Transcript
hLz1AZQ4R18 • PRABOWO BETRAYED!! INDONESIA IS NOT A PROBLEM IF TRUMP SUBMITS 32% TARIFF?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0349_hLz1AZQ4R18.txt
Kind: captions
Language: id
Indonesia gelap, Indonesia hancur,
Indonesia bubar. Itu semua propaganda
yang gua itu konsisten melawan dan gua
tidak setuju, Guys. Dan teman-teman
kalau udah follow gua di sejak lama
pasti tahulah gua tetap pengen optimis
dengan masa depan negara kita. Tapi
saying ser000u sayang, Guys. Indonesia
diumumkan akan dikenakan tarif oleh
Amerika Serikat itu sampai dengan 32%
yang artinya barang-barang ekspor
produksi Indonesia ketika nyampai di
pelabuhan Amerika Serikat harganya akan
menjadi lebih mahal. 1/3. Ini sebetulnya
hal yang menurut gua sangat berbahaya
dan gua sangat-sangat kecewa. Kenapa?
Karena ini bisa berdampak besar loh buat
Indonesia. Teman-teman tahu mitra dagang
utama Indonesia nomor satu adalah China.
Udah pasti semua orang tahu. Tapi
peringkat dua siapa? Peringkat dua
Amerika Serikat. Dan jumlahnya enggak
main-main. Jumlahnya juga triliunan. Dan
ketika kemudian Indonesia diserang
dengan perang dagang tarifnya Donald
Trump, apa yang dilakukan oleh
pejabat-pejabat di Indonesia? Sangat
sedih. Gua melihat tidak ada perlawanan
sama sekali, tidak ada statement sama
sekali, tidak ada yang bisa memberikan
ketenangan, kestabilan terhadap semua
orang. Dan teman-teman akan lihat ini
akan terefleksi dalam 1 minggu ke depan
bursa efek buka crash, hancur semua.
Kenapa? Karena tidak ada trust. Orang
lihat ini planga-plongok semua enggak
ada yang ngerti mesti ngapain, harus
ngomong apa. Rakyat menunggu kejelasan,
pengusaha menunggu kejelasan, investor
menunggu pernyataan pemerintah. Apa yang
terjadi? Pemerintah ngomong apa? down
playing. Oh, it's
[Musik]
ok. Oh, it's okay. Everything's gna be
fine, Bro. Wake up, Bro. Stupid lu.
Stupid asli. L kenapa cuman dalam waktu
3 jam setelah Donald Trump bikin
pengumuman, negara Vietnam langsung
telepon Donald Trump, langsung kirim
timnya ke Amerika Serikat negosiasi.
Karena mereka tidak mau negaranya
hancur. Vietnam tidak mau negaranya
bubar. Jutaan orang menggantungkan
hidupnya di pabrik-pabrik. Pabrik-pabrik
yang mengekspor hasilnya ke Amerika
Serikat. Ratusan billion dolar. Kalau
seandainya mereka diam saja,
pemerintahnya plonga-plongo, apa yang
terjadi? Pengangguran massal. Mati
rakyat mereka. Makan apa? Gua sangat
apresiasi Vietnam gerakannya cepat. Dan
enggak lama sejak itu langsung bikin
pernyataan ketua partai komunis di
Vietnam langsung bikin pernyataan. Saya
sudah teleponan dengan Donald Trump dan
dengan Presiden Donald Trump kita sudah
bikin kesepakatan Vietnam akan
mengurangi bea masuk barang-barang made
in Amerika yang masuk ke Vietnam dia
masuk 0%. Smart. Dia tahu walaupun dia
bikin jadi minus 1% pun enggak ada
hartinya. Kenapa ya? Amerika mau ekspor
apa sih ke Vietnam? Emang bisa beli
orang Vietnam barang-barang made in
America? Harley Davidson mobil Ford
enggak bisa ujung-ujungnya ya beli motor
yang murah, mobil yang murah jadi soat
enggak apa-apa. It's ok. Cerdas langsung
gerak cepat. Thailand lakukan yang sama.
Sampai detik ini sudah ada 50 negara
yang pergi terbang di Amerika duduk
bareng negosiasi. Indonesia W semua
kecewa gua. Gua betul-betul kecewa
sampai detik ini. Apa pernyataan
pemerintah? Enggak ada. Yang ada apa?
Don't playing. Don't playing. It's ok.
It's ok. It's oke, Bro. Ini mitra dagang
terbesar nomor dua di Indonesia, Amerika
Serikat. Nyawa pabrik tekstil kita
ekspor ke mana? Kita punya pabrik Nike
di Jawa. Ekspor ke mana? Siapa yang bisa
beli sepatu Nike begitu mahal? Amerika
lah. Amerika kasih kita pajak terus
gimana? Ya udah enggak apa-apa biarin
aja. Loh, terus ke mana karyawan
buru-buru pabrik kita? Tekstil, baju
garmen. Ribuan mayat masyarakat
Indonesia kerja jadi buru. Kemarin udah
bangkrut tritex puluhan ribu. Nganggur
puluhan ribu, Guys. Bukan satu batang,
dua batang. Puluhan ribu manusia
nganggur. Sekarang kita masih mau acting
baik-baik saja. Baik-baik saja,
baik-baik saja. Buta semuanya asli
enggak punya hati. Cuma pengin apa?
Sikat duit pajak lu. Cuman pengen apa?
Kawin lagi pejabat-pejabat ini. Enggak
peduli. Dan gua ngelihat responnya
betul-betul miris. Ini gua mau lihat
nih, kasih lihat nih video salah satu
mantan pejabat tinggi di Indonesia wakil
presiden. Coba kita lihat responnya.
Jadi seakhirnya efeknya itu tidak besar
untuk katakanlah untuk Indonesia
kita.
Kenapa?
Karena tidak mungkin Amerika berhenti
beli baju, tidak mungkin berhenti beli
sabun, tidak mungkin beli berhenti beli
sawit, tidak mungkin berhenti beli
sepatu, tidak mungkin berhenti beli
sparep.
Tidak besar. Karena orang Amerika
Serikat enggak mungkin jalan-jalan ke
Mall Bugil kata dia tetap perlu baju. I
sih benar juga pintar juga nih orang.
Enggak mungkin dia berhenti beli spare
part, enggak mungkin berhenti beli
sepatu. Guys, Guys, negara yang bisa
bikin baju itu bukan cuman Indonesia.
Negara yang bisa bikin sepatu itu bukan
cuman Indonesia. Masih ada Bangladesh,
masih ada India. Buru lebih murah dari
kita. Masih ada Meksiko, masih ada
Ecuador, masih ada negara-negara Amerika
Latin yang bisa lakukan hal yang sama.
memproduksi barang-barang kualitas
rendah, low value goods. Jadi, apakah
enggak masalah dengan itu semua? Apalagi
beliau bilang, "Oh, iya dampaknya ke
Amerika cuma sekian persen. Aduh, gua
sih sangat sedih sekali." Ya, memang
betul orang Amerika tetap butuh baju.
Emang mereka mau pesta telanjang apa kan
enggak. Tapi ada begitu banyak negara di
kolong langit ini yang bisa memproduksi
barang sama keriplek dengan produk
Indonesia. Bahkan lebih bagus. Contoh
Vietnam, lu beli baju dari Thailand
lebih bagus dibanding dari baju
Indonesia. Harga lebih murah. Baju Cina.
Oh, that's the reality. Terus tadi
dibilang apa? Minyak sawit. Gini, ada
beberapa bagian yang gua sepakat tapi
banyak yang gua gak sepakat. Khususnya
gini, ini namanya pejabat ya. Gua sangat
sedih ya Indonesia ini makin banyak aja
pejabat asal jeplak. Kemarin ada
menteri, lu level menteri ngomong apa?
Enggak apa-apa preman minta THR itu
sudah budaya di Indonesia setan lu. Lu
bikin hancur Indonesia lu. Pernyataan
lu, lu enggak sadar lu itu menteri.
Pernyataan lu dilihat oleh GP Morgan.
Pernyataan lu dilihat sama Singapura.
Bacotan lu yang enggak pakai otak itu
dilihat sama investor dalam dan luar
negeri. Level menteri ngomong seperti
itu kan bodoh. Niat lu apa? Hancurin
Indonesia niat lu itu. Belum lagi apa
pejabat lain enggak habis-habisnya
negara kita diserang sama negara lain.
Eh enggak sama pejabat sendiri. Eh gila
kita capek-capek bangun invest dong di
Indonesia. Invest dong di IG. Beli saham
dong. Gua capek-capek edukasi orang. Lu
hancurin semua, lu yang hancurin. Parah
lu memang lu iblis lu. Ada wakil menteri
bilang kemarin apa orang Indonesia
hilang harapan. Kabur aja dulu. Kerja di
luar negeri. Apa yang dia bilang? Pergi
lu, jangan balik lagi. Eh, goblok.
Tolol. Memang lu punya mulut enggak
dipakai lu. Itu kan nyawanya kita, itu
kan masa depan kita, anak muda kita.
Kalau makin banyak orang Indonesia kabur
ke luar negeri, ya suka enggak suka
brain drain habis. Terus gimana negara
kita bisa maju kalau semua orang muda
kita, produktif kita, orang-orang yang
punya pikiran pekerja di luar negeri itu
orang-orang maju loh. Udah jelas punya
fighting spirit. Mereka bisa kerja di
luar negeri. It's a good thing. Memang
gua setuju itu. It's a good thing. Tapi
disuruh jangan balik lagi. Kan lu
goblok. Kalau satu orang bisa bawa
pulang 1$.000 setiap bulan kerja di
Jepang, kerja di Australia, kerja di
Amerika, 1$.000 dolar balik lagi ke
sini. Dia kan pasti bangun rumah di
Wonosobo. Bangun rumah di Purworojo,
buka warung, buka lapangan kerja. Kalau
ada 1 juta orang kali 1$.000 itu 1
billion dolar, Bro. Kalau ada 10 juta
orang kerja di luar negeri bawa 1$.000
dolar aja pulang. Enggak usah lebih
banyak-banyak. Itu udah 10 billion dolar
itu udah ratusan triliun kali 1 tahun
itu ribuan triliun. Mereka bisa bayar
hutang negara. Lu aja enggak bisa. Lu
sibuk rampok lu. Memang lu masa level
pejabat begitu ngomong. Dan bukan cuman
sampai situ guys. Gila ya nasib banget
jadi rakyat di negara ini ya. Kita
sibuk-sibuk bilang lu harus lawan.
Siap-siap Donald Trump, siap-siap George
Soros mau nyerang, siap-siap market
crash di depan. Eh, mereka malah sibuk
ngancurin negara in gua pikir ya kita
sibuk-sibuk bilang, "Lu hati-hati ya
hadapin Jos Soros ya. Jangan-jangan
mereka ini karyawan Jos Soros juga
ujung-ujungnya." Jadi kuda troya di
pemerintahan Prabowo yang sifatnya bikin
bom waktu di dalam menghancurkan
kredibilitas Prabowo itu sendiri. Kok
bisa-bisanya level pejabat tinggi
bacotnya itu ngasal enggak ada otak? Lu
benar lu sadis lu. Yang lebih ngeri lagi
apa? Kita punya penasehat negara ini.
Katanya punya penasehat di bidang
ekonomi. Kemarin menjebak habis-habisan
si Prabowo. Ketika gua bilang gini,
"Memang bricks itu boleh lah sebagai
perlawanan terhadap US dollar. Lu boleh
join atau apa, tapi lakukan dengan
hati-hati. Siapin pelurunya, lakukan
dengan bijak sana. Eh, ini ngasal
Prabowo dijebak belum ada 1 bulan jadi
presiden. Tanda taran masuk bricks."
Terus apa? dikasih minta pendapat mantan
menteri bukan main. It's ok. Enggak
apa-apa. Pemerintah sudah setuju.
Amerika sudah setuju. Amerika
setuju-setuju aja. Tenang-tenang aja.
Go. Hari ini kita dibombardir ini masih
bentuk tarif dan akan ada serangan yang
lebih ngeri daripada tarif. Ada
kedaulatan negara. Tapi ya udahlah
itulah nasib kita ya. Lu mungkin enggak
setuju. Dan banyak orang yang bilang
enggak mungkinlah Indonesia itu enggak
butuh Amerika. Banyak lu kena makan
tipu-tipu seperti itu. Yakin gua. Jadi
kalau gitu yang benar yang gimana, Bang?
Gimana harusnya reaksi pejabat kita? Ini
gua kasih contoh ya. Salah satu negara,
negara kecil loh. Dia kena tarif Donald
Trump berapa? Cuma 10%. Namanya
Singapura. Begitu dikenakan tarif sama
Donald Trump apa? Perdana menterinya
maju Lawrence Wong menenangkan
rakyatnya, memberikan pernyataan yang
sangat luar biasa dan enggak tipu-tipu,
enggak down playing. Dia langsung
bilang, "Ini keadaan darurat, ini
berbahaya. Brace yourself, siap-siap.
Ini perang dagang yang bahkan bisa
menjurus ke perang dunia." Singapura
saja sudah aware. Ini sangat
berbahaya. Pejabat Indonesia plonga
plongo plonga plongo. Ini apa ya? Besok
kawin sama siapa ya enaknya ya? Yang
bener mana nih? Gimana nih pejabat kita
nih? Enggak ada yang punya otak. Yuk,
coba kita lihat gimana sih responnya
Perdana Menteri Singapura dalam
menghadapi pernyataan Donald Trump.
Hanya dalam hitungan jam dia langsung
bikin pernyataan. My fellow
Singaporeans, I've said before that the
world is changing in ways that will
disadvantage small open economies like
Singapore. Gua pas dulu. Lu lihat gak
dia buka dengan apa? My fellow
Singaporeans. Lu lihat enggak kata-kata
seorang pemimpin? Dia tidak merasa
rakyatnya itu budak, anjing-anjing yang
harus diperas oleh negara. Ditipu-tipu,
diboli negara. No my fellow
Singaporeans. Fellow itu bukan rakyat
jelata orang korban buat gua tipu-tipu.
No, dia adalah rekan gua. Dia adalah
sesama rakyat Singapura. Gua juga rakyat
Singapura. Gua bukan pejabat. Gua bukan
dewa hidup di langit seperti pejabat
Indonesia hidup di langit enggak pernah
injak kaki di bumi. No, lu dan gua sama
loh. My fellow
Singaporeans. Saudaraku orang
Singapura. Some had previously
questioned this
assessment but the recent Liberation Day
announcement by the US leaves no room
for doubt. Gua ulangin. Donald Trump
bilang ini adalah hari kebebasan, hari
kemerdekaan, Liberation day. Karena di
hari dia menyenatakan perang tarif itu,
itu adalah hari di mana Amerika Serikat
bebas dari penjajahan negara-negara yang
sibuk mengeksploitasi market Amerika
Serikat. Jadi istilahnya adalah
Liberation Day, hari pembebasan. Nah, di
sini apa yang mau dibilang sama Perdana
Menteri Singapore ini kodenya adalah
leaves no room for doubt. Berarti tidak
diragukan lagi. Lu enggak usah
ngadi-ngadi. Makanya lu pejabat di
Indonesia bilang ini tenang, ini biasa
aja. It's bus as usual. Don't worry. No.
No room for doubt. Tidak ada keraguan.
Ini adalah kepastian. Sesuatu yang
nyata, sesuatu yang real. Enggak usah
acting bego. Loh, lives no room for
doubt. Bahwa apa? Coba kita lihat. E,
sebentar, Guys. Sebentar, Guys. Sebelum
kita lanjut videonya, portofolio kamu
lagi kebakaran, merah merona, semuanya
turun anjlok. Bahkan saham-saham
perbankan besar di Indonesia semuanya
masuk ke jurang. Loh, kok bisa, ya? Nah,
ini semua udah pernah kita bahas di
Benix Investor Group. komunitas saham
terbesar yang ada di Indonesia. So,
tunggu apalagi, Guys? Segera bergabung
di Benix Investor Group karena cuman di
sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung
secara live, baik online maupun offline.
Termasuk kita sering melakukan kunjungan
site visit loh ke perusahaan-perusahaan,
ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada
di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa
langsung tanya jawab secara langsung
live sama direktur perusahaannya. Kapan
lagi ada peluang kayak begini? Nah,
kemarin kita juga baru habis datang nih
ke sebuah perusahaan yang menurut gua
sangat prospek di tahun 2025. Nama
perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja
daftar di Benix Investor Group melalui
website yang ada di bawah ini
www.benix.id
ID atau segera kontak WhatsApp kita yang
ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu
ya di Benix Investor Group karena makin
seru nih dunia investasi yang ada di
dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih
saham yang menarik selanjutnya buat kita
bahas. Sampai ketemu di Benix Investor
Group. Le for doubt bahwa apa? Coba kita
lihat. It a seismic change in the global
order.
The era of rules based globalization and
free trade is
over. We are entering a new phase, one
that is more arbitrary,
protectionist, and dangerous. Gua
ulangin, kita sudah masuk ke fase di
mana dunia ini akan menjadi lebih
arbitrary. Maksudnya adalah semau gua
sendiri. Yang kedua, proteksionis. Jadi,
dia lebih punya mindset nasionalis.
Lindungi negara kita, lindungi rakyat
kita. Enggak mau peduli. Di luar itu
banyak orang mati tewas segala macam.
Enggak peduli. Proteksionisme. Semua
yang masuk ke sini gua tarif. Lu mau
bisnis sama gua, lu berani bayar berapa?
Proteksionisme. Dan yang ketiga ini
pernyataannya dangerous and dangerous
and dangerous and dangerous. Tiga hal
ini. Leaves no room for doubt. Lu jangan
mau dikadalin pejabat Indonesia yang
enggak punya otak itu. Lu dengar
kata-katanya si Lawrence dong. bahwa
kita sudah masuk ke fase dunia baru yang
lebih arbiter, lebih protection, dan
lebih dangerous.
Dangerous, dangerous guys. Ini fakta.
For decades, the US was the bed rock for
the free market economies of the world.
It championed free trade and led efforts
to build a multilateral trading system
anchored by clear rules and norms where
countries could achieve win-win benefits
through
trade. This WTO system brought
unprecedented stability and prosperity
to the world and to the US itself to be
clear the system is not perfect.
Singapore and many others have long
called for reform.
Oke, gua pause di situ dia bilang apa?
Selama ini bertahun-tahun yang lalu,
kita itu sudah punya sistem perdagangan
dunia namanya WTO Organization yang
sebetulnya bisa membuat dunia ini lebih
multilateral, orang lebih bekerja sama
satu sama lain, berbisnis satu sama
lain. Walaupun memang sistemnya enggak
perfect, termasuk Singapura aja,
Indonesia sesekali juga sering bersidang
di sana, berantem di WTO. Tapi ya udah
kita punya sistem perdagangan
internasional yang menciptakan rules
based law on how we act against each
other. Bagaimana cara kita berbisnis,
bertingkah laku, berkata-kata satu sama
lain di level negara yang berdagang.
Tapi itu dulu. Sekarang gimana? But what
the US is doing now is not reform. Oh,
yang dilakukan Amerika Serikat sekarang
bukan reformasi,
tetapi dia bumi hanguskan sistem yang
dia bikin sendiri. Nah, ini ada
alasannya, Guys. Ini filosofis nih. Gua
enggak akan bahas di video ini. Ini
ilmunya sangat mahal soalnya. Kenapa
Amerika Serikat bakar kapal? dia yang
menekan, memaksa, bahkan sampai pakai
senjata menyuruh negara-negara menjadi
liberal dalam perdagangan, liberalisasi
ekonomi, buka market selebar-lebarnya,
buka investasi asing. Karena mereka
bisnisnya adalah ekspor dolar. Tapi gua
enggak akan bahas itu. Sekarang kita mau
bahas tentang Lawrence Wong dulu nih,
pejabat Singapura. Dia bilang apa? New
approach of reciprocal terrorist country
by country is a complete rejection of
the WTO framework. Setuju?
sistem tarif yang dikenakan oleh Donald
Trump berdasarkan negara negara negara
negara ini kena ini itu sebetulnya
melanggar peraturannya WTO karena enggak
boleh lu enggak boleh ngasih tarif
namanya juga World Trade Organization
dia lebih banyak negara yang berdagang
lebih happy lebih bagus buat kemajuan
dunia tapi kalau makin banyak negara
yang ngasih tarif ini, tarif itu, tarif
enggak boleh. Itu dilarang sama WTO.
Karena WTO pro dengan free market, pro
dengan free ekonomi, pro dengan
liberalisasi perdagangan dunia. Tapi
sekarang sistem yang diciptakan ini
dihancurkan oleh Donald Trump. Ada
alasannya. But next, kita lihat US has
placed Singapore in the lowest base tier
with a tariff of 10%. So the direct
impact on us may be limited for now but
there are wider and more profound
consequences. If other countries adopt
the same approach as the US abandoning
the WTO and trading only on their own
preferred terms country by country, it
will spell trouble for all nations,
especially small ones like Singapore.
Oke, ini bagus. Ini gua harus address.
di sini dia bilang, "Oke, Singapura itu
cuma kena tarif 10% kecil dan sangat
kecil dibandingkan negara Indonesia
lebih dari 30%, Cina lebih dari 30%,
Vietnam dan lain sebagainya." Dia aku
itu sangat kecil. Tapi dia sendiri sadar
ini bukan the end of the story, ini
bukan end game. No, ini
masih garis start, Bro. Ini baru mulai,
Bro. Masih ada tengah-tengahnya. Ini
belum finish. Bahkan ini bukan end game
loh, ini baru permulaan. Dan perdana
menteri Singapura sangat yakin sekali
ini akan mtigger perang-perang
selanjutnya. Apalagi kalau makin banyak
negara yang melakukan proteksionism.
Mungkin di sini gua enggak tahu dibahas
apa enggak sama dia, tapi ini gua udah
pernah bahas di video gua secara
spesifik bahwa perang dunia kedua salah
satu faktor utama triggernya adalah
masalah ekonomi, masalah perdagangan
antar negara yang tidak fair. Dan makin
banyak negara-negara yang bergerak
secara unilateral, makin banyak
negara-negara yang bergerak secara
arbitrage, teman-teman akan saksikan ini
akan menjurus ke arah perang dunia 3 dan
ini akan berdampak untuk Singapura.
Negara kecil itu aja sudah aware. Dia
tidak santai-santai. Sebenarnya ini
orang Lawrence Wong Singapura ini yang
paling berhak, Bro, buat santai-santai.
Ah, ngopi dulu lah, ngopi duluah. Gua
cuma dapat 10%. Tapi ini enggak. Justru
dia yang paling aware. Singapura kan
sangat terdampak. Dia bisa lihat jangka
panjang. Pejabat Indonesia kena
30%. Besok kawin sama siapa ya? Hari ini
beli mobil baru. Ah, besok janjalan ke
luar negeri. Ah. Gila ini yang cuman
kena
10%. Langsung pikir strateginya apa,
bahayanya apa. Kecewa gua, kecewa gua.
Asli gua sangat kecewa. Next. We risk
being squeezed out,
marginalized and left behind. We can
also expect a strong global response to
America's tariffs. Singapore has decided
not to impose retaliatory tariffs, but
other countries may not exercise the
same restraint. The likelihood of a full
blown global trade war is growing. The
likelihood of full blown global trade
war is growing. Dia mau bilang peluang
dan potensi ini berangkat tadinya cuman
skala Amerika Serikat against us. Ini
akan menjadi skala
global dan ini akan squeeze out. Ini
akan menggencet Singapura. dia udah
lihat walaupun cuman karena 10% dia udah
bisa prediksi itu bakal menjadi perang
global nih yang namanya tarif ini
ekstrem sih dan dia bilang sebetulnya
Singapura ini bisa ambil tindakan
pembalasan oh lu ngasih gua 10% gua juga
lakukan yang sama terhadap lu. Tapi
Singapura sudah bikin pernyataan dia
tidak akan melakukan serangan balasan
alias retailatory act. Beda dengan Cina,
negara super power Cina. Begitu dia
dikenakan tarif langsung meeting si
Jinping detik itu juga kita balas apa
nih? Balas kasih ke tarif juga 34% nyali
tinggi. Cina hebat Indonesia apa yang
dia lakukan hari
ini? Ada mobil baru tuh. Bagus tuh
kayaknya. Itu pahanya mulus yang itu
pahanya mulus. Udah ada suami
belum? Istri gua baru sembilan nih.
Kayaknya bisa juga nambah jadi 10.
negara Indonesia. Apa yang akan kita
lakukan? Coba dong mau nunggu ini sampai
1 bulan lewat baru ngomong. Lihat dong
Perdana Menteri Singapura nih duduk
ngomong kasih penjelasan. Enggak usah
bermewah-mewah, enggak usah bangun
istana. Dia duduk di kantornya dengan
peralatan seadanya, TV seadanya,
furniture. Yang lu lihat nih, ini
kayaknya beli di Pasar Gembrok nih.
Paling harga R5 juta, R juta. Enggak
usah pakai emas-emas bling-bling. Gua
rasa lebih mewah kantor kita pakai kulit
domba, porsinya dari kulit. Lihat dong
perdana menteri Singapura sangat
bersahaja. Enggak ada pamer-pamer
kekuatan. Unjuk gua ini pejabat,
jumawah, harus mewah, elit, berkelas.
No. Profesionalisme itu enggak dilihat
dari seberapa kaya lu, seberapa elit
gaya lu. No. Tapi lu di-hire untuk
membela kepentingan bangsa lu. My fellow
Singaporeans. My fellow Singaporeans. Lu
saudara gua. Kita harus siap-siap
nih. The world is changing. Not in our
favor. So, what are we going to
do? Itu dong. Kan lu leader, lu bukan
pedagang tempe bacem di perempatan yang
bisa bilang, "Oke, kalau Krisman enggak
ada masalah. Gua cuma jualan tempe
bacem, bakwan goreng, orang datang beli
bayar 500 paling naik ke 700. Bro, masa
sekelas pedagang kaki lima mental
berpikir lu? It's ok, baik-baik aja.
Yang benerlah. Ratusan juta rakyat
Indonesia loh. Gila lila banget.
The impact of the higher terrorists plus
the uncertainty of what other countries
may do next worldway heavily on the
global
economy. International trade and
investments will suffer and global
growth will slow. Singapore will take a
bigger hit than others because of our
heavy reliance on tree. The last time
the world experienced something like
this was in the
1930s. Apa ni? Trade wars escalated into
armed conflict and eventually the second
world war. No one can say how the
current situation will unfold in the
coming months or years. Wah hebat. Dia
aware, Guys. Dia aware dengan situasi
ini adalah replika sama persis ketika
terjadi perubahan rezim di tahun 1930.
Yang tadinya cuman perang dagang,
lama-lama menjadi konflik bersenjata.
Yang tadinya cuma konflik bersenjata,
lama-lama berubah jadi perang dunia. Dia
aware loh, enggak banyak orang tahu
sejarah dunia tentang itu. Ini orang
pasti baca begitu banyak buku. E di
belakangnya juga banyak buku yang
berhubungan apa? Bukan cuma soal
politik, bukan cuma soal kekuasaan,
bukan cuma soal ngibulin rakyat nih,
biar gua dapat suara banyak. No, get
real. The world is changing. Kita harus
siap nih. In the coming months or years,
dia bilang, ini bisa berekalasi ke
tingkat yang lebih lanjut. Maksudnya
apa? Perang dunia di depan mata. Guys,
siap enggak sih negara kita? AR lagi
pada sibuk korupsi nih buat nanti kabur
ke Amerika Serikat gitu ya atau kabur ke
Eropa. Ais. Next. But we must be clear
eyed about the dangers that are building
up in the
world. Global institutions are getting
weaker. International norms are
eroding. More and more countries will
act based on narrow selfinest and use
force or treasure to get their way. Oke.
Jadi dia bilang akan makin banyak
negara-negara yang berpikir lebih
sempit. negara-negara yang akan
memprioritaskan negara, bangsa, dan
rakyatnya sendiri, which is bagus. E
Indonesia kira-kira tipe negara yang
akan memprioritaskan itu enggak ya? Atau
kantong sendiri aja. Dan dia bilang,
"Kita harus siap-siap. Singapura harus
siap-siap karena mereka akan menerima
dampak yang sangat besar kalau mereka
tidak siap." This is the harsh reality
of our world. Dia ngasih fakta yang
menyakitkan. We will stay vigilant. We
will stay vigilant. abilities. We will
strengthen our network of partnerships
with lightminded
countries. We are more ready than many
other countries with our reserves, our
cohesion and our
resolve. But we must brace ourselves for
more shocks to come. Oh, dia bilang,
guys, ini hebat. Ini sosok leader yang
benar nih. Kita siap, kita kuat, kita
bisa bertahan, kita PD, Guys. Kita punya
reserve, kita punya cadangan, kita punya
cohesion, kita punya kemampuan buat
berkolaborasi dengan negara-negara lain.
Kita tidak mengantungkan nyawa kita cuma
dengan di Amerika Serikat. Kita sudah
bergerak. Eh, bahkan benar mereka juga
sudah kirim tim untuk negosiasi dengan
negara-negara di luar Amerika Serikat.
Ketika pejabat kita kemarin aja KDM,
Kang Dedi udah bilang, "Eh, lu
pejabat-pejabat di Jawa Barat, jangan lu
jalan-jalan ke luar negeri kayak orang
goblok enggak punya hati. Ada pejabat di
Indonesia dari Indramayu, negara lagi
krisis jalan-jalan ke Jepang kan
[Musik]
setan. Aduh, gimana negara ini?" Dan dia
melakukan hal yang menurut gua sangat
baik. Dia menginstitusikan kepemikiran
rakyat-rakyat My Fellow Singaporeans
untuk percayalah pemerintah kita dia
bisa tetap PD, dia bisa jaga rakyatnya,
dia bisa jaga Singapura dan dia masih
banyak cara untuk selamatkan rakyat
mereka tetapi dia juga tidak sugar
coating. Tetapi you have to embrace. Dia
bilang, "But we must brace ourselves for
more shocks." Tetapi lu harus siap-siap.
Brace yourself, more shocks will come.
Akan makin banyak kejutan-kejutan yang
datang. Memang kita siap, memang kita
ready, tapi lu juga harus tahu dan sadar
bahayanya begitu besar. Dan akan datang
lagi, akan datang lagi kejutan-kejutan
yang lebih mengerikan. Hebat. The global
and stability we once knew will not
return anytime soon. We cannot expect
that the rules which protected small
states will still hold. I'm sharing this
with you so that we can all be mentally
prepared so that we will not be caught
off God. Let us not be loud into
complacency. The risk are rail and the
stakes are high. The road ahead will be
harder.
But if we stay resolute and
united, Singapore will continue to hold
its own in this trouble world. Luar
biasa, Guys. Closing statement yang
sangat-sangat powerful dari Presiden
Indonesia. Eh, enggak salah salah. Dari
perdana menteri orang nomor satu di
Singapura bisa menyatakan bahwa
Singapura will continue to hold its own.
Singapura akan tetap berjaya. Singapura
akan tetap survive. Memang betul dunia
di depan akan semakin brutal, akan
semakin sadis, tetapi lu harus yakin
tetap fokus, bekerja keras, bekerja
pintar. Negara akan hadir, negara akan
tetap kuat. Negara akan berdiri berjuang
bersama-sama kamu. Hebat Singapura.
Hebat gimana nih Indonesia? Sampai hari
ini udah ratusan jam
berlalu. Kita masih belum lihat gimana
respon pemerintah Perdana Menteri
Singapura. Singapura cuman kena
10% dalam hitungan jam langsung bikin
pernyataan. Kami siap bertahan. Mau
datang perang Dunia 3. Kami siap.
Singapura akan digencet. Kami siap. We
are ready. Hebat. Gua berharap gini loh,
nih jujur aja nih. Begitu kita kena
serangan dari Donald Trump ini kan udah
pernyataan perang. Ini namanya juga
perang dagang. Ini pernyataan perang. At
least pemerintah kita hari ini sudah ada
di gedung putih lobi. Tapi lu tahu
faktanya apa? Negara konyol Indonesia
ini bahkan hari ini tidak punya duta
besar di Amerika Serikat. Kok bisa?
Mitra dagang kita negara terkuat di
dunia. Negara dengan ekonomi terkaya di
dunia. Kita tidak punya duta besar di
Amerika Serikat. Kok bisa? Udah kosong
hampir 2 tahun itu kursi. Karena duta
besarnya pindah ke sekarang pegang
danantara harus
rusi. Jadi sekarang Indonesia dalam
keadaan yang gua juga bingung gimana
ini. Bisa-bisanya kita enggak punya duta
besar. Kocak sekali negara ini.
Manajemen apa ini? Gila yah. Jujurlah.
Padahal yang gua harapkan gini.
Presiden di negara Indonesia bisa turun
langsung ke lapangan dan bilang, bikin
pernyataan, tenangkan kita. Kalau enggak
kebakar nih semua nih. Lu lihat, lu
lihat nih Selasa market buka, satu
minggu penuh. Apa yang terjadi dengan
ISG? Lu harus siap. Gua itu berharap
presiden kita bisa turun bilang, "Don't
worry. Betul Amerika Serikat adalah
mitra dagang terbesar nomor dua di
Indonesia." Betul. Sepowerful itu mereka
sebut itu kita sama mereka. Betul. Tapi
don't worry, hari ini kita sudah kirim
tim untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa
sehingga minyak sawit kita yang gagal
masuk ke Amerika karena kena tarif
mereka bisa masuk ke Uni Eropa. Lu
jangan khawatir, kita sudah meeting
dengan teman-teman di Cina, di Jepang,
di India. Kita butuh itu. Buka
perdagangan sebesar-besarnya sama mereka
sehingga kita bisa lepas ketergantungan
kita dari sana. Jangan bilang it's ok,
no
problem. Mereka tetap butuh baju. Ya
kali dia mau pesta telanjang. Mereka
tetap butuh minyak goreng, Bro. Lu tahu
di Amerika Latin itu ada minyak canola
oil, ada minyak soibin oil. Brazil punya
begitu banyak. Mereka bisa beli dengan
harga lebih murah dibandingkan
menyisakan kita yang kena pajak 30%
lebih. Statement macam apa itu? Please
lah, please stop. Please Prabowo,
please. Lu katanya presiden itu. Lu
punya anak gua kok pelintut-pelintut
goblok. Jangan-jangan memang udah benar
George Soros ini menyusut ke pemerintah
kita. Sibuk ngancurin dari dalam.
Hati-hati lu punya kode troya lu
Prabowo. Hati-hati lu presiden kita.
Suka enggak suka kita sudah memutuskan
memberikan mandat kepada Presiden Prabot
pimpin kita. Please jadi pemimpin dong.
Masa kalah sama pemimpin Singapura
negara sekecil itu cuman kena tarif 10%
tapi cerdasnya luar biasa. Siap turun
bersama-sama rakyatnya. Karena dia
anggap rakyat Singapura itu bukan budak.
Please, Guys. Gua betul-betul please
guys. Gimana ini, Guys? Gimana sih?
Gimana ya? Kalau menurut lu apa yang
harus dilakukan nih dengan negosiator
kita? Ya udahlah. Faktanya hari ini kita
tidak bernegosiasi dengan Amerika
Serikat. Padahal udah jelas ya statement
yang dibikin oleh white papernya Amerika
Serikat itu adalah panggilan buat
negara-negara bernegosiasi sama mereka.
Menurut lu negosiasi macam apa yang kita
harus buka supaya Amerika Serikat mau
bersahabat lagi dengan kita atau udah
tutup buku Amerika Serikat kita bikin
lebih intens lagi berdagang dengan
dengan negara seperti Cina, India,
Afrika, Timur Tengah, Eropa, lupakan
Amerika Serikat. Gimana menurut lu? Atau
ya udah kayak Thailand aja, kayak
Vietnam aja obral murah 0% deh buat
barang-barang dari Amerika Serikat kan
bagus harga Harley jadi lebih murah
nanti daripada Yamaha. Gimana menurut
lu?
So, guys, kalau lu sendiri gimana? Gua
butuh nih dan pemerintah juga butuh nih
saran dari lu. Didengar sih ya mungkin
enggak ya. Namanya juga mereka penguasa
langit hidupnya di langit bukan di bumi
seperti kalian. Tapi kalau lu punya
kesempatan buat kasih nasihat apa sih
yang harus dilakukan oleh negara kita?
Karena ini situasi sudah darurat guys.
Solusi apa yang harus kita lakukan? Ya
mungkin yang pertama bisa kita lakukan
kita lantik duluah duta besar yang baru
tuh 2 tahun kosong guys. Gila, gila,
gila, gila. Manajemen macam apa ini,
coba? Oke ya. Ditunggu ya komentar
kalian. Semoga video ini bermanfaat.
Sampai ketemu lagi. Kita akan bahas
lebih detail tentang tarif Donald Trump
dan rahasia di belakangnya. Kenapa sih
dia bisa ambil keputusan sangat ekstrem?
Siapa sih pembisiknya Donald Trump? Dan
lu udah pasti tahu jawaran karena gua
sering bahas di salam sehat, salam.
[Musik]