Transcript
hLz1AZQ4R18 • PRABOWO BETRAYED!! INDONESIA IS NOT A PROBLEM IF TRUMP SUBMITS 32% TARIFF?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/Bennix/.shards/text-0001.zst#text/0349_hLz1AZQ4R18.txt
Kind: captions Language: id Indonesia gelap, Indonesia hancur, Indonesia bubar. Itu semua propaganda yang gua itu konsisten melawan dan gua tidak setuju, Guys. Dan teman-teman kalau udah follow gua di sejak lama pasti tahulah gua tetap pengen optimis dengan masa depan negara kita. Tapi saying ser000u sayang, Guys. Indonesia diumumkan akan dikenakan tarif oleh Amerika Serikat itu sampai dengan 32% yang artinya barang-barang ekspor produksi Indonesia ketika nyampai di pelabuhan Amerika Serikat harganya akan menjadi lebih mahal. 1/3. Ini sebetulnya hal yang menurut gua sangat berbahaya dan gua sangat-sangat kecewa. Kenapa? Karena ini bisa berdampak besar loh buat Indonesia. Teman-teman tahu mitra dagang utama Indonesia nomor satu adalah China. Udah pasti semua orang tahu. Tapi peringkat dua siapa? Peringkat dua Amerika Serikat. Dan jumlahnya enggak main-main. Jumlahnya juga triliunan. Dan ketika kemudian Indonesia diserang dengan perang dagang tarifnya Donald Trump, apa yang dilakukan oleh pejabat-pejabat di Indonesia? Sangat sedih. Gua melihat tidak ada perlawanan sama sekali, tidak ada statement sama sekali, tidak ada yang bisa memberikan ketenangan, kestabilan terhadap semua orang. Dan teman-teman akan lihat ini akan terefleksi dalam 1 minggu ke depan bursa efek buka crash, hancur semua. Kenapa? Karena tidak ada trust. Orang lihat ini planga-plongok semua enggak ada yang ngerti mesti ngapain, harus ngomong apa. Rakyat menunggu kejelasan, pengusaha menunggu kejelasan, investor menunggu pernyataan pemerintah. Apa yang terjadi? Pemerintah ngomong apa? down playing. Oh, it's [Musik] ok. Oh, it's okay. Everything's gna be fine, Bro. Wake up, Bro. Stupid lu. Stupid asli. L kenapa cuman dalam waktu 3 jam setelah Donald Trump bikin pengumuman, negara Vietnam langsung telepon Donald Trump, langsung kirim timnya ke Amerika Serikat negosiasi. Karena mereka tidak mau negaranya hancur. Vietnam tidak mau negaranya bubar. Jutaan orang menggantungkan hidupnya di pabrik-pabrik. Pabrik-pabrik yang mengekspor hasilnya ke Amerika Serikat. Ratusan billion dolar. Kalau seandainya mereka diam saja, pemerintahnya plonga-plongo, apa yang terjadi? Pengangguran massal. Mati rakyat mereka. Makan apa? Gua sangat apresiasi Vietnam gerakannya cepat. Dan enggak lama sejak itu langsung bikin pernyataan ketua partai komunis di Vietnam langsung bikin pernyataan. Saya sudah teleponan dengan Donald Trump dan dengan Presiden Donald Trump kita sudah bikin kesepakatan Vietnam akan mengurangi bea masuk barang-barang made in Amerika yang masuk ke Vietnam dia masuk 0%. Smart. Dia tahu walaupun dia bikin jadi minus 1% pun enggak ada hartinya. Kenapa ya? Amerika mau ekspor apa sih ke Vietnam? Emang bisa beli orang Vietnam barang-barang made in America? Harley Davidson mobil Ford enggak bisa ujung-ujungnya ya beli motor yang murah, mobil yang murah jadi soat enggak apa-apa. It's ok. Cerdas langsung gerak cepat. Thailand lakukan yang sama. Sampai detik ini sudah ada 50 negara yang pergi terbang di Amerika duduk bareng negosiasi. Indonesia W semua kecewa gua. Gua betul-betul kecewa sampai detik ini. Apa pernyataan pemerintah? Enggak ada. Yang ada apa? Don't playing. Don't playing. It's ok. It's ok. It's oke, Bro. Ini mitra dagang terbesar nomor dua di Indonesia, Amerika Serikat. Nyawa pabrik tekstil kita ekspor ke mana? Kita punya pabrik Nike di Jawa. Ekspor ke mana? Siapa yang bisa beli sepatu Nike begitu mahal? Amerika lah. Amerika kasih kita pajak terus gimana? Ya udah enggak apa-apa biarin aja. Loh, terus ke mana karyawan buru-buru pabrik kita? Tekstil, baju garmen. Ribuan mayat masyarakat Indonesia kerja jadi buru. Kemarin udah bangkrut tritex puluhan ribu. Nganggur puluhan ribu, Guys. Bukan satu batang, dua batang. Puluhan ribu manusia nganggur. Sekarang kita masih mau acting baik-baik saja. Baik-baik saja, baik-baik saja. Buta semuanya asli enggak punya hati. Cuma pengin apa? Sikat duit pajak lu. Cuman pengen apa? Kawin lagi pejabat-pejabat ini. Enggak peduli. Dan gua ngelihat responnya betul-betul miris. Ini gua mau lihat nih, kasih lihat nih video salah satu mantan pejabat tinggi di Indonesia wakil presiden. Coba kita lihat responnya. Jadi seakhirnya efeknya itu tidak besar untuk katakanlah untuk Indonesia kita. Kenapa? Karena tidak mungkin Amerika berhenti beli baju, tidak mungkin berhenti beli sabun, tidak mungkin beli berhenti beli sawit, tidak mungkin berhenti beli sepatu, tidak mungkin berhenti beli sparep. Tidak besar. Karena orang Amerika Serikat enggak mungkin jalan-jalan ke Mall Bugil kata dia tetap perlu baju. I sih benar juga pintar juga nih orang. Enggak mungkin dia berhenti beli spare part, enggak mungkin berhenti beli sepatu. Guys, Guys, negara yang bisa bikin baju itu bukan cuman Indonesia. Negara yang bisa bikin sepatu itu bukan cuman Indonesia. Masih ada Bangladesh, masih ada India. Buru lebih murah dari kita. Masih ada Meksiko, masih ada Ecuador, masih ada negara-negara Amerika Latin yang bisa lakukan hal yang sama. memproduksi barang-barang kualitas rendah, low value goods. Jadi, apakah enggak masalah dengan itu semua? Apalagi beliau bilang, "Oh, iya dampaknya ke Amerika cuma sekian persen. Aduh, gua sih sangat sedih sekali." Ya, memang betul orang Amerika tetap butuh baju. Emang mereka mau pesta telanjang apa kan enggak. Tapi ada begitu banyak negara di kolong langit ini yang bisa memproduksi barang sama keriplek dengan produk Indonesia. Bahkan lebih bagus. Contoh Vietnam, lu beli baju dari Thailand lebih bagus dibanding dari baju Indonesia. Harga lebih murah. Baju Cina. Oh, that's the reality. Terus tadi dibilang apa? Minyak sawit. Gini, ada beberapa bagian yang gua sepakat tapi banyak yang gua gak sepakat. Khususnya gini, ini namanya pejabat ya. Gua sangat sedih ya Indonesia ini makin banyak aja pejabat asal jeplak. Kemarin ada menteri, lu level menteri ngomong apa? Enggak apa-apa preman minta THR itu sudah budaya di Indonesia setan lu. Lu bikin hancur Indonesia lu. Pernyataan lu, lu enggak sadar lu itu menteri. Pernyataan lu dilihat oleh GP Morgan. Pernyataan lu dilihat sama Singapura. Bacotan lu yang enggak pakai otak itu dilihat sama investor dalam dan luar negeri. Level menteri ngomong seperti itu kan bodoh. Niat lu apa? Hancurin Indonesia niat lu itu. Belum lagi apa pejabat lain enggak habis-habisnya negara kita diserang sama negara lain. Eh enggak sama pejabat sendiri. Eh gila kita capek-capek bangun invest dong di Indonesia. Invest dong di IG. Beli saham dong. Gua capek-capek edukasi orang. Lu hancurin semua, lu yang hancurin. Parah lu memang lu iblis lu. Ada wakil menteri bilang kemarin apa orang Indonesia hilang harapan. Kabur aja dulu. Kerja di luar negeri. Apa yang dia bilang? Pergi lu, jangan balik lagi. Eh, goblok. Tolol. Memang lu punya mulut enggak dipakai lu. Itu kan nyawanya kita, itu kan masa depan kita, anak muda kita. Kalau makin banyak orang Indonesia kabur ke luar negeri, ya suka enggak suka brain drain habis. Terus gimana negara kita bisa maju kalau semua orang muda kita, produktif kita, orang-orang yang punya pikiran pekerja di luar negeri itu orang-orang maju loh. Udah jelas punya fighting spirit. Mereka bisa kerja di luar negeri. It's a good thing. Memang gua setuju itu. It's a good thing. Tapi disuruh jangan balik lagi. Kan lu goblok. Kalau satu orang bisa bawa pulang 1$.000 setiap bulan kerja di Jepang, kerja di Australia, kerja di Amerika, 1$.000 dolar balik lagi ke sini. Dia kan pasti bangun rumah di Wonosobo. Bangun rumah di Purworojo, buka warung, buka lapangan kerja. Kalau ada 1 juta orang kali 1$.000 itu 1 billion dolar, Bro. Kalau ada 10 juta orang kerja di luar negeri bawa 1$.000 dolar aja pulang. Enggak usah lebih banyak-banyak. Itu udah 10 billion dolar itu udah ratusan triliun kali 1 tahun itu ribuan triliun. Mereka bisa bayar hutang negara. Lu aja enggak bisa. Lu sibuk rampok lu. Memang lu masa level pejabat begitu ngomong. Dan bukan cuman sampai situ guys. Gila ya nasib banget jadi rakyat di negara ini ya. Kita sibuk-sibuk bilang lu harus lawan. Siap-siap Donald Trump, siap-siap George Soros mau nyerang, siap-siap market crash di depan. Eh, mereka malah sibuk ngancurin negara in gua pikir ya kita sibuk-sibuk bilang, "Lu hati-hati ya hadapin Jos Soros ya. Jangan-jangan mereka ini karyawan Jos Soros juga ujung-ujungnya." Jadi kuda troya di pemerintahan Prabowo yang sifatnya bikin bom waktu di dalam menghancurkan kredibilitas Prabowo itu sendiri. Kok bisa-bisanya level pejabat tinggi bacotnya itu ngasal enggak ada otak? Lu benar lu sadis lu. Yang lebih ngeri lagi apa? Kita punya penasehat negara ini. Katanya punya penasehat di bidang ekonomi. Kemarin menjebak habis-habisan si Prabowo. Ketika gua bilang gini, "Memang bricks itu boleh lah sebagai perlawanan terhadap US dollar. Lu boleh join atau apa, tapi lakukan dengan hati-hati. Siapin pelurunya, lakukan dengan bijak sana. Eh, ini ngasal Prabowo dijebak belum ada 1 bulan jadi presiden. Tanda taran masuk bricks." Terus apa? dikasih minta pendapat mantan menteri bukan main. It's ok. Enggak apa-apa. Pemerintah sudah setuju. Amerika sudah setuju. Amerika setuju-setuju aja. Tenang-tenang aja. Go. Hari ini kita dibombardir ini masih bentuk tarif dan akan ada serangan yang lebih ngeri daripada tarif. Ada kedaulatan negara. Tapi ya udahlah itulah nasib kita ya. Lu mungkin enggak setuju. Dan banyak orang yang bilang enggak mungkinlah Indonesia itu enggak butuh Amerika. Banyak lu kena makan tipu-tipu seperti itu. Yakin gua. Jadi kalau gitu yang benar yang gimana, Bang? Gimana harusnya reaksi pejabat kita? Ini gua kasih contoh ya. Salah satu negara, negara kecil loh. Dia kena tarif Donald Trump berapa? Cuma 10%. Namanya Singapura. Begitu dikenakan tarif sama Donald Trump apa? Perdana menterinya maju Lawrence Wong menenangkan rakyatnya, memberikan pernyataan yang sangat luar biasa dan enggak tipu-tipu, enggak down playing. Dia langsung bilang, "Ini keadaan darurat, ini berbahaya. Brace yourself, siap-siap. Ini perang dagang yang bahkan bisa menjurus ke perang dunia." Singapura saja sudah aware. Ini sangat berbahaya. Pejabat Indonesia plonga plongo plonga plongo. Ini apa ya? Besok kawin sama siapa ya enaknya ya? Yang bener mana nih? Gimana nih pejabat kita nih? Enggak ada yang punya otak. Yuk, coba kita lihat gimana sih responnya Perdana Menteri Singapura dalam menghadapi pernyataan Donald Trump. Hanya dalam hitungan jam dia langsung bikin pernyataan. My fellow Singaporeans, I've said before that the world is changing in ways that will disadvantage small open economies like Singapore. Gua pas dulu. Lu lihat gak dia buka dengan apa? My fellow Singaporeans. Lu lihat enggak kata-kata seorang pemimpin? Dia tidak merasa rakyatnya itu budak, anjing-anjing yang harus diperas oleh negara. Ditipu-tipu, diboli negara. No my fellow Singaporeans. Fellow itu bukan rakyat jelata orang korban buat gua tipu-tipu. No, dia adalah rekan gua. Dia adalah sesama rakyat Singapura. Gua juga rakyat Singapura. Gua bukan pejabat. Gua bukan dewa hidup di langit seperti pejabat Indonesia hidup di langit enggak pernah injak kaki di bumi. No, lu dan gua sama loh. My fellow Singaporeans. Saudaraku orang Singapura. Some had previously questioned this assessment but the recent Liberation Day announcement by the US leaves no room for doubt. Gua ulangin. Donald Trump bilang ini adalah hari kebebasan, hari kemerdekaan, Liberation day. Karena di hari dia menyenatakan perang tarif itu, itu adalah hari di mana Amerika Serikat bebas dari penjajahan negara-negara yang sibuk mengeksploitasi market Amerika Serikat. Jadi istilahnya adalah Liberation Day, hari pembebasan. Nah, di sini apa yang mau dibilang sama Perdana Menteri Singapore ini kodenya adalah leaves no room for doubt. Berarti tidak diragukan lagi. Lu enggak usah ngadi-ngadi. Makanya lu pejabat di Indonesia bilang ini tenang, ini biasa aja. It's bus as usual. Don't worry. No. No room for doubt. Tidak ada keraguan. Ini adalah kepastian. Sesuatu yang nyata, sesuatu yang real. Enggak usah acting bego. Loh, lives no room for doubt. Bahwa apa? Coba kita lihat. E, sebentar, Guys. Sebentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa, ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group. komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys? Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung secara live, baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id ID atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas. Sampai ketemu di Benix Investor Group. Le for doubt bahwa apa? Coba kita lihat. It a seismic change in the global order. The era of rules based globalization and free trade is over. We are entering a new phase, one that is more arbitrary, protectionist, and dangerous. Gua ulangin, kita sudah masuk ke fase di mana dunia ini akan menjadi lebih arbitrary. Maksudnya adalah semau gua sendiri. Yang kedua, proteksionis. Jadi, dia lebih punya mindset nasionalis. Lindungi negara kita, lindungi rakyat kita. Enggak mau peduli. Di luar itu banyak orang mati tewas segala macam. Enggak peduli. Proteksionisme. Semua yang masuk ke sini gua tarif. Lu mau bisnis sama gua, lu berani bayar berapa? Proteksionisme. Dan yang ketiga ini pernyataannya dangerous and dangerous and dangerous and dangerous. Tiga hal ini. Leaves no room for doubt. Lu jangan mau dikadalin pejabat Indonesia yang enggak punya otak itu. Lu dengar kata-katanya si Lawrence dong. bahwa kita sudah masuk ke fase dunia baru yang lebih arbiter, lebih protection, dan lebih dangerous. Dangerous, dangerous guys. Ini fakta. For decades, the US was the bed rock for the free market economies of the world. It championed free trade and led efforts to build a multilateral trading system anchored by clear rules and norms where countries could achieve win-win benefits through trade. This WTO system brought unprecedented stability and prosperity to the world and to the US itself to be clear the system is not perfect. Singapore and many others have long called for reform. Oke, gua pause di situ dia bilang apa? Selama ini bertahun-tahun yang lalu, kita itu sudah punya sistem perdagangan dunia namanya WTO Organization yang sebetulnya bisa membuat dunia ini lebih multilateral, orang lebih bekerja sama satu sama lain, berbisnis satu sama lain. Walaupun memang sistemnya enggak perfect, termasuk Singapura aja, Indonesia sesekali juga sering bersidang di sana, berantem di WTO. Tapi ya udah kita punya sistem perdagangan internasional yang menciptakan rules based law on how we act against each other. Bagaimana cara kita berbisnis, bertingkah laku, berkata-kata satu sama lain di level negara yang berdagang. Tapi itu dulu. Sekarang gimana? But what the US is doing now is not reform. Oh, yang dilakukan Amerika Serikat sekarang bukan reformasi, tetapi dia bumi hanguskan sistem yang dia bikin sendiri. Nah, ini ada alasannya, Guys. Ini filosofis nih. Gua enggak akan bahas di video ini. Ini ilmunya sangat mahal soalnya. Kenapa Amerika Serikat bakar kapal? dia yang menekan, memaksa, bahkan sampai pakai senjata menyuruh negara-negara menjadi liberal dalam perdagangan, liberalisasi ekonomi, buka market selebar-lebarnya, buka investasi asing. Karena mereka bisnisnya adalah ekspor dolar. Tapi gua enggak akan bahas itu. Sekarang kita mau bahas tentang Lawrence Wong dulu nih, pejabat Singapura. Dia bilang apa? New approach of reciprocal terrorist country by country is a complete rejection of the WTO framework. Setuju? sistem tarif yang dikenakan oleh Donald Trump berdasarkan negara negara negara negara ini kena ini itu sebetulnya melanggar peraturannya WTO karena enggak boleh lu enggak boleh ngasih tarif namanya juga World Trade Organization dia lebih banyak negara yang berdagang lebih happy lebih bagus buat kemajuan dunia tapi kalau makin banyak negara yang ngasih tarif ini, tarif itu, tarif enggak boleh. Itu dilarang sama WTO. Karena WTO pro dengan free market, pro dengan free ekonomi, pro dengan liberalisasi perdagangan dunia. Tapi sekarang sistem yang diciptakan ini dihancurkan oleh Donald Trump. Ada alasannya. But next, kita lihat US has placed Singapore in the lowest base tier with a tariff of 10%. So the direct impact on us may be limited for now but there are wider and more profound consequences. If other countries adopt the same approach as the US abandoning the WTO and trading only on their own preferred terms country by country, it will spell trouble for all nations, especially small ones like Singapore. Oke, ini bagus. Ini gua harus address. di sini dia bilang, "Oke, Singapura itu cuma kena tarif 10% kecil dan sangat kecil dibandingkan negara Indonesia lebih dari 30%, Cina lebih dari 30%, Vietnam dan lain sebagainya." Dia aku itu sangat kecil. Tapi dia sendiri sadar ini bukan the end of the story, ini bukan end game. No, ini masih garis start, Bro. Ini baru mulai, Bro. Masih ada tengah-tengahnya. Ini belum finish. Bahkan ini bukan end game loh, ini baru permulaan. Dan perdana menteri Singapura sangat yakin sekali ini akan mtigger perang-perang selanjutnya. Apalagi kalau makin banyak negara yang melakukan proteksionism. Mungkin di sini gua enggak tahu dibahas apa enggak sama dia, tapi ini gua udah pernah bahas di video gua secara spesifik bahwa perang dunia kedua salah satu faktor utama triggernya adalah masalah ekonomi, masalah perdagangan antar negara yang tidak fair. Dan makin banyak negara-negara yang bergerak secara unilateral, makin banyak negara-negara yang bergerak secara arbitrage, teman-teman akan saksikan ini akan menjurus ke arah perang dunia 3 dan ini akan berdampak untuk Singapura. Negara kecil itu aja sudah aware. Dia tidak santai-santai. Sebenarnya ini orang Lawrence Wong Singapura ini yang paling berhak, Bro, buat santai-santai. Ah, ngopi dulu lah, ngopi duluah. Gua cuma dapat 10%. Tapi ini enggak. Justru dia yang paling aware. Singapura kan sangat terdampak. Dia bisa lihat jangka panjang. Pejabat Indonesia kena 30%. Besok kawin sama siapa ya? Hari ini beli mobil baru. Ah, besok janjalan ke luar negeri. Ah. Gila ini yang cuman kena 10%. Langsung pikir strateginya apa, bahayanya apa. Kecewa gua, kecewa gua. Asli gua sangat kecewa. Next. We risk being squeezed out, marginalized and left behind. We can also expect a strong global response to America's tariffs. Singapore has decided not to impose retaliatory tariffs, but other countries may not exercise the same restraint. The likelihood of a full blown global trade war is growing. The likelihood of full blown global trade war is growing. Dia mau bilang peluang dan potensi ini berangkat tadinya cuman skala Amerika Serikat against us. Ini akan menjadi skala global dan ini akan squeeze out. Ini akan menggencet Singapura. dia udah lihat walaupun cuman karena 10% dia udah bisa prediksi itu bakal menjadi perang global nih yang namanya tarif ini ekstrem sih dan dia bilang sebetulnya Singapura ini bisa ambil tindakan pembalasan oh lu ngasih gua 10% gua juga lakukan yang sama terhadap lu. Tapi Singapura sudah bikin pernyataan dia tidak akan melakukan serangan balasan alias retailatory act. Beda dengan Cina, negara super power Cina. Begitu dia dikenakan tarif langsung meeting si Jinping detik itu juga kita balas apa nih? Balas kasih ke tarif juga 34% nyali tinggi. Cina hebat Indonesia apa yang dia lakukan hari ini? Ada mobil baru tuh. Bagus tuh kayaknya. Itu pahanya mulus yang itu pahanya mulus. Udah ada suami belum? Istri gua baru sembilan nih. Kayaknya bisa juga nambah jadi 10. negara Indonesia. Apa yang akan kita lakukan? Coba dong mau nunggu ini sampai 1 bulan lewat baru ngomong. Lihat dong Perdana Menteri Singapura nih duduk ngomong kasih penjelasan. Enggak usah bermewah-mewah, enggak usah bangun istana. Dia duduk di kantornya dengan peralatan seadanya, TV seadanya, furniture. Yang lu lihat nih, ini kayaknya beli di Pasar Gembrok nih. Paling harga R5 juta, R juta. Enggak usah pakai emas-emas bling-bling. Gua rasa lebih mewah kantor kita pakai kulit domba, porsinya dari kulit. Lihat dong perdana menteri Singapura sangat bersahaja. Enggak ada pamer-pamer kekuatan. Unjuk gua ini pejabat, jumawah, harus mewah, elit, berkelas. No. Profesionalisme itu enggak dilihat dari seberapa kaya lu, seberapa elit gaya lu. No. Tapi lu di-hire untuk membela kepentingan bangsa lu. My fellow Singaporeans. My fellow Singaporeans. Lu saudara gua. Kita harus siap-siap nih. The world is changing. Not in our favor. So, what are we going to do? Itu dong. Kan lu leader, lu bukan pedagang tempe bacem di perempatan yang bisa bilang, "Oke, kalau Krisman enggak ada masalah. Gua cuma jualan tempe bacem, bakwan goreng, orang datang beli bayar 500 paling naik ke 700. Bro, masa sekelas pedagang kaki lima mental berpikir lu? It's ok, baik-baik aja. Yang benerlah. Ratusan juta rakyat Indonesia loh. Gila lila banget. The impact of the higher terrorists plus the uncertainty of what other countries may do next worldway heavily on the global economy. International trade and investments will suffer and global growth will slow. Singapore will take a bigger hit than others because of our heavy reliance on tree. The last time the world experienced something like this was in the 1930s. Apa ni? Trade wars escalated into armed conflict and eventually the second world war. No one can say how the current situation will unfold in the coming months or years. Wah hebat. Dia aware, Guys. Dia aware dengan situasi ini adalah replika sama persis ketika terjadi perubahan rezim di tahun 1930. Yang tadinya cuman perang dagang, lama-lama menjadi konflik bersenjata. Yang tadinya cuma konflik bersenjata, lama-lama berubah jadi perang dunia. Dia aware loh, enggak banyak orang tahu sejarah dunia tentang itu. Ini orang pasti baca begitu banyak buku. E di belakangnya juga banyak buku yang berhubungan apa? Bukan cuma soal politik, bukan cuma soal kekuasaan, bukan cuma soal ngibulin rakyat nih, biar gua dapat suara banyak. No, get real. The world is changing. Kita harus siap nih. In the coming months or years, dia bilang, ini bisa berekalasi ke tingkat yang lebih lanjut. Maksudnya apa? Perang dunia di depan mata. Guys, siap enggak sih negara kita? AR lagi pada sibuk korupsi nih buat nanti kabur ke Amerika Serikat gitu ya atau kabur ke Eropa. Ais. Next. But we must be clear eyed about the dangers that are building up in the world. Global institutions are getting weaker. International norms are eroding. More and more countries will act based on narrow selfinest and use force or treasure to get their way. Oke. Jadi dia bilang akan makin banyak negara-negara yang berpikir lebih sempit. negara-negara yang akan memprioritaskan negara, bangsa, dan rakyatnya sendiri, which is bagus. E Indonesia kira-kira tipe negara yang akan memprioritaskan itu enggak ya? Atau kantong sendiri aja. Dan dia bilang, "Kita harus siap-siap. Singapura harus siap-siap karena mereka akan menerima dampak yang sangat besar kalau mereka tidak siap." This is the harsh reality of our world. Dia ngasih fakta yang menyakitkan. We will stay vigilant. We will stay vigilant. abilities. We will strengthen our network of partnerships with lightminded countries. We are more ready than many other countries with our reserves, our cohesion and our resolve. But we must brace ourselves for more shocks to come. Oh, dia bilang, guys, ini hebat. Ini sosok leader yang benar nih. Kita siap, kita kuat, kita bisa bertahan, kita PD, Guys. Kita punya reserve, kita punya cadangan, kita punya cohesion, kita punya kemampuan buat berkolaborasi dengan negara-negara lain. Kita tidak mengantungkan nyawa kita cuma dengan di Amerika Serikat. Kita sudah bergerak. Eh, bahkan benar mereka juga sudah kirim tim untuk negosiasi dengan negara-negara di luar Amerika Serikat. Ketika pejabat kita kemarin aja KDM, Kang Dedi udah bilang, "Eh, lu pejabat-pejabat di Jawa Barat, jangan lu jalan-jalan ke luar negeri kayak orang goblok enggak punya hati. Ada pejabat di Indonesia dari Indramayu, negara lagi krisis jalan-jalan ke Jepang kan [Musik] setan. Aduh, gimana negara ini?" Dan dia melakukan hal yang menurut gua sangat baik. Dia menginstitusikan kepemikiran rakyat-rakyat My Fellow Singaporeans untuk percayalah pemerintah kita dia bisa tetap PD, dia bisa jaga rakyatnya, dia bisa jaga Singapura dan dia masih banyak cara untuk selamatkan rakyat mereka tetapi dia juga tidak sugar coating. Tetapi you have to embrace. Dia bilang, "But we must brace ourselves for more shocks." Tetapi lu harus siap-siap. Brace yourself, more shocks will come. Akan makin banyak kejutan-kejutan yang datang. Memang kita siap, memang kita ready, tapi lu juga harus tahu dan sadar bahayanya begitu besar. Dan akan datang lagi, akan datang lagi kejutan-kejutan yang lebih mengerikan. Hebat. The global and stability we once knew will not return anytime soon. We cannot expect that the rules which protected small states will still hold. I'm sharing this with you so that we can all be mentally prepared so that we will not be caught off God. Let us not be loud into complacency. The risk are rail and the stakes are high. The road ahead will be harder. But if we stay resolute and united, Singapore will continue to hold its own in this trouble world. Luar biasa, Guys. Closing statement yang sangat-sangat powerful dari Presiden Indonesia. Eh, enggak salah salah. Dari perdana menteri orang nomor satu di Singapura bisa menyatakan bahwa Singapura will continue to hold its own. Singapura akan tetap berjaya. Singapura akan tetap survive. Memang betul dunia di depan akan semakin brutal, akan semakin sadis, tetapi lu harus yakin tetap fokus, bekerja keras, bekerja pintar. Negara akan hadir, negara akan tetap kuat. Negara akan berdiri berjuang bersama-sama kamu. Hebat Singapura. Hebat gimana nih Indonesia? Sampai hari ini udah ratusan jam berlalu. Kita masih belum lihat gimana respon pemerintah Perdana Menteri Singapura. Singapura cuman kena 10% dalam hitungan jam langsung bikin pernyataan. Kami siap bertahan. Mau datang perang Dunia 3. Kami siap. Singapura akan digencet. Kami siap. We are ready. Hebat. Gua berharap gini loh, nih jujur aja nih. Begitu kita kena serangan dari Donald Trump ini kan udah pernyataan perang. Ini namanya juga perang dagang. Ini pernyataan perang. At least pemerintah kita hari ini sudah ada di gedung putih lobi. Tapi lu tahu faktanya apa? Negara konyol Indonesia ini bahkan hari ini tidak punya duta besar di Amerika Serikat. Kok bisa? Mitra dagang kita negara terkuat di dunia. Negara dengan ekonomi terkaya di dunia. Kita tidak punya duta besar di Amerika Serikat. Kok bisa? Udah kosong hampir 2 tahun itu kursi. Karena duta besarnya pindah ke sekarang pegang danantara harus rusi. Jadi sekarang Indonesia dalam keadaan yang gua juga bingung gimana ini. Bisa-bisanya kita enggak punya duta besar. Kocak sekali negara ini. Manajemen apa ini? Gila yah. Jujurlah. Padahal yang gua harapkan gini. Presiden di negara Indonesia bisa turun langsung ke lapangan dan bilang, bikin pernyataan, tenangkan kita. Kalau enggak kebakar nih semua nih. Lu lihat, lu lihat nih Selasa market buka, satu minggu penuh. Apa yang terjadi dengan ISG? Lu harus siap. Gua itu berharap presiden kita bisa turun bilang, "Don't worry. Betul Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar nomor dua di Indonesia." Betul. Sepowerful itu mereka sebut itu kita sama mereka. Betul. Tapi don't worry, hari ini kita sudah kirim tim untuk bernegosiasi dengan Uni Eropa sehingga minyak sawit kita yang gagal masuk ke Amerika karena kena tarif mereka bisa masuk ke Uni Eropa. Lu jangan khawatir, kita sudah meeting dengan teman-teman di Cina, di Jepang, di India. Kita butuh itu. Buka perdagangan sebesar-besarnya sama mereka sehingga kita bisa lepas ketergantungan kita dari sana. Jangan bilang it's ok, no problem. Mereka tetap butuh baju. Ya kali dia mau pesta telanjang. Mereka tetap butuh minyak goreng, Bro. Lu tahu di Amerika Latin itu ada minyak canola oil, ada minyak soibin oil. Brazil punya begitu banyak. Mereka bisa beli dengan harga lebih murah dibandingkan menyisakan kita yang kena pajak 30% lebih. Statement macam apa itu? Please lah, please stop. Please Prabowo, please. Lu katanya presiden itu. Lu punya anak gua kok pelintut-pelintut goblok. Jangan-jangan memang udah benar George Soros ini menyusut ke pemerintah kita. Sibuk ngancurin dari dalam. Hati-hati lu punya kode troya lu Prabowo. Hati-hati lu presiden kita. Suka enggak suka kita sudah memutuskan memberikan mandat kepada Presiden Prabot pimpin kita. Please jadi pemimpin dong. Masa kalah sama pemimpin Singapura negara sekecil itu cuman kena tarif 10% tapi cerdasnya luar biasa. Siap turun bersama-sama rakyatnya. Karena dia anggap rakyat Singapura itu bukan budak. Please, Guys. Gua betul-betul please guys. Gimana ini, Guys? Gimana sih? Gimana ya? Kalau menurut lu apa yang harus dilakukan nih dengan negosiator kita? Ya udahlah. Faktanya hari ini kita tidak bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Padahal udah jelas ya statement yang dibikin oleh white papernya Amerika Serikat itu adalah panggilan buat negara-negara bernegosiasi sama mereka. Menurut lu negosiasi macam apa yang kita harus buka supaya Amerika Serikat mau bersahabat lagi dengan kita atau udah tutup buku Amerika Serikat kita bikin lebih intens lagi berdagang dengan dengan negara seperti Cina, India, Afrika, Timur Tengah, Eropa, lupakan Amerika Serikat. Gimana menurut lu? Atau ya udah kayak Thailand aja, kayak Vietnam aja obral murah 0% deh buat barang-barang dari Amerika Serikat kan bagus harga Harley jadi lebih murah nanti daripada Yamaha. Gimana menurut lu? So, guys, kalau lu sendiri gimana? Gua butuh nih dan pemerintah juga butuh nih saran dari lu. Didengar sih ya mungkin enggak ya. Namanya juga mereka penguasa langit hidupnya di langit bukan di bumi seperti kalian. Tapi kalau lu punya kesempatan buat kasih nasihat apa sih yang harus dilakukan oleh negara kita? Karena ini situasi sudah darurat guys. Solusi apa yang harus kita lakukan? Ya mungkin yang pertama bisa kita lakukan kita lantik duluah duta besar yang baru tuh 2 tahun kosong guys. Gila, gila, gila, gila. Manajemen macam apa ini, coba? Oke ya. Ditunggu ya komentar kalian. Semoga video ini bermanfaat. Sampai ketemu lagi. Kita akan bahas lebih detail tentang tarif Donald Trump dan rahasia di belakangnya. Kenapa sih dia bisa ambil keputusan sangat ekstrem? Siapa sih pembisiknya Donald Trump? Dan lu udah pasti tahu jawaran karena gua sering bahas di salam sehat, salam. [Musik]