4 Alasan Menolak Komersialisasi Pendidikan
PTclLGn4vwQ • 2025-05-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 jelas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Artinya pendidikan itu adalah hak konstitusional, bukan layanan komersial. Tapi bagaimana di lapangan? Bukan rahasia lagi jika pendidikan makin komersil dan dijual mahal. Inilah empat alasan kenapa kita harus menolak komersialisasi [Musik] pendidikan. Alasan yang pertama, pendidikan adalah public goods atau barang publik. Dalam ilmu ekonomi, barang publik adalah barang atau jasa yang tidak ada pengecualian untuk mengaksesnya. Contoh yang klasik adalah jalan raya, lampu jalanan, dan udara bersih. Menerapkan konsep ini ke pendidikan berarti melihat pendidikan sebagai hak dasar dan kepentingan bersama. Bukan sesuatu yang hanya dimiliki oleh individu yang mampu membelinya. Kalau akses pendidikan tergantung pada uang, masyarakat akan kehilangan salah satu alat utama untuk mengurangi ketimpangan. UNESCO menegaskan bahwa pendidikan dasar hingga menengah harus gratis dan wajib untuk memastikan pemerataan kesempatan. Negara-negara dengan indeks pembangunan manusia yang tinggi seperti Finlandia dan Norwegia menggratiskan pendidikan bahkan hingga perguruan tinggi. Di Indonesia ada juga sih program gratis, tapi kenapa bukan pendidikan? Kapan-kapan kita bahas. Alasan yang kedua, komersialisasi menggeser prioritas dari cendekia ke profit. Lembaga pendidikan semestinya tempat mengembangkan ilmu, bukan tempat jualan ijazah. Ketika orientasinya bisnis, program-program studi lebih ditentukan oleh tren pasar ketimbang kebutuhan riset atau kemajuan bangsa. Yang terjadi kemudian adalah banyak universitas membuka program populer yang cepat laku, tapi minim kontribusinya terhadap inovasi sains dan teknologi. Alasan yang ketiga, komersialisasi memperdalam kesenjangan sosial. Biaya pendidikan yang tinggi memperbesar jurang sosial ekonomi. Dapat dikatakan pendidikan mahal adalah salah satu mekanisme reproduksi ketidaksetaraan antar generasi. Alasan yang keempat, komersialisasi membunuh jiwa kritis pendidikan. Fungsi utama pendidikan adalah membentuk manusia merdeka, kritis, dan inovatif. Kalau pendidikan tunduk pada logika pasar, maka suara kritis akan dianggap sebagai gangguan dan bukan bagian dari pembelajaran. Menurut Paulo Freere, seorang tokoh pendidikan yang berpengaruh, pendidikan itu sejatinya membebaskan bukan menjinakkan manusia menjadi sekadar pekerja yang taat pada sistem. Kalau kamu percaya pendidikan adalah hak semua, bukan hanya untuk yang bisa bayar, silakan bersuara. Tulis juga alasan lain mengapa kita perlu menolak komersialisasi pendidikan di Indonesia. Yeah.
Resume
Categories