Vietnam Betrays China? The Secret of America's Low Rates Revealed!
LYY8XSfTQ14 • 2025-07-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Good news nih, Teman-teman. Lu tahu ya, cita-cita Presiden Prabowo itu mau membawa perekonomian Indonesia naik ke 8% dan akhirnya itu bisa terwujud, Guys. Dan ini kita sungguh sangat bersyukur karena ada yang mau bantuin kita, yaitu negara Vietnam. Dia berhasil mewujudkan cita-cita Prabowo membawa perekonomian Vietnam ke hampir 8% ya, 7, sekian persen, dikit lagi 8%. Nah, kok bisa ya negaranya sehebat itu? Padahal ini negara komunis, Guys. Yang lebih hebat lagi, mereka berhasil membujuk Donald Trump. Teman-teman tahu kan kemarin itu heboh banget perang dagang Amerika Serikat semua negara kena tarif sangat tinggi. Indonesia dapat tarif bahkan di atas 40%. Dan ini sangat mengerikan karena ya banyak negara menggantungkan nyawanya kepada hasil ekspor ke Amerika Serikat. Dan ini hebatnya Vietnam. Vietnam berhasil resmi nih udah mengurangi perang dagang itu. Mereka berhasil mengurangi tarifnya. Sekarang barang-barang Vietnam itu cuma kena tarif yang sangat sangat sangat murah kalau ekspor ke Amerika Serikat. Wah, ini sukses berat nih. Makanya ya jangan kaget kalau banyak negara jealous, bahkan ada yang sampai benci dan marah besar dengan Vietnam. Kok bisa sih? Dan lu penasaran enggak sih negara apa yang begitu jealous dan cemburu dengan keberhasilan Vietnam menegosiasi Donald Trump? Jangan dikip video ini. Let's check this. Jadi, congratulation dulu nih buat teman-teman yang dari Vietnam ya. Waduh, memang negara lu hebat karena pemerintah di negara lu itu bersemangat untuk membela kepentingan rakyatnya. Mereka tidak sibuk korupsi. Mereka tidak sibuk bikin projek-projek palsu. Mereka juga tidak sibuk bikin ormas sana sini. Enggak, enggak. Vietnam fokus mau membawa kesejahteraan rakyatnya menjadi lebih baik. sehingga ketika mereka diserang oleh Donald Trump, mereka langsung maju di depan membela rakyatnya. Nah, Teman-teman tahu Vietnam ini kena tarif sangat sadis loh, sampai 46%. Dan mereka sangat menderita karena hampir satu pertiga nyawanya Vietnam itu ada di Amerika Serikat. Kalau Indonesia nyawanya ada di batu bara sama sawit. Nah, kalau Vietnam nyawanya ada di Amerika Serikat. Kenapa? Sekarang mereka lagi bergerak menjadi negara pabrik, negara manufacturing. Dan hasil ekspor mereka hampir 30% perginya ke Amerika Serikat. Jadi bisa dibayangin kalau seandainya mereka ditutup pintunya akan ada banyak rakyat yang kelaparan, Guys. Dan yang paling hebat lagi ya mereka ngerti loh cara negosiasi dengan orang nomor satu di planet bumi ini yang namanya Presiden Donald Trump. So, dari 46% mereka berhasil turunin tarifnya ke 20% khusus barang-barang yang asli made in Vietnam berangkat diekspor ke Amerika Serikat. Wih, hebat ya. Terus kenapa tiba-tiba ada negara yang marah besar? Bahkan begitu dengkinya mereka sampai menteri-menterinya disuruh keluar ngobrol soal Vietnam ini pengkhianat bangsa dan mereka begitu kesal dengan Vietnam. Kok bisa? Dan lu tahu enggak negaranya apa? Coba lu tebak. Ya betul, Cina. Cina marah besar nih. Kok Vietnam bisa-bisanya dapat tarif diskon dari 46% ke 20%. Dan kenapa Cina marah besar? Karena di kesepakatan itu Vietnam juga dipaksa untuk menyetujui, oke barang made in Vietnam tarifnya 20%. Tapi kalau ada barang transshipment dari negara mana pun masuk ke Vietnam dan dari Vietnam diekspor ke Amerika Serikat wei, siap-siap kena tarif 40%. Nah, di sini Cina marah besar karena artinya ya di sini kan enggak secara spesifik dibilang kalau barang Cina lewat negara lu 40%. Enggak. Dia bilang negara manapun yang transit di Vietnam karena akan kena 40%. Nah, ini udah salah satu kode keras, Guys. Bahwa apa? Yang mau disikat oleh Donald Trump itu sebenarnya bukan Vietnam, tapi China. Betul. So, Teman-teman tahu kan, kenapa si Donald Trump itu fokus banget ngasih tarif tinggi 46% ke Vietnam? Dan ini udah berulang kali gua bilang yang dia mau berperang itu bukan dengan Vietnam sendiri, tapi dengan Cina. Jadi, Cina di belakang layar itu punya bisnis namanya transhipment. Mereka lihat negara-negara yang tarif ekspornya lebih murah, mereka masuk lewat dari situ. Gampangnya begini. Gua punya pabrik mainan di Cina. Kalau gua ekspor ke Amerika Serikat, gua bisa kena taru sampai 100% lebih. Berarti barang gua yang harganya Rp100.000 kalau masuk ke Amerika jadi Rp200.000. Siapa yang mau beli? Mendingan dia beli barang dari Mexico atau barang dari Kanada. Ya kan? Akhirnya gua cari-cari. Gua kan pengusaha pabrik mainan di Cina. Ada enggak ya negara yang tarifnya murah? Oh, ada. Namanya Vietnam. Vietnam itu ekspor enggak nyampai 10% tarifnya sehingga mereka masuk pun lewat Vietnam. Apa yang dilakukan? Transhipment itu membawa barang-barang yang sebetulnya buatan China masuk ke gudang-gudang yang ada di Vietnam. Diganti labelnya, diganti mereknya, berubah langsung jadi made in Vietnam. Dari sana berangkat ke Amerika Serikat. Ini namanya bisnis transhipment. Jadi cuman ganti packaging aja. Sebenarnya Indonesia pun lagi viral. Zaman dulu kalau lu masih ingat sekitar 20 tahun yang lalu banyak negara nebeng ke kita karena banyak udang-udang dari Cina itu diboikot sama Amerika Serikat. Mereka pun akhirnya transp nebeng. Jadi bisa ekspor masuk pasar Amerika seolah-olah ikannya, seafood-nya, udangnya itu made in Indonesia. Padahal enggak. Itu barang dari luar Indonesia. Tapi diekspor lewat pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia. Nah, dari sini lu udah bisa lihat kalau Cina bakal makin ketakutan, Guys. Karena di skema yang pertama lu bisa lihat di layar kaca, awalnya mereka bisa ekspor dari Cina masuk ke USA. Tapi sekarang tarifnya gede. Mereka bisa kena tarif 145%. Tetot, udah enggak menarik. Terus skema yang kedua gimana? Skema yang kedua mereka pakai barangnya dari Cina masuk ke Vietnam. Di Vietnam dia repacking tadi gua bilang. Terus di sana ganti label lalu dikirim ke Amerika Serikat sebagai made in Vietnam. Di sini tarifnya cuman 46%. Gede enggak? Okelah, tapi dibanding lu kena 145%, mendingan yang 46%. Tapi sebetulnya Vietnam juga sadar gua ini cuma dijadikan tempat transhipment. Gua juga enggak mau. Mereka seolah-olah barang ini made in Vietnam padahal bukan made in Vietnam. Seolah-olah menyerap buruh tenaga kerja dari Vietnam padahal tidak. Mereka juga pengin banyak lapangan kerja tercipta supaya pabrik-pabrik itu pindah. Makanya sekarang Vietnam itu selama ini kan orang bilang sobat dekatnya China. Tapi sekarang Perdana Menteri Vietnam sudah resmi mengeluarkan pengumuman. Dia akan mengutuk metode transithipment ini. Dan dia sudah menyatakan dia akan memerangi apa yang menurut dia penipuan perdagangan yaitu apa? Seolah-olah barangnya made in Vietnam padahal made in China. Jadi Perdana Menteri Vietnam ya Pak Mincing itu sudah menginstruksikan para pejabat di Vietnam untuk melawan penipuan dagang, untuk melawan tindakan-tindakan yang dilarang oleh Amerika Serikat. karena mereka pengin terus bisa bekerja sama dengan Washington dan dia sudah membuat peraturan sendiri bahwa Bea Cukai di Vietnam wajib mengetatkan perbatasan mereka khususnya buat impor-impor barang-barang yang akan digunakan untuk proses produksi dan ekspor. Jadi kalau selama ini ya pengusaha di Cina itu mereka duduk-duduk tiong-tion santai-santai. Seolah-olah Cina wah tetap bisa bertahan. Seolah-olah Cina itu paling sedih. Seolah-olah Cina itu sudah berhasil dihancurkan. Padahal di belakang layar mereka berhasil membawa hasil produksi pabrik-pabriknya tetap masuk ke Amerika Serikat tapi lewat jalur Vietnam. Ternyata memang Amerika Serikat itu ngerti, Guys, permainan ini. Makanya jangan heran kalau si Scott Basson itu US Tracery Secretary. Jadi kayak Kementerian Keuangan lah kalau di Indonesia itu ya. Dia udah bilang bahwa banyak barang-barang yang keluar dari Vietnam itu bukan made in Vietnam, tapi cuman transhipment, cuman ganti label, ganti merek yang sebetulnya adalah produk Cina. Lu bisa lihat di video ini bahwa Scott Bonham permainan Cina ini. Vietnam isipment with 10%. Jadi dari sini lu bisa lihat kalau Scott Bason itu memang udah paham dan tentunya dia kasih laporan dong ke si Donald Trump. So Donald Trump udah resmi setuju barang-barang ekspor dari Vietnam bakal hanya dikenai tarif 20%. Sementara barang-barang yang dikirim ulang, barang-barang yang dipackaging, barang-barang transhipment yang berasal dari negara lain, contohnya seperti China, tapi ekspor lewat Vietnam itu bakal tetap diberikan tarif lebih tinggi yaitu 40%. Apakah cuma sampai di situ guys? Oke, lu kena tarif 20% made in Vietnam, non Vietnam, transhipment Vietnam 40%. Cuma sampai di situ enggak. Vietnam ini pintar banget. Dia bujuk lagi Donald Trump dengan bilang semua barang made in USA yang diimpor ke Vietnam tarifnya cuma 0%. Gila enggak? Vietnam rela barang-barangnya dipajekin 20% sama Donald Trump, tapi barang-barang Amerika Serikat masuk ke Vietnam langsung jadi 0%. Ini hebat banget nih. Nyali tinggi nih. So, pertanyaannya guys, kok Vietnam berani banget ya? Dia berani banget loh memberikan fasilitas 0% buat barang-barang made in USA. Kenapa seberani itu, seagresif itu Vietnam demi mendapatkan trade deal sama USA? So, kalau teman-teman breakdown lagi ya, laporan keuangan Vietnam, Vietnam itu GDP-nya di 2024 itu sekitar 7.700 triliun. Lu bayangin ya, itulah nilai kue ekonomi di Vietnam Rp7.700 triliun. Nah, dari R.7 00 triliun itu ternyata 1 per3nya alias 2.400 triliun itu berasal dari perdagangan Amerika Serikat dan Vietnam. Jadi dari sini lu bisa lihat kontribusi ekspor barang-barang Vietnam ke Amerika Serikat itu 1/3 dari perekonomian Vietnam. Ini ngeri banget, Guys. Jadi, lu bisa bayangin ada sebuah negara nyawanya itu dipegang oleh negara lain. Ya, itulah sih. Hai, gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu bergabung bersama Benix Investor Group, lu bakal dapat ilmu investasi saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat strategi rahasia cuannya Benix ratusan bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di Benix Investor Group, lu bakal dapat begitu banyak pelajaran investasi selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing saham yang bagus bareng Benix setiap bulannya. Kita juga bakal update portofolio Benix dan kita juga akan membedah laporan keuangan setiap bulannya. Yang paling seru, kita juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek langsung ini saham perusahaan bagus, perusahaan bodong atau perusahaan sampah. Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli saham-saham perusahaan sampah. Nah, kalau lu gimana lu udah yakin portofolio saham lu udah bersih dari saham-saham perusahaan sampah ini. Kalau belum, mendingan lu segera sapu bersih deh kayak siem ini. Tahun lalu gua dan teman-teman di komunitas Sambenix saja udah cuan ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu juga pakai di rumah lu. Iya enggak? Iya, Pak. Ini juga pakai. Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah saman. Bahaya, Guys. Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka buang-buang duit, beli saham gorengan hasil rekomendasi grup saham bodong di sebelah yang hobinya jualan candlestick. Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri. Dan kalau lu masih belum join sekarang juga, Guys, lu itu udah rugi banget. Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50% lebih loh dari saham parkiran mobil yang namanya IPCC. Jadi buat apagi L ragu bergabung di komunitas saham Benix Investor Group. Soalnya guys, tahun ini aja kita udah punya list saham-saham yang berpotensi memperkaya kita semua. So tunggu apaagi guys? Kalau lu mau cuan, segera daftarkan dirimu di komunitas saham Benix Investor Group sekarang juga. [Musik] nyawanya itu dipegang oleh negara lain. Ya, itulah si Vietnam ini. Kalau seandainya Amerika Serikat tutup pintu berarti harus siap. Rakyat Vietnam, semua rakyat yang ada di Vietnam dompetnya bakal berkurang 1/3. Ngeri enggak? Ya ngeri lah. Gampangnya gini aja. Lu biasa ber punya bisnis omset-nya R miliar setahun tiba-tiba hilang jadi 600 juta. Ngeri enggak? Ya pasti ngeri. Makanya sangat penting bagi Vietnam untuk membela kepentingan bangsa dan negaranya. So dia lakukan segala cara untuk bisa tetap cuan, untuk bisa tetap dagang dengan Amerika Serikat karena nilainya tidak kecil 2.400 triliun. Tapi di sini juga ada catch-nya nih, Guys. Ini ada jebakannya nih. Kalau Vietnam gak hati-hati nih dalam langka. Jadi, Hanoi lu harus agak main cantik di sini. Kalau seandainya tarif 40% itu hanya berlaku buat barang-barang yang murni transipment, barang-barang yang murni repackaging, gua sih yakin banget ini enggak bakal terlalu berdampak ke perekonomiannya Vietnam. Akibatnya, ya akan makin banyak ya pengusaha asli Vietnam yang berhasil ekspor ke Amerika Serikat dengan harga murah. Oke, terus dampak yang ngeri apa? Dampak yang ngeri kalau seandainya 40% ini juga berlaku bagi pabrik-pabrik yang memang asli punya orang Vietnam, tetapi bahan bakunya menggunakan barang-barang material dari China itu bisa terdampak atau enggak? Karena jujur aja sekarang mana ada produk yang 100% dari negara lu tidak ada di kolong langit. Ini contoh paling gampang lu naik pesawat Boeing 737. Lu tahu gak sih lu naik pesawat Boeing itu sayapnya ujung pesawatnya itu dibuat di Korea Selatan. The King tempat orang jalan itu bikinnya di India. Software yang dipakai buat terbangin Boeing itu juga yang bikin ada orang Vietnam dan ada orang China. Yang lebih ngeri lagi lu mau ngomong soal ban yang bisa ngelipat sendiri kalau pesawat itu terbang itu made in Mexico. Jadi pesawat Boeing yang selama ini lu kenal sebagai barang asli made in USA aja tidak benar-benar 100% semuanya made in USA. No, enggak. Sekarang kita ngomongin laptop ini made in Vietnam. Oke. Apakah semuanya barangnya dari Vietnam? Enggak. Layarnya bisa jadi made in Taiwan. Keyboard-nya bisa jadi made in China. memorinya, prosesornya bisa jadi buatan Samsung di Korea. Jadi kita bisa bilang enggak asli produk ini made in Vietnam? Enggak bisa juga. Artinya di sini bisa jadi nih kalau Vietnam tidak bisa bertarung di level definisi. Apa yang dimaksud dengan barang transhipment 40% mereka bisa justru kena jebakan Batman? Jadi next step buat Hano ini saran gua ya harus segera memulai proses negosiasi definisi sampai di level berapa sebuah barang itu TKDN-nya minimal berapa 60% atau 40% sudah bisa kita bilang sebagai made in Vietnam. Sisanya sudah pastilah tidak ada satuun komponen yang berasal dari Cina. Lu bayangin banyak pabrik Nike di Vietnam ya, cuma gara-gara tali sepatunya beli dari Guangcho terus langsung kita bilang barang dari Vietnam ini transpmenten Cina kan enggak fair juga. Atau kalau seandainya ini baju karena ada benangnya atau kancing bajunya diimpor dari Cina, pabriknya di Vietnam, apa kita langsung bilang itu barangnya made in China? Kan enggak juga enggak fair lah buat Vietnam. Makanya di sini Vietnam harus benar-benar bisa negosiasi tentang definisi transshipment yang non Vietnam ini. Hati-hati lu bisa kena jebakan Batman dan ini bisa jadi pelajaran nih buat Indonesia kalau seandainya nanti mau negosiasi jangan kalah di definisi. Tapi satu hal yang penting, Guys, yang kita mau bahas di video ini tentang sebuah negara adik kuasa yang langsung cemberut melihat Vietnam bikin deal di Amerika Serikat. Kenapa dia cemberut? Karena udah pasti yang dirugikan adalah China. Ingat, yang mau diserang Donald Trump itu bukan Vietnam, tetapi China. So, ketika Vietnam berhasil mengamankan kepentingan dalam negerinya dengan bikin deal 20% untuk barang-barang made in Vietnam, lu bisa tahu dong yang terjadi apa. Kementerian Luar Negeri Cina itu langsung membuat statement resmi nih bahwa apa? Cina memberikan peringatan keras terhadap negara-negara yang melakukan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat, tetapi merugikan pihak ketiga. Ya, tentunya sudah tahu pihak ketiga yang dia maksud bukan Nigeria ya atau Turkmenistan, tetapi pihak ketiga yang dirugikan di sini adalah China. Karena banyak pengusaha Cina yang ekspor dari pelabuhannya Vietnam. Begitu kena tarif 40% akan semakin menangislah pengusaha-pengusaha Cina ini. Nah, bukan cuman sampai di situ, Guys. Ini pemerintah Cina kompak. Enggak lama setelah Kemen lu bikin pernyataan ya, Kementerian Perdagangan Beijing itu juga langsung bikin statement cuma jeda satu hari mereka langsung buat pernyataan mereka menentang tegas tarif Amerika Serikat. Apalagi kalau itu merugikan kepentingan China. Wih, hebat ni. Nyalinya tinggi semua nih pejabat Cina nih. Jadi dia langsung bilang ya, posisi Cina itu konsisten bahwa ya mereka memang senang melihat negara-negara asing bisa menyelesaikan konflik dagangnya, konflik ekonominya dengan Amerika Serikat. Tetapi dia tetap tegas bilang kalau Cina menentang pihak manapun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan Cina. Jadi di sini ya seolah-olah Cina itu menganggap Vietnam itu mungkin negara boneka dia. Kok bisa-bisanya lu negosiasi ke Donald Trump, ke Amerika Serikat tanpa siizin gue? W siap aja lu. Cina akan balas dendam. Wah, ini ngeri nih. Ternyata negara super power ini berani juga nih melakukan ya tindakan-tindakan yang namanya juga membela kepentingan warganya ya. Tapi lu bisa lihat dong arahnya bahwa ya Vietnam sebentar lagi akan menerima surat cinta nih dari China. Wih, menarik nih. Kenapa bisa sampai begitu ya? Karena simpel aja Cina udah pasti dirugikan. Lu bayangkan lagi lu sebagai pengusaha baju misalkan di China ya, lu kena tarif 100% lebih. Sekarang tarifnya Vietnam cuma 20%. Kalau lu transhipment, lu kena 40%. Logikanya kalau gua jadi pengusaha Cina, apa yang gua lakukan? Gua akan pindahin pabrik gua. Dari yang di China yang kena tarif 140-an% dia akan pindah ke Vietnam yang tarifnya cuma 20%. Kalau itu semakin sering terjadi, akan makin banyak pengusaha di China yang pindah ke Vietnam. Akibatnya apa? Akan makin banyak pengangguran di Cina. Vietnam makin untung. makin untung dia akan makin banyak lahir pabrik-pabrik baru di Vietnam yang akan mengekspor barang-barang ke Amerika Serikat. Jadi di sini posisi Vietnam sangat diuntungkan tapi Vietnam harus sadar diri. Lu bisa jadi sedang ditumbalin sama Donald Trump supaya lu bermusuhan dengan China. Hati-hati. Good news enggak ini buat Indonesia? Maybe. Karena teman-teman akan lihat orderan batu bara ke Vietnam gua yakin akan meningkat. Kenapa? Karena makin banyak pabrik-pabrik Cina yang pindah ke Vietnam. Nah, satu hal yang makin bikin Cina ganas itu sebetulnya ada pernyataan dari orangnya Gedung Putih. Jadi, penasihat perdagangan gedung putih namanya Peter Navaro itu bahkan sudah mengungkap bahwa sepertiga ekspor Vietnam itu barang Cina. Oke. Dan menurut dia ini menjadikan Vietnam itu essentially a colony of communist China. Nah, jadi dia maksudnya mau bilang karena cengkraman Cina itu sudah begitu kuat di Vietnam, lu udah enggak bisa lagi lihat Vietnam ini sebagai negara independen. Tetapi lu harus lihat Vietnam ini berarti negara bonekanya Cina karena dia dijadikan pelabuhan. Basically dia Tanjung Prioknya China. Kalau mau ekspor ya lewat Vietnam. Ini yang ngomong langsung pernyataan resmi gedung putih, Guys. Makanya Cina di sini udah nge gua lagi diserang sama Amerika Serikat lewat jalur Vietnam. Makanya teman-teman gak usah heran ya, sekarang ini belum tutup tahun loh 2025 tapi peril sampai Juni 2025 PDB Vietnam GDP Vietnam itu sudah growing 7% lebih karena ekspor lu tahu berapa? 7,96%. 0,04% lagi Vietnam akan berhasil mewujudkan cita-cita Prabowo. [Tepuk tangan] Dan ini betul-betul luar biasa karena ini betul-betul melebihi ekspektasi para ekonomis. Ekonomis itu cuman menduga ya ekonomi Vietnam cuman growing 6,8%. Tetapi justru di era perang dagang ini mereka tidak tambah nyungsep tetapi tambah jaya. Makanya gua sangat yakin dengan deal yang mereka berhasil dapatkan, mereka akan growing lebih cepat lagi. Karena orang di Cina gua yakin pengusahannya sangat rasional. Ngapain gua tetap bertahan dengan pabrik gua di Cina kalau gua enggak bisa ekspor ke Amerika Serikat? Mendingan gua pindah ke Vietnam. Logis lah. Dan wajar juga si Jing Ping kebakaran jenggot. Dia akan lihat makin banyak pengangguran tercipta di China. Pintar nih Donald Trump. Dia bisa menciptakan pengangguran di negara lain dengan menggunakan tangan orang lain. Jadi dia bisa gaplokin orang pakai tangan orang lain, pakai tangannya Vietnam. Vietnam disuruh pasang badan. Mau enggak Vietnam? Mau-mau aja ekonominya dijamin bakal tumbuh bahkan di atas 8%. Yakin gua? Kenapa? Karena Vietnam bakal men-download investor bukan cuman dari Cina tapi dari negara lain di Asia Tenggara yang gagal bernegosiasi dengan Donald Trump. Contohnya akan kita bahas lebih detail di akhir video ini. Makanya lu jangan dikip video ini karena kita bakal bahas soal indeks PMI. Maksudnya apa, Pak? Lu tahu enggak index manufacturing purchasing manager index itu sudah bilang bahwa negara-negara banyak berada di zona merah. Indonesia nyungsep nih. Ini slide bukan gue yang bikin. Ini yang slide yang presentasi Sri Mulyani nih. Indonesia posisinya sekarang di 47,4 di bawah 50. Artinya ekonomi kita lagi kontraksi. Orang-orang tidak belanja lagi. Pabrik-pabrik produksinya di bawah capacity. Woi, Cina gimana? Cina ternyata juga di bawah 50. Dia di 48,3. Nah, Teman-teman jangan heran sebentar lagi Vietnam akan masuk ke zona hijau. Kok bisa? Ya, Vietnam hari ini di 49,8 zona merah. Ingat, zona hijau adanya di atas 50. Hanya tinggal hitungan bulan. Gua yakin dalam 3 sampai 6 bulan ke depan Vietnam akan masuk ke zona hijau. Dia tambah cuan karena perang dagang Amerika Serikat ini. So, Teman-teman jangan heran juga kalau banyak pengusaha di Indonesia yang akan segera pindah ke Vietnam. Hebat ini Vietnam. Dan data secara resmi sudah membuktikan bahwa banyak pengusaha di China manufacturing, pabrik-pabrik itu keluar dari Cina. Jadi jangan heran kalau akan makin banyak investasi asing khususnya ya dari Cina, pabrik-pabrik itu, pengusaha-pengusaha itu yang bakal menjual asetnya mereka di Cina. Akibatnya makin banyak lagi nih krisis properti di China. Semua barang dijual murah karena para pengusaha pindah kabur bedol desa ke Vietnam. Nah, terus sekarang gimana nasibnya Indonesia, Pak, Bro? Indonesia kan udah menawarkan nih impor barang-barang 551 triliun barang-barang made in USA supaya Donald Trump happy, Bro. Supaya Amerika Serikat tambah berjaya. Kita mau membeli barang-barang mereka sampai 551 triliun. E surplus kita 17 miliar dolar sama Amerika. Benar itu yang jadi masalah bagi mereka kan. Saya sangat confident. Saya sudah, saya sudah menugaskan Menko perekonomian negosiasi. Kita sudah sampaikan Pak Luhud juga kita bisa Pak Po ada istilah istilah bisnis bisa ya. Hah? Boleh Presiden ngomong Pak Po boleh ya? Boleh boleh. Saya saya tawarin mereka Pak P saya bisa 17 miliar 10 j kita 17 miliar kita akan beli dari Amerika. Kita bukan negara miskin kita bisa beli 17 miliar dari Amerika ya. Apakah ini cukup baik untuk membujuk Amerika Serikat mengurangi tarifnya Indonesia? Ternyata tidak. Karena kenyataannya meskipun Indonesia sudah berkomitmen ya memberikan bujukan senilai 551 triliun, faktanya Indonesia masih mendapatkan tarif 32% dari Donald Trump. Artinya tarifnya tidak berubah sejak bulan April 2025. Ais ngeri, Guys. 32% ini jauh lebih parah dibanding Kazakhstan yang tarifnya cuman 25%. Jadi di sini lu sudah bisa lihat ya, Indonesia kalah, Bro, sama Kazakhstan. Hebat ini Kazakhstan. Luar biasa memang. Luar biasa. Dan ini betul-betul ngeri, Guys. Kenapa? Ya memang kelihatannya gua ketawa-ketawa. Cuman lu bisa bayangin Indonesia kena tarif 32%, Malaysia kena tarif 25% dan Vietnam kena tarif 20%. Sekarang gua mau ajak lu berpikir logis, kenapa ini berbahaya? Lu tahu ya di Indonesia itu sekarang lagi krisis pengangguran 17 juta gua yakin bahkan lebih. Terus sekarang banyak pabrik-pabrik khususnya yang orientasinya ekspor ke Amerika Serikat. Gua tahulah banyak pabrik di Indonesia yang berhubungan dengan kayu, berhubungan dengan furniture. Mereka banyak loh yang ekspor ke Amerika Serikat. Bahkan sampai tekstil sepatu juga masih banyak yang mengandalkan ekspor ke Amerika Serikat. Sekarang pertanyaannya, kalau negara kita gagal bernegosiasi, menurut lu logikanya mereka akan tetap mempertahankan pabrik mereka di Jawa Barat dan di Jawa Timur? Gua rasa tidak. Gua rasa sangat rasional kalau akan banyak juga pabrik-pabrik di Indonesia yang tutup dan pindah ke Vietnam. So, Teman-teman, ini kabar baik atau kabar buruk buat perekonomian kita? Cina aja punya nyali loh buat bilang ini kabar buruk dan dia enggak akan segan-segan nih menghancurkan nih negara yang merugikan kepentingan dia. Wah, ini ngeri juga nih. Dijepit nih oleh dua negara dikuasa nih. Dijepit Amerika, dijepit Cina. Vietnam posisinya agak ngeri nih. Menurut lu Indonesia gimana, Guys? Kita harus ambil posisi seperti Vietnam. Udahlah tutup kuping aja apa kata si Jemping. Yang penting jilat pantat Donald Trump. Tapi terbukti juga enggak berhasil nih. Ternyata skill jilat pantat pejabat Indonesia itu enggak begitu bagus. Cuma bisa di dalam negeri, jagoan kampung doang begitu ke Amerika enggak ngerti cara negosiasi dengan Donald Trump. Gagal. Atau memang sebaiknya ya udahlah lupakanlah negosiasi dengan Donald Trump. Soalnya di hari pengumuman Donald Trump ini aja Presiden Prabowo itu malah adanya di meeting bricks di Brazil. Ini kan udah kode keras nih. Donald Trump juga sudah bikin pernyataan anggota BRIS adalah musuh dan dia akan mengenakan tarif spesial. buat anggota Bricks. Eh, malah di detik-detik terakhir perang dagang ini, Presiden RI pergi ke meetingnya Bricks. Ini kan kalau di level global ya, ini adalah statement di level internasional bahwa gua enggak peduli apa kata Donald Trump, gua pro bricks. Dan bricks adalah musuh Amerika Serikat karena kita siap menggoncang US Dollar. Lu setuju enggak sih, Pak kita maju tetap dengan gaya itu? Karena Vietnam aja sampai hari ini juga enggak mau loh join sama Bricks. Dia sudah ambil keputusan menjadi sekutunya Donald Trump, sekutunya Amerika Serikat. Menurut kalian Indonesia harusnya ambil posisi yang sama atau tidak? Sebaiknya kita bersatu, berusaha dengan segala cara untuk bergabung bersama Donald Trump atau mendingan merapat ke China aja ya? Lu lebih pilih yang mana ya? Indonesia fokus menjadi sekutu dagang Donald Trump atau fokus menjadi sahabatnya si Jimping? Pilih yang mana, Guys? Menurut lu mana yang paling baik ya buat kepentingan negara kita sendiri? Dan lu penasaran enggak sih kenapa negosiator Indonesia gagal mendapatkan good deal dari Donald Trump padahal udah janji 551 triliun loh. Kok bisa ya? Lu pengen tahu enggak sih rahasia sukses negosiasi Vietnam? Karena gua bisa kasih bocorannya nih kalau Indonesia beneran serius pengen dapat good deal dari Donald Trump. Gua bisa bantuin. Lu penasaran enggak kalau kita bikin videonya? Oke guys, jangan lupa segera like, share, and komentar ya. Pendapatmu di bawah ini seperti apa terkait posisi Indonesia di perang dagang ini. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories