi nuklir
fresh langsung dari Amerika Serikat.
Tanpa perlu harus jilat pantat si
Jimping, tanpa perlu jilat pantat
Vladimir Putin. Mereka dapat teknologi
nuklir sebagai hadiah dari presiden
Amerika Serikat. So, jangan heran ketika
di Indonesia masih sibuk berantem soal
perkara lingkungan PLN, pembangkit
listriknya dari batubara atau dari gas
atau dari IWO, enggak. nuklir sudah
dibicarakan oleh orang Vietnam dan
mereka sudah dapat persetujuan itu resmi
dari Amerika Serikat sendiri. So, mereka
enggak perlu khawatir kayak Iran. Iran
kan selalu bilang mau bikin pembangkit
listrik tenaga nuklir demi perdamaian.
Bukan buat rudal. Ujung-ujungnya dibom
sama Amerika, Vietnam bahkan dapat ACC.
Tanda tangan cap jempol dari Amerika
Serikat. Lu mau bikin? Gua bantu Wis
Vietnam sudah berpikir maju, sudah
berbicara tentang teknologi nuklir untuk
BUMN Vietnam National Industry and
Energy Group yang namanya Petro Vietnam.
Jadi BUMN Petro Vietnam sudah resmi
menandatangani perjanjian dengan
perusahaan Amerika Serikat Westing House
Electric untuk mengembangkan tenaga
nuklir. Gila, Guys. Inilah skill
negosiasi tingkat tinggi. Hebat enggak?
Lu enggak tahu ya Vietnam jadi negara
nuklir nih bentar lagi nih. Tapi lu
kemudian bertanya-tanya, apa separah
itu, Pak, metode negosiasi di tingkat
tinggi bersama Amerika Serikat, Bro?
Zaman berubah. Lu enggak tahu, ya
Vietnam itu punya skill jilat pantaat
tuh belajar dari mana nih?
Ternyata permainan lidah itu ahlinya
adalah Arab Saudi. Arab Saudi paling
paham gimana cara bermain dengan
Presiden Amerika Serikat yang namanya
Donald Trump. Jauh-jauh hari sebelum
Vietnam mengembangkan skill permainan
lidah yang luar biasa, Arab Saudi sudah
punya kemampuan jilat-menjilat yang
paling mengkilat, yaitu apa? Sampai
mengkilat nih pantatnya Donald Trump
ketika Trump Tower resmi akan dibangun
di Jeddah dan Riyad itu di Arab Saudi.
Jadi ketika orang Indonesia sibuk
disiram propaganda anti Israel, anti
Amerika Serikat, cinta Arab Saudi, apa
yang terjadi? Ternyata negara-negara
raja Arab ini sibuk rebutan Jilat Pantai
Donald Trump. Buktinya apa, Pak? Ya,
Arab Saudi menawarkan program Jilat
Pantai Donald Trump dalam bentuk Trump
Tower di Jedah itu nilainya senilai
Rp8,6 triliun. Wow, Trump Tower di
Jeddah. Skill ini juga berkembang ke
daerah Arab yang lain ya. Lu udah
tahulah skill mereka seperti apa ya soal
jilat-menjilat ini. Bahkan penguasa Oman
itu juga sudah menawarkan namanya Trump
Golf Community. Jadi lapangan golf
khusus buat Donald Trump. nilainya gak
main-main 43 triliun resmi saking
resminya dan saking gatalnya ya anaknya
Donald Trump sendiri yang namanya Eric
Trump itu sampai posting dia mungkin
kalah lihat duit luar biasa banyak
tiba-tiba eh gua dapat duit triliunan
nih langsung dia posting di Twitter
pribadinya dia. Hello guys, kita ada
menara baru namanya Trum Tower di Jeddah
Arab Saudi. Gila gila hebat emang orang
Arab ini enggak ada yang ngalahin, Guys.
Luar biasa raja-raja Arab ini hebat
banget skillnya. Permainan lidah mereka
itu ternyata keren sih, karena cuma
mereka yang mengerti gimana caranya
membuat Donald Trump nyaman, bagaimana
menyenangkan hatinya Donald Trump
sehingga Donald Trump bisa tersenyum
lebar. Dan bukan cuman sampai di situ,
Guys. Memang permainan leid Arab Saudi
ini harus kita akui luar biasa. Mereka
sampai meng-upgrade dirinya menjadi EO
ya, level internasional dengan
menyelenggarakan pertandingan golf
tingkat dunia di resor-resor milik
Donald Trump yang paling fresh di tahun
2025 ini. Arab Saudi bakal spending duit
jutaan dolar buat menyelenggarakan
pertandingan golf lif ini tingkat
internasional di resornya Donald Trump
di Doral di tahun 2025 ini. Jadi hebat
ya Arab Saudi ini ya. Bisa jadi nambang
minyak juga bisa jadi EO pertandingan
golf. Hebat nih. Dan begitu dalamnya ya
permainan lidah raja-raja Arab ini,
bahkan mereka sudah tahu lah. Donald
Trump itu kan penguasa properti. Dia
punya hotel, punya Trum Tower. Di New
York mereka sudah mewajibkan ya semua
orang Arab Saudi, pejabat mereka kalau
pergi ke New York, pergi ke Amerika
Serikat wajib nginp di hotelnya Donald
Trump. Bahkan ketika enggak ada orang
pun yang nginp di situ, udah yang
penting bayarin aja. Mereka sempat bikin
heboh di New York itu ketika raja Arab
Saudi itu booking 500 kamar. Dia
spending 150 miliar, Guys, buat booking
kamar hotelnya Donald Trump. Dia nginp
enggak? Tentu saja enggak. Terus duitnya
mau ke mana? Ya, lu pikir sendiri.
Menurut lu buat apa dia booking 500
kamar? Memang dia sendiri yang mau nginp
di situ. Ngerti dong lu bahasa kode
seperti ini? Iya dong. Jadi dari sini lu
bisa lihat ya, Guys, kalau banyak para
ahli ekonom di luar sana itu menghina
Indonesia. Bahkan ketika berhasil turun
ke 19% aja dibilang bodoh. Padahal itu
sudah jelas lebih kecil dibanding
Vietnam. Mereka masih banyak yang
bilang, "Ya, tapi Indonesia ngasih ini
itu menjanjikan ini itu ini." Ya memang
negara lain enggak begitu.
[Musik]
Emang Vietnam enggak kasih tarif 0% buat
barang-barang made in USA? Faktanya
mereka juga lakukan itu. Tetapi kita
berhasil mendapatkan hasil yang 1% lebih
baik. Kalau menurut gua sih jujur aja.
Vietnam berhasil turun dari 46% ke 20%.
Berarti berhasil diskon 26% lebih
sedikit. Indonesia turunnya dari 32% ke
19% berarti selisihnya cuma 13%. Berarti
tim negosiator kita gagal dong. Itulah
kata haters ya. Nah, kita netral. Kita
bahas aja menurut gua. Kita lihat hasil
akhirnya. Hasil akhirnya toh Indonesia
tetap lebih murah dari Vietnam. Jadi mau
apapun itu kata haters tetap menurut gua
ini sebuah keberhasilan lah. Tetapi satu
hal yang perlu kita wanti-wanti nih
karena lu harus hati-hati. Indonesia
hari ini pun udah dijajah asing dari
pola makan kita. Lu makan tempe, lu
makan tahu, lu makan kerupuk. Itu semua
bahan bakunya gandum. Lu makan mie
goreng, lu makan mie rebus, itu juga
bahan bakunya gandum. Yang kita impor
dalam bentuk tepung terigu most likely
dari Amerika Serikat. Nanti akan masuk
lagi nih dalam bentuk kedelai dan lain
sebagainya. Kalau ini kita enggak bisa
stop, artinya kita bakal dapat
kompetitor. Produk pertanian Indonesia
bisa jadi enggak laku di negara sendiri.
Karena kita terus-menerus jadi berbudaya
kacang kedelai, kita jadi berbudaya
tepung terigu dan gandum. Itu akan jadi
bahaya nih dalam jangka panjang. Kecuali
ya pemerintah sudah bisa bikin, "Hei,
kalau Eropa aja bisa black campaign
sawit kita katanya enggak bergizi,
katanya berbahaya." Kenapa kita juga
enggak bikin kempain? Bahaya l makanan
mengandung gluten. Kurang-kurangin makan
gandum. Kurang-kurangin makan kacang
kedelai. Perbanyak makan singkong.
Aku suka singkong. Kau suka keju?
Singkong juga bisa loh dibikin jadi
panganan yang sehat. Kata siapa? Enggak
bisa. Nah, kalau kita bisa mulai merubah
budaya Indonesia untuk memakan makanan
hasil bumi kita sendiri, ya kita bisa
mengurangi dampak tarif ini. Tapi kalau
enggak siap-siap ya petani kita akan
mendapat kompetitor baru. Contohnya
gampang. Begitu tarif ini berlaku, gua
sangat yakin harga singkong di Indonesia
akan makin murah dan akan makin jatuh.
Lu gak percaya? Yuk, kita lihat kondisi
petani singkong di Indonesia seperti
apa. Well, anyway, guys, menurut lu
gimana? Menurut lu Indonesia berhasil
turun ke 19% itu sebuah keberhasilan
atau sebuah kegagalan? Karena di sisi
lain kita juga jadi harus impor pesawat
Boeing yang kabarnya sering banget
kecelakaan, sering banyak kerusakan. Kan
harusnya impornya dari Airbus dong,
Eropa. Gimana tuh menurut kalian? atau
jangan-jangan ya ini salah satu bukti
keberhasilan pemerintah kita loh
mendapatkan hasil yang lebih baik
dibandingkan negara tetangga Vietnam,
Malaysia, Korea Selatan, bahkan Jepang
sekalipun. Menurut kalian gimana, Guys?
Ini good news atau bad news? Dan buat
teman-teman investor, yuk segera cek
perusahaan yang lu invest em-nya ekspor
enggak sih ke Amerika Serikat? Yuk,
segera tulis pandangan kalian di kolom
komentar di bawah ini. Jangan lupa
subscribe sekarang juga dan nyalakan
loncengnya, ya. Salam sehat, salam cuan.
Bye bye.
[Musik]