Transcript
CJgAtndhg8s • Why is the US Economy Threatened with Recession? These Are Dangerous Economic Signals!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0368_CJgAtndhg8s.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Guys, kabar buruk nih buat perekonomian dunia. Lu tahu negara terbesar dan terkaya di dunia saat ini, Amerika Serikat, itu kemungkinan besar akan masuk ke jurang resesi. Dan ini yang bilang bukan cuman gua loh, yang bilang itu GP Morgan. Gara-garanya apa? Gara-gara Amerika Serikat mengadakan perang tarif, perang dagang. So, kemarin mereka baru bikin perhitungan, Guys, bahwa Amerika bakal masuk ke jurang resesi di tahun 2025, which is today. Tahun ini ada kemungkinan 40% Amerika Serikat masuk ke jurang resesi. Nah, ini sebelum ada prahara soal tarif-tarrifan itu, sekarang tarif-tarrifan itu semakin nyata dan mungkin akan semakin melebar. Nah, kalau itu terjadi kemungkinan resesi di Amerika Serikat itu mencapai 50% bahkan lebih. Nah, ini kabar buruk buat dunia khususnya Indonesia. Karena apa? nyawa di Indonesia itu ada di China loh. Terus apa hubungannya sama Amerika Serikat? So, lu jangan dikip video ini kalau bingung. Kita akan bahas lebih detail lagi. So, let's check this out. Jadi, Teman-teman, gimana sih ceritanya kok kita bisa tahu ya Amerika Serikat bakal masuk ke jurang resesi? Sebetulnya ada enam tanda, Guys, bahwa Amerika Serikat pasti masuk ke jurang resesi di tahun ini. Apa itu? Yang pertama ada hubungannya dengan perang dagang. Jadi ada perang tarif yang dideklarasikan oleh Donald Trump dan makin hari ini makin tidak menentu. Jadi Presiden Amerika Donald Trump itu baru saja mengenakan tarif buat ribuan barang-barang dari Kanada dan Meksiko. Akibatnya apa? Harga-harga barang yang ada di Amerika Serikat makin lama makin naik tinggi. Nah, tentu saja negara Kanada diserang oleh Amerika Serikat tidak tinggal diam. Mereka langsung mengenakan tarif juga terhadap barang-barang Amerika Serikat. Tarifnya enggak main-main sampai 29 biliun dolar. Faktor utama sih sebetulnya karena Donald Trump itu mengenakan 25% tarif buat baja dari Kanada dan aluminium yang masuk dari Kanada. Nah, perang tarif Donald Trump ini makin hari makin enggak menentu, Guys. Kenapa? Karena kemudian korbannya itu bertambah. Bukan cuma China, Kanada, Meksiko, tapi berekspansi ke sekutu dia di NATO. Negara Eropa itu kena tarif sampai 200% khusus untuk minuman alkohol. Karena Donald Trump pengin melindungi Jack D, Jack Daniels, dan minum-minuman whiskey lainnya yang ada di Amerika. Ingat ya, bangsa Amerika hobinya itu minum whiskey. Tapi kalau bangsa Eropa itu hobinya minume, anggur-anggur putih, red wine. Nah, itu yang diserang oleh Donald Trump supaya apa? Makin banyak rakyat Amerika yang daripada beli alkohol mahal dari Eropa kalau dikarenakan tarif 200% harapannya mereka pindah minum minuman alkohol made in USA. Nah, tentu pertanyaannya adalah apakah Prancis tinggal diam? Sempenya diserang, red wine-nya diserang, apakah Eropa sebaik itu? No. Ternyata negara Eropa itu tidak sepolos itu, Guys. Karena begitu Donald Trump mengumumkan tarif 200% untuk alkohol, red wine, anggur dari Eropa, European Union langsung menyerang balik. Jadi si Ursula itu bosnya lah, presidennya Uni Eropa itu baru saja menyanangkan perang dagang juga kepada aluminium dan besi baja dari Amerika Serikat. Jadi mereka mengenakan tarif nih kalau pengusaha-pengusaha dari Amerika mau ekspor besi baja dan aluminium ke Eropa kena tarif yang jauh lebih mahal. Dan ini sengaja ditarget US Steel and US Aluminium. Kenapa? Karena pemilih Donald Trump itu banyak dari negara bagian-negara bagian yang fokusnya adalah buruh-buruh manufacturing logam. Jadi yang diserang adalah industri-industri seperti besi baja dan aluminium. Karena kalangan menengah bawah itu adalah kue-kuenya partai republik. Jadi sengaja ditarget diserang pabrik-pabrik besi baja karena itulah lumbung suaranya Partai Republik. Oke, jadi yang pertama alasan kenapa Amerika pasti reses si karena perang dagang. Perang dagangnya juga udah sifatnya mendunia. Di benua Eropa, di benua Asia, dan di benua Amerika Serikat sendiri. Semua pada perang dagang sekarang. Nah, yang peringkat dua, Guys, itu pengangguran di Amerika Serikat itu makin bertambah. Apalagi pemerintahan Donald Trump punya kebijakan efisiensi anggaran sama seperti Presiden Probowo. Bedanya Donald Trump punya nyali, apa yang dia lakukan? Dia memecat 60.000 PNS di Amerika Serikat. Ini kayak milih, nyarinya tinggi nih. Pecat PNS. Karena apa? Makin tebal birokrasi, makin banyak pejabat-pejabat pegawai negeri sipil, negara makin lambat negara slowing down, korupsi bertaburan. Cut semua itu nyali tinggi nih Donald Trump. Padahal tingkat pengangguran di Amerika Serikat itu naik ke 4,1%. Tetapi Donald Trump masih PD, memang negara harus bisa jadi lebih efisien supaya enggak defisit anggaran, defisit anggaran. Itu bukan cuma terjadi di Indonesia loh, Guys. Ingat ya, dolar itu Amerika Serikat itu hobinya cetak dolar. Akibatnya mereka juga devisi-devisi terus karena begitu lu cetak dolar lu juga punya utang, Guys. Utangnya Amerika Serikat itu banyak. So, mereka negara yang selama ini running oleh defisit. Tapi mereka bisa lakukan itu karena apa? Karena dolar yang mereka cetak itu kemudian diekspor ke luar negeri. Selama ini mereka enggak kena. Tapi makin ke sini negara Eropa, negara Asia makin mau melakukan dedolarisasi. Akibatnya apa? Inflasinya pulang kampung. Itulah yang terjadi sekarang. Inflasi tinggi di Amerika Serikat. Nah, pengangguran yang makin meningkat ini pada ujung-ujungnya juga menciptakan ketakutan di kalangan investor dan itu terbukti. Dan inilah yang menjadi alasan yang ketiga yaitu apa? Kenapa resisipasi terjadi? Karena makin hari makin banyak investor yang kabur dari Amerika Serikat. Per hari ini, Teman-teman lihat saham Nvidia itu sudah minus 17% dibandingkan 1 bulan yang lalu. Lalu masih ada lagi saham Tesla. Saham Tesla sudah minus 37% dalam 1 bulan terakhir. Selanjutnya ada Meta. Meta ini Facebook, Guys. Sahamnya udah minus 17% dalam 1 bulan terakhir. All in all. IG-nya Amerika Serikat yang namanya SNP 500 itu sudah minus 8% dalam 1 bulan terakhir. Oke, jadi investor pada panik itu bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di Amerika Serikat. Ketika negara mau melakukan penghematan anggaran, artinya belanja pemerintah kan makin sedikit. So, jangan heran juga kalau investor juga makin banyak yang ketakutan. Dan sekali lagi yang penting itu adalah kepastian dalam investasi. Tetapi ketika ekonomi tidak stabil, kebijakan politik pun tidak stabil, ya investor wajar aja takut. So, lu jangan kaget kalau IHSG-nya Amerika sendiri itu juga minus terus. Yang keempat, nah ini sangat signifikan, Guys. Yang keempat itu hutang kartu kredit dan hutang rumah tangga di Amerika Serikat itu terus meningkat. Ini ngeri, Guys. Ini penting buat kita pelajari. Kenapa? Karena kalau di Indonesia ya, hutang kartu kredit itu enggak begitu penting. Enggak begitu banyak orang Indonesia yang punya kartu kredit. Punya rekening bank aja juga enggak banyak. Tapi di Amerika itu mayoritas rakyat di sana itu punya kartu kredit bahkan lebih dari dua. Dan hutang rumah tangga itu juga dirack kalau di sana. Karena penting mereka bisa enggak ya bayar uang sekolah rakyat kita ini, rumah tangga kita mampu enggak ya beli makanan, rumah tangga kita mampu enggak bayar KPR. Itu semua diracking. Nah, fakta menunjukkan data yang mengerikan bahwa hutang rumah tangga itu sudah naik menjadi 18 triliun dolar. Ini all time high, Guys. Gua ulangin, Guys. 18 triliun dolar. 18 triliun dolar itu hutang rumah tangga yang ada di Amerika Serikat itu setara 297.000 triliun. Gila enggak? Alias 297 kuadriliun. Artinya ini utangnya udah setara 297 bank BCA. Bank BCA itu marker cap-nya 1 kuadriliun ya. Ini ngeri banget. Dan bukan cuman itu, mereka masih ada lagi hutang kartu kredit, bukan hutang rumah tangga. utang rumah tangga. Berarti kompilasi di rumah tangga itu ada suami, istri, dan anak. Nah, lu tahu utang kartu kredit di Amerika Serikat itu sudah mencapai 1,2 triliun dolar. Itu besar banget, Guys. Ini utang kartu kredit loh. Itu artinya nilainya hampir setara R.000 triliun alias 20 kuadriliun. Sekali lagi, dengan patokan market cap Bank BCA di 1 kuadriliun, artinya lu bisa beli 20 bank BCA cuma dengan modal kartu kredit yang ada di Amerika Serikat. Nah, ini ngeri banget, Guys. Kenapa? Karena sepanjang sejarah Amerika Serikat, dia enggak pernah mencapai hutang sebesar itu, loh. Ini kalau lihat arah-arahnya mirip supremortgage. Itu krisis besar tuh di Amerika Serikat yang sekarang jadi jauh lebih besar lagi karena tingkat kalau di Indonesia ya kalau ngutang ke bank itu ada NPL tuh nonperforming loan. Nah, di Amerika juga ada namanya delinquy rate. Jadi, orang-orang yang gagal bayar itu rankingnya itu naik terus sekarang sudah ditingkat 3,6% dan kemungkinan akan terus naik nih. Ini udah naik 0,1% loh dibandingkan kuarter sebelumnya. Artinya gini, dari 100% orang ngutang yang 3,6% itu gagal bayar, Guys. Ah, ini ngeri. Ini ngeri. Ini betul-betul bisa memicu krisis ekonomi yang sangat besar di Amerika Serikat. Nah, belum lagi ya alasan yang kelima, indeks kepercayaan konsumen. Maksudnya apa? konsumen itu kalau PD-nya tinggi makin semangat buat belanja, tapi kalau kepercayaan dia turun, kepercayaan dia untuk spending itu akan terus berkurang. Nah, sekarang indeks kepercayaan rakyat di Amerika Serikat buat belanja itu terus-menerus berkurang. Jadi data terakhir menunjukkan ya spending Amerika Serikat itu makin lama rakyatnya itu spending less and less. Jadi makin sedikit makin sedikit. Nah, data terakhir menunjukkan justru malah peningkatan groseri, penjualan groseri, vegetables, buah-buahan segala macam itu meningkat, Guys. Artinya ada indikasi dan ini terbukti bahwa data menunjukkan peningkatan di penjualan groceries mengindikasikan penurunan di penjualan restoran. Jadi, Teman-teman bakal lihat ya, makin banyak restoran-restoran di Amerika itu yang kesulitan. Dan ini ditambah lagi selain penjualan restoran yang menurun itu ialah penjualan mobil dan barang-barang elektronik yang diperkirakan akan semakin menurun di tahun 2025. So, ini membuktikan sekali lagi bahwa konsumen di Amerika indeks kepercayaannya belanjanya itu makin lama makin kecil. Mereka lebih baik hemat. Itulah kemudian mereka lebih baik belanja sayur-mayur, daging, belanja sendiri daripada belanja di restoran. Makanya jangan heran kalau penjualan di restoran, makanan-makanan orang makin jarang malas ke restoran. Mereka lebih baik belanja sendiri, makan sendiri. Jadi saham-saham yang berhubungan dengan grocery itu bukannya berkurang, tapi mereka juga bertambah. Et bentar, Guys. Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, good news, guys. Colah Sam Benix season 7 kembali dibuka nih. Jadi buat teman-teman yang belum sempat join yang season 6, kita sekarang udah masuk ke season keet7uh dan ini seru banget karena tahun ini kita membahas tentang energi terbarukan. So, teman-teman tahu enggak orang kalau ngomong energi di Indonesia ini cuman ada batu bara. atau minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah masuk ke era di mana saham-saham perusahaan yang prospek itu justru datang bukan dari batu bara lagi, tapi dari energi terbarukan. Dan banyak loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu ngomong minyak sawit, ada namanya gas bumi, ada namanya tenaga surya dari matahari termasuk tenaga air. Dan masih begitu banyak lagi yang belum kita bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita akan membahas saham-saham yang sangat prospek, investasi yang menurut gua sangat menarik buat kita pelajari bersama. hanya di Sekolah Sambenix Season 7 tentang emiten-emiten dan prospek prospek yang luar biasa dari sektor energi terbarukan. Makanya jangan sampai ketinggalan guys, segera buruan daftar karena kita ada promo nih diskon 25% hanya untuk 50 orang pertama. So, tunggu apa lagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi nomor handphone yang ada di bawah ini atau www.skalasambenix.com. Jadi, Teman-teman, itulah begitu banyak alasan dan indikator yang menunjukkan bahwa memang Amerika Serikat akan resesi di 2025. Nah, lebih parah lagi ya, gua sih melihat ada kemungkinan Amerika bisa masuk ke era The Great Depression. Ini era yang sangat mengerikan bahkan menurut Charlie Manger karena dia mengalami sendiri itu sangat sedih hidup di era Great Depression. Even anak-anak bocil balita itu harus kerja, Guys. Bocil-bocil umur 6 tahun, 8 tahun saking parahnya ya. Karena eranya carrianger, dia harus pikul beras, dia harus pikul gandum, kerja di pabrik. Ini era-era di mana banyak buru-buru itu menggunakan tenaga kerja anak-anak kecil karena lebih murah. Bahkan enggak usah digaji, mati pun enggak ada masalah karena enggak ada yang nyari. Ngeri banget era Great Depression. Lu harus lihat lagi sejarahnya di tahun 1930. Nah, ini adalah salah satu pemicu juga sih terjadinya perang dunia kedua. Nah, salah satu hal yang menyebabkan gua yakin ya, Great Depression itu bakal terjadi itu adalah tadi ya, tarif-tarif yang dikenakan sangat tinggi untuk barang-barang asing. Jadi, barang-barang impor yang masuk ke Amerika gua yakin makin banyak lagi yang kena tarif. Nah, ini bakal merusak tatanan ekonomi global dan akan membawa dunia ke era resesi yang baru di trigger dari Amerika Serikat, Guys. Nah, kalau makin banyak negara-negara yang melakukan pendekatan yang sama, ya unilateralism kalau menurut Redalio artinya makin menutup diri. ini artinya bakal membawa 1/3, Guys. 1/3 dari jumlah lapangan kerja di dunia itu bakal menyusut. Artinya kalau sekarang ada orang yang kerja berapa? 100 juta orang misalkan 33 juta harus siap di PHK, Guys. Ini bukan terjadi cuma di Indonesia, tetapi terjadi di seluruh dunia karena unilateralism alias high tarif ini berlaku secara internasional, Guys. Dan negara yang bakal menerima dampak paling parah karena penyusutan satu per3a lapangan kerja itu, itu adalah negara-negara yang heavy industry. Jadi negara-negara yang manufacturing-nya, industrialisasinya itu udah sangat-sangat heavy. Nyawanya bergantung di situ. Indonesia enggak bergantung di situ. Yang bergantung negara-negara ekonomic giant di Eropa seperti contohnya Jerman sangat-sangat mengandalkan buru pabrik untuk menciptakan lapangan kerja. Tapi sekarang kita lihat VW aja mau pindah, mau tutup pabrik mobilnya di Jerman karena biaya tinggi, inflasi, energi mahal, perang di Rusia dan makin banyak lagi alasan-alasan yang akan menekan perekonomian Jerman. So, ini akan menyerang, ya. Jadi dampak dari unilateralism ini yang dikatakan Redalio ketika dia nguliahin pejabat-pejabatnya Prabowo itu akan segera menjadi kenyataan. Lu akan saksikan sendiri akan makin banyak negara-negara maju khususnya negara industri yang collapse. Guys, di sini kita bakal lihat Jerman dan Amerika Serikat. Tapi apakah ini semua bakal terjadi, Guys? Ramalan yang gua bilang itu sekali lagi ya bolanya bukan di gua. Bolanya itu ada di Amerika Serikat. Apakah mereka betul-betul akan menjadi seorang tarif hardcore? semua ditarif-tarfari ya itu bakal membuat penyusutan di ekonomi global. Kenapa? Karena Amerika Serikat is the biggest buyer. Ingat dia bisa cetak dolar itu unlimited, Guys. Bahkan negara dengan perekonomi yang terbesar di dunia yang namanya Cina aja ya nyawanya ya ekspor ke Amerika juga. Jadi kalau Amerika collaps, nah ini menjawab pertanyaan depan. Hubungannya apa dengan Indonesia? Cina collaps dan Amerika? Simpel. Karena Cina hobinya ekspor ke Amerika. Untuk ekspor ke Amerika, pabrik-pabrik di Cina memproduksi banyak barang. Kalau permintaan dari Amerika berkurang, berarti pabrik-pabrik di Cina mengurangi produksi mereka. Kalau pabrik-pabrik di Cina mengurangi produksi barang-barang mereka, berarti mereka akan mengurangi konsumsi batu bara mereka. Dan ingat, batu bara adalah nyawa Indonesia. Kita dapat royalti dari situ. Negara maksud gua ini dapat royalti. Lu enggak tahu ya lu dapat royalti apa dapat pejabat korup ya. But anyway, lu tahu nyawa Indonesia adalah ekspor hasil bumi. Kita bukan negara teknologi tinggi. Kita cuma bisa ekspor hasil bumi. Raw materials, kelapa sawit and batuara. So, dengan ambruknya ekonomi Amerika akan menghancurkan perekonomian Cina dan akan mengurangi konsumsi energi Cina yang pada ujungnya akan menghancurkan bisnis batubara di dunia. Karena harganya apa? Akan makin lama makin turun karena permintaan menurun. Padahal sekarang kondisi over supply batu bara. Makanya gua bilang kali berulang kali bilang sama lu ya, dari 2 tahun yang lalu, tahun 2025 adalah kehancuran batu bara. Tapi sektor lain kita bakal cuan. Jangan khawatir, selalu ada peluang dari setiap prahara. So, satu hal yang menarik ya ketika Indonesia lagi collaps, terus ekonomi dunia lagi sulit, Donald Trump tahu enggak punya ide yang lebih gila lagi. Dia mau ikut-ikut si Erdogan nih di Turki negara lagi krisis. Apa yang dia lakukan? Suku bunga dia minta diturunkan. Bikin dong suku bunga lebih rendah lagi. Ini luar biasa. Kenapa? Karena teman-teman tahu si Jerome Powell itu ketua presiden Bank Indonesia sana lah. Gubernur lah kalau di sana bilangnya. Gubernur bank sentralnya Amerika ya Fed itu udah punya polisi sebetulnya enggak mau nurunin suku bunga kecuali inflasi itu berada di bawah 2%. Detik ini posisi inflasi Amerika ada di angka 2,8% yang artinya sebetulnya posisi Amerika belum cukup bagus untuk ngurangin lagi suku bunganya. Artinya secara teoritis suku bunga di Amerika Serikat harus ditahan di posisi tinggi. Artinya lu harus siap melihat dolar itu mahal, rupiah hancur. Tapi Donald Trump kan pengusaha. Lu tahu pengusaha senangnya apa? Buat bisnis harus ngutang. Kalau ngutang senangnya bunga tinggi atau bunga turun? Bunga turun. Jadi dengan logika ini lu akan melihat bahwa theat kemungkinan besar nih akan dipaksa untuk nurunan suku bunga. Nah, kalau suku bunga nurun menurut itu kabar baik atau kabar buruk? Ya, buat Indonesia. Nah, tapi satu hal yang menarik, Guys. Menurut orang nomor satu di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump, resesi tidak akan terjadi di Amerika. Jadi, dia pede banget loh bahwa Amerika Serikat tidak akan jatuh ke jurang resesi. Padahal dia sedang melakukan big move. Kalau menurut gua, Amerika Serikat pasti akan jatuh ke jurang resesi nih. Pasti ekonominya bakal krisis dan itu normal karena semua negara yang berharap melakukan efisiensi. Contohnya Mili di Argentina, contohnya Georgia, mereka kurangin begitu banyak pejabat-pejabat yang korup ya, PNS-PNS dibuangin sama mereka. Apa yang terjadi? Memang ekonominya dalam jangka pendek itu mengecil. Betul. Kris itu betul. Tetapi kalau lihat Argentina sekarang ekonominya jadi jauh lebih membaik. Tadinya defisit anggaran, sebentar lagi lu bisa lihat ya 2025 ada kemungkinan Argentina yang tadinya negara kacau bentar lagi bisa jadi negara yang surplus anggarannya. Sama seperti Irlandia yang berhasil mencapai surplus anggaran. Gua melihat negara-negara Latin ya, contohnya Ecuador itu juga bentar lagi gua rasa bisa sampai ke surplus anggaran. Apakah ini hal yang menyenangkan buat semua orang? Tidak. Kebijakan-kebijakan kayak Donald Trump itu pasti dalam jangka pendek membuat kacau ekonominya. Contoh Prabowo misalkan melakukan efisiensi anggaran, banyak orang enggak suka. Banyak orang yang hobi korup pun enggak suka. Banyak pejabat PNS yang korup pun enggak suka efisiensi anggaran. Mereka terbiasa buang-buang anggaran enggak jelas, Guys. Nambah musuh enggak, Prabowo? Nambah musuh. Tapi itulah konsekuensi yang harus diambil. Dan ingat ya targetnya PR B kan GDP naik ya. Terus terang aja gua sih pesimis Indonesia bisa GDP 5% bahkan mungkin 4% lah. Jadi kenapa? Karena salah satu faktor penentu di GDP itu adalah government spending. So how come ya lu expect ekonomi kita itu bisa naik tinggi kalau seandainya government spendingnya berkurang. Enggak bisa. Tapi itu normal guys. Dalam jangka pendek kita akan mengalami serinking itu sudah pasti. Tapi dalam jangka panjang kalau kita lakukan ini dengan benar dan efisien ya. Jadi penghematan yang betul-betul kita lakukan dan dicontohkan bukan hanya di bawah tapi dari atas jugalah. Berhematlah kalian para pejabat BUMN dan menteri-menteri itu. Dalam jangka panjang ya negeri kita bisa jauh lebih baik. Apalagi kalau koruptor diberantas guys. Ingat ya korupsi di Indonesia itu nilainya ratusan triliun. Jadi jangan ngomong efisiensi anggaran kalau koruptor masih berkembang biak dengan pesat dan bebas melakukan korupsi. Jangan berharap deh. Itu aja dulu. Well, anyway, guys, kita masuk ke kesimpulan nih. Gua bilang tadi di awal ada enam ya alasan. Satu lagi alasannya menurut kamu apa, Guys? Kenapa menurut kalian Amerika Serikat pasti masuk ke jurang resesi di tahun 2025? Segera tulis di kolom komentar di bawah ini. Ditunggu ya pandangan kamu. Semoga video ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]