Transcript
Hxiseb9O1-E • AMPLOP DEMOKRASI (full movie)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0315_Hxiseb9O1-E.txt
Kind: captions Language: id Provinsi Aceh. Beri tepuk tangan. Mualim Dev. Mualim. Yang pertama sekali kesejahteraan undang investor pabrik rokok. Kan begitu pabrik rokok di situ sampai 10.000 orang akan di manfaatkan pekerja. Kehadiran Bapak Jokowi merupakan representasi suri tauladan, pimpinan yang mendorong kami dengan Gus Yasin untuk menjadi apa? Jika ditemukan ada yang membagi-bagikan uang, ada yang menjanjikan ditangkap, difoto, divirankan, dilaporkan. Saya yang bertanggung jawab. Saya yang bertanggung jawab bersama Bapak Ilham Asikin akan kerja bersama untuk memajukan pembangunan bantai. Tidak ada duanya cuma satu yaitu Malagan Suprapto yang punya anak-anak di SD, yang punya anak-anak di SMP, yang punya anak-anak di SMA termasuk TK semua gratis. [Tepuk tangan] [Musik] nomor dua. Nomor dua. empat [Musik] di tang Wahudi Anggoro sampah menjadi benda yang bernilai. Sampah juga menjadi harapan bagi ribuan warga Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Inisiasi Wahyudi membawa Desa Panggungharjo meraih juara lomba desa terbaik nasional pada 2014. Selain itu, Wahyudi juga menerima Anugerah ASEAN Leadership Award pada 2019 karena dinilai berperan dalam pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan lewat pengelolaan sampah. 2 tahun berselang, Wahyudi juga membawa desa ini meraih predikat Desa Anti Korupsi dari KPK pada 2021. Pencapaian itulah yang membuat Wahyudi percaya diri untuk maju dalam kontestasi Pilkada 2024. Saya dan Mas Wahyudi bersama rakyat memecahkan masalah yang dihadapi rakyat. Wahyudi adalah satu dari 1500 pasangan calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2024. Mereka bertarung di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. [Musik] Kami ucapkan selamat datang kepada bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati pantul beserta istri dan juga pimpinan partai politik pengusul beserta seluruh rombongan pasangan calon. Saat itu Wahyudi Anggurohadi maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Untoro Haryadi yang menjadi calon bupati Bantul. Mereka berkontestasi dengan dua paslon lain, Abdul Halim Muslih dengan Aris Suharyanta serta Joko Purnomo dengan Roni Wijaya Indra Gunawan. Wahyudi maju dengan modal pengalamannya memimpin Desa Panggung Harjo selama lebih dari 10 tahun. Rangkaian apresiasi yang pernah ia terima menjadi modal sosial untuk bisa meraup suara. Wahyudi dan pasangannya berprinsip untuk melawan praktik politik uang. Keduanya berharap bisa mengubah dinamika Pilkada menjadi lebih sehat. Sehingga kemarin kita coba melakukan satu eksperimentasi menciptakan satu arena baru. Arena apa? Kontestasi politik tanpa uang. yang harapannya mereka kemudian kita tarik masuk dalam arena kita. Jadi sebenarnya kita sudah melakukan eksperimentasi mendorong proses politik tanpa politik uang. Itu kan sejak kontestasi pemilihan kepala desa di tahun 2012. Ternyata prinsip tanpa politik uang tidak berjalan mulus. Biaya kontestasi politik yang harus disiapkan bukan hanya untuk alat peraga di masa kampanye. Wahyudi juga harus menggelontorkan uang kepada partai politik guna mendapatkan tiket untuk berkontestasi. Karena bayangkan untuk dari 5 miliaran itu untuk kemudian mengkonsolidasi partai politik ya itu ya mungkin 70-an% yang lainnya untuk operasional ya. PK terus kemudian untuk membiayai apa ee pertemuan-pertemuan kader dan lain sebagainya. Tapi 70% dari itu ya biaya yang harus kita keluarkan untuk apa ee konsolidasi partai politik. Konsolidasi partai politik untuk agar kemudian mesin politiknya, mesin parttainya itu bekerja ya. Ya, meskipun pada akhirnya gak bekerja termasuk biaya mendapatkan tiket sebagai calon wakil kepala daerah di Pilkada 2024. Saat mencalonkan diri, pasangan Untoro dan Wahyudi mendapatkan dukungan dari dua partai politik. Kita kemarin sih ngabisin mendekati angka 1,2 1,3 miliar per partai politik untuk dua partai politik. Jumlah ongkos politik terlapor yang dikeluarkan oleh pasangan Wahyudi ini masih lebih kecil dibandingkan dengan dua paslon lainnya. Meski demikian, angka ini hanya sekitar 10% dari perkiraan total uang yang dikeluarkan Wahyudi untuk ongkos politik sepanjang Pilkada 2024. Jadi kalau total-total untuk untuk kemudian apa mengikuti kontestasi di Bantul yang punya kurang lebih sekitar 720.000 suara gitu ya, itu biaya politik kemudian yang kita keluarkan dan itu terhitung sangat murah gitu ya. Itu kurang lebih sekitar 4,5 sampai 5 miliaran kemarin gitu. Dan itu tentunya kos politik yang paling rendah ini di antara para kontestans. Nomor [Tepuk tangan] [Musik] pengeluaran atau ongkos politik menjadi salah satu momok bagi orang yang ingin maju dalam kontestasi pemilu di Indonesia termasuk Pilkada. [Musik] bagaimana ee membuat dokumentasi yang menarik sehingga level apa e fenomena ongkos politik juga menjadi salah satu fokus mada Sukmajati yang tengah melakukan penelitian terkait ongkos politik di Pilkada 2024 saya akan mulai dengan beberapa temuan dari ee proyek ee riset kolaboratif kami yang melibatkan UGM KITL PP Leiden dan Universitas Ahmed Abid India. Jadi di dalam riset ini di ee menyongsong Pilkada 2024 sebenarnya juga kami melakukan riset di Pilek 2024 itu kami menggunakan tiga ee fokus ya untuk mengeksplore profil dana kampanye dari para kandidat di Pilkada 2024. Yang pertama adalah dari dimensi penerimaannya, kemudian ee yang kedua dari dimensi pengeluarannya, dan kemudian yang ketiga dari dimensi pengelolaannya. [Musik] Riset ini dilakukan dengan model shadowing yang mencakup 14 kota dan kabupaten wilayah sampling. Di mana setiap peneliti mengikuti pasangan calon untuk bisa mendapatkan informasi secara langsung. Komponen ongkos politik dari riset ini menggunakan delan pendekatan. Temuan pertama dari riset ini menunjukkan kisaran ongkos politik pada Pilkada 2024 lalu. Besarnya mencapai 7 hingga Rp100 miliar untuk ikut berkontestasi di tingkat walikota atau bupati. [Musik] termasuk postur perkiraan persentase pengeluaran dari total ongkos politik. Dari komponen ini diperkirakan biaya yang diperlukan setiap pasangan calon menyentuh angka puluhan miliar hingga triliunan rupiah. Ada dua dari Bu dan Pak Wartono. Riset ini menemukan bahwa praktik jual beli suara atau vote buying ikut menyumbang besarnya ongkos politik. Persentase angka ini mencapai 26 hingga 76% dari postur keseluruhan anggaran pembiayaan. Ongkos ini dialokasikan untuk pembelian suara di masyarakat. [Musik] Nah, jumlahnya bervariasi. Ada yang Rp50.000, ada yang Rp400.000 gitu. itu range-nya dari e 14 kabupaten kota ee yang kami ee jadikan fokus riset kami. Ee setelah setelah pembelian suara itu porsi yang kedua yang terbesar itu untuk sembako dan juga dalam bentuk hadiah apa hadiah-hadiah yang lain ya. Apa ada istilah club goods ya, barang-barang kelompok ya. Misalnya ee peralatan ibadah untuk kelompok-kelompok ibadah, peralatan olahraga untuk misalnya karang taruna dan seterusnya dan lain sebagainya. itu itu ee alokasi kedua terbesar dari profil pengeluaran ee kandidat di Pilkada 2024. Selain itu, mahar politik juga diduga ikut mendongkrak ongkos politik. Besaran mahar politik mencapai R500 juta hingga Rp7,5 miliar hanya untuk mendapatkan tiket pencalonan kepala daerah. Nah, ini ada yang diserahkan secara ee kelembagaan kepada partai politik. Artinya partai politik itu yang kemudian mengelola banyak orang tahu lebih transparan. Tapi ada juga yang diserahkan ke individu-individu pengurus partai yang jauh lebih tertutup, tidak transparan pengelolaannya. rekayasa elektoral untuk mengurangi gangguan terhadap presidensialisme dengan menekan jumlah partai. Salah satunya misalnya, jadi kalau kita bicara soal ee politik uang ya, politik uang itu dia bisa terjadi pada tiga arena. Yang pertama adalah jual beli pencalonan atau candidacy buying, mahar politik dan seterusnya. Dan ini studi KPK membuktikan mayoritas calon yang kalah di Pilkada menyatakan mereka menyetor sejumlah uang kepada partai politik yang tidak dicatatkan dalam ee laporan dana partai ee sumbangan untuk partai ataupun laporan dana kampanye. Jadi, candidacy buying atau jual beli tiket pencalonan ini berada pada ranah untuk bisa masuk saja dalam ee kontestasi mereka harus sudah bayar. [Musik] Fenomena yang sama juga dirasakan Iqbal Hambali, salah satu warga Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Iqbal mendapati sejumlah praktik politik uang yang terjadi di wilayahnya sepanjang Pilkada. Ee yang saya temukan adalah saya punya teman di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Dia bisa beli motor NMAX dengan ee cash ataupun tunai dari uang hasil mani politik. Diwakili Pak RT enggak ada. Model pendistribusiannya beragam mulai dari kanvasing hingga menempelkan stiker sebagai penanda salah satu paslon. kayak mana apa ya secara pendistribusiannya itu juga diceritakan ada misalkan ee di depan pintu rumahnya ataupun kaca rumahnya tertera ee salah satu paslon dia kasih lagi ee stiker tapi di bawah stiker itu ada uang dan itu rutin entah 2 hari sekali atau 3 hari sekali dia datang dengan cara dia bilang lepas stiker itu atau e tindih dengan e stiker yang ada. Tapi di bawah stikernya uang. [Musik] Sebut saja namanya Agus sebagai salah satu kepala desa di Pulau Jawa yang sempat terlibat dalam distribusi politik uang. Ia bekerja untuk pasangan petahana. Keterlibatan Agus tidak lepas dari instruksi langsung dari birokrasi di atasnya. Di wilayah kami uang itu beredar melalui pimpinan di wilayah stampar yang ada itu melalui kepala desa. Kepala desa dikumpulkan oleh tim ses dan calon itu untuk briefing dan nanti kepala desa diberi uang operasional. diberi kertas untuk diisi daftar pemilih yang pasti. Kemudian daftar itu dibukarkan dengan uang. Hitung-hitungannya dihitungnya perata satu kepala itu dihitung R30.000 sampai Rp50.000. Dan operasional itu berdasarkan jumlah pemilih yang ada di wilayah setempat. Dan nanti ketika mencapai target yang ditentukan oleh tim ses atau posco atau relawan itu akan ada reward tertentu. Misal mencapai 70% 80% nanti ada reward tertentu keuk ke kepala desa tersebut. [Musik] Kepala desa tidak bergerak sendiri. Mereka juga harus memiliki tim bayangan untuk mendistribusikan uang. [Musik] [Tepuk tangan] distribusinya setelah kepala desa itu mengembalikan formulir yang diisi data pemilih nanti di hari tertentu diundang untuk mengambil uang yang sudah berada di dalam amplop untuk didistribusikan sesuai dengan data yang dikumpulkan. Sebelum kepala desa itu membagikan formulir untuk diisi, kepala desa diminta untuk membuat tim per TPS. Tugasnya tim TPS adalah mendata satu persatu jumlah pemilih. Kemudian tim TPS mengembalikan kepala desa dan kepala desa mengembalikan kepada posk pemenangan. Umumnya yang dilibatkan orang yang punya pengaruh di wilayah setempat bisa RT, RW atau sesepuh yang ada di sana. Agus terpaksa menjalankan distribusi politik uang ini. Jika tidak, sejumlah ancaman sudah menanti. [Musik] Ancamannya paling nanti didistribusi bantuan keuang kabupaten untuk pembangunan desa. Kebijakan berpengaruh kepada tergantung dengan banyaknya jumlah pemiluh yang ada di desa. Kemudian, nah ini juga ee mungkin sudah terjadi sih di pemilu-pemilu sebelumnya, tapi mungkin semakin masif di Pilkada 2024 yang lalu itu adalah mesin e birokrasi terutama untuk yang terkait dengan ee ee calon yang petahana dan juga ee mesin pemerintahan desa ee termasuk di dalamnya di situ bahkan sampai level RT RW itu bagian dari ee apa mesin distribusi ee politik uang ini. yang menurut kami situasinya jauh lebih kompleks di Pilkada 2024 ini dibandingkan dengan ee sebelum-sebelumnya. Inilah salah satu imbas yang terjadi kemudian. Adapun konstruksi perkaranya diduga telah terjadi tindak berbidana korupsi sebagai berikut. Pada bulan Juli tahun 2024, Saudara RM menyampaikan bahwa yang bersangkutan membutuhkan dukungan berupa dana dan penanggung jawab wilayah dalam rangka pemilihan Gubernur Bengkulu pada Pilkada serentak bulan November 2024. KPK selanjutnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka yaitu RM Gubernur Bengkulu, IF Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, dan EP atau AC ini AJUDAN Gubernur Bengkulu. [Musik] Sejumlah politikus yang berupaya untuk ikut kontestasi pemilu harus melakukan segala cara. Tak jarang upaya ini membawa mereka berakhir di balik jeruji penjara. [Musik] [Tepuk tangan] Namun mereka yang membuat regulasi justru berupaya melegalisasi praktik koruptif ini. Bahasa kualitas pemilu ini kan pertama begini. Tidakkah kita pikir mani politik dilegalkan aja di PKPU dengan batasan tertentu? Karena mani politik ini keniscayaan ini. Kita juga tidak mani politik tidak ada yang pilih. Tidak ada yang pilih di masyarakat atmosfernya beda. Jadi kalau PKPU ini istilah mani politik dengan kos politik ini coba dipertegas dan bahasanya dilegalkan saja batas berapa. Sehingga Bawaslu juga tahu bahwa kalau manik politik batas ini ya harus disemprit. Sebab kalau barang ini tidak dilegalkan, kita kuncing-kuncingan terus. Yang akan pemenang nanti ke depan adalah para saudagar. Jadi pertarungan para saudagar bukan lagi pertarungan para negarawan, para politisi dan negarawan, tapi pertarungan para saudagar. Karena tidak punya uang, pasti tidak menang. Rakyat tidak akan memilih karena ini atmosfer, kondisi ekosistem masyarakat. Jadi sebaiknya kita legalkan saja dengan batasan tertentu untuk orangnya jujur iklan berbakti. Meskipun sejumlah paslon lain masih berupaya membiayai ongkos politiknya secara mandiri. [Musik] Mas Wahyu kita di sini seperti yang dilakukan oleh Wahyudi karena memang kebetulan kita tidak punya cukup apa kemampuan ekonomi untuk itu. Jadi ya ajaiblah ya dalam situasi kita gak punya uang kok bisa kemudian spending uang sebanyak itu itu ya ajaib juga gitu meskipun ya apa sertifikat masih tertahan sampai 5 enggak akan kembali lagi sekitar-kira 5 tahun dan no problem ini menjadi bagian dari eksperimentasi dan ya konsekuensi-konsekuensi itu sudah kita hitung juga [Musik] rintangan Besarnya ongkos politik membuka peluang bagi pihak lain untuk ikut membiayai pembiayaan para paslon termasuk sumber pendanaan dari pengusaha lokal maupun nasional. daerah dengan konteks tertentu misalnya daerah dengan kekayaan alam ya e sumber tambang yang besar itu ee cenderung ee pribadi ee yang bersangkutan ini juga punya bisnis tambang atau keluarganya atau yang tadi ee pengusaha yang tidak memiliki hubungan kekerabatan itu yang kemudian menjadi donatur. [Musik] Salah satu provinsi yang memiliki kerentanan pada konteks kepentingan bisnis dan oligarki pada Pilkada 2024 adalah Kalimantan Selatan. Kalimantan Selatan memiliki luas lebih dari 3,7 juta hektar. Namun lebih dari separuh luas wilayahnya masuk dalam berbagai izin konsesi. [Musik] Potensi ini pun menjadi menu andalan para paslon dalam etalase politik pada masa kampanye. Tapi itu terjadi dengan misalnya tadi konteks daerah dengan e sumber daya alam yang kaya itu ee pendanaannya ee juga besar sekali, alokasi untuk politik uang juga besar sekali. Ee nominal untuk politik uang yang diterima per pemilih juga jauh lebih besar ee dibandingkan dengan daerah yang tidak memiliki sumber daya. [Musik] Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi Kalimantan Selatan melihat bahwa para kandidat kepala daerah justru diduga melapangkan jalan bagi investor dalam janji politik semasa kampanye. Dari sisi janji politiknya pun ee mereka saat mencalon mengkampanyekan untuk lingkungan itu sangat minim. Untuk mempertahankan lingkungan dan lain-lain itu sangat minim mereka sampaikan. Bahkan yang terpilih pun ini lebih alasannya untuk kesejahteraan masyarakat eh rakyatnya dan lain-lain. Mempermudah para investor untuk masuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nah, itu dipertanyakan juga masyarakat seperti apa yang dibilang tidak sejahtera. Sedangkan masyarakat di daerah pedalaman seperti itu mereka air tidak beli, sumber ee pangannya mereka dapat dari hutan juga tercukupi. Itu lebih sejahtera dibandingkan kita yang di kota. Setidaknya lebih dari 3 juta warga dalam daftar pemilih tetap atau DPT pada Pilkada 2024 yang tersebar di dua kota dan 11 kabupaten. Mereka akan memilih setidaknya 31 paslon yang bertarung memperebutkan posisi gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota, serta bupati dan wakil bupati. Kalau melihat dari kontestasi pemilu ya di Kalimantan Selatan ini ya cukup saya lihat itu cukup miris ya karena di dari 13 kabupaten kota hampir di Kalimantan Selatan yang akan kaya sumber daya alam ternyata banyak ee pasangan calon yang kemarin mencalon itu ya dari penguasa-penguasa sumber daya alam dan banyak dukungan-dukungan dari sumber daya alam juga yang yang men-support mereka terjun ke dunia politik. Di sinilah kelindahan kepentingan pengusaha dan politisi dalam Pilkada 2024 bertemu. Ceruk antara ongkos politik mahal berjumpa dengan kebutuhan melindungi sumber ekonomi para pemodal. Yang sangat miris kan ketika mereka mencalon meminta dukungan kepada masyarakatnya. Tetapi pada saat terpilih, apakah masyarakat ini masih didengar? Nah, ini yang jadi masih pertanyaan. Apakah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya itu lebih pro terhadap rakyatnya atau lebih pro terhadap oligarkinya gitu? Ini menjadi kekhawatiran buat ee kita semua. Kalau mungkin eh di tempat lain ataupun di Kalsel juga beberapa beberapa waktu ke belakang untuk yang namanya kontestasi Pilkada itu banyak meminta restu atau izin kepada tokoh ulama ataupun tokoh masyarakat. Nah, sialnya di Banjarbaru khususnya dia meminta izin dan restunya itu kepada salah satu oligarki yang mungkin sama-sama kita ketahui siapa orangnya hari ini. Pil Walcot Banjarbaru awalnya diikuti oleh dua paslon Ernal Lisa Halabi yang berdampingan dengan Wartono dan Adityya Mufti yang berdampingan dengan Said Abdullah. Pada perjalanannya, KPU Banjarbaru kemudian mendiskualifikasi paslon Adityya dan Said. KPU menganggap keduanya melakukan pelanggaran adanya unsur penggunaan kewenangan, program dan kegiatan yang merugikan paslon lain. Putusan ini membuat Lisa Wartono menjadi calon tunggal dalam Pil Walcot 2024. Alih-alih menyediakan surat suara baru serta kolom kota kosong. KPU Banjarbaru memutuskan tetap menggunakan surat suara lama yang masih berisi dua paslon dengan alasan keterbatasan waktu. Namun suara yang masuk untuk pasangan Adityya dan Said akan dianggap tidak sah. Untuk yang khususnya di Kalsel Pilkada kali ini adalah Pilkada paling brutal. Mengapa demikian? Karena ada tim yang terstruktur sistematis dan masif dan itu apa ya bertingkatan posisinya. Saya sudah sekian kali mengikuti pemilihan, tapi kok baru kali ini kalau saya tidak mengikuti yang namanya apa? Petunjuk dari KPU itu dianggap tidak sah. Sedangkan ee surat suara yang tertera cuma satu yang di yang sah gitu loh. Padahal secara undang-undang itu sudah ditutup ee peluangnya untuk tidak ada calon tunggal. Kalaupun ada calon tunggal itu harus disediakan yang namanya kotak kosong. Namun di Banjarbaru tidak ada dengan dalih ee waktu yang tidak sempat padahal juga tidak dilaksanakan. Adanya kelindan kepentingan ini merujuk pada pertemuan Lisa dengan Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam. Haji Isam sendiri merupakan salah satu pengusaha asal Kalimantan Selatan yang memimpin John Lyn Group. Namanya sempat masuk dalam jajaran tim pemenangan Joko Widodo dan Marruf Amin di Pemilu 2019. [Musik] Belakangan namanya juga muncul di era kepresidenan Prabowo setelah diminta untuk mengelola program food estate. Mr. Udin Arsyad prominent entrepreneur from Kalimantan. from Kalimantan. Iya, benar. Karena kan juga ee kontestasi Pilkada di Kota Banjarbaru hari ini itu semuanya terjadi menurut kami itu adalah by design. Karena sedari awal dibuat untuk ee hanya satu paslon dan tidak adanya pemantau pemilu sehingga juga pengeluaran SK 174 itu sudah di injury time sehingga orang susah untuk ee menganulirnya dan kalaupun untuk menganulir perlu proses yang panjang sehingga orang akan berpikir ah ini terlalu ribet dari segala macam maka maka tidak usahlah biar saja terpilih. Namun tidak untuk kami. Karena itu merasa itu tidak ideal dan tidak benar, maka dalam hati kecil kami itu tetap harus dilawan. Situasi ini sempat memicu sorotan publik termasuk Iqbal dan sejumlah rekannya. Kepada kami, Ketua KPU Kota Banjarbaru, kami ada sesuatu yang ingin dipertanyakan, ada sesuatu yang ingin disampaikan. Dan kami hari ini masa aksi tidak ada kepentingan dengan Bapak-bapak sekalian. Terima kasih. Mereka pun menyuarakan keresahannya lewat aksi meski berujung intimidasi yang dialami Iqbal. Pada tanggal 1 Desember 2024 kemarin tepatnya malam jam 9.00 malam mendapatkan kiriman paket yang bisa dikatakan itu tidak mengenakkan yang isinya ada surat dan juga roti. Roti sebagai pengamuplase waktu pengiriman barangnya itu. Dan di dalam suratnya itu tertera ee kata-katanya kalau masih ingin hidup dan masih ingin berkarir, alangkah baiknya untuk pilih diam daripada diam selamanya. Ada info dari daerah-daerah bagaimana perkembangannya? Ya, itu tadi yang aku ceritakan. Kami metodenya sudah lebih canggih daripada kawan-kawan. Kawan-kawan masih soal advokasi kebijakan. Kami sudah keresahan yang sama terkait oligarki di kontestasi Pilkada Kalimantan Selatan juga ikut dirasakan oleh Nurhalis Majid. Mantan ketua KPU Banjarmasin ini melihat bagaimana oligarki memegang peran penting dalam geopolitik lokal. Jadi kelompok oligarki ingin memenangkan pilkada-pilkada di daerah-daerah yang dianggap strategis, terutama daerah daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan khusus di Banjarbaru karena menarik ee Banjarbaru sekarang menjadi ibu kota provinsi, pintu gerbang dari semua hal dan ee memenangkan Banjarbaru adalah memenangkan Kalimantan Selatan. Jadi kira-kira itu menyebabkan Banjarbaru itu menarik untuk juga diintervensi oleh kelompok-kelompok yang memiliki modal untuk ee memenangkan Pilkada ini dengan cara yang tidak semestinya. Nurhalis juga melihat bahwa integritas penyelenggara pemilu sangat vital pada situasi ini. Namun, oligarki juga punya banyak cara untuk bisa mengkonsolidasikan penyelenggara pemilu demi memenangkan kandidatnya. Ya, ada iming-iming satu tentu saja uang. Yang kedua ee ada juga berupa jabatan karena penyelenggara juga ada karirnya. Setelah menjadi penyelenggara di tingkat kabupaten bisa menjadi penyelenggara di tingkat provinsi. Setelah menjadi penyelenggara di tingkat provinsi menjadi penyelenggara di tingkat pusat. Jadi iming-iming jabatan seperti itu juga sangat mungkin atau akan ee menjadi penyelenggara untuk berapa periode misalnya. Jadi ee itu bagian dari yang bisa dinegosiasikan terhadap penyelenggara ya selain uang tadi. Jadi dalam banyak forum sering sekali ada ungkapan ya kita belum menang di bilik suara belum tentu menang di SK gitu ya. Menang di ee TPS belum tentu menang di keputusannya KPU. Nah, stigma-stigma seperti ini itu di beberapa ee kontestan, di beberapa calek calon itu betul-betul menjadi keyakinan sehingga seolah-olah kalau dia tidak merapat ke penyelenggara maka dia tidak menang. Padahal itu kan paradigma yang tidak benar. harusnya mereka bisa menjaga jarak dan bisa melindungi penyelenggara supaya tidak menjadi bagian dari proses transaksional ini. [Musik] Satu sah. Satu sah. Satu satu sah. Dua dua tiga. Tiga. Nomor urut satu. Nomor urut dua masih di nomor satu. [Musik] Masuk nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Pilkada 2024 yang dilakukan serentak pun berlangsung di tengah hiruk pikuk sejumlah pelanggaran termasuk dugaan adanya politik uang. I saya lihat mau yang yang kalian coblos masuk bilik. Saya lihat mau yang kalian coblos. Saya pinjam ini. Ini belum dicoblos kan? Sudah. Sudah di ambil. Coba lihatkan. Perlihatkan yang Bapak coblos mana? Ambil. Keluarkan. Perlihatkan yang Bapak coblos. Perlihatkan. Ini yang kosong tadi. Bapak ini. Tahi. Ini saya pegang. Ah. Jangan banyak bacot ini. Jangan dibuang, Pak. Jangan keluarkan. Jangan dibuang, Pak. Keluarkan. Jangan dibuang. Jangan dibuang, Pak. Keluarkan. Wah, masuk sini. Ayo, jangan dibuang. Jangan dibuang. Hei, bukti kalian ini [Musik] harus diakui vote buying itu bisa terjadi bukan hanya karena pemilih mau, tetapi situasi masyarakat atau situasi sosial misalnya relasi kuasa ketika mereka ditekan, diintimidasi, mereka dibatasi kasih akses pada layanan sosial. Kalau mereka tidak mau menerima, maka mereka akan mendapatkan ee hukuman berupa misalnya dipersulit layanan sosialnya, layanan publiknya atau bansosnya. Mereka kan menjadi tidak punya pilihan. Mereka akhirnya sekedar menjadi objek. Tapi kalau bilik suara itu bisa dipastikan rahasia, orang tidak bisa tahu mau memilih siapa dan mereka betul-betul dilindungi ee saat memilih, maka siapapun yang mereka pilih di bilik suara itu tidak bisa diketahui dan itu yang akan memberikan rasa aman ketika mereka menjadi objek dari politik uang. Tapi di bilik suara, mereka bisa tetap merdeka sebagai pemilik. Pada akhirnya Mahkamah Konstitusi memerintahkan sejumlah wilayah untuk melakukan pemilihan suara ulang atau PSU, khususnya untuk wilayah yang para paslonnya terbukti menggunakan politik uang. Jadi cara pandang kita terhadap vote buying ini di antara penegak hukum kita bisa dikatakan masih sangat sederhana. Masih melihat kasus yang melibatkan em puluhan ribu rupiah atau ratusan ribu. Tapi dia tidak melihat dalam spektrum besar bahwa ini kejahatan demokrasi, kejahatan pemilu yang merusak kredibilitas pemilu kita dan kualitas kompetisi pemilu kita. Menurut saya kita harus perbaiki sistem kita. Namun di tengah sengkarut kualitas pemilu dan demokrasi seperti inilah kemudian respon dari negara. Dan kita tidak boleh malu untuk mengakui bahwa kemungkinan sistem ini terlalu mahal. Betul. Dari wajah yang menang pun saya lihat lesu juga. Yang menang lesu apalagi yang kalah. Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien ya. Malaysia, Singapura, India. Sekali milih anggota DPR. DPRD sekali milih, ya sudah, DPRD itulah milih gubernur, milih bupati. [Musik] Wacana mengubah pemilihan kepala daerah menguat dari model langsung menjadi penunjukan oleh DPRD. Ongkos politik menjadi salah satu alasannya. Nah, apakah ini kemudian menjadi alasan tepat untuk merubah ee sistem pemilunya e dari Pilkada langsung di e ke ee pemilihan yang ee dilakukan oleh DPRD? Ya, kita kan sudah pernah menyelenggarakan dua jenis pemilihan seperti ini. Sebelum Pilkada langsung 2024, kita ee memilih kepala daerah kita lewat DPRD dan hasilnya pun sudah kita rasakan kan waktu itu. Korupsi politik juga tetap ada. Ee representasi politik juga tidak bagus antara rakyat dan ee wakilnya. Ee ee apa kebijakan publik kemudian juga tidak partisipatif gitu. Kalau saya sih ee tidak melihat urgensi ee dan ee argumentasi yang kuat ya ee ee untuk menggeser ee Pilkada langsung ke ee Pilkada lewat ee DPRD hanya dengan alasan politik uang. Karena politik uang itu ee juga pasti akan terjadi di di DPRD. kita bandingkanlah ketika misalnya pemilihan oleh DPRD di masa awal Orde Baru ee di masa awal ee Orde Baru dan juga Orde Reformasi begitu. Bahkan di Orde Baru tuh ada yang diangkat begitu ya oleh pusat. Itu kan gejolak-gejolak untuk minta merdeka ee kritik terhadap pemerintahan ee pemerintah pusat itu kuat sekali. Tapi kemudian ketika suatu daerah diberikan bukan hanya e desentralisasi ekonomi, pemerintahan, tapi juga politik, mereka membangun deliberasi di antara mereka. Mereka punya aktivitas politik yang itu menjadi area mereka begitu. Nah, kalau ini dicabut saya yakin pasti akan timbul kemudian gejolak protes-protes ketidakpuasan yang mereka kemudian fokusnya spektrum ee apa perhatiannya itu pasti akan ke Jakarta nih. Siap enggak nih? Siap tidak Jakarta menghadapi ini? Lagi pula selama pelaku praktik ee koruptifnya itu adalah elit politik, memindahkan ke DPRD tidak akan menyelesaikan itu. Pada akhirnya ongkos politik berbungkus amplop demokrasi adalah ilusi bagi kualitas peradaban negeri. Perbaikan dan peningkatan kualitas pemilu adalah kunci yang harus segera kita lakukan mulai hari ini. Iya. Ini kan tergantung partai politiknya sebenarnya. Karena menurut saya semuanya berawal dari ee partai politik. Kalau partai politik tidak punya konsern terhadap praktik politik uang, ya sepanjang itulah situasinya akan ya seperti sekarang ini, seperti bola salju tadi yang menggelinding gitu. Ee partai politik ee mengawali dari ee internalnya, pembenahan internalnya. Cuman itu sebenarnya sederhana. Tapi kan kalau dalam konteks sekarang menjadi sangat ambisius ya, tidak sangat ee sangat tidak mudah melakukan itu. Saya kira kita harus gunakan solusi yang beragam ya, karena kita harus lihat juga konteks di mana masyarakat ee itu berada. Contoh, Jakarta adalah salah satu laboratorium politik kalau kita mau bicara soal kedewasaan politik warga. Kita lihat misalnya tradisi Pilkada di Jakarta, Jakarta itu selalu anti mainstream. Koalisi-koalisi besar di Jakarta itu selalu sulit untuk menang karena masyarakatnya melag informasi, melag teknologi, dan peduli sehingga mereka cenderung akan menghukum kelompok-kelompok atau pilihan-pilihan politik yang dianggap tidak demokratis atau ee berusaha untuk merekayasa proses elektoral. [Musik] Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur. Sebagai wakil gubernur. sebagai wakil gubernur. Sebagai bupati. sebagai bupati, sebagai wakil bupati sebagai walikota, sebagai wakil walikota. sebagai wakil walikota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. [Musik] Bagaimana kemudian melahirkan sebuah apa Komisi Penyelenggara Pemilu yang betul-betul terbebas dari kepentingan ini menjadi satu PR besar. [Musik] Satu Z. Satu sa. Berikutnya nomor urut satu sah. Berikutnya nomor urut satu sah. Kalau harapan saya pribadi ya terjadinya ee proses demokrasi yang sebagaimana mestinya proses demokrasi yang sehat. Tidak ada lagi yang namanya mani politik. orang memilih memang dengan kesadaran hati nuraninya dan juga eh selain itu harapannya tidak ada lagi yang namanya ancam mengancam intimidasi ataupun terormenteror. Karena pemilu yang sehat itu berdasarkan pertarungan ideologi, pertarungan ide. Bukan lagi pertarungan siapa yang banyak modalnya, bukan lagi pertarungan siapa yang punya bankingan, tapi memang siapa yang punya gagasan sama punya siapa yang punya ide. [Musik] Salah satunya [Musik]