Transcript
AOM8o3-jwdQ • CHINA'S CRUEL RESPONSE TO AMERICA! TARIFF WAR UP TO 125%??
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0353_AOM8o3-jwdQ.txt
Kind: captions
Language: id
Halo, Guys. Ngeri banget nih, Guys. Lu
tahu, ya, perang dagang antara Amerika
Serikat dan Cina, negara terbesar di
dunia nih, satu dan dua. Bertarung
bukannya makin damai, tapi makin brutal.
Hari ini Donald Trump itu sudah
mengumumkan bahwa Cina, barang-barang
yang main Cina akan kena tarif 145%.
yang artinya kalau lu impor barang
nilainya R1 juta, lu harus siap-siap
keluarin lagi another R,45 juta yaitu
145% dan barang totalnya menjadi 2,45
juta. Jadi barang R1 juta kena tarif
145% menjadi
2,45 juta yang harus lu bayar naik 145%
dibandingkan yang seharusnya. Nah, lebih
gila lagi ternyata Cina enggak tinggal
diam, Guys. Ketika Cina diserang oleh
tarif 145% yang akibatnya barang-barang
mereka jadi lebih mahal dan tidak
kompetitif, yang dilakukan oleh Cina
bukan bertekuk lutut seperti Vietnam,
langsung berbondong-bondong jilat pantat
Donald Trump di video
ini. And let
gos, kissing ass. my ass. They are they
are dying to make it deal. Please,
please, sir, make a deal. I'll do
anything. I'll do anything sir. And then
I'll see some rebel Republican. You know
some guy that wants to grand stand say I
think that Congress should take over
negotiations. Let me tell you, you don't
negotiate like I negotiate. Congress
takes over
negotiating. Sell America fast because
you're going to go
busted. You don't I just saw it today. A
couple of your congressmen said, "I
think we should get involved in the
negotiation of the tariff." So that's
what I need. I did some guy tell me how
to
negotiate. I tell you the happiest
people in the world would be China. They
wouldn't be paying 104%. I tell you
they'd be paying no per would be paying
them
104%. Beda. Cina itu anti jilat pantat
orang
guys. Kalau Vietnam hobi ya. Tapi Cina
enggak. Apa yang dilakukan? Oke lu lawan
gua 145%. Gua sikat lu, Cina naikin lagi
tarifnya. Buat barang-barang made in
USA. Sekarang kena tarif
125%. Hebat ini si Jimping ini enggak
main-main loh. Gila. Dan ini eskalasi
tingkat tinggi, Guys, yang bisa
berakibat fatal bagi lu dan gua dan kita
semua makhluk planet bumi ini. Kenapa?
Karena buat Teman-teman yang belum tahu,
perang tarif yang kita lihat sekarang
ini cuma replika. Sejarah itu selalu
mengulang dirinya sendiri. zaman dulu
ada enggak ada di tahun 1930. Tapi
sebelum kita bahas lebih detail apa yang
terjadi tahun 1930, kita akan bahas
spesifik nih tentang kenapa lu harus
nonton video ini dan jangan sampai dikip
karena ini akan mempengaruhi nyawa
kehidupan kamu dan anak-anak kalian di
rumah. khususnya buat warga Malaysia,
Indonesia dan Brunei ini sangat fatal
karena kejadian ini sudah berulang kali
terjadi. Dan kalau kita lihat rekamannya
di pernyataan terakhir Donald Trump di
media sosial milik dia yang namanya
Truth Social, dia mengatakan ini. Di
sini Donald Trump bilang apa? Based on
the lack of respect that China has shown
to the world's market, I am hereby
raising the tarif chart to China by the
United States of America to
125%. Effective immediately. Jadi di
situ dia langsung bikin pernyataan. Ini
memang era digital udah datang ya, Guys
ya. Presiden bukan lagi bikin pernyataan
di depan gedung putih atau di Istana
Negara. No. Dia bikin pernyataan itu di
medsos guys. Ini zaman baru nih. Makanya
keren banget nih zaman kita ini
betul-betul luar biasa. Terus habis itu
dia bilang apa? At some point hopefully
in the near future China will realize
that the days of ripping off the USA and
other countries is no longer sustainable
or acceptable. Intinya dia mau bilang
adalah hari ini gua menyantangkan bahwa
lu China bakal kena tarif 125% dan saya
berharap bahwa China akan mengerti, akan
menyadari bahwa hari-hari di mana China
bisa memperkosa hak-hak ekonomi bangsa
Amerika Serikat dan negara-negara lain
itu sudah selesai. Itu tidak lagi
acceptable. Versi Donald Trump
seolah-olah Amerika Serikat terzalimi ya
dengan China ya. Dia bawa-bawa kita
semua nih negara lain. Padahal lu aja
kali, lu aja yang gelap. Ya udah lanjut.
Conversely and based on the fact that
the more than 75 countries have called
representative of the United States
including the departments of commerce,
Triery and the USDR to negotiate a
solution to the subjects being discussed
relative to trade trade barriers, tarif,
currency manipulation and nonetary tarif
and that these countries have not at my
strong suggestion retaliated in any way
shape or form against the United States.
I have authorized a 90-day post and a
substantially lowered reciprocal tarif
during this period of 10% also effective
immediately. Thank you for your
attention to this
matter. Ah, ini agak unik soalnya ketika
dia mencandangkan tarif ke Indonesia
yang 32%, tarif dia ke Malaysia, ke
Singapura, ke Vietnam, dia bilang, "This
is the liberation day." Ini adalah era
yang sangat bersi dar semua negara kena
tarif. Terus sekarang tiba-tiba dia
bilang terjadi 90day post. Sekarang kita
semua kena tarif 10% flat karena kita
sudah rela sembah sujud kepada Donald
Trump. Kita tidak lakukan serangan
balasan. Kita diberikan pengampunan oleh
Presiden Donald Trump. Sungguh mulia dan
baik hati Presiden Donald Trump karena
kita tidak
melawan. Retaliated in way, shape or
form. Tapi Cina, Cina ngelawan, Guys.
Dia disikat dengan tarif 145%.
Ya, ini mencontohkan apa? Bahwa Amerika
Serikat adalah negara paling powerful di
dunia ini. Jangan kau berani macam-macam
dengan the Empire of United State. Dia
pengin bikin pernyataan bahwa gua adalah
penguasa dunia, bukan China. Jangan kau
sembah si Jimping, tapi sembahlah
Amerika Serikat. Dan dia berulang kali
bilang, "Kiss my ass, kiss my ass, kiss
my." PD banget ini. Orang sibuk
nge-bully orang-orang yang berusaha
bernegosiasi dengan dia. Tapi China
benar-benar amazing sih. Mereka bukan
hanya bertahan seperti Rusia di perang
bukannya tambah nyungsup tapi ekonominya
malah tumbuh. Ternyata China juga berani
loh. Dia udah mulai berani menggoncang,
mengambil alih posisi nomor satu di
dunia ini. Tapi dia punya ilmu yang
enggak main-main, Guys. Karena mereka
lakukan segalanya dengan terukur. Mereka
sudah melihat apa yang terjadi dengan
perang dagang ini. Karena ini bukan hal
baru. Karena perang tarif itu sebetulnya
udah bermula sejak tahun 1930 di era
Presiden Hoover. Di sini dia
menandatangani undang-undang yang
namanya Smooth Holy, Guys. Nah,
undang-undang ini bisa lahir karena di
tahun 1929 pasar Sam Wall Street jatuh
dan ini mengujudkan seluruh dunia.
Alhasil terjadi Great Depression di
Amerika Serikat. Ini adalah peristiwa
ekonomi crash terburuk sepanjang sejarah
Amerika Serikat. Dan hal inilah yang
memaksa Presiden Herbert Hoover untuk
menandatangani Undang-Undang Smooth
Holly pada Juni 1930. Undang-undang ini
diberi nama Smooth Holly karena
undang-undang ini disponsori oleh
senator alias anggota parlemen Rich
Smutth dan representatif Willis Holy.
Undang-undang tersebut menyatakan
Amerika Serikat menaikkan tarif impor
dari
13,5% ke
20% kepada lebih dari 20.000 ribu jenis
barang-barang impor di seluruh dunia
yang bertujuan untuk melindungi para
petani dan manufaktur asal Amerika
Serikat dari persaingan asing. Jadi,
Teman-teman yang gua mau bilang apa?
Inilah jangan pernah melupakan sejarah.
Jangan pernah menjadi presiden yang hobi
menghina bursa effect di negaranya
sendiri. Karena apa yang terjadi di
Amerika Serikat bukan tidak mungkin
terjadi di Indonesia. 1929 pasar Sam
Wall Street ambruk hancur merah
kebakaran di mana-mana. Di sini Charlie
Manger itu udah pernah bikin pernyataan
tidak enak loh hidup di masa Great
Depression. Sedih loh karena dia sudah
mengalami hidup di situ. Dia begitu
tuanya investor Charlie Manger ini. Dan
dia melihat sejarah dan dia rekam itu
dalam memorinya. Dan apa yang dia bilang
dalam memoarnya Charlie Manger bilang
itu bisa jadi terulang kalau Indonesia
menjadi
overprotectionism. Apa yang terjadi?
Pertama, market akan crash. Dan ini udah
gua bilang skenario ini akan terjadi di
Indonesia kalau kita tidak sigap. Market
akan crash. Kemudian negara menjadi
overprotect, kasih tarif tinggi di
mana-mana. Terjadi ini di era Donald
Trump dan kemudian ternyata apa?
Overproteksionism ini, tarif ini
kemudian menciptakan perang dagang.
Ternyata tarif yang disponsori oleh
Smooth Holy ini memicu perang dagang di
beberapa negara termasuk Kanada yang
memberlakukan tarif untuk 16 produk
Amerika Serikat yang diekspor ke Kanada.
Dan hal ini diikuti juga dengan Prancis
dan Spanyol yang juga ikut mengenakan
pajak pada mobil impor dari
Amerika. Akibatnya apa? Pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat semakin melemah.
ekspornya bukannya naik malah turun
menjadi
61%. Alhasil popularitas Hoover jatuh
dan dia pun digantikan oleh Presiden
Franklin di Roosevelt sebagai Presiden
Amerika Serikat tahun 1932. Jadi di sini
gua mau bilang, gua berulang kali
bilang, "Hati-hati presiden bisa jatuh,
ekonomi crash, bursa effect jatuh,
hati-hati presiden juga bisa jatuh,
ekonomi crash." Amerika kemudian panik,
dia memproteksi petani, manufacturing
pabrik di negaranya dia kenakan tarif
sebesar-besarnya. Apa yang terjadi?
Bukannya ekonominya tumbuh, malah
nyungsep. Karena kemudian dibalas Kanada
ngasih tarif buat produk Amerika. Eropa
tuh ada Spanyol, ada Prancis ngasih
produk buat mobil Amerika. Padahal
teman-teman tahu Amerika sangat
mengandalkan ekonominya dengan ekspor
salah satunya mobil saat itu Ford Raja
Dunia ini. Tetapi enggak bisa masuk
karena mereka kena tarif yang tinggi.
Jadi apa yang terjadi kemudian ya?
Ekonomi Amerika Serikat bukannya naik
malah turun. Ekspornya bukan naik malah
turun. Nyungsep akibatnya presiden jatuh
di tahun 1932. Jadi hitungannya cepat.
Cuman butuh 2 tahun setelah over
proteksionism tarif tinggi perang tarif
perang dagang cuma butuh 2 tahun buat
seorang presiden jatuh. Nah, kenapa ini
menjadi penting, Guys? Karena
Teman-teman kalau lihat apa yang terjadi
dengan Great Depression itu adalah
kesulitan ekonomi besar-besaran di
dunia. Semua orang merasakan krisis.
Ketika semua merasakan krisis, apa yang
terjadi? Mereka akan lari kepada hal-hal
yang bersifat tahayul yang tidak jelas
dan mereka akan lari cari kambing hitam.
Contoh Indonesia kemarin, krisis tahun
'98. Apa yang dilakukan? Orang cari
kambing hitam. Mereka mempermasalahkan.
Oh, penjajah asing aseng. Mereka semua
jadi kambing hitam. Dan itu dimanfaatkan
oleh kubu-kubu yang nasionalis,
kubu-kubu yang chauvinis, kubu-kubu yang
fasis. Buat apa? Mengumpulkan
suara-suara kaum-kaum yang merasa tambah
miskin karena salahnya orang ini, karena
salahnya orang itu. Nah, ini
dimanfaatkan kesulitan ini. Maka
lahirlah kejayaan Hitler di Jerman yang
memanfaatkan apa? Orang-orang yang
merasa hidupnya semakin susah. karena
krisis ekonomi, karena Jerman kalah
perang dunia pertama. Jerman harus ganti
rugi. Eh, ada lagi perang tarif, ada
lagi perang ekonomi, makin crash. Apa
yang terjadi? Masyarakat semakin
konservatif, masyarakat semakin fasis.
Dan itu terjadi di Jerman yang kemudian
pecah perang dunia 2. Makanya hati-hati
dengan perang dagang. Ini yang mau
dibilang sama Lawrence Wong. Lu
hati-hati 1930 ada contoh perang dagang
menciptakan perang dunia 2 karena rakyat
makin chauvinis atau fasis atau
nasionalis bahaya. Nah, kembali ke
sektor ekonomi. Roosevelt itu masuk
ketika situasinya enggak menyenangkan.
Perang dunia 2, krisis ekonomi di
mana-mana. Berat ekonominya. Amerika
Serikat mau perang pun berat ekonominya.
Susah. Sehingga apa? Ketika Presiden
Roford menjadi presiden, salah satu
usaha yang dia upayakan adalah berusaha
untuk memulihkan ekonomi Amerika Serikat
dengan menandatangani perjanjian RTAA
Reciprocal Trade Agreement Act,
Undang-Undang Perjanjian Timbal Balik di
tahun 1934. Undang-undang ini berisikan
perjanjian perdagangan bilateral antara
Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Di perjanjian ini, Amerika sepakat untuk
mengurangi tarif impor hingga
50%. Hingga tahun 1939 ada 19 negara
yang menandatangani perjanjian
perdagangan tersebut termasuk Belgia,
Brazil, Kanada, Columbia, Cuba, Prancis,
Ecuador, dan UK. Nah, kalau lu lihat di
situ di 1939 banyak negara yang akhirnya
berusaha untuk menyelamatkan ekonominya.
Dia sepakat untuk menjadi lebih terbuka
ikut tanda tangan di situ negara-negara
besar ada negara Kanada, Belgia, Brazil,
Prancis, semua sepakat. Tapi di situ ada
negara yang enggak masuk loh. Namanya
negara Jerman. Makanya lu jangan heran
di tahun 1939 di tahun yang sama
pecahlah perang dunia 2 karena Jerman
tidak ikut diundang untuk berdagang di
mitra internasionalnya. Hingga akhirnya
ya semua orang akhirnya sepakat untuk
terus bernegosiasi, berdagang. Kita
perlu liberalisasi perdagangan. Makin
banyak kawan makin bagus. Dan ini semua
baru bisa terwujud ketika Perang Dunia
Kedua berakhir di tahun 1945. Apa yang
terjadi di tahun 1945? Kalau lu orang
Indonesia, lu tahunya cuma perang
berakhir, Indonesia merdeka. Tapi ada
implikasinya. Namanya implikasi ekonomi.
Ternyata prosedur negosiasi tarif yang
namanya RTAA itu enggak stop. Tapi
berlanjut berevolusi menjadi GATT atau
General Agreement on tarif and Trade.
Nah, general agreement on Tarif and
Trade isinya apa? Kesepakatan bagi
negara-negara yang ikut tanda tangan
agreement itu untuk masuk ke perdagangan
bebas dan mempermudah perdagangan
internasional. Gat alias GAT ini
kemudian hari berubah lagi, berevolusi
lagi menjadi
WTO, World Trade Organization. Jadi
kalau dibilang WTO hari ini lahir itu
ada hubungannya enggak dengan perang
dunia 2? Sangat ada. Ada hubungannya
enggak dengan perang tarif? Ada sekali.
Dan ini semua adalah kesinambungan
sejarah nih yang enggak bisa diputus.
Makanya teman-teman harus hati-hati.
Market crash itu bisa mengakibatkan
kekacauan. Kekacauan bisa mengakibatkan
perang. And that's real. Ini buktinya.
Dan gua kasih tahu ya, gua kasih tahu
buat teman-teman. Perang dunia itu
enggak enak, Guys. Gua garansi lah.
Apalagi perang dunia 3 akan semakin
sangat tidak enak. Karena di era perang
dunia 3, lu bisa mati tanpa bisa lihat
siapa yang ngebom lu. Karena ada drone
tidak berawak, ada roket tidak berawak
yang diluncurkan dari belaan bumi lain.
Kecepatan suara menghancurkan rumah lu
atau kota lu dengan satu tombol. Satu
kota bisa hilang di era Hiroshima
Nagasaki. Di era sekarang dengan satu
tombol, satu pulau bisa hilang, Guys.
Ngeri. Jangan anggap enteng. Tapi apakah
dunia ambil pelajaran dari situ, Guys?
Enggak. E, sebentar, Guys. Bentar, Guys.
Sebelum kita lanjut videonya, good news,
guys. Kalau Samen season 7 kembali
dibuka nih. Jadi, buat teman-teman yang
belum sempat join yang season 6, kita
sekarang udah masuk ke season keet7uh
dan ini seru banget karena tahun ini
kita membahas tentang energi terbarukan.
So, teman-teman tahu enggak orang kalau
ngomong energi di Indonesia ini cuman
ada batu bara atau minyak bumi. Tetapi
sekarang kita sudah masuk ke era di mana
saham-saham perusahaan yang prospek itu
justru datang bukan dari batu bara lagi,
tapi dari energi terbarukan. Dan banyak
loh sebetulnya energi terbarukan. Ada lu
ngomong minyak sawit, ada namanya gas
bumi, ada namanya tenaga surya dari
matahari termasuk tenaga air dan masih
begitu banyak lagi yang belum kita
bahas. Nah, makanya di season 7 ini kita
akan membahas saham-saham yang sangat
prospek. investasi yang menurut gua
sangat menarik buat kita pelajari
bersama hanya di Skol Sambenix Season 7
tentang emiten-emiten dan prospek
prospek yang luar biasa dari sektor
energi terbarukan. Makanya jangan sampai
ketinggalan guys, segera buruan daftar
karena kita ada promo nih diskon 25%
hanya untuk 50 orang pertama yang daftar
sebelum 25 April 2025. So, tunggu
apaagi, Guys? Buruan yuk segera hubungi
nomor handphone yang ada di bawah ini
atau www.skalashambenix.com.
Lu tahu perang tarif kemudian resmi
berakhir ya di tahun 1945. Tapi kemudian
ada perang-perang lagi nih karena orang
pikun dengan sejarah. Apa yang terjadi?
Enggak lama setelah perang 1930 terjadi
lagi perang tarif di tahun 1962 yang
namanya perang tarif ayam. Kedengarannya
lucu ya lu lihat ayam ketok-ketok itu.
Padahal enggak. Konsekuensi dari Perang
Dunia Kedua dari 1939 sampai
1945 itu Amerika Serikat mengalami
krisis daging merah. Nah, ini menjadikan
masyarakatnya terpaksa mengkonsumsi ikan
dan unggas sebagai gantinya. Alhasil,
pada tahun-tahun berikutnya produksi
ayam di peternakan meningkat sehingga
menurunkan harga unggas di sana. Nah,
ini menciptakan celah nih buat orang
Eropa. Mereka kemudian membeli banyak
ayam dengan harga yang murah dari
Amerika Serikat. Namun akibatnya banyak
peternak ayam di Eropa merasa dirugikan.
Mereka bangkrut karena makin banyak
masuknya ayam-ayam murah dari Amerika
Serikat. So, untuk memberikan
perlindungan bagi para peternak ayam
lokal di Eropa, pemerintah Eropa pada
tahun 1962 memberlakukan tarif hingga
1,4 pada ayam Amerika. Melihat hal ini
apa yang dilakukan pemerintah Amerika
Serikat, mereka enggak tinggal diam,
Guys. Di tahun 1963, Presiden LB Johnson
juga memberlakukan tarif balasan kepada
Eropa untuk tepung, kentang, brandy,
delstrin, dan bahan kimia yang digunakan
untuk membuat kertas. Nah, bukan cuman
sampai di situ, Guys. Perang ayam
kira-kira orang kemudian akan kapok ya
dengan perang-perang tarif ya. Ternyata
enggak. Orang selalu lupa dengan
sejarah. Enggak lama dari perang ayam di
tahun 1962, ada lagi perang baru namanya
perang kayu. Di tahun 1980, Amerika
mengenakan tarif 14% terhadap kayu-kayu
dari Kanada. Nah, hal ini bisa terjadi
akibat kayu-kayu yang dijual oleh Kanada
harganya lebih rendah dibandingkan kayu
dari Amerika. Nah, kenapa bisa begini?
Dan ini ada hubungannya dengan Timber
yang gua bilang orang Amerika itu senang
banget bangun rumah dari kayu ya. Beda
dengan orang Indonesia. And the rest of
the world, kita suka banget bangun rumah
dari beton, dari batu bata yang pasti
lebih awet lah dibandingkan bangun rumah
dari kayu. Tapi Amerika senang banget
bangun rumah dari kayu. Akibatnya
industri kayu di Amerika itu industri
besar, industri triliunan. Dan karena
mereka enggak sanggup, ya negara lain
yang punya kayu lebih banyak namanya
Kanada, mereka bisa produksi itu dengan
harga lebih murah. Sehingga jangan
kaget. Kemudian pedagang kayu, pengusaha
kayu utamanya ya petani-petani kayu itu
merasa dirugikan.
dengan masuknya kayu-kayu dari Kanada
yang sudah pasti harganya lebih murah
dibandingkan kayu Amerika Serikat. Nah,
kalau lu kaget, oh berarti memang
sejarahnya Amerika Serikat ini suka
perang tarif ya? Ya wajar aja karena dia
penguasa dunia. Dan apakah mereka sudah
lupakan itu? Sudah bertobat di tahun
1980? Ternyata tidak. Enggak lama dari
itu, di tahun 1987 Amerika itu
memberlakukan lagi perang tarif.
Sekarang dibawa kepemimpinan Ronald
Reagan senilai 100%. Jadi lu Cina jangan
kaget lu kena tarif 145% lu bukan rekor
dunia. Jepang di tahun 1987 itu sudah
pernah kena tarif sampai 100% untuk
produk-produk elektronik yang diekspor
Jepang ke Amerika Serikat. Jadi Presiden
Ronald Reagan itu udah pernah, Guys,
mengenakan tarif 100% untuk berbagai
produk made in Jepang khususnya
elektronik. Nah, ini mereka lakukan
karena Tokyo itu melanggar perjanjian
perdagangan semikondukter antara dua
negara ini. Anyway, di tahun 1987,
Gedung Putih sepakat nih buat memberikan
tarif untuk barang-barang made in Japan.
Padahal mereka naikkan tarifnya itu 2
minggu sebelum datangnya Perdana Menteri
Jepang Yasohiro Nakasoni yang memang
sebetulnya sudah dijadwalkan untuk
bernegosiasi dengan Amerika Serikat
untuk mengurangi ketegangan dagang
ini. Dan tarif yang dilakukan oleh
Amerika Serikat itu harapan ya, Guys,
bisa memberikan pemasukan senilai 300
juta dolar untuk negara Amerika Serikat.
Dan tarif ini memang didesain secara
spesifik untuk menghukum perusahaan
seperti NEK, Itachi, Fujitsu, Toshiba,
Okiorp yang mereka semua akan dipaksa
untuk menaikkan harga barang dagangannya
sehingga menjadi tidak kompetitif di
Amerika Serikat atau mereka akhirnya
dipaksa untuk menerima kerugian kalau
enggak mau naikin harganya di Amerika
Serikat. Either way, kalau lu mau jualan
di Amerika Serikat, lu harus siap jual
rugi kalau enggak mau naikin harganya.
Karena lu toh udah kena tarif 100% atau
lu naikin harganya. Anyway supaya enggak
ada lagi yang beli barang lu. Sadis.
Amerika Serikat memang itu fakta. Oke,
jadi lu sudah lihat ya. Memang negara
Amerika Serikat ini brutal nih. Mereka
rela banget perang dagang dengan negara
yang akan mengancam dominasi dia.
Sejarah mengajarkan bahwa Jepang itu
hampir dan ditargetkan melebihi Amerika
Serikat loh nilai ekonominya menjadi
penguasa ekonomi dunia. Tapi apa yang
dilakukan oleh Amerika Serikat? Mereka
sikat sebelum negara itu naik daun. Ini
yang dilakukan oleh seorang monopolis,
seorang kaisar, seorang emperor. Amerika
Serikat tidak boleh jatuh sebagai
penguasa dunia. Dia nomor satu di dunia
harus tetap begitu. Ini mentalitas yang
bagus. Kalau lu warga negaranya, ya
kalau lu bukan warga negaranya siap-siap
aja mampus. Tapi ini mengajarkan bahwa
apa? Memang lu sebagai pemain nomor satu
itu lu harus mempertahankan dominasi lu
dengan segala cara. Kalau betul lu
injak-injak negara lain, sudah
dibuktikan ya Jepang disikat kasih tarif
100%. Nah, Teman-teman, kenapa sih
mendadak kita bahas Ronald
Reagan dan sejarah ini? Karena ketika
Amerika Serikat akhirnya mengenakan
tarif 3 digit 145% buat China, ternyata
itu bukan yang pertama. Cina itu belajar
dari pengalaman Ronald Regagon di
Jepang. Dan apa yang terjadi? Ronald
Dragon itu membuat perang tarif di tahun
1987 dengan Jepang untuk menghancurkan
ekonomi Jepang. Tetapi kemudian dia
menyesali juga. Ternyata ada secerca
harapan ya di dalam lubuk hati yang
paling dalam dari seorang Renald Reagan.
Dia menyadari bahwa itu adalah langkah
yang salah. Kenapa? Karena di kemudian
hari Ronald Reagan membuat pernyataan
dan pernyataannya sangat relevan untuk
kita bahas sekarang karena lagi perang
dagang hot-hot-nya. Karena sampai
kedutaan Cina yang ada di Amerika
Serikat itu merepost pidato Ronald
Regagan di tahun 1987 yang isinya adalah
you see at some impose on foreign
imports it looks like they're
doing protecting American products and
jobs and sometimes for a short while it
works but only for a short time what
eventually occurs is first homegrown
industries start relying on government
protection
management
techicales to succeed in worlds anden
all this is something worseurs highs
inevitably lead to retaliation by
foreign countries and the triggering of
fierce trade wars the result is more and
more tariffs higher and higher trade
barriers and less and less competition
so soon because of the prices made
artificially high by tariffs that
subsidize inefficiency and poor
management. People stop buying. Then the
worst happens. Market shrink and
collapse. Businesses and industries shut
down and millions of people lose their
jobs. The memory of all this occurring
back in the 30s made me determined when
I came to Washington to spare the
American people the protectionist
legislation that destroys prosperity.
Now, it hasn't always been easy. There
are those in the Congress, just as 30s,
who want to go for the quick political
advantage, who risk America's prosperity
of
short interest. Nah, di situ Ronald
Reagan bilang apa? Di situ Ronald Reagan
berkata bahwa ketika seseorang datang
sama lu bilang ini dia mau ngomong
tentang the invisible hand nih. Ini
pengontrol ini iblis di belakang Amerika
Serikat. Ketika ada seseorang datang
bilang, "Eh, ayo dong kita kasih tarif
buat impor-impor dari negara asing." Itu
kelihatannya sebagai hal yang patriotik
yang kita lakukan untuk melindungi
rakyat Amerika, melindungi American
product, melindungi American
jobs. Dan itu kelihatannya baik. Iya
dong, lu melindungi tenaga kerja lu, lu
melindungi lapangan kerja lu, lu
melindungi produk-produk made in negara
lu, kelihatannya baik. Tetapi itu hanya
berlaku dalam jangka pendek. Karena
sebetulnya apa sih yang terjadi?
Pertama, industri-industri rumahan akan
mulai bergantung kepada proteksi
pemerintah dalam bentuk tarif yang mahal
ini. Industri-industri perumahan UMKM
dan lain sebagainya, mereka akan stop
berkompetisi dan stop melakukan inovasi
dan perubahan teknologi yang dibutuhkan
untuk sukses di pasar dunia. Dan pada
akhirnya ketika semua ini dibiarkan
terus berlangsung, hal yang jauh lebih
buruk lagi ikut terjadi, yaitu apa?
Tarif yang tinggi ujung-ujungnya
menciptakan tindakan balasan dari
negara-negara asing. Dan ini akan memicu
timbulnya perang dagang yang brutal.
Alhasil yang tercipta adalah lebih
banyak dan lebih banyak lagi tarif yang
tercipta yang lebih mahal, yang lebih
tinggi menciptakan trade barrier dan
akibatnya terjadi less and less
competition. Dan ini berakibat fatal
karena apa? produk-produk itu kemudian
kena harga yang mahal di mana-mana
karena tarif ini dan tarif ini ada
karena mereka disubsidi oleh manajemen
yang buruk dan orang-orang akan pada
akhirnya stop belanja. Apa yang terjadi
ketika orang stop belanja karena
barang-barang ini kena tarif yang tinggi
dan menjadi mahal? Hal buruk kemudian
akan terjadi. Market akan collapse,
market akan mengecil, bisnis, pelaku
usaha, dan industri akan tutup. Dan
akibatnya jutaan manusia akan kehilangan
lapangan pekerjaan aliasnya akan
tercipta pengangguran besar. Ini masih
terekam di dalam memori saya Renault
Dragon karena ini pernah terjadi di
tahun
1930 dan ini membuat saya semakin yakin
ketika saya datang ke Washington saya
harus menyelamatkan rakyat Amerika
Serikat. Bagaimana caranya? Dengan
menciptakan peraturan-peraturan
proteksionis yang sebetulnya
menghancurkan harta kekayaan. prosperity
rakyat Amerika. Oke, ini memang tidak
mudah karena sekarang sama seperti dulu
nih ada orang-orang di parlemen di Dewan
Perwakilan Rakyat sama seperti di tahun
1930-an yang pengin sekali mengambil
keuntungan dalam jangka pendek. Sok-sok
nasionalis, sok-sok patriotik yang
sebetulnya ini
membawa kekayaan, kesejahteraan rakyat
Amerika Serikat dalam bahaya. hanya
untuk keuntungan politisi-politisi itu
di jangka pendek. Dan ini ujung-ujungnya
hanya menguntungkan sebagian kecil
kelompok saja. Nah, di situ guys lu bisa
ambil sebuah kesimpulan yang sangat
bijaksana dari seorang Ronald Reagan
bahwa tarif itu akan menciptakan perang
dagang. Prak yang akan menciptakan
inefisiensi karena akan makin banyak
pengusaha-pengusaha yang manja kayak
Pertamina manja enggak mau berubah
menjadi lebih baik karena mereka punya
monopoli di negara ini. Kenapa enggak
dibebasin aja orang bikin pom bensin,
impor bensin, bikin kilang minyak?
Dibebaskan aja supaya saling
berkompetisi, semakin efisien, semakin
efektif. Ujung-ujungnya rakyat yang akan
berbahagia tercipta lapangan kerja.
Jangan proteksi, proteksi proteksi
proteksi. Ujung-ujungnya apa? Bisnis
mengecil, perdagangan berkurang, pabrik
tutup, lapangan kerja hilang,
pengangguran meningkat, teroris tambah
banyak, kriminal tambah banyak. Ini
pesan yang mau disampaikan oleh Ronald
Reagan. Tetapi orang sekali lagi ya
sering pikun. Ini sudah pernah terjadi.
Ronald Reagan sudah bilang ini di tahun
1987, mengambil pelajaran yang terjadi
di tahun 1930. Makanya gua salut juga
sama Lawrence Wong ini. Dia jadi perdana
menteri Singapura baru loh. Tapi dia
ternyata udah belajar ilmunya sampai ke
tahun 1980 bersama Ronald Reagan dan
sampai tahun 1930. Luar biasa hebat
pemimpin Singapura ini. Dan sekarang
kita masuk ke era tahun 2025. Ini
sebenarnya sudah pernah terjadi bahwa
apa? 30 tahun setelah tahun 1987
lahirlah presiden baru di Amerika
Serikat yang namanya Donald Trump. naik
jadi presiden di tahun 2017 dia juga
memulai perang dagang. Orang kok
bisa-bisanya jas merah. Jangan pernah lu
sekali-sekali merupakan sejarah. So,
perang tarif yang dimulai di era Donald
Trump itu dimulai di bulan Maret 2017.
Di sini Trump berencana untuk mengenakan
tarif pada barang-barang yang diduga
melakukan damping. 5 bulan kemudian,
Trump melakukan penyelidikan terhadap
Cina dengan tuduhan pencurian kekayaan
hingga 600 miliar dolar per tahunnya.
Hingga akhirnya ujungnya di bulan
Januari 2018, Trump akhirnya menetapkan
tarif impor sebesar 30% untuk solar
panel made in China. Nah, ini enggak mau
kalah nih. Cina dibalas lagi. Bulan
April di 2018 tahun yang sama, China
membalas tarif impor Amerika Serikat itu
dengan menaikkan tarif barang-barang
made in USA sebesar 15% untuk produk
buah, kacang, anggur, pipa besi, dan 25%
lagi pajak untuk babi yang datang dari
Amerika Serikat. Memang babi lu itu
maksudnya Cina. Spesifik banget ya babi
yang dia kasih. Luar biasa nih Cina.
Nah, di situ lu lihat ya. Amerika
Serikat nyerang kasih pajak 15% buat
bisnis hijaunya Cina yang namanya solar
panel. Dibalas lagi sama Cina 15% buat
produk pertanian Amerika Serikat plus
another 25% buat babi made in Amerika.
Apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat?
Dia enggak tinggal diam. Lu kasih pajak
babi 25%. Eh babi lu. Gua kasih lagi lu
25% untuk barang-barang medis dan mesin
made in China. Jadi dibalas lagi apakah
ini semua berhenti sampai situ? Tidak.
Top up lagi Donald Trump di bulan
Agustus 2018, Trump mengenakan tarif
sebesar 10% untuk barang-barang Cina.
Nilainya 200 miliar dolar. Nah, ini
semua terus berlanjut sampai kemudian di
akhir tahun 2018 sampai 2019 kita ada
sedikit harapan di situ Amerika dan Cina
mau diskusi, mau duduk bareng, tetapi
ini kemudian gagal mencapai kesepakatan
tarif baru. Nah, gara-gara gagal ini
diam-diam ketika meeting Trump itu udah
punya niat enggak baik nih, Guys. Dia
udah mau naikin tarif barang-barang Cina
senilai 200 miliar dolar. Artinya semua
barang-barang Cina sebentar lagi akan
kena tarif 10 sampai 25%.
Dan dan ini semua mencapai klimaks
ketika perusahaan besar dari China,
perusahaan teknologi informasi yang
namanya Huawei di tahun 2019 itu
dilarang membeli sparepart, membeli
teknologi, membeli komponen atau
alat-alat dari perusahaan Amerika. Lebih
ekstrem lagi sampai Huawei ini punya
anak ditangkap di Kanada sekutunya
Amerika Serikat. Ngeri juga ya perang
dagang akhirnya jadi perang badan fisik
masuk penjara loh eksekutifnya Huawei
ini ngeri ya. Nah, ini semua kemudian
berlanjut di tahun 2024 pada saat itu
presiden baru sudah lahir yang namanya
Biden. Biden ternyata enggak tambah
lembut sama Cina tapi dia top up nih apa
yang dilakukan oleh Donald Trump. Dia
menarikkan tarif impor untuk kendaraan
listrik Cina sebesar 100% sebelumnya
cuma 25%. Kemudian dia naikin lagi nih
buat barang impor dari Cina yang namanya
solular panel menjadi 50% sebelumnya
cuman 25%. Nah, Biden lebih gila lagi
juga naikin tarif impor baja dan
aluminium asal China menjadi
25%. Sebelumnya cuman 7,5%. Jadi artinya
siapapun Presiden Amerika Serikat
sekarang mau partai apapun mereka semua
anti Cina, anti barang impor dari Cina.
Kasih tarif gila-gilaan. Artinya Amerika
Serikat ini udah satu suara nih. Melihat
bahwa Cina seperti ancaman Jepang harus
disikat sebelum mereka tambah kaya dan
mengalahkan status ekonomi Amerika
Serikat sebagai negara terbesar dan
terkaya di dunia. Jadi ketika 2024 Biden
naikin pajak kendaraan listrik Cina
menjadi 100%, solar panel menjadi
50%, impor baja menjadi 25%. Lu jangan
heran masuk 2025 Presiden baru Donald
Trump ternyata bukannya makin lunak
tetapi makin ganas sama China. Karena
apa yang dilakukan Donald Trump di tahun
2025 secara resmi menjadi presiden,
Donald Trump menetapkan tarif baru
sebesar 10% di bulan Februari 2025.
berlaku untuk semua impor Cina ke
Amerika Serikat. Dan di hari yang sama
China mengumumkan untuk memberlakukan
bea masuk untuk batubara Amerika, gas
alam cair, dan mesin pertanian Amerika
Serikat. Enggak berhenti sampai di situ
saja. Di bulan Maret, Trump kembali
menaikkan tarif tambahan ekstra sebesar
10% untuk semua barang dari China. Nah,
mendapi hal itu, China ikut menaikkan
tarif hingga
15% untuk produk pertanian Amerika,
termasuk kedelai, daging sapi, ayam, dan
babi yang datang dari Amerika Serikat.
Oke, Guys. Jadi, kita kalau lihat
historical-nya lagi kembali ini semua
terjadi selalu beruntutan dengan begitu
cepat. Inilah memang timbal balik Pakp
nih berantem nih. Jap kiri, jap kanan,
straight hook, semua dilakukan oleh Cina
dan Amerika Serikat. Jadi, Guys, perang
tarif ini kita persingkat aja dan
permudah aja. Itu bermula ketika Donald
Trump jadi presiden. Di 1 Februari dia
mengenakan tarif 10% untuk semua produk
made in Cina. Dibalas oleh Cina di bulan
Februari juga tanggal 4. Kasih tarif 10%
untuk barang-barang made in Amerika yang
berbentuk gas, batu, dan alat-alat
pertanian. Dibar lagi nih di tanggal 10
bulan yang sama bulan Februari, Amerika
Serikat ngasih tarif 25% buat produk
baja dan aluminium. Dan ini kemudian
dilakukan lagi di bulan Maret tanggal 3
Amerika Serikat menerapkan tarif 20%
untuk semua produk made in China. 3
Maret keluar tuh tarif 20% untuk semua
barang Cina. dibalas jarak 1 hari di 4
Maret, Cina mengeluarkan lagi tarif 10%
nih buat produk-produk pertanian dan
produk makanan made in Amerika Serikat
pada tanggal 4 Maret. 4 Maret dibalas
lagi nih oleh Amerika Serikat di 26
Maret dia kasih tarif 25% untuk produk
mobil dan spare part mobil made in
China. Dan ini di top up lagi di 2 April
Amerika Serikat mengenakan tarif sebesar
54% untuk semua barang made in China
kena tarif
54%. Di sini Cina tidak tinggal diam.
Dia kemudian mengeluarkan lagi di
tanggal 4 April cuman selang 2 hari Cina
mengeluarkan tarif 34% untuk semua
barang made in Amerika Serikat. Ini
kemudian dibalas lagi di 8 April Amerika
Serikat mengenakan tarif
104% untuk semua barang made in China di
8 April yang kemudian dibalas oleh China
di 9 April dia mengenakan tarif
84% untuk semua barang made in Amerika.
Dan Amerika tidak tinggal diam. Dia
kemudian mengenakan tarif
145% pada tanggal 9 April untuk semua
barang made in Cina. Apakah Cina
berhenti dan menangis di situ? Tidak.
Hanya selang 2 hari, China kembali
membalas dengan tarif senilai
125% di April tanggal 11 untuk semua
barang made in Amerika Serikat. Sekarang
kita di April tanggal 12. Posisi
terakhir sebelum video ini rilis, Cina
kasih tarif 125% untuk barang made in
Amerika dan Amerika kasih tarif 145%
untuk produk-produk made in China.
Karena kita enggak tahu nih akan semakin
berubah. Dunia betul-betul sangat
progresif. Ketika video ini luncur pun
mungkin lu sudah lihat sudah berubah
lagi nih situasi tarif ini. Tetapi tarif
di atas 100% ini tidak normal, Guys. Dan
ini mengingatkan kita kembali ke kasus
antara Amerika melawan Jepang ketika
Amerika secara spesifik ingin membunuh
Toshiba dan kawan-kawan karena dianggap
akan mengancam manufacture teknologi
perusahaan yang ada di Amerika Serikat.
Oke, Guys. Jadi, lu udah lihat tuh, ya,
sejarah panjang tentang perang dagang
antara Amerika Serikat Against the World
itu bukan pertama kalinya terjadi, tapi
sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu,
Guys. Nah, ini bisa jadi pelajaran yang
kita ambil nih. Kenapa? Karena Indonesia
sebetulnya bisa ambil peluang dari sini.
Ketika Cina kena tarif
145% sama Amerika Serikat dan Indonesia
sekarang posisinya diturunin kan, jadi
cuman kena tarif 10%. Itu adalah potensi
buat kita ambil keuntungan dalam 3 bulan
ke depan. Tetapi pemerintah juga jangan
lengah. ini harusnya dijadikan momentum
buat bernegosiasi gimana cara menutup
trade imbalance itu. Makanya gua senang
banget ketika Presiden bilang, "Oke,
kita akan nambah impor kacang kedelai,
impor terigu, impor minyak, impor rikrik
kalau perlu impor kilang minyak dari
Amerika Serikat sama mungkin pesawat jet
kali apa kapal induk. Kenapa enggak?"
Nah, yang perlu kita cermati apa?
Indonesia enggak boleh melemah, longgar,
rileks, santai. Jangan, jangan, jangan.
Kayak kata mantan pejabat itu. Enggak,
enggak, enggak. Justru di sini kita
harus melihat potensi jangka panjangnya,
kerja lebih keras lagi dan ambil
keuntungan dari sini. Kenapa? Kalau
seandainya Cina betul-betul perang sama
Amerika Serikat, perang dagang ini,
mereka pasti akan terpaksa memindahkan
pabrik mereka, supply chain mereka ke
negara lain yang tidak kena tarif
sebesar itu. Nah, Indonesia bisa menjadi
salah satu titik nih untuk membantu Cina
ekspor ke Amerika Serikat. Ya, dengan
apa? memudahkan investasi masuknya duit
Cina, barang dan jasa Cina ke Indonesia
untuk kemudian bangun pabriknya. Di sini
kita bisa reekspor lagi ke Amerika
Serikat atau transitment. Bisa jadi
enggak? Ya sangat bisa sekali. Yang
sudah pasti adalah kalau mereka masih
mengandalkan nyawanya di Vietnam itu
kabar buruk karena Vietnam aja terima
tarif kan sebetulnya lebih gede
dibanding Indonesia. Nah, ini adalah
potensi nih yang bisa kita andalkan dan
kita juga harus sigap. Suka tidak suka
kalau ekonomi Cina melambat, ya
Indonesia harus siap-siap ekonomi kita
akan melambat juga. Teman-teman tahu di
bulan Januari aja itu kita ekspor barang
senilai 4,5 miliar dolar ke China. Jadi
dari situ kita bisa bilang bahwa nyawa
kita yang bersumber dari kelapa sawit
dan batu bara itu semua ada di China.
Kalau China ekonominya melemah, dia
tidak lagi belanja batu bara sebanyak
itu, pabrik-pabriknya banyak yang tutup
juga, ya harus siap-siap. orderan batu
bara Indonesia akan semakin berkurang.
Dan ini semua terjadi ketika Indonesia
akan mengalami oversuplai batu bara
terbesar sepanjang sejarah. Udah
permintaan dunia menurun karena perang
dagang ya. Permintaan dunia menyusut
seperti yang dibilang Ronat Regen,
perekonomian pasti menyusut. E Indonesia
suplai batu barai bukannya berkurang
malah kemungkinan gua akan bertambah di
tahun 2025. Jadi tahun 2025 teman-teman
akan mencatat harga batu bara. Ingat ya,
lu rekam nih prediksi Benix nih. Tahun
2025 batu bara itu akan mencapai titik
terendah. Kenapa? Kita oversupply batu
bara tetapi demand-nya berkurang. So,
teman-teman suka enggak suka itu
prediksi makroekonomi BX yang akan
berdampak kepada saham batu bara yang
kamu pegang. Apakah akan jadi kenyataan?
Gua yakin jadi kenyataan. Lu saksikan
aja. Makanya kemarin ada yang nanya,
"Ben, lu mau beli enggak saham batu
bara?" Gua sih enggak. Gua yakin akan
tambah nyungsep yang namanya saham batu
bara. Udah pasti. Karena apa?
perdagangan dunia ini. Perang ini udah
kita prediksi dari sebelumnya. Dari era
Joe Biden itu dilakukan di era Trump gua
udah yakin Trump akan top up perang ini
dia lipat gandakan dan suka enggak suka
Indonesia pasti akan terdampak. So, gua
happy sekali dengan respon presiden dan
semoga enggak makin banyak ya
pejabat-pejabat yang asal jeplak nyuruh
kita untuk santai, rileks, kita tidak
akan terparuh. No, kita akan
terpengaruh, Guys. Pasti. Nah, menurut
kalian gimana, Guys? Peluang apa sih
yang bisa diambil oleh Indonesia ketika
perang dagang antara Cina dan Amerika
Serikat ini terus berlanjut? Apa aja sih
yang kita bisa manfaatin ya dari
bertarungnya dua ekor gajah ini?
Ditunggu dulu komentar kalian. Apa sih
keuntungan dan opportunity apa yang bisa
kita ambil? Yuk, segera komen di bawah
ini. Jangan lupa like, share, and
subscribe ya video Benix. Semoga video
ini bermanfaat. Salam sehat, salam cuan.
Bye bye. Hai sobat investor. Kalau kamu
tertarik dengan konten-konten seperti
ini dan ingin tahu lebih dalam lagi
tentang Benix, yuk ikuti sosial media
kita yang lain seperti beranda Facebook
kita di @benix atau ikuti juga Instagram
kita di
@benix.official. Ditunggu ya.
Kartos kartosana