Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau untuk bidang miring itu harus standar. Kalau untuk pengguna kursi roda, kalau jalannya terjal & tidak ada yang bantu dorong, bisa terbalik. Bapak, bantu angkat pantat saya ya Pak. Bagaimana kondisi fasilitas umum bagi pejalan kaki? Tidak layak. Banyak lubang & terkadang sempit. Mungkin karena perawatannya kurang, jadi ada yang rusak. Kalau sekarang lebih bagus dibanding dahulu. Trotoar yang belum terkoneksi dengan baik. Fasilitasnya sudah lebih baik, tapi banyak yang harus dibenahi. Masih belum ramah dengan pejalan kaki. Suka ada motor yang naik ke trotoar. ...pinggir jalan raya itu sangat ramai. Kita akan ke stasiun Citayam, kita akan naik KRL dengan tujuan stasiun Sudirman. Saya Ahmad Syafruddin, di Koalisi Pejalan Kaki sebagai pendiri. Fasilitas untuk pejalan kaki sangat minim. Ini sedikit bertentangan. Di satu sisi mengajak meninggalkan kendaraan bermotor dengan berjalan kaki, bersepeda atau naik angkutan umum masal, tetapi di sisi lain pemda DKI Jakarta tidak mengembangkan infrastruktur yang menunjang sehingga tahun 2011 kita gaungkan kembali, mengajak masyarakat untuk berjalan kaki dengan mendirikan Koalisi Pejalan Kaki. - Halo, apa kabar? - Baik. - Ini mau berangkat kerja? - Iya, mau berangkat kerja. - Naik apa? - Naik busway (transjakarta) dan berjalan kaki. Jalan saja ke sana... - Sebentar, saya ambil masker. Kamu mau masker? - Saya bawa. Nama saya Elisa Sutanudjaja, saya pendiri dan bekerja di Rujak (centre for urban studies). Jadi apa saja barang-barang yang dibawa untuk pejalan kaki? Saya biasanya selalu bawa masker, sapu tangan, tisu basah, botol minum. Sekitar bulan April 2016, saya biasanya naik mobil ke kantor, dan saya menghabiskan waktu 1,5 jam untuk berangkat ke kantor untuk pulangnya 1,5 jam, terkadang lebih. Saya merasa capek sekali setelah sampai rumah, stres. Lalu pada suatu pagi saya bangun tidur dan berkeinginan naik busway. Semenjak itu, April 2016 saya selalu naik angkutan umum. Karena naik angkutan umum, saya harus berjalan kaki karena di depan kantor tidak ada halte. Jadi saya terbiasa berjalan kaki. Saya tidak biasa jalan di trotoar, saya memilih di bawah karena trotoarnya naik turun. Ada mobil masuk, harus turun trotoar lalu naik lagi. Seperti jalan di depan rumah saya, menurut saya tidak wajib ada trotoar. Seperti saat ini, saya tidak berjalan di trotoar karena trotoarnya dipakai untuk berjualan. Tapi yang penting... sebenarnya ada konsep berbagi. Tapi untuk di Jakarta sedikit susah diterapkan, karena yang naik kendaraan bermotor tidak memikirkan yang pejalan kaki. Jadi itu yang agak sulit diterapkan. Tapi kalau nanti dibangun trotoar sekalipun... ...di jalan depan rumah saya, saya curiga nanti dimanfaatkan untuk parkir mobil. ...ini seharusnya selalu ada. Ini selalu ada busway. Lihat antriannya sepanjang itu. Ini haru sial untuk Transjakarta karena terekam bahwa performa mereka tidak selalu bagus. Ini salah satu performa yang jelek tidak ada bis. - Kamu mau pakai kartu saya? - Boleh. ...pembatasan kendaraan pribadi, motor dan mobil. Turunannya bisa juga mentertibkan Gojek & Grab, mereka harus ada shelter pemberhentian, sehingga tidak sembarangan. Ini coba jalan-jalan lewat trotoar. Jalannya miring, tidak rata. Ini susah kalau membawa bayi... ...sering nyangkut. Sangat merepotkan, harus mengangkat strollernya. Sedikit repot, karena jalannya miring lalu banyak pohon, tiang listrik. Seperti ini. Kita harus berhati-hati kalau tidak bannya nyangkut. Stop, tunggu dahulu... ...oke, sekarang mundur. Terus, terus. Apa sih, Mas? Mas kan sudah tahu kalau ini trotoar. Wajar dong kalau anak saya lari-lari karena ini bukan jalan raya. Kalau berani mari ke kantor polisi, Mas. Tidak bisa mundur, Om? Ini zebra cross. Ini agak anomali, keanehan juga. Seharusnya di sini ada zebra cross. Di sana dibuat zebra cross lagi juga boleh. Tapi yang utama kan sebenarnya di sini. Karena semua orang setelah keluar stasiun akan mengakses kemanapun, dengan jarak yang terdekat. Ini salah satu contoh trotoar yang ideal, cukup lebar. - 90. - 6 meter 90 cm? Ini ideal. Jadi lalu lintas pejalan kaki relatif lebar tidak terganggu. Karena sekali lagi, kawasan-kawasan strategis seperti stasiun, terminal, halte bis... ...itu biasanya sekali orang keluar, bisa ratusan orang bahkan ribuan. Trotoar adalah fungsinya untuk lalu lintas pejalan kaki. Kita punya undang-undang lalu lintas, UU No. 38 Tahun 2004. Kemudian diperjelas lagi ada PP No.34 Tahun 2006. Kemudian ada UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan raya. Jadi di berbagai peraturan undang-undang tadi menyatakan bahwa... ...namanya trotoar itu adalah bagian dari jalan raya dan tidak boleh di okupasi untuk kepentingan apapun selain lalu lintas pejalan kaki. Siapapun yang melanggar fungsi jalan, termasuk fungsi trotoar, maka itu adalah tindakan pidana dan bisa dikenakan denda hingga 1,5 miliar rupiah. Panjang trotoar VS jalan raya. Trotoar 500 km, jalan raya 7.000 km. Mengenai PKL, seharusnya dinas KUKM yang segera mencarikan lokasi untuk berjualan yang tanpa harus menyerobot fungsi trotoar. Ini satu contoh bahwa masih parkir di trotoar dan seharusnya ini memang tidak boleh. Kenapa tidak boleh? Ya karena ini bentuk pelanggaran undang-undang seperti yang saya sebutkan di awal. Ini ada contoh yang bagus, tempat untuk berjualan para PKL. Jadi ada semacam penempatan di lokasi-lokasi tertentu yang memang membutuhkan tempat khusus. Sehingga dengan seperti ini, fungsi trotoar tidak terganggu. Ini tangganya relatif ideal. Kalau kita ukur... ...ini kan 30 derajat kemiringannya. Jadi ini cukup ideal. Idealnya itu antara 22,5 sampai 30 derajat. Lebih dari 30 derajat itu akan memberatkan terutama untuk... ...untuk lanjut usia ataupun untuk anak-anak, agak menyusahkan kalau terlalu tajam, misalnya 45 derajat. Terkadang ada yang terlalu tinggi, dibuatnya 30 cm. Kalau ini tingginya 15 cm. Di bawah 15 cm juga tidak bagus, akan capek karena terlalu banyak anak tangga. Ini juga salah penempatannya, seharusnya di situ. Kular-kular pelindung pejalan kaki harusnya di sana, bukan di sini. Rata-rata warga Berlin menghabiskan 44% perjalanan mereka dengan berjalan kaki atau bersepeda Sejak tahun 2001, telah dibangun 450 fasilitas penyeberangan pejalan kaki di pusat kota Berlin Seperti ini, stasiun-stasiun kereta tidak ramah untuk pejalan kaki. Karena para pejalan kaki harus memutar. Tidak bisa menyalahi aturan karena aturannya tidak pernah diterapkan, tidak pernah disosialisasi. Jadi kalau dalam membuat peraturan seharusnya (didiskusikan) terjadi 2 pihak. Belum bisa dikatakan baik. Karena trotoar di DKI Jakarta baru ada di Jl. Sudirman, Jl. Thamrin, Monas, Menteng, Kebayoran, Kasablanka, kemudian sebagian di Jl. Gatot Subroto. Hanya itu. Selebihnya kan nyaris tidak ada trotoar. Ini jauh lebih baik dari pada stasiun Cikini. - Steril? - Tidak, aksesnya. Kalau stasiun Cikini muternya lebih jauh. Saya berharap, mereka makin banyak perlebar dan memperbaiki trotoar. Tapi di saat yang bersamaan juga membuat trotoarnya hidup. Jadi pemakai trotoar tidak hanya pejalan kaki saja tapi juga pedagang kaki lima, tapi juga bagaimana supaya mereka tetap teratur dan tidak mengganggu pejalan kaki sendiri. Sebenarnya DKI Jakarta memiliki dana untuk membangun trotoar agar seluruh wilayah DKI Jakarta... ...di mana ada 7.000 km ruas jalan, semuanya dibangun trotoar. Sebenarnya ada dana, tapi akhirnya dana itu tidak dipergunakan untuk memperpanjang trotoar tapi hanya selalu digunakan untuk membongkar totoar atau mempercantik trotoar, hampir tiap 2 tahun sekali dibongkar. Nah Jl. Surdirman - Jl. Thamrin... ...yang trotoarnya kira-kira 1 tahun yang lalu dibangun, sekarang sudah dibongkar lagi. Mungkin maksudnya dipercantik lagi. Jadi dalam konteks ini membuang-buang uang, kan. Sebagai pejalan kaki kami menyarankan, agar pemerintah kota Jakarta ini... ...belajar dari Berlin, misalnya. Atau kota-kota lain di Eropa. Mereka hanya membangun sekali trotoar untuk 100 tahun. Jadi tidak boros anggaran. Sejak tahun 2015, tanggal 22 Januari diperingati sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional. Dalam rangka mendorong masyarakat untuk menjadikan kota kita, kota yang humanis. Kota yang beradap, yang laik untuk kita huni bersama. Ya caranya kita harus dorong, mereka yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau sepeda motor, kita dorong agar... ...sesekali, walau tidak bisa 100%, mereka meninggalkan mobil atau motornya di rumah dan diganti dengan berjalan kaki dengan kombinasi menggunakan angkutan umum masal. Kalau kendaraan umum, Transjakarta, itu ada kursi prioritas terkadang sudah diduduki. Tapi saat kita naik, tidak dapat tempat duduk. Ada yang merasa cuek, pura-pura baca, main HP, pura-pura tidur.
Resume
Categories