Transcript
mmwuGRGLsLc • RI'S SOVEREIGNTY IS THREATENED! QRIS MAKES AMERICA LOSE 960 TRILLION?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0357_mmwuGRGLsLc.txt
Kind: captions
Language: id
Amerika itu dalam posisi yang sangat
ketakutan, Guys. Saat ini mereka sangat
ketakutan karena mereka melihat
Indonesia bisa mengembangkan teknologi
finansial yang begitu canggihnya, bahkan
lebih canggih dibanding teknologi
Mastercard visa mereka. Dan begitu
hebatnya sistem kita, kita bisa
melakukan jutaan transaksi setiap
harinya dengan biaya yang sangat murah
dibandingkan teknologi Mastercard dan
Visa. Makanya ini sebuah ancaman bagi
kekuasaan finansial bisnis perbankan
yang ada di Amerika.
Ya, perapan sistem pembayaran domestik
Indonesia seperti Quick Response
Indonesian Standard atau Kris dan
Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN
memperoleh sorotan dari pemerintah
Amerika Serikat dalam negosiasi tarif
resiprokal dengan Republik Indonesia.
Pemerintah Amerika Serikat menilai kedua
sistem pembayaran domestik milik
Indonesia tersebut membatasi gerak
perusahaan asing. Halo, Guys. Ngeri
banget nih proses negosiasi tarif ya
antara pemerintah Indonesia dan
pemerintah Amerika Serikat itu semakin
mencekam. Kok bisa ya? Karena ternyata
proses negosiasi yang dilakukan itu
sudah menjurus ke arah pengendalian
perbudakan ekonomi. Teman-teman tahu di
hadapan kita ini ada dokumen ini dikirim
oleh follower kita nih di Instagram
namanya Jenny. Thank you, Jenny. Ya, ini
dokumen ratusan halaman dan gua mau
bilang di dalam dokumen tuntutan oleh
Presiden Amerika Serikat ini ada begitu
banyak yang mereka minta dari negara
kita. Bukan hanya sektor energi
pertambangan, tapi ada juga bisnis
perbankan, ada juga soal investasi, ada
juga soal sertifikasi halal, ada juga
soal obat-obatan, ada soal karantina. Di
sini juga ada soal yang berhubungan
dengan bisnis impor-ekspor di Indonesia
dan banyak lagiah. Tapi satu spesifik
ya, gua bakal bahas semuanya sih. Tapi
hari ini super spesifik gua akan bahas
tentang prahara curis atau orang suka
bilang keris atau keris. Dan ini ada
hubungannya loh dengan nyawa kalian.
Karena teman-teman tahu enggak sih total
nilai transaksi curies di Indonesia itu
sudah ratusan juta transaksi dengan
jumlah yang enggak main-main loh. Nilai
transaksinya diperkirakan tahun ini
hampir 1 kuadriliun alias Rp.000 triliun
yang beredar di sistem KIS. Makanya ini
sesuatu yang sangat fatal dan sangat
urgen buat gua bahas hari ini. So,
Teman-teman jangan dikip video ini
karena di sini ada peri kehidupan lu
khususnya nyawa lu di bidang ekonomi.
Ini sesuatu yang ngeri karena bisnis
perbankan itu adalah urat nadi
perekonomian suatu bangsa. So, jangan
dikip video ini. Let's check this
out. Jadi, Teman-teman lu bisa lihat ya
dokumen ini tebal banget. Total ada
ratusan halaman. Gua mau masuk ke
halaman
221. Very specific permintaan Donald
Trump di bidang financial services ini
betul-betul brutal. Ya, ini ada soal
investasi perbankan lah. Amerika sangat
ingin menguasai bisnis perbankan di
Indonesia karena mereka berkali-kali
gagal. Contohnya yang paling mutakhir ya
zaman dulu Citybank tuh sangat powerful
di Indonesia. Lu kalau lulusan Citybank
bisa kerja di mana aja di kolong langit
Indonesia ini tinggal tunjuk oh lu
lulusan Citybank, lu pasti orang hebat.
Ya sekarang Citybank malah mau kabur
dari Indonesia. Kemarin habis jualan
bisnisnya juga. So, teman-teman kenapa
penting buat kita bahas ini? Karena dari
dulu ya yang namanya Amerika Serikat ini
begitu powerful. Ketika mereka invest di
suatu negara dan mereka mengalami
kesulitan, apa yang dilakukan oleh para
pengusahanya di republik ini? Telepon
duta besarnya. Eh, Bro, tolong lu tekan
dong menterinya Indonesia, Bro. Tolong
lu tekan dong presidennya Indonesia. Kok
begini? Kok begitu? Jadi level mereka
ketika berbisnis itu sudah sampai ke
level memanfaatkan duta besar yang ada
di sini. Dan di sini gua jadi ingat
cerita kawan baik kita ya yang bilang,
"Ya Ben, memang ada salah satu
perusahaan Amerika. Ketika mereka bisnis
di Indonesia katakan bisnisnya rugi atau
apapun itu ada kebutuhan." Mereka itu
manja, Ben. Mereka nanti nelepon orang
Duta Besar. Orang Duta Besar inilah yang
disuruh ngejar dan nekan pemerintah
Indonesia. Wih, brutal banget. Hebat
banget sih, jujur sih. Gua salut sih.
Hebat banget. Nah, salah satu hal di
bidang perbankan and financial service
di Indonesia yang digugat oleh Donald
Trump dan lu harus tahu itu yang pertama
adalah GPN, gerbang pembayaran.
nasional. Di situ banyak orang yang
komplain, apalagi Donald Trump atas
perdagangan dia. Kenapa sih kalau di
Indonesia mau transaksi harus yang
diutamakan itu GPN? Nah, ini banyak yang
salah paham dan gua minta dengan sangat
semoga tim yang kita kirim ke Amerika
Serikat bisa menjelaskannya ke Amerika
bahwa apa? GPN itu bukan penghalang.
Pertama, yang kedua, GPN itu sifatnya
sangat lokal. Lu enggak bisa pakai GPN
transaksi di Brazil atau transaksi di
Malaysia atau di Singapura. Enggak. GPN
ini sistem switching yang berlaku di
level nasional supaya perbankan kita
bisa berkomunikasi dengan bank yang
lain. Contoh, lu kan tahu yang namanya
ATM Bersama. Mungkin lu pernah dengar
juga namanya ada Alto lah, ada Link lah,
dan lain sebagainya. Itulah yang ada di
Indonesia dan itu betul-betul unik di
Indonesia. Kalau teman-teman ke Amerika,
Amerika itu susahnya naujubila transfer
antar bank. Susahnya bukan main. Gua
kasih tahu lu, lu pakai bank di
California mau transfer ke bank yang ada
di Ohio, itu susahnya buakan main. Bisa
prosesnya sampai berhari-hari. Negaranya
sama tapi sangat sulit. Kenapa bisa
begitu? Karena konsep di negara di
Indonesia itu kan provinsi satu
undang-undang berlaku semua yang bikin
Bank Indonesia bank sentral bersama OJK.
That's it. Di Amerika itu ada begitu
banyak regulator bahkan sampai di level
state juga negara bagian-negara bagian
ini punya hak sendiri. Mereka bikin
aturan main sendiri. Akibatnya apa?
komunikasi digital antar bank itu enggak
otomatik kayak di Indonesia. Jadi,
makanya lu jangan heran ya kalau di
Amerika lu transaksi di bank itu selalu
butuh pihak ketiga. Contohnya nih orang
bisa pakai transfer wise atau Fanmo atau
pakai PayPal. Mereka pakai pihak ketiga
karena sistem legacy yang ada saat ini
sangat lambat dan tidak efisien.
Indonesia ini sakti. Jujur aja kalau
ngomongin teknologi perbankan, Indonesia
lebih sakti dibanding Amerika. Lu yang
orang Amerika Serikat yang tinggal di
Amerika pasti bisa merasakan painfulnya
melakukan transaksi antar bank di
Amerika. Sangat lelet, sangat tidak
efisien, sahih itu. Nah, jadi makanya
jangan heran kalau kemudian dia komplain
kok di Indonesia pakai GPN. Ya, oke, ini
gua kasih penjelasan. Lu enggak usah
takut dengan itu wahai Amerika. Karena
orang Indonesia pasti kalau ke luar
negeri, kalau bertransaksi pasti gua
yakin kemungkinan besar masih
menggunakan yang namanya Mastercard sama
Visa. untuk beberapa negara ini catatan
khusus ya betul sih Malaysia, Singapura
itu kita udah bisa pakai curis dan ini
yang membuat mereka takut. Kalau soal
GPN sebetulnya ini tolong dijelasin ya
teman-teman yang negosiasi ke Amerika
enggak usah takut itu kan sifatnya
sangat lokal ya. Okelah anggaplah itu
aplikasi pihak ketiga seperti yang kita
sudah tahu ada FMO di Amerika Serik ada
transfer wise dan lain sebagainya. Tapi
sebetulnya yang mereka mau incer itu
adalah curies. Curies ini sangat fatal,
sangat signifikan, dan ini adalah
inovasi yang menurut gua jujur nih,
bukan gua muji-muji ya, tapi ini jujur
ini inovasi yang paling spektakuler yang
diciptakan oleh Bank Indonesia. Sekarang
orang-orang itu bisa transaksi enggak
perlu lagi bayar uang cash, pegang duit,
bawa logam, bawa uang kertas yang lecek,
banyak bakteri, enggak. Cukup keluarin
handphone, scan, selesai lu transaksi.
Dan ini membahayakan Amerika Serikat.
Amerika itu dalam posisi yang sangat
ketakutan, Guys. Saat ini mereka sangat
ketakutan karena mereka melihat
Indonesia bisa mengembangkan teknologi
finansial yang begitu canggihnya, bahkan
lebih canggih dibanding teknologi
Mastercard visa mereka. Dan begitu
hebatnya sistem kita, kita bisa
melakukan jutaan transaksi setiap
harinya dengan biaya yang sangat murah
dibandingkan teknologi Mastercard dan
Visa. Makanya ini sebuah ancaman bagi
kekuasaan finansial bisnis perbankan
yang ada di Amerika. Loh, kok bisa? Ini
gambarannya ya. Kenapa ini sangat
strategik dan sangat penting buat
Amerika Serikat menghancurkan curri
menyerang Bank Indonesia? Teman-teman
tahu di bulan Januari 2025 saja nilai
transaksi curies itu mencapai R80
triliun 1 bulan aja. Kalau lu kali 12
disahunkan, maka menjadi
960 triliun. Yang gua yakin sih nilainya
pasti lebih dari itu. Jadi bisa sampai
1000 triliun alias 1 kuadriliun. Nah,
kenapa mereka emosi? Emang soat dengan
curious? Kenapa emosi? Ingat guys, ini
soal cuan, soal profit. Kalau seandainya
semua transaksi di Indonesia dilakukan
pakai curies, apa yang terjadi? Amerika
Serikat dapat apa? Mereka di sini ada
perusahaan Mastercard, ada perusahaan
Visa. Nah, lu tahu ya kalau lu transaksi
pakai curies itu lu cukup membayar MDR
itu senilai
0,3% alias merchant discount rate 0,3%.
Gampangnya gini, kalau lu transaksi
Rp100.000, lu bayar MDR 0,3%.
0,3% itu berarti cuman setara 300 perak.
So, Teman-teman bayangin lu transaksi
Rp100.000 V transaksi lu buat Quris itu
cuma 0,3% alias 300 perak. Nah,
bandingkan dengan Mastercard atau Visa.
Ketika lu bayar nih sesuatu pakai
mastercard atau Visa, lu akan dicharge
antara 2 sampai 3% per transaksi. Nilai
ril-nya yang masuk ke kantongnya Visa
sama Mastercard itu sekitar 1%. Jadi,
bayangin kalau transaksi Rp100.000,
R000, maka Visa dan Mastercard itu akan
makan Rp1.000. Nah, perbandingan jauh
tiga kali lipat lebih mahal. Pakai curis
lu cuma bayar 300 perak. Pakai visa, lu
harus bayar
Rp1.000. Oke, Pak. So what? Kenapa
Donald Trump harus marah-marah sama
kita? Ini kan cuman masalah 1000 perak
doang. Kenapa kita sampai harus
menghancurkan sistem curies yang udah
kita bangun ini? Teknologi ini kita
harus hancurkan. E sebentar guys, bentar
guys sebelum kita lanjut videonya, good
news guys. Kalau sambenic season 7
kembali dibuka nih. Jadi buat
teman-teman yang belum sempat join yang
season 6, kita sekarang udah masuk ke
season keet7uh dan ini seru banget
karena tahun ini kita membahas tentang
energi terbarukan. So, teman-teman tahu
enggak orang kalau ngomong energi di
Indonesia ini cuman ada batu bara atau
minyak bumi. Tetapi sekarang kita sudah
masuk ke era di mana saham-saham
perusahaan yang prospek itu justru
datang bukan dari batu bara lagi, tapi
dari energi terbarukan. Dan banyak loh
sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air. Dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek, investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama. Hanya di Skol Sampenix Season 7
tentang emiten-emiten dan prospek
prospek yang luar biasa dari sektor
energi terbarukan. Makanya jangan sampai
ketinggalan, Guys. Segera buruan daftar
karena kita ada promo nih diskon 25%
hanya untuk 50 orang pertama yang daftar
sebelum 25 April 2025. So, tunggu
apaagi, Guys? Buruan yuk, segera hubungi
nomor handphone yang ada di bawah ini
atau
www.skalashambenix.com. Eh, ingat guys,
bisnis finansial itu enak ya. Mereka itu
bisa duduk-duduk aja dapat fee. Lu
bayangin ya, kenapa ini betul-betul
strategik ya? Dan ini pintar banget
menurut gua Donald Trump cara dia
mengeksploitasi kita.
kiss
are please make
ini transaksi finansial itu ya guys ini
bisnis perbankan itu fe-nya itu
kecil-kecilkecil tapi begitu dikali
banyak nilainya itu triliunan lu enggak
percaya curis itu nilai transaksinya
tadi gua sudah bilang 80 triliun di
bulan Januari itu cuman 1 bulan Januari
2025 lu kalis 12 bulan dalam 1 tahun
nilainya R960 triliun nah Nah, R960
triliun dalam 1 tahun kalau Visa makan
1% komisi dia, berarti Visa akan terima
duit 9,6 triliun per
tahun. Kaget.
Kaget. Gila enggak lu? 9,6 triliun per
tahun lu bagi 12 bulan artinya visa bisa
makan 800 miliar per bulan. Menurut lu
800 miliar per bulan? Kecil 800 miliar
per bulan. Kalau lu bagi lagi 30 hari,
artinya penghasilan visa dalam 1 hari
itu 26 miliar. Jadi, Visa dan Mastercard
dari sudut pandang mereka karena curis
ini lahir di Indonesia, visa rugi 26
miliar per hari. Ngeri enggak, Guys?
Jadi, lu bisa bayangin nih kalau seai
tim kita negosiasinya salah, hopefully
mereka bisa bela ini. Dan ini sangat
penting. Ini kita baru ngomongin duit,
visa itu bisa dapat 26 miliar per hari.
Jadi, lu jangan bilang, "Ah, Pak, dekit
kan cuman 1000.000 perak kali Rp100.000
1% doang." Iya, tapi lu harus hitung 9,6
triliun. Gila enggak tuh? Nah, kenapa
mereka mencak-mencak? Ingat ya, negara
Amerika Serikat itu pengin orang itu
jadi berhutang. Mereka cinta banget
kalau makin banyak orang-orang yang
punya hutang. Bahkan kalau dari lahir
aja udah punya hutang karena lu ke rumah
sakit harus bayar-bayar rumah sakit
mahal banget lu ngutang ke bank. Lu mau
sekolah, lu mau kuliah, lu ada namanya
kredit buat kuliah. Jadi school kredit
atau loan atau education loan. Lu udah
ngutang. Lu udah ngutang baru lahir
ngutang. Lu kuliah lu ngutang lu makan
lu ngutang semua ngutang. Makanya jangan
heran kalau di Amerika Serikat satu
manusia bisa punya sampai empat kartu
kredit. Karena mereka cita-citanya
adalah semua orang wajib punya hutang.
Karena apa? Karena negara Amerika
Serikat sampai detik ini bisa beroperasi
karena ada negara lain yang ngutangin
mereka. Pertama Jepang, kedua Cina. Jadi
memang bisnis mereka itu ya ngutang,
ngutang, ngutang, ngutang. Nah,
Teman-teman, makanya lu jangan heran
kalau seandainya bisnis model di
Indonesia it doesn't work. Kenapa?
Karena di Indonesia yang mayoritas
agamanya muslim itu menentang yang
namanya utang. Apalagi pakai bunga,
namanya riba. Kalau antum kredit misal
0%, baiklah 0%. Kalau terlambat sehari
kena denda enggak? Kena denda. Baik.
Berapa dendanya? R8.000, R.000, R50.000
kecil Ustaz, saya bisa bayar. Benar.
Tapi hadis Nabi, 1 dirham riba lebih
berat daripada 36 kali berzina. Enggak
boleh. Akibatnya apa? Inilah alasan
kenapa Mastercard sama Visa itu marah.
Karena di Indonesia jumlah manusia yang
punya kartu kredit itu tidak sampai 10%
dari jumlah penduduk Indonesia.
Penetrasi kartu kredit di Indonesia itu
sangat kecil. Kenapa? Karena Indonesia
negaranya sangat religius. Ah, masa sih
buktinya judi online rame? Ah, masa sih
buktinya pinjol ramai. Ah, itu ya itulah
strategi yang pintar tuh yang enggak
bisa ditiru oleh Amerika Serikat. Dia
gagal paham Indonesia ini mayoritas
religius. Tapi ah itu ada tapinya itu
dia belum bisa paham. Tapi gua mau kasih
paham kenapa wajib Amerika Serikat
menghancurkan curis di Indonesia. Karena
penetrasi kartu kredit di Indonesia bisa
dibilang gagal. Cuman 10% rakyat
Indonesia yang menggunakan kartu kredit.
Itu satu. Yang kedua, kalau kita
ngomongin di bulan Januari
2025, berapa banyak orang yang melakukan
transaksi? Pakai fiturnya si visa kartu
kredit itu cuman 41 juta. Cuman 41 juta
transaksi di bulan Januari 2025.
Tapi Cis, jumlah orang yang bertransaksi
pakai CES di bulan Januari 2025 itu 790
juta. Gila 20 kali lipat lebih banyak
dibanding orang yang pakai kartu kredit.
Menurut menurut gua masuk akal. Kenapa?
Karena orang Indonesia yang pakai kartu
kredit itu enggak nyampai 10% berarti
enggak nyampai 30 juta orang. Gua yakin
faktanya bahkan bisa sampai mungkin cuma
5%. Tapi yang pakai curies sekarang
siapa sih di Indonesia yang enggak punya
handphone? Satu orang aja mungkin bisa
punya dua handphone atau tiga handphone.
Tapi apakah sudah pasti punya kartu
kredit? Belum tentu. Makanya di sini gua
mau bilang curies ini adalah salah satu
hal yang sangat revolusioner di
Indonesia. Inilah satu-satunya di mana
kita bisa berjaya di atas sistem kita
sendiri, teknologi kita sendiri yang
jauh lebih advance dibandingkan Amerika
Serikat. Amerika Serikat aja bisa
jalanin itu karena mereka ngecas behhang
tinggi 1% beberapa bahkan bisa 2 sampai
3%. Kita bisa jalankan itu cuma dengan
biaya 0,3%.
Akibatnya apa? Usernya jauh lebih
banyak. Pengguna Visa cuman R1 juta
transaksi, pengguna CURS itu R90 juta.
Ini kan sesuatu yang luar biasa. Dan
yang lebih hebat ya, sistem curis ini
bisa mengenable mengenable teman-teman
UMKM yang selama ini tidak terjangkau
oleh sistem perbankan, mereka sekarang
bisa bawa diklusifkan ke dalam dunia
financial services. Karena per detik ini
jumlah total merchant yang ada di sistem
curies Indonesia itu mencapai
36,5 juta merchan. Jadi, lu bayangin 36
juta merchan mayoritas gua yakin UMKM.
Mereka terdaftar di sistem curies kita.
Jadi pengusaha nih yang dibantu oleh
curis, pedagang-pedagang kaki 5 termasuk
di antaranya itu jumlahnya jauh lebih
banyak dibandingkan misalkan pengusaha
yang dibantuin oleh Bank Mandiri atau
Bank BCA. Gua yakin UMKM yang ikut
mereka enggak sebanyak ini. And ya
okelah itulah salah satu kelebihannya
kita. Kita bisa menciptakan teknologi
sendiri yang namanya curious. Nah
teman-teman kenapa ini penting buat kita
bahas? Karena gua mau bilang sama lu. Oh
berarti ini ada kepentingan duit di
sini. Mereka nyerang curis itu bukan
semata-mata karena mereka perang dagang.
Enggak. Karena mereka pengin dapat cuan.
Ih, cuannya 9,6 triliun setahun loh. Ini
ngeri loh. Dan teman-teman tahu enggak
siapa sih yang punya Mastercard sama
Visa itu? Ternyata Mastercard sama Visa
itu adalah perusahaan Amerika Serikat
yang dimiliki oleh Black
Rock bersama Vangard yang kebetulan
kedua orang ini juga, kedua perusahaan
investasi besar dunia ini juga saat ini
ya menjadi penasihatnya Donald Trump.
Jadi yang mereka belain di sini
sebetulnya ya kepentingan para bohir
juga. Oke, jadi di sini artinya apa?
Indonesia apakah boleh mematikan keris?
Menurut lu apakah itu hal yang
bijaksana? Menurut gua enggak. Karena
ini bukan cuman soal duit, tetapi di
sini ada soal kedaulatan. Ini gua
betul-betul meminta nih sama
pemerintahan kita buat bisa membela
supaya curies jangan dimatikan.
Teman-teman tahu apa yang kita mau
sharing di sini? Ini penting buat masa
depan kita. Ketika lu ngomongin curious,
okelah itu ngomong 9,6 triliun duit buat
Mastercard visa yang kita relakan.
Tetapi ada satu hal yang lebih penting
daripada itu. Yaitu apa? Yang pertama
yang sudah pasti ya, kerugian finansial
ya, duit 1% tuh jauh lebih mahal
dibanding 0,3%. Terus 1% harus keluar ke
konglomerat Amerika. Gua sih enggak
rela. Jujur aja gua sih enggak rela.
Kita harus kasih duit ke Mastercard
Visa. Gua enggak rela. 1000% enggak
rela. Oke, itu kerugian devisa. Yang
kedua, kita punya kerugian yang namanya
merchan.
Bro, kita punya data merchan R6 juta.
Itu kan data-data yang menurut gua
sangat spesifik. Orang bisa lihat
Amerika bisa lihat. Oh, ada pedagang
bakmi omzet-nya Rp300 juta sebulan di
Gang Somat, Jakarta Selatan. Oh, ada
pengusaha sate ayam, Omz-nya Rp0 juta
sehari di Purworejo. Itu kan semua
data-data merchan. Ini baru kita
ngomongin data merchant. Belum lagi data
transaksi. Siapa orang yang punya duit?
Oh, Paijo. Pakai Jo spendingnya R juta
per hari. Oh, berarti penghasilan dia di
atas R0 juta sebulan. Wih, ngeri banget
loh. Dia bisa lihat data merchant, dia
bisa lihat data buyer. Ujung-ujungnya
apa yang dia bisa lihat? Dia bisa bentuk
behavior, perilaku. Kenapa ini
strategic? Ini gua mohon sama Presiden
untuk bisa negosiasikan ini. Jangan kita
serahkan curies itu ke Amerika Serikat
karena behavior itu hal yang paling
penting. Presiden bisa jatuh loh
gara-gara ini. Kenapa, Pak? Contohnya
gampang. Misalkan berdasarkan data
transaksi di Curis, mereka bisa lihat
gini. Oh, ternyata mayoritas rakyat
Indonesia itu beli beras naik dua kali
lipat di bulan Mei. Kenapa? Ya mungkin
di situ karena ada lebaran, ada orang
puasa dan lain sebagainya. Kalau sebuah
negara megang data itu, apa yang dia
lakukan? Sebelum masuk bulan Mei dia
telepon India, dia bisa telepon Vietnam.
Ini negara di kuasa, Guys, yang kita
ngomongin. Eh, Vietnam pokoknya minggu
depan lu jangan kirim ya ke Indonesia
beras, ya. Eh, India. Minggu depan lu
jangan kirim, ya ke beras, ke Indonesia.
Kalau enggak nanti bunga utang lu gua
naikin nih. Atau kalau enggak gua enggak
jadi ngirim lu senjata nuklir yang
paling hebat atau pesawat jet yang
paling mutakhir. Selesai. Apa yang
terjadi? Indonesia krisis beras di bulan
puasa. Apa yang terjadi? Presiden naik
ke surga? Enggak. Gua yakin presiden
jatuh. Jelas. Ini sangat spesifik. Orang
bisa lihat behavior pattern dari
spending kita dan dia bisa ukur
penghasilan kita. Eh, berarti besok
kalau kita perang sama Indonesia jangan
dibom ya, Manokwari. Kenapa? Transaksi
cynya cuman tiga biji sehari. Itu paling
dia lagi, dia lagi cuma beli permen sama
es cendol. Oh, jadi yang kita bom siapa?
Oh, ini ada provinsi ini kan kelihatan.
Jadi di situ. Ini nyawa ekonomi
Indonesia. Oh, ini nyawa pupuk
Indonesia. Oh, ini nyawa logistik
Indonesia. kan bisa ketrack itu semua
kalau diwajibkan nanti kita semua
bertransaksi pakai Mastercard dan Visa.
Itu data yang sangat strategik yang
jangan sampai bahkan ya jangan sampai
bocor ke negara asing. Makanya di sini
gua sangat-sangat darurat nih bikin
video ini urgent. Semoga pemerintah kita
bisa dengar dan semoga pemerintah kita
bisa mengkomunikasikan dengan baik
kepada Amerika Serikat supaya itu tidak
bocor ke mereka. Terus gimana, Pak, cara
negosiasi? Ini gua kasih lu ilmu gratis
nih. Harusnya lu bayar sama gua. Ya
gampangnya gini. Negosiasi dengan
Amerika Serikat. Curies bukanlah produk
monopoli Indonesia. No. Curies itu hanya
jembatan yang menyambungkan komunikasi
antara kasir atau orang yang kita mau
bayar dengan rekening bank kita. Dia
cuman jembatan perantaranya. Oke.
Rp3.000. Tarik dari rekening bank kita
Rp3.000. Masukin ke accoun mereka 3.000.
Dia hanya jembatan. Artinya gini,
negosiasi dengan Mastercard Visa akan
jauh lebih baik bilang di sini jembatan
ini bisa dipakai oleh siapapun.
Maksudnya apa? Ketika orang bertransaksi
dengan curies bisa ada opsi dananya
ditarik dari rekening bank dia atau
ditarik dari kartu kredit dia yang
menggunakan Mastercard atau visa. Fair.
Jadi Mastercard atau visa juga bisa ada
opsi kalau orang milih untuk pakai kartu
kreditnya. Tinggal gitu aja. Artinya
enggak wajib juga ya. Namanya juga ini
jembatan orang bisa pilih. Karena lu
masih ingat ya zaman dulu ya curies itu
cuman bisa komunikasi di inter brand-nya
sendiri. Contoh curies GOP itu enggak
bisa berkomunikasi dengan curies Grab.
Lu mungkin masih hidup di era itu. Jadi
masing-masing merchan itu merchan-nya
Gojek ya pakai GoPay, enggak bisa pakai
Grab Pay atau OVO atau merchan-nya BCA
enggak bisa pakai GoPay. Nah, inilah
makanya revolusioner yang dibikin oleh
Bank Indonesia. Antar bank maupun antar
wallet itu bisa saling komunikasi. Jadi
di sini yang mau gua bilang Amerika
Sikat itu jangan takut. Semoga pejabat
kita bisa ngomong benar seperti yang gua
ajarin di sini. Quris kita atau GPN
kita, Quries kita di sini itu adalah
jembatan mengkoneksikan antara yang mau
terima pembayaran dengan orang yang mau
bayar. Source of fund-nya itu enggak
mesti dari rekening bank. Dia bisa
pilih. Sampai hari ini pun lu masih bisa
pilih. Pilih pakai digital wallet. Oke,
saya bayar pakai Kris ya. Nanti yang
dipotong account gopay lu. Masalah
enggak? Tinggal tambahin lagi opsi di
sini. Oke, bisa bayar pakai dana di
perbankan lu atau bayar pakai dana di
digital wallet lu atau pakai dana
mastercard atau visa lu. Ngutang ke
bank, tempelin kartu kredit lu.
Seriously, it's that simple. Tinggal
gimana caranya kita mengkomunikasikan
bahwa ini bukan contoh monopoli di
Indonesia. Ini cuman jembatan yang
memudahkan. Yang pakai jembatannya boleh
siapa saja. Boleh Gojek, boleh Grab,
boleh Bank BCA, boleh Bank Mandiri,
boleh Mastercard, boleh Visa, that's it.
Gua betul-betul sangat berharap ya, ini
betul-betul isu yang sangat strategik
karena data finansial, data keuangan
menurut gua sangat fatal. Kalau sampai
yang pegang itu adalah Amerika Serikat.
Itu ngeri. Tadi yang gua bilang presiden
bahkan bisa jatuh karena ini level
negara adik kuasa. dia bisa lihat, "Oh,
kalau bulan segini orang Indonesia makan
tahu tempe. Oh, kalau bulan segini
karena bentar lagi idola ada,
transaksinya banyak nih beli daging
lagi. Gimana tiba-tiba kalau daging
hilang dari pasaran?" Mungkin enggak ya?
Sangat mungkin orang kita impor daging
dari sahabatnya e budaknya Amerika
Serikat yang namanya Australia tinggal
dibilang, "Lu jangan kirim sapi ya ke
Indonesia." Habis sudah gua yakin
siapapun presidennya. Selesai. Jadi, lu
mau nyawa kita, data transaksi kita yang
pegang itu Amerika Serikat. Jangan.
Menurut gua bahaya. So, gua betul-betul
berharap, sangat berharap ya video ini
viral. Bukannya kenapa-kenapa? No.
Karena negosiator kita itu harus bisa
mengkomunikasikan dengan baik. Seperti
yang tadi gua bilang, yang kita bikin
ini bukan sebuah produk milik perusahaan
tertentu, no. Ini adalah sebuah jembatan
yang berfungsi sebagai konektor lah
antara perusahaan payment gateway,
perbankan, atau kartu kredit atau apapun
itu dengan orang yang akan menerima
pembayaran. That's seat. Di sini sama
sekali enggak ada hubungannya dengan
perang dagang atau terf dagang. Jadi
enggak ada hubungannya dengan itu. Nah,
next kita bakal bahas nih karena ada
begitu banyak di sini yang berhubungan
dengan pertahanan, kesehatan, energi,
sumber daya mineral yang ada di dokumen
Sakti yang isinya adalah tuntutan
Amerika Serikat yang jujur menurut gua
sangat dekat dengan perbudakan modern.
Ngeri banget. Kita baru bahas satu
sektor, Guys, yang namanya financial
services. Jasa keuangan berhubungan
dengan ya ya curis dan GPN. Orang
Indonesia kalau salah nego jadi budak.
Ini udah selesai nih. Nah, lu penasaran
enggak sih buat kita bahas apa sih
selanjutnya ya tuntutan Amerika Serikat
yang begitu tebal ini yang harus kita
bahas mungkin bisa sampai 8 episode nih,
Guys, cuma buat bahas ini karena banyak
banget permintaannya yang menurut gua
sadis sih. Lu setuju enggak sih kalau
kita bahas lebih detail lagi atau
sebaiknya kita bahas yang salah satu
yang bakal bikin heboh juga yaitu apa?
Ada RUU kepolisian, ada RUU kejaksaan
sampai RUU penyiaran dan mungkin juga
Indonesia gelap. Lu setuju enggak? Atau
kita sebaiknya sekarang fokus dulu ya
selesain ini selama 8 episode ke depan.
Karena ini betul-betul ngeri sih. Ngeri
banget, Guys. Dan bukan cuman Indonesia
loh. Lu asal tahu ya negara tetangga
kita bahkan sampai Aljazair, Angola yang
menurut lu negara enggak penting dan
abal-abal juga itu juga ada di sini ikut
masuk dalam serangan ini. Makanya jangan
heran ya PM Lawrence Wong dari Singapura
itu dari kemarin jerit-jerit menghina
Donald Trump. Ini enggak pernah terjadi
nih sepanjang sejarah Singapura. Dan ini
dilakukan juga loh oleh beberapa perdana
menteri yang ada di Eropa. So,
Teman-teman ini seru banget sih buat
kita bahas lebih lanjut. Makanya
teman-teman jangan lupa like ya dan
segera share video ini ke teman-teman
dan saudara kalian. By the way, lu
setuju enggak sih kalau curies itu harus
kita jaga, harus kita pertahankan atau
ya udah buka aja bisnisnya liberalisasi
kasih Mastercard dan visa masuk ke
Indonesia. Karena jujur aja dari dulu
udah begitu banyak perbankan di Amerika
Serikat yang tergiur dengan kue ekonomi
yang besar di Indonesia. Tapi mereka gak
berhasil merebut hati rakyat kita.
Ujung-ujungnya kan lu nabung di Bank
Mandiri, kalau gak di bank WC. Ya bener
enggak? Oke, guys. Semoga video ini
bermanfaat. Salam sehat. Salam cuan. Bye
bye.
[Musik]