Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Sesuai prediksi Benix, ya, tahun lalu kita udah bilangin bahwa tahun 2025 adalah kiamat batubara. Dan hari ini itu menjadi kenyataan. Karena apa? Batu bara Indonesia itu sudah mulai ditinggalkan dunia. Wah, ngeri banget nih, Guys. Ketika semua orang lagi pada krisis, susah duit, eh batu bara kita malah ditinggalkan dunia. Nah, ini adalah kabar yang sebetulnya gua udah kasih tahu lu dari bertahun-tahun lalu bahwa tahun 2025 bukan tahun yang bijak kalau lu mau bisnis batuara. Dan sekarang ini menjadi kenyataan. So, kalau lu karyawan perusahaan tambang atau lu ada investasi di batuara atau lu sendiri pemilik perusahaan tambang, lu jangan skip video ini. Video ini hampir 1 jam lebih. Tetapi lu harus tonton sampai akhir supaya lu tahu kenapa dan apa bahayanya buat kalian pelaku bisnis batu bara. So, tunggu apaagi? Jangan dikip video ini. Let's check this out. Jadi, Teman-teman, sesuai prediksi kita ya di tahun 2025 per bulan April itu sudah resmi impor batubara China itu resmi turun sampai 16%. Artinya Indonesia ini harus siap-siap nih kena serangan jantung. Kenapa? Karena ekspor batu bara terbesar Indonesia ya ke India sama ke Cina nilainya ratusan triliun, Guys. Ini bukan bisnis kaleng-kaleng. Nah, ketika China mengurangi impor batu bara dari Indonesia, apa yang terjadi di Indonesia? Justru produksi batu bara Indonesia mencapai tingkat yang tertinggi. Jadi, guys, menurut data ekspor impor yang kita terima dari Bea Cukai itu sudah resmi ya, impor batu bara Cina tercatat turun 16% secara tahunan peril sampai bulan April biasanya Cina itu impor R5 juta ton, tetapi sekarang mereka hanya impor 37 juta ton. Nah, ini penurunan sudah terjadi selama 2 bulan berturut-turut. Padahal produksi batubara dalam negeri mencapai rekor tertinggi pada Maret ini dengan 440 juta ton. So, kenapa kabar ini penting buat kalian ketahui ya para pelaku usaha, penggiat ekonomi di Indonesia? Karena perputaran uang kalian, lu mau bisnis wartek, lu mau bisnis properti, atau lu bisnis jual beli mobil, whatever, itu pasti bergantung dengan bisnis batu bara, bisnis pertambangan. Karena bisnis batu bara bukan bisnis kecil. Ini bisnis ratusan triliun. Peredaran duitnya kalau hilang setengah, ya siap-siap aja restoran kamu tambah miskin, dealer mobil kamu enggak laku-laku, bisnis properti kamu hancur lebur. Lu pasti akan rasakan itu. Kenapa bisa, Pak? Hubungannya apa? Jadi FY aja, Guys. Dua negara tujuan ekspor terbesar Indonesia khusus untuk batu bara itu adalah India peringkat 1 tahun 2023 itu kita ekspor senilai 7 miliar dolar. Tiongkok Cina ada di peringkat du senilai 6,9 miliar dolar. Baru kemudian ada Jepang senilai 4,7 miliar dolar dan Filipina 3 miliar dolar. Nah, kita enggak usah mention lah negara-negara kecil itulah karena ya nilainya enggak berarti. Tapi kalau kita lihat tujuan utama kita, ternyata nyawa batu bara Indonesia dipegang sama India dan Cina. Yang artinya kalau mereka stop pabriknya, stop bisnis ekspornya ke Amerika Serikat, artinya mereka juga akan stop impor batu bara dari Indonesia. Logis dong. Iya. Buat apa pabriknya lagi bakar batu bara? Pabriknya aja enggak terima pesanan dari Amerika Serikat, enggak bisa lagi bisnis ke sana, enggak bisa lagi ekspor. Sudah pasti lu harus siap batu bara Indonesia semakin kurang diminati. So, makanya jangan heran, Guys, ketika impor di Cina itu tercatat 16% berkurang, artinya di Indonesia sendiri ekspor batu bara Indonesia ke Cina itu juga pasti berkurang. Berkurangnya dicatat hampir 11% lebih, Guys. Jadi, di sini lu bisa lihat ya di layar kaca ya, negara pemasuk batu bara ke China dalam juta ton Januari sampai Mei 2024 itu ada 152 juta ton. Ternyata di Januari sampai Mei 2025 itu hanya 137 juta ton di periode yang sama di tahun 2024 dibandingkan dengan 2025 itu sudah berkurang berkurangnya hampir 15% guys. So, kita mencatat Indonesia gimana? Indonesia ternyata pengurangannya paling dalam. Sebelumnya di periode yang sama di tahun 2024 Indonesia itu bisa ekspor 90 juta ton. Ternyata di Januari Mei 2025 kita cuma bisa ekspor 78 juta ton. Artinya kita berkurang 11%. Wow. Hal ini juga diikuti oleh eksportir lainnya seperti Rusia. Rusia biasanya ekspor 18 juta ton tuh per Mei 2024. Tetapi per Mei 2025 berkurang menjadi 15 juta ton. Filipina juga berkurang, Colombia juga berkurang. Tetapi ada beberapa negara yang mencatatkan positif. Contohnya Australia yang meningkat dari 27 juta ton menjadi 28 juta ton. Dan yang paling signifikan Mongolia dari 7 juta ton ke 10 juta ton. Nah, guys, situasi ini udah gua kasih tahu loh dari 2 tahun lalu bahwa apa? Lagi banyak dibuka tambang-tambang batu bara skala besar di Mongolia, di Australia yang akan menjadi kompetitor terhadap tambang kita. Dan waktu itu orang enggak ada yang percaya sama gua. Enggak mungkinlah. Batu bara Indonesia udah paling bagus, harganya paling murah, bawanya tinggal didorong pakai tongkang. Hei, Bro. Mongolia sama Cina itu perbatasan darat cuman sebelah-sebelahan. Udah pasti jauh lebih kompetitif kalau dia bawa batuanya dari Mongolia. Kemarin orang enggak ada yang percaya sama gua, tapi hari ini jadi fakta bahwa impor batu bara Cina lewat Mongolia bertambah dan impor batu bara Indonesia menuju China berkurang. So, that's a reality. Dan kabar buruknya bukan cuman sampai di situ. Oke, tadi cuman hubungan antara Indonesia dengan China. Kita juga eksportir terbesar loh untuk tujuan ke India. Teman-teman tahu pada set yang sama apa? Ekspor batu bara Indonesia ke India yang hobinya impor batu bara kita ternyata juga berkurang. Kurangnya pun dalam loh 7% lebih. Dulu ya di tahun 2024 dari Januari sampai bulan Mei India itu impor R juta ton. Hari ini dia cuman impor 43 juta ton, Guys. Dari situ lu bisa lihat bahwa waduh enggak baik-baik aja nih bisnis batu bara kita. Bukannya berkembang marah minus. Dan ini gua juga udah bilang kenapa? Karena buat India jauh lebih murah buat dia impor dari tetangganya yang ada di Afrika. So Afrika Selatan mencatat ketika Indonesia berkurang ekspornya ke India, Afrika Selatan justru meningkatkan ekspor batuaranya dari 12 juta ton menjadi 16 juta ton. Kamu bisa lihat di layar kaca dan Amerika Serikat sendiri ya ternyata mereka juga ekspor loh batu bara dan peningkatannya ya enggak banyak sih tetapi dari 5,8 juta ton ke 6 juta ton ya lumayanlah. Lalu negara-negara lain yang makin jauh dari India seperti Australia dan Mozambik itu mencatat pengurangan ya. Nah, satu yang menarik nih. India kan agak ngelawan nih sama Amerika Serikat. Ketika Iran di-band, Rusia diband, semua negara dilarang belanja minyak, ternyata India tetap belanja minyak dari Rusia sama Iran karena harga diskon. Pada saat yang sama kita juga lihat ternyata data batu bara juga menunjukkan India juga hobi impor batu bara dari Rusia dan terjadi peningkatan walaupun enggak signifikan ada peningkatan 0,01%. Tapi di sini ada anomali, Guys. Kenapa ya? Soalnya kan kalau kita lihat ya, ekspor batu bara Indonesia ke India berkurang, ekspor batu bara dari Indonesia ke Cina berkurang. Ini sebetulnya udah sesuai sih dengan data yang di-sharing oleh Sri Mulyani ini Menteri Keuangan bahwa mayoritas negara G20 negara-negara kaya 20 negara terkaya di dunia itu juga mengalami konstruksi seperti contohnya China ya. China itu PMI manufacturing-nya itu bukannya berkembang tetapi menurun. Di Tiongkok sendiri cuman 48,3. Jadi di bawah 50 nilainya jelek. Mayoritas negara 70% mengalami kontraksi ekonomi alias ekonomi mereka tidak berkembang tetapi mengalami kontraksi. Indonesia sendiri berada di posisi 47 jauh di bawah 50. Nah, dari sini kita bisa lihat bahwa oh mitra dagang Indonesia seperti Tiongkok itu kesulitan. Makanya jangan heran kalau Tiongkok akan mengurangi orderan batuara mereka dari Indonesia. Pada saat yang sama, India justru mengalami ekspansi ekonomi yang tertinggi sampai 57. Nah, di sini teman-teman jangan bingung kenapa sih bisa ya China itu berkurang, negara ASEAN berkurang, Indonesia berkurang, tetapi India malah meningkat manufacturing-nya. Simpel aja. Karena even Apple pun yang ada di hadapan kalian ini sudah pindahin pabriknya ke India. Dan makin banyak pabrik-pabrik di China yang hari ini pindah pabriknya ke India. Jadi teman-teman akan saksikan bahwa negara seperti India, negara seperti Vietnam yang berhasil menarik investor asing akan semakin berkembang jauh meninggalkan Indonesia. Makanya pendapatan per kapita Indonesia hari ini aja udah kalah loh dibandingkan negara Vietnam. Karena kalau di sini investor asing sibuk aja digebukin sama kita ya. Tapi di luar negeri investor asing dikasih karpet merah buat masuk berbisnis di India, masuk berbisnis di Vietnam. Makanya kalau teman-teman lihat ya, Vietnam juga penurunan iya tapi enggak cukup dalam cuma 49,8. Cuma beda 0,2 doang dari 50. Jadi sebetulnya mereka baik-baik aja. Indonesia tidak baik-baik saja, Guys. Data yang dibagikan oleh Menteri Keuangan sudah membuktikan itu. So, kenapa, Guys, ekspor batuara Indonesia ke India dan Cina itu berkurang? So, what? Kenapa ini bisa terjadi? Jadi, kita mencatat ada empat alasan. Lu jangan skip video ini karena ini penting untuk menentukan masa depan keuangan kamu. Bisnis apapun kamu sangat bergantung kalau seandainya bisnis CPO nyungsep, bisnis batu bara nyungsep bisnis lu siap-siap aja mengalami kontraksi juga suka enggak suka. So, kenapa ekspor batu bara Indonesia ke Cina berkurang, Guys? Lu udah tahulah hukum supply and demand. Kalau makin banyak supplynya, sementara demand-nya tetap artinya harga akan berkurang. Nah, ini juga terjadi di dunia batubara, Teman-teman. tahu posisi batu bara Cina itu sekarang sedang overstock. Mereka kelebihan suplly dan Cina terpaksa ya harus mengurangi impor batuanya. Gua udah pernah sharing sama kalian tentang Godang Garam kan. Gudang Garam juga lakukan yang sama. Kenapa dia menolak kiriman tembakau-tembakau dari petani ke gudang-gudang Gudang Garam? E karena mereka kebanyakan stok. Mereka overstok. Akibatnya barang itu enggak bisa dia serap. Harus mental lagi balik ke market. Apa yang terjadi? Harga di market berkurang. Itu juga terjadi ketika pembeli besar batu bara kalau tembakau gudang garam ketika pembeli besar batu bara yang namanya Cina itu menolak barang-barang batu bara dari Indonesia. Dia mengurangi impor batu bara Indonesia karena pasokan mereka sudah melimpah. Maka siap-siap harga batu bara akan semakin nyungsep. Ternyata ini terjadi sehingga salah satu penyebab yang mendorong harga batu bara dunia akan semakin terperosok, akan semakin murah. Sekarang kita sudah lihat jatuh 4% lebih. Iya. Itu salah satunya karena pembeli besar dunia yang namanya China mengurangi belanja batuaranya. So, teman-teman jangan kaget ketika melihat harga acuan batu bara dunia, Newcastle aja ya buat kontrak Agustus 2025 itu udah turun di 107 per ton. Ini sudah minus 15% per year to date 2025. Dan ini gua yakin akan terus-menerus berkurang karena apa? Kelihatannya Timur Tengah juga tambah damai. Kalau Timur Tengah tambah damai, harga minyak bakal makin turun, ya. harga batu bara siap-siap bakal makin nyungsep lagi. Dan ingat ya, perang dagang itu juga belum berakhir. Perang dagang antara Amerika Serikat versus the rest of the world di sini termasuk Cina ya belum selesai. Masih ada generang perang ini. Dan kalau ini semakin ketat, perdagangan dunia akan semakin sepi, bukan semakin ramai. Kalau perdagangan dunia semakin sepi, buat apaagi? Belanja batu bara. Buat apaagi? Jalanin pabrik, matiin aja semua pabrik. Enggak ada yang belanja. Simpel, kan? Jadi salah satu penyebab batu bara Indonesia semakin kurang diminati ya karena di Cina sendiri mereka sedang oversupply. So jangan heran kalau mereka stoknya kebanyakan pun mereka nanti akan buang barang ujung-ujungnya kemungkinan di harga murah. Nah alasan yang kedua tadi ya selain soal overply batu bara di Cina sendiri. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ini gua ulangin lagi datanya. Ini data resmi nih. Ini Menteri Keuangan sendiri yang ngomong ya. Bukan gua. bahwa Cina itu sedang mengalami konstruksi manufaktur. Jadi, industri-industri di sana itu bukan berkembang tetapi tambah nyungsep. Paling bagus PMI itu di level 50. Itulah itu benchmarknya. Indonesia berada di bawah 50. India tadi kita bilang India ada di 57, jauh di atas 50. India akan semakin kaya raya. Nah, Cina posisinya di mana? Cina posisinya ada di bawah di zona merah di 48,3. Jadi kalau kita lihat dalam beberapa bulan ke depan Cina masih tetap satia berada di garis merah berada di bawah 50. Artinya teman-teman harus siap bahwa orderan batu bara dari Indonesia akan semakin berkurang. Semoga lu paham ya bahwa apa? At the end of the day batu bara Indonesia dipakai untuk menjalankan mesin-mesin pabrik. Ya, kalau pabriknya enggak bergerak, buat apa belanja batu bara? Nah, yang ketiga ini alasan yang sangat penting, Guys. Ini technikal. Jadi, Cina sama India itu yang udah-udah sih beli batu bara dari Indonesia karena harganya murah tapi kalorif valy-nya itu rendah. Jadi, energi yang tersimpan dalam batu bara Indonesia itu rendah ya, kalori 3.000, 4.000. Nah, ini mulai berubah, Guys, trennya. Karena sekarang Cina sama India lebih suka batu bara dengan nilai kalori tinggi supaya bahan bakar yang mereka produksi itu lebih efisien. Apalagi sekarang harga batu bara kalori tinggi itu semakin murah. So, mereka berpikir mendingan sekalian membeli kualitas batu bara yang lebih bagus. Makanya enggak heran kalau kedua negara tersebut, India dan China, mulai beralih ke batu bara dengan nilai kalori lebih tinggi yang mampu menghasilkan energi lebih banyak per tonnya. Nah, ini gua kasih perbandingan aja nih, Guys. Batuara yang kalorinya tinggi itu memang sedikit lebih mahal lah, tetapi dia bisa menghasilkan lebih banyak energi untuk setiap dolar yang dibelanjakan. Contohnya 1 juta ton batu bara dengan kalorific value tinggi itu dapat menggantikan 1,2 hingga 1,5 juta ton batuara dari Indonesia yang kalorinya rendah. Nah, dari sini lu bisa lihat bahwa memang sama-sama 1 juta ton. Ini 1 juta ton batu bara Australia, ini 1 juta ton batu bara Indonesia. Tetapi ternyata energi yang dihasilkan ini bisa sampai 50% lebih banyak, artinya lebih efisien ya. Karena batu bara Indonesia itu masih muda usianya, negara kita ini baru lahir secara geografis. Jadi batu-batuannya bukan batu-batuan tua. Kalau mereka mau dapat batu bara dengan kalorific value yang tinggi, harus gali lebih dalam 50 m lebih. Semakin tidak efisien. Tetapi kalau di Australia benua lama, mereka bisa dapat itu kaloril tinggi tanpa harus menggali lebih dalam. So, karena trennya sekarang berubah, tadinya pengin dapatnya batu bara murah, kalori rendah, sekarang mereka pengin dapat batu bara sedikit lebih mahal enggak apa-apa tapi udah pada diskon anyway. Tetapi kandungan kalorinya bisa menghasilkan energi lebih banyak. So, what? Kenapa enggak pakai itu aja? Nah, ini akan terus menjadi masalah buat Indonesia karena mayoritas batu bara yang dihasilkan di Indonesia itu adalah batu bara berkalori rendah. Sehingga ini berpotensi batubara kita ditinggalkan China dan India. Padahal mereka itu pembeli utama batu bara Republik Indonesia. Jadi apakah ini artinya kiamat batu bara di Indonesia? Hai, gua Benix, the CEO of Benix Investor Group. Dengan lu bergabung bersama Benix Investor Group, lu bakal dapat ilmu investasi saham selama 1 tahun penuh. Dan bukan cuman itu, lu bakalan dapat strategi rahasia cuannya Benix ratusan. Bahkan ribuan persen cuma dari saham. Di Benix Investor Group, lu bakal dapat begitu banyak pelajaran investasi selama 1 tahun ke depan, Guys. Mulai dari sharing saham yang bagus bareng BENX setiap bulannya. Kita juga bakal update portofolio Benix dan kita juga akan membedah laporan keuangan setiap bulannya. Yang paling seru kita juga bakal mengunjungi nih emiten-emiten yang ada di ISG supaya lu bisa ngecek langsung ini saham perusahaan bagus, perusahaan bodong atau perusahaan sampah. Kalau gua sih jelas gua enggak mau beli saham-saham perusahaan sampah. Nah, kalau lu gimana lu udah yakin portofolio Sam lu udah bersih dari saham-saham perusahaan sampah ini? Kalau belum, mendingan lu segera sapu bersih deh kayak siem ini. Tahun lalu gua dan teman-teman di komunitas Sambenix saja udah cuan ratusan pers nih, Guys. Ini dari saham ANJT. Bisnisnya simpel banget, cuma jualan minyak goreng kelapa sawit. Lu juga pakai di rumah lu, ya? Enggak, N? Iya, Pak. Ini juga pakai. Eh, stop, stop, stop, stop. Ini mah saham gorengan bahaya, Guys. Kolesterolnya tinggi. Lu masih suka buang-buang duit, beli saham gorengan? Hasil rekomendasi grup sambodong di sebelah yang hobinya jualan candlestick. Goblok, berhenti, Bro. Itu sih bukan investasi, itu juri. Dan kalau lu masih belum join sekarang juga, Guys, lu itu udah rugi banget. Soalnya tahun ini aja kita udah cuan 50% lebih loh dari saham parkiran mobil yang namanya IPCC. Jadi buat apagi L ragu bergabung di komunitas saham Benix Investor Group. Soalnya guys, tahun ini aja kita udah punya list saham-saham yang berpotensi memperkaya kita semua. So, tunggu apaagi guys? Kalau lu mau cuan, segera daftarkan dirimu di komunitas saham Benix Investor Group sekarang juga. [Musik] Jadi, apakah ini artinya kiamat batu bara di Indonesia? Oh, enggak juga, Guys. Lu tenang dulu. Tenang dulu. Ingat ya, batu bara kita batu mara murahan. Batu bara kalornya rendah 3.000 ke bawah. banyak itu masih dipakai karena masih banyak PLTU, pembangkit listrik yang jadul-jadul di Cina yang perlu batu bara murah-murah itu. Jadi masih akan dipakai tetapi akan semakin berkurang. Iya, karena mereka juga makin membangun batu bara atau PLTU yang pakai batu bara kalorinya tinggi. Kalau sekarang mereka pakai kalori tinggi di PLTU mereka yang jadul-jadul ketelnya bakal bengkok, bakal ikut meleleh. Karena batu bara yang kalori tinggi atau orang bilang batu bara kokas atau batu bara cooking col atau batu bara kualitas metalurgi itu memang dipakai secara spesifik untuk industri smelter. Lu tahu smelter nikel atau lu tahu smelter mineral, smelter baja, itu semua pakai batu bara yang kalorinya tinggi dan itu dibutuhkan. Nah, Indonesia sebetulnya punya tapi tidak memproduksi itu dalam jumlah besar karena enggak efisien. So, apa yang terjadi? Indonesia akan tetap mengekspor batu bara murahan, batu bara rendahan. Pada saat yang sama, Cina oversupply batu bara kualitas tinggi dan dia akan ekspor batu bara kualitas tinggi kalorif value tinggi itu ke Indonesia. Karena Indonesia lagi ngetren bisnis smelter. So, kalian juga akan lihat semakin banyak bisnis-bisnis di Indonesia, pengusaha smelter di Indonesia termasuk Steel dan kawan-kawan mengimpor batu bara dengan kalori tinggi ke Indonesia. Karena batu bara Indonesia yang kalorinya rendah itu lebih cocok buat PLTU. Sementara batu bara yang dari Cina yang diekspor itu jenis yang memang tidak diproduksi di Indonesia. Terus pertanyaannya begini dong. Ini penting nih buat kalian ketahui. Eh, tapi kan Cina negara industri, Cina negara manufacture. Kenapa Cina ekspor batu bara cooking co dia? Kan dia perlu itu. Oke, dia perang dagang dengan Donald Trump. Tidak banyak lagi pabrik yang dibangun. Oke, tapi teman-teman ada tahu bisnis yang paling besar di Cina itu adalah bisnis properti. Hari ini bisnis properti di Cina itu bukan makin berkembang, tetapi makin nyungsep, mengalami pelemahan, bahkan kiamat. Karena apa? Orang Cina sudah enggak lagi pengin punya anak sebanyak dulu. Orang Cina sudah merasakan biaya hidup makin tinggi, biaya hidup makin mahal, cari pekerjaan makin susah, pengangguran, bertaburan di mana-mana. Akibatnya apa? Mereka mengurangi perkawinan, mereka mengurangi punya anak. Artinya orang tidak belanja properti sebanyak dulu lagi. Makin banyak pengurus properti yang colab. Salah satunya Ever Grande. Terus hubungannya apa? Hubungannya begini, Teman-teman. Bisa tahu apa yang kejadian di Cina akan berdampak bagi pengusaha Indonesia, bagi kalian juga. Kok bisa begitu, Pak? Bisnis properti itu adalah bisnis yang paling banyak menyerap penggunaan baja. Lu pikir lu naik dari lantai 1 ke lantai 30 pakai apa? Pakai lift. Lift dari apa? Bambu kan? Enggak. Lu pikir bangun rumah satu lantai aja pakai besi baja. Lu pakai kawat-kawat, rangka, bangunan segala macam. Semua pakai baja, stainless steel. Ya, lu enggak mau dong bangun rumah atau apartemen bajanya berkarat karena enggak pakai stainless kan enggak mau kan. Jadi memang sangat dibutuhkan Cooking Call itu memproduksi stainless steel. Tetapi ternyata industri yang akan menyerap menggunakan stainless steel itu semakin collabs, semakin hancur. Bisnis propertiyungsep ternyata ujung-ujungnya mempengaruhi saham batu bara kamu. So, teman-teman jangan kaget ketika bisnis properti di China makin lesu artinya permintaan besi, baja, keramik, granit bakal makin sepi dan bisnis-bisnis itu semua membutuhkan batu bara dengan kalori tinggi, Guys. itu teman-teman harus bersiap-siap. Kalau bisnis properti di China makin nyungsep, artinya makin banyak pabrik-pabrik di sana yang tutup, yang mengurangi produksi stainless steel-nya. Artinya mereka punya stok batu bara buat apa? Mereka butuh cash. Mereka bukan perusahaan batu bara. Buat apa mereka punya batu hitam itu enggak kepakai? Lu bakal lihat makin banyak perusahaan Cina yang ekspor batuanya ke Indonesia. Dan nanti lu bakal kaget kalau lihat data Indonesia ternyata impor batu bara. Karena apa? Kris properti di Cina pakai otak lu. Makanya kalau gua bilang itu 2 tahun lalu, gua sudah bilang akan berdampak di tahun 2025 kiamat batubara di Indonesia. Jadi kenyataan. Apa buktinya? Lu lihat di layar kaca ini dari Kompas, berita yang sahih bahwa terbukti tahun 2025 ini Cina sudah resmi mengirim batuanya jenis Kokas ke Sulawesi dan ini membuktikan. Hei, Guys. Siap-siap ya. Indonesia bukan lagi menjadi eksportir batu bara, tapi Indonesia bentar lagi juga akan menjadi importir batu bara yang terbesar di ASEAN khusus jenis batu bara Kokas. Karena sekarang lagi ngetren, semua orang pada buka smelter di mana-mana. Jadi, kita sudah resmi dapat kabar bahwa salah satu cargo kapal yang dibawa oleh Shangsi Cooking Cal Group ini adalah perusahaan milik negara Cina. Mereka kirim barang kepada China Rison Group. Jadi, Riton ini mengelola salah satu pabrik pengolahan kokas terbesar di Sulawesi. Ada dua kargo lagi yang bawa batu bara jenis kokas. Dikirim lewat Hongkong Jinteng Development Limited. Nah, ini spesifik ditujukan ke pabrik milik Desin Steel yang ada di Indonesia. Nah, ini membuktikan bahwa memang terjadi hilirisasi di Indonesia. Bahwa memang kita butuh batu bara jenis cooking coal yang memang kita enggak punya. Ada sih, tapi tadi enggak efisien. Bisa di-upgrade, bisa, tapi enggak ada willingness. Anyway, lebih gampang, lebih murah, kita impor aja deh ini barang dari Cina. Jadi, Teman-teman jangan mudah tersinggung dan jangan mudah kaget kalau kemudian lu besok lihat makin banyak batu bara itu dari China, kita malah impor. Nah, ini juga didukung ya Indonesia hari ini lagi gencar-gencarnya membangun smelter baru. Dan tadi gua udah bilang smelter baru semakin banyak maka semakin banyak batu bara kalori tinggi yang kita butuhkan. Dari yang udah-udah kita sebetulnya terbiasa beli barang ini dari Australia. Tapi ternyata China karena dia lagi oversupply dan industrinya lagi nyungsep, jangan heran kalau mereka akan lebih banyak mengirim batu bara dari China ke Cina. Sebetulnya ini dari perusahaan mereka sendiri juga, perusahaan yang sama. Jadi ini pembelian di dalam satu entitas yang kurang lebih sama. Dan ini juga enggak kejadian khusus untuk smelter-selter yang dimiliki perusahaan Cina doang, termasuk perusahaan Indonesia. Gua tadi udah bilang bahwa Krakatau Steel, perusahaan anak bangsa yang di dalamnya kualitas manajemennya lu bisa pertanyakan ya. Mereka juga eh ternyata masih hidup loh perusahaan ini. Mereka juga pakai batu bara kokas buat kegiatan produksinya. Jadi mereka memang sudah resmi dan sudah lama ya bahwa PT Krakatau Steel itu sudah lama nih mengoperasikan Coke Oven Plant atau COP. Ini merupakan bagian dari proyek pembangunan kompleks pabrik blast furnice di Kroket Steel. Jadi teman-teman besok nih kalau bangun rumah atau lu bangun apartemen atau bangun lantai terus lu lihat ada mereknya Krokot Steel lu udah tahu bahwa itu bisa jadi karena ada batu bara dari China. Jadi bukan TKDN 100% guys. Ada komponen Chinanya bahan bakunya yaitu tadi dia ngerebus itu pakai made in China punya Cooking Cold-nya. Oke, Guys. Jadi, udah resmi ya bahwa Indonesia akan segera menjadi importir batu bara, ya. Utamanya buat jenis tertentu karena ada program hilirisasi itu. Apakah ini kabar buruk buat batu bara Indonesia atau kabar baik? Tunggu dulu. Tadi kan gua udah bilang, oke, Indonesia bakal tetap menjadi supplier batu bara utama nih. Utamanya buat yang kalori rendah ya, kalori tinggi kita bakal impor. Iya. Oke. Tapi ada satu hal yang gua bilang dari dulu dan sampai sekarang belum direspon itu bahwa batu bara kita sekarang enggak sendirian. Sekarang kita punya lawan namanya Rusia. Karena Rusia diembargo di mana-mana, Rusia juga memproduksi batu bara dengan kalori rendah. Teman-teman akan saksikan akan makin banyak banjir batu bara Rusia yang kalorinya sama rendahnya dengan kalori batu bara Indonesia dan itu akan mulai membanjiri China. Jadi pada saat yang sama kita itu bertarung nih ketika kita mau dagang batu bara ke Cina dan India, mereka lagi shifting ke higher calorific value batu bara. Jadi, guys, kalau gitu kita gak usah khawatir ya. Ini kabar buruk atau kabar baik ya sebetulnya buat pengusaha batu bara di Indonesia atau buat lu pemegang saham batu bara? Kabar baik sih enggak. Sebetulnya ada kabar buruk yang lebih parah lagi. Tadi di awal sudah tahu ya, bahwa Cina dan India itu mengurangi belanja batu bara colorific value rendah dengan kalori rendah dari Indonesia karena mereka lagi ngetren buat belanja higher grade coal dengan nilai kalori yang lebih tinggi. Oke, tapi mau gimana lagi? Indonesia kan masih nyawanya di kalori rendah. Nah, kalau rendah kita itu sekarang ada lawan. Kalori rendah kita, gua udah pernah bilang dari bertahun-tahun lalu, Mongolia, Rusia itu lagi bikin infrastruktur untuk bawa batu bara-batu bara kualitas rendah menggunakan jalan darat mereka. Dan itu kemarin enggak ada yang percaya, sekarang sudah makin banyak. Makanya peningkatan penjualan batu bara kalori rendah dari Rusia khususnya itu akan semakin tinggi di Nah, ini akan menjadi kompetitor buat batu bara Indonesia yang sama-sama kalori rendah. Ya udahlah kalau gitu siap-siap aja kita mati. Apalagi nilai yang kalori tinggi. Tadi gua udah bilang kalori tinggi aja udah mulai diminati sama mereka karena harganya lagi diskon. Dan buat yang kalori tinggi, Cina udah dapat penggantinya. Nah, mereka selama ini dapat barang dari Australia, tapi sekarang sudah buka jalur baru. Kalori tinggi sudah mulai masuk dari Mongolia. Kalori tinggi sudah mulai masuk dari Tanzania. Artinya makin banyak lagi supplier kalori tinggi di Cina, batuaranya makin banyak lagi yang bisa menggerus kue batu bara murahan, batu bara kualitas rendah Indonesia. Oke, kalau gitu kita kaburlah ke India. Kita mau kabur ke India. India juga udah punya pengganti supplier batu bara kualitas rendah Indonesia namanya apa? Afrika Selatan. Mereka jaraknya lebih dekat, harganya lebih murah, dan mereka bisa jual itu lebih banyak ke India. Jadi teman-teman bakal lihat untuk yang kalori rendah kita udah digencet. Di Cina kita digencet sama Rusia, di India kita digencet sama Afrika Selatan. Mau main yang kalori tinggi enggak bisa juga. India udah impor kalori tinggi dengan harga murah. Mereka dapat barang dari mana? Ada dari Tanzania, mereka ada dapat dari Kazakhstan, ada dapat dari Mozambik. So, ada begitu banyak kompetitor kita kalau kita mau bertarung di dua segmen itu. So, teman-teman lu jangan heran ya kalau bisnis batuara akan makin nyungsep. Padahal nyawa kita pengusaha batu bara, investor batu bara, batu bara Indonesia nyawanya ada di India dan China. Negara lain enggak penting. Mereka penduduknya cuman supil. Tapi India sama Cina penduduknya miliaran. butuh kehangatan. Makanya butuh batu bara dari kita, Guys. Terus apakah cuma sampai di situ kabar buruk buat batu bara di Indonesia? Enggak. Ada kabar buruk keempat. Nah, ini yang agak konyol karena dari dalam sendiri-sendiri yang menghancurkan. Yaitu apa? Peraturan HBA, yaitu harga batuara acuan. Intinya gini, negara itu pengin dapat cuan. Lu tahu tiap kali orang ekspor batu bara, negara mengutip duit lewat yang namanya royalty. Jadi kalau ginilah gampangnya ya, lu ekspor 1 ton batu bara ke Tokyo harganya di harga 50 tuh. Oke, Pak. Saya ekspor satu batu bara harganya 50 per ton. Lu harus bayar ke pemerintah 15%. Kalau harganya 100$00, lu bayar ke pemerintah 18%. Kalau harganya 300 per ton, lu bayar ke pemerintah 28%. Jadi ada berjenjang lah 15, 18%. Intinya pemerintah mau dapat bagian. Nah, dengan logika berpikir itu makanya sudah tahu dong. Oh, makin tinggi ya harga batu bara pemerintah makin dapat bagi hasil makin tinggi. Iya dong. Iya. Itulah yang jadi jembatan, jadi rumah sakit yang lu pakai. BPJS sakit. Duitnya dari mana? Dari batu bara, Bro. Oke. Terus kalau lu pakai logika itu berarti negara penginnya harga batu bara naik atau turun? Pemerintah sih penginnya harga batu bara naik terus sehingga mereka dapat royalty makin gede dong. Logikanya kan begitu. Tapi faktanya sekarang kita ada kompetitor baru, Bro. Ada kompetitor dari Afrika Selatan, ada kompetitor dari Australia, ada kompetitor dari Rusia, ada kompetitor dari Mongolia. Kalau pemerintah tetap ngotot masang harga batas atas, harga batas acuan yang tinggi, ya logikanya pembeli kabur ke negara lain yang harganya lebih murah. Iya dong. Artinya kita bakal kehilangan pendapatan karena mereka belanja sama negara lain. Tapi kalau harga acuan batu bara kita turunin di bawah Austral atau di bawah Mongol, apa yang terjadi? Penghasilan negara juga berkurang. Ingat, semakin rendah harga acuan batuara ABA itu, royalti juga makin kecil. Nah, ini sesuatu hal yang harus seharusnya ya pemerintah itu bisa cepat beradaptasi. Zaman dulu HBA ini berubah cuma 1 bulan sekali. Gila, lu tahu namanya juga transaksi komoditi, lu mau jangankan batu bara, ya, minyak aja, harga emas dunia aja, itu bisa tiap detik berubah-berubah, Guys. Tiap hari berubah-berubah. Eh, gila harga batu bara acuan Indonesia berubah-rubah tiap 1 bulan sekali. Enggak masuk akal. Kita enggak sesuai dengan perkembangan zaman. Jadi, ketika harga barang di Indonesia dijual harga 100 dolar per ton. Di Australia sudah dolar per ton, apa yang terjadi? Eksportir Indonesia akan terpaksa bayar royalty lebih mahal karena dipatop pemerintah 100$00. Padahal pembeli udah lari ke Australia belanja di harga 0lar. Gimana ceritanya kita bisa bisnis? Jadi dari sini lu bakal lihat akan makin banyak ya kalau pemerintah tidak gesit, tidak adaptif yang akan dilakukan oleh pemain batuara. Apa mereka akan makin banyak setup trading company di Singapura? Heh, apa hubungannya, Pak? Ya, simpel aja. Mereka akan ngurangin harga ekspor mereka kalau bisa harganya 10 dolar per ton supaya royalty yang dia bayarkan ke pemerintah makin kecil. Jadi dia akan ekspor ke Singapura 10 dolar per ton supaya royalty-nya kecil. Begitu sampai Singapura dia baru ekspor ke Cina atau ke India pakai harga market dunia. Jadi dengan cara itu dia bisa mengakali membayar royalti pemerintah. Makanya masuk akal juga enggak pemerintah ciptain HBA. Masuk akal supaya enggak banyak pemain-pemain ngibul begini. Mereka pakai trik setup jual batu bara ke perusahaan mereka sendiri yang ada di Singapura buat mampir supaya enggak kena royalti batu bara di harga tinggi. So, mereka banyak yang jual dengan harga bawah seolah-olah rugi. Untuk antisipasi itu, maka pemerintah menciptakan HBA. Jadi, HBA ini jelek atau buruk? Ya, enggak jelek juga. Mereka memang mesti ada di situ supaya enggak makin banyak negara kita dikadalin nih sama pengusaha batubara. Tapi yang disayangkan HBA ini tidak gesit. Kenapa bisa berubahnya sebulan sekali atau sebulan dua kali? Kan enggak masuk akal. Yang ada bisnis lari lah. Menurut gua yang paling ideal apa? Ya kita harusnya setup HBA itu yang fluktuatif, yang adaptif dengan harga market di dunia. Pasang aja 1 dolar di bawah Australia atau 2 dolar di bawah Mongolia sehingga kita bisa lebih adaptif tuh dengan perkembangan zaman. Dan jangan terlalu kaku. Kok bisa-bisanya dirubah cuman 1 bulan sekali atau 1 bulan dua kali? Menurut gua enggak masuk akal. Dan ini menciptakan prahara. Sekali lagi ya, gua bukan anti HBA. Ingat, gua setuju dengan HBA supaya kita terima royalti. Rakyat terima royalty. Kalau pergi BPJS berobat gratis dari royalti batu bara. Ini kayak cukai lah kalau dirokok. Tetapi yang gua enggak setuju adalah ketika HBA ini tidak logis, tidak ikut perkembangan zaman. Nah, kalau kita enggak update dengan perkembangan zaman, harga kita terlalu tinggi, terlalu jauh berbeda dengan harga dunia, ya siap-siap aja akan makin semakin ditinggalkan batu bara Indonesia. Dan ini bukan hoaks, ini fakta. Per hari ini sudah terbukti bahwa prediksi kita benar batu bara Indonesia semakin ditinggalkan karena ada alternatif baru yang lebih murah. So, solusinya ya menurut gua HBA dilepas aja sesuai dengan harga market. Bikin fixed cost buat royalty lu. Jangan terlalu rigid. Seolah-olah batu bara Indonesia ini yang paling dibutuhkan oleh planet bumi ini. Tidak. Masih banyak supplier lain. Apalagi teman-teman harus siap-siap ya. Pengusaha tambang di Indonesia lu harus siap-siap. tahun ini akan makin banyak serangan-serangan nih dari aktivis lingkungan, agen-agen asing yang ingin menghancurkan bisnis pertambangan Indonesia supaya orang Indonesia tambah miskin dan mereka sudah berhasil. George Soros tahun ini akan menghabiskan duit hampir 10 triliun loh untuk black campaign tambang-tambang di Indonesia. Lu bakal makin miskin, lu bakal lihat ini terjadi dan menjadi fakta. Apalagi ketika lu lihat PT Gak nikel yang ada di Papua itu sudah resmi ditutup. Ke depannya lu akan lihat makin banyak perusahaan tambang Indonesia yang dihancurkan, di adu domba. Karena asing senang dengan itu. So, lu enggak bisa tenang-tenang aja. Negara juga harus turun ikut bertarung di sini. Kalau enggak kita makin terjepit. Kita mencatat ada tiga alasan ya, kenapa penting batu bara di Indonesia. Tadi gua sudah bilang ini ada hubungannya dengan penerima negara. Semakin sedikit batu bara yang kita ekspor, maka penerima negara akan semakin berkurang. Kamu tahu enggak sih APBN Indonesia itu sekitar R3.600 triliun. Terus buat belanja duit belanjanya dari mana? Mayoritas dari pajak. Terus sisanya dari mana? Sisanya dari penerima negara bukan pajak. Oh, jadi penerima negara ada juga loh di luar pajak yang namanya PNBP. PNBP itu apa? Ya, itulah yang lu bayarkan dalam bentuk royalti. Nah, kalau batu bara semakin dihancurkan bisnisnya, maka lu jangan heran ya kalau penerimaan pajak yang bersumber dari PNBP itu penerima negara bukan pajak itu bakal terdampak buruk. Apalagi ya kalau harga sumber daya alam kita itu bukannya makin bagus tapi makin hancur karena kampanye-kampanye asing. Kemarin mereka udah sukses loh hancurkan bisnis sawit kita. Hei siap-siap batu bara juga akan diserang. Sawit sudah digempur habis sekarang giliran batu bara nih. Dan tambang-tambang yang lain akan semakin nyungsep nih kalau kita enggak bisa melawan. Jadi teman-teman kita lihat di layar kaca ya. ini dari Menteri Keuangan favorit kalian semua yang namanya Ibu Sri Mulyani. Siapapun presiden ya, menterinya ya Sri Mulyani. Di 2024 untuk refleksi lu semua kita punya pendapatan negara itu R.842 triliun tetapi belanjanya 3.350 triliun. Artinya negara ini lebih besar pasak daripada tiang. Akibatnya defisit 507 triliun. Oke. So what? Negara kita negara kaya. Defisit aja terus sepanjang tahun pun enggak ada masalah. Tapi satu yang penting pendapatan negara kita yang 2.842 triliun itu ternyata penerimaan pajaknya itu senilai R900 triliun. Jadi pajak itu yang menopang belanja negara. Yang kedua terbesar apa? OP PNBP senilai 579 triliun. Dan kalau lu lihat kontribusi PNBP kita terhadap APBN Indonesia di tahun 2024 itu setara dengan 20,37%. Dari sini lu bisa tahu betapa pentingnya penerimaan negara bukan pajak bagi nyawa kehidupan urat nadi ekonomi Indonesia. Nah, PNBP di Indonesia itu banyak lagi dalamnya, Guys. Jadi, ada penghasilan dari PNBP migas, non Migas, BLU, dan lain sebagainya. yang mau gua mention di sini, Guys. Ternyata dari R00 triliun itu PNBP, ya R00 triliun ternyata 20%-nya adalah BNBP non Migas. Jadi nilainya sekitar R118 triliun. Tapi, Pak, non Migas kan emang cuman batu bara. Enggak sih, memang macam-macam. Ada yang lain sih. Tapi ternyata fakta menunjukkan batu bara itu menyumbang 80% dari penerima negara, bukan pajak non migas. Jadi dari 100 triliun itu 80%-nya alias 94 triliun ternyata berasal dari batu bara. Jadi dari sini lu bisa bilang negara Indonesia lu bisa naik jembatan, lu bisa sekolah gratis katanya gratis, lu bisa makan gratis bergizi ya katanya juga. Itu duitnya dari mana? Salah satunya dari sektor royalti batuara. Jadi lu jangan bilang sektor batu bara tidak berkontribusi karena ya faktanya sektor batu bara memberikan kontribusi yang cukup signifikan. R4 triliun di tahun 2024 doang loh. So, itulah kontribusi sektor pertambangan. Jadi, teman-teman investor batuara di sini ya gua sih berterima kasih sama kalian karena lu menjadi tulang punggung ekonomi kita. Kalau enggak ada investasi lu ya negara enggak dapat duit tuh 94 triliun. Tapi di sini gua mau bilang, kalian harus siap-siap. Kalau seandainya sektor batubara ini dibiarkan makin hancur, artinya penerima negara akan semakin berkurang. yang artinya penyediaan lapangan kerja, perputaran ekonomi, dana MBG, subsidi energi, pendidikan, kesehatan, ya harus siap-siap juga bakal makin defisit. Itu jadi masalah. Artinya kalau batubara Indonesia makin kiamat sesuai prediksi Benix yang biasanya seringkiali jadi kenyataan ya siap-siap aja negara defisit makin dalam. Kalau negara defisit makin dalam akan terjadi apa? Lu harus siap-siap juga akan terjadi penurunan cadangan devisa negara. Teman-teman tahu di bulan Maret 2025 cadangan devisa kita itu 2.500 triliun. Tetapi di bulan April 2025 sudah turun menjadi 2.400-an triliun. Kita menghitung selisihnya adalah penurunan R4 triliun. Penurunan cadangan devisa ini jadi indikator penting dalam ekonomi kita karena dia bisa menunjukkan fundamental perekonomian negara Indonesia, stabilitas moneter kita, dan kemampuan kita untuk membayar hutang luar negerinya kita. Dan ini penting, Guys. Devisa kita itu harus dijaga utamanya dari sektor batuara. Teman-teman, tadi kan gua udah bilang ekspor terbesar negara Indonesia, kita ngomong non migas ya, itu dari mana sih? Ternyata peringkat 1 batubara. Data menunjukkan di tahun 2024 ekspor batu bara kita itu senilai 30 miliar dolar alias setara 492 triliun. Sawit itu senilai 27 miliar dolar alias setara 400 triliun. Jadi ternyata batuara ini adalah sektor yang menyumbang pendapatan devisa terbesar di Indonesia. Sehingga kalau seandainya batu bara Indonesia tidak lagi diminati, ya harus siap-siap devisa kita akan makin tergerus. Karena penyumbang devisa terbesar di Indonesia bukan pariwisata. Lu kira ha hihi di Raja A4, hahi di Wakatobi, Bali dan kawan-kawan itu bawa duit banyak buat Indonesia. Enggak. Penyumbang devisa terbesar bawa dolar terbesar di Indonesia detik ini ya batu bara dan sawit. Kalau seandainya kita biarkan ini terus melemah, semakin dijauhilah batu bara Indonesia. program soros sukses besar di Indonesia, maka teman-teman harus siap. Itu menyebabkan cadangan devisa kita akan makin ambrok. Oke, guys. Dari semua penjelasan yang udah gua sharing di sana itu maka lu enggak usah heran lagi ya karena ini channel investasi bahwa prediksi Benix itu menjadi kenyataan bahwa 2025 adalah kiamat batuara. Dan hari ini lu bisa lihat itu terefleksi dari pergerakan saham-saham yang bergerak di bidang batu bara. Lu tahu ada namanya Adaro. Adaro hari ini udah minus minus 27%. Lalu ada United Tractor ya per hari ini udah minus 17%. Selain United Trackor ada Indo Tambang Raya Mega atau ITMG orang bilang itu hari ini year to date udah minus 15%. Ada lagi harum harum energi. Hari ini sahamnya udah minus 23% guys. Jadi brutal nih. Brutal. Itu adalah realita kalau seandainya lu tidak mendengarkan ya ramalan Benix tentang bisnis batu bara di Indonesia seperti yang ada di video ini. Lu kira cuma sampai situ? Enggak, Guys. Ini ada good surprise. Media lokal di Indonesia enggak ada yang bahas ini. Ketinggalan semua. Tapi gua mau kasih tahu lu rahasianya ni di China ya. Orang cuma melotot di sana. Oh, kalau orang ngomong lihatnya cuma provinsi sanksi-sanksi gitu doang dia lihat itu. Tapi kalau lu mau lihat ke utara, di utara itu ada provinsi Mongol, Guys. Berbatasan langsung dengan negaranya Jengskiskan nih, Mongolia itu. Itu lagi ada project rahasia tuh yang namanya Menghua Railway. Ini project spesial nih, khusus dibikin kereta api, jalur kereta api panjangnya lebih dari 1000 miles. Jadi ribuan kilometer untuk bawa batu bara dari utara Cina ke selatan Cina, dari inner Mongolia yang ada di utara ya ke kota-kota yang ada di Cina, pembangkit-pembangkit yang ada di seluruh China. Dan lu tahu berapa yang dia bawa. Begitu Menhua Railway ini jadi, jalur kereta Menghua spesialis batu bara ini jadi, dia akan membawa 200 juta ton batu bara setiap tahun. Jadi lu bayangin Sayang C aja udah bikin berapa tadi? R,3 miliar 900 juta ton saat ini ya nanti 1,3 miliar ton plus lagi dapat kiriman dari Mongol 200 juta ton. Artinya apa? Cina bisa punya 1,5 juta ton batuanya dalam 1 tahun. So, ya ini kabar baik buat orang Cina ya. Mereka bisa dapat listrik dengan harga murah. Tapi buat teman-teman nih para pedagang ya, ini pedagang beneran nih, bukan penjudi nih, trader trader jual beli komoditas batu bara ya, lu harus lebih waspada ya. Dan buat teman-teman investor batu bara begitu main Horelware station ini jadi begitu produksi sangitu yang dia gadang-gadang bisa di atas 1,3 miliar ton tercapai, harus cepat-cepat pintarlah dalam lu berinvestasi. So, dengan semua prahara yang sedang terjadi di luar sana, Guys. Prahara yang terjadi di bisnis properti di Cina, prahara yang terjadi dari suplly Mongolia, suplai Afrika Selatan, Australia, dan Rusia yang semakin menjadi-jadi di target ekspor kita. Dan enggak kurang lebih prahara yang kita ciptakan di negara kita sendiri. Menurut kalian nih, kesimpulannya lu semakin positif, lu semakin optimis atau tidak dengan bisnis batuara di Indonesia? Dan yang paling penting menurut kalian ya, apa sih yang harus dilakukan pemerintah untuk membantu supaya makin banyak lagi, supaya makin hebat lagi ekspor sumber daya alam di Indonesia? Apa sih peran pemerintah yang harus mereka lakukan, harus mereka intervensi? Karena kalau semakin nyungsep, siap-siap aja, APBN Indonesia bakal makin parah defisitnya. Kalau menurut pemerintahan Sri Mulyani, defisit APBN itu sekitar 600-an triliun. Menurut gua tidak. Lu catat menurut Benix, defisit APBN di tahun 2025 akan mencapai 700 triliun. By the way, Guys, kenapa gua yakin banget ya 1000 itu salah? Defisit 600 triliun itu menurut gua kekecilan. Prediksi BENX defisit Indonesia di tahun ini itu akan lebih dari 700 triliun. Kok bisa? Ya, jujur aja ya kemarin kita tahu ya ada karyawan Bank Indonesia yang sudah bilang juga perekonomian Indonesia itu berada di titik terendah sepanjang sejarah sejak tahun 1970. Gila, ngeri banget, Guys. Apalagi ya lu tahulah kita sudah tahu bisnis tambang Indonesia akan semakin digerogotin, diserang sama asing. Dan lu tahu juga Indonesia itu udah spending duit lor of money lah, ratusan triliun buat mencapai soal sembah pangan. Terus hasilnya apa hari ini? Apa harga beras naik atau turun? naik kan konyol ini. Di sini udah tahulah Menteri Amran, menteri favorit lak Indonesia dikerjain nih, Guys. So, lu setuju enggak kalau next video kita bahas tentang prahara bisnis beras di Indonesia atau lu lebih setuju kalau kita bahas tentang agenda asing, strategi asing untuk menghancurkan bisnis tambang di Indonesia. Oke, guys. Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa ya di-share video ini ke teman kalian, ke rekan bisnis kalian, ke keluarga kalian, dan yang paling penting jangan lupa subscribe, like, dan komen di bawah tanggapan kalian gimana soal masa depan bisnis batu bara di Indonesia. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]