Gudang Garam TERPURUK! Raksasa Rokok RI di ujung tanduk?
TCmZgjPPkzs • 2025-06-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo, Guys. Ini ada kabar luar biasa buruk ya bagi kalian yang hobinya merokok. Karena kalian tahu enggak pabrik rokok salah satu yang terbesar di Indonesia yang namanya Gudang Garam itu sedang berada dalam kondisi kritis tidak baik-baik saja. Banyak orang sekarang yang komplain harga rokok makin mahal ya. Dan teman-teman juga makin banyak yang bingung kenapa sih Gudang Garam yang omzet-nya ratusan triliun setiap tahunnya eh di tahun 2024 kemarin ternyata labanya itu bisa ambles loh. Cuman tinggal 900an miliar. Nah, buat teman-teman yang bertanya-tanya, apakah ini indikasi bahwa bisnis rokok di Indonesia sedang tidak baik-baik saja atau penasaran gimana sih nasib saham yang lu lagi pegang sekarang? Jangan dikip video ini. Let's check di sana. Jadi, Teman-teman tahu enggak? Gudang Garam itu terkenal sebagai salah satu produsen rokok nomor satu di Indonesia. Nomor wahid. Rokoknya katanya enak, apalagi yang namanya GP Filter. Gua sih bukan perokok, tapi memang kabarnya banyak orang yang terbiasa merokok GP filter itu shifting pindah. Kok bisa? Kenapa? Dan ini ada hubungannya enggak sih dengan kondisi kesehatan keuangannya gudang garam itu sendiri? Karena teman-teman tahu laba bersihnya Gudang Garam itu turun lebih dari 80%. Di tahun 2023 mereka itu berhasil mencatat laba bersih lebih dari 5 triliun. Eh, sekarang di tahun 2024 udah tutup buku nih, laba bersihnya cuma tersisa 900an miliar yang artinya drop parah lebih dari 80%. Apakah merugi? Ya rugi sih enggak, tetap profit. Tapi kok turun dari R triliun ke 900 M? Ngeri enggak? Kita sih ada beberapa analisis, Guys, yang semoga bisa memperjelas situasi ini karena banyak orang yang bertanya-tanya tentang masa depan industri rokok di Indonesia dan kenapa bisa drop parah sih bisnisnya gudang garam. Nah, Teman-teman tahu salah satu hal yang menjadi pertimbangan kenapa penghasilannya Gudang Garam turun, profitnya juga turun. Ya, salah satunya karena kenaikan cukai rokok di Indonesia itu naik gila-gilaan, naik drastis. Ini sih kabar baik ya buat orang kayak gua yang anti rokok. Lu bayangin cukai dari rokok itu ratusan triliun, Guys. Artinya banyak orang di Indonesia ini yang hobinya bakar kertas. Punya duit, duitnya dibakar berubah jadi rasa rokok. Memperkaya perusahaan-perusahaan rokok. Nah, negara tentu pengin ambil bagian dong di situ. Negara ciptakan namanya cukai. Cukai itu sudah naik 67% dalam 5 tahun terakhir. Artinya setiap tahun cukai rokok itu bisa naik sekitar 12% per tahunnya. Lah, lu bayangin ya bisnis apa yang bisa tetap hidup kalau pajaknya itu bukan hanya flat loh, tapi naik terus. Jadi hari ini naik 10%, tahun depan naik 10%, tahun depannya lagi naik 10%. Kan sadis. Lu bayangkan dari satu bungkus rokok yang kamu beli, katakan harganya Rp40.000, cukainya itu bisa setengahnya, Guys. Itu buat bayar cukainya. Makanya, Guys, kalau cukai naik terus udah pasti harganya makin mahal, ya. Kalau harganya makin mahal, makin sedikit orang yang mau belanja. Makanya tidak heran kalau kita bandingkan ya penjualan rokoknya Gudang Garam tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya itu berkurang juga jerastis. di tahun 2024, ini baru tutup buku ya. Tahun 2024 total rokok yang dia jual itu 53 miliar batang rokok. Tetapi di tahun 2023 mereka itu bisa jual lebih dari 61 miliar batang rokok. Gila ya, Guys. Artinya drop lebih dari 8 miliar batang rokok. Kalau lu kali 1000 perak aja ya satu batang rokok, berarti 8 miliar batang itu ada 8 triliun loh. So, this is a lot of money. Jangan lu kira bisnis kecil, ternyata besar sekali. 8 miliar batang rokok. Sebelumnya mereka bisa jual 61 miliar batang rokok dalam 1 tahun. Eh, di tahun 2024 cuma bisa jual 53 miliar batang rokok. Artinya kalau penjualannya banyak yang turun, drop parah, ada 8 miliar batang rokok yang tidak laku. Teman-teman udah tahu dong konsekuensinya adalah banyak stok gudang garam yang numpuk di gudang. Nah, kalau kejadian ini terjadi berulang-ulang dan setiap tahun akan terus semakin turun, yang ada apa? Stok gudangnya Gudang Garam udah pasti berlebihan. yang artinya mereka sekarang tidak akan sanggup dan tidak realistis juga untuk membeli lebih banyak tembakau seperti yang sudah-sudah. Makanya teman-teman tahu ya dalam beberapa bulan terakhir itu gua dapat laporan di beberapa pusat produksi tembakau di Indonesia khususnya Jawa Tengah itu melaporkan bahwa banyak petani-petani tembakau gagal mendapatkan duit dari gudang garam. Kok bisa ya? Teman-teman tahu setiap panen raya tembakau adalah sebuah tren bagi petani-petani tembakau di Jawa Tengah untuk apa? Nambah istri, jajan l ganti mobil baru, beli kulkas baru. Setiap panen raya tembakau, apa yang terjadi? Banyak truk kontainer datang ke kampung-kampung menawarkan motor baru, menawarkan kulkas dan TV baru. Sekarang enggak. Kenapa? Bahkan sekarang petaninya yang bukan lagi nunggu dijemput bolanya, tapi mereka yang harus pergi ke gudang-gudang uat bawain tembakaunya. Tetapi ternyata di sana ketika petani panen raya bawa tembakaunya ke gudang-gudang rokok ini, mereka ditolak, Guys. Alasannya apa? Ternyata seperti tadi kita bilang logikanya berarti kalau 8 miliar batang rokok itu aja enggak bisa dijual, artinya stok tembakau di gudang-gudang ini penuh. So, sangat logis sekali buat mereka untuk tidak lagi belanja untuk berhenti menyerap panen tembakau dari petani-petani ya, khususnya yang ada di Jawa Tengah, di Temanggung dan sekitarnya. Dan ini menciptakan kondisi yang mungkin kalau lu sebagai investor lu senang, oh kabar baik dong mereka tidak over sutok, kabar baik dong mereka stop pembeliannya. Bagus enggak? Enggak juga. Teman-teman tahu enggak sih Temanggung itu adalah wilayah yang merupakan sentra tembakau terbesar nih, Jawa Tengah. Mereka memproduksi sampai 11.000 ton setiap tahunnya. Yang diserap oleh gudang garam itu hampir 8.000 ton. Artinya lebih dari 50% produksi tembakau di Temanggung itu adalah gudang garam. Nah, pertanyaannya gini, Guys. Kenapa ini bisa menciptakan bahaya laten dan bahkan menurut Benix menciptakan lingkaran setan? Harapan orang-orang investor itu adalah eh kalau seandainya perusahaannya stop belanja bahan baku, berkabar baik dong. Tidak gini, Guys. Logikanya gini. Gudang Garam men-stok tembakau mereka itu sampai 3 sampai 5 tahun ke depan masih cukup. Yang artinya pada saat mereka melakukan stoking itu, harga tembakau itu lagi tinggi-tingginya, Guys. Hari ini teman-teman tahu harga tembakau itu makin turun. Zaman dulu harga tembakau itu bisa sampai Rp100.000 per kgnya loh. Sekarang sisa Rp20.000 per kg. Artinya Gudang Garam sudah terlanjur stok barang di harga mahal. Oke, terus teman-teman tahu mereka harus jual rokoknya di harga berapa? Dengan gudang garam melakukan penolakan, apa yang terjadi? Puluhan ribu ton tembakau itu mental dari gudanggudang pabrik besar. Balik ke market. Apa yang terjadi di market? Harganya naik atau tambah turun? Harganya akan tambah turun lagi karena produknya sudah di-reject sama pabrik besar, pembeli besar. Tengkulak-tengkulak akan berusaha membuang barangnya secepat mungkin. Yang diuntungkan di sini adalah pengusaha-pengusaha rokok ilegal. pengusaha rokok kecil, pabrik-pabrik kecil yang kemudian bisa dapat barang dengan harga yang jauh lebih murah. Karena suddenly suplly tembakau di pasar banjir karena pabrik besar menolak. Over supply tembakau di market akibatnya apa? Hukum supply and demand. Makin banyak supplynya harga jatuh. So, sekarang banyak produsen rokok kecil-kecil, pabrik-pabrik rokok kecil dan pabrik rokok ilegal itu pestapora karena mereka bisa dapat barang lebih murah lagi. Nah, ini menciptakan lingkaran setan, Guys. Kenapa? Ingat, Gudang Garam udah belanja barangnya di harga mahal. Dengan harapan mereka bisa nahan itu, mereka bisa jual lagi nih di harga yang tinggi nih rokoknya. Ternyata bisa enggak? Enggak. Ternyata market kemudian hari akan dibanjiri oleh produk-produk rokok yang lebih murah lagi. Akibatnya produk gudang garam akan semakin tidak kompetitif karena aksi mereka menolak beli produk-produk dari petani ini akan membuat stok tembakau di pasar banjir. Terbukti. Terbukti hari ini lu cek harga tembakau tidak stabil, tidak tambah naik, tetapi tambah nyungsep. Makin banyak pabrik besar yang me-reject produk tembakau petani, siaplah kawan-kawan, harga tembakau akan makin anjlok. Di sini petani kecil akan menderita. Tetapi guys, pertanyaan besarnya adalah kenapa gudang garam bisa sampai separah itu? Ya, teman-teman kita udah pernah bahas ini secara lebih detail sebetulnya di video tentang Sampurna ya. Di situ gua bilang harga Samura bakal turun jatuh anjlok dari 3.000 ke 900 bahkan bisa 600. Hari ini kejadian. Kemarin gua bilang harganya bakal jatuh ke 900 perak dan ternyata terjatuh juga 900 perak. Itu sempat naik ke 1000 orang mancing lagi bikin berita apa segala macam. Hoaks. Faktanya sekali lagi gua akan katakan ya menurut gua, gua melakukan kesalahan. Sampurna enggak akan turun sampai 900. Menurut gua Sampurna harusnya turun sampai ke 600. Buktikan. Kamu buktikan. 2025 sebentar lagi di depan mata hanya tinggal 24 bulan lagi. Video ini akan jadi catatan perjalanan investasi Benix dan kamu akan buktikan Benix sudah berhasil meramal kejatuhan Sampurna dari 4.000 ke 900. Sekarang Benix mengatakan lagi, saham ini kemahalan. Hanya orang tolol yang beli sama-sama seperti ini dan dia akan jatuh lagi ke harga 600. Kita buktikanus hari ini kejadian enggak kejadian. Dan gua akan bikin prediksi yang sama tentang gudang garam di akhir video ini. Makanya lu jangan skip. Kenapa ini penting? Karena banyak orang itu gagal paham, Guys. Mereka mengira bisnis rokok itu selamanya akan jaya. Selamanya rakyat Indonesia itu bodoh. Selamanya rakyat Indonesia hobinya bakar duit. Faktanya bisnis rokok konvensional ini itu mengalami Guys, Guys, tunggu dulu nih, Guys. Tunggu dulu guys, ada berita yang sangat-sangat gawat. Lu tahu dunia sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari perang di Yemen, di Selat Hormus, kabarnya mau ditutup. Iran lagi perang dengan Israel dan masih belum kelar loh perang yang antara Rusia dengan Ukraina. Wah, dunia tambah kacau nih. Dan bukan cuma itu doang loh, negara-negara juga sekarang berada dalam krisis. Inflasi tinggi di mana-mana. Kebijakan fiskal di Amerika Serikat makin enggak jelas. Negara Indonesia utangnya makin banyak, bukan makin berkurang. Dan harga minyak, bakal makin tinggi lagi, Guys. Ini bisa melemahkan posisi rupiah. Jadi, begitu banyak potensi krisis nih di dunia kita. Nah, sebagai investor yang cerdas, Guys, lu harus mengambil keputusan investasi yang tepat. Dan kalau lu bingung dengan apa yang terjadi di dunia ini, enggak usah khawatir. Karena kita ada komunitas khusus buat investor saham yang namanya Benix Investor Group. Karena di tengah perkara yang terjadi, kita bukannya tambah rugi tapi malah cuan besar guys. Lu tahu kemarin kita baru bikin video komunitas sama BENX pergi ke perusahaan sawit yang ada di Belitung. Hari ini sahamnya udah naik 140%. Di awal tahun ini komunitas saham Benix, Benix Investor Group udah datang lagi ke pelabuhan. Di sana kita ketemu perusahaan emiten parkiran berhubungan dengan mobil listrik. Hari ini mungkin sahamnya udah di atas 50%. Dan kita juga melihat ada begitu banyak loh perusahaan di Indonesia yang bisa kasih kita cuan lebih tinggi lagi. So, teman-teman tunggu apaagi nih? Di tengah era yang penuh ketidakpastian dibanding duit lu habis kena inflasi, lebih baik lu jadi investor saham. Dan kalau lu bingung dengan dunia saham, jangan ke mana-mana, langsung aja daftar di komunitas saham Benix Investor Group. Karena kalau lu punya komunitas saham, lu punya teman diskusi. Kita di sini banyak sharing tentang perusahaan-perusahaan yang bagus, pilihan investasi yang ada di Indonesia. Apalagi teman-teman di sini juga bisa dapat fasilitas loh akses ke direktur-direktur perusahaan emiten yang ada di IASG. Kita juga datang loh ke lokasinya. Jadi teman-teman gak beli kucing dalam karung karena teman-teman bisa datang site visit langsung lihat lokasi usahanya. So tunggu apaagi, Guys? Segera daftarkan dirimu sekarang juga di Benix Investor Group di www.benix.id ID atau di nomor WhatsApp yang ada di bawah ini. Dan lu harus segera daftar karena di tanggal 30 Juni harga naik dari juta ke juta per tahun. So, tunggu apaagi, Guys? Sampai ketemu di komunitas saham Benix. Faktanya bisnis rokok konvensional ini itu mengalami evolusi. Zaman dulu orang heboh ngerokok kretek Jamsu, whatever lah yang harganya kayak mahal banget. Lu kayak merokok jamu. Eh, tiba-tiba update. Bukan lagi racik pakai tangan, sekarang racik pakai mesin. Keluarlah sigaret kretek mesin. Oh, biaya tenaga kerja bisa kita pangkas nih. That's the next evolution of bisnis rokok. Tapi sekarang ada evolusi selanjutnya. Banyak orang ngerokok VP nge-vape. Lebih murah. Kabarnya sih lebih sehat. Lalu ada lagi, karena rokok makin mahal banyak orang. Ya udah kalau gitu gua enggak beli lagi rokok merek-merekan. Gua ngelinting DW. Lahirlah generasi rokok Tingway. Dan enggak sampai di situ, lahirlah lagi generasi rokok murah, rokok Gudang Garam. By the way, harganya rata-rata sih di atas Rp20.000 yang gua tahu ya. Tapi rokok murah sekarang makin menjamur loh. Harga rokok yang Rp2.000, Rp16.000 ini kan brutal persaingannya. Lebih brutal lagi di tengah peredaran permainan ini beredar lagi rokok-rokok yang tidak bayar cukai sama sekali. Ingat loh, Tingway masih ada loh cukainya. Ingat loh, rokok murah pun masih ada cukainya. Tapi lu ngomong rokok ilegal, lu berbicara tentang eh ini ada yang ggak bayar pajak. Harganya sudah pasti jauh lebih kompetitif. Nah, gua yakin sekali ini adalah faktor yang mempengaruhi penurunan penjualan gudang garam. Tetapi bukan cuman sampai di situ, Guys. Kenapa? Memang faktanya teman-teman bakal melihat bahwa bukan hanya profit loh yang berkurang dari R triliun ke 800-an miliar, tapi dari segi Omzet, Omz-nya Gulang Garam itu biasanya 100 triliun lebih 118 triliun. Sekarang cuma tersisa 98 triliun. Omzet-nya aja juga udah berkurang. Makanya jangan berharap profitnya bisa naik. Enggaklah logikanya kalau Omz berkurang, profit ya berkurang. Dan ini menciptakan kondisi yang jauh lebih mengerikan. Kenapa? Karena dampaknya sekarang kalau makin banyak pabrik besar yang collaps, apa yang terjadi? Akan makin banyak petani tembakau yang menderita. Karena mereka jadi enggak ada pilihan lain. Mereka enggak bisa jual ke pabrik yang harganya kompetitif. Mereka terpaksa harus jual ke tengkulak atau jual ke pabrik-pabrik kecil yang tentunya maunya beli barang dengan harga murah. Alhasil, harga tembakau semakin murah dan ini sebetulnya membunuh dan berbahaya bagi gudang garam itu sendiri. Tapi sebetulnya, Guys, bukan cuman soal itu loh, ada satu hal yang gagal dibaca oleh Gudang Garam. Tapi orang lain sudah baca, Sampurna sudah baca, Jarum sudah baca. Apa yang dibaca oleh mereka tetapi tidak dibaca oleh gudang garam adalah habit orang merokok itu sudah bergeser. Tahu enggak orang kenapa sih merokok? Kenapa orang candu merokok? Orang itu rindu rasa nyaman, rasa rileks. Orang perlu stress rilis itu apa sih kodenya stress rilis? Apa yang dia cari? Kalau lu kaji lagi secara saintifik, apa sih yang dihasilkan oleh sebatang rokok yang dibakar? itu adalah rasa bahagia yang diproduksi oleh hormon yang namanya endorfin dan dopamin. Nah, zaman dulu nih dari kakek moyang kita susah banget loh kita dapat hormon itu, hormon kebahagiaan itu. Kita mungkin bisa dapat itu ketika nonton film Dora Emon ketika masih kecil. Tetapi ketika kemungkinan lu tambah besar, lu bisa dapat itu dari mana? Ya lu bisa dapat itu dari berbagai macam sih. Salah satu yang paling mudah ketika lu punya kerjaan dan harganya murah itu adalah rokok. Zaman sekarang harga rokok sudah makin mahal, tetapi ternyata ada kompensasinya. Sekarang adalah era teknologi. Ternyata hormon kebahagiaan dopamin itu sudah bisa dihasilkan dari sosial media. Jadi kompetitor terbesar gudang garam rokok di Indonesia. Bukan lagi rokok-rokok lain atau rokok yang lebih murah itu memang musuh. Yes. Tapi musuh terbesar adalah mereka yang bisa memberikan hormon dopamin, hormon endorfin dalam jumlah besar dengan harga lebih murah, yaitu biaya paket data. Orang bisa main Mobile Legends, orang bisa buka TikTok lewat cewek gede, joget-joget, dengar musik yang seru, main online, main Mobile Legends, semua di satu gadget yang sama. Dengan biaya yang lebih murah, sekarang orang sudah bisa mendapatkan candu dalam bentuk layar. Inilah yang dinamakan dengan dopamin kick. Jadi secara tidak langsung sebenarnya ini bersaing dengan rokok-rokok itu dan gua lihat manajemen Gudang Garam itu masih gagal paham bahwa sekarang market itu sudah bergerak. Kalaupun masih ada Genzi atau anak muda yang sebegitu tolol yang masih suka merokok, kemungkinan besar itu pun bukan rokok yang berasap. Mereka akan cari smokeless tobaco atau vape. Itu perkembangan teknologi, perkembangan zaman. Karena orang masih sadar, masih peduli dengan kesehatan. Satu hal yang menarik adalah gua kan suka diundang ke kampus-kampus ngajar sama tim kita. Kita pergi ke Kalimantan, kita pergi ke Jawa, ke Sumatera. Gua selalu nanya di situ, dari 400 orang yang hadir saat ini, siapa yang merokok? Angkat tangan, Don. Ternyata yang angkat tangan cuman satu orang, kameramen kita, gitu. Yang lain enggak ada angkat tangan di situ. Apa itu kode, Guys, bahwa makin sedikit loh anak muda Indonesia yang merokok. Kalau di zaman gua dulu, anak SD ngerokok banyak, SMP merokok banyak, zaman sekarang enggak. Kenapa? udah ada solusi candu yang lebih murah, dopamin yang lebih murah, yang namanya gadget, yang namanya TikTok, Instagram, YouTube, whatsoever. Jadi di sini kita bisa lihat kalau seandainya Om Z gudang garam turun terus turun terus, apakah salah pemerintah dengan cukainya? Bisa ya bisa tidak? Apakah salah rokok ilegal atau salah rokok yang murah atau salah vape? Bisa ya bisa tidak. Tapi kalau lu kaji lagi secara saintifik memang ada kompetitor baru yang tidak terlihat mata, yaitu bisnis-bisnis OTT over the top. Makanya adalah sangat jenius bagi Jarum. Ingat Jarum super jenius. Jauh sebelum colaps-nya bisnis rokok di Indonesia apa? Mereka sudah investasi di OTT, mereka sudah investasi di media yang lu suka baca. Mungkin lu tahu ada namanya kaskus lah. Lu suka apalagi. Lu suka nonton TV, mereka punya Mola TV. Lu suka lagi belanja online, mereka punya beli-bli. Lu mau belanja tiket pesawat secara online, sekarang dia punya tiket.com. El mau pesan dokter online, mereka juga punya Halo, Do. Lu mau pakai sistem perbankan, mereka punya Bank BCA. Lu mau nonton TV, TV-nya juga punya mereka, namanya Polytron. Yang lebih ekstrem lagi, okelah kalau gitu gua kejar dopamin lah. Kejar dopamin versi murah. Gua mau main Mobile Legends pakai handphone. Lu tahu enggak Mobile Legends lu main pakai handphone tuh butuh data? Datanya itu dari mana? Mungkin lu pakai Telkomsel, mungkin lu pakai Indosat, tapi mereka semua butuh tower bersama. yang punya tower telekomunikasinya jarum juga, Guys. Namanya sarana menara nusantara. Jadi, ini sudah semikin canggihnya lah pola pikir jarum ini berekspansi melakukan diversifikasi bisnis supaya mereka tidak terjebak dengan perubahan generasi muda di Indonesia yang makin sadar kesehatan atau makin enggak ada duit. Nah, hal yang sama kita juga harus salut sih dengan yang namanya si Sampurna loh. Mereka berhasil exit dari bisnis rokok. itu dari berpuluh tahun lalu mereka sudah melihat kejadian hari ini sehingga mereka jual barang mereka, mereka jual saham mereka ke Philip Moris dan mereka lakukan diversifikasi. Kalian tahu Sampurna itu punya perusahaan properti namanya Sampurna Strategic Square. Sampurna punya perusahaan perkebunan salah satu yang paling hebat di Kalimantan namanya Sampurna Agro. Sampurna juga sudah masuk ke bisnis sekolahan namanya Sampurna Foundation. Dan Sampurna juga sudah masuk ke bisnis perbankan yang namanya Sampurna Sahabat Foundation. Jadi dari sini kita bisa lihat bahwa eh brilian juga Sampurna ini. Mungkin lu juga enggak tahu kalau salah satu rumah judi terkenal di Eropa punya Sampurna juga. Hebat nih ekspansi grupnya Mansion nih. Lalu gimana dengan Gudang Garam, Guys? Gudang Garam melakukan hal yang luar biasa. Tolong ketika perusahaan rokok lain sibuk melakukan diversifikasi menguasai Italia, membangun klub sepak bola komo di Itali dan hotel-hotel mewah di sana. Jarum sibuk berbisnis ke mancanegara. Apa yang dilakukan oleh gudanggara? Mereka bangun bandara dengan kualitas kuburan yang sepi luar biasa. Namanya Bandara Soho dengan kapasitas luar biasa 1,7 juta penumpang setiap tahunnya. Tetapi ternyata yang mereka dapatkan adalah 14.000 penumpang setiap tahunnya. Lebih ramai kampung Rambutan, Guys. Dibanding yang ini punya bandara. Ini sesuatu hal yang menghibur dan mungkin kalah nih kualitas Sri Mulat kalau dibandingkan dengan kualitas manajemennya Gudang Garam ini. Bisa-bisanya membangun sebuah bandara sepi kayak kuburan. Luar biasa. Tapi ya sudahlah. Ini kan kita bukan mau rekomendasi beli atau jual sahamnya Gudang Garam. Tapi satu yang harus kita cermati adalah teman-teman tahu bisnis rokok itu bisnis besar. pemerintah dapat duit banyak dari situ. Lu sebetulnya mendukung atau tidak mendukung bisnis rokok? By the way, menurut kalian gimana, Guys? Lu setuju enggak sih kalau seandainya cukai itu naik terus? Akibatnya apa? Banyak pabrik rokok yang goyang karena mereka enggak sanggup lagi dapat marketnya mereka. Penjualan mereka menurun, laba mereka menurun. Lu happy atau tidak dengan itu? Karena suka enggak suka negara kita itu mendapatkan penghasilan dari cukai itu jumlahnya sangat besar. Di tahun 2024 aja penghasilan kita itu sampai 230 triliun loh dari cukai. So dari sini lu berpikir, oh harusnya negara melindungi petani ya, harusnya negara melindungi perokok ya, harusnya negara cinta ya dengan pabrik rokok. Jangan malah dikasih cukai gede-gedean ya tolol. Kalau lu punya pendapat seperti itu, gua nyatakan aja karena gua bukan perokok. Kenapa? Harus kita hitung juga. Jangan cuma cari cuannya. Lu harus lihat juga alasan kenapa negara kasih cukai. Tentu bukan semata-mata karena negara pengin dapat duit. No. Tetapi karena negara mau melindungi rakyatnya supaya tidak tambah miskin. Teman-teman tahu konsumen terbesar rokok adalah kalangan menengah bawah. Kenapa mereka harus disikat? Karena mereka bisa dapat akses terhadap dopamin murah yang namanya rokok. Mereka enggak punya duit buat jalan-jalan ke luar negeri. Mereka enggak punya duit buat nonton setiap hari ke XX One. Enggak. Tapi mereka punya duit dong kalau cuma bakar rokok harga 500 perak, 1.000 perak. mereka bisa lakukan itu. Akses dopamin murah, candu yang murah. Nah, satu yang harus lu pertimbangkan. Iya, Pak. Tapi kan kasihan petani. No. Kata siapa? Kita sudah bilang penghasilan negara itu cuma R30 triliun. Lu bandingkan dengan kerugian negara. Teman-teman tahu untuk membayar tagihan BPJS terhadap penyakit-penyakit yang berhubungan dengan rokok, sakit kanker paru-paru, sakit stroke, tumor, itu semua berhubungan dengan rokok dan kerugian negara untuk membayar penyakit-penyakit itu sampai 600 triliun. Lu bayangin 600 triliun belum lagi kerugian produktivitas. Yah, kalau anak muda kita mati, gimana di tengah jalan? Kita kehilangan talenta muda loh. Negara kita harusnya bisa dapat dari mereka loh karyanya apa. Mereka bisa kerja di pabrik, di tambang, bisa bikin karya seni, bisa bikin software. Weh, luar biasa. Tetapi harus mati karena memperkaya pabrik rokok. Jadi kalau dilihat kerugiannya itu jauh lebih besar dibandingkan keuntungan dari cukai. Jadi kalau dibilang pemerintah menikmati senang dengan cukai rokok, enggak juga. Pemerintah sampai detik ini masih nombok buat bayarin BPJS. Jadi buat teman-teman yang belum tahu ya bagaimana perokok ini membebani keuangan kita semua karena itu duitnya dari pajak kita loh. By the way, lu tahu penyakit yang paling sering diklaim di BPJS pertama penyakit berhubungan dengan jantung itu hampir 17% tuh persentase klaim di PPJS tahun 2023 berhubungan dengan jantung 11 triliun lebih, Guys. Yang kedua, penyakit kanker 4 triliun lebih. Yang ketiga, stroke triliun. Gila, Guys. Ini semua penyakit berhubungan dengan rokok. Jadi, kalau lu lihat di sini sebetulnya negara rugi atau untung dari bisnis rokok? Kan cukanya ratusan triliun. Tidak. Negara jauh lebih rugi ketika mereka membiarkan bisnis ini terus terjadi. So, banyak orang mungkin di awal video ini berharap ya gua bakal mendukung pengurangan cukai rokok karena gua akan mendukung supaya pabrik-pabrik pengusaha ini tambah cuan. Tidak. Gua sangat setuju kalau makin banyak lagi pajak yang dikenakan kepada pabrik-pabrik rokok terhadap cukai-cukai untuk tembakau. Kenapa? Karena faktanya data berbicara negara ini rugi ratusan triliun untuk mensubsidi orang-orang yang sakit penyakit karena asap rokok ini. Jadi kalau ditanya lagi apakah artinya negara kita dalam kondisi yang diuntungkan? Tidak. Karena justru cukai itu menjadi alat legalitas. Asal lu bayar cukai, jual candu itu legal di Indonesia. Kan sesimpel itu. Iya dong. Nah, satu hal yang menarik ini sekali lagi bukan mau rekomendasi jual atau beli saham, tapi gua akan kasih tahu sedikit sama lu apa yang akan terjadi dengan sahamnya Gedung Garam. Bukan Gudang Garam ya, Gedung Garam ya. Hari ini harganya Rp9.000. Gua sih sangat yakin dalam 1 tahun harganya akan jatuh ke 6.000. Ingat ya, saham Gedung Garam. Gua sangat yakin dalam 1 tahun ke depan akan jatuh ke 6.000. Kenapa? Ingat, mereka sudah overstock. Stok tembakau mereka cukup untuk sampai 3 sampai 5 tahun ke depan. Dan mereka lakukan itu ketika harga tembakau lagi tinggi. Hari ini harga tembakau terus turun dan yakin gua akan semakin turun, turun, dan turun terus. Artinya mereka akan terpaksa at some point of time mereka harus jual rugi. Ya wajar dong. Ingat loh belinya mungkin di harga Rp100.000 R000 per kilo lah. Kalau hari ini harga tembaka sudah Rp10.000 per kilo, beberapa titik itu di range R.000-an per kilo. Artinya produk apapun yang akan mereka keluarkan itu tidak kompetitif. Satu-satunya ya orang yang sudah loyal dengan rasanya. Karena rasa itu susah dilawan ya. Dan gua lihat ada beberapa gudang garam kalau dia mau survive mereka harus lakukan diversifikasi bisnis pakai otak tentunya seperti yang dilakukan Jarum, seperti yang dilakukan Sampurna. Dan kalau soal rokok, mereka masih mau bermain di bisnis rokok, harus siap bertarung dengan rokok-rokok murah. Keluarinlah rokok rokok yang harganya di bawah Rp15.000 dengan cara apapun. Kalau bisa kualitasnya sama seperti GP filter. Kalau menurut lu gimana, Guys? Menurut lu saham gedung garam itu bakal naik terus atau bakal turun terus? Banyak orang yang bilang, "Wah, ini saat momennya untuk beli." Apa iya? Yakin lu? Nah, yang jadi pertanyaan, Guys, ya kan dulu gua udah sukses ya berkata bahwa Unilever bertahun-tahun sebelum harganya hari ini, dia akan jatuh lebih rendah dari 3.000 perak. Hari ini harganya 1000-an. Lalu kemudian gua juga bikin video, masih ada video di YouTube. Di situ gua bilang bahwa harga HMSP akan jatuh di bawah 900. Padahal waktu itu harganya masih 3.000-an. Hari ini harganya 600. Sekarang pertanyaan pentingnya menurut lu ramalan Benix terhadap saham gedung garam akan jadi kenyataan atau tidak? Sebutkan alasan kamu atau jangan-jangan harga 6.000 masih juga kemahalan ya. At the end of days, ini semua bergantung pada keputusan manajemen gedung garam. Menurut kalian gedung garam perusahaan asal Kazakhstan ini apakah bisa melakukan dan mengambil keputusan yang logis atau mereka akan terus melakukan diversification? What do you think, guys? Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa like and komentar di bawah ini. Menurut kalian masa depan bisnis rokok akan seperti apa? Dan kalian setuju tidak kalau cukai wajib dinaikkan terus setiap tahunnya? Lu setuju enggak dengan pendapat Benix bahwa beban kesehatan yang kita tanggung untuk melindungi korban rokok ini udah terlalu berat. Kita memang harus kasih mereka pajak tinggi. Suka enggak suka, ya mereka harus cari bisnis lain. Jarum aja bisa, Sampurna aja bisa. Kenapa gudang garam enggak bisa? Eh, maksud gua gedeng garam. Oke ya, Guys. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]
Resume
Categories