Transcript
D8Ic_TVDMVU • GALIAN C (CELAKA)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0287_D8Ic_TVDMVU.txt
Kind: captions
Language: id
Jadi waktu itu tanggapannya masyarakat
itu
waktu dia mulai tambang itu dia tidak
mengetahui seperti sekarang ini.
Kerugian dari ekonomi ini ya kita lihat
para petani ini banyak yang mengeluh
karena dengan limbah tambang ini padi
tidak bisa jadi
[Musik]
dan ngumpulin masyarakat masyarakat
lelah lebih lelah
[Musik]
Desa Kurliko dan Kurliko Selatan
terletak di bagian timur Kabupaten
Lombok Timur. Secara mayoritas
masyarakat bekerja sebagai petani, tani
sawah, dan tani kebun.
Namun dalam satu dekade lebih masyarakat
mengalami persoalan akibat adanya
tambanggalian C.
[Musik]
Jadi waktu itu tanggapannya masyarakat
itu
waktu dia mulai tambang itu dia tidak
mengetahui seperti dampak seperti
sekarang ini. Jadi pengertian kita
sebagai petani ini ee mereka menggali
pasir atau nambang galian C. Nah, kita
tidak pernah berpikir bahwa air itu
seperti sekeruh itu gitu kan.
Saya rasa kalau penambang-penambang ini
juga kalau yang memang dia ada izin,
dikeluarkan izinnya oleh pemerintah dan
lain sebagainya, kalau dia gunakan
aturan yang ada di izin tersebut, saya
rasa petani itu tidak akan mendapat
dampak.
Nah, sehingga dia menggunakan alat berat
itu dampak dari tambang itu jadi ke
petani. Nah, kalau di petani ini
khususnya
dampaknya itu sangat besar sekali buat
petani sehingga
khususnya di Desa Korleco ini atau desa
lain itu ee tidak bisa menanam padi
dengan setelah adanya tambang. Karena
dengan limbah tambang ini padi tidak
bisa jadi.
Saya sendiri buktinya dulu saya tanam
padi di sini modalnya R8 juta. Kita
dapat cuman Rp3.500.
Kebanyakan mati keruh.
Jadi bukan saja di pertanian ini kolam
orang di rumah dia ngisi kolam kan
kadang-kadang dari perairan diri sawah
ini irigasi dan lain sebagainya. Nah,
jadi dia gunakan untuk mandi
kadang-kadang yang tidak memiliki PDAM.
Nah, jadi masyarakat itu merasalah
bosan.
Ini sungai
dicuci air langsung ke sungai. Dicuci
pasirnya pakai air yang langsung ke
sungai.
Ini proses pengerukan
pasir memampatkan air sungai.
Kita hanya menyaksikan sendiri
bahwa berapa kali berapa saluran irigasi
itu yang lebih tinggi irigasi itu
daripada jalan.
[Musik]
Pada tanggal 31 Oktober 2024, masyarakat
Desa Kurik dan sekitarnya melakukan aksi
demonstrasi di kantor Gubernur Nusa
Tenggara Barat. Aksi ini bukanlah yang
pertama kali, melainkan kerap dilakukan
sebelumnya.
kalian kembali di sini
kami
sudah lama kami teraniaya sudah lama
kami menjadi korban dari gay
melainkan meminta hak
[Musik]
Jadi kalau petani ini kalau kami sebagai
masyarakat itu dari yang kecil yang
belum bisa kerja itu sampai yang mau
meninggal dunia membutuhkan air. ini
bahkan yang meninggal pun membutuhkan
air dia. Kenapa? Karena kalau kita ke
kuburan kita harus bawa air. Nah, air
itu dari mana? Ya, dari sungai kami.
Karena kalau gak di kalau enggak
ditangani dengan baik ini limpah-limpah
galiance ini ya kami di Desa Klepo itu
akan kami kehilangan air jernih. Makanya
itu justrunya kami berjuang dalam hal
ini
para petani,
para kalau kita melihat dampaknya ini,
nah ini yang menyebabkan orang itu
berteriak. Di mana ada tambang, di situ
masakan berteriak biasanya. Bukan karena
dia tidak ada pembagian pembagian hasil
dari penambangan itu, bukan. Tapi ini
murni karena kerugiannya pertama
kerugian dari ekonomi. Misalkan kerugian
dari ekonomi ini ya kita lihat para
petani ini banyak yang mengeluh. Dia
baru beli mulsa nanam ee apa? Nanam
bibit gitu. Tertutup oleh lumpur ini.
Lumpur dari mana ya? Pasti kalian Coleko
Selatan Tirtanadi. Ini tujuh desa yang
datang ke sini. Bapak-bapak
kami mohon Bapak Kapolda temui kami.
Nah, apalagi yang sifatnya seperti ini
ee pengaruh terhadap dunia sosial ini
akan debu dan sebag banyak sekali ini.
Misalkan kalau dari segi sosial kita
membuat kegiatan-kegiatan di pinggir
jalan ini kan kalau material debu ini
sudah wajib ada di Klekel ini.
Bukan hanya sekedar di musim kemarau,
tapi walaupun di musim hujan itu pasti
akan ada karena kalau ada galian C ini
jadi tetap kami akan ee
apa namanya? tetap akan terganggu dengan
ini karena kami tidak tidak nyaman
dengan hal ini.
Selain aksi demonstrasi di kantor-kantor
pemerintahan pada tanggal 12 Oktober
kami bersama warga berkesempatan
mengikuti salah satu proses aksi
pengusiran alat berat dari lokasi
tambang.
Aksi ini merupakan cara mandiri warga
dalam penolakan dan perlawanan terhadap
koperasi tambang di sekitar wilayahnya
yang telah lama memberikan dampak buruk
yang sangat kompleks.
Masyarakat kena ngerti masyarakat
pengerti
berupa ngompor
ngomporin ngomporin masyarakat
masyarakat lebih
doang kan alasan
k Ke mana
intinya? Keluarin dah alatnya. Jadi biar
gak ada kecemburan turun ke sini.
Nah, jadi kita begini kalau kita sebagai
petani ini selalu mengharapkan
untuk seterusnya.
Kan penginnya masyarakat itu coba
ditiadakanlah dulu. ditiadakan tambang
ini
supaya kita itu masyarakat ataupun
petani, penyakap dan lain sebagainya ini
nyaman. 12 tahun ini
ayo ganti rugi punya masyarakat yang gak
pernah bisa menanam padi ee buah kelapa
yang banyak yang gak bisa berbuah
diganti aja ditotal saja. Nah, mau kita
tuntutan kita ya kalau bisa ya janganlah
menambahkan.
[Musik]
Kehidupan adalah manusia dan alam
semesta yang serasi berjalan secara
semestinya.
Kehidupan yang layak membutuhkan
pengorbanan.
upaya, upaya, dan upaya.
Kehidupan yang tergenangi oleh kerusakan
dan kehancuran bukanlah keniscayaan,
melainkan akibat dari perbuatan.
[Musik]
Apabila kehidupan ini tanpa pengorbanan,
maka bersiaplah untuk hidup dalam
penderitaan.
[Musik]
Langit sangat begitu cerah
seakan menggambarkan ribuan manusia yang
terus bertahan dengan harapan.
Kita adalah tanah yang tak ingin
tertimbun oleh pasir.
Kita adalah udara yang tak ingin
berbenturan dengan debu.
Kita adalah tumbuhan. yang tak ingin
dihentikan untuk tumbuh.
Kita adalah semesta yang ingin hidup
serasi tanpa pergulatan dalam kehidupan.