Transcript
zFzBc7cQHQc • JAKARTA KOTA AIR (Part 4) - Rumah Anti Banjir
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/WatchdocDocumentary/.shards/text-0001.zst#text/0100_zFzBc7cQHQc.txt
Kind: captions Language: id Mereka orang berdasi kita orang biasa, tapi kita bukan orang bodoh. Bang mancing, Bang? Tidak, main remi. Rencana tata ruang, kenapa menjadi rencana tata uang. Ya kalau mau belajar, belajar saja. Kalau tidak, ya sudah. Kalau negara, permerintah, mereka punya hukum, mereka punya uang, mereka punya aparat. Kepala Gading, Jakarta Utara. 1 Januari 2020 ...ke rumah tetangga saya, Ibu Kusmana. Rumah saya nomor M22, Ibu Kusmana M16. Kemarin rumah Ibu Kusmana kebanjiran, lumayang parah. Asslamualaikum... - Bu Kus, kemarin banjirnya seberapa? - Ini, segini. - Tuh, setinggi itu. - Jam 2 pagi air mulai datang. Jam 12 malam saya bangun, lalu tidur lagi. Begitu jam 2 bangun, sudah ada air. Kasur sudah terendam air. Tidak lama, air langsung cepat naik setinggi ini. - Setinggi ini jam berapa, setelah jam 2 kan Bu Kus? - Jam 4 pagi, saya langsung mengungsi. Semua barang-barang sudah mengambang. Lemari, 4 kasur. - Mengungsi di mana, Bu Kus? - Di rumah sebelah. Di depan situ mengungsinya, alhamdulillah ada rumah kosong. Iya. Jadi kalau tidak ada rumah itu, tidak tahu lagi harus ke mana. Akhirnya jam 4 subuh saya mengungsi bersama anak-anak. ...setinggi ini banjirnya, beda sejengkal. - Yang dalam juga setinggi ini. - Dalam rumah lebih tinggi ya karena lebih rendah? Ya segini tingginya. Ini tingginya sama seprti lemari 2 pintu. Pintu kamar jadi rusak. Setinggi ini banjirnya. Habis sebagian barang-barang. Yang jelas, setinggi ini. Ini terkena banjir & jadi rusak. - Airnya setinggi ini, ya? - Iya. Karena laci terbuka, semua isinya jadi terendam. Tidak sempat menyelamatkan barang-barang? Tidak, karena air datang sangat cepat. Setinggi ini airnya... Setelah rumanya ditinggikan, tidak pernah banjir lagi. Tapi halaman tetap kebanjiran. Kami tetap terkepung banjir, tapi kalau rumah tidak kebanjiran lagi. Banjir kemarin, tingginya itu... ...sekitar 60 cm. Setinggi ini banjir kemarin. Dari bawah ke sini, tingginya sekitar 60cm. Semua air berada di kolong rumah saya dan selama 2 hari sudah tidak ada air lagi. - Waktu banjir kemarin? - Iya. Hari sabtu pagi sudah tidak ada air. Sudah terserap. Saya tidak buang sama sekali. Mbak Ainun, pada tanggal 1 Januari... ...rumahnya kemasukan air atau tidak? Air tidak sampai masuk ke rumah, hanya di halaman saja. Yang bajir halaman & jalanan. Halaman itu kira-kira ketinggiannya... ...kira-kira 60 cm karena pas di bawah tangga. Jadi tinggi banjirnya sejajar sama tangga paling atas. Oke, terima kasih banyak Mbak Ainun. - Mudah-mudahan aman terus, tidak masuk rumah. - Amin, iya. Selamat sore... - Bagaimana matiinnya? - Pencet saja. - Habis telepon siapa tadi? - Mbak Ainun dari Kelapa Gading. Pemilik rumah panggung di Kelapa Gading. Kalau kita mau beradaptasi dengan kondisi alaminya yang harusnya Kelapa Gading adalah kawasan air, maka pembangunannya seharusnya tidak seperti ini. Tetapi kita bisa mencontoh, seperti ini rumah panggung Si Pitung, saya menduga kenapa panggung karena Betawi, Batavia banyak air. Jadi akhirnya ada tipologi rumah panggung. Maka kita bisa membangun rumah panggung di Kelapa Gading, mengembalikan sebagian besar lahan untuk air, ini ada ruang hijau yang disisakan. Ketika musim kering dia menjadi ruang hijau... ...ketika musim hujan, dia menjadi ruang biru. Dan rumah ini menyediakan bak penampungan untuk menyediakan air bersih. Ini contoh saat terjadi banjir pada bulan Maret tahun 2017 ketika banjir di Kelapa Gading... ...maka rumah ini sudah berhasil mengembalikan lahannya seperti kondisi alaminya zaman dahulu sebagai tempat penyimpanan air, sedangkan fungsi di atasnya tidak terganggu. Air ini berasal dari bak penampungan. Bisa dipakai untuk menyiram tanaman, tapi tanamannya belum dipotong. Jadi ini bukan air PAM, tapi ini air hujan... ...yang saya tampung untuk dipakai menyiram tanaman dan closet. Sejak tahun 2005, kami pindah ke Kelapa Gading, ini rumah orang tua. Lalu beberapa hari setelah tinggal di sini, terkena banjir. Sejak 2005, tiap tahun selalu terkena banjir. Selama setahun bisa beberapa kali terkena banjir Dari pengalaman itu, kami berkeinginan memiliki rumah panggung. Rumah ini... ...dari awal tanah tingginya 110 cm. Tapi yang ini tingginya tidak segitu, yang 110 cm dibagian dalam. Di sini tingginya yang 110 cm. Di sini yang 110 cm, tapi yang depan tidak sampai. Nah, di kolong rumah ini ya tanah. Kami bongkar rumah lama, dihilangkan semua semennya tinggal tanahnya saja. Sehingga kalau terjadi banjir, airnya akan terserap ke tanah. Ingin berkawan dengan air. Lalu yang tadi saya bilang ada bak penampungan air hujan, lokasinya di sini. Di bawah sini ada bak penampungan air hujan. Ini kalau mau lihat. Di sini ada penampungan air hujan, diambil dari atap disalurkan melalui ini... ...lalu ditampung di bak filter, di bawah sini, ada 3 bak filer baru masuk ke penampungan. Airnya dipakai untuk menyiram closet, tanaman, terkadang untuk menyiram sepeda. Eh, mencuci sepeda. Kalau cuci piring menggunakan air PAM. Kami di sini berlangganan PAM, tidak memakai air tanah sama sekali. Kami tinggal di Kelapa Gading, ingin rumahnya panggung karena... ...kami ingin bersahabat dengan air. Harus tahu diri rumahnya di Kelapa Gading yang dahulunya rawa, jadi tempatnya air. Jadi tidak ingin bermusuhan dengan air. Apapun yang terjadi kita tetap membutuhkan air. Jadi kalau banjir, tidak apa-apa. Ayo air datang ke rumah kami, rumah kami sudah panggung. Jadi kamu silahkan di bawah rumah kami. Ini rumah kok bentuknya seperti ini. Ternyata airnya menyerap ke tanah meskipun banjir. Sempat bertanya, kok rumahnya seperti ini. Kalau dibuat pada umumnya, bisa lebih luas. Tapi ternyata ada fungsinya. Air tidak sampai ke rumah. Pintar juga... Kemarin saya sempat kepikiran untuk mengungsi ke rumah Ibu... ...ketok saja, kamar masih ada yang kosong. Tapi sudah jam 4 pagi, kami juga bingung... Gereja Katolik Santo Yakobus, Kelapa Gading tahun 2020 dan 1986-1990 Ini contoh yang saya dapatkan di internet, pada tahun 1986 sampai 1990 di Kelapa Gading hampir seluruhnya air, kecuali ada satu bangunan ini. Lalu kemudian tahun 2006 semuanya jadi kering karena melanjutkan pola pembangunan kota Batavia, Jakarta menjadi kota yang kering, bukan lagi menjadi kota air. Jadi kesadaran pemerintah untuk kembali melihat kondisi ekologi kotanya yang semakin krisis, maka kita perlu memperbaiki itu dan tantangan banjir ini persoalannya tidak hanya terjadi di Indonesia. Seluruh dunia dari tahun 1985 sampai 2015, ada 3.700 lebih lokasi baru yang terkena banjir di berbagai negara maju maupun berkembang. Karena pembangunan kota yang tidak ramah air. Jadi kalau ini ada kesadaran dari pemerintah, maka mereka ingin mencari solusi yang lebih holistik, bukan hanya solusi yang menyalahkan sungai, merusak sungai menjadi saluran, tetapi lebih holistik, semua pembangunan yang lebih ramah air, dimulai dengan regulasi. Regulasinya membuat penyimpanan air, membuat rumah panggung, membuat... ...membuat sumur resapan, membuat kawasan retensi dan lain sebagainya. Dengan regulasi ini, memaksa semua pembangunan harus sesuai regulasi. Secara masif bisa lebih ramah air. Ketika sungai memang harus kita kelola, kita harus perbaiki, lebih bagus lagi dikonservasi sungainya... ...jadi alami kembali. Jadi punya bantaran untuk luapan air... Selain sebagai arsitek rumah Ainun Najibah, konsep rumah panggung Bukit Duri adalah kolaborasi Yu Sing bersama Komunitas Ciliwung Merdeka untuk tata kota yang ramah dengan air. Ketika kita ingin mengkonservasi sungai, maka permukiman yang ada di pinggir sungai, tidak hanya permukiman yang saya lihat, juga bangunan-bangunan modern kita mau perbaiki, kampung-kampung punya kesempatan sekaligus dibangun kembali, dimundurkan, kita bangun vertikal, kita buat panggung, kita menyediakan ruang sungai yang lebih luas, dan termasuk kawasan permukiman baru yang kita bikin panggung dengan jalanan panggung... ...juga menyediakan ruang air yang lebih banyak. Ketika menata kampung, sekaligus kita memperbaiki ekologi kotanya. Kali Code saya rasa contoh, bahwa... ...kalaupun sungai tidak ideal, kembali secara alami seluruhnya, tapi sebetulnya dia tetap bisa berfungsi untuk menyediakan ruang air dan manusia. Tahun 1984, pemerintah Yogyakarta berencana menggusur kampung Code yang berada di pinggir sungai untuk dijadikan taman kota. Y.B Mangunwijaya atau Romo Mangun, seorang budayawan, menata perkampungan Kali Code agar tidak digusur. Kita memiliki kolam ikan, tidak dalam. Ada pasir di sekitarnya. Kalau siang, kita wajib tidur. Tapi Romo Mangun dan saya bermain di kolam itu. Dia bermain pasir, "ini kota, ini gedungnya". Pencapaian kemajuan negara maju, atau kota-kota yang lebih modern, itu dijadikan acuan tanpa melihat prosesnya. Jadi ingin sungai yang bersih dengan vila yang mewah dan angsa putih yang berenang di situ, itu adalah bayangan umumnya. Kemudian itu yang membuat sikap tidak reaslistis dalam melihat persoalan urban di Indonesia. Rumah-rumah yang berbeda dengan kastil dan angsa putih itu dianggap jelek. Kampung dianggap sangat kumuh. Itulah yang menyebabkan harus digusur. Oleh karena itu tidak sesuai dengan kenyataan alam mereka. Sikap yang tidak jujur dan tidak realistis inilah yang sebetulnya yang dilawan. Dan ini juga ingin menunjukkan bahwa masyarakat miskin punya potensi. Mereka bisa berkembang, bisa memperbaiki hidupnya, kalau diberi kesempatan. Jadi selama ini, penggusuran yang terjadi adalah pengingkaran atas kemampuan mereka, dan negara seharusnya memberi fasilitas untuk mereka agar bisa berkembang dan tumbuh, tapi ini yang diingkari, seperti itu. Semangat dasarnya yang setiap kali beliau selalu katakan adalah memanusiakan manusia. Jadi melihat manusia itu dalam penghargaannya secara utuh sebagai ciptaan Tuhan, bagian dari alam, sebagai orang, sosok yang memiliki nilai-nilai tanggung jawab, nilai-nilai yang memanusiakan dirinya, itu yang ingin selalu di... ...dipakai sebagai landasan dalam karya arsitekturnya. Ini tanah kami yang dahulu. Pagar saya setinggi ini, tapi tanah di dalam setinggi ini. Lalu ditinggikan segini, orang menyangka tidak akan banjir. Tetap saja banjir. Saluran air hanya segini, tidak ada yang membersihkan. Kadang saya yang membersihkan, biasanya seminggu sekali. Karena... ...perilaku membuang sampah sembarang masih ada Jadi kalau saya memberihkans selokan, isinya puntung rokok, bungkus permen, es krim... ...karena di situ ada yang jualan es krim, atau minuman kemasan itu. Tidak ada petugas kebersihan. Jadi Ainun bersihkan sendiri, ditaruh di sini, lalu keesokan harinya kalau sudah kering saya buang ke tempat sampah. Sekarang kami mencoba mengembangkan rumah mikro, sebagai alternatif rumah hunian yang terjangkau untuk masyarakat. Karena nominal kemampuan masyarakat, dari 10 tahun yang lalu sampai sekarang, kira-kira masih sama. Sementara inflasi naik terus, harga material naik terus, harga tukang naik terus. Kami mencoba mencari alternatif supaya membuat rumah yang bisa terjangkau untuk masyarakat. Kita mencoba bertanya, seberapa kecil sebetulnya untuk tempat tinggal. Kita mulai dengan satu model, rumahnya hanya membutuhkan lahan satu ukuran parkir mobil. Ukuran parkir mobil sekitar 2,5 x 5 meter. Ada teras, teras ini untuk aktivitas, kalau kita bosan di dalam rumah, ingin suasana di luar, tentu pengalaman yang berbeda, kita sediakan teras untuk aktivitas di luar. Ini ruang keluarga, ruang multifungsi. Ruangan ini bisa digunakan untuk berkumpul 6 orang. Ini konteksnya kalau sudah punya tanah. Kalau sudah punya tanah... ...gaji sekitar 4 juta-an masih bisa menabung mungkin sekitar 1,5 juta. Maka dalam satu tahun, bisa terkumpul... ...sekitar 18 juta dalam setahun. 18 juta selama 5 tahun bisa terkumpul 90 juta-an. Saya kita bisa mengambil kredit multiguna, misalnya. Dengan uang 90 juta-an dia bisa mulai membangun rumah panggung yang kecil. Ini pintu lemari yang bisa dijadikan meja. Kemudian ukuran kamar mandinya normal. Mesin cuci bisa ditaruh di tengah, di sana buat mandi, di sini WCnya. Di atas untuk kamar tidur. Walaupun saat siang digunakan untuk ruang keluarga, malam hari... ...ruang ini bisa digunakan untuk kamar tidur tamu atau satu anak. Di atas ada kamar tidur anak satu dan di lantai 2 ada kamar tidur... ...orang tua. Ini tempat tidur orang tua, kalau mau serius bisa diberi sekat , ada pintu di sini. Lalu di atas kaca ini bisa dibuat lemari gantung untuk menyimpan baju dan lain-lain. Ini kamar tidur anak yang satu lagi. Kalau anaknya masih kecil tentu butuh pengaman yang lebih tertutup. Dan ini bisa dipakai untuk bekerja juga.