Transcript
Z1MfpkkPoLc • Terancam Bangkrut! Harley-Davidson Dulu Raja Jalanan, Sekarang Nyaris Terpuruk?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0378_Z1MfpkkPoLc.txt
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Kamu pernah enggak lihat
pejabat Indonesia yang hobi banget
jalan-jalan naik motor besar kayak
begini
atau motor kayak begini
atau yang touring seperti ini.
Motor yang menjadi cita-cita ya
mayoritas orang di Amerika Serikat
sebetulnya termasuk di Indonesia. Kalau
lu senang motor pasti lu pengen punya
yang namanya Harley Davidson. Saking
hebatnya ya brand Harley Davidson ini,
bahkan alien aja Terminator turun jatuh
ke planet bumi. Hal yang pertama dia
lakukan cari Harley Davidson.
Jadi di sini teman-teman udah tahu dong
begitu hebatnya ya brand ini dan
terkenalnya brand ini. Di Indonesia pun
kalian pasti tahu, tapi kamu tahu enggak
sih sebetulnya brand ini sedang dalam
masalah besar dan masalahnya sangat
mengerikan, Guys. Ini masalah ini
mengakibatkan harga saham Harley
Davidson itu udah jatuh lebih dari 25%.
Jadi di tahun ini aja ya belum selesai
loh tahun 2025 tapi saham Haril Davidson
sudah berhasil sukses nyungsep dari
harga 35 dolar ke harga 5 tapi gua yakin
ya kehancuran Harley Davidson itu bakal
terus berlanjut guys dan ini pelajaran
yang sangat baik buat kita semua dan
kamu ya investor dan pengusaha yang ada
di Indonesia so kalau lu penasaran
gimana sih gua bisa yakin Haril Davidson
bakal makin hancur lebur harga sahamnya
dan diskip video ini. Let's check this
out.
[Musik]
Jadi, ya, Teman-teman, laporan keuangan
tahun 2024 Harley Davidson itu udah
keluar dan laporannya sungguh sangat
tidak menyenangkan. Kenapa? Karena
penghasilan Harley dari penjualan motor
itu udah nge-drop lebih dari 60%
dibandingkan periode yang sama di tahun
2023. Bukan cuman itu, Guys. Mereka juga
menjual motor dengan jumlah yang jauh
lebih sedikit dibandingkan tahun
sebelumnya. Jadi, drop juga penjual
motornya drop 53%.
Artinya ya, revenue Omz Harley Davidson
itu juga anjlok parah, nyungsep. Di
tahun 2024 aja ya, di kuartal 4 itu
mereka punya revenue itu udah drop jatuh
nyungsep parah lebih dari 47%. Q4 ini
penghasilan mereka cuman sekitar 420
juta dolar, Guys. Alias sekitar 6,8
triliun. Dan ini sungguh sangat
menyedihkan karena kalau kita bandingkan
dengan periode sebelumnya, penghasilan
mereka itu lebih dari 12 triliun di
kuartal 4 2023. Artinya perusahaan
bukannya menjual lebih banyak motor,
tetapi mereka menjual lebih sedikit
motor. Nah, kalau kita bandingkan full
year, Guys, lu tahu enggak sih? Lu
jangan kaget, ya. By the way, bisnis
motor Harley Davidson itu bisnis billi
dollar bisnis loh. Karena kalau kita
lihat di tahun 2024 aja mereka punya
penghasilan tuh lebih dari
billi dolar guys atau lebih pasnya 5,187
miliar dolar. Jadi lu bayangin ya 5.000
juta dolar alias 5 billar bisnis itu
Harley Davidson. Ini bisnis yang enggak
main-main loh. Kita hitung itu sekitar
82,9 triliun ya di kurs hari ini sekitar
6 1500-an. Artinya bisnis mereka di
tahun 2024 itu 82 triliun dan itu udah
drop. Karena kalau kita bandingin di
tahun 2023 penghasilan mereka itu ya
sekitar R0 triliun. Jadi dropnya itu
sekitar 10%-an. Jadi teman-teman kalau
dibilang apakah Harley Davidson dalam
kondisi yang baik-baik saja tentu saja
tidak. Ini mungkin juga ada hubungannya
ya dengan karena ekspor Harley Davidson
kalau ke Indonesia kan dipersulit ya,
pajaknya mahal, naujubila guys. Jadi
gimana caranya ya mereka bisa ambil
keuntungan? Harusnya mereka ikut lobi
Donald Trump tuh biar bebas tarif nih
Harley Davidson masuk ke Indonesia. Lu
setuju enggak, Guys? Tapi entar orang
Jepang jadi-jerit lagi. Tapi itu kan
cuman soal Om Z. Kalau soal
motorcycle-nya kendaraannya sendiri itu
gimana, Guys? Kamu tahu enggak sih di
tahun 2024 menurut Harley Davidson
sendiri mereka hanya berhasil mengirim
148.000
sepeda motor di tahun 2024 ke seluruh
dunia. Dan ini sebuah penurunan yang
luar biasa, Guys. Karena kalau kita
bandingkan di 2023, ya mereka jual itu
sekitar 180.000 sepeda motor. Tapi di
2024 full year hanya 148.000 R000 sepeda
motor. Dan ini bukan cuma di Amerika
doang loh. Penurunan penjualan motor
Harley Davidson itu terjadi di seluruh
dunia. Jadi berdasarkan data kalau kita
lihat di laporan keuangannya Harley
Davidson, penjualan di Amerika turun
13%. Di Eropa, di Timur Tengah, di
Afrika turun 7%. Penjualan di Asia
Pasifik di sini masuk juga Indonesia
turun 26%.
Dan di Latin Amerika atau Amerika
Selatan itu turun 7%. Jadi dari sini
kita bertanya-tanya, Guys, ya, ada apa
ya dengan Harley? Selama ini kan
dianggap sebagai motor yang paling
hebat, paling mewah, paling premium
cita-cita semua anak laki-laki ya Naik
Harley Davidson. Tapi ternyata kalau
kita ngobrol, apakah artinya bisnisnya
bagus? Enggak juga. Ternyata ya
bisnisnya nyungsep. Penyebabnya apa? Dan
ini bukan terjadi di Amerika doang, tapi
di seluruh dunia. Jadi tadi gua udah
bilang sampai di Asia Pasifik turun,
sampai di Amerika Latin turun, sampai di
Afrika pun turun. Terus kenapa bisa ya,
Guys? Padahal kan ini motor betul-betul
menjadi cita-cita semua orang dan orang
bilang ini pun adalah American Dream.
Tetapi ternyata buat Harley sendiri
enggak enggak begitu translate tuh
American Dream dengan realita yang ada.
Mereka tambah nyungsep bukan tambah
berjaya. Jadi alasan utama apa, Guys?
Kita meng-capture ya. Ada sebetulnya
empat alasan yang menyebabkan ya Harley
Davidon itu makin lama makin nyungsep.
Bukan cuma soal ketenaran ya, mereka
memang sudah kehilangan ketenaran itu.
Tetapi kalau kita lihat dari laporan
keuangannya, ada begitu banyak hal yang
sebetulnya mengkhawatirkan. Dan ini bisa
juga terjadi di usaha kamu atau di
bisnis kamu atau tempat kamu invest
sekarang. Kenapa? Alasan pertama ya
customer di seluruh dunia di Indonesia
per lu sudah rasakan bahwa yang namanya
bisnis makin sulit, duit makin kering,
orang semua berusaha untuk survive. Jadi
ada pergeseran nih consumer behavior
dari sebelumnya luxury spending itu
mereka there spend a lot of money buat
buying useless thing. Sekarang mereka
enggak. Mereka sekarang financial
survival. Mereka berusaha bisa survive
aja udah bagus. Boro-boro mikir luxuries
finding buat survive aja sulit. Apalagi
berdasarkan hasil survei, mayoritas
orang yang berusia 21 sampai 34 tahun
ini anak-anak muda. Mereka itu kalau
dulu beli motor itu kan mikirnya ini
hobi, ini motor ini keren, motor ini
canggih, motor ini kencang. Tapi enggak
lagi. Mereka itu lebih fokus beli motor
sebagai alat transportasi. Kalau
orang-orang tua yang sudah jadul,
barulah mereka beli motor karena ada
hobinya yang belum tersalurkan. Beda nih
sama anak muda. Nah, ya guys, kemampuan
untuk membedakan target market lu,
pergeseran ini sangat penting karena
mayoritas usia manusia laki-laki yang
menggunakan Haril Davidson itu ah
disurvei sih. Rata-rata umurnya itu di
atas 50 tahun dan sudah menikah. Jadi
memang ini motor buat kakek-kakek nih,
kakek nenek kebanyakan duit mau pensiun,
bingung mau ngapain di rumah dibanding
jadi lumutan mereka jalan-jalan touring.
Nah, ini hal yang sangat mengagetkan,
Guys. Gua juga baru nge ya. Gua sih
menganggap naik Harley itu keren. Sampai
kemudian pas kita bikin touring ya,
gathering ngumpul di cafe di Bali, terus
gua ngobrol sama anak-anak muda di sana.
Gua kira dia mau pakai motor gua, lu mau
pakai enggak nih Harley gua? Ternyata
dibilang, "Enggak ah, enggak mau, Om
Ben." Kenapa? Kesannya udah tua, gua
enggak mau naik motornya malu. Jadi anak
zaman sekarang yang masih muda itu
menganggap naik motor Harley itu
kampungan, jadul, dinosaurus. Ya,
pokoknya gak keren lah. Dan di situ gua
baru ng iya juga ya, motor Harley ini
kan modelnya gak berubah dari 50 tahun
yang lalu sampai detik ini pun sama
persis. Jadi memang enggak sesuai dengan
perkembangan zaman. Jadi kalau anak muda
itu ngelihat motor Harley itu geli. Ini
motor kakek nenek. Jadi memang enggak
update. Dan Hary Davidson pun baru sadar
itu ketika mereka melakukan survei. Oh
iya, mayoritas dari mereka punya
penghasilan di atas 90.000 000 alias
mayoritas punya penghasilan di atas 1,5
miliar. Jadi memang segmennya Harley itu
agak beda sendiri. Memang orang yang
sudah mater ya, bukan anak SMA gitu atau
anak kuliah Harley itu enggak. Nah, ini
adalah tipe orang-orang yang belanja
Harley karena mereka punya passion.
Mungkin mereka suka sejarahnya, mereka
nge-fans dengan produknya atau
lifestyle-nya Harley lah. Kesannya kayak
e rebel, pejuang gitu kan. Atau mungkin
kesannya kayak lu udah tua gitu. memang
tua. Tapi kalau kita mau jujur ya, bagi
mayoritas anak muda ya, belanja motor
itu lebih buat alasan yang praktis sih.
Jadi ya kita beli motor karena mau pakai
bergerak dari titik A ke titik B. Kalau
bisa motornya ringan, kencang, hemat,
nyaman. Artinya orang-orang seperti ini,
anak muda apalagi Gen itu udah enggak
mungkinlah mereka jadi target marketnya
Harley yang harganya sangat mahal dan
sangat sulit buat dikendalikan. Ya, lu
kalau naik Harley itu udah kayak bawa
badak, Guys. Beratnya nauzubillah,
panasnya juga ampun-ampunan. Ya, kalau
duduk, kalau duduk ya nyamanlah,
tergantung tipe motornya apa, tapi
betul-betul perlu skill yang berbeda
dibandingkan lu bawa motor bebek dengan
motor Harley katakan ultra atau road
glide, butuh skill yang jauh berbeda.
Dan itu enggak gampang bagi pemula untuk
naik motor seperti itu. Makanya banyak
bisnis ya, apalagi kalau bisnis kamu ya
bergerak di bidang yang ya berhubungan
dengan otomotif atau bisnis kamu
bergerak dengan bidang motor, contohnya
seperti Harley atau kamu buka bengkel,
lu udah harus mau lihat perkembangan
zaman sekarang. Itu bukan zamannya lagi
baby boomers yang megang, apalagi
milenials. Enggak. Bentar lagi nih
rombongan Jenzi nih. Inilah yang jadi
target market kue terbesar. Makanya lu
jangan heran, bahkan para politisi yang
pintar aja dari sekarang itu udah
nabung, Guys. Bikin kampanye, bikin
program khusus buat anak SMP. Kenapa
SMP? Karena dia tahu 4 tahun lagi pemilu
yang pegang suara adalah Genji.
Populasinya sangat banyak. Hari ini di
SMP 5 tahun lagi mereka bisa nyoblos.
Kue yang sangat besar. Jadi alangkah
tololnya kalau lihat sekarang ya masih
banyak politisi yang kampanye pergi ke
daerah-daerah yang orangnya 30 tahun, 50
tahun udah enggak. Kue terbesar adalah
Genzi. Mau lu jadi politisi, mau lu jadi
pengusaha, pebisnis, lu harus fokus
gimana caranya bisa menarik perhatian
Geni. Nah, bodohnya si Harley ini, ini
contoh yang lu harus pelajari. Dia
enggak sadar bahwa mayoritas Genzi yang
ada di Amerika Serikat, banyak dari
mereka terjebak student loan. Student
loan itu program pinjaman ngutang kalau
mau kuliah. Teman-teman harus bersyukur
di Indonesia banyak dari kalian bisa
kuliah, lulus dari kampus, apapun
mereknya, tapi biayanya sebetulnya masih
murah. Lu mau kuliah di Amerika itu bisa
keluar biaya sampai miliaran, Guys. 1
tahun. Akibatnya apa? Lu dipaksa ngutang
pakai bunga. Jadi sedih banget ya. Lu
lulus kuliah juga belum, dapat kerjaan
juga belum, tapi luak harus ngutang ke
bank bayar bunga lagi. Bahkan sebelum lu
lulus, belum tentu pun lu lulus dapat
kerja, lu udah harus bayar bunga. Kan
ngeri sih. Apalagi, Guys, ya. Mayoritas
dari orang di Amerika Serikat kebanyakan
yang usianya dewasa detik ini sedang
merasakan kesulitan ekonomi gila-gilaan
nih. Apalagi perang dagang kan sama Cina
itu betul-betul berdarah-darah nih
Amerika. Dan saat ini ya banyak orang
Amerika yang usianya dewasa itu
jangankan beli motor Harley, Guys.
Mereka mau beli mobil second aja mereka
enggak sanggup. Lu bayangin ya begitu
ngerinya. Jadi mayoritas orang di
Amerika sekarang detik ini beli mobil
second aja enggak sanggup. Loh. Kenapa
enggak sanggup? Karena meskipun mereka
usianya 30 tahun hari ini atau 40 tahun
hari ini, mayoritas orang yang lulus
dari kampus dan ambil student loan itu
sampai 20 tahun ke depan pun masih
nyicil uang kuliahnya mereka. Bahkan
mantan presiden Amerika Serikat yang
namanya Barack Obama, lu tahu ya, dia
lulus kuliah itu tahun 1983, Guys. Dia
baru bisa bayar lunas utangnya itu di
tahun 2004 lah. Sekitar 2004. Jadi, lu
bayangin dia butuh waktu 20 tahun.
Artinya gini loh, kalau lu lulus kuliah
umur lu 21 tahun misalkan, ya lu harus
siap-siap. Paling hebat juga lu baru
lunas utangnya ketika lu umur 40 tahun.
Tapi mayoritas dari orang kan enggak
bisa jadi presiden kayak Barack Obama
ya. Mayoritas orang ya kerja di tempat
orang. Mayoritas manusia di Amerika
Serikat baru bisa bayar lunas hutang
student loan, uang kuliah mereka. Hutang
itu, uang kampus itu baru dia lunas
ketika umurnya di atas 50 tahun. Jadi
jangankan mau beli Harley, Guys. Dia mau
beli mobil bekas aja gak sanggup. Bahkan
menurut data terakhir mayoritas Gen dan
Millenials mau beli rumah aja enggak
mungkin. Impossible. Makanya mereka
sudah punya rencana buat menjadi penyewa
renter seumur hidup. Ngeri, Guys. Inilah
kondisi yang terjadi di Amerika Serikat
ketika semuanya dikapitalisasi.
Akibatnya enggak ada ruang gerak. bayi
aja bahkan nanti ya belum lahir aja
sudah punya hutang. Ah itu kan terjadi
juga di Indonesia. Semua bayi yang belum
lahir di Indonesia harus menanggung
utang negara ini. Ya, di Amerika sama
juga ngerinya. Sebagai perbandingan,
Guys. Rata-rata ya mahasiswa yang
ngambil hutang student loan itu, hutang
buat kuliah itu, itu rata-rata nilainya
sekitar Rp600 juta. Jadi, lu bayangin
lulus kuliah, kerja juga belum, udah
punya hutang Rp600 juta. Gila nih, udah
kayak di Kazakstan aja ya. Lu mau jadi
parcok jual sawah bayar R00 juta belum
tentu pun lu diterima.
Ini ngeri nih Amerika nih. Mau kuliah lu
udah ngutang dulu R00 juta. Jadi jangan
harap ya orang-orang Gen apalagi lantas
bisa pakai atau bisa belanja Harry
Davidson ya. Misalkan lu lihat yang
paling murah lah kalau ukuran besarnya
dia Road King. Road King itu nilainya
sekitar 5.000 rupiahnya itu sekitar
Rp407 juta, Guys. Utang mereka aja yang
Rp600 juta buat kampusnya aja enggak
bisa dibayar lunas. Apalagi beli Harley
Davidson yang Street Guide yang harganya
40.000 ya, rupiahnya sekitar R00 juta
ya. Jangan harap dan jangan mimpi juga.
Jadi udah enggak ada lagi ini yang
namanya American Dream. American Dream
saat ini adalah bayar lunas utang-hutang
kalian. Itulah American Dream ya.
Anywaying di Indonesia. Lu mau beli Road
King Harley di Indonesia e terakhir gua
cek kayaknya di atas Rp800 juta.
Beberapa model kayak Street Glide itu
udah di atas 1 M. Gila memang lu gila
banget tuh Bali motor harga 1 M. Gimana
tuh guys? Gua rasa sampai kapan pun ya
enggak bakal nih Harley ini bisa cuan
gede karena market dia makin lama makin
habis. Orang-orang tua yang mayoritas
usianya di atas 50 tahun bentar lagi
bakal mati. Terus siapa yang akan
regenerasi? Terjadi enggak? Enggak.
Mereka enggak kenal dengan brandnya
Harley karena dari usia muda mereka udah
enggak naik Harley karena udah enggak
relate, udah enggak relevan. Ngeri
enggak sih, Guys? Ngeri. Apalagi
mayoritas manusia Genzy di Amerika
penghasilannya dalam 1 tahun itu cuma
60.000 000 alias 900 jutaan. Belum
keluar buat makan, bayar uang sewa,
ingat ya, beli rumah aja enggak mampu.
Belum lagi bayar uang cicilan kredit
student loan itu. Jadi ya boro-boro
apalagi disuruh mereka bayar Harley.
Susahlah. Nah, itu yang pertama ya.
Bahwa memang kondisi Gen saat ini
mengkhawatirkan dan memang perekonomian
dunia saat ini betul-betul menciptakan
momentum yang luar biasa buruk bagi
teman-teman yang terlahir sebagai Gen
ya. Soalnya baby boomer menikmati hidup
yang enak lah. Mereka hidup di era
conomic boom. Tapi Gen lahir ke dunia
ini mau di Amerika maupun di Indonesia.
Siap-siap ya. Mayoritas dari kalian akan
kesulitan cari kerja, mayoritas dari
kalian kesulitan keuangan, mayoritas
dari kalian akan jadi pengangguran. Itu
fakta. Bukan cuma di Indonesia, tapi
juga di seluruh dunia. Karena kondisinya
memang lagi buruk. Ya, seburuk-buruknya
sama jugal dengan orang yang lahir
ketika terjadi perang dunia 2. Misalkan
di Jerman atau di Jepang. Apa kondisinya
menyenangkan? Tidak. Nah, sialnya bagi
Harley ni ya di tengah kondisi dunia
yang gak jelas dan mereka gagal buat
bisa menarik perhatian Genzi, mereka
malah punya ide yang sangat konyol bahwa
apa? Mereka kemudian oke berarti zaman
udah berubah. Genzi ini kayaknya lebih
sayang lingkungan, lebih cinta pohon dan
daun-daunan yang ada di hutan. Bagaimana
kalau kita menciptakan motor yang tidak
mengeluarkan polusi yang namanya Harley
Davidson Life Wire alias motor Harley
yang tenaga listrik. Konyol. Kenapa
konyol? Ketika gua baca berita bahwa
Harley Davidson ngide, tiba-tiba mungkin
mereka habis mabok malam-malam ada ide
bikin Haril Dovon tenaga baterai
listrik. Mereka merasa itu ide yang
sangat brilian ya. Tapi ternyata gua
udah yakin pasti gagal total. Dan ini
terbukti hari ini di kuartal 1 2025
Januari, Februari, Maret, lu tahu berapa
jumlah life wire yang berhasil terjual?
Cuma 33 unit, Guys. Tragis. Kenapa bisa
begitu? Wajarlah kalau lu punya otak ya.
Orang itu beli Harley atau senang Harley
pasti karena ada satu ciri khas unik
yang motor Harley punya, yaitu apa?
Suaranya yang jedak-jeduk itu seperti
ini.
Ketika motor begitu lewat, lu udah yakin
lah, lu enggak usah nengok pun tahu, oh
yang lagi lewat itu Harley. Kemungkinan
besar pun Harley. Enggak mungkin Indian
ya atau Kawasaki Vulkan atau apapun. Gua
rasa enggak. langsung lu pasti tahu itu
Harley dan begitu khas ya suaranya itu
ya sampai citranya Harley ini kan memang
sebuah motor yang fungsinya adalah
merubah energi bensin menjadi energi
suara. Sebegitu konyolnya memang Harley
itu, borosnya mereka itu, mereka
berhasil menciptakan suara menggunakan
bensin. Beda dengan motor Jepang ya.
Motor Jepang itu menggunakan energi
bensin dirubah menjadi kecepatan tinggi.
Makanya motornya sangat efisien, hemat,
dan kencang. Kalau Harley mereka
berhasil rubah bensin menjadi loud
speaker. Nah, itulah memang ciri khas
Harley suka enggak suka mulai dari
generasi shovel head, penad sampai ke
evolution ya. Sekarang mungkin udah
masuk generasi baru lagi. Injeksinya
mereka ya itu anyway menjadi ciri khas
mereka lah. Gua sendiri lebih suka
dengar suaranya shovel head lah. Begitu
khas lah.
Tapi itu terjadi enggak? Ternyata di
tahun 2025 ini mereka memang mencatatkan
prestasi yang luar biasa karena mereka
berhasil rugi total dari penjualan motor
listriknya mereka karena mereka tidak
sadar motor Harley itu apa, what is a
Harley gitu loh. Ada culture-nya di
situ, ada heritage-nya di situ, ada
brand positioning-nya di situ, dan ada
ciri khasnya sendiri dan itu bukan motor
listrik. Mendingan beli motor Cina lah
kalau nyari motor listrik. Setuju enggak
lu? Dan ini memang terbukti, Guys,
analisa gua di laporan keuangan mereka
yang terakhir di Q1 2025, jumlah motor
yang mereka berhasil jual dari tahun
2024 motor listrik, ya itu 117 unit.
Lalu, sepeda listrik di tahun 2024
kuartal 1 itu ada 2.932
unit, tetapi di Q1 2025 turun menjadi
unit. Ya, artinya apa ya? Mereka
berhasil merugi dan ini translate di
mana Q1 2025 operating loss Carly
Davidson itu mencapai 20 juta tetap rugi
2024 lebih gedila lagi 29 juta, Guys.
Nah, ini, Guys. Ini kan adalah hal-hal
yang sebetulnya merupakan keanehan lah.
Gua udah bisa lihat ini ketika ya kita
dari 2 tahun lalu memperhatikan sahamnya
Harley ini, gua yakin bakal tambah
nyungsep terus. Salah satu halnya adalah
karena mereka lari dari culture-nya
mereka yaitu tadi ya, mereka punya
heritage sebagai motor cruise, motor
dengan suara yang khas. Tapi kemudian
bikin motor listrik, gua yakin project
ini gagal total. Sama aja lah kayak lu
misalkan lihat orang beli Lamborghini
itu suaranya khas loh. Eh, tiba-tiba
bikin Lamborghini listrik atau porse
listrik. Gua yakin enggak bakal laku.
Makanya kayak porsikan aja sekarang mau
dibatalin. Kenapa? Ya udah enggak. Itu
bukan it's not a porse lah. Lu enggak
bisa dengar suaranya. Iya toh, itu pun
terjadi di Harley. Karena kalau lu
manusia normal, lu pasti juga udah
berpikir, loh ini kan merek Harley
Davison. Motor yang jedak-jeduk itu. Kok
tiba-tiba ngeluarin produk yang keluar
banget dari jati dirinya mereka. Lu kan
pasti mikir dong, ini Harley apa startup
EV baru. Emang mereka enggak lihat data
penjualan mereka? Mereka enggak lihat
data inventory mereka. Mereka enggak
lihat customer feedback itu seperti apa.
Apakah happy atau tidak happy dengan
motor-motor baru yang dikeluarkan
Harley? Kalau menurut gua sih yang gak
menarik, jujur aja gak menarik. Apalagi
buat Genzi yang sekarang pun melihat gak
menarik produk overingnya Harley. Dan
ini juga memberikan pelajaran yang
sangat penting loh buat kita ya para
pengusaha di Indonesia mau pengusaha
besar atau lu pengusaha UMKM bahwa yang
namanya sebuah inovasi itu wajib tapi lu
harus pertimbangkan dengan baik. Dan
kalau lu ingin berbisnis supaya bisnis
itu terus maju, terus bertumbuh besar,
ya mau enggak mau lu harus punya
pencatatan, lu harus punya sistem data,
lu harus punya sampling yang rapi. Tapi
faktanya, Guys, enggak semua orang itu
ngerti. Bahkan banyak yang bilang, "Pak,
saya enggak ngerti gimana caranya
melakukan pencatatan accounting,
pendataan bisnis yang baik dan benar.
Bahkan even Harley aja juga enggak bisa
catat dengan benar. Makanya mereka
datanya itu lambat. mereka baru nge eh
penjualan kita buat produk tertentu itu
enggak bagus loh. Mereka itu butuh waktu
lebih dari 1 tahun buat tahu itu karena
mereka enggak bisa integrasi datanya itu
secara centralized. Padahal di era yang
super canggih ini udah enggak mungkin
lagiah lu pakai metode ambil penak
pensil tulis di atas kertas udah enggak
mungkin. Itu gaya bisnis 50 tahun yang
lalu. Sekarang udah modern dan udah
semakin simpel. Kenapa? Karena sekarang
sudah ada yang namanya ODU. Nah, ODU ini
guys, ini adalah software ERP ya, all
inone yang bisa bantu bisnis kamu bahkan
usaha kecil dan menengah sekalipun
supaya bisa tetap on track. Karena di
UDU ini lu betul-betul bisa nge-track
sistem inventory lu. Jadi, Teman-teman
kalau lakukan perdagangan, jual beli,
punya toko, punya warehouse, itu bisa
pakai sistemnya Udu. Dan mereka juga ada
sistem CM yang bagus banget. Jadi, lu
bisa tahu, eh dari sudut pandang
customer ya, produk gua ini bagus atau
enggak. Manajemennya juga jadi lebih
gampang loh, jadi lebih simpel. Apalagi
kayak kita ya, gua punya anak usaha,
kita punya ribuan customer. Handling
pesan yang masuk, WhatsApp, email,
semuanya bisa terintegrasi dengan baik.
Karena kalau enggak ya orang bisa miss,
lupa, lu enggak dapat penjualan dong.
Jadi ya gua merasa terbantuah. Nah, buat
teman-teman yang punya bengkel ya atau
kamu punya usaha UMKM lainnya juga bisa
pakai ini sih. Menurut gua jauh lebih
faktual, dadanya juga lebih cepat ya.
Apalagi harganya juga affordable. Gua
sih kaget juga pas ditawarin gua kira
ini harganya mahal tuh kayak software
dari ternyata enggak. Harganya sih
sangat-sangat terjangkau lah. Bahkan
menurut gua kemurahan sih buat ukuran
UMKM ya. So, tunggu apaagi nih? Langsung
aja ya klik linknya Odu di link yang ada
di bawah ini.
Karena alasan selanjutnya Harley kenapa
mereka rugi terus itu masih ada
hubungannya loh dengan sistem dan
organisasi perusahaan mereka sendiri.
Teman-teman tahu alasan ketiga kenapa
Harley ini makin rugi? itu karena mereka
tidak tepat ya melakukan perubahan citra
dan branding mereka. Mereka enggak siap.
Yang sebelumnya program mereka adalah
program rewire. Mereka mau jadi hard
wire. Nah, Teman-teman tahu program
rewir-nya Harley Davidson itu sebetulnya
cukup oke. Pas gua baca ya ini sekitar
tahun 2000 sebelum tahun 2020 lah. Itu
mereka pengin merubah ulang,
mererukturisasi sistem pola pikir
mereka, sistem produksi mereka supaya
lebih relevan dan efisien. Faktanya
berhasil atau enggak efisien dari segi
mesin ya mesin mereka makin efisien itu
jujur dibandingkan mesin mereka zaman
dulu yang sering banget rusak. Lu tahu
hari sering banget masuk bengkel. Tetapi
mulai generasi setelah Evo itu ya makin
lama makin awet lah motornya. Tetapi
dari sisi lain citranya brandingnya
ternyata tidak juga diwire mereka.
Mereka gagal masuk ke segmen milenial.
Mereka gagal masuk ke segmen Z genzy.
Jadi ternyata enggak jalan. So mereka
bikin program baru yang namanya hard
wire. Nah, hard wire ini lebih konyol
lagi karena ini udah masuk ke konsep
yang namanya nilai, perubahan nilai,
perubahan pola pikir, perubahan sistem
secara permanen. Padahal yang di rewire
kemarin aja sebetulnya enggak berhasil
banget menurut gua, bahkan gagal karena
buktinya sampai sekarang ya,
penjualannya si Harley bukannya tambah
naik tapi tambah turun. Dan ini terbukti
kalau lu lihat program hard wire Harley
ini benar-benar gak berdasarkan
database, Guys. Mereka benar-benar gak
ambil value dari analytical point yang
sebetulnya mereka udah punya dari
tahun-tahun sebelumnya. Karena enam poin
yang mau jadi titik fokus program
hardware-nya Harley itu konyol. Pertama,
Harley harus investasi lebih banyak di
segmen yang lebih profitable. Kedua,
Harley harus ekspansi ke segmen bisnis
baru. Yang ketiga, Harley harus menjadi
leader di elektrifikasi motor. Yang
keempat, Harley harus mengembangkan
bisnis di luar bisnis motor. Yang
kelima, Harley harus lebih connected
dengan customernya. Dan yang keenam,
mereka harus menciptakan inclusive
stakeholder management. Nah, ini adalah
program 5 tahunan, Guys. Gay kayak
repelita lah kalau di Indonesia. rencana
pembangunan 5 tahun. Tapi ini gayanya
Harley. Tapi kalau di sini lu lihat itu
konyol. Intinya apa? Mereka bilang fokus
ke motor listrik pertama. Kedua, fokus
ekspansi bisnis baru. Apa yang dilakukan
oleh Harley? Mereka sekarang fokus bikin
merchandise, jualan baju Harley, jaket
Harley, sepatu Harley, topi Harley, dan
lain sebagainya. Enggak ada hubungannya.
Di sini mereka bilang kita mau bikin
motor yang lebih ringan, yang lebih
awet, yang lebih kencang, yang lebih
hemat, yang lebih bagus buat customer.
Enggak. Mereka enggak ngomong itu.
Peduli saya tan buat mereka juga. Mereka
enggak lihat pen-nya orang itu apa.
Bikin desain yang lebih ramah terhadap
Geni. Jadi kayaknya kalau lu lihat orang
ini kayaknya enggak connected nih sama
ya customernya mereka. Dan mereka juga
tidak melihat bahwa customer base mereka
ya orang-orang tua itu ketika kemudian
Harley menciptakan motor listrik mereka
sakit hati, Guys. Kok ini brand ini
meninggalkan gua ya? Kok gua jadi merasa
ditinggalkan disconnected dengan brand
ini ya menurut gua ya terus terang aja
begitu. Jadi Harley ini dalam posisi
yang kejepit juga. dia harus tetap
meng-entertain customer mereka yang
sekarang sudah menua tapi bentar lagi
masuk ke dalam tanah atau mereka fokus
ke segmen anak muda baru yang tentu saja
juga enggak bisa nyambung dengan gaya
desain Harley yang betul-betul kayak
nenek moyang kakekmu seorang pelaut itu
udah benar-benar enggak relevan buat gua
pribadi ya menurut gua motor Harley itu
ya oke-oke aja lah kalau lu mau turun
umurnya udah tua ya di atas 50 mungkin
lu suka naik ultra yang duduknya nyaman
tapi kalau agak mudahan lu mungkin suka
naik sport sekarang ada street road ya
kalau gua lebih cocok dengan virus road.
Jadi kalau V road, Night Road itu
betul-betul beda lah. Bu enggak kayak
Harley lah. Tapi kalau naik itu yang ada
lu dibully lah. Kenapa? Soalnya suaranya
bentuknya enggak kayak Harley
tradisional yang dinosaurus itu. Enggak.
Ini motor desainnya oleh Porsche. Jadi
sangat futuristis, Guys. Kalau gua
nyambung dengan itu. Tapi kalau
orang-orang tua pada umumnya ya, mereka
sukanya naik motor badak, ukuran
dinosaurus, berat, lambat, ya suaranya
khas. Tapi ya itulah Harley. Tapi
sayangnya ya Harley gagal membaca itu.
Kenapa dia enggak bisa baca itu? Ya gua
rasa sih karena mereka juga disconnected
dengan marketnya. Gimana dia bisa pakai
siarm yang canggih? Kalau customernya
aja mayoritas usianya dinosaurus 50
tahun ke atas. Tapi ya gak heranlah
mereka disconnected dengan realita
karena mereka tidak mau berevolusi
mengikuti perkembangan zaman, Guys.
Apalagi ya ketika CEO-nya Harlin ya
Johen Zes itu itu bikin program yang
luar biasa namanya DEI yang dia bilang
mau inclusif. Di itu gini, Guys.
Diversity, equity, inclusiveness. Jadi
maksudnya intinya pro LGBT lah
gampangnya gitu loh. Enggak boleh ada
mendiskriminasi minoritas. itu gua
setuju. Lu enggak boleh menghina orang
yang berbeda dengan lu. Itu gua setuju.
Tapi juga bukan serta-merta bikin
program-program yang mengarahkan
perusahaan lu menjadi work yang
berlebihan. Misalkan ya mendukung acara
Pride, misalkan memberikan
pelatihan-pelatihan untuk mendukung
komunitas LGBT, bahkan menjadikan
perusahaan lu yang LGBT banget. Bahkan
sampai menetapkan ya target pengeluaran
buat vendor-vendor yang pemilik usahanya
vendor-vendor kecil itu adalah
minoritas. Lu dipasang target Harley
harus belanja sekian juta dolar kalau lu
minoritas. Bagus enggak? Ya bagus sih
menurut gua ini pro minority bagus.
Cuman
lihat juga brand Harley ini ya. Brand
Harley ini kan cowok Maco ya. Terminator
aja jatuh ke planet bumi naiknya Harley
gitu ya. Bukan naik sepeda atau becak
atau bemo. Enggak. Dia naiknya Harley,
guys. Terus kok tiba-tiba ada Barbie
gitu naik Harley kan lu jadi enggak
relevan, enggak nyambung. atau
Harley-nya warna pink, dei, inclusif, ya
kayaknya enggak nyambung. Ini bukan
brand brand fashion, ini bukan brand
makanan atau apa, ini brand Harley yang
memang identik dengan cowok banget gitu.
Tiba-tiba lu bisa brand lu nempel dengan
nilai-nilai LGBT yang menurut gua enggak
pas lah. Bukan artinya gua anti dengan
orang-orang atau bisnis yang mendukung
usaha-usaha minoritas. Ya enggak. Tapi
ya Harley juga sadar juga bisnis mereka
itu bisnis cowok banget gitu loh. Bukan
bisnis yang kecewek-cewekan. Enggak.
Bisnis yang cowok banget. Dan ketika
mereka menilai meninggalkan nilai-nilai
itu ya harus siap ditinggalkan
customernya juga. Terjadi enggak?
Terjadi, Guys. Jadi faktor CEO itu juga
penting dalam menentukan keputusan
berinvestasi kamu. Teman-teman tahu ya,
Elon Mas itu kemarin sempat dikritik
juga loh. Ketika dia berpolitik masuk
menjadi penasehat di Amerika Serikat apa
yang terjadi? Kalau di Indonesia
biasanya harga sahamnya melonjak naik,
Guys. Karena pasti diuntungkan tuh
dengan dunia itu. Tapi kalau di barat
enggak. Ketika mereka melihat Ilon Mas
naik, Guys, ke gedung putih menjadi
pejabat setingkat menteri, bahkan
penasihatnya Donald Trump. Dan Donald
Trump lu sudah tahu dia alirannya aliran
kanan konservatif Partai Republik. Apa
yang terjadi? Makhluk-makhluk yang
hobinya peluk pohon, cium bunga, daun,
bumi, dan segala isinya itu adalah
kaum-kaum, kaum-kaum demokrat yang
liberal. Apa yang terjadi ketika Ilonmas
masuk ke gedung putih dengan jalur
partai kanan? Orang kemudian jadi anti
Ilonmas. Lu bayangin ya faktor CEO bukan
karena produknya jelek loh, bukan karena
CEO-nya masuk partai kanan orang-orang
yang kiri liberal jadi anti
produk-produknya Elon Mask. Padahal
enggak ada salahnya produknya. Apa yang
terjadi kalau ngelihat Tesla parkir di
pinggir jalan dibakar ngelihat ada Tesla
diparkir di basement enggak peduli siapa
rumahnya apa apartemen atau mallnya di
baret dibeset dirusakin dipecahin
kacanya. Ngelihat dealer Tesla di Keawa
Kanada, kacanya dipecahin, dipilox, di
vandalism, dirusak, Guys. Bahkan di
Jerman, ya lu mungkin kira Jerman banyak
orang konservatif kanan ya. Faktanya
kalau ada mobil Tesla parkir di Jerman,
di Berlin dibakar habis, Guys. Karena
apa? Mereka benci sama Elon Mask,
CEO-nya Tesla. Jadi enggak heran juga
kalau di Los Angeles, California yang
sangat kiri itu sampai hari ini ya di
Los Angeles kalau ada Tesla yang terjadi
apa? Dibakar, Guys. Itulah realitanya
bahwa suka enggak suka CEO itu ya harus
hati-hati dengan mengambil keputusan
yang mungkin bisa dibenci oleh customer
base-nya mereka. Customer base-nya Elon
adalah orang kiri. Orang kiri disakiti,
berontak. Customer base-nya Harley
adalah pria-pria jantan maco, cowok
banget. Ketika dibikin program-program
LGBT di Harley, mereka jadi sebel. Jadi,
guys, ini adalah alasan ya kenapa gua
melihat selama si Z ini pun masih akan
di Harley, gua melihat arah
perusahaannya tidak akan bergerak ke
arah yang lebih baik lah. Menurut gua
sih bakal makin challenging. Apalagi
sekarang udah ada program-program perang
tarifnya Donald Trump dan gua enggak
melihat Harley Davidson itu Nobi. Dia
harusnya lobi ke Donald Trump. Hei
Donald Trump marahin dong pemerintah
Indonesia. Kok bisa motor Harley kena
pajak sampai 200% 300%? Ya wajar aja L
karena Jepang penginnya berbisnis dengan
santai di Indonesia ya. Jadi makanya di
negara-negara yang kehadiran motor
Jepangnya itu menguasai pasti
motor-motor made in Amerika, motor-motor
made in Eropa dipersulit untuk masuk,
Guys. Ini sesuatu yang sebetulnya bisa
dimanfaatkan oleh Harley Davidson. Nah,
menurut kalian gimana, Guys? Harley
Davidson udah terjepit nih di negara
asalnya sendiri. Sebentar lagi pun bisa
jadi mau bangkrut. Menurut kalian ya,
Harley Davidson ini masih punya harapan
gak nih buat survive, buat menang, buat
mengambil hati Gen atau mungkin ini
sudah waktunya ya buat motor Harley
pamit karena mereka enggak relevan lagi
dengan perkembangan zaman. Wah, ya kaget
juga sih kalau seandainya lu nanti lihat
Harley tahun depan atau 3 tahun lagi
udah enggak ada suara semuanya udah
pakai baterai. Agak aneh enggak sih?
Jangan-jangan bukan Harley. Kalau mochin
sih bisa jadi. Ya, menurut kalian apa
sih alasan keempat kenapa Harley
Davidson bakal makin nyungsep? Atau
justru menurut kamu Haril Davidson dalam
5 tahun ke depan malah makin berjaya?
Yuk, langsung segera sharing ya komentar
kalian, tanggapan kalian di kolom di
bawah ini. Dan jangan lupa like and
subscribe videonya Benix. Oke guys,
semoga video ini bermanfaat. Salam
sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]