Transcript
Op6JukVaUW0 • IRAN'S DEADLY THREAT! America Attacks, World on the Brink of Energy Crisis!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0384_Op6JukVaUW0.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ini ada berita ngeri banget ini.
Fresh from the oven. Amerika Serikat
baru saja resmi mengebom Iran. Enggak
main-main, Guys. Ini tiga kota sekaligus
yang dibom dan ini bukan kota biasa loh.
Karena kota ini diduga menjadi
laboratorium riset penelitian teknologi
nuklir Iran. Dan yang bikin lebih seru
lagi, Guys, ketika Iran dibombardir,
ternyata banyak orang yang demonstrasi,
ngamuk-ngamuk, marah-marah di jalan. Dan
itu bukan warga Iran. Yang demo adalah
warga Amerika Serikat sendiri. Karena
mereka juga enggak mau Amerika terjebak
atau terpancing berperang di wilayah
yang sebetulnya enggak ada hubungan
dengan Amerika Serikat sendiri. Ini mah
namanya bukan membela kepentingan United
States of Amerika. Kata warga Amerika.
Menurut mereka ini mah membela
kepentingan United States of Israel. Lah
sejak kapan negara kita kok jadi ikut
terpancing wajib ikut berperang membela
perang milik negara Israel? Masa duit
pembayar pajak di Amerika Serikat harus
habis. membayar rudal, pesawat tempur
demi untuk memenangkan Israel dalam
peperangannya di Timur Tengah. Ini
menurut mereka enggak logis. Dari sini
kita lihat, Guys, ternyata makin banyak
ya orang waras ya di Amerika Serikat.
Dan satu hal yang penting nih buat kita
ketahui ya, kota yang dibom ini ada
Fordo, Nathan, Isfahan. Ya, tadi gua
bilang ini bukan kota biasa, tetapi ini
adalah kota yang diduga sebagai pusat
riset nuklirnya Iran. Iran udah
bertahun-tahun bilang memang gua mau
bikin nuklir dalam konteks damai. Karena
nuklir bisa dibuat untuk laboratorium
penelitian, bikin obat-obatan, riset
teknologi maju, termasuk menghasilkan
pembangkit listrik tenaga nuklir. Jadi
memang ada banyak fungsinya, tapi versi
Amerika Serikat sendiri enggak enggak lu
pasti pengin ngebom negara lain versi
Amerika Serikat. Jadi versi Amerika
Serikat ini adalah sebuah kesuksesan
militer yang luar biasa di era Presiden
Donald Trump menurut mereka gitu. Nah,
satu hal yang jadi pertanyaan, Guys, ya.
Selama ini kan selalu orang Amerika
bilangnya Iran itu musuh kita. Israel
selalu bilang Iran harus dihancurkan.
Dan tujuan dari pengeboman Iran ini
karena Amerika Serikat mau menghancurkan
program rahasia program nuklir Iran itu
sendiri. Yang jadi pertanyaan, oh jadi
alasan lu ngebom Iran karena Iran punya
nuklir. Tapi kalau lu pikir lagi ya, itu
Rusia punya nuklir, kenapa enggak lu bom
sekalian? Jadi pertanyaan, berarti ada
agenda lain di sini yang ingin dilakukan
oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan
satu hal yang menarik ketika Amerika
Serikat mau ngebom Iran itu, mereka
ngirim pasukan bayangan. Tadinya mau
kirim dari West Coast, Missouri, tetapi
ternyata pada saat yang sama mereka juga
kirim pasukan pembom
East Coast Amerika Serikat sendiri. Jadi
ini sebuah operasi yang memang sudah
dirancang dan mereka juga sudah latihan
sejak lama, Guys. Enggak ada ceritanya
orang tiba-tiba ngebom tanpa formasi,
tanpa strategi yang jelas. Tapi dari
sini kita bisa lihat sebegitu halusnya
permainan Donald Trump sampai anggota
kongres Amerika Serikat sendiri tidak
tahu Iran sudah dibom. Jangankan mau
diserang, ya, Iran sudah dibom. Mereka
baru tahu ketika bangun baca Twitter, eh
Iran dibom nih. Siapa yang ngebom? Loh,
warga gua sendiri yang ngebom negara
kita sendiri. Ternyata luar biasa, Guys.
Operasi menyerang Iran ini diberi nama
operasi Midnight Hammer. Ini adalah
operasi militer skala besar, Guys.
Karena serangan ini melibatkan lebih
dari 125 pesawat militer Amerika
Serikat. Di antaranya termasuk pembom
siluman B2 Spirit, zat tempur, pesawat
pengisi bahan bakar di udara, pesawat
pengintaian hingga kapal selam peluncur
rudal berpemandu. Menurut Jenderal Kane,
misi ini berhasil menunjukkan kehebatan,
jangkauan koordinasi, dan kemampuan
militer Amerika Serikat yang tidak
tertandingi. Tidak ada militer langit di
kolong langit ini yang mampu melakukan
hal seperti ini. Wah, ini sebuah
pernyataan yang luar biasa ya, Guys, ya.
Ini kode nih. Buat negara lain di kolong
langit ini, lu jangan macam-macam sama
Amerika Serikat. Karena di muka bumi ini
tidak ada lagi negara yang sanggup
melakukan itu kecuali Amerika Serikat.
Ini sih luar biasa. Karena ingat ya,
pesawatnya ini terbang lebih dari 9.600
km untuk mengebom Iran. Sehingga mereka
harusnya normalnya ya pesawat. Lu
bayangin dari East Coast Amerika ngebom
Timur Tengah, normalnya orang terbang
itu butuh waktu 18 jam. dan harus
transit. Ingat ya, lu mau terbang ke
Jepang aja, lu transit di Singapura atau
lu mau pegang ke Amsterdam, lu mungkin
transit bisa di Abu Dhabi, bisa di
Turki, tapi lu harus transit lah. Karena
penerbangan lu sudah lebih dari 14 jam.
ini penerbangan 18 jam tanpa transit.
Artinya dia betul-betul melakukan isi
bensin tapi di langit, Guys. Dan ketika
pesawatnya mau turun ngebom untuk
melindunginya, Amerika Serikat
mengerahkan kapal perang mereka yang ada
di teluk-teluk Iran untuk mengebom dari
air. Baru kemudian datang pesawat
pembomnya Amerika Serikat ngebom dari
udara. Jadi benar-benar pertahanan Iran
ini ya overwm bingung musuhnya yang dari
mana nih yang ngebom kita. Tidak ada
satuun korban jiwa loh di pesawat
Amerika Serikat. Dengan sekian banyak
pesawat yang dia kirim, tidak ada satuun
yang terluka. Ini luar biasa, Guys.
Artinya di sini Iran itu dibom tanpa
pernah melihat siapa yang ngebom mereka,
Guys. Pesawatnya aja enggak kelihatan
loh saking hebatnya operasi dari Amerika
Serikat ini menurut Jenderal Ken ya, ini
adalah serangan operasional ya, pesawat
bom B2 terbesar dalam sejarah Amerika
Serikat, Guys. Karena ini misi B2 yang
terpanjang kedua yang pernah mereka
laksanakan. Karena pesawat B2 ini adalah
pesawat pembuam strategis jarak jauh
yang sanggup menempuh lebih dari 9.000
1000 km tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Makanya tidak heran ya kalau tentara
Amerika Serikat itu juga mengirim
pesawat terbang ke arah barat melintasi
laut Pasifik sebagai umpan. Sementara
unit yang resmi menyerang harus bergerak
lewat arah timur. Strategi ini menurut
Jenderal K merupakan operasi
pengelabuhan yang hanya diketahui oleh
sedikit pejabat di Amerika Serikat.
Jangankan pejabat ya, anggota DPR,
bahkan menteri-menteri di Amerika
Serikat sendiri banyak yang tidak tahu
soal ini. So, tidak heran kalau negara
Iran sendiri sampai tidak mampu
mendeteksi kedatangan armada Amerika
Serikat. Nah, satu yang spesial nih,
Guys. Amerika Serikat sepertinya juga
udah tahu loh bahwa instalasi nuklir
Iran ini enggak gampang ditembus dan
kemungkinan besar laboratorium yang
sebenarnya adanya di bawah tanah. Maka
bom yang dibawa sama pesawat bom B2 ini,
ini adalah bom spesial. Namanya bom
jenis GBU 57, GBU 57. Ada total 14 bom,
masing-masing beratnya lebih dari 13
ton, Guys. Nah, bom ini dirancang kalau
jatuh dia bisa menembus hingga kedalaman
60 m lebih. Artinya, bom ini sangat
spesifik ditargetkan bukan untuk
meledakkan fasilitas di atas tanah
seperti gedung. Jadi, lu jangan tertipu
dengan foto gedung. Yang lebih penting
adalah foto yang tidak terlihat oleh
mata, yaitu ledakan yang terjadi di
bawah tanah 60 m ke bawah fasilitas
nuklir Iran. Jadi, ini sangat-sangat
strategis dan sangat-sangat jelas ya
pernyataan Amerika Serikat. Eh, lu mau
kabur ke ujung bumi bahkan lu mau kabur
ke dalam perut bumi sekalipun mati lu
kena bomnya Amerika Serikat. Lebih hebat
lagi ya, bom ini enggak bakal meledak di
atas tanah loh. Even dia nabrak tanah,
dia baru akan meledak kalau dia sudah
nembus kedalaman 60 m baru meledak di
bawah tanah. sadis, Guys. Nah, gara-gara
serangan tersebut, Guys, itu banyak
orang demonstrasi. Gua yakin banyak
orang juga panik. Bukan cuman di
Indonesia lah, banyak orang di Indonesia
terkencing kencing, Guys. Takut mereka
karena cita-citanya mati masuk surga.
Tapi boro-boro mati masuk surga. Yang
ada mati jadi debu karena kena radiasi
nuklir. Nah, warga di Amerika Serikat
itu juga panik karena mereka takut Iran
itu balas dendam. Ingat ya, yang dilawan
oleh Amerika Serikat hari ini itu bukan
pasukan sendal jepit kayak tentara,
bukan juga pasukan HAM yang pakai celana
jeans pergi ke medan perang. Enggak,
Bro. Ini pasukan real dari dunia nyata.
Negaranya juga negara asli, namanya
negara Iran. Yang punya berpengalaman
memang ya melawan negara-negara barat.
Rudalnya bukan rudal KW2 kayak rudalnya
Ham, Guys. Enggak. Ini rudalnya rudal
hipersonik bahkan ultrasonic. Jadi
Trudal yang lebih cepat dari kecepatan
suara mampu menembus pertahanan Iron
Dome Israel. Jadi ini level negara yang
dilawan oleh Amerika Serikat menurut gua
bukan negara cap kaki lima, Guys. Wajar
aja kalau warga Amerika Serikat
ketakutan dan mereka juga enggak mau
Amerika berperang. Namanya perang kan
mahal ya. Jangan sampai warga negara
Amerika Serikat berperang itu bukan demi
melindungi kepentingan negara mereka.
Enggak. Tapi demi melindungi kepentingan
negara lain yaitu negara Israel. Buat
apa? Kalau Israel kita harus lindungin
untungnya apa buat Amerika Serikat?
Terus yang mulai duluan kan si Israel
juga yang nyerang si Iran duluan. Ini
gimana ceritanya? Jadi kita harus
terpaksa belain negara lain. Tetapi ya
inilah dunia politik, Guys. Semua pihak
diuntungkan dari sini. Kecuali rakyat
Amerika Serikat. Mereka harus bayar
pajak karena Israel mau nambah bom lagi
nih. Soalnya nih harus patungan lagi nih
rakyat Amerika Serikat. Tapi satu hal
yang penting sih, Guys. Di luar
demonstrasi rakyat Amerika Serikat yang
sudah pasti tidak akan didengar oleh
Donald Trump, dari yang sudah-sudah kita
sudah lihat bahwa kenyataannya adalah
Iran dibom dan Iran bisa jadi memiliki
kekuatan nuklir. Kalau seandainya mereka
dapat itu, mereka at least sudah punya
ICBM, Intercontinental Ballistic Missile
yang bisa ngebom lintas benua. Yang
mereka belum punya sepengetahuan kita
itu hulu ledak nuklirnya. Yang punya
dari sekutunya mereka yaitu ada siapa
sih yang dekat? Ada Cina. ada Rusia.
Makanya jangan heran ketika Iran dibom
apa yang terjadi? Menteri luar negeri
Iran langsung pergi ke Moskow menemui
Putin. Tentu agenda mereka bukan
merencanakan program kunjungan wisata
kuliner di Iran ya. Mau makan nasi uduk
atau tempe bongkrek ya. Gua yakin yang
mereka bicarakan adalah eh bro gua
digempur nih sama Amerika Serikat. Gua
kayaknya mau balas dendem nih. Gua mau
ngebom nih Arab Saudi. Gua mau ngebom
pangkalan mereka di Jordan. Gua mau
ngebom pangkalan mereka yang ada di
Israel. Menurut lu gimana? Ya tentu dong
namanya lu pergi berperang enakan kan
ramai-ramai ya. Ajak backingan dong.
Jadi harapannya mereka tentu mendapatkan
persetujuan dari Rusia. Yang jadi
pertanyaan guys, kenapa mereka enggak ke
Cina minta tolong si Jingping? Iya dong.
Kenapa marah perginya ke Rusia? Padahal
buat teman-teman yang belum tahu, hampir
90%
minyak bumi di Iran yang beli adalah
China. That's a fact. Terus artinya Cina
punya kepentingan dong buat melindungi
kilang minyak yang ada di Iran. Kalau
enggak suplai minyak mereka bakal
terganggu. Tapi pertanyaannya kenapa
menteri luar negeri Iran terbangnya ke
Rusia dan apa yang dia mau dapatkan?
Apakah dukungan militer atau hulu ledak
nuklir, Guys. Kalau ini yang kedua yang
kejadian ini jadi seru, Guys. Satu hal
yang patut diwaspadai adalah Iran sama
Rusia di awal tahun 2025 ini baru saja
menandatangani fakta perjanjian
bilateral antara kedua negara.
Perjanjian ini ada perjanjian keamanan,
perjanjian ekonomi, perjanjian
perdagangan internasional. Dan banyak
orang mengira salah satu isi perjanjian
itu adalah, "Heih, kalau kita digempur
lu wajib bela." Ya, namanya juga fakta
pertahanan. Kalau di situ ditulis di
tanah-tangan mereka wajib membela dong.
Tapi sayang ser000u sayang, Guys.
Sedikit bocoran aja ya. Rusia itu sudah
berulang kali menyatakan kalau Iran
berperang sama Israel dia tidak akan
nolongin. Alasannya kenapa? Simpel.
Putin sudah pernah bikin pernyataan.
Alasannya karena banyak warga Rusia yang
tinggal di Israel. Bahkan diperkirakan
sekitar 2 sampai 4 juta rakyat di Israel
itu ya orang Rusia juga. Wah, ini jadi
bikin situasi lebih complicated. Kenapa
complicated? Ya, selain daripada itu ya,
Parlemen Iran, anggota DPR di Iran itu
sudah terlanjur meratifikasi perjanjian
TCSP, perjanjian treaty on comprehensive
strategic partnership with Rusia. Jadi
ini perjanjian komprehensif tentang
strategic partnership atau kemitraan
yang sangat strategis. Ya, intinya ini
perjanjian sangat penting ditandatangani
fresh 2 bulan yang lalu dan banyak orang
salah kapra di sini. Orang-orang pada
bilang, "Oke, ini berarti ini mutual
defense spec jadi fakta pertahanan
antara Iran dan Rusia bahwa mereka wajib
saling membantu satu sama lain kalau ada
yang diserang." Tapi faktanya tidak.
Karena kalau lu lihat lebih detail lagi,
TCCSP itu isinya apa? Isinya bukan
kewajiban untuk membela kalau salah satu
diserang. Tapi he sebentar guys,
sebentar guys sebelum kita lanjut
videonya, portofolio kamu lagi
kebakaran. Merah merona semuanya turun
anjlok. Bahkan saham-saham perbankan
besar di Indonesia semuanya masuk ke
jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua
udah pernah kita bahas di Benix Investor
Group, komunitas saham terbesar yang ada
di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys.
Segera bergabung di Benix Investor Group
karena cuman di sini ya. kita bisa
berdiskusi langsung secara live baik
online maupun offline termasuk kita
sering melakukan kunjungan site visit
loh ke perusahaan-perusahaan ke
pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di
Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini. Nah,
kemarin kita juga baru habis datang nih
ke sebuah perusahaan yang menurut gua
sangat prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group.
Kewajiban untuk membela kalau salah satu
diserang, tapi isinya adalah kewajiban
kedua belah pihak. untuk tidak membantu
musuh masing-masing.
Ini aneh isinya. Maksudnya apa? Ingat,
Rusia ada musuhnya Ukraina. Berarti Iran
jangan bantuin Ukraina ya gitu loh.
Kenapa klausulnya sangat unik? Karena
ternyata ini negara-negara bricks ini
fragile. Bricks itu ada Brazil, Rusia,
India, China, and South Africa.
Kelihatannya di atas kertas, wah hebat
mereka anti Amerika, mereka anti dolar.
Dedolarisasi ada di brick segala macam.
Tapi faktanya lu kan udah lihat India
kemarin tembak-tembakan sama Pakistan.
India anggota Bricks. Terus siapa yang
menghancurkan pesawat tempur India?
Pesawat tempur made in China, anggota
BRIS juga. Dan China langsung bikin
komitmen pernyataan bahwa China akan
membela Pakistan sampai kiamat. Artinya
China sama India ini enggak mesra. Itu
satu hal. Ketika Israel perang sama
Iran, India itu sudah bikin pernyataan
bahwa mereka akan membela Israel. lah
pada yang sama ya kita tahu sekutunya
Rusia, sekutunya Cina yang namanya Iran
yang selama ini lu bilang, "Oh, Iran
best friend-nya ada nih Rusia sama
Cina." Mereka berantem sama Israel yang
dianggap sebagai teman dekatnya India.
Jadi ini situasi sangat complicated.
Jadi, enggak aneh kalau kemudian Putin
sekalipun bilang, "Iran, kalau bisa lu
baik-baikan aja lah sama si Israel, dia
tidak akan bantu." Nah, Teman-teman, gua
mau ajak kalian berpikir secara
geopolitik yang lebih taktis sekarang.
Bukan strategis ya, tapi lebih taktis.
Kalau seandainya Menteri Luar Negeri
Iran gagal meyakinkan Putin sebagaimana
tim dari pemerintahan Kazakhstan gagal
meminta tarif Donald Trump turun ke
Kazakhstan, yang ada malah tambah naik.
Yang jadi pertanyaan, kalau menteri luar
negeri Iran gagal minta bantuan Rusia,
apa yang harus dia lakukan? Menurut gua
yang harus dilakukan oleh Iran adalah
menutup Selat Horumus. Karena
teman-teman tahu hampir 50% perdagangan
minyak di dunia itu melewati Selat
Hormus dan
Laut Merah. Dan ini sebetulnya satu
bentukan aja cuman melingkari negara
Saudi Arabia, Yemen, dan Oman. Tetapi
intinya semua ada di perairan Timur
Tengah ini. Kalau Iran mengambil
keputusan itu, gua rasa perdagangan
dunia itu akan hancur lebur. Bisnis
energi di dunia bakal berada dalam
krisis.
Apalagi ya kita dengar kabar katanya
parlemen Iran hari ini lagi meeting mau
mensetujui
program Iran untuk memblokade Selat
Horumus. Kalau itu terjadi, apa yang
akan? Kalau itu jadi kenyataan,
apa dampaknya bagi dunia, Guys?
Khususnya buat El, ya. Buat teman-teman
yang belum tahu, ya, Indonesia ini
adalah net importer minyak. Hobi kita
adalah tukar rupiah dengan minyak,
minyaknya dibakar. Jadi, hobi kita
adalah membakar rupiah. Itulah hobi
rakyat Indonesia sekarang. Karena hobi
kita agak unik, hobinya bakar rupiah dan
sekarang minyak yang sering kita bakar
itu di blokada, di hormus. Padahal Iran
adalah salah satu supplier besar minyak
dunia. Mereka memproduksi lebih dari 3
juta barel minyak setiap harinya.
Teman-teman harus siap. Harga minyak
dunia akan melambung tinggi. Tetapi ini
wajib dilakukan oleh Iran kalau Rusia
menolak membantu mereka. Kenapa? Tadi
gua sudah gua bilang mayoritas pembeli
minyak Iran adalah China. Selain beli
dari Iran, China juga beli dari Saudi
Arabia. Kalau Selat Hormus diblokir,
China akan kehilangan dua supplier utama
mereka. Dia akan jerit-jerit. Ah,
mungkin di sini mereka baru terbangun
dari tidur. Kayaknya enggak bagus juga
ya gua biarin si Iran ini dibully kan
gitu ya. Itulah harapan dari Iran dan
ini menurut gua yang akan dilakukan oleh
Iran dalam jangka waktu dekat. Selain
daripada itu apa? Kalau mereka mau
melakukan eskalasi lebih lanjut, Iran
kemungkinan besar akan mengebom
fasilitas militer Amerika Serikat yang
ada di Timur Tengah. Artinya apa?
Siap-siap ya, teman-teman yang ada di
Arab Saudi, yang ada di Oman, yang ada
di Bahrain, yang ada di Jordan,
siap-siap dapat hadiah petasan nih dari
Iran. Pak, kok si Israel enggak lu sebut
Israel terlanjur dibom, Guys. Udah
enggak ngomong petasan lagi nih. Udah
real dibom. Banyak orang yang mati di
Israel. Jadi, dunia apakah akan
baik-baik saja? Menurut gua tidak. Nah,
bolanya ada di tangan siapa sekarang?
Menurut gua bolanya sekarang ada di
tangan Komeni. Karena pada saat yang
sama Komeni juga lagi didemo juga sama
kayak Donald Trump. Diemo sama rakyatnya
sendiri. Tapi kalau Donald Trump
literally akan menginvasi Iran, saya
yakin semarah-marahnya rakyat Iran
terhadap pemerintahnya sendiri. Negara
mana sih yang rakyatnya tidak komplain
sama pemerintahnya sendiri? Even
Indonesia pun banyak rakyat yang
komplain sama Presiden Prabowo. Banyak.
Tapi semara-marahnya negara-negara
berkembang ini sama pemerintahnya
sendiri yang korup ketika ada negara
asing yang masuk menjajah, gua yakin
mereka bersatu padu akan melawan
penjajah asing itu. Jadi dalam konteks
ini justru serangan-serangan kepada Iran
akan mempersatukan rakyat Iran. Menurut
kalian gimana, Guys? Menurut kalian
dampaknya akan seperti apa nih? Kalau
seandainya perang Iran dan Israel ini
semakin berkecamuk, kalau Putin menolak
Iran, apa yang akan dilakukan Iran? Dan
yang paling penting menurut kalian,
apakah yang peristiwa di Slat Hormus ini
bisa menjadi pemantuk
buat Benix cuan ribuan pers lagi?
Menurut kalian gimana, Guys? Indonesia
bisa ambil keuntungan enggak nih dari
peperangan ini? Jangan lupa like, share,
dan komen video ini di bawah. Segera
share video kita. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]