Transcript
GVqWO3HhpEI • IHSG CRASHED 9% !! THE IMPACT OF DONALD TRUMP'S TARIFFS? Or IS IT A MISUNDERSTANDING GOVERNMENT?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0350_GVqWO3HhpEI.txt
Kind: captions
Language: id
Guys, ngeri banget nih, Guys. Ternyata
semua prediksi gua menjadi kenyataan.
Teman-teman kalau lihat di video kita
dari bertahun-tahun lalu ya, gua udah
bilang bahwa Indonesia akan market crash
di tahun 2025. Lebih spesifik lagi, pas
gua diinterview di liputan 6, gua tuh
bilang di situ kemarin itu market crash
itu baru permulaan. Itu bukan garis
finish, Guys. Itu garis start. Artinya
apa? Kemarin yang lu lihat crash itu
cuman acting dan IHSG gua yakin akan
segera jatuh ke harga 5.000-an. Tapi kan
enggak orang kemudian banyak yang
maki-maki gua loh. Buktinya naik lagi
nih kemarin cuman cekukan doang ini udah
naik lagi. Indonesia hebat luar biasa.
Enggak bro. Gua udah bilang crash ke
harga R5.000-an. Hari ini apa faktanya
guys? Hari ini Selasa, 8 April
mewujudkan apa yang gua ramalkan di
dalam liputan 6 interview di situ ada
lima ramalan yang gua bikin dan
perlahan-lahan semuanya menjadi
kenyataan. Yang pertama apa? ISG crash
8% lebih hari ini, Guys. 8% lebih
crashnya hari ini. Dan sekarang
Indonesia YG udah di bawah 6.000. Itu
fakta enggak bisa dibantah. Alasannya
apa dan kenapa lu bisa cek sendiri di
video-video lama kita. Tapi gua membuat
lima prediksi, Guys. Ketika gua
diliputan 6. Yang pertama apa? ISG bakal
turun ke 5.000-an. Hari ini jadi
kenyataan. Yang kedua, lu harus catat
ini. Yang kedua, yang kedua, dolar.
nilai tukar rupiah dan dolar akan segera
hancur rupiah ke level
Rp2.000. Jadi hari ini banyak orang SMS
gua gila Om Benix gawat nih rupiah jadi
17.000. Wah gawat seram. Hei rileks,
Bro, rileks. Gua udah bilang 1 dolar itu
Rp20.000. Tenang aja lu, rileks. Masa
baru 17.000 lu udah jerit-jerit. Orang
pejabat di atas sana udah tenang-tenang
aja. Ongkang-ongkang kaki. Ingat
cita-cita mereka apa? tambah kaya,
korupsi, banyak duit, nanti bisa jadi
Ridwan hamil. Hamilin lagi anak orang,
kawin lagi. Itu selesai. Masalah ISG
crash, hancur lebur, rakyat tambah
miskin. Itu urusan lu. Lu yang gelap, lu
aja mati. Nah, gitu mungkin ya yang
dipikirkan oleh mereka. Tapi anyway, gua
mau membahas sesuatu hal nih sebelum
kita ngomongin soal market crash yang
hari ini, which is boring. Gua udah
boring banget ngomongin soal market
crash. Enggak pentinglah, udah pasti YG
hancur lebur hari ini. Jadi fakta jatuh
hancur lebur ke 5.000. Tapi gua mau
kasih sedikit pendidikan nih buat para
pejabat di luar sana yang gua lihat
sampai hari ini pun masih enggak ngerti
kenapa sih Indonesia kena tarif 32%.
Karena berdasarkan grafik Donald Trump
yang ada di layar ini, di situ ditulis
Indonesia kena tarif
32% karena Indonesia ngasih tarif buat
barang-barang made in USA yang masuk ke
Indonesia
64%. Makanya Indonesia dikasih tarif
32%. Udah baik nih Amerika. And then lu
bertanya-tanya dong, harusnya utangnya
enggak kayak gitu dong. Kayaknya enggak
ada tuh Indonesia kasih pajak masuk bea
masuk bea impor sampai sebesar itu ke
Amerika enggak ada. Nah emang enggak
ada. Dan lu enggak bakal ngerti apa
maksudnya Donald Trump. Tapi gua mau
kasih jelas di sini utamanya buat mantan
pejabat tinggi negara ini yang sampai
bertanya-tanya bikin video khusus.
Tolong dong klarifikasi ke Amerika
Serikat kok kenapa bisa lu? lu goblok
apa gila
lu? Itu negara adik kuasa udah bikin
perhitungan lu suka enggak suka terima
nasib. Lu lawan kayak Cina balas dengan
tarif juga atau terima nasib kayak
budak. Oke siap mohon ampun gimana kan
gitu. Ini lu disuruh klarifikasi emang
siapa? El klarifikasi dong. Kenapa bisa
segitu
64%? Ini gua mau kasih ajar sama lu.
Gratis harusnya lu
[Musik]
bayar. Nah, ini gua mau kasih lu ilmu
gratis nih buat pejabat-pejabat di
Indonesia yang enggak masuk kepala.
Bahkan sampai komplain Indonesia enggak
pernah tuh ngasih pajak 60% lebih buat
barang Amerika Serikat. Ini gua kasih
ilmu nih. Dasar perhitungannya Donald
Trump itu adalah negara nih. Indonesia
ini ada
Amerika berbisnis. Mereka kadang-kadang
Indonesia yang ekspor ke Amerika
jarumnya ke sana atau USA yang ekspor ke
Indonesia. Nah, posisinya ketika
Indonesia ekspor ke Amerika Serikat itu
sampai 28,1 biliun dolar. So, di sini
28,1 billion
dollar. Amerika ekspor ke Indonesia
alias barang yang kita impor dari
Amerika Serikat itu ternyata dinilainya
jauh lebih sedikit. Cuman 10,2 billion
US Dar.
10,2 billion US dollar. Ya, di sini
lihatlah di sini ada barang-barang yang
suka lu pakai. Ada laptop, ada MacBook,
iPhone, sepatu, baju, bahkan mobil,
motor, mesin banyak kita impor dari
Amerika Serikat. Pesawat aja kita impor.
Tapi ternyata nilainya cuman illun
dolar. Sementara barang yang Indonesia
ekspor ke Amerika Serikat itu sampai 28
biliun dolar. Jadi, di sini ada gap nih,
Guys, antara ekspor dan impor Indonesia.
Nah, dari sini kan Teman-teman sudah
bisa lihat bahwa apa? Selisih antara
ekspor Indonesia ke Amerika dan impor
barang-barang Amerika Serikat ke
Indonesia itu senilai 17,9 biliun dolar.
Jadi di sini ada 17,9 billi dolar. Ini
yang namanya defisit. Gua ulangin ini
namanya
defisit. Artinya di sini yang mau
dibikin Donald Trump adalah,
"Hei, kita lebih banyak impor
barang-barang made in Indonesia. Rugi
nih negara gua. Gimana caranya bawa
pulang 17,9 biliun dolar ini ke Amerika
Serikat? Jadi yang diinginkan oleh
timnya Donald Trump itu bukan logika
berpikir yang selama ini lu pakai pakai
sistem WTO, oh ada tarif, oh ada bea
masuk segala macam. No. Yang dia
pikirkan itu adalah ini nih 17,9 gimana
caranya bawa ini pulang kampung ke
Amerika Serikat. Itu adalah duit yang
menurut psikologis Donald Trump
dirampok dari rakyat Amerika Serikat.
So, apa yang ada di pikiran Amerika
Serikat? So, kita ada defisit nih.
Nilainya berapa?
17,9 billion dolar. Duit yang kita
rompok. Lu balikin semua dong. Apa bisa
begitu? Bisa aja kalau dia mau palak.
Namanya juga dia yang punya senjata.
Namanya juga kita yang butuh dia. Dia
kan
customer. Tapi apa yang dibikinin oleh
Donald Trump? Oh, menurut dia sangat
baik hati. Jadi apa yang dia lakukan?
Defisnya gimana? 17,9 nilai transaksi
kita itu
28. Jadi total barang yang diimpor oleh
Donald Trump itu 28. Kita taruh sini.
Oke. 17,9 kalau gitu dibagi 28,1.
Kalau dikali 100% di
sini, maka hasilnya setara dengan
63,7% atau di sini gua
tulis
63,7% alias
64%. Ini adalah defisit yang terjadi di
Amerika Serikat. Kalau dia mau minta
100% dia tinggal balik aja 17,9. Tapi
karena menurut Donald Trump, dia adalah
orang yang sangat baik. He Indonesia dan
biar simpel gua enggak minta 17,9
billion dolar. Yang gua minta adalah lu
sekarang kalau mau ekspor barang-barang
ke Amerika, lu harus bayar tarif
32%. Diskon 50% menjadi
32%. Nah, inilah asal usulnya. Ketika
orang banyak fokus yang bilang, "Oh,
64%." Enggak mungkin Indonesia impor
barang ke Indonesia harus bayar 64%.
Memang enggak ada. Enggak ada. Karena
memang yang diincer itu defisit yang ini
yang 17,9 ini. Itu yang dia pengin
ambil. Tapi yang dia lakukan apa? Dia
convert sistem trade deficit itu ke
dalam persentase biar simpel hidup lu.
Nah, dari sini lu bisa lihat ya
harapannya apa. Kenapa dia ngasih 32%?
Karena kalau lu balikin lagi ke formula
yang di sini, Indonesia itu ekspor lebih
banyak senilai 28 miliar. Kalau 28 billi
dolar dikali 32% which is artinya
132% maka totalnya adalah almost 9
billionar.
28 billi
dolar perdagangan kita ke Amerika
Serikat kali 32% hasilnya 9 billion
dollar. Artinya ini 50% dari 18 billion
dollar ini. Ngerti enggak lu? Jadi
Donald Trump mau bilang gua ini orang
baik lu gua kasih diskon 50% bro. Ngerti
enggak? Jadi banyak orang yang enggak
nyambung kenapa muncul 64%? Kayaknya
enggak gitu deh cara ngitung. Memang
enggak begitu. Nah, inilah formula made
in Donald Trump yang lu mau enggak mau
harus bikin itu jadi make sense karena
ini realitanya. Bukan lantas kirim orang
negosiasi ke Donald Trump. Kenapa sih lu
ngasih 4? Eh, Bro, itu suka-suka dia.
Dia mau ngasih 70.000% pun suka-suka
dia. Negara-negara dia. Enggak masuk
akal. Yang harus kita lakukan sekarang
apa? Fokus di sini nih. Kenapa kita
17,9? Gimana caranya bisa compensate
ini? Itu yang harus kita
bahas. Oh, mungkin ada cara lain ya.
Cara lainnya apa? Impor lebih banyak
barang dari mereka. Impor lebih banyak
pesawat, tank, kapal yang sebenarnya
Amerika Serikat juga udah kehilangan
kemampuan manufacturing-nya. Terus apa
ilmu yang bisa kita ambil dari sini?
Oke, berarti fokusnya itu bukan soal
pengurangan tarif lah atau 32% inilah
atau memperbesar diskon lah. Tapi
fokusnya di 17,9. Makanya lu jangan
heran, gua sih sangat yakin Vietnam aja
pasti ditolak negosiasinya sama Donald
Trump. Nah, ini ilmu baru lagi nih buat
teman-teman yang enggak paham karena
kemarin gua diserang sama orang, "Woh,
Benix ini bukan gara-gara bricks.
Buktinya Vietnam bukan anggota bricks
kena tarif. Thailand kena, Kanada kena,
Mexico kena. Nah, lu makanya jangan
goblok supaya gua ajarin nih gua bikin
video gratis nih buat lu. Harusnya gua
dibayar nih." Jadi kita stop dulu di
sini ya tentang TI. Semoga lu udah make
sense. Ngerti kenapa 32%. Oh, karena
defisnya 28,1 * 32% which is diskon 50%
kalau dikali keluar angka 9 billionar. 9
billion dollar berarti bisa menutup at
least 50% defisit Amerika Serikat. E,
sebentar guys, sebentar guys. Sebelum
kita lanjut videonya, portofolio kamu
lagi kebakaran, merah merona, semuanya
turun anjlok. Bahkan saham-saham
perbankan besar di Indonesia semuanya
masuk ke jurang. Loh, kok bisa, ya? Nah,
ini semua udah pernah kita bahas di
Benix Investor Group, komunitas saham
terbesar yang ada di Indonesia. So,
tunggu apaagi, Guys? segera bergabung di
Benix Investor Group karena cuman di
sini ya, kita bisa berdiskusi langsung
secara live baik online maupun offline
termasuk kita sering melakukan kunjungan
site visit loh ke perusahaan-perusahaan
ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada
di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini. Nah,
kemarin kita juga baru habis datang nih
ke sebuah perusahaan yang menurut gua
sangat prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id atau segera kontak WhatsApp
kita yang ada di bawah ini. Oke, guys.
Kita tunggu ya di Benix Investor Group
karena makin seru nih dunia investasi
yang ada di dalam negeri maupun luar
negeri. Apa sih saham yang menarik
selanjutnya buat kita bahas. Sampai
ketemu di Benix Investor
Group. Oh, ternyata kita diampuni ya
sama Donald Trump. dia sebenarnya bisa
ngasih 100% supaya ke-cover 17,9 itu. Ee
tapi dia tidak lakukan itu. Sekarang
kita akan ngobrol soal bisnis
baru yang berhubungan dengan perdagangan
dunia, Guys. Oke, Guys. Jadi, sekarang
kita ngomong soal perdagangan dunia, ya.
Lu tahu di sini ini peta dunia ini ada
Indonesia, di sini ada Thailand,
Kamboja, La, Vietnam. Kenapa kemudian
banyak orang bilang ini bukan gara-gara
braks? Buktinya Vietnam aja kena,
Thailand aja kena, Kanada dan Meksiko
aja kena. Jadi gini, Guys. Gua mau
cerita sama dulu soal namanya bisnis
perdagangan internasional. Ini sudah
terjadi dari 20 tahun yang lalu nih
ketika Cina sama Amerika Serikat itu
mulai banyak friction perdagangan
internasional. Kasus yang paling gua
ingat adalah ketika udang paname Cina
dilarang masuk ke Amerika Serikat. Terus
lantas apa yang dilakukan orang Cina?
Pintar. Dia kirim kapal ke Indonesia. di
Indonesia dia bongkar muat di tengah
laut di laut Indonesia udangnya apa yang
dilakukan pindah kapal bendera Indonesia
berangkat ke Amerika barangnya
seolah-olah made in Indonesia sehingga
kemudian ketika Cina kena tarif impor
trade barrier dari Amerika Serikat
enggak ada masalah barangnya sudah cuci
label di Indonesia paham enggak lu so
itu yang namanya transitment tapi
kemudian
Cina dengan segudang triknya tadi Detect
juga dengan Amerika Serikat. Amerika
Serikat kemudian bikin, oh kalau gitu
gua minta certificate of origin. Bukti
bahwa siapa sih sebenarnya pemilik
barang ini? Origin barangnya dari mana?
So kalau menggunakan certificate of
origin jelas kedetect udangnya
spesies-nya enggak ada di Indonesia. Itu
udah jelas-jelas barang main Cina. So
Cina enggak bisa ngibur lagi. Dia enggak
bisa lagi gunakan strategi yang namanya
transhipment.
cuman bar terisi gapal aja, cuma barisi
kontainer aja di atas kapal, dia sudah
enggak bisa lakukan itu. Apa kemudian
yang dilakukan oleh Cina? Wah, gawat
nih. Kita bakal kena serang terus nih
sama Amerika Serikat. Dia udah bisa
lihat itu. Tapi ada loh beberapa negara
yang mempunyai sistem hubungan dagang
dengan Amerika Serikat begitu best
friend-nya sehingga mereka tidak kena
tarif dan mereka punya perjanjian yang
namanya NAFTA, North American Free Trade
Agreement. Ada Kanada, United States and
Mexico. Di sini negara-negara ini kalau
saling berdagang tidak ada tarif. Mereka
belajar dari mana sih Cina? Mereka
belajar lihat Ford, mereka belajar lihat
GM. Beberapa pabrik-pabrik besar
otomotif dunia yang dari Amerika Serikat
memanfaatkan itu. Karena harga buru di
Meksiko lebih murah dibanding di Amerika
Serikat. Jadi Ford, GM dan banyak
perusahaan manufactur Amerika pindah ke
Meksiko gajinya lebih kecil, bayar
listrik lebih murah, makanan juga lebih
murah. Begituun di Kanada terus hasil
barang-barangnya gimana? Dibawa kemudian
ke Amerika Serikat. Enggak kena pajak,
brilian dong. Tapi ternyata orang pintar
kan bukan cuma di Ford, bukan cuman di
Chiev Ry atau GM. Cina juga lihat itu
apa yang dia lakukan. Kemudian dia buka
pabrik di Widi di Mexico. Dia buka
pabrik di Kanada yang barang-barangnya
kemudian bisa masuk lintas batas ke
Amerika Serikat tanpa kena be masuk.
Karena negara-negara ini sudah punya
perjanjian perdagangan bebas. Pintar
enggak Cina?
Pintar. Lantas apa yang dilakukan United
State? Dia memanfaatkan yang namanya
fentanil. Dia bilang banyak masuk nih
dari Cina nih. Pasti masuknya lewat
Kanada atau Mexico. Buktinya apa? Ya
pokoknya masuknya lewat sana. Jadilah
alasan buat mereka ini kena tarif
sekarang 25%. Tapi dasar Cina ini memang
canggih, Bro. Dia juga udah lihat Mexico
sama Kanada bakal disikat sama si Donald
Trump. Dia udah punya peluru cadangan
namanya Asia Tenggara. Makanya
teman-teman lihat di Vietnam bukan
anggota BRIS. Di Thailand bukan anggota
Bricks. Isinya tapi kalau ke sana adalah
pabrik-pabrik pindahan Cina. Dia
bayangin Apple aja pindah ke Vietnam.
Apalagi yang mau lu lihat sekarang Intel
juga udah pindah dari Cina. Semuanya pun
bahkan bersegera pindah dari Cina. Lah
kalau semua pabrik-pabrik hebat yang ada
di Amerika Serikat dari Cina pindah ke
Vietnam, sebenarnya barang yang diekspor
Vietnam ke seluruh dunia sebenarnya
milik China. Jadi ketika Vietnam
diserang sama tarif Donald Trump, yang
mau diserang sama Donald Trump siapa?
Emang Vietnam bukan yang dia mau serang
itu adalah ketua bricks Cina. Karena
barang yang keluar dari
pelabuhan-pelabuhan di Vietnam hampir
100% itu punya perusahaan China. Jadi
yang diserang di sini adalah Cinanya.
Enggak penting di anggota Briiksa atau
enggak, tapi darah lu dari ujung kepala
ukur ujung kaki isinya adalah Cina. Made
in China, bukan made in Vietnam.
Dengan aturan dunia baru yang disetel
dengan Donald Trump dengan gaya seperti
itu, kita sudah bisa ambil kesimpulan
bahwa oke,
artinya yang mau disikat di sini ya
memang China ketuanya bricks. Enggak
peduli golongan darah lu apa. Mau NATO
kek, mau Kanada kek. Tapi kalau di dalam
darah daging lu, gua temukan DNA Cina,
lu gua zikat lu. Oh, that's the new
world order nih, coming from Donald
Trump. Jadi kalau masih banyak orang
yang
komentar Thailand bukan bricks, Vietnam
bukan bricks, Kanada bukan bricks,
mereka juga kena tarif tuh dari no bro,
lu harus lihat konteksnya apa
perdagangan dunia ini. Mereka
memanfaatkan perjanjian-perjanjian yang
ada di antara batas itu. Ya, kita juga
harusnya bisa manfaatin itu sih. Cuma
enggak banyak ya pemain Indonesia yang
punya mentalitas internasional. Mau
jualan ke Amerika Serikat tapi bangun
pabriknya di Meksiko. Enggak banyak yang
punya otak seperti itu. Tapi itu ya
strategi yang bagus dari Cina. Tapi itu
kan zaman dulu. Makanya jangan heran
kemudian kan Vietnam kirim delegasinya
ke Amerika Serikat dan dia langsung
menjanjikan, "Oke kalau gitu barang yang
masuk ke Vietnam gua kasih 0% deh
tariknya semuanya." Gua sangat yakin
Donald Trump bakal menolak proposal itu
karena even dibikin 0% pun pasti enggak
banyak barang Amerika Serikat. Siapa
yang bisa beli? Orang Vietnam bisa beli
sepatu yang mahal made in Amerika. Bisa
beli barang-barang buatan Amerika. Gua
rasa tidak.
yang ujungnya kalau Vietnam 0% dan Trump
pun dipaksa hilangin tarif itu
ujung-ujungnya, malah Vietnam ini bakal
jadi pusat transhipment itu fullsat
pengiriman relabeling produk-produk made
in Cina via pelabuhan-pelabuhan Vietnam
atau via pabrik-pabrik Cina yang ada di
Vietnam. Jadi dari sini kita bisa lihat
bukan hanya soal bricksnya, bukan hanya
soal tarifnya, tapi soal investasi Cina
itu juga mau diserang.
Alangkah nasib buruk juga sih buat
Indonesia karena kita banyak terima duit
investasi dari China. Mau gimana lagi
cuma Cina yang punya nyali investasi di
negara sekocak ini gitu kan yang dikiak
THR, dikit-dikit di palak preman,
di-diki di palak LSM dan semuanya
sungguh kocak. So, teman-teman ya semoga
dengan ini lu bisa jelas ya, terutama
teman-teman pengambil kebijakan,
follower gua banyak di pemerintahan yang
sampai sekarang masih bilang, "Enggak
masuk akal 64%." masuk akal kalau lu
bisa ngitung trend visit itu. Itu
pertama. Yang kedua, 64% yang kita
kenakan ke Donald Trump itu banyak yang
bilang enggak real. Ya memang enggak
real, realitanya di bawah itu. Tapi
faktanya, kita ngomongin faktanya di
bawah di Indonesia ini begitu banyak
peraturan. Let's say cuma kena 12%
barang-barang Amerika yang masuk ke
Indonesia. Tapi faktanya begitu masuk di
Indonesia susah. Butuh lisensi, butuh
TKDN, minimum local content. Belum lagi
biaya-biaya aneh. Misalkan lu harus ada
sertifikat halal, lu ada sertifikat
BPOM, lu harus sertifikat AU,
ujung-ujungnya adalah barang lu enggak
bisa masuk ke
Indonesia. Itu namanya non tarif barrier
atau NTB. Ini gua ulangin supaya lu agak
paham bahwa apa? Dunia juga melihat non
tarif barrier yang kita
taruh. Ini artinya hambatan-hambatan di
luar tarif resmi yang terdaftar di WTO.
Karena realitanya kalau lu lihat barang
yang masuk dari Amerika, lu impor lah.
Cobalah tes lu impor Harley Davidson
atau lu impor apa mobil Ford atau
Chevrolet apa iya pajaknya cuman 10% 20%
gua yakin begitu masuk ke Indonesia
dijual retail nilainya sudah bisa naik
200 300% artinya lebih gede dibanding
tarifnya Donald Trump itu yang puluhan
persung-ujungnya apa? Barang made in
Amerika tidak kompetitif dengan barang
Jepang. Muncul lagi nih soal Jepang.
But anyway guys, inti dari video ini
yang kita bikin apa? Gua mau bilang
sesuatu hal. Kalau lu gitu masih panjang
nih perjalanan untuk Indonesia lolos
dari tarif yang dikenakan Donald Trump.
Ini bukan the end of story. Tapi ada
satu ilmu yang bisa diambil nih
khususnya buat teman-teman follower gua
yang dari Malaysia. Teman-teman kan tahu
Malaysia itu kena tarif yang lebih
rendah dibanding Indonesia. Dan kita
adalah produsen sawit terbesar di dunia
bersama dengan Malaysia. Nah,
Teman-teman tahu posisi Indonesia
sekarang itu mayoritas pembelian kelapa
sawit minyaknya di Amerika Ser itu
minyak Indonesia. Malaysia jauh di bawah
kita. Malaysia komposisinya cuma sekitar
10 sampai 20%. Tapi dengan adanya tarif
ini dan Malaysia bisa ekspor dengan
tarif yang lebih murah, apa yang
terjadi? Akan makin banyak produk-produk
kelapa sawit Malaysia yang masuk ke
Amerika Serikat.
Jadi kalau kemarin bilang ada pejabat,
"Oh, don't worry, don't worry, don't
worry." Indonesia enggak berdampak. Oh,
memang enggak. Tapi rakyatnya akan
merasakan derita itu. Contoh yang paling
gampang, petani sawit di Indonesia
jumlahnya jutaan, Bro. Kalau kemudian
orderannya berkurang dari Amerika
Serikat, mau enggak mau ya jangan-jangan
kita jadi negara transitment titip jual
ke Malaysia atau titip jual ke
Singapura. Yang intinya mereka akan
menjadi single market kita. Artinya
mereka bisa jadi penentu harga kita.
Kalau semua kelapa sawit kita enggak
bisa masuk ke Amerika Serikat. Oh, bisa
di tapi titip dulu di Malaysia. Malaysia
bisa tentuin harga. Dan kalau ada
kemarin yang bilang, "Oh, enggak ada
masalah Indonesia kena dampaknya. Enggak
ada masalah. Ini kan yang diserang cuman
Cina." Itu kalau kata pejabat goblok. Si
pejabat goblok itu lupa. Cina itu adalah
mitra dagang terbesar Indonesia, nomor
satu di Indonesia. Dan Cina, siapa sih
mitra dagang terbesar Cina? Amerika
Serikat.
banget loh. Terus kalau seandainya
Amerika Serikat sikat
Cina, Cina tidak lagi bisa jualan ke
Amerika Serikat, berarti orderan
Cina ke Indonesia makin sedikit apa
makin banyak? Ingat loh, Indonesia itu
mengandalkan penjualan batu bara,
penjualan kelapa sawit, penjualan
mineral, nikel, dan lain sebagainya ke
China. Kenapa kita mengandalkan China?
Karena China mesannya banyak ke kita.
Kenapa China banyak mesan komoditas itu
ke kita? Karena dia olah di situ dan
kemudian dia eksplor lagi ke Amerika
Serikat. Lah kalau Amerika Serikatnya
udah enggak mau order lagi barang dari
Cina, terus Cina artinya tidak mau order
lagi ke Indonesia, apa artinya Indonesia
enggak berdampak? Indonesia baik-baik
saja kan
beg. Lu cuma ngelihat Indonesia ekspor
ke Amerika, lu enggak lihat Indonesia
banyak ekspor ke Cina dan Cina ekspornya
ke Amerika Serikat. Dia ini buyernya
China, Bro. Amerika Serikat ini buyernya
China, Bro. Terus lu bilang enggak
berdampak. Salah. Sangat berdampak.
Makanya, Teman-teman akan lihat harga
batu bara makin hancur di Indonesia.
Harga minyak kelapa sawit makin hancur
di Indonesia. Ini komoditas andalan
kita. Terus kita mau dapat duit dari
mana? Makanya lu jangan kaget ya, ketika
gua bikin lima ramalan di laputan 6 itu
total videonya lebih dari 1 jam, 1
seteng jam. Tapi yang ditampilkan cuma
24 menit yang lu tonton. Di situ ada
lima ramalan gua. Yang pertama ISG akan
jatuh ke 5.000-an. Hari ini jadi
kenyataan. Ramalan yang kedua di situ
gua bilang rupiah akan hancur lebur ke
level Rp20.000 per 1 dolar. Makanya di
situ gua bilang kalau lu beli US dollar
lu pasti cuan. Tapi lu pengkhianat, lu
tidak
nasionalis. Ada solusi lain enggak? Ada.
Makanya lu nonton videonya.
Lalu masih ada tiga ramalan lagi nih
yang akan segera terbukti. Ketika lu
saksikan harga batubara makin colaps,
makin hancur, harga kelapa sawi makin
hancur. Lu akan saksikan tiga ramalan
ini akan jadi
kenyataan. Lu siap enggak? And the final
question nih, guys. Kalau seandainya tim
negosiator kita yang di Amerika itu
negonya seperti gaya Vietnam, gua 0%in
aja nih. Semua barang Amerika Serikat
yang masuk ke Indonesia bebas pacak.
Jadi, lu bisa beli Harley lebih murah.
Enak kan? Lu setuju enggak? Dan menurut
lu saham apa yang akan terdampak kalau
betul kita kasih 0% ke barang-barang
made in USA? Lu setuju enggak? Nanti
orang pada bilang, "Wah, lu enggak
nasionalis gitu. Lu yang banyak bacot
kayak begitu. Coba gua tanya solusi lu
jadi apa? Bayar. Lu mau bayar 18 billion
dolar setiap tahun ke Amerika Serikat.
Artinya lu siap-siap pajak lu dinaikin.
Emang pakai apa bayar 18 bilion dolar
duit nenek lu? Atau lu ada solusi lain,
Guys? Ditunggu ya komentar kalian di
kolom di bawah ini. Semoga video ini
bermanfaat dan semoga lu tercerahkan.
Gimana sih konsep tarifnya Donald Trump?
Apa sih nontarif barrier ini? Dan kenapa
Indonesia memang betul-betul wajib
deregulasi supaya aturan-aturan yang
enggak jelas mempersulit perdagangan
global ini semakin hilang
aja. Ah, kompleks banget nih, Guys.
Ditunggu ya saran dan komentar kalian di
bawah ini. Semoga video ini bermanfaat.
Salam sehat, salam cuan. Bye bye.
[Musik]