Transcript
GIftWqU1Ric • MAMAPOLITAN: Kisah Perempuan Papua di Jakarta
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0147_GIftWqU1Ric.txt
Kind: captions Language: id pai Hai Jeju orange jangan masuk saya dagang saya Waduh ratakan suaminya sehingga bisa pizarro hai hai wuih lalu nabi harus terima selangit Hei himbauan apa Ok Google ya udah Kai hai hai Mbok e yo yo Yayat gini Hehehe enggak ya Hai nama saya Helena kobogau Hai saya lahir di kampung bugalaga Kabupaten Intan Jaya di sela hir dari dua suku yang berbeda Bapak saya suku olani dan mampu saya suku moni Hai Mama saya perempuan Moni yang juga adalah pemilik hak ulayat air garam di kantornya mereka sering mengucapkan sumpah utile atau motif Amina yang artinya adalah nenek moyang mereka sumber pemberi hidup bagi mereka hai hai di kampung Saya memiliki udara yang sejuk dan sangat dingin di masa kecil saya bersama-sama dengan teman-teman saya bercanda bermain ke kali mendaki gunung dan saya benar-benar Menikmati keindahan alam dan meyakini bahwa alam itu adalah sumber pemberi hidup bagi saya Hai Bu Sule tambah isi ya ya hai hai Hai Rp50.000 sudah persiapan [Musik] hai hai Hai tampilannya ya udah the lebih dari mana bener-bener Jogjakarta tidak lagi kuliah skripsi Oh oh pengalaman yang paling saya ingat itu ketika saya datang dari Papua tahun 2014 pertama saya datang Saya ikut aksi diam Kalau di Jakarta sering disebut angkot kalau di toko taksi saat saya naik Hai angkat dari Cawang menuju ke di Kampung Melayu Jatinegara habis itu ada pengalaman yang saya masih ingat sampai sekarang Ketika saya naik saya dilihat ini orang Papua Hai kulitnya hitam rambutnya keriting Nda ekspresi-ekspresi yang dibuat seakan-akan mereka mengikut judul dari menyangka saya juga enggan MP3 namun saat itu saya tidak menanggapi akan hal itu tetapi Bagaimana saya harus peristiwa jasa yaitu tidak lebih dari menampar memancarkan bahwa saya sedang marah tapi saya seolah anggap itu biasakan [Musik] Hai siapa detil omong-omong lemaknya mana ya ini banyak tajwid ini tentu skill ini aja baru cuma Hai seorang ini berapaan ini dulu ini dulu ntar dulu ya berapa Rp3.000 udah langsung ngetik nya kapan nih udah kuning-kuning Rp25.000 parkour keren 2 [Musik] pengalaman yang saya masih inget sampai saat ini yaitu kondisi mamino pasar saat itu mau pasar ini berjuang untuk Bagaimana hasil kebun mereka harus dibeli oleh pihak perusahaan namun saat itu Oh ya perusahaan PT Freeport tidak mengindahkan lagi harta tidak membeli hasil kebun Dari mamanya Papua tersebut Namun pihak perusahaan membeli bahan pangan itu dari luar daerah Papua yakni Makassar dan pulau Jawa akhirnya terjadilah perjuangan melawan ketidakadilan yang diberikan oleh pihak perusahaan kepadamu hamba Papua saat itu dimana sosok seorang mama-mama Yusuf kalomang dan kawan-kawannya seperjuang mempertahankan hak-hak mereka hal-hal tersebut yang membuat saya selalu mengingatnya dan menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang melawan ketidakadilan yang terjadi bagi kami bangsa Papua [Musik] Hai banget Oleh karena itu pemerintah negara Indonesia tidak tahu tidak tahu meninggalkan kita sudah memberikan izin kepada kita tidak sama dengan hak kepada kita karena bakalan salon pelanggan Setia Bank Dunia Bank Indonesia hutan-hutan kawan-kawan bro-bro kawan-kawan harus belajar pajak memang kaya akan sumber daya alam negara-negara yang ada di atas negeri kita hanya untuk kepuasan kami hanya menuntut hak kami hanya menuntut hak kami hanya menuntut hak I make Brother tanah sendiri hidup huhuhu hehehe naqlul yang telah periode mereka hadir bersama-sama dengan kita ada tempat ini kawan-kawan sangat bagus kawan-kawan hal-hal beranak leluhur bangsa mendukung setiap generasi-generasi yang berbicara terpanas generasi yang berbicara berbicara aduh ddu-du ddu-du Hai menyentuh setiap kali melihat itu orang lain memakainya ataupun orang lain memakainya hanya cuma karena demi kepentingan-kepentingan tertentu nah disitu iansyah rasakan langsung itu seolah-olah mereka sudah merampas hak-hak atas budaya apapun sendiri budaya kami itu seperti Tifa dalam waktu tipe itu digunakan dalam acara-acara yang sakral bukan hanya dimainkan di sembarang tempat atau dicuri pukul disembarang tempat orang Papua sendiri ketika berbusana Papua itu kami tidak bebas untuk menggunakan atribut kami Hai semuanya dilarang seperti yang pernah kejadian di C pura Mama pasar Tuh kan mereka jual noken yang jadi tokyo-to bermotif bintang kejora namun Oke noted itu di dirampas saya berbusana Papua karena Iya saya punya identitas itu sendiri gitu saya saya identitasnya orang Papua yang kulitnya hitam rambutnya keriting dan beda dari yang lain biarpun saya di belahan dunia manapun saya tetap Papua anak Hai buku ini memang padat mu ku Memi maruusha melihatnya lindungi hanya nak nyari clear hati Walaupun lagi Sungai kau menyebrang membebaskan Hey I love you mengenalmu sahabat-sahabat Hei sang ibunda hilang Hai sayangku Hey dirimu aku bahagia Hey Yo kowe tunaikan tugas gila kisah yang Wu wei gede Hei mu mu engkau daging kutunggu How menyatakan took me basecamp lalu nah busana bau-bau haji wunga kau menjeda ketuk dewasa Newbie Hilal mu untuk ku sampaikan kan aku bahagia tandem aku sangat Oh bye bye [Musik]