Transcript
rdcIsMVx4tw • MINORITAS URBAN: Meraba Jalanan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0104_rdcIsMVx4tw.txt
Kind: captions Language: id ...Seperti ini, di invasi sama mobil parkir. Ini salah satu contoh trotoar yang ideal. - musik - Nama saya Kusman, kegiatan jualan kerupuk. Kalau ada orang, tidak jadi-jadi... Saya berjualan dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Kadang-kadang tergantung mood. Rute dari Pamulang, Ciputat, dan sekitarnya. - Itu apa Oma? - Ini baju mau dibawa ke sana. - Hasil jahitan Oma? Biar saya yang bawa. - Iya. - Terima kasih. - Iya. Kita langsung berangkat ke... Nama saya Esther Kartinah, kelahiran Klaten, 20 maret 1950. Profesi saya sebagai guru dan sekarang pensiunan... ...kegiatan setelah pensiun, saya aktif di gereja untuk melayani Tuhan. Tunggu di sini. Kurang lebih 50 tahun menggunakan kendaraan umum. Dahulu, saya menggunakan transportasi Metromini, angkutan kota, Mikrolet. Sekarang, semenjak ada TransJakarta, saya selalu menggunakan TransJakarta. ...persiapan halte Walikota, transit Kampung Melayu, Jatinegara, Rawmangun, rusun. Kalau informasi di halte, pemaparannya sudah cukup jelas. Kalau kurang jelas, misalnya bingung, bisa tanya ke petugas karena selalu ada petugas yang siap di situ. Kalau kendaraan umum TransJakarta ... ...sudah disediakan kursi prioritas. Terkadang sudah diduduki. Saat kita naik, tidak dapat tempat duduk. Ada yang merasa cuek, pura-pura baca, main HP, pura-pura tidur. Penumpang prioritas gunakan kursi prioritas. Tak mau beranjak dari kursi prioritas, wanita ini jadi buruan netizen. masih banyak pengguna transportasi publik tak paham aturan. Ya rata-rata macet dan susah lewat karena banyak motor atau mobil. Ada juga yang lalu-lalang di trotoar. Jalanan milik mereka, milik pemotor dan pemobil. Yang jalan kaki, nanti dulu. Krupuk, krupuk, krupuk... Ini jalanan, jalanan rata. Jalanan tidak pernah selesai, ada saja pembenahan. Sudah selelasi, digali lagi, ditutup lagi. Begitu seterusnya. Tidak hanya saya yang terganggu,... ...pemotor, pengendara, juga terganggu karena jadi macet. Kalau pengalaman jatuh, itu wajar sebagai seorang tuna netra. Karena terkadang jalannya berlubang, mungkin itu untuk jalurnya air. Tapi karena tidak melihat... ...sering masuk ke lubang atau tongkatnya yang terperosok, akhirnya jatuh juga. Di kota lain tersedia jalur khusus Tunanetra. Namun... Viral, jalur khusus tunanetra berbentuk zigzag di trotoar Solo. Miris, PKL di Tanah Abang jualan di guiding block, halangi jalur damkar. Ratusan guiding block di pedestrian jalan Suroto, Yogyakarta, hilang. Guiding block untuk tunanetra di Cilegon, banyak nabrak tiang. - ...kasih tahu jalan, ada lubang atau lainnya? - Ada, tergantung orangnya. - Ada yang bantuin, tapi malah bikin kagok. - Maksudnya? Kalau tangan saya dipegang, "Pak, lewat sebelah sini Pak" saya jadi tidak tahu jalan, karena dikendalikan dia. Kita tidak boleh tergantung sama orang lain. Harus percaya diri. Atas keputusan sendiri (mandiri). Tahun 2013, Singapura menerapkan Building and Contruction Authority (BCA) Code jaminan aksesbilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas terhadap seluruh jenis bangunan dan fasilitas pendukung. ...ini sangat membantu mengurangi bawaan. - Ini uangnya. - Ini uangnya lebih? Tidak, pas. Terima kasih. Mudah-mudahan lancar rejekinya, terima kasih atas bantuannya. - Bapak ngecek apa? - Ngecek duitnya, Bang. Abang bisa perhatikan, kalau uang 2 ribu rupiah yang baru ada tandanya. - Beda-beda? - Iya, beda-beda. Kalau yang seperti ini kan tidak ada tandanya, caranya diukur, tanya orang atau cek di aplikasi pembaca uang. - Bapak punya aplikasinya? - Ada. - Bisa di cek? - Bisa. - Coba ditunjukkan. - Nanti mau dimasukkan ke Youtube? hehe... - Saya ingin tahu, itu berapa nominalnya. - Tapi... ...saya ingin membeli aplikasi yang berbayar. Saya hanya sanggup membayar yang bulanan. Karena untuk membeli yang tahunan atau yang seumur hidup, saya belum ada uangnya. Kalau abang cari, nanti tahu berapa harganya, syukur kalau ada yang menyumbang untuk saya. Begini ya, lihat. Tuh, 10 ribu rupiah. Sebenarnya kalau trotoar, bagusnya itu di atas. Tapi karena saya butuh pembatas jalan, kalau saya terlalu ke pinggir nanti saya jatuh ke samping. Memang ada pagarnya, tapi tidak semuanya ada. Oleh karena itu saya memilih jalan di bawah. Lagi pula saya barang bawaan saya berat. Bapak tidak takut kalau kesenggol motor/mobil? Ya itu kan risiko pekerjaan. Kalau kata orang Melayu, "kaalau takut ombak, jangan berumah di tepi pantai". Kalau menurut saya, halte yang tangganya agak jauh seperti di Walikota atau Matraman, itu kan agak jauh. Itu mungkin bisa ditambah lift untuk lansia seperti di stasiun kereta yang di Klender baru atau Klender. Krupuk, krupuk, krupuk... Harapan saya, ya itu saja... ...guiding block diperbanyak, pembatas jalan diperbanyak, petunjuk arahnya. Misalnya trotoarnya dibetulkan. Yang lewat juga tertib, itu saja. ...harga tiket berlaku untuk berapa kali? Harga ini berapa untuk berapa kali, begitu. Tapi ini tidak ada, jadi tidak akses untuk tunarungu.