Transcript
1wGat36dGnk • JERUBU: Persoalan Pengelolaan Sampah di Tangerang Selatan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0218_1wGat36dGnk.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Tangerang Selatan adalah salah satu kota penyangga bagi Jakarta yang mengusung konsep pembangunan Nature base solution atau kota hijau Konsep ini memungkinkan pembangunan kota yang terintegrasi dengan lingkungan lokal berdasarkan Asian Green City index 2016 Tangerang Selatan sendiri meraih poin 52,5 di rentang rata-rata sampah masih menjadi masalah bagi Tangerang Selatan setelah berdiri secara otonom pada 2008 di Tangerang Selatan setidaknya 1000 ton timbulan sampah muncul setiap harinya dari luasan wilayah 164 km2 [Musik] melihat kondisi itu kami menyadari sebagian sampah yang tersebar di tempat pembuangan didominasi oleh plastik bahkan hampir semua aktivitas masyarakat Tangerang Selatan masih mengandalkan plastik ini dari produksinya sampai Penanganannya itu menghasilkan CO2 karena dia kan sebenarnya dari bahan fosil ya kalau kita lihat plastik itu kan sebenarnya dari minyak bumi juga proses produksinya juga menghasilkan CO2 tanah bisa menghasilkan juga kemudian belum lagi kalau dibakar Nah ini kan kemudian menjadi sangat pelit sekali di dalam penanganan sampah di kota-kota besar termasuk di Tangsel ini rata-rata kalau kita data lihat data sipsn itu sistem informasi pengelolaan sampah nasional yang buat oleh klhk itu itu kan tidak sampai 50% penanganan sampah seluruh Indonesia itu studi era menunjukkan kebiasaan membuang sampah masyarakat di Kota Tangerang Selatan Masih belum baik 55% masyarakat masih memiliki kebiasaan menimbun sampah kami melakukan pengamatan dengan mengunjungi beberapa TPS terdekat demi menunjang pembangunan sistem pengelolaan sampah Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan 2021 mencatat setidaknya terdapat 41 TPS 3R ditunjuk Kecamatan belum ada pemerintahan Tangsel Tangerangnya nggak nyampe ke sini dengan ke sini perjalanan kami belum usai untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan akhir sampah kami kembali lagi ke TPA cipucang di Serpong Oke teman-teman ini kedatangan kita yang ke empat kali dan kita masih belum mendapatkan Kita udah coba untuk kirim surat Kita udah coba untuk kirim email tapi ternyata masih kurang masih kurang cukup jadi kita masih belum bisa untuk dokumentasi tempat ini lokasi TPA cipucang cukup dekat dengan pemukiman warga sekitar terutama bagi masyarakat Kampung Nambo padahal standar TPA menurut Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga menyatakan bahwa pembangunan suatu TPA harus lebih dari 1 km dari pemukiman kami menemui warga lokal untuk berbincang mengenai kondisi TPA [Musik] banyak orang jalan aja masih susah zaman tahun 2005 adalah gimana [Musik] kalau anak anginnya ke kita ya ke sini ya Wow kecium gitu juga [Musik] masih kecil gitu kan pasti anginnya ke sana ya apalagi tanah lagi jadi buang sampah ya nggak ada sampah plastik itu zaman dulu mah Kok nggak ada zaman sekarang kan Semuanya serba pasti gitu jadi sampah itu dari plastik banyak beda dengan saya kecil dulu perlu keterlibatan partisipasi masyarakat untuk menekan angka timbunan sampah kondisi ini pernah dikaji oleh dokter tekuk Afrizal dalam projectnya dengan isu community development dalam pengolahan sampah Apa untungnya Keterlibatan Masyarakat jadi Apa pentingnya tentu dia meningkatkan keikutsertaan komunitas lokal eh komunitas lokal tadi itu dalam pengelolaan sampah tadi di tempat tinggalnya gitu ya yang kedua meningkatkan kemampuan masyarakat lokal untuk mereka melakukan hal itu misalnya ada ada badan ada organisasi nanti di situ ada ketua ada bendahara ada pengurus ada siapa yang memonitor siapa yang melakukan ini siapa yang mengutip uang sumbangan untuk untuk pengelolaan sampah Mereka belajar dari situ persoalannya Itu adalah masih kurang kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri tapi kurangnya kesadaran itu disebabkan karena ya tidak pengetahuan mereka sehingga konsepnya tidak bisa disentuh artinya jadi dia tidak merasa bahwa melakukan 3R itu penting gitu untuk untuk lingkungan dan untuk dia sendiri begitu untuk hal yang ini jangan hanya diserahkan ke pemerintah gitu bahwa sampah itu adalah tanggung jawab kita semua bukan cuma tanggung jawab pemerintah pada akhirnya kita harus bergantung pada diri sendiri untuk menaklukkan masalah sampah jika bukan kita siapa lagi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]