Bahaya Jika Sejarah Dimenangkan oleh Pelanggar HAM
TCukyjUJoeg • 2025-05-15
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Teman yang ada di sini jangan lupa ajak
teman-teman yang lainnya jika sepakat
bahwasanya pahlawan.
[Musik]
Soeharto bukan pahlawan. Soeharto bukan
pahlawan. Soeharto bukan pahlawan.
Saya ada di sini sampai menyebut
Soeharto bukan pahlawan tiga kali.
Justru karena saya belajar hukum.
Teman-teman aktivis di sini yang melihat
langsung, korban yang merasakan
langsung. Tapi kami juga dari segi hukum
ingin memberikan catatan bahwa kalau
Soeharto dijadikan pahlawan ini bukan
sekedar gelar atau boleh dikubur di
taman makan pahlawan atau apapun. Dan
ini bukan kebencian personal tapi ini
soal hukum.
dan catatan sejarah bangsa ini. Dan
salah satu titik puncaknya adalah ketika
orang yang dulu membuat kalau istilah ee
politiknya itu political opportunity
untuk bikin kita jadi seperti yang
sekarang bahkan mau dijadikan pahlawan.
Bayangkan dan mari kita baca konteksnya
dengan keinginan pemerintah untuk
mengubah buku sejarah.
Apakah kita mau penjahat menjadi
pahlawan, Teman-teman? Tidak. Apakah
kita mau penanggut demokrasi menjadi
teman-teman? Tidak. Kalau kami tentu
dalam koalisi Gemas berpegangan tetap
kepada Presiden Soarto itu tidak berdasa
ya, Mbak karena melakukan berbagai
pelanggaran hamberat masa lalu. Banyak
tersangkut kasus hukum, presiden
terkorup dan sebagainya. Tapi memang
dari pihak Kemensos dan TP2GP
beranggapan ada jasa-jasanya. Kami tanya
apakah dalam pertimbangannya Kemensos
TP2 GP atau dewan gtk juga
mempertimbangkan kejahatan masa lalu
gitu. Karena kalau kita cari legitimasi
sejarah yang katakanlah tanda kutip
positif bisa saja dibuat Bapak
pembangunan bangsa, pembangunan
perekonomian dan sebagainya, tapi
dicatat enggak kejahatan masa lalunya
dan itu tidak ditanggapi oleh
Kemensosme. Dan kami minta agar
kejahatan masa lalunya juga dimasukkan
sebagai bahan pertimbangan di dalam
pengusulan ini.
[Musik]
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:47 UTC
Categories
Manage