Singapore is a Small Country, But It Controls Indonesia's Fuel! Until When Will We Submit? #AMA64
0VERpDFKEB4 • 2025-06-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Napura memang cerdas. Dia enggak perlu
minyak bumi. Dia enggak perlu punya
tambang. Yang dia perlukan apa? Tempat
penghilangan minyak. Karena Indonesia
dibuat bodoh supaya pejabat kita tidak
ada yang punya pikiran buat bangun
kilang di negeri sendiri.
Halo, Guys. Selamat pagi. Kembali lagi
bersama Benix. Kita kali ini sudah masuk
ke sesi Ask me Anything yang ke-64. Gil,
keren banget nih, Guys. Kamu udah punya
pertanyaan yang bagus-bagus,
keren-keren? kita kumpulin dari
Instagram-nya Benix, termasuk dari
YouTube-nya Benix juga. Beberapa
pertanyaan yang masuk bahkan ya lebih
keren loh dibanding
pertanyaan-pertanyaan yang ada di
meeting-meeting anggota Dewan. So, kalau
lu penasaran jangan dikip video ini.
Langsung aja kita bahas me anything yang
ke-64. T chatan
[Musik]
pertama dari Iwan Richwan. Om Ben mau
tanya, minyak mentah dari kilang Indo
diatuna dijual ke Singapura. Dari
Singapura dijual ke Pertamina. Sebodoh
itukah negara kita demi keuntungan
pribadi dan sekelompok orang?
Ya memang faktanya sebodoh itu ya. Jadi
ya yang lu bilang itu fakta. Kenapa
bodoh atau pura-pura bodoh? Karena kalau
untungnya ya kalau jadi negara yang
hobinya impor, impor gula, impor garam,
impor beras, impor minyak. Untungnya ya
mereka para pejabat itu bisa dapat
komisi karena tinggal disetel. Misalkan
beli dari Singapura, tinggal bilang
Singapura sing lu berapa sih harganya? 2
dolar. gua titip ya 1 dolar. Jadi dia
bisa titip harga di luar. Nah, kalau dia
titip harga di luar ke sini sudah susah
mau diselidikin korupsinya di sebelah
mana. Jadi lebih gampang kalau dia titip
harga dari luar negeri, dari Kazakhstan,
beli minyak, dari Singapura atau dari
Amerika, dia tinggal titip di luar.
Bandingkan kalau seandainya belinya di
sini, misalkan beli berasnya dari petani
harganya Rp6.000, dia bakal bilang,
"Petani, lu bisa enggak markap ke
Rp9.000?" Kan gampang ngetracknya.
Tinggal dicari mana petani yang jual.
Diinterogasi lu jualnya sebenarnya
R9.000 atau 6.000? 6.000, Pak. Terus
kenapa 9.000 yang dicatat? Iya, ada yang
nitip 3.000 kan gitu lah. Itulah model
korupsi yang ada di negara Kazakhstan,
Guys. Untungnya Indonesia mah enggak.
Indonesia mah negara surga, Guys.
Semuanya pada repot aja ngurusin surga.
Jadi yang kayak begitu-begitu ya
jatahnya para koruptor dan pejabat biar
mereka tambah kaya. Makanya sampai
kapanp Indonesia pasti jadi negara yang
dikit-dikit impor bawang, dikit-dikit
impor daging sapi. Setol itu memang
negara kita ini demi memperkaya perut
para pejabat-pejabat korup itu. Terus
sampai kapan ini akan berlangsungnya?
Sampai 2000 tahun lagi pun akan tetap
seperti ini. Makanya di Indonesia ini
prestasi dan posisi yang suka
diperebutkan orang itu adalah menjadi
pegawai negeri atau menjadi pejabat
supaya apa ya? Mungkin supaya bisa
memperkaya Singapura ya Bat ya. ini
negara amal padahal duit lu. Lu kan
kerja bayar pajak, pajaknya dipakai buat
apa? Memperkaya para pejabat itu yang
hobinya ngibulin lu di Singapura.
Makanya jangan kaget ya, orang Indonesia
yang kaya raya ya dia tinggalnya di
Singapura, asetnya di Singapura. Mau
pejabat, mau pengusaha ya semuanya sama
kok di Singapura juga. Yang sedih ya
memang itu duitnya lu sebenarnya. Cuma
lu enggak sadar ya, lu lagi dirampok
sama para pejabat itu. Terus kenapa sih
harus diekspor ke Singapura? Ya simpel
aja. Karena Indonesia itu enggak punya
kilang. Kilang-kilang minyak kita
mayoritas peninggalan zaman Belanda yang
kalau dipakai sekarang ya kualitas
bensinnya sekelas minyak tanah, sekelas
premium, solar itu masih bisa. Itu basic
lah. Itu teknologi 50 100 tahun yang
lalu. Tapi kalau kita udah ngobrol Euro
4, Euro 5, ngobrolin Pertamax Plus, Afur
segala macam, sanggup enggak kilang
kita? Enggak sanggup. Jadi walaupun kita
bisa meningkatkan lifting minyak kita
pun bisa enggak kita pakai? Enggak.
Mobil lu kalau diisi minyak bumi ya
rusak, Bro. Harus dirubah dulu minyak
bumi disuling dikilang jadi Pertamax
Plus atau jadi aftur atau jadi Dex
Pertamina Dex bisa enggak ya? Terus
terang aja kilangnya enggak ada. Yang
punya siapa? Singapura. Singapura memang
cerdas. Dia enggak perlu minyak bumi.
Dia enggak perlu punya tambang. Yang dia
perlukan apa? Tempat penghilangan
minyak. Karena Indonesia dibuat bodoh
supaya pejabat kita tidak ada yang punya
pikiran buat bangun kilang di negeri
sendiri. Ujung-ujungnya kita punya
tambang minyak pun kita gak bisa ngolah.
Kita hanya bisa ekspor sumber daya alam
dalam bentuk raw material. Material yang
mentah. Sumber daya mentah yang harganya
sangat murah. 100 dolar per barel. Gila,
100 dolar per barel kan cuma R,7 juta.
Tapi kalau lu beli 1 lit pertama max
plus itu harganya udah Rp15.000 1 liter.
Udah jauh lebih untung sebenarnya kita
itu kalau mengolah itu di sini. Tapi apa
yang terjadi? Indonesia cuman jadi
negara budak. Capek-capek macul dijual
batu barunya. Capek-capek macul dijual
minyak sawitnya. Bodoh sampai kapanp ya
bodoh memang itu realitanya. Sampai ada
pejabat di negara ini yang punya nyali
ya untuk bangun kilang minyak di dalam
negeri ya sampai itu tidak terjadi ya
kita akan terus bodoh, terus miskin,
terus diperbudak dan hobi kita adalah
memperkaya negara Singapura. Memang
Indonesia ini adalah anjing-anjing
peliharaan Singapura. Itulah realitanya.
Ada enggak orang yang punya nyali buat
stop itu? Saya rasa sampai detik ini
tidak ada orang yang punya nyali seperti
itu karena sudah pasti dia akan dimusuhi
oleh Singapura. Sudah pasti dia akan
dimusuhi oleh mafia minyak di Indonesia
yang jauh lebih kaya dibanding siapapun
pengusaha yang ada di Indonesia. Kalau
tidak mau memperlakukan ikatalog di LKPP
pengadaan bahan migas enggak ada urusan
ini melus semua. Saya berani jamin cuma
mau ganti pemain. Dia selama ini duduk
manis di sana, makan margin, duduk duduk
ongkang-kang kaki. Pertamina dibikin
rugi. Lu yang bayar juga ujung-ujungnya
karena lu yang belanja ke Pertamina plus
lu yang bayar pajak lagi. Memang dua
kali, tiga kali dibodohi rakyat
Indonesia ini. E sebentar guys, bentar
guys. Sebelum kita lanjut videonya,
portofolio kamu lagi kebakaran, merah
merona, semuanya turun anjlok. Bahkan
saham-saham perbankan besar di Indonesia
semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa
ya? Nah, ini semua udah pernah kita
bahas di Benix Investor Group, komunitas
saham terbesar yang ada di Indonesia.
So, tunggu apalagi, Guys. Segera
bergabung di Benix Investor Group karena
cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi
langsung secara live baik online maupun
offline. Termasuk kita sering melakukan
kunjungan site visit loh ke
perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik
emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan
kamu di sini juga bisa langsung tanya
jawab secara langsung live sama direktur
perusahaannya. Kapan lagi ada peluang
kayak begini? Nah, kemarin kita juga
baru habis datang nih ke sebuah
perusahaan yang menurut gua sangat
prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id
atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group.
Memang dua kali, tiga kali dibodohi
rakyat Indonesia ini. Next. Eh,
pertanyaan selanjutnya dari Leo IO2 IE.
Kapan ya Indonesia punya presiden kayak
Presiden Cina? Sampai kapan pun
Indonesia tidak akan pernah memiliki
presiden seperti presiden Cina, Guys.
Kenapa? Karena Indonesia ini negara
demokratis. Kita itu isinya begitu
banyak suku, agama, dan lain sebagainya.
Gampang diadu domba dan harus tetap
mudah diadu domba. Dan caranya gimana?
membuat Indonesia menjadi negara yang
sangat-sangat demokratis bahkan
kebelap-balasan. Kenapa Cina bisa
bergerak sangat cepat? Karena mereka
bisa satu komando. Partai bilang A,
semua gerak A. Partai bilang B, semua
gerak B. Apakah Indonesia akan bisa
punya presiden seperti itu? Ya, jelas
tidak bisa. Lu lihat aja presiden lu
sekarang. Terpaksa dia harus menjalin
koalisi dengan partai-partai yang
mungkin pun ideologinya enggak sama
dengan partai dia. Tapi dia harus
lakukan itu. Kenapa dia harus lakukan
itu? Karena presiden di Indonesia itu
tidak punya power yang absolut. Kalau
bikin undang-undang di Indonesia harus
melalui persetujuan anggota DPR. Nah,
gimana caranya dia bisa lewat bikin
undang-undang tentang menguasai planet
bumi, undang-undang tentang menggali
tambang di bulan, undang-undang tentang
menangkap koruptor, undang-undang
tentang memiskinkan koruptor. Bisa
enggak? Ya enggak bisa ya. Dia cuma
presiden. Dia bukan orang yang bisa
memutuskan terjadinya sebuah
Undang-Undang. para Bay Undang-Undang
Dasar 45 yang bikin Undang-Undang itu
harus persetujuan anggota DPR, Guys.
Artinya sepanjang presiden kita tidak
menguasai parlemen, sepanjang itulah ya
presiden kita akan harus goyang ke kiri,
goyang ke kanan, membuat happy semua
orang yang ujung-ujungnya apa? Lobi,
politik dagang sapi. Enggak akan pernah
Indonesia ini punya presiden yang
sepowerful si Jimping dengan daya,
power, dan kekuasaan yang absolut. Bisa
enggak? enggak akan bisa karena sistem
kita by design udah dibikin bodoh. Apa
ya? Lu harus menjalankan yang namanya
demokrasi itu. Karena kita dipecah
dengan sistem demokrasi, ujung-ujungnya
apa? Suara terbanyak yang menang.
Bukannya orang yang paling pintar yang
menang, bukan orang yang paling jago
yang menang, bukan orang yang paling
hebat, canggih, cinta rakyat tanah air.
Enggak. Orang yang paling populer yang
menang. Akibatnya ya jauh lebih gampang
bagi oligarki, mafia, pengusaha bandit
untuk mempengaruhi hasil pemilu atau
hasil pilkada atau pemenang kursi di DPR
atau DPRD. Mereka tinggal bayar karyawan
mereka sendiri untuk maju. Kaki tangan
mereka, ujung-ujungnya apa? Orang yang
lu pilih siapapun itu, mereka adalah
budak dari para sponsornya. Lu merasa lu
yang punya hak pilih, lu merasa lu
menentukan arah pembangunan bangsa ini.
Tidak. Kenyataannya politik pemilu itu
sangat mahal. Mereka butuh dana karena
sistemnya demokrasi itu ujung-ujungnya
ya punya pemodal paling besarlah yang
paling menang dan modal besar yang
dikeluarkan harus dikembalikan. Logika
aja lah. Jadi sampai kapanpun ya kita
tidak akan pernah memiliki presiden
seperti si Jingping. By system, by
constitution itu tidak dimungkinkan di
negara ini. Jadi apakah Indonesia bisa
lebih maju daripada negara Cina? Tidak
akan bisa. Tidak akan bisa dan tidak
akan pernah. Memang secara sistem kita
sudah dikalahkan. Secara ideologi pun
kita sudah kalah. Enggak punya tangan
bersih enggak mungkin bisa ya. Bisa
kalau kita ada presiden yang punya nyali
membubarkan DPR. Karena departemen itu
yang mestinya mengayami rakyat ternyata
korupsinya gede-gedean
sampai hari ini. Kalau membunuh tikus
kan tidak perlu membakar lumbungnya. Oh,
memang. Kenapa Anda bakar lumbungnya?
Bukan karena tikusnya sudah menguasai
lumbung.
punya nyali untuk bikin sistem satu
partai seperti negara komunis atau
negara diktator ya yang ada di Cina lah
atau yang ada di Rusia lah. Cuma kan
bisa enggak itu terjadi? Karena pasti
akan banyak agen-agen asing yang ikut
bertarung menciptakan suasana keruh,
memanfaatkan situasi. Udah pasti itu ya
Soeharto aja sedemikian powerfulnya aja
bisa jatuh. Apalagi presiden lu yang
sekarang. Partainya tidak punya kursi
absolut di DPR. Artinya ini menciptakan
celah buat partai-partai lain, buat
cawe-cawe, ke pengusaha asing, ke negara
asing, atau ke pengusaha oligarki lokal.
Berat. Oke, guys. Semoga video ini
bermanfaat. Jangan lupa segera like,
share, and subscribe ya. Ditunggu
komentar kalian di bawah ini. Dan jangan
lupa segera tuliskan pertanyaan kamu.
Akan kita bahas di serial Ast Me
Anything yang selanjutnya. Salam sehat.
Salam cuan. Bye bye.
Gak ada urusan semua
[Musik]
saya tanya marah.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:07:00 UTC
Categories
Manage