The World Seems Upside Down! Japan Has Rice Crisis, Indonesia Is Flooded with Stock?!
HOxpo5MC3ts • 2025-06-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Guys, ngeri banget nih, Guys. Di Jepang lagi krisis dan ini bakal menciptakan banyak orang yang bisa jadi mati kelaparan. Dan lucunya krisis ini tercipta karena perbuatan pemerintahnya sendiri. Teman-teman tahu kemarin jam 6.00 pagi tuh viral rakyat Jepang bukannya sibuk belajar, pergi ke sekolah, ngantor, kerja. Enggak. Jam .00 pagi subuh-subuh mereka udah ngantri buat beli beras. Bukan bagi-bagi beras gratis loh. No, buat beli beras. Jadi, guys, kita dapat berita dari Jepang ya, di kota Matsudo yang warganya dari subuh pagi-pagi itu udah rela melakukan antrean panjang supaya dapat membeli beras murah. Stok pemerintah di sana stoknya bulok lah kalau di Indonesia harganya 2.000en atau setara dengan Rp200.000 per5 kilo. Berarti sekilonya Rp40.000, Guys. Dan ini udah dibilang murah di sana. Makanya rakyat beli beras seharga Rp40.000 per kilo itu brutal. Semua pada ngantri. rebutan karena di sana harga beras sudah melonjak tajam. Minggu lalu, Guys, harga beras stok pemerintah Bullock di sana itu aja udah naik tinggi karena sudah mencapai 4.000 sampai 5.000 yen atau hampir Rp500.000 per karungnya untuk 5 kilo. Artinya harga beras per kilonya sampai Rp100.000. Nah, yang sedih lu tahu ya selama ini orang-orang Jepang itu makan beras itu kualitas tinggi. Tetapi beras yang mereka makan dengan dijual harga murah, murah dalam artian harganya Rp40.000 per kilo, itu adalah beras dengan kualitas makanan ternak. Karena berasnya sudah beras afkir hasil produksi 2 tahun lalu yang sebetulnya sudah enggak boleh dimakan sama manusia. Tetapi begitu sedihnya kondisi Jepang saat ini, akhirnya banyak orang terpaksa antri beras murah dengan kualitas makanan ternak. Wah, luar biasa. Bersyukur makanya lu jadi orang Indonesia loh. Kita enggak alami krisis beras karena pemerintah kita tidak segoblok yang kalian bayangkan. Ternyata Jepang lebih error lagi. So, apa yang terjadi di Jepang, Guys? Kenapa ya masyarakat Jepang itu rela antri sejak subuh sebelum jam 66.00 pagi mereka udah antri buat beli beras? Sebetulnya ini udah kejadian lama sih, Guys. Ini udah kejadian dari tahun lalu. Dari tahun lalu pun gua udah bilang ya, kawasan Asia bakal terdampak dengan adanya Elnino. Sekarang kita ada Lanina. Nah, Jepang itu harga beras dari tahun lalu aja sudah naik 98% lebih. Makanya jangan heran kalau di sini kita bilang beras itu mahal Rp15.000 sekilo. Di Jepang harga Rp40.000 sekilo dibilang murah. Karena kalau lu beli di pasar, normalnya harga beras di Jepang itu udah sampai Rp100.000 per kilonya. Makanya kalau yang Rp40.000 dibilang murah. Nah, Jepang itu juga ada salahnya juga. Mereka itu punya standar sedemikian tinggi. Sehingga zaman dulu orang Jepang itu anti makan beras Thailand. Itu beras orang miskin, makanan anjing. Dia jiji beli beras dari Vietnam, dari Indonesia apalagi. Jadi bahkan Amerika Serikat sendiri, California terkenal sebagai eksportir beras ke Jepang. Ya, orang Amerika itu bangga bisa ekspor beras ke Jepang. Tapi orang Jepang pun jiji makan beras mereka karena menurut mereka kualitasnya sangat rendah. Mereka sangat bangga makan produk pertanian dalam negerinya. Tetapi sekarang ternyata kebanggaan itu menjadi penyakit karena Jepang sekarang mengalami krisis beras dan ini sudah dibuktikan dengan harga beras yang naik 100% lebih loh. Buktinya apa? Lu bisa lihat di layar kaca, Guys. Di sini ya, harga beras di bulan April 2024 itu seharga 2.000 yen per5 kilo. Hari ini harga beras sudah mencapai lebih dari 4.000 yen per5 kilo. Nah, buat ngitung yen itu gampang kali aja ya. 1 yen kali Rp100 lah kasarnya. Jadi kalau 2000 yen berarti dulu harganya R200.000-an per5 kilo. Sekarang udah jadi R00.000an per5 kilo. Wah ngeri, Guys. Lu bisa bayangin konteksnya kalau di Indonesia dulu atau hari ini harga beras 15.000 sekilo, terus tiba-tiba naik jadi R30.000 sekilo. Gua yakin siapapun presidennya jatuh kalau harga beras di Indonesia naik 100%. Ngeri ya. So guys, apa sih sebetulnya ya penyebab terjadinya krisis di Jepang ini? kita mengidentifikasi ada lima masalah nih penyebab krisis di Jepang. Dan ini menurut gua hal yang sebetulnya sudah harus bisa dimitigasi dari sejak 5 tahun lalu. Makanya agak konyol juga Jepang bisa terjebak dengan kesalahan yang fatal seperti ini. Kenapa? Alasan pertama ya semua orang lihat. Gua pun melihat tentang krisis coklat, hari ini harganya naik, tentang krisis beras. Untungnya program pemerintah melakukan intervensi cepat dilakukan. Eh, dan gua udah bilang dari tahun lalu, sepanjang tahun 2024, negara-negara di Asia bakal dilanda oleh cuaca panas yang ekstrem dan berkepanjangan. Dan ini ternyata Jepang juga tidak anti. Secanggih apapun teknologinya Jepang dengan robot gundam, rudal antariksa mereka, tetap saja mereka tidak bisa menghentikan global warming. Jadi, Teman-teman ya, di Jepang suhu bumi itu sudah naik lebih dari 2 derajat Celcius loh di Jepang. Dan ini mengakibatkan banyak petani yang gagal panen. Karena kalau subuh makin tinggi, semua tanaman itu bisa beradaptasi dengan lingkungan yang sangat panas. Makanya teman-teman jangan heran kayak gua dari dulu sibuk banget nanam di Kalimantan supaya kita menanam lebih banyak pohon makin banyak yang bisa diserap. Polusi udara dan oksigen yang dikeluarkan oleh pohon itu bisa lebih banyak menyelamatkan orang lah. Itu idenya kita. Nah, Jepang itu punya ide juga yang sama, tapi dia lupa kita itu punya target untuk 1,5 derajat Celcius lebih dingin sebetulnya dalam tahun ini kalau bisa ya. Tapi ternyata yang terjadi apa? 2 derajat lebih panas. Kelihatannya simpel, Pak. Apa sih cuman 2 derajat lebih panas? Kita hidup di Jakarta bisa 35 derajat. 2 derajat lebih panas berarti dari 35 ke 37. Menurut lu simpel. Tetapi kenaikan 2 derajat itu artinya ada satu gunung es baru di kutub utara yang mencair. Kalau satu gunung es di kutub utara mencair, yang terjadi apa? Permukaan air laut menaik, intrusi air asin ke darat makin banyak, lahan yang bisa ditanam makin sedikit. Itu baru satu hal. Terus global waring juga bisa menciptakan pergeseran iklim. Tadinya musim hujannya 6 bulan, orang terbiasa nanam, ternyata musim hujannya cuma 3 bulan, kekeringan di mana-mana matilah. Yang namanya tanaman juga butuh air. Makanya jangan heran karena terjadinya perubahan ekstrem terhadap cuaca kita itu dan manusia tidak sadar dan tidak mampu beradaptasi dengan cepat, makanya makin banyak gagal panen di Jepang. Yang kedua, regenerasi petani sangat lambat di Jepang. Sama kayak di Indonesia, kita punya petani sudah menua. Rata-rata populasi ya, petani-petani yang ada di Jepang itu mayoritas didominasi oleh petani yang usianya di atas 70 tahun. Gila banyak orang di Indonesia belum usia 70 tahun udah mati, Guys. Di Jepang usia 70 tahun lu masih pergi ke sawah bertani. Gila nih orang Jepang. Tetapi dari sini lu sudah lihat ya, artinya di Jepang itu orang kalau mau bercocok tanam harus impor. Makanya banyak orang Asia khususnya Indonesia yang diimpor ke Jepang buat macul tanah, buat jadi petani. Dan petani di Jepang pun akhirnya terpaksa karena mereka sudah menua mereka harus menggunakan traktor. Makanya salah satu traktor paling terkenal dari Jepang namanya Kubota. Kenapa bisa besar? ya karena mereka mau mengganti petani-petani yang udah tua itu. Mau enggak mau harus mekanisasi, mau enggak mau harus gunakan teknologi. Nah, karena makin banyak orang yang menua nih di Jepang, makanya Jepang sudah mulai menerapkan yang namanya smart farming. Tetapi apakah ini bisa mengubah minat anak muda di Jepang yang hobinya sudah pakai AC, baca mangga, main game, hal-hal yang sangat-sangat nyaman lah di kota. Tiba-tiba harus ke desa macul-macul kena sinar matahari, eh mati kena kanker kulit. Gua rasa enggak mau mereka ya. Jadi sampai detik ini pun program pemerintah dengan smart farming, teknologi, mekanisasi dan lain sebagainya ternyata tidak membuat anak-anak muda menjadi cinta pertanian. Tidak. Ya, buat lu ketahui aja ya, hingga Februari 2023 tercatat hanya ada 1 juta orang Jepang yang berprofesi sebagai petani dan 60% dari mereka berusia di atas 70 tahun. Petani yang berusia 50 tahun ke bawah hanya 20% dari total populasi. Gila sampai dia survei usia 50 tahun dianggap muda, Guys. Jadi dia survei. Umur lu berapa? 49 tahun. Bagus. Berarti lu petani muda. Saking susahnya cari orang yang mau macul tanah di Jepang, Guys. Jadi krisis usia orang-orang makin menua di ladang terjadi juga di Jepang. Dan ini mengakibatkan negaranya sekarang krisis beras. Udah pastilah enggak ada lagi yang mau bertani terus berasnya turun dari langit. Enggak bisa dong. Nah, yang ketiga ya itu sudah makin banyak lahan-lahan pertanian di Jepang yang berubah. Dulu kawasan pertanian sekarang berubah menjadi kawasan industri atau perumahan. Ya, inilah faktor urbanisasi, faktor modernisasi. Sama seperti di Jawa, makin banyak lahan-lahan yang layak untuk nanam beras di Jawa berubah jadi rumah, berubah jadi mall, berubah jadi toko-toko modern. Karena apa? Karena ya rugi lu macul-macul tanah, harga beras cuman Rp5.000 sekilo. Buat apa, Bro? Mendingan lu jual dapat 5 M. Selesai. tabung ke bank dapat bunga 5% setahun selesai enggak pakai bengkok itu pinggang lu kan dapat duit jauh lebih besar tanpa capek itu pun mindset yang sama di Jepang itu sendiri jadi ahli fungsi lahan dan urbanisasi di Jepang sudah sedemikian ekstrem Jepang sudah kehilangan lebih dari 400.000 R000 hektar lahan pertaniannya. Banyak sawah di Jepang berubah menjadi kawasan industri dan perumahan. Apalagi area yang dekat dengan kota seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Nah, kita juga udah kumpulin nih, Guys, beberapa pandangan ya dari rakyat Jepang. Lu bisa lihat di layar kaca tentang krisis beras yang terjadi di sana. Pertama ada Hamaljai. Dia bilang dia tinggal di Okayama, Jepang sudah selama 8 tahun ini. Itu adalah pusat produksi beras terbesar di Jepang. dan dia sudah menyaksikan 80% sawah yang ada di Jepang berubah menjadi rumah. Bahkan istri dia waktu masih anak-anak di daerah itu masih bisa melihat ribuan kilometer ladang sawah. Tetapi sekarang sudah berubah menjadi rumah, sudah menjadi toko obat, apotek, toko retail. Dan setiap orang-orang yang meninggal karena umur, orang tua meninggal lansia, anaknya langsung menjual lahan yang mereka punya ke developer perumahan. Nanti langsung dibangun rumah, apartemen, toko-toko di lokasi yang sama. Jadi, Guys, dari situ kita bisa lihat wajar aja ya kalau di Jepang itu makin krisis. Karena memang orang pun kalau punya tanah meninggal, tanahnya langsung dijual ke developer. Lalu ada lagi dari Ame Hanafi. Dia bilang tahun lalu 5 kilo beras cuman seharga 2.000 yen atau Rp200.000 per5 kilo. Kemudian pemerintah mengeluarkan alarm palsu tentang gempa bumi yang sebetulnya enggak kejadian. Orang-orang panik. Harga beras kemudian naik menjadi 4.500 yen. Naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Nah, sekarang karena harga sudah terlanjur naik ya, makanya gua sih enggak kaget kalau harga beras bakal bisa naik lagi nih ke 10.000en per5 kilo alias R1 juta per5 kilo. Gila, Guys. Ngeri banget nih. Ini kayak udah mafia aja ya. Ciptain isu-isu enggak jelas kayak di Indonesia supaya barang dagangannya tambah laku. Hebat. Hebat. Yang ketiga ada Sun Poon. Dia bilang, "Saya tinggal di ladang sawah di Jepang. Banyak orang tua sudah meninggal dan banyak anak muda tidak mau lagi bekerja di sawah karena capek, melelahkan, pinggangnya sakit dan mereka dibayar dengan sangat murah. Itu adalah masalah yang paling utama. Negara California itu punya beras, tetapi mereka kena tarif yang sangat tinggi. Padahal sebetulnya solusi dari krisis beras ini bisa gampang banget karena California bisa dengan cepat menyuplai kebutuhan beras di Jepang. Nah, ini ada hubungannya, Guys, dengan alasan yang keempat. Teman-teman tahu lu kalau ekspor beras ke Jepang itu sulitnya bukan main, karena Jepang sangat protektif kepada petaninya. Jadi, mereka ciptakan banyak trade barrier. Lu harus punya sertifikat organik, lu harus punya sertifikat karantina, lu harus punya syarat AI oo. Kandungan NPK lu maksimal sekian, kandungan urea lu maksimal sekian. Nah, ini menciptakan problema bagi orang-orang yang berusaha impor beras dari luar negeri ke Jepang karena Jepang mempersulit dirinya sendiri. Padahal selama ini Amerika kalau ekspor ke Jepang lebih dekat lah. Tapi ternyata dipersulit sama pemerintah Jepang sendiri. Jadi sebenarnya regulasi itu penting untuk dipersingkat kalau tidak terjadi krisis seperti di Jepang ini. Nah, karena Jepang kemudian krisis, Guys, apa yang terjadi? Jepang hari ini terpaksa harus impor berasnya dari Korea. Wah, padahal ini musuh besar mereka nih. Sekarang mereka harus minta makan disuapin sama beras dari Korea Selatan. Ini rekor sejarah nih. Selama 25 tahun ya, negara Jepang itu kan sangat benci sama Korea. Satu sama lain saling musuh lah. Kayak Indonesia dengan Malaysia lah. Karena mereka perang. betul-betul perang dan Jepang akhirnya mengaku kalah nih. Mereka terpaksa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir mereka mengimpor beras dari Korea. Nah, di sini akibatnya ya orang-orang Jepang yang pright-nya setinggi langit itu terpaksa harus merendah, terpaksa harus terbiasa untuk makan beras-beras non Jepang. E sebentar guys, sebentar guys sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas SAM terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys? Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuma di sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung secara live, baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik, emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id ID atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas? Sampai ketemu di Benix Investor Group. Terpaksa harus terbiasa untuk makan beras-beras non Jepang. Padahal dulu mereka anti banget tuh mengkonsumsi beras-beras kualitas rendah buat makanan ternak seperti beras-beras Korea ini loh. Sekarang mereka pride-nya udah turun nih. Jadi Jepang mereka sudah resmi memutuskan untuk impor beras dari Korea untuk melawan harga yang terus-menerus naik dan membuat customer marah, rakyat berontak. Tapi memang Jepang ini agak lucu, Guys. Lu tahu ya, negaranya lagi krisis beras, rakyat jerit-jerit, beras naik harga 100%. Tetapi apa yang dilakukan dengan Jepang, dia impor beras dari Korea. Lu jumlahnya berapa? Ini udah berita heboh di mana-mana, ternyata jumlahnya cuman 2 ton beras, Guys. Gila, 2 ton beras di kelurahan gua juga udah habis tuh 1 detik kalau cuma 2 ton. Tapi memang Jepang ini gayanya naujubila. Dia impor 2 ton dulu. Kalau terbukti enak, kalau terbukti orang suka, dia akan tambah impornya dari 2 ton nambah jadi 20 ton. Gila, gua pikir Jepang ini mungkin gonya enggak ketolongan ya. Mereka lebih memilih rakyatnya berontak, rakyatnya kelaparan loh dibanding menurunkan gengsi mereka. impor makanan dari Korea Selatan. Dan makanya enggak heran ya, hingga saat ini ya Perdana Menteri Jepang masih berusaha mati-matian buat mengurangi harga berasnya. Bahkan Perdana Menteri Ishiba dia sudah bersumpah, lu bayangkan, Guys, ada pejabat bersumpah untuk menurunkan harga beras menjadi 3.000 yen per5 kilonya alias Rp300.000/5 kilonya. Ya, dia takut juga kalau rakyat itu berontak, Guys. Dia juga enggak mau dong jatuh dari kursi kekuasaannya. Dan dia sendiri mengaku, dia sendiri tidak tahu kenapa sih harga beras itu turun terus. Dan dia udah dicecar loh sama anggota parlemen ya DPR di Jepang. Kenapa sih harga beras turun terus? Tetapi dia bilang perdana menteri Jepang si Geruihiba, dia bilang, "Ya gua enggak tahu. Dia bakal coba cari tahu nih kenapa sih harga beras itu naik terus dan enggak mau turun-turun. Menurut gua nih orang buta atau dua-duanya sekaligus. Ya jelas aja karena dia terlalu protektif. Gua aja bisa tahu ya. Jelas aja karena petani di sana menua. Jelas aja karena enggak menarik bercocok tanam sebagai seorang petani. Jangankan di Jepang yang customernya cuman sedikit, di Indonesia aja yang ratusan juta penduduknya cinta mati dengan beras. jadi petani tetap miskin kok di Indonesia, apalagi lu dagang di Jepang gitu loh. Dan yang makin lebih seru lagi ya, pejabat Kementerian Pertanian, menteri pertaniannya Jepang sendiri itu bukannya pusing cari cara gimana caranya nih menyediakan makanan buat rakyat Jepang, tetapi dia malah melakukan hal-hal yang enggak penting. Contohnya memberikan komentar-komentar nyablak enggak pakai otak seperti pejabat Indonesia. Lu tahu? Dia ditanya sama wartawan, "Pak Menteri Pertanian, kenapa sih harga beras di Jepang naik dua kali lipat?" Jawaban dia apa? Gua sih enggak tahu ya. Gua soalnya enggak pernah beli beras, Bro. Gua selalu dikasih beras nih sama anggota pendukung gua, relawan gua nyetor beras sama gua. Kok level sekelas menteri enggak bisa ada empati ya kepada mayoritas orang Jepang yang sekarang lagi kesulitan cari duit, kesulitan punya pekerjaan yang layak, kesulitan buat dapat makanan dengan harga terjangkau. Ketika ditanya, "Kenapa harga beras tinggi dan beras itu langka, dia malah bilang, "Gua seumur hidup enggak pernah beli beras. Gua dikasih tuh gila gua jiji banget nih pejabat-pejabat belagu kayak begini nih. Mentang-mentang lu menteri, lu merasa lu kayak Tuhan, lu enggak pernah injak kaki di bumi, semua orang harus jilat pant lu gitu kayak si Kim Jongnan. Pikir dong lu pakai otak lu tuh gob apa gimana. Lu tuh kan pelayan publik. Kenapa lu anti kritik? Kenapa lu harus bergaya seorang? Lu adalah elit yang maha sakti mandraguna seperti penguasa langit dan bumi? Jiji banget gua lihatnya asli. Tapi satu hal yang gua respek sih dari dia, dari Menteri Pertanian. Dia tahu dia bikin blunder. Dia tahu dia enggak bisa menyelesaikan masalah. Dia pun seumur hidup enggak pernah macul ya. Tapi entah kenapa jadi menteri pertanian ya karena nasib dia baik. Dia turun dari gunung tiba-tiba jadi menteri. Itulah nasibnya di Jepang. Apa yang terjadi? Dia bikin pernyataan yang sangat ngaco, rakyat marah, dia akhirnya mengundurkan diri. Nah, ini satu hal yang cukup di apresiasi lah. Di Indonesia gua enggak pernah lihat ada pejabat yang merasa tidak layak, tidak mampu, tidak sanggup menjabat, memegang amanah. Apa yang terjadi dengan pejabat itu? Tetap bertahan seumur hidup. Kalau bisa malah naik pangkat, dapat uang pensiun, kalau bisa korupsi lebih banyak lagi. Kalau di Jepang enggak. Mereka ada gengsinya, Guys. Memang ada pride-nya. Oke. Kalau rakyat udah enggak setuju, oke kalau gua bikin kesalahan, oke kalau gua bikin blunder. Padahal di level pernyataan ya, bukan korupsi duit orang loh. Enggak. Dia bikin pernyataan yang tidak pantas, apa yang dia lakukan? Mengundurkan diri, Guys. Gila ini. Di Indonesia masih banyak pejabat, menteri-menteri yang sering banget bikin blunder asal bacot sana sini. Mulut enggak disekolahin, tapi enggak sadar diri dan tidak pernah mau turun jabatan seperti di Jepang ini. Wah, respek sih gua. Jujur gua sama respect sama menteri yang enggak ada otak ini juga ya. Anyway guys, krisis beras ini bukan cuma buat negara Jepang doang loh. Ada begitu banyak negara di dunia ini yang mengalami krisis. Contoh gampang yang di dekat Indonesia aja. Ada empat negara tetangga kita loh yang mengalami krisis. Bukan cuma Jepang loh. Pertama itu Malaysia. Kris pasokan beras di Malaysia itu udah makin ekstrem karena biaya produksi naik tinggi, kelangkaan benih-benih yang berkualitas dan cuaca ekstrem. Nah, beras-beras lokal itu semakin langka di Malaysia. Akibatnya masyarakat harus membeli beras impor dengan harga lebih tinggi. Begitu parahnya krisis beras di Malaysia sampai parlemen Malaysia meminta pemerintah untuk mempelajari strategi Indonesia yang berhasil mencapai swa sembada beras. Nah, di sini kita bisa lihat ya ya jujur ya bukannya gua bazer pemerintah atau apa, cuman gua juga harus apresiasi sih soalnya pemerintah berhasil swat sembada beras. Malaysia sampai impor beras kita sampai minta-minta ngemis-ngemis biar bisa makan beras kita. Ya, gua jujur seok juga. Gua enggak nyangka ya pemerintah kita ternyata ada juga ya sisi positifnya ya kalau dicari-cari gitu ada gitu ya ketemu mungkin dari 1000 kesalahan ya akhirnya ada satu hal yang wow gitu ya. Yang kedua itu negara Filipina teman-teman tahu Filipina juga sekarang lagi krisis beras. Negara Filipin itu terkenal sebagai negara yang hobinya impor. Nah impornya impor bahan pangan seperti beras. Dia adalah importir beras terbesar di dunia. Nah, Filipina bulan lalu di Februari 2025 ini sudah mengumumkan bahwa negaranya berada dalam status darurat pangan nasional. Jadi, ini udah hal yang sangat-sangat ekstrem di level nasional. Kita butuh beras. Bahkan pemerintah itu sampai mengeluarkan subsidi beras supaya harga beras itu bisa turun. Tetapi tetap haja tinggi harganya. Hari ini sekitar Rp17.000 per kg. Dan akibatnya mereka pun terpaksa harus impor lagi tambahan beras dari Vietnam. Jadi, Guys, lu itu harus bersyukur karena di Philipin ya, begitu harga beras 17.000 sekilo aja udah dianggap tinggi mahal, pemerintah sampai panik, takut digulingkan sama rakyatnya sendiri. Ya, lu bayangin kalau di Jepang naiknya sampai Rp100.000. Gila enggak lu? stres loh. Nah, yang ketiga itu negara Kenya, Guys. Kenya sudah mengalami kekurangan beras parah akibat produksi domestik mereka sangat minim sekali dan sangat bergantung pada impor. Apalagi sekarang ada faktor perubahan iklim, maka infrastruktur pertanian yang tidak memadai semakin menghancurkan stok beras di Keenya. Akibatnya, pemerintah Kenya sekarang harus mencari sumber pasokan baru sambil berupaya memperbaiki produksi lokal. Oh, tuh negara Afrika aja krisis, Guys. Yang nomor empat ini sahabat lu, negara favorit lu namanya Thailand. Nah, negara Thailand selama ini dikenal ya sebagai negara yang hobi dan ahli bercocok tanam. Kita bahkan sampai impor durian dari Thailand. Kita impor bahan makanan termasuk beras dari Thailand. Nah, Teman-teman tahu Thailand itu juga sekarang sedang mengalami krisis beras. Jadi meskipun dikenal sebagai salah satu eksportir beras paling besar di dunia, ternyata Thailand sudah mencatat penurunan ekspor sekitar 25% pada 2025. Memang ada sebab lain karena adanya persaingan ketat dengan beras dari India dan beras dari Vietnam. Tetapi permintaan global itu juga memberikan tekanan terhadap ekspor beras Thailand. Apalagi sektor pertanian Thailand itu sedang menghadapi tantangan struktural seperti stagnasi produktivitas dan dampak perubahan iklim yang mengurangi hasil panen mereka. Nah, dari sini teman-teman bisa lihat ya bahwa harga beras lu harus siap-siap rakyat Indonesia kalau pemerintah tidak berhasil menjaga nih swasembada panganan ini terus terjadi, terus berulang petani kita terus disubsidi, didukung penuh. Apa yang terjadi? Ya, Indonesia bisa collaps loh. Hati-hati. Makanya kita harus dukung ya program-program pemerintah yang berhubungan dengan ketahanan pangan. Brank, gua enggak dibayar nih ngomong begini. Tapi ya realitanya memang kita butuh makan. Kalau lu masih manusia, lu belum minum bensin dan pakai oli di pinggang lu, lu masih butuh makan. Makanya kita sangat senang kalau pemerintah bisa bikin petani lebih sejahtera. Petani bisa sasembada. Karena kalau dibandingkan dengan negara lain di Indonesia jauh lebih mending, Teman-teman. tahu menurut data dari Amerika Serikat bukan data versi BPS ya, Biro Pusat skenario Kazakhstan, no data dari USD Amerika Serikat. Produksi beras di Indonesia diperkirakan menyentuh 34,6 juta ton, naik 600.000 ton dari proyeksi sebelumnya. Padahal konsumsi beras itu hanya 31 juta ton menurut si Zulkifli Hasan nih. Artinya kalau kita cuman makan 31 juta ton dalam 1 tahun, tetapi produksi kita 34,6 juta ton, artinya Indonesia sedang surplus beras 3,6 juta ton. Makanya teman-teman ketika dunia sekarang lagi ketakutan ya kita harus bersyukur Indonesia sekarang ternyata berkelimpahan. Makanya sekarang kita bisa nih punya pride dikit lah. At least di bidang beras. Sekarang Malaysia datang jilat pantat minta beras. Besok mungkin si Jepang nih gantian datang jilat pantat minta beras gitu kan. Karena dia cuman impor 2 ton dari Korea. Buat apa ya? Satu kelurahan aja enggak cukup tuh. Anyway harus bersyukur karena kita surplus 3,6 juta ton. Nah, Teman-teman tahu kalau Jepang sendiri gimana sih produksi berasnya? Produksi beras di Jepang itu diduga sekitar 6,9 juta ton tahun ini. Tetapi konsumsinya itu sudah mencapai 7,8 juta ton. Artinya Jepang sedang mengalami defisit beras 900.000 ton. Jadi kalau Indonesia berada dalam situasi itu, lu bayangkan ya Indonesia ini negara dengan rakyat 280 juta penduduk. tiba-tiba kondisi berasnya adalah defisit seperti Jepang, defisit anggaran udah Indonesia nih sekarang. Tambah lagi kalau seandainya kita defisit beras sampai 900.000 ton seperti Jepang, apa yang akan terjadi? Apakah rakyat Indonesia akan tetap diam saja dengan perut yang keroncongan atau justru berusaha membuat kerusuhan, demonstrasi di mana-mana, menjatuhkan pemerintahan saat ini. Dan menurut kalian ya, apakah Indonesia sudah layak ya untuk berbangga diri dengan pencapaian kita? kita akhirnya berhasil menciptakan suasembada pangan khususnya beras di Indonesia dan sudah saatnya belum nih ya buat Indonesia karena kita udah surplusnya juta-jutaan ton nih. Apakah ini sudah momen yang tepat ya buat Indonesia ekspor beras ke seluruh dunia? Apakah sudah saat yang tepat buat Indonesia menyelamatkan rakyat Jepang? Karena kalau sampai rakyat Jepang punah, lu enggak bisa lagi nonton Doraemon sama One Piece, Guys. Mati mereka kelaparan. Lu tega lihat itu jangan-jangan sebaiknya ya kita simpan duluah beras kita ini. Enggak ada yang tahu ya global warming ini bakal tambah parah 2 tahun lagi, 3 tahun lagi. Jadi kalau kita lagi ada kelebihan stok beras, jangan-jangan lebih baik kita simpan dulu. Enggak usah gaya-gayaan menyelamatkan save Malaysia, save Malaysia. Padahal belum tentu ya lu tahun depan masih punya beras. Menurut lu gimana ya? Sebaiknya kita selamatkan Malaysia, tinggalin Jepang atau kita selamatin dua-duanya? Gaya banget nih Indonesia nih sekarang ya. Anyway, gimana menurut kalian? Tulis dong komentar kalian tentang krisis beras di Jepang ini. Menurut kalian apa yang harus dilakukan oleh negara kita? Membantu mereka atau saatnya jual mahal? Ya cari cuan lah. Sikat aja nih si Jepang-jepang ini orang dari kemarin keenakan jual mobil overprice di Indonesia kok. Sekarang kita mau ambil untung enggak boleh. Iya enggak sih? Oke guys, ditunggu ya pandangan kalian gimana. Jangan lupa like, share, dan subscribe di YouTube Benix. Semoga video ini bermanfaat. Ditunggu komentar kalian. Salam sehat, salam cuan. Bye-bye. [Musik]
Resume
Categories