Transcript
XdynvXKQE_E • UNDOCUMENTED (full movie)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0222_XdynvXKQE_E.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
bahasa Wali berangkat pertama kali
sekitar umur 16-17-an ya SMP aja ndak
lulus itu Budal ke sana itu
[Musik]
telah berpulang saudara kita saudara
Syafawi
[Musik]
kerja ke Malaysia
ya saya tak ingat tahunnya tak ingat
tanggalnya ya tak ingat saya tapi saya
sudah bilang sama adik saya tak boleh ke
Malaysia
ndakyu Saya kepingin rumahnya Adik saya
tidak boleh ya
[Musik]
sama siapa
setelah ditinggal kedua orang tuanya
kini Lusia juga kehilangan adiknya Siti
Khotimah
[Musik]
Indonesia berubah jenazah ini
Begitu juga dengan Samsul yang juga
kehilangan adik lelakinya sawali
bentuknya Ya seperti biasa-biasa seperti
peti-peti umumnya lah waktu jenazah
datang itu
sama plastik sama tali paten itu mas
besi itu itu memang jujur kalau itu saya
yakin kalau itu adik saya
masalahnya apa mulai dari proses
disuci ini mulai dimandikan dikafani
sampai di solati sama teman-temannya di
Hospital itu sampai pemulangan di rumah
sakit sampai ke bandara selalu di kamera
bisa di kamera sampai di
Bandara Soekarno selalu di video itu
sampai sini
di video terus sampai pemakaman
Nggak lihat mukanya adik saya
ada di Malaysia mau di buku gitu ya dari
rumah sakit
sama adik saya
Siti Khotimah dan sawali adalah dua
pekerja migran Indonesia di Malaysia
asal Lumajang Jawa Timur
saat wabah covid-19 keduanya meninggal
di Malaysia
[Musik]
Siti Khotimah dan sawali beruntung
karena jenazahnya bisa dibawa pulang dan
dimakamkan di kampung halaman
ratusan warga Indonesia di luar negeri
yang meninggal karena covid-19 tidak
bisa dibawa pulang dan dimakamkan di
negara tempat mereka meninggal
di antara mereka adalah para pekerja
migran Indonesia di Malaysia
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Wati Abdullah adalah pekerja migran
Indonesia di Malaysia
masuk di Malaysia sejak tahun 2000 Saya
di sini kadang saya kerjanya itu ya
kayak sami-samilan gitu ya kadang saya
membantu kakak saya gitu di kedainya
pernah apa kerja di supervisor ya kayak
pembersih cleaner gitu kadang saya tukar
tukar lagi kerja lain gitu ya
macam-macam lah kerja saya buat
[Musik]
juga pekerja migran di Malaysia
selain menjadi pekerja migran nasrica
kini juga aktif di persatuan pekerja
rumah tangga Indonesia migran atau
Pertiwi
pertama saya ke Malaysia tahun 1997 saya
itu habis Sekolah Menengah ya waktu itu
saya bekerja sebagai pekerja rumah
tangga juga sampai sekarang Saya bekerja
kadang part time ya tapi sekarang saya
bekerja sebagai pendamping teman-teman
untuk belajar tentang hak-hak dan lain
sebagainya saya pun belajar dari mereka
[Musik]
Ridwan Ismail adalah pekerja migran
sektor konstruksi di Malaysia
Bapak ketua DPR SDI Malaysia yaitu bapak
Pandi Ismail dia juga ketua serikat
buruh migran Indonesia sbmi Malaysia
awal saya masuk ke Malaysia tahun
1992 kurang lebih hampir 30 tahun ya
saya mengikut keluarga yang udah di sini
saya dibawa Oke ke Malaysia saya kerja
setelah itu
setahun saya di sini dalam posisi
setahun sampai 2 tahun jugalah dalam
keadaan ilegal pokoknya prosedural
karena masuk
visa wisata
sebagaimana negara lain di dunia awal
tahun 2020 wabah covid-19 juga merebak
di Malaysia ketika covid kemarin ya
memang kondisinya cukup keos ya dan Ini
pengalaman yang pertama untuk untuk
masyarakat semua dan juga untuk
pemerintah ya jadi kayak ada sop terapi
gitu jadi kondisi kemarin sangat kabut
keos dimana-mana jadi kepanikan itu ada
kayak waktu itu kayaknya didenda gitu ya
di denda misalnya nggak pakai masker di
denda 1000 Ringgit gitu duit Malaysia di
denda 1000 Ringgit kalau nggak pakai
masker kalau apa misalnya keluar tanpa
sebab yang nggak penting gitu
di denda juga jadi mereka ini pada takut
keluar bahkan berbelanja pun
harus punya izin lah itunya kan mau
keluar punya izin satu orang aja
dibenarkan untuk berbelanja waktu itu
memang sangat
memprihatinkan
[Musik]
karena jumlah penderita covid yang
banyak pemerintah Malaysia menerapkan
Movement control order atau perintah
kawalan pergerakan PKP
di Indonesia kebijakan ini disebut
dengan psbb atau pembatasan sosial
berskala besar
dan untuk itu kerajaan memutuskan untuk
melaksanakan perintah kawalan pergerakan
mulai 18 Maret 2020 yaitu lusa hingga 31
Maret 2020 di seluruh negara setelah
memutuskan dalam rapat kabinet bahwa
opsi yang kita pilih adalah
pembatasan sosial
berskala besar atau psbb perintah kaum
pergerakan ini meliputi
pertamanya ialah larangan menyuruh
pergerakan dan perhimpunan damai di
seluruh negara
termasuklah activity keagamaan
sukan sosial dan juga budaya Polri juga
dapat mengambil langkah-langkah
penegakan hukum yang terukur dan sesuai
undang-undang agar
psbb dapat berlaku secara efektif dan
mencapai tujuan mencegah meluasnya
bahwa saudara dan Sorry mungkin
merasakan bahwa Tindakan yang diambil
oleh kerajaan ini menimbulkan kesulitan
kesukaran untuk saudara Lestari
menjalani kehidupan sehari-hari
PKP itu artinya perintah kawalan
pergerakan jadi pergerakan kita itu
dipantau pemerintah nggak bisa
sembarangan keluar
kecuali ada apa izin ya kebanyakan warga
di Malaysia nih yang mengeluh ya karena
mereka lagi nggak bisa keluar untuk
mencari rezeki untuk untuk bekerja untuk
apalagi PMI
itu bisa saya bilang ya
kondisi
yang kalau bisa saya bilang kondisi yang
jangan sampai berlaku lagi memang sangat
memprihatinkan terutama bagi kami yang
di sini saya sendiri pun mengalami
begitu apalagi teman-teman yang yang di
luar sana
[Musik]
saat Lockdown warga Malaysia dilarang
keluar rumah ketika masa pandemi itu
yang paling urgent adalah kekurangan
makanan ya apalagi mereka yang tinggal
di kongsi di dibangun bangunan kan
mereka itu bisa dibilang diisolasi total
Subhanallah ini kondisinya begitu
mengkhawatirkan mereka terkunci dari
kongsinya akhirnya kita harus Coba kita
lihat bersama bagaimana mereka keluar
dan masuk dari kongsi dan bagaimana kita
menyerahkan bantuan banyak pekerja
migran Indonesia terkurung di kongsi
atau Bedeng sementara yang menjadi
tempat tinggal selama bekerja di
Malaysia
di dalam ada ratusan TKI kita yang
terkurung di sini terkurung di kongsi
ini kita lihat mereka tidak bisa keluar
mereka tidak bisa membeli
Bahkan makanan serta beras akhirnya
mereka hanya bisa bertahan hidup dengan
apa yang bisa dimakan di dalam
kondisi
[Musik]
nya
4 orang dan ini ini 4 orang
ini juga
[Musik]
tapi muat berapa satu bilik ini satu
kontainer
sampai ke isi berapa satu kontainer 3
orang 4 orang minimal
di masa normal kongsi bisa dihuni hingga
900 orang lebih namun saat wabah covid
penghuninya dibatasi
ini
kalau ini khusus suami istri dan ini
atas ada waktu itu covid ini tak ada
kasih orang
[Musik]
Oh jadi diatur juga ya pas lagi covid
kontainer isinya harus berapa orang
gitu-gitu iya kena atur juga asal itu
minimal dalam satu kunci ini 4 orang 3
orang paling banyak
[Musik]
kondisi berat ini disadari kedutaan
besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur
namun dewasa itu KBRI sempat kesulitan
membantu para pekerja migran ini yang
menjadikan situasi pada saat terjadi
awal Lockdown itu betul-betul ketik
anggaran tidak ada bahkan sampai Saya
dengar waktu itu sebelum datang itu home
staff itu sampai urunan Bu untuk
menyalurkan bantuan dari uang saku
mereka sendiri karena memang menunggu
anggaran dari Jakarta di satu sisi KBRI
tidak siap disisi lain harapan
masyarakat sangat tinggi karena memang
kita paham juga mereka pada saat itu
tidak boleh bekerja tidak ada uang tidak
ada penghasilan tidak boleh belanja
keluar bahkan harus tinggal di rumah ini
yang menyebabkan terjadinya Katakanlah
ketegangan ya antara KBRI atau
perwakilan kita di Malaysia dengan
masyarakat
pemerintah
harapan masyarakat sangat tinggi dan
Kita paham karena situasinya pada saat
itu betul-betul sangat sulit
[Musik]
tak hanya di perwakilan Indonesia di
luar negeri ketidaksiapan itu juga
terjadi di Kementerian Luar Negeri di
Jakarta
jadi ketika kita bicara pandemi covid ya
memang tidak ada satu negarapun yang
siap menghadapi pandemi ini dengan
makenicute yang begitu besar dalam dalam
sejarah dunia
terakhir kita mengalami pandemi yang
begitu besar itu sekitar tahun 1917 juga
ketika ada sepeda flu dan apa yang
terjadi dengan pandemi covid yang kita
hadapi ini magnis saja jauh lebih besar
Karena dunia sudah semakin menggloba Nah
dari sisi Kementerian Luar Negeri kita
dalam beberapa kasus sebelumnya memang
sudah punya pengalaman mengenai
proses-proses evakuasi namun tidak
pernah kita menghadapi proses evakuasi
yang sifatnya karena Bayu Hazard karena
pandemi
[Musik]
di tengah ketidaksiapan itu Akhir
Januari 2020 pemerintah mengevakuasi WNI
yang terjebak di Wuhan China lokasi awal
merebaknya virus covid 19
[Musik]
data yang dimiliki oleh KBR Beijing pada
saat itu untuk seluruh sekitar Kalau
tidak salah 273
berdasarkan data lobloid dan juga
komunikasi KBRI dengan komunitas
masyarakat yang ada di sana
[Musik]
kita kirimkan pesawat Berdasarkan data
tersebut nah kemudian setelah itu
semuanya yang sudah terdaftar itu data
itu kita angkut Alhamdulillah selamat
sampai Indonesia namun begitu pesawat
itu landing di Indonesia
kami baru mendapat info bahwa ada tiga
pekerja migran kita yang tidak terangkut
simply karena mereka tidak lapor diri
KBRI juga tidak tahu keberadaan mereka
seperti itu
batistulate karena ini kan proses covid
apa operasinya Kompleks kita hanya punya
satu kali kesempatan untuk menjemput
Menurut data Kementerian Luar Negeri
puluhan ribu WNI dievakuasi dari
berbagai negara saat covid-19
namun jauh lebih banyak lagi yang tidak
bisa kembali ke tanah air
jadi total kasus yang kami catat
wilayah
Dimana keberadaan Weni kita yang
terdampak covid tersebar di 109 negara
atau wilayah ya kemudian total jumlah
kumulatif kasus
Weni kita yang terkena covid itu
74.455 dimana jumlah kematian 413
sisanya sembuh seperti itu Nah dari 413
tersebut itu juga termasuk dari
rekan-rekan kami di bawah galeri yang
juga meninggal karena
[Musik]
diantara yang meninggal itu adalah
pekerja migran Indonesia
[Musik]
waktu terjadinya covid itu yang banyak
warga kita meninggal itu sekitar bulan
Juli Agustus September 2021 disitu saya
hampir setiap hari ada di rumah sakit
dan di pemakaman
[Musik]
yang meninggal ini adalah Sutopo pekerja
migran asal Lamongan Jawa Timur
video ini menceritakan waktu itu dokter
memanggil saya untuk
cuma waktu itu
sebab ini kan
meninggalnya karena covid jadi dia pakai
pakai yang digital Jadi kami hanya bisa
melihat di layar TV waktu itu
dan ini waktu saya mengecam jinak saya
itu sambil saya video call dengan
keluarganya yang di Indonesia
[Musik]
jenazah Sutopo tidak bisa dipulangkan ke
Indonesia
pengurusan jenazah dilakukan oleh
komunitas warga Indonesia di Malaysia
serantau
di hari yang sama pada waktu itu ada 17
jenazah yang dikuburkan bersama-sama dan
tempat pekuburannya ini ialah di tanah
perkebunan Islam
Bukit Kiara Damansara
Waktu itu saya bersama dengan
Adek ya di papartopo yang ikut
mengantarkan langsung ke tanah pekuburan
di situ
pihak KKM ya KKM yang membantu
mengumpulkan semua dan setelah itu
setelah selesai penguburan 17 jenazah
itu baru dibacakan Talqin ini baca
talkingnya di sekalian aja sekaligus
gitu dan itulah visual
win-win jenazah yang mengantarkan
jenazah pada waktu itu ada 17 well ini
penguburannya pakai alat
[Musik]
berat
dan para waris itu hanya bisa
memperhatikan dari jarak 20 meter
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Biayanya ada sekitar waktu itu 1700 1700
untuk setiap warga negara asing itu
termasuk pembelian tanah itu dengan apa
yang dibilang itu batu nisan atau apa
itu semuanya
1700 kemarin itu uangnya bukan dari
Kementerian Kesehatan kemarin tuh
uangnya dari waris Pak Sutopo
dari waris dari keluarganya pak Sutopo
untuk menguruskan jenazah dan
penguburannya
[Musik]
saat Sutopo terkena covid Wati Abdullah
sempat berkunjung ke rumahnya
namun Selepas itu Wati malah tertular
virus covid Waktu itu saya apa Dharma
Dharma duit itu untuk pak Isnaini dan
Sutopo itu
kami mau ngasih gitu
dengan pak isnaininya dengan bapak
sutoponya dan waktu itu kita ngantar ke
rumahnya kita kan duduk-duduk aja ya di
ruangan gitu Duduk kita cerita-cerita
sama anaknya setelah kita kasih Dharma
Ya sudah kita pulang
dan keesokan harinya
saya itu kayak mengalami demam gitu ya
demam mau karantina di rumah sakit nggak
nggak dikasih karena udah penuh ya
buatnya memang nggak ada sama sekali dan
kawan saya sarankan suruh ke swasta aja
dikasihnya nomor-nomor yang Rumah Sakit
Ke rumah sakit ya dia kayak apa itu
tempat belia
dan di sana itu dijadikan tempat isolasi
tapi berbayar kita sendiri yang bayar
kalau kita masuk sana kita sendiri yang
bayar
[Musik]
ya di sinilah
pusat Melia antar bangsa internasional
you Center di sinilah tempat saya di
karantina selama 7 hari
di ambulannya bawa di kesana di belakang
sampai di sana pendaftaran selanjutnya
masuk ke dalam
dan setelah itu 7 hari saya pulang ke
rumah itu bayar sendiri karena swasta
waktu itu 7 hari dalam
1800 Ringgit ya saya bayar
[Musik]
buruh muslim Indonesia juga kerap
membantu pemakaman warga Indonesia di
Malaysia
surat dari KBRI itu kita harus ada surat
pernyataan dari Desa setempat yang kita
lihat kepala desa ini adalah Bapak
Haryanto adalah saudara Bapak untung
adik kandung begini mengesahkan bahwa
akan dikebumikan di sini ini keluarga
menyatakan setuju dan mengizinkan untuk
memakamkan almarhum saudara untuk di
malaysia begitu harus kesepakatan
kuasanya juga disaksikan Desa ada
pemerintah Desa harus memberikan stempel
untuk mengajukan ke surat KBRI tanpa
adanya ini bisa membuat surat KBRI tanpa
adanya surat KBRI tidak bisa
mengeluarkan jenazah dari Hospital
pernah dalam mengajukan dalam misalkan
orang sakit di KBRI atau gimana gitu kan
di samping istilahnya agak ribet di
lokasinya atau apa gitu kan kita nggak
tahu juga karena orang meninggal Ini kan
harus kasihan Harus segera dikebumikan
kalau kita akan menunggu dengan edukasi
begini begini begini nanti Kasihan juga
kasihan yang meninggal gitu loh dan
untuk penghubungnya di sini lain kalau
di sini kadang lihat pemakaman lain
pemakaman lain harga lain tempat kadang
ada yang 1000 ada yang 1.200 kadang ada
yang 700 juga kita melobi-lobi juga gitu
ada satu cash juga yang warisnya enggak
punya dana tapi minta tolong untuk
dipulangkan terpaksa kita juga akan
kutip sampai berapa waktu itu 6.500 coba
itupun kita akan kutip tapi ya karena
mungkin ada kita kerjasama
teman-temannya kerabatnya apa semua gitu
kalau standard untuk pemakaman yang di
sini Itu kan enggak sampai paling banyak
pun 1.500 itu kita anggota-anggota di
grup WhatsApp cukup kalau peran
komunitas warga Indonesia di Malaysia
membantu pekerja migran yang terdampak
covid sangat besar
ini diakui oleh menteri luar negeri
Indonesia Retno Marsudi Kami mengucapkan
terima kasih
organisasi masyarakat Indonesia di
Malaysia yang telah
bahu-membahu dengan perwakilan Republik
Indonesia di Malaysia dalam penyediaan
dan pendistribusian sembako
salah satu peran komunitas itu adalah
distribusi bantuan sembako
[Musik]
kita tidak mengutamakan
apa untuk khusus PRT saja tetapi untuk
semua sektor waktu itu kebetulan kita
membuka hotline jadi dalam waktu 12
minggu awal itu sudah ribuan permintaan
sembako itu sangat luar biasa
[Musik]
saat menyalurkan bantuan sebenarnya
banyak
termasuk lah sampai mobil saya mobil
saya itu menggunakan mobil bukan mobil
pribadi saya ya pernah terjadi kebetulan
waktu itu
bersama Bapak dubesnya sendiri
iring-iringan kita itu iring-iringan ya
sebenarnya dikawal polisi sih ada
escortnya ke
apa di depan tapi kita kena barisan
belakang
kita hilang duluan kita hilang di
belakang
guling di belakang
[Musik]
serikat buruh migran Indonesia
mencermati nasib yang menimpa pekerja
migran Indonesia saat pandemi covid-19
sistem Ketenagakerjaan di masa pandemi
menjadi salah satu isu sosial yang apa
yang perlu kita tingkatkan sbmi
melakukan penelitian nasib pekerja
migran Indonesia di beberapa negara
penempatan
untuk melihat apa melihat terkait dengan
pelayanan perwakilan terhadap burung
ikan yang terdampak covid khususnya yang
masih ada di sana
ada lima masalah krusial yang kami
temukan yang pertama adalah masalah
ketenagakerjaan yang kedua adalah
masalah kesehatan yang ketiga adalah
masalah pangan yang keempat adalah
masalah bantuan sosial yang lain yang
kelima adalah terkait dengan soal
stigmatisasi Malaysia khususnya
perwakilan RI sudah membagikan beberapa
sembako bingkisan-lukisan kepada sekian
ribu pekerja migran yang masih ada di
sana kami melihat ini bagus di awal ya
tetapi kami mengembangkan kembali ini
Betulkah kemudian
bantuan-bantuan ini sudah
menerapkan kewajiban negara bahwa
bantuan ini harus menyeluruh
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
ada dari kedua tangan Indonesia pun ada
dari kedutaan Malaysia pun ada itu
tapi kalau dekat hutan Indonesia seingat
saya ada dua kali
kedua tadi
itu yang tahun berapa Bang masih inget
gak
tahun
2020 yang 21 21 21 itu dua kali ya dua
kali semua dapat tapi 700 orang itu atau
gimana ada kadang yang tak ada pasar itu
yang kena itu dapat bantuan Dia kena
tulis les dulu baru kita antar dekat
kedutan Indonesia berapa orang malam ini
terus diantar yang tak dandes dia tak
dapat
tahu saya masalah itu saya tidak tahu
soalnya itu
susah makan susah susah
selama mau tunggu ada sebagian orang
dapat ada sebagian tak dapat banyak
dari Indonesia ada tapi tak mau sampai
tegak tangan-tangan kita lah kalau orang
besar-besar boleh dapat orang kecil
macam saya tak boleh dapat
Alhamdulillah sekarang lepas kopit makan
banyak alhamdulillah alhamdulillah
[Musik]
kongsi cepat bekerja
Keluarga Indonesia yang ada di sekitaran
[Musik]
virus covid-19 juga menyebar di Kucing
Serawak
perintah kawalan pergerakan PKP juga
diterapkan di kucing
[Musik]
tapi boleh keluar nggak ini
buat beli ke jalan gitu
bos yang kakinya
memang
nggak pernah
enggak kena Enggak ada
yang lebih parah yang pertama mereka ada
beberapa responden kami yang mengatakan
kami tidak bisa mendapatkan akses pangan
walaupun mau beli nggak bisa ya
Kalau anda merasakan bantuan Nah untuk
sejuta orang
Jadi kalau cuma ini ya paling gampang
lah pasti lah tetapi coba yang ada di
lapangan menghadapi situasi lapangan
kita bisa merata kalau kita punya data
data itu tidak mungkin tidak kita
dapatkan kalau masyarakat tidak bekerja
sama karena itu persoalannya
kita kan kasih kasih Sampai kapan Gitu
kan semua harus diverifikasi
data menjadi alasan kurang maksimalnya
bantuan dan perlindungan terhadap warga
negara Indonesia di luar negeri termasuk
para pekerja migran namun berapa
sesungguhnya jumlah warga negara
Indonesia di luar negeri ini pertanyaan
yang paling sulit untuk dijawab
namun ketika ditanya Berapa jumlah yang
sebenarnya ya kita memang tidak punya
datanya seperti itu namun kalau kita
merujuk kepada kepada
laporan dari Bank Dunia tahun 2017
mereka memprediksi jadi angker prediksi
bukan bayinya beres angka prediksinya
ada 9 juta Nah bisa dibayangkan
9 juta itu adalah angka yang faktual
kita punya data 3 juta
namun sesuai undang-undang kan kita
harus melindungi seluruh warga negara
Indonesia baik yang Adobe yang dokumen
jadi kita harus melindungi 9 juta Namun
kita hanya tahu 3 juta diantaranya 6
jutanya kita tidak tahu keberadaan
mereka di mana kita baru tahu ketika ada
masalah
tanggung jawab negara dalam melindungi
pekerja migran sudah diamanatkan dalam
undang-undang Nomor 18 tahun 2017
tentang perlindungan pekerja migran
Indonesia
perlindungan itu meliputi waktu sebelum
selama dan setelah bekerja di luar
negeri
tanggung jawab itu juga mencakup saat
terjadi situasi darurat seperti wabah
penyakit
bahkan menurut undang-undang nomor 37
tahun
1999 tentang hubungan luar negeri
pemerintah wajib mengusahakan pemulangan
dengan biaya negara
[Musik]
salah satu prioritas politik luar negeri
Indonesia adalah perlindungan terhadap
warga negara Indonesia di luar negeri
prioritas ini menjadi lebih relevan pada
saat pandemi covid-19 terjadi
Kementerian Luar Negeri bersama dengan
seluruh perwakilan Republik Indonesia di
luar negeri terus berusaha semaksimal
mungkin agar dapat menjalankan tugas
perlindungan ini sebaik mungkin tentunya
dengan pandemi ini maka tantangannya
menjadi semakin besar sebetulnya
konteksnya bukan lepas tangan ya
konteksnya adalah memahami soal
kewenangan yang dimanfaatkan oleh
undang-undang mana kemudian yang like
spesialis pekerja Megan kemudian mana
yang warga negara Indonesia artinya
kalau memang pekerja migran itu tidak
terjangkau bagi khususnya yang
prosedural
tidak terjangkau pada undang-undang 18
seharusnya menggunakan kewenangannya
sebagai
perwakilan kita delegasi RI yang ada di
luar negeri menggunakan undang-undang
hubungan luar negeri yang kemudian
permen lu nya juga sudah turun Nih nomor
5 tahun 2018 yang diperbaiki itu artinya
itu harus kemudian menjadi role model
ketika role model digunakan maka
kedepannya adalah tidak ada lagi warga
negara Indonesia yang tidak mendapatkan
bimbingan hukum sosial dan ekonomi
walaupun pada saat apa kedaulatan muncul
[Musik]
tak hanya masalah kesehatan pekerja
migran di Malaysia banyak yang
kehilangan pekerjaan
tragisnya banyak diantaranya
ditelantarkan setelah di PHK
[Musik]
paspor ada KTP anda
[Musik]
tapi itu kotak milik dia milik dia Apa
isinya itu ya barang-barangnya dia baju
gitu
tapi masa kita ambil itu banyak yang
dibuang juga semua banyak yang barang
enggak kepakai juga awalnya sektor rumah
tangga
Iya kalau nggak salah kerjanya
di
toko hewan
ya di peternakan
tapi Sebab Dia kemungkinan sudah umur
dia sudah terlalu itu kemungkinan
dibuang kerja
baju buang kerja ditolong sama itulah
sekarang itu diantar ke sana lagi pun
itu majikannya alasannya Sebab pandemi
Dia pun tidak mampu bayar
juga jadi akhirnya sama
orang itu dibawa lagi ke sini
kemarin
itu ada kawan buat kita Ayu dekat sana
ada orang terlantar
[Musik]
juga orang Cilacap orang
mana ya terus Taman Bong orang taman
Bong namanya Yati anaknya anaknya siapa
ya anaknya 7 orang
jadi gila itu orang gila jam Kak sini
juga makanya saya kasih makan Disini
jadi yang kita highlight ketika pandemic
sangat susah untuk mendapatkan keadilan
seperti Tadi majikan pekerja rumah
tangga itu udah bekerja beberapa tahun
di rumah majikan ketika mereka minta
gaji ataupun haknya mereka terus
membuang saja di pinggir jalan dan waktu
itu sangat sulit ya karena tidak ada
pergerakan dibenarkan jadi semua orang
itu kayak majikan itu ngambil kesempatan
ya
dan juga eksploitasi terhadap PRT sangat
luar biasa waktu itu
saat Lockdown pemerintah Malaysia juga
menutup seluruh pos perbatasan
pada saat itu pemerintah Malaysia
memberikan pengampunan sepanjang Pati
WNI orang asing yang mau keluar dari
Malaysia itu mereka tidak kenakan
terapkan akta imigration makanya kita
juga wadah saat itu menghimbau kepada
seluruh kita yang posisi statusnya
dokumenter atau ilegal saatnya lah
untukmu pulang Nah itu karena tidak ada
aturan mereka kan tidak akan dikenakan
aturan hukum yang tertangkap itu yang
diproses hukum pada masa itu orang-orang
yang malah yang baru Masa kopi masuk
lagi itu
[Musik]
pos-pos perbatasan dengan Malaysia
seperti Entikong dan arupun dibanjiri
eksodus pekerja migran Indonesia
[Musik]
dari pos-pos perbatasan pekerja migran
dibawa ke kota Pontianak
[Musik]
yang di tempat apa tuh parkir di sampah
itu harus ditambah lagi pasang tenda
tapi kita sambung dengan ini dengan
tenda
sampai sini iya setengah ini
dari sini juga jadi letter L ya
di belakang
pokoknya kayak pengungsi deh Pak kantor
namanya WC juga
[Tertawa]
150-an kurang lebih berarti tenda 200-an
dari Pontianak Mereka kemudian
diberangkatkan ke kampung halaman
masing-masing
wabah covid-19 membuka fakta buruknya
tata kelola perlindungan warga negara
Indonesia di luar negeri terutama
terhadap kelompok rentan pekerja migran
di Malaysia situasinya bertambah parah
karena banyak pekerja migran Indonesia
berstatus prosedural atau dokumenter
[Musik]
kalau
pekerja-pekerja kita dokumente jelas
semuanya itu nggak ada masalah
perlindungan itu
masalah perlindungan semua ini kan
timbul karena masalah anda mungkin
bencana Apakah dia disiksa Apakah dia
nggak dibayar itu ya kalau kita lihat
ujung-ujungnya ya karena mereka ada
dokumen
namun Benarkah pekerja migran prosedural
tidak menghadapi masalah
[Musik]
[Tepuk tangan]
Nama saya indriati saya berasal dari
kota Klaten
iseng-iseng ya pertama awalnya karena
temen-temen ikut teman-teman minat mau
ke Malaysia jadinya saya pun tertarik
pengen ke Malaysia Saya berangkat 2017
pulangnya 2020 berarti 3 tahun ya
indriadi berangkat ke Malaysia secara
legal alias berdokumen resmi
dia bekerja di pabrik garmen di Pulau
Penang pabrik saya yang di Malaysia itu
waktu ada pandemi itu tahun
2020 ya
awalnya itu juga belum terlalu
terlalu apa ya belum terlalu Kelihatan
banget dampaknya pandemi itu ke
perusahaan saya tapi lama-kelamaan udah
dua bulan tiga bulan itu baru ada
dampaknya mulai berkurangnya produksi
dari lain satu kelen berapa itu Terus
akhirnya
semuanya tutup
[Musik]
proses dari kita dijanjikan mau
dipulangin itu sampai benar-benar kita
pulang itu saya kurang lebih itu nunggu
sekitar 3 bulan dan selama satu bulan
itu kita juga dikasih uang dari
perusahaan istilahnya uang makan tapi
itu cuma sebesar 200 Ringgit satu bulan
itu kalau di rupiah mungkin sekitar
600.000 ya jadi nggak mungkin ya cukup
tapi ya mau gimanapun kan
dicukup-cukupin
[Musik]
tapi menunya itu selama saya nggak kerja
itu ya kayak gitu aja telur goreng pakai
sambel gitu aja kalau nggak ya mie
instan
[Musik]
di bulan terakhir itu kita dikasih 400
ringgit itu istilahnya yang 200 buat
kalian makan bulan ini intinya buat uang
makan bulan ini tapi yang 200 itu kayak
kita dikasih uang saku mungkin uang saku
Karena perusahaan cuma bisa biayain
sampai Jakarta mungkin ya itu dari
Jakarta mau ke daerah ke daerahnya
masing-masing itu dikasih uang lebih 200
Ringgit mungkin nanti buat kalau di
Indonesia Kita disuruh PCR atau apa
mungkin bisa jadi seperti itu
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
tetapi pejuang negara
maju dengan perlindungan kepada
kami katakan PHK di masa pandemi ini
sudah tidak bisa kami katakan bahwa hak
pelanggaran gaji saja tetapi sudah pada
anak pencurian upah
khusus yang di luar negeri ya satu juta
koma dua 200 USD itulah catatan kami
semasa pandemi saja tidak diberikan oleh
68 Tadi majikan kemudian yang ini adalah
apa p3mi bayangkan 1,2 USD 1 juta koma
dua USD dihitung berapa miliar itu ya
untuk kemudian hak pencurian upah yang
dilakukan oleh pekerja selama 2 tahun
saja sederhana yang kita bayangkan ya
kalau memang perusahaannya bangkrut ini
kan pasti harus naik ke pengadilan
segala macam nah ini kita pasti
perwakilan itu melakukan itu pak ya kan
semua gaji yang tidak dibayar
hak-hak pekerja lainnya yang memang
masih menjadi isu itu sepenuhnya
[Musik]
habis
[Tertawa]
tinggal di Cililitan Jakarta Timur anak
tertuanya Nurhayati menjadi pekerja
migran di Dubai Uni Emirat Arab
3 tahun 2 tahun sekarang berangkat lagi
itu ke mana
-mana
[Musik]
saya tulang punggung sempit dari dulu
nyari uang dari ke Taiwan ke Saudi ke
Dubai Sayang nyari Alhamdulillah buat
orang tua buat adik
[Musik]
yang sekarang nih
500 Kalau lagi saya perlu banget tuh Nur
bagaimana duit banget nih Nur kasih suka
200-300
kan masih sekolah
buat anak yang dikasih yang namanya
suka ngasih duit
kalau lagi bisa minta dikasih tadi kan
lagi Kepepet tuh nggak punya duit banget
kasih Marinir
pulang kerja
[Musik]
buat pegangan di sini Oh iya Mbak buat
nabung juga ya jaga-jaga dikit-dikit
1000 kirimin ke rumah buat anak sama ibu
Nurhayati dan jutaan orang lainnya
berjibaku menjadi pekerja migran saat
wabah covid-19 melanda dunia
doanya cuman satu mukena biar lebaran
pakai mukena baru
Alhamdulillah
Datang bu nikah hari lagi mukenanya
dateng dibeliin dua
tuh kiriman uang atau remiten yang
dikirim menopang ekonomi keluarga mereka
di saat pandemi covid
Tak hanya itu remiten dari pekerja
migran itu ikut membantu ekonomi di
dalam negeri
[Tepuk tangan]
selama masa pandemi
2020-2021 rabbiten pekerja migran memang
terus merosot
namun bagi ratusan ribu keluarga pekerja
migran di Indonesia kiriman uang itu
sangat membantu
tak heran pemerintah tancap gas mengirim
kembali ribuan pekerja migran setelah
pandemi reda
[Tepuk tangan]
48 pekerjaan bisa
Indonesia
gelombang 1 ini adalah seremoni
pemberangkatan pekerja migran ke Korea
Selatan dengan skema g2g atau government
to government yang dilakukan oleh badan
pelindungan pekerjaan migran Indonesia
bp2mi sebagai informasi bahwa kegiatan
pelepasan hari ini adalah pelepasan
pertama di tahun 2023 kalau 2020
penempatan kita hanya 113.000 7 ee 2021
turun lagi hanya 72.000 karena covid nah
ini trennya sudah baik Tahun 2022 di
bulan Desember kita menutup angka di 198
dari target 150.000 artinya kurang lebih
173% kenaikannya
[Musik]
percaya
[Musik]
presiden pernah melepas Menko pernah
melepas menteri kemudian juga para
anggota DPR dan orang-orang penting di
negara ini nah ini semua harus dilakukan
negara karena negara harus jujur untuk
mengatakan PMI ini sangat penting bagi
negara karena dia penyumbang devisa
terbesar kedua setelah sektor Migas
artinya ekonomi Indonesia pendapatan
negara itu juga sangat ditentukan
kontribusinya dari pekerja migran saya
sejak pemimpin lembaga ini sudah
kampanye dan menyatakan ke berbagai
media dimuat di orang-orang di
berita-berita online di televisi PMI itu
adalah tidak hanya pejuang keluarga dia
pahlawan devisa penyumbang devisa
terbesar kedua
itu penting di propagandakan tidak
mengerucutkan bahwa pekerja demikian
kita kirim hanya untuk mendapatkan
remitens kalau seperti itu sama saja
kita mengeksploitasi pokoknya bikin kita
quote and food kalau kita hanya melihat
bahwa pengiriman pekerjaan kita hanya
untuk Oleh karena itu
pendekatan kita Yang lebih
Yang lebih holistik ya bahwa mengirimkan
pekerjaan-pegang kita Bukan semata
device
ini adalah alarm dari Kementerian Luar
Negeri sebab Kementerian Luar Negeri dan
perwakilannya lah yang paling kaleng
kabut saat muncul kasus yang menimpa
pekerja migran
[Musik]
Jawa Timur berarti Malang
meskipun bp2mi sudah memiliki command
center yang canggih ini namun
kasus-kasus yang menimpa pekerja migran
terus berulang kasus terbanyak memang
menimpa pekerja migran ilegal atau
unprosedural
ini menjadi isu krusial di pemerintah
pusat Bagaimana kemudian kita bisa
turunkan ke daerah pelayanan lebih murah
sebagainya maka karena adalah informasi
yang disiapkan negara kepada warga
negaranya soal migrasi aman itu belum
memenuhi Apa standar daripada yang sudah
ada masih kalah dengan informasi di
media sosial Informasi lewat jalur
ketidakberesan yang di dalam negeri itu
dikirim terus tidak ada pencegahan yang
efektif dan
ya harus kalau mau beres kalau nggak ya
berapa triliun uang negara akan habis
terus
orang kita akan menjadi korban terus ini
harus dipahami bahwa membiarkan mereka
berangkat menjadi
pekerjaan dokumented itu sama saja
membiarkan mereka menjadi korban
perdagangan orang membiarkan mereka jadi
korban eksploitasi membiarkan mereka
ditangkap di sini membiarkan mereka jadi
terlantar di sini ini yang harus
dipahami gitu ya jangan cuma asal
lepas-lepas aja ayo berangkat berangkat
[Musik]
Nama saya Budiarto asal dari Grobogan
Jawa Tengah Nama saya Tri Aji Handoyo
dari Grobogan
[Musik]
ya sampai nangis gitu pas mau nganterin
saya ya gimana akhirnya ya saya ya ikut
sedih tapi ya demi masa depan
[Musik]
harus berusaha nekat gitu ya
bersyukurlah
dari Penantian selama 2 tahun udah
berada di sini rasanya aja campur aduk
name tag itu akan dipakai sampai sana
tiket pesawat
kalau
[Musik]
kayak isi kerjanya itu tugasnya apa aja
gitu kayak waktu kerjanya jam berapa
dari jam berapa istirahatnya itu ada
belajar dari wabah covid pengiriman
pekerjaan migran ini memunculkan
pertanyaan
Sudahkah mitigasi disiapkan jika muncul
kasus serupa
kami belum melihat soal Bagaimana
kemudian
pembelajaran buruk di masa pandemi
kemudian disiapkan di dalam skema baru
ketika covid sudah mulai membaik maka
kita keluarkan catman Naker 294 karena
29 ini merupakan pedoman yang baru
bilang tadi tanya pedoman bagi tata
kelola penempatan pekerjaan di masa
adaptasi Kebiasaan Baru jadi disitu kita
bikin sop ada beberapa sop sop layanan
di pemerintah sop layanan di mana Di LPK
pelayanan di mana Di
p3mi bahkan sampai ke ltsa Nah inilah
apa namanya bentuk pedoman yang coba
kita susun bagaimana kita melakukan
menjamin bahwa pekerja migran yang
berangkat ke luar negeri ini mematuhi
protokol kesehatan
[Musik]
kemarin Pokoknya setiap dari itu dari
bb2mi bertugas
[Musik]
protokol kesehatan protes itu wajib ya
kalau takut sih Ya takut tapi ya
buat jaga-jaga diri aja
aturan baru protokol kesehatan bagi
pekerja migran memang penting namun yang
lebih penting adalah pelindungan jaminan
sosial mereka
[Musik]
soal jaminan sosial yang menjadi isu
global Apakah kemudian calon pekerja
migran ini sudah kemudian dimasukkan di
dalam skema jaminan sosial ketika
kedaulatan dalam BPJS
Kami lihat belum ada karena situ soal
jaminan sosial
sistem jaminan sosial bagi pekerja
migran sebenarnya sudah tertuang dalam
undang-undang perlindungan pekerja
migran Indonesia
namun bagaimana implementasinya
definisi pemerintah pusat kan presiden
dan pembantu-pembantunya
membantu pembantunya itu adalah yang
adalah kemenaker Kemudian Kemudian
kementerian-kementerian yang lain Kalau
kami boleh Sebutkan ada sekitar 15
lembaga Kementerian lembaga yang
kemudian menaungi perlindungan pekerja
migran Indonesia yang dimasukkan dalam
perumusan undang-undang yang lalu ini
yang harus kemudian ini maka peran
presiden ketika kemudian melihat
menteri-menterinya ini sudah tidak bisa
bekerja dengan baik ya
[Musik]