Kind: captions Language: id [Musik] saya Susi seorang praktisi prb pengurangan risiko bencana saat ini saya bekerja secara independen Project film dokumenter ini adalah hasil kerja bersama dengan para peneliti jurnalis dan praktisi bencana banyak kejadian-kejadian belakangan gempa yang memicu tsunami untuk kasus Mentawai setelah 2010 apa ancaman berikutnya untuk Mentawai Utara ke selatan Aceh Nias kemudian saya bilang loncat gitu ya ke Bengkulu itu melewati Siberut yang notabene kita bilang ini adalah satu wilayah yang sudah banyak melakukan energi sebelum 2004 malah yang sampai sekarang dia masih tidak keluar masih terkat gitu ya jadi dilewat 50 meter tempat istri jatuh atau tsunami sudah datang pas sempat saya membelakang itu saya lihat gelombang itu memang Tinggi lah pada sekitar 6 meter lah gelombang pertama itu sudah terbawa masih Ya berusaha tapi tidak menoleh pada saat menoleh itu gelombang sudah sudah dia loncat 2007 2010 pun si raksasa yang di bawah pulau Siberut dan sipora sekarang masih tersimpan itu masih kuat di situ jadi kalau kita petakan Kejadian gempa itu mengelilingi si tumornya mentawa itu tumor gempa di mentawa itu sampai sekarang jadi tekanan lem akibat penunyaman lempeng itu sekarang masih tersimpan di bawah pulau Siberut dan sipora terutama dan kita hitung itu kekuatannya bisa mencapai 8,8 skala Richter gelombang kedua semakin tinggi 12 meter kalau di sini gelombangnya kasus tsunami Mentawai 2010 Sangat menarik karena banyak pembelajaran yang kita bisa dapatkan Sebagian besar masyarakat pada saat itu tidak mengira bahwa guncangan gempa yang mereka rasakan dapat membangkitkan tsunami karena mereka merujuk dari materi pembelajaran Tsunami Aceh 2004 yang mereka dapatkan dari sosialisasi pada saat itu kami mendiskusikan dengan para ahli tentang ancaman tsunami di Mentawai para ahli mengatakan bahwa kan ada ancaman gempa yang lebih besar dari kejadian 2010 itu dikarenakan ada pertumbuhan lempeng atau subduksi atau yang sering didengar oleh masyarakat dengan istilah megatras energi itu tersimpan terkunci Selama ratusan tahun dan dikawatirkan jika energi itu lepas maka akan mampu membangkitkan energi yang sangat besar baik gempa maupun tsunaminya Kalau gempa dengan skala magnet 7 misalnya biasanya tidak lebih dari 1 menit Jadi kalau orang yang pakai YouTube besarnya itu kalau punya jam langsung dihitung aja Jadi kalau 1 menit Kok masih Ini kita ada masih kalau 2 menit dia masih belum berarti itu harus sudah langsung evakuasi karena itu berarti skalanya udah lebih dari 8 Jadi sebetulnya tanpa ada otot tsunami oleh sistem pun kalau masyarakat tahu karakter itu harusnya udah bisa melakukan evakuasi [Musik] perjalanan pertama kami mendatangi Desa Saidi di kecamatan Siberut Tengah [Musik] sebagian besar warga sudah menyiapkan Pondok pengungsian di atas bukit dan Di sana juga ada Alat penelitian GPS dan di Kepulauan Mentawai sudah ada tersebar 20 Stasiun GPS yang sebagian besar warga masih keliru memahami fungsi GPS alat ini tidak bisa mengeluarkan bunyi tidak mengeluarkan bunyi karena dia tidak punya speaker tidak punya speaker kemudian dia bukan sirine jadi alat ini adalah GPS kalau ini semuanya dibuka itu hanya alat elektronik yang biasa seperti kita punya mobil apa telepon yang punya GPS yang bisa menentukan Dimana posisi arah atau ada GPS tangan biasa hanya ini lebih kompleks pada saat terjadi gempa pun dia tidak mengetahui apakah terjadi gempa sekarang di dalam 5 menit tetapi ketika terjadi gempa dia akan mencatat atau mereka mendata atas proses pergerakan lempeng bumi ini alat ini tidak mempunyai hubungan dengan sirine yang dibangun oleh BNPB atau BPBD ditempatkan di satu posisinya ini alat untuk mengukur pergerakan lempeng sementara alat yang dipasang di sana yang memberi suara untuk melakukan inovasi punya fungsi yang berbeda dengan alat ini jadi alat ini hanya untuk melakukan penelitian [Musik] inisiatif warga Sibi yang kami temukan di sana ada sebagian warga yang telah menyiapkan Pondok pengungsian dengan memanfaatkan Pondok ladang yang berada di atas bukit sebagai antisipasi ancaman tsunami bahkan ada juga warga yang memutuskan untuk pindah dan menetap tinggal di atas bukit [Musik] [Tepuk tangan] nasi gula sengaja itu persiapan kan kita di sini kan rawan gempa Jadi kalau ada gempa kan sudah siap kita sudah siap tahun dibangunnya tahun 2007 jadi gempa kemarin bapak mau sih di sini ya kita kalau kita memang antisipasi kita dulu waktu Kejadian gempa Aceh itu 2004 ya dibangun ada berapa keluarga di sini pak yang cuman kita sekeluarga aja Berapa anggotanya Pak tiga orang kemudian ada juga tetangga kita yang masuk karena tidak ada tempat juga mereka bisa masuk di sini jadi gempa tanggal 2 Maret itu mengungsi di sini bahwa Berapa banyak orang yang tinggal di yang mengungsi di tempat bapaknya ada puluhan Nabila di luar juga yang tidur di luar Iya ada di atas ada juga ini tempat tidur kita di sini ini kelambu ada tikar di sini tempat tidur semua Berapa banyak liter bapak punya stok juga 3 liter Untuk berapa lama Pak Cukup dua minggu itu jadi kalau bapak ke pondok terus dipakai minyaknya itu untuk 3 minggu dan gula atau tidak disimpan di lemari buatnya menempel di dinding Pak tinggal ditempel di lantai antisipasi kita itu kalau terjadi gempa kan tidak jatuh dia Jadi kita menempel dia kalau bahan makanan yang ada ditaruh di mana Pak di sini Kalau agak banyak dan lain-lain ada di dalam ada alat masak bisa [Tepuk tangan] Berapa anggota keluarga yang tinggal di pondok ini kita ada dua keluarga dua keluarga sama orang tua orang tua kalau kita sendiri semangat keluarga kita kalau di sini waktu itu manusia Iya di sini kita waktu Indonesia jadi istilahnya yang sisa-sisa yang apa waktu kemarin Info tanggal 2 Maret itu di sini ada apa alat makan sama apa sama kelambu sama tikar untuk tempat tidur kita di sini di dalam tas ada juga untuk ganti pakaian untuk serat Kalau mungkin yang sudah basah-basah baju kita kan ada untuk kita pakaian ini ditinggal memang ditinggalkan gempa itu bermalam sini berapa berapa hari ya Kalau mungkin ya Ada sebagian kalau mungkinnya gempanya sudah apa sudah agak terlalu apalagi sebagian turun di bawah tapi kalau mungkinnya kita masih was-was tetap kita tinggal di tempat kita Kalau mungkin sudah ada istilahnya ada gempa misalnya kita datang mengungsi persiapan makanan kita sudah ada istilahnya dalam ubi dan pisang lah karena kan waktu gempa datang Kita kan nggak tahu Kapan itu datangnya ini nggak dikunci ya sudah siap rumah ini baru bisa dibuat Apa kuncinya Kalau mungkin seperti ini ya untuk sementara aja enak ya pemandangannya pemandangannya bagus lumayan ke laut ini udah rumah permanen Pak Udah tinggal di sini jadi karena ada pengalaman tsunami yang terjadi di Mentawai Bapak memutuskan untuk pindah jadi ladang ini juga Kebetulan juga kita punya Bu berapa bapak anggota keluarga yang akhirnya pindah kan jadi jauh Pak dengan sekolah kita lihat pengalaman yang akhir-akhir ini ada gempa dari masyarakat di bawah itu naik anak-anak menangis tengah malam jadi istilahnya kita sudah apalah Disini pas lagi tsunami di selaku tahun 2010 ini ndak bisa ini harus naik kita ke bukit-bukitnya ini ya buat penuh di sini memutuskan tinggal jual rumah di [Musik] India kami mendatangi salah seorang kepala suku di pedalaman sibor Selatan tepatnya di Dusun ugay Desa madubak Kami menemukan ada cerita masa lalu tentang gempa bumi yang masih dipelihara oleh kepala suku atau umma atau si kere dan bagi orang Mentawai gempa pada masa lalu adalah sebuah pertanda berkah yang disyukuri dan juga bisa menjadi pertanda buruk yang mungkin akan terjadi ketika mereka merasakan guncangan bumi mereka mengucap syukur dan berbicara kepada roh yang mereka percayai yang menjaga bumi untuk berguncang dengan pelan-pelan atau moilan dengan suara pelan mereka berkata dengan tenang dan juga tidak panik [Musik] Maja [Musik] masih dapat kita temukan di daerah pedalaman dan sebagian masyarakat di pesisir pantai mereka kenal cerita gempa sebagai pertanda berkah bukan yang perlu dikhawatirkan sebagai bencana seperti yang sekarang ini Tapi seiringnya waktu persepsi itu berubah ketika kejadian Tsunami Aceh 2004 terutama pada mereka yang berada di pesisir menganggap bahwa gempa bukan lagi sebagai pertanda berkah yang disyukuri tapi sebagai pertanda bencana yang dikhawatirkan ancaman serupa yang akan terjadi seperti Tsunami Aceh 2004 pengetahuan atau cerita masa lalu penting untuk dijaga dan dipelihara karena setiap proses kejadian alam seperti gempa dan tsunami adalah Proses pengulangan yang mungkin akan kembali terulang di masa yang akan datang seperti keberhasilan masyarakat pulau Simeulue yang menjaga tradisi lisan mereka secara turun-temurun tentang smoke yang telah banyak menyelamatkan mereka dari kejadian Tsunami Aceh 2004 lalu [Musik] dari pulau Siberut kami Menuju Pulau siphora tepatnya di desa bosua Kecamatan sipora Selatan salah satu daerah yang terdampak tsunami 2010 [Musik] kami mengamati beberapa kasus di relokasi hunian tetap pada tahun di sana ada yang memilih tinggal di Hutan Ada yang masih menetap di hunian sementara atau huntara yang dibangun oleh Njo karena di sana lebih dekat dengan sumber ekonomi dan terjamin sumber air bersihnya Lalu ada juga cerita sukses pembangunan untap yang lokasinya masyarakat Tentukan sendiri lalu mengusulkan kepada pemerintah dan itu berhasil [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] sebagian warga Dusun Bosowa yang sudah menyelesaikan pembangunan rumah menempati huntap walau dengan keterbatasan jauh dari sumber ekonomi dan kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka mengandalkan air hujan permasalahan ini juga serupa ditemukan di pemukiman huntap di daerah pagai Utara dan juga pagai Selatan waktu kita tinggal di sini memang cukup sulit di sini pertama kita tidak punya WC terus juga kita tidak punya air minum pokoknya dari pertama yang kita tinggal sini pertama wc dengan air penerangan itu kalau sumber airnya kalau air minum cuman air hujan terus kalau kita cari untuk mandi air hujan juga kita bikin bak dan kamar mandi cuma seperti itu ini masih lumayan ini kalau apa kuning sekali nggak bisa sedangkan kita pegang aja ini kan sama aja artinya kan kita tetap ada bencana di sini sebenarnya bencana itu kemarin hanya sekali ini tiap hari ini tiap hari ini bencananya [Musik] warga Dusun Gobi memilih tinggal di huntara karena jarak dengan sumber ekonomi laut masih dekat dan sumber air bersih terpenuhi walaupun fasilitas layanan publik seperti sekolah dan Puskesmas mereka harus tempuh lebih jauh karena berada di lokasi huntap banyak kami tidak mengira ada tsunami waktu itu banyak kami tidak sempat mengambil salah satu untuk menyelamatkan diri terus di bawah arus bersama rumah itu kan tersandar di batang kelapa kemudian saya panjat lagi kenapa itu Jadi Bapak ada di atas berarti melihat situasi di sini kan sudah habis di rumah semua itu sudah habis kosong pada malam itu merasa ragu nggak Pak saya sebenarnya sudah siap pada saat itu ketika pertama kali awalnya ketika ada gempa kita sudah merasakan ada sesuatu kan kita Sebelum kita mau tidur-tiduran kita sudah persiapkan senter itu tidak terlepas di tangan kita ada jadi tanda-tanda alam memberikan gejala yang tidak biasa dari situ bapak jadi kita sudah siap jadi kita bila nanti ada sesuatu kita langsung keluar supaya jangan tertimpa rumah kan langsung kita keluar Jadi itulah yang tidak selamat itu karena ada keraguan ya Jadi tidak tidak berposisi dalam akal yang sehat dia kan jadi dia tidak tahu apa yang dia lakukan karena mereka ragu ya mereka yang Begitulah kalau seandainya kita masih di dalam rumah pasti mungkin warga Dusun SAO seluruhnya menetap tinggal di huntap yang lokasinya adalah bekas Kampung Lama mereka sebelum mereka pindah mendekat dengan pantai paska tsunami 2010 warga menentukan dan mengusulkan lokasi untap yang mereka inginkan dan menolak lokasi yang diusulkan oleh pemerintah waktu 2010 ada ini Pak maaf pada korban gak bisa korbannya Orangnya ndak tapi korban harta di sini rumah-rumah ternak isi rumah terbuang saja terbenam di dalam rumah yang pemerintah [Musik] jadi saya tidak mau mengganggu lahan tapi ya saya bilang daripada nanti kami duduki lahan nasehat lahan Kami nanti digantikan untuk pemerintah saya ndak mau itu bisa kamu usulan lokasi dari warga sendiri bisa bisa makanya akan ada persetujuan persetujuan buku yang punya tanah seperti kami-kami ini juga yang punya tuhan termasuk Tuhan ya kami tuan tanah di sini biarpun gini-gininya kami tapi tanah luas uang nggak ada karena kita di Pulau ini tanah kawung dan dihibahkan atau memang berakhirnya banyak di sini sumber airnya Bu pokoknya titik-titik sumber airnya Banyak di sini apa sungai kecil ada juga Sungai besarnya kecil 3 bulan kemarau itu sayurnya ada sungai besar di sana sampai di marau panjang itu nah Berarti dari ayam ini dari sungai [Musik] ini ya yang bagus nih ini memang airnya di sini bersih dekat lagi [Musik] sungai yang dibutuhkannya [Musik] kebutuhan dengan air bersih [Musik] [Tepuk tangan] Setelah dari sipora selatan kami melanjut ke pulau pagai yaitu pagai Utara dan Selatan melalui si kakap Kami lebih dulu ke page Selatan tepatnya di Dusun puroro kami mendatangi untap dan juga Kampung Lama Sebagian besar masyarakat di sana masih menggantung sumber ekonominya yang berada di kampung lama namun dalam seminggu hanya di hari Sabtu dan Minggu mereka berada di untap untuk beribadah hari lainnya mereka berada di kampung lama untuk mencari ikan lobster kepiting anggau mengolah kopra dan juga mengurus peternakan untuk dijual [Musik] ini ada berapa kamar Pak tiga Oh tiga kamar [Musik] 6 kali 6 Berapa kamar 2 kedua kamar dan kamar mandi nggak kamar mandi lain kamar mandi di sini ini kami tambah dengan pribadi termasuk 2 kamar ini ruangannya sebenarnya itu bapak tambah [Musik] di Dusun pororogat Desa malakopak jarak antara huntab dengan Kampung Lama hampir 20 KM dengan jalan memutar ke Kampung Lama melewati perbukitan jalan yang licin dan berlumpur di sana masyarakat membangun kembali rumah dengan pondok-pondok untuk mereka tinggal selama di Kampung Lama putar kira-kira 20 kilo karena ke desa Yang Lain satu jam kalau udah kondisi jalan seperti ini itu jalannya bukan tanah lagi karena udah jarang Kampung Lama lebih aman kita putar ke bulasat atau kita jalan dari Bogor [Musik] sebenarnya yang ditunjuk oleh Pak Dusun itu di sini Sebenarnya lokasi semua lokasi yang diinginkan oleh masyarakat kami juga mencoba menelusuri perjalanan dari huntap ke Kampung Lama warga lokal berjalan selama 2 jam tapi kami beserta tim kemarin berjalan hingga lebih dari 4 jam [Musik] [Tertawa] hasilnya berapa pak apanya perbulan berapa gitu ini belum bisa kita pastikan kadang ada kadang enggak tergantung itu tergantung rezeki kita misalnya kadang satwarida dapat dia Jadi ndak bisa kita pastikan berapa hasilnya dalam satu bulan [Tepuk tangan] [Musik] Jadi Sabtu Minggu naik ke atas berarti dari Senin sampai Jumat kita akan punya ayam Di sini memelihara ayam untuk dijual dijual ke mana Pak jual ayam lobster juga kan lobster bawa kopra ya di bawah kalau banyak orang lebih dari satu ton banyak ya lobsternya berapa kilo 10 kilo banyak juga kalau di atas pintu apapun tetap kita beli semuanya yang kita beli uang yang kita cari selama kita di sini sampai di atas sana [Tertawa] kalau kita lihat di bekas-bekas ini Pak sebenarnya di sekitar sini waktu itu ada berapa rumah dan berdekatan nggak Pak rumahnya kalau kita lihat ke sana soalnya kita akan menemukan puing-puing sisa dari tsunami 2010 pak ya pak 12 kali 16 bapak bisa menjelaskan kejadian Pak pas waktu itu terjadi bapak sedang ada di mana dan keluarga dan kondisi yang ada di kampung ini seperti apa Pak cuma bisa-bisa tapi kalau misalnya kita perpanjang Kan ceritanya seperti yang dulu mungkin akan teringat terbayang nggak senang kita goncangan sedikit jadi lampu genset Saya matikan dengan tv Jadi kami sekeluarga langsung keluar dulu keluar dari rumah pada saat cuma kami berdua aja dengan keluarga anak dua orang yang tidur pada saat Setelah goncangan itu kami keluar seperempat jam kemudian Jadi terdengar suara ombak jadi anak kami yang di tempat tidur waktu itu setelah saya suruh pemuda untuk melihat Bagaimana keadaan laut sebentar hendak menyampai ke tepi laut datang lagi pemuda itu Ayo kita lari kami lari semua itu aja pak terima kasih tapi kalau kita bisa bayangkan kalau misalnya ini bisa terlempar sampai ke sini ya Cukup kuat berarti dan ya mungkin Karena posisinya juga dalam bentuknya tetap di ini ya di apa namanya 2010 setelah tsunami itu pinggiran pantai ini makin masuk ke darat apa makin jauh Ada perubahan nggak Pak masuk ke darat makin masuk ke darat Pak ya kira-kira sebelumnya sejauh mana Pak pantainya Pak sampai di Batu ini di Batu cerita Bapak tadi bahwa apa pantainya itu sekarang jadi semakin dekat ke sini pak ya ini saya sedikit ceritakan Pak mungkin bermanfaat juga buat kita ketahui Kenapa Sungai apa air pantainya itu sekarang malah makin maju gitu kalau kita lihat kalau dia maju berarti kan kemungkinannya Pulau ini turun Pak ya kalau dia turun maka air lautnya kan jadi masuk ke dalam Nah kalau kita lihat Pak ini kita anggap pulau Sumatera nah ini ada pulau-pulau kan di sini ya dari Simeulue nanti ada niat ciberut terus sampai nggak noh di sini yang di sini nih pak bagian sini nih dia bergerak ke arah utara seperti ini namanya di daerah sini sekitar 6 cm per tahun yang ini ini karena dia mendorong ke sini dia masuk ke bawah sini pak ini jadi dia masuk seperti ini kalau kita lihat kalau ini masuk ke dalam ini otomatis kan bagian sininya jadi mengalami bentuk yang tidak beraturan jadi ada yang bagian pengangkatan ada yang bagian yang turun nah ini juga salah satu yang menyebabkan kita bisa melihat pulau itu sampai ke arah utara sini nih Ada sebenarnya kalau kita lihat di laut ada yang sudah sampai naik ke atas laut menjadi Pulau ada yang masih di bawah tapi kita lihat memang lautnya jadi dangkal jadi ini yang terjadi di sini pak sekarang itu kenapa para ahli mengatakan hati-hati sama Mentawai megatra gitu karena ini nih sekarang dia masuk tapi dia tertahan ini dia tetap mendorong tapi nggak bisa bergerak Nah itulah yang menyebabkan karena dia tidak bisa menggerak itu ada bagian yang yang kalau didorong itu kan dia jadi ikut turun ada bagian yang terangkat ada yang ikut turun seperti itu Jadi selama gempanya belum terjadi energinya masih tersimpan di sini pulaunya Itu turun turun turun nanti kalau gempa besarnya gempanya sudah terjadi maka nanti ada terjadi proses pengangkatan lagi jadi kita kemarin lihat dari gempa 2010 gempa yang sebelumnya 2007 misalnya itu ada proses yang kita bisa lihat kalau yang paling mudah buat gempa 2004 itu ada kondisi yang turun nanti keangkat kondisi sekarang daerah Mentawai itu seluruhnya Mengalami penurunan Pulau Sumatera itu mengalami sedikit pengangkatan di bagian sini itu kita bisa tahu karena ada alat yang kita pasang di seluruh Mentawai jumlahnya cukup banyak seperti itu Kenapa kita bisa melihat eee Kenapa pinggir pantai itu sekarang makin masuk ke darat tapi ada dulu kami dengar cerita Pak ada nggak benar nak cerita itu bawa minta ini akan tenggelam itu penjelasannya Pak sebenarnya jadi kalau di Jepang pun ada penjelasan syukur ada gempanya terjadi tapi di Jepang ya karena kalau misalnya tidak terjadi gempa Jepangnya bisa hilang gitu karena memang selama belum terjadi gempa itu memang Pulau Jepang itu sama atau Pak turun terus makanya dikatakan tenggelam tapi pada saat akhirnya terjadi gempa dia lepaskan tapi turun terus di data kita di daerah sini itu ada yang namanya tempat yang di wilayah kita ini yang nggak gempa-gempa jadi ada bagian yang gak gempa-gempa tapi ini dia terus itu beratus-ratus tahun itu dia kita lihat tuh data kita nggak ada lho gempa di situ Itu yang istilahnya itu kondisi terkunci jadi dia menekan tapi nggak pernah lepas gitu nanti kalau ini ditekan terus kan lepasnya lebih parah itulah yang kita takutkan terjadinya gempa besar di Mentawai potensi ancaman gempa di Mentawai kekuatannya hampir sama dengan kekuatan gempa di Aceh diperkirakan kekuatannya hingga 8,8 magnitude dengan guncangan yang akan dirasakan kuat namun waspadai juga dengan guncangan yang lemah seperti 2010 yang mungkin akan terjadi mengulang sayangnya 2010 pada saat gempa itu sedikit aja goyangannya sehingga nggak nggak dirasa merasa takut kami gitu menceritakan juga bahwa gempa pernah ada yang merusak pernah ada yang meninggal pada masa lalunya kalau orang mentawa ini kan lebih suka tinggalnya di pantai Sudah itu di sepanjang Sungai sepanjang sungai itu kalau nenek-nenek moyang kami diminta Woi tidak tidak pernah Jadi Bapak belum punya pengalaman kerja di tahun 2010 di pengalaman melihat orang yang meninggal secara massal pun kami tahunya di 2010 karena bencana tsunami kalau diungkap kita dari sini hari Sabtu naik sore hari Minggu kebaktian gereja hari Seninnya turun lagi ke sini kita faktur kehidupannya di sini semuanya ada di sini mencarikan bisa kalau di sana ikan nggak ada serba beli semua Bu susah anak-anak yang mau sekolah juga Ah itu kendalanya anak-anak juga tinggal di sini di sekolah-sekolah di gereja ada di sini ada Bu berarti anak-anak tinggal sendiri di rumah yang satu lagi kakaknya kelas 2 SMA akses arus pemerintah harus membikin jalan sampai ke bawah karena kehidupan kami di sini Jadi kalau kami bawa kereta bisa semuanya akses ekonomi kami bisa dapat bisa senang kami kami ambil kopra dikasih uang di sini baru kami bawa di atas lalu kami beli apa saja abis itu balik lagi di sini Itulah kehidupan kami setiap hari percuma pemerintah membawa kami di atas tapi kesengsaraan yang kami hadapi sekarang ini lebih senang kami di sini ini aja Pak Apa itu lele bumbu Pak gunung tempat lokasi persiapan untuk ketika ada ombak besar sih kalau tsunami kan belum belum dikenal itu namanya tsunami tapi dulu dikatakan bahasanya bubu artinya ombak besar kalau sama kami orang Mentawai jadi Gunung itu tempat yang jadi persiapan ketika di lokasi atau kami tinggal Nanti kalau datang ombak besar itu namanya [Musik] itu tidak datang di rumah mungkin tidak akan tidak akan ada lihat-lihat buku itu kurasa orang bule itu datang bilang apa pak Bilangnya sih gini apa khas menurut hasil penelitian kami apa di mentawa ini akan terjadi ombak besar jadi kalau dapat lebih jauh dari bibir pantai jadi sehingga masyarakat-masyarakat yang ada di Asahan itu mungkin melakukan rapat atau bagaimana kan untuk mencari tempat yang lebih tinggi Jadi mereka tetapkanlah tempat yang lebih tinggi itu dirubah tetapi akan dirubah namanya menjadi [Musik] [Tepuk tangan] kalau daging Pak sembunyi di Indonesia kalau ada gempa indah di kaca kalau ada gempa lari [Musik] sekarang kita kan suruh anak-anak bikin cerita karena muncul di cerita itu adalah [Tepuk tangan] ya menceritakan peristiwa yang ini saya juga sebagai yang mengalami keringat terbawa gitu [Musik] makanya saya kadang-kadang mengajar juga ada gangguan selama 3 tahun lah saya alami waktu itu 2014 masih masih mengajar anak-anak untuk memberikan semacam pemulihan sementara Bapak juga punya pengalaman [Musik] itu dulu kita cerita Bagaimana kehidupan saya sebagai yang mengalami mengajar juga kadang-kadang tidak mau singgung masalah bencana karena memang kita mengalami lagi punya terlepas sekarang ada ini saya selamatkan juga anak ini itu karena waktu kejadian itu kan sibuk kita mencari keluarga masih mencari si kecil ya ketemu ini sudah nyawanya sudah sudah hampir sudah tertolong karena sudah terhimpit kayu ya saya bongkar kayunya saya selamatkan malam itu ada berapa juga yang saya tangkap terseret kita tangkap Ya terserah air harus apa air itu yang kadang untuk menghilangkan itu salah satunya karena kita tidak usah cerita karena saya suruh tugas untuk buat satu cerita sekarang keluarganya Iya jadi saya juga ikut ini makanya saya Berikan pemahaman yang menjadi kenangan itu hari ini siapapun orang tua kita yang kita dapat hari nggak ada yang ibu tirinya ada ya jadi kadang-kadang beda dengan dibedakanlah orang tuanya yang sudah ini ya makanya kegiatan di sekolah karena kegiatan pertanian supaya tidak [Musik] terlalu banyak merenung gempa dan tsunami ini kan berawal dari 2004 setelah kejadian Aceh nah kejadian Aceh itu saya melihat begitu banyak mata tertuju ke sana perhatian tertuju ke sana sehingga semua ilmuwan peneliti dan juga media melakukan suatu kajian sehingga rajin itu menyimpulkan bahwasanya gempa potensi tsunami kekuatan gempa di atas 6 tandanya adalah orang dewasa tidak bisa berdiri ke goyangannya sekitar 50 detik sampai 1 menit setelah itu Air Laut surut setengah jam Setelah air surut gelombang tsunami sudah sampai di bibir pantai nah sebenarnya di sini dia juga gimana ya sebagai pelaku kebencanaan di Mentawai saya dan teman-teman menerima informasi itu dari luar sehingga informasi itu kami sampaikan ke masyarakat ke masyarakat mental bahasanya gempa penuh tsunami seperti ini nama masyarakat menyikapi itu dan menerima informasi yang kami berikan salah satunya saya tapi tahun 2010 itu tidak ditemukan apa yang dikatakan oleh informasi dari luar tadi di Mentawai tidak kuat gempanya 2010 air laut tidak surut 5 menit setelah gempa berhenti gelombang tsunami sudah sampai di bibir pantai ini yang membuat saya merasa Siapa yang disalahkan tapi sebagai seorang pelaku bencana alam saya merasa saya sebagai buku bencanaan salah Dan juga seorang sebagai orang Mentawai memberikan informasi yang salah ke orang kampung saya ini membuat saya sampai sekarang merasa Di mana letak salahnya nah harapannya adalah jangan Samakan suatu daerah dengan daerah lain untuk penyampaian informasinya nah Ketika saya turun ke lapangan Gym Kamu yang kamu bilang kemarin nggak sama kok diminta 2010 kamu pembohong ya sehingga saya tidak merasa nyaman tapi informasi itu yang saya terima dari luar dan ini bukan lembaga odol-odol yang menyampaikan kayak lembaga penelitian resmi lah itu yang terjadi apa yang salah dan apa yang keliru dengan pengetahuan yang dari luar masuk ke Mentawai ya ketika informasi yang dari oke daerah-daerah satu daerah boleh sukses dia melakukan informasi itu Tapi kan di mentawa beda makanya sebelum masuk apa melakukan sesuatu dengan kaji dulu gimana sih Kondisi Mentawai Apa yang dilakukan di Mentawai ini jangan udah dibungkus rapi dibawa ke Mentawai tapi nggak sesuai dengan konteksnya Mentawai [Musik] kami bersyukur Ya Tuhan untuk hari ini Tuhan menolong menyertai perjalanan kehidupan kami walaupun mengingatkan kami kembali tetapi ini menjadi hal yang penting untuk masa depan kami secara khusus korban bencana tsunami 2010 Terima kasih Tuhan peristiwa ini membuat hamba dan juga keluarga terpisah dengan anak yang kami cintai [Musik]