Transcript
CJgAtndhg8s • Why is the US Economy Threatened with Recession? These Are Dangerous Economic Signals!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0368_CJgAtndhg8s.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Guys, kabar buruk nih buat perekonomian
dunia. Lu tahu negara terbesar dan
terkaya di dunia saat ini, Amerika
Serikat, itu kemungkinan besar akan
masuk ke jurang resesi. Dan ini yang
bilang bukan cuman gua loh, yang bilang
itu GP Morgan. Gara-garanya apa?
Gara-gara Amerika Serikat mengadakan
perang tarif, perang dagang. So, kemarin
mereka baru bikin perhitungan, Guys,
bahwa Amerika bakal masuk ke jurang
resesi di tahun 2025, which is today.
Tahun ini ada kemungkinan 40% Amerika
Serikat masuk ke jurang resesi. Nah, ini
sebelum ada prahara soal tarif-tarrifan
itu, sekarang tarif-tarrifan itu semakin
nyata dan mungkin akan semakin melebar.
Nah, kalau itu terjadi kemungkinan
resesi di Amerika Serikat itu mencapai
50% bahkan lebih. Nah, ini kabar buruk
buat dunia khususnya Indonesia. Karena
apa? nyawa di Indonesia itu ada di China
loh. Terus apa hubungannya sama Amerika
Serikat? So, lu jangan dikip video ini
kalau bingung. Kita akan bahas lebih
detail lagi. So, let's check this
out. Jadi, Teman-teman, gimana sih
ceritanya kok kita bisa tahu ya Amerika
Serikat bakal masuk ke jurang resesi?
Sebetulnya ada enam tanda, Guys, bahwa
Amerika Serikat pasti masuk ke jurang
resesi di tahun ini. Apa itu? Yang
pertama ada hubungannya dengan perang
dagang. Jadi ada perang tarif yang
dideklarasikan oleh Donald Trump dan
makin hari ini makin tidak menentu. Jadi
Presiden Amerika Donald Trump itu baru
saja mengenakan tarif buat ribuan
barang-barang dari Kanada dan Meksiko.
Akibatnya apa? Harga-harga barang yang
ada di Amerika Serikat makin lama makin
naik tinggi. Nah, tentu saja negara
Kanada diserang oleh Amerika Serikat
tidak tinggal diam. Mereka langsung
mengenakan tarif juga terhadap
barang-barang Amerika Serikat. Tarifnya
enggak main-main sampai 29 biliun dolar.
Faktor utama sih sebetulnya karena
Donald Trump itu mengenakan 25% tarif
buat baja dari Kanada dan aluminium yang
masuk dari Kanada. Nah, perang tarif
Donald Trump ini makin hari makin enggak
menentu, Guys. Kenapa? Karena kemudian
korbannya itu bertambah. Bukan cuma
China, Kanada, Meksiko, tapi berekspansi
ke sekutu dia di NATO. Negara Eropa itu
kena tarif sampai 200% khusus untuk
minuman alkohol. Karena Donald Trump
pengin melindungi Jack D, Jack Daniels,
dan minum-minuman whiskey lainnya yang
ada di Amerika. Ingat ya, bangsa Amerika
hobinya itu minum whiskey. Tapi kalau
bangsa Eropa itu hobinya
minume, anggur-anggur putih, red wine.
Nah, itu yang diserang oleh Donald Trump
supaya apa? Makin banyak rakyat Amerika
yang daripada beli alkohol mahal dari
Eropa kalau dikarenakan tarif 200%
harapannya mereka pindah minum minuman
alkohol made in USA. Nah, tentu
pertanyaannya adalah apakah Prancis
tinggal diam? Sempenya diserang, red
wine-nya diserang, apakah Eropa sebaik
itu? No. Ternyata negara Eropa itu tidak
sepolos itu, Guys. Karena begitu Donald
Trump mengumumkan tarif 200% untuk
alkohol, red wine, anggur dari Eropa,
European Union langsung menyerang balik.
Jadi si Ursula itu bosnya lah,
presidennya Uni Eropa itu baru saja
menyanangkan perang dagang juga kepada
aluminium dan besi baja dari Amerika
Serikat. Jadi mereka mengenakan tarif
nih kalau pengusaha-pengusaha dari
Amerika mau ekspor besi baja dan
aluminium ke Eropa kena tarif yang jauh
lebih mahal. Dan ini sengaja ditarget US
Steel and US Aluminium. Kenapa? Karena
pemilih Donald Trump itu banyak dari
negara bagian-negara bagian yang
fokusnya adalah buruh-buruh
manufacturing logam. Jadi yang diserang
adalah industri-industri seperti besi
baja dan aluminium. Karena kalangan
menengah bawah itu adalah kue-kuenya
partai republik. Jadi sengaja ditarget
diserang pabrik-pabrik besi baja karena
itulah lumbung suaranya Partai Republik.
Oke, jadi yang pertama alasan kenapa
Amerika pasti reses si karena perang
dagang. Perang dagangnya juga udah
sifatnya mendunia. Di benua Eropa, di
benua Asia, dan di benua Amerika Serikat
sendiri. Semua pada perang dagang
sekarang. Nah, yang peringkat dua, Guys,
itu pengangguran di Amerika Serikat itu
makin bertambah. Apalagi pemerintahan
Donald Trump punya kebijakan efisiensi
anggaran sama seperti Presiden Probowo.
Bedanya Donald Trump punya nyali, apa
yang dia lakukan? Dia memecat
60.000 PNS di Amerika Serikat. Ini kayak
milih, nyarinya tinggi nih. Pecat PNS.
Karena apa? Makin tebal birokrasi, makin
banyak pejabat-pejabat pegawai negeri
sipil, negara makin lambat negara
slowing down, korupsi bertaburan. Cut
semua itu nyali tinggi nih Donald Trump.
Padahal tingkat pengangguran di Amerika
Serikat itu naik ke
4,1%. Tetapi Donald Trump masih PD,
memang negara harus bisa jadi lebih
efisien supaya enggak defisit anggaran,
defisit anggaran. Itu bukan cuma terjadi
di Indonesia loh, Guys. Ingat ya, dolar
itu Amerika Serikat itu hobinya cetak
dolar. Akibatnya mereka juga
devisi-devisi terus karena begitu lu
cetak dolar lu juga punya utang, Guys.
Utangnya Amerika Serikat itu banyak. So,
mereka negara yang selama ini running
oleh defisit. Tapi mereka bisa lakukan
itu karena apa? Karena dolar yang mereka
cetak itu kemudian diekspor ke luar
negeri. Selama ini mereka enggak kena.
Tapi makin ke sini negara Eropa, negara
Asia makin mau melakukan dedolarisasi.
Akibatnya apa? Inflasinya pulang
kampung. Itulah yang terjadi sekarang.
Inflasi tinggi di Amerika Serikat. Nah,
pengangguran yang makin meningkat ini
pada ujung-ujungnya juga menciptakan
ketakutan di kalangan investor dan itu
terbukti. Dan inilah yang menjadi alasan
yang ketiga yaitu apa? Kenapa resisipasi
terjadi? Karena makin hari makin banyak
investor yang kabur dari Amerika
Serikat. Per hari ini, Teman-teman lihat
saham Nvidia itu sudah minus 17%
dibandingkan 1 bulan yang lalu. Lalu
masih ada lagi saham Tesla. Saham Tesla
sudah minus 37% dalam 1 bulan terakhir.
Selanjutnya ada Meta. Meta ini Facebook,
Guys. Sahamnya udah minus 17% dalam 1
bulan terakhir. All in all. IG-nya
Amerika Serikat yang namanya SNP 500 itu
sudah minus 8% dalam 1 bulan terakhir.
Oke, jadi investor pada panik itu bukan
hanya terjadi di Indonesia, tapi juga
terjadi di Amerika Serikat. Ketika
negara mau melakukan penghematan
anggaran, artinya belanja pemerintah kan
makin sedikit. So, jangan heran juga
kalau investor juga makin banyak yang
ketakutan. Dan sekali lagi yang penting
itu adalah kepastian dalam investasi.
Tetapi ketika ekonomi tidak stabil,
kebijakan politik pun tidak stabil, ya
investor wajar aja takut. So, lu jangan
kaget kalau IHSG-nya Amerika sendiri itu
juga minus terus. Yang keempat, nah ini
sangat signifikan, Guys. Yang keempat
itu hutang kartu kredit dan hutang rumah
tangga di Amerika Serikat itu terus
meningkat. Ini ngeri, Guys. Ini penting
buat kita pelajari. Kenapa? Karena kalau
di Indonesia ya, hutang kartu kredit itu
enggak begitu penting. Enggak begitu
banyak orang Indonesia yang punya kartu
kredit. Punya rekening bank aja juga
enggak banyak. Tapi di Amerika itu
mayoritas rakyat di sana itu punya kartu
kredit bahkan lebih dari dua. Dan hutang
rumah tangga itu juga dirack kalau di
sana. Karena penting mereka bisa enggak
ya bayar uang sekolah rakyat kita ini,
rumah tangga kita mampu enggak ya beli
makanan, rumah tangga kita mampu enggak
bayar KPR. Itu semua diracking. Nah,
fakta menunjukkan data yang mengerikan
bahwa hutang rumah tangga itu sudah naik
menjadi 18 triliun dolar. Ini all time
high, Guys. Gua ulangin, Guys. 18
triliun dolar. 18 triliun dolar itu
hutang rumah tangga yang ada di Amerika
Serikat itu setara
297.000 triliun. Gila enggak? Alias 297
kuadriliun. Artinya ini utangnya udah
setara 297 bank BCA. Bank BCA itu marker
cap-nya 1 kuadriliun ya. Ini ngeri
banget. Dan bukan cuman itu, mereka
masih ada lagi hutang kartu kredit,
bukan hutang rumah tangga. utang rumah
tangga. Berarti kompilasi di rumah
tangga itu ada suami, istri, dan anak.
Nah, lu tahu utang kartu kredit di
Amerika Serikat itu sudah mencapai 1,2
triliun dolar. Itu besar banget, Guys.
Ini utang kartu kredit loh. Itu artinya
nilainya hampir setara R.000 triliun
alias 20 kuadriliun. Sekali lagi, dengan
patokan market cap Bank BCA di 1
kuadriliun, artinya lu bisa beli 20 bank
BCA cuma dengan modal kartu kredit yang
ada di Amerika Serikat. Nah, ini ngeri
banget, Guys. Kenapa? Karena sepanjang
sejarah Amerika Serikat, dia enggak
pernah mencapai hutang sebesar itu, loh.
Ini kalau lihat arah-arahnya mirip
supremortgage. Itu krisis besar tuh di
Amerika Serikat yang sekarang jadi jauh
lebih besar lagi karena tingkat kalau di
Indonesia ya kalau ngutang ke bank itu
ada NPL tuh
nonperforming loan. Nah, di Amerika juga
ada namanya delinquy rate. Jadi,
orang-orang yang gagal bayar itu
rankingnya itu naik terus sekarang sudah
ditingkat 3,6% dan kemungkinan akan
terus naik nih. Ini udah naik 0,1% loh
dibandingkan kuarter sebelumnya. Artinya
gini, dari 100% orang ngutang yang 3,6%
itu gagal bayar, Guys. Ah, ini ngeri.
Ini ngeri. Ini betul-betul bisa memicu
krisis ekonomi yang sangat besar di
Amerika Serikat. Nah, belum lagi ya
alasan yang kelima, indeks kepercayaan
konsumen. Maksudnya apa? konsumen itu
kalau PD-nya tinggi makin semangat buat
belanja, tapi kalau kepercayaan dia
turun, kepercayaan dia untuk spending
itu akan terus berkurang. Nah, sekarang
indeks kepercayaan rakyat di Amerika
Serikat buat belanja itu terus-menerus
berkurang. Jadi data terakhir
menunjukkan ya spending Amerika Serikat
itu makin lama rakyatnya itu spending
less and less. Jadi makin sedikit makin
sedikit. Nah, data terakhir menunjukkan
justru malah peningkatan groseri,
penjualan groseri, vegetables,
buah-buahan segala macam itu meningkat,
Guys. Artinya ada indikasi dan ini
terbukti bahwa data menunjukkan
peningkatan di penjualan groceries
mengindikasikan penurunan di penjualan
restoran. Jadi, Teman-teman bakal lihat
ya, makin banyak restoran-restoran di
Amerika itu yang kesulitan. Dan ini
ditambah lagi selain penjualan restoran
yang menurun itu ialah penjualan mobil
dan barang-barang elektronik yang
diperkirakan akan semakin menurun di
tahun 2025. So, ini membuktikan sekali
lagi bahwa konsumen di Amerika indeks
kepercayaannya belanjanya itu makin lama
makin kecil. Mereka lebih baik hemat.
Itulah kemudian mereka lebih baik
belanja sayur-mayur, daging, belanja
sendiri daripada belanja di restoran.
Makanya jangan heran kalau penjualan di
restoran, makanan-makanan orang makin
jarang malas ke restoran. Mereka lebih
baik belanja sendiri, makan sendiri.
Jadi saham-saham yang berhubungan dengan
grocery itu bukannya berkurang, tapi
mereka juga bertambah. Et bentar, Guys.
Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut
videonya, good news, guys. Colah Sam
Benix season 7 kembali dibuka nih. Jadi
buat teman-teman yang belum sempat join
yang season 6, kita sekarang udah masuk
ke season keet7uh dan ini seru banget
karena tahun ini kita membahas tentang
energi terbarukan. So, teman-teman tahu
enggak orang kalau ngomong energi di
Indonesia ini cuman ada batu bara. atau
minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah
masuk ke era di mana saham-saham
perusahaan yang prospek itu justru
datang bukan dari batu bara lagi, tapi
dari energi terbarukan. Dan banyak loh
sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air. Dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek, investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama. hanya di Sekolah Sambenix
Season 7 tentang emiten-emiten dan
prospek prospek yang luar biasa dari
sektor energi terbarukan. Makanya jangan
sampai ketinggalan guys, segera buruan
daftar karena kita ada promo nih diskon
25% hanya untuk 50 orang pertama. So,
tunggu apa lagi, Guys? Buruan yuk segera
hubungi nomor handphone yang ada di
bawah ini atau www.skalasambenix.com.
Jadi, Teman-teman, itulah begitu banyak
alasan dan indikator yang menunjukkan
bahwa memang Amerika Serikat akan resesi
di 2025. Nah, lebih parah lagi ya, gua
sih melihat ada kemungkinan Amerika bisa
masuk ke era The Great Depression. Ini
era yang sangat mengerikan bahkan
menurut Charlie Manger karena dia
mengalami sendiri itu sangat sedih hidup
di era Great Depression. Even anak-anak
bocil balita itu harus kerja, Guys.
Bocil-bocil umur 6 tahun, 8 tahun saking
parahnya ya. Karena eranya carrianger,
dia harus pikul beras, dia harus pikul
gandum, kerja di pabrik. Ini era-era di
mana banyak buru-buru itu menggunakan
tenaga kerja anak-anak kecil karena
lebih murah. Bahkan enggak usah digaji,
mati pun enggak ada masalah karena
enggak ada yang nyari. Ngeri banget era
Great Depression. Lu harus lihat lagi
sejarahnya di tahun 1930. Nah, ini
adalah salah satu pemicu juga sih
terjadinya perang dunia kedua. Nah,
salah satu hal yang menyebabkan gua
yakin ya, Great Depression itu bakal
terjadi itu adalah tadi ya, tarif-tarif
yang dikenakan sangat tinggi untuk
barang-barang asing. Jadi, barang-barang
impor yang masuk ke Amerika gua yakin
makin banyak lagi yang kena tarif. Nah,
ini bakal merusak tatanan ekonomi global
dan akan membawa dunia ke era resesi
yang baru di trigger dari Amerika
Serikat, Guys. Nah, kalau makin banyak
negara-negara yang melakukan pendekatan
yang sama, ya unilateralism kalau
menurut Redalio artinya makin menutup
diri. ini artinya bakal membawa 1/3,
Guys. 1/3 dari jumlah lapangan kerja di
dunia itu bakal menyusut. Artinya kalau
sekarang ada orang yang kerja berapa?
100 juta orang misalkan 33 juta harus
siap di PHK, Guys. Ini bukan terjadi
cuma di Indonesia, tetapi terjadi di
seluruh dunia karena unilateralism alias
high tarif ini berlaku secara
internasional, Guys. Dan negara yang
bakal menerima dampak paling parah
karena penyusutan satu per3a lapangan
kerja itu, itu adalah negara-negara yang
heavy industry. Jadi negara-negara yang
manufacturing-nya, industrialisasinya
itu udah sangat-sangat heavy. Nyawanya
bergantung di situ. Indonesia enggak
bergantung di situ. Yang bergantung
negara-negara ekonomic giant di Eropa
seperti contohnya Jerman sangat-sangat
mengandalkan buru pabrik untuk
menciptakan lapangan kerja. Tapi
sekarang kita lihat VW aja mau pindah,
mau tutup pabrik mobilnya di Jerman
karena biaya tinggi, inflasi, energi
mahal, perang di Rusia dan makin banyak
lagi alasan-alasan yang akan menekan
perekonomian Jerman. So, ini akan
menyerang, ya. Jadi dampak dari
unilateralism ini yang dikatakan Redalio
ketika dia nguliahin pejabat-pejabatnya
Prabowo itu akan segera menjadi
kenyataan. Lu akan saksikan sendiri akan
makin banyak negara-negara maju
khususnya negara industri yang collapse.
Guys, di sini kita bakal lihat Jerman
dan Amerika Serikat. Tapi apakah ini
semua bakal terjadi, Guys? Ramalan yang
gua bilang itu sekali lagi ya bolanya
bukan di gua. Bolanya itu ada di Amerika
Serikat. Apakah mereka betul-betul akan
menjadi seorang tarif hardcore? semua
ditarif-tarfari ya itu bakal membuat
penyusutan di ekonomi global. Kenapa?
Karena Amerika Serikat is the biggest
buyer. Ingat dia bisa cetak dolar itu
unlimited, Guys. Bahkan negara dengan
perekonomi yang terbesar di dunia yang
namanya Cina aja ya nyawanya ya ekspor
ke Amerika juga. Jadi kalau Amerika
collaps, nah ini menjawab pertanyaan
depan. Hubungannya apa dengan Indonesia?
Cina collaps dan Amerika? Simpel. Karena
Cina hobinya ekspor ke Amerika. Untuk
ekspor ke Amerika, pabrik-pabrik di Cina
memproduksi banyak barang. Kalau
permintaan dari Amerika berkurang,
berarti pabrik-pabrik di Cina mengurangi
produksi mereka. Kalau pabrik-pabrik di
Cina mengurangi produksi barang-barang
mereka, berarti mereka akan mengurangi
konsumsi batu bara mereka. Dan ingat,
batu bara adalah nyawa Indonesia. Kita
dapat royalti dari situ. Negara maksud
gua ini dapat royalti. Lu enggak tahu ya
lu dapat royalti apa dapat pejabat korup
ya. But anyway, lu tahu nyawa Indonesia
adalah ekspor hasil bumi. Kita bukan
negara teknologi tinggi. Kita cuma bisa
ekspor hasil bumi. Raw materials, kelapa
sawit and batuara. So, dengan ambruknya
ekonomi Amerika akan menghancurkan
perekonomian Cina dan akan mengurangi
konsumsi energi Cina yang pada ujungnya
akan menghancurkan bisnis batubara di
dunia. Karena harganya apa? Akan makin
lama makin turun karena permintaan
menurun. Padahal sekarang kondisi over
supply batu bara. Makanya gua bilang
kali berulang kali bilang sama lu ya,
dari 2 tahun yang lalu, tahun 2025
adalah kehancuran batu bara. Tapi sektor
lain kita bakal cuan. Jangan khawatir,
selalu ada peluang dari setiap prahara.
So, satu hal yang menarik ya ketika
Indonesia lagi collaps, terus ekonomi
dunia lagi sulit, Donald Trump tahu
enggak punya ide yang lebih gila lagi.
Dia mau ikut-ikut si Erdogan nih di
Turki negara lagi krisis. Apa yang dia
lakukan? Suku bunga dia minta
diturunkan.
Bikin dong suku bunga lebih rendah lagi.
Ini luar biasa. Kenapa? Karena
teman-teman tahu si Jerome Powell itu
ketua presiden Bank Indonesia sana lah.
Gubernur lah kalau di sana bilangnya.
Gubernur bank sentralnya Amerika ya Fed
itu udah punya polisi sebetulnya enggak
mau nurunin suku bunga kecuali inflasi
itu berada di bawah 2%. Detik ini posisi
inflasi Amerika ada di angka 2,8% yang
artinya sebetulnya posisi Amerika belum
cukup bagus untuk ngurangin lagi suku
bunganya.
Artinya secara teoritis suku bunga di
Amerika Serikat harus ditahan di posisi
tinggi. Artinya lu harus siap melihat
dolar itu mahal, rupiah hancur. Tapi
Donald Trump kan pengusaha. Lu tahu
pengusaha senangnya apa? Buat bisnis
harus ngutang. Kalau ngutang senangnya
bunga tinggi atau bunga turun? Bunga
turun. Jadi dengan logika ini lu akan
melihat bahwa theat kemungkinan besar
nih akan dipaksa untuk nurunan suku
bunga. Nah, kalau suku bunga nurun
menurut itu kabar baik atau kabar buruk?
Ya, buat Indonesia. Nah, tapi satu hal
yang menarik, Guys. Menurut orang nomor
satu di Amerika Serikat, Presiden Donald
Trump, resesi tidak akan terjadi di
Amerika. Jadi, dia pede banget loh bahwa
Amerika Serikat tidak akan jatuh ke
jurang resesi. Padahal dia sedang
melakukan big move. Kalau menurut gua,
Amerika Serikat pasti akan jatuh ke
jurang resesi nih. Pasti ekonominya
bakal krisis dan itu normal karena semua
negara yang berharap melakukan
efisiensi. Contohnya Mili di Argentina,
contohnya Georgia, mereka kurangin
begitu banyak pejabat-pejabat yang korup
ya, PNS-PNS dibuangin sama mereka. Apa
yang terjadi? Memang ekonominya dalam
jangka pendek itu mengecil. Betul. Kris
itu betul. Tetapi kalau lihat Argentina
sekarang ekonominya jadi jauh lebih
membaik. Tadinya defisit anggaran,
sebentar lagi lu bisa lihat ya 2025 ada
kemungkinan Argentina yang tadinya
negara kacau bentar lagi bisa jadi
negara yang surplus anggarannya. Sama
seperti Irlandia yang berhasil mencapai
surplus anggaran. Gua melihat
negara-negara Latin ya, contohnya
Ecuador itu juga bentar lagi gua rasa
bisa sampai ke surplus anggaran. Apakah
ini hal yang menyenangkan buat semua
orang? Tidak. Kebijakan-kebijakan kayak
Donald Trump itu pasti dalam jangka
pendek membuat kacau ekonominya. Contoh
Prabowo misalkan melakukan efisiensi
anggaran, banyak orang enggak suka.
Banyak orang yang hobi korup pun enggak
suka. Banyak pejabat PNS yang korup pun
enggak suka efisiensi anggaran. Mereka
terbiasa buang-buang anggaran enggak
jelas, Guys. Nambah musuh enggak,
Prabowo? Nambah musuh. Tapi itulah
konsekuensi yang harus diambil. Dan
ingat ya targetnya PR B kan GDP naik ya.
Terus terang aja gua sih pesimis
Indonesia bisa GDP 5% bahkan mungkin 4%
lah. Jadi kenapa? Karena salah satu
faktor penentu di GDP itu adalah
government spending. So how come ya lu
expect ekonomi kita itu bisa naik tinggi
kalau seandainya government spendingnya
berkurang. Enggak bisa. Tapi itu normal
guys. Dalam jangka pendek kita akan
mengalami serinking itu sudah pasti.
Tapi dalam jangka panjang kalau kita
lakukan ini dengan benar dan efisien ya.
Jadi penghematan yang betul-betul kita
lakukan dan dicontohkan bukan hanya di
bawah tapi dari atas jugalah.
Berhematlah kalian para pejabat BUMN dan
menteri-menteri itu. Dalam jangka
panjang ya negeri kita bisa jauh lebih
baik. Apalagi kalau koruptor diberantas
guys. Ingat ya korupsi di Indonesia itu
nilainya ratusan triliun. Jadi jangan
ngomong efisiensi anggaran kalau
koruptor masih berkembang biak dengan
pesat dan bebas melakukan korupsi.
Jangan berharap deh. Itu aja dulu. Well,
anyway, guys, kita masuk ke kesimpulan
nih. Gua bilang tadi di awal ada enam ya
alasan. Satu lagi alasannya menurut kamu
apa, Guys? Kenapa menurut kalian Amerika
Serikat pasti masuk ke jurang resesi di
tahun 2025? Segera tulis di kolom
komentar di bawah ini. Ditunggu ya
pandangan kamu. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat, salam cuan. Bye
bye.
[Musik]