Transcript
XdynvXKQE_E • UNDOCUMENTED (full movie)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0222_XdynvXKQE_E.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh bahasa Wali berangkat pertama kali sekitar umur 16-17-an ya SMP aja ndak lulus itu Budal ke sana itu [Musik] telah berpulang saudara kita saudara Syafawi [Musik] kerja ke Malaysia ya saya tak ingat tahunnya tak ingat tanggalnya ya tak ingat saya tapi saya sudah bilang sama adik saya tak boleh ke Malaysia ndakyu Saya kepingin rumahnya Adik saya tidak boleh ya [Musik] sama siapa setelah ditinggal kedua orang tuanya kini Lusia juga kehilangan adiknya Siti Khotimah [Musik] Indonesia berubah jenazah ini Begitu juga dengan Samsul yang juga kehilangan adik lelakinya sawali bentuknya Ya seperti biasa-biasa seperti peti-peti umumnya lah waktu jenazah datang itu sama plastik sama tali paten itu mas besi itu itu memang jujur kalau itu saya yakin kalau itu adik saya masalahnya apa mulai dari proses disuci ini mulai dimandikan dikafani sampai di solati sama teman-temannya di Hospital itu sampai pemulangan di rumah sakit sampai ke bandara selalu di kamera bisa di kamera sampai di Bandara Soekarno selalu di video itu sampai sini di video terus sampai pemakaman Nggak lihat mukanya adik saya ada di Malaysia mau di buku gitu ya dari rumah sakit sama adik saya Siti Khotimah dan sawali adalah dua pekerja migran Indonesia di Malaysia asal Lumajang Jawa Timur saat wabah covid-19 keduanya meninggal di Malaysia [Musik] Siti Khotimah dan sawali beruntung karena jenazahnya bisa dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halaman ratusan warga Indonesia di luar negeri yang meninggal karena covid-19 tidak bisa dibawa pulang dan dimakamkan di negara tempat mereka meninggal di antara mereka adalah para pekerja migran Indonesia di Malaysia [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Wati Abdullah adalah pekerja migran Indonesia di Malaysia masuk di Malaysia sejak tahun 2000 Saya di sini kadang saya kerjanya itu ya kayak sami-samilan gitu ya kadang saya membantu kakak saya gitu di kedainya pernah apa kerja di supervisor ya kayak pembersih cleaner gitu kadang saya tukar tukar lagi kerja lain gitu ya macam-macam lah kerja saya buat [Musik] juga pekerja migran di Malaysia selain menjadi pekerja migran nasrica kini juga aktif di persatuan pekerja rumah tangga Indonesia migran atau Pertiwi pertama saya ke Malaysia tahun 1997 saya itu habis Sekolah Menengah ya waktu itu saya bekerja sebagai pekerja rumah tangga juga sampai sekarang Saya bekerja kadang part time ya tapi sekarang saya bekerja sebagai pendamping teman-teman untuk belajar tentang hak-hak dan lain sebagainya saya pun belajar dari mereka [Musik] Ridwan Ismail adalah pekerja migran sektor konstruksi di Malaysia Bapak ketua DPR SDI Malaysia yaitu bapak Pandi Ismail dia juga ketua serikat buruh migran Indonesia sbmi Malaysia awal saya masuk ke Malaysia tahun 1992 kurang lebih hampir 30 tahun ya saya mengikut keluarga yang udah di sini saya dibawa Oke ke Malaysia saya kerja setelah itu setahun saya di sini dalam posisi setahun sampai 2 tahun jugalah dalam keadaan ilegal pokoknya prosedural karena masuk visa wisata sebagaimana negara lain di dunia awal tahun 2020 wabah covid-19 juga merebak di Malaysia ketika covid kemarin ya memang kondisinya cukup keos ya dan Ini pengalaman yang pertama untuk untuk masyarakat semua dan juga untuk pemerintah ya jadi kayak ada sop terapi gitu jadi kondisi kemarin sangat kabut keos dimana-mana jadi kepanikan itu ada kayak waktu itu kayaknya didenda gitu ya di denda misalnya nggak pakai masker di denda 1000 Ringgit gitu duit Malaysia di denda 1000 Ringgit kalau nggak pakai masker kalau apa misalnya keluar tanpa sebab yang nggak penting gitu di denda juga jadi mereka ini pada takut keluar bahkan berbelanja pun harus punya izin lah itunya kan mau keluar punya izin satu orang aja dibenarkan untuk berbelanja waktu itu memang sangat memprihatinkan [Musik] karena jumlah penderita covid yang banyak pemerintah Malaysia menerapkan Movement control order atau perintah kawalan pergerakan PKP di Indonesia kebijakan ini disebut dengan psbb atau pembatasan sosial berskala besar dan untuk itu kerajaan memutuskan untuk melaksanakan perintah kawalan pergerakan mulai 18 Maret 2020 yaitu lusa hingga 31 Maret 2020 di seluruh negara setelah memutuskan dalam rapat kabinet bahwa opsi yang kita pilih adalah pembatasan sosial berskala besar atau psbb perintah kaum pergerakan ini meliputi pertamanya ialah larangan menyuruh pergerakan dan perhimpunan damai di seluruh negara termasuklah activity keagamaan sukan sosial dan juga budaya Polri juga dapat mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang agar psbb dapat berlaku secara efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya bahwa saudara dan Sorry mungkin merasakan bahwa Tindakan yang diambil oleh kerajaan ini menimbulkan kesulitan kesukaran untuk saudara Lestari menjalani kehidupan sehari-hari PKP itu artinya perintah kawalan pergerakan jadi pergerakan kita itu dipantau pemerintah nggak bisa sembarangan keluar kecuali ada apa izin ya kebanyakan warga di Malaysia nih yang mengeluh ya karena mereka lagi nggak bisa keluar untuk mencari rezeki untuk untuk bekerja untuk apalagi PMI itu bisa saya bilang ya kondisi yang kalau bisa saya bilang kondisi yang jangan sampai berlaku lagi memang sangat memprihatinkan terutama bagi kami yang di sini saya sendiri pun mengalami begitu apalagi teman-teman yang yang di luar sana [Musik] saat Lockdown warga Malaysia dilarang keluar rumah ketika masa pandemi itu yang paling urgent adalah kekurangan makanan ya apalagi mereka yang tinggal di kongsi di dibangun bangunan kan mereka itu bisa dibilang diisolasi total Subhanallah ini kondisinya begitu mengkhawatirkan mereka terkunci dari kongsinya akhirnya kita harus Coba kita lihat bersama bagaimana mereka keluar dan masuk dari kongsi dan bagaimana kita menyerahkan bantuan banyak pekerja migran Indonesia terkurung di kongsi atau Bedeng sementara yang menjadi tempat tinggal selama bekerja di Malaysia di dalam ada ratusan TKI kita yang terkurung di sini terkurung di kongsi ini kita lihat mereka tidak bisa keluar mereka tidak bisa membeli Bahkan makanan serta beras akhirnya mereka hanya bisa bertahan hidup dengan apa yang bisa dimakan di dalam kondisi [Musik] nya 4 orang dan ini ini 4 orang ini juga [Musik] tapi muat berapa satu bilik ini satu kontainer sampai ke isi berapa satu kontainer 3 orang 4 orang minimal di masa normal kongsi bisa dihuni hingga 900 orang lebih namun saat wabah covid penghuninya dibatasi ini kalau ini khusus suami istri dan ini atas ada waktu itu covid ini tak ada kasih orang [Musik] Oh jadi diatur juga ya pas lagi covid kontainer isinya harus berapa orang gitu-gitu iya kena atur juga asal itu minimal dalam satu kunci ini 4 orang 3 orang paling banyak [Musik] kondisi berat ini disadari kedutaan besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur namun dewasa itu KBRI sempat kesulitan membantu para pekerja migran ini yang menjadikan situasi pada saat terjadi awal Lockdown itu betul-betul ketik anggaran tidak ada bahkan sampai Saya dengar waktu itu sebelum datang itu home staff itu sampai urunan Bu untuk menyalurkan bantuan dari uang saku mereka sendiri karena memang menunggu anggaran dari Jakarta di satu sisi KBRI tidak siap disisi lain harapan masyarakat sangat tinggi karena memang kita paham juga mereka pada saat itu tidak boleh bekerja tidak ada uang tidak ada penghasilan tidak boleh belanja keluar bahkan harus tinggal di rumah ini yang menyebabkan terjadinya Katakanlah ketegangan ya antara KBRI atau perwakilan kita di Malaysia dengan masyarakat pemerintah harapan masyarakat sangat tinggi dan Kita paham karena situasinya pada saat itu betul-betul sangat sulit [Musik] tak hanya di perwakilan Indonesia di luar negeri ketidaksiapan itu juga terjadi di Kementerian Luar Negeri di Jakarta jadi ketika kita bicara pandemi covid ya memang tidak ada satu negarapun yang siap menghadapi pandemi ini dengan makenicute yang begitu besar dalam dalam sejarah dunia terakhir kita mengalami pandemi yang begitu besar itu sekitar tahun 1917 juga ketika ada sepeda flu dan apa yang terjadi dengan pandemi covid yang kita hadapi ini magnis saja jauh lebih besar Karena dunia sudah semakin menggloba Nah dari sisi Kementerian Luar Negeri kita dalam beberapa kasus sebelumnya memang sudah punya pengalaman mengenai proses-proses evakuasi namun tidak pernah kita menghadapi proses evakuasi yang sifatnya karena Bayu Hazard karena pandemi [Musik] di tengah ketidaksiapan itu Akhir Januari 2020 pemerintah mengevakuasi WNI yang terjebak di Wuhan China lokasi awal merebaknya virus covid 19 [Musik] data yang dimiliki oleh KBR Beijing pada saat itu untuk seluruh sekitar Kalau tidak salah 273 berdasarkan data lobloid dan juga komunikasi KBRI dengan komunitas masyarakat yang ada di sana [Musik] kita kirimkan pesawat Berdasarkan data tersebut nah kemudian setelah itu semuanya yang sudah terdaftar itu data itu kita angkut Alhamdulillah selamat sampai Indonesia namun begitu pesawat itu landing di Indonesia kami baru mendapat info bahwa ada tiga pekerja migran kita yang tidak terangkut simply karena mereka tidak lapor diri KBRI juga tidak tahu keberadaan mereka seperti itu batistulate karena ini kan proses covid apa operasinya Kompleks kita hanya punya satu kali kesempatan untuk menjemput Menurut data Kementerian Luar Negeri puluhan ribu WNI dievakuasi dari berbagai negara saat covid-19 namun jauh lebih banyak lagi yang tidak bisa kembali ke tanah air jadi total kasus yang kami catat wilayah Dimana keberadaan Weni kita yang terdampak covid tersebar di 109 negara atau wilayah ya kemudian total jumlah kumulatif kasus Weni kita yang terkena covid itu 74.455 dimana jumlah kematian 413 sisanya sembuh seperti itu Nah dari 413 tersebut itu juga termasuk dari rekan-rekan kami di bawah galeri yang juga meninggal karena [Musik] diantara yang meninggal itu adalah pekerja migran Indonesia [Musik] waktu terjadinya covid itu yang banyak warga kita meninggal itu sekitar bulan Juli Agustus September 2021 disitu saya hampir setiap hari ada di rumah sakit dan di pemakaman [Musik] yang meninggal ini adalah Sutopo pekerja migran asal Lamongan Jawa Timur video ini menceritakan waktu itu dokter memanggil saya untuk cuma waktu itu sebab ini kan meninggalnya karena covid jadi dia pakai pakai yang digital Jadi kami hanya bisa melihat di layar TV waktu itu dan ini waktu saya mengecam jinak saya itu sambil saya video call dengan keluarganya yang di Indonesia [Musik] jenazah Sutopo tidak bisa dipulangkan ke Indonesia pengurusan jenazah dilakukan oleh komunitas warga Indonesia di Malaysia serantau di hari yang sama pada waktu itu ada 17 jenazah yang dikuburkan bersama-sama dan tempat pekuburannya ini ialah di tanah perkebunan Islam Bukit Kiara Damansara Waktu itu saya bersama dengan Adek ya di papartopo yang ikut mengantarkan langsung ke tanah pekuburan di situ pihak KKM ya KKM yang membantu mengumpulkan semua dan setelah itu setelah selesai penguburan 17 jenazah itu baru dibacakan Talqin ini baca talkingnya di sekalian aja sekaligus gitu dan itulah visual win-win jenazah yang mengantarkan jenazah pada waktu itu ada 17 well ini penguburannya pakai alat [Musik] berat dan para waris itu hanya bisa memperhatikan dari jarak 20 meter [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Biayanya ada sekitar waktu itu 1700 1700 untuk setiap warga negara asing itu termasuk pembelian tanah itu dengan apa yang dibilang itu batu nisan atau apa itu semuanya 1700 kemarin itu uangnya bukan dari Kementerian Kesehatan kemarin tuh uangnya dari waris Pak Sutopo dari waris dari keluarganya pak Sutopo untuk menguruskan jenazah dan penguburannya [Musik] saat Sutopo terkena covid Wati Abdullah sempat berkunjung ke rumahnya namun Selepas itu Wati malah tertular virus covid Waktu itu saya apa Dharma Dharma duit itu untuk pak Isnaini dan Sutopo itu kami mau ngasih gitu dengan pak isnaininya dengan bapak sutoponya dan waktu itu kita ngantar ke rumahnya kita kan duduk-duduk aja ya di ruangan gitu Duduk kita cerita-cerita sama anaknya setelah kita kasih Dharma Ya sudah kita pulang dan keesokan harinya saya itu kayak mengalami demam gitu ya demam mau karantina di rumah sakit nggak nggak dikasih karena udah penuh ya buatnya memang nggak ada sama sekali dan kawan saya sarankan suruh ke swasta aja dikasihnya nomor-nomor yang Rumah Sakit Ke rumah sakit ya dia kayak apa itu tempat belia dan di sana itu dijadikan tempat isolasi tapi berbayar kita sendiri yang bayar kalau kita masuk sana kita sendiri yang bayar [Musik] ya di sinilah pusat Melia antar bangsa internasional you Center di sinilah tempat saya di karantina selama 7 hari di ambulannya bawa di kesana di belakang sampai di sana pendaftaran selanjutnya masuk ke dalam dan setelah itu 7 hari saya pulang ke rumah itu bayar sendiri karena swasta waktu itu 7 hari dalam 1800 Ringgit ya saya bayar [Musik] buruh muslim Indonesia juga kerap membantu pemakaman warga Indonesia di Malaysia surat dari KBRI itu kita harus ada surat pernyataan dari Desa setempat yang kita lihat kepala desa ini adalah Bapak Haryanto adalah saudara Bapak untung adik kandung begini mengesahkan bahwa akan dikebumikan di sini ini keluarga menyatakan setuju dan mengizinkan untuk memakamkan almarhum saudara untuk di malaysia begitu harus kesepakatan kuasanya juga disaksikan Desa ada pemerintah Desa harus memberikan stempel untuk mengajukan ke surat KBRI tanpa adanya ini bisa membuat surat KBRI tanpa adanya surat KBRI tidak bisa mengeluarkan jenazah dari Hospital pernah dalam mengajukan dalam misalkan orang sakit di KBRI atau gimana gitu kan di samping istilahnya agak ribet di lokasinya atau apa gitu kan kita nggak tahu juga karena orang meninggal Ini kan harus kasihan Harus segera dikebumikan kalau kita akan menunggu dengan edukasi begini begini begini nanti Kasihan juga kasihan yang meninggal gitu loh dan untuk penghubungnya di sini lain kalau di sini kadang lihat pemakaman lain pemakaman lain harga lain tempat kadang ada yang 1000 ada yang 1.200 kadang ada yang 700 juga kita melobi-lobi juga gitu ada satu cash juga yang warisnya enggak punya dana tapi minta tolong untuk dipulangkan terpaksa kita juga akan kutip sampai berapa waktu itu 6.500 coba itupun kita akan kutip tapi ya karena mungkin ada kita kerjasama teman-temannya kerabatnya apa semua gitu kalau standard untuk pemakaman yang di sini Itu kan enggak sampai paling banyak pun 1.500 itu kita anggota-anggota di grup WhatsApp cukup kalau peran komunitas warga Indonesia di Malaysia membantu pekerja migran yang terdampak covid sangat besar ini diakui oleh menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi Kami mengucapkan terima kasih organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia yang telah bahu-membahu dengan perwakilan Republik Indonesia di Malaysia dalam penyediaan dan pendistribusian sembako salah satu peran komunitas itu adalah distribusi bantuan sembako [Musik] kita tidak mengutamakan apa untuk khusus PRT saja tetapi untuk semua sektor waktu itu kebetulan kita membuka hotline jadi dalam waktu 12 minggu awal itu sudah ribuan permintaan sembako itu sangat luar biasa [Musik] saat menyalurkan bantuan sebenarnya banyak termasuk lah sampai mobil saya mobil saya itu menggunakan mobil bukan mobil pribadi saya ya pernah terjadi kebetulan waktu itu bersama Bapak dubesnya sendiri iring-iringan kita itu iring-iringan ya sebenarnya dikawal polisi sih ada escortnya ke apa di depan tapi kita kena barisan belakang kita hilang duluan kita hilang di belakang guling di belakang [Musik] serikat buruh migran Indonesia mencermati nasib yang menimpa pekerja migran Indonesia saat pandemi covid-19 sistem Ketenagakerjaan di masa pandemi menjadi salah satu isu sosial yang apa yang perlu kita tingkatkan sbmi melakukan penelitian nasib pekerja migran Indonesia di beberapa negara penempatan untuk melihat apa melihat terkait dengan pelayanan perwakilan terhadap burung ikan yang terdampak covid khususnya yang masih ada di sana ada lima masalah krusial yang kami temukan yang pertama adalah masalah ketenagakerjaan yang kedua adalah masalah kesehatan yang ketiga adalah masalah pangan yang keempat adalah masalah bantuan sosial yang lain yang kelima adalah terkait dengan soal stigmatisasi Malaysia khususnya perwakilan RI sudah membagikan beberapa sembako bingkisan-lukisan kepada sekian ribu pekerja migran yang masih ada di sana kami melihat ini bagus di awal ya tetapi kami mengembangkan kembali ini Betulkah kemudian bantuan-bantuan ini sudah menerapkan kewajiban negara bahwa bantuan ini harus menyeluruh [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] ada dari kedua tangan Indonesia pun ada dari kedutaan Malaysia pun ada itu tapi kalau dekat hutan Indonesia seingat saya ada dua kali kedua tadi itu yang tahun berapa Bang masih inget gak tahun 2020 yang 21 21 21 itu dua kali ya dua kali semua dapat tapi 700 orang itu atau gimana ada kadang yang tak ada pasar itu yang kena itu dapat bantuan Dia kena tulis les dulu baru kita antar dekat kedutan Indonesia berapa orang malam ini terus diantar yang tak dandes dia tak dapat tahu saya masalah itu saya tidak tahu soalnya itu susah makan susah susah selama mau tunggu ada sebagian orang dapat ada sebagian tak dapat banyak dari Indonesia ada tapi tak mau sampai tegak tangan-tangan kita lah kalau orang besar-besar boleh dapat orang kecil macam saya tak boleh dapat Alhamdulillah sekarang lepas kopit makan banyak alhamdulillah alhamdulillah [Musik] kongsi cepat bekerja Keluarga Indonesia yang ada di sekitaran [Musik] virus covid-19 juga menyebar di Kucing Serawak perintah kawalan pergerakan PKP juga diterapkan di kucing [Musik] tapi boleh keluar nggak ini buat beli ke jalan gitu bos yang kakinya memang nggak pernah enggak kena Enggak ada yang lebih parah yang pertama mereka ada beberapa responden kami yang mengatakan kami tidak bisa mendapatkan akses pangan walaupun mau beli nggak bisa ya Kalau anda merasakan bantuan Nah untuk sejuta orang Jadi kalau cuma ini ya paling gampang lah pasti lah tetapi coba yang ada di lapangan menghadapi situasi lapangan kita bisa merata kalau kita punya data data itu tidak mungkin tidak kita dapatkan kalau masyarakat tidak bekerja sama karena itu persoalannya kita kan kasih kasih Sampai kapan Gitu kan semua harus diverifikasi data menjadi alasan kurang maksimalnya bantuan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri termasuk para pekerja migran namun berapa sesungguhnya jumlah warga negara Indonesia di luar negeri ini pertanyaan yang paling sulit untuk dijawab namun ketika ditanya Berapa jumlah yang sebenarnya ya kita memang tidak punya datanya seperti itu namun kalau kita merujuk kepada kepada laporan dari Bank Dunia tahun 2017 mereka memprediksi jadi angker prediksi bukan bayinya beres angka prediksinya ada 9 juta Nah bisa dibayangkan 9 juta itu adalah angka yang faktual kita punya data 3 juta namun sesuai undang-undang kan kita harus melindungi seluruh warga negara Indonesia baik yang Adobe yang dokumen jadi kita harus melindungi 9 juta Namun kita hanya tahu 3 juta diantaranya 6 jutanya kita tidak tahu keberadaan mereka di mana kita baru tahu ketika ada masalah tanggung jawab negara dalam melindungi pekerja migran sudah diamanatkan dalam undang-undang Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia perlindungan itu meliputi waktu sebelum selama dan setelah bekerja di luar negeri tanggung jawab itu juga mencakup saat terjadi situasi darurat seperti wabah penyakit bahkan menurut undang-undang nomor 37 tahun 1999 tentang hubungan luar negeri pemerintah wajib mengusahakan pemulangan dengan biaya negara [Musik] salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia adalah perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri prioritas ini menjadi lebih relevan pada saat pandemi covid-19 terjadi Kementerian Luar Negeri bersama dengan seluruh perwakilan Republik Indonesia di luar negeri terus berusaha semaksimal mungkin agar dapat menjalankan tugas perlindungan ini sebaik mungkin tentunya dengan pandemi ini maka tantangannya menjadi semakin besar sebetulnya konteksnya bukan lepas tangan ya konteksnya adalah memahami soal kewenangan yang dimanfaatkan oleh undang-undang mana kemudian yang like spesialis pekerja Megan kemudian mana yang warga negara Indonesia artinya kalau memang pekerja migran itu tidak terjangkau bagi khususnya yang prosedural tidak terjangkau pada undang-undang 18 seharusnya menggunakan kewenangannya sebagai perwakilan kita delegasi RI yang ada di luar negeri menggunakan undang-undang hubungan luar negeri yang kemudian permen lu nya juga sudah turun Nih nomor 5 tahun 2018 yang diperbaiki itu artinya itu harus kemudian menjadi role model ketika role model digunakan maka kedepannya adalah tidak ada lagi warga negara Indonesia yang tidak mendapatkan bimbingan hukum sosial dan ekonomi walaupun pada saat apa kedaulatan muncul [Musik] tak hanya masalah kesehatan pekerja migran di Malaysia banyak yang kehilangan pekerjaan tragisnya banyak diantaranya ditelantarkan setelah di PHK [Musik] paspor ada KTP anda [Musik] tapi itu kotak milik dia milik dia Apa isinya itu ya barang-barangnya dia baju gitu tapi masa kita ambil itu banyak yang dibuang juga semua banyak yang barang enggak kepakai juga awalnya sektor rumah tangga Iya kalau nggak salah kerjanya di toko hewan ya di peternakan tapi Sebab Dia kemungkinan sudah umur dia sudah terlalu itu kemungkinan dibuang kerja baju buang kerja ditolong sama itulah sekarang itu diantar ke sana lagi pun itu majikannya alasannya Sebab pandemi Dia pun tidak mampu bayar juga jadi akhirnya sama orang itu dibawa lagi ke sini kemarin itu ada kawan buat kita Ayu dekat sana ada orang terlantar [Musik] juga orang Cilacap orang mana ya terus Taman Bong orang taman Bong namanya Yati anaknya anaknya siapa ya anaknya 7 orang jadi gila itu orang gila jam Kak sini juga makanya saya kasih makan Disini jadi yang kita highlight ketika pandemic sangat susah untuk mendapatkan keadilan seperti Tadi majikan pekerja rumah tangga itu udah bekerja beberapa tahun di rumah majikan ketika mereka minta gaji ataupun haknya mereka terus membuang saja di pinggir jalan dan waktu itu sangat sulit ya karena tidak ada pergerakan dibenarkan jadi semua orang itu kayak majikan itu ngambil kesempatan ya dan juga eksploitasi terhadap PRT sangat luar biasa waktu itu saat Lockdown pemerintah Malaysia juga menutup seluruh pos perbatasan pada saat itu pemerintah Malaysia memberikan pengampunan sepanjang Pati WNI orang asing yang mau keluar dari Malaysia itu mereka tidak kenakan terapkan akta imigration makanya kita juga wadah saat itu menghimbau kepada seluruh kita yang posisi statusnya dokumenter atau ilegal saatnya lah untukmu pulang Nah itu karena tidak ada aturan mereka kan tidak akan dikenakan aturan hukum yang tertangkap itu yang diproses hukum pada masa itu orang-orang yang malah yang baru Masa kopi masuk lagi itu [Musik] pos-pos perbatasan dengan Malaysia seperti Entikong dan arupun dibanjiri eksodus pekerja migran Indonesia [Musik] dari pos-pos perbatasan pekerja migran dibawa ke kota Pontianak [Musik] yang di tempat apa tuh parkir di sampah itu harus ditambah lagi pasang tenda tapi kita sambung dengan ini dengan tenda sampai sini iya setengah ini dari sini juga jadi letter L ya di belakang pokoknya kayak pengungsi deh Pak kantor namanya WC juga [Tertawa] 150-an kurang lebih berarti tenda 200-an dari Pontianak Mereka kemudian diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing wabah covid-19 membuka fakta buruknya tata kelola perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri terutama terhadap kelompok rentan pekerja migran di Malaysia situasinya bertambah parah karena banyak pekerja migran Indonesia berstatus prosedural atau dokumenter [Musik] kalau pekerja-pekerja kita dokumente jelas semuanya itu nggak ada masalah perlindungan itu masalah perlindungan semua ini kan timbul karena masalah anda mungkin bencana Apakah dia disiksa Apakah dia nggak dibayar itu ya kalau kita lihat ujung-ujungnya ya karena mereka ada dokumen namun Benarkah pekerja migran prosedural tidak menghadapi masalah [Musik] [Tepuk tangan] Nama saya indriati saya berasal dari kota Klaten iseng-iseng ya pertama awalnya karena temen-temen ikut teman-teman minat mau ke Malaysia jadinya saya pun tertarik pengen ke Malaysia Saya berangkat 2017 pulangnya 2020 berarti 3 tahun ya indriadi berangkat ke Malaysia secara legal alias berdokumen resmi dia bekerja di pabrik garmen di Pulau Penang pabrik saya yang di Malaysia itu waktu ada pandemi itu tahun 2020 ya awalnya itu juga belum terlalu terlalu apa ya belum terlalu Kelihatan banget dampaknya pandemi itu ke perusahaan saya tapi lama-kelamaan udah dua bulan tiga bulan itu baru ada dampaknya mulai berkurangnya produksi dari lain satu kelen berapa itu Terus akhirnya semuanya tutup [Musik] proses dari kita dijanjikan mau dipulangin itu sampai benar-benar kita pulang itu saya kurang lebih itu nunggu sekitar 3 bulan dan selama satu bulan itu kita juga dikasih uang dari perusahaan istilahnya uang makan tapi itu cuma sebesar 200 Ringgit satu bulan itu kalau di rupiah mungkin sekitar 600.000 ya jadi nggak mungkin ya cukup tapi ya mau gimanapun kan dicukup-cukupin [Musik] tapi menunya itu selama saya nggak kerja itu ya kayak gitu aja telur goreng pakai sambel gitu aja kalau nggak ya mie instan [Musik] di bulan terakhir itu kita dikasih 400 ringgit itu istilahnya yang 200 buat kalian makan bulan ini intinya buat uang makan bulan ini tapi yang 200 itu kayak kita dikasih uang saku mungkin uang saku Karena perusahaan cuma bisa biayain sampai Jakarta mungkin ya itu dari Jakarta mau ke daerah ke daerahnya masing-masing itu dikasih uang lebih 200 Ringgit mungkin nanti buat kalau di Indonesia Kita disuruh PCR atau apa mungkin bisa jadi seperti itu [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] tetapi pejuang negara maju dengan perlindungan kepada kami katakan PHK di masa pandemi ini sudah tidak bisa kami katakan bahwa hak pelanggaran gaji saja tetapi sudah pada anak pencurian upah khusus yang di luar negeri ya satu juta koma dua 200 USD itulah catatan kami semasa pandemi saja tidak diberikan oleh 68 Tadi majikan kemudian yang ini adalah apa p3mi bayangkan 1,2 USD 1 juta koma dua USD dihitung berapa miliar itu ya untuk kemudian hak pencurian upah yang dilakukan oleh pekerja selama 2 tahun saja sederhana yang kita bayangkan ya kalau memang perusahaannya bangkrut ini kan pasti harus naik ke pengadilan segala macam nah ini kita pasti perwakilan itu melakukan itu pak ya kan semua gaji yang tidak dibayar hak-hak pekerja lainnya yang memang masih menjadi isu itu sepenuhnya [Musik] habis [Tertawa] tinggal di Cililitan Jakarta Timur anak tertuanya Nurhayati menjadi pekerja migran di Dubai Uni Emirat Arab 3 tahun 2 tahun sekarang berangkat lagi itu ke mana -mana [Musik] saya tulang punggung sempit dari dulu nyari uang dari ke Taiwan ke Saudi ke Dubai Sayang nyari Alhamdulillah buat orang tua buat adik [Musik] yang sekarang nih 500 Kalau lagi saya perlu banget tuh Nur bagaimana duit banget nih Nur kasih suka 200-300 kan masih sekolah buat anak yang dikasih yang namanya suka ngasih duit kalau lagi bisa minta dikasih tadi kan lagi Kepepet tuh nggak punya duit banget kasih Marinir pulang kerja [Musik] buat pegangan di sini Oh iya Mbak buat nabung juga ya jaga-jaga dikit-dikit 1000 kirimin ke rumah buat anak sama ibu Nurhayati dan jutaan orang lainnya berjibaku menjadi pekerja migran saat wabah covid-19 melanda dunia doanya cuman satu mukena biar lebaran pakai mukena baru Alhamdulillah Datang bu nikah hari lagi mukenanya dateng dibeliin dua tuh kiriman uang atau remiten yang dikirim menopang ekonomi keluarga mereka di saat pandemi covid Tak hanya itu remiten dari pekerja migran itu ikut membantu ekonomi di dalam negeri [Tepuk tangan] selama masa pandemi 2020-2021 rabbiten pekerja migran memang terus merosot namun bagi ratusan ribu keluarga pekerja migran di Indonesia kiriman uang itu sangat membantu tak heran pemerintah tancap gas mengirim kembali ribuan pekerja migran setelah pandemi reda [Tepuk tangan] 48 pekerjaan bisa Indonesia gelombang 1 ini adalah seremoni pemberangkatan pekerja migran ke Korea Selatan dengan skema g2g atau government to government yang dilakukan oleh badan pelindungan pekerjaan migran Indonesia bp2mi sebagai informasi bahwa kegiatan pelepasan hari ini adalah pelepasan pertama di tahun 2023 kalau 2020 penempatan kita hanya 113.000 7 ee 2021 turun lagi hanya 72.000 karena covid nah ini trennya sudah baik Tahun 2022 di bulan Desember kita menutup angka di 198 dari target 150.000 artinya kurang lebih 173% kenaikannya [Musik] percaya [Musik] presiden pernah melepas Menko pernah melepas menteri kemudian juga para anggota DPR dan orang-orang penting di negara ini nah ini semua harus dilakukan negara karena negara harus jujur untuk mengatakan PMI ini sangat penting bagi negara karena dia penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor Migas artinya ekonomi Indonesia pendapatan negara itu juga sangat ditentukan kontribusinya dari pekerja migran saya sejak pemimpin lembaga ini sudah kampanye dan menyatakan ke berbagai media dimuat di orang-orang di berita-berita online di televisi PMI itu adalah tidak hanya pejuang keluarga dia pahlawan devisa penyumbang devisa terbesar kedua itu penting di propagandakan tidak mengerucutkan bahwa pekerja demikian kita kirim hanya untuk mendapatkan remitens kalau seperti itu sama saja kita mengeksploitasi pokoknya bikin kita quote and food kalau kita hanya melihat bahwa pengiriman pekerjaan kita hanya untuk Oleh karena itu pendekatan kita Yang lebih Yang lebih holistik ya bahwa mengirimkan pekerjaan-pegang kita Bukan semata device ini adalah alarm dari Kementerian Luar Negeri sebab Kementerian Luar Negeri dan perwakilannya lah yang paling kaleng kabut saat muncul kasus yang menimpa pekerja migran [Musik] Jawa Timur berarti Malang meskipun bp2mi sudah memiliki command center yang canggih ini namun kasus-kasus yang menimpa pekerja migran terus berulang kasus terbanyak memang menimpa pekerja migran ilegal atau unprosedural ini menjadi isu krusial di pemerintah pusat Bagaimana kemudian kita bisa turunkan ke daerah pelayanan lebih murah sebagainya maka karena adalah informasi yang disiapkan negara kepada warga negaranya soal migrasi aman itu belum memenuhi Apa standar daripada yang sudah ada masih kalah dengan informasi di media sosial Informasi lewat jalur ketidakberesan yang di dalam negeri itu dikirim terus tidak ada pencegahan yang efektif dan ya harus kalau mau beres kalau nggak ya berapa triliun uang negara akan habis terus orang kita akan menjadi korban terus ini harus dipahami bahwa membiarkan mereka berangkat menjadi pekerjaan dokumented itu sama saja membiarkan mereka menjadi korban perdagangan orang membiarkan mereka jadi korban eksploitasi membiarkan mereka ditangkap di sini membiarkan mereka jadi terlantar di sini ini yang harus dipahami gitu ya jangan cuma asal lepas-lepas aja ayo berangkat berangkat [Musik] Nama saya Budiarto asal dari Grobogan Jawa Tengah Nama saya Tri Aji Handoyo dari Grobogan [Musik] ya sampai nangis gitu pas mau nganterin saya ya gimana akhirnya ya saya ya ikut sedih tapi ya demi masa depan [Musik] harus berusaha nekat gitu ya bersyukurlah dari Penantian selama 2 tahun udah berada di sini rasanya aja campur aduk name tag itu akan dipakai sampai sana tiket pesawat kalau [Musik] kayak isi kerjanya itu tugasnya apa aja gitu kayak waktu kerjanya jam berapa dari jam berapa istirahatnya itu ada belajar dari wabah covid pengiriman pekerjaan migran ini memunculkan pertanyaan Sudahkah mitigasi disiapkan jika muncul kasus serupa kami belum melihat soal Bagaimana kemudian pembelajaran buruk di masa pandemi kemudian disiapkan di dalam skema baru ketika covid sudah mulai membaik maka kita keluarkan catman Naker 294 karena 29 ini merupakan pedoman yang baru bilang tadi tanya pedoman bagi tata kelola penempatan pekerjaan di masa adaptasi Kebiasaan Baru jadi disitu kita bikin sop ada beberapa sop sop layanan di pemerintah sop layanan di mana Di LPK pelayanan di mana Di p3mi bahkan sampai ke ltsa Nah inilah apa namanya bentuk pedoman yang coba kita susun bagaimana kita melakukan menjamin bahwa pekerja migran yang berangkat ke luar negeri ini mematuhi protokol kesehatan [Musik] kemarin Pokoknya setiap dari itu dari bb2mi bertugas [Musik] protokol kesehatan protes itu wajib ya kalau takut sih Ya takut tapi ya buat jaga-jaga diri aja aturan baru protokol kesehatan bagi pekerja migran memang penting namun yang lebih penting adalah pelindungan jaminan sosial mereka [Musik] soal jaminan sosial yang menjadi isu global Apakah kemudian calon pekerja migran ini sudah kemudian dimasukkan di dalam skema jaminan sosial ketika kedaulatan dalam BPJS Kami lihat belum ada karena situ soal jaminan sosial sistem jaminan sosial bagi pekerja migran sebenarnya sudah tertuang dalam undang-undang perlindungan pekerja migran Indonesia namun bagaimana implementasinya definisi pemerintah pusat kan presiden dan pembantu-pembantunya membantu pembantunya itu adalah yang adalah kemenaker Kemudian Kemudian kementerian-kementerian yang lain Kalau kami boleh Sebutkan ada sekitar 15 lembaga Kementerian lembaga yang kemudian menaungi perlindungan pekerja migran Indonesia yang dimasukkan dalam perumusan undang-undang yang lalu ini yang harus kemudian ini maka peran presiden ketika kemudian melihat menteri-menterinya ini sudah tidak bisa bekerja dengan baik ya [Musik]