File TXT tidak ditemukan.
DAPUR PRODUKSI WATCHDOC (SELAMA PANDEMI)
s_vJkK55bKo • 2023-09-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
seorang ibu yang umurnya
64 tahun dan putrinya yang berumur 31
tahun positif Corona
untuk mengatasi dampak wabah tersebut
setelah memutuskan dalam rapat kabinet
bahwa opsi yang kita pilih adalah
pembatasan sosial
berskala besar atau psbb
[Musik]
jadi begini ya pandemi ini satu pukulan
besar bagi dunia bukan cuma Indonesia
bayangkan coba
200 negara terkena pandemi covid-19 dan
tentu kita ingin memotret apa yang
terjadi di Indonesia
bagian dari bagaimana sih negara ini
bisa tangguh nantinya
ketika mempelajari dokumentasi yang ada
untuk menghadapi pandemi berikutnya
dengan spesifikasi dokumentasinya
dokumenter Kami ingin apa sih yang
berubah dari peradaban Bagaimana
ketangguhan ketangguhan masyarakat adat
dalam menghadapi pandemi ini
ingin merangkum itu semua sebetulnya
dengan apa yang waktu bisa untuk bisa
mendapatkan gambaran sebetulnya bahwa
Indonesia pernah pada satu masa terkena
pandemi dan kita melakukan abcd pada
saat pandemi tadi
perhatian WhatsApp dalam konteks
dokumentasi pandemi sebetulnya bukan
cuma dilakukan oleh kami jadi kami
membuat serangkaian film yang
ringan-ringan itu ada sekitar
[Musik]
4 lalu yang temanya agak cukup berat dan
menyita waktu ada dua tema Temanya
adalah masyarakat adat dan pandemi ini
jenis judulnya hal yang kedua belum
migran dan pandemi yang liputannya
lumayan ini sampai ke luar negeri
walaupun cuma di tetangga
[Musik]
Dek film hardware software dan pandemi
memang melihat situasi pandemi harus
diterjemahkan oleh kita semua dengan
cara mau nggak mau kita harus segera
beradaptasi dengan teknologi
[Musik]
akhirnya dari situasi ini sudut
pandangnya nggak hanya cuma secara
teknologi saja gitu tapi gimana
kebijakan pemerintah teknologi hanya
bagian dalam mendukung proses-proses
untuk menuju dalam tanda kutip
kesejahteraan seseorang
tapi Nggak semua juga
bisa didukung dengan teknologi
karena memang diharuskan untuk belajar
anak saya ya saya paksakan dan yang
seharusnya untuk makan saya belikan
kuota sebagian
[Musik]
semua memang merasakan dampaknya
beberapa perusahaan
secara produksi karena ada pelarangan
berkumpul dan segala macam akhirnya
nggak bisa produksi meskipun pemerintah
juga memberikan sedikit kelonggaran
kepada perusahaan ketika memang dia
tidak mampu ya
boleh untuk melakukan mungkin bisa
dikatakan PHK secara sepihak pemutusan
hubungan kerja secara tidak langsung
kita menemukan fakta itu
covid mungkin hanya menjadi pembuka mata
saya itu dan yang saya sampaikan juga di
film itu bahwa Jauh sebelum covid
situasi-situasi yang merugikan buruh itu
sudah terjadi seperti menjelang lebaran
ada pemutusan hubungan kerja gitu dan
mereka membacanya kok ini seperti pola
dan dimanfaatkan lah kita itu kerja
memang kita itu manusia untuk mencari
upah untuk keluarga itu tapi jangan
sampai kita
diinjak-injek harus dihargai karena kita
juga manusia gitu loh
[Musik]
jadi memang ketika pandemi berlangsung
sejak awal 2020 berbagai macam sektor
itu terkena kita melihat ada
satu sektor yang luput dari perhatian
banyak media yaitu adalah sektor buruk
migran terutama adalah burung migran
yang
selama pandemi itu tidak bisa harus
tinggal di negeri di mana dia harus
bekerja dan ketika pandemi mereka tidak
bisa pulang ke tanah air karena situasi
penerbangan yang ditutup dan lain-lain
kemudian kita juga memutuskan untuk
mengecek langsung ke Malaysia
sebelum berangkat kita tanya-tanya dulu
nih sama temen-temen yang pernah ke sana
tapi karena mayoritas teman-teman yang
ke sana tujuannya liburan
makanya gambaran untuk
akses kamera segala macam itu sebenarnya
nggak tergambar banget jadi untuk di
sana kita
mayoritas pakai Kamera action karena
jaga-jaga juga takut malah di hari-hari
awal justru ketahuan
terus kena kasus malah diulangin jadi
kayak main aman aja
keluar dan masuk dari kongsi dan
bagaimana kita menyerahkan bantuan masih
para buruh pikiran yang berada di luar
negeri ini
penderitaannya itu menjadi dua kali
lipat dibandingkan dengan kita yang
mengalami pandemi di Indonesia ini
karena mereka orang asing di negara
mereka tinggal
ratusan warga Indonesia di luar negeri
yang meninggal karena covid-19 tidak
bisa dibawa pulang dan dimakamkan di
negara tempat mereka meninggal
di antara mereka adalah para pekerja
migran Indonesia di Malaysia
bisa masuk ke kantong-kantong di tempat
mereka tinggal kalau di Malaysia itu
kemudian disebut dengan kongsi kongsi
ini adalah tempat tinggal sementara para
buruh yang bekerja di situ dan kebetulan
yang kita masukin ini adalah
kongsi yang
konsentrasi buruh migran asal
Indonesianya cukup banyak
4 orang dan ini akses narsum nggak
terlalu susah karena aksesnya udah
dibukain sama teman-teman sbmi jadi Jauh
sebelum kita sampai ke Malaysia juga
kita sama Pak Edi sama teman-teman sbmi
di sini juga udah kontak-kontakan sama
yang di sana
ngasih tahu kebutuhannya Apa jadi
kurang lebih udah dicari tahu juga udah
Dicariin juga nafsunya dari sebelum kita
ada di sana Jadi
nggak ada kesulitan paling ada di
beberapa yang kayak di kongsi-kongsi
kayak gitu-gitu Karena untuk masuk ke
sana kan kita masuk ke sektor private ya
eee area privatnya perusahaan jadi
enggak kesulitan cuman agak ragu-ragu
aja masuknya karena ya itu takut takut
kasus takut dimasalahin namanya di
Malaysia jauh kalau dipulangin bikin
ribet segala macam
jadi kita
sudah dapat bantuan dari Kak Jerry
enggak enggak enggak
terus ada minta lapor gitu enggak ke
kageri kan
biar dia ya karena dapat juga dari
majikan
makan-makan saja
[Musik]
doang di sini kita ke Malaysia orang
orang rumah taunya Kita jalan-jalan
Malaysia nih sini makan nih
Berantem mulu tapi enggak sih Enggak
berantem maksudnya jadi diskusi teruslah
yang sering ngatur jadwal segala macam
kan lebih saya yang di ke depankan
karena sebagai reporter karena jadi
dapat info dari teman-teman sbmi kasih
tahu ke bank ikan biasanya emang kayak
gitu sih eee
diskusinya soal itu ehm hari ini ngambil
ini kegiatannya ini jadi
biasa aja sih kalau kompak mungkin makan
bareng juga udah bisa bikin kompak
makanan di Malaysia mirip-mirip lah sama
di sini
Melayu gitu bersantan juga ada juga daun
singkong juga ada di sana juga kita
makan kebanyakan di foodcourt ya jadi
di hotel sebelah Hotel itu ada
foodcourt jadi tinggal jalan aja nyampe
itu ya makanannya gitu-gitu sih kayak
Padang Melayu kayak gitu-gitu tapi ada
juga campuran makanan India
kayak favoritnya Bang Ikang tuh ada roti
canai telur bergoyang namanya kita sih
menduga Kenapa telur bergoyang karena
telurnya setengah matang jadi masih bisa
bayang-bayang gitu
[Musik]
nah temuan kita lagi yang kemudian bisa
membuat lebih miris lagi adalah
para buruh migran yang kondisinya
atau tinggal di Malaysia
adalah buruh migran yang tidak
berdokumen atau ilegal atau dalam
kemudian kita menjadikan judulnya ini
adalah mereka yang dokumented
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
tantangan selanjutnya yang saya dapat di
film Andromax ini adalah membuat
posternya Gimana saya harus
memvisualisasikan
tentang si
pekerja imigran ini menjadi korban
seakan-akan saya buat di situ tangannya
kotor segala macem
di situ juga
kesulitannya saya mencari kesulitan
mencari aset yang mana pada akhirnya
saya menggunakan tangannya bang Ari
salah satu videografer dari film ini
sendiri itu prosesnya lumayan lama bikin
poster itu dua kali tiga kali revisi
[Musik]
tantangannya lumayan berat ya dari
proses di saya karena di proses
editingnya
dikasih waktu pada waktu itu produser 2
minggu setelah itu diperpanjang lagi
jadi saya sama sutradara Mas Edi itu Ya
sampai tidur-tidur di kantor kayak gitu
Jadi koordinasinya untuk apa sih
ceritanya kayak gimana bisa dikatakan Ya
lumayan ngebut lah istilahnya kalau mau
ngedit itu
[Musik]
sebagai masyarakat sipil pada umumnya
sebenarnya kami juga mengikuti
serangkaian kebijakan yang dilakukan
oleh pemerintah mulai tahun 2020 selama
berlangsungnya pandemi baik itu
kebijakan-kebijakan yang sifatnya
merespon
pandemi di bidang sosial ekonomi dan
juga kesehatan tapi juga ada beberapa
kebijakan-kebijakan yang memang akhirnya
disahkan saat pandemi Nah dari kami
membaca itu
ada ketimpangan yang semakin menguat
selama pandemi jadi kelompok menengah
itu mereka mulai turun menuju ke
menengah ke bawah yang kelompok menengah
rentan dan kelompok-kelompok yang memang
punya kekuatan ekonomi itu mereka
semakin bertumbuh gitu perekonomian Jadi
kami dituntun oleh beberapa eksport
untuk
membuktikan atau melihat bahwa kebijakan
yang selama ini berlangsung selama
pandemi itu kita bisa membaca dari hasil
pertemuan ekonomi itu
ketika pemerintah seharusnya melindungi
masyarakat fokus pada bagaimana
menyelesaikan nyawa menyematkan tenaga
kesehatan malah kemudian menciptakan
omnibus Law cara kerja
yang lagi-lagi pekerja ini dibuat dengan
tanpa partisipatif dan menguntungkan
atau menjamin karpet merah buat para
pemodal buat Para investor
[Musik]
pada saat pandemi ini ada yang menarik
terkait dengan sekelompok masyarakat
dan adat di Cimahi yang namanya Cirendeu
Nyatanya dia tidak terpengaruh sama
sekali dengan situasi covid khususnya
dalam hal pangan
karena apa Karena dari awal mereka sudah
menanamkan
jiwa bahwa makanan itu gak hanya beras
pada pada akhirnya bukan soal makanan
pokoknya atau bukan soal makanan yang
yang lain gitu tapi bagaimana cara pola
berpikir ketika mereka menjaga satu
lingkungannya Mereka mencoba untuk
sistem
[Musik]
keluarga dulu kalau ada kelebihannya
baru kita jual
pandemik juga nggak keras karena yang
namanya masyarakat adat kan mobilitasnya
bukan ke kotak mobilitasnya masyarakat
paling ke kebun
pandemi pada akhirnya selesai dan kita
mencoba mencari tahu kemana kita harus
belajar kita pengen mencoba mencari
dimensi yang lain belajar Bagaimana
menghadapi pandai pada akhirnya kita
belajar coba mengetahui dari masyarakat
adat
masyarakat adat kerap mendapatkan stigma
negatif
[Musik]
saya akan menunjukkan bahwa semua itu
berdasarkan pada kesalahpahaman
sentimen anti kemanusiaan
penggunaan dasar pikir ilmiah yang
bermasalah
Samsul Ma'arif punya cukup kedekatan
sebenarnya dengan Watch Dog kami melihat
bahwa
akademisi ini punya kapasitas untuk
melihat masyarakat anda itu jauh lebih
dalam gitu sehingga Bagaimana kemudian
dia bisa menerjemahkan Apa yang biasa
dilakukan tradisi yang dilakukan oleh
masyarakat adat
enak enak
karena ini punya
gaya produksi yang yang baru ya masih
buat buat saya buat Dipo dan buat tim
jadi memang yang yang paling challenging
adalah
bagaimana
bisa mempertemukan Ide ini menjadi satu
tantangan itu Coba kami urai dengan
diskusi-diskusi bersama Samsul Ma'arif
sebelum proses peliputan Artinya
risetnya itu kami berdiskusi Kami mau
melihat
apa sih pisau analisa yang digunakan
oleh peneliti dalam melihat ketahanan
yang ada di masyarakat adat
bahwa
penelitian ini adalah dokter Kemudian
kami ini adalah film Maker Jadi
sebenarnya ada gap yang coba kami
dekatkan sehingga kami punya kacamata
yang dekat dalam melihat dalam proses
produksi
dapatkan hari ini sesuatu yang baru ya
satu yang baru di level itu challenging
banget tuh hampir di setiap liputan
Bahkan bukan di setiap liputan ya di
setiap scene bahkan itu kami berdebat
agak panjang tuh kita kapal lagi kalau
soal Angle pengambilan gambar
setiap mewawancara setiap mau ambil
gambar entah itu sekedar sequest Apa itu
pasti berantem
sutradara lapangan misalnya saya harus
bisa juga mengakomodir ide-ide yang
memang lahir dari teman-teman
campers gitu misalkan saya sebagai
videografer
tapi jangan sutradaranya ngomong kita
harus ngambil gambar kayak gini karena
Sesuai dengan kesepakatan kemudian kita
harus juga sampaikan juga ke produser
dari
eh film ini
[Musik]
tantangannya lagi adalah kita
menyampaikan apa yang eee kita ambil di
lapangan misalkan dari sudut angle-nya
itu kita kesulitan untuk mengirim
file-nya karena memang di sana
keterbatasan akses internet yaitu sangat
sangat sulit dan kemudian listrik Juga
itu setengah hari aja baru malam sampai
subuh baru ada listrik Nah itu jadi kita
harus memanfaatkan Bagaimana baterai
yang tersedia ini cukup untuk seharian
untuk tantangan di daya Luhur sendiri
sebenarnya
lebih ke fisik sih
lokasi-lokasinya memang cukup sulit
bahkan untuk mendirikan tripod aja itu
membutuhkan Space lahan yang agak besar
misalkan
kontur tanah yang lembek Jadi kalau
misalnya
[Musik]
karena
akses komunikasi dengan masyarakat adat
itu memang
hari ini masih cukup terbatas kami sudah
beberapa kali melakukan pendekatan
dengan beberapa masyarakat adat
masyarakat Sungai utik sendiri punya
satu
budaya satu tradisi yang memang mereka
menerima tamu sebagai bagian dari
keluarga jadi
kita datang ke sana sambutan mereka
seperti menyambut keluarga yang baru
pulang dari Merantau
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
ada satu cerita di mana kemudian salah
satu
Camper saya itu sampai dicari-cari
karena belum makan satu hari itu dari
pagi siang dia belum makan Sebenarnya
bukan saya nggak makan saya tetap makan
pagi itu makan cuma Makannya nggak di
bilik yang saya tidurin kan saya baru
dapet informasi kalau saya dicariin itu
ketika sore Pas saya mau mandi itu saya
di dalam tanda kutip itu cuma dimarahin
lah kamu gimana dari pagi sampai siang
nggak ada belum makan jadi tahan airnya
saya nggak boleh keluar pokoknya saya
harus makan dulu ya begitulah mereka
enggak mau Akhirnya pokoknya Enggak mau
lah sampai tamunya ini merasa kelaparan
atau merasa enggak nyaman
[Musik]
kalau bicara soal sesuatu yang baru
memang
perjalanan selama
ke Dayak Iban dan daya Luhur itu membuka
wacana lebih luas ya
soal-soal pengetahuan spiritual
khususnya Bagaimana kemudian masyarakat
adat Sungai utik dengan apa yang mereka
yakini apa yang mereka percayai segala
macam justru memiliki muatan yang
melampaui dari kekuatan kepercayaan itu
sendiri yang kemudian di daya leluhur
juga pun sama bahwa ada
konteks-konteks mengkramatan yang
dilakukan oleh Pak Ceceng dan
rekan-rekannya misalnya di daya Luhur
itu juga menjadi sesuatu yang main
glowing Ya maksudnya sesuatu yang baru
saya pahami ketika terjun langsung
[Musik]
tantangan yang dirasakan saat membuat
film dinding jenis adalah
pas buat grafis Rumah Betang karena itu
revisinya lumayan banyak yang tadinya
cuma menampilkan pemetaan rumah Betang
Jadi gimana sih dari pandangan
arsitek
[Musik]
saya
lebih pendek
saya dikasih waktu sekitar 3 mingguan
akan tetapi dari produsernya sendiri
dari
sutradaranya sendiri mau menemani lah
istilahnya jadi ada proses diskusi di
situ Bahkan dia nggak tidur-tidur bareng
Bang Rizki Bang Dipo itu mereka apa
sangat ya saya apresiasilah ini kita
kerjakan bareng-bareng sehingga ada
perasaan ini punya kita kalau kita
berhasil menyelesaikan ini ya kita
senang bareng-bareng
[Musik]
Sisanya adalah sebetulnya kami juga
melakukan penguatan komunitas-komunitas
yang miskin untuk bisa mendokumentasikan
apa yang terjadi di komunitasnya sendiri
harapannya agar mereka bisa
mengabarkannya di era media sosial ini
tentang kondisi yang terjadi karena
kalau hanya menunggu media massa belum
tentu media massa dengan keterbatasannya
mampir atau mau Meliput apa yang terjadi
di komunitasnya Nah dengan kami
mengajarkan
kapasitas pendokumentasian semoga
kelompok-kelompok yang Marginal ini bisa
mengabarkan sendiri atau mengadvokasi
kebutuhan dirinya sendiri
kami mengadakan program pelatihan audio
visual berbasis smartphone karena
didasarkan pada kebutuhan bahwa hari ini
sebenarnya terjadi perang informasi ya
di banyak tempat gitu Ada banyak konflik
yang terjadi kemudian ada pertarungan
yang nggak seimbang Dalam setiap konflik
yang terjadi biasanya warga ada di
kelompok yang lemah termasuk
lemahnya akses untuk menyebarluaskan
informasi tentang apa yang dialami atau
apa yang terjadi di lingkungan mereka
Nah karena latar belakang inilah
Kemudian kami coba memberikan pelatihan
dasar untuk kelompok warga rentan
sebenarnya agar mereka mampu memproduksi
sendiri informasi-informasi terkait
peristiwa atau kejadian yang mereka
alami jadi setiap kali terjadi informasi
setiap kali terjadi ketidakadilan begitu
mereka nggak lagi mengandalkan
media-media mainstream untuk datang
Meliput persoalan mereka
Iya karena targetnya bagi masyarakat
awam
di dalamnya ada kelompok anak-anak Muda
Kampung termasuk mahasiswa Ada pelajar
bahkan kemudian juga ada kawan-kawan
buruh migran di situ ada petani dan
kelompok masyarakat rentan lainnya
hari ini kan mereka semua
itu punya Smartphone Nah karena alasan
inilah Kemudian kami ingin
mendorong mereka lebih mudah memproduksi
informasi hanya dengan mengandalkan
smartphone yang mereka miliki
dia karena ini pelatihan yang secara
durasi sebenarnya masuk kategori yang
pendek begitu ya tiga hari dua malam
kami berusaha merancang materi yang
mudah dipahami oleh kawan-kawan yang
awam sekalipun terhadap teknis produksi
audio visual maka model yang kami
terapkan di setiap pelatihan itu adalah
teori dan praktik kalau di komposisikan
bahkan mungkin
30% teori belajar teori kemudian 70% nya
adalah langsung berpraktik
telah pelatihan ini selesai diharapkan
kawan-kawan juga sudah mulai mampu
memproduksi
informasi-informasi terkait organisasi
Mereka terkait masyarakat yang ada di
sekitar mereka jadi akan ada makin
banyak orang yang punya pengetahuan
bagaimana memproduksi informasi dengan
benar bagaimana
mengkonfirmasi kebenaran satu informasi
kemudian juga mengkonter
informasi-informasi yang sesat
maka pelatihan-pelatihan ini eee jadi
sangat relevan untuk diselenggarakan di
tempat-tempat lain
dua tahun lebih pandemi covid-19 melanda
Indonesia
sepanjang waktu itu pula kita sama-sama
mencatat lebih dari
157.000 jiwa telah mendahului kita
itu yang dicatat pemerintah belum lagi
yang tidak tercatat sepanjang kita
melewati pandemi ada banyak cerita yang
hadir di sekitar kita inilah Main Event
was dog festival
2022 kami melawan pandemi
pandemi covid 19 ini kan jadi sejarah
peradaban di bumi ya dan sejarah itu
cerita-cerita itu sebenarnya
selalu ada di setiap domestik area gitu
di setiap rumah mulai dari rumah itu
pasti ada banyak cerita tentang Kami
menganggap bahwa cerita ini pasti
dimiliki oleh seluruh masyarakat dunia
nah Kami coba untuk menjembatani
cerita-cerita itu sehingga bisa muncul
ke permukaan yang itulah kemudian Kami
berinisiatif menganggap bahwa karena
memang cerita ini lebih banyak di
wilayah domestik di setiap rumah maka
kami memberikan kesempatan untuk setiap
orang Artinya bahwa kamera yang hari ini
digunakan oleh masyarakat itu lebih baik
kebanyakan bersumber dari smartphone
dari dari telepon genggam artinya hampir
setiap orang di Indonesia itu
perkotaan itu punya punya Smartphone
maka kami beranggapan bahwa
orang bisa mendokumentasikan orang punya
cerita yang mereka lalui dan
dikomentasikan melalui smartphone yang
mereka dan itulah Kemudian kami coba
untuk memberikan kesempatan bagi
masyarakat yang punya Smartphone untuk
membuat film
banyak unsur surprisenya kami banyak
menemukan cerita-cerita
dari lingkup terkecil dari rumah tangga
dan ternyata cerita itu memang tidak
banyak beredar
setiap karya yang dikirimkan ini bagus
dengan dimensi yang berbeda-beda Bahkan
perdebatan sengit itu terjadi di
internal Watch Dog untuk meloloskan 10
besar pertama
karena memang
karya-karya yang dikirimkan oleh
teman-teman ini luar biasa bagus gitu
meskipun memang ada beberapa catatan dan
saya pikir itu catatannya hanya catatan
teknis gitu
tapi kami pada dasarnya melihat bahwa
upaya kami untuk
memunculkan cerita-cerita dari lingkup
domestik dan lingkup terkecil terkait
pandemi ini terbilang direspon baik oleh
teman-teman yang mengikuti Watchdog
refleksi kami sebetulnya adalah semakin
banyak orang bisa mendokumentasikan apa
yang terjadi lalu mengemasnya menjadi
sebuah karya entah itu dokumenter entah
itu features dan lain sebagainya maka
ini akan kedepannya dia bisa menjadi
alat belajar bersama alat belajar
bersama yang tentu proximity atau
kedekatannya akan semakin luas karena
diproduksi oleh mereka sendiri sehingga
kedepan seharusnya waktu lebih giat lagi
juga memberikan peningkatan kapasitas
kepada masyarakat agar bisa
mendokumentasikan apa yang terjadi di
wilayahnya masing-masing lalu
mengabarkannya kepada dunia
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:21:34 UTC
Categories
Manage